P. 1
Laporan Pendahuluan Harga Diri Rendah

Laporan Pendahuluan Harga Diri Rendah

|Views: 1,306|Likes:
Published by Iriel PunTna Ratih

More info:

Published by: Iriel PunTna Ratih on Jun 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN KLIEN HARGA DIRI RENDAH

DISUSUN OLEH : KELOMPOK IV AHMAD BERUNTUNG FERY SURIADI JULPIANA ISMIYANTI M. ABDILAH NORMAN HERIANSYAH RATIH FITRI ERIANI SITI NORFARIDA ZAKI RAMADANI

YAYASAN ABDI KALIMANTAN AKADEMI KEPERAWATAN PANDAN HARUM BANJARMASIN 2011/2012

LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH

1.KASUS (MASALAH UTAMA) Harga diri rendah

2.Proses terjadinya masalah

A.Pengertian Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri. B.Penyebab Penyebab yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis C.Tanda dan gejala a. perasaan yang negatif terhadap diri sendiri b. hilangnya percaya diri dan harga diri c. merasa gagal mencapai keinginan d. mengkritik diri sendiri e. penurunan produktivitas f. destruktif yang diarahkan pada orang lain g. perasaan tidak mampu h. mudah tersinggung i. menarik diri secara social.

. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh. Situasional.... kecelakaan.. prosedur medis dan keperawatan... pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter..Rentang respon Respon adaptif >.. aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain..D... Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya...Akibat Akibat yang mungkin timbul berupa... 1999). Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara: 1.. 2. putus sekolah..... pemeriksaan pemeriksaan perianal ... dicerai suami. E... Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri.< Respon maladaptif Aktualisasi Diri Konsep diri positif Harga diri rendah Kerancuan identitas Depersonalisasi Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat.. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain.. perubahan ukuran... Ada tiga jeis transisi peran : 1..... Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri..Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan denganpertumbuhan..Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian...... penampilan dan fungsi tubuh.. 3.Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit.. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi...... misal harus operasi.. bentuk. yaitu terjadi trauma yang tiba tiba. putus hubugan kerja dll. perubahan fisik................. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan.

perlakuan petugas yang tidak menghargai. harapan akan struktur. Kronik.).Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji 1. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit.Pohon masalah Resiko isolasi sosial: menarik diri Gangguan konsep diri : Harga diri rendah Core problem Berduka disfungsional I. 2.dll. Gangguan konsep diri : harga diri rendah. yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama F. Masalah keperawatan : 1. G. H.Prilaku Prilaku yang dilakukan pada individu yang menarik diri biasanya individu tersebut cenderung menjauhkan diri dari orang lain selain itu individu tersebut juga memiliki tingkat percaya diri yang sangat rendah dan selalu berfikir negatif tentang dirinya sendiri.Patofisiologi Patofisiologi dari harga diri rendah tergantung dari keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. .

mengkritik diri sendiri. bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan. 2. Data yang perlu dikaji : 1. Data subyektif : Klien mengatakan: saya tidak mampu.klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat. klien dapat mengidentifikasi dengan perawat. 2. ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup. klien membina hubungan saling percaya dengan perawat 1.mau berjabata tangan. 3.Rencana tindakan NO DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA EVALUASI 1 Gangguan konsep diri: harga diri rendah TUM: klien memiliki konsep diri yang positif TUK: 1. diskusikan dengan klien saling percaya dengan menggunakan prinsip kounikasi terapiutik INTERVENSI . tidak tahu apa-apa. mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.2.dan mau duduk berdampingan 2. Data obyektif: Klien tampak lebih suka sendiri. tidak bisa.menjawab salam. bodoh.ada kontak mata. Bina hubungan 1.setelah beberapa kali interaksi klien 2. Resiko isolasi sosial :menarik diri 2.rasa senang. setelah beberapa kali interaksi.1.

2. beri pujian yang realistis . setelah beberapa kali interaksi membuat rencana kegiatan harian 4. diskusikan dengan klien kemapuan yang dapat dilaksanakannya.aspek positif dan menyebutkan: kemampuan yang dimilki. tingkatkan kegiatan sesuai sesuai kondisi klien 4. 2 Resiko isolasi sosial: menarik diri TUM: Klien dapat berinteraksi dengan orang lain 4. 3.klien dapat menilai kempuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3. *Aspek positif dan kemampuan yang dimilik klien *aspek positif keluarga *aspek positif lingkungan klien tentang: *aspek positif klien. .hindari memberi penilaian yang negatif.keluarga dan lingkungan *kemampuan yang dimiliki klien 2. 3. setlah beberapa kali interaksi klien dapat menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakannya.1. klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 4. berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan klien.2.2.1. diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya. 3.

mau berkenalan.TUK: 1.orang lain dan *orang yang paling dekat dengan klien di rumah/diruang perawatan *apa yang membuat klien dekat dengan orang tersebut .1.menceritakan masalahnya dan bersedia mengungkapkan masalahnya 1. klien dapat membina hubungan saling percaya 1. 2. Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri 2.tersenyum.1 Bina hubungan saling percaya dengan: *beri salam setiap interaksi *perkenalkan nama. Setelah beberapa kali interaksiklien menyebutkan minimal satu penyebab menarik diri dari: diri lingkungan. setelah beberapa kali interaksi klien menunjukkan tandatanda percaya kepada / terhadap perawat: wajah cerah.ada kontak mata.nama anggilan perwat dan tujuan berkenalan *tanyakan dan panggil nama kesukaan klien *tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi 2. tanyakan pada klien tentang: *orang yang tinggal serumah / teman sekamar klien sendiri.

Diskusikan bersama klien tentang manfaat hubungan sosial dan kerugian menarik diri.misalnya: sendiri. Setelah beberapa kali interaksi dengan klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan sosial. 3.3. Komponen Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan . 3.bisa diskusi. Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik diri.2.tidak kesepian. 3.misalnya: banyak teman.kesepian dan tidak bisa diskusi. 2.2. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan persaannya.2.1 Tanyakan pada klien tentang: *manfaat hubungan sosial *kerugian menarik diri 3. 3. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya.saling menolong dan kerugian menarik diri.3. Diskusikan dengan klien penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul dengan orang lain.

Membantu keluarga dalam membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum Harga Diri Rendah SP I 1. 5. 4. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan HDR. Melatih kemampuan kedua. Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih. 2. 2. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.tanda dan gejala serta proses terjadinya HDR. Menjelaskan pengertian HDR. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien HDR. SP III 1. Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien. . Menjelaskan cara merawat pasien dengan HDR. 6.• STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN MASALAH KEPERAWATAN TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK PASIEN TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK KELUARGA SP I 1. Menevaluasi jadwal kegiatan harian pasien. SP II 1. SP IV 1. SP II 1. 3. Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien. Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan 3. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien 2.

2.3.klien merespon pertanyaan yang diberikan oleh perawat. Kondisi klien Klien tampak diam dan tidak mau bersosialisasi. Membantu menyusun jadwal palaksanaan kemampuan yang dilatih untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan . obat (discharge planning) 2. Tindakan Keperawatan 1. Tujuan Khusus Klien tidak lagi memiliki perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. 4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. 5. 3. Diagnosa Keperawatan Harga diri Rendah 3. RM : : : : : : • PROSES KEPERAWATAN 1. Melatih kemampuan yang pilih pasien. • IDENTITAS KLIEN Nama Umur Tanggal masuk Tanggal pengkajian Informan No. 4. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang. Membantu pasien menilai kemampuan yang daat digunakan.klien tidak lagi mengkritik diri sendiri dan klien mampu bersosialisasi lagi. 2. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien.rasa percaya dirinya meningkat. Membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih.

Tahap Kerja A. Tahap Terminasi A.00 untuk membicarakan masalah yang bapa hadapi sekarang” 2) Tempat “mau duduk dimana? Bagaimana kalau kita duduk disana?” 3) Waktu “Mau berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit?” 2.• STRATEGI KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN 1.nama ibu siapa?” B. “Apakah bapa sudah mendiskusikan masalah ini kepada keluarga dan orang terdekat bapa C. Memberi Salam “Selamat pagi bapa. “Bagaiman kalau kita belajar cara menghadapi masalah yang bapa hadapi sekarang” D.saya mahasiswa erawat yang akan merawat bapa. “Apa keluhan bapa hari ini?” C. “Bagaimana kalau bapa meminta tolong kepada orang terdekat bapa jika bapa merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapi masalah ini” 3. Menyepakati kontrak atau Pertemuan 1) Topik / Tindakan / Kegiatan “Sesuai janji kita yang lalu kita akan bertemu hari ini jam 09. Tahap Orientasi A. “Apa masalah yang bapa hadapi sekarang?” B. Evaluasi Respon Klien Terhadap Tindakan Keperawatan Evaluasi subjektif: “Bagaimana perasaan bapa setelah latihan tadi?” Evaluasi objektif “Coba bapa sebutkan hal-hal yang sudah kita bicarakan tadi!” “Bapa telah bagus melaksanakannya” . Memvalidasi dan Mengevaluasi keadaan pasien “Coba bapa ceritakan perasaan hari ini!” “Adakah hal yang terjadi selama kita tidak bertemu? Coba ceritakan”.nama saya R.

B. Sampai jumpa Terimakasih” ASKEP KLIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH RUANG RAWAT : PINUS : 13 Maret 2012 TANGGAL DIRAWAT 1. Tindak Lanjut Klien “Bagaimana kalau nanti bapa menceritakan lagi tentang perasaan bapa? Kapan kita dapat bercakap-cakap lagi?” C. Kontrak yang akan datang Waktu: “Kapan kita bertemu lagi?” “Bagaimana kalau 3 hari lagi?” Topik:”Bagaimana kalau nanti kita bicara tentang cara meningkatkan rasa percaya diri bapa? Tempat:”Dimana tempatnya? Bagaimana kita bertemu nanti disini lagi. IDENTITAS KLIEN .

3. Jelaskan no. penampilan terlihat tidak rapi dan tidak percaya diri. Alasan Masuk Rumah Sakit Pasien Masuk RS karena sering merasa malu dan sering menutup diri. Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa Sebelumnya klien tidak pernah menjalani pengobatan Pengalaman. Sebelum masuk RSJ klien sangat pendiam dan tertutup dari orang di sekitarnya .2. • Pasien berpakaian tidak rapih.3 : Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa dan tidak pernah menjalani pengobatan. Masalah Keperawatan : Resiko Tinggi Bunuh Diri 4.Nama Jenis kelamin Umur RMK Alamat Tanggal pengkajian : Nn. 5.. Anggota Keluarga Pasien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. Pasien pernah mengalami pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan. Klien berpakaian lusuh dan selera makannya berkurang. yaitu : . • Pasien sangat tertutup dari orang sekitarnya. 3. S : perempuan : 17 tahun : 00 83 98 : Banjarmasin : 16 Maret 2012 2. 2. Klien selalu menunduk tidak berani menatap lawan bicara. sering mengkritik diri sendiri karena tidak mampu seperti orang lain. 1. tidak pernah bergaul dengan orang lain. • Pasien merasa dirinya tidak mampu melakukan kegiatan seperti orang lain. • Pasien selalu menunduk saat bicara dengan orang lain. Faktor Predisposisi 1. • Pasien sering mengkritik diri sendiri. • Pasien berbicara lambat dan suaranya lemah.

Gambaran diri Klien lebih banyak menyendiri diruangan. Masalah keperawatan : Isolasi Diri 4. 3. Konsep Diri a. d. Pemeriksaan Fisik 1. infeksi.5 C Ukur : TB :160 cm BB : 52 kg 2. Psikososial 1. maupun kerusakan integritas kulit dan penyakit lainnya. Klien tidak pernah mengalami gangguan fisik seperti Darah Tinggi. Tanda vital : TD N RR S : 110/70mmHg : 80x /menit : 20X/menit : 36. c. Ideal diri Klien Nampak lebih banyak menyendiri.klien jarang berinteraksi dengan pasien lainnya. lebih banyak berada didalam ruangan dari pada diluar untuk berinteraksi dengan pasien yang lain. Identitas Klien tinggal bersama saudaranya. sejak saat itu klien selalu murung. 4. Peran Klien berperan sebagai pasien jiwa dan mampu menjalankan perannya dengan baik. b. dan mengurung diri dikamar. berdiam diri.± 5 bulan yang lalu klien putus sekolah. Harga diri . bersedih. menangis. pasien anak ke 1 dari 5 bersaudara. kurang berkomunikasi. Kemudian klien slalu mengatakan dirinya bodoh dan malu terhadap dirinya sendiri. Jika diajak bicara klien menjawab pertanyaan dengan singkat.

Pasien menjawab pertanyaan dengan nada pelan lambat. e. Kegiatan ibadah Sebelum sakit jiwa klien aktif melakukan ibadah tetapi setelah masuk RSJ klien tidak pernah lagi melakukan ibadah. selera makan berkurang. 3. tidak ada kontak mata. Spiritual a.pasien menjawab pertanyaan dengan singkat. pasien tidak pernah bermasalah dengan pasien lain baik permasalahan makanan maupun yang lainnya. b. Kontak mata kurang.Klien nampak hanya berdiam diri tanpa bercakap-cakap dengan pasien lain. Masalah.acakan. Klien aktif melakukan aktifitas diruangan. Orang yang berarti dalam hidup klien adalah saudara-saudara klien. 5. Hubungan social a. Persepsi . b. Hambatan dalam berhubungan orang lain yaitu klien lebih banyak diam dan menyendiri dan susah menjawab pertanyaan yang diajukan. Aktivitas motorik pasien beraktivitas seperti biasa. b. c. f. Klien tidak memperdulikan lingkungan. gangguan komunikasi verbal c. Nilai dan keyakinan Klien menganut agama islam dan percaya akan adanya tuhan. menjawab pertanyaan dengan singkat. kurang bergairah. d. pembicaraan klien tidak mampu memulai pembicaraan. Masalah keperawatan : Isolasi social dan Harga diri rendah 2. Status mental a. afek datar/ kosong. Peran serta pasien dalam kegiatan kelompok/masyarakat sebelum sakit klien di kenal sebagai anak yang baik di kampung. cara berpakaian dan rambut pasien acak. berpakian tidak rapih. Afek muka klien datar tidak ada ekspresi dari muka klien. Interaksi selama wawancara dengan pasien berlangsung lancar tapi kadang pasien diam dan termenung.pasien lebih banyak diam. penampilan penampilan pasien tidak rapi.

Tingkat Kesadaran Tingkat kesadaran pasien pada saat wawancara Nampak sedasi atau mengatakan merasa melayang-melayang antara sadar atau tidak sadar. pasien mampu berhitung dengan baik. kadang-kadang diam atau asyik sendiri melakukan aktivitasnya atau yang disebut bloking I. Pasien sadar ia berada di RSJ dan mengalami gangguan jiwa hingga ia dirawat sampai saat ini. k. Isi pikir Isi pikir pada saat wawancara dengan pasien adalah tidak ingin ada yng mengganggu dirinya. .Pasien berganti pakaian 1x sehari. penglihatan. Kemampuan Penilaian Pasien mengalami gangguan bermakna yaitu pasien masih belum mampu mengambil keputusan secara ringan walaupun dengan arahan perawat. 6. Kebutuhan Persiapan Pulang a. h. Proses pikir pada saat wawancara pasien kurang mampu menjawab pertanyaan. perabaan. Memori Pasien masih mampu mengingat beberapa memori yang dialaminya lalu tapi kadang pasien tidak mampu mengingat pertanyaan yang baru ditanyakan. l. Daya tilik diri Pasien tidak mengalami gangguan daya tilik dirinya baik gangguan mengingkari penyakit yang dideritanya maupun menyalahkan hal-hal yang diluar dirinya. Masalah Keperawatan : gangguan konsep diri j. Tingkat Konsentrasi Dan Berhitung Pasien Tidak mengalami gangguan tingkat konsentrasi dan berhitung.pakaian Klien nampak berpakaian kurang rapi tidak sesuai dengan anggota tubuh.pasien tidak mengalami gangguan halusinasi baik halusinasi pendengaran.makanan Pasien Nampak makan kurang lahap dan tidak mampu menghabiskan makanan yang disediakan.pengecapan. n. Kemampuan klien memahami/menyediakan makanan . Pasien tidak menyukai beberapa jenis makanan . m. pembauan.

-Tempat Tinggal Pasien tinggal dengan pasien lainnya dan pasien berhubungan baik dengan pasien lainnya.makan sendiri.BAB dan BAK sendiri.mengkonsumsi obat secara beraturan.o : • • • buspirone naltrexone fluoxetine . c.Pasien tidur dengan pulas.-perawatan kesehatan Pasien kurang mampu melakukan perawatan kesehatan dengan baik . Pasien mampu membuat keputusan berdasarkan keinginannya sendiri . e. tidur dan istirahat teratur. perawatan diri sehari-hari -Pasien merawat diri kuang baik seperti mandi sendiri. Kemampuan Klien Pasien mampu mengantisipasi kebutuhan sehari-hari.makan. -Nutrisi Pasien tidak selera dengan makanan yang disediakan pasien tidak menghabiskan makanan bersama berkumpul dengan pasien lainnya. -Tidur Pasien tidak mengalami gangguan tidur.makan tidak teratur.ganti pakaian sendiri.istirahat. Pasien melakukan pemeriksaan kesehatan. Nafsu makan berkurang dan pasien tidak memiliki diet khusus. d. b. Terapi pengobatan p. Pasien mengalami gangguan perawatan diri. 7. Pasien memiliki factor pendukung seperti keluarga dan professional / terapis dalam mendukung kesembuhannya.pasien tidak melakukan kegiatan yang ia sukai pasien hanya beraktivitas didalam ruangan seperti tidur.mandi.

MASALAH KEPERAWATAN DAN ANALISA DATA NO MASALAH DATA SUBJEKTIF KEPERAWATAN 1 Gangguan konsep diri  Klien mengatakan hidupnya tidak berguna lagi  Klien mengatakan bahwa dirinya bodoh  Klien mengungkapkan bahwa dirinya malu  Klien mengatakan tidak ingin di ganggu RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Dx Perencanaan DATA OBJEKTIF  Klien ekspresi wajah murung  Klien menarik diri dari hubungan sosial dan mudah tersinggung  Klien lebih sering menyendiri  Pakaian klien tidak rapi .

setelah beberapa kali interaksi klien menyebutkan: *Aspek positif dan kemampuan yang dimilik klien *aspek positif keluarga *aspek positif lingkungan klien 1.2. . 1.keluarga dan lingkungan *kemampuan yang dimiliki klien 2.klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat. 3. beri pujian yang realistis . diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya 3. setelah beberapa kali interaksi. 3.hindari memberi penilaian yang negatif.dan mau duduk berdampingan dengan perawat 2.menjawab salam.ada kontak mata.Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip kounikasi terapiutik 2. klien membina hubungan saling percaya dengan perawat Kriteria Hasil Intervensi 1. klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimilki 2.1. diskusikan dengan klien tentang: *aspek positif klien. klien dapat menilai kempuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3. diskusikan dengan klien kemapuan yang dapat dilaksanakannya.rasa senang. setlah beberapa kali interaksi klien dapat menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakannya .2.keperawatan Gangguan konsep diri: harga diri rendah Tujuan TUM: klien memiliki konsep diri yang positif TUK: 1.mau berjabata tangan.

2. 5th edition. tingkatkan kegiatan sesuai sesuai kondisi klien 4. 1st edition.1. Lynda Juall. . Lippincott.Raven Publisher: philadelphia. Manual Psychiatric Nursing Care Plan. setelah beberapa kali interaksi membuat rencana kegiatan harian 4. ≅ Carpenito. berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan klien DAFTAR PUSTAKA ≅ Boyd dan Nihart. Psychiatric Nursing& Contemporary Practice. ≅ Schultz dan Videback. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.Raven Publisher: Philadelphia. Lippincot. (1998). EGC: Jakarta. (1998). klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya 4. (1998).4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->