Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 BAB I PENDAHULUAN Laporan PKL

-

1.1 Latar Belakang

Pada

masa

otonomi

khusus

(Otsus)

yang

sedang

berlangsung di Provinsi Papua memberikan dampak positif dalam perkembangan pendidikan khususnya pendidikan di perguruan tinggi yang ada di Papua. Pendidikan itu merupakan salah satu prioritas utama yang harus dikembangkan karena pendidikan merupakan kunci dari pembangunan daerah. Di dalam pendidikan di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk menguasai setiap bidang ilmu pengetahuan yang ditekuninya dan mahasiswa harus mengikuti semua tahapan-tahapan yang ditetapkan diperguruan tinggi untuk menyelesaikan study. Praktek Kuliah Lapangan merupakan suatu syarat yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa/i yang berada di perguruan tinggi sebelum mereka mengerjakan Tugas Akhir (TA) atau Skripsi dalam rangka untuk menyelesaikan study di perguruan tinggi. Sesuai dengan perihal tersebut maka kami dari mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih juga melalui tahapan tersebut. Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan ini bertujuan untuk meninjau cadangan dan penyebaran batubara di Kampung Aisa Distrik Aifat Timur Kabupaten Sorong Selatan. Mengingat daerah ini memiliki kandungan batubara yang sangat tinggi, sehingga dirasa perlu oleh penulis untuk melakukan peninjauan disana. Sangat diharapkan melalui hasil peninjauan cadangan dan penyebaran batubara di Kampung Aisa Distrik Aifat Timur

Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Kabupaten Sorong Selatan ini dapat membantu pemerintah kabupaten sorong selatan dalam merencanakan penambangan batubara disana serta memberikan penjelasan kepada masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Laporan PKL-

1.2 Perumusan Kegiatan

Berdasarkan uraian di atas, maka kegiatan difokuskan pada :
1. Bagaimana cara melakukan pengukuran untuk mengetahui

Penyebaran endapan batubara pada daerah penelitian serta pangambilan sampel.
2. Bagaimana cara melakukan pengolahan data dari hasil

pengukuran dilapangan serta proses penggambaran peta penyebaran endapan batubara pada daerah penelitian.

1.3 Tujuan Praktek

Tujuan

dari

mahasiswa

untuk

melakukan

praktek

kerja

lapangan ialah :
1. Mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus

tentang cadangan dan penyebaran bahan galian di suatu daerah penambangan.
2. Mengetahui

lokasi

penyebaran

dan

jenis

endapan

batubara secara langsung di lapangan. 3. Mahasiswa dapat menambah pengetahuan khususnya dalam peninjauan cadangan dan penyebaran batubara.

1.4 Lokasi dan Kesampaian Daerah

Sebelah Utara Kampung Aisa berbatasan dengan Kampung Ayawasi. d. c. Sebelah Selatan Kampung Aisa berbatasan langsung dengan Laporan PKL- wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Secara administrasi letak lokasi penelitian berada pada pada Kampung Aisa Distrik Aifat Timur. Lokasi penelitian ini dapat dijangkau dengan perjalanan dari Kota Jayapura ke Kota Sorong dengan menggunakan kapal laut atau bisa menggunakan jasa pesawat terbang menuju Kota Sorong. Daerah Aisa ini sendiri terletak paling timur di Kabupaten Sorong Selatan.81’’ LS dan 130° 39’ 26. b. Secara Geografis daerah ini terletak antara 01° 19’ 54.66’’ BT . Distrik baru hasil pemekaran dari Distrik Aifat induk yang berkedudukan di Kampung Kumurkek. Dengan batas-batas wilayah Kampung Aisa adalah sebagai berikut: a.130° 43’ 36.01° 21’ 12. Sedangkan dari Kota Sorong menuju Aifat Timur melalui jalan darat Sorong-Ayamaru-Aifat dengan menggunakan kendaraan roda empat melewati Distrik Ayamaru seterusnya sampai ke sungai Kamundan dengan jarak tempuh 11 jam. . Provinsi Irian Jaya Barat.06’’ BT. Selanjutnya untuk sampai ke Kampung Aisa bisa menggunakan sejenis perahu ketenten melalui sungai Kamundan dan bisa juga melewati jalan darat Kamat-Ayata dan selanjutnya sampai ke Kampung Aisa dengan jarak tempuh satu hari berjalan kaki. Sebelah Timur Kampung Aisa berbatasan dengan Kampung Ormu. Sebelah Barat Kampung Aisa berbatasan dengan Kampung Tahsi Mara.45’’ LS .

5 Profil Perusahaan .Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- 1.

Kegiatan pengolahan data. Praktek Kerja Lapangan (PKL) dibagi dalam dua kegiatan yaitu : 1.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- 1. mulai dari bulan Januari tahun 2008 sampai bulan maret tahun 2008. penggambaran peta serta penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dikerjakan selama 2 bulan. Kegiatan pengambilan data lapangan yang dilakukan selama 1 bulan 2.6 Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Adapun waktu yang direncanakan untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu selama 3 bulan. .

Adapun beberapa unsur dan kondisi yang menyebabkan suatu tumbuh-tumbuhan itu bisa antara lain yaitu: . Sifat kimia berbagai jenis batubara ditentukan oleh jenis dan jumlah unsur kimia yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan asalnya (PABA 1982).Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Batubara Batubara adalah benda padat berwarna coklat hingga hitam. dan nitrogen (N). serta sedikit unsur oksigen (O). hidrogen (H).Bakteri pembusuk berubah menjadi batubara . kekerasannya kurang dari 3 skala mohs disebut ‘’Paytogenous rock’’ dapat dibakar atau batuan dan berasal dari diagnesia energi panas tumbuhan (flora) sebagai mineral energy berupa batuan yang membara memberikan berkomposisi organic maseral sedikit mineral dengan penyusun unsur utama yaitu karbon (C).

Tekanan juga merupakan pengaruh terhadap proses Laporan PKL- pematangan batubara. Tingkatan atau peringkat batubara dapat ditentukan dengan berpedoman pada beberapa parameter yang sangat penting diantaranya adalah analisis ultimat dan analisis proksimat. hanya saja pengaruhnya relative kecil bila dibandingkan dengan temperature dan waktu dalam hal ini tekanan hanya berfungsi untuk memadatkan bahan organic dan menekan keluar kandungan air yang ada di dalam batubara. 2.Waktu .2 Cara Terbentuknya Batubara Batubara terbentuk sisa-sisa tumbuhan yang sudah mati dengan cara yang sangat kompleks dan memerlukan waktu yang sangat lama (puluhan sampai ratusan juta tahun) yang dipengaruhi oleh proses fisika dan kimia ataupun keadaan .Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 . Oleh karena itu batubara yang berumur lebih tua akan mempunyai tingkat pembatubaraan (Coalitification) yang lebih tinggi.Temperature .Tekanan Waktu pemanasan juga merupakan hal yang berpengaruh terhadap tingkat pematangan batubara. dimana waktu pemanasan yang lebih lama akan menghasilkan tingkat pematangan batubara yang lebih tinggi. Perubahan komposisi kimia jenis batubara mulai dari jenis gambut (Peat) sampai pada jenis antrasit disebut tingkatan batubara (Coal rank).

H. N. P. P rekayasa Arang kayu Gambut Lignit Sub bitumina Bitumina Antrasit Grafit (C) (H2O) . S. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut : Kayu /tumbuhan Unsur C. N. Komposisi kimia batubara hampir sama dengan Laporan PKL- komposisi kimia jaringan tumbuhan. keduanya mengandung unsur utama yang terdiri dari unsur C. S. O. hal ini mudah cdimengerti karena batubara terbentuk dari jaringan tumbuhan yang telah mengalami proses pembatubaraan (coalification). O.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 geologi. H.

maka banyak parameter yang akan berpengaruh pada pembentukan batubara. Komposisi kimia utama arang kayu serupa dengan komposisi kimia utama batubara. arang kayu yang dihasilkan mutunya makin baik. Karena batubara terbentuk oleh proses alam. 2. Perbedaannya. dengkan batubara terbrntuk oleh proses alam selama jangka waktu ratusan hingga ribuaan juta tahun. . Makin keras kayu yang dipergunakan sebagai bahan baku. 1993). maka kayu tersebut segera disiram dengan air sehingga terbentuknya arang kayu. P Laporan PKL- (C) (H2O) Apabila jaringan tumbuhan dibakar dalam suasana reduksi. arang kayu dapat dibuat sebagai hasil rekayasa dan inovasi manusia selama jangka waktu yang pendek. yaiitu dengan cara sesudah jaringan tumbuhan disulut dengan api kemudian diatas tumpukan ditutup tanah agar tidak berhubungan dengan udara luar (agar jaringan tumbuhan tidak terbakar) maka jaringan tumbuhan (kayu) akan menjadi arang kayu. Agar nyala api yang ada di dalam kayu mati. Makin tinggi intensitas parameter yang berpengaruh makin tinggi mutu barubara yang terbentuk.3 Tempat Terbentuknya Batubara Berdasarkan tempat terbentuknya batubara. H.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 C. S. maka ada dua teori yang menjelaskan tentang terbentuknya batubara dialam ini yaitu: teori insitu dan teori drift (Krevelan. O.N.

Teori Drift Teori ini menjelaskan bahwa bahan-bahan pembentuk lapisan batubara terjadi di tempat yang berbeda dengan tempat tumbuhan semula hidup dan berkembang atau lapisan batubara yang terbentuk jauh dari tumbuhtumbuhan asal itu berada. 1995).Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 a. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran tidak luas dan kualitasnya kurang baik karena banyak mengandung material pengotor yang terangkut bersama selama proses pengakutan dari tempat asal ke tempat sedimentasi. namun belum mengalami proses transportasi segera tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami proses coalification. Proses pembentukan batubara ini dimana tumbuhtumbuhan yang telah mati dan diangkat oleh air dan berakumulasi disuatu tempat yang tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses cilification. Teori Insitu Teori insitu menjelaskan bahwa bahan-bahan Laporan PKL- pembentuk lapisan batubara terbentuknya ditempat dimana tumbuh-tumbuhan tersebut mati. 1995). Jenis batubara yang terbentuk dengan cara seperti ini di Indonesia terdapat di Muara Enim Sumatera Selatan (Sukandarrumidi. di Indonesia terdapat di Delta Mahakam Purba. . Kalimantan Timur (Sukandarrumidi. Jenis batubara ini mempunyai penyebaran yang luas dan merata serta kualitasnya lebih baik karena kadar abunya relative kecil. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara seperti ini. b.

Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- 2. batulanau dan batupasir. pengawetan sisa-sisa tanaman yang dipengaruhi oleh proses biokimia yaitu pengubahan oleh bakteri. hal ini disebabkan karena temperature bumi semakin dalam akan semakin panas. maka sisasisa tumbuhan kemudian terkumpul sebagai suatu masa yang mampat yang disebut gambut (Peatification) terjadi karena akumulasi sisa-sisa tanaman tersimpan dalam kondisi reduksi didaerah rawa dengan system draenase yang buruk yang mengakibat selalu tergenang oleh air.0 meter. dkk. Pematangan bahan organic secara normal terjadi dengan cepat apabila endapannya terdapat lebih dalam. Dengan jangka waktu puluhan juta tahun sehingga gambut ini akan mengalami perubahan fisik dan kimia akibat pengaruh tekanan (P) dan temperature (T) sehingga berubah menjadi batubara yang dikenal dengan oroses p-embatubaraan (Coalitification) pada tahap ini lebih dominan oleh proses geokimia dan proses fisiska (Stch. 1982). pemadatan yang telah tertimbung oleh lapisan diatasnya. Gambut yang telah terbentuk lama-kelamaan tertimbung oleh endapan-endapan seperti batulampung. batubara bituminous. sampai pada batubara jenis antrasit. Akibat pengubahan oleh bakteri tersebut. yang pada umumnya mempunyai kedalaman 0.4 Proses Pembentukan Batubara Batubara berasal dari sisa tumbuhan yang mengalami proses pembusukan. . Proses geokimia dan fisika berpengaruh besar terhadap pematangan batubara yaitu perubahan gambut menjadi batubara lignit.5-1.

Dengan urutan zat yang dihasilkan berupa tumbuh-tumbuhan yaitu mulai dari: .Sub Bituminous .Gambut (Peat) . Peat (Gambut) Peat atau gambut adalah tumbuh-tumbuhan yang mati dan mengalami pembusukan dan tercampur dalam paya yang dikenal dengan peat (gambut).Bituminous .Lignit . Jumlah air dalam gambut ini sangat besar dan jumlah kandungan air tersebut berkisar antara 80-90 % ketika baru ditambang dari paya.Meta Antrasit Urutan proses pembentukan batubara tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: a.Semi Antrasit . Penggunaannya sebagai bahan bakar dalam timber karena akan menghasilkan nyala yang lebih panjang dengan suhu yang relative rendah (Pitojo.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Proses pengubahan tumbuh-tumbuhan menjadi Laporan PKL- batubara ini dikkenal dengan cualitification. yaitu gambut yang kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. lingkungan tumbuhan dan pengendapan Indonesia dapat dibagi atas dua jenis yaitu: • Berdasarkan gambut di Gambut Ombrogenus. 1983).Antrasit . S. Gambut jenis ini dibentuk dalam lingkungan pengendapan dimana .

sedangkan lignit yang bebas air dan abu berkisar antara 5566-111 111 kal/gram (Pitojo. 1983). c. Lignit Lignit yaitu suatu nama yang digunakan pada tahap pertama lapisan Brown Coal. Pada umumnya lignit mengandung gambut. b. Lignit mempunyai warna yang berkisar antara coklat sampai kehitaman. Jenis gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan yang semasa hidupnya tumbuh dari pengaruh air permukaan tanah. Batubara ini saat ditambang kandungan air yang terkandung mencapai 45 % dan material kayu yang sedikit mempunyai struktur yang lebih kompak bila dibandingkan dengan . sehingga kadar abunya adalah asli (Inherent) dari tumbuhan itu sendiri. • Gambut Topogenus. Daerah gambut topogenus lebih bermanfaat untuk lahan pertanian bial dibanding karena dengan daerah gambut ombrogenus gambut topogenus mengandung lebih banyak nutrisi. yaitu gambut yang kandungan airnya berasal dari air permukaan.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 tumbuhan pembentuk dimasa hidupnya hanya Laporan PKL- tumbuh dari air hujan. S. lignit segar mempunyai kandungan air antara 20-45 % dan nilai bakar 3056-4611 kal/gram. sehingga kadar abunya juga dipengaruhi oleh bagian yang terbawa oleh air permukaan tersebut. Batubara Sub Bituminous Jenis batubara ini berwarna hitam mengkilap dan mempunyai kilapan logam.

dan kandungan rendah. kandungan abu banyak dan kandungan sulfur yang banyak. Batubara antrasit ini mudah untuk ditambang karena letak lapisan didalam kerak bumi yang tidak pasti. kandungan karbon sedikit. Batubara Antrasit Laporan PKL- Batubara antrasit biasanya disebut batubara keras (hard coal) penamaan ini berdasarkan atas dasar kekerasan dan juga kekuatannya antrasit.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 mempunyai nilai kalor bakar sangat rendah. juga sedangkan kandungan air. f. Batubara ini mudah terbakar dan warna nyalanya sedikit kekuning-kuningan. kandungan abu. d. e. Jenis batubara digunakan sebagai bahan bakar dalam pembuatan kokas dan pabrik gas. dimana letak lapisannya kadang-kadang tegak dan kadang-kadang juga vertical bahkan kadangkadang juga berlekuk. . Batubara Semi Antrasit Batubara semi antrasit ini merpakan batubara yang memiliki sifat antara batubara bitumen yang mempunyai kandungan zat terbang rendah disbanding dengan batubara antrasit yang mempunyai zat terbang yang tinggi berkisar antara 6-14 %. Batubara Bituminous Batubara bituminous merupakan jenis batubara yang terpenting dan dipakai sebagai bahan bakar karena memiliki nialai sulfur kalor. Sifat barubara ini ditentukan dari derajat kilap atau warna. yang kandungan relative karbon yang relative ini tinggi.

Batubara jenis ini terdapat di daerah Pensylvania. Batubara jenis ini adalah antrasit yang mengalami pengaruh tekanan dan suhu yang tinggi akibat proses tektonik maupun aktivitas vulkanik yang ada di dekat endapan.5.0 %. g. Reaksi pembentukan batubara adalah sebagai berikut : 5(C6H10O5) CO C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O + 6CO2 + . tidak mengotori tangan bila dipegang. tidak mengeluarkan asap. bitumina atau antrasit. pecahan concoidal. 2. menghasilkan api yang biru bila dibakar. tidak berbau. Reaksi Pembentukan Batubara Batubara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang sudah mati. Meta Antrasit Batubara Meta Antrasit adalah batubara dengan kelas yang sangat tinggi dimana nilai kalorinya sangat tinggi. warna hiam Laporan PKL- mengkilat. Amerika Serikat. subbitumina. content) sangat kecil kurang dari 1 Kadara air (Water %.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Batubara antrasit mempunyai nilai kalor dan kandungan karbon sangat tinggi dan memiliki kandungan air atau sulfur yang relative rendah dan kandungan zat terbang tinggi berkisar antara 8. komposisi utama terdiri dari cellulose. Factor fisika dan kimia yang ada di alam akan mengubah cellulosa menjadi lignit. kadar abu dan sulfur juga sangat rendah. Proses pembentukan batubara dikenal sebagai proses pembatubaraan (coalification). berkisar antara 8000-9000 kalori.

• Senyawa gas metan (CH4) pada lignit jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bitumina. merupakan senyawa pembentuk batubara. semakin banyak unsur H pada lignit semakin rendah kualitasnya. Laporan PKL- lignit gas metan • Unsur C pada lignit jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan jumlah unsur C pada bitumina. • Unsur H pada lignit jumlahnya relatif banyak dibandigkan jumlah unsur H pada bitumina.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Cellulose Keterangan : • Cellulosa (senyawa organik). semakin banyak (CH4) lignit semakin baik kualitasnya. . semakin baik kualitasnya.

maka hal utama yang harus dilakukan dalam perencanaan adalah : a. b.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN 3. Pemilihan judul dan lokasi pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) harus sesuai dengan kemampuan dan daya jangkau dari mahasiswa sehingga tidak menjadi hambatan dalam melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). maka mahasiswa/i diharuskan memilih judul dan lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang akan diajukan ke jurusan / program study. Pemilihan judul dan lokasi praktek kerja lapangan (PKL) Agar pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan terarah. Konsultasi judul dan lokasi PKL ke jurusan / program study Judul dan lokasi yang telah dipilih oleh mahasiswa/i harus dikonsultasikan ke jurusan / program study untuk .1 Perencanaan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Sebelum melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan.

Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 diketahui dan mendapat persetujuan sehingga mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Mahasiswa juga harus mengurus surat pengantar dari Fakultas yang akan ditujukan ke Perusahaan atau Instansi tempat mahasiswa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). c. h. 3. g. e.2 Laporan PKL- Persiapan Perlengkapan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Sebelum mahasiswa/i melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). yaitu : 1. Peta topografi daerah Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2. . Ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan. yang mahasiswa/i akan harus mempersiapkan untuk menunjang perlengkapan digunakan pelaksanaan kegiatan di lapangan. maka mahasiswa di haruskan untuk melengkapi semua persyaratan yang ditetapkan oleh jurusan/program study. Pengurusan persyaratan yang berkaitan dengan kegiatan PKL Setelah judul dan lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) disetujui oleh jurusan / program study. Global Positionen Sistym (GPS) Kompas geologi type Bruntown Roll meter Papan datar (Clip board) Alat tulis (pensil dan buku catatan lapangan) f. Peralatan dan bahan yang digunakan d.

a. b. setelah itu pastikan gelembung udara sudah masuk pada nivo tabung yang berada di dalam kompas geologi. . arah dan kemiringan dari endapan batubara. Pengukuran Strike/ Dip dilakukan dengan menggunakan Kompas geologi type Bruntown. j. Pengukuran dan pengambilan sampel endapan batubara. Kantung sampel Larutan HCL (larutan kimia) Laporan PKL- 3.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 i. Pengukuran arah dan kemiringan (Strike/Dip) Pengukuran arah dan kemiringan bertujuan untuk mengetahui berapa sudut (°).3 Pelaksanaan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan di Kampung Aisa Distrik Aifat Timur dibagi dalam 2 tahap. lalu lakukan pembacaan arah dan kemiringan dari endapan batubara tersebut pada kompas geologi. Pengukuran penyebaran endapan batubara Proses yaitu : pengukuran penyebaran endapan batubara. Cara pengukuran Strike/Dip yaitu : kompas geologi diletakkan di atas endapan batubara yang permukaannya datar atau juga dapat dilakukan dengan bantuan papan datar untuk menahan kompas dengan posisi miring. yaitu : 1.

Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 c. . d. agar mengetahui berapa nilai kalor dari sampel tersebut Cara berikut pengambilan yang sampel diambil adalah harus sebagai berukuran :Sampel segenggam tangan orang dewasa. Ploting posisi atau stasiun singkapan batubara pada peta lintasan yang terdapat di dalam GPS. Cara melakukan ploting posisi menggunakan Laporan PKL- bantuan GPS yaitu : sebelum melakukan perjalan GPS sudah diaktifkan sehingga dapat mengontrol lintasan perjalanan langsung yang dilakukan. Pengambilan Sampel Endapan Batubara Pengambilan sampel dilakukan untuk keperluan pengujian batubara kadar kalori di yang terkandung di dalam dapat tersebut Laboratorium. Ploting posisi dilakukan untuk menentukan letak atau posisi singkapan endapan batubara pada setiap stasiun untuk mengetahui letak titik koordinat yang nantinya digunakan pada penggambaran peta penyebaran endapan batubara. Sampel tersebut dimasukan ke dalam kantung sampel supaya sampel tersebut terlindung udara bebas. ploting Apabila posisi sampai peta pada stasiun dimana terdapat singkapan batubara maka dilakukan lintasan perjalanan yang terdapat di dalam GPS.

maka dapat dilanjudkan batubara. Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan praktek kerja lapangan adalah masalah cuaca yang kurang baik (hujan) dan juga topografi daerah lintasan karena pengukuran dilakukan di darat dan di daerah pinggiran sungai sehingga . Pengolahan data penggambaran peta penyebaran endapan Laporan PKL- batubara.1 Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL). Penggambaran Peta Penyebaran Endapan Batubara Apabila pengolahan data telah selesai dikerjakan. Penggambaran penyebaran batubara bertujuan untuk mengetahui seberapa luas daerah penyebaran batubara dan juga bagaimana arah penyebaran dari batubara tersebut. b.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 2. Pengolahan data pengukuran Data-data hasil survey endapan batubara yang telah dilakukan harus dilakukan pengolahan data tersebut sehingga menghasilkan suatu data pengukuran yang nantinya akan digunakan untuk penggambaran peta penyebaran endapan batubara. a. pada penggambaran peta peta harus penyebaran terlebih Penggambaran peta berpatokan pada pengolahan data yang telah diolah dahulu. BAB IV. DISKUSI 4.

1 Kesimpulan Berdasarkan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) tentang Penyebaran Endapan Batubara di Kampung Aisa Distrik . KESIMPULAN DAN SARAN 5. Laporan PKL- BAB V.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 apabila hujan akan mempengruhi pengukuran penampang di tepian sungai karena banjir.

maka dapat disimpulkan bahwa :: 1. Hal ini merupakan tujuan yang mendorong mahasiswa melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL). 5. Mahasiswa dapat mengikuti serta mengerti proses Laporan PKL- pengukuran dan pengambilan data di lapangan yang berkaitan dengan penyebaran endapan batubara. Mahasiswa pengukuran dapat di melakukan dan pengolahan juga dapat data hasil lapangan melakukan penggambaran peta penyebaran endapan batubara. 4.Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Aifat Timur Kabupaten Sorong Selatan. maka dapat disarankan bahwa : 1. . dan juga dapat memberikan pengertian kepada masyarakat setempat bahwa mereka memiliki sumber daya alam terutama batubara yang sangat besar. 3. 2. Hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan dalam merencanakan penolahan tambang batubara di daerah tersebut. Mahasiswa dapat mengetahui seberapa luas daerah penyebaran endapan batubara di lokasi praktek.2 Saran Berdasarkan penulisan laporan ini. Pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan dalam melakukan penambangan batubara di daerah Aisa Distrik Aifat Timur harus dilakukan dengan perencanaan yang baik sehingga dapat menigkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

LAMPIRAN .Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 2. Jurusan/Program study harus konsekwensi dengan waktu Laporan PKL- pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sehingga mahasiswa tidak terlambat dalam melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang akan menimbulkan permasalahan sendiri.

Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik 08 Laporan PKL- DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful