MAKALAH PKN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNAIONAL

Guru Pembimbing: Ibu Kartini BA.

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. Nur Fatimah Nurul Lisa Andriani Siti Purwaningsih Zahrotun Nafisah (09) (10) (14) (19)

KELAS XI-IPA MA WALISONGO KALIORI-REMBANG

Nasir .TAHUN PELAJARAN 2011/2012 HALAMAN PENGESAHAN Makalah ini telah diterima dan disahkan pada. Wali kelas Kepala Sekolah Dwi Okta Sintha. S. Hari : Tanggal : Guru Pembimbing Ibu Kartini BA.Pd Drs. Moch. Mengetahui.

1 Latar Belakang Sistem peradilan internasional adalah salah satu proses yang menjelaskan tentang hubungan peradilan yang bekerja sama secara luas dengan bangsa lain. Terdiri dari apa saja komponen-komponen lembaga Peradilan Internasional? 3. Selain itu Negara Indonesia juga bisa mengambil contoh peradilan di Negara-negara lain. seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Bagaimana hukum pidana secara layak dan adil itu terlaksana? . Tujuan utama. Karena sisrtem peradilan internasional bersikap luas. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. hukum di negara Indonesia menjadi lemah atau tidak menjunjung tinggi keadilan di dalam hukum. 1. yakni mengetahui peradilan internasional secara luas.2 Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah memperoleh gambaran tentang sistem peradilan internasional dan menjelaskan tentang proses hukum yang adil (layak).3 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud Sistem Peradilan Internasional? 2. Namun. maka masyarakat pun juga mengambil andil di dalam pelaksanaannya.

proses penyelenggaraan hukum. Komponenkompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional.BAB II PEMBAHASAN 2. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan .1 Pengertian Sistem Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur-unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional. yaitu: pranata peraturan. Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Hukum disamping mempunyai kepentingan sendiri untuk mewujudkan nilai-nilai tertentu di dalam masyarakat terikat pada bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakatnya.2 Mahkamah Internasional . keadilan dan institusi penegak hukum. hukum tidak terlepas dari perubahanperubahan yang terjadi masyarakat. penerapan peraturan. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut. Menurut Wolfgang Friedmann perubahan hukum dalam masyarakat yang sedang berubah meliputi perubahan hukum tidak tertulis (common law). Sebagai salah satu sub-sistem dalam masyarakat. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. Dengan demikian tinjauan perkembangan hukum difokuskan pada hubungan timbal balik antara diferensiasi hukum dengan diferensiasi sosial yang dimungkinkan untuk menggarap kembali peraturan-peraturan. Dengan diferensiasi dimungkinkan untuk menimbulkan daya adaptasi masyarakat yang lebih besar terhadap lingkungannya. 2. Perkembangan demikian ini menyebabkan susunan masyarakat menjadi semakin komplek. perubahan fungsi dari perjanjian kontrak. Melalui diferensiasi ini suatu masyarakat terurai ke dalam bidang spesialisasi yang masing-masing sedikit banyak mendapatkan kedudukan yang otonom. Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal. menyangkut perangkat peraturan. kemampuan membentuk hukum. perubahan pembatasan hak milik yang bersifat publik. Diferensiasi itu sendiri merupakan ciri yang melekat pada masyarakat yang tengah mengalami perkembangan.hukum. peralihan tanggung jawab dari tuntutan ganti rugi ke ansuransi. perubahan konsepsi mengenai hak milik umpamanya dalam masyarakat industri moderen. perubahan dalam jangkauan ruang lingkup hukum internasional dan perubahan-perubahan lain. perubahan di dalam menafsirkan hukum perundang-undangan.

Mahakamah ini mulai berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti MIP. Belanda. 3. Pernyataan penundukan diri negara peserta statuta MI 4. komposisi MI terdiri dari 15 hakim. Biasanya 5 hakim MI berasal dari anggota tetap DK PBB. Fungsi utama MI adalah untuk menjelaskan kasus-kasus persengkataan intersional yang subjeknya adalah negara. tugasnya untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang disidangkan baik yang bersifat sengketa maupun yang bersikap nasihat. untuk memilih anggota mahkamah dilakukan pemungutan suara secara independen oleh majelis MU dan Dewan Keamanan (DK). meliputi: memutuskan perkara-perkara pertikaian dan memberikan opini-opini yang bersifat nasihat. Ke-15 calon hakim tersebut direkrut dari warga negara anggota yang dinilai cakap dibidang hukum internasional. perjanjian khusus 2. Beberapa kemungkinan cara penerimaan tersebut: 1. yang kedudukan di Den Haag.MI adalah organ utama lembaga kehakiman PBB. Pasal 9 Statuta MI menjelaskan. Yurisdiksi adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakan sebuah aturan hukum. Statuta adalah hukum-hukum yang terkandung. Keputusan MI mengenai Yurisdiksinya . Penundukkan diri dalam perjanjian Internasional.

Perbedaan antara PKPI dan PSPI terletak pada komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya. peradilan ini dibubarkan. Sedangkan pada PKPI komposisi sepenuhnya ditentukan berdasarkan ketentuan peradilan internasional. Jenis kejahatan berat pada pasal 5-8 statuta yaitu sebagai berikut: 1. Pada PSPI komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya merupakan gabungan antara peradilan nasional dan internasional. Penafsiran putusan 6.5. Kejahatan terhadap kemanusiaan 3. yang mewujudkan supremasi hukum internasional yang memastikan bahwa pelaku kejahatan berat internasional di pidana. Artinya selesai mengadili. Kejahatan genosida 2. Kejahatan agresi 2.4 Panel khusus dan spesial pidana internasional Panel khusus pidana internasional (PKPI) dan Panel spesial pidana internasional (PSPI) adalah lembaga peradilan internasional yangberwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. 2. Kejahatan perang 4.3 Mahkamah Pidana Internasional MPI adalah Mahkamah Pidana Internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral.5 Proses Hukum yang Adil atau Layak . Perbaikan putusan 2.

Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau terdakwa. yaitu “due process of law” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak.Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi. . Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan. hak memajukan pembelaan dan hak untuk disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak. ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundangundangan secara formil. juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hak-hak warga masyarakat. hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asasasasnya. Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hakhaknya tanpa diskriminasi.

kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelasi dan saling mempengaruhi satu sama lain.8 Tahun 1981. . yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana. Perlindungan hak-hak tersebut. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan.Dengan keberadaan UU No.

Bertujuan untuk tetap mempertahankan eksistensi serta memajukan kesejahteraan negaranya. Sehingga tidak berlebihan jika kita katakana bahwa hubungan internasional wajib dilakukan oleh Negara-negara didunia. . KESIMPULAN System hokum internasional diartikan sebagai satu kesatuan hokum yang berlaku untuk komunitas internasional (semua Negara didunia) yang harus dipatuhi dan ditaati oleh setiap Negara. 2. KRITIK DAN SARAN Sebaiknya kita sebagai warga Negara harus mematuhi dan mentaati hokum-hukum yang berlaku di Negara kita. Setiap Negara perlu melakukan hubungan internasional untuk tetap mempertahankan eksistensi serta memajukan kesejahteraan negaranya.BAB III PENUTUP 1.

2. Pengertian system peradilan internasional Mahkamah Internasional Mahkamah Pidana Internasional Panel Khusus dan Spesial Pidana Internasional Proses Hukum yang Adil Atau Layak BAB III PENUTUP 1. Latar Belakang 2. 5. Kesimpulan 2. 3. Kritik dan Saran . Tujuan BAB II ISI 1. 4. Rumusan Masalah 3.DAFTAR ISI Kata Pengantar Halaman Pengesahan Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1.

Dalam penyusunan makalah ini. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Penulis . Olehnya itu. semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini membahas system hukum dan peradilan internasional. penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful