CARA PEMERIKSAAN PAP SMEAR 1. Pasien berbaring di meja ginekologi dan di posisikan secara ginekologis. 2.

Dokter atau pun tenaga medis duduk dengan pandangan lurus ke vagina ( gunakan masker ). 3. Bersihkan kemaluan luar dengan menggunakan kasa steril yang di basahi dengan saflon mulai dari anterior ke posterior ( cukup setu kali usapan ). 4. Gunakan speculum yang sesuai dengan ukuran lubang vagina 5. Pasang speculum dan tampakan portio secara jelas 6. Minta asisten untuk menyiapakan 2 gelas objek dan spatula aire, cytobrush, lidi kapas. 7. Dengan mengukan spatula aire lakuakan swap di mulut serviks secara gentle ( putar spatula aire 360` C 8. Pulaskan hasil swap di gelas obyek. 9. Denagan mengunkan cytobrush lakuakan swap di endoserviks secara gentle ( putar spatula aire 360 derajat searah jarum jam) 10. Pulaskan hasil seap di gelas obyek , lakuakan fiksasi dengan merendam gelas obyek di dalam larutan alcohol 96% 11. Lakukan swap lender serviks dan vagina dengan lidi kapas. 12. Pulaskan hasil swap pada gelas obyek, teteskan KOH dan tutup dengan penutup gelas obyek. 13. Bersihakn vagina dan mulut serviks 14. Lepaskan speculum secara gentle dan rendam dalam larutan klorin.

kedua hormon ini berperan terhadap pertumbuhan jaringan payudara. jika terjadi proses pembuatan (fertilisasi) ovum akan melekat (implantasi) dalam uterus dan berkembang menjadi janin (fetus). sedangkan harapan hidup stadium I dan II diperkirakan dapat mencapai 90% dan 70%. II. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1. ovarium akan mengecil setelah menopause. 2.5 – 2 inchi dan lebar < 1 inchi. tuba fallopi. sistem reproduksi terdiri dari ovarium. diperkirakan pada tahun 2003 akan ditemukan 25. Memproduksi hormon estrogen dan progesteron. ovum yang tidak mengalami proses fertilisasi akan dikeluarkan dan terjadinya menstruasi dalam waktu 14 hari setelah ovulasi. Sel kanker dalam ovarium juga dapat berasal dari metastasis organ lainnya terutama sel kanker payudara dan kanker kolon tapi tidak dapat dikatakan sebagai kanker ovarium. dimana angka kematian ini tidak banyak berubah sejak 50 tahun yang lalu. Ovarium memiliki dua fungsi yaitu: 1.300.400 kasus baru dan menyebabkan kematian sebesar 14. menyebar dalam rongga abdomen atas (stadium III) atau lebih luas (stadium IV) dengan harapan hidup selama 5 tahun hanya sekitar 15–20%. gambaran spesifik wanita dan mengatur siklus menstruasi. Kanker ovarium Kanker ovarium berasal dari sel – sel yang menyusun ovarium yaitu sel epitelial. III. Hampir 70 % kanker ovarium epitelial tidak terdiagnosis sampai keadaan stadium lanjut. ovum akan melalui tuba fallopi tempat fertilisasi dengan adanya sperma kemudian memasuki uterus.KARSINOMA OVARIUM I. Menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu setiap bulan. sel germinal dan sel stromal. uterus dan vagina. Menurut data statistik American Cancer Society insiden kanker ovarium sekitar 4 % dari seluruh keganasan pada wanita dan menempati peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker. beberapa hal yang diperkirakan sebagai faktor resiko kanker ovarium adalah sebagai berikut: Riwayat keluarga kanker ovarium dan kanker payudara Riwayat keluarga kanker kolon dan kanker endometrial Wanita diatas usia 50 – 75 tahun Wanita yang tidak memiliki anak(nullipara) Wanita yang memiliki anak > 35 tahun Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid . · · · · · · · Faktor resiko kanker ovarium Penyebab pasti kanker ovarium masih dipertanyakan. Anatomi dan Fisiologi Ovarium Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita.

dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. ascites (-) IB Mengenai 2 ovarium. umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 – 19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan. mucous. endometrioid dan sel jernih. Kapsul ruptur 3. kapsul utuh. Tumor germinal Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur.14). bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma. karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium.13. bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential). 3. Ascites (+) . Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous. ascites (-) IC Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb : 1.· · IV. Ras kaucasia > Afrika-Amerika Dll Jenis kanker ovarium Tumor epitelial Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. jenis tumor ini jarang ditemukan. Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium IA Mengenal 1 ovarium. Mengenai permukaan luar ovarium 2. 1. Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics(1. Tumor stromal Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun. 2. kapsul utuh.

Kapsul ruptur 3. hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. Meluas mengenai KGB dan / 2. meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium.14) 1. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm Derajat keganasan kanker ovarium(13. hilangnya nafsu makan dll Gangguan sistem urinaria. mual. Derajat 1 : differensiasi baik 2.14) Kanker ovarium sulit terdeteksi. Derajat 2 : differensiasi sedang 3. Mengenai permukaan ovarium 2. rasa penuh. keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan: Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites) Gangguan sistem gastrointestinal. KGB (-) III C 1.14) Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah: Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal. inkontinensia uri Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis Menstruasi tidak teratur Lelah Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) Nyeri saat berhubungan seksual Penurunan berat badan Dll · · · · · · · · · · Deteksi dini kanker ovarium(13. konstipasi. Tanda dan keluhan kanker ovarium(13.Stadium II perluasan pada rongga pelvis II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya II B Mengenai organ pelvis lainnya II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb : 1. Ascites (+) Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium Mikroskopis : mengenai intraperitoneal III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm. Derajat 3 : differensiasi buruk Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik. .

harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%. dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %. jika masih · · · · · · . wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini. Scan KGB (Kelenjar Getah Bening) Scan traktus urinarius Penatalaksanaan kanker ovarium(1. dan usus. pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium IC pilihan terapi berupa: Radioterapi Kemoterapi sistemik Histerektomi total abdominal dan radioterapi Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi. Kemoterapi Kanker ovarium epitelial : Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang. Radioterapi 3. Operasi 2. ureter. kista dan bentuk tumor padat. HCG. reseksi daerah permukaan peritoneal. Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA125 dimana peningkat pada kanker ovarium. endometriosis.13. pada wanita premonopause. CT scan. dan vesika urinaria).14) Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik Radiologi : USG Transvaginal. kehamilan. · · · · · · - Diagnosis kanker ovarium(13. dan AFP (penanda tumor sel germinal) Laparoskopi Laparotomi Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium Pielografi intravena (ginjal. Stadium III dan IV: Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites. LDH. MRI Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial). sistoskopi dan sigmoidoskopi.Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat. fibroid uterine. Foto rontgen dada dan tulang. penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125. omentektomi.14) 1. dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah. operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal. melalui abdomen ataupun pervaginam.

Sejak tahun 1993 perkumpulan ginekologi onkologi (GOG) melaporkan bahwa paclitaxel dengan kombinasi cisplatin kini merupakan terapi lini pertama untuk kanker ovarium. Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi. Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin). Kanker ovarium stromal : Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi.memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi. · · · . Kanker ovarium germinal : Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi. CP (cyclophosphamide + cisplatin). CC (cyclophosphamide + carboplatin).