I. PENDAHULUAN 1. A.

Latar Belakang Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai sebuah Perguruan Tinggi memiliki misi untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi, memiliki keunggulan kompetitif, lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. Untuk menghadapi hal tersebut maka diadakan kegiatan magang mahasiswa yang bersifat intrakurikuler. Kegiatan magang mahasiswa ini merupakan sarana bagi mahasiswa pertanian untuk dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan selama di bangku perkuliahan dan juga sebagai pengalaman kerja yang dapat melatih mahasiswa untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapai di lapang dan mencari jalan pemecahannya. Selama berlangsungnya kegiatan magang ini, peserta magang tidak membatasi aktivitasnya berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya. Ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerjasama dalam sebuah tim, baik antar sesama peserta maupun dengan staf di institusi mitra dengan latar belakang ilmu yang berbeda. Dengan diciptakan pola seperti ini diharapkan mahasiswa akan terbiasa untuk mampu beradaptasi di lingkungan baru, dan mengurangi egoisme bahkan organisasi yang dilatar belakangi disiplin ilmu berbeda. Kegiatan magang ini juga dirancang agar mahasiswa bisa mempraktikkan dan mendalami setiap aktivitas di unit-unit kegiatan usaha di institusi mitra. Perkebunan kelapa sawit saat ini merupakan salah satu bidang usaha yang sangat berprospek tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi di tanah air, khususnya daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kelapa sawit merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produksi seperti, minyak goreng, margarine, bahan industri tekstil, farmasi, kosmetika, sabun, gliserin, sepatu boot, dan sebagainya. Perkebunan Sinar Mas sebagai perusahaan hulu hilir kelapa sawit termasuk salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidangnya. Perusahaan ini telah memiliki cukup banyak anak perusahaan, sehingga menyebabkan perusahaan ini maju dan berkembang menjadi perusahaan multi agrobisnis. Dengan prospek perusahaan yang demikian, diharapkan dalam kegiatan magang ini dapat memperoleh ilmu dari dunia perkebunan kelapa sawit. PT. Sumber Indah Perkasa (SIP) merupakan salah satu anak perusahaan dari Sinar Mas Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Bidang kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan budidaya dan pengolahan bahan mentah menjadi setengah jadi. Perusahaan ini terbagi menjadi lima Estate yaitu Sungai Buaya Estate (SBYE), Sungai Merah Estate (SMRE), Mesuji Estate (MSJA), Gedung Aji Baru Estate (GABA), dan Gedung Aji Lama Estate (GALA). 1. B. Tujuan Magang Tujuan umum kegiatan magang mahasiswa ini antara lain : 1. 2. Merupakan upaya penyelarasan antara status pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika perkembangan kegiatan usaha di sektor pertanian. Strategi peningkatan kompetensi lulusan, kegiatan magang mahasiswa sebagai usaha mendapatkan lulusan yang mempunyai kesiapan mental dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

3.

Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan sikap yang berharga dengan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi swasta, perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan khusus kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman antara teori dan aplikasi lapangan mengenai budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran produk-produk hasil olahan kelapa sawit. Selain itu, melalui kegiatan magang ini mahasiswa akan memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada di institusi mitra. Melalui kegiatan ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan dapat melatih kepekaan mengidentifikasi permasalahan dan mencari alternatif solusi melalui pendekatan lintas disiplin ilmu guna meningkatkan kemampuan intelektualnya. 3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan magang mahasiswa ini dilaksanakan di Mesuji Estate, PT Sumber Indah Perkasa, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dari tanggal 20 Januari – 29 Februari 2008.

4. 5.

6.

II. ISI
1. A. Profil Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa, Lampung Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa terletak di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Wilayah kebun Mesuji Estate terletak di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Simpang Pematang. Mesuji Estate memiliki wilayah 9 desa dengan luas areal sebesar 5.205,875 Ha areal perkebunan. Yang terdiri dari 2 rayon dan 6 divisi. Luas areal rayon 1 Mesuji Estate adalah 2257,7 Ha dan rayon 2 Mesuji Estate memilik luas 2948,2 Ha sedangkan luas masing-masing divisi adalah : Rayon I (Askep Erickson Bernard Simarmata) Divisi 1 Divisi 2 Divisi 5 Divisi 6 Divisi 6 : Brabasan : Mekar Sari : Margo Rahayu (565,5 Ha) (737,5 Ha) (313,3 Ha)

: Wiro Bangun (277,5 Ha) : Harapan Jaya (384,4 Ha)

5 Ha) (574 Ha) (925. Bertanggung jawab terhadap rayon yang dipimpinnya. 2. Di Mesuji Estate terdiri dari 2 rayon yaitu rayon barat dan rayon timur. Mengatur pemakaian budget/anggaran biaya divisi secara efisien dan efektif. 4. Melakukan kebijakan dari RC. 3. 1. Tugas askep adalah : 1.75 Ha) (827. 3. EM merupakan pimpinan tertinggi di kebun tersebut.5 Ha) Estate Manager Struktur Organisasi Mesuji Estate Jabatan dan Pekerjaan 1. Memberikan petunjuk kepada asisten baik dalam kegiatan teknis maupun kegiatan non teknis. Memeriksa dan menyetujui anggaran yang dibuat oleh asisten kepala dan asisten divisi.Rayon II (Askep Arief Tri Handoko) Divisi 1 Divisi 3 Divisi 4 Divisi 4 : Gedung Ram : Bujung Buring : Harapan Mukti : Tanjung Sari (600. Asisten Divisi Bertanggung jawab terhadap EM dan Askep terhadap divisinya. Memberikan petunjuk teknis dan non teknis terhadap asisten kepala dan asisten divisi. Estate Manager (EM) Merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah estate. Fungsi EM : 1. 1. Mengawasi dan memeriksa kegiatan administrasi dan operasional kebun yang telah diinstruksikan. EM membawahi satu kebun yang terdiri dari beberapa rayon dan divisi. dimana Askep membawahi satu rayon. Memeriksa rencana dan aktualisasi rencana kerja tahunan/rencana kerja bulanan yang dibuat oleh asisten divisi. EM bertanggung jawab penuh terhadap RC (Regional Controller) mengenai kondisi kebunnya. . Tugas asisten divisi adalah : 1. 4. 2. Melakukan pengawasan administrasi pada masing-masing divisi yang dipimpinnya dan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Bertanggung jawab penuh terhadap estate yang dipimpinnya. Asisten Kepala (ASKEP) Jabatan dibawah estate manager. 5.

Pengisian data secara detail tahun tanam. 1. 2. Membuat laporan monitoring produksi dan perawatan. 7. jumlah hasil panen dan denda. Mandor panen. merupakan koordinator mandor lapangan. 5. Krani Transport . Buku Kegiatan Mandor (BKM). tunas pokok dan rawat jalan. blok. 5. Memeriksa dan menandatangani lembur karyawan. 4. Mandor perawatan. daftar upah BHL/SKU dan kegiatan administrasi lainya. Memeriksa BKM. triwulan dan tahunan. Input data berdasarkan Buku Kegiatan Mandor (BKM). Krani Divisi Tugas Krani Divisi adalah : 1. merekap PDO yag dibuat asisten. kehadiran karyawan baik SKU maupun BHL. Mandor 1. Menandatangani buku potong buah dan membuat SPB. keuangan dan kepersonaliaan estate. 1. Membuat reservasi/bon permintaan barang sesuai kebutuhan di lapangan. 3. Melaksanakan tugas administrasi dan operasional di divisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. membantu asisten dalam hal supervisi dan pengkoordinasian pekerjaan rutin. mengkoordinir anggota regunya untuk melakukan kegiatan panen kelapa sawit dan pengendalian aspek lingkungan di lapangan. bertanggung jawab dalam supervisi kegiatan di luar kegiatan produksi seperti semprot pasar pikul dan piringan. Mandor Pekerjaan utama mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan yang menjadi pengawasannya. Buku Potong Buah (BPB) dan Buku Kutib Brondol (BKB). Mandor tersebut terdiri dari : 1. 3. Bertugas membantu asisten divisi dalam administrasi divisi. Mengarsipkan Rencana Kegiatan Harian (RKH). TPH. dongkel anak kayu. 6. Kepala Tata Usaha / Kasie Membantu estate manager dalam hal pengelolaan administrasi estate. membuat PO atau STO untuk permintaan barang ke unit lain. Mengelola SDM serta fasilitas divisi secara efektif dan efisien. Tugas yang dilaksanakan mengisi buku potong buah sesuai hasil panen masing-masing pekerja. posting data jurnal atau voucher. 1. Stock barang divisi. dan memeriksa untuk pembayaran upah SKU dan BHL. 1. Memeriksa dan menyetujui reservasi yang dibuat oleh asisten. 4. pemupukan. Input payroll. Memimpin lingkaran pagi. 2. 3. Membantu dan memeriksa rencana anggaran kerja bulanan. membuat permintaan pembelian berdasarkan permintaan dari asisten.2. Krani Panen Merupakan pembantu asisten divisi dalam kegiatan produksi. 1.

Luas keseluruhan tahun tanam 96 adalah 256.75 Ha. blok E3 seluas 10 Ha dan blok E4 seluas 10 Ha. Luas keseluruhan tahun tanam 95 adalah 149. blok E1 seluas 24 Ha. blok B2 seluas 32 Ha.25 Ha. 1. tahun tanam 96. Karyawan Merupakan semua orang yang terlibat dan terikat secara resmi dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan. blok D7 seluas 18 Ha. Tahun tanam 95 ada 6 blok terdiri dari blok A1 seluas 17. blok D2 seluas 18 Ha. blok C3 seluas 30 Ha. blok A2 seluas 13. blok D4 seluas 18 Ha. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan. Krani Transport berkewajiban dan memastikan TBS yang terpanen hari itu terangkut semua dan sesegera mungkin dikirim ke PKS. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan. blok E2 seluas 20 Ha. Staff Yaitu orang yang memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan perkebunan. 1. tahun tanam 99. blok B3 seluas 32 Ha dan blok C1 seluas 34 Ha. Profil Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan Divisi 1 Desa Brabasan terbagi atas tiga tahun tanam kelapa sawit yaitu tahun tanam 95. . Buruh Harian Lepas (BHL) Yaitu karyawan tidak tetap dan tidak memiliki ikatan kontrak dengan perusahaan yang umumnya berasal dari perkampungan di sekitar kebun dan karyawan yang ada didalam kebun. Mereka umumnya berasal dari daerah sekitar kebun dan pendidikan mereka rata-rata tamatan SMP dan SMU. Karyawan non staf terikat dalam perjanjian kerja atau SKU. blok D3 seluas 18 Ha. Tahun tanam 96 ada 13 blok terdiri dari blok C2 seluas 30 Ha. yang dibagi atas staff dan non staf. mengisi surat pengantar buah (SPB) ke PKS dan membuat laporan pengiriman TBS sesuai hasil SPB dan kartu timbang dari PKS. blok D5 seluas 18 Ha. Tahun tanam tersebut terbagi atas beberapa blok. blok D6 seluas 18 Ha. juga sudah dibekali dengan berbagai pelatihan dan training dari perusahaan. Sistem pengupahan disesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi).50 Ha.75 Ha.Melakukan koordinasi dan pengawasan transport TBS di TPH guna terangkut ke PKS. 1.75 Ha. blok B1 seluas 21 Ha. blok D1 seluas 24. Pendidikan pada umumnya adalah sarjana (strata 1). Karyawan SKU Yaitu karyawan yang mempunyai ikatan hubungan kerja dengan perusahaan. Keadaan Sumber Daya Manusia Keadaan sumber daya manusia di kebun MSJA ESTATE pada umumnya terdiri dari: 1.

1 seluas 28 Ha. 7.2 seluas 30 Ha dan blok F3 seluas 48 Ha. 5.Tahun tanam 99 ada 5 blok terdiri dari blok F1. Kecamatan Tanjung Raya. Jenis Kegiatan yang Dilakukan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama magang di Mesuji Estate PT. 3. Jabatan dan pekerja yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan : 1. blok F2. Puji Haryanto : Rohmadin Batas-batas Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan :     Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : Desa Gedung Ram : Desa Simpang Pematang : Desa Talang Gunung : Desa Mekarsari Inventarisasi yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Brabasan :         1. Sumber Indah Perkasa dari tanggal 20 Januari 2008 – 29 Februari 2008 adalah sebagai berikut : 1. Timan Mandor Perawatan Krani Transport Krani Panen Krani Divisi : Bandi. Luas tanaman kelapa sawit Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan. Managerial .5 Ha. blok F1.1 seluas 25 Ha. blok F2.2 seluas 28 Ha. Guntoro : Haryono. Luas keseluruhan tahun tanam 99 adalah 159 Ha. Marsahid : Riyadi. Almari Meja Kalkulator Kursi White Board : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 3 buah : 1 buah Radio Panggil (HT) Trisula : 5 buah Tangki semprot (Kap) : 4 buah B. Kabupaten Tulang Bawang adalah 565. Estate Manajer Asisten Kepala Asisten Divisi Mandor 1 : Herman Teguh Wibowo : Erickson Bernard Simarmata : Hardin Hamdan Daulay : Karsun Mandor Panen : Tasnim. Burhanudin. Panuju. 9. 1. 2. 8. 4. 6.

Estate Manager maupun oleh pimpinan tertinggi lainnya. mandor perawatan. memastikan jam kerja efektif. kendala yang ditemui di lapangan. sehingga akan menimbulkan semangat kerja yang berujung pada prestasi kerja yang memuaskan dan minimalnya konflik yang terjadi. maka dalam lingkungan kerja pun akan selalu terjaga keharmonisan. dan krani transport. Program kerja divisi (PKD) Program kerja divisi ini dibuat oleh asisten divisi setiap tahunnya setelah ada budget yang ditetapkan. EM.Merupakan kegiatan untuk mengkoordinasi setiap jenis kegiatan atau pekerjaan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam setiap kegiatan tersebut. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kerja dan jumlah tenaga yang dibutuhkan. 1. mendengar masalah-masalah yang mandor hadapi di lapangan dan memberikan masukan serta penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukan.15 WIB selama hari kerja pada kantor divisi. Laporan ini berisi mengenai semua jenis kegiatan yang direncanakan selama 1 tahun anggaran yang dibuat pada akhir tahun dan harus mendapatkan persetujuan Askep. semua mandor dan krani. . sehingga jalannya suatu kegiatan dapat terkontrol dengan baik dan pekerjaan berjalan lancar. Hubungan sosial ke masyarakat sekitar kebun Dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan asisten dan semua mandor dan krani panen harus selalu bersikap tegas dengan semua pekerja walaupun yang ditemui itu adalah tetangga sendiri atau saudara sendiri. 1. Apabila terjadi suatu kesalahan dalam pekerjaan maka mereka wajib memberi teguran dan menjelaskan cara yang benar dalam melakukan pekerjaan itu. 1. kemudian dilanjutkan dengan absensi karyawan serta pembagian tenaga dan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan. 1. 1. Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pukul 05. 2. Dengan terciptanya suasana demikian. Memimpin check roll pagi (Lingkaran pagi) Lingkaran pagi merupakan kegiatan yang pertama kali harus dilakukan seorang asisten divisi dan mandor I untuk memimpin jalannya evaluasi hasil kerja hari kemarin dan mengkoordinasikan pekerjaan yang akan dikerjakan hari itu kepada mandor panen. Administrasi Divisi Administrasi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan surat-surat yang mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan. dan RC. Apabila di luar lingkungan kerja kita harus menjaga rasa kekeluargaan dan kebersamaan sehingga tercipta suasana yang harmonis. prestasi kerja yang dicapai. karani panen. dan Bawahan Koordinasi sangat perlu dilakukan sebab akan mendukung kesesuaian komunikasi yang berasal dari atasan hingga bawahan. Beberapa laporan yang ada dan dikerjakan di kantor divisi. melaksanakan instruksi kerja hari ini terlaksana dengan baik. koordinasi yang baik melaluin proses interaksi dan komunikasi yang efektif sehingga tidak menimbulkan suatu ambigu atau kerancuan. Dengan adanya koordinasi ini maka akan meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan penyampaian informasi. meliputi : 1. Koordinasi dengan Rekan Sejawat. Pada kegiatan ini asisten divisi menyampaikan instruksi yang diberikan oleh atasan baik oleh Asisten Kepala. dan mengetahui dan menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Pengawasan meliputi. Atasan. Pengawasan pekerjaan lapangan Pengawasan pekerjaan di lapangan dilakukan oleh semua asisten. Pada lingkaran pagi juga dilakukan evaluasi hasil kerja hari sebelumnya.

hasil kerja (jumlah dan unit). hasil kerja. blok (nomor dan luas). Laporan pemeliharaan tanaman (LPT) Laporan ini merupakan pemindahan data yang diperoleh dari BKM. 1. pemakaian bahan (nama bahan.Of. panen sampai dengan hari ini (HK. dongkel anak kayu. absensi. buku ini berisi mengenai jenis pekerjaan. HK. 1. dan satuan) dan nama pengawasnya. dan pemeliharaan tanaman lainnya yang khusus dibayar harian pekerjanya. Laporan pemungutan buah kelapa sawit (LPBKS) Laporan pemungutan buah kelapa sawit merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari buku ancak panen dan buku potong buah. dan pemakaian bahan (nama bahan. prestasi dan pemakaian bahan 1. mandor brondol. janjang. Dari PKD yang telah disetujui. blok yang di panen (nomor dan luas). 1. waktu pelaksanaan. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep (asisten kepala). jumlah dan unit). Data dari BKM yang dipindahkan ke LPT hanya data mengenai kegiatan yang dibayar secara harian maupun borongan. hari kerja (HK). blok (no dan luas). satuan. Didalamnya juga berisi tentang: nama karyawan. 1. bahan (nama. perawatan jalan. Rencana kerja harian (RKH) Merupakan rencana kegiatan yang akan dikerjakan keesokkan harinya. blok (luas dan nomor). satuan.1. Kg. Laporan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Askep dan EM. dan luas). produksi dan perawatan tanaman. dan mandor perawatan). jumlah. Rencana kerja bulanan (RKB) Merupakan pleksanaan atau penterjemahan berbagai jenis kegiatan yang berdasarkan PKD. Dalam laporan ini juga ada rekapitulasi .dan Hi). RKH berisi tentang no perkiraan. Laporan ini harus dibuat oleh asisten. RKH ini dibuat oleh asissten divisi yang secara berisi tentang rencana kegiatan untuk keesokkan harinya. volume kerja (jumlah dan unit). jumlah Kg. Dengan adanya buku kegiatan mandor ini maka kita dapat mengontrol adanya pekerjaan tertentu (perawatan tanaman) dan jumlah tenaga kerjanya. Permintaan dana operasional (PDO) Dibuat oleh asisten divisi yang didasarkan atas rencana kerja bulanan (RKB). pusingan. jenis pekerjaan. misalnya pembuatan pungguhan. Memorial Merupakan laporan yang dibuat kerani divisi yang berasal dari rekapan atau kumpulan LPT selama satu bulan (dibuat akhir bulan) yang berisi tentang tahun tanam. Laporan ini berisi mengenai: tahun tanam. maka semua jenis kegiatan tersebut dibagi berdasarkan kepentingan kegiatan. wiping lalang. BJR. jumlah HK. BJR). jumlah panen hari ini (janjang. 1. jenis pekerjaan. yaitu jumlah HK. unit. Buku kegiatan mandor (BKM) Buku kegiatan mandor ini harus dibuat oleh masing-masing mandor (mandor 1. Laporan ini terbagi atas 4 bagian. upah (satuan dan total). LPBKS didalamnya berisi informasi mengenai tahun tanam. jenis kegiatan. mandor panen. penggunaan barang. Buku ini harus diperiksa oleh mandor 1. dan ketersediaan bahan atau barang. HK (no dan luas). prestasi kerja. tahun tanam.

blok. yang berisi tentang nama pengutip. pokok under prunning. Laporan ini harus dibuat oleh asisten divisi. Apabila laporan untuk hari ini sudah dibuat. dan timbangan off netto(kg). Rotasi (pusingan) panen Buku ini berisi mengenai data pelaksanaan panen yang harus diisi setiap ada kegiatan panen. 14. G = buah matahari. dan basis. pendapatan netto. blok. yang di dalamnya berisi: nomor urut. nomor SPB. 13. hasil (kg). 1. Buku kutip brondolan Buku ini dibuat oleh mandor brondol. premi lebih. Rumus untuk inspeksi panen ini adalah janjang rusak dibagi jumlah janjang yang dipanen dikali 100%. pelepah sengkleh. berat brondolan. Laporan ini dibuat oleh asisten divisi. Inspeksi panen ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah buah yang rusak atau tandan kosong. tahun tanam. sehingga akan diketahui jangkauan luasan (blok) panen setiap kali panen dan mengetahui rata-rata rotasi serta pusingan setiap bulan. jam. janjang di TPH. Buku inspeksi panen Buku inspeksi panen ini berisi tentang tahun tanam. nama penegendara. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. Buku ini juga berisi mengenai kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam panen kelapa sawit. jumlah pohon inspeksi. PKS yang dituju. Beberapa kesalahan yang catat antara lain. 11. . nomor polisi truck (pengangkut buah). 12. Pusingan normal 6-7 hari/rotasi. jumlah sensus. blok. jumlah brondolan di TPH. bunga matahari. maka harus dibuat rekapitulasi pengiriman buah. premi rajin dan sisa premi atau pengawas. Laporan pengiriman buah (LPB) Merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari SPB (surat pengiriman buah). tahuntanam. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen. nomor blok yang dipanen. Dalam rekapitulasi ini juga berisi total pengiriman yang dilakukan oleh truck pengangkut hari ini dan total trip sampai dengan hari ini. K = kotor.panenan per tahun tanam. perhitungan sensus. Surat ini harus dibuat setiap akan melakukan pengiriman buah. Buku potong buah Buku potong buah ini dibuat oleh krani panen yang didalamnya berisi mengenai nama pemanen. Buku kutib brondolan ini kemudian digunakan untuk menghitung upah pengutip yang dimasukkan dalam daftar upah pembrondol. jumlah buah dengan tangkai panjang. L = buah tidak disusun di TPH. Rekapitulasi ini berisi mengenai pemilik kendaraan yang mengangkut buah (SKU/mobil kebun atau kontraktor). Surat pengantar buah (SPB) Surat pengantar buah ini dibuat oleh krani panen yang di dalamya berisi mengenai identitas kendaraan pengangkut (no polisi kendaraan). dan P = pelepah sengkleh). denda kesalahan (T = tinggal. dan L = tidak beralas). buah normal. jumlah janjang (berat seluruh buah). jumlah janjang. dimana setiap 1 truk pengangkut harus disertai surat ini. salah panen (M = buah mentah. dimana kolom tabelnya jadi satu dengan LPB. sampah. 10. jumlah buah mentah yang dipanen. dan pokok over prunning. T = tangkai panjang.

mandor brondol. Data dari masing-masing mandor itu kemudian direkap oleh karani divisi. Key Road Key Road atau di sebut jalan kunci karena jalan ini adalah jalan yang mudah atau sering dilalui untuk evakuasi TBS menuju PKS. Dengan diketahuinya jumlah pekerja yang hadir. Gorong-gorong berbentuk silinder beton dengandiameter bevariasi antara 30-100 cm dan panjang 1 meter. A. Collection Road (CR) Jalan yang memiliki arah Utara-Selatan jalan ini memiliki panjang kurang lebih 1000 meter dengan lebar 7 meter. Main Road (MR) Jalan yang memiliki arah Timur-Barat jalan ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 9 meter. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Collection Drain (CD). Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Main Drain (MD) 1.15. Setelah dibuat oleh mandor maka daftar ini disetujui oleh asisten divisi bila telah sesuai. maka dapat ditentukan jumlah HK dari masing-masing pekerja. Gorong-gorong Gorong-gorong merupakan saluran air yang berguna untuk mengalirkan air dari dalam ke luar atau sebaliknya. 1. Jalan dan Jembatan Jalan dan jembatan merupakan akses utama yang menunjang kelancaran seluruh aktifitas perkebunan terutama dalam hal trasportasi pengankutan TBS. Daftar absensi karyawan BHL/SKU Daftar absensi ini dibuat oleh masing-masing mandor. Berikut adalah jenis dari jalan dan jembatan : 1.dan mandor perawatan. Accses Road Jalan yang menghubungkan kebun menuju jalan negara/ jalan raya. . Jalan ini juga berfungsi sebagai pemisah antar blok karena jalan CR terletak diantara blok. 1. Pemeliharaan (Up Keep) 1. 1. Pada daerah plasma jalan ini merupakan jalan utama desa yang biasa digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari. 1. meliputi mandor 1. 1. Jalan pikul Jalan pikul atau juga disebut pasar pikul merupakan jalan yang berbentuk lorong tiap blok biasanya terletak setiap dua baris pokok sawit. Jalan ini merupakan jalan yang di gunakan pemanen untuk mengeluarkan TBS dari dalam kebun ke TPH. 3. Daftar ini berisi mengenai absensi atau kehadiran dari pekerja setiap hari adanya pekerjaan.

4. pikulan (kayu bambu) ukuran 2 – 2. 4. Dasar penentuan jumlah dan ukuran titi panen : 1. kegiatan ini juga untuk memindahkan pelepah-pelepah kelapa sawit yang jatuh ke dalam parit.5 m. Alat yang digunakan adalah parang dan cangkul. parit yang mengalirkan air dari dalam blok ke collection drain dengan ukuran 1 x 1 x 0. 1. Field drain ini dibuat dengan perbandingan 1 : 16. Arah Timur-Barat parit ini pada umumnya berada di dalam blok untuk mengalirkan keluar air yang mengenangi blok.5 x 2.5 m letaknya sejajar dengan CR. Outlet drain. Panjang titi panen disesuaikan dengan lebar parit dengan menambah 30 cm pada masing-masing tepi parit. 3. 1 : 8. Buang rumput ini diartikan sebagai kegiatan mencaabut dan membabat daerah dinding parit dan pinggir parit (jalan kontrol di tepi parit) selebar 1 meter dari gulma anak kayu maupun anak sawit. Pemasangan titi panen pada parit di tengah blok dibuat setiap jalan rintis. Tujuan perawatan parit adalah untuk memperlancar aliran air dan untuk membersihkan parit dari gulma anak kayu dan pelepahpelepah. c. Pengenalan dan Pembuatan Berbagai Jenis Parit Perawatan Parit Perawatan parit yang dilakukan adalah pekerjaan buang rumput. 1 : 4 dan 1:2 dari jalur tanam. a. Beberapa ukuran titi panen : 2. 8. b. 1. merupakan parit yang mengumpulkan air dari main drain dan mengalirkannya ke sungai dengan ukuran 6 x 3. Field drain atau parit rajangan. Dengan arah Utara-Selatan. 2. dan 12 m. Pemasangan titi panen di pinggir CR yang ada paritnya diberikan setiap TPH. Konservasi Tanah Tujuan pembuatan adalah untuk mengantisipasi terendamnya pokok kelapa sawit bila terjadi luapan air saat musim hujan dan untuk memudahkan panen dan perawatan tanaman kelapa sawit. Drainase 1. Main drain. Titi panen Tujuan pemasangan pembuatan dan pemasangan titi panen adalah unutk menunjang aktivitas panen dan pekerjaan lain (perawatan tanaman).5 meter. B. parit yang mengumpulkan air dari collection drain dengan ukuran 4 x 4 x 3 m dan letaknya sejajar dengan main road (MR). 3. parit yang mengumpulkan air dari field drain dengan ukuran 3 x 3 x 2. Selain itu. Collection drain. Budget pasang titi panen adalah 10 m/HK.1. Peninggian jalan pikul (pematang) . 2. 6.75 m. dengan asumsi 3 jalan rintis 1 TPH. Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan pemasangan titi panen yaitu tali tambang.

1. konservasi lahan juga bisa dilakukan dengan menanam tanaman konservasi. Biasanya untuk CD (collection drain) membutuhkan sekitar 40-50 sak tanah. Pembuatan Rorak Tujuan pembuatan rorak adalah untuk menampung air hujan saat musim hujan tiba. Ini dapat dilakukan dengan cara flushing.Pembuatan pematang atau peninggian jalan pikul ini hanya diterapkan di areal rendahan. Pembuatan rorak ini dilakukan pada musim kemarau untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dimana kondisi air di lapangan berlebih. dan karung bekas pupuk. sebab areal rendahan ini setiap datangnya musim hujan akan terendam oleh air luapan dari parit sekitarnya. Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah untuk mengurangi penguapan air tanah atau menjaga kelembaban tanah. 1. Pada musim penghujan pelepah harus timbang air dengan songgo 2 (dua). Ukuran rorak adalah 1 x 1 x 1m yang terletak pada gawangan mati dan dibuat setiap ± 50 m. ketinggian 1m dan jari-jari bawah 2. MB (Mokuna bracteata) dengan ketentuan 100 gr/ha. Pada areal replanting ditanami MC (Mokuna coticinensis). Antara jalan pikul dan pungguhan ini dihubungkan dengan jalan kecil untuk memudahkan akses menuju pokok tanaman kelapa sawit. Stop block ini dibuat dengan ketinggian yang sama dengan jalan disekitarnya. menghambat pertumbuhan gulma. Untuk mengerjakan penebalan stop block ini biasanya dikerjakan oleh 2-3 tenaga kerja.5 m. sehingga akan memudahkan jalannya panen dan perawatan tanaman selama musim hujan. yaitu membuka sebagian tumpukan karung berisi tanah yang ada di over flow. air keluar dan dipertahankan sampai ketinggian 60 – 70 cm. Tanaman yang sering ditanam untuk konservasi lahan adalah kacangan atau LCC (Leguminoceae Cover Crops). Apabila musim hujan tiba maka permukaan air harus diatur pada level 60 –70 cm dibawah permukaan tanah. pengikat unsur nitrogen tanah. Jumlah Pelepah yang Harus Dipertahankan .5 kg/ha.Pueraria javanica dan Calopogonium caeruleum yang ditambah pospat dengan perbandingan 6 kg/ha : 3 kg/ha : 0. Dalam pembuatannya. Selain dilakukan secara mekanis. 1.5 kg/ha : 0. C. Pembuatan ini dilakukan pada awal musim kemarau. 1. ditengahtengah stop block diberi alur atau saluran air (over flow) untuk aliran air apabila terjadi luapan air akibat hujan. sedangkan untuk MD (Main Drain) membutuhkan kurang lebih 1000 sak tanah. Pembuatan atau penebalan stop blok Bahan yang digunakan antara lain tanah. dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehilangan air akibat adanya rembesan atau kebocoran stok air dalam parit (CD/MD) dan mempertahankan persediaan air untuk tanaman sawit. Campuran kacangan adalah Calopogonium mucuinoides. dengan jarak dari CR 6 – 8 meter dan dibuat alur yang menghubungkan rorak dengan parit di CR. pelepah atau kayu. sedangkan pada musim kemarau hanya pelepah kering saja yang boleh dipotong dan pemanen berkewajiban mempertahankan pelepah sesuai standar. Pembuatan pungguhan dan tapak kuda Untuk pembuatan pungguhan budgetnya 3 pungguhan/HK. Maintenance prunning Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen.3 m. Sedangkan pada daerah dengan kemiringan 130-300 yang tidak memungkinkan dibuat teras kontur dengan lebar 3 m harus dibuat tapak kuda dengan lebar 2. dengan ukuran jari-jari atas 2m.

Penyemprotan rotasi pertama dan ketiga dilakukan dengan Gramoxone dosis 250 cc + 12. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah kap Solo Sprayer 15. Tanda-tanda serangannya berupa daun-daun berlubang. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat adalah kebocoran pada alat sprayer.0 1. 23. Menentukan 2 titik sensus dalam 1 baris tanaman yang dipisahkan oleh jalan kontrol. E. Semprot TPH bertujuan agar TPH bersih sehingga pengutipan brondolan oleh pemuat (loader) lebih optimal. menekan pertumbuhan gulma. pemupukan. dan jalan kontrol dilakukan sebanyak 3 rotasi dalam setahun. menjaga kelembaban tanah. pangkal pelepah harus menghadap ke gawangan mati dan ujungnya menghadap jalan pikul. dan memperlancar kegiatan operasional. dan adapula pelepah yang tinggal lidinya. Hal ini bertujuan untuk mencegah erosi tanah. 2. Semprot Piringan. 1. sedangkan untuk semprot TPH sebanyak 6 rotasi yaitu pada tanggal 1-8 di setiap bulan genap. dan jalan kontrol agar mempermudah dalam kegiatan panen dan pengutipan brondolan. adanya daun yang hampir berlubang (terlihat transparan).5 gr Ally. 33. 1. Semprot piringan. Herbisida Gramoxone (Paraquat dichlorida). 1. pasar pikul. Sensus dalam baris tanaman 1. 1. pasar pikul. handle. dan nozzle. Ally 20 WDG (Methyl metsulfuron) dan Round Up (Glyphosate). yang terdiri dari ulat api (Limacodidae) dan ulat kantong (Psychidae). Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi gulma. jerigen. sedangkan penyemprotan rotasi kedua dilakukan dengan campuran Round Up dan Ally dengan dosis yang sama. merangsang pertumbuhan akar. . dimana setiap titik sensus dipilih serangan yang paling berat.3 1. Pengendalian UPDKS (ulat pemakan daun kelapa sawit) UPDKS merupakan hama yang berasal dari Ordo Lepidoptera.dst).0 1.Umur Tanaman (tahun) 3–4 5–8 9 – 12 > 12 Lingkaran Pelepah Jumlah pelepah/pohon Rotasi/tahun 8 7 6 5 56 48 40 – 44 32 –36 1. Namun. Sensus UPDKS Baris sensus Sensus dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan pada baris ke-3 dan selanjutnya setiap selang 10 baris (13.3 Sumber : Data Sekunder Penyusunan pelepah dilakukan secara L-shape yakni dengan meletakkan pelepah diantara pokok dan gawangan mati. serta memperlancar akses masuk ke dalam blok. yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api jenis Thosea asigna dan Setora nitens. D. Pasar Pikul. Jalan Kontrol dan TPH Tujuan dari semprot piringan. pasar pikul dan jalan kontrol adalah untuk memberantas gulma disekitar piringan.

Tujuan dilakukannya pekerjaan ini adalah untuk menghindari tumbuhnya kelapa sawit baru yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kelapa sawit pokok. Nephrolepis bisseratadan Diplazium asperum. Setiap pelepah dilihat ukuran larva (besar. Pengendalian Gulma 1. 1 pokok diambil pelepah atas (pelepah 1-9). 1. 1. letak larva (pelepah bagian atas. Erechtites sp. Selama kegiatan dongkel anak kayu ini juga dilakukan kegiatan cabutan anak sawit yang ada di areal perkebunan. sedang. Mata lima atau dengan melihat 5 pokok tanaman kelapa sawit yang mengelilingi titik sensus tersebut dan pengamatan pada 3 pokok yang terserang paling berat . Stenochlaena palustris. Dicranopteris linearis. Mengembangkan dan melestarikan tanaman berguna atau inang secara terkendali. Urena lobata. Beberapa gulma berguna antara lain : Turnera subulata. Memusnahkan gulma berbahaya (noxious weed). 5. Casia tora. 1 pokok diambil pelepah tengah (10-25). Dongkel Anak Kayu (DAK) Merupakan kegiatan untuk membersihkan atau mematikan anak-anak kayu (tumbuhan mengandung kayu) yang tidak dikehendaki di dalam perkebunan kelapa sawit sekaligus mencabut anak sawit dengan menggunakan trisula. 1. Ageratum conyzoides. dan jumlah larva sehingga dapat diketahui persentase serangan UPDKS. 3. 1. sehingga setiap pekerja wajib mendongkel hingga tuntas ke akarnya. dan kecil). Gulma anak kayu yang sering ditemui adalahClidemia hirta dan Melastoma malabathricum. G. Mencatat pokok tanaman kelapa sawit yang digunakan sebagai titik sample pada form sensus UPDKS. dan 1 pokok diambil pelepah bawah (>25). 2. Pada setiap posisi pelepah diamati 1 contoh pelepah yang terserang paling berat. Melastoma malabathricum.2. 1. 2. Untuk anak sawit. apabila sudah dicabut maka dikumpulkan dalam karung yang dibawa oleh setiap pekerja untuk di keluaarkan dari blok perkebunan di jalan CR. dan bawah). 3. 1. Laporan sensus Sensus dilakukan mulai tanggal 1 setiap bulannya dan laporan sensus diterima di kantor Region tanggal 15 bulan yang sama. Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan dongkel di lapangan adalah tidak diperbolehkan membabat anak kayu karena akar yang tertinggal pada tanah akan sangat mempercepat pertumbuhan vegetatif anak kayu yang baru. Wipping Ilalang (Imperata cylindrica) . Clidemia hirta. tengah. 1. Euphorbia heterophylla. Mikania micrantha. Beberapa gulma yang berbahaya dan harus dimusnahkan adalah Imperata cylindrica. 4. 1.

Untuk sampel ganjil diukur tinggi tanaman (cm). . wipping ilalang ini dilakukan bersamasama dengan dongkel anak kayu. Tujuan dilakukannya LSU adalah untuk mengidenfikasi tanaman kelapa sawit mengalami suatu defisiensi unsur hara. 4. Bila pokok yang akan ditetapkan sebagai sample ternyata pokok yang tidak normal. plastik. dan kapas. Dalam kegiatannya. aquades. Pokok sample ke -2 adalah selang 10 pokok berikutnya dalam 1 baris. Sedangkan untuk sampel genap yang diukur hanya lebar petiole (mm) dan tebal petiole (mm). maka dapat dilakukan penggantian sample yaitu dengan maju atau mundur 3 pokok dari pokok yang diganti.00 – 12. yaitu untuk : : Daun pucat atau kaku 8. Mengambil pelepah yang akan digunakan sebagai sample yaitu pelepah ke-17 dari pelepah paling muda yang membuka sempurna. panjang pelepah (cm). Dilakukan dengan 3 kali rotasi. 2. Pengambilan sample dimulai dari ujung utara – barat blok. dan tebal petiole (mm). lebar petiole (mm). Daun yang telah diambil kemudian dipotong yang bagian tengahnya kira-kira 25 cm. 7. 1. 6. 7. parang. meteran. tentukan pokok ke-5 dari barisan tersebut sebagai pokok sample 1 dan diberi nomor dengan cat warna biru (ditulis angka 1) pada pokok sawit. 2. 4. sehingga dapat dilakukan rekomendasi pemupukan pada tahun berikutnya.03 lt/Ha dan konsentrasi 1 %. 5. Caranya dengan menyentuhkan atau membasuhkan cairan herbisida tersebut dari pangkal hingga ujung ilalang. Cara pelaksanaan LSU adalah : 1. setelah itu ujung dari tanaman ini diputus untuk menandai bahwa ilalang itu telah di wiping. dan dimulai dari 10 baris ke arah selatan. H. Kegiatan ini biasa dilakukan 2 – 3 bulan setelah dilakukannya pemupukan semester I.00. -N Selain itu juga perlu diamati defisiensi unsur pada tanaman sampel. Turnera subulata diperbanyak dengan cara stek nachtar bunga dari tanaman apabila di hisap oleh kupu-kupu akan mangakibatkan kupu-kupu tesebut fertil sehingga tidak dapat bereproduksi sehingga akan mengendalikan hama ulat api. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 tenaga pencatat dan 2 tenaga pengambil sample daun. sedangkan Anti gonon dengan bijinya tanaman ini merupakan tanaman inang dari predator/musuh alami dari ulat api. Pekerjaan ini akan menampakkan hasilnya kira-kira 7 hari setelah aplikasi yang ditandai dengan mengeringnya daun ilalang. 3. yang berasal dari sisi kanan 2 dan sisi kiri 2. Tanaman ini ditanam di pinggir blok sepanjang jalan kebun. 1. Pekerja harus mengunakan sarung tangan atau biasanya jari-jari tangan yang digunakan untuk wipping dibalut kain. 5. 3. 1. Daun yang diambil sebanyak 4 lembar. kemudian masuk barisan tersebut. Pemupukan Kegiatan yang dikerjakan sebelum dilakukannya pemupukan adalah kegiatan LSU (leaf sampling unit). Pengembangan tanaman berguna Selama ini pengembangan tanaman berguna yang dilakukan adalah tanaman Turnera subulata dan Anti gonon. 8. 6.Wipping Ilalang adalah kegiatan untuk mematikan gulma Ilalang (Imperata cylindrica) dengan menggunakan herbisida Roundup dengan dosis 0. Daun dari pelepah tersebut yang diambil hanya daun yang berasal dari pertemuan antara bagian runcing dan tumpul dari pelepah yang biasanya berada agak di ujung pelepah. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah egrek. Pengambilan sample daun dilakukan mulai pukul 07.

0125 Kg.Mg -B . Urea. gulma sasaran. Jenis pupuk yang digunakan adalah : Kaptan. Sedangkan urutan pemupukannya adalah HgFB. dan sebelum di kirim ke riset terlebih dahulu dicuci dengan aquadest yang dibasuhkan dengan kapas. anak daun rapat dan ujung daun kering Khusus untuk defisiensi Mg dan B. Kegiatan Menjelang Panen 1. 4. pemupukan. HgFB. piringan dan pasar kontrol. Perbandingan pencampuran untuk Gramoxone/Round up : Ally adalah 20:1. air dan cahaya matahari. Dolomit. Sedangkan aplikasi pupuk dengan pesawat terbang diutamakan untuk TM remaja dan tua di areal berbukit dan gambut. 10. Penggunaan fertilizer spreader (FS) sesuai pada areal TM yang datar sampai landai (kemiringan lereng 0-50) dengan umur tanaman > 6 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah memelihara akses ke dalam blok dan ke pohon untuk mempermudah aktivitas panen. I. kebutuhan larutan (air). Sensus AKP .25 lt campuran herbisida (air + Round up +Ally). Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman menghasilkan adalah perawatan pasar pikul. A. KCL/MOP. dan efisiensi hasil kerja yang dicapai. diamati pula 6 pohon di sekelilingnya. daun pancing. Kiserid/Dolomit.00 siang. yaitu CP-16 – MHS – CP-16. sedangkan untuk MHS adalah Round up dan Ally. 9.25 lt dan Ally-nya 0. 1. 1. Alat yang digunakan bervariasi untuk setiap rotasi. Tsp. sehingga dosis round up-nya 0. Dosis yang digunakan yaitu 0. penunasan dan pengawasan serta mengurangi persaingan dengan gulma dalam penyerapan hara. Panen (Harvesting) 1. Kiserid. pelepah muda memendek : Daun muda memendek. 2. CuSO4.Cu 1. Untuk alat CP-16 herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dan Ally. Kaptan. Sedangkan pupuk K dengan Mg adalah 3 minggu. Urea. : Daun tua orange spot tembus pandang (ujung anak daun kering) : Daun tua orange merata : Daun berkerut. Tsp/RP. Sistem penyemprotan unutk mengendalikan gulam ini perlu pemilihan jenis alat semprot dan nozel yang sesuai untuk setiap jenis pekerjaan. Pengambilan sample daun harus selesai sebelum jam 12.25 lt/Ha untuk kedua jenis alat. herbisida dan dosis. Setelah dicuci sample daun harus segera dikirim ke riset pada hari tersebut. yang didalamnya ditambahkan 0. Kegiatan perawatan yang saat itu dilaksanakan adalah dengan alat MHS dengan jenis nozel polijet warna biru. Adanya jarak aplikasi pupuk tersebut disebabkan karena adanya antagonisme dari masing-masing. Setiap MHS ini berkapasitas 5 lt. RP. Jarak pemupukan antara pupuk yang mengandung unsur N dengan P adalah 4 minggu. Cara aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan secara manual maupun mekanis dengan spreader dan pesawat. Perawatan yang dilakukan adalah dengan cara penyemprotan herbisida yang dilakukan dengan 3 kali rotasi dalam setahun. MOP/KCL.-K .

Apabila dalam pengambilan sample kita telah mendapatkan bunga jantan 4 buah janjang sample tetapi jumlah sample barisan belum selesai. 25. kertas label dan pulpen. Bila ternyata dalam 1 baris sama sekali tidak ada bunga jantan anthesis. mengetahui spiklet rata-rata per janjang. Data serangga yang diperoleh dibuat rata-rata serangga per posisi spiklet dan rata-rata serangga per spiklet. 35. gergaji.00. Menandai spiklet yang telah dikondomi sesuai posisinya. 7. 8. dan bunga jantan anthesis per Ha. pisau (golok). Pengembangan serangga penyerbuk (Elaeidobius camerunicus) Elaeidobius camerunicus merupakan serangga yang berguna untuk membantu terjadinya pernyerbukan pada tanaman kelapa sawit. Menyungkup 3 spiklet atas (5 lingkaran spiklet teratas) dengan plastik. kemudian dihitung jumlah spikletnya yang digunakan sebagai sample untuk menghitung rata-rata jumlah spiklet per tandan.. Bunga jantan yang telah diambil contoh spikletnya. 2. 5. plastik. Langkah-langkah dalam kegiatan sensus: 1. 2.00 – 09. Selain mengambil bunga jantan kita juga perlu menghitung jumlah pokok sawit dalam satu barisan yang digunakan sebagai sample dan dalam pokok ke berapa bunga jantan itu diambil sample. 3. serangga per Ha. Menyungkup 3 spiklet tengah (antara spiklet atas dan bawah). 5.Sensus AKP (Angka Kerapatan Panen) merupakan penghitungan jumlah buah atau TBS yang masak atau matang sempurna dan siap di petik. Menyungkup 3 spiklet bawah (5 lingkaran spiklet terbawah) dengan plastik. 3. Cara pengambilan spiklet : 1. per bunga jantan dan per Ha. 6. rata-rata spiklet per bunga jantan. Dihitung rata-rata spiklet per bunga jantan dan bunga jantan anthesis per Ha. Tujuan sensus adalah untuk mengetahui jumlah bunga jantan anthesis per Ha. serangga per bunga jantan anthesis.000 ekor atau 3–4 tandan bunga jantan anthesis. Sensus dimulai dari ujung utara-barat mengarah ke selatan masuk mulai baris ke-5 Jarak antar baris sensus adalah 10 baris (baris 15. . yaitu tanggal 10 dan tanggal 25. 6. 4. dst). Sensus sebaiknya dilakukan pada pagi hari dari pukul 07. 9. Standar populasinya dalam 1 Ha sekitar 25. berwarna kuning dan ada bau khas) dan dihitung. maka dilakukan introduksi bunga jantan dari blok lain yang memiliki bunga jantan lebih. Alat-alat yang diperlukan dalam sensus antara lain. maka kita tetap meneruskan penghitungan dan pengamatn bunga jantan anthesis namun hanya dihitung jumlahnya dalam satu barisan sample. Sensus Elaeidobius camerunicus Sensus ini dilakukan setiap sebulan dua kali. Setiap baris tersebut diamati pokok sawit yang memiliki bunga jantan anthesis (baru mekar. Kegiatan ini seharusnya dilakukan sore hari dengan tujuan menentukan prediksi atau estimasi jumlah buah atau TBS yang siap di panen besok 1. Apabila dalam 1 Ha jumlahnya kurang dari standar. dan mengetahui jumlah Elaeidobius camerunicus per spiklet. diteruskan mencari kebarisan seterusnya (kelipatan 10).000 – 30. 4. dengan jumlah ini diharapkan penyerbukan dapat berjalan sempurna.

Tandan dengan buah retak ini harus tetap dipanen. 3. Buah Mentah (BM). Buah Kurang Matang (BKM). buah yang memiliki brondolan lepas < 3 butir per tandan. 1. Kedua tugas ini dilaksanakan secara bersamaan pada hari yang sama. Buah berwarna hitam dan tidak mempunyai kandungan minyak. Parthenocarpi. Buah Matang Memuaskan. Janjang Kosong. 1. B. Panen dan Pengangkutan 1. 3. 4. Buah matang yang retak atau buah keras (hard bunch). Pemanen bertugas memotong TBS dari pohon dan mengumpulkannya ke TPH sekaligus menyusun pelepah yang dipotong pada gawangan mati secara L shape. 2. 2. maka jumlah brondolan minimal per janjang di piringan sebelum di panen adalah 10 brondolan.10. 3. Ketika melaksanakan tugasnya kedua pekerja ini diawasi oleh mandor panen dan mandor brondol. 4. Sedangkan. 1. Buah Normal : 1. Organisasi Panen Panen kelapa sawit dilakukan oleh tenaga kerja pemanen dan pembrondol. Grding dilakukan dua kalipada saat TBS diangkut dan sesampainya TBS di PKS sebelum diolah Penggolongan kematangan grading TBS : 1. kematangan buah memperlihatkan adanya keretakan atau pecah-pecah dan tampah hitam. buah yang memiliki brondolan lepas lebih dari atau sama dengan 3 butir per tandan dan kurang dari standar minimum buah matang (2 butir/Kg). Buah Abnormal : 1. memiliki brondolan lepas antara standar minimum buah matang sampai 50% brondolan lepas dari total brondol per tandan. memiliki labih dari 75 % total brondolan di permukaan merupakan buah cengkeh yang tidak terbentuk secara sempurna (parthenocarpi). Standar Kematangan Buah Standar kematangan buah untuk tandan yang layak panen adalah 2:1 yang artinya 2 butir brondolan per Kg berat tandan. dimana seorang pembrondol ini selalu mengikuti seorang pemanen secara tetap. 1. sebab dapat menimbulkan tindakan-tindakan kecurangan dalam proses panen. Perlu diketahui bahwa ada peraturan yang melarang pasangan suami-istri bekerja sebagai pemanen dan pembrondol. 5. Grading Grading buah merupakan kegiatan menggolongkan buah berdasarkan tingkat kematangan buah sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Inspeksi Panen . Buah Lewat Matang. memiliki brondolan yang tidak mau lepas. memiliki brondolan lepas > 50% dari total brondolan per tandan. Untuk aplikasi di lapangan tandan layak panen dilihat dari jumlah brondolan yang jatuh di piringan. pembrondol bertugas mengutip semua brondolan dari dalam blok dan mengumpulkannya di TPH. 2. Misalnya BJR tahun lalu 23 Kg (> 20 Kg). dimana jumlahnya berdasarkan BJR (berat janjang rata-rata) tahun lalu. memiliki beberapa brondolan yang tersebar sampai total brondolan lepas habis sama sekali.

melainkan setiap 1 Kg brondolan dihargai Rp 130.-/janjang. mandor panen dan tenaga pemanen dengan tujuan untuk mengetahui kualitas atau prestasi kerja dan kesalahankesalahan yang dilakukan oleh pemanen pada hari sebelumnya pada ancak panen hari sebelumnya juga.BJR Buah tiap tahun tanam : 1. 2. Untuk rotasi panen dalam satu bulan tidak boleh kurang dari 4 kali. Berat Janjang Rata-rata (BJR) Buah Rotasi panen adalah berapa kali panen masuk ke blok yang sama atau berapa kali dapat menyelesaikan panen untuk semua blok dalam divisi. jumlah buah dengan tangkai panjang. Kesalahan-kesalahan yang terjadi itu kemudian ditulis dalam laporan inspeksi panen kelapa sawit. pokok under pruning. Harga : Rp.Inspeksi panen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh asisten divisi. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen oada areal yang sama. sedangkan pusingan merupakan jarak waktu atau interval antara rotasi panen yang satu dengan rotasi panen berikutnya. Tahun tanam 1996 : 81 janjang. 5. Misalnya. yaitu : 1. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen pada ancak yang telah ditetapkan setiap harinya oleh mandor panen. dikerjakan rutin dan pemanen bertanggung jawab menyelesaikan sesuai dengan luas yang telah ditentukan setiap hari tanpa ada yang tertinggal. mandor I. Basis panen. Apabila ada jenis kesalahan yang tidak dapat diamati pada saat inspeksi maka dapat ditanyakan pada kerani panen untuk mengetahui beberapa kesalahan yang ada. 274. Pengawasan Panen . Tahun tanam 1995 : 78 janjang. Pusingan. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen. dan pokok over pruning. Basis panen ini ditentukan oleh keadaan areal perkebunan yang bersangkutan (topografi) dan tinggi tanaman kelapa sawit. Bagi pembrondol tidak ada ketentuan untuk mendapatkan basis brondolan. 6. Harga : Rp. 3. 284. Tahun tanam 1999 : 110 janjang. dengan pusingan 6 – 7 hari. jumlah buah dengan tangkai panjang. Pembagian areal panen selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen kehadiran pemanen. Sistem panen dibagi menjadi 2. 1. Basis panen pada beberapa tahun tanam. Apabila pemanen tidak bekerja maka mandor harus mencari pengantinya. Beberapa kesalahan yang perlu diketahui saat inspeksi panen antara lain. bunga matahari. yaitu : 1. Sistem Panen.-/janjang. 2. 201. 3. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. 1. Sistem panen merupakan suatu ketentun atau aturan yang membagi daerah atau wilayah dari masing-masing pemanen. Tahun tanam 1995 Tahun tanam 1996 Tahun tanam 1999 20 kg 19 kg 15 kg 2. Rotasi. Ancak giring. jumlah buah mentah yang dipanen. Harga : Rp.-/janjang. pelepah sengkleh. Ancak tetap.

Peralatan yang harus dibawa dan digunakan oleh seorang pembrondol : 1. sedangkan tanaman >5 – 8 tahun adalah ± 14 cm. Cokeran.Penaggung jawab sebagai pengawas dalam kegiatan panen yaitu mandor panen dan krani panen. 3. Mandor panen : Mengatur dan mengarahkan pemanen serta memastikan bahwa panen berjakan sesuai dengan standar penen mulai dari dalam blok sampai ke TPH. untuk tanaman dengan tinggi < 6 m dan galah lebih dari atau sama dengan 6 m. untuk mengutip brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah. untuk langsir TBS menuju TPH. 2. 1. 2. untuk alat lapis brondolan di TPH. untuk menakar brondolan yang telah dikutip. Angkong. 5. Garukan. CaraPelaksanaan Panen (potong TBS dan kutip brondolan) 4. Peralatan panen tanaman umur > 8 tahun : 7. untuk menaikkan TBS ke angkong. 2. Kampak sakti. 8. Galah bambu. untuk menaikkan atau mengangkat buah ke angkong. 1. 2. 4. Cara panen : 1. untuk memberikan nomor dan hasil kutip brondolan yang telah ditakar di TPH. untuk membawa TBS dari dalam areal menuju TPH. Batu asah. Batu asah. Semua tandan yang matang harus dipanen dan tidak ada yang tertinggal. Tugas pengawasannya : 1. 5. 2. Mengatur dan mengarahkan pembrondol serta memastikan bahwa semua brondolan dikutip bersih mulai dari dalam blok sampai TPH. Egrek. untuk membersihkan sampah-sampah di piringan kelapa sawit setelah selesai panen. lebar mata dodos untuk tanaman umur 4 – 5 tahun adalah 8 – 12. Peralatan panen tanaman umur kurang dari atau sama dengan 8 tahun : 1. Ember. Kampak sakti. 1. Gancu. untuk mempertajam dodos. Angkong. Kartu brondol. Krani panen : Mencatat dan mengangkut hasil panen baik janjang maupun brondolan dan menggrading buah.5 cm. Peralatan Panen Peralatan yang harus dibawa oleh pemanen dibedakan atas umur tanaman. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut/mulut kodok. 7. 3. 2. 3. yaitu : 1. 1. 4. Dodos. alumunium untuk tinggi tanaman . Gancu. Alas brondolan (karung bekas pupuk). 1. 6. Tandan dipotong dengan menggunakan dodos atau egrek. untuk mempertajam egrek. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut.

tahun tanam. Pelepah yang dipotong karena aktivitas panen harus mepet dengan batang kelapa sawit dan disusun L shape pada gawangan mati. 1. kesalahan panen (M = buah mentah. blok. pendapatan netto. batu. Semua brondol dikutip bersih dan tidak boleh ada yang tertinggal. buah normal. 4. dan basis Pemuatan TBS yang selama ini dilakukan adalah secara manual. 5. pasir. MSJA merupakan kebun plasma yang terdiri dari 6 divisi . janjang di TPH. Cara pengutipan brondolan : 1. PENUTUP 1. Pelaksanaan pengangkutan yang dilakukan oleh MSJA Estate selama ini dilakukan oleh kontraktor (pengangkutan oleh pemborong). TBS dan brondolan harus diangkut secara bersamaan dan tidak boleh tercampur dengan kotoran. Pemototngan harus mengikuti prinsip songgo 2 dan tidak boleh over pruning. 1. 6. Pada salah atu tangkai tanadan ditulis nomor pemanen dan jumlah tandan yang terpanen. Semua brondolan yang dikutip diangkut ke TPH. Semua TBS yang dipanen diangkut dan disusun di TPH dengan aturan 1 baris ada 5 janjang TBS. dimana minimal dibutuhkan 2 orang per kendaran angkut. Dalam buku potong buah identifikasi yang harus diisi meliputi : nama pemanen. Mengambil brondolan yang masih masih menempel di sisa potongan tangkai tandan dan buah matahari dengan mengunakan parang. T = tangkai panjang. dicatat. guna mendapatkan mutu minyak yang baik yaitu minyak dengan kadar lemak atau kolestrol yang kecil. sampah.yang berada di Perkebunan Sinar Mas II Region Lampung. 7. dan siap untuk dimuat dan telah memiliki identifikasi yang cukup sesuai dengan buku potong buah dan pengangkutan ke PKS harus dilengkapi dengan SPB (surat pengriman buah) dan alat trasport pengangkut harus disegel untuk menjaga ke amanan trasportasi buah sampai pada PKS kegitan ini dilakukan oleh krani panen. 6. dan P = pelepah sengkleh). Memasang kartu brondol sesuai dengan jumlah tumpukan brondolan.Sumber Indah Perkasa . III. apabila buah restan maka kadar minyak dalam buah akan terus meningkat. Kesimpulan Mesuji Estate (MSJA) merupakan salah satu unit kebun PT. Buah matahari yang tersisa di pokok harus dipotong. G = buah matahari. Tangkai tandan yang panjang dipotong mepet dengan menggunakan kampak sakti. 5. Pengutipan brondolan tidak boleh tercampur dengan sampah. Pemuatan dan Pengangkutan TBS TBS yang sudah dipanen harus diusahakan diangkut ke PKS pada hari yang sama dan jangan sampai ada buah restan yaitu buah yang tinggal dengan alasan apapun. 4. L = buah tidak disusun di TPH. Biaya angkut ini dihitung berdasarkan harga per kilogram TBS yang jumlahnya sesuai dengan hasil penimbangan PKS. 3. 9. Alat yang digunakan untuk pemuatan TBS ke kendaraan adalah tojok. dan tanah (brondolan diambil dengan cara dikutip bukan digaruk). kemudian di takar dengan ember dan dialasi dengan karung. 5.3. Krani panen dalam hal ini bertanggung jawab untuk memastikan semua TBS yang telah diperiksa. Untuk brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah diambil dengan menggunakan cokeran. 2.

Perlu adanya penambahan waktu magang karena banyak kegiatan yang tidak dapat diikuti karena sempitnya waktu.dengan luas areal 5. sehingga banyak menarik minat mahasiswa. Semua kegiatan yang dilakukan di perkebunan. Kegiatan yang ada di perkebuanan kelapa sawit terdiri dari pemanenan. administrasi dan manajerial. 2. perawatan. Perlu ditingkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan tentang dunia perkebunan dengan institusi perguruan tinggi. Kegiatan magang mahasiswa yang dilakukan di lingkungan MSJA merupakan kegiatan untuk membekali dan mengenalkan kepada setiap mahasiswa fakultas pertanian tentang pengetahuan dan semua kegiatan yang dilakukan di lapangan oleh seorang mandor I. khususnya di lapangan merupakan kegiatan yang saling mendukung dan saling melengkapi.205. Perlu adanya rolling peserta magang antar estate agar peserta magang dapat mengetahui berbagai kondisi di setiap estate (Kebun KKPA dan Kebun Inti). 2. 3. 4.875 Ha. . maka akan mempengaruhi kegiatan yang lainnya sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi kebun. Saran 1. Perlu adanya perancangan dan penjadwalan kegiatan magang mahasiswa dengan baik. Apabila suatu jenis pekerjaan atau kegiatan dalam perkebunan terganggu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful