BAB I

MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
1. HAKIKAT DAN MARTABAT MANUSIA DALAM ISLAM

Manusia secara bahasa arab disebut juga insan, yang berasal dari kata Nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar Al-uns yang berarti jinak kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Dan sebagaimana yang telah Allah jelaskan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia dan paling sempurna di antara makhluk yang lain. Karena manusia oleh allah telah di bekali dengan akal yang membedakannya dengan makhluk-makhluk tuhan yang lainnya. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi :

ًۗ ًۗ ِ ْ ِ ْ ٌِ ِ ‫ِ ن‬ ُ ْ ُ ْ َ‫ََ ِاَ ْذَقالَربُّكَ ِللْم ٰٓل ٍىكةَ ِا ِ ّ ََجاعلَِفَاْل ْرضَخ ِل ْيفةَۗقالُ ْواَاَتعلَ ِف ْْياَمنَي ُّ ْفسدُ َ ِف ْْياَوي ُس ِفك‬ ‫و‬ ِّ ۰َ‫الماءََۚوَننَنُس ّبِحَِب ْمدكَون ُقدسََلًََۗقالَ ِا ِّنَاعَلَماَْلَت ْعل ُم ْون‬ ۳‫۝‬ ُْ ُ ِّ ِ ِ ُ ُ ْ
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan namaMu?” Dia berfirman, “Sungguh , aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” SIAPAKAH MANUSIA ITU ? Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari saripati tanah lalu menjadi nutfah, alaqah dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Berdasarkan firman Allah :

ِْ ْ َ‫ولقدَخل ْقناَاْلنْسانَ ِمنَس ٰٓلَلَ ِ ّمنَط ْْيَۚ۰َ ُُثَجعلْ ٰٓن ُهَن ُطفةَِفَقرارَ َّمك ْْيَۖ۰َ ُُثَخل ْقنا‬ َّ ۱۳ ٍ ِ ٍ ْ ِ ْ َّ ۱‫ْ ُ ٍ ْ ِ ٍ ۝‬ ِ ْ َ‫النُّطف ُةَعلقةََفخل ْقناَالْعلقةَ ُمضْ غةَفخل ْقناَالْ ُمضْ غةَعظماَفكس ْوَنَالْ ِعظمَلحمَُثَانْشأْنٰٓهَُخلْقا‬ َّ ُ ْ ٰٓ ُْ ۰َ ‫ٰٓاخرًََۗفتباركَاّللَاحسنَالْخا ِل ِق ْْيًَۗ۰َ َُُّثَ ِانَُّكَب ْعدَ ٰٓذ َِلَلم ِ ّي ُت ْو‬ ۱‫ن ۝‬ ۱ ُ ْ ُّ Artinya : “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan. seperti : Turab. Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Beberapa definisi manusia diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Manusia adalah kemauan bebas. lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia. kebebasan dan pilihan. Shal-shal. yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural. sesudah itu. sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Al. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.Mu’minuun 23 : 12-15). serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–. 2. dan Sualalah. lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging. (QS. Pencipta yang paling baik. Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia adalah makhluk utama. Thien. Manusia adalah makhluk yg sadar.“ Di dalam Al-Quran juga dijelaskan bahwa manusia diciptakan dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. Maka Maha sucilah Allah. telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan. 3. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah. konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Dua determinasi eksistensial. dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia. Kemudian. ia memahami aktualitas dunia . Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya.

perilaku. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri . Ia mendapat pegangan yg benar. mewujudkan. manganalisis. dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai. menyelidiki. 8. eksternal. Manusia adalah makhluk idealis. dan menempatkannya di samping Tuhan. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci. ia mampu mempelajari. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada. menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan. mempunyai esensi uniknya sendiri. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam. 7. memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas. menemukan. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.4. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala. tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. pemuja yg ideal. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Ia memiliki kemauan. mengetahui dan menilai dirinya. memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. 5. Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami. . Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja. 6. dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam. luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung. dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah. ikut campur dalam alam yg independen. Manusia adalah makhluk moral. karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini. ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Manusia adalah makhluk kreatif. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai.

Bertitik tolak dan rumusan singkat itu. maupun di udara. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang. manusia mempunyai kelebihan. dan kami mereka rezeki yang baik – baik dan kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. Kami telah memuliakan anak cucu Adam. mempunyai berbagai cirri utamanya adalah : . Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Tuhan berpangkal dari manusia itu sendiri yang memang sempurna dari segi fisik. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia.” Allah menciptakan manusia sebagai makhluq psikofisik . mental. dan mengilhamkan / menunjukkan pada nya jalan menuju kebaikan dan jalan menuju kesesatan. mendengar untuk menyadari dan mengerti. melihat untuk dapat membedakan dan mendapatkan petunjuk. ِ َّ ْ َ‫ولقدك َّر ْمناَب ِِنَ ٰٓادمَوَحلْ ُٰٰٓن ْمَِفَالْبَوالْبحرَورز ْق ٰٰٓنُ ْمَ ِ ّمنَالط ِ ّي ٰٓبتَوفضلْ ٰٰٓنُ ْمَع ٰٓ ََك ِي ٍْرَ ِ ّم َّمنَخل ْقنا‬ ِ ْ ِّ ِ ْ ٍ ‫ل‬ ۰َ ‫ت ْفض ْي‬ ۷‫ِ ل ۝‬ Artinya : “Dan sungguh. sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. maka hilanglah kemanusiaannya dan derajatnya turun sama dengan binatang. namun yang menjadi tanda kemanusiaan manusia adalah bahwa ia mampu berbicara untuk menjelaskan. kemampuan dan karya-karyanya. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Kebudayaan hanya manusia saja yang memilikinya. Jika kemampuan-kemampuan ini hilang dari manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat AlIsra ayat 70. baik di darat. dibandingkan dengan makhluk lain. dan kami angkut mereka di darat dan di laut.2. Kelebihan itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. menurut ajaran islam. telinga dan lidah. di laut. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAKHLUK LAIN Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Allah juga menyempurnakan kondisi kejiwaan manusia. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. selain bentuk fisik yang paling sempurna di banding makhluq-makhluq yang lainnya. sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Bisa jadi manusia dan binatang keduanya mempunyai indera seperti mata. Dibanding dengan makhluk lainnya. manusia.

bahkan mengingkari-Nya. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah. tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak percaya. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh pada Allah. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Disamping akal. ia menjadi komponen ketiga dalam Islam. Al-Kahfi : 29) 6. 2. Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk membedakan yang baik dengan yang buruk... biarlah ia kafir…. manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak.1.. Makhluk yang paling unik.” (QS. tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah. 3. Kedudukan ini dapat dilihat di dalam sunnah Nabi yang . menjadi kafir. Firman Allah : ۰‫لقدخل ْقنااْلنْسان ِ ََاحسنََِت ْقو ْْي‬ ْ ‫ْ ْ ِ ََِف‬ ٍ ِ Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. Secara individual manusia bertanggungjawab atas segala perbuatannya. Karena itu di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah : ُِ ‫ق‬ . AzZariyat : 56) 4. dijadikan dalam bentuk yang paling baik. Berakhlaq adalah cirri utama manusia dibandingkan makhluk lain. Berakhlaq. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. mekanisme yang terjadi pada setiap organ tubuhnya. Barang siapa yang mau beriman hendaklah ia beriman. Dalam Islam kedudukan akhlaq sangat penting.” (QS. At-Tin : 4). gejala – gejala yang ditimbulkan jiwanya. Karena itu pula keunikan (kelainannya dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnhya) dapat silihat pada bentuk struktur tubuhnya. ruh yang berada di alam gaib itu ditanyai Allah. kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Quran surat Az-Zariyat : ۰َِ‫وماخل ْق ََُالْجِ نَََّواْلن ْ ََ ِاْلَََّ ِلي ْع ُبدُ ْون‬ ‫۝‬ ‫ْ ِس‬ ‫ت‬ Artinya : “Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia.” (QS.َََۚۗۡ ‫وقُلََِالْح ََُّ ِمنََۡربُّكًَََۡۗفمنََۡش ََفلۡ ُي ۡو ِمنََۡومنََۡش ََفلۡيك ُف‬ ‫َّ اء ۡ ر‬ ‫اء‬ Artinya : “Dan katakana bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. proses pertumbuhannya melalui tahap – tahap tertentu. 5. menjadi muslim. dan barangsiapa yang tidak ingin beriman. 7.

mereka tidak akan merasakan hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA Menurut Al-Quran Tuhan berfirman : )٦٥(َِ‫وماخل ْق ََُالْجِ نَََّواْلن ْ ََ ِاْلَََّ ِلي ْع ُبدُ ْون‬ ‫ْ ِس‬ ‫ت‬ Artinya : “Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku. Membudayakan ilmu Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Oleh karenanya. Begitupun sebaliknya dengan larangan-larangannya yang seakan terimajinasi sangat indah dalam pikiran manusia namun sebenarnya balasan dari itu adalah neraka yang sangat menyeramkan. 3. namun masih banyak sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintah Allah bahkan mereka lebih tertarik dan terbuai untuk mendekati. diantaranya adalah : a. menjalankan larangan-larangannya. Sehingga mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagai manusia hamba Allah yang ditugasi untuk beribadah. Manusia dipercaya Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Belajar dengan mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an. . TUGAS DAN PERANAN MANUSIA Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah. AdzDzaariyat : 56) Perintah ataupun tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam beribu-ribu macam bentuk dimulai dari hal yang paling kecil menuju kepada hal yang paling besar dengan berdasarkan dan berpegang kepada Al-qur’an dan hadist didalam menjalankannya. Dua itu adalah pilihan bagi setiap manusia dari zaman dahulu hingga sekarang. tetapi juga ilmu Allah. Allah pernah memberi amanat kepada bumi tetapi bumi tak sanggup untuk memikulnya. semua memilih dan berharap akan mendapatkan surga. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW.mengatakan bahwa beliau diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia yang mulia.sangat disayangkan bagi mereka yang terjerumus kedalamnya. c. 4.” (QS.Na’uudzubillaahi min dzalik Dalam hadist shohih diungkapkan bahwa jalan menuju surga itu sangatlah susah sedangkan menuju neraka itu sangatlah mudah. b. Mengajarkan ilmu. Ilmu yang diajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja. begitu juga dengan gunung. Dan akhirnya manusialah yang dipercaya untuk mengemban amanat itu.

seorang hamba harus senantiasa melaksanakan shalat dalam rangka menghindarkan diri dari kekejian dan kemungkaran (Fakhsyaa’iwalmunkar). Serta menjalin hubungan dengan Allah. meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya. Allah menciptakan manusia ada tujuan – tujuannya tertentu. baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keluarga. . Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang pengembalanya. Oleh karena itu. dan dengan lingkungan kehidupannya. Allah dengan ajaran-Nya Al-Qur’an menurut sunah rosul. memerintahkan hamba-Nya atau Abdullah untuk berlaku adil dan ikhsan. Dari Ibnu Umar RA berkata : “Saya mendengar Rssulullah SAW bersabda : “Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan dipertanggungjawabkan terhadapa apa yang digembalainya. Seorang laki – laki adalah pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang pengembalanya.Sebagai wakil Allah di bumi ini. Demikianlah tanggung jawab hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap ajaran Allah menurut Sunnah Rasul. dengan sesama manusia. TANGGUNGJAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH  Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaan-Nya telah mencipta makhluk – makhluk yang di tempatkan di alam penciptaan-Nya. Hamba-hamba Allah sebagai bagian dari ummah yang senantiasa berbuat kebajikan juga diperintah untuk mengajak yang lain berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadist berikut. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya. 5. tanggung jawab hamba Allah adalah menegakkan keadilan. Oleh karena itu.” (Muttafaqun ‘alaihi). Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang pengembalanya. Manusia dicipta untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup di dunia. Seorang istri adalah pengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang pengembalanya. Maka semua orang dari kamu. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan. Manusia diantara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT. Dengan berpedoman dengan ajaran Allah. salah satu tugas manusia adalah untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia amat luas di dalam kehidupannya. seorang hamba berupaya mencegah kekejian moral dan kenungkaran yang mengancam diri dan keluarganya.

Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada allah yang menciptakannya. manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuanketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya. Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) ُ ِ ِ ُ ُ ِ ۡ ۡ ُ ۡ ِ َّ َ‫هُواَّليَجعلُكَخ ٰٓلىفَِفَاْل ۡرضًََۗفمنَكفرَفعل ۡيهَك ۡف ُر ُهًََۗوْلَيزيۡدُ َالك ِفرۡينَك ۡف ُرهََۡع ۡندَر ِ ّّب ۡمَ ِا َّْل‬ ۡ ِ ۡ ِ ِٕ َّ‫م ۡقتاََۚوْلَيزيۡدُ َالك ِفرۡينَك ۡف ُرهَ ِاْل‬ ُۡ ُ ِ ۡ ِ ۰‫َخسارا‬ ۳‫۝‬ Artinya : “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Apabila terjadi ketidakseimbangan. Barang siapa yang kafir. bukanlah dua hal yang bertentangan. serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya. yaitu hukum-hukum Tuhan baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an). Tanggungjawab Manusia Sebagai Khalifah Allah Sebagai khalifah. Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah. Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba allah. sehingga kebebasan yang dimiliki tidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang. . ia diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya. melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. maka (akibat) kekafiranorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”. sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (alkaun). Oleh karena itu. maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajad manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful