Panduan Pelaksanaan Lesson Study — Document Transcript

 

1. PADUAN PELAKSANAAN LESSON STUDY DI KKG Disusun oleh: Dr. Ibrohim, M.Si UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2010 1 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan ke Hadlirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayahNya modul ”Panduan Pelaksanaan Lesson Study di KKG/MGMP” ini dapat dirampungkan dalam waktu yang singkat. Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip- prinsip kolegialitas yang saling membantu dalam rangka membangun komunitas belajar. Lesson study merupakan suatu bentuk pengembangan kompetensi dan keprofesionalan guru secara berkelanjutan (Continous Proffesional Development). Modul ini dimaksudkan untuk menjadi bahan belajar bagi guru-guru di KKG, khususnya yang baru mulai mengenala lesson study. Buku disiapkan untuk para pemandu di KKG agar dapat memfasilitasinya anggota KKG dalam melaksanakan kegiatan lesson study secara tepat, konsisten dan berkelanjutan. Modul ini diadaptasi dari modul sejenis yang ditulis oleh penulis sendiri dalam Program BERMUTU di Direktorat Jenderal PMPTK Tahun 2009. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak di jajaran pimpinan Dijten PMPTK – Depdiknas, Universitas Negeri Malang, dan PERTAMINA yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada kami untuk menyusun modul ini. Namun karena waktu yang terbatas, modul ini disusun dalam waktu singkat, sehingga sangat mungkin ditemukan berbagai kekurangan. Oleh karena itu saran dan masukan sangat diharapkan dari para pembaca yang budiman. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi para pendidik yang mengabdi untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa. Amiin. Malang, Maret 2010 Penulis 2 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................................... i DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii BAGIAN I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Pengantar .................................................................................................. 1 B. Tujuan ....................................................................................................... 2 C. Sistematika ............................................................................................... 3 BAGIAN II MEMAHAMI KONSEP DAN PRINSIP LESSON STUDY ..... 4 A. Pengantar ................................................................................................. 4 B. Tujuan ....................................................................................................... 4 C. Bahan, Alat dan Sumber Belajar ............................................................ 5 D. Langkah Kegiatan Belajar ....................................................................... 5 E. Bahan Bacaan ............................................................................................ 6 F. Evaluasi .................................................................................................... 13 BAGIAN III MERANCANG PEMBELAJARAN DALAM LESSON STUDY …………………………………………………………………………… 14 A. Pengantar ................................................................................................. 14 B. Tujuan ....................................................................................................... 14 C. Bahan, Alat dan Sumber Belajar ........................................................... 15 D. Langkah Kegiatan Belajar

...................................................................... 15 E. Bahan Bacaan .......................................................................................... 16 F. Evaluasi ................................................................................................... 19 BAGIAN IV MELAKSANANAKAN PEMBELAJARAN YANG DIOBSERVASI (OPEN LESSON) ........................................................................ 21 A. Pengantar ................................................................................................ 21 B. Tujuan ..................................................................................................... 22 C. Bahan, Alat dan Sumber Belajar .......................................................... 22 D. Langkah Kegiatan Belajar .................................................................... 22 E. Bahan Bacaan .......................................................................................... 23 F. Evaluasi ................................................................................................... 29 BAGIAN V MELAKUKAN DISKUSI REFLEKSI ........................................ 30 A. Pengantar ................................................................................................ 31 B. Tujuan ..................................................................................................... 31 C. Bahan, Alat dan Sumber Belajar ......................................................... 31 D. Langkah Kegiatan Belajar .................................................................... 32 E. Bahan Bacaan ........................................................................................ 33 F. Evaluasi ................................................................................................. 36 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 38 3 4. BAGIAN I PENDAHULUAN A. Pengantar Sampai saat ini pembangunan pendidikan nasional belum mencapai hasil sesuai yang diharapkan, terutama terkait dengan masalah pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Secara eksternal, komponen masukan pendidikan yang secara signifikan berpengaruh terhadap rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain: (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai secara kuantitas dan kualitas; (2) sarana dan prasarana belajar yang belum tersedia dan belum didayagunakan secara optimal; (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran; dan (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif (Depdiknas, 2005: 30). Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, yang salah satunya melalui peningkatan kompetensi guru, Pemerintah Indonesia melaksanakan berbagai bentuk pelatihan guru dalam jabatan (in-service teacher training). In-service training atau biasa disingkat INSET adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan guru atau mendiseminasikan sebuah inovasi. Tujuan umum INSET adalah membantu guru memperbaiki kualitas mengajar untuk meningkatkan karir profesionalnya dengan mendorong mereka untuk selalu bekerja sama antar mereka sendiri (Noor, 2006). Richards, Platt, dan Platt (1992) mengatakan bahwa In-service Training diberikan kepada guru yang telah mempunyai pengalaman mengajar dan merupakan bagian dari kelangsungan pengembangan profesionalisme mereka. Saat ini di Indonesia sedang dikembangkan dan diimplementasikan upaya peningkatan profesionalisme guru melalaui suatu kegiatan yang disebut lesson study. Lesson study ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan. 4 5. Lesson study bukan metode pembelajaran, juga bukan pendekatan pembelajaran. Sebenarnya, Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsipprinsip kolegialitas yang saling membantu dalam belajar untuk membangun komunitas belajar. Memperhatikan definisi Lesson study ini, sebagian orang mempertanyakan, apa

Bagian kedua menyajikan tentang cara belajar memahami konsep dan prinsip lesson study. melaksanakan open class secara efektif 5. menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan lesson study secara operasional 3. Bagian ketiga menyajikan cara merancang pembelajaran yang efektif dalam kegiatan lesson study. Bagian ke empat menyajikan tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran yang diobservasi (open class) secara efektif. Bahan/Sumber Belajar Untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang konsep dan prinsip lesson study para guru dapat membaca berbagai buku atau artikel tentang lesson study. melaksanakan diskusi refleksi secara interaktif dan efektif 7. tujuan dan sistematika penyajian. Bahkan ada yang memahami lesson study layaknya latihan mengajar seperti microteaching. BAGIAN II MEMAHAMI KONSEP DAN PRINSIP LESSON STUDY A.   bedanya dengan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)? Jawabnya adalah dalam Lesson study dapat dilakukan PTK bahkan bukan hanya PTK. Bagian keempat berisis tentang tatacara diskusi refleksi yang efektif. Kemudian dilanjutkan pengembangannya melalui Program SISTTEMS (Strengthening In-Service Teacher Training of Mathematics and Science Education at Junior Secondary Level) pada Tahun 2006 . merencanakan tindak lanjut dari kegiatan lesson study 5 6. Modul tentang lesson study ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu acuan dan panduan teknis pelaksanaan lesson study di kelompok kerja guru. metode atau model pembelajaran layaknya pembelajaran kooperatif. atau sejenisnya. Tujuan Tujuan dari penyusunan modul secara umum adalah untuk menyediakan acuan operasional yang sederhana untuk memahami dan melaksanakan lesson study. C. merancang pembelajaran untuk pelaksanaan open class yang efektif 4. inkuiri. Sistematika Modul lesson study ini dirancang dalam bentuk yang sederhana agar mudah dipahami dan dilaksanakan oleh setiap guru dalam kegiatan KKG. Tujuan Tujuan yang diharapkan dapat dicapai setelah mempelajari bagian ini adalah para guru dapat: 1. Apa sesungguhnya lesson study itu? Banyak kalangan yang kurang memahami lesson study menganggap lesson study sebagai suatu pendekatan. 4. 6 7. Ada yang mengidentikan lesson study dengan PTK. lesson study telah lama berkembang di Jepang. Namun baru masuk dan mulai dikembangkan di Indonesia sekitar akhir 2004 oleh para tenaga ahli JICA (Jepang International Cooperation Agency) melalui program IMSTEP (Indonesian Mathematics and Science Teaching Education Project). Pengantar Istilah lesson study masih relatif asing di kalangan sebagian besar guru di Indonesia. CTL.2008. Namun harus disadari saat ini . menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan lesson study 7 8. Sesungguhnya. B. menjelaskan alasan tentang perlunya guru melakukan kegiatan lesson study untuk meningkatkan kompetensinya. Untuk dapat memahami dengan tepat apa itu lesson study. Bagian pertama modul berisi tentang pengantar. menjelaskan pengertian lesson study secara konseptual 2. seperti KKG atau MGMP. menjelaskan pengertian lesson study secara konseptual dan praktis 2. yakni sekitar abad ke-19. Secara lebih detil tujuan tersebut adalah agar para guru dapat: 1. menjelaskan prinsip-prinsip lesson study 3. dan juga PELITA (Program for Enhancing Quality of Junior Secondary Enducation) pada Tahun 2009 – 2012. melaksanakan observasi pembelajaran secara cermat 6. C. Dengan demikian diharapkan lesson study dapat menjadi sutau pola kegiatan KKG yang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak putaran KKG yang lebih konsisten dan efektif. lakukan kegiatan belajar berikut ini. namun juga dapat dilakukan penelitian pengembangan pembelajaran. B.

salah satu cara yang paling jelas adalah melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang. 1.nalisme guru serta meningkatkan kualitas pembelajaran 9 10. melakukan observasi. meminta masukan dari ahli dalam bidang studi dari luar (dosen atau guru lain yang berpengalaman). Kegiatan 6: Kegiatan 5: Kegiatan 5: PENJELASAN EVALUASI/REFLE MENYUSUN TUGAS KSI DIRI RANGKUMAN Para peserta diminta Menuliskan hasil • Para peserta menulis mencari dan membaca refleksi diri tentang rangkuman bahan bacaan tentang pemahaman Lesson pemahamannya lesson study lain Study. APA. (c) memilih unit pembelajaran dan tujuan yang disepakati. Menurut Walker (2005) Lesson study adalah suatu metode pengembangan profesional guru. E. menyusun komitmen waktu khusus. Tahap 3: Merencanakan rencana pembelajaran (Research Lesson). Bahan Bacaan Untuk membantu memahami konsep dan prinsip lesson study secara garis besar dapat menggunakan atau baca artikel tentang lesson study berikut ini. mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. yang antara lain berupa kegiatan merekrut anggota kelompok. MENGAPA DAN BAGAIMANA LESSON STUDY A. baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Tahap 2: Memfokuskan lesson study. mengembangankan petunjuk pembelajaran. B. Pengertian Lesson study Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran (Garfield. prinsip ada yang mengetahui pelaksanaan atau melaksanakan lesson study lesson study. Lewis (2002) menyarankan ada enam tahapan dalam awal mengimplementasikan lesson study di sekolah. tentang lesson study untuk memperdalam • Rangkuman dapat dan memperluas ditulis dalam bentuk wawasan skema atau peta konsep 8 9. yakni: (a) menyepakati tema penelitian (research theme) tujuan jangka panjang bagi murid. banyak dimuat dalam berbagai website maupun blog. Secara lebih operasional lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar dalam rangka meningkatkan profesio.  masih terbatas buku-buku tentang lesson study yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. dengan tiga kegiatan antara utama. Tahap 4: Melaksanakan . yang meliputi kegiatan melakukan pengkajian pembelajaran yang telah ada. menyusun jadwal pertemuan. Langkah Kegiatan Belajar Untuk mempelajari tentang konsep dan prinsip lesson study dapat dilakukan secara berkelompok di KKG atau secara individual dan mandiri. Menurut Lewis (2002) ide yang terkandung didalam lesson study sebenarnya singkat dan sederhana. refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus. yakni jika seorang guru ingin meningkatkan pembelajaran. (b) memilih cakupan materi. Langkah-langkah Pelaksanaan Lesson study Dalam praktiknya ada beberapa variasi atau penyesuian cara melakasanakan lesson study. Kegiatan 1: Kegiatan 2: Kegiatan 3: PENDAHULUAN KAJI BAHAN DISKUSI Fasilitator/Guru BACAAN • Guru Pemandu Pemandu menggali Para peserta memimpin diskusi pengeahuan awal guru KKG/MGMP • Peserta mengikuti dalam bidang lesson membaca bahan diskusi tentang study. Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran. Jika dilakukan secara berkolompok di KKG maka ikutilah langkah berikut. Artikel-artikel tentang lesson study. Tahap 1: Membentuk kelompok lesson study. Apakah di bacaan/sumber dan pengertian dan antara para guru sudah diresapi. D. dan menyetujui aturan kelompok. 2006).

Perencanaan yang baik tidak dapat dilakukan secara sendirian. aspek pedagogis. Richardson (2006) menuliskan ada tujuh tahap atau langkah yang termasuk dalam lesson study. apakah akan mengujicobakan di kelas masing. Tahap 4: Persiapan untuk observasi. yakni: Tahap 1: membentuk sebuah tim lesson study. PERENCANAAN PELAKSANAAN REFLEKSI (PLAN) (DO) (SEE) . kegiatan yang rumit dan sulit dilakukan. Masih ada beberapa variasi lagi tahapan lesson study yang dikemukan oleh beberapa ahli. Diskusi dan analisis sebaiknya mencakup butir-butir: refleksi oleh instruktur. Apakah berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pembelajaran ini menjadi lebih baik?. Gambar 1: Daur Lesson study yang Terorientasi pada Praktik (Saito. ucapan terima kasih. dan anggota kelompok sudah puas dengan tujuan-tujuan lesson study dan cara kerja kelompok? Sementara itu. Pada tahap ini beberapa pendidik dapat berkolaborasi untuk memperkaya ide terkait dengan rancangan pembelajaran yang akan diha. UNY dan UM) pada akhir Tahun 2004. diskusi umum. Tahap 7: Melakukan refleksi dan merencanakan tahap selanjutnya. baik dalam aspek pengorganisasian bahan ajar. Tahap 2: Memfokuskan lesson study Tahap 3: Merencanakan rencana pelmbelajaran (Study Lesson). Pada tahap ini anggota kelompok diharapkan berpikir 10 11.  pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi). Gambar 1: Guru-guru di MGMP Sains .Penyiapan alat-alat rekan sejawat. (2) Pelaksanaan (Do). Pada tahap ini juga ditetapkan prosedur pengamatan termasuk instrumen yang diperlukan. tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. implementasi lesson study di Indonesia yang dimulai saat para tenaga ahli Jepang dalam Program IMSTEP JICA mengenalkan lesson study di tiga universitas (UPI. Tahap 5: Melaksanakan pengajaran dan observasinya. yang telah dilaksanakan.Penggalian akademik Pelaksanaan Refleksi dengan . presentasi dan diskusi data dari hasil observasi pembelajaran. dan Refleksi (See). informasi latar belakang anggota kelompok. yakni: (1) Perencanaan (Plan).masing?. Dalam tahap awal pengenalan lesson study tersebut Saito (2005) mengenalkan ada tiga tahap utama lesson study. Sementara itu. Kegiatan utama yang dilakukan dalam masingmasing tahapan tersebut dapat dilihat pada Bagan 1 berikut ini. Dalam hal ini pembelajaran dilakukan oleh salah seorang guru anggota kelompok dan anggota yang lain menjadi observer. Tahap 5: Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran. Sebelum ditetapkan sebagai hasil final.silkan. Penyederhanaan menjadi tiga tahap saja dilakukan dengan pertimbangan untuk memudahkan praktiknya dan menghilangkan kesan bahwa lesson study sebagai suatu 11 12. 2005) Tahap perencanaan (Plan) bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajaran yang diyakini mampu membelajarkan peserta didik secara efektif serta membangkitkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran. Ketiga tahapan tersebut dilakukan secara berulang dan terus-menerus (siklus). semua komponen yang tertuang dalam rancangan pembelajaran dicobaterapkan (disimulasikan).Perencanaan Pembelajaran rekan sejawat pembelajaran Pengamatan oleh . komentar dari ahli luar. Tahap 6: Melaksanakan tanya-jawab/diskusi pembelajaran. seperti Robinson (2006) yang mengusulkan delapan tahap berdasarkan pada jumlah pertemuan yang diperlukan dalam pelaksanaan lesson study dalam implementasinya di “Israeli Midle School Teachers”. Observer tidak diperkenankan melakukan introduksi terhadap jalannya pembelajaran baik kepada guru maupun siswa. maupun aspek penyiapan alat bantu pembelajaran. Tahap 6: Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya.

pengamat tidak boleh mengganggu atau mengintervensi kegiatan pembela. Gambar 2: Guru SMPN 2 Gempol di Kabupaten Pasuruan sedang melakukan open class pelajaran matematika (kiri) dan Guru SD Hamonogo-Cigasaki Jepang sedang melakukan open class pelajaran seni musik.13 14. yakni: (1) membawa tujuan standard pendidikan ke alam nyata di dalam kelas. Kritik dan saran disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti guru demi perbaikan. Kehadiran pengamat di dalam ruang kelas di samping mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung. Kesempatan berikutnya diberikan kepada anggota kelompok perencana yang dalam tahap do bertindak sebagai pengamat. Selama pembelajaran berlangsung. Perry dan Murata (2006) telah mengembangkan tabel atau bagan untuk menjelaskan tentang mekanisme lesson study dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (Lihat Bagan 2). Tahap pelaksanaan (Do) dimaksudkan untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya. Fokus pengamatan diarahkan pada aktivitas belajar peserta didik dengan berpedoman pada prosedur dan intrumen pengamatan yang telah disepakati pada tahap perencanaan. bukan untuk mengevaluasi penampilan guru (dosen) yang sedang bertugas mengajar. C. kesan dalam melaksanakan pembelajaran.   SMP Kabupaten Pasuruan sedang melakukan perencanaan pembelajaran secara kolaboratif 12 13.jaran. (3) mentargetkan pencapaian 14 15. Selanjutnya pengamat dari luar diminta menyampaikan komentar dan lesson learned dari pembelajaran terutama berkenaan dengan aktivitas peserta didik. Pengamat lainnya (selain anggota kelompok perencana) juga dapat bertindak sebagai observer. Salah satu anggota (guru/dosen) bertindak sebagai ”guru model” sedangkan yang lain bertindak sebagai pengamat (observer). Berdasarkan masukan dari diskusi ini dapat dirancang kembali pembelajaran berikutnya yang lebih baik. Gambar 3: Guru MGMP Matematika Kabupaten Nganjuk sedang melakukan refleksi (kiri) dan Guru SMP Motoyoshiwara – Fuji . Sebaliknya. Proses tersebut berpotensi untuk mengubah sekolah menjadi tempat di mana . tetapi juga terhadap peningkatan sistem pendidikan yang lebih luas. (4) menciptakan tuntutan mendasar perlu peningkatan pembelajaran. Tahap refleksi (See) dimaksudkan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan pelaksananaan pembelajaran. Pengamat juga dapat melakukan perekaman kegiatan pembelajaran melalui video camera atau foto digital untuk keperluan dokumentasi dan atau bahan diskusi pada tahap berikutnya. atau bahkan untuk kegiatan penelitian.Jepang sedang melakukan refleksi setelah open class matematika. Sementara Stepanek (2003) menjelaskan bahwa lesson study dapat membantu para guru untuk melihat kelas atau pembelajarannya melalui “kacamata” penelitian. berbagai kualitas siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. Lewis (2002) menguraikan ada lima jalur yang dapat ditempuh lesson study. dan (5) menjunjung tinggi nilai guru. pihak yang dikritik harus dapat menerima masukan dari pengamat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Alasan Digunakannya Lesson study Mengapa menggunakan lesson study dan bagaimana lesson study dapat membawa pada perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan secara lebih luas? Menurut Lewis (2002) di Jepang lesson study tidak hanya memberikan sumbangan terhadap pengetahuan keprofesionalan guru. Lewis. (2) menggalakkan perbaikan dengan dasar data. Guru atau dosen yang telah bertugas sebagai pengajar mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan.

2005. dan diskusi.Hubungan kekolegaan yang dapat saling membantu selanjutnya. dan penguasaan materi pelajaran. Motivasi guru ini tumbuh karena adanya kerjasama yang positif. Bukti lain yang menunjukkan keunggulan dari lesson study dilaporkan oleh Sumarna (2006) bahwa pelaksanaan lesson study berbasis sekolah membawa manfaat a. Saito. Komitmen-Komunitas Guru: dan menggunakan implikasi . dan menyenangkan. akademis.Hubungan antara praktek pembelajaran harian • Menunjukkan dan mendiskusikan dengan tujuan jangka panjang data dari penelitian pengajaran. et al. 2006a). 2) Adanya persiapan pembelajaran yang lebih baik dari guru biologi. Perry. Saito. 2. dan 3) Guru biologi menjadi terdorong untuk belajar lebih banyak dalam hal materi. . ditandai dengan peningkatan hasil biologi siswa. 2005. 2006.Rencana pembelajaran yang menyatakan dan mempromosikan kemampuan berpikir siswa . dan Ibrohim. Hasil studi tentang kegiatan piloting pembelajaran MIPA dan lesson study selama masa implementasi program tindak lanjut IMSTEP 2004-2005 memaparkan adanya perubahan dalam praktik pengajaran matematika dan sains di Indonesia setelah dimulainya lesson study.muridnya. Pengetahuan Guru: penelitian pembelajaran (research . Perubahan tersebut adalah: (1) perubahan dalam pemantapan dasar akademik pembelajaran. 15 16. et al. komunikatif. pemilihan strategi dan penggunaan model .Rasa akuntabilitas untuk penilaian masyarakat 3. 2006 10 17. PERUBAHAN INTERVENING CIRI-CIRI YANG TAMPAK DARI PERKIRAAN 1 LESSON STUDY LESSON STUDY MENINGKATKAN RENCANA. 2006). Bahkan Stepanek juga mengatakan bahwa peta pendidikan berubah secara signifikan ia menuliskan lesson study pertama kali dalam Jurnal Northwest Teacher di Northwest-US. (2) perubahan dalam struktur pembelajaran. Sumber-Sumber Pembelajaran: . dan kolaboratif di antara guru dalam kelompok MGMP sekolah.l: 1) Guru biologi menjadi termotivasi dan bangkit untuk membuat inovasi dalam pembelajarannya sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. akibat dari jalinan antara guru dengan dosen-dosen dari universitas.Alatalat yang mendukung pembelajaran kesejawatan selama lesson study Gambar 2: Bagaimana Lesson study Menghasilkan Peningkatan Pengajaran: Dua Perkiraan (Lewis. Di samping itu guru biologi menjadi lebih inovatif dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.Pengetahuan tentang materi ajar PENINGKATAN lesson) Pengetahuan tentang pengajaran PENGAJARAN • Mengumpulkan data selama Kemampuan untuk mengobervasi murid penelitian pembelajaran . ditunjukkan dengan digunakannya eksperimen atau aktivitas fisik/kerja. hasil belajar siswa meningkat. dari 72% siswa yang mendapatkan nilai di atas 60 menjadi 97% siswa (Sulasmi dan Rahayu. and Murata. Saito.RENCANA PEMBELAJARAN • Mengacu pada tujuan jangka panjang untuk pembelajaran PERKIRAAN 2 murid dan pengembangan LESSON STUDY MENGUATKAN PENINGKATAN • Menstudi kurikulum yang ada dan PEMBELAJARAN DENGAN 3 CARA: standar • Perencanaan dan melakukan 1. baik persiapan mental.  guru dapat meneliti dan memverifikasi apa yang dikerjakan untuk murid. Hasil monitoring dan evaluasi kegiatan piloting dan lesson study dalam pembelajaran biologi di sekolah menengah Kota Malang menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan keprofesionalan guru serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran biologi. Di samping itu. dan (3) perubahan reaksi siswa selama dalam proses pembelajaran (Saito. sinergis.Motivasi untuk meningkat/maju (perbaikannya) untuk pengajaran . Harun. administrasi.

(2) mengoptimalkan hak belajar siswa dalam kelas. Serangkaian kegiatan. Rencana pembelajaran disusun sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran yang diobservasi atau biasa disebut dengan open class atau open lesson. Pada prinsipnya. Hal ini secara nyata telah menghasilkan dampak sosiologis yang sangat positif. Kolegialitas antarpendidik dapat terbina dengan baik. Selain lesson study juga meningkatkan keterbukaan dan dalam mengobservasi dan mengkritisi pembelajaran. tidak ada pendidik yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. melalui serangkaian kegiatan dalam rangka lesson study ini terbentuk atmosfer akademik yang kondusif bagi terciptanya mutual learning (saling belajar). khususnya yang merasa kurang mampu. BAGIAN III MERANCANG PEMBELAJARAN DALAM LESSON STUDY A. Hal ini penting agar masing-masing guru. 2. mulai dari tahap plan sampai see. Mereka juga berbagi pengalaman dan saling belajar. Dengan demikian lesson study sangat potensial untuk membangun learning community. mulai dari penguasaan materi ajar. kemampuan guru menyusun model pembelajaran dan keakuratan pengelolaan waktu untuk pengajaran. Selain itu kegiatan lesson study juga telah mengindikasi dapat menyebabkan peningkatan kompetensi guru MIPA. Ini adalah bagian dari esensi dari lesson study. dan (3) peran pengawas sebagai seorang observer lebih teraktualisasi. Jelaskan. mengobservasi pembelajaran dan merefleksikannya. 2008) menunjukkan hasil-hasil sebagai berikut: (1) lesson study yang diterapkan di Kabupaten Sumedang telah mampu mengoptimalkan guru dalam melaksanakan tugas dalam pembelajaran. melaksanakan. Hasil penelitian seorang pengawas sekolah di Sumedang (Kusdijantono. dapat saling belajar dengan yang lain. Pengantar Sebagaimana di jelaskan dalam bagian sebelum. apa sesungguhnya yang dimaksud dengan lesson study secara praktis? 3. Setelah itu cobalah untuk meminta teman memeriksa jawaban tersebut.   pembelajaran yang tepat demi kesuksesan pembelajarannya. Oleh karena itu sebelum menyusun skenario pembelajaran. Jelaskan apa pentingnya lesson study dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru atau pendidik! 14 20. dilakukan secara kolaboratif. Kegiatan merancang pembelajaran sebaiknya dilakukan secara kolaboratif dalam kelompok kerja (KKG). EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan sistematis berdasarkan pemahaman Saudara. semua orang yang terlibat dalam lesson study harus memperoleh lesson learned. Rencana pembelajaran atau secara lebih spesifik disebut skenario pembelajaran yang akan digunakan oleh guru model disusun berdasarkan pertimbangan kondisi dan situasi kelas atau siswa yang akan dibelajarkan. 1. Hal ini penting agar rencana pembelajaran yang disusun dapat dilaksanakan secara efesien dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. kemampuan mempersiapkan. Jelaskan pengertian lesson study secara konseptual! 13 19. bahwa tahap pertama pelaksanaan lesson study adalah merancang pembelajaran. Liliasari (2008) menjelaskan bahwa Lesson study telah meningkatkan 12 18. Sebutkan prinsip penting dalam lesson study! 4. yakni kolaboratif dan kolegialitas. Berapa persen Saudara dapat mejawab pertanyaanpertanyaan tersebut. Dengan demikian. sebaiknya calon guru model memaparkan secara terbuka situasi dan kondisi siswanya dan fasilitas-fasilitas pendukung kegiatan belajar. Modul ini akan memberikan arahan secara ringkas cara menyusun rencana pembelajaran untuk persiapan pelaksanaan . F. Sebutkan tahap-tahap dalam melaksanakan lesson study! 5. Menurut Ibrohim (2008) kegiatan lesson study dalam Program SISTTEMS telah meningkatkan keefektivan dan intensitas kegiatan MGMP MIPA di Kabupaten Pasuruan.

Jika kegiatan lesson study dilakukan secara berkala dan berkelanjutan maka diharapkan akan dapat meningkatkan keprofesionalan secara bertahap. Bahan. Jika dilakukan secara berkolompok di KKG maka ikutilah langkah berikut ini. Hal ini dapat terjadi karena dalam kegiatan lesson selalu terjadi kolaborasi dan sharing mulai dari tahap perencanaan . 2. untuk mengetik RPP dan perangkat lainnya) D. RASIONAL Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui peng. Silabus 3. Komputer/Laptop (jika ada. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan).   open class atau pembelajaran yang diobservasi. lesson study bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran. Buku rujukan lain yang dianggap perlu 5. Bahan Bacaan Untuk membantu memahami rambu-rambu secara garis besar penyusunan rencana pembelajaran (lesson plan) untuk kegiatan lesson study atau khususnya open class dapat mempelajari artikel/penjelasan berikut ini.kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegalitas dan mutual learning. Lesson study merupakan salah satu wujud pengembangan komunitas belajar (learning community). 3.pendekatan/metode/ guru tentang rencana bacaan/sumber dan model/strategi pembelajaran yang diresapi. cocok. RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN (LESSON PLAN ) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY A. 15 21. 6. Alat dan Sumber Belajar Bahan dan sumber belajar yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini antara lain: 1. Secara singkat. B. Pengkajian pembelajaran yang 17 23. Menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran yang baik. Tujuan Tujuan yang diharapkan dapat dicapai setelah mempelajari bagian ini adalah para guru dapat: 1. Menyebutkan langkah-langkah penyusunan rencana pembelajaran untuk open class dalam lesson study. telah dirancang secara kolaboratif atau individual oleh guru/dosen model dimaksudkan untuk mengases dan mengevaluasi efektivitas dan efesiensi pembelajaran. . Kegiatan 3: Kegiatan 1: Kegiatan 2: DISKUSI PENDAHULUAN KAJI BAHAN • Guru Pemandu Fasilitator/Guru BACAAN memimpin diskusi untuk: Pemandu menggali Para peserta KKG . do (melaksanakan).pemilihan topik pengeahuan awal membaca bahan . Menyusun rencana pembelajaran yang operasional untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. pembelajaran yang baik. C. Alat atau media pembelajaran yang mendukung rencana pembelajaran.langkah pembelajaran • Salah anggota menulis putusan/kesepakatan hasil diskusi 16 22. Buku ajar (Paket) 4. Dokumen Lampiran Permen Diknas 23 Tahun 2006 (Standar Kompetensi) 2. dan see (merefleksikan) yang secara bersiklus dan berkelanjutan. Kegiatan 6: Kegiatan 5: Kegiatan 4: EVALUASI/REFLEKS PRESENTASI MENYUSUN I DIRI SKENARIO RENCANA Para peserta diminta • Setelah RPP dibuat PEMBELAJARAN menuliskan refleksi dilanjutkan (RPP) DAN diri berdasarkan presentasi skenario PERANGKATNYA pengalamannya pembelajaran oleh • Berdasarkan hasil menyusun RPP guru model. Langkah Kegiatan Belajar Untuk mempelajari tentang konsep dan prinsip lesson study dapat dilakukan secara berkelompok di KKG atau secara individual dan mandiri. diskusi peserta bersama untuk topik • Peserta lain menuliskan rencana tersebut menyimak dan dalam format RPP memberikan • Menyusun atau masukan jika masih menyiapkan perlu perangkat pembelajaran. khususnya yang terkait dengan kompetensi profesional dan pedagogis. 4.Skenario/ langkah. Menjelaskan pentingnya penyusunan rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan open class. E.

analitis. Lembar Kerja Siswa LKS dibuat sedemikian rupa agar dapat menjadi pendaun kerja/belajar siswa. kreatif dan menemukan atau memahami konsep-konsep yang dipelajari. Sesungguhnya inti dari kegiatan lesson study adalah apabila guru atau dosen mau membuka kelas (pembelajaran) untuk diamati oleh sejawat atau komponen stakeholders pendidikan yang lainnya. B. atau guru inti maka 18 24. seperti: dosen. ketersedian sarana dan prasarana pendukung dan media. kepala sekolah. mulai dari tahap awal (apersepsi dan motivasi). Langkah penyusunan rencana pembelajaran tersebut antara lain dapat diuraikan sebagai berikut. LKS yang diharapkan adalah LKS yang menuntut kemampuan siswa berpikir kritis. Jika ada pendamping dari pihak yang lebih berkompeten. dan silabus yang telah disusun sebelumnya oleh sekolah/guru. dan penutup (pemantapan. d. Selain itu untuk pelaksaan obervasi dan refleksi diperlukan beberapa kelengkapan lainnya. sampai refleksi dan revisi rencana pembelajaran. Penetapan indikator dan tujuan pembelajaran untuk topik yang dipilih. Mengkaji standar kompetensi. Penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) RPP disusun oleh guru-guru di KKG di bawah koordinasi guru fasilitator /pemandu. langkah-langkah kegiatan ini. LANGKAHLANGKAH PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Dalam praktik pelaksanaan lesson study yang dikembangkan oleh Program SISTTEM (2006 -2008). dan PELITA (2009-2012) bersama JICA wujud dari lesson plan yang disusun oleh guru di MGMP antara lain berupa RPP dan perangkat pembelajaran lainnya. diharapkan hasilnya lebih baik. Untuk melaksanakan open lesson diperlukan persiapan. Penetapan pendekatan/motode dan startegi pembelajaran Pemilihan metode dan strategi pembelajaran didasarkan pada karakteristik materi ajar. serta masalah-masalah pembelajaran yang sering dihadapi oleh guru pada pembelajaran topik tersebut berdasarkan pengalaman sebelumnya. Penyusunan skenario pembelajaran Setelah ditetapkan metode dan strategi pembelajaran selanjutkan akan disusun langkah-langkah pembelajaran. kompetensi dasar. Menganalisis isi kurikulum atau silabus. b. Pemilihan topik pembelajaran Pemilihan topik didasarkan atas pertimbangan tingkat kesulitan materi ajar atau kesulitan untuk mengajarkannya (membelajarkan). instrumen asesmen dan evaluasi. pelaksanaan pembelajaran yang diobservasi (open lesson/open class). Penulisan RPP sesuai format yang tetapkan atau disepakati. f. Dalam menyusun LKS . khususnya dalam penyusunan rencana pembelajaran (lesson plan). 1. tingkat kemampuan berpikir siswa (karakteristik siswa yang akan diajar). Dalam modul singkat ini akan diuraikan rambu-rambu dalam mempersiapkan pelaksanaan open lesson. kemudian direfleksi. c. Penyusunan Perangkat Pendukung Pembelajaran Perangkat-perangkat pendukung yang umumnya dibuat untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran antara lain berupa: LKS (jika diperlukan). 19 25. sebaiknya isi LKS tidak hanya menuntut siswa mengisi titik-titik atau isian singkat yang bersifat informatif belaka. dan media pembelajaran. e. 2. a. Jika mungkin upayakan LKS berisi-kasus yang harus dipecahkan siswa melalui diskusi dalam . atau berdasarkan urutan materi yang telah dituangkan dalam Program Semester (Promes) dan silabus. pengawas sekolah. bahan ajar (bacaan).  pembelajaran. Tahap-tahap penyusunan RPP dalam tahap perencaan pembelajaran (plan) antara lain: a. aplikasi). Semua tahapan pelaksanaan penyusunan RPP dari mulai memilih topik sampai penyusunan skenario pembelajaran dilakukan dalam bentuk diskusi yang dipimpin oleh fasilitator atau guru pemandu. konsulidasi. yakni menyusun rencana pembelajaran (lesson plan) dengan perangkat-perangkat lainnya.

jika pertanyaan dalam LKS terlau sederhana dan bisa diisi siswa tanpa harus kerja kelompok. maka sebaiknya juga menyusun atau menyediakan bahan bacaan yang ditulis oleh guru untuk menjadi sumber belajar siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa alat/media dalam kondisi siap pakai dan akan menghasilkan data hasil amatan atau percobaan yang memadai dan akurat. F. Media Media pembelajaran alat bantu belajar yang mengandung pesan konsep yang akan dipelajari siswa. Sedapat mungkin guru mengupayakan adanya media belajar yang mendukung agar mempermudah memahami konsep. Lengkapi rencana pembelajaran tersebut dengan perangkat pembelajaran pendukung yang diperlukan. yang umumnya guru menyebab dengan tes evaluasi. Sementara itu. Bahan bacaan dapat diambil dari buku sumber/buku paket. EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan sistematis berdasarkan pemahaman Saudara. c. Semua kegiatan tersebut dilakukan dalam forum diskusi dan bekerja di dalam forum pertemuan KKG/MGMP. Sebab. maka siswa akan cenderung bekerja individual. ensiklopedi atau sumber lainnya yang relevan.  kelompoknya atau berupa arahan melakukan percobaan/praktikum. 1. Instrumen Asesmen atau Evaluasi Dalam pembelajaran sangat dianjurkan guru atau observer melakukan asesmen terhadap proses dan hasil belajar siswa. 22 . atau afektif. Jika memungkinkan disarankan untuk menggunakan instrumen yang baku atau instrumen yang telah diujicoba (validitas dan reliabilitas). Misalnya. Untuk penggunaan media atau alat yang bersifat rumit maka sebaiknya alat atau media tersebut dicoba dulu bersama pada saat tahap perencanaan tersebut. psikomotorik. Namun demikian sesungguhnya tidak salah seandainya ada calon guru model yang menyusun dan mempersiapkan sendiri lesson plan yang akan dipakai dalam open class. Bahan bacaan Jika buku sumber atau buku paket tidak tersedia. Setelah itu cobalah untuk meminta teman memeriksa jawaban tersebut. Jelaskan pentingnya penyusunan rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan open class! 2. 21 27. d. Berapa persen Saudara dapat menjawab pertanyaanpertanyaan tersebut. aspek afektif dan psikomotorik diperlukan proses pengukuran/pengamatan dengan menggunakan suatu instrumen yang dilengkapi observasi yang dilengkapi 20 26. menggunakan gunting untuk belajar konsep pesawat sederhana atau titik tumpu. dsb. lakukanlah secara sabar sebagai sarana untuk berlatih. pedoman dan rubriknya. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran yang baik! TUGAS Susunlah rencana pembelajaran yang operasional untuk persiapan open class. Tes evaluasi harus benar-benar mengacu atau mengukur tujuan belajar yang telah ditetapkan. majalah. b. Pengukuran terhadap aspek kognitif sudah biasa dilakukan guru dalam bentuk tes tulis atau lisan. terutama yang bersifat abstrak. Jika tidak demikian maka guru harus mengupayakannya. Untuk tugas yang diberikan. Jika hal ini dianggap perlu dan bisa dilakukan sebaiknya instrumennya juga dikelambangkan pada saat perencanaan (plan). jika ia merasa mampu dan/atau waktu kolaborasi yang tidak memungkinkan. baik yang bersifat kognitif. dan mudah diakses/ditemukan oleh siswa. Sebutkan langkah-langkah penyusunan rencana pembelajaran yang lengkap dan operasional! 3. gambar cerobong pabrik dengan asap yang mengepul untuk contoh pencenaran udara. dengan memilih salah satu topik pembelajaran yang akan Anda laksanakan pembelajaran di kelas Saudara. Jika kegiatan belajar dilakuka dalam bentuk kerja kelompok maka harus dipastikan bahwa pertanyaan atau permasalahan yang harus dipecahkan siswa benar-benar menuntut siswa berdiskusi dalam kelompoknya.

Hal ini berarti pula guru harus membantu. melaksanakan observasi pembelajaran secara cermat. tahap pelaksanaan pembelajaran merupakan tahap untuk membuktikan. C. 24 30. 3. Apa yang seharusnya dilakukan oleh guru model dalam melaksanakan pembelajaran (open class) dan apa yang seharusnya dilakukan oleh guru dalam mengamati pembelajaran akan diberikan panduan dalam modul ini. Tujuan Tujuan yang diharapkan dapat dicapai setelah mempelajari bagian ini adalah para guru dapat: 1. Di dalam membantu siswa. yakni nama siswa dan momen lain yang menyertainya. Inilah yang disebut collaborative learning. Yanti bermain-main alat percobaan ketika teman-teman di kelompoknya sedang asyik melakukan pengamatan. Kegiatan 1: Kegiatan 2: Kegiatan 3: PENDAHULUAN PRESENTASI SKENARIO PELAKSANAAN Fasilitator/Guru PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN Pemandu • Jika terjadi perubahan. membimbing siswa agar dapat belajar. kepala sekolah. sebagaimana yang tertuang dalam skenario. • Guru model membagikan foto kopi RPP dan perangkat lainnya. Pengantar Bagian yang sangat penting dari kegiatan lesson study adalah tahap pelaksanaan pembelajaran dan observasi pembelajaran atau biasa disebut open class atau open lesson. melaksanakan pembelajaran (open class) secara efesien dan efektif. Fakta-fakta harus di catat oleh pengamat dengan menyertakan bukti autentik. Sebagai contoh: Adi melamu dan tidak memperhatikan penjelasan guru saat guru mengawali kegiatan belajar. Lembar observasi pembelajaran D. B. kemampuannya masing-masing untuk dapat memahami materi pelajaran atau menemukan konsepnya. apakah rencana pembelajaran yang telah disusun dengan cermat dan mempertimbangkan berbagai aspek pembelajaran dapat menghasil proses pembelajaran yang efektif dengan hasil belajar siswa yang maksimal. dapat menemukan berbagai hal yang terkait dengan aktivitas belajar siswa. Dengan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat oleh guru. menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan open class. dan kemudian berhasil memahami atau menemukan konsepnya? Harus diingat bahwa. sangat diharapkan guru melibatkan siswa lain yang lebih mampu untuk membantu temannya. termasuk lembar observasi Kegiatan 6: Kegiatan 5: Kegiatan 4: MENULISKAN MEMBUAT OBSERVASI PENGALAMAN CATATAN HASIL PEMBELAJARAN BERHARGA OBSERVASI • Observer Setelah . memfasilitasi. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran ini para observer atau pengamat. sehingga dapat menemukan hal-hal menarik dalam aktivitas belajar. pengawas sekolah atau komponen yang lain. melakukan aktivitas fisik dan mental (berpikir). Observer harus melakukan pengamatan secara cermat terhadap setiap langkah aktivitas belajar siswa. BAGIAN IV MELAKSANANAAN PEMBELAJARAN YANG DIOBSERVASI (OPEN LESSON) A. baik bersifat positif (mendukung) atau negatif (tidak mendukung) proses pembelajaran. Alat dan Sumber Belajar Bahan dan sumber belajar yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini antara lain: 1. Bahan. apakah setiap siswa telah belajar secara sungguh-sunguh.   28. di dalam pembelajaran tugas seorang guru adalah melayani hak belajar setiap siswa. RPP dan perangkat pembelajaran pendukung 2. Karena sesungguhnya. Langkah Kegiatan Belajar Untuk dapat melaksanakan pembelajaran di kelas (bagi guru model) dan melakukan pengamatan pembelajaran secara cermat (bagi observer) ikutilah langkah belajar berikut ini.• Guru model menyampaikan perubahan skenario dari melaksanakan rencana kegiatan rencana semula guru pembelajaran open class hari ini. setiap siswa di kelas harus dapat belajar sesuai dengan 23 29. model diharapkan sesuai skenario menyampaikan skenrio secara singkat. Media pembelajaran yang diperlukan 3. yakni anggota KKG. Itu artinya. 2.

Prinsipnya. Keterangan: = siswa putra = siswa putri = observer (posisi observer dapat mendekat ke siswa atau ke tengah kelas saat siswa sedang dalam belajar kelompok) 3. Jika pembelajaran dilaksanakan dalam setting kerja kelompok. Yang pokok. yang antara lain berisi gambar/denah. serta untuk dapat melakukan observasi secara tertib bacalah artikel singkat tentang RAMBU-RAMBU PELAKSANAAN OPEN CLASS rambu-rambu open class dan observasi pembelajaran berikut ini. 2. Oleh karena itu jika siswa dirancang akan melakukan pembelajaran dalam bentuk kerja kelompok. Lesson study bukan . Beberapa rambu-rambu yang harus diperhatikan antara lain: 1. Namun karena pembelajaran dalam konteks open class ada pengamatan dan refleksi maka diperlukan perangkat dan pengaturan khusus dalam pelaksanaan pembelajaran. 1. 26 32. 2. Perangkat pendukung kegiatan open class atara lain berupa denah tempat duduk siswa/mahasiswa. Secara prinsip tidak ada beda antara pembelajaran rutin dengan pembelajaran dalam konteks open class. Setting Kelas Dalam kegiatan open class hadir sejumlah pengamat (observer). Ruang kelas yang dipakai harus disesuaikan dengan jumlah observer yang akan hadir atau sebaliknya jumlah observer dibatasi sesuai dengan ukuran kelas dan jumlah siswa. Yang menjadi pertimbangan adalah ketersediaan ruang (space) kelas yang sesuai untuk sejumlah pengamat. observer memiliki ruang untuk berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain untuk mendekat ke siswa yang sedang dalam fokus pengamatannya dengan tanpa menganggu siswa atau guru. Walaupun sesungguhnya apa yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan belajar terkait dengan langkah-langkah yang dilakukan guru dalam mengajar. agar dapat mengamati dan mendengarkan dengan jelas apa saja yang dilakukan dan dibicarakan siswa dalam belajar. Bahan Bacaan untuk Fasilitator Untuk mempersiapkan pelakasanaan pembelajaran yang diobservasi (open class). lembar observasi. nomor dan nama siswa. Apakah tingkah laku siswa tersebut terkait atau mendukung efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran? Oleh karena itu ruang kelas harus ditata sedemikian rupa agar proses open class berjalan lancar. bahwa para pengamat dapat mengamati secara leluasa dan dapat mendekat ke siswa. Jumlah observer yang melakukan pengamatan tidak ada ketentuan minimal atau maksimal. Denah tempat duduk siswa Dalam kegiatan observasi pembelajaran para pengamat (observer) harus dapat dengan memudah mengamati fakta/peristiwa belajar yang terjadi dan dengan mudah mengenali setiap siswa. 3. Jumlah siswa dalam kelompok sebaiknya tidak lebih dari 4 orang dengan komposisi yang heterogen dari aspek kemampuan dan gender. dan bukan pada langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru. rambu-rambu observasi dan refleksi.  melakukan • Setelah melakukan melakukan observasi pengamat observasi pengamat pengamatan mengidentifikasi dan menyusun kembali pembelajaran secara menuliskan catatan hasil temuan cermat dan tertib pengalaman berharga tentang aktivitas (Kegiatan observasi yang diperoleh dari belajar siswa yang tentu saja dilakukan observasi menarik untuk diskusi bersamaan dengan pembelajaran bahan refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh guru model) E. maka harus ada ruang bagi dosen dan observer untuk mendekati siswa dan dapat berpindah dari satu kelompok ke kelompok yang lain. perekam kegiatan belajar. 4. Lembar Observasi Pada dasarnya observasi dalam konteks lesson study difokuskan pada aktivitas belajar siswa. DAN OBSERVASI PEMBELAJARAN 25 31. maka sebaiknya ada denah tempat duduk atau kelompok kerja.

5. Rambu-rambu Observasi Bagi para pengamat pembelajaran pemula dalam kegiatan lesson study diperlukan rambu-rambu agar dapat melakukan observasi dengan tepat dan cermat. siswa-siswa antar kelompok... Mengapa siswa tersebut tidak dapat belajar dengan baik? Menurut Anda apa penyebabnya dan bagaimana alternatif solusinya menurut Anda? (disertai alasan.. Oleh karena itu agar observasi terarah pada aspek-aspek yang harus diamati diperlukan lembar observasi. Denah tempat duduk yang dilengkapi dengan nama siswa dibuat dalam selembar kertas untuk diperbanyak dan dibagikan pada seluruh pengamat yang . Perekam Kegiatan Belajar Fakta-fakta atau peristiwa belajar yang menarik dapat direkam dalam bentuk catatan anekdotal atau direkam melalui kamera foto atau video (jika ada). Selain sebagai alat dokumentasi.. dan jika mungkin dasar rujukan yang sesuai) D.. PANDUAN PENGAMATAN PEMBELAJARAN (OBSERVASI) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY A.. analisis yang mendalam.. 4.. Bagaimana usaha guru/dosen dalam mendorong siswa/mahasiswa yang tidak aktif untuk belajar? E. rekaman video atau foto dapat digunakan sebagai bukti otentik yang akan dirunjuk atau dikemukakan pada saat refleksi. LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY Tanggal: . langkah pembelajaran yang dibuat oleh guru dari pada aktivitas dan keberhasilan belajar siswa. ……… A. siswa ... Hal ini perlu ditegaskan mengingat seringkali pada saat refleksi para observer lebih banyak mengomentari bahkan mengkritik langkah.. SEBELUM PENGAMATAN Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan pembelajaran dan pengamatan dimulai....guru..... Siswa/mahasiswa mana yang tidak dapat mengikut kegiatan pembelajaran pada hari ini? (harus didasarkan pada fakta konkrit yang diamati dengan disertai nama siswa) C. Contoh lembar observasi yang pernah digunakan dapat dilihat seperti di bawah ini. 29 35. bagaimana cara mengamati. 28 34. Pengamat dan undangan lainnya hendaknya datang paling lambat 5 menit sebelum pembelajaran dimulai 2... LKS atau perangkat pembelajaran lainnya yang telah diperbanyak untuk para pengamat... Apakah semua siswa/mahasiswa benarbenar telah belajar tentang topik pembelajaran hari ini? Bagaimana proses mereka relajar? (disertai fakta konkrit dan alasannya) B.. Kedatangan tamu di sekolah hendaknya tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa di kelas masing-masing.. Guru Model/ Kelas /Sekolah: ____________________ / _________ / ___________ Nama Observer : _______________ Jabatan: Guru / KS / Pengawas / Dosen / . siswa – lingkungan.. .. Pelajaran berharga apa yang dapat Anda petik dari pengamatan pembelajaran hari ini? Catatan: Aspek-aspek lain yang dapat dicermati oleh observer antara lain: interaksi antar siswa-siswa dalam satu kelompok. Pada dasarnya lembar observasi yang pernah digunakan dalam kegiatan lesson study dipergunakan oleh para guru atau observer yang sedang dalam proses belajar mengamati pembelajaran..   microteaching atau peer teaching. Jika memungkinkan setiap peserta lesson study memperoleh RPP..27 33. Dalam rambu-rambu observasi akan dijelaskan antara lain tentang: dimana sebaiknya posisi observer pada saat mengamati kelas.. siswa .. 1. Denah tempat duduk siswa dan nomor atau nama siswa perlu disiapkan untuk mempermudah proses pengamatan.media/sumber belajar.. 4.. Karena itu tamu hendaknya tenang. Namun demikian perekaman tidak menjadi suatu keharusan. Siapkan lembar observasi atau buku catatan dan pena. Hal ini dilakukan agar pengamatan lebih terarah. bila berbicara jangan menimbulkan kebisingan di sekolah 3.. Namun ketika sudah terampil atau mahir dalam observasi cukup menggunakan buku catatan kosong sebagai alat perekam.

Semua peserta segera memasuki kelas dengan tertib pada waktu yang ditentukan. 7. pelaksanaan dan refleksi. Jika fenomena 31 37. setel ke profile silent (bisu) atau getar supaya nada panggil tidak berbunyi. 11. menenangkan siswa. Kilatan lampu kamera dapat mengganggu atau menghentikan konsentrasi belajar siswa. katakan agar siswa bertanya langsung pada guru. Pada awalnya. pengamat dapat mengamati beberapa kelompok lain sehingga dapat mengetahui atmosfir kelas secara keseluruhan. minum. 30 36. Ingat. Tidak membantu siswa dalam proses pembelajaran. 4. 8. Usahakan untuk tidak membawa makanan dan tidak merokok di dalam ruangan/kelas. 13. keluar masuk ruangan. Segera menempati posisi sedemikian sehingga dapat memperhatikan perubahan wajah dan gerak-gerik siswa ketika belajar. 5. Kelak jika sudah lebih dari 5 kali pengamatan. karena itu hanya gurulah yang berhak melakukan secara intensif mulai dari perencanaan. Jika menggunakan kamera untuk mengambil gambar kegiatan belajar (guru/siswa) lampu kilat (flash) hendaknya dimatikan. Di kedua tahapan (observasi dan refleksi) itu kita dapat belajar bagaimana . Jika Anda sedang mendekati kelompok atau berada di tengah-tengah kelas. pengawas. dan merokok di dalam ruangan pembelajaran. Agar dapat memahami dan menghayati bagaimana siswa belajar dan permasalahan apa saja yang bersangkutan dengan proses pembelajaran. Pastikan agar pada waktu pengamatan nanti tidak diganggu perasaan ingin buang hajat. 2. Tidak makan. 6. setiap pengamat berlatih mengamati satu kelompok. 12. 7. yang diamati tidak tercantum dalam lembar observasi. Selain mengamati siswa belajar. 9. wakil. Jika Anda membawa HP. PADA WAKTU MENGAMATI PROSES PEMBELAJARAN 1. Tidak mengganggu pandangan guru/siswa selama pembelajaran. dosen perguruan tinggi) ikut secara aktif terutama pada waktu pelaksanaan pembelajaran (obsevasi) dan refleksi. kemudian tiba-tiba guru ingin memberikan arahan secara klasikal maka segeralah menepi agar tidak mengganggu pandangan siswa. Gunakan lembar pengamatan yang tersedia. Biarlah guru melakukan tugasnya secara mandiri dan terbebas dari intervensi siapapun. misalnya mengarahkan pekerjaan siswa. Jika siswa bertanya kepada Anda (sebagai pengamat). B. pengamat juga perlu memperhatikan: a) Teknik pengelolaan kelas yang dibuat oleh guru b) Bagaimana guru mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran? c) Bagaimana guru memanfaatkan media pembelajaran sederhana dari lingkungan? d) Bagaimana upaya guru membuat siswa kreatif? Catatan Penting: Seringkali pejabat beranggapan bahwa kegiatan buka kelas dan refleksi adalah kegiatan guru. Tidak membantu guru dalam proses pembelajaran dalam bentuk apapun. 3. Misalnya ikut membagikan LKS. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Begitu memasuki ruangan semua peserta dan undangan hendaknya tidak lagi berkeinginan keluar masuk kelas. bukan hanya pada guru yang mengajar.  datang. posisi yang ideal adalah di samping kelompok. 6. Pengamat melakukan pengamatan secara penuh sejak awal sampai akhir pembelajaran. maka semua yang berkepentingan dengan pendidikan (kepala sekolah. Juga dihindari kesibukan mengirim sms. Perlu dihindari mengirim atau menerima telepon kecuali untuk hal-hal terpaksa. Tetaplah berada di dalam kelas dan bersiap mengamati siswa belajar. fokuskan pengamatan pada siswa belajar. pengamat dapat menambahkannya. Pimpinan dan Staf Dinas Pendidikan. Posisi yang ideal adalah dihadapan siswa. 10. misalnya berbicara dengan pengamat lain. Pelaksanaan dan refleksi merupakan inti dari SP. Tidak mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. 5. Buang air kecil/besar hendaknya dilakukan sebelum pembelajaran. Namun jika siswa berdiskusi saling berhadapan. dan lain-lain.

Perlu disadari. EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan sistematis berdasarkan pemahaman Saudara. kurang interaktif dan efektif. Setelah pelaksanaan diskusi refleksi guru model dan para pengamat akan mendapatkan pengalaman-pengalaman atau pelajaran berharga yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas masing-masing. Sekiranya pada waktu diskusi refleksi tidak dapat hadir. Dimana sebaiknya pengamat mengambil posisi berdiri agar dapat melakukan pengamatan dengan jelas dan tidak menggangu siswa. Sebutkan rambu-rambu agar dapat melakukan pengamatan pembelajaran secara cermat dan efektif! TUGAS: Lakukan kegiatan ini secara sungguhsungguh sebagai sarana berlatih lesson study.  siswa belajar. 2008) 32 38. 1. efektif dan efisien! 2. Mengapa pengamat tidak boleh intervensi kepada siswa atau guru model? 4. Bagi guru model kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah merevisi rencana pembelajaran berdasarkan masukan-masukan dari refleksi. Berdasarkan pengalaman melaksanakan forum diskusi refleksi pada tahap awal pengembangan lesson study. Pengantar Kegiatan refleksi merupakan bagian yang sangat penting dari lesson study. (Bacaan ini diambil dari Buku Lesson study (Studi Pembelajaran) oleh Istamar Syamsuri dan Ibrohim. Berapa persen Saudara dapat mejawab pertanyaanpertanyaan tersebut. Sebuah pembelajaran yang sudah disusun skenarionya. Bahkan dapat dikatakan keberhasilan sebuah kegiatan lesson study dapat dilihat dari kegiatan refleksinya. Setelah itu cobalah untuk meminta teman memeriksa jawaban tersebut. Lakukan sebuah pembelajaran yang diobservasi pada mata pelajaran yang Anda ampu! Mintalah teman sejawat atau anggota KKG sebagai pengamat! Catat hasilnya dan laporkan pengalaman tersebut dalam pertemuan KKG berikutnya. Jelaskan mengapa open class tidak sama dengan peer teaching atau microteaching! 5. Hasil revisi rencana pembelajaran dapat dipergunakan untuk pembelajaran di kelas paralel yang lain atau untuk pembelajaran tahun berikutnya. Jika ada kegiatan open class di sekolah atau di KKG ikutilah dan jadilah observer yang baik. Temuan-temuan tersebut akan menjadi bahan diskusi refleksi. BAGIAN V MELAKUKAN DISKUSI REFLEKSI A. 2. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan open class agar kegiatan berjalan lancar. Diskusi dipimpin oleh seorang moderator dan dilakukan secara interaktif. bahwa tidak ada pembelajaran yang sempurna. pengamat dapat menyerahkan catatan refleksinya untuk dibacakan moderator. Oleh karena itu tentu banyak hal menarik dalam kegiatan belajar yang dapat ditemukan dan dicatat oleh pengamat. Kegiatan refleksi dalam lesson study dilakukan dalam bentuk diskusi. Di kedua tahapan itu kita juga dapat menjadi peneliti dengan jalan mengamati dan menganalisis. Kekurangan yang terjadi di sana sini atau tidak sesuai dengan skenario merupakan hal yang harus disadari. yang kemudian menyampaikan secara lisan pada waktu diskusi refleksi. Karena sesungguhnya kelas (pembelajaran) merupakan sesuatu yang dinamis. Pengamat yang satu kurang peduli dengan komentar pengamat lainnya. 1. Akibatnya kegiatan diskusi kurang efektif dalam menemukan masalah-masalah pembelajaran dan mencari pemecahannya. faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan apa saja yang diperlukan siswa dalam belajar. F. Catat semua temuan yang ada peroleh dari hasil pengamatan kegiatan belajar siswa! 33 39. diskusi refleksi terkesan monotone. Setiap observer terkesan hanya melaporkan temuan-temuannya tanpa disertai analisis yang mendalam dan alternatif solusi yang ditawarkan. dapat berhasil dilaksanakan di kelas atau sebaliknya tidak sepenuhnya berhasil. 3. Demikian juga para 34 .

Papan tulis atau whitebord 6. 2. Melaksanakan kegiatan diskusi refleksi yang interaktif dan efektif.   40. Oleh karena bagi yang baru belajar diperlukan rambu-rambu agar diskusi berjalan lancar. Catatan hasil observasi 2. tentu saja dengan modifikasi-modifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi kelas. D. Bahan. Langkah Kegiatan Belajar Untuk dapat belajar dan berlatih memahami dan melaksanakan diskusi refleksi dalam kegiatan lesson study ikutilah langkah belajar berikut ini. Alat dan Sumber Belajar Untuk dapat melakasanakan kegiatan belajar atau berlatih memahami dan melaksanakan refleksi dalam lesson study perlu dipersiapkan bahan-bahan berikut ini. Namun demikian. Menjelaskan pentingnya kegiatan refleksi dalam lesson study. Tujuan Tujuan yang diharapkan dapat dicapai setelah mempelajari bagian ini adalah para guru dapat: 1. Kegiatan 3: Kegiatan 1: Kegiatan 2: PELAKSANAAN DISKUSI PENDAHULUA REFLEKSI PENJELASAN N • Guru pemandu RAMBU-RAMBU Fasilitator/Guru REFLEKSI memimpin diskusi Pemandu refleksi (sebagai • Guru pemandu/ menjelaskan moderator) fasilitator menjelaskan rencana kegiatan rambu-rambu dan • Guru model belajar diskusi langkah-langkah menyampaikan refleksi refleksi diskusi refleksi diri dari kegiatan pembelajaran yang • Memilih salah satu dilakukan peserta menjadi notulis diskusi • Peserta menyampaikan komentar berdasarkan hasil pengamatannya dan juga diharapkan menganggapi komentar pengamat yang lain Kegiatan 5: Kegiatan 4: MERENCANAKAN REFLEKSI DIRI DAN MELAKUKAN PENGALAMAN TINDAK LANJUT DISKUSI REFLEKSI • Guru model merevisi • Setiap peserta lesson rencana pembelajaran (jika study diharapkan diperlukan) menuliskan refleksi • Pengamat memanfaat diri berdasarkan rencana pembelajaran pengalaman untuk di kelasnya dengan mengikuti kegiatan melakukan penyesuaian. Rekaman kegiatan pembelajaran atau foto2 kegiatan belajar (jika tersedia) 35 41. Ruang diskusi yang tempat diduduknya disusun dalam bentuk melingkar atau leter U sehingga semua pengamat dapat saling memperhatikan. • Merencanakan kegiatan khususnya tahap lesson study untuk waktu observasi dan refleksi selanjutnya 36 42. Komentar yang disampaikan dalam forum diskusi refleksi tidak hanya berupa kegiatan mengorek kekurangan guru atau kritik dan kemudian berlomba memberikan saran. Menjelaskan rambu-rambu pelaksanaan refleksi yang interaktif dan efektif. E. lesson study. Melakukan tindak lajut berdasarkan hasil refleksi. interaktif dan efektif. Rambu-rambu refleksi (panduan diskusi refleksi) 3. pengamat juga dapat memanfaatkan rencana pembelajaran tersebut di kelasnya. selain rencana pembelajaran yang telah digunakan dalam open class masih banyak pengalaman berharga lain yang dapat dipetik oleh setiap guru atau pengamat untuk memperbaiki pembelajaran di kelasnya atau menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pendidikan di daerahnya. Komentar dalam refleksi harus berupa penyampaian temuan fakta atau fenomena belajar siswa yang menarik (positif atau negatif) yang disertai analisis mendalam penyebab dan alternatif solusi untuk pemecahan masalahnya. C. Catatan untuk hasil diskusi 4. B. Karena kegiatan refleksi berkaitan dengan keterampilan berbicara dan berdiskusi secara santun namun berarti. Untuk berlatih melakukan diskusi refleksi dan menghindari terjadinya diskusi refleksi yang monoton. 3. 5. 1. Denah tempat duduk siswa yang pajang di depan forum 7. Jalannya diskusi refleksi . kurang interaktif dan efektif lakukan kegiatan pembelajaran dalam modul ini. 4. Bahan Bacaan Berdasarkan pengalaman kegiatan diskusi refleksi merupakan bagian yang relatif sulit berkembang.

Di dalam menyampaikan temuan dari hasil observasi. Untuk melengkapi refleksi diri. bangga atau kurang puas dengan hasil mempraktikan skenario pembelajaran yang telah dirangcang/dipersiapkan. Misalnya ada termin yang khusus membahas tentang: • interaksi siswa-siswa dalam kelompok maupun dalam presentasi hasil diskusi/kerja kelompok. • lompatan-lompatan belajar yang dibuat oleh beberapa siswa. Untuk dapat melakukan refleksi yang interaktif dan efektif perhatikan rambu-rambu berikut ini. guru model dapat menyebutkan kira-kira persentase ketercapaian skenario pembelajaran yang telah dibuat. 2. 3) Ketika mengawali dan membuka suasana diskusi. Oleh karena itu moderator juga harus mengikuti dan mencermati semua situasi/kejadian pembelajaran yang akan direfleksikan. Guru model perlu menyampaikan ringkasan alur langkah-langkah pembelajaran. sebaiknya waktu diskusi dibagi menjadi beberapa termin dengan masing-masing termin mengacu pada permasalahan tertentu. Komentar sebaiknya disertai dengan mengemukakan fakta atau data konkrit hasil pengamatan. • interaksi siswa dengan media belajar. Agar diskusi lebih terfokus dan terarah. sesuai dengan tema termin diskusi. • interaksi siswa dengan guru. memberikan penghargaan atau sanjungan untuk memberikan dukungan moral kepada guru model. Jangan lupa memberikan komentar awal yang arahnya 37 43. A. 4) Sampaikan ucapan terima kasih kepada guru model atas sajian pembelajaran yang telah dibuat dan berikan penghargaan. C.  sangat ditentukan oleh kepiawaian moderator. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan menyapa beberapa orang yang sudah dikenal atau mengenalkan beberapa orang peserta atau tamu yang belum dikenal peserta pada umumnya. tetapi ia juga harus memahami isi setiap pembicaraan. 3. perlu dipahami bahwa rambu-rambu ini hanyalah sebuah contoh berdasarkan pengalaman. sampaikanlah rambu-rambu apa saja yang perlu diungkapkan oleh guru model. sedih. Refleksi Diri Guru Model 1) Pada saat memberi kesempatan guru model untuk menyampaikan refleksi. Membagi Termin dan Melaksanakan Diskusi 1. a. b. yang umumnya para observer dan peserta lesson study sudah mulai lelah karena sebelumnya berdiri lama dalam melakukan observasi. upayakan untuk menyegarkan suasana pertemuan. 2) Seorang moderator dalam diskusi refleksi lesson study bukan hanya harus pandai berbicara sesuai situasi. misalnya berupa tepuk tangan dari semua peserta. • pengalaman-pengalaman berharga yang dapat diperoleh dari kegiatan observasi. Setelah termin diskusi dibuka. interaktif dan efektif. TEKNIK MODERASI DALAM DISKUSI REFLEKSI Berikut akan diuraikan hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh moderator dalam memimpin diskusi refleksi agar diskusi berlangsung kondusif. c. antara lain. sebaiknya guru tidak membaca catatan dalam lembar observasi secara keseluruhan. baik itu ketidak-terlaksanaan langkah-langkah pembelajaran maupun kasuskasus menarik pada langkah tersebut. B. Guru tidak hanya mengungkapkan perasaan senang. Hindarkan uraian komentar yang berbelit-belit. berikan kesempatan kepada beberapa orang untuk mengemukakan temuan hasil pengamatan yang menarik untuk diulas dan yang 38 44. tetapi . Namun demikian. Membuka dan Mengawali Diskusi Refleksi 1) Moderator adalah ”orang kunci” yang dapat menghidupkan suasana diskusi. Artinya pembaca diharapkan dapat mengembangkannya sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing. misalnya dengan menunjukkan kelompok atau nama siswa. Tematema tersebut dapat diatur secara fleksibel sesuai dengan situasinya. Kendalikan agar setiap orang menyampaikan komentar sesuai dengan tema dan dalam bahasa yang ringkas tapi jelas. terutama untuk mengulas hal-hal yang menarik.

dari hal yang didiskusikan pada termin tersebut. 11. dan tidak membosankan. kemungkinan penyebab dan alternatif solusinya telah dibahas secara tuntas. 12. 8.hati agar moderator tidak membuat kesimpulan yang merupakan justifikasi yang paling benar. Nara sumber (Dosen dan atau Guru Pamong) diberi kesempatan untuk menyampaikan komentar singkat terkait dengan fokus diskusi suatu termin. Pada setiap akhir termin moderator dapat memberikan kesempatan kepada guru model untuk memberikan tanggapan. menarik. Perhatian dan konsentrasi moderator harus selalu fokus pada setiap komentar yang disampaiakan peserta. terutama pada ulasan tentang kemungkinan penyebab munculnya fenomena tersebut dan kemungkinan alternatif solusinya. Oleh karena itu hindarkan adanya dominasi komentar atau bicara pada orang tertentu. Setelah beberapa temuan menarik yang sejenis (sesuai tema) diungkapkan oleh beberapa observer. atau seolah-olah diskusi tersebut telah menghasilkan satu aturan yang berlaku umum. dengan sedikit gurauan atau permintaan maaf. Jika ada komentar yang mulai menyimpang dari tema. moderator harus berusaha untuk menangkap esensi dan hal menarik yang perlu dibahas lebih jauh terkait dengan penyebab munculnya fenomena tersebut dan alternatif solusi yang diusulkan. Begitu seterusnya sampai semua masalah yang muncul didiskusikan. Hati. 13. Jika ingin membatasi komentar peserta yang terlalu panjang. Hindarkan tanggapan dari guru model yang terkesan ”terlalu membela diri” atau mencari pembenaran atas kejadian atau kekurangan yang ada. disarankan untuk memilih bagian catatan yang terkait dengan tema. dan selalu dapat berpikir ”Bagaimana membuat situasi diskusi lebih hidup. Dalam memberikan masukan tentang alternatif solusi suatu permasalahan disarankan agar pengusul mendasarkan usulan tersebut pada pengalaman praktis di sekolah masing-masing atau rujukan teori atau kalangan pakar pendidikan. Jika ada ucapan dari observer atau kejadian-kejadian kecil tertentu yang memungkin dijadikan bahan ”jok-jok” atau humor maka upayakan untuk dimunculkan dengan sedikit ”dibumbui” agar menyegarkan suasana. Tunjuk atau mintalah kepada salah satu atau beberapa peserta yang kelihatan pasif untuk menyampaikan pendapat terkait dengan hal yang sedang dibahas. 10. atau diberi kesempatan berkomentar pada akhir sesi sebelum refleksi ditutup. berikutnya lemparkan masalah tersebut kepada peserta yang lain untuk ditanggapi. moderator harus berusaha untuk memberikan ulasan singkat. misalnya dengan meminta seseorang untuk berpendapat setuju atau tidak setuju terhadap pendapat yang lain. misalnya dengan cara mengatakan ”hal tersebut akan kita bahas di lain kesempatan” 5. 39 45.masing peserta dan menjadi ”good practices” yang akan dicoba untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Upayakan untuk memberikan kesempatan yang merata kepada semua peserta diskusi. Jika ada pertanyaan klarifikasi atau komentar dari peserta di luar tema atau di luar konteks lesson study maka moderator harus dapat mengisolir hal tersebut untuk tidak diteruskan. Setelah termin pertama selesai diskusi dilanjutkan ke termin berikutnya dengan tema atau fokus diskusi yang lain. 6. sebaiknya diingatkan untuk kembali menyampaikan komentar yang sesuai dengan tema yang didiskusikan. Pada akhir setiap termin. Setelah seseorang atau beberapa orang menyampaikan komentar terkait dengan temuannya. Selesai dalam arti masalah yang muncul. 9. maka sampaikanlah dengan bahasa yang halus. 40 . 7. semacam resume. 4. selain ulasan yang telah dipersiapkan sendiri oleh narasumber. Biarlah kesimpulan akhir dirumuskan sendiri oleh masing. Sebaiknya diberikan tekanan pada narasumber hal penting yang diharapkan mendapatkan ulasan.

cobalah untuk merencanakan dan melakukan tindak lajut berdasarkan hasil observasi dan refleksi.! F.. Setelah itu cobalah untuk meminta teman memeriksa jawaban tersebut. J. How Should Research Contribute to Instructional Improvement?: The Case of Lesson study. Garfield. Sebelum menutup forum diskusi refleksi moderator dapat menyampaikan ringkasan atau penegasan tentang hal-hal penting yang telah didiskusikan.ac.stat. 42 48. TUGAS: Lakukan kegiatan ini secara sungguh-sungguh sebagai sarana berlatih lesson study.doc. 41 47. 2005. C. Aktualisasi Pengawasan dalam Lesson study. Longman.weizmann. 14. Mengakhiri Diskusi Refleksi 1. 2008. D. Educational Researcher. HM. Philadelphia: Reseach For better School . Depdiknas (Online): Robinson. Jelaskan secara garus besar rambu-rambu pelaksanaan refleksi yang interaktif dan efektif! 3. diakses 19 Juni 2006. Guru Pamong. Saito. J. 2006. Jelaskan pentingnya kegiatan refleksi dalam lesson study! 2.auckland. (stwww.Inc. J. Perry. Naomi. Pengawas. agar memperoleh pengalaman yang cukup. C. 2006. Mengapa pengamat disarankan untuk tidak mengkritik guru model dalam kegiatan refleksi.C. mudah-mudahan lebih berhasil . A. Lewis. 2.pengalaman baik dari lesson study. 2002.. Changing Learning: Case Study of Piloting Activities under IMSTEP. 31 Juli – 1 Agustus.. Idris.. Lesson study (Studi Pembelajaran): Model Pembimbinaan Pendididk dipetik dari Pengalaman Implementasi Lesson study dalam Program SISTTEMS JICA di Kabupaten Pasuruan.C. Saat menutup jangan lupa menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah berpartisipasi. H. Prosiding Seminar Nasional MIPA dan Pembelajarannya & Exchange Experience of . Changing Lessons.il/G-math/ICMI/ Robinson_proposal. 2. R. T. Makalah dalam International Conference on Lesson study. EVALUASI Jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan sistematis berdasarkan pemahaman Saudara. Jika Saudara sedang mengikuti kegiatan lesson study di sekolah atau KKG ikutilah kegiatan diskusi refleksi secara sungguh-sungguh. Setelah mengikuti kegiatan lesson study. (Online). Perhatikan bagaimana cara moderator. guru model dan pengamat lain menyampaikan komentar. 1992. Teacher Professional Development through Chemistry Education Lesson study at Tanjungsari. Model Pelatihan Guru dalam Menerapkan Kurikulum Bahasa Inggris. Lesson study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change. 2008) Selamat mencoba. Dan Murata. Kepala Sekolah. Portal Informasi Pendidikan di Indonesia. Richards. 2005.Garfield. 2006. Jakarta: Depdiknas. Bandung. Berapa persen Saudara dapat mejawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bandung. maka sarankan agar RPP segera direvisi oleh guru model atau oleh kelompok. Noor. Istamar Syamsuri dan Ibrohim.   46. Exploring the Impact of Lesson study on Developing Effective Statistics Curriculum. E. Lesson study: An example of its adaptation to Israeli middle school teachers.nz/-iase/ publications/11/. 31 Juli – 1 Agustus. 2006.doc. and Platt. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 Menuju Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang. Makalah dalam International Conference on Lesson study. Lakukanlah pembelajaran di sekolah Anda dengan mengaplikasikan pengalaman. 35(3):314. (Online). Lewis.ac. Platt. (www. misalnya kehadiran Dosen FMIPA UM. Liliasari.. 2008. 2008. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics. 1. (Bacaan ini diambil dari Buku Lesson study (Studi Pembelajaran) oleh Istamar Syamsuri dan Ibrohim. Dinas P dan K. Malang: FMIPA UM Kusdijantono. Jika ada masukan yang sangat berarti untuk skenario pembelajaran atau perangkat pembelajaran. diakses 25 September 2006). dll. 1.

dan Tachibana. Saito. 1 Agustus. Journal of Lesson Studies. Walker. J. www.S. Saito.. Booklet Seminar Nasional Penelitian. 2005. 44 .pdf. dan Penerapan MIPA. Researchers Every Classroom. Malang.. Sumarna. IMSTEP. Prosiding Seminar Nasional Penelitian. E. Improving Schools.. Jurnal Mimbar Pendidikan. diakses 26 Oktober 2006.. I. H. J. 2005. Harun. 2003. H. 2006. Hasil Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Piloting dan Lesson study dalam Pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Kota Malang. Yoyakarta. E. S. 9(1): 47-59. Implementasi Lesson study Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Biologi Melakukan Pembelajaran Inovatif. 1 Agustus. Harun. Pendidikan. Pendidikan. Yoyakarta. 43 49. 5-6 September. dan Rahayu.. I.. 3 (24):24-32. Sumar. Development of school based in-service teacher training under the Indonesian Mathematics and Science Teacher Education Project. 2006. UWEC Math Dept. Stepanek. Kuboki..edu/walkerjs/Lesson_Study/Statement_of_Purpose. Ibrohim. 2006. E.dan Ibrohim. Northwest Teacher: 4(3): 2-5 Sulasmi.uwec. (Online).S. dan Penerapan MIPA. Penerapan Studi Pembelajaran di Indonesia: Studi Kasus dari IMSTEP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.