6. Letakkan di atas tampah yang bersih. 7. 4. 8. Kadar air yang tinggi akan mempercepat pembusukan. Kukusan 2. Alat penumbuk 6. kemudian masak sampai menjadi nasi dan dinginkan.Cara Pengolahan Ragi Tempe Laru (ragi) tempe adalah bibit yang digunakan untuk pembuatan tempe. 2. Alat penggorengan (wajan) 8. Catatan: Tutup plastik atau daun pisang sewaktu-waktu perlu dibuka untuk pertukaran udara dan untk menguapkan air (embun) yang menempel pada plastik atau daun pisang agar tidak menetes lagi pada bahan. Ayakan 7. kemudian ayak. Pada nasi tersebut taburkan tepung tempe kemudian aduk sampai rata. Kantong plastik CARA PEMBUATAN 1. Simpan dalam ruangan tempat pemeraman (peragian) sampai seluruh nasi ditumbuhi jamur yang berwarna hitam. Tumbuk sampai halus. Cuci beras sampai bersih. Beras 300 gram 2. 5. Simpan dalam kantong-kantong plastik. 1. Campurkan ragi ini dengan tepung beras yang telah disangarai (+ 10 gram ragi untik 50~100 gram tepung beras). Lembaran plastik 5. 2. Jemur nasi yang telah ditumbuhi jamur (kapang) atau jamur sampai kering. tutup plastik atau daun pisang diberi lubang-lubang atau bisa diganti dengan tutup yang baru. Supaya pertukaran udara baik. Tutup atasnya dengan lembaran plastik atau daun pisang. Pengaduk kayu 4. Tampah (nyiru) 3. Tepung tempe 3 gram 3. Bagian yang telah halus adalah ragi tempe. 3. . Tepung beras yang telah disangrai 1 ½ kg ALAT 1. 3. BAHAN 1.

DAFTAR PUSTAKA 1. 1991. Hal 94 . W.Teknologi pengolahan pangan nabati tepat guna. Astawan. M.DIAGRAM ALIR PEMBUATAN RAGI (LARU) TEMPE 4. dan Mita.96 . Jakarta: Akademika Pressindo.

Gatot Subroto 10 Jakarta 12910. Penebar Swadaya. Hal. 10 – 15 5. Sarwono. PDII. Buku Panduan Teknologi Pangan.2. KONTAK HUBUNGAN Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan. Jakarta: PT. 1993. Sumber : Tri Margono. LIPI. 1982. Jl. Membuat tempe dan oncom. Detty Suryati. Hal 39 . Jend. . Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation. B.45 3. Institut Pertanian Bogor 1983. Buku seri teknologi makanan II. Sri Hartinah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful