P. 1
Evaluasi_Belajar

Evaluasi_Belajar

|Views: 84|Likes:
Published by Aura Net

More info:

Published by: Aura Net on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Penilaian dalah salah satu komponen dalam proses pembelajaran, yang meliputi:
(1). (2). (3).

Tujuan pembelajaran, Metode pembelajaran, Penilaian hasil belajar. PENGERTIAN, KEDUDUKAN, DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Pengertian Penilaian

1. a.

Pengukuran/penilaian adalah suatu upaya untuk mengetahui berapa banyak hal-hal telah dimiliki oleh siswa dari hal-hal yang telah diajarkan oleh guru. Pengertian ini menunjukkan bahwa pengukuran bersifat kuantitatif. Pengukuran bermaksud menentukan luas, dimensi, banyaknya derajat atau kesanggupan suatu hal atau benda. Tugas pengukuran berhenti pada mengetahui "berapa banyak pengetahuan yang telah dimiliki siswa", tanpa memperhatikan arti dan penafsiran mengenai banyaknya pengetahuan yang dimiliki itu. Apabila hasil pengukuran itu ditafsirkan b. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan

Penilaian meliputi semua aspek batas belajar. Menurut Schwartz dan kawankawannya, penilaian adalah suatu program untuk mem berikan pendapat dan penentuan arti atau faedah suatu pengalaman. Yang dimaksud dengan pengalaman adalah pengalaman yang diperoleh berkat proses pendidikan. Pengalaman tersebut tampak pada perubahan tingkah laku atau pola kepribadian siswa. Jadi pengalaman yang diperoleh siswa adalah pengalaman sebagai hasil belajar siswa di sekolah. Dalam hal ini, penilaian adalah suatu upaya untuk memeriksa sejauh mana siswa telah mengalami kemajuan belajar atau telah mencapai tujuan belajar dan pembelajaran. c. Syarat-syarat Umum Evaluasi

Penilaian yang akan dilaksanakan harus memenuhi persyaratan atau kriteria sebagai berikut (1). Memiliki validitas, (2). Mempunyai reliabilitas, (3). Objektivitas, (4). Efisiensi, dan (5). Kegunaan/ Kepraktisan. Validitas. Artinya penilaian harus benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Misalnya, barometer adalah alat pengukur tekanan udara dan tidak tepat bila digunakan untuk mengukur temperatur udara. Demikian pula suatu tes memiliki suatu validitas bila tes itu benar-benar mengukur hal yang hendak di tes. Sebuah tes inteligensi, validitasnya dapat diperkirakan dengan kriteria lain, yakni dengan ukuran yang diprakirakan oleh guru. Misalnya seorang guru telah lama bergaul dengan siswa tertentu. Dia dapat melihat kapasitas siswa itu berada di bawah pengawasannya. Apabila antara hasil tes dengan pendapat guru tak seberapa berbeda (kore lasinya tinggi), maka dapat dinyatakan bahwa tes itu mempunyai validitas yang tinggi. Kriteria lain yang dapat digunakan untuk mengukur validitas tes itu ialah

Kegunaan/Kepraktisan. Objektivitas. Pendek kata.00.00. bila menunjukkan ketetapan hasilnya. instruksinya harus jelas dan tegas. Ciri lain dari alat evaluasi ialah usefulness (harus berguna). semua alat evaluasi yang digunakan oleh guru harus cukup reliabel sekalipun tidak begitu tinggi. Suatu alat evaluasi harus benar-benar mengukur apa yang diukur. Suatu alat evaluasi sedapat mungkin dipergunakan tanpa membuang waktu dan uang yang banyak. sedangkan tes yang reliabilitasnya rendah mempunyai koefisien korelasi 0. observation. karena setiap siswa mempunyai interpretasinya masing-masing terhadap alat tersebut. Suatu alat evaluasi memiliki reliabilitas. atau dengan cara comparable forms atau split halves method. . Objektivitas juga diperlukan pada waktu membuat skor hasil tes. Efisiensi dapat dicapai dengan cara : Si penilai mampu memilih alat yang tepat untuk tujuan tertentu. Jadi validitas suatu tes menunjukkan ukuran/tingkat di mana tes itu dapat dipergunakan untuk mengukur suatu tujuan objek tertentu. Reliabilitas suatu tes biasanya dinyatakan dengan koefisien korelasi. Guru harus menilai siswa dengan kriteria yang sama bagi setiap pekerjaan tanpa membeda-bedakan si A atau si B dan seterusnya. usaha dan uang sedikit dianggap alat evaluasi yang baik. Suatu alat evaluasi yang tinggi bila reliabilitasnya menunjukkan koefisien korelasi 1. interpretasi siswa terhadap instruksi dalam alat evaluasi harus sama. Objektivitas dalam penilaian sering diperlukan dalam menggunakan : questioner. dan hasil yang memuaskan. Untuk memperoleh keterangan tentang siswa. Guru harus menggunakan kriteria yang sama. Perbedaan interpretasi itu mungkin disebabkan adanya istilah-istilah yang sulit dipahami. rating scale. Efisiensi. Dengan kata lain. essay test. yakni dengan cara mengulangi kembali tes itu (test-retest). Si penilai dapat mempertimbangkan perlu tidaknya mempergunakan beberapa macam alat penilai. bahwa evaluasi yang memakan waktu. Si penilai hanya memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan tujuan yang sama. check list dan alat-alat lainnya. Selain dari itu. Reliabilitas. perlu dilakukan percobaan terlebih dulu dan menetapkan kriteria untuk mengontrol hasilnya. sehingga guru dapat memberikan bimbingan sebaik-baiknya bagi para siswanya. Sering terjadi suatu alat evaluasi yang dibuat oleh seorang guru menimbulkan berbagai interpretasi. Hal ini tergantung pada tujuan penggunaan alat evaluasi dan banyaknya siswa yang dinilai dan sebagainya. Untuk menghindarkan kesalahpahaman ini. Ini tidak berarti. Suatu alat evaluasi diharapkan dapat digunakan dengan sedikit biaya dan usaha yang sedikit. sehingga hasilnya sangat berbeda-beda. tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. dalam waktu yang singkat.membandingkannya dengan hasil yang telah diperoleh oleh seorang ahli lain. orang yang akan dites itu akan mendapat skor yang sama bila dia dites kembali dengan alat uji yang sama. Untuk mengetahui besar kecilnya reliabilitas suatu tes dapat ditempuh berbagai cara. tanpa adanya interpretasi yang tidak ada hubungannya dengan alat evaluasi itu.

Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa baru dan/atau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. 1). 2). 3). sehingga yang bersangkutan dapat diterima pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar. Jadi evaluasi hasil penilaian berfungsi menyediakan data tentang lulusan agar dapat ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Hasil evaluasi menggam barkan kemajuan. baik keseluruhan kelas maupun masing-masing individu. sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa. dan harus mengulangi program studi yang sama sebelumnya. penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan-kegiatan belajar siswa lebih lanjut. Untuk penempatan. 3). Evaluasi hasil belajar memiliki tujuan-tujuan tertentu : 1). Untuk kenaikan kelas. Untuk seleksi. pengolahan. . Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa. kegagalan dan kesulitan masing-masing siswa. Fungsi dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar Fungsi evaluasi hasil belajar : Untuk diagnostik dan pengembangan. Para lulusan yang ingin bekerja pada suatu instansi atau perusahaan perlu menyiapkan transkrip program studi yang telah ditempuhnya. yang juga memuat nilai-nilai hasil evaluasi belajar. Berdasarkan data yang ada selanjutnya dapat didiagnosis jenis kesulitan apa yang dirasakan oleh siswa. Memberikan informasi tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajar melalui berbagai kegiatan belajar. Sebaliknya siswa yang tidak memenuhi rangking tersebut dinyatakan tidak naik kelas atau gagal. EVALUASI HASIL BELAJAR Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi). menetapkan kesulitan-kesulitannya dan menyarankan kegiatan-kegiatan remedial (perbaikan). a. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi rangking atau ukuran yang ditetapkan dalam rangka kenaikan kelas. Untuk menentukan jenis dan tingkat kesulitan siswa serta faktor penyebabnya dapat diketahui dan hasil belajar atau hasil dari evaluasi tersebut. Memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mendorong motivasi belajar siswa dengan cara mengenal kemajuannya sendiri dan merangsangnya untuk melakukan upaya perbaikan. Siswa yang lulus seleksi berarti telah memenuhi persyaratan pengetahuan dan keterampilan yang telah ditetapkan. Pihak penerima biasanya memperhatikan daftar nilai tersebut sebagai bahan pertimbangan mengenai tingkat kemampuan calon pegawai tersebut. 4).2. 2). 4). dan selanjutnya dapat dicarikan alternatif cara mengatasi kesulitan tersebut melalui proses bimbingan dan pengajaran remedial.

b). dengan pertanyaan bentuk essay (open ended) yang menghendaki uraian. mengorganisasi dan memantapkan interaksi antara alat-alat dan menjadikannya sebagai suatu pendirian 2). sebagai berikut Aspek penerimaan. yakni kesadaran peka terhadap gejala dan stimulus serta menerima atau menyelesaikan stimulus atau gejala tersebut. yakni perilaku menginternalisasi. Aspek penilaian. fakta. d). 6). penerapan. contoh-contoh yang betul (correct). . yakni aktif mengikuti dan melaksanakan sendiri suatu gejala di samping menyadari/menerimanya. aturan. prosedur. c). yang dikategorikan sebagai: konsep. dengan daftar pertanyaan matching (menjodohkan) yang berkenaan dengan konsep. stabil dan mengandung kesungguhan kata hati dan kontrol secara aktif terhadap perilakunya. minat dan bakatnya. Ranah Afektif Sasaran evaluasi ranah afektif (sikap dan alat) meliputi aspek-aspek. dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka tertutup langsung untuk mengungkapkan jawaban-jawaban yang unik. Sasaran penilaian aspek mengingat kembali (recal) Caranya. misalnya dari konsep yang sederhana menuju ke konsep-konsep yang lebih kompleks. perumusan kembali dengan kata-kata sendiri. contohcontoh. b). Sasaran penilaian aspek pengenalan (recognition) Caranya. yang menuntut siswa agar melakukan identifikasi tentang fakta. konsisten. langkah-langkah dan urutan. definisi. sebagaimana dirumuskan dalam satuan pelajaran. Sasaran Evaluasi Hasil Belajar Ranah Kognitif (Pengetahuan/pemahaman) b. Sambutan. Penilaian terhadap pengetahuan pada tingkat satuan pelajaran menuntut perumusan secara lebih khusus setiap aspek pengetahuan. Sasaran penilaian aspek pemahaman (komprehension) Caranya. sehingga guru dapat membantu perkembangannya menjadi warga masyarakat dan pribadi yang berkualitas. dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut identifikasi terhadap pernyataan-pernyataan yang betul dan yang kelim konklusi atau klasifikasi. Tiap kategori dirinci menjadi suatu struktur dan urutan tertentu. contoh. dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan bentuk pilihan berganda. yakni perilaku yang. Dengan struktur tersebut dapat ditentukan urutan pelajaran dan isi pelajaran. dan prinsip. Teknik penilaian terhadap pengetahuan dalam kontek ini dikembangkan dalam tes tertentu. 1). : a). Memberikan informasi tentang semua aspek tingkah laku siswa. c). Aspek organisasi. Memberikan informasi yang tepat untuk membimbing siswa memilih sekolah. Evaluasi akhir pengajaran terhadap ketercapaian tujuan-tujuan aspek pengetahuan perlu dilakukan secara terpisah di samping evaluasi terhadap perilaku sebagaimana telah dikemukakan di atas. atau jabatan yang sesuai dengan kecakapan.5). Untuk menilai pengetahuan dapat kita pergunakan pengujian sebagai berikut a).

dilaksanakan secara langsung dengan pengamatan objektif terhadap tingkah laku pendekatan atau penghindaran. yang teguh. dengan menggunakan metode terbuka tertutup (open ended methods). Berdasarkan atribut-atribut tersebut dapat disusun pertanyaan-pertanyaan untuk pengukuran. Tiap atribut diberikan indikator sebagai petunjuk perubahan perilaku. b). Aspek karakteristik diri dengan suatu alat atau kompleks alat. tetapi di samping hal tersebut sangat banyak menyita waktu dan tugas . keterampilan menjalankan mesin. misalnya masalah-masalah yang tidak familier untuk dipecahkan dan pemecahannya tidak begitu rumit. Pekerjaan semacam ini sebenarnya sangat menolong sekali demi keberhasilan tujuan pengajaran. masing-masing dirinci menjadi sejumlah karakteristik. Aspek keterampilan interaktif dengan observasi keterampilan dalam situasi senyatanya. c). a). dan lain-lain. evaluasi dilakukan dengan metode-metode objektif tertutup.e). d). secara langsung mengamati sistem nilai masyarakat dalam tindakannya di luar sekolah. guru menyusun kisi-kisi (blue print). yang berperilaku konsisten dengan sistem nilai tersebut. kualitas penerapan secara objektif. Aspek keterampilan kognitif. Persiapan Pada tahap ini. d). Aspek keterampilan reaktif. Aspek keterampilan psikomotorik. Evaluasi terhadap hasil dan proses perencanaan ialah dengan observasi dan diskusi. c). secara tak langsung dengan kuesioner sikap. Contoh : latihan mengetik. 3). kecepatan. Aspek keterampilan reaktif. yakni tugas-tugas produktif yang menuntut perencanaan strategi. secara langsung dengan meng hitung frekuensi kebiasaan dan cara-cara yang baik yang dipertunjukkan pada kondisi-kondisi tertentu. misalnya masalah-masalah yang familier untuk dipecahkan dalam rangka menentukan ukuran-ukuran ketepatan dan kecepatan melalui latihan-latihan (drill) jangka panjang. Prosedur Evaluasi Hasil Belajar 1). dan berdasarkan kriteria ketepatan. Ranah Keterampilan Sasaran evaluasi keterampilan reproduktif: Aspek keterampilan kognitif. Aspek keterampilan interaktif. selanjutnya tiap karakteristik dijabarkan menjadi sejumlah atribut. Evaluasi Keterampilan Produktif : a). b). Ranah dan aspek tiap ranah yang akan diukur. c. ialah menginternalisasikan suatu nilai ke dalam sistem nilai dalam diri individu. Aspek keterampilan psikomotorik dengan tes tindakan terdapat pelaksanaan tugas yang nyata atau yang disimulasikan.

Blue print inipun dapat dianggap sebagai guide dalam pengembangan pola belajar lebih lanjut. Tetapi bentuk/tipe item apa saja yang akan digunakan. Setelah kelima langkah tersebut ditempuh. Pilihan Berganda. Langkah 3. Menetapkan proporsi tingkat kesulitan butir-butir soal yang mencakup keseluruhan perangkat instrumen penilaian tersebut. Dalam penyusunan kisi-kisi (blue print) tersebut ditempuh langkah-langkah. afektif. tes evaluasi dapat berfungsi sebagai bagian integral dalam sistem mengajar dan bersifat langsung. Langkah 2. Bentuk item yang dapat disusun bisa dalam bentuk pilihan berganda. Isian. guru perlu mempertimbangkan. satuan bahasan. sebagai berikut : Langkah 1. dengan memperhatikan ranah-ranah kognitif. Langkah 5. Mengidentifikasi bentuk-bentuk soal. Merumuskan tujuan pengajaran khusus sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam GBPP (biasanya telah dirumuskan pada waktu penyusunan PPSI/Satuan Pelajaran). yang disusun dan tersebar secara proposional. melalui instrumen evaluasi yang direvisi terus sesuai dengan kebutuhan dalam proses belajar mengajar. dan keterampilan. atau topik yang telah ditetapkan dalam Garis-garis Besar Program Pembelajaran. bentuk essay atau berbagai bentuk lainnya. dan Mudah (25%). Sebagai ancang-ancang dapat digunakan proporsi : Sulit (25%). Sedang (50%). Menjodohkan).tambahan yang dibebankan kepada guru. Topik 1 Tujuan Pengetahuan Sukar Sedang Mudah Pemahaman Sukar Sedang Mudah BS 1 3 1 PG 1 1 1 1 ISI 1 1 JDH BS 1 3 1 - Topik 2 PG 1 1 1 1 ISI 1 JDH 1 BS 2 6 2 PG 2 2 2 2 Jumlah ISI 1 2 JDH TOTAL 2 8 2 3 2 4 . Menetapkan ruang lingkup materi pelajaran yang akan diujikan berdasarkan pokok bahasan. Melalui cara ini. atau bentuk essay (terbuka atau terbatas). Langkah 4. Menetapkan jumlah butir soal berdasarkan topik-topik dan aspek tujuan/ranah. berupa tes objektif (B–S. mempertimbangkan berapa jumlah waktu yang tersedia dan berapa item dan luas skopnya pada tes yang akan diberikan. Persentase tersebut supaya disebarkan secara normal. maka akan diperoleh suatu kisi-kisi penilaian yang lengkap dan menyeluruh.

Penilaian dengan tes. Bentuk tes tersebut banyak digunakan oleh guru. ialah sebagai berikut: a). Aspek Tujuan c. (2). yakni : penilaian dengan tes dan penilaian bukan dengan tes. Penyusunan Alat Ukur Pada tahap ini. karena penting untuk mengukur ketercapaian tujuan-tujuan pembelajaran. guru menentukan jenis alat ukur yang akan digunakan berdasarkan tujuan dari pengukuran tersebut dan aspek/ranah apa yang hendak diukur. untuk mengetahui bakat seseorang. Educational test. untuk mengukur kemampuan siswa di sekolah atau prestasi belajar. untuk mengukur intelegensi seseorang. b). Siswa mendapat manfaat tertentu dengan mendengarkan respons/jawaban dari siswa . Keuntungan penggunaan tes lisan (oral tes). Bentuk 2). Ada dua macam tes . Tingkat kesukarannya d. Topik 16 soal mengukur topik 1 14 s oal mengukur topik 2 12 soal mengenal aspek pengetahuan 9 soal mengenai aspek pemahaman 9 soal mengenal aspek aplikasi 7 butir soal sukar (23%) 15 butir soal sedang (50%) 5 butir soal mudah (27%) BS PG ISI JDH = 10 Soal = 10 Soal = 5 Soal = 5 Soal b. Tes Lisan dan Tertulis. (3). Tes ini memberikan pengalaman melakukan ekspresi secara lisan pada para siswa.Aplikasi Sukar Sedang Mudah 1 3 1 5 1 1 3 1 5 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3 1 3 1 5 1 1 3 1 5 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 6 2 10 2 2 6 2 10 1 1 2 1 2 5 1 2 2 1 2 2 5 2 5 2 7 15 8 30 Jumlah Sukar Sedang Mudah Total Sumber : Psikologi Kependidikan Abin Syamsudin M. yang terdin dari: a. Alat evaluasi dibagi menjadi dua jenis. Mental test. 1981 Kisi-kisi menggambarkan suatu alat evaluasi yang terdiri dari 30 butir soal. Aptitude test. atau tes intelegensi. (1).

dapat dinilai lebih objektif daripada jawaban-jawaban lisan. d). jadi lebih meringankan murid. setiap murid menjawab sejumlah besar pertanyaan di dalam suatu jangka waktu tertentu di dalam kelas. Kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa segera dapat diketahui dan diperbaiki pada waktu itu juga. Angka yang didapat akan menjadi dasar perbandingan. misalnya sulit menyatakan pendapat secara lisan. 3). kurang reliabel. Tetapi sebagai alat penilaian. Jenis pertanyaan harus khusus dan sesuai dengan tujuan yang spesifik dan perlu memperhatikan tingkat kesulitan tes agar sesuai dengan kemampuan murid. guru akan mempunyai dasar yang jelas untuk memperbandingkan hasil-hasil tes murid. Pertanyaan dalam tes hendaknya dirumuskan sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti oleh murid untuk diberikan jawaban atau untuk dipecahkan. supaya kelemahan-kelemahan yang ada pada suatu jenis tes dapat dikurangi. maka sebaiknya guru menggunakan kedua jenis tes itu dalam bentuk kombinasi secara bervariasi dan dengan materi tertentu. Dengan tes objektif tertulis. Tekanan harus lebih besar pada tujuan-tujuan yang lebih penting. jika dibandingkan dengan tes lisan. Pengaruh faktor-faktor dari luar pada waktu ujian. Tidak perlu mengerjakan tulisan dan membuat paper. Semua murid menjawab sejumlah daftar pertanyaan yang sama. 6). 3). 7). Penyusunan tes hendaknya berdasarkan pada hal-hal sebagai berikut Tes harus tertuju untuk menilai hanya tujuan yang telah dirumuskan. e). 4). Pembuatan dan Penggunaan Tes 1) 2). Pertanyaan-pertanyaan lisan yang dijawab oleh siswa lebih banyak dan lebih luas dibandingkan dengan yang dapat ditulis oleh siswa terhadap pertanyaan tertulis dalam jangka waktu yang sama. Sedangkan dalam tes lisan muridmurid hanya berkesempatan menjawab sedikit pertanyaan. dapat dihindari. Dapat dilengkapi dengan penginderaan melalui pendengaran dalam tes lisan tentang subjek yang sama. Pertanyaan-pertanyaan haruslah sanggup membedakan antara murid yang telah mencapai tujuan dan yang belum. lainnya. Guru tak perlu memeriksa pekerjaan tertulis. 4).c). 1). Tes tertulis banyak menggunakan penglihatan yang sewaktu membaca dan menulis sesuatu jawaban. jadi lebih meringankan guru. . Kesulitan dan pentingnya pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh murid yang berbeda-beda adalah sama. 5). Jawaban-jawaban tertulis atas pertanyaan-pertanyaan tertulis. f). 2). samplingnya terbatas. Organisasi tes itu harus sedemikian rupa sehingga murid-murid dapat segera melihat apa yang perlu diperbuatnya serta bagaimana cara membuatnya. tes tertulis dalam beberapa hal lebih dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan uraian tersebut di atas.

true false. karena secara keseluruhannya. Check list. 9). Lengkapi dengan petunjuk-petunjuk dan kunci scoring agar murid mengetahui dengan tepat bagaimana pertanyaan-pertanyaan itu akan diskor. yang terdiri dari lebih dari dua kategori. misalnya mengenai hubungan sosial. Check list mempunyai berbagai tujuan dalam fungsinya sebagai alat penilaian. apakah is orang teliti. yaitu hanya terdiri dan item-item yang dapat dijawab dengan ya atau tidak. essay. Penilaian Bukan dengan Tes Di bawah ini akan diuraikan beberapa alat penilaian yang bukan termasuk tes. Dengan check list. kesehatan pada umumnya mental hygien. Rating Scale. Akan tetapi menyusun itemitem itulah yang sukar. Akan tetapi perlu diketahui bahwa jenis tes essay dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengetahui kepandaian anak dalam menyusun buah pikiran mereka untuk menyimpulkan sesuatu. dan pada jenis subjektif kadang-kadang penilaian dilakukan secara intuitif dan subjektif. Tes harus dinilai seobjektif mungkin. Rating scale mempermudah penilaian mengenai sifat -sifat atau karaktristik yang . Baik tes bentuk objektif maupun tes bentuk essay masing-masing ada kebaikan dan kelemahannya. Lagi pula dalam memeriksa tes essay itu tidak dapat dinilai antara benar dan salah saja.Tes tertulis memberikan catatan mengenai hasil belajar murid yang dapat dianalisis secara teliti untuk maksud-maksud diagnostik. 8). Dalam praktiknya alat-alat ini sering digunakan bersama-sama tergantung pada tujuan penilaian dan aspek yang akan dinilai. sedangkan check list hanya terdiri dan dua kategori saja. Dalam jenis objektif. penilaian dilakukan secara mekanis dan objektif. sehingga karenanya dapatlah dikatakan yang tertinggi. 10). cepat marah atau sportif. Rating scale agak berbeda dari check list. Check list sering sekali digunakan untuk menilai perbuatan yang kompleks atau tugas-tugas tertentu walaupun kadang-kadang bentuknya sederhana sekali. matching). sehingga dapat diperoleh gambaran menyeluruh tentang perkembangan seorang anak. Gunakan pertanyaan-pertanyaan lebih dari satu tipe dengan maksud memperluas skope pengukuran (completion. karena rating scale menunjukkan tingkat-tingkat yang dicapai oleh murid. karena ada beberapa tingkat kebenaran. ya atau tidak. 5). guru akan dapat segera mengetahui keadaan anak dalam situasi tertentu. Susunlah pertanyaan-pertanyaan dari tingkat yang mudah sampai ke tingkat yang sulit. Murid harus memiliki kesempatan yang cukup untuk menye lenggarakannya. Perlu diketahui bahwa dalam check list harus dimasukkan komponen yang esensial dari keterampilan yang hendak dinilai itu. multiple choice. 6). 7). ceroboh. Pertanyaan Objektif dan Subjektif Pada pokoknya ada dua jenis pertanyaan ialah : jenis objektif dan jenis subjektif. serta pemeliharaan alat-alat sekolah.

mengorganisasi dan menjumlahkan suatu akumulasi daripada observasi-observasi terhadap tingkah laku anak-anak. Evaluasi formatif. Tujuan pelaksanaan evaluasi ini ialah untuk memperoleh informasi balikan terhadap proses belajar mengajar. ialah suatu bentuk pelaksanaan evaluasi yang dilakukan selama berlangsungnya program dan kegiatan pembelajaran. Kartu ini berisi skor atau angka dalam mata pelajaran tertentu dalam tiap kali murid mendapat skor dari gurunya. a). dan sebagainya. atau untuk menentukan suatu program dapat diteruskan dengan program baru atau perlu dilakukan pengulangan program pembelajaran. Laporan tertulis prinsipnya sama saja. 3). Dalam laporan lisan murid diberi kesempatan mengutarakan sesuatu kepada gurunya. maka dapat segera dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Bila tiba saatnya. kesanggupan memimpin. Evaluasi sumatif. Karna itu rating scale ini mempunyai 3 bentuk : descriptive scale. sedangkan bentuk check list. Laporan jenis ini perlu bagi murid yang pemalu. yaitu rating scale menunjukkan letak kedudukan murid pada ukuran murid. b). Jadi perbedaan pokok antara check list dan rating scale ialah pada bentuknya saja.bersifat kuantitatif. Pelaksanaan evaluasi ini berfungsi diagnostik. evaluasi formatif. Laporan ini dibuat atau disusun oleh murid sendiri. Murid yang dinilai ditempatkan dalam satu tingkat ukuran yang telah ditentukan. numerical scale. . Kartu Angka. Hasil penilaian ini sekaligus menggambarkan keberhasilan proses belajar mengajar. ialah suatu bentuk pelaksanaan evaluasi yang dilakukan sebelum proses c). dan graphic scale. hanya teknisnya berbeda. yakni untuk perbaikan. Dengan Laporan ini guru dapat mengetahui kesanggupan murid mengapresiasikan sesuatu. yang dilakukan dengan metode pengajaran remedial. ialah suatu bentuk pelaksanaan evaluasi yang dilakukan pada waktu berakhirnya suatu program pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar. yakni evaluasi sumatif. dan kombinasi ketiga model. yakni penguasaan pengetahuan. Model/bentuk evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir yang dapat dicapai oleh siswa. evaluasi reflektif. maka skor-skor itu dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh guru untuk menetapkan kemajuan belajar siswa. Sifat -sifat yang hendak dinilai itu hendaknya dimanifestasikan ke dalam tingkah laku yang dapat diobservasi se hingga dengan mudah dapat disusun alat penilainya. hanya menunjukkan apakah murid itu mempunyai sikap atau sifat tertentu atau tidak. Bila terdapat kelemahan dalam proses belajar mengajar. Kartu Partisipasi Harian. kesanggupan menyusun pikiran secara logis. yang dirancang dengan model desain evaluasi. misalnya dalam diskusi. Pelaksanaan Pengukuran Pengukuran terhadap hasil belajar dilaksanakan dengan cara/ bentuk tertentu sesuai dengan maksud dan tujuan pengukuran tersebut. Evaluasi reflektif. Laporan Lisan dan Tulisan. Tujuan dan rating scale ialah untuk menyimpulkan/merangkum. Evaluasi sumatif berfungsi menyediakan informasi untuk membuat keputusan untuk menentukan kelulusan. Kartu partisipasi harian ialah kartu penilaian untuk menilai partisipasi dan kegiatan sehari-hari.

Tujuan dari pelaksanaan evaluasi ini ialah untuk memperoleh informasi mengenai tingkat kesiapan dan tingkat penguasaan bahan pelajaran oleh siswa. komponen kurikulum (program studi. misalnya dalam bentuk desain pra-postes.d). Untuk menetapkan 2). Fungsi pelaksanaan evaluasi ini bersifat prediktif (peramalan). a. yang mencakup komponen input. Secara sistemik. Dengan demikian dapat diketahui kontribusi komponen-komponen sistem pembelajaran itu terhadap keberhasilan belajar siswa. perumusan tujuan. serta merancang prosedur evaluasi. pada hakikatnya adalah pengembangan dalam bidang perencanaan. metode. spesifikasi kemampuan. komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuan pembelajaran. Kombinasi pelaksanaan evaluasi. 3. . atau sebaliknya program itu harus diperbaiki/disempurnakan. Perumusan aspek-aspek program tersebut hendaknya didukung oleh data/informasi yang dihasilkan oleh sistem penilaian (evaluasi). evaluasi juga berfungsi dan bertujuan untuk menetapkan kedudukan suatu program pembelajaran berdasarkan ukuran/kriteria tertentu. dan untuk itu diperlukan instrumen evaluasi yang handal. Dalam hal ini perhatian hanya ditujukan pada evaluasi terhadap komponen proses dalam kaitannya dengan komponen input instrumental. dana). menetapkan media dan sumber. pembelajaran berlangsung. perumusan pengalaman belajar. sehingga dapat disusun dan diramalkan kemungkinan keberhasilannya setelah mengalami proses belajar mengajar kelak. diyakini dan dapat dilaksanakan terus. karena merupakan acuan dalam rangka operasionalisasi pendidikan/ pembelajaran. Tujuan pelaksanaan evaluasi ini ialah untuk mengetahui keefektifan proses belajar mengajar. program pembelajaran. waktu. evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran. Perencanaan mengandung nilai strategis. yang meliputi program studi. Pengembangan setiap rencana/program membutuhkan data dan informasi yang akurat. Suatu program yang diyakini kehandalannya berarti telah diakreditasikan. kurikulum. menetapkan strategi pembelajaran. Untuk mengembangkan suatu program pendidikan. menganalisis materi program. desain belajar mengajar. EVALUASI PEMBELAJARAN Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar. sehingga suatu program dapat dipercaya. komponen administratif (alat. yakni perilaku awal (entry behavior) siswa. media). komponen input instrumental. Dalam konteks inilah evaluasi dapat memberikan sumbangan yang sangat bermakna bagi pendeskripsian kebutuhan program. Untuk pengembangan. komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran. yakni kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan. Untuk Akreditasi Berbeda dengan fungsi pertama. misalnya antara bentuk reflektif dan bentuk sumatif. Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran berfungsi dan bertujuan: 1).

maka dipandang perlu dilakukan evaluasi tentang tujuan dari pembelajaran tersebut berdasarkan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa. berdasarkan penilaian dengan tolok ukuran tertentu. yakni tujuan pembelajaran. . karena dengan cara ini dapat ditetapkan apakah tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya perlu dipertahankan atau perlu diperbaiki. Karna itu. dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan informasi mengenai program yang dinilai itu. dan bukan pula yang menjadi pihak pelaksana program. Hal ini penting. dan pelaksanaan kurikulum. sedangkan penilaian untuk akreditasi umumnya dilaksanakan dengan metode eksplanasi. atau dengan teknik expo facto. Evaluasi terhadap tujuan pembelajaran bertitik tolak dari tiga pertanyaan. Evaluasi Tiyuan Pembelajaran Setelah berlangsung proses pembelajaran. b). 1). pelaksana/pemakai program. unsur dinamis pembelajaran. Evaluasi untuk pengembangan dilaksanakan dengan metode eksploratori dan metode deskriptif. namun sangat erat kaitannya dalam arti evaluasi terhadap suatu sasaran seringkali tidak dapat dipisahkan secara tegas dan evaluasi terhadap sasaran lainnya. Untuk mengevaluasi tujuan tersebut si penilai perlu memperhatikan 'kata kerja' yang digunakan dalam perumusan tujuan serta aspek-aspek rincian dari berbagai ranah yang dijadikan sebagai acuan tujuan khusus. b. dapat diamati. atau objek atau aspek-aspek penilaian pembelajaran. yang dapat dianggap sebagai kriteria evaluasi tujuan. pelaksanaan pembelajaran. Jawaban atas pertanyaan tersebut berkenaan dengan halhal. Keempat sasaran itu tampaknya berbeda satu dengan yang lainnya. Jika tidak. kondisi yang digambarkan dalam rumusan tujuan pembelajaran harus dibatasi/dipersyaratkan. yakni : a). dengan implikasinya perlu pula perbaikan program pembelajaran selanjutnya. ada 4 hal pokok yang dijadikan sebagai sasaran evaluasi pembelajaran. Pengumpulan data dapat saja bersumber dari para pengembangan program. karena pada akhir pembelajaran siswa diharapkan dapat mempertunjukkan/ mendemonstrasikan tingkah laku tertentu dengan cara tertentu setelah jangka waktu tertentu pula. dan dapat diukur maupun perilaku yang tak tampak. Sehubungan dengan jawaban atas pertanyaan itu. Apakah tujuan pembelajaran menggambarkan kondisi ter tentu di mana siswa diharapkan mempertunjukkan kemampuannya setelah mengalami proses pembelajaran? Evaluasi terhadap aspek ini penting. pemakai lulusan program. Pihak yang memberikan evaluasi akreditasi biasanya berbeda dengan pihak yang mengembangkan program.akreditasi program diperlukan data/informasi pendukung. berarti tujuan pembelajaran dinilai belum/kurang memenuhi criteria 'kondisi'. Sasaran Evaluasi Hasil Pembelajaran Sasaran evaluasi pembelajaran adalah untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang dinilai dalam sistem pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran menggambarkan perilaku yang diharapkan dicapai oleh siswa setelah mengalami proses pembelajaran? Perilaku yang dimaksudkan adalah perilaku yang tampak. Masing-masing fungsi evaluasi tersebut dilaksanakan dengan cara yang berbeda.

2). Jika hasil evaluasi menunjukkan nilai kurang. kemampuan daya serap siswa. kegunaan. guru memperoleh data/informasi mengenai hal-hal tersebut. maka berarti tujuan tersebut telah memenuhi kriteria kualifikasi minimal perilaku (performance). Besarnya dan kuatnya dukungan unsur-unsur yang ada turut menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas pembelajaran. urutan. atau sistem penyajian yang tidak sistematik. dan apakah upaya-upaya yang dilakukan oleh guru untuk menggerakkan motivasi belajar itu sudah sesuai dengan prinsip-prinsip yang disarankan? Dengan evaluasi. Evaluasi terhadap alat bantu belajar. Bila rumusan tujuan telah menggambarkan kriteria ini. sehingga mutu program pembelajaran semakin meningkat. maka berarti guru perlu dan seyogianya melakukam upaya-upaya perbaikan pada rancangan teknik motivasi yang lebih baik. Gambaran tentang nilai sasaran ini dapat diperoleh melalui evaluasi bahan pelajaran. sesuai tidaknya antara alat dan tujuan pembelajaran. Sasaran evaluasi ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat ketepatan. dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan tampak pengaruhnya pada hasil belajar siswa. Evaluasi Unsur Dinamis Pembelajaran Unsur-unsur pembelajaran pada hakikatnya merupakan unsur penunjang dalam proses pembelajaran. Jika hasilnya menunjukkan pada nilai 'kurang'. dan temuan-temuan Iptek serta kondisi lingkungan masyarakat sekitar. Evaluasi terhadap sasaran ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ruang lingkup. b). Evaluasi terhadap motivasi belajar siswa. karena bertalian dengan tingkat penguasaan. Berdasarkan hasil evaluasi guru dapat mengetahui kontribusi suasana belajar itu terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar siswa. maka berarti perlu dikembangkan dan dipilih alat bantu lain berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. guru. kedayagunaan dan keampuhan alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran. a). kualifikasi. kedalaman. Evaluasi terhadap sasaran ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan dan dukungan suasana belajar (khususnya lingkungan kelas) terhadap proses pembelajaran. suasana belajar dipengaruhi oleh sikap. besar kecilnya daya guna alat bantu tersebut. sebagaimana dikemukakan di bawah ini. c). Karena itu sasaran-sasaran. atau terlalu sulit. serta tingkat penguasaannya. d). Lagi pula bahan pelajaran yang terlalu luas. sistem penyampaian bahan pelajaran oleh guru. perilaku disiplin siswa. perlu dilakukan penilaian secara cermat dan saksama. Berdasarkan hasil evaluasi guru dapat mengetahui tepat tidaknya alat bantu yang telah digunakan. penguasaan bahan oleh guru. keadaan dan situasi dalam kelas. Apakah dalam rumusan tujuan pembelajaran menggambarkan batas minimal (paling rendah) perilaku yang dapat diterima? Hal ini perlu diberikan penilaian. Untuk itu juga perlu diperhatikan ukuran minimal yang dapat diterima mengenai perilaku tertentu. pengorganisasian kelas. Evaluasi terhadap bahan pelajaran. Evaluasi terhadap suasana belajar.c). prestasi yang diharapkan untuk menyatakan lulus tidaknya siswa dalam perilaku tertentu. kesesuaian bahan pelajaran dilihat dari segi tujuan. Evaluasi terhadap . kesesuaian. dan besar kecilnya sumbangan alat terhadap keberhasilan belajar siswa. Evaluasi terhadap sasaran ini bertujuan untuk mengetahui apakah dorongan belajar siswa sudah memadai. dan kondisi diri siswa sendiri.

antara lain : keadaan jasmaniah dan keadaan mental psikologis. Guru perlu memikirkan rancangan program untuk memperbaiki keadaan ini. meliputi (1). Penggunaan unsur penunjang. Evaluasi terhadap sasaran ini bertujuan untuk mengetahui tentang keadaan diri subjek peserta didik (siswa) yang berperan dalam proses pembelajaran. Kegiatan siswa (4). d). Kesimpulan yang dibuat mengenai materi (2). Kegiatan siswa (4). maka guru dapat memperkirakan bahwa keadaan diri subjek didik dalam posisi kurang mengntungkan. Kegiatan guru . Tahap akhir pembelajaran. Dengan kata lain. Kegiatan siswa (2). sistematika) (2). Metode yang digunakan (ketepatan. baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan guru (5). Penggunaan unsur penunjang. Unsur-unsur tersebut besar pengaruhnya terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar serta kelancaran dan mutu pem belajaran itu sendiri. Aspek-aspek yang perlu dinilai terdiri dari: a). yang meliputi aspek -aspek. Metode yang digunakan (ketepatan. c). Kegiatan guru (4). bila perlu dengan bantuan tenaga bimbingan dan penyu luhan sekolah. Evaluasi terhadap keadaan subjek didik. Kegiatan guru (5). e). 3). latar belakang keluarga. guru dapat melakukan upaya perbaikan sedemikian rupa agar suasana belajar dalam kelas menjadi lebih efektif. Keadaan itu mencakup. jika hasil belajar siswa menunjukkan kurang atau menurun dari biasanya. berdasarkan data yang ada. meliputi (1). Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Sasaran ini perlu dinilai untuk mengetahui derajat keterlaksanaan daripada pembelajaran itu. sistematika) (2).sasaran ini memang agak rumit. pengalaman. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diperoleh gambaran nyata tentang keterkaitan antara keadaan subjek dengan hasil belajar. Tahap inti pembelajaran. b). Kegiatan siswa (3). dan perilaku awal (entry behavior) sebelum mengikuti proses pembelajaran. meliputi: (1). karena erat kaitannya dengan pengaruh lingkungan interpersonal dan kultural. Materi yang disajikan (3). lingkungan masyarakat. Tahap tindak lanjut. Namun demikian. Penyampaian materi pelajaran (3). Prosedur/teknik penilaian. Tahap permulaan pembelajaran. sebagai berikut: (1).

abilitas mental. dan (7). kondisi jasmaniah. Berapa banyak dan berapa luas/kedalaman mengenai tingkat ketercapaian tujuan yang telah ditentukan dalam GBPP? b). 2). tujuan. 4). karena didasarkan pada penelitian yang intensif. Studi Kasus. Hingga mana ketercapaian hasil belajar siswa? Prosedur Evaluasi Pembelajaran c. Informnasi yang dikumpulkan antara lain hal-hal yang berkenaan dengan (1). Evaluasi Kurikulum / GBPP Sasaran ini perlu dilakukan evaluasi terutama yang berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. Dalam hubungan ini. Dengan kata lain digolongkan baik inventoris maupun check list dapat digolongkan dalam questionaire. Produk yang dihasilkan. lebih panjang dan lebih luas dari check list. dan kepribadian. evaluasi berpijak pada pertanyaanpertanyaan. Inventories dan Questionaires. observasi. pembahasan. Ada beberapa bentuk atau teknik yang dapat digunakan. . Sejauh mana ruang lingkup dan urutan pokok bahasan/sub-sub pokok/topik telah disampaikan dan diserap oleh siswa? c). Penetapan prosedur evaluasi pembelajaran berdasarkan fungsi. dalam praktik sulit dibedakan.(3). sikap. Studi kasus adalah suatu prosedur evaluasi dalam upaya mempelajari satu orang siswa atau sekelompok siswa yang dijadikan sebagai kasus. analisis. Murid-murid mengenal bahwa mereka mempunyai masalah-masalah umum. yaitu dengan memberikan tanda atau jawaban ya atau tidak. dan dengan berbagai teknik pengukuran yang relevan. (4). dengan cara menghimpun data dan informasi dari semua pihak yang terkait dengan kasus tersebut. (2). inventoris dan questionaire ini. Informasi umum. (5). Bagaimana tingkat pelaksanaan/penggunaan strategi pembel ajaran yang telah digariskan dalam GBPP itu? d). pengalaman-pengalaman di luar sekolah. pertemuan. kunjungan dan sebagainya. Adapun caranya sama saja dengan check list. Biasanya inventoris ini jarang digunakan oleh guru. Humprey dan Traxler. Dan inventoris ini digunakan untuk menyelidiki mental. ialah: 1). (3). Tatar belakang keluarga. b). mengemukakan maksud dari inventories ialah : a). Memang agak sulit memisahkan antara check list. dan sasaran yang hendak dievaluasi. (6). sebagai berikut: a). situasi masyarakat yang mempengaruhi siswa ter sebut. Memungkinkan individu murid menentukan secara pasti masalah-masalah spesifik dan daerah permasalahan yang ada. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi mempelajari catatan. catatan sekolah.

Tentu saja epidensi ini perlu diinterprestasikan dulu sebelum digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. (3). Dengan demikian guru dapat . sikap menolong. 3). Guru dapat memperoleh epidensi tentang murid secara langsung dari murid itu sendiri atau dari teman-temannya. Guru tentu tidak mungkin menaruh perhatian hal yang dilakukan oleh murid-murid semuanya sekaligus. guru dapat mengarahkan perhatiannya kepada hal-hal tertentu saja. tidak dimasukkan tafsiran guru. Catatan itu harus representatif. Lukisannya harus pasti. Dipergunakan untuk mencatat kejadian-kejadian singkat yang insidental mengenai sosial adjustment dan emosional adjustment Karenanya maka anecdotal records harus diambil dari kejadian-kejadian insidental. 5). guru tradisional tidak dapat menggunakan hasil observasi itu dengan sebaik-baiknya dan juga dalam mengadakan observasi itu. Data inventoris tentu saja untuk dipergunakan dalam memberikan bimbingan kepada murid-murid itu. minat pertimbangannya. Questionaire terdiri dari satu seri pertanyaan atau statemen. sikap sopan santun. Tujuan anecdotal records ialah memberikan gambaran ten-tang perubahan pertumbuhan dan perkembangan murid dalam jangka waktu tertentu. orang tua murid. 4). mereka tidak memperhatikan syarat-syarat observasi. Catatan-catatan yang dibuat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : (1). kecerdasan berpikir dan sebagainya. aktual tanpa interpretasi dan dibubuhi perasaan-perasaan yang dirasakan oleh guru. Membuat catatan-catatan khusus bahkan dilengkapi pula dengan check list dan inventories. sikap.Wawancara (interview) Merupakan alat bagi guru untuk mengadakan hubungan sehari-hari dengan murid. sikapnya terhadap sesuatu. Observasi. mengenai kedudukan sosial ekonominya. Guru berinteraksi dengan murid baik di dalam maupun di luar kelas untuk melihat dan mendengar apa yang diperbuat oleh murid. faktual. pendapat. Memberikan informasi kepada sekolah mengenai masalah-masalah murid baik secara individual maupun sebagai suatu kelompok. Interviu itu dapat dipergunakan sebagai alat evaluasi yang formal. dengan maksud dapat dijawab oleh murid yang akan dinilai itu mengenai : minat. Hanya saja. hubungan sosialnya. dan lain-lain. Anecdotal records. Bila perlu guru mencobanya dalam situasi tertentu. (2).c). Observasi dilakukan oleh baik guru yang tradisional maupun guru yang modern. yakni: – – – Adanya objek yang khusus. dan bermakna dalam pertumbuhan/perkembangan murid. dan pertimbangannya. Catatan singkat itu mengenai kepribadiannya. Lagi pula kejadiankejadian itu haruslah bersifat penting. Hasil dari questionaire ini penting untuk memberikan bimbingan kepada murid-murid. administrator. Adanya tujuan yang mengarahkan pokok -pokok yang diobservasi. Questionaire ini disusun dengan maksud untuk mengetahui latar belakang murid. Akan tetapi dengan menentukan tujuan yang spesifik.

perasaan. lnterviu harus dilaksanakan dalam suasana yang ramah tamah di mana murid dengan bebas menjawab pertanyaan guru. sangat diharapkan dalam suatu interviu terjalin hubungan yang baik.memperoleh keterangan mengenai sikap. harapan dan hal-hal yang disukai murid dan juga problem yang sedang dihadapinya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->