Shalat Jum‟at Di Sekolah, Sah Atau Tidak ?

Syarat sah shalat jum’at menurut pendapat yang kuat harus dikerjakan oleh minimal 40 orang mustauthin (orang yang menetap didaerahnya dan tidak keluar kecuali untuk keperluan / penduduk setempat), laki-laki, baligh, berakal dan merdeka. Maka tidak sah dikerjakan oleh orang musafir (orang yang keluar dari daerah menetapnya minimal 83 km atau lebih) atau muqim ( bukan penduduk setempat tetapi keluarnya belum mencapai 83km dan bukan pula musafir), tapi bukan mustauthin, walaupun dengan jumlah 40 orang. Namun dhohir pendapat Imam as-Subki condong pada sahnya shalat jum’at walaupun hanya dikerjakan oleh orang muqim (bukan mustauthin). Batasan orang dinyatakan sebagai musafir jika telah keluar dari batas daerahnya. Dalam penghitungan daerah disini, jika memakai batas kota, maka seorang siswa di sekolah bisa tetap dinyatakan sebagai mustauthin sehingga shalat jum‟at nya tetap sah. Namun jika memakai batas desa/kampung, maka dia tergolong seorang musafir. Bahkan menurut Imam as-Subki sah walaupun dikerjakan oleh 40 orang muqim bukan mustauthin. Shalat jum’at tidak sah dikerjakan oleh para musafir menurut pendapat Imam Syafi’i. Berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan tetap sah.

Catatan Untuk Shalat Jum‟at di Sekolah

Hendaknya melaksanakan shalat jum’at dengan 40 orang mustauthin, agar keluar dari khilaf para ulama’. Namun jika diharuskan melakukan shalat jum’at seperti di sekolah Anda, maka mengikuti pendapat ulama’ yang menyatakan batas daerah adalah batas kota hukumnya sah, atau kalaupun dia dinyatakan sebagai musafir, mengikuti pendapat Imam Abi Hanifah hukumnya tetap sah dan disunnahkan bagi Anda setelah melaksanakan shalat jum’at, melakukan shalat dhuhur agar keluar dari khilaf ulama’. Adapun masalah dosa, jika mengikuti pendapat yang menyatakan harus dengan 40 orang mustauthin, dinyatakan berdosa mendirikan shalat Jum’at jika mengetahui ketidak sahan shalat Jum’at atau mengetahui akan keharamannya, karena mengerjakan ibadah yang tidak sah hukumnya haram.

Pengertian Shalat Jum'at, Hukum, Syarat, Ketentuan, Hikmah Dan Sunah Solat Jumat
Tue, 01/01/2008 - 5:33pm — godam64

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

mencukur kumis dan memotong kuku. 2. . 2. Memberikan nasihat kepada para jamaah. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. 3. Sunat-Sunat Shalat Jumat 1. Hukum Sholat Jum'at Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam. Hikmah Solat Jum'at 1. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir. pintar. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW. dan lain sebagainya. 5.Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Mengucapkan hamdalah. 4. 3. muda. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai. Menurut hadis. tua." C. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 3. orang sakit dan budak. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong. Semua sama antara yang miskin. anak-anak. bodoh. E. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang. Sumber : Buku Pelajaran Sekolah Agama Islam (mohon maaf kalau tidak ada dalil. Mengucapkan dua kalimat syahadat. Jadi bagi para wanita / perempuan. 6. F. kaya. 3. 5. kalau bisa bantu melengkapi/memperbaiki). dll. 2. Memperbanyak doa dan salawat nabi. kebun. 4. merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. 2. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib. ladang. beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi. Ketentuan Shalat Jumat Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut : 1. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol). Membaca doa. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat 1. doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan. 6. Dalil Al-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9 : " Hai orang-orang yang beriman. D. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. solat jumat tidaklah wajib hukumnya. Sebagai syiar Islam. Membaca ayat-ayat suci Al-quran. B. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at. 4.

Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. yaitu kenginan untuk berpegang pada tali Allah dalam rangka berjuang mengangkat panji-panji Islam. berakal. Apakah sah Jumatannya? Sedangkan murid serta guru tersebut bukan orang yang mukim di situ. berarti shalat Jumat juga . Saya juga mohon ijin dengan pihak PPSSNH apakah boleh saya mengkopi artikel Bahtsul Masail serta jawaban dari rubrik tanya jawab ini agar saya bisa belajar di rumah. bertempat tinggal dengan tanpa ada udzur syar'i (alas an dispensasi syariat). merdeka. menjadi penopang syiar yang efektif dalam membentuk sebuah tradisi jama‟i. tujuannyapun tentu menjadi wajib. Hai orang-orang yang beriman. Jawaban Seluruh artikel Bahtsul Masail dapat dikopi dan disebarluaskan. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat. Tonggak agama yang mengakar pada ritual shalat fardlu menjadi lebih sarat akan makna. Katakanlah mereka datang dari luar kecamatan sekolah tersebut. Pendahuluan Jumat adalah salah satu hari istimewa Islam. baligh. Secara konkrit. adalah fardlu ain/kewajiban individu. Allah menyampaikan perintah: . Melalui sebuah ayat dari surat al Jumuah ayat 9. memiliki segudang rahasia samawi yang tidak terjangkau oleh akal kita. Karena selama ini saya mengakses PPSSNH dari internet. Sedangkan khotib dan bilalnya mereka mengundang dari luar sekolah. madzhab yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia. Artinya karena tujuan dari bergegas adalah shalat Jumat. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. ketika waktu ini menjadi hari istimewa dengan perintah menjalankan syiar shalat Jumat ditengah umat. karena tujuan dari bersegera dalam ayat itu diperntahkan sebagai kewajiban. Mohon penjelasan dan dalilnya. Shalat Jumat ini dibebankan secara wajib (taklif) bagi mereka yang masuk katagori laki-laki. Masalah Jumatan sila anda menyimak uraian dibawah ini. Taklif ini menurut madzhab Syafi'i. Sedangkan internet tersebut hanya fasilitas dari saya bekerja.Shalat Jumat di Sekolah Saya mau menanyakan bagaimana hukumya sholat Jumat yang dilakukan di sekolah? Dengan jamaah terdiri dari guru dan murid di sekolah tersebut. perintah dalam redaksi ayat “fa'au ilaa dzikr alLah” (maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah) jelas menunjukkan kewajiban. Shalat Jumat sebagai sebuah rutinitas ritual. Artinya.

sehingga . muncullah beragam pemahaman. Para ulama madzhab menyepakati adanya jamaah sebagai syarat sah di dalam shalat Jumat. Mayoritas ulama Syafii berpendapat bahwa hal ini bersifat dogmatis. Dari sinilah kemudian muncul pemahaman berbeda. Hal ini selama tidak ada factor yang memperkenankan shalat Jumat di beberapa lokasi. * Tempat pelaksanaan harus pada batas territorial sebuah pemukiman yang terdiri dari bangunan perumahan. Argumentasi dari ketentuan ini adalah sebuah hadist yang menyatakan bahwa Nabi sewaktu melakukan shalat Jumat pertama kali adalah dengan jumlah jamaah yang sebanyak itu. Kesepakatan ulama yang mensyaratkan 40 orang sebagai batas minimal jumlah jamaah yang mengikuti shalat. menimbulkan taadud al Jumat (banyaknya penyelenggaraan Jumat) dalam satu wilayah. Hasil penelitian para ahli sejarah menunjukkan bahwa sepanjang masa kenabian Rasulullah SAW dan kepemimpinan Khulafa' al Rasyidin. Poin permasalahan penyelenggaraan Jumat di sekolah adalah sebagai berikut: Posisi sekolah yang berada disuatu wilayah desa yang sudah ada masjidnya Keberadaan sekolah yang berada disuatu wilayah desa yang sudah ada masjid yang menyelenggarakan shalat Jumat.menjadi wajib. Berakar dari praktek Nabi dalam melakukan shalat Jumat dengan selalu berjamaah. Beberapa syarat lain yang harus dipenuhi sebagai syarat sah dalam shalat Jumat mencakup empat hal : * Dilakukan secara total di waktu dzuhur. apakan hal itu harus diadopsi secara tekstual dan menyeluruh atau kisi-kisi maknawinya saja yang perlu diterjemahkan. baik berupa balad (di masa sekarang kirakira seluas desa) atau hanya sebatas qaryah (kira-kira seluas dusun). * Dilakukan berjamaah oleh mereka yang berstatus penduduk tetap (mustauthin) dengan jumlah minimal 40 orang. pelaksanaan ibadah Jumat tidak pernah dilaksanakan kecuali di dalam Masjid Jami (satu lokasi). apakah hal ini merupakan ajaran fi'li (praktek) yang bersifat dogmatis dan harus diadopsi secara total ataukah cukup dipahami makna yang tersirat dimana saat itu keadaannya sangat kondusif). Dalam perjalanan kepemimpinan mereka. tidak pernah ada statement atau perilakuk yang menyalahkan atau menyetujui gagasan Jumat lebih dari satu dalam sebuah kawasan (desa atau dusun). Versi yang mendasarkan pada realita di jaman Nabi. serta lokasi yang digunakan pasti di dalam kota dan menetap pada satu masjid. * Tidak didahului maupun bersamaan dengan shalat Jumat yang lain dalam satu wilayah (balad ataupun qaryah). tegas mengatakan tidak boleh karena yang dilakukan Nabi bersifat dogmatif dan harus diadopsi secara total. Versi ini merupakan pendapat Madzhab Syafii yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. tentang diperkenankannya shalat Jumat lebih dari satu tempat. Hal ini berdampak pada tata hukum baku.

dalam satu desa seharusnya hanya ada satu Jumat.. ada baiknya kita menyimak nash Hamish Sharh Sulam Taufiq halaman 25-26 berikut ini: . beberapa variable atau illat dari hukum asal dan masalah yang dicarikan keputusan hukum harus sama. Untuk dapat menganalogi hukum. Ketentuan hukum tentang larangan menyentuh al Quran bagi orang yang tidak suci sangatlah jelas. kecuali ada alasan tertentu yang dapat diterima syariat. Seperti terjadinya konflik yang menimbulkan usr al ijtima' (sulitnya dikumpulkan) atau factor kesulitan yang terdapat dalam jauhnya jarak tempuh menuju masjid. Dari sini dapat kita pahami bahwa pendidikan atau pembelajaran dapat menjadi illat/alasan hukum untuk melanggar ketentuan yang semestinya. Islam menekankan keharusan mampu membaca al Quran . Yang menjadi permasalahan kemudian. atau semakin banyaknya jumlah penduduk. Beberapa variable diantara dua masalah tersebut diantaranya adalah: * Variable dari hukum asal o Larangan menyentuh mushaf bagi yang tidak memiliki wudlu o Memegang/menyentuh mushaf bukan kewajiban yang harus dijalankan dalam tempo waktu cepat. membawa al Quran/mushaf dan menyentuhnya kecuali bagi anak kecil untuk belajar. Hanya saja kita tidak bisa tergesa-gesa menyimpulkan bahwa masalah Jumat ini bisa dijalankan dengan menggunakan analogi hukum/qiyas masalah menyentuh al Quran. Orang yang batal wudlunya maka haram atasnya menjalankan shalat. Hadits ini menguatkan ayat al Quran dalam surat al Waqiah yang menyatakan: . Namun Imam Abdullah Ibn Husein dalam Hamish Sharh Sulam Taufiq menyatakan bahwa larangan itu dikecualikan untuk belajar. tetapi masih layak untuk dijadikan alasan bolehnya taadud al Jumat karena keduanya masih termasuk dalam tataran mashaqqah la tuhtamal „adatan (tingkat kesulitan diluar batas kemampuan). Rasulullah pernah menulis surat kepada masyarakat Yaman yang di dalamnya terdapat pernyataan: Tidak diperkenankan menyentuh al Quran kecuali orang yang dalam keadaan suci. juga disebut sebagai salah satu factor pembolehan terjadinya taadudul Jumat. Sulitnya memperluas masjid karena lahan masjid berada diperkampungan yang padat. apakah orientasi “mendidik” sebagaimana seringkali menjadi alasan penyelenggaraan shalat Jumat di sekolah itu juga termasuk unsur mashaqqah yang memperbolehkan taadud al Jumat? Mengawali pembahasan ini. thawaf. Alasan utama yang biasanya digunakan sebagai dasar pembolehan pendirian Jumat lebih dari satu dalam sebuah wilayah adalah mashaqqah (tingkat kesulitan tertentu).. Meski keduanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

o Pembolehan melanggar larangan menyentuh bagi anak kecil yang belajar. * Variabel dari masalah penyelenggaraan Jumat di sekolah o Larangan menyelenggarakan Jumat lebih dari satu dalam satu desa. shalat Jumat merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan. . Untuk menganalogkan kedua masalah ini. o Shalat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah dewasa. maka alasan pembelajaran dalam masalah penyelenggaraan shalat Jumat di sekolah tidak dapat dibenarkan. berjamaah (jumat) di Madinah dan tidak pernah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah berjamaah (jumat) kurang dari 40 orang. Terlebih pembelajaran dapat dijalankan bahkan langsung bisa dijalankan di masjid. bukan orang yang kost atau menetap sementara didesa itu. bahwa Jumat didirikan oleh 40 orang atau lebih. ada ketidak sesuaian dari variable yang ada. Keterangan sahabat Jabir RA Telah lewat beberapa tahun. atau orang diluar desa yang masuk pada desa itu. maka kita dapat melihat apakah kita bisa menganalogkan pembolehan menyentuh al quran bagi anak kecil untuk belajar dengan pembolehan penyelenggaraan shalat Jumat disekolah untuk pembelajaran. Sementara itu. Bagi mereka yang dewasa. yaitu pembolehan melanggar pada masalah menyentuh mushaf hanya untuk anak kecil yang belajar. belajar al Quran merupakan kewajiban yang dapat dilakukan tertunda. Bahkan nilai lebih pembelajaran di masjid adalah siswa dapat belajar berinteraksi dengan masyarakat. Hampir seluruh kitab fiqh menjelaskan bahwa syarat minimal mendirikan Jumat adalah harus dihadiri oleh minimal 40 orang penduduk desa/dusun. Sedang shalat Jumat adalah kewajiban yang harus segera ditunaikan bagi lelaki yang sudah baligh. Melihat hubungan antar illat/variable yang tidak sesuai. o Shalat Jumat merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan. shalat Jumat bukan lagi pada stadium belajar tetapi sudah pada tataran diwajibkan. Kewajiban dapat membaca al Quran dengan baik bukan kewajiban yang harus segera ditunaikan artinya dapat berjalan pelanpelan.tanpa ada batasan waktu. Dari beberapa variable yang sudah diurai diatas. Yang dimaksud penduduk ini. Bila kita mencoba menggabungkan variable-variabel diatas. Keharusan Jumat dilaksanakan dan dihadiri oleh minimal 40 orang penduduk tetap. Dalil-dalil yang memperkuat hujjah ini adalah : Hadits Nabi Muhammad SAW Sesungguhnya Rasulullah SAW.

sudah mukallaf/baligh. Pendirian Jumat yang didirikan oleh 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah dan bukan dari wilayah dimana Jumat diselenggarakan maka Jumatnya tidak sah. tiap-tiap dari dua desa itu tidak ada 40 orang dengan sifat yang sempurna (yang memenuhi syarat pelengkap Jumat). Sementara untuk sebagian siswa SMP yang sudah baligh dan siswa SMA maka tidak lagi dapat menggunakan alasan mendidik karena mereka sudah memiliki kewajiban. seandainya mereka berkumpul. karena Jumat bagi mereka belum merupakan kewajiban. Karena 40 itu dilengkapi oleh orang yang tidak bermukim dan menetap dari desa dimana Jumat itu didirikan. Kesimpulan Dari beberapa paparan diatas. juga tidak dapat (dilengkapi oleh) penduduk musiman yang berpindah pada musim tertentu… Dari keterangan ini maka jelaslah bahwa setiap pendirian Jumat harus dihadiri oleh penduduk setempat minimal 40 orang. orang yang bepergian (kedaerah diselenggarakannya Jumat). Untuk jarak kurang dari 1. Shalat Jumat dengan alasan untuk mendidik dapat dibenarkan bila Jumat tersebut didirikan dilingkup Sekolah Dasar atau sebagian siswa SMP yang belum baligh.6 km. haruslah laki-laki. sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam Kifayatul Akhyar juz 2 halaman 148 : . hamba sahaya. dan tidak pada porsi belajar lagi. tidak berpindah pada musim dingin atau panas kecuali untuk hajat. Orang pertama yang shalat Jumat denganku di Baqi' al khasman adalah As'ad Ibn Zararah dan kami bersama 40 orang.6 km dapat pula menjadi sah bila ada kesulitan mengumpulkan dalam satu masjid sebagaimana penjelasan diatas. maka Jumat yang mereka dirikan tetap tidak sah! Meskipun tiap-tiap dari penduduk desa itu mendengar panggilan dari yang lain. Ketika berdekatan dua buah desa. Ketahuilah! Adapun syarat 40 orang itu.Keterangan sahabat Ka'ab Ibn Malik . kemudian mencapai 40 orang. Maka tidaklah sah shalat Jumat dengan (melengkapi jumlah 40) bersama perempuan. merdeka (bukan budak) bermukim dalam arti menetap. Referensi Imam Taqiyyuddin ibn Abi Bakar. Ibn Hibban dan Baihaqi Kifayatul Akhyar Juz 1 halaman 148 menjelaskan 40 orang yang dapat menjadi pendukung keabsahan pendirian shalat Jumat : . HR. maka Jumat yang didirikan di sekolahan (SMP atau SMA) yang tidak melibatkan penduduk setempat sebanyak 40 orang dan jarak tempuh dengan masjid lain yang mendirikan Jumat kurang dari 1. . maka Jumatnya tidak sah. anak kecil.

Surabaya. Rifai.Cit. Op. Mukim. . Kifayatul Akhyar. al Hidayah. Deskripsinya begini: Di sebuah komplek Brimob didirikan sebuah masjid dan dilaksanakan shalat jum'at (Asal tau saja: hanya 1-2 dari anggota Brimob yg shalat jum'at. Moh. mereka 100% melaksanakan shalat jum'at). Mustautin Bolehkah sebuah masjid anggota jamaah jum'at-nya terdiri dari orang-orang yang bukan penduduk asli. Lirboyo. halaman 60. halaman 59. halaman 135. halaman 81. Imam Taqiyyuddin Ibn Abi Bakar.tt. 1987.: Op. Ibid. al Maarif. tapi setelah mereka punya masjid sendri. Kediri. baca juga Mizan Kubro juz 1 halaman 209 . Hukum Salat Jumat Bagi Musafir. Imam Taqiyyuddin ibn Abu Bakar. Halaman 147-148. Ibid. Bandung. 2003. halaman 61. Apa maksud dan kriteria dari istilah mustauthin (orang yang tinggal tetap/ bukan musafir) itu? Diasuh oleh Dewan Asatidz Ponpes Al-Khoirot Malang PERTANYAAN Di kampungku lagi rame soal masjid.6 km merupakan ijtihad jama'i dari keputusan KONBES NU di Lampung. Drs. halaman 145-147. PP. Qomaruzzaman (pengantar). Cit. Ushul Fiqh. Paradigma Fiqh Masail Kontekstualisasi Hasil Bahtsul Masail. Penentuan jarak tempuh 1.

c. Musafir adalah orang yang sedang dalam bepergian. 3. Orang sakit. tidak sedang tinggal dan tidak sedang menempati tempat tertentu. 5. Pertama-tama." (HR. Bukan alasan jarak. lihat catatan kaki di bawah.. Mukim adalah orang atau musafir yang tinggal di suatu tempat dalam masa waktu lebih dari tiga hari sehingga habis status musafir-nya. 4.! Pertanyaan via Facebook.com/pesantrenalkhoirot dari Pesantren Babul Ulum Nyalaran JAWABAN Terima kasih atas pertanyaannya. red] (padahal mereka punya tempat tinggal tetap dan ditempati lebih dari 10 tahun). Benarkah mereka tidak masuk kategori mustauthin? 2. mustautin. jika perlu lengkapi dengan dalilnya. diantaranya jamaah (anggota Brimob) yang lebih dari 40 orang bahkan masih ditambah dengan kehadiran orang kampung sekitar. b. Maliki. mukim. ======== Catatan kaki: [1] Kewajiban salat Jum'at dan pengecualian yang tidak wajib salat Jumat berdasarkan Hadits: Dari Thariq bin Syihab bahwa Rasulullah SAW bersabda. Merdeka bukan hamba sahaya. sedangkan wanita tidak diwajibkan untuk shalat jumat namun bila dia mengerjakan.. baik dia penduduk asli atau bukan. 2. Muqimin yaitu orang yang menetap bukan musafir atau yang sedang dalam perjalanan. Namun di dekat komplek tsb ada masjid dan kyainya tidak membolehkan (tidak men-shahkan) masjid Brimob tsb dijum'ati. Mukim. Karena mustautin tidak harus penduduk asli. a. Shahkah shalat jum'at mereka? Mohon bantuan jawaban. dsb.[2] Dari penjelasan Anda di mana mereka sudah menetap selama 10 tahun. Mustautin (Arab. Pertanyaannya: 1. Laki-laki.Semua persyaratan sudah terpenuhi. 2. Dewasa yaitu baligh. tetapi dia tidak berniat untuk menetap selamanya. sedang anak-anak tidak wajib shalat jumat. maka dapat disimpulkan mereka adalah mustautin dan sah salat Jum'atnya. Anak kecil dan c. maka kewajiban shalat zuhurnya telah gugur (tidak perlu shalat zhuhur lagi). Hanbali) seorang muslim terbagi dalam tiga kategori: musafir. sedangkan orang sakit tidak wajib shalat jumat. menurut Madzhab Empat (Syafi'i. tapi alasannya adalah krn anggota Brimob tsb dianggap tidak mustauthin [penduduk asli. kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang. Wanita. Hanafi.[1] Makna Musafir. Rujukan dalil. Dalam keadaan sehat. Budak. ‫ )نطوتسم‬adalah orang yang tinggal di suatu tempat dengan niat untuk menetap selamanya di situ. syarat seorang muslim yang wajib salat Jum'at adalah sebagai berikut: 1. 3. apakah termasuk atau tidak. 1. Namun ulama berbeda pendapat tentang dua nomor terakhir itu. Abu Daud) ."Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah. Mustautin Dalam konteks pelaku salat Jum'at.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful