Contoh Proposal PTK Bahasa Inggris SMP.

Posted by noer al khosim on 07:10 in PTKsmp | 2 komentar I. JUDUL UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSA KATA SISWA UNTUK MENGUNGKAPKAN MAKNA DALAM BENTUK ESEI PENDEK BERBENTUK PROCEDURE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DI KELAS IX SMP NEGERI 4 CIAMIS.
II. BIDANG KAJIAN Model Pembelajaran Bahasa Inggris III. PENDAHULUAN Latar Belakang Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan dan keharusan di era komunikasi dan globalisasi sekarang ini. Pelajaran Bahasa Inggris di SMP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Setelah menamatkan studi, mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, cerdas, terampil dan berkepribadian siap ikut serta dalam pembangunan nasional. Pengajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu : Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Semua itu harus didukung oleh unsur unsur bahasa lainnya yaitu : Kosa kata, Tata Bahasa, dan Pronuonciation sesuai dengan tema sebagai alat tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dari ke empat keterampilan berbahasa tersebut diatas, pembelajaran keterampilan Membaca ( Reading) ternyata kurang dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kemampuan mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembelajaran mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report telah penulis lakukan secara klasikal. Dalam pembelajaran tersebut penulis menjelaskan materi pokok yang terdapat dalam indicator sebagai berikut : a. Mengidentifikasi makna gagasan dalam teks berbentuk procedure. b. Mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure. Siswa disuruh membaca teks esei pendek berbentuk procedure kemudian mereka menterjemahkannya. Selanjutnya siswa mengidentifikasi dan mencari makna gagasan dan informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure tersebut. Hasil pembelajaran tersebut ternyata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil refleksi penulis diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran siswa sangat pasif dan mengeluh serta munculnya rasa tidak percaya diri. Mereka sangat kesulitan mngerjakan tugas tugasnya. Jelas, pembelajaran ini sangat tidak epektif atau dengan kata lain pembelajaran tersebut tidak berhasil (Gagal). Uraian tersebut diatas merupakan kegagalan terhadap hasil dan

“Upaya meningkatkan kemampuan kosa kata siswa untuk mengungkapkan makna dalam bentuk esei pendek berbentuk procedure dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping di Kelas IX SMPN 4 Ciamis. VI. 2. Guru bukan lagi merupakan sosok yang ditakuti dan bukan pula sosok otoriter. Berdasarkan pengalaman penulis. pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan ataupun tulisan. penulis berhipotesis bahwa teknik belajar (teori belajar) Kontruktivisme sangatlah tepat kalau dipakai dalam pembelajaran ini. dan menyenangkan. 3. penulis mencoba merencanakan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul. 2. Efektif. Prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif. Meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure. MANFAAT HASIL PENELITIAN A. Mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif. . Penulis mencoba menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. IV. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka penulis telah merumuskan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : “Apakah melalui Model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure di kelas IX SMP Negeri 4 Ciamis?” V. Mengembangkan model pembelajaran yang efektif. Membantu memperbaiki / meningkatkan proses dan hasil belajar mengajar. dan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi komunikatif mereka. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagi berikut : 1. gagasan. penulis berusaha mencari solusi yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut diatas. tetapi Guru harus bisa menjadi seorang fasilitator dan motor yang mampu memfasilitasi dan menggerakan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan.proses belajar. Membantu meningkatkan kualitas profesionalisme guru sebagai pendidik. Bagi Guru 1. 3. Kreatif. Kegagalan tersebut merupakan masalah yang harus diatasi. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mencari satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas. Oleh karena itu. Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan ide. efisien. efisien. dan Menyenangkan) harus dilaksanakan.

4. Pendekatan yang paling sering digunakan di era KTSP adalah Contextual Teaching Learning ( CTL ) yang dikembangkan dalam model Cooperative Learning. A. pengalaman. 2. Meningkatkan rasa senang dan motivasi belajar. 5. 4. 2002 : 24 ). 5. strategi dan model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli untuk mengcover kemampuan berpikir siswa yang berbeda beda tersebut. Steps atau Tahapan-tahapn proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas. Perbedaan perbedaan tersebut akan berdampak pada proses dan hasil sebuah pembelajaran. Contextual Teaching Learning ( CTL ) Setiap siswa mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu barang / melakukan suatu aktifitas yang sifatnya opsional. B. Teks Procedure dikenal pula dengan istilah directory dan biasanya dalam pembentukannya menggunakan kalimat imperative ( Suruhan ). 2006 : 38 ). kreatifitas. cara belajar. Berbagai pendekatan. Pemodelan ( Modeling ). Masyarakat Belajar ( Learning Community ). Teks Procedure umumnya berisi tips atau serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu baran atau suatu aktifitas. 3). dan sebagainya ( Depdiknas. Bagi Sekolah Melalui Model pembelajaran Mind Mapping membantu memperbaiki pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Ciamis. Ketika siswa melihat suatu persoalan maka cara dan intensitas berfikir setiap siswa pun berbeda pula. LANDASAN TEORI A. Perbedaan perbedaan tersebut akibat dari perbedaan minat. Bagi Siswa 1. Teks Procedure Teks Procedure digunakan untuk memberikan petunjuk tentang langkahlangkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu ( Otong Setiawan Djuhaeri. Goal atau tujuan kegiatan. dan Refleksi ( Reflektion ). Kontruktifistik ( Kontruktifism ). kemampuan. Meningkatkan kompetensi komunikatif dan prestasi belajar Bahasa Inggris. VII. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dari golongan IVa ke jenjang berikutnya. Pertanyaan ( Questioning ). dan hasil belajar siswa yang lebih tinggi. Penilaian Otentik ( Authentic Assestment ). Pendekatan CTL itu sendiri memiliki 7 elemen penting yaitu : Inquiri ( Inquiri ). Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan merespon makna dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan dan tulisan secara akurat. lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure. Meningkatkan keaktifan. kesenjangan. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah untuk dijadikan penilaian guna mendapatkan tunjangan sertifikasi guru/pendidik. 2). 3. C. Teks ini umumnya memiliki generic structure ( susunan umum ): 1). Para ahli berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di era .

d). Tempat penelitian SMP Negeri 4 Ciamis Kabupaten Ciamis 3. Teknik ini dapat digunakan untuk mengorganisasi ide ide yang muncul dikepala anda. penulis mendesain satu teknik pembelajaran yang lebih sedrhana tanpa mengurangi esensi dari CTL itu sendiri.com/tips-menulis/tips-fiksi/menulis-dengan-diagrambalon. 5. Menekankan pemecahan masalah. Menerapkan penilaian autentik. Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain. VIII. 3. dan menyenangkan. 4. 4. Blancard (2001) mengembangkan strategi pembelajaran kontektual dengan : 1. membuat kita bisa menyeusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa. dan pekerjaan. 2. Mind Mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan. Mendorong siswa untuk belajar dari sesama teman dan belajar bersama dan 6.d.html). (http://www. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan dikota yang mempunyai banyak cabang. Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.pendidikan sekarang yang lebih menekankan pada kontektual. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan perdi dan dimana kita berada. hanya saja tujuh pilar CTL ini dianggap terlalu berat untuk digunakan semua dalam pembelajaran di SMP Negeri 4 Ciamis khususnya kelas IX. Mengaitkan pembelajaran pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda. Lama Tindakan . Mind Mapping Mind mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan pada pemetaan otak yaitu dengan cara menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali keluar otak. b). Penulis menyetujui bahwa pendekatan CTL sangat cocok untuk digunakan dan sesuai dengan KTSP. B. bermakna. Ada beberapa kelebihan apabila kita menggunakan model pembelajaran mind mapping antara lain : a). Cara ini cepat. Waktu Penelitian Waktu penelitian mulai perencananan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut mulai Januari s. Rencana Penelitian 1. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN A. c). April 2010 pada semester 2 tahun pelajaran 2009-2010. masyarakat. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang luas.escaeva. Menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah. 2. Mengajarai siswa memonitor dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri sehingga menjadi siswa mandiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Model pembelajaran Mind Mapping. Maka dari itu. Subjek Penelitan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 4 Ciamis berjumlah 40 Orang.

5. mencakup : 1. 5. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran klasikal dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Merancang model pembelajaran klasikal.Waktu untuk melaksanakan tindakan mulai dari Siklus I dan Siklus II selama 3 bulan. Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Menyusun kelompok belajar peserta didik 7. Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran klasikal. Menerapkan model pembelajaran klasikal. Tahap Refleksi (reflection). 2. Menyiapkan instrumen (angket. Mendiskusikan model pembelajaran interaktif. Proses pembelajaran ini di teliti melaluiPenelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dengan kegiatan sebagai berikut : SIKLUS ke-1 Tahap Perencanaan (planning). 2. 3. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 4. mencakup : 1. Melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan perencanaan. Melakukan refleksi terhadap kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. mencakup : 1. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.tes akhir). Merencanankan tugas kelompok Tahap Melakukan Tindakan (action). 3.observasi. . 2. Observasi (observation). Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran klasikal yang dilakukan guru di kelas IX. B. dan Evaluasi (evaluation). Tahap Mengamati (observation). Tindakan (action). Mencatat setiap perubahan dan kegiatan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran klasikal. Melakukan pengamatan pada setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana. 6. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru SMP Negeri 4 Ciamis. 4. Menganalisis temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1998) yang mencakup kegiatan Perencanaan (planning). 4. mencakup : 1. 4. Menganalisis dan merumuskan masalah. 3. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar peserta didik.pedoman. Refleksi (reflektion). Mengidentifikasi masalah. 3. 2. Melakukan diskusi dengan guru SMP Negeri 4 Ciamis dan Kepala Sekolah untuk rencana observasi. 5. Mengantisipasi dengan mencari solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahapan-tahapan kegiatan.

Dengan agenda kegiatan sbb : No. Menyusun rekomendasi. dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya. Mengevaluasi hasil refleksi. Terjadi peningkatan prestasi anak didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris. antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2009 dan rencana berlangsung selama 2 bulan secara berkesinambungan. mencakup : 1. Guru memiliki kemampuan merancang dan menerapkan model pembelajaran yang interaktif dengan kerja kelompok khusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris. 17 Januari 2010 4. Tgl. 3 Januari 2010 Video photo 2. mencakup : 1. 10 Januari 2010 3. 2). Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan umpan balik. Melaksanakan tindakan perbaikan dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Pertemuan 1. IX. Melakukan analisis pemecahan masalah. 2.SIKLUS ke-2 Tahap Perencanaan (planning). Dari rancangan pembelajaran interaktif dan pemberian tugas kerja kelompok dolakukanj validasi oleh teman sejawat dan kepala sekolah. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam bentuk laporan hasil penelitian. Untuk kreatifitas peserta didikdalam pembelajaran digunakan observasi dan angket dan untuk perolehan hasil belajar peserta didik digunakan deskripsi kuantitatif. Peserta didik memiliki kemampuan dan kreatifitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. 4. 3. 2. dan 3). Mencatat perubahan yang terjadi. Data . Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran. mendiskusikan. Tahap Mengamati (observation). Dari setiap kegiatan pada Siklus 1 dan Siklus 2. Tahap Melakukan Tindakan (action). 24 Januari 2010 Tahap Kegiatan Siklus 1 : Tahap Perencanaan ( Planing ) Tahap Melakukan Tindakan tiap-tiap pengamatan (action) Tahap Mengamati (observation) Tahap Refleksi (reflection) Ket. Analisis data untuk lebih menjamin keakuratan data penelitian dilakukan perekaman dalam video photo. JADWAL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2009-2010. mencakup : 1. Merancang perbaikan berdsarkan refleksi siklus 1. 3. hasil yang diharapkan adalah agar 1). 2.

The Action Research Planner. dan Taggart. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendasmen Dirtendik: 2003. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Mulyana. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Dirjen Dikgu dan Tentis. Wibawa. Arikunto. DAFTAR PUSTAKA Kemmis.al. et. 2007. Deakin:Deakin University. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Suharsimi. 2005. 03 Pebruari 2010 6. 24 Pebruari 2010 9. 2006. 10 Pebruari 2010 7. Basuki. Slamet. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.5. 17 Pebruari 2010 8. Bandung:LPMP . Jakarta. 01 Maret 2010 10. R. Jakarta. 2006. 1988. S. Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas. 2005. Suhardjono. Jakarta: Dirjen PMPPTK. 2003. Penelitian Tindakan Kelas dalam Pengembangan Propesi Guru. 7-14 Maret 2010 Siklus 2 : Tahap Perencanaan (planning) Tahap Melakukan Tindakan (action) Tahap Mengamati (observation) Tahap Refleksi (reflection) Tahap Analisis Data dan Deskripsi Temuan sebagai bahan laporan Menyusun Laporan PTK XII. Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful