P. 1
Makalah Asuransi

Makalah Asuransi

|Views: 402|Likes:
Published by Kangroso

More info:

Published by: Kangroso on Jun 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

MAKALAH TENTANG ASURANSI

http://jhohandewangga.wordpress.com/2012/02/27/makalah-tentang-asuransi/

Feb27 by jhohandewangga BAB I PENDAHULUAN

1.

A. LATAR BELAKANG Resiko dimasa datang dapat terjadi terhadap kehidupan sesorang misalnya kematian, sakit atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis resiko yang dihadapi dapat berupa resiko kerugian akibat kebakaran, kerusakan atau kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang akan dihadapi harus ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Untuk mengurasngi resiko yang tidak diinginkan dimasa yang akan datnag, seperti resiko kehilangan, resiko kebakaran, resiko macetnya pinjaman kredit bank atau resiko laiinnya, maka diprlukan perusahaan yang mau menanggung rediko tersebut. Adalah perusahaan asuransi yang mau menanggung resiko yang bakal dihadapi nasabahnya baik perorangan maupun badan usaha. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggung jawaban terhadap resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya. 1. RUMUSAN MASALAH 1. Pengertian dari Asuransi? 2. Tujuan dan jenis – jenis dari asuransi? 3. Terjadinya dan Berakhirnya Asuransi? BAB II PEMBAHASAN

A.

Pengertian Asuransi Didalam pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) disebut bahwa, “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penangung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu Premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan

Pihak penanggung. Suatu kejadian yang semula belum jelas akan terjadi B. yaitu: 1. 2. bahwa lebih ringan dan mudah apabila yang menanggung resiko dari kekurangan nilai benda-benda itu beberapa orang daripada satu orang saja. Tujuan Dan Jenis-Jenis Asuransi 1. pertama-tama ialah: mengalihkan segala resiko yang ditimbulkan peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan terjadi kepada orang lain yang mengambil resiko untuk mengganti kerugian. yakni yang mempunyai kewajiban membayar uang premi kepada pihak penanggung baik sekaligus atau berangsur-angsur. karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas. 3. Mehr dan Emerson Cammack. Berdasaarkan pengertian pasal 246 KUHD dapat disimpulkan ada tiga unsur dalam Asuransi. yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tak tertentu..keuntungan yang diharapakan. sekaligus atau berangsur-angsur apabila unsur ketiga berhasil. Hansell dalam bukunya Elements of Insurance menayatakan bahwa asuransi selalu berkaitan dengan resiko (Insurance is to do with risk). yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin. D.S. Tujuan Asuransi Menurut Prof. untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian.” Menurut Wirdjono Prodjodikoro dalam bukunya Hukum Asuransi di Indonesia. Pihak tertanggung. dalam bukunya Principles of Insurance menyatakan bahwa suatu pengalihan resiko (transfer of risk) disebut asuransi. asuransi adalah suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin. Emmy Pangaribuan Simanjuntak. S. Menurut Robert I. Pikiran yang terselip dalam hal ini ialah. H. Ny. dan akan memberikan suatu kepastian mengenai kestabilan dari nilai harat . mempunyai kewajiban untuk membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung. asuransi itu mempunyai tujuan.

daripada seseorang tertanggung yang berdiri sendiri. resiko hari tua (yang pasti terjadi dan dapat . dan asuransi diri (kecelakaan atau kesehatan) 1. 2. Asuransi terhadap kematian orang ( Asuransi jiwa ) 4. kendaraan). A. 1. Asuransi Jiwa Pada hakikatnya merupakan suatu bentuk kerjasama antara orang-orang yang menghindarkan atau minimal mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian (yang pasti terjadi tetapi tidak pasti kapan terjadinya). yang disebut penanggung bukanlah semata-mata melakukan itu demi prikemanusiaan saja dan bukanlah pula bahwa dengan tindakan itu kepentingankepentingan mereka jadi korban untuk membayar sejumlah uang yang besar mengganti kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa-peristiwa itu. Asuransi terhadap bahaya hasil-hasil pertanian 3. Jenis-jenis Asuransi Berdasarkan pasal 247 KUHD menyebutkan tentang lima macam asuransi ialah: 1. Sebaliknya seperti yang dikemukakan oleh Mr. kepentingan keungan (pecuniary). Dr. dimana dia sendiri saja tidak berani menanggungnya. yaitu: 1. Volman bahwa orang-orang lain yang menerima resiko itu. mempunyai dan mempelajari pengalamanpengalaman mereka tentang penggantian kerugian yang bagaimana terhadap sesuatu resiko yang dapat memberikan suatu kesempatan yang layak untuk adanya keuntungan. Asuransi terhadap bahaya dilaut dan perbudakan 5. tanggung jawab hokum (liability). Asuransi terhadap bahaya dalam pengangkutan didarat dan disungai-sungai Secara garis besar asuransi terdiri dari tiga kategori. Para penanggung itu adalah lebih dapat menilai resiko itu dalam perusahaan mereka. Asuransi terhadap kebakaran 2. Asuransi Kerugian Terdiri dari asuransi untuk harta benda (property. F. oleh karena itu biasanya didalam Praktek para penanggung asuransi yang sedemikian banyaknya. A.bendanya itu jika ia akan mengalihkan resiko itu kepada suatu perusahaan.

Perjanjian asuransi merupakan suatu perjanjian penggantian kerugian (shcadeverzekering atau indemniteits contract). 1. sebenarnya merupakan satu penerapan yang sama sekali tidak tepat. karena suatu kejadian yang belum pasti. Suatu premi mengikat dirinya terhadap tertanggung untuk membebaskan dari kerugian karena kehilangan. . Maksud dan tujuan asuransi social adalah menyediakan jaminan dasar bagi masyrakat dan tidak bertujuan untuk mendapat keuntungan komersial. 3. tetpi tidak mustahil terjadi). Penanggung mengikatkan diri untuk menggantikan kerugian karena pihak tertanggung menderita kerugian dan yang diganti itu adalah seimbang dengan kerugian yang sungguh-sungguh diderita (prinsip indemnitas). 2. Perjanjian asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian bersyarat. Perjanjian itu diadakan dengan maksud untuk memperoleh suatu kepastian atas kembalinya keadaan atau ekonomi sesuai dengan semula sebelum terjadi peristiwa. Batasan perjanjian asuransi secara formal terdapat dalam pasal 246 Kitab Undangundang Hukum Dagang. tetapi tidak pasti berapa lama) dan resiko kecelakaan (yang tidak pasti terjadi. 1. kerugian atau ketiadaan keuntungan yang diharapkan yang akan dapat diderita olehnya. Terjadinya dan Berakhirnya Asuransi Kapan Terjadinya Perjanjian Asuransi perjanjian asuransi atau perjanjian pertanggungan secara umum oleh KUH Perdata disebutkan sebagai salah satu bentuk perjanjian untung-untungan. Asuransi Sosial Adalah program asuransi wajib yang diselenggarakan oleh pemerintah berdasarkan undangundang. Perjanjian asuransi atau pertanggungan itu mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1.diperkirakan kapan terjadinya. Peristiwa yang belum pasti terjadi itu merupakan syarat baik dalam perjanjian untung-untungan maupun dalam perjanjian asuransi atau pertanggungan. C. Perjanjian asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian timbal balik.

Pihak pertama ialah penanggung. Kerugian yang diderita adalah sebagai akibat dari peristiwa yang tidak tertentu atas mana diadakan pertanggungan. 2. yang dapat menduduki posisi tersebut dalam perorangan. Polis ini merupakan satu-satunya alat bukti tertulis untuk membuktikan bahwa asuransi telah terjadi. teori ini disebut ontvangst theorie mengenai saat kapan perjanjian asuransi terjadi dan mengikat tertanggung dan penanggung. perjanjian asuransi terjadi dan mengikat pihak-pihak pada saat penawaran sungguh-sungguh diterima oleh tertanggung. setiap perjanjian hanya akan terjadi antara kedua belah pihak apabila penawaran (offer) dari pihak yang satu dihadapkan dengan penerimaan (acceptance) oleh pihak yang lainnya dan sebaliknya. lebih lanjut ditelaah unsur-unsur sebagai berikut: 1. 2. dari sudut pandang ilmu hukum terdapat 2 (dua) teori perjanjian tersebut: 1. Dalam hukum Belanda. Perjanjian asuransi yang telah terjadi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis (pasal 255 KUHD). Dapat dilihat dari batasan pasal 246 KUHD. Perjanjian asuransi sebagai perjanjian yang bertujuan memberikan proteksi. yang dengan sadar menyediakan diri untuk menerima dan mengambil alih risiko pihak lain. yang ada hanya persetujuan kehendak antara pihak-pihak (pasal 1320 KUH Perdata). Untuk menyatakan kapan perjanjian asuransi yang dibuat oleh tertanggung dan penanggung itu terjadi dan mengikat kedua pihak. tidak ada ketentuan umum dalam undang-undang perasuransian. kelompok orang atau lembaga. Teori tawar-menawar (bargaining thoery). Teori penerimaan (acceptance theory). Menurut teori ini. Untuk mengatasi kesulitan jika terjadi sesuatu setelah perjanjian namun belum sempat dibuatkan polisnya atau walaupun sudah dibuatkan . Keunggulan toeri tawar-menawar adalah kepastian hukum yang diciptakan berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh kedua pihak dalam asuransi antara tertanggung dan penanggung. Atas nota persetujuan ini kemudian dibuatkan akta perjanjian asuransi oleh penanggung yang disebut polis asuransi. badan hukum termasuk perusahaan atau siapapun yang dapat menderita kerugian. Menurut teori penerimaan. Pihak kedua adalah tertanggung.4.

Sehingga hak dan kewajiban tertanggung dan penanggung timbul sejak terjadi kesepakatan berdasarkan nota persetujuan. Ketentuan ini yang dimaksud oleh pasal 258 ayat (1) KUHD. pembayaran premi oleh tertanggung. Syarat-syarat khusus yang dimaksud dalam pasal 258 KUHD adalah mengenai esensi inti isi perjanjian yang telah dibuat itu. Bila bukti tertulis sudah ada barulah dapat digunakan alat bukti biasa yang diatur dalam hukum acara perdata. sifat kerugian yang menjadi beban penanggung. satu-satunya evenemen yang menjadi beban penanggung adalah meninggalnya tertanggung. . Karena Asuransi Gugur 4. dan klausula-klausula tertentu. walaupun belum dibuatkan polis. Pada pasal 257 KUHD memberi ketegasan. asuransi sudah terjadi sejak tercapai kesepakatan antara tertanggung dan penanggung.atau belum ditandatangi atau sudah di tandatangi tetapi belum diserahkan kepada tertanggung kemudian terjadi evenemen yang menimbulkan kerugian tertanggung. bukan sejak meninggalnya tertanggung (terjadi evenemen). Apabila dalam jangka waktu yang diperjanjikan terjadi peristiwa meninggalnya tertanggung. terutama mengenai realisasi hak dan kewajiban tertanggung dan penanggung seperti: penyebab timbul kerugian (evenemen). Sejak penanggung melunasi pembayaran uang santunan tersebut. sejak itu pula asuransi jiwa berakhir. Dengan kata lain. Apa sebabnya asuransi jiwa berakhir sejak pelunasan uang santunan. Karena Terjadi Evenemen 2. Karena Jangka Waktu Berakhir 3. asuransi jiwa berakhir sejak terjadi evenemen yang diikuti dengan pelunasan klaim. Menurut hukum perjanjian. suatu perjanjian yang dibuat oleh pihak-pihak berakhir apabila prestasi masing-masing pihak telah dipenuhi. Terhadap evenemen inilah diadakan asuransi jiwa antara tertanggung dan penanggung. Karena asuransi jiwa adalah perjanjian. maka penanggung berkewajiban membayar uang santunan kepada penikmat yang ditunjuk oleh tertanggung atau kepada ahli warisnya. Berakhirnya Asuransi Ada empat hal yang menyebabkan Perjanjian asuransi berakhir. Karena Asuransi Dibatalkan 1. antara lain sebagai berikut: : 1. maka asuransi jiwa berakhir sejak penanggung melunasi uang santunan sebagai akibat dan meninggalnya tertanggung. Karena Terjadi Evenemen Dalam asuransi jiwa. 2.

asuransi jiwa berakhir sejak jangka waktu berlaku asuransi habis diikuti dengan pengembalan sejumlah uang kepada tertanggung. BAB III KESIMPULAN Asuransi terdiri dari tiga kategori. Karena Asuransi Dibatalkan Asuransi jiwa dapat berakhir karena pembatalan sebelum jangka waktu berakhir. Asuransi Jiwa 3. Dengan kata lain. yaitu: 1.2. Karena asuransi jiwa didasarkan pada perjanjian. Asuransi Sosial Kapan terjadinya Perjanjian Asuransi Perjanjian asuransi yang dibuat oleh tertanggung dan penanggung itu terjadi dan mengikat kedua pihak. Apabila jangka waktu berlaku asuransi jiwa itu habis tanpa terjadi evenemen. Karena Jangka Waktu Berakhir Dalam asuransi jiwa tidak selalu evenemen yang menjadi beban penanggung itu terjadi bahkan sampai berakhirnya jangka waktu asuransi. maka penyelesaiannya bergantung juga pada kesepakatan pihak-pihak yang dicantumkan dalam polis. Akan tetapi. Pembatalan asuransi jiwa dapat terjadi sebelum premi mulai dibayar ataupun sesudah premi dibayar menurut jangka waktunya. Akan tetapi. Karena Asuransi Gugur 4. 3. Apabila pembatalan sebelum premi dibayar. dalam perjanjian ditentukan bahwa penanggung akan mengembalikan sejumtah uang kepada tertanggung apabila sampai jangka waktu asuransi habis tidak terjadi evenemen. dari sudut pandang ilmu hukum terdapat 2 (dua) teori perjanjian tersebut: . tidak ada masalah. niaka beban risiko penanggung berakhir. Asuransi Kerugian 2. Pembatalan tersebut dapat terjadi karena tertanggung tidak melanjutkan pembayaran premi sesuai dengan perjanjian atau karena permohonan tertanggung sendiri. apabila pembatalan setelah premi dibayar sekali atau beberapa kali pembayaran (secara bulanan).

Karena Asuransi Gugur 4. Dalam hukum Belanda. setiap perjanjian hanya akan terjadi antara kedua belah pihak apabila penawaran (offer) dari pihak yang satu dihadapkan dengan penerimaan (acceptance) oleh pihak yang lainnya dan sebaliknya. tidak ada ketentuan umum dalam undang-undang perasuransian. 1. 3. teori ini disebut ontvangst theorie mengenai saat kapan perjanjian asuransi terjadi dan mengikat tertanggung dan penanggung. .1. Atas nota persetujuan ini kemudian dibuatkan akta perjanjian asuransi oleh penanggung yang disebut polis asuransi. Polis ini merupakan satu-satunya alat bukti tertulis untuk membuktikan bahwa asuransi telah terjadi. Karena Jangka Waktu Berakhir 3. 2. Berakhirnya Asuransi Ada empat hal yang menyebabkan Perjanjian asuransi berakhir. yang ada hanya persetujuan kehendak antara pihak-pihak (pasal 1320 KUH Perdata). Menurut teori penerimaan. Menurut teori ini. antara lain sebagai berikut: : 1. Keunggulan toeri tawar-menawar adalah kepastian hukum yang diciptakan berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh kedua pihak dalam asuransi antara tertanggung dan penanggung. Teori tawar-menawar (bargaining thoery). Teori penerimaan (acceptance theory). perjanjian asuransi terjadi dan mengikat pihak-pihak pada saat penawaran sungguh-sungguh diterima oleh tertanggung. Karena Asuransi Dibatalkan Perjanjian asuransi yang telah terjadi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis (pasal 255 KUHD). Karena Terjadi Evenemen 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->