NAMA NIM KELAS

: HENNY IKA WAHYUNNY : 105050100111035 :F TUGAS MATA KULIAH IPTEK PENGOLAHAN BAHAN PAKAN

Diagram proses pembuatan tepung ikan Bahan baku : ikan rucah ( tidak bernilai ekonomis )

Pencucian Penimbangan Pemasakan Pengepresan Pengeringan Pengangin - anginan Pengemasan 1. Bahan Baku Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. Berbagai jenis ikan laut dapat diolah menjadi tepung ikan. Akan tetapi yang paling ekonomis adalah ikan-ikan kecil (rucah) yang kurang disukai untuk dikonsumsi dan harganya relatif murah. Proses pengolahan tepung ikan dengan metode konvensional pada umumnya menggunakan bahan baku ikan utuh yang sudah tidak layak dikonsumsi akan tetapi masih layak untuk dijadikan sebagai bahan baku tepung ikan. Ikan utuh yang digunakan merupakan ikan hasil sortiran yang melimpah pada saat musim ikan. Umumnya jenis ikan utuh yang digunakan dalam proses pengolahan tepung ikan adalah ikan pirik, petek, tanjan dan kuniran. Akan tetapi terkadang menggunakan campuran berbagai jenis ikan yang masih layak untuk diproses menjadi tepung ikan.

Pencucian Bahan baku yang diperoleh dilakukan proses pencucian terebih dahulu. Pemasakan menggunakan uap (steam) secara terus menerus yang diperoleh dari mesin uap (Boiler). Setelah uap mencapai 2 Bar (1. Apabila temperatur mencapai 100˚C dan uap 2-4 Bar serta kualitas bahan baik maka kecepatan cooker dapat dipercepat. Proses pemasakan pada metode konvensional menggunakan mesin pemasak (cooker) berbentuk silinder berselubung yang didalamnya terdapat Conveyor screw sebagai alat untuk aliran bahan. Perebusan yang kurang matang cairannya sulit untuk dikeluarkan karena bahan baku masih keras. Apabila terdapat ikan yang agak buruk kualitasnya. sehingga memudahkan pengeluaran air dan lemak. Kecepatan cooker maksimal mencapai 23 rpm. Pemasakan Pemasakan bertujuan untuk mengkoagulasikan protein. Proses pemasakan yang kurang sempurna menyebabkan kadar TVN meningkat dan pemasakan yang terlalu lama menyebabkan protein akan terdenaturasi yang mengakibatkan hilangnya kandungan protein dalam bahan. Hal tersebut disebabkan dengan mengkoagulaskan protein. Waktu yang dibutuhkan dalam proses pemasakan pada suhu 100˚C dan uap 3 Bar sekitar 10-15 menit. hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada bahan. sehingga memudahkan tahap pengepresan untuk mengeluarkan air dan lemak. Rendemen yang diperoleh sebanyak 22% dari berat awal.2. sebagian besar dari air terikat akan terbebas demikian juga dengan deposit lemak. Permasalahan yang sering terjadi adalah suplai uap dan suhu cooker sering menurun (<90˚C) serta menumpuknya bahan baku yang mengakibatkan kualitas bahan menjadi menurun. maka dilakukan pencucian dengan kaporit 3. karena bila terlalu matang akan menyulitkan pengepresan yang disebabkan bahan baku terlalu lunak. Boiler dipanaskan terlebih dahulu untuk menghasilkan Steam/uap panas yang kemudian dialirkan kedalam mesin pemasak (cooker). Pengepresan Pengepresan bertujuan untuk menghilangkan cairan dan lemak sekaligus menghancurkan padatannya. Penimbangan Proses penimbangan dilakukan untuk mengetahui berapa persen tingkat penyusutan dari bahan basah menjadi tepung yang biasa disebut rendemen. Pemasakan merupakan tahap yang paling kritis dalam pembuatan tepung ikan.01325 bar = 1 atm) dan suhu mencapai 100˚C maka kecepatan cooker dapat diatur yang disesuaikan dengan kualitas bahan baku dan temperatur cooker. Hal tersebut menyebabkan proses pemasakan menjadi lebih lama. Hasil pemasakan masuk kedalam mesin pengepres (Squeezer) melalu Conveyor screw yang terdapat dalam cooker untuk diperas dengan . Sebelum dilakukan proses pemasakan. 5. 4. dan apabila kualitas bahan agak membusuk (restant) maka jalannya cooker diperlambat.

Ciri-ciri tepung yang telah dapat dikeluarkan yakni butiran tepung tidak menggumpal dan tekstur tepung lebih halus. hal tersebut mengakibatkan tepung mudah mengalami proses oksidasi yang dapat menyebabkan ketengikan dan tumbuhnya kutu pada saat penyimpanan. Tepung basah yang keluar dari Squeezer masuk kedalam dryer melalui screw berjalan. Saringan yang robek menyebabkan bahan banyak yang keluar dan terbuang dari mesin pengepres tersebut. 6. pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air sampai batas tertentu. Pada saat pengeluaran tepung ditambahkan antioksidan sebanyak 150 ml/1 ton bahan baku. Pengeringan yang kurang sempurna menyebabkan kadar air masih relatif sangat tinggi.tekanan ulir. Permasalahan yang sering terjadi adalah saringan pada Squeezer sering robek yang disebabkan adanya tulang yang keras dan masuknya batuan pada saat proses pemasakan. Cairan dan lemak yang keluar kemudian dimasukkan kedalam tabung konsentrat melalui pipa yang dihubungkan dengan Squeezer. Menurut Kompiang (1982). Tepung yang terlalu kering akan mengurangi rendemen. (1988). Cairan dan lemak yang keluar diolah menjadi kaldu/silase ikan. Waktu yang dibutuhkan dalam pengepresan sekitar 5 menit. dilakukan pengecekan terlebih dahulu dengan cara membuka pintu dryer paling ujung kemudian tepung diambil dan diuji secara sensoris. Kadar lemak yang tinggi akan mempercepat terjadinya ketengikan pada tepung dan mengurangi mutu tepungnya. kadar air semakin turun. demikian juga dengan kandungan gizinya. Pengeluaran selanjutnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Pengujian lain adalah menggunakan alat MC (moisture contents) meter . Panas yang digunakan berasal dari uap yang dialirkan melalui pipa yang terhubung ke Boiler. Pengepresan yang baik dapat menurunkan kadar air dari 70% menjadi sekitar 50% dan lemak dapat mencapai 5%. Metode konvensional menggunakan alat pengering dryer. Pengepresan yang kurang sempurna akan memperlambat proses pengeringan dan kandungan lemak masih sangat tinggi sehingga menyebabkan produk tepung mudah menggumpal dan mudah lengket pada dryer. Suhu yang dibutuhkan antara 98˚-100˚C dan kecepatan mesin pengepres antara 32 rpm-34 rpm. Proses pengeringan berlangsung selama 2 jam dari awal proses produksi. Suhu pengeringan yang dibutuhkan antara 98˚-100˚C dan tekanan uap 4-6 bar. antioksidan merupakan . dkk. Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam tepung ikan. Tepung yang berbau tengik menandakan bahwa kualitas tepung ikan sudah menurun. dimana perkembangan mikroorganisme maupun kegiatan enzim-enzim dapat terhambat atau terhenti. Apabila kadar air mencapai (11% maka proses pengeluaran dari dryer dihentikan. Alat pengeringan berbentuk seperti drum atau terowongan yang dipasang horisontal. Sebelum dikeluarkan dari dryer. Pengeluaran tepung dari dryer dilakukan secara bertahap. Padatan yang dihasilkan dimasukkan kedalam mesin Dryer untuk dikeringkan. Menurut Murtdjo (2001). Semakin tinggi kecepatan yang digunakan menyebabkan kadar air dalam bahan cukup banyak sehingga proses pengeringan akan menjadi lebih lama. Semakin lama waktu pengeringan. Menurut Hutuely.

A.wordpress. 7. Padatan kering yang dikeluarkan dari mesin pengeringan dihamparkan diatas lantai untuk diangin-anginkan. Pengangin – anginan Pengangin-anginan bertujuan untuk mengurangi kadar air dengan cara menurunkan suhu dari padatan kering. 8.2010. Antioksidan mempunyai kesanggupan untuk menghambat proses oksidasi secara langsung maupun tidak langsung. Firmansyah. Universitas Gadjah Mada. mikroorganisme yang merugikan dan tepung tidak berjamur. Fakultas Pertanian. Pembuatan Tepung Ikan Metode Konvensional (Mesin).com/2010/02/08/pembuatan-tepung-ikan-metode-konvensionalmesin/ . Jenis antioksidan yang sering digunakan adalah Xantoquin. Sumber : Annafi. Pengemasan Untuk melindungi dari pengaruh eksternal misalnya panas.suatu senyawa organik fenolis yang dipergunakan sebagai bahan baku makanan ternak. Jurusan Perikanan.Yogyakarta http://cahsantren.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful