I. PENDAHULUAN 1. A.

Latar Belakang Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai sebuah Perguruan Tinggi memiliki misi untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi, memiliki keunggulan kompetitif, lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. Untuk menghadapi hal tersebut maka diadakan kegiatan magang mahasiswa yang bersifat intrakurikuler. Kegiatan magang mahasiswa ini merupakan sarana bagi mahasiswa pertanian untuk dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan selama di bangku perkuliahan dan juga sebagai pengalaman kerja yang dapat melatih mahasiswa untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapai di lapang dan mencari jalan pemecahannya. Selama berlangsungnya kegiatan magang ini, peserta magang tidak membatasi aktivitasnya berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya. Ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerjasama dalam sebuah tim, baik antar sesama peserta maupun dengan staf di institusi mitra dengan latar belakang ilmu yang berbeda. Dengan diciptakan pola seperti ini diharapkan mahasiswa akan terbiasa untuk mampu beradaptasi di lingkungan baru, dan mengurangi egoisme bahkan organisasi yang dilatar belakangi disiplin ilmu berbeda. Kegiatan magang ini juga dirancang agar mahasiswa bisa mempraktikkan dan mendalami setiap aktivitas di unit-unit kegiatan usaha di institusi mitra. Perkebunan kelapa sawit saat ini merupakan salah satu bidang usaha yang sangat berprospek tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi di tanah air, khususnya daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kelapa sawit merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produksi seperti, minyak goreng, margarine, bahan industri tekstil, farmasi, kosmetika, sabun, gliserin, sepatu boot, dan sebagainya. Perkebunan Sinar Mas sebagai perusahaan hulu hilir kelapa sawit termasuk salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidangnya. Perusahaan ini telah memiliki cukup banyak anak perusahaan, sehingga menyebabkan perusahaan ini maju dan berkembang menjadi perusahaan multi agrobisnis. Dengan prospek perusahaan yang demikian, diharapkan dalam kegiatan magang ini dapat memperoleh ilmu dari dunia perkebunan kelapa sawit. PT. Sumber Indah Perkasa (SIP) merupakan salah satu anak perusahaan dari Sinar Mas Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Bidang kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan budidaya dan pengolahan bahan mentah menjadi setengah jadi. Perusahaan ini terbagi menjadi lima Estate yaitu Sungai Buaya Estate (SBYE), Sungai Merah Estate (SMRE), Mesuji Estate (MSJA), Gedung Aji Baru Estate (GABA), dan Gedung Aji Lama Estate (GALA). 1. B. Tujuan Magang Tujuan umum kegiatan magang mahasiswa ini antara lain : 1. 2. Merupakan upaya penyelarasan antara status pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika perkembangan kegiatan usaha di sektor pertanian. Strategi peningkatan kompetensi lulusan, kegiatan magang mahasiswa sebagai usaha mendapatkan lulusan yang mempunyai kesiapan mental dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

3.

Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan sikap yang berharga dengan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi swasta, perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan khusus kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman antara teori dan aplikasi lapangan mengenai budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran produk-produk hasil olahan kelapa sawit. Selain itu, melalui kegiatan magang ini mahasiswa akan memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada di institusi mitra. Melalui kegiatan ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan dapat melatih kepekaan mengidentifikasi permasalahan dan mencari alternatif solusi melalui pendekatan lintas disiplin ilmu guna meningkatkan kemampuan intelektualnya. 3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan magang mahasiswa ini dilaksanakan di Mesuji Estate, PT Sumber Indah Perkasa, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dari tanggal 20 Januari – 29 Februari 2008.

4. 5.

6.

II. ISI
1. A. Profil Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa, Lampung Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa terletak di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Wilayah kebun Mesuji Estate terletak di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Simpang Pematang. Mesuji Estate memiliki wilayah 9 desa dengan luas areal sebesar 5.205,875 Ha areal perkebunan. Yang terdiri dari 2 rayon dan 6 divisi. Luas areal rayon 1 Mesuji Estate adalah 2257,7 Ha dan rayon 2 Mesuji Estate memilik luas 2948,2 Ha sedangkan luas masing-masing divisi adalah : Rayon I (Askep Erickson Bernard Simarmata) Divisi 1 Divisi 2 Divisi 5 Divisi 6 Divisi 6 : Brabasan : Mekar Sari : Margo Rahayu (565,5 Ha) (737,5 Ha) (313,3 Ha)

: Wiro Bangun (277,5 Ha) : Harapan Jaya (384,4 Ha)

Memberikan petunjuk teknis dan non teknis terhadap asisten kepala dan asisten divisi. 2. Tugas asisten divisi adalah : 1. 3. Di Mesuji Estate terdiri dari 2 rayon yaitu rayon barat dan rayon timur. EM merupakan pimpinan tertinggi di kebun tersebut. 4. Mengawasi dan memeriksa kegiatan administrasi dan operasional kebun yang telah diinstruksikan.5 Ha) Estate Manager Struktur Organisasi Mesuji Estate Jabatan dan Pekerjaan 1. Melakukan kebijakan dari RC. . EM membawahi satu kebun yang terdiri dari beberapa rayon dan divisi. Estate Manager (EM) Merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah estate.Rayon II (Askep Arief Tri Handoko) Divisi 1 Divisi 3 Divisi 4 Divisi 4 : Gedung Ram : Bujung Buring : Harapan Mukti : Tanjung Sari (600. Memeriksa dan menyetujui anggaran yang dibuat oleh asisten kepala dan asisten divisi.75 Ha) (827. 5. 2. EM bertanggung jawab penuh terhadap RC (Regional Controller) mengenai kondisi kebunnya. Asisten Divisi Bertanggung jawab terhadap EM dan Askep terhadap divisinya. Melakukan pengawasan administrasi pada masing-masing divisi yang dipimpinnya dan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Bertanggung jawab terhadap rayon yang dipimpinnya. dimana Askep membawahi satu rayon. Fungsi EM : 1. 4. 1. Memberikan petunjuk kepada asisten baik dalam kegiatan teknis maupun kegiatan non teknis. 3. Asisten Kepala (ASKEP) Jabatan dibawah estate manager. Bertanggung jawab penuh terhadap estate yang dipimpinnya. 1. Mengatur pemakaian budget/anggaran biaya divisi secara efisien dan efektif.5 Ha) (574 Ha) (925. Memeriksa rencana dan aktualisasi rencana kerja tahunan/rencana kerja bulanan yang dibuat oleh asisten divisi. Tugas askep adalah : 1.

Input data berdasarkan Buku Kegiatan Mandor (BKM). tunas pokok dan rawat jalan. Mengarsipkan Rencana Kegiatan Harian (RKH). 5. 2. dongkel anak kayu. Mengelola SDM serta fasilitas divisi secara efektif dan efisien. jumlah hasil panen dan denda. Memeriksa dan menandatangani lembur karyawan. Mandor perawatan. blok. 5. 3. Tugas yang dilaksanakan mengisi buku potong buah sesuai hasil panen masing-masing pekerja. Memeriksa BKM. Menandatangani buku potong buah dan membuat SPB. posting data jurnal atau voucher. triwulan dan tahunan. 1. 6. membantu asisten dalam hal supervisi dan pengkoordinasian pekerjaan rutin. Membuat reservasi/bon permintaan barang sesuai kebutuhan di lapangan. Pengisian data secara detail tahun tanam. Krani Divisi Tugas Krani Divisi adalah : 1. Melaksanakan tugas administrasi dan operasional di divisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2. pemupukan. daftar upah BHL/SKU dan kegiatan administrasi lainya. Buku Potong Buah (BPB) dan Buku Kutib Brondol (BKB). merupakan koordinator mandor lapangan. TPH. Membuat laporan monitoring produksi dan perawatan. bertanggung jawab dalam supervisi kegiatan di luar kegiatan produksi seperti semprot pasar pikul dan piringan. mengkoordinir anggota regunya untuk melakukan kegiatan panen kelapa sawit dan pengendalian aspek lingkungan di lapangan. keuangan dan kepersonaliaan estate. Bertugas membantu asisten divisi dalam administrasi divisi. membuat permintaan pembelian berdasarkan permintaan dari asisten. Krani Panen Merupakan pembantu asisten divisi dalam kegiatan produksi. 1. Mandor Pekerjaan utama mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan yang menjadi pengawasannya. Mandor 1. 1. Buku Kegiatan Mandor (BKM). Krani Transport . kehadiran karyawan baik SKU maupun BHL. Memeriksa dan menyetujui reservasi yang dibuat oleh asisten. Kepala Tata Usaha / Kasie Membantu estate manager dalam hal pengelolaan administrasi estate. Stock barang divisi. merekap PDO yag dibuat asisten. 7. 1. 4. 4. Input payroll. 1. Mandor panen. 3. membuat PO atau STO untuk permintaan barang ke unit lain. 2. Mandor tersebut terdiri dari : 1. Memimpin lingkaran pagi. Membantu dan memeriksa rencana anggaran kerja bulanan. dan memeriksa untuk pembayaran upah SKU dan BHL. 3.

Keadaan Sumber Daya Manusia Keadaan sumber daya manusia di kebun MSJA ESTATE pada umumnya terdiri dari: 1. blok C3 seluas 30 Ha. Krani Transport berkewajiban dan memastikan TBS yang terpanen hari itu terangkut semua dan sesegera mungkin dikirim ke PKS. Tahun tanam 95 ada 6 blok terdiri dari blok A1 seluas 17. blok D4 seluas 18 Ha. blok D1 seluas 24. mengisi surat pengantar buah (SPB) ke PKS dan membuat laporan pengiriman TBS sesuai hasil SPB dan kartu timbang dari PKS.Melakukan koordinasi dan pengawasan transport TBS di TPH guna terangkut ke PKS. blok D2 seluas 18 Ha. blok D3 seluas 18 Ha. blok B1 seluas 21 Ha. juga sudah dibekali dengan berbagai pelatihan dan training dari perusahaan. Karyawan SKU Yaitu karyawan yang mempunyai ikatan hubungan kerja dengan perusahaan. blok B2 seluas 32 Ha. 1. Sistem pengupahan disesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi). Tahun tanam tersebut terbagi atas beberapa blok.75 Ha. blok D5 seluas 18 Ha. tahun tanam 96. blok A2 seluas 13. blok D6 seluas 18 Ha. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan. Luas keseluruhan tahun tanam 95 adalah 149. Staff Yaitu orang yang memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan perkebunan. Mereka umumnya berasal dari daerah sekitar kebun dan pendidikan mereka rata-rata tamatan SMP dan SMU. blok D7 seluas 18 Ha. Buruh Harian Lepas (BHL) Yaitu karyawan tidak tetap dan tidak memiliki ikatan kontrak dengan perusahaan yang umumnya berasal dari perkampungan di sekitar kebun dan karyawan yang ada didalam kebun. tahun tanam 99.75 Ha. blok E1 seluas 24 Ha. Luas keseluruhan tahun tanam 96 adalah 256. . Karyawan non staf terikat dalam perjanjian kerja atau SKU. blok B3 seluas 32 Ha dan blok C1 seluas 34 Ha. blok E3 seluas 10 Ha dan blok E4 seluas 10 Ha. Profil Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan Divisi 1 Desa Brabasan terbagi atas tiga tahun tanam kelapa sawit yaitu tahun tanam 95. 1.50 Ha. blok E2 seluas 20 Ha. yang dibagi atas staff dan non staf. Tahun tanam 96 ada 13 blok terdiri dari blok C2 seluas 30 Ha. Karyawan Merupakan semua orang yang terlibat dan terikat secara resmi dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan. 1. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan.25 Ha.75 Ha. Pendidikan pada umumnya adalah sarjana (strata 1).

4. Puji Haryanto : Rohmadin Batas-batas Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan :     Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : Desa Gedung Ram : Desa Simpang Pematang : Desa Talang Gunung : Desa Mekarsari Inventarisasi yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Brabasan :         1. Kecamatan Tanjung Raya. Panuju. Managerial .5 Ha. 1. Estate Manajer Asisten Kepala Asisten Divisi Mandor 1 : Herman Teguh Wibowo : Erickson Bernard Simarmata : Hardin Hamdan Daulay : Karsun Mandor Panen : Tasnim. Marsahid : Riyadi. Burhanudin. Jenis Kegiatan yang Dilakukan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama magang di Mesuji Estate PT. Luas keseluruhan tahun tanam 99 adalah 159 Ha. Almari Meja Kalkulator Kursi White Board : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 3 buah : 1 buah Radio Panggil (HT) Trisula : 5 buah Tangki semprot (Kap) : 4 buah B. 3. blok F1. blok F2.1 seluas 25 Ha. Kabupaten Tulang Bawang adalah 565. 8. Jabatan dan pekerja yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan : 1. 6.2 seluas 28 Ha. 7.1 seluas 28 Ha. 9. blok F2. 2. 5. Sumber Indah Perkasa dari tanggal 20 Januari 2008 – 29 Februari 2008 adalah sebagai berikut : 1. Timan Mandor Perawatan Krani Transport Krani Panen Krani Divisi : Bandi. Guntoro : Haryono. Luas tanaman kelapa sawit Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan.Tahun tanam 99 ada 5 blok terdiri dari blok F1.2 seluas 30 Ha dan blok F3 seluas 48 Ha.

maka dalam lingkungan kerja pun akan selalu terjaga keharmonisan. Beberapa laporan yang ada dan dikerjakan di kantor divisi. Administrasi Divisi Administrasi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan surat-surat yang mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan. Dengan terciptanya suasana demikian. semua mandor dan krani. sehingga jalannya suatu kegiatan dapat terkontrol dengan baik dan pekerjaan berjalan lancar. . Apabila terjadi suatu kesalahan dalam pekerjaan maka mereka wajib memberi teguran dan menjelaskan cara yang benar dalam melakukan pekerjaan itu. Laporan ini berisi mengenai semua jenis kegiatan yang direncanakan selama 1 tahun anggaran yang dibuat pada akhir tahun dan harus mendapatkan persetujuan Askep. Program kerja divisi (PKD) Program kerja divisi ini dibuat oleh asisten divisi setiap tahunnya setelah ada budget yang ditetapkan. melaksanakan instruksi kerja hari ini terlaksana dengan baik. meliputi : 1. 1. mendengar masalah-masalah yang mandor hadapi di lapangan dan memberikan masukan serta penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukan. mandor perawatan. 2.15 WIB selama hari kerja pada kantor divisi.Merupakan kegiatan untuk mengkoordinasi setiap jenis kegiatan atau pekerjaan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam setiap kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pukul 05. memastikan jam kerja efektif. Pada lingkaran pagi juga dilakukan evaluasi hasil kerja hari sebelumnya. 1. Estate Manager maupun oleh pimpinan tertinggi lainnya. Memimpin check roll pagi (Lingkaran pagi) Lingkaran pagi merupakan kegiatan yang pertama kali harus dilakukan seorang asisten divisi dan mandor I untuk memimpin jalannya evaluasi hasil kerja hari kemarin dan mengkoordinasikan pekerjaan yang akan dikerjakan hari itu kepada mandor panen. Pengawasan pekerjaan lapangan Pengawasan pekerjaan di lapangan dilakukan oleh semua asisten. Pengawasan meliputi. Dengan adanya koordinasi ini maka akan meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan penyampaian informasi. dan RC. karani panen. 1. sehingga akan menimbulkan semangat kerja yang berujung pada prestasi kerja yang memuaskan dan minimalnya konflik yang terjadi. dan Bawahan Koordinasi sangat perlu dilakukan sebab akan mendukung kesesuaian komunikasi yang berasal dari atasan hingga bawahan. koordinasi yang baik melaluin proses interaksi dan komunikasi yang efektif sehingga tidak menimbulkan suatu ambigu atau kerancuan. Hubungan sosial ke masyarakat sekitar kebun Dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan asisten dan semua mandor dan krani panen harus selalu bersikap tegas dengan semua pekerja walaupun yang ditemui itu adalah tetangga sendiri atau saudara sendiri. dan mengetahui dan menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Atasan. kemudian dilanjutkan dengan absensi karyawan serta pembagian tenaga dan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan. kendala yang ditemui di lapangan. Apabila di luar lingkungan kerja kita harus menjaga rasa kekeluargaan dan kebersamaan sehingga tercipta suasana yang harmonis. Koordinasi dengan Rekan Sejawat. EM. prestasi kerja yang dicapai. 1. dan krani transport. 1. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kerja dan jumlah tenaga yang dibutuhkan. Pada kegiatan ini asisten divisi menyampaikan instruksi yang diberikan oleh atasan baik oleh Asisten Kepala.

absensi. tahun tanam. mandor brondol. 1. pusingan. upah (satuan dan total). RKH berisi tentang no perkiraan. Laporan ini berisi mengenai: tahun tanam. Laporan pemeliharaan tanaman (LPT) Laporan ini merupakan pemindahan data yang diperoleh dari BKM. jumlah HK.dan Hi). Laporan ini terbagi atas 4 bagian. volume kerja (jumlah dan unit). satuan. buku ini berisi mengenai jenis pekerjaan. hari kerja (HK). dan satuan) dan nama pengawasnya. perawatan jalan. dan mandor perawatan). dan ketersediaan bahan atau barang. jenis pekerjaan. maka semua jenis kegiatan tersebut dibagi berdasarkan kepentingan kegiatan. Laporan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Askep dan EM. Didalamnya juga berisi tentang: nama karyawan. wiping lalang. produksi dan perawatan tanaman. Rencana kerja bulanan (RKB) Merupakan pleksanaan atau penterjemahan berbagai jenis kegiatan yang berdasarkan PKD. BJR. prestasi kerja. jenis kegiatan. Laporan pemungutan buah kelapa sawit (LPBKS) Laporan pemungutan buah kelapa sawit merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari buku ancak panen dan buku potong buah. Dengan adanya buku kegiatan mandor ini maka kita dapat mengontrol adanya pekerjaan tertentu (perawatan tanaman) dan jumlah tenaga kerjanya. blok (luas dan nomor). yaitu jumlah HK. misalnya pembuatan pungguhan. unit. LPBKS didalamnya berisi informasi mengenai tahun tanam. Memorial Merupakan laporan yang dibuat kerani divisi yang berasal dari rekapan atau kumpulan LPT selama satu bulan (dibuat akhir bulan) yang berisi tentang tahun tanam.Of. waktu pelaksanaan. bahan (nama. Laporan ini harus dibuat oleh asisten. dongkel anak kayu. jumlah. jenis pekerjaan. jumlah dan unit). Buku ini harus diperiksa oleh mandor 1. 1. RKH ini dibuat oleh asissten divisi yang secara berisi tentang rencana kegiatan untuk keesokkan harinya. mandor panen. 1. hasil kerja (jumlah dan unit). blok (no dan luas). blok (nomor dan luas). dan luas). HK (no dan luas). jumlah Kg. dan pemakaian bahan (nama bahan. satuan. blok yang di panen (nomor dan luas). panen sampai dengan hari ini (HK. Buku kegiatan mandor (BKM) Buku kegiatan mandor ini harus dibuat oleh masing-masing mandor (mandor 1. janjang. prestasi dan pemakaian bahan 1.1. Data dari BKM yang dipindahkan ke LPT hanya data mengenai kegiatan yang dibayar secara harian maupun borongan. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep (asisten kepala). pemakaian bahan (nama bahan. Rencana kerja harian (RKH) Merupakan rencana kegiatan yang akan dikerjakan keesokkan harinya. jumlah panen hari ini (janjang. Kg. hasil kerja. 1. Dari PKD yang telah disetujui. Permintaan dana operasional (PDO) Dibuat oleh asisten divisi yang didasarkan atas rencana kerja bulanan (RKB). dan pemeliharaan tanaman lainnya yang khusus dibayar harian pekerjanya. penggunaan barang. Dalam laporan ini juga ada rekapitulasi . HK. BJR). 1.

dimana kolom tabelnya jadi satu dengan LPB. jumlah janjang. pelepah sengkleh. jumlah sensus. Surat pengantar buah (SPB) Surat pengantar buah ini dibuat oleh krani panen yang di dalamya berisi mengenai identitas kendaraan pengangkut (no polisi kendaraan). dan timbangan off netto(kg). jumlah janjang (berat seluruh buah). berat brondolan. Laporan ini dibuat oleh asisten divisi. 10. tahuntanam. Buku inspeksi panen Buku inspeksi panen ini berisi tentang tahun tanam. jumlah buah mentah yang dipanen. Rumus untuk inspeksi panen ini adalah janjang rusak dibagi jumlah janjang yang dipanen dikali 100%.panenan per tahun tanam. Buku kutib brondolan ini kemudian digunakan untuk menghitung upah pengutip yang dimasukkan dalam daftar upah pembrondol. pendapatan netto. janjang di TPH. G = buah matahari. Laporan pengiriman buah (LPB) Merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari SPB (surat pengiriman buah). Buku ini juga berisi mengenai kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam panen kelapa sawit. blok. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. 12. Inspeksi panen ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah buah yang rusak atau tandan kosong. denda kesalahan (T = tinggal. nomor polisi truck (pengangkut buah). 1. 13. nomor blok yang dipanen. dan pokok over prunning. perhitungan sensus. . Apabila laporan untuk hari ini sudah dibuat. yang di dalamnya berisi: nomor urut. buah normal. L = buah tidak disusun di TPH. Beberapa kesalahan yang catat antara lain. dimana setiap 1 truk pengangkut harus disertai surat ini. blok. bunga matahari. Buku potong buah Buku potong buah ini dibuat oleh krani panen yang didalamnya berisi mengenai nama pemanen. hasil (kg). premi lebih. tahun tanam. sehingga akan diketahui jangkauan luasan (blok) panen setiap kali panen dan mengetahui rata-rata rotasi serta pusingan setiap bulan. jumlah pohon inspeksi. T = tangkai panjang. jumlah buah dengan tangkai panjang. salah panen (M = buah mentah. Laporan ini harus dibuat oleh asisten divisi. sampah. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen. premi rajin dan sisa premi atau pengawas. jumlah brondolan di TPH. PKS yang dituju. blok. dan L = tidak beralas). Buku kutip brondolan Buku ini dibuat oleh mandor brondol. yang berisi tentang nama pengutip. dan basis. nama penegendara. nomor SPB. jam. pokok under prunning. Dalam rekapitulasi ini juga berisi total pengiriman yang dilakukan oleh truck pengangkut hari ini dan total trip sampai dengan hari ini. dan P = pelepah sengkleh). 14. Rekapitulasi ini berisi mengenai pemilik kendaraan yang mengangkut buah (SKU/mobil kebun atau kontraktor). Pusingan normal 6-7 hari/rotasi. Rotasi (pusingan) panen Buku ini berisi mengenai data pelaksanaan panen yang harus diisi setiap ada kegiatan panen. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep. Surat ini harus dibuat setiap akan melakukan pengiriman buah. K = kotor. maka harus dibuat rekapitulasi pengiriman buah. 11.

Data dari masing-masing mandor itu kemudian direkap oleh karani divisi. Gorong-gorong berbentuk silinder beton dengandiameter bevariasi antara 30-100 cm dan panjang 1 meter. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Collection Drain (CD). Collection Road (CR) Jalan yang memiliki arah Utara-Selatan jalan ini memiliki panjang kurang lebih 1000 meter dengan lebar 7 meter. maka dapat ditentukan jumlah HK dari masing-masing pekerja. 1. Jalan ini merupakan jalan yang di gunakan pemanen untuk mengeluarkan TBS dari dalam kebun ke TPH. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Main Drain (MD) 1. Key Road Key Road atau di sebut jalan kunci karena jalan ini adalah jalan yang mudah atau sering dilalui untuk evakuasi TBS menuju PKS. Dengan diketahuinya jumlah pekerja yang hadir. 1. Pada daerah plasma jalan ini merupakan jalan utama desa yang biasa digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari. Daftar absensi karyawan BHL/SKU Daftar absensi ini dibuat oleh masing-masing mandor. Jalan dan Jembatan Jalan dan jembatan merupakan akses utama yang menunjang kelancaran seluruh aktifitas perkebunan terutama dalam hal trasportasi pengankutan TBS. Accses Road Jalan yang menghubungkan kebun menuju jalan negara/ jalan raya.15. 1. A. Main Road (MR) Jalan yang memiliki arah Timur-Barat jalan ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 9 meter. Berikut adalah jenis dari jalan dan jembatan : 1. 1. Pemeliharaan (Up Keep) 1. mandor brondol. . 3. Gorong-gorong Gorong-gorong merupakan saluran air yang berguna untuk mengalirkan air dari dalam ke luar atau sebaliknya. Jalan pikul Jalan pikul atau juga disebut pasar pikul merupakan jalan yang berbentuk lorong tiap blok biasanya terletak setiap dua baris pokok sawit. Jalan ini juga berfungsi sebagai pemisah antar blok karena jalan CR terletak diantara blok. Daftar ini berisi mengenai absensi atau kehadiran dari pekerja setiap hari adanya pekerjaan. meliputi mandor 1. Setelah dibuat oleh mandor maka daftar ini disetujui oleh asisten divisi bila telah sesuai.dan mandor perawatan. 1.

4. 1. Drainase 1. 2. parit yang mengumpulkan air dari collection drain dengan ukuran 4 x 4 x 3 m dan letaknya sejajar dengan main road (MR). Main drain. 6. 1 : 4 dan 1:2 dari jalur tanam. Dengan arah Utara-Selatan. pikulan (kayu bambu) ukuran 2 – 2. Pemasangan titi panen di pinggir CR yang ada paritnya diberikan setiap TPH. Collection drain. kegiatan ini juga untuk memindahkan pelepah-pelepah kelapa sawit yang jatuh ke dalam parit. 2. Panjang titi panen disesuaikan dengan lebar parit dengan menambah 30 cm pada masing-masing tepi parit.1. 1. Beberapa ukuran titi panen : 2. dan 12 m. dengan asumsi 3 jalan rintis 1 TPH. Peninggian jalan pikul (pematang) . Konservasi Tanah Tujuan pembuatan adalah untuk mengantisipasi terendamnya pokok kelapa sawit bila terjadi luapan air saat musim hujan dan untuk memudahkan panen dan perawatan tanaman kelapa sawit. B. Outlet drain. 3. c. merupakan parit yang mengumpulkan air dari main drain dan mengalirkannya ke sungai dengan ukuran 6 x 3. Alat yang digunakan adalah parang dan cangkul.5 m. Tujuan perawatan parit adalah untuk memperlancar aliran air dan untuk membersihkan parit dari gulma anak kayu dan pelepahpelepah. Buang rumput ini diartikan sebagai kegiatan mencaabut dan membabat daerah dinding parit dan pinggir parit (jalan kontrol di tepi parit) selebar 1 meter dari gulma anak kayu maupun anak sawit. 8. Pemasangan titi panen pada parit di tengah blok dibuat setiap jalan rintis. Selain itu. 1 : 8. Arah Timur-Barat parit ini pada umumnya berada di dalam blok untuk mengalirkan keluar air yang mengenangi blok.5 m letaknya sejajar dengan CR. Dasar penentuan jumlah dan ukuran titi panen : 1. parit yang mengumpulkan air dari field drain dengan ukuran 3 x 3 x 2.5 meter. a. Field drain ini dibuat dengan perbandingan 1 : 16. parit yang mengalirkan air dari dalam blok ke collection drain dengan ukuran 1 x 1 x 0. Titi panen Tujuan pemasangan pembuatan dan pemasangan titi panen adalah unutk menunjang aktivitas panen dan pekerjaan lain (perawatan tanaman). Field drain atau parit rajangan. Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan pemasangan titi panen yaitu tali tambang. b.75 m. Budget pasang titi panen adalah 10 m/HK. 3. Pengenalan dan Pembuatan Berbagai Jenis Parit Perawatan Parit Perawatan parit yang dilakukan adalah pekerjaan buang rumput. 4.5 x 2.

sehingga akan memudahkan jalannya panen dan perawatan tanaman selama musim hujan. 1. C.Pueraria javanica dan Calopogonium caeruleum yang ditambah pospat dengan perbandingan 6 kg/ha : 3 kg/ha : 0.5 m. 1. Selain dilakukan secara mekanis. dengan jarak dari CR 6 – 8 meter dan dibuat alur yang menghubungkan rorak dengan parit di CR. menghambat pertumbuhan gulma. Apabila musim hujan tiba maka permukaan air harus diatur pada level 60 –70 cm dibawah permukaan tanah. sedangkan pada musim kemarau hanya pelepah kering saja yang boleh dipotong dan pemanen berkewajiban mempertahankan pelepah sesuai standar. Untuk mengerjakan penebalan stop block ini biasanya dikerjakan oleh 2-3 tenaga kerja. Pembuatan atau penebalan stop blok Bahan yang digunakan antara lain tanah.Pembuatan pematang atau peninggian jalan pikul ini hanya diterapkan di areal rendahan. dengan ukuran jari-jari atas 2m. sedangkan untuk MD (Main Drain) membutuhkan kurang lebih 1000 sak tanah. Stop block ini dibuat dengan ketinggian yang sama dengan jalan disekitarnya. dan karung bekas pupuk. Pembuatan ini dilakukan pada awal musim kemarau. ditengahtengah stop block diberi alur atau saluran air (over flow) untuk aliran air apabila terjadi luapan air akibat hujan.5 kg/ha. air keluar dan dipertahankan sampai ketinggian 60 – 70 cm. Jumlah Pelepah yang Harus Dipertahankan . pengikat unsur nitrogen tanah. Tanaman yang sering ditanam untuk konservasi lahan adalah kacangan atau LCC (Leguminoceae Cover Crops). pelepah atau kayu. sebab areal rendahan ini setiap datangnya musim hujan akan terendam oleh air luapan dari parit sekitarnya. 1. yaitu membuka sebagian tumpukan karung berisi tanah yang ada di over flow. Pembuatan rorak ini dilakukan pada musim kemarau untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dimana kondisi air di lapangan berlebih. Maintenance prunning Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen. Biasanya untuk CD (collection drain) membutuhkan sekitar 40-50 sak tanah.3 m. Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah untuk mengurangi penguapan air tanah atau menjaga kelembaban tanah. Ukuran rorak adalah 1 x 1 x 1m yang terletak pada gawangan mati dan dibuat setiap ± 50 m. ketinggian 1m dan jari-jari bawah 2. Pembuatan pungguhan dan tapak kuda Untuk pembuatan pungguhan budgetnya 3 pungguhan/HK. Pada areal replanting ditanami MC (Mokuna coticinensis). konservasi lahan juga bisa dilakukan dengan menanam tanaman konservasi. Ini dapat dilakukan dengan cara flushing. Antara jalan pikul dan pungguhan ini dihubungkan dengan jalan kecil untuk memudahkan akses menuju pokok tanaman kelapa sawit. Pembuatan Rorak Tujuan pembuatan rorak adalah untuk menampung air hujan saat musim hujan tiba. Dalam pembuatannya.5 kg/ha : 0. Sedangkan pada daerah dengan kemiringan 130-300 yang tidak memungkinkan dibuat teras kontur dengan lebar 3 m harus dibuat tapak kuda dengan lebar 2. Campuran kacangan adalah Calopogonium mucuinoides. Pada musim penghujan pelepah harus timbang air dengan songgo 2 (dua). 1. dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehilangan air akibat adanya rembesan atau kebocoran stok air dalam parit (CD/MD) dan mempertahankan persediaan air untuk tanaman sawit. MB (Mokuna bracteata) dengan ketentuan 100 gr/ha.

Semprot TPH bertujuan agar TPH bersih sehingga pengutipan brondolan oleh pemuat (loader) lebih optimal. Hal ini bertujuan untuk mencegah erosi tanah.Umur Tanaman (tahun) 3–4 5–8 9 – 12 > 12 Lingkaran Pelepah Jumlah pelepah/pohon Rotasi/tahun 8 7 6 5 56 48 40 – 44 32 –36 1. 23. 1. D. Semprot piringan. sedangkan penyemprotan rotasi kedua dilakukan dengan campuran Round Up dan Ally dengan dosis yang sama. yang terdiri dari ulat api (Limacodidae) dan ulat kantong (Psychidae). pangkal pelepah harus menghadap ke gawangan mati dan ujungnya menghadap jalan pikul. Herbisida Gramoxone (Paraquat dichlorida). menjaga kelembaban tanah.3 1. Semprot Piringan. Ally 20 WDG (Methyl metsulfuron) dan Round Up (Glyphosate). adanya daun yang hampir berlubang (terlihat transparan). yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api jenis Thosea asigna dan Setora nitens.0 1. 33.dst). Yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat adalah kebocoran pada alat sprayer. sedangkan untuk semprot TPH sebanyak 6 rotasi yaitu pada tanggal 1-8 di setiap bulan genap. E. jerigen.0 1. Sensus dalam baris tanaman 1. Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi gulma. Jalan Kontrol dan TPH Tujuan dari semprot piringan. dan jalan kontrol agar mempermudah dalam kegiatan panen dan pengutipan brondolan. Sensus UPDKS Baris sensus Sensus dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan pada baris ke-3 dan selanjutnya setiap selang 10 baris (13. dan jalan kontrol dilakukan sebanyak 3 rotasi dalam setahun. dan memperlancar kegiatan operasional. 2. menekan pertumbuhan gulma. pasar pikul dan jalan kontrol adalah untuk memberantas gulma disekitar piringan. merangsang pertumbuhan akar. Pengendalian UPDKS (ulat pemakan daun kelapa sawit) UPDKS merupakan hama yang berasal dari Ordo Lepidoptera. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah kap Solo Sprayer 15. dan adapula pelepah yang tinggal lidinya. serta memperlancar akses masuk ke dalam blok. pasar pikul. 1. Penyemprotan rotasi pertama dan ketiga dilakukan dengan Gramoxone dosis 250 cc + 12. pasar pikul. Tanda-tanda serangannya berupa daun-daun berlubang. dan nozzle. 1.5 gr Ally. Menentukan 2 titik sensus dalam 1 baris tanaman yang dipisahkan oleh jalan kontrol.3 Sumber : Data Sekunder Penyusunan pelepah dilakukan secara L-shape yakni dengan meletakkan pelepah diantara pokok dan gawangan mati. dimana setiap titik sensus dipilih serangan yang paling berat. . Pasar Pikul. handle. Namun. 1. pemupukan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan dongkel di lapangan adalah tidak diperbolehkan membabat anak kayu karena akar yang tertinggal pada tanah akan sangat mempercepat pertumbuhan vegetatif anak kayu yang baru. Ageratum conyzoides. dan kecil). Gulma anak kayu yang sering ditemui adalahClidemia hirta dan Melastoma malabathricum. Stenochlaena palustris. Mengembangkan dan melestarikan tanaman berguna atau inang secara terkendali. 2. Nephrolepis bisseratadan Diplazium asperum. 1. Mencatat pokok tanaman kelapa sawit yang digunakan sebagai titik sample pada form sensus UPDKS. 3. 1. 1. dan bawah). 5. 1. Memusnahkan gulma berbahaya (noxious weed). Erechtites sp. Dicranopteris linearis. Setiap pelepah dilihat ukuran larva (besar. G. sehingga setiap pekerja wajib mendongkel hingga tuntas ke akarnya. dan jumlah larva sehingga dapat diketahui persentase serangan UPDKS. 1. apabila sudah dicabut maka dikumpulkan dalam karung yang dibawa oleh setiap pekerja untuk di keluaarkan dari blok perkebunan di jalan CR. Selama kegiatan dongkel anak kayu ini juga dilakukan kegiatan cabutan anak sawit yang ada di areal perkebunan. sedang. dan 1 pokok diambil pelepah bawah (>25). Pada setiap posisi pelepah diamati 1 contoh pelepah yang terserang paling berat. tengah. 4. Clidemia hirta. 1. Beberapa gulma berguna antara lain : Turnera subulata. Mikania micrantha.2. 1 pokok diambil pelepah tengah (10-25). Urena lobata. Mata lima atau dengan melihat 5 pokok tanaman kelapa sawit yang mengelilingi titik sensus tersebut dan pengamatan pada 3 pokok yang terserang paling berat . Wipping Ilalang (Imperata cylindrica) . 1. Tujuan dilakukannya pekerjaan ini adalah untuk menghindari tumbuhnya kelapa sawit baru yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kelapa sawit pokok. Laporan sensus Sensus dilakukan mulai tanggal 1 setiap bulannya dan laporan sensus diterima di kantor Region tanggal 15 bulan yang sama. 2. Untuk anak sawit. Casia tora. letak larva (pelepah bagian atas. Beberapa gulma yang berbahaya dan harus dimusnahkan adalah Imperata cylindrica. Euphorbia heterophylla. Melastoma malabathricum. Pengendalian Gulma 1. 1. 3. 1 pokok diambil pelepah atas (pelepah 1-9). Dongkel Anak Kayu (DAK) Merupakan kegiatan untuk membersihkan atau mematikan anak-anak kayu (tumbuhan mengandung kayu) yang tidak dikehendaki di dalam perkebunan kelapa sawit sekaligus mencabut anak sawit dengan menggunakan trisula.

00. 6. sedangkan Anti gonon dengan bijinya tanaman ini merupakan tanaman inang dari predator/musuh alami dari ulat api. Cara pelaksanaan LSU adalah : 1. panjang pelepah (cm). Turnera subulata diperbanyak dengan cara stek nachtar bunga dari tanaman apabila di hisap oleh kupu-kupu akan mangakibatkan kupu-kupu tesebut fertil sehingga tidak dapat bereproduksi sehingga akan mengendalikan hama ulat api. Kegiatan ini biasa dilakukan 2 – 3 bulan setelah dilakukannya pemupukan semester I. Dilakukan dengan 3 kali rotasi. 1. Pengambilan sample dimulai dari ujung utara – barat blok. dan dimulai dari 10 baris ke arah selatan. 5. 1.03 lt/Ha dan konsentrasi 1 %. tentukan pokok ke-5 dari barisan tersebut sebagai pokok sample 1 dan diberi nomor dengan cat warna biru (ditulis angka 1) pada pokok sawit. 7. dan tebal petiole (mm). H. Dalam kegiatannya. plastik. Daun dari pelepah tersebut yang diambil hanya daun yang berasal dari pertemuan antara bagian runcing dan tumpul dari pelepah yang biasanya berada agak di ujung pelepah. 8. 1. parang. kemudian masuk barisan tersebut. Pengambilan sample daun dilakukan mulai pukul 07.00 – 12. wipping ilalang ini dilakukan bersamasama dengan dongkel anak kayu. Daun yang telah diambil kemudian dipotong yang bagian tengahnya kira-kira 25 cm. aquades. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 tenaga pencatat dan 2 tenaga pengambil sample daun. Tujuan dilakukannya LSU adalah untuk mengidenfikasi tanaman kelapa sawit mengalami suatu defisiensi unsur hara. 5. Pokok sample ke -2 adalah selang 10 pokok berikutnya dalam 1 baris.Wipping Ilalang adalah kegiatan untuk mematikan gulma Ilalang (Imperata cylindrica) dengan menggunakan herbisida Roundup dengan dosis 0. lebar petiole (mm). 2. yaitu untuk : : Daun pucat atau kaku 8. maka dapat dilakukan penggantian sample yaitu dengan maju atau mundur 3 pokok dari pokok yang diganti. Tanaman ini ditanam di pinggir blok sepanjang jalan kebun. -N Selain itu juga perlu diamati defisiensi unsur pada tanaman sampel. meteran. 6. Pekerja harus mengunakan sarung tangan atau biasanya jari-jari tangan yang digunakan untuk wipping dibalut kain. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah egrek. dan kapas. sehingga dapat dilakukan rekomendasi pemupukan pada tahun berikutnya. 3. Pemupukan Kegiatan yang dikerjakan sebelum dilakukannya pemupukan adalah kegiatan LSU (leaf sampling unit). 4. Bila pokok yang akan ditetapkan sebagai sample ternyata pokok yang tidak normal. 2. Daun yang diambil sebanyak 4 lembar. 7. Caranya dengan menyentuhkan atau membasuhkan cairan herbisida tersebut dari pangkal hingga ujung ilalang. Mengambil pelepah yang akan digunakan sebagai sample yaitu pelepah ke-17 dari pelepah paling muda yang membuka sempurna. setelah itu ujung dari tanaman ini diputus untuk menandai bahwa ilalang itu telah di wiping. Untuk sampel ganjil diukur tinggi tanaman (cm). yang berasal dari sisi kanan 2 dan sisi kiri 2. Pengembangan tanaman berguna Selama ini pengembangan tanaman berguna yang dilakukan adalah tanaman Turnera subulata dan Anti gonon. . Sedangkan untuk sampel genap yang diukur hanya lebar petiole (mm) dan tebal petiole (mm). 3. Pekerjaan ini akan menampakkan hasilnya kira-kira 7 hari setelah aplikasi yang ditandai dengan mengeringnya daun ilalang. 4.

HgFB. Tsp/RP. anak daun rapat dan ujung daun kering Khusus untuk defisiensi Mg dan B. Setelah dicuci sample daun harus segera dikirim ke riset pada hari tersebut. air dan cahaya matahari. Pengambilan sample daun harus selesai sebelum jam 12.00 siang. Kiserid/Dolomit. A. Urea. Sedangkan aplikasi pupuk dengan pesawat terbang diutamakan untuk TM remaja dan tua di areal berbukit dan gambut. kebutuhan larutan (air). daun pancing. KCL/MOP. CuSO4. pemupukan. yang didalamnya ditambahkan 0. Penggunaan fertilizer spreader (FS) sesuai pada areal TM yang datar sampai landai (kemiringan lereng 0-50) dengan umur tanaman > 6 tahun. diamati pula 6 pohon di sekelilingnya.0125 Kg. Kegiatan Menjelang Panen 1. dan sebelum di kirim ke riset terlebih dahulu dicuci dengan aquadest yang dibasuhkan dengan kapas. Setiap MHS ini berkapasitas 5 lt. 2.Cu 1. gulma sasaran. Perbandingan pencampuran untuk Gramoxone/Round up : Ally adalah 20:1. Kaptan.25 lt/Ha untuk kedua jenis alat.-K . Kiserid. Urea. Cara aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan secara manual maupun mekanis dengan spreader dan pesawat. Sedangkan pupuk K dengan Mg adalah 3 minggu. Panen (Harvesting) 1. Sistem penyemprotan unutk mengendalikan gulam ini perlu pemilihan jenis alat semprot dan nozel yang sesuai untuk setiap jenis pekerjaan. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman menghasilkan adalah perawatan pasar pikul. sedangkan untuk MHS adalah Round up dan Ally. Alat yang digunakan bervariasi untuk setiap rotasi. piringan dan pasar kontrol. 4. Adanya jarak aplikasi pupuk tersebut disebabkan karena adanya antagonisme dari masing-masing. herbisida dan dosis. 1. dan efisiensi hasil kerja yang dicapai. sehingga dosis round up-nya 0. Untuk alat CP-16 herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dan Ally. I. penunasan dan pengawasan serta mengurangi persaingan dengan gulma dalam penyerapan hara. yaitu CP-16 – MHS – CP-16.Mg -B . pelepah muda memendek : Daun muda memendek. Dosis yang digunakan yaitu 0. RP. 9.25 lt dan Ally-nya 0.25 lt campuran herbisida (air + Round up +Ally). MOP/KCL. Sensus AKP . Kegiatan perawatan yang saat itu dilaksanakan adalah dengan alat MHS dengan jenis nozel polijet warna biru. Tsp. Jenis pupuk yang digunakan adalah : Kaptan. Jarak pemupukan antara pupuk yang mengandung unsur N dengan P adalah 4 minggu. : Daun tua orange spot tembus pandang (ujung anak daun kering) : Daun tua orange merata : Daun berkerut. Perawatan yang dilakukan adalah dengan cara penyemprotan herbisida yang dilakukan dengan 3 kali rotasi dalam setahun. Tujuan kegiatan ini adalah memelihara akses ke dalam blok dan ke pohon untuk mempermudah aktivitas panen. Dolomit. Sedangkan urutan pemupukannya adalah HgFB. 1. 10.

serangga per bunga jantan anthesis. maka dilakukan introduksi bunga jantan dari blok lain yang memiliki bunga jantan lebih.000 – 30. kemudian dihitung jumlah spikletnya yang digunakan sebagai sample untuk menghitung rata-rata jumlah spiklet per tandan. Menandai spiklet yang telah dikondomi sesuai posisinya. 25. diteruskan mencari kebarisan seterusnya (kelipatan 10). Data serangga yang diperoleh dibuat rata-rata serangga per posisi spiklet dan rata-rata serangga per spiklet. 5.00 – 09. Cara pengambilan spiklet : 1. Selain mengambil bunga jantan kita juga perlu menghitung jumlah pokok sawit dalam satu barisan yang digunakan sebagai sample dan dalam pokok ke berapa bunga jantan itu diambil sample. 9.00. Standar populasinya dalam 1 Ha sekitar 25. yaitu tanggal 10 dan tanggal 25. 3. rata-rata spiklet per bunga jantan. Kegiatan ini seharusnya dilakukan sore hari dengan tujuan menentukan prediksi atau estimasi jumlah buah atau TBS yang siap di panen besok 1. per bunga jantan dan per Ha. 2. 7. Menyungkup 3 spiklet tengah (antara spiklet atas dan bawah). serangga per Ha. kertas label dan pulpen. maka kita tetap meneruskan penghitungan dan pengamatn bunga jantan anthesis namun hanya dihitung jumlahnya dalam satu barisan sample. 6.000 ekor atau 3–4 tandan bunga jantan anthesis. Setiap baris tersebut diamati pokok sawit yang memiliki bunga jantan anthesis (baru mekar. gergaji. plastik. dan bunga jantan anthesis per Ha. Bunga jantan yang telah diambil contoh spikletnya. Sensus dimulai dari ujung utara-barat mengarah ke selatan masuk mulai baris ke-5 Jarak antar baris sensus adalah 10 baris (baris 15. 8. Tujuan sensus adalah untuk mengetahui jumlah bunga jantan anthesis per Ha. dst). mengetahui spiklet rata-rata per janjang. berwarna kuning dan ada bau khas) dan dihitung. Menyungkup 3 spiklet bawah (5 lingkaran spiklet terbawah) dengan plastik. Apabila dalam 1 Ha jumlahnya kurang dari standar. dan mengetahui jumlah Elaeidobius camerunicus per spiklet. 3. Sensus Elaeidobius camerunicus Sensus ini dilakukan setiap sebulan dua kali.. pisau (golok). 4. 6. 2. 4. Bila ternyata dalam 1 baris sama sekali tidak ada bunga jantan anthesis. Alat-alat yang diperlukan dalam sensus antara lain. . 35. Apabila dalam pengambilan sample kita telah mendapatkan bunga jantan 4 buah janjang sample tetapi jumlah sample barisan belum selesai. Pengembangan serangga penyerbuk (Elaeidobius camerunicus) Elaeidobius camerunicus merupakan serangga yang berguna untuk membantu terjadinya pernyerbukan pada tanaman kelapa sawit. Dihitung rata-rata spiklet per bunga jantan dan bunga jantan anthesis per Ha. Menyungkup 3 spiklet atas (5 lingkaran spiklet teratas) dengan plastik. 5.Sensus AKP (Angka Kerapatan Panen) merupakan penghitungan jumlah buah atau TBS yang masak atau matang sempurna dan siap di petik. Sensus sebaiknya dilakukan pada pagi hari dari pukul 07. dengan jumlah ini diharapkan penyerbukan dapat berjalan sempurna. Langkah-langkah dalam kegiatan sensus: 1.

Kedua tugas ini dilaksanakan secara bersamaan pada hari yang sama. 1.10. dimana seorang pembrondol ini selalu mengikuti seorang pemanen secara tetap. Standar Kematangan Buah Standar kematangan buah untuk tandan yang layak panen adalah 2:1 yang artinya 2 butir brondolan per Kg berat tandan. Organisasi Panen Panen kelapa sawit dilakukan oleh tenaga kerja pemanen dan pembrondol. 2. memiliki labih dari 75 % total brondolan di permukaan merupakan buah cengkeh yang tidak terbentuk secara sempurna (parthenocarpi). buah yang memiliki brondolan lepas < 3 butir per tandan. sebab dapat menimbulkan tindakan-tindakan kecurangan dalam proses panen. Grading Grading buah merupakan kegiatan menggolongkan buah berdasarkan tingkat kematangan buah sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Panen dan Pengangkutan 1. 3. Untuk aplikasi di lapangan tandan layak panen dilihat dari jumlah brondolan yang jatuh di piringan. Buah berwarna hitam dan tidak mempunyai kandungan minyak. Ketika melaksanakan tugasnya kedua pekerja ini diawasi oleh mandor panen dan mandor brondol. 2. 1. 3. memiliki brondolan lepas > 50% dari total brondolan per tandan. B. Buah Mentah (BM). kematangan buah memperlihatkan adanya keretakan atau pecah-pecah dan tampah hitam. buah yang memiliki brondolan lepas lebih dari atau sama dengan 3 butir per tandan dan kurang dari standar minimum buah matang (2 butir/Kg). Grding dilakukan dua kalipada saat TBS diangkut dan sesampainya TBS di PKS sebelum diolah Penggolongan kematangan grading TBS : 1. Buah matang yang retak atau buah keras (hard bunch). 3. 2. memiliki beberapa brondolan yang tersebar sampai total brondolan lepas habis sama sekali. 5. Buah Normal : 1. memiliki brondolan lepas antara standar minimum buah matang sampai 50% brondolan lepas dari total brondol per tandan. dimana jumlahnya berdasarkan BJR (berat janjang rata-rata) tahun lalu. Misalnya BJR tahun lalu 23 Kg (> 20 Kg). Pemanen bertugas memotong TBS dari pohon dan mengumpulkannya ke TPH sekaligus menyusun pelepah yang dipotong pada gawangan mati secara L shape. 4. 4. maka jumlah brondolan minimal per janjang di piringan sebelum di panen adalah 10 brondolan. pembrondol bertugas mengutip semua brondolan dari dalam blok dan mengumpulkannya di TPH. Sedangkan. Parthenocarpi. 1. 1. Buah Abnormal : 1. memiliki brondolan yang tidak mau lepas. Janjang Kosong. Buah Matang Memuaskan. Inspeksi Panen . Perlu diketahui bahwa ada peraturan yang melarang pasangan suami-istri bekerja sebagai pemanen dan pembrondol. Buah Lewat Matang. Buah Kurang Matang (BKM). Tandan dengan buah retak ini harus tetap dipanen.

Misalnya. Beberapa kesalahan yang perlu diketahui saat inspeksi panen antara lain. 1. mandor I. pokok under pruning. Apabila ada jenis kesalahan yang tidak dapat diamati pada saat inspeksi maka dapat ditanyakan pada kerani panen untuk mengetahui beberapa kesalahan yang ada. Sistem Panen. dan pokok over pruning. pelepah sengkleh. Basis panen pada beberapa tahun tanam. Kesalahan-kesalahan yang terjadi itu kemudian ditulis dalam laporan inspeksi panen kelapa sawit. 3. 2. Pusingan. 1. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen. Untuk rotasi panen dalam satu bulan tidak boleh kurang dari 4 kali. bunga matahari. dengan pusingan 6 – 7 hari. Basis panen. Tahun tanam 1995 Tahun tanam 1996 Tahun tanam 1999 20 kg 19 kg 15 kg 2. Harga : Rp. mandor panen dan tenaga pemanen dengan tujuan untuk mengetahui kualitas atau prestasi kerja dan kesalahankesalahan yang dilakukan oleh pemanen pada hari sebelumnya pada ancak panen hari sebelumnya juga. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen pada ancak yang telah ditetapkan setiap harinya oleh mandor panen. Apabila pemanen tidak bekerja maka mandor harus mencari pengantinya. Ancak giring. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. dikerjakan rutin dan pemanen bertanggung jawab menyelesaikan sesuai dengan luas yang telah ditentukan setiap hari tanpa ada yang tertinggal.-/janjang. Harga : Rp. 274. jumlah buah mentah yang dipanen. Tahun tanam 1995 : 78 janjang. jumlah buah dengan tangkai panjang.-/janjang. Pengawasan Panen . melainkan setiap 1 Kg brondolan dihargai Rp 130. 3. Harga : Rp. 284. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen oada areal yang sama.Inspeksi panen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh asisten divisi. 2. Basis panen ini ditentukan oleh keadaan areal perkebunan yang bersangkutan (topografi) dan tinggi tanaman kelapa sawit. Bagi pembrondol tidak ada ketentuan untuk mendapatkan basis brondolan.BJR Buah tiap tahun tanam : 1. Sistem panen merupakan suatu ketentun atau aturan yang membagi daerah atau wilayah dari masing-masing pemanen. Berat Janjang Rata-rata (BJR) Buah Rotasi panen adalah berapa kali panen masuk ke blok yang sama atau berapa kali dapat menyelesaikan panen untuk semua blok dalam divisi. Tahun tanam 1999 : 110 janjang. Sistem panen dibagi menjadi 2. jumlah buah dengan tangkai panjang.-/janjang. Ancak tetap. Rotasi. yaitu : 1. yaitu : 1. sedangkan pusingan merupakan jarak waktu atau interval antara rotasi panen yang satu dengan rotasi panen berikutnya. 5. 201. 6. Tahun tanam 1996 : 81 janjang. Pembagian areal panen selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen kehadiran pemanen.

untuk memberikan nomor dan hasil kutip brondolan yang telah ditakar di TPH. 2. Batu asah. Gancu. Peralatan panen tanaman umur > 8 tahun : 7. 1. Garukan. 4.Penaggung jawab sebagai pengawas dalam kegiatan panen yaitu mandor panen dan krani panen. 1. Egrek. Ember. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut. sedangkan tanaman >5 – 8 tahun adalah ± 14 cm. untuk mengutip brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah. untuk mempertajam dodos. 3. Kartu brondol. untuk membawa TBS dari dalam areal menuju TPH. CaraPelaksanaan Panen (potong TBS dan kutip brondolan) 4. Batu asah. 4.5 cm. untuk mempertajam egrek. 2. 1. Tugas pengawasannya : 1. Peralatan panen tanaman umur kurang dari atau sama dengan 8 tahun : 1. lebar mata dodos untuk tanaman umur 4 – 5 tahun adalah 8 – 12. 2. 3. 5. untuk membersihkan sampah-sampah di piringan kelapa sawit setelah selesai panen. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut/mulut kodok. alumunium untuk tinggi tanaman . 2. untuk menakar brondolan yang telah dikutip. Tandan dipotong dengan menggunakan dodos atau egrek. yaitu : 1. 1. 3. Mengatur dan mengarahkan pembrondol serta memastikan bahwa semua brondolan dikutip bersih mulai dari dalam blok sampai TPH. untuk tanaman dengan tinggi < 6 m dan galah lebih dari atau sama dengan 6 m. Alas brondolan (karung bekas pupuk). Cokeran. 2. untuk alat lapis brondolan di TPH. 2. Kampak sakti. untuk langsir TBS menuju TPH. untuk menaikkan atau mengangkat buah ke angkong. Mandor panen : Mengatur dan mengarahkan pemanen serta memastikan bahwa panen berjakan sesuai dengan standar penen mulai dari dalam blok sampai ke TPH. Angkong. Semua tandan yang matang harus dipanen dan tidak ada yang tertinggal. Cara panen : 1. 7. 8. 5. Galah bambu. Gancu. 1. Peralatan yang harus dibawa dan digunakan oleh seorang pembrondol : 1. Krani panen : Mencatat dan mengangkut hasil panen baik janjang maupun brondolan dan menggrading buah. Kampak sakti. untuk menaikkan TBS ke angkong. Angkong. Dodos. Peralatan Panen Peralatan yang harus dibawa oleh pemanen dibedakan atas umur tanaman. 6.

dicatat. dan P = pelepah sengkleh). dan basis Pemuatan TBS yang selama ini dilakukan adalah secara manual. Pelepah yang dipotong karena aktivitas panen harus mepet dengan batang kelapa sawit dan disusun L shape pada gawangan mati. batu. 1. Cara pengutipan brondolan : 1. Pelaksanaan pengangkutan yang dilakukan oleh MSJA Estate selama ini dilakukan oleh kontraktor (pengangkutan oleh pemborong). Dalam buku potong buah identifikasi yang harus diisi meliputi : nama pemanen. L = buah tidak disusun di TPH. Semua brondol dikutip bersih dan tidak boleh ada yang tertinggal. 6. III. Pengutipan brondolan tidak boleh tercampur dengan sampah. Kesimpulan Mesuji Estate (MSJA) merupakan salah satu unit kebun PT. Buah matahari yang tersisa di pokok harus dipotong. 5. dan siap untuk dimuat dan telah memiliki identifikasi yang cukup sesuai dengan buku potong buah dan pengangkutan ke PKS harus dilengkapi dengan SPB (surat pengriman buah) dan alat trasport pengangkut harus disegel untuk menjaga ke amanan trasportasi buah sampai pada PKS kegitan ini dilakukan oleh krani panen. dan tanah (brondolan diambil dengan cara dikutip bukan digaruk). Alat yang digunakan untuk pemuatan TBS ke kendaraan adalah tojok.Sumber Indah Perkasa . Pemuatan dan Pengangkutan TBS TBS yang sudah dipanen harus diusahakan diangkut ke PKS pada hari yang sama dan jangan sampai ada buah restan yaitu buah yang tinggal dengan alasan apapun. 2. Untuk brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah diambil dengan menggunakan cokeran. Semua TBS yang dipanen diangkut dan disusun di TPH dengan aturan 1 baris ada 5 janjang TBS. Pemototngan harus mengikuti prinsip songgo 2 dan tidak boleh over pruning. pendapatan netto. 1. dimana minimal dibutuhkan 2 orang per kendaran angkut. MSJA merupakan kebun plasma yang terdiri dari 6 divisi . Biaya angkut ini dihitung berdasarkan harga per kilogram TBS yang jumlahnya sesuai dengan hasil penimbangan PKS. PENUTUP 1. Tangkai tandan yang panjang dipotong mepet dengan menggunakan kampak sakti. buah normal. apabila buah restan maka kadar minyak dalam buah akan terus meningkat.3. G = buah matahari. 6.yang berada di Perkebunan Sinar Mas II Region Lampung. Krani panen dalam hal ini bertanggung jawab untuk memastikan semua TBS yang telah diperiksa. 5. 9. blok. Mengambil brondolan yang masih masih menempel di sisa potongan tangkai tandan dan buah matahari dengan mengunakan parang. TBS dan brondolan harus diangkut secara bersamaan dan tidak boleh tercampur dengan kotoran. Memasang kartu brondol sesuai dengan jumlah tumpukan brondolan. Pada salah atu tangkai tanadan ditulis nomor pemanen dan jumlah tandan yang terpanen. 4. kemudian di takar dengan ember dan dialasi dengan karung. pasir. T = tangkai panjang. 4. guna mendapatkan mutu minyak yang baik yaitu minyak dengan kadar lemak atau kolestrol yang kecil. 5. 3. 7. sampah. janjang di TPH. kesalahan panen (M = buah mentah. tahun tanam. Semua brondolan yang dikutip diangkut ke TPH.

dengan luas areal 5. Perlu adanya rolling peserta magang antar estate agar peserta magang dapat mengetahui berbagai kondisi di setiap estate (Kebun KKPA dan Kebun Inti). Perlu adanya perancangan dan penjadwalan kegiatan magang mahasiswa dengan baik. 2. khususnya di lapangan merupakan kegiatan yang saling mendukung dan saling melengkapi. 3. Semua kegiatan yang dilakukan di perkebunan. Kegiatan yang ada di perkebuanan kelapa sawit terdiri dari pemanenan. administrasi dan manajerial. Apabila suatu jenis pekerjaan atau kegiatan dalam perkebunan terganggu. 2. maka akan mempengaruhi kegiatan yang lainnya sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi kebun. Kegiatan magang mahasiswa yang dilakukan di lingkungan MSJA merupakan kegiatan untuk membekali dan mengenalkan kepada setiap mahasiswa fakultas pertanian tentang pengetahuan dan semua kegiatan yang dilakukan di lapangan oleh seorang mandor I. perawatan. sehingga banyak menarik minat mahasiswa. Perlu adanya penambahan waktu magang karena banyak kegiatan yang tidak dapat diikuti karena sempitnya waktu. Saran 1. 4. .205. Perlu ditingkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan tentang dunia perkebunan dengan institusi perguruan tinggi.875 Ha.