P. 1
SD 134 UPAya

SD 134 UPAya

|Views: 13|Likes:
Published by Aninik Untari

More info:

Published by: Aninik Untari on Jun 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2013

pdf

text

original

SD 134 UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM

18:57 paksawhisnu No comments

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM PADA SISWA KELAS …….

ABSTRAK …, 2005. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas … Kata Kunci: belajar pai, pakem Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau metode tertentu dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM? (b) Bagaimanakah pengaruh Model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas … Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (80,00%), siklus III (92,00%).

Shochib. Shochib. Guru yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan anak didik lainnya akan berbeda dengan guru yang memandang anak didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Kualitas pembelajaran ditentukan oleh interaksi komponen-komponen dalam sistemnya.Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran PAKEM dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa …. performance sekolah. sehingga mudah melakukan pendekatan dalam pengajaran. Performance sekolah. harus guru hilangkan. Optimalisasi komponen ini. Yaitu tujuan. serta mau memahami anak didiknya dengan segala konsekuensinya. menentukan kualitas (proses dan produk) pembelajaran. metode. 1998). bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. . Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. baik yang berpangkal dari perilaku anak didik maupun yang bersumber dari luar anak didik. Ketika kegiatan belajar itu berproses. Dalam mengajar. 1998). bahan ajar (materi). Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. media. dan evaluasi pembelajaran (Moh. dan evaluasi pembelajaran (Moh. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah melakukan analisis tentang karakteristik setiap komponen dan mensinkronisasikan sehingga ditemukan konsistensi dan keserasian di antaranya untuk tercapainya tujuan pembelajaran. anak didik. guru harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat. sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dengan anak didik. serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI. Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar. Sebaiknya guru memandang anak didik sebagai individu dengan segala perbedaannya. partisipasi masyarakat. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana. Karena pembelajaran mulai dari perencana. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik. dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan. sarana. Karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas. dan bukan membiarkannya. guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. BAB I PENDAHULUAN A. Guru dan anak didiklah yang menggerakannya. pelaksanaan dan evaluasinya senantiasa merujuk pada tujuan yang diharapkan untuk dikuasai atau . Maka adalah penting meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik.

yaitu: PAKEM. dkk. Sejalan dengan inovasi pembelajaran akhir-akhir ini termasuk di Sekolah Dasar. Dengan demikian. Pola interaksi yang mampu mengemas hal tersebut dapat mengubah paradigma pembelajaran aktif menjadi paradigma pembelajaran reflektif. dan bertanggungjawab terhadap karirnya kelak. Oleh karena itu. Sadiman. Shochib: 1999. guru dituntut untuk mengubah peran dan fungsinya menjadi fasilitator. dan evaluator. 1996:13). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Arief S Sadiman yang menyatakan proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses interaksi yaitu proses penyampaian pesan melalui saluran media/teknik/ metode ke penerima pesan. kreatif dan senang yang melibatkan secara optimal mental dan fisik mereka. Ini berarti. dan kesenangan mereka dalam belajar merupakan rentangan kontinum dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Shochib: 1999). dapat membuat anak didik aktif dalam berfikir (mind-on).dimiliki oleh anak didik baik instructional effect (sesuai dengan tujuan yang dirancang) maupun nurturrant effect (dampak pengiring) (Moch. aktif dalam berbuat (hand-on). kreatifitas. karena dengan pola interaksi pembelajaran tersebut. service learning. and cooperative learning. Tetapi idealnya pada kontinum yang tertinggi baik pelibatan aspek mental maupun fisik anak didik. dan anak didik dengan anak didik (Moh. Interaksi ini merupakan proses komunikasi penyampaian pesan pembelajaran. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. kegiatannya adalah bagaimana terjadi hubungan antara guru/bahan ajar yang didesain dan dengan anak didik. mengasah hati nurani. dan Paul Suparno dkk: 2001). Interaksi belajar mengajarnya menuntut anak didik untuk aktif. Kemampuan ini dimiliki anak didik. (Arief S. project based learning. dan membudayakan untuk memecahkan permasalahan baik secara personal maupun sosial. mengembangkan kemampuan bertanya. interaksi belajar mengajar dengan paradigma PAKEM menuntut anak: (1) Berbuat (2) Terlibat dalam kegiatan (3) Mengamati secara visual (4) Mencerap informasi secara verbal Dengan demikian. authentic instruction. Dengan interaksi pembelajaran reflektif dapat membuat anak didik untuk menjadikan hasil belajar sebagai referensi refleksi kritis tentang dampak ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap masyarakat. . mediator. guru harus menciptakan interaksi pembelajaran yang demokratis dan dialogis antara guru dengan anak didik. terdapat kegiatan interaksi belajar mengajar terutama yang terjadi di kelas. Agar hasil ini dapat optimal. inquiry based learning. Tingkat keaktifan. interaksi belajar mengajar idealnya mampu membelajarkan anak didik berdasarkan problem based learning. mengasah kepedulian sosial. mitra belajar anak didik. Realisasi pencapaian tujuan tersebut.

diversifikasi kurikulum. Pada dasarnya dalam kehidupan suatu bangsa. Secara langsung maupun tidak langsung pendidikan adalah suatu usaha sadar dalam menyiapkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kegiatan. bertanggung jawab. Tentunya hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. tangguh. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. dan otonomi pendidikan pada tingkat sekolah taman kanak-kanak dengan manajemen berbasis sekolah. kurikulum berbasis kompetensi. bimbingan. pembelajaran kontekstual. Dengan menyadari kenyataan tersebut di atas. berdisiplin. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut: 1. Depdikbud (1999).Dengan interaksi pembelajaran yang mengemas nilai-nilai tersebut dapat membuat pembelajaran lingking (link and math atau life skill) dan delinking (pemutusan lingkungan negatif). pengajaran dan pelatihan bagi kehidupan dimasa yang akan datang. anggota masyarakat dan orang tua. bekerja keras. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Untuk mencapai keberhasilan ini perlu dukungan dan partisipasi aktif yang bersifat terus menerus dari semua pihak. berkepribadian. dan bertujuan untuk mengupayakan fondasi dan mengembangkan anak untuk memiliki kemampuan yang utuh yang disebut: Pendidikan Anak Seutuhnya (PAS). Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas …. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. berbudi pekerti luhur. mandiri. faktor pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa tersebut. maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa … Tahun Pelajaran … B. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal. Tahun pelajaran …? .

Lalu Muhammad. 1993. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya. Margono. Muhammad. 1996. Azhar. Jakarta: Rineksa Cipta. Jakarta. Hasibuan K. Psikologi Belajar. Proses Belajar Mengajar. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Hadi. 2002. Sutrisno. . Mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas … tahun pelajaran … 2. Djamarah. Suharsimi. Psikologi Belajar dan Mengajar. 1998. Oemar. Daroeso. Tahun pelajaran …? C. Bandung: Sinar Baru Algesindon. Syaiful Bahri. 1989. Jakarta: Bumi Aksara. Rineksa Cipta. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila.K. Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas … tahun pelajaran DAFTAR PUSTAKA Islam dalam Ali. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas …. Yogyakarta: YP. 1993. Arikunto. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta. Djamarah. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta. Arikunto. Suharsimi. Suharsimi. Jakarta: Rineksa Cipta. Mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas … tahun pelajaran … 3. dan Moerdjiono. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. Jilid 1. Hamalik. Psikologi UGM. Jakarta: Usaha Nasional. 2002. Arikunto. 2001. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Fak. Semarang: Aneka Ilmu. Bambang. 1982.2. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. 1997. Syaiful Bahri. Metodologi Research.

Sukidin. http://contoh-ptk-skripsi-tesis.blogspot. Surabaya: Insan Cendekia. Psikologi Pendidikan. Soekamto. Sardiman. 1999. A. Suryosubroto. dkk. 2001. 1997.com/2011/05/sd-134-upaya-meningkatkan-prestasi. Menjadi Guru Profesional. Suatu Pendekatan Baru. Uzer. Jakarta: PT. Winarno. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.html . Surabaya: Universitas Press.K. Univesitas Negeri Surabaya. Purwanto M. B. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Rineksa Cipta. Usman. Universitas Terbuka. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara. Moh. Jakarta: Bina Aksara. Metode Pengajaran Nasional.M. Surakhmad. Bandung: PT. Rustiyah. Nur. 1995. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1991. Muhibbin. 1996. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: Jemmars. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Jakarta: PAU-PPAI. Teori Belajar dan Model Pembelajaran.Masriyah. Analisis Butir Tes. 1990. 1997. Ngalim. Syah. N. Surabaya: University Press. Toeti. Remaja Rosdakarya. Moh. Strategi Belajar Mengajar. 2001. 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->