Sulit Bernafas

Olivia C. Kaihatu 10.2011.370

Skenario
Seorang anak berusia 12 tahun datang berobat dengan keluhan sering pusing, batuk pilek sejak 4 bulan yang lalu, sehingga sulit bernafas. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang anak tersebut didiagnosa menderita radang pada rongga sinus (sinusitis).

Hipotesis Gangguan mekanisme pernafasan dapat mengakibatkan sulit bernafas .

Saluran Nafas Bagian Atas B.1. Saluran Nafas Bagian Bawah • Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan. disarung dan dilembabkan • Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli . Struktur Sistem Respirasi A.

Saluran Nafas Bagian Atas • Rongga hidung • Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius) • Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring.terdapat pangkal lidah) • Laringofaring (terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) .A.

Disaring .Dihangatkan .Rongga Hidung • Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal : .Dan dilembabkan .

Ketiga hal tersebut dibantu dengan concha. .Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi. terdiri dari : Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel .partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung. pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara. sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk.

Saluran Nafas Bagian Bawah • Laring • Trakhea • Bronkhi • Alveoli .B.

Laring Terdiri dari tiga struktur yang penting • Tulang rawan krikoid • Selaput/pita suara • Epilotis • Glotis .

Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus.Trakhea Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm. berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. .

medius. • Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior.Bronkhi • Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior . lebar dan lebih dekat dengan trachea. Tempat percabangan ini disebut carina. Brochus kanan lebih pendek. inferior.

jaringan kolagen dan sedikit serum. • Membran alveolar : .Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel kapiler.Anastomosing capillary. aliran darah dalam rongga endotel .Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan surfactant. . merupakan system vena dan arteri yang saling berhubungan langsung.Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli .• Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial. epitel alveoli. saluran limfe. Alveoli . ini terdiri dari : sel endotel.

• M. Mekanisme Pernapasan Normal Inspirasi Otot-otot inspirasi berupa : • M. • M. Rectus abdominis. • Otot-otot dinding perut. Scalenus. Intercostalis eksternus. Levator scapulae. Intercostalis internus. . Sternocleidomastoideus. • M. • M. Serratus anterior • M.2. Ekspirasi Otot-otot ekspirasi adalah : • M.

Lanjutan Inspirasi • Diaphragm berkontraksi • Volume paru – paru bertambah besar • Tekanan negatif • Udara masuk Ekspirasi • Diaphragm relaksasi dan mengembang • Volume paru-paru mengecil • Tekanan positif • Udara keluar .

• Ventilasi pulmoner • Pertukaran gas alveolar • Transpor oksigen dan karbondioksida .Pernafasan Eksternal ( Pulmoner ) Mengacu pada keseluruhan proses pertukaran Oksigen (O2) dan Karbondioksida (CO2) antara lingkungan eksternal dan sel tubuh.

Ventilasi Pulmoner • Saat bernafas.A. . udara bergantian masuk-keluar paru melalui proses ventilasi sehingga terjadi pertukaran gas antara lingkungan eksternal dan alveolus.

Pertukaran Gas Alveolar. proses pernafasan berikutnya adalah difusi Oksigen dari Alveolus ke pembuluh darah pulmoner.B. . • Setelah Oksigen memasuki alveolus.

Transpor Oksigen dan Karbondioksida.C. Pada proses ini. . Tahap ketiga pada proses pernafasan adalah transpor gas-gas pernafasan. Oksigen diangkut dari parumenuju jaringan dan Karbondioksida diangkut dari jaringan kembali menuju paru.

Normalnya. sebagian besar Oksigen (97%) berikatan lemah dengan hemoglobin dan diangkut ke seluruh jaringan dalambentuk oksihemoglobin. jumlah hemoglobin danikatan oksigen dengan Hb. dan sisanya terlarut dalamplasma. Kapasitas darah yang membawa Oksigen di pengaruhi oleh jumlah Oksigen dalam plasma. Proses ini dipengaruhi oleh ventilasi(jumlah Oksigen yang masuk ke paru) dan perfusi(aliran darah ke paru dan jaringan).a) Transpor Oksigen Proses ini berlangsung padasistem jantung dan paru-paru. .

.b) Transpor Karbondioksida Sebagai hasil metabolism sel terus-menerus diproduksi dan diangkut menujuparu dan tiga cara: (1) sebagian besar karbondioksida (70%) di angkut dalam sel darah merah dalam bentuk bikarbinat. dan (3) sebanyak 7% diangkut dalam bentuk larutan didalam plasma dan dalam bentuk asam karbonat. (2) sebanyak 23%karbon dioksida berikatan dengan hemoglobinmembentuk karbaminohemoglobin.

atau respirasi adalah aspek fundamental untuk kelangsungan hidup. . tanpa kita harus berpikir tentang hal itu. Bernapas. dan meskipun kita memiliki kemampuan secara sadar mengendalikan laju pernapasan kita. sebaliknya prosesnya terjadi otomatis. jika terjadi gangguan pada mekanisme pernapasan akan mengakibatkan sulit bernapas.Penutup Sistem respirasi kita menyediakan kemampuan mendasar untuk bernafas: untuk memasukan dan mengeluarkan udara dari paru. Sehingga. Sehingga. hipotesis yang diajukan penulis dapat diterima.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful