P. 1
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia

Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia

|Views: 196|Likes:
Published by Seno Raden Wibowo

More info:

Published by: Seno Raden Wibowo on Jun 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

PAPER PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Dosen Pengampu

: M. Haryanto S.pd

Di Susun Oleh : NARDO 09.0166.H IV/a

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS PEKALONGAN 2011

dan pembelajaran bahasa asing. pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa Indonesia tidak dianggap berhasil (Widharyanto. Minat calon mahasiswa untuk masuk ke jurusan Bahasa Indonesia masih sangat rendah. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama dan Kedua Pembelajaran bahasa pada umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis. maka sudah saatnya para akademisi dan orang-orang yang peduli terhadap masalah ini mengoreksi dan meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama terjadi apabila siswa merupakan penutur asli Bahasa Indonesia. Proses pembelajaran .1999:71). Kendala-kendala ini disebabkan oleh beberapa faktor. Berawal dari perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia inilah diharapkan dapat mengubah pandangan para siswa maupun mahasiswa terhadap mata pelajaran atau mata kuliah Bahasa Indonesia dan pandangan masyarakat terhadap jurusan Bahasa Indonesia. pembelajaran bahasa kedua. Masyarakat pun masih memandang sebelah mata terhadap jurusan Bahasa Indonesia. tidak bergengsi. Alasan masyarakat beragam. dan para sarjana Bahasa Indonesia banyak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Satu hal yang sangat memprihatinkan. di antaranya faktor guru dan siswa itu sendiri. Melihat keterpurukan kedudukan mata pelajaran Bahasa Indonesia ataupun jurusan Bahasa Indonesia di beberapa tempat ini. jurusan Bahasa Indonesia juga tampak lesu. Salah satu indikatornya adalah nilai matak uliah Bahasa Indonesia yang kadang masih rendah dan tidak jarang pula masih tertinggal jauh dari mata kuliah eksak dan bahasa asing. ilmunya tidak banyak mendatangkan manfaat praktis (dari segi materi tidak banyak mendatangkan manfaat). Pada tingkat perguruan tinggi.PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Pendahuluan Pembelajaran Bahasa Indonesia sampai saat ini masih saja mengalami kendalakendala. yaitu pembelajaran bahasa pertama atau bahasa ibu. di antaranya jurusan Bahasa Indonesia tidak bermutu.

Dalam konteks keluarga. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Metode Pembelajaran Metode mengajar guru akan mempengaruhi belajar siswa. bahasa yang dipakai oleh siswa adalah bahasa pertama dan dalam konteks lingkungan bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia. Siswa atau pembelajar Bahasa Indonesia yang berbahasa ibu Bahasa Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakatnya. Sampai saat ini (sepanjang pengetahuan penulis) belum ada metode pembelajaran yang benar-benar sempurna. komunikasi dalam masyarakat dipilah-pilah menurut konteksnya. . Dari perbedaan ini maka strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipersiapkan oleh pengajar tentu berbeda. Sementara pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing apabila Bahasa Indonesia tidak memiliki fungsi komunikatif yang mantab dalam lingkungan masyarakat yang belajar Bahasa Indonesia.yang terjadi dalam pembelajaran bahasa pertama ini adalah pemerolehan dan belajar. Untuk itu guru harus berani mencoba metode-metode atau teknik-teknik baru yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan motivasi siswa. Untuk itu tidak ada salahnya jika guru mempertimbangkan saran yang disampaikan Soenjono Dardjowidjojo. yaitu guru harus bisa memetik dan memakai mana yang unggul dan membuang mana yang busuk. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua terjadi apabila Bahasa Indonesia mempunyai fungsi komunikatif dalam masyarakat di mana penutur tinggal. Dalam hal ini pengajar harus benar-benar mengetahui latar belakang pembelajar (siswa) agar strategi yang diterapkannya benar-benar efektif. Dengan demikian Bahasa Indonesia menjadi sangat dominan dalam interaksi keseharian pembelajar atau siswa. Sementara pembelajar (siswa) Bahasa Indonesia yang berbahasa ibu bahasa daerah menggunakan bahasa daerah di rumah dan lingkungan masyarakatnya. Dalam hal ini. dan sedikit sekali mempunyai kesempatan menggunakan bahasa daerah di lingkungan atau situasi formal. Artinya guru harus berani memadukan beberapa metode pembelajaran dalam rangka menuju ‘kesempurnaan’ pembelajaran.

Ketika pembelajar (siswa) mempraktikkan bahasanya. Dengan demikian pembelajar akan terampil menggunakan bahasanya dengan meminimalkan kesalahan. Sebagai ilustrasi. Dari kedua pendekatan ini. guru dapat mengambil sisikeunggulan kedua pendekatan tersebut. berikut contoh situasi yang dapat dipertimbangkan guru dalam mengambil keputusan tentang metode pembelajaran yang berkaitan dengan bahasa ibu. sebab yang diperlukan pembelajar (sisiwa) sebenarnya adalah language use. Hal ini bertujuan agar pembelajar (sisiwa) dapat menggunakan bahasa dengan baik dan benar jika ia nantinya terjun ke masyarakat. Keputusan tentang metode pembelajaran mana yang akan dipakai harus mempertimbangkan latar belakang pembelajar (siswa). 2003:5) yaitu sudah saatnya kita meninggalkan model pembelajaran yang berorientasi pada language usage. Selain itu. Apabila pembelajar (siswa) mempunyai ibu berupa bahasa daerah. artinya pembelajar (sisiwa) ditunjukkan tentang aplikasi bahasa dan ragam bahasa yang ada di tengah masyarakat. Dalam hal ini guru hendaknya lebih menekankan pada penggunaan bahasa. maka sangat dimungkinkan pembelajaran bahasa keduanya sangat dipengaruhi bahasa pertamanya.Sebagai contoh. guru harus mengingat apa yang dikatakan Widdowson (dalam Dardjowidjojo. Dalam hal ini guru menyampaikan struktur bahasa yang benar (tetapi tidak melulu mengajarkan struktur) dan disertai memberikan kesempatan pada pembelajar (siswa) untuk mempraktikkan bahasa yang diperolehnya agar lebih komunikatif. . guru membetulkan kesalahan yang dibuat oleh pembelajar (siswa). guru menggunakan pendekatan komunikatif sekaligus menggunakan pendekatan longitudinal. antara lain latar belakang sosial budaya dan bahasa ibu yang dipergunakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->