P. 1
Dasar Ilmu Kependudukan

Dasar Ilmu Kependudukan

|Views: 25|Likes:

More info:

Published by: Ramadhanila Dewi Sari on Jun 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

Dasar-Dasar Ilmu Kependudukan

Posted on June 20, 2009

Ilmu kependudukan adalah suatu disiplin ilmu yang tidak dapat dipisahkan dalam pendalaman ilmu kesehatan masyarakat, karena dalam penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, maka yang paling urgent untuk diketahui struktur dari suatu masyarakat itu sendiri dan pendekatan jenis apa yang harus dipakai untuk dapat berinterkasi dalam sebuah populasi masyarakat. Salah satu definisi dari Ilmu kependudukan adalah : suatu ilmu yang mempelajari penduduk (suatu wilayah) terutama mengenai jumah, sruktur (komposisi penduduk dan perkembangan dan perubahannya. (Multilingual Demografic Dictionary, 1982). Definisi lain yang dikemukakan oleh ahli lain adalah : Ilmu yang mempelajari tentang jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan dan penyebab perubahan-perubahan yang terjadi tersebut. yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak teritorial (migrasi) dan mobilitas sosial (perubahan status). (Philip M. Hauser dan Duddley Duncan. 1959 ) Sedangkan demografi memiliki arti : tulisan atau karangan mengenai rakyat atau penduduk Jadi dapat disimpulkan bahwa demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah, yang strukturnya meliputi : Jumlah, Persebaran dan Komposisi Penduduk. Struktur penduduk ini dapat selalu berubah-rubah dan perubahan ini disebabkan karena proses demografi yaitu : kelahiran, kematian dan migrasi penduduk. 3 (tiga) variable dasar demografi (basic demografic variable) : 1. having children 2. moving 3. dying Jika dibedah lebih dalam inti telaah dari demografi adalah : 1. Kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangkut perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui 5 komponen demografi yakni fertillitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial (Bogue, 1976) 2. Barcley (1981) lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan buan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika (Pure Demografi)

Bilamana seseorang lahir. komposisi dan distribusinya. Komponen-komponen dari perubahan tersebut Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan komponen-komponen tersebut Konsekuensi dari perubahan baik jumlah. kematian dan perpindahan) yang berkaitan dengan jumah. Guna menganalisa demografi suatu masyarakat secara geografis perlu diketahui berapa jumlah penduduk yang tinggal disana. mati atau pindah berarti secara terus menerus penduduk bertamah atau bekurang Penduduk bertambah dengan cara kelahiran . population process (fertility. berapa yang lahir dan yang mati dalam tahun berjalan. 5. 2. baik dalam bentuk angka grafik atau gambar yang merupakan sumber data. mortalitas dan migrasi. yaitu : segala perubahan yang berhubungan dengan aspek kehidupan berupa komponen-komponen (kelahiran. komposisi ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut Beberapa catatan tentang kajian kependudukan :     Besar atau jumlah penduduk hanya dapat berubah melalui fertilitas. bagaimana penyebarannya.3. 3 jenis informasi utama yang diperlukan dalam studi kependudukan : 1. Houser and Duncan. Ruang Lingkup Ilmu Kependudukan Demografi menekankan pada kajian-kajian sebagai berikut : 1. mortality and migration) 3. Besar atau jumlah. 3. pindah datang (moving-in) ke suatu wilayah Demikian pula jumlah penduduk akan berkurang dengan adanya kematian atau perpindahan keluar (moving-out) dari suatu wilayah Sumber-sumber Data Dalam Kajian Ilmu Kependudukan Sumber data yang biasanya dipakai dalam ilmu kependudukan adalah segala terbitan resmi. lebih menitikberatkan pda dampak yang ditimbulkan oleh perubahanperubahan penduduk (akses dari persebaran dan komposisi) Dalam ilmu kependudukan juga dikenal istilah Study kependudukan. Population structure dan characteristic Dalam Kependudukan Juga dikenal 3 (tiga) sumber data utama. berapa yang masuk (moving-in) dan berapa yang keluar (moving-out). komposisi dan distribusi penduduk dalam suatu wilayah Perubahan-perubahan dari jumlah penduduk. 4. population size and distribution 2. yaitu : SENSUS PENDUDUK . komposisi dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. bagaimana penyebarannya.

sperti : kelahiran. Kelebihan survey adalah : 1. perceraian. Dilaksanakan di suatu wilayah tertentu. migrasi dan lain sebagainya. menghimpun dan menyusun (compiling) dan menerbitkan data-data yang meliputi semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau wilayah tertentu. etnis. kewarganegaraan. bukan KK atau RT .Suatu perhitungan penduduk secara lengkap dengan menghitung seluruh populasi dalam suatu negara.Unit cacah sensus adalah : perorangan.Sensus baru dikatakan selesai apabila semua informasi yang dikumpulkan suda diterbitkan SURVEY Bila sensus meliputi seluruh penduduk maka survey hanya mengambil sampel dari seluruh populasi saja. Yaitu suatu pengumpulan data mengenai peristiwaperistiwa penting yang terjadi dalam masyaraat. Jadi singkatanya registrasi viatla adalah semua sumber sejarah yang tercatat secara resmi baik oleh pemerintah maupun oleh badan swasta lainnya. yaitu : 1. Kelebihan dari sisitem Registrasi adalah : data bertahan lama dan gampang diperoleh kapan saja diperlukan Tujuan Kajian Kependudukan . Pengambilan data terkonsentrasi untuk tujuan tertentu karena itu sangat berpotensi untuk dikembangkan baik dalam skala besar maupun kecil. agama. perkawinan. 2. Ada beberapa karakteristik perbedaan antara sensus dengan pengumpulan data yang lain. jenis kelamin. adopsi. umur. biasanya dilakukan karena pemerintah ingin mendapatkan data setiap penduduk yang meliputi : nama. Serentak dilakukan pada satu waktu tertentu 3. alamat. tahun kelahiran. Dilaksanakan oleh orang lain yang berbeda dan biasanya terdiri dari tenaga profesional sesuai dengan sasaran masing-masing dan dilaksanakan dengan cara yang berbeda pula 3. . Jadi sensus penduduk merupakan keseluruhan proses pengumpulan data (collecting). Semua orang atau penduduk yang hidup dalam wilayah tercacah harus tercakup 2. kematian. hubungan dengan kepala keluarga. dan lain-lain. Biaya (cost) bisa lebih hemat sesuai dengan cakupannya REGISTRASI VITAL sistem ini telah dikenal sejak alam. status perkawinan.

Dilihat dari variable dasar demografi dan karakteristic penduduk maka para pakar bersepakat menyatakan tujuan utama kajian ilmu kependudukan adalah : 1. Dewasa ini hampir semua negara berkembanng atau maju sudah menganut doktrin AntiNatalis. Doktrin Pro – Natalis Masyarakat zaman dulu hanya menganut 1 paham yang menginginkan keberadaan penduduk yang banyak sebagai generasi penggantiakibat tingkat kematian yang telalu tinggi. …………) . Doctrine Anti – Natalis Paham ini didominasi oleh aliran kristenisi yang mulai berkembang di Eropa Tengah. Mengetahui kualitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu 2. dibawah Caesar Julius dan Agustus Caesar ditandai dengan penganut Doktrin Pro-natalis. Beberapa Teori Tentang Kependudukan Population perspekstif ialah suatu pandangan yang berhubungan erat dengan informasi dasar akan teori-teori atau pandangan bagaimana dunia berasimilasi secara demografi Secara luas dalam hal ini dikenal adanya 2 doctrine : I. Maltus saat itu berpandangan bahwa : penduduk memiliki kemampuan laur biasa untuk berkembang. mengembangkan sebab akibat anatara perkembangan laju pertumbuhan penduduk dengan berbagai aspek sosial lainnya 4. 16. 4. penurunannya dan persebarannya dengan data yang tersedia 3. Plato dalam tulisannya “The Law” menekankan bahwa kestabilan jumlah penduduk amat penting demi untuk menjamin kesempurnaan hidup manusia. 32. Dalam hal ini penduduk yang banyak mutlak harus dipersiapakan untuk kesiapan angkatan perang yang akan menjamin keselamatan emperiumnya. 3. II. 4. 5. ” Pandangan Maltus” Thomas Robert Maltus (1798) seorang ahli di bidang ekonomi yang juga seorang pendeta terkenal di Inggris. karena dalam kenyataannya proses pembangunan ekonomi harus berorientasi pada keseimbangan antara jumlah penduduk dengan pertumbuhan ekonomi. 8. ……). 2. Menjelaskan pertumbuhan masa yang lampau. Jika pertumbuhan penduduk tersebut tidak dikendalikan maka pertumbuhannya akan mengikut deret pola ukur (2. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dengan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya. Jadi paham ini lebih banyak dianut oleh raja-raja zaman dahulu atau paling kurang masih memiliki pemikiran tradisional. dan doktrin ini berkembang dengan sangat pesat. Zaman emperium Romawi. sedangkan pertumbuhan ekonomi dan pangan akan mengikuti deret pola hitung (1.

2. Maltus sangat yakin bahwa secara alamiah konsekuensi pertumbuhan penduduk yang tidak bisa dikendalikan adalah kelaparan. Paham Marvist Karl Marvist dan Friedrich Engels (1834) adalh generasi sesudah Maltus.Menurut Maltus ada 2 cara pengendaliannya. dan untuk ini cara yang dianjurkan adalah dengan menunda atau pendewasaan perkawinan (PUP) Maltus sendiri pada waktu itu konsekuen dengan apa yang diucapkannya yaitu dengan menikah pada usia 35 tahun dan hanya punya 2 anak. Beranjak dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. yang pasti anda akan hidup dan berjuang bersama jutaan manusia lainnya seperti sekarang. Inti perubahan kajian kependudukan ialah proses kematian. atau perlakuan manusia lainnya yang tidak berperikemanusiaan. 3. Ruang lingkup kajian demografi meliputi semua persoalan yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk (population size). Positive Check : yaitu cara pengendalian yang tidak moralis dan tidak dapat dikontrol seperti perang. Kesimpulan 1. kelahiran dan imigrasi . bentuk karakteris penduduk 4. Paham Marvist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus. Kalangan pesimis bersiteguh bahwa pertumbuhan penduduk adalah sesuatu yang sangat mengerikan sperti suatu ledakan bom yang dahsyat. Preventive Check : yaitu dengan pengekangan moral dalam membatasi kelahiran (birth control ). proses. Dasar Pegangan Marvist adalah : 1. yaitu : 1. wabah. 2. sedangkan kalangan optimis berharap pertumbuhan penduduk pertumbuhan penduduk akan diimbangkan dengan penemuan dan kemajuan tekhnologi 2. karena menurutnya paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia. Beda pandangan Marvist dan Maltus adalah pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan pertumbuhan penduduk. alasannya adalah :    Manusia memiliki kemampuan berkembang secara alamiah dan tidak terbatas secara natural Sedangkan penigkatan makanan selalu tidak akan mengimbangi pertumbuahn penduduk. Pertumbuhan penduduk yang pesat juga akan menciptakan pengangguran (unemployment) Pendapt Maltus sendiri banyak mendapatkan sanggahan dari berbagai pihak karena Maltus tidak mempertimbangkan kemajuan tekhnologi. penyebarannya. Apakah anda seorang pesimis atau optimis.

berapa yang lahir dan berpa yang mati. jumlah yang masuk.5. Untuk mendalamia kajian proses dan perubahan penduduk anda perlu mengetahui berapa jumlah penduduk yang hidup. keluar dan alasan mengapa semua itu terjadi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->