kemudian masak sampai menjadi nasi dan dinginkan. Bagian yang telah halus adalah ragi tempe. Tumbuk sampai halus. Cuci beras sampai bersih. Pengaduk kayu 4. Ayakan 7. 3. Tutup atasnya dengan lembaran plastik atau daun pisang. Supaya pertukaran udara baik. Kantong plastik CARA PEMBUATAN 1. Simpan dalam ruangan tempat pemeraman (peragian) sampai seluruh nasi ditumbuhi jamur yang berwarna hitam. Catatan: Tutup plastik atau daun pisang sewaktu-waktu perlu dibuka untuk pertukaran udara dan untk menguapkan air (embun) yang menempel pada plastik atau daun pisang agar tidak menetes lagi pada bahan.Cara Pengolahan Ragi Tempe Laru (ragi) tempe adalah bibit yang digunakan untuk pembuatan tempe. 3. Tepung beras yang telah disangrai 1 ½ kg ALAT 1. Simpan dalam kantong-kantong plastik. 5. 2. Pada nasi tersebut taburkan tepung tempe kemudian aduk sampai rata. Beras 300 gram 2. BAHAN 1. Alat penumbuk 6. tutup plastik atau daun pisang diberi lubang-lubang atau bisa diganti dengan tutup yang baru. Jemur nasi yang telah ditumbuhi jamur (kapang) atau jamur sampai kering. Kadar air yang tinggi akan mempercepat pembusukan. 7. Kukusan 2. 1. 2. Letakkan di atas tampah yang bersih. 8. 6. Alat penggorengan (wajan) 8. Tampah (nyiru) 3. Lembaran plastik 5. . 4. Campurkan ragi ini dengan tepung beras yang telah disangarai (+ 10 gram ragi untik 50~100 gram tepung beras). kemudian ayak. Tepung tempe 3 gram 3.

Hal 94 . Jakarta: Akademika Pressindo. 1991.DIAGRAM ALIR PEMBUATAN RAGI (LARU) TEMPE 4. Astawan. dan Mita. W. DAFTAR PUSTAKA 1.96 . M.Teknologi pengolahan pangan nabati tepat guna.

Gatot Subroto 10 Jakarta 12910. LIPI. . Jend. Sumber : Tri Margono.2. Institut Pertanian Bogor 1983. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation. Membuat tempe dan oncom. Sri Hartinah.45 3. KONTAK HUBUNGAN Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan. Penebar Swadaya. Jl. 10 – 15 5. Detty Suryati. 1993. 1982. Buku Panduan Teknologi Pangan. PDII. Jakarta: PT. Buku seri teknologi makanan II. Hal. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan. Sarwono. B. Hal 39 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful