PENCEGAHAN FRAUD

Pendahuluan Dalam Bab ini akan dijelaskan bagaimana : • • • Mengidentifikasi jenis pengendalian intern dan pentingnya dalam bisnis secara keseluruhan. Mengevaluasi aktivitas pengendalian dalam perusahaan dan menentukan kekurangan dalam perspektif pencegahan fraud. Mendiskusikan komponen utama program pencegahan fraud secara komprehensif dan efektif. Fraud berpengaruh secara langsung terhadap keuntungan perusahaan. Sementara perusahaan besar mungkin dapat bertahan akibat enam atau tujuh macam fraud, sebuah perusahaan kecil atau organisasi nirlaba mungkin tidak akan pernah dapat bertahan. Untuk bertahan dalam pasar yang kompetitif saat ini, perusahaan harus proaktif dalam memerangi fraud. Ketika akuntan memikirkan pencegahan fraud, mereka berpikir pengendalian intern. Pihak luar bertanya “Apa yang dimaksud pengendalian intern?' Pengendalian intern adalah seperangkat aturan dan prosedur yang mengendalikan berjalannya perusahaan. Secara teori, jika prosedur ditetapkan dengan benar dan semua orang mengikutinya, kesalahan terhindari dan fraud tidak terjadi. Masalahnya adalah orang yang melakukan fraud seringnya adalah orang yang menganggap pengendalian intern sebagai bagian dari agenda mereka sendiri. Mereka melanggar aturan ketika mereka melakukan fraud, dan kemudian biasanya melanggar lebih banyak peraturan untuk menutupi fraud. Jadi, Pengendalian intern, ketika ditetapkan dengan benar, dapat mencegah banyak fraud. Dasar-Dasar Pengendalian Intern Pada setiap waktu, manajemen perusahaan memikul tanggung jawab utama untuk menetapkan, mempertahankan, dan menegakkan sistem yang aman dan terkendali, checks

and balances. Biaya untuk membuat, menerapkan, dan memelihara pengendalian yang efektif
bisa tinggi. Seperti halnya keputusan bisnis, penting untuk mempertimbangkan biaya terhadap manfaat yang dapat dicapai dengan pengendalian. Ingat, bagaimanapun, bahwa risiko fraud intern adalah tinggi. Fraud Examiners memperkirakan bahwa 5% sampai 6% dari pendapatan suatu perusahaan hilang karena fraud setiap tahun. Seorang eksekutif mungkin berkata, ''Tidak dengan perusahaan saya'' Mungkin benar bahwa sebuah perusahaan tertentu belum menemukan besarnya fraud intern. Walaupun

Apakah pengendalian efektif untuk menjamin bahwa laporan keuangan akan disajikan secara akurat? . Bahkan ketika aturan pembatasan anggaran. diharapkan sesegera mungkin. Pengendalian Detektif. Ambil contoh. namun pengenalian tidak boleh diabaikan sama sekali. Dengan demikian. Pengendalian Korektif. kebijakan tidak berarti bagi karyawan dan mereka lebih cenderung melanggar aturan tersebut. Hal tersebut mungkin termasuk hukuman yang ditentukan akan dikenakan setelah fraud telah ditemukan. beberapa pengendalian dapat jauh lebih efektif dan aman daripada yang lain. tetapi mahal. proses lain menjadi kurang efektif karena segera karyawan amati bahwa kebijakan tersebut tidak diberlakukan. dua lainnya secara otomatis menjadi kurang efektif. dan sejenisnya). tapi manajemen harus mencari metode biaya-efektif yang membawa regulasi ke daerah aman secara memadai. dengan sangat minimal. Biaya pencegahan fraud dan manajemen harus mempertimbangkan terhadap risiko fraud total tahunan perusahaan sebelum mengambil keputusan tentang uang yang akan dibelanjakan dalam upaya pencegahan. Memperbaiki masalah yang ditemukan. sehingga fraud selanjutnya dapat dicegah dan terdeteksi secara lebih baik. Pengendalian Intern dan Sarbanes-Oxley Undang-Undang Sarbanes-Oxley tahun 2002 (SOX) umumnya berlaku untuk perusahaan publik di Amerika dan auditornya. Ketiga kategori ini sangat penting untuk membentuk pengendalian intern yang efektif. penting bagi manajemen untuk mengadakan setidaknya beberapa tingkat pengendalian. rekonsiliasi tepat waktu. Berfokus pada melindungi aset dan informasi perusahaan dengan menghentikan fraud yang terjadi. tidak berarti hal itu tidak terjadi. Ada beberapa checks and balances yang tidak mahal untuk diterapkan (seperti pemisahan fungsi. Jika sebuah perusahaan memilih untuk tidak menghukum mereka yang melakukan fraud. Pengendalian Preventif.demikian. Jika salah satu hilang. Tentu saja. Pengendalian intern terkait dengan fraud dapat dibedakan dalam tiga kategori: 1. Manajemen menilai efektivitas struktur pengendalian intern perusahaan atas pelaporan keuangan. pengendalian korektif. dan semuanya harus dilakukan. Bertujuan untuk menemukan fraud ketika itu terjadi. Walau biaya sebagai pertimbangan utama. tetapi banyak perusahaan publik multinasional dan perusahaan swasta yang mengikuti peraturan tersebut secara sukarela. SOX umumnya mensyaratkan: 1. 2. 3.

Banyak orang dan investor tidak mengerti bahwa SOX sebenarnya mensyaratkan sangat sedikit cara perbaikan substantif atas pengendalian intern perusahaan. Informasi/kabar rahasia merupakan metode terkemuka dalam mendeteksi fraud. dan pelapor harus diyakinkan bahwa tidak akan ada pembalasan. 5. 6. SOX tidak menentukan perangkat pengendalian intern tertentu yang harus ada pada perusahaan. seperti ketentuan whistleblower dan evaluasi manajemen terhadap pengendalian intern. dan lainlain di luar organisasi. untuk memastikan independensi mereka. Auditor perusahaan publik dibatasi dengan pelayanan yang dapat mereka berikan kepada klien mereka. Ada elemen tertentu dari pengendalian intern yang diperlukan. SOX mendefinisikan konflik kepentingan dan melarang tindakan tertentu. Selama manajemen mau mengakui secara terbuka bahwa pengendaliannya tidak baik. Pengaduan terhadap manajemen senior harus disampaikan langsung kepada komite audit. Hal ini paling sering dilakukan dengan hotline anonim.2. Standar audit yang baru dan aturan untuk perusahaan audit dengan klien publik. tetapi peraturan tersebut tidak menentukan besaran perangkat pengendalian intern. Pertimbangkan memperluas program whistleblower kepada pemasok. yang menjamin kerahasiaan penelepon. Program harus bersifat rahasia. di mana perusahaan harus membentuk mekanisme. Mempromosikan suatu budaya di mana karyawan melihat whistleblowing sebagai komponen penting dari etika lingkungan yang melindungi masa depan mereka. pelaporan (rahasia) anonim bagi karyawan. Anonymous hotline mengurangi setengah fraud. Sebuah laporan auditor tentang penilaian manajemen. hal ini dapat diatur melalui penyedia jasa. 3. . perusahaan tidak dipaksa untuk meningkatkan pengendalian intern. seperti pinjaman pribadi pejabat eksekutif atau direksi. Memahami apa yang tidak dipersayaratkan SOX bagi perusahaan mungkin lebih penting daripada mengetahui apa yang dipersyaratkan. TIPS DAN TEKNIK Menimbang Program Whistleblower ? 1. Perusahaan juga harus mengungkapkan apakah Kode Etik telah ditetapkan untuk para eksekutif dan tersedia untuk umum. pelanggan. 4. Persyaratan umum SOX lainnya mencakup ketentuan mengenai whistleblower. Apakah auditor yakin bahwa manajemen melakukan penilaian terhadap pengendalian intern secara akurat? 3. 2.

yang paling umum akan dibahas dalam bagian ini. Tidak hanya mencari hasilnya (salah saji laporan keuangan). Namun. dan informasi pelanggan harus rajin dijaga. Aktivitas Pengendalian di dalam sebuah Perusahaan Kebijakan dan prosedur perusahaan dapat dibagi ke dalam beberapa kategori.Audit dan Pengendalian Intern Audit yang dilakukan oleh auditor independen lebih terfokus pada prosedur berbasis risiko. mereka diharapkan untuk mengasumsikan bahwa pengakuan pendapatan yang tidak benar merupakan risiko fraud. Komputerisasi data rentan terhadap hacker dan karyawan yang tidak puas. area yang paling berisiko terjadinya salah saji dalam laporan keuangan. Membatasi akses ke informasi digital ini sangat penting di era informasi. mengamankan meja dan lemari arsip. tempat penyimpanan terkunci. Namun. ini tidak berarti bahwa auditor eksternal lebih menyukai untuk mendeteksi fraud daripada sebagaimana yang mereka telah lakukan di masa lalu. memberikan auditor pedoman khusus tentang masalah fraud dalam perusahaan. dan upaya untuk mengakses sistem komputer dari luar dikendalikan dan dipantau. Dalam perusahaan kecil. dan data dilindungi dengan perangkat lunak keamanan. komputer menggunakan password. pengamanan cek kosong. Ini berarti bahwa perusahaan mengamankan aset fisik melalui pintu-pintu terkunci. efektivitas pengendalian intern perusahaan menjadi sorotan. perusahaan-perusahaan . ini adalah salah satu pengendalian intern yang paling banyak diabaikan. Pemisahan fungsi adalah aspek lain dari pengendalian intern. Selain itu. karena tidak terlalu sulit untuk membagi tugas antara karyawan sehingga seorang karyawan tidak memiliki terlalu banyak kendali atas daerah tertentu. Ini menyedihkan. bukan hanya memeriksa catatan akuntansi. Catatan yang teliti tentang aset dan informasi yang dimiliki oleh perusahaan juga harus dijaga. Audit berbasis risiko berfokus pada identifikasi fungsi dan rekening (akun) di sebuah perusahaan yang menimbulkan risiko tertinggi terjadinya kesalahan atau penyimpangan yaitu. Salah satu bagian yang paling jelas dari pengendalian intern suatu perusahaan adalah perlindungan terhadap aset. Jadi fokusnya adalah mengevaluasi kualitas dalam proses pelaporan keuangan. Akses ke data yang diberikan hanya kepada mereka yang membutuhkannya. Standar ini mengharuskan auditor untuk mengidentifikasi risiko fraud dalam perusahaan. seperti halnya pengabaian manajemen atas pengendalian intern. Pernyataan pada Standar Audit. (SAS) 99 “Pertimbangan Fraud dalam Audit Laporan Keuangan”. dan penggunaan lencana identifikasi. Jadi auditor mungkin akan sedikit lebih sadar akan isu seputar pengendalian intern dan dampaknya terhadap laporan keuangan. auditor mencari penyebab (kekurangan pengendalian).

Karyawan dalam fungsi otorisasi hanya akan diizinkan untuk mencatat penyesuaian rekening atau otorisasi transaksi yang tidak biasa lainnya. memperbarui rekening nasabah. itu memudahkan manajer akuntansi untuk mengambil pembayaran pelanggan dan mengatur rekening pelanggan untuk menutupi pencurian. Fungsi pencatatan. atau merekonsiliasi keduanya. Kegiatan dalam kategori ini bisa mencakup . maka kecil kemungkinan bahwa pembayaran pelanggan akan dicuri. ini akan terlihat ketika rekening nasabah dan rekening bank direkonsiliasi oleh karyawan lain. termasuk memperbarui rekening nasabah ke rekening pembayaran dan pencatatan deposito bank.kecil enggan untuk mengambil langkah ini. Dia juga memiliki kewenangan untuk membukukan jurnal penyesuaian ke sistem akuntansi. dan ini tidak harus dilakukan oleh kasir. KISAH NYATA Pemisahan Fungsi Sebuah perusahaan manufaktur kecil memiliki satu orang yang mengendalikan seluruh proses akuntansi perusahaan. Pencurian tersebut mudah dilakukan karena tidak ada pengawasan dari fungsi akuntansi dan sama sekali tidak ada pemisahan fungsi. dalam kaitannya dengan piutang usaha. dan merekonsiliasi laporan bank. menyetujui. mendepositokan pembayaran pelanggan. pencatat. Tiga tahun kemudian. dan penandatangan dokumen (otorisator) di perusahaan. mencegahnya menyesuaikan rekening untuk menutupi pencurian. Inti dari pemisahan fungsi adalah memisahkan fungsi kasir. Manajer akuntansi menjawab surat. kasir akan memiliki kepemilikan aset-pembayaran pelanggan secara tunai atau cek. Bahkan tanpa satu orang lain yang terlibat dalam proses pembayaran pelanggan. Rekening bank selalu seimbang karena ia melakukan penyesuaian ke rekening itu juga. Otorisasi transaksi yang tepat berkaitan dengan tingkat otoritas karyawan untuk mengajukan. ditetapkan bahwa manajer akuntansi telah mencuri sejumlah besar uang. Dengan memisahkan ketiga fungsi tersebut. dan mencatat transaksi. Dia mencuri begitu banyak sehingga perusahaan terhuyung di tepi kebangkrutan. mencatat saldo rekening bank. Sebagai contoh. Ini juga jelas bahwa setidaknya orang ketiga harus terlibat dalam proses untuk memungkinkan penyesuaian ke rekening. Tapi hanya membutuhkan satu fraud bagi perusahaan untuk menyadari pentingnya pemisahan tugas dan usaha yang sedikit dan biaya yang sedikit dibandingkan dengan risiko fraud. Sangat mudah untuk melihat mengapa orang yang memiliki uang tidak boleh membuat entri ke rekening nasabah atau rekening bank. Jika orang yang memegang uang mencuri. karena tidak selalu mudah atau efisien untuk membagi tugas antar karyawan.

KISAH NYATA Tindakan Anti-Fraud Secara Umum Menurut Asosiasi CFE. seorang karyawan mungkin cenderung melanggar menjadi dua transaksi $7. Misalnya. Jika karyawan melakukan hotline secara serius. Salah satu cara untuk memeriksa apakah transaksi sedang diproses dengan benar adalah melalui pemeriksaan independen atas kinerja.000 dapat disetujui oleh supervisor wilayah tetapi lebih dari jumlah itu manajer supervisor wilayah harus melakukan persetujuan. Orang tersebut bisa jadi auditor internal atau petugas akuntansi terkait dengan piutang. yakinlah .000 memerlukan tingkat yang lebih tinggi otorisasi. dan jumlah persediaan fisik. dan komponen lebih lanjut akan mencakup tindak lanjut oleh seseorang di dalam perusahaan untuk memastikan bahwa tingkat kelayakan yang diperoleh otorisasi untuk transaksi lebih dari $10. Pengecekan tersebut dapat mencakup hal-hal seperti audit mendadak atas rekening.000. harus dilakukan oleh seseorang di luar fungsi-fungsi tersebut. sehingga meniadakan kebutuhan untuk otorisasi tambahan.penandatanganan transaksi (baik tanda tangan pada kertas atau persetujuan digital). Sebagai contoh. jika transaksi $14. adalah salah satu cara untuk mempertahankan pengendalian. yang tidak akan memiliki kepentingan dalam memanipulasi salah satu hitungan. Ini adalah contoh dari pengendalian otorisasi. Mekanisme pelaporan anonim. dan bukan catatan persediaan. Sebaliknya. sebuah perusahaan mungkin memiliki kebijakan bahwa setiap transaksi di bawah $10. maka harus dilakukan oleh orang lain selain mereka yang ditugaskan menjaga rekening. rekonsiliasi catatan.000. atau aset. Penting juga untuk menentukan bahwa otorisasi tidak dipalsukan. pengujian jumlah persediaan tidak boleh dilakukan oleh pegawai yang mengawasi gudang atau karyawan yang mencatat persediaan. Karena jenis pemeriksaan ini memerlukan tingkat independensi. seperti hotline fraud karyawan. 75% dari perusahaan yang menjadi korban dari fraud internal menggunakan audit eksternal sebagai langkah anti-fraud. memverifikasi bahwa otorisasi yang tepat telah diberikan sebelum transaksi selesai. dan mengambil tindakan korektif jika transaksi selesai tanpa otorisasi yang tepat. dan 46% memanfaatkan pelatihan fraud untuk memerangi fraud. Hal ini bisa terjadi melalui tanda tangan palsu di atas kertas. atau melalui akses tidak sah ke data komputer untuk memberikan otorisasi elektronik. jumlah uang di laci. catatan. Salah satu komponen akhir dari pemeriksaan otorisasi adalah menentukan apakah sistem otorisasi sedang dielakkan. Sebagai contoh. Lima puluh sembilan persen perusahaan korban menggunakan audit internal untuk membantu mencegah fraud.

dan sistem akuntansi Kerangka Kerja Pencegahan Fraud . sedangkan mereka yang tidak memiliki kerugian rata-rata $200. usaha-usaha cracking password. Karena mekanisme pelaporan dilakukan dengan serius. Meneliti dan pelacakan akses ke data komputer. Aktivitas pemantauan. Sebuah hotline yang dilakukan secara serius dan benarbenar dimanfaatkan oleh karyawan. bangunan. Tips dan Teknik Aktivitas Pengendalian Utama dalam sebuah Perusahaan • • Perlindungan atas aset. terdorong untuk menggunakannya. • • • • Otorisasi yang Baik. dan perubahan atau penyesuaian rekening.000. Keamanan fisik dan keamanan data. Dalam era informasi ini. Mekanisme pelaporan anonim. aset. memiliki pegawai yang cross-check (memeriksa satu sama lain) sebagai bagian proses normal perusahaan. organisasi yang telah menerapkan hotline fraud atau mekanisme pelaporan anonim menderita kerugian karena fraud rata-rata hanya setengah dari yang tidak melakukan mekanisme tersebut. Pemisahan tugas. Memastikan bahwa transaksi telah diotorisasi dan bahwa aturan yang terkait dengan otorisasi telah diberlakukan. perlu untuk memantau hal-hal seperti penggunaan e-mail. area penyimpanan. Bagian umum akhir dari pengendalian intern adalah Aktivitas pengendalian. Perusahaan dengan hotline memiliki kerugian rata-rata $100. sejauh bahwa hal itu adalah sah dan praktis. KISAH NYATA Efektivitas Hotline Anonymous Menurut Asosiasi CFE. Tidak memberikan satu orang terlalu banyak otoritas atau akses. dan sistem akuntansi. Manajemen dapat dan harus memantau akses ke komputer. bangunan. Surprise audit dan analisis internal lainnya terhadap kepatuhan kebijakan dan prosedur.bahwa mereka benar-benar akan tetap anonim. Pemeriksaan independen terhadap kinerja. mereka akan lebih cenderung memanfaatkannya.000. dan tindakan yang diambil berdasarkan laporan anonim. karyawan perlu mengetahui bahwa tindakan yang tepat nyata-nyata dilakukan.

sehingga menghilangkan salah satunya akan merusak kerangka kerja secara keseluruhan dan membuatnya tidak efektif secara keseluruhan. Selain itu. manajemen dan eksekutif harus ikut serta dalam program ini juga. Ketiganya pada akhirnya bergantung satu sama lain. Program tiga bagian termasuk pendidikan fraud. selesai semua komponen maka akan dimulai lagi proses dari awal. dan meningkatkan proses berdasarkan hasil program. melainkan harus dilaksanakan seluruh perusahaan untuk hasil yang terbaik. selalu memperbarui untuk menjaga perubahan dalam operasi dan teknologi. dan bersamaan dengan ini. Tips dan Teknik Komponen Program Pencegahan Fraud yang Komprehensif • • • Pendidikan Fraud: mengajari karyawan tentang risiko fraud. dan pendidikan fraud pada khususnya. dan komponen tersebut berupa siklus. Pada awalnya. Setiap bagian dibagi menjadi empat komponen utama. Semua karyawan menerima pelatihan kesadaran akan fraud.Salah satu kerangka kerja pencegahan fraud yang diusulkan adalah program tiga-bagian yang diterapkan untuk setiap departemen dan karyawan. semua karyawan harus diberikan satu sampai dua jam pelatihan yang . kemudian. Karyawan harus yakin bahwa pencegahan fraud pada umumnya. bersedia untuk melaporkan fraud jika mereka mengetahuinya dan memberitahukan manajemen. investigasi fraud. penting bagi mereka sebagai individu dan bagi perusahaan secara keseluruhan. Ini akan memerlukan kerja berkelanjutan seperti perusahaan memantau efektivitas program. program pencegahan fraud yang paling efektif komprehensif tidak akan menjadi proyek satu kali. dan teknik pencegahan fraud secara proaktif. Program seperti itu bisa jadi mahal dan membutuhkan bulanan atau tahunan untuk melaksanakannya secara penuh. Pencegahan Fraud: Pendidikan Pendidikan fraud yang merupakan bagian dari program dimulai dengan “Pengenalan Fraud'. manajemen berkumpul di hadapan para karyawan. Program pencegahan fraud komprehensif ini tidak hanya berupa rencana satu dimensi yang berfokus pada kegiatan departemen akuntansi. merancang. Investigasi Fraud: Investigasi kasus yang diduga fraud. Tentu. Hal ini masuk akal. Pelatihan kesadaran akan fraud ini penting karena penelitian telah menunjukkan bahwa karyawan adalah pengawas perusahaan yang sangat baik. untuk memberi mereka alat yang mereka butuhkan dalam membantu mendeteksi fraud. dan menerapkan pengendalian yang proaktif mencegah fraud. sehingga kerjasama mereka adalah kunci untuk pelaksanaannya. Mereka dianggap sebagai teladan bagi semua karyawan lainnya. Pencegahan Fraud: mengevaluasi.

selama sesi pendidikan tersebut fokusnya adalah pada situasi nyata selama karyawan berada di tempat kerja. Pengetahuan itu dapat digunakan tidak hanya untuk pengembangan program pendidikan. dan pelatihan terbaru harus dilakukan setiap tahun untuk semua karyawan. rotasi karyawan sehingga mereka masing-masing berpartisipasi dalam setidaknya satu lokakarya per tahun. Ketika strategi pelatihan sudah disusun. Perusahaan kemudian harus mengembangkan program pelatihan sehingga manajemen tahu apa yang akan diajarkan sebelum proses pendidikan dimulai. Secara berkelanjutan. Lokakarya triwulanan untuk memperbarui pelatihan kesadaran akan fraud harus direncanakan. adalah penting untuk menentukan departemen mana yang berrisiko lebih besar untuk terjadinya fraud dan departemen yang memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendeteksi fraud. Sebenarnya. Mereka perlu mengetahui kenyataan tentang fraud. serta partisipasi dalam pengembangan kebijakan dan prosedur pencegahan fraud. mereka juga dapat didorong untuk membantu mengembangkan teknik pencegahan. dan seperti apa fraud itu. merancang program pendidikan pencegahan fraud tidak terlalu sulit jika manajemen menggunakan tenaga profesional anti-fraud yang berpengalaman dalam hal ini dan jika fokus tetap pada ''dunia nyata'' Artinya. Jadi selain karyawan menerima pelatihan tentang fraud.memperkenalkan mereka tentang fraud. bagaimana mereka bisa . tergantung pada tugas pekerjaan mereka dan jenis fraud yang mungkin mereka hadapi. Target pelatihan harus dilakukan untuk departemen dan fungsi pekerjaan yang mungkin memiliki kasus fraud yang lebih tinggi. fungsi keuangan dan akuntansi akan menerima pelatihan lebih dari pada departemen lain. tetapi untuk membantu dalam pengembangan prosedur pencegahan fraud. siapa pelakunya. Pelatihan tambahan juga dapat diberikan kepada karyawan yang berurusan dengan pengendalian persediaan atau aset berisiko lainnya. Pengembangan strategi pelatihan adalah langkah pertama. seperti apa yang mungkin terjadi di perusahaan mereka. Mereka tidak perlu belajar banyak teori tentang bagaimana dan mengapa fraud terjadi. termasuk program pelatihan dan bahan materinya. Karyawan dapat didaftar untuk melatih karyawan lainnya. Salah satu komponen pendidikan fraud meliputi pengembangan partisipatif program pendidikan. Tentu saja. Hal ini tentu masuk akal untuk meminta masukan dari karyawan selaku ujung tombak perusahaan. bagaimana berkomitmen. karena hal itu perlu untuk menentukan siapa yang lebih membutuhkan dari pada sekedar dasar-dasar fraud. Karyawan kunci dapat membantu dalam menyusun rencana tersebut. pelatihan serupa harus diberikan kepada karyawan baru. Ini bisa menjadi metode pengajaran yang sangat efektif jika dilakukan oleh orang-orang yang termotivasi untuk membantu dan yang telah berpengalaman berbicara di depan umum. Karyawan dapat menerima sejumlah pelatihan.

Langkah pertama dalam mengembangkan bagian investigasi dari program ini adalah mengidentifikasi indikator fraud dan proses pemantauan. dan apa yang akan terjadi setelah mereka melaporkan dugaan fraud. meliputi metode pelaporan anonim sampai metode orang dalam. Tips dan Teknik Merancang Program Anti-Fraud Pendidikan • • • • • • Pengenalan fraud: mengapa begitu penting bagi karyawan untuk belajar tentang fraud. Mengevaluasi fraud dalam konteks pengendalian intern sebuah perusahaan adalah penting sebagai bagian penyelidikan dari program pencegahan fraud yang komprehensif. dan mengembangkan proses untuk mengevaluasi bukti dan mengembangkan penyelidikan. Ketika karyawan melihat bahwa perusahaan menyelidiki dugaan fraud. kebutuhan untuk investigasi tidak akan berkurang. Siapa yang harus menerima informasi? Apa yang kita lakukan dengan informasi tentang fraud-bagaimana informasi dievaluasi dan mengikuti tahapannya. Tidak . Idealnya. Bagaimana melaporkan fraud. apa informasi yang diperlukan.melihat sesuatu yang salah. Pencegahan Fraud: Investigasi Bagian investigasi fraud dari program pencegahan fraud yang komprehensif diperlukan meskipun perusahaan memiliki pengendalian atas fraud yang benar-benar efektif diterapkan dan jarang terjadi fraud oleh karyawan. kebutuhan investigasi akan berkurang jika pengendalian preventif lebih efektif. Pembahasan tentang bidang perusahaan yang sangat rentan terhadap fraud. • Siapa yang harus dihubungi jika perlu informasi lebih lanjut tentang fraud. mengingat beberapa fraud akan tetap terjadi dan bahwa investigasi dapat memberikan efek jera. Pendidikan anti-fraud di sebuah perusahaan tidak boleh hanya mewajibkan karyawan di kelas pelatihan. Namun. Cara umum bagaimana fraud bisa dilakukan di suatu tempat bisnis dalam perusahaan. Investigasi fraud didiskusikan secara rinci dalam Bab 6. tetapi beberapa dasar yang terkait dengan pembahasan program yang komprehensif tetap akan dibahas. Apa yang harus diwaspadai dan apa yang merupakan perilaku yang mencurigakan yang harus dilaporkan. Seharusnya pelatihan tersebut menjadi sesi yang berharga bagi karyawan untuk berpikir tentang bagaimana mereka dapat membantu manajemen mendeteksi dan mencegah fraud. mereka cenderung tidak akan terlibat di dalamnya. Bagaimana kita melindungi identitas orang yang melaporkan dugaan fraud. Manajemen harus peduli pada bendera merah yang mengindikasikan fraud dalam perusahaan. Bagaimana fraud terdeteksi.

dan usaha yang terlibat. Setiap bisnis banyak menghadapi risiko umum yang sama. dan komitmen biaya dan waktu untuk bagian ini mungkin sangat sedikit pada bagian penyelidikan dan pendidikan. Pada perusahaan publik. Bagian akhir yang penting dari komponen investigasi program pencegahan fraud yang komprehensif adalah pelacakan kejadian fraud. dan memanfaatkan temuan untuk mencegah fraud di masa yang akan datang. Sebagai contoh. perusahaan telekomunikasi mengeluarkan “biaya jaringan” dan tidak tepat membebankan biaya risiko yang terkait dengan jaringan. ini akan menjadi bagian paling penting dari program. waktu. menganalisis pengendalian yang terkait. Keputusan tentang tindakan disiplin dan tindakan hukum harus dibuat. hasilnya harus dikomunikasikan kepada para pihak yang berkepentingan. terutama dalam sistem akuntansi. Proses pengembangan pengendalian intern yang sesuai dalam perusahaan selalu harus dimulai dengan penilaian risiko. dan bagaimana mereka bisa diperbaiki? Para investigator harus mengevaluasi pengendalian tambahan yang mungkin telah menghentikan fraud dan menentukan apakah mereka akan praktis untuk dikembangkan dan dilaksanakan. Risiko umum meliputi pengendalian persediaan. hal tersebut penting tidak hanya untuk mengidentifikasi risiko yang dihadapi oleh perusahaan tetapi untuk merankingnya sesuai dengan tingkat keparahan sehingga risiko yang paling penting dapat diatasi terlebih dahulu. kebijakan. yang mungkin adalah manajemen senior dan komite audit dewan direksi. . Setelah melakukan penyelidikan dengan menggunakan metodologi perusahaan. bagaimana mungkin bisa merancang pengendalian? Oleh karena itu. Melakukan penyelidikan memberikan kesempatan ideal untuk memeriksa pengendalian yang terkait dalam fraud. kemungkinan adalah pemilik dan dewan direksi. Di sinilah semua pengendalian intern dikembangkan dan diimplementasikan. Mungkin juga ada risiko yang umum bagi perusahaan dalam industri tertentu. dengan mengingat bahwa mendisiplinkan mereka yang mencuri dari perusahaan dapat memiliki efek jera pada calon pelaku fraud lain. Di perusahaan swasta. Setiap fraud hasil intelijen kompetitif dapat membantu manajemen memperbaiki pelatihan. menganalisa apa yang terjadi dan siapa yang terlibat. Pengendalian mana yang bekerja atau tidak bekerja dalam situasi ini? Mengapa mereka tidak bekerja. Jika manajemen tidak tahu risiko.banyak perusahaan melakukan hal ini. dan prosedur dan mencegah fraud di masa yang akan datang. Jika tiga porsi itu harus dibandingkan berdasarkan biaya. seperti yang terlihat dalam fraud the WorldCom. Pencegahan Fraud: Teknik Pencegahan Proaktif Bagian ketiga dari program pencegahan fraud yang komprehensif terdiri dari teknik pencegahan fraud proaktif. pencatatan data akuntansi pendapatan. namun hal itu dapat berperan dalam mencegah fraud di masa yang akan datang. serta kelebihan atau kekurangan pelaporan aset.

perusahaan telah memiliki beberapa pengendalian intern untuk menghadapi risiko yang teridentifikasi. Perusahaan harus menentukan beberapa daerah di mana perbaikan cepat dapat dilakukan dan hasil positif dapat cepat terlihat. Langkah 5. tekanan untuk memenuhi persyaratan utang dan melakukan pembayaran utang dapat menciptakan risiko tertentu pada laporan keuangan. dan mengembangkan proses untuk memastikan bahwa semua area dievaluasi. menentukan mana yang paling berisiko. Pertama membuat perubahan yang akan diterima dengan baik oleh karyawan dapat membantu menciptakan dukungan awal untuk program pencegahan fraud. dan menguji mereka untuk menentukan bagaimana mereka telah dilaksanakan. Hal ini mencakup hal memprioritaskan risiko. Identifikasi bidang fungsional yang akan dinilai. Hal ini bisa menguatkan karyawan dan membantu mereka dengan ide pencegahan fraud. Perhatikan tujuan pelaporan keuangan perusahaan dan menilai risiko sekitar mereka. Mudah-mudahan. bagaimana mereka bekerja. mengidentifikasi kekurangan dan asersi laporan keuangan yang dapat dipengaruhi oleh kekurangan-kekurangan ini. dan yang paling penting dari sudut pandang operasi. Mengidentifikasi akun signifikan dalam sistem akuntansi yang akan dievaluasi. Langkah 3. Juga. • Langkah 6. Berdasarkan pengujian yang dilakukan. yang memiliki kepentingan regulasi. Risiko khusus perusahaan dapat berupa kegiatan operasional. Langkah 4. serta kelas-kelas transaksi yang harus diperiksa. atau berkaitan dengan struktur perusahaan. dan strategi pengembangan akan dilakukan atas efektivitas pengendalian saat ini. Sebagai contoh. pihak-terkait. manajemen harus mengembangkan strategi untuk menangani mereka. Setelah risiko yang tepat telah diidentifikasi. Memperoleh pemahaman yang rinci tentang kegiatan pengendalian perusahaan saat ini. jika sebuah perusahaan memiliki tingkat utang yang tinggi dibandingkan dengan pesaingnya. Langkah 2. Langkah-langkah berikut harus diambil untuk menjamin penilaian yang menyeluruh atas risiko dan kegiatan pengendalian dalam perusahaan: • • • • • Langkah 1.Sebenarnya. menentukan efektivitas kegiatan pengendalian saat ini. dan bagaimana mereka mempengaruhi angka yang tercatat dalam sistem akuntansi. yang dapat menciptakan kerugian keuangan terbesar. Pastikan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam evaluasi tersebut memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang bisnis. ada risiko khusus perusahaan. Yang juga penting adalah mengidentifikasi risiko yang mungkin membutuhkan perubahan operasional dan menentukan perubahan yang mungkin paling diterima karyawan. .

Proses ini harus melibatkan karyawan dari seluruh perusahaan jika hal tersebut praktis dan diinginkan untuk melakukannya. Dengan mengembangkan dan kemudian menerapkan serangkaian kecil prosedur. dan hal itu dianjurkan untuk dikembangkan sebagai serangkaian kecil prosedur. penting bahwa karyawan harus diinstruksikan pada prosedur. sehingga mereka adalah sumber alami informasi dalam pengembangan prosedur pencegahan fraud. karena waktu dan peserta mungkin berubah sebagai proyek berjalan. Bagaimana fraud dilaporkan? Ini harus mencakup menciptakan hotline anonim dan mendistribusikan pedoman pelaporan fraud kepada manajemen.• Langkah 7. Ini lebih baik daripada menghabiskan berjam-jam di balik pintu tertutup mengembangkan prosedur dan kemudian mencoba untuk melaksanakan semuanya sekaligus. Para karyawan kunci memiliki pengetahuan yang pertama dari banyak risiko dan solusi yang mungkin. Mengevaluasi kekurangan dan memulai pengembangan baru untuk meningkatkan kegiatan pengendalian intern. Hal ini sesuai untuk merevisi . Perusahaan harus mengembangkan kebijakan dan prosedur dengan menggunakan pendekatan metodologi dan waktu yang diperlukan dalam bagian dari proses strategis. Penyesuaian segera dapat dilakukan saat membuat rangkaian prosedur berikutnya. Kebijakan dan prosedur harus dilaksanakan. mengimplementasikannya. Perkembangan pengendalian intern merupakan jantung dari seluruh program pencegahan fraud yang komprehensif. Manajemen juga harus berkonsultasi dengan karyawan selama proses implementasi untuk menentukan apakah ada prosedur yang tidak bisa dijalankan atau tidak efisien. Ketika menerapkan prosedur baru pengendalian intern. Ini dikembangkan dalam pengidentifikasian risiko dan pemberlakuan peraturan. yang akan terlibat dan apa peran mereka. Rencana ini akan menjadi sesuatu yang manajemen perbarui secara berkelanjutan. Manajer dan eksekutif harus menyempatkan diri menerima laporan fraud dan akan selalu menerima laporan-laporan ini. bagaimana mereka bekerja. Salah satu cara untuk melihat pengembangan strategi untuk menciptakan dan melaksanakan kebijakan pencegahan proaktif dan prosedur adalah rencana bisnis. dan apa peran mereka. Tindakan yang akan diambil adalah memetakan tujuan dan prioritas dan mencari tahu kapan ini akan dilaksanakan. Karena semua departemen di seluruh perusahaan akan memiliki pengendalian baru yang diterapkan. Kemudian kerja keras benar-benar dimulai. dan apa hasil yang diinginkan. manajemen dapat menerima umpan balik dan melihat bagaimana hal tersebut terjadi. dan kemudian mengembangkan serangkai bagian kecil lain dan mengimplementasikannya. Mengembangkan dan melaksanakan kebijakan pencegahan dan prosedur dimulai dengan penciptaan mekanisme pelaporan. adalah penting bahwa manajemen mencarinya dari dalam perusahaan dan bantuan dari karyawan kunci.

Apakah karena prosedur tidak praktis atau tidak mungkin dalam praktek? Apakah prosedurnya terlalu rumit? Apakah seorang karyawan hanya mematuhinya saja? Apakah pengendalian yang dianggap tidak efektif? Manajemen perlu mengevaluasi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan membuang prosedur yang bersangkutan jika mereka tidak bekerja. manajemen harus menentukan mengapa. dan fraud merupakan fokus baru yang ada di sini untuk dilaksanakan. meningkatkan prosedur jika perlu. Manajemen mengambil pendekatan bahwa ini adalah cara bisnis baru yang akan dilakukan. Manajemen harus dapat menjaga program ini. Jika kontrol dianggap efektif. atau mengambil tindakan terhadap karyawan yang tidak patuh. Jenis perencanaan atas pekerjaan dan memastikan bahwa setiap departemen terus berjalan. Evaluasi formal kebijakan dan prosedur merupakan bagian akhir dari pelaksanaan pencegahan fraud proaktif. Jika karyawan tidak mengikuti prosedur yang baru. Perusahaan harus mempertimbangkan untuk membuat jadwal tahunan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian di berbagai departemen atau fungsi. Dipastikan bahwa ini tidak akan menjadi “proyek” ini tidak akan menjadi suatu kegiatan yang ditakuti. apakah ada kesempatan untuk membuat mereka lebih baik dan lebih efektif? Bila semua ini telah selesai. bahwa semua orang mengharapkan akan segera berakhir. Pencegahan fraud akan menjadi fokus yang berkelanjutan yang tidak akan berakhir setelah beberapa pengendalian intern baru didirikan. KISAH NYATA Merancang dan Menerapkan Program Pencegahan Fraud Komprehensif Sebuah perusahaan publik yang besar memutuskan bahwa waktunya tepat untuk mengevaluasi kembali efektivitas perusahaan untuk mencegah fraud. daerah-daerah perlu dievaluasi terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menentukan apakah karyawan mengikuti atau tidak aturan baru. mengatakan kepada karyawan dalam tatap muka bahwa perusahaan telah melakukan perubahan untuk pencegahan yang lebih baik. Menilai kembali bisnis dan operasi yang ada tidak boleh memakan waktu hampir sama atau mahal seperti yang pertama kalinya. dan manajemen ingin melampaui Sarbanes Oxley dalam usahanya. Tingkat senior eksekutif terlibat langsung.prosedur yang sedang mereka terapkan jika sesuatu yang terlihat bagus di papan gambar tampaknya tidak bekerja dengan baik dalam kenyataan. Jika usaha dan operasi telah berubah sejak perusahaan memulai proses penerapan program pencegahan fraud yang komprehensif. . Pertama pada daftar adalah bidang usaha baru tersebut. dan untuk dapat memonitor kepatuhan secara berkelanjutan. sekarang saatnya untuk kembali ke awal dan menilai kembali pengendalian intern. tidak sepenuhnya menulis ulang hal itu.

detektif. untuk sebagian besar. memastikan otorisasi transaksi. pengendalian akan membantu menghentikan fraud di perusahaan dan mendeteksi ketika hal itu terjadi. Komponen pendidikan yang menawarkan karyawan kesempatan untuk belajar tentang fraud. memisahkan fungsi. Pengendalian intern dibagi menjadi pengendalian preventif. memungkinkan untuk pelaporan anonim atas fraud. dan upaya proaktif pencegahan fraud. prosedur pengendalian khusus tidak ditentukan oleh SOX. dan korektif. Selain itu. Secara umum. Komponen investigasi ini difokuskan pada mengambil tindakan ketika pengendalian gagal dan karyawan melakukan dan menyembunyikan fraud. . dan bagaimana melaporkannya. undangundang tersebut tidak membutuhkan banyak perkembangan substantif dalam perusahaan. Kerangka kerja bagian pencegahan proaktif membutuhkan upaya signifikan lebih dari yang lain dan bertujuan untuk mengukur risiko perusahaan dan mengevaluasi prosedur pengendalian. Pada dasarnya. Kerangka kerja yang efektif pencegahan fraud mencakup tiga komponen utama: pendidikan fraud. Setelah itu selesai. dan memonitor aktivitas karyawan. pengendalian intern pada perusahaan harus fokus menjaga aset. Sarbanes-Oxley (SOX) telah mewajibkan hal tersebut bagi perusahaan publik untuk mengevaluasi dan melaporkan pengendalian intern atas pelaporan keuangan. investigasi fraud. manajemen harus merancang prosedur dan kebijakan yang secara khusus menangani dan mengurangi risiko fraud. bagaimana mengidentifikasi. memeriksa kinerja secara independen.Ringkasan Pencegahan fraud yang efektif sangat bergantung pada pengendalian intern yang efektif dalam perusahaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful