http://www.4shared.com/get/w4UnQ7o2/OstThe_Banquet_only_love_for_y.html siete inutili. scelto la donna sbagliata.

semplicemente deludente. E 'male. Forse tu mi ami ancora? se hai un altro amore? dove tu mi senti? tu non sei come il primo. Io vi siete persi il primo. Non avrei mai potuto. fornire più l'amore è sempre male. Non è facile cambiare da soli perché non si desidera modificare. esattamente che cosa ne pensi? non puoiguardare bene negli occhi della gente? Mi dispiace. Voglio solo che tu sia il migliore.nel cuore di questa, in questo spirito, e in questo mondo. Mi dispiace. Non ero buono per voi. cercare un altro uomo che a seconda di come la vostra mente ei vostri modelli di vita BUNYI PERNAPASAN 1. Bunyi Pernapasan Vesikuler Bunyi pernapasan yg normal,terdengar pada waktuinspirasi & ekspirasi. Akan tetapi ekspirasi lebih pendek dan lebih lemah.bunyi pernapasan ini timbul karena penyebaran bunyi melalui glottis ke pangkal bronchus, alveoli. Normal terdengar pada seluruh dinding dada kecuali pada daerah interscapularis dan di bawah manubrium sterni. 2. Bunyi pernapasan Bronchovesikuler Fase inspirasi seluruhnya terdengar dan fae ekspirasi terdengar lbh keras, lbh lama, dan nadanya lbh tinggi dr vesikuler. Terdengar pd daerah interscapularis. Dalam keadaan abnormal di dapatkan pd proses konsolidasi paru. 3. Bunyi Pernapasan Bronchial Fase inspirasi pendek dan ekspirasi lbh panjang, dalam bentuk nada, lamanya dan intensitasnya. Hal ini dpt terdengar bila stetoskop di pasang pd daerah suprasternalis ( pernafasan trachea ). Dalam keadaan abnormal didapatkan pada : cavernae kecil, infiltrate, atelektasis kompresi. 4. Bunyi Pernafasan Amphoric Terdengar bila udara yang berasal dari bronchus langsung masuk dalam ruang kosong, misalnya pada caverne besar yang langsung berhubungan dengan bronchus besar. Dapat ditiru dengan meniup udara dalam botol besar ( guci ) yang kosong. 5. Bunyi Pernafasan Asthmatic Bunyi pernafasan terdengar pada penderita asma bronchiale waktu dalam keadaan serangan, karena adanya bronchospasme. Baik pada waktu inspirasi maupun ekspirasi intensitasnya meningkatnya, ekspirasi lebih memanjang, nadanya lebih tinggi disertai wheezing. BUNYI TAMBAHAN ( pemeriksaan auskultasi paru-paru ) Selain suara napas bronkial dan vesikular yang merupakan suara napas normal, terdapat suara napas lain yang disebut suara napas tambahan (adventitious sounds atau added sounds). Suara napas tambahan hanya didapatkan pada keadaan tidak normal. Suara napas tambahan disebut juga suara napas tidak normal (abnormal breath sounds), suara ini disebabkan karena adanya penyempitan jalan

Menurut lamanya bunyi. ditimbulkan karena adanya cairan di dalam saluran napas dan kolapsnya saluran udara bagian distal dan alveoli. disebabkan karena adanya penyempitan saluran napas kecil (bronkus perifer dan bronkiolus). Pada orang dewasa. Akibat kelainan pleura Sistem pernapasan dibagi menjadi dua daerah utama. baik pada saat inspirasi maupun saat ekspirasi. yang terdiri atas rongga hidung. Bising gesek pleura terdengar pada saat bernapas dalam. konstriksi otot polos. kelumpuhan pita suara. Ada tiga macam ronkhi kering: halus (fine rales). .Ronkhi kering (Rules atau crackles) yang terdengar diskontinu (terputus-putus).napas atau obstruksi. dan bronkiolus terminalis. Disebabkan karena udara melewati penyempitan. yaitu suara yang terdengar kontinu. keadaan ini mengarahkan kepada dugaan adanya edema laring. Suara napas tambahan dapat dibedakan menjadi empat bunyi.Bising gesek pleura (Pleural friction rubs) Bising gesek pleura dihasilkan oleh bunyi gesekan permukaan antara pleura perietalis dan pleura viseralis. . yaitu suara yang terdengar kontinu.Suara mengi (wheezing). dapat terjadi pada inspirasi maupun ekspirasi. bronkiolus. . edema mukosa. Permukaan pleura yang kasar biasanya disebabkan oleh eksudat fibrin. stenosis laring yang biasanya disebabkan oleh tindakan trakeostomi atau dapat juga akibat pipa endotrakeal. Karena udara melewati suatu penyempitan. I3unyi gesekan terjadi karena kcdua permukaan pleura kasar. terdengar tidak mengenakkan (raspy). Gesekan lebih string terdengar pada dinding dada lateral bawah dan anterior. tumor laring. bernada tinggi yang terjadi baik pada saat inspirasi maupun pada saat ekspirasi. bunyinya ditemukan pada lokasi saluran napas atas (laring) atau trakea. bronki. yaitu: 1. sedang (medium rules). Penyempitan jalan napas dapat disebabkan oleh sekresi berlebihan. bagian konduksi. nasofaring. disebabkan karena adanya penyempitan pada saluran napas tersebut. Suara gesekan terdengar keras pada akhir inspirasi walaupun sebenarnya Bising gesek terdengar selama inspirasi maupun ekspirasi. Gesekan yang kuat juga dapat dirasakan pada saat palpasi. suara napas tambahan dibedakan menjadi suara yang terdengar kontinu dan suara yang terdengar tidak kontinu. yaitu: .Stridor. . nadanya lebih tinggi dibandingkan suara napas lainnya. dapat terdengar tanpa menggunakan stetoskop. maupun benda asing. terjadi pada saluran napas besar seperti trakea bagian bawah dan bronkus utama. Akibat kelainan paru-paru 2. trakea. laring. sifatnya musikal.Ronkhi basah. dan terasa sebagai vibrasi 1. . mengi dapat terjadi. tumor. yaitu suara yang terdengar kontinu (tidak terputus-putus). Ronkhi adalah suara napas tambahan bernada rendah sehingga bersifat sonor. dan kasar (coarse rules).

k. terdapat banyak kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Di dalam vestibulum. Plexus ini mudah berdarah. Konka superior ditutupi epitel olfaktorius khusus. sel epitel silindris bersilia. Lapisan mukosa ini juga melembabkan udara yang masuk. Bagian apikal sel ini mengandung droplet mukus yang terdiri atas glikoprotein. Dari tiap dinding lateral. Kulit luar hidung memasuki nares (cuping hidung) dan berlanjut ke dalam vestibulum. Fosa Nasalis (Kavum Nasi) Kedua kavum nasi dipisahkan oleh septum nasi oseosa. dengan konka media dan inferior ditutupi oleh epitel respirasi. Epitel Respirasi Epitel respirasi merupakan epitel bertingkat silindris bersilia yang mengandung banyak sel goblet. Di dalam lamina propria konka terdapat pleksus vena besar yang dikenal sebagai badan pengembang (swell bodies). 3 konka tersebut adalah konka superior. 3. Setiap 20-30 menit. 2. kemudain sebagian besar udara diarahkan lewat fosa nasalis lain. duktus alveolaris. yang mirip sel basal kecuali bahwa sel ini memiliki banyak granul berdiameter 100-300 nm dengan bagian pusat yang padat. Di sekitar permukaan dalam nares. sehingga meningkatkan kontak antara aliran udara dengan lapisan mukosa. Sel sikat memiliki ujung saraf aferen pada permukaan basalnya dan dianggap sebagai sel reseptor sensorik. selain rambut pendek tebal vibrisa. epitelnya tidak berlapis tanduk lagi dan beralih menjadi epitel respirasi sebelum memasuki fosa nasalis. Gw gak tau apakah pleksus vena besar ini sama dengan plexus kiesselbach di hidung juga.a mimisan. yaitu sel bulat kecil yang terletak di atas lamina basal namun tidak meluas sampai permukaan lumen epitel. yaitu menyediakan sarana bagi udara yang keluar-masuk paru dan mengondisikan udara yang dihirup tersebut. bagian respirasi (tempat berlangsungnya pertukaran gas). Gunanya jelas buat menghangatkan udara masuk. Jenis sel terakhir adalah sel granul kecil. badan pengembang pada satu sisi fosa nasalis akan penuh terisi darah sehingga mukosa konka membengkak dan mengurangi aliran udara. 4. Interval penutupan periodic ini mengurangi aliran udara sehingga epitel respirasi dapat pulih dari kekeringan. sel goblet mukosa. keluar 3 tonjolan bertulang mirip rak yang dikenal sebagai konka.2 fungsi utamanya. RONGGA HIDUNG Vestibulum Vestibulum merupakan bagian paling anterior dan paling lebar di rongga hidung. dan inferior. Epitel respirasi yang khas terdiri atas 5 jenis sel: 1. Sel kedua terbanyak. Sel basal (pendek). Epitel Olfaktorius . media. dan inilah yang bikin epistaksis a. Setiap selnya memiliki lebih kurang 100 silia pada permukaan apikalnya. yang terdiri atas bronkiolus respiratorius. 5. yaitu epitel respirasi. Pleksus ini merupakan sinus venosus di hidung dengan arah aliran darah dari dalam hidung ke arah vestibulum. Adanya konka berfungsi mempermudah pengkondisian udara inspirasi dengan memperluas permukaan epitel respirasi dan menimbulkan turbulensi aliran udara. Sel-sel ini diduga merupakan sel induk generatif yang mengalami mitosis dan kemudian berkembang menjadi jenis sel lain. Sebagian besar bagian konduksi dilapisi oleh epitel khusus yang ada pada sistem pernapasan. 2. Sel terbanyak. Sel silindris selebihnya dikenal sebagai sel sikat(brush cells) karena banyaknya mikrovili pada permukaan apikalnya. yang menahan dan menyaring partikel-partikel besar dari udara inspirasi. dan alveoli.

dan pembuluh limfe yang dikelilingi jaringan ikat padat menjadi akar paru. dan kebanyakan aritenoid) merupakan tulang rawan hialin. bukan tanduk hewan). dan masing-masing cabang makin mengecil sehingga tercapai diameter sekitar 5 mm. yaitu muskulus vokalis yang mengatur ketegangan lipatan tersebut beserta ligamennya. yaitu neuron bipolar yang intinya terletak di bawah inti sel penyokong. Ujung terbuka dari cincin tulang rawan ini terdapat di permukaan posterior trakea. bulat atau kerucut. Mukosa bronkus secara struktural mirip dengan trakea. Pada manusia. LARING Di dalam lamina propria laring terdapat sejumlah tulang rawan laring. cincin tulang rawan digantikan oleh lempeng-lempeng tulang rawan hialin. Sekretnya menghasilkan suatu medium cair di sekitar sel-sel olfaktorius yang mampu membersihkan silia. Diantara sel-sel basal dan sel penyokong terdapat sel-sel olfaktorius. Di bawah epiglotis. berada dalam pita suara. Tulang rawan yang lebih besar (tiroid. sementara tulang rawan yang lebih kecil (epiglotis. Seluruh permukaan lingual dan bagian apikal permukaan laringeal ditutupi oleh epitel berlapis gepeng. tempat 6-8 silia berasal. Ligamen fibroelastis dan berkas otot polos terikat pada periosteum dan menjembatani kedua ujung bebas tulang rawan. Sel-sel ini mengandung pigmen kuning muda yang menimbulkan warna mukosa olfaktorius. Sel-sel basal berukuran kecil. TRAKEA Trakea dilapisi oleh epitel respirasi. krikoid. SINUS PARANASAL Sinus paranasalis dilapisi oleh epitel respirasi yang lebih tipis dan mengandung sedikit sel goblet. yaitu bronkus primer yang memasuki hilus paru bersama arteri. Di dalam lamina proprianya terdapat 16-20 cincin tulang rawan hialin berbentuk C yang menjaga agar lumen trakea tetap terbuka dan terdapat benyak kelenjar seromukosa yang menghasilkan mukus yang lebih cair. yang ditutupi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. NASOFARING Nasofaring dilapisi oleh epitel respirasi. lagi dengan kelenjar campuran mukosa-serosa dibawahnya. terdapat berkas otot rangka. mukosanya membentuk 2 pasang lipatan yang meluas ke dalam lumen laring. BRONKUS Bronkus terbagi menjadi 2. nonmotil. Sejajar dengan ligamen. dia punya apeks silindris yang lebar dan basis yang lebih sempit. Lamina proprianya mengandung sedikit kelenjar kecil dan menyatu dengan periosteum dibawahnya. yang membentuk ligamentum vokalis. kornikulatum. Dengan mengecilnya garis tengah bronkus. yang terendam dalam selapis cairan. Pada lamina propria bronkus tampak adanya lapisan . Lamina propria di epitel olfaktorius memiliki kelenjar Bowman. Apeksnya. yang ditutupi epitel respirasi. epitelnya beralih menjadi epitel respirasi. Sel penyokong atau sel sustentakular. yaitu dendrite memiliki daerah meninggi dan melebar. dan bronkus sekunder atau bronkus lobaris yang memasok lobus paru. Epiglotis. kuneiformis. Epitel ini terletak di atap rongga hidung. kalo suara serak2 basah mungkin pita suaranya udah dilapisi tanduk (epitel berlapis gepeng dgn lapisan tanduk. Pada permukaan laringeal dekat basis epiglotis. vena. kata dokternya. Silia ini sangat panjang. Pasangan lipatan bawah membentuk pita suara sejati. dan ujung aritenoid) merupakan tulang rawan elastis. Pasangan atas membentuk pita suara palsu (plika vestibularis). dengan tulang rawan bronkus yang berbentuk lebih tidak teratur daripada tulang rawan trakea. Berkas-berkas besar serat elastin yang berjalan paralel. lagi pada bagian yang berkontak dengan palatum molle. membentuk suatu lapisan pada basal epitel. Kompleks tautan yang berkembang baik mengikatr sel-sel ini pada sel-sel olfaktori di sebelahnya. sementara otot polos berfungsi untuk pengaturan lumen.Epitel ini merupakan epitel bertingkat silindris yang terdiri atas 3 jenis sel:Epitel olfaktorius merupakan tempat terletaknya kemoreseptor olfaktorius. Pada permukaan bebasnya terdapat mikrovili. 2. luasnya sekitar 10 cm2 dengan tebal sampai 100 1. Pita suara inilah yang menentukan merdu-tidaknya sura. dan berespons terhadap zat pembau dengan membangkitkan suatu potensial reseptor. yang memudahkan akses zat pembau yang baru. Ligamen tersebut berfungsi mencegah distensi berlebihan dari lumen. Setiap bronkus primer bercabang secara dikotom (jadi dua) sebanyak 9-12 kali. yang terjulur keluar dari tepian laring ke dalam faring memiliki permukaan lingual dan laringeal. 3.

Lamina propria banyak mengandung serat elastin dan banyak memiliki kelenjar serosa dan mukosa. Otot polos tidak dijumpai lagi pada ujung distal duktus alveolaris. dengan kapiler. tetapi pada tepi muara alveolus. (2)lamina basal yang menyatu dari sel alveolus dan endotel. dengan saluran yang bermuara ke lumen bronkus. Sel endotel kapiler sangat tipis dan sering dikacaukan dengan sel epitel alveolus tipe I. hanya terdapat sel goblet pada epitel segmen awal. Sitoplasma mengandung vesikel pinositotik. Sel tipe I. namanya BALT. Otot-otot bronki dan bronkioli berada di bawah kendali nervus vagus dan susunan saraf simpatis.otot polos yang tersusun menyilang. Tapi di buku sih kuboid) pada bronkiolus terminalis yang lebih kecil. Inti dan organelnya berkumpul di satu tempat. Pada bronkiolus yang lebih besar. yaitu (1)lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. ALVEOLUS Alveolus menyerupai kantung kecil yang terbuka pada satu sisi. temuan baru menemukan kalo sel Clara ini juga ada yang menghasilkan surfaktan. Mukosa bronkiolus respiratorius identik secara struktural dengan mukosa bronkiolus terminalis selain dindingnya yang diselingi banyak alveolus tempat terjadinya pertukaran gas. Epitel bronkiolus terminalis juga memiliki sel Clara. Banyak limfosit yang berada di dalam lamina propria dan di atas sel-sel epitel. sehingga sebagian besar sitoplasma bebas dari . memiliki granul sekretori di apeksnya dan menyekresikan protein yang melindungi lapisan bronkiolus terhadap polutan oksidatif dan inflamasi. Sel tipe I menempati 97% dari permukaan alveolus. yang berhubungan dengan sakus alveolaris. BRONKIOLUS RESPIRATORIUS Bronkus respiratorius merupakan peralihan antara bagian konduksi dan bagian respirasi dari sistem pernapasan. Bronkiolus memperlihatkan daerah-daerah spesifik yang dibentuk oleh sekumpulan sel yang mengandung granula sekretoris dan menerima ujung saraf kolinergik. dan (3) sitoplasma sel endotel. Otot polos dan jaringan ikat elastis terdapat di bawah epitel bronkiolus respiratorius DUKTUS ALVEOLARIS Duktus alveolaris dan alveolus dilapisi oleh sel alveolus gepeng yang sangat halus. Dalam lamina propria yang mengelilingi tepian alveolus terdapat anyaman sel otot polos. Dinding alveolus terletak di antara 2 alveolus yang bersebelahan dan disebut sebagai septum interalveolar. Walau belum diketahui fungsinya. Oleh karena terjadi pengerutan otot setelah kematian. Biar bisa diitung. Kalo kata narasumber pleno. yang tidak bersilia. dst Duktus alveolaris bermuara ke dalam atrium. badan-badan ini kemungkinan kemoreseptor yang bereaksi terhadap perubahan komposisi dalam gas napas dan terlibat dalam proses pemulihan sel-sel epitel jalan napas setelah mengalami cedera. dan sel jaringan ikat di antara kedua lapisan tersebut. Terdapat kelenjar getah bening yang terutama banyak dijumpai di tempat percabangan bronkus. Serat retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan yang berlebihan dan pengrusakan kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia. Dua atau lebih sakus alveolaris bersal dari setiap atrium. BRONKIOLUS Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan ataupun kelenjar dalam mukosanya. yang makin memendek dan semakin sederhana sampai menjadi epitel selapis kuboid (yang sama dosennya dibilang sel epitel kubis dan terdengar seperti pubis. Stimulasi nervus vagus mengurangi diameter struktur-struktur ini. fibroblas. merupakan sel yang sangat tipis yang melapisi permukaan alveolus. Berkas otot polos menjadi lebih jelas terlihat di dekat bagian respirasi. yaitu merelaksasikan otot polos. penampilan mukosa bronkus menjadi berlipat-lipat. epitel bronkiolus menyatu dengan sel-sel alveolus gepeng. stimulasi simpatis menghasilkan efek kebalikannya. 2 ekor. Bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel Clara. serat elastin dan retikulin. Serat elastin memungkinkan alveolus mengembang sewaktu inspirasi dan berkontraksi secara pasif selama ekspirasi. mirip sarang lebah. 1 ekor. Matriks serat-serat elastin dan kolagen merupakan satu-satunya penunjunag duktus serta alveolinya. Udara dalam alveolus dalam alveolus dipisahkan darah kapiler oleh 3 unsur yang secara kolektif disebut sebagai sawar darah-udara. matriks. Kapiler dan jaringan ikat membentuk interstisium. Berkas otot polos mirip sfingter ini tampak sebagai tombol diantara alveoli yang berdekatan. Lamina propria bronkiolus sebagian besar terdiri atas otot polos dan serat elastin. Banyak serat elastin dan retikulin membentuk jalinan rumit mengelilingi struktur-struktur ini. Membran basal dibentuk oleh penyatuan dua lamina basal yang diproduksi oleh sel endotel dan sel epitel (alveolar) dinding alveolus. Lapisan endotel kapiler bersifat kontinu dan tidak bertingkap. atau sel alveolus gepeng. Satu septum interalveolar terdiri atas 2 lapis epitel gepeng tipis. Organel-organelnya berkumpul di sekitar inti.

Di dalamnya banyak terdapat anyaman kapiler darah dan pembuluh limfe. Karena mereka mengandung debu maka disebut sel debu. Vesikel ini disebabkan oleh adanya badan lamela. elastis. Cairan pelapis alveolus juga dibuang lewat aktivitas sila ke atas lewat jalan napas. Makrofag Paru Hampir pada setiap sediaan paru-paru ditemukan fagosit bebas. . yaitu daerah diantara keduanya yang merupakan rongga pleura dilapisi oleh mesotel. Surfaktan juga mencegah alveolus kolaps saat ekspirasi. Kedua pleura ini berhubungan didaerah hilus.Septum interalveolar mengandung pori-pori berdiameter 10-15 Pleura Seperti juga jantung. bergabung dengan mukus bronkus menjadi cairan bronkoalveolar yang membantu pengeluaran partikel halus dan komponen berbahaya dari udara inspirasi. Badan lamela menghasilkan surfaktan paru. sel ini mempunyai taut kedap yang berfungsi mencegah perembesan cairan jaringan ke dalam ruang udara alveolus. sehingga memudahkan pergeseran antar pleura sewaktu bernapas. tersebar di antara sel-sel alveolus tipe I. masing-masing disebut pleura visceralis dan pleura parietalis. Pori-pori ini menyeimbangkan tekanan udara dalam alveoli dan memudahkan sirkulasi kolateral udara bila bronkiolus tersumbat. sehingga diperlukan daya inspirasi yang lebih sedikit untuk mengisi alveolus. Kedua jenis sel ini melekat dengan taut kedap(tight junction) dan desmosom. Lapisan surfaktan ini diganti secara terus-menerus. Lapisan surfaktan terdiri atas suatu hipofase aqueous berprotein yang ditutupi oleh selapis tipis fosfolipid monomolekular. Selain desmosom. Pada beberapa penyakit jantung sel-sel tersebut mengandung butir-butir hemosiderin hasil fagositosis pigmen eritrosit. infeksi bisa dengan mudah menyebar ke alveoli lain lewat kolateral ini.organel. Tapi kolateral ini seperti pedang bermata ganda. Sel tipe II. yang terutama terdiri atas fosfatidil dipalmitoil dan fosfatidilgliserol. fibroblas dan makrofag. mengandung lamela konsentris atau paralel yang dibatasi oleh suatu membran. sehingga beban kerja pernapasan berkurang. dan sel tipe II. Fungsi utama surfaktan adalah mengurangi tegangan permukaan sel-sel alveolus. Dalam masa fetus. Sel tipe II memiliki sitoplasma bervesikel khas atau berbusa. Sel tipe II berbentuk bundar yang biasanya berkelompok dengan jumlah 2 atau 3 di sepanjang permukaan alveolus di tempat pertemuan dinding alveolus yang membentuk sudut. lipoprotein dihilangkan oleh vesikel pinostotik di sel epitel gepeng. dan mengandung beberapa tipe protein. surfaktan muncul pada minggu-minggu terakhir kehamilan bersama dengan badan lamela dan sel tipe II. Fungsi sel ini adalah untuk membentuk sawar dengan ketebalan minimal yang dapat dilalui gas dengan mudah. Pleura tersebut terdiri atas jaringan pengikat yang banyak mengandung serabut kolagen. Sitoplasma pada bagian tipis mengandung vesikel pinositotik. paru-paru terdapat didalam sebuah kantong yang berdinding rangkap. Sebelah dalam dari tiap lapisan pleura. makrofag. Rongga pleura berisi sedikit sekali cairan pelumas. Pori-pori Alveolar m yang menghubungkan alveoli yang bersebelahan. menempati 3% dari permukaan alveolus. Sel ini membelah dengan cara mitosis untuk mengganti populasinya sendiri dan mengganti populasi sel tipe I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful