ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN KLIEN HARGA DIRI RENDAH

DISUSUN OLEH : KELOMPOK IV AHMAD BERUNTUNG FERY SURIADI JULPIANA ISMIYANTI M. ABDILAH NORMAN HERIANSYAH RATIH FITRI ERIANI SITI NORFARIDA ZAKI RAMADANI

YAYASAN ABDI KALIMANTAN AKADEMI KEPERAWATAN PANDAN HARUM BANJARMASIN 2011/2012

LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH

1.KASUS (MASALAH UTAMA) Harga diri rendah

2.Proses terjadinya masalah

A.Pengertian Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri. B.Penyebab Penyebab yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis C.Tanda dan gejala a. perasaan yang negatif terhadap diri sendiri b. hilangnya percaya diri dan harga diri c. merasa gagal mencapai keinginan d. mengkritik diri sendiri e. penurunan produktivitas f. destruktif yang diarahkan pada orang lain g. perasaan tidak mampu h. mudah tersinggung i. menarik diri secara social.

.... pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter. pemeriksaan pemeriksaan perianal . Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya.< Respon maladaptif Aktualisasi Diri Konsep diri positif Harga diri rendah Kerancuan identitas Depersonalisasi Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat.. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. misal harus operasi.Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian...Akibat Akibat yang mungkin timbul berupa.. kecelakaan...... 1999)...D. Ada tiga jeis transisi peran : 1.. Situasional. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah..... penampilan dan fungsi tubuh..... putus sekolah..... Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. perubahan ukuran.... Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. E. 3.Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit...Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan denganpertumbuhan.. putus hubugan kerja dll. 2.. Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara: 1.. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan.. yaitu terjadi trauma yang tiba tiba.. aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain. perubahan fisik... nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri...... prosedur medis dan keperawatan.... Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh..Rentang respon Respon adaptif >. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain...... dicerai suami....... bentuk.....

. Kronik. yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama F. H. 2.Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji 1. perlakuan petugas yang tidak menghargai.Patofisiologi Patofisiologi dari harga diri rendah tergantung dari keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. G. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit. Masalah keperawatan : 1.Prilaku Prilaku yang dilakukan pada individu yang menarik diri biasanya individu tersebut cenderung menjauhkan diri dari orang lain selain itu individu tersebut juga memiliki tingkat percaya diri yang sangat rendah dan selalu berfikir negatif tentang dirinya sendiri.dll. Gangguan konsep diri : harga diri rendah. harapan akan struktur.Pohon masalah Resiko isolasi sosial: menarik diri Gangguan konsep diri : Harga diri rendah Core problem Berduka disfungsional I.).

klien dapat mengidentifikasi dengan perawat. bodoh. Data obyektif: Klien tampak lebih suka sendiri.dan mau duduk berdampingan 2. bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan.1. 3. 2.Rencana tindakan NO DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA EVALUASI 1 Gangguan konsep diri: harga diri rendah TUM: klien memiliki konsep diri yang positif TUK: 1. tidak bisa. ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup. setelah beberapa kali interaksi. mengkritik diri sendiri. 2.setelah beberapa kali interaksi klien 2.2. mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.ada kontak mata. Resiko isolasi sosial :menarik diri 2.mau berjabata tangan. diskusikan dengan klien saling percaya dengan menggunakan prinsip kounikasi terapiutik INTERVENSI .klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat. Bina hubungan 1. Data yang perlu dikaji : 1.rasa senang. klien membina hubungan saling percaya dengan perawat 1. tidak tahu apa-apa. Data subyektif : Klien mengatakan: saya tidak mampu.menjawab salam.

setlah beberapa kali interaksi klien dapat menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakannya. klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 3. 3. 3. diskusikan dengan klien kemapuan yang dapat dilaksanakannya.1.2.klien dapat menilai kempuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3.2.hindari memberi penilaian yang negatif.2.1. berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan klien. setelah beberapa kali interaksi membuat rencana kegiatan harian 4. diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya. . tingkatkan kegiatan sesuai sesuai kondisi klien 4.aspek positif dan menyebutkan: kemampuan yang dimilki. 4. 2 Resiko isolasi sosial: menarik diri TUM: Klien dapat berinteraksi dengan orang lain 4. beri pujian yang realistis .keluarga dan lingkungan *kemampuan yang dimiliki klien 2. *Aspek positif dan kemampuan yang dimilik klien *aspek positif keluarga *aspek positif lingkungan klien tentang: *aspek positif klien.

Setelah beberapa kali interaksiklien menyebutkan minimal satu penyebab menarik diri dari: diri lingkungan.nama anggilan perwat dan tujuan berkenalan *tanyakan dan panggil nama kesukaan klien *tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi 2.tersenyum.menceritakan masalahnya dan bersedia mengungkapkan masalahnya 1. klien dapat membina hubungan saling percaya 1.1 Bina hubungan saling percaya dengan: *beri salam setiap interaksi *perkenalkan nama.1. setelah beberapa kali interaksi klien menunjukkan tandatanda percaya kepada / terhadap perawat: wajah cerah. Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri 2.orang lain dan *orang yang paling dekat dengan klien di rumah/diruang perawatan *apa yang membuat klien dekat dengan orang tersebut . tanyakan pada klien tentang: *orang yang tinggal serumah / teman sekamar klien sendiri.TUK: 1. 2.ada kontak mata.mau berkenalan.

2.3.bisa diskusi.kesepian dan tidak bisa diskusi. Komponen Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan .misalnya: banyak teman. Diskusikan dengan klien penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul dengan orang lain. Diskusikan bersama klien tentang manfaat hubungan sosial dan kerugian menarik diri. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan persaannya.3.misalnya: sendiri. 3.2. Setelah beberapa kali interaksi dengan klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan sosial. 3. 3.tidak kesepian.1 Tanyakan pada klien tentang: *manfaat hubungan sosial *kerugian menarik diri 3. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya. 2.2. Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik diri. 3.saling menolong dan kerugian menarik diri.

SP IV 1. Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien. 2.Membantu keluarga dalam membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum Harga Diri Rendah SP I 1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan HDR. Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien. Menjelaskan cara merawat pasien dengan HDR. . 6. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien HDR. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien 2. Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan 3. SP III 1. 2. Menevaluasi jadwal kegiatan harian pasien. 4. Menjelaskan pengertian HDR. SP II 1. Melatih kemampuan kedua. SP II 1. 3. Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. 5.• STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN MASALAH KEPERAWATAN TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK PASIEN TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK KELUARGA SP I 1.tanda dan gejala serta proses terjadinya HDR.

Membantu menyusun jadwal palaksanaan kemampuan yang dilatih untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan .rasa percaya dirinya meningkat. Membantu pasien menilai kemampuan yang daat digunakan. Diagnosa Keperawatan Harga diri Rendah 3.3. 5. Membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih.klien merespon pertanyaan yang diberikan oleh perawat. Tujuan Khusus Klien tidak lagi memiliki perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. Kondisi klien Klien tampak diam dan tidak mau bersosialisasi. Melatih kemampuan yang pilih pasien. 4. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang. 4. 2. 2. obat (discharge planning) 2. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. 3.klien tidak lagi mengkritik diri sendiri dan klien mampu bersosialisasi lagi. Tindakan Keperawatan 1. • IDENTITAS KLIEN Nama Umur Tanggal masuk Tanggal pengkajian Informan No. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien. RM : : : : : : • PROSES KEPERAWATAN 1.

Memvalidasi dan Mengevaluasi keadaan pasien “Coba bapa ceritakan perasaan hari ini!” “Adakah hal yang terjadi selama kita tidak bertemu? Coba ceritakan”. Memberi Salam “Selamat pagi bapa. “Apakah bapa sudah mendiskusikan masalah ini kepada keluarga dan orang terdekat bapa C. Evaluasi Respon Klien Terhadap Tindakan Keperawatan Evaluasi subjektif: “Bagaimana perasaan bapa setelah latihan tadi?” Evaluasi objektif “Coba bapa sebutkan hal-hal yang sudah kita bicarakan tadi!” “Bapa telah bagus melaksanakannya” .• STRATEGI KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN 1.saya mahasiswa erawat yang akan merawat bapa. Menyepakati kontrak atau Pertemuan 1) Topik / Tindakan / Kegiatan “Sesuai janji kita yang lalu kita akan bertemu hari ini jam 09.nama saya R. Tahap Terminasi A.nama ibu siapa?” B. “Bagaiman kalau kita belajar cara menghadapi masalah yang bapa hadapi sekarang” D. “Bagaimana kalau bapa meminta tolong kepada orang terdekat bapa jika bapa merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapi masalah ini” 3. “Apa masalah yang bapa hadapi sekarang?” B.00 untuk membicarakan masalah yang bapa hadapi sekarang” 2) Tempat “mau duduk dimana? Bagaimana kalau kita duduk disana?” 3) Waktu “Mau berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit?” 2. “Apa keluhan bapa hari ini?” C. Tahap Kerja A. Tahap Orientasi A.

Kontrak yang akan datang Waktu: “Kapan kita bertemu lagi?” “Bagaimana kalau 3 hari lagi?” Topik:”Bagaimana kalau nanti kita bicara tentang cara meningkatkan rasa percaya diri bapa? Tempat:”Dimana tempatnya? Bagaimana kita bertemu nanti disini lagi. Tindak Lanjut Klien “Bagaimana kalau nanti bapa menceritakan lagi tentang perasaan bapa? Kapan kita dapat bercakap-cakap lagi?” C.B. Sampai jumpa Terimakasih” ASKEP KLIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH RUANG RAWAT : PINUS : 13 Maret 2012 TANGGAL DIRAWAT 1. IDENTITAS KLIEN .

penampilan terlihat tidak rapi dan tidak percaya diri. S : perempuan : 17 tahun : 00 83 98 : Banjarmasin : 16 Maret 2012 2.Nama Jenis kelamin Umur RMK Alamat Tanggal pengkajian : Nn. 1. Klien berpakaian lusuh dan selera makannya berkurang. sering mengkritik diri sendiri karena tidak mampu seperti orang lain. 5. Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa Sebelumnya klien tidak pernah menjalani pengobatan Pengalaman. • Pasien sangat tertutup dari orang sekitarnya. • Pasien merasa dirinya tidak mampu melakukan kegiatan seperti orang lain.2. Anggota Keluarga Pasien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. 3. • Pasien berpakaian tidak rapih. • Pasien selalu menunduk saat bicara dengan orang lain. yaitu : . tidak pernah bergaul dengan orang lain. Alasan Masuk Rumah Sakit Pasien Masuk RS karena sering merasa malu dan sering menutup diri.. 2. 3. Jelaskan no. Pasien pernah mengalami pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.3 : Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa dan tidak pernah menjalani pengobatan. Masalah Keperawatan : Resiko Tinggi Bunuh Diri 4. • Pasien sering mengkritik diri sendiri. Klien selalu menunduk tidak berani menatap lawan bicara. • Pasien berbicara lambat dan suaranya lemah. Sebelum masuk RSJ klien sangat pendiam dan tertutup dari orang di sekitarnya . Faktor Predisposisi 1.

lebih banyak berada didalam ruangan dari pada diluar untuk berinteraksi dengan pasien yang lain. Ideal diri Klien Nampak lebih banyak menyendiri. 4. c.klien jarang berinteraksi dengan pasien lainnya. sejak saat itu klien selalu murung. Harga diri . Identitas Klien tinggal bersama saudaranya. menangis. dan mengurung diri dikamar. Pemeriksaan Fisik 1. kurang berkomunikasi. Peran Klien berperan sebagai pasien jiwa dan mampu menjalankan perannya dengan baik. pasien anak ke 1 dari 5 bersaudara. Jika diajak bicara klien menjawab pertanyaan dengan singkat. b.± 5 bulan yang lalu klien putus sekolah. Psikososial 1. Klien tidak pernah mengalami gangguan fisik seperti Darah Tinggi. maupun kerusakan integritas kulit dan penyakit lainnya. d. bersedih.5 C Ukur : TB :160 cm BB : 52 kg 2. 3. infeksi. Kemudian klien slalu mengatakan dirinya bodoh dan malu terhadap dirinya sendiri. Masalah keperawatan : Isolasi Diri 4. Gambaran diri Klien lebih banyak menyendiri diruangan. Tanda vital : TD N RR S : 110/70mmHg : 80x /menit : 20X/menit : 36. berdiam diri. Konsep Diri a.

penampilan penampilan pasien tidak rapi. 3. gangguan komunikasi verbal c. Orang yang berarti dalam hidup klien adalah saudara-saudara klien. kurang bergairah. Status mental a. b. cara berpakaian dan rambut pasien acak. Afek muka klien datar tidak ada ekspresi dari muka klien. Pasien menjawab pertanyaan dengan nada pelan lambat. f. Peran serta pasien dalam kegiatan kelompok/masyarakat sebelum sakit klien di kenal sebagai anak yang baik di kampung. 5. Masalah keperawatan : Isolasi social dan Harga diri rendah 2. selera makan berkurang. Hubungan social a. Persepsi . Klien tidak memperdulikan lingkungan. Klien aktif melakukan aktifitas diruangan. Kontak mata kurang.pasien lebih banyak diam. b.pasien menjawab pertanyaan dengan singkat.Klien nampak hanya berdiam diri tanpa bercakap-cakap dengan pasien lain.acakan. Masalah. Nilai dan keyakinan Klien menganut agama islam dan percaya akan adanya tuhan. c. b. berpakian tidak rapih. pasien tidak pernah bermasalah dengan pasien lain baik permasalahan makanan maupun yang lainnya. Interaksi selama wawancara dengan pasien berlangsung lancar tapi kadang pasien diam dan termenung. afek datar/ kosong. Kegiatan ibadah Sebelum sakit jiwa klien aktif melakukan ibadah tetapi setelah masuk RSJ klien tidak pernah lagi melakukan ibadah. tidak ada kontak mata. Aktivitas motorik pasien beraktivitas seperti biasa. pembicaraan klien tidak mampu memulai pembicaraan. e. Spiritual a. Hambatan dalam berhubungan orang lain yaitu klien lebih banyak diam dan menyendiri dan susah menjawab pertanyaan yang diajukan. d. menjawab pertanyaan dengan singkat.

perabaan. Masalah Keperawatan : gangguan konsep diri j. Daya tilik diri Pasien tidak mengalami gangguan daya tilik dirinya baik gangguan mengingkari penyakit yang dideritanya maupun menyalahkan hal-hal yang diluar dirinya. Tingkat Kesadaran Tingkat kesadaran pasien pada saat wawancara Nampak sedasi atau mengatakan merasa melayang-melayang antara sadar atau tidak sadar. pasien mampu berhitung dengan baik. Isi pikir Isi pikir pada saat wawancara dengan pasien adalah tidak ingin ada yng mengganggu dirinya. 6.Pasien berganti pakaian 1x sehari. . Proses pikir pada saat wawancara pasien kurang mampu menjawab pertanyaan.pengecapan. pembauan. Pasien sadar ia berada di RSJ dan mengalami gangguan jiwa hingga ia dirawat sampai saat ini. kadang-kadang diam atau asyik sendiri melakukan aktivitasnya atau yang disebut bloking I. Tingkat Konsentrasi Dan Berhitung Pasien Tidak mengalami gangguan tingkat konsentrasi dan berhitung. m. penglihatan. Memori Pasien masih mampu mengingat beberapa memori yang dialaminya lalu tapi kadang pasien tidak mampu mengingat pertanyaan yang baru ditanyakan.pakaian Klien nampak berpakaian kurang rapi tidak sesuai dengan anggota tubuh. Kemampuan klien memahami/menyediakan makanan . h.makanan Pasien Nampak makan kurang lahap dan tidak mampu menghabiskan makanan yang disediakan. l. n. Kebutuhan Persiapan Pulang a. Kemampuan Penilaian Pasien mengalami gangguan bermakna yaitu pasien masih belum mampu mengambil keputusan secara ringan walaupun dengan arahan perawat. k. Pasien tidak menyukai beberapa jenis makanan .pasien tidak mengalami gangguan halusinasi baik halusinasi pendengaran.

Kemampuan Klien Pasien mampu mengantisipasi kebutuhan sehari-hari.BAB dan BAK sendiri. Pasien mampu membuat keputusan berdasarkan keinginannya sendiri .makan sendiri. b. perawatan diri sehari-hari -Pasien merawat diri kuang baik seperti mandi sendiri.-perawatan kesehatan Pasien kurang mampu melakukan perawatan kesehatan dengan baik .Pasien tidur dengan pulas.makan.istirahat.pasien tidak melakukan kegiatan yang ia sukai pasien hanya beraktivitas didalam ruangan seperti tidur.mengkonsumsi obat secara beraturan. -Nutrisi Pasien tidak selera dengan makanan yang disediakan pasien tidak menghabiskan makanan bersama berkumpul dengan pasien lainnya. Pasien melakukan pemeriksaan kesehatan. Nafsu makan berkurang dan pasien tidak memiliki diet khusus. 7. -Tidur Pasien tidak mengalami gangguan tidur. c. Terapi pengobatan p. -Tempat Tinggal Pasien tinggal dengan pasien lainnya dan pasien berhubungan baik dengan pasien lainnya. d.o : • • • buspirone naltrexone fluoxetine . Pasien mengalami gangguan perawatan diri. e. tidur dan istirahat teratur.ganti pakaian sendiri. Pasien memiliki factor pendukung seperti keluarga dan professional / terapis dalam mendukung kesembuhannya.makan tidak teratur.mandi.

MASALAH KEPERAWATAN DAN ANALISA DATA NO MASALAH DATA SUBJEKTIF KEPERAWATAN 1 Gangguan konsep diri  Klien mengatakan hidupnya tidak berguna lagi  Klien mengatakan bahwa dirinya bodoh  Klien mengungkapkan bahwa dirinya malu  Klien mengatakan tidak ingin di ganggu RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Dx Perencanaan DATA OBJEKTIF  Klien ekspresi wajah murung  Klien menarik diri dari hubungan sosial dan mudah tersinggung  Klien lebih sering menyendiri  Pakaian klien tidak rapi .

3.2. beri pujian yang realistis .keperawatan Gangguan konsep diri: harga diri rendah Tujuan TUM: klien memiliki konsep diri yang positif TUK: 1.keluarga dan lingkungan *kemampuan yang dimiliki klien 2. setelah beberapa kali interaksi klien menyebutkan: *Aspek positif dan kemampuan yang dimilik klien *aspek positif keluarga *aspek positif lingkungan klien 1.mau berjabata tangan.menjawab salam. setelah beberapa kali interaksi. diskusikan dengan klien kemapuan yang dapat dilaksanakannya.ada kontak mata.rasa senang. 1. setlah beberapa kali interaksi klien dapat menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakannya .hindari memberi penilaian yang negatif. 3. klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimilki 2. diskusikan dengan klien tentang: *aspek positif klien.dan mau duduk berdampingan dengan perawat 2. diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya 3.1. .Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip kounikasi terapiutik 2. klien membina hubungan saling percaya dengan perawat Kriteria Hasil Intervensi 1.2.klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat. klien dapat menilai kempuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3.

. tingkatkan kegiatan sesuai sesuai kondisi klien 4. berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan klien DAFTAR PUSTAKA ≅ Boyd dan Nihart.1. EGC: Jakarta.Raven Publisher: Philadelphia. 5th edition. Lynda Juall.4. (1998). Lippincott. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. ≅ Carpenito. setelah beberapa kali interaksi membuat rencana kegiatan harian 4. (1998). Psychiatric Nursing& Contemporary Practice.Raven Publisher: philadelphia.2. ≅ Schultz dan Videback. klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya 4. Manual Psychiatric Nursing Care Plan. (1998). 1st edition. Lippincot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful