TINJAUAN PUSTAKA 2.

1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuhtumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini. Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Rosales Famili : Papilionaceae Genus : Vigna Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus

Morfologi Tanaman Kacang Hijau Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman

kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.

Peranan Agronomi N,P,K. Suplai nitrogen di dalam tanah merupakan faktor yang sangat penting dalam kaitannya dengan pemeliharaan atau peningkatan kesuburan tanah. Peranan N terhadap pertumbuhan tanaman adalah jelas, karena senyawa organik di dalam tanaman pada umumnya mengandung N anatara lain asamasam amino, enzim dan bahan lainnya yang menyalurkan enersi (Nyakpa, 1988). - dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Terhadap pertumbuhan tanaman, adalah dapat merangsang perkembangan perakaran tanaman. Terhadap produksi tanaman, P mempertinggi hasil serta berat bahan kering, bobot biji, memperbaiki kualitas hasil serta mempercepat masa kematangan. Sedangkan pengaruhnya terhadap resistensi penyakit dapat dikatakan bahwa P mempertinggi daya resistensi terhadap serangan penyakit terutam cendawan (Nyakpa, 1988). Kalium di dalam tanaman dapat berfungsi untuk menguatkan jerami tanaman sehingga tanaman tidak mudah rebah. Terhadap produksi tanaman akan mempertinggi hasil produksi dan memperbaiki kualitas hasi. Selanjutnay kalium akan mempertinggi resistensi tanaman terhadap serangan penyakit, terutama terhadap penyakit oleh cendawan (Nyakpa, 1988). 1. I. PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pertanian organik sebagai salah satu teknologi alternatif untuk menanggulangi persoalan lingkungan sangat diperlukan. Persoalan besar yang terjadi disebabkan karena pencemaran tanah, air dan udara sehingga menyebabkan terjadinya degradasi dan kehilangan sumber daya alam serta penurunan produktivitas tanah. Pertanian berbasis kimia yang mempunyai ketergantungan cukup besar pada pupuk dan pestisida telah mempengruhi kualitas dan keamanan bahan yang dihasilkan, kesehatan dan kehidupan bahan lainnya. Dengan memperhitungkan generasi mendatang maka pertanian organik menghasilkan interaksi yang bersifat dinamis antara tanah, tanaman, hewan, manusia, ekosistem dan lingkungan. Konsep prtanian organic belumdapat diterapkan secara murni mengingat cukup banyak kendala yang dihadapi. Pada tahap awal pertanian organik dapat diterapkan dengan sistem perpaduan pertanian organik dan pertanian kimia yang dikenal dengan pertanian input rendah LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture). Prospek pengembangan pertanian organik di Indonesia dengan menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati, pupuk hayati, masih menghadapi kendala yaitu penggunaaan pupuk organik perlu takaran cukup banyak dan menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa tanaman dan limbah organik lainnya.

Perbedaan wawasan dan pendekatan pertanian berlingkungan atau pertanian organik yang berbeda-beda menghasilkan variasi praktek pertanian organik yang berbeda-beda. Hal ini dilatarbelakangi oleh konsep dan pandangan yang berbeda-beda mengenai pertanian organik itu sendiri. 3. Pertanian permaculture: pertanian yang menerapkan pola pertanian permanen in situ dan terpadu dari berbagai komponen pertanian dan peternakan. Strategi pertanian organik adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman. 2. 6. baik dalam bentuk residu dan limbah pertanaman maupun ternak yang selanjutnya bertujuan memberi makanan pada tanaman. dan dalam perkembangannya mempunyai banyak sekali aliran dan pola tersendiri hampir di tiap wilayah. Pertanian ekologis: pertanian yang tanpa merubah lingkungan setempat. II. unsur hara didaurlang melalui satu atau lebih tahapan bentuk senyawa . Pertanian biologis: pertanian yang menitik beratkan pada keseimbangan organisme. Pertanian natural: sistem pertanian yang mendasarkan pada pandangan hidup bahwa alam telah mengatur dirinya sendiri. 5. kendatipun barangkali tujuannya sama. 2. Membandingkan berbagai dosis pupuk organik dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik dari dosis anjuran yaitu 75% dan 50%. Pertanian biodinamis: sistem budidaya yang mendasarkan pada peredaran bulan. TINJAUAN PUSTAKA Istilah pertanian organik dimunculkan karena konsep pertanian ini mempergunakan asupan yang bersifat organik. 1. Von Uexkull (1984) memberikan istilah “membangun kesuburan tanah”. kompos dan pupuk kandang menjadi biomass tanah yang selanjutnya setelah mengalami proses mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. 4. Filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan prinsip-prinsi memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untk tanaman (feeding the soil that feeds the plants). Dengan kata lain. Mempelajari pertumbuhan pemanfaatan pupuk organik dan kimia dengan berbagai dosis kombinasi. B. dan bukan memberi makanan langsung pada tanaman. Berbagai konsep mengenai pola pertanian organik atau berwawasan lingkungan itu dapat dikelompokkan menjadi: 1.Dalam pengembangan pertanian organik di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala antara lain pupuk hayati masih berada di tahap awal pengembangan dan belum ditemukan kombinasi yang sesuai antara puuk kimia/pupuk hayati yang sesuai dengan kondisi tanah. Pengertian Dasar Pertanian Organik Pakar pertanian barat menyebutkan bahwa sistem pertanian organik merupakan “hukum pengembalian (lowof return)” yang berarti suatu sistem yang berusaha mengembalikan semua jenis bahan organik ke dalam tanah. 1. Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah: 1.

Kegunaan Budi Daya Organik Kegunaan budidaya organik pada dasarnya ialah meniadakan atau membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budi daya kimiawi. 4. termasuk konservasi sumber daya lahan. namun penerapannya tidak mudah dan akan menghadapi banyak kendala. 1. Alat penyiram 1. 2. 75% (P1) dan 50% (P2) dari dosis rekomendasi. Dosis pupuk yang digunakan yaitu: Dosis pupuk kompos butiran (Pukotir): K0 = 0 dan K1 = 4 ton/ha. Label 3. 2002). pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk organik dengan sendirinya merupakan keluaran setiap budi daya pertanian. Dosis pupuk anorganik 100% (P0). B. 2. Menyiapkan semua alat dan bahan. 1. Bahan dan Alat 1. A. Faktor-faktor kebijakan umum dan sosiol-politik sangat menentukan sarah pengembangan sistem pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi (Susanto.organik sebelum diserap tanaman. 3. Bahan 1. 5. PELAKSANAAN PERCOBAAN 1. Alat 1. Pupuk organik dan pupukl hayati mempunyai berbagai keunggulan nyata dibandingkan dengan pupuk kimia. Polibag 6 buah 2. sehingga merupakan sumber unsur hara mikro dan makro yang dapat dikatakan cuma-cuma. 1. Benih caisim Pupuk kompos butiran (PUKOTIR) Pupuk anorganik Media tanam yaitu tanah. III. HASIL dan PEMBAHASAN . Prosedur Kerja 1. Meskipun sistem pertanian organik dengan segala aspeknya jelas memberikan keuntungan cukup banyak kepada pembangunan pertanian rakyat dan penjagaan lingkungan hidup. Benih yang telah ditanam dipelihara sampai layak untuk dipanen. IV. Air 6. Hal ini berbeda sama sekali dengan pertanian konvensional yang memberikan unsur hara secara cepat dan langsung dalam bentuk larutan sehingga segera diserap dengan takaran dan waktu pemberian yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Menyiapkan media tanam dalam polibag dengan berbagai dosis campuran pupuk organik dan pupuk kimia.

5 4 2 17 4 18.9 5 23.95 6 22.6 6 30/12/08 T D 24.5 5. B.5 4 19.7 5 21 5 20 6 20.6 6 30/12/08 T D 24. .35 5 23.25 3.05 6 Bobot Segar (gr) 17 16.6 5 N1Po 1 19 2 19. Hasil Pengamatan 1.7 6 23.6 5 2 16 4 17.45 4.2 5 25 4 23.5 23.2 6 24 4 23.3 6 24/12/08 T D 20 5 20.2 6 23.2 6 2 18 4 18. buahbuahan dan tanaman hias ditumbuh kembangkan menjadi agribisnis dalam rangka memanfaatkan peluang dan keunggulan komparatif berupa : iklim yang bervariasi.5 4 N1P1 1 18 3 20 3 2 16 3 17. tenaga kerja yang banyak serta lahan yang tersedia.5 T = Tinggi Tanaman (cm) Bobot Segar (gr) 18 16 17 16 17 10 18 16 18 15 15 10 24/12/08 T D 20.5 3 17.5 20.8 4 21 6 19.85 5.5 4 N1P2 1 19 4 20.5 17 3 28.25 4 17. Tabel Pengamatan Kombinasi Pupuk (Perlakuan) Tanggal Pengamatan 10/12/08 17/12/08 T D T D NoPo 1 17 4 18.7 5 21.6 4 2 16.8 5 1.5 19.5 4 18. Rata-rata Kombinasi Pupuk (Perlakuan) NoPo NoP1 NoP2 N1Po N1P1 N1P2 Keterangan: Tanggal Pengamatan 10/12/08 17/12/08 T D T D 16.5 5.5 4 18.6 5 18 3 19. Pembahasan 2 = Tanaman Caisim 2 Dalam GBHN 1993 pembangunan pertanian hortikultura yang meliputi tanaman sayuran.5 13.5 18.6 4.9 6 21.5 12.8 6 22.75 3.7 5 24 5 24.3 4 NoP2 1 18.1.5 1 = Tanaman Caisim 1 D = Jumlah Daun 1. A.5 4 19.15 4 40.5 24.85 6 23.8 3 2 17 4 18.5 18.25 4 18. tanah yang subur.2 3 19.3 5 19. Produksi hortikultura diarahkan agar mampu mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri termasuk agroindustri serta memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.45 4 20.5 6 22.9 4 17.9 4 NoP1 1 18 4 19.75 3.5 17 16.8 5 18.

serta pengendalian hama secara terpadu dengan mengoptimalkan cara biologis (Kasumbogo Untung. timbulnya hama sekunder. pestisida. zat pengatur tumbuh dan aditif pakan. 1994).Untuk mencapai tujuan tersebut perlu penerapan sistem budidaya hortikultura yang lebih baik serta penggunaan teknologi yang tepat dan berwawasan lingkungan. dan mereka mulai lebih suka mengkonsumsi produk yang dihasilkan melalui proses alami yang dikenal dengan pertanian organik (“organic farming”). Sebagaimana kita ketahui sektor hortikultura baru mendapat perhatian setelah usaha swasembada beras tercapai. Budidaya tanaman berwawasan lingkungan adalah suatu budidaya pertanian yang direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat-sifat. dan hilangnya berbagai jenis tanaman asli. herbisida. Pertanian organik memadukan berbagai cara seperti pergiliran tanaman. Penggunaan varietas unggul yang monogenik dan seragam secara spesial dan temporal mengurangi keanekaragaman hayati. Kecenderungan seperti ini membuka suatu peluang baru dalam bisnis di bidang pertanian terutama tanaman hortikultura yang produknya sering dikonsumsi secara langsung atau dalam keadaan segar (Sunu. seperti bibit unggul. Disamping hasil positif dengan peningkatan produksi. P. dengan demikian sumber daya alam dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga kerusakan dan kemunduran lingkungan dapat dihindarkan dan melestarikan daya guna sumber daya alam dan lingkungan hidup. tumpangsari. 1994). et al. dan tanah menjadi semakin berkurang kesuburannya karena penggunaan pupuk berlebihan. pestisida dan zat pengatur tumbuh. penggunaan masukan modern juga mendatangkan dampak negatif bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. yang sering dikenal dengan sistem GAP (Good Agricultural Practice). antara lain adalah sebagai berikut : • • • • Penggunaan pupuk buatan mendatangkan pencemaran pada air permukaan dan air tanah dengan adanya residu nitrat dan fosfat. pestisida dan zat pengatur tumbuh. Dewasa ini lingkungan yang dikaitkan dengan produk pertanian sedemikian kuatnya diluncurkan terutama di negara-negara maju. Pertanian Organik adalah sistem produksi pertanian yang menghindari atau sangat membatasi penggunaan pupuk kimia (pabrik). resurjensi hama. sehingga hasil-hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk pengembangan hortikultura di Indonesia masih terbatas. 2006). sehingga penduduknya menuntut agar produk pertanian bebas dari cemaran bahan kimia. terbunuhnya binatang bukan sasaran dan residu racun pada buah dan sayuran serta lingkungan. Selain itu kegiatan pertanian secara intensif juga berperan dalam proses pemanasan bumi atau efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon antara lain melalui emisi gas metan dan N2O akibat penggunaan pupuk buatan ( Kasumbogo Untung. Teknologi yang saat ini diterapkan merupakan teknologi yang berorientasi pada pencapaian target produksi dengan menggunakan masukan produksi yang semakin meningkat. kondisi dan kelestarian lingkungan hidup. penggunaan sisa bahan organik sebagai pupuk. Pertanian organik merupakan salah satu alternatif budidaya pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang bebas dari segala bentuk bahan inorganik seperti pupuk buatan. Penggunaan pestisida yang berlebihan akan mengakibatkan resistensi. pupuk buatan. Seperti halnya dari artikel dari sebuah Koran menyebutkan bahwa : .

Pangan organik dianggap memenuhi persyaratan tersebut sehingga permintaan dan peluang pemasarannya meningkat. pestisida. Komponen Pertanian Organik 1. Terdapat dua pilihan lahan yaitu lahan pertanian yang baru dibuka dan lahan pertanian intensif yang dikonversi untuk lahan pertanian organik. b. . biologis dan rotasi tanaman. a. dan mimba di antara bedengan tanaman sayuran untuk pengendalian hama dan penyakit. c. Sebagai salah satu contoh adalah teknik bertani sayuran organik. dan rotasi dengan tanaman legum. Aspek penting lainnya Dalam pertanian organik yang sesuai dengan standar yang ditetapkan secara umum adalah mengikuti aturan berikut: • • • Menghindari benih/bibit hasil rekayasa genetika. Peningkatan kesuburan tanah dilakukan secara alami melalui penambahan pupuk organik. Sebaiknya benih berasal dari kebun pertanian organik. zat pengatur tumbuh. 1. pupuk kandang. Lahan Lahan yang dapat dijadikan lahan pertanian organik adalah lahan yang bebas cemaran bahan agrokimia dari pupuk dan pestisida. pestisida. lavender. dan pupuk kimia. hingga semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi tersedia. kurang dan bebas dari zat kimia. Menghindari penggunaan pupuk kimia sintetis. Mengembalikan sisa panen/serasah tanaman ke dalam tanah (bentuk segar atau kompos). yang bertemakan “Back To Nature”. di mana masyarakat menginginkan sesuatu makanan yang benar-benar serba alami. sisa tanaman. Menanam kenikir. Menjaga kebersihan areal pertanaman. aspek pengelolaan pertanian organik dalam hal ini terkait dengan teknik budidaya juga perlu mendapat perhatian tersendiri. tephrosia. • • • • • • • Tanaman ditanam pada bedengan-bedengan dengan ukuran bervariasi disesuaikan dengan kondisi lahan Menanam strip rumput di sekeliling bedengan untuk mengawetkan tanah dari erosi dan aliran permukaan Mengatur dan memilih jenis tanaman sayuran dan legum yang sesuai untuk sistem tumpang sari atau multikultur seperti contoh lobak. dan lainnya). hormon. Tren baru tersebut telah bermunculan. Pengendalian hama dilakukan dengan cara mekanis. Memberikan pupuk organik (pupuk hijau. pupuk alam. kemangi. Budidaya pertanian organik Selain aspek lahan.Gerakan Gaya Hidup Sehat sedang melanda dunia. seperti diuraikan di bawah ini. bawang daun dengan kacang tanah dalam satu bedengan. 1. Mengatur rotasi tanaman sayuran dengan tanaman legum dalam setiap musim tanam.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan dasar tanaman (minimum crop requirement) cukup membuat petani kewalahan. masalah utama yang lain adalah teknologi budidaya pertanian organik itu sendiri. Teknologi pendukung Setelah masalah penyediaan pupuk organik. Dalam sistem pertanian organik. Pengetahuan akan tanaman yang dapat menyumbangkan hara tanaman seperti legum sebagai tanaman penyumbang Nitrogen dan unsur hara lainnya sangatlah membantu untuk kelestarian lahan pertanian organik. sebagian besar produk pertanian organik tersebut berbalik memenuhi pasar dalam negeri yang masih memiliki pangsa pasar cukup luas. Bandingakan dengan penggunaan pupuk anorganik Urea TSP dan KCl yg hanya membutuhkan total pemupukan sekitar 200-300 kg/ha. a. Yang banyak terjadi adalah masing-masing melabel produknya sebagai produk organik. Petani yang benar-benar melaksanakan pertanian organik tentu saja akan merugi dalam hal ini. Permasalahan Seputar Pertanian Organik 1. konsumen dan produsen. c. . Kendala utama adalah sertifikasi produk oleh suatu badan sertifikasi yang sesuai standar suatu negara yang akan di tuju. Penyediaan pupuk organik Permasalahan pertanian organik di Indonesia sejalan dengan perkembangan pertanian organik itu sendiri. ketersediaan hara bagi tanaman harus berasal dari pupuk organik. Padahal dalam pupuk organik tersebut kandungan hara per satuan berat kering bahan jauh dibawah realis hara yang dihasilkan oleh pupuk anorganik. Pemasaran Pemasaran produk organik didalam negeri sampai saat ini hanyalah berdasarkan kepercayaan kedua belah pihak. untuk menanam sayuran dalam satu bedengan seluas 1 x 10 m saja dibutuhkan pupuk organik (kompos) sekitar 25 kg untuk 2 kali musim tanam atau setara dengan 25 ton/ha. seperti Urea. Pertanian organik mutlak memerlukan pupuk organik sebagai sumber hara utama. 1. TSP dan KCl. sehingga mereka mesti membeli dari sumber lainnya dan ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi disamping tenaga yang lebih besar. 1. Sebagai ilustrasi. namun kenyatannya banyak yang masih mencampur pupuk organik dengan pupuk kimia serta menggunakan sedikit pestisida. Karena memang umumnya petani kita bukan petani mampu yang memiliki lahan dan ternak sekaligus. terutama pada pembudidayaa pertanian organik di musim hujan. b. Akibat keterbatasan sarana dan prasarana terutama terkait dengan standar mutu produk. Sedangkan untuk pemasaran keluar negeri. produk organik Indonesia masih sulit menembus pasar internasional meskipun sudah ada beberapa pengusaha yang pernah menembus pasar international tersebut. Selain itu teknologi pencegahan hama dan penyakit juga sangat diperlukan.• Penanganan pasca panen dan pengawetan bahan pangan menggunakan cara-cara yang alami. Teknik bercocok tanam yang benar seperti pemilihan rotasi tanaman dengan mempertimbangkan efek allelopati dan pemutusan siklus hidup hama perlu diketahui.

Mempengaruhi kondisi social. Menurut Sugeng Winarso. Berdasarkan kejadian diatas dapat disimpulkan bahwa tidak selamanya penggunaan pupuk organik maupun anorganik membantu proses pertumbuhan dan tidak selamanya mempengaruhi kesuburan tanaman. dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman lebih cepat dengan kombinasi pupuk NoPo dengan rata-rata tinggi tanaman 24. 1. Peningkatan produksi juga meningkatkan jumlah sisa-sisa tanaman (daun. Pengamatan dilakukan ± tiga minggu. batang. NoP2. akar) yang dapat tetinggal atau yang dapat dikembalikan ke dalam tanah. kapasitas tukar kation dan ketersediaan hara meningkat dengan penggunaan bahan organik. polibag ditaruh pada tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Secara garis besar. dan N1P2 yaitu 6 helai.5 helai. keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan pupuk organik adalah sebagai berikut: • • • • Mempengaruhi sifat fisik tanah. warna tanah dari cerah akan berubah menjadi kelam hal ini akan berpengaruh terhadap sifat fisik tanah. Dan yang paling sedikit adalah kombinasi kombinasi pupuk N1PO dan NoP1 sebanyak 4. Mempengaruhi sifat kimia tanam. SIMPULAN dan SARAN 1. V. Berdasarkan perhitungan neraca kesetimbangan unsur hara. Mempengaruhi sifat biologi tanah. Menggunakan media tanah. Simpulan . Perlakuan ini jika dilakukan secara terus menerus akan terus mengurangi kebutuhan hara sehingga akan dicapai kondisi hara yang cukup untuk pertumbuhan dan produksi tanaman tinggi tanpa ada masukan pupuk dari luar. Pengolahan media dilakukan secara bersamaan. dimana media dicampur dengan pupuk kompos non butiran dan dikombinasi dengan pupuk anorganik. pengembalian 80% sisa-sisa tanaman dapat memperkaya cadangan unsur hara. serta pupuk anorganik dengan dosis yang berdasarkan rekombinasi. bahan organik akan menambah energi yang diperlukan kehidupan mikroorganisme tanah. Proses penanaman dilakukan secara bersamaan dan air sangat berperan penting dalam penyerapan unsur-unsur hara. bahwa penggunaan pupuk secara setimbang akan meningkatkan produksi tanaman. daur ulang limbah perkotaan maupun pemukiman akan mengurangi dampak pencemaran dan meningkatkan penyediaan pupuk organik. karena tanah sebagai media tanam masih banyak menyimpan unsur-unsur hara serta bakteri-bakteri yang membantu pertumbuhan. Dosis masing-masing pupuk per polibag sudah ditentukan.Pertanian organik yang diterapkan pada percobaan kali ini menggunakan polibag sebagai wadah media. pupuk kompos non butiran dengan dosis yang berbeda-beda.35 dan bobot segar 17 gr. 1. sehingga mengurangi kebutuhan hara yang harus ditambahkan. Untuk rata-rata helai daun yan paling banyak adalah kombinasi pupuk NoP1.

orgnk 1.35 dan bobot segar 17 gr. 3. Peluang dan Tantangan Pertanian Organik http://io. 2007. Simp. Tempat penyimpanan hasil percobaan sebaiknya ditempat khusus agar tanaman tidak rusak maupun hilang. 4.org/article. saran dari saya bahwa percobaan ada kelanjutannya. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dengan kombinasi pupuk NoPo dengan rata-rata tinggi tanaman 24. 2. berkualitas. Nas.php?id=101 p. dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami.ppi-jepang. Di Indonesia belum mampu menerapkan 100% penggunaan pertanian organik oleh sebab itu perlu ada penyeimbang menggunakan pertanian konvensional (penggunaan bahan kimia) tetapi dosis yang digunakan lebih sedikit. Pertanian Organik http://io.php?id=80 p.orgnk 4.1. 2007.id/infoguide-info. 3.Orgnk. 1994. DAFTAR PUSTAKA BIOCert. Proc. Prinsip-prinsip Pertanian Organik http://biocert. NoP2. Kurangnya motivasi kepada para praktikan.5 helai. karena tanah sebagai media tanam masih banyak menyimpan unsur-unsur hara serta bakteri-bakteri yang membantu pertumbuhan. Hort. (online) Diakses tanggal 10 Januari 2008.org/article. Saran 1. (online) Diakses tanggal 10 Januari 2008. Tidak selamanya penggunaan pupuk organik maupun anorganik membantu proses pertumbuhan dan tidak selamanya mempengaruhi kesuburan tanaman. dan berkelanjutan. Kedisiplinan percobaan ditingkatkan lagi. PPI. Untuk rata-rata helai daun yan paling banyak adalah kombinasi pupuk NoP1. 2.php?id=76 prinsip p. 1. Peranan Hortikultura dalam Perbaikan Lingkungan Hidup. (online) Diakses tanggal 10 Januari 2008. . Kasumbogo Untung. menyebabakan apa yang diperoleh tidak sepenuhnya didapatkan.. Malang. dan N1P2 yaitu 6 helai. sehingga menghasilkan pangan dan serat yang cukup. Dan yang paling sedikit adalah kombinasi kombinasi pupuk N1PO dan NoP1 sebanyak 4.or. Pertanian organik di definisikan sebagai sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu. Sarana dan prasarana lebih ditingkatkan agar berjalannya percobaan lebih baik. PPI. 2. 2007. P 22 – 25.ppi-jepang.

2001 University of Wyoming. Sunu. Winarno FG. petani di Indonesia pun berbondongbondong mengikuti jejak mereka. Yogyakarta.id/~agronomi/dashor.2002. dimana akumulasi bahan-bahan tersebut menjadi jenuh di tanah. Gava Media. Rachman.html. Pangan organic dan perkem Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan ilmu pertanian dan ledakan populasi manusia maka kebutuhan pangan juga meningkat. Gema revolusi hijau dengan “pemuliaannya” kemudian merasuki setiap sumsum tulang Petani kita. Winarso. Stacy Dysart. T. Yogyakarta. mengadopsi sistim pertanian modern dengan dalih meningkatkan produksi. dan Wartoyo. Web master@litbank.J. 2006. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah.id. Kanisius.uns. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan & Pengembangannya. Namun belakangan ditemukan berbagai permasalahan akibat kesalahan manajemen di lahan pertanian. Agroecology 1000. pada tempo yang panjang (apalagi jika digunakan dengan tidak hati-hati dan tidak tepat dosis). Dasar-dasar Hortikultura (on-line). Sugeng. penggunaan pestisida. penanaman varietas unggul berproduksi tinggi (high yield variety). Apalagi dengan dideklarasikannya revolusi hijau (oleh orang/benua amerika/eropa) tahun 1960-an. Pupuk dan obat pembasmi hama-pun kemudian menyebar dengan cepat tanpa rem dan kendali. intensifikasi lahan dan lainnya mengalami peningkatan. diakses pada tanggal 10 Januari 2008. Andy Olson.or. P. http://pertanian. terbukti telah menjadi masalah yang sangat serius.ac. Drommond.Susanto. 2002. 2005. Dimana penggunaan pupuk kimia sintetis. Rantai . Saat itu revolusi hijau di Indonesia memberikan hasil yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.

Sejak itulah mulai dilirik kembali cara pertanian alamiah (back to nature) atau pertanian yang ramah lingkungan.makanan yang tadinya selalu berputar karena proses degradasi yang baik. Kita sudah mulai melihat kecenderungan tanah menjadi asam dan pengerasan tanah yang disebabkan oleh pupuk urea. Sedangkan Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk . Pencemaran ini berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia akibat selalu tercemar bahan-bahan sintetis tersebut. adalah pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan generasi masa kini tanpa harus mengorbankan kebutuhan dan aspirasi generasi mendatang. Resistennya hampir semua jenis hama terhadap insektisida dan menuntut penggunaan bahan yang berintensitas lebih tinggi untuk dapat membunuhnya. Konsep Pembangunan berkelanjutan saat ini sudah menjadi isu dan perhatian masyarakat dunia. Pertanian alamiah atau yang ramah lingkungan merupakan pengembangan konsep dari pembangunan pertanian berkelanjutan. disebutkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). tiba-tiba menjadi mandek karena ketidak mampuan alam (bakteri) untuk meluruhkan bahanbahan sintetis tersebut. Pemahaman akan bahaya bahan kimia sintetis dalam jangka waktu lama mulai disadari sehingga dicari alternatif bercocok tanam yang dapat menghasilkan produk yang bebas dari cemaran bahan kimia sintetis serta menjaga lingkungan yang lebih sehat.

ekonomi. kelembagaan. Pada saat itu semuanya dilakukan secara tradisonal dan menggunakan bahanbahan alamiah. dengan memadukan antara aspek organisasi. penanaman varietas unggul berproduksi tinggi (high yield variety).2 Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui aspek ekologis dalam pertanian organik. Sejalan dengan perkembangan ilmu pertanian dan ledakan populasi manusia maka kebutuhan pangan juga meningkat. namun sampai batas tertentu masih dimungkinkan. Dalam pembangunan pertanian berkelanjutan bukan berarti penggunaan bahan kimiawi pertanian (agrochemical) tidak diperbolehkan sama sekali.proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin.3. Masalah pembangunan pertanian berkelanjutan telah diintegrasikan dalam program pembangunan pertanian yang diterapkan dewasa ini. 1. Perumusan Masalah Bagaimana tinjauan aspek ekologis dalam pertanian organik? Cikal bakal pertanian oganik sudah sejak lama dikenal. Dimana penggunaan pupuk kimia sintetis. sejak ilmu bercocok tanam dikenal manusia. 1997). 1. intensifikasi lahan dan lainnya mengalami .(Kasumbogo Untung. teknologi dan ekologis. penggunaan pestisida. Saat itu revolusi hijau di Indonesia memberikan hasil yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam Grand Strategi Pembangunan Pertanian disebutkan bahwa pembangunan pertanian hasus dilakukan secara berkelanjutan.

lestari dan menguntungkan. Pencemaran pupuk kimia. ini berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia akibat selalu tercemar bahan-bahan sintetis tersebut. siklus biologi dan aktivitas biologi tanah. pestisida dan lainnya akibat kelebihan pemakaian bahan-bahan tersebut. komoditas hasrus yang menguntungkan secara ekonomis. berkualitas.peningkatan. sehingga menghasilkan pangan dan serat yang cukup. Pengelolaan pertanian berwawasan lingkungan dilakukan melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara optimal. Namun belakangan ditemukan berbagai permasalahan akibat kesalahan manajemen di lahan pertanian. dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami. Pemilihan komoditas dan areal usaha yang cocok merupakan kunci dalam pelaksanaan pembangunan pertanian berkelanjutan. II PEMBAHASAN 2. dan berkelanjutan” Lebih lanjut IFOAM (International Federation of Organik Agriculture Movements) menjelaskan pertanian organik adalah sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodiversiti. masyarakat sudah terbiasa membudidayakannya.1 Konsep Pertanian Organik Pertanian organik di definisikan sebagai “sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu. dan . sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang.

Penanganan dan pengolahan hasil. 4. Produk yang dihasilkan harus menguntungkan secara bisnis. Keadaan dan perkembangan permintaan dan pasar merupakan acuan dalam agribisnis hortikultura ini. 3. ekologis dan menguntungkan secara ekonomis. 3. Menghindari penggunaan pupuk kimia sintetis. 2. sisa tanaman. dan rotasi dengan tanaman legum. sehingga tidak menimbulkan dampak negatif dan eksternalitas pada masyarakat. Proses produksi atau kegiatan usahatani itu sendiri dilakukan secara akrab lingkungan. Pengendalian hama dilakukan dengan cara mekanis. serta pemanfaatan produk tidak menimbulkan masalah pada lingkungan (limbah dan sampah) 4. Dalam pertanian organik yang sesuai dengan standar yang ditetapkan secara umum adalah mengikuti aturan berikut: 1.dibudidayakan pada lahan yang tidak bermasalah dari segi teknis. distribusi dan pemasaran. Pemanfaatan sumberdaya alam untuk pengembangan agribisnis hortikultura (terutama lahan dan air) secara lestari sesuai dengan kemampuan dan daya dukung alam. pupuk alam. . memenuhi preferensi konsumen dan aman konsumsi. Menghindari benih/bibit hasil rekayasa genetika. zat pengatur tumbuh. 2. Beberapa perinsip dasar yang perlu diperhatikan adalah. 1. Peningkatan kesuburan tanah dilakukan secara alami melalui penambahan pupuk organik. Penanganan pasca panen dan pengawetan bahan pangan menggunakan cara-cara yang alami. pestisida. Sebaiknya benih berasal dari kebun pertanian organik. biologis dan rotasi tanaman.

yang berfungsi sebagai pemikat (atraktan).  Penggunaan insek. Selain itu.  Menggunakan drainase dan mulsa sebagai metode alami untuk menurunkan infeksi jamur. dan secara tidak langsung dapat menurunkan biaya pemberian pakan. rotasi dimaksudkan pula untuk memberikan waktu bagi pematangan . Pengendalian Hama Terpadu Pengendalian Hama Terpadu merupakan suatu pendekatan untuk mengendalikan hama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi. meningkatkan kualitas lingkungan. biaya.  Melakukan rotasi tanaman untuk memutus populasi pertumbuhan hama setiap tahun . sebagai musuh alami dari parasit telur dan parasit larva hama tanaman. dalam upaya menurunkan kebutuhan terhadap fungsida sintetis. serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut: 1. yang menjauhkan hama dari tanaman utama. 2.Beberapa kegiatan yang dapat menunjang dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan keuntungan produktivitas pertanian dalam jangka panjang. budaya. Sistem Rotasi dan Budidaya Rumput Sistem pengelolaan budidaya rumput intensif yang baru adalah dengan memberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok yang ditanami rumput berkualitas tinggi. reptil atau binatang-binatang yang diseleksi untuk mengendalikan hama atau dikenal musuh alami hama. Adapun caranya dapat melalui. kesehatan dan resiko-resiko lingkungan. seperti Tricogama sp.  Menggunakan tanaman-tanaman “penangkap” hama.. dalam upaya untuk meminimalkan. fisik dan kimia.

 Menggunakan irigasi tetes (drip irrigation).  Menggunakan dam penahan erosi. Konservasi Lahan Beberapa metode konservasi lahan termasuk penanaman alur. antara lain ternak dapat menghasilkan pupuk kandang yang merupakan pupuk untuk areal pertanian. dan pencegahan tanah hilang baik oleh erosi angin maupun erosi air.  Menggunakan jalur-jalur konservasi sepanjang tepi saluran air. mengurangi atau tidak melakukan pembajakan lahan. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan tanpa memperhatikan kualitas air. antara lain. Menjaga Kualitas Air/Lahan Basah Konservasi dan perlindungan sumberdaya air telah menjadi bagian penting dalam pertanian. Kegiatan konservasi lahan dapat meliputi:  Menciptakan jalur-jalur konservasi. Adapun langkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga kualitas air. Biasanya lahan basah berperan penting dalam melakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida.  Melakukan penanaman rumput bagi binatang ternak untuk mencegah . 3. 4. Areal peternakan yang dipadukan dengan rumput atau kebun buahbuahan dapat memiliki keuntungan ganda.  Melakukan penterasan.pupuk organik.  Menggunakan pohon-pohon dan semak untuk menstabilkan tanah.  Mengurangi tambahan senyawa kimia sintetis ke dalam lapisan tanah bagian atas ( top soil) yang dapat mencuci hingga muka air tanah (water table).

dan harga pasar. pengendalian erosi. dan meningkatkan populasi serangga yang bermanfaat. juga dapat memberikan kontribusi terhadap konservasi lahan. peningkatan racun akibat aliran air limbah pertanian yang terdapat pada peternakan intensif. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman lain seperti pohon-pohon dan rumput-rumputan. Diversifikasi Lahan dan Tanaman  Bertanam dengan memiliki varietas yang cukup banyak di lahan pertanian dapat mengurangi kondisi ekstrim dari cuaca. dan meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan. Tanaman Pelindung  Penanaman tanaman-tanaman seperti gandum dan semanggi pada akhir musim panen tanaman sayuran atau sereal. 6. hama penggangu tanaman. habitat binatang. 5. 7. Peningkatan penggunaan sumberdaya nutrisi di lahan pertanian.  Menanam tanaman-tanaman yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan sepanjang tahun dan meminimalkan pengaruh dari kegagalan menanam sejenis tanaman saja. yang menciptakan lingkungan bagi katak. Pengelolaan Nutrisi Tanaman Pengelolaan nutrisi tanaman dengan baik dapat meningkatkan kondisi tanah dan melindungi lingkungan tanah.  Menciptakan sarana penyediaan air. seperti pupuk kandang dan tanaman kacang-kacangan (leguminosa) sebagai . burung dan binatang-binatang lainnya yang memakan serangga dan insek. dapat menyediakan beberapa manfaat termasuk menekan pertumbuhan gulma (weed).

Sistem ini akan memberikan keuntungan baik secara ekologi maupun ekonomi. Agroforestri (wana tani) Agroforestri merupakan suatu sistem tata guna lahan yang permanen. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan lahan dengan system agroforestri ini antara lain:  Dapat diperoleh secara berkesinambungan hasil tanaman-tanaman musiman dan tanaman-tanaman tahunan.penutup tanah dapat mengurangi biaya pupuk anorganik yang harus dikeluarkan. karena energi kinetik air hujan setelah melalui lapisan tajuk yang berlapis-lapis menjadi semakin kecil daripada energi kinetik air hujan yang jatuh bebas. Beberapa jenis pupuk organik yang bisa digunakan antara lain:  Pengomposan  Penggunaan kascing  Penggunaan Pupuk Hijauan (dedaunan)  Penambahan nutrisi pada tanah dengan emulsi ikan dan rumput laut.  Dapat dicegah terjadinya serangan hama secara total yang sering terjadi pada tanaman satu jenis (monokultur). dimana tanaman semusim maupun tanaman tahunan ditanam bersama atau dalam rotasi membentuk suatu tajuk yang berlapis. Adanya struktur stratifikasi tajuk seperti ini dapat melindungi tanah dari hempasan air hujan. sehingga sangat efektif untuk melindungi tanah dari hempasan air hujan.  Keanekaan jenis tanaman yang terdapat pada sistem agroforestri memungkinkan terbentuknya stratifikasi tajuk yang mengisi ruang secara berlapis ke arah vertikal. . 8.

yaitu holistik. Hewan dan jasad renik tidak berdosa tersebut ikut musnah bersama hewan dan jasad renik yang dianggap sebagai hama oleh petani. Berjuta-juta ton bahan anorganik tersebut dijejalkan pada tanah sehingga tanah pun mengalami kejenuhan dan kerusakan. keanekaragaman dan keseimbangan. Padahal sangatlah mungkin beberapa diantaranya justru merupakan musuh alami dari sang hama yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Hubungan manusia dengan alam yang bersifat saling mempengaruhi membawa konsekuensi . Capra (2001) dan Ife (2002) berhasil memformulasikan beberapa prinsip ekologi yang dapat dijadikan sebagai perspektif berbagai kalangan. Tidak hanya tanah yang menjadi korban. Dari sudut perspektif ekologi.2. Sekian puluh tahun petani Indonesia telah memaksa tanah dengan berbagai masukan input anorganik. Manusia sebagai bagian dari komunitas ekologi tidak dapat terlepas dengan lingkungannya. terdapat hubungan saling mempengaruhi diantaranya. berbagai spesies hewan maupun jasad renik juga telah lenyap seiring penggunaan pestisida yang membabi buta. keberlanjutan. Pertanian organik mencerminkan adanya kesalingtergantungan antar komunitas ekologi. pertanian organik merupakan suatu upaya manusia memperbaiki hubungannya dengan alam. Bisa dikatakan saat ini manusia sedang berupaya menebus dosanya kepada alam. Ife mengemukakan empat prinsip ekologi.2 Tinjauan Ekologi Berbagai konsep yang berkembang dalam ekologi pada akhirnya dapat mengerucut pada berbagai perspektif.

penggunaan pestisida selain membunuh hama yang menjadi sasaran juga dapat membunuh musuh alami maupun serangga dan jasad renik yang bermanfaat terhadap kesuburan tanah. Kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak yang semula kurang dapat dimanfaatkan. Dalam pertanian organik. tanaman atau proses penyerbukan. Seperti diketahui.manusia harus dapat bersahabat dengan alam. kini dapat diolah menjadi pupuk organik yang mampu mendukung kebutuhan hara tanaman. Penanggulangan hama dan penyakit dengan menggunakan metode alami sangat berperan dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Penggunaan benih unggul atau bahkan benih transgenik menyebabkan hilangnya beberapa varietas tanaman pangan asli Indonesia. Pertanian organik memungkinkan pemanfaatan limbah rumah tangga dan limbah peternakan sebagai bahan baku pupuk. Selain itu pencemaran tanah dan air di sekitar lokasi penyemprotan semakin menambah panjang dampak buruk pertanian anorganik. akumulasi zat beracun dalam tanah serta matinya jasad renik dalam tanah sebagai akibat penggunaan bahan pupuk anorganik. Plasma nutfah ini berangsur-angsur hilang tergusur oleh adanya benih unggul yang diklaim memiliki ketahanan terhadap . Pertanian organik juga mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Penggunaan pupuk organik adalah salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan tanah berupa berkurangnya porositas tanah. Manusia tidak hanya menerima manfaat dari alam namun harus pula sebaliknya memberikan manfaat bagi alam. manusia berusaha memberi manfaat bagi alam berupa upaya pengawetan atas sumber daya dan juga mengurangi rusaknya komunitas ekologi lainnya.

KESIMPULAN Pertanian berkelanjutan adalah keberhasilan dalam mengelola sumberdaya untuk kepentingan pertanian dalam memenuhi kebutuhan manusia.berbagai hama dan penyakit selain pula kemampuan produksinya yang tinggi. dan hasil rekayasa genetik. Petani dibujuk untuk menanam berbagai jenis benih unggul yang hanya bisa dipakai satu kali tanam saja. pestisida. Selain keterbatasan itu. Pertanian ramah lingkungan salah satunya adalah dengan menerapkan pertanian organik yang merupakan sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan. . III. sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan serta konservasi sumberdaya alam. menekan pencemaran udara. petani juga harus memberi berbagai macam input pupuk karena memang benih jenis ini sangat “manja” dan memerlukan asupan nutrisi yang sangat besar. tanah. dan air. Penerapan pertanian organik diharapkan dapat memunculkan kembali varietasvarietas lokal yang tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan benih unggul.

Biota dan mikrobita tanah juga mengalami degradasi dalam hal jumlah. Empat prinsip ekologi. produksi beras terus menurun tiap tahunnya. keanekaragaman dan keseimbangan. yaitu holistik. Menurut pendapat beberapa ahli. lestari dan menguntungkan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang Dari sudut perspektif ekologi. maka kebutuhan akan beras pun terus meningkat. sistem pernaian tanaman lorong dan lain-lain. Selain faktor bertambahnya jumlah penduduk. Dalam hal ini ekologi merangkum falsafah pengelolaan sumberdaya yang mengupayakan produktivitas lewat dukungan ekosistem. Sejak swasembada beras pada tahun-tahun itu. Seiring juga dengan pertambahan penduduk. revolusi hijau (penggunaan pestisida. faktor kurangnya lahan dan penurunan tingkat kesuburan tanah juga di sebut-sebut sebagai faktor lain yang menyebabkan menurunnya produksi beras nasional. sistem pertanian organik banyak di tinggalkan oleh petani akibat dari minimnya hasil produksi pertanian dibandingkan dengan hasil dari penambahan bahan2 anorganik pada revolusi hijau.Pengelolaan pertanian organik dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal. sehingga mempengaruhi porositas dan permeabilitas. Saat ini impor beras sudah menjadi kewajiban pemerintah tiap tahunnya untuk menambah kuantitas jumlah beras dalam negeri yang saat ini sudah tidak lagi mampu memasok kebetuhan penduduknya. Akan tetapi sejak di kembangkannya revolusi hiau leh pemerintah di akhir tahun 1960-an. Struktur tanah menjadi lebih padat dan keras. Perkembangan revolusi hijau sangat signifikan dalam meningkatkan produksi pertanian. Akibat dari penggunaan pestisida. Ekologi memacu kecerdikan manusia untuk merubah unsur-unsur suatu lingkungan tertentu menjadi sumberdaya ekonomi tanpa menggoyahkan neraca ekologi Sejak dulu indonesia sudah mengenal sistem pertanian organik seperti sistem pertanian tiga strata di bali. pertanian organik merupakan suatu upaya manusia memperbaiki hubungannya dengan alam. pupuk anorganik dah varietas unggul) mengakbiatkan terjadinya penurunan kualitas lahan berupa menurunnya kesuburan fisik dan biologi tanah. khususnya padi yang puncaknya terjadi pada pertengahan tahun 1980-an dengan di daulatkannya indenesai sebagai salah satu negara berswasembada beras. biota2 tanah banyak yg mati sehingga . keberlanjutan. Itu salah satu faktornya.

berkualitas. Serifikasi produk organik yang dihasilkan. Selain itu biota tanah dan mikroba tanah juga merupakan organisme yg membabtu perombakan unsur-unsur sehingga tersedia bagi tanaman. Banyak sekali hasil penelitian yang mengungkapkan penyakit2 yang ditimbulkan oleh penerapan pertanian modern seperti kanker dan tumor. Pertanian organik selain melindungi lingkungan. Dalam hal ini penggunaan GMOs (Genetically Modified Organisme) tidak diperbolehkan dalam setiap tahapan pertanian organik mulai produksi hingga pasca panen. Kuantitas hasil yang tidak signifikan pada saat-saat awal penerapan pertanian organik membuat beberapa petani susah menerima pertanian organik. kimia dan biologi tanah dapat dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga menciptakan pertanian yg berkelanjutan.memotong rantai makanan yg mengakibatkan meningkatnya populasi-populasi hama lain pada beberapa jenis tanaman. kerana presepsi masayakat terhadap pertanian organik masih kurang baik. sedangkan pertanian moderen dapat memberikan kuantitas hasil yang lebih cepat dan signifikan. juga dapat melindungi konsmen pemanfaat hasil pertanian organik. Padahal sebenarnya untuk jangka panjang pertanian organik merupakan sistem pertanian yang memberikan hasil sama baik dari pada pertanian moderen bahakan kualitas kesehatan dari hasil pertanian organik lebih baik. sehingga pertanian yang berkelanjutan yang diharapkan mampu memberikan hasil yang konsisten setiap musim panen dapat di capai. pasca panen dan pemasaran harus sesuai standar yang ditetapkan oleh badan standardisasi. Dengan penerapan sistem pertanian organik. Akibat dari kondisi seprti di atas maka ada baiknya mempertimbangkan kembali pemanfaatan produk2 kimia yg berasal dari revolusi hijau tersebut. sehingga menghasilkan pangan dan serat yang cukup. dan penyakit2 jangka panjang pada manusia. perbaikan sifat fisik. dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami. Saat ini dengan sistem pertanian moderen (pemanfaatan bahan2 kimia anorganik) sebenarnya sudah mampu meberikan hasil yang maksikmal. siklus biologi dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik diharapkan mampu mngembalikan kondisi alam yg telah kacau balau akibat dari proses revolusi hijau pada 3 dekade belakangan ini. Menurut deptan Pertanian Organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu. pengolahan. penyimpanan. dan berkelanjutan. Pertanian organik yang merupakan bentuk dari pemanfaatan secara keseluruhan dari bahan-bahan organik dalam penarapannya akan memberikan dampak yang baik bag lingkungan sekitar. Pemnfaatan pestisida berlebihan memang . tetapi efek samping dari sistem pertanian moderen sangat merugikan lingkungan dan konsumen produk pertanian seperti rusaknya ekosistem. akan tetapi masalah inipun masih menjadi polemik dimasyarakat. Paradigma masyarakat terhadap penerapan pertanian organik berbeda dan bahkan cenderung di abaikan. Lebih lanjut IFOAM (International Federation of Organik Agriculture Movements) menjelaskan pertanian organik adalah sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodiversiti.

wordpress. http://mbojo.menimbulkan kerusakan lingkungan an kesehatan. apalagi bahan2 kimia yang berasal dari pestisida kimia susah untuk di daur ulang oleh lingkungan dan cenderung bertahan dilingkungan yang mengakibatkannya sebagai sumber racun bagi mahluk hidup disekitarnya.com/2007/05/16/pertanian-organik-latar-belakangnya/ .