Shalat Jum‟at Di Sekolah, Sah Atau Tidak ?

Syarat sah shalat jum’at menurut pendapat yang kuat harus dikerjakan oleh minimal 40 orang mustauthin (orang yang menetap didaerahnya dan tidak keluar kecuali untuk keperluan / penduduk setempat), laki-laki, baligh, berakal dan merdeka. Maka tidak sah dikerjakan oleh orang musafir (orang yang keluar dari daerah menetapnya minimal 83 km atau lebih) atau muqim ( bukan penduduk setempat tetapi keluarnya belum mencapai 83km dan bukan pula musafir), tapi bukan mustauthin, walaupun dengan jumlah 40 orang. Namun dhohir pendapat Imam as-Subki condong pada sahnya shalat jum’at walaupun hanya dikerjakan oleh orang muqim (bukan mustauthin). Batasan orang dinyatakan sebagai musafir jika telah keluar dari batas daerahnya. Dalam penghitungan daerah disini, jika memakai batas kota, maka seorang siswa di sekolah bisa tetap dinyatakan sebagai mustauthin sehingga shalat jum‟at nya tetap sah. Namun jika memakai batas desa/kampung, maka dia tergolong seorang musafir. Bahkan menurut Imam as-Subki sah walaupun dikerjakan oleh 40 orang muqim bukan mustauthin. Shalat jum’at tidak sah dikerjakan oleh para musafir menurut pendapat Imam Syafi’i. Berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan tetap sah.

Catatan Untuk Shalat Jum‟at di Sekolah

Hendaknya melaksanakan shalat jum’at dengan 40 orang mustauthin, agar keluar dari khilaf para ulama’. Namun jika diharuskan melakukan shalat jum’at seperti di sekolah Anda, maka mengikuti pendapat ulama’ yang menyatakan batas daerah adalah batas kota hukumnya sah, atau kalaupun dia dinyatakan sebagai musafir, mengikuti pendapat Imam Abi Hanifah hukumnya tetap sah dan disunnahkan bagi Anda setelah melaksanakan shalat jum’at, melakukan shalat dhuhur agar keluar dari khilaf ulama’. Adapun masalah dosa, jika mengikuti pendapat yang menyatakan harus dengan 40 orang mustauthin, dinyatakan berdosa mendirikan shalat Jum’at jika mengetahui ketidak sahan shalat Jum’at atau mengetahui akan keharamannya, karena mengerjakan ibadah yang tidak sah hukumnya haram.

Pengertian Shalat Jum'at, Hukum, Syarat, Ketentuan, Hikmah Dan Sunah Solat Jumat
Tue, 01/01/2008 - 5:33pm — godam64

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

2. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai. bodoh. Hukum Sholat Jum'at Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam." C. pintar. Memberikan nasihat kepada para jamaah. Jadi bagi para wanita / perempuan. kaya. mencukur kumis dan memotong kuku. Mengucapkan dua kalimat syahadat. 2. F. 2. Mengucapkan hamdalah. solat jumat tidaklah wajib hukumnya. 4. . kalau bisa bantu melengkapi/memperbaiki).Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at. Sumber : Buku Pelajaran Sekolah Agama Islam (mohon maaf kalau tidak ada dalil. 4. Sunat-Sunat Shalat Jumat 1. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib. Dalil Al-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9 : " Hai orang-orang yang beriman. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at. Ketentuan Shalat Jumat Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut : 1. 4. merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Semua sama antara yang miskin. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong. Menurut hadis. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. anak-anak. 3. tua. Membaca ayat-ayat suci Al-quran. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama. ladang. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat 1. D. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol). Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir. Memperbanyak doa dan salawat nabi. 2. doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan. 5. 5. Hikmah Solat Jum'at 1. 3. 6. E. beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi. muda. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. dan lain sebagainya. 3. kebun. B. orang sakit dan budak. 6. 3. Membaca doa. Sebagai syiar Islam. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat. dll.

Shalat Jumat sebagai sebuah rutinitas ritual. Masalah Jumatan sila anda menyimak uraian dibawah ini. Sedangkan internet tersebut hanya fasilitas dari saya bekerja. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. ketika waktu ini menjadi hari istimewa dengan perintah menjalankan syiar shalat Jumat ditengah umat. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat. Allah menyampaikan perintah: . adalah fardlu ain/kewajiban individu. Taklif ini menurut madzhab Syafi'i. madzhab yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia. Katakanlah mereka datang dari luar kecamatan sekolah tersebut. Artinya karena tujuan dari bergegas adalah shalat Jumat. Pendahuluan Jumat adalah salah satu hari istimewa Islam. Shalat Jumat ini dibebankan secara wajib (taklif) bagi mereka yang masuk katagori laki-laki. tujuannyapun tentu menjadi wajib. perintah dalam redaksi ayat “fa'au ilaa dzikr alLah” (maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah) jelas menunjukkan kewajiban. Hai orang-orang yang beriman. Saya juga mohon ijin dengan pihak PPSSNH apakah boleh saya mengkopi artikel Bahtsul Masail serta jawaban dari rubrik tanya jawab ini agar saya bisa belajar di rumah. merdeka. Apakah sah Jumatannya? Sedangkan murid serta guru tersebut bukan orang yang mukim di situ. karena tujuan dari bersegera dalam ayat itu diperntahkan sebagai kewajiban. Secara konkrit.Shalat Jumat di Sekolah Saya mau menanyakan bagaimana hukumya sholat Jumat yang dilakukan di sekolah? Dengan jamaah terdiri dari guru dan murid di sekolah tersebut. Mohon penjelasan dan dalilnya. memiliki segudang rahasia samawi yang tidak terjangkau oleh akal kita. berarti shalat Jumat juga . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Sedangkan khotib dan bilalnya mereka mengundang dari luar sekolah. bertempat tinggal dengan tanpa ada udzur syar'i (alas an dispensasi syariat). berakal. Tonggak agama yang mengakar pada ritual shalat fardlu menjadi lebih sarat akan makna. baligh. menjadi penopang syiar yang efektif dalam membentuk sebuah tradisi jama‟i. Jawaban Seluruh artikel Bahtsul Masail dapat dikopi dan disebarluaskan. yaitu kenginan untuk berpegang pada tali Allah dalam rangka berjuang mengangkat panji-panji Islam. Karena selama ini saya mengakses PPSSNH dari internet. Artinya. Melalui sebuah ayat dari surat al Jumuah ayat 9.

apakah hal ini merupakan ajaran fi'li (praktek) yang bersifat dogmatis dan harus diadopsi secara total ataukah cukup dipahami makna yang tersirat dimana saat itu keadaannya sangat kondusif). Hal ini berdampak pada tata hukum baku. Poin permasalahan penyelenggaraan Jumat di sekolah adalah sebagai berikut: Posisi sekolah yang berada disuatu wilayah desa yang sudah ada masjidnya Keberadaan sekolah yang berada disuatu wilayah desa yang sudah ada masjid yang menyelenggarakan shalat Jumat. menimbulkan taadud al Jumat (banyaknya penyelenggaraan Jumat) dalam satu wilayah. Hal ini selama tidak ada factor yang memperkenankan shalat Jumat di beberapa lokasi. Versi ini merupakan pendapat Madzhab Syafii yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. serta lokasi yang digunakan pasti di dalam kota dan menetap pada satu masjid. muncullah beragam pemahaman. Mayoritas ulama Syafii berpendapat bahwa hal ini bersifat dogmatis. Dari sinilah kemudian muncul pemahaman berbeda. baik berupa balad (di masa sekarang kirakira seluas desa) atau hanya sebatas qaryah (kira-kira seluas dusun). Berakar dari praktek Nabi dalam melakukan shalat Jumat dengan selalu berjamaah. * Dilakukan berjamaah oleh mereka yang berstatus penduduk tetap (mustauthin) dengan jumlah minimal 40 orang. sehingga . tentang diperkenankannya shalat Jumat lebih dari satu tempat. Dalam perjalanan kepemimpinan mereka. Hasil penelitian para ahli sejarah menunjukkan bahwa sepanjang masa kenabian Rasulullah SAW dan kepemimpinan Khulafa' al Rasyidin. Argumentasi dari ketentuan ini adalah sebuah hadist yang menyatakan bahwa Nabi sewaktu melakukan shalat Jumat pertama kali adalah dengan jumlah jamaah yang sebanyak itu. Para ulama madzhab menyepakati adanya jamaah sebagai syarat sah di dalam shalat Jumat.menjadi wajib. apakan hal itu harus diadopsi secara tekstual dan menyeluruh atau kisi-kisi maknawinya saja yang perlu diterjemahkan. tegas mengatakan tidak boleh karena yang dilakukan Nabi bersifat dogmatif dan harus diadopsi secara total. Beberapa syarat lain yang harus dipenuhi sebagai syarat sah dalam shalat Jumat mencakup empat hal : * Dilakukan secara total di waktu dzuhur. Kesepakatan ulama yang mensyaratkan 40 orang sebagai batas minimal jumlah jamaah yang mengikuti shalat. Versi yang mendasarkan pada realita di jaman Nabi. * Tidak didahului maupun bersamaan dengan shalat Jumat yang lain dalam satu wilayah (balad ataupun qaryah). tidak pernah ada statement atau perilakuk yang menyalahkan atau menyetujui gagasan Jumat lebih dari satu dalam sebuah kawasan (desa atau dusun). pelaksanaan ibadah Jumat tidak pernah dilaksanakan kecuali di dalam Masjid Jami (satu lokasi). * Tempat pelaksanaan harus pada batas territorial sebuah pemukiman yang terdiri dari bangunan perumahan.

dalam satu desa seharusnya hanya ada satu Jumat. Namun Imam Abdullah Ibn Husein dalam Hamish Sharh Sulam Taufiq menyatakan bahwa larangan itu dikecualikan untuk belajar. Dari sini dapat kita pahami bahwa pendidikan atau pembelajaran dapat menjadi illat/alasan hukum untuk melanggar ketentuan yang semestinya. thawaf.. kecuali ada alasan tertentu yang dapat diterima syariat. tetapi masih layak untuk dijadikan alasan bolehnya taadud al Jumat karena keduanya masih termasuk dalam tataran mashaqqah la tuhtamal „adatan (tingkat kesulitan diluar batas kemampuan). Meski keduanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Beberapa variable diantara dua masalah tersebut diantaranya adalah: * Variable dari hukum asal o Larangan menyentuh mushaf bagi yang tidak memiliki wudlu o Memegang/menyentuh mushaf bukan kewajiban yang harus dijalankan dalam tempo waktu cepat. beberapa variable atau illat dari hukum asal dan masalah yang dicarikan keputusan hukum harus sama. Alasan utama yang biasanya digunakan sebagai dasar pembolehan pendirian Jumat lebih dari satu dalam sebuah wilayah adalah mashaqqah (tingkat kesulitan tertentu).. juga disebut sebagai salah satu factor pembolehan terjadinya taadudul Jumat. membawa al Quran/mushaf dan menyentuhnya kecuali bagi anak kecil untuk belajar. atau semakin banyaknya jumlah penduduk. ada baiknya kita menyimak nash Hamish Sharh Sulam Taufiq halaman 25-26 berikut ini: . Seperti terjadinya konflik yang menimbulkan usr al ijtima' (sulitnya dikumpulkan) atau factor kesulitan yang terdapat dalam jauhnya jarak tempuh menuju masjid. Hanya saja kita tidak bisa tergesa-gesa menyimpulkan bahwa masalah Jumat ini bisa dijalankan dengan menggunakan analogi hukum/qiyas masalah menyentuh al Quran. Ketentuan hukum tentang larangan menyentuh al Quran bagi orang yang tidak suci sangatlah jelas. Untuk dapat menganalogi hukum. Hadits ini menguatkan ayat al Quran dalam surat al Waqiah yang menyatakan: . apakah orientasi “mendidik” sebagaimana seringkali menjadi alasan penyelenggaraan shalat Jumat di sekolah itu juga termasuk unsur mashaqqah yang memperbolehkan taadud al Jumat? Mengawali pembahasan ini. Sulitnya memperluas masjid karena lahan masjid berada diperkampungan yang padat. Yang menjadi permasalahan kemudian. Rasulullah pernah menulis surat kepada masyarakat Yaman yang di dalamnya terdapat pernyataan: Tidak diperkenankan menyentuh al Quran kecuali orang yang dalam keadaan suci. Orang yang batal wudlunya maka haram atasnya menjalankan shalat. Islam menekankan keharusan mampu membaca al Quran .

* Variabel dari masalah penyelenggaraan Jumat di sekolah o Larangan menyelenggarakan Jumat lebih dari satu dalam satu desa. shalat Jumat bukan lagi pada stadium belajar tetapi sudah pada tataran diwajibkan. Untuk menganalogkan kedua masalah ini. yaitu pembolehan melanggar pada masalah menyentuh mushaf hanya untuk anak kecil yang belajar. shalat Jumat merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan. o Shalat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah dewasa.tanpa ada batasan waktu. Dari beberapa variable yang sudah diurai diatas. Yang dimaksud penduduk ini. Bila kita mencoba menggabungkan variable-variabel diatas. Bahkan nilai lebih pembelajaran di masjid adalah siswa dapat belajar berinteraksi dengan masyarakat. Terlebih pembelajaran dapat dijalankan bahkan langsung bisa dijalankan di masjid. Sedang shalat Jumat adalah kewajiban yang harus segera ditunaikan bagi lelaki yang sudah baligh. Bagi mereka yang dewasa. Keterangan sahabat Jabir RA Telah lewat beberapa tahun. Keharusan Jumat dilaksanakan dan dihadiri oleh minimal 40 orang penduduk tetap. belajar al Quran merupakan kewajiban yang dapat dilakukan tertunda. atau orang diluar desa yang masuk pada desa itu. ada ketidak sesuaian dari variable yang ada. Hampir seluruh kitab fiqh menjelaskan bahwa syarat minimal mendirikan Jumat adalah harus dihadiri oleh minimal 40 orang penduduk desa/dusun. berjamaah (jumat) di Madinah dan tidak pernah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah berjamaah (jumat) kurang dari 40 orang. o Pembolehan melanggar larangan menyentuh bagi anak kecil yang belajar. . bukan orang yang kost atau menetap sementara didesa itu. Sementara itu. Kewajiban dapat membaca al Quran dengan baik bukan kewajiban yang harus segera ditunaikan artinya dapat berjalan pelanpelan. o Shalat Jumat merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan. maka alasan pembelajaran dalam masalah penyelenggaraan shalat Jumat di sekolah tidak dapat dibenarkan. bahwa Jumat didirikan oleh 40 orang atau lebih. Melihat hubungan antar illat/variable yang tidak sesuai. Dalil-dalil yang memperkuat hujjah ini adalah : Hadits Nabi Muhammad SAW Sesungguhnya Rasulullah SAW. maka kita dapat melihat apakah kita bisa menganalogkan pembolehan menyentuh al quran bagi anak kecil untuk belajar dengan pembolehan penyelenggaraan shalat Jumat disekolah untuk pembelajaran.

maka Jumat yang didirikan di sekolahan (SMP atau SMA) yang tidak melibatkan penduduk setempat sebanyak 40 orang dan jarak tempuh dengan masjid lain yang mendirikan Jumat kurang dari 1. Ketika berdekatan dua buah desa. Orang pertama yang shalat Jumat denganku di Baqi' al khasman adalah As'ad Ibn Zararah dan kami bersama 40 orang. Karena 40 itu dilengkapi oleh orang yang tidak bermukim dan menetap dari desa dimana Jumat itu didirikan. Ibn Hibban dan Baihaqi Kifayatul Akhyar Juz 1 halaman 148 menjelaskan 40 orang yang dapat menjadi pendukung keabsahan pendirian shalat Jumat : . anak kecil. maka Jumat yang mereka dirikan tetap tidak sah! Meskipun tiap-tiap dari penduduk desa itu mendengar panggilan dari yang lain. sudah mukallaf/baligh. Untuk jarak kurang dari 1. Ketahuilah! Adapun syarat 40 orang itu. Referensi Imam Taqiyyuddin ibn Abi Bakar. Sementara untuk sebagian siswa SMP yang sudah baligh dan siswa SMA maka tidak lagi dapat menggunakan alasan mendidik karena mereka sudah memiliki kewajiban. dan tidak pada porsi belajar lagi. maka Jumatnya tidak sah.6 km dapat pula menjadi sah bila ada kesulitan mengumpulkan dalam satu masjid sebagaimana penjelasan diatas. tidak berpindah pada musim dingin atau panas kecuali untuk hajat. HR. hamba sahaya.6 km. karena Jumat bagi mereka belum merupakan kewajiban. Shalat Jumat dengan alasan untuk mendidik dapat dibenarkan bila Jumat tersebut didirikan dilingkup Sekolah Dasar atau sebagian siswa SMP yang belum baligh. merdeka (bukan budak) bermukim dalam arti menetap. seandainya mereka berkumpul. Maka tidaklah sah shalat Jumat dengan (melengkapi jumlah 40) bersama perempuan. kemudian mencapai 40 orang. . tiap-tiap dari dua desa itu tidak ada 40 orang dengan sifat yang sempurna (yang memenuhi syarat pelengkap Jumat). sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam Kifayatul Akhyar juz 2 halaman 148 : . Pendirian Jumat yang didirikan oleh 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah dan bukan dari wilayah dimana Jumat diselenggarakan maka Jumatnya tidak sah. Kesimpulan Dari beberapa paparan diatas. haruslah laki-laki. juga tidak dapat (dilengkapi oleh) penduduk musiman yang berpindah pada musim tertentu… Dari keterangan ini maka jelaslah bahwa setiap pendirian Jumat harus dihadiri oleh penduduk setempat minimal 40 orang.Keterangan sahabat Ka'ab Ibn Malik . orang yang bepergian (kedaerah diselenggarakannya Jumat).

Cit. Lirboyo. Ibid. Ibid. 2003. halaman 60. Imam Taqiyyuddin Ibn Abi Bakar. halaman 81. Surabaya. . Moh. Op. Apa maksud dan kriteria dari istilah mustauthin (orang yang tinggal tetap/ bukan musafir) itu? Diasuh oleh Dewan Asatidz Ponpes Al-Khoirot Malang PERTANYAAN Di kampungku lagi rame soal masjid. mereka 100% melaksanakan shalat jum'at). Ushul Fiqh. Mustautin Bolehkah sebuah masjid anggota jamaah jum'at-nya terdiri dari orang-orang yang bukan penduduk asli. Halaman 147-148. 1987. Hukum Salat Jumat Bagi Musafir. al Hidayah. Rifai.Cit. al Maarif.tt. Kediri. Qomaruzzaman (pengantar). Paradigma Fiqh Masail Kontekstualisasi Hasil Bahtsul Masail. Kifayatul Akhyar. Penentuan jarak tempuh 1. halaman 61. PP. halaman 135. Imam Taqiyyuddin ibn Abu Bakar. halaman 145-147.: Op. tapi setelah mereka punya masjid sendri.6 km merupakan ijtihad jama'i dari keputusan KONBES NU di Lampung. halaman 59. baca juga Mizan Kubro juz 1 halaman 209 . Bandung. Deskripsinya begini: Di sebuah komplek Brimob didirikan sebuah masjid dan dilaksanakan shalat jum'at (Asal tau saja: hanya 1-2 dari anggota Brimob yg shalat jum'at. Drs. Mukim.

Dalam keadaan sehat. sedangkan wanita tidak diwajibkan untuk shalat jumat namun bila dia mengerjakan. menurut Madzhab Empat (Syafi'i. sedang anak-anak tidak wajib shalat jumat. Mukim. a. Hanbali) seorang muslim terbagi dalam tiga kategori: musafir. Mustautin (Arab. diantaranya jamaah (anggota Brimob) yang lebih dari 40 orang bahkan masih ditambah dengan kehadiran orang kampung sekitar. sedangkan orang sakit tidak wajib shalat jumat. Shahkah shalat jum'at mereka? Mohon bantuan jawaban. mukim. baik dia penduduk asli atau bukan. Merdeka bukan hamba sahaya. Namun ulama berbeda pendapat tentang dua nomor terakhir itu. ‫ )نطوتسم‬adalah orang yang tinggal di suatu tempat dengan niat untuk menetap selamanya di situ.. maka dapat disimpulkan mereka adalah mustautin dan sah salat Jum'atnya. tidak sedang tinggal dan tidak sedang menempati tempat tertentu. maka kewajiban shalat zuhurnya telah gugur (tidak perlu shalat zhuhur lagi). Abu Daud) . Mukim adalah orang atau musafir yang tinggal di suatu tempat dalam masa waktu lebih dari tiga hari sehingga habis status musafir-nya. Maliki." (HR. Anak kecil dan c. Muqimin yaitu orang yang menetap bukan musafir atau yang sedang dalam perjalanan. Bukan alasan jarak. 3. Wanita. Orang sakit. apakah termasuk atau tidak. red] (padahal mereka punya tempat tinggal tetap dan ditempati lebih dari 10 tahun). Hanafi. Pertanyaannya: 1. Pertama-tama. 1. 5. 4. Budak. 3. Karena mustautin tidak harus penduduk asli. 2.[2] Dari penjelasan Anda di mana mereka sudah menetap selama 10 tahun. dsb. 2. b. tapi alasannya adalah krn anggota Brimob tsb dianggap tidak mustauthin [penduduk asli. jika perlu lengkapi dengan dalilnya. Musafir adalah orang yang sedang dalam bepergian. Dewasa yaitu baligh.Semua persyaratan sudah terpenuhi."Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah. tetapi dia tidak berniat untuk menetap selamanya.[1] Makna Musafir.! Pertanyaan via Facebook.com/pesantrenalkhoirot dari Pesantren Babul Ulum Nyalaran JAWABAN Terima kasih atas pertanyaannya. lihat catatan kaki di bawah. syarat seorang muslim yang wajib salat Jum'at adalah sebagai berikut: 1. Mustautin Dalam konteks pelaku salat Jum'at.. c. kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang. Laki-laki. Rujukan dalil. Benarkah mereka tidak masuk kategori mustauthin? 2. ======== Catatan kaki: [1] Kewajiban salat Jum'at dan pengecualian yang tidak wajib salat Jumat berdasarkan Hadits: Dari Thariq bin Syihab bahwa Rasulullah SAW bersabda. Namun di dekat komplek tsb ada masjid dan kyainya tidak membolehkan (tidak men-shahkan) masjid Brimob tsb dijum'ati. mustautin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful