P. 1
Budidaya Tanaman Semusim Rosella

Budidaya Tanaman Semusim Rosella

|Views: 614|Likes:
Published by Ndh Azwendah

More info:

Published by: Ndh Azwendah on Jun 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM ROSELLA (Hibiscus sabdariffa

)

Disusun oleh : Okti Wulandari Yan Ardila Citra Hartati Erwina Yuni Astuti (11730) (11736) (11743) (11749)

Dosen Pengampu : Ir. Rohlan Rogomulyo M,Sc

BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM YOGYAKARTA 2011

melangsingkan Tubuh. protein esensial. Di Sudan. memperbaiki metabolisme tubuh. Bagaimana perkembangan tanaman rosella di indonesia. Di Mesir. vitamin A. penderita batuk. Di negeri asalnya. antihipertensi. Rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah jenis tanaman herbal yang dikenal sebagai tanaman permata dunia karena memiliki manfaat untuk pengobatan yang tinggi. mencegah sariawan dan panas dalam. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosella. dan menurunkan absorpsi alkohol. Hipertensi. . Rosella di masyarakat Indonesia telah lama digunakan sebagai obat tradisional. B. Tak jarang. termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Latar Belakang Rosela. rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. antioksidan. menghambat sel kanker. rosela dijadikan selai atau jeli. menambah vitalitas. mencegah flu. seperti vitamin C. bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi. antibiotik. Pemanfaatan kelopak bunga Rosela sudah dikenal dan diteliti baik oleh pakar kesehatan modern maupun pakar kesehatan tradisional di berbagai negara di dunia. Dan sekarang banyak pakar atau ahli kesehatan dunia yang melakukan penelitian tentang manfaat rosella untuk kesehatan.I. asam paya. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. tonik. rosela juga dimanfaatkan untuk diet. rosella. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. 2. atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Afrika. asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa. TUJUAN 1. antikanker. PENDAHULUAN A. Mengetahui manfaat bunga atau tanaman rosella dan cara dalam pemanfaatannya. menjadi minuman keseharian dengan campuran garam. aprodisiak. sedatif. dan 18 jenis asam amino. meredakan batuk. dan tetes tebu. adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. kalsium. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu. Khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat. Diabetes mellitus. diuretik (peluruh kencing). merica. antidepresi.

Klasifikasi Tanaman Dalam taksonomi tumbuhan. Morfologi Tanaman Pohon rosella merah tumbuh dari biji atau benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3-5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun.. digunakan sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki khasiat medis. biji rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Florida cranberry. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi berbagai jenis makanan seperti minuman.II. Lemon bush. 2. Di Sudan. Bagian bunga rosella yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Sementara itu di Afrika. Bunga rosella berwarna cerah. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman rosella memiliki lebih dari 300 spesies yang tersebar pada daerah tropis dan non tropis. Karkad (Afrika Utara). saos. Quimbombo Chino (Spanyol). 2009). Deskripsi Tanaman Rosella Merah 1. H. 2009). jelly. serbuk (teh) atau manisan rosella. rosella merah diklasifikasikan sebagai berikut: Devisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Malvaceales Famili : Malvaceae Genus : Hibiscus Species : Hibiscus sabdariffa L. Biasanya. Varietas : Hibiscus sabdariffa varietas sabdariffa L. Nama lain rosella adalah Hibiscus Sabdariffa L. Oseille rouge (Perancis). kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga sepatu. Rozelle. salah satu diantaranya adalah rosella merah atau rosella (Hibiscus sabdariffa L. Daun muda rosella bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Red Sorrel. Bisap (Senegal) (Ullych. Hibiscus sabdariffa varietas ultissima Wester (Anonim. Sabdariffa varaltissima. rosella diproses menjadi minuman tradisional . Sour-sour. A.).

Air Jika curah hujan tidak mencukupi dapat diatasi dengan pengairan yang baik. Untuk keperluan diambil bunganya. Daunnya tunggal. waktu yang tepat adalah bulan April-Mei. berbentuk bulat telur. Rosella toleran terhadap sedikit naungan dan dapat tumbuh . B. Bunga rosella bertipe tunggal yaitu hanya terdapat satu kuntum bunga pada setiap tangkai bunga. pertumbuhan rosella akan terganggu. Bunga ini mempunyai 8-11 helai kelopak yang berbulu dengan panjang 1 cm. Rosella dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropis dengan suhu rata-rata 24-32°C. Syarat Tumbuh Tanaman Rosella Merah 1. 2. Namun rosella masih toleran pada kisaran suhu 10-36°C.yang dinamakan karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan (Nnuke. 2005). Suhu Tanaman rosella tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian 600 meter dpl. pangkal saling berlekatan dan berwarna merah. Bila ditanam pada bulan-bulan foto periode pendek akan cepat berbunga dan pendek. 3. Putik berbentuk tabung dan berwarna kuning atau merah. Hibiscus sabdariffa L. panjang hari dan waktu tanam Rosella merupakan tanaman berhari pendek (untuk induksi pembungaan memerlukan panjang hari waktu kurang dari 12 jam). rosella memerlukan waktu 4-5 bulan dengan suhu malam tidak kurang dari 21°C. Tangkai sari merupakan tempat melekatnya kumpulan benang sari berukuran pendek dan tebal. Semakin tinggi dari permukaan laut. 2008). Cahaya. merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak bercabang yang berbatang bulat dan berkayu. Mahkota bunga rosella berwarna merah sampai kuning dengan warna lebih gelap dibagian tengahnya. Untuk menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Bunga rosella bersifat hermaprodit sehingga mampu menyerbukan sendiri (Maryani. Sedangkan hujan atau kelembaban yang tinggi selama masa panen dan pengeringan dapat menurunkan kualitas kelopak bunga dan dapat menurunkan produksi. Periode kering dibutuhkan rosella untuk pembungaan dan produksi biji. pertulangan menjari dan letaknya berseling dan pinggiran daun bergerigi.

Tanah .di green house. C. 2009). tetapi pertumbuhan terbaik ditunjukkan pada tanaman yang ditanam di lapangan pada kondisi cahaya penuh. Namun perbanyakan tanaman rosella merah biasanya dilakukan secara generatif dengan biji. Rosella yang ditanam pada bulan Mei menghasilkan antosianin. Jika benih langsung ditanam. 2. Waktu tanam juga dapat mempengaruhi kandungan kimia kelopak rosella. lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Persiapan lahan Persiapan lahan untuk menanam rosella sama seperti tanaman semusim lainnya.5. Rosella masih dapat toleran terhadap tanah masam dan agak alkalin. Sebelum dilakukan penanaman. protein dan karbohidrat total lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditanam pada bulan April atau Juni. Akibatnya produksi bunga menjadi lebih rendah (Mardiah dan Reki. Agar perakaran dapat berkembang dengan baik dilakukan pengolahan tanah yang agak dalam. pertumbuhan tanaman rosella menjadi tidak optimal dengan tinggi tanaman kurang dari 1 m. tetapi tidak cocok ditanam di tanah salin atau berkadar garam tinggi. biji rosella direndam terlebih dahulu dengan air selama 24 jam. Tanah Tanaman rosella dapat diusahakan disegala macam tanah akan tetapi yang paling cocok pada tanah yang subur dan gembur maksudnya yang mempunyai struktur yang dalam. Selama pertumbuhan rosella tidak tahan terhadap genangan air. Apabila ditanam pada wadah yang terbatas ukurannya seperti pada polibag yang berukuran sedang (diamater 30 cm). Curah hujan yang dibutuhkan untuk lahan tegal adalah 800-1670 mm/5 bulan atau 180 mm/bulan. kemudian baru dipilih biji yang tenggelam untuk ditanam. Untuk mempercepat perkecambahan. Teknik Budidaya Tanaman Rosella Merah 1.5-8. lubang tanaman dapat dibuat langsung pada saat tanam dengan menggunakan tugal yang terbuat dari kayu bulat berdiameter 20 cm. 4.5-7 dan masih toleran juga pada pH 4. bertekstur ringan dan berdrainase baik. Persiapan bahan tanaman Rosella dapat dibiakkan dengan cara vegetatif (setek batang) atau cara generatif (biji). Kemasaman tanah (pH) optimum untuk rosella adalah 5.

dilakukan penjarangan dengan memilih satu tanaman yang menunjukkan pertumbuhan terbaik. maka dilakukan pemilihan satu tanaman yang menunjukkan pertumbuhan terbaik untuk dibudidayakan pada setiap polibag. 5.5 m. Dibuat alur atau bedengan setinggi 15-20 cm. Pupuk N berpengaruh pada fase awal pertumbuhan rosella karena Nitrogen berperan mendorong pertumbuhan vegetatif. Pembibitan Benih rosella merah dapat langsung ditanam di lapangan atau dipindahtanamkan. Setelah bibit berdaun 2-4 helai. Hal ini disebabkan karena jika jarak tanam lebih rapat akan menyebabkan kondisi media menjadi lembab dan cabang antar tanaman akan saling menaungi sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal dan memicu perkembangan hama dan penyakit khususnya jamur pada tanaman rosella merah. Jarak tanam untuk tanaman rosella merah dari satu polibag ke polibag yang lain adalah 1 x 1. 3. tetapi produksi kelopak per tanaman menurun. Jarak tanam Tanaman rosella yang ditanam dengan jarak yang rapat menyebabkan tanaman saling menaungi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih tinggi.5 m. Lahan dilarik dengan jarak antar larik 1. pemberian pupuk amonia yang . Benih ditanam pada lubang yang berbeda di setiap polibag dan diberi jarak. biji rosella yang telah masak ditanam sebanyak 2-3 butir pada setiap polibag yang telah berisi media tanam. Sedangkan cabang bagian atas yang terkena cahaya matahari penuh tidak mengalami gangguan seperti disebutkan di atas. Penanaman Pada sistem penanaman langsung. Rosella sangat responsif terhadap pemberian nitrogen. Namun.dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Pada sistem penanaman langsung. Cabang-cabang yang saling menaungi akibat jarak tanam yang terlalu rapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal dengan diameter cabang dan ukuran kelopak bunga lebih kecil serta warna kelopak lebih pucat. 4.5 cm. benih ditanam 2-3 butir per lubang tanam sedalam 0. 6. Pemupukan Pupuk yang digunakan untuk rosella bervariasi antara daerah dan negara. Setelah bibit berdaun 2-4 helai. yang berkolerasi dengan produksi kelopak bunga.

Dosis 1 liter air mimba dicampurkan dengan 15 liter air dan disemprotkan pada tanaman yang terkena hama dan penyakit. tetapi produksi buah menurun. Sedangkan penyakit yang menyerang rosella adalah busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Phytophtora parasitica. Jumlah cabang yang banyak akan meningkatkan jumlah daun yang tumbuh. Setelah itu campuran disaring dan diambil airnya. Larutan tersebut kemudian direbus sampai mendidih dan didiamkan selama satu malam (difermentasikan). pemangkasan dapat dilakukan pada umur 2 bulan setelah tanam. 2009). Bunga rosella tumbuh pada ketiak daun. vitamin C dan karbohidrat kelopak bunga. Selain itu pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan cara mekanis yaitu memotong atau memangkas bagian cabang yang terserang (Mardiah dan Reki. sehingga akan mendorong pertumbuhan tunas lateral (cabang) ke samping.berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif menjadi pesat. sehingga jumlah daun per tanaman yang besar akan semakin meningkatkan produksi kelopak bunga. Dosis pupuk Nitrogen dan Kalium mempengaruhi kandungan antosianin. Pupuk P selain mempengaruhi pertumbuhan akar juga mendorong pembentukan bunga. Penyemprotan yang efektif dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pengendalian hama Belalang merupakan hama yang umum menyerang tanaman rosella di Indonesia. Penyakit ini biasa terjadi karena adanya genangan air pada media. . Peningkatan jumlah bunga akan menaikkan jumlah kelopak bunga dan biji per hektar. Untuk penanganan hama dan penyakit pada tanaman rosella dapat menggunakan pestisida organik. Pengendalian hama dengan pestisida dari bahan kimia tidak dianjurkan karena rosella termasuk jenis tanaman obat yang tidak boleh tercemar oleh bahan kimia karena dapat mempengaruhi kandungan senyawa metabolis sekundernya. Pemangkasan Pemangkasan ditujukan untuk menghilangkan dominansi apikal (pengaruh penghambatan ujung pucuk terhadap pertumbuhan tunas dibawahnya). 8. Belalang memakan daun yang menyebabkan pertumbuhan vegetatif terganggu sehingga hanya sedikit menghasilkan bunga. Pestisida organik ini dapat dibuat dari 1 kg daun mimba (Azadirachta indica) segar yang ditumbuk dan dilarutkan dalam 1 liter air. Selain itu pemangkasan akan menghasilkan tanaman yang kompak dengan percabangan yang banyak sebagai tempat tumbuhnya bunga. Untuk meningkatkan produksi kelopak. 7.

buah atau kapsul yang berisi biji dipisahkan dari kelopak. Hal ini disebabkan karena pada waktu tersebut kelopak bunga rosella mengandung antosianin dan asam sitrat tertinggi (Anonim. juga untuk menghindari rusaknya batang. Panen dan Pasca Panen 1. Panen Kelopak bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa L. Pemetikan dilakukan dengan gunting atau pisau karena kelopak sulit dipetik dengan tangan tanpa bantuan alat. Setelah dipanen.D. Biasanya biji akan dikeringkan untuk dijadikan benih untuk ditanam kembali dan juga dapat pula dijadikan sebagai produk minuman. Hal ini disebabkan karena kadar air tanaman masih tinggi sehingga tangkai pada kelopak masih segar. Pemanenan dapat dilakukan 3-4 kali (selang 1-2 minggu) lalu jika tanaman sudah tak lagi berbunga dicabut dan diganti dengan pohon rosella yang baru. Kondisi ini umumnya tercapai beberapa hari sebelum kapsul berisi biji rosella membuka atau sekitar 15-20 hari setelah bunga mekar.00 selama 3 hari.00-11. Setiap pohon dapat menghasilkan bunga 200-1000 gram kelopak basah atau 20-100 gram kelopak kering dan biji kering 2-3 x bobot kelopak (Anonim. Secara kasat mata rosella yang siap panen ditandai dengan kulit pembungkus biji majemuk berwarna hijau. Kematangan buah rosella dimulai dari bagian bawah menuju ke atas. Kelopak rosella dapat dipanen saat biji telah tua (umur 3-4 minggu) yang ditandai dengan kulit pembungkus biji majemuk yang berwarna coklat dan sedikit terbuka atau membelah. Saat panen kelopak rosella yang paling tepat yaitu sekitar 7-9 minggu setelah bunga muncul. Kelopak yang berkualitas memiliki aroma sitrus yang khas saat telah kering dan saat direndam dengan air panas warna merah dan rasa asamnya cepat larut. 2010). Pemanenan rosella dilakukan dengan menggunakan alat karena kelopak sulit dipotong dan untuk menghindari kerusakan. Pemetikan rosella lebih mudah dilakukan pada pagi hari daripada sore hari.) dipanen setelah berkembang penuh atau telah mencapai ukuran optimal. Kelopak yang telah dipetik dikumpulkan dan dicuci dengan air bersih lalu dijemur pada pukul 9.00 atau 1416. kemudian menurun sedikit ketika biji menjadi matang penuh. . 2007). Sedangkan kelopak rosella dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan minuman yang menyehatkan. Kandungan antosianin total kelopak rosella merah mencapai puncaknya saat bunga berumur 60 hari atau sama dengan 2 bulan.

Pasca Panen Pengelolaan pasca panen tanaman obat ditujukan untuk membuat produk tanaman obat menjadi simplisia yang siap dikonsumsi oleh masyarakat umum. 3) Pengeringan Kegiatan pengeringan perlu dilakukan agar dapat mengurangi risiko tumbuhnya jamur pada kelopak rosella apabila disimpan dalam waktu yang lama. tingkat kematangan dan ukuran. Kelopak yang terserang kutu akan diselimuti oleh bahan yang berwarna putih sehingga perlu dipisahkan dan dibersihkan terlebih dahulu. Kelopak rosella dijemur dengan cara dihamparkan pada wadah yang terbuat dari ayaman bambu agar tidak terbakar matahari sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada kelopak baik secara fisik atau bentuk maupun senyawa metabolis sekunder yang ada didalamnya. Kegiatan yang meliputi prosesing/pengelolaan bahan sesaat setelah panen sampai tahap penyimpanan dengan tujuan agar diperoleh simplisia yang berkualitas serta tetap stabil selama penyimpanan. Setelah dicuci. 2) Pencucian Pada proses pencucian sebaiknya menggunakan air bersih yang mengalir agar sisa kotoran yang masih menempel pada kelopak lebih mudah dibersihkan. Proses pengeringan dilakukan hingga kadar air mencapai 10%. industri obat ataupun untuk tujuan eksport. Pengeringan dilakukan dengan memanfaatkan energi panas matahari untuk proses pengeringan kelopak. . biasa menggunakan oven untuk proses pengeringan. Pencucian menggunakan air yang dialirkan melalui selang-selang kecil sehingga kebersihan air dapat terjaga. Namun apabila cuaca tidak mendukung. Penyortiran penting dilakukan agar gulma dan kotoran lainnya tidak ikut tercampur. Pengelolaan pasca panen tersebut meliputi : 1) Sortasi Kelopak bunga rosella yang telah dipanen dipisahkan berdasarkan tingkat serangan hama dan penyakit. kemudian ditiriskan didalam wadah yang berlubang agar air dapat menetes dengan mudah.2. Sebab jika kelopak belum benar-benar kering akan terdapat jamur jika disimpan dalam waktu yang lama. Suhu yang digunakan tidak lebih dari 50-60°C selama 4-5 jam.

asalkan ruang tempat penyimpanannya sesuai standar ruang penyimpanan (Katno. Kelopak kering rosella dapat dikemas dalam bentuk kemasan konsumen atau kemasan pedagang (curah) yang sesuai dengan pesanan. Oleh sebab itu penanganan dalam kegiatan pasca panen khususnya pada tanaman obat perlu dilakukan dengan sebaikbaiknya dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan agar kandungan senyawa metabolis sekunder pada tanaman obat tidak mengalami kerusakan sehingga masih tetap terjaga khasiatnya dan tidak bersifat racun jika dikonsumsi (Wijayanti. 5) Pengemasan Bahan pengemas yang biasa digunakan adalah bahan yang terbuat dari plastik. Kontaminasi jamur pada simplisia tanaman obat dapat menimbulkan proses enzimatis tertentu pada bahan setelah dipanen.. Simplisia dalam bentuk kering ini dapat disimpan sampai jangka waktu 6 bulan.4) Sortasi kering Penyortiran ulang pada kelopak yang sudah dikeringkan perlu dilakukan lagi agar sisa-sisa kotoran maupun tanaman lain yang masih menempel pada kelopak tidak terbawa pada saat kelopak dikemas. 2010). bahkan dapat menghasilkan senyawa aktif tertentu yang bersifat racun (toksic). serta tidak bersifat racun (toksic) pada saat penyimpanan. rasa dan bau simplisia. Bahan pengemas harus bersifat netral atau tidak menimbulkan reaksi dengan simplisia atau produk (inert) sehingga tidak menyebabkan perubahan warna. . Dalam pengelolaan pasca panen sangat rentan dengan adanya kontaminasi mikroba jika prosedurnya tidak sesuai. Hal ini perlu diperhatikan agar pada saat penyimpanan dapat mengurangi risiko timbulnya bakteri atau jamur pada kelopak yang dapat menurunkan kualitas. kelembaban relative rendah dan berventilasi baik. 6) Penyimpanan Kelopak rosella yang sudah kering. Pada akhirnya bahan tersebut berubah menjadi produk berbahaya jika dikonsumsi. walaupun ada mikroba yang menguntungkan dan ada yang tidak menguntungkan. kemudian disimpan di tempat yang terlindung dari cahaya dengan suhu 15-20°C. 2004).

) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Apalagi setelah diadakan beberapa penelitian di beberapa perguruan tinggi ternama. Juga dapat sembuhkan sembelit serta memperlancar buang air besar. yang tidak di temukan pada teh teh yang lain. Biji rosela dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kopi dengan dengan cara menyangrai bijinya. dan potensi serapan pasar di dalam negeri maupun pasar internasional yang terus meningkat. Pucuk dan daun rosela dapat dikonsumsi sebagai lalaban atau direbus. ketersediaan teknologi. Kelopak bunga digunakan sebagai bahan pewarna dalam pembuatan minuman teh. dan kolestrol jahat yang ikut ketika mengkonsumsi makanan. lemak. dan laboratorium. kemudian dibuat tepung. Secara tradisional rosella membantu memelihara kesehatan dan kecantikan. rosella dapat membantu memelihara system pencernaan dan usus serta menghambat penyerapan gula. sirup. maka banyak yang mulai membudidayakan tanaman ini. Mengandung banyak anti oksidan sehingga sangat bermanfaat membersihkan tubuh dari zat racun/ toksin. Hasilnya sungguh mengejutkan. sumberdaya manusia. Pada awalnya. Tanaman hortikultura tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan para petani. tanaman ini dikenal sebagai tanaman liar. manis bercampur nikmat alami lagi. PEMBAHASAN Pengembangan tanaman hortikultura sekarang ini mulai mendapat perhatian oleh pemerintah. serta merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi sumberdaya alam. tidak hanya di Indonesia tapi sudah tersebar ke manca negara. Ternyata dibalik kelezatanya. sayur-sayuran. tetapi juga dapat mengembangkan potensi industri di masyarakat. bunga-bungaan. Hampir semua bagian tanaman dari rosella dapat dimanfaatkan. Bagian batang tanaman ini dimanfaatkan untuk diambil seratnya. rasanya sedikit masam. tetapi setelah dilakukannya penelitian bahwa rosella memiliki banyak khasiatnya. Tanaman hortikultura ini telah terbukti merupakan komoditas yang dapat digunakan sebagai sumber pertumbuhan baru di sektor pertanian. Salah satu kandungan tinggi pada rosella adalah vitamin super anti oksidan. banyak sekali manfaat dan khasiat pada teh merah.III. Hal inilah yang membuat nama teh merah booming di masyarakat. . Tanaman rosella (Hibiscus sabdarifa L. Tanaman hortikultura terdiri dari buah-buahan. membantu mengendalikan nafsu makan yang berlebihan. dan tanaman obat-obatan. Bila dijadikan sebagai produk olahan teh akan menghasilkan warna yang cantik tanpa zat pewarna. Kandungan vitamin C dan kaya akan serat. Sangat baik untuk membentuk tubuh yang ideal. teh merah mempunyai beribu khasiat yang luar biasa banyaknya. atau selai.

Banyak petani yang masih memilih tanaman pangan atau hortikultura yang lain. terutama negara Malaysia sekitar 15 ton per tahun. Agar terhindar dari masalah konstipasi.45 mg vitamin B2.8 mg Fe. 93 mg P. peluang besar tersebut masih terkendala petani bunga rosella yang terbatas. Produk hasil olahan rosella merah ini juga beraneka ragam. budidaya tanaman rosella merah tergolong mudah karena pemeliharaan tanaman yang tidak sulit.Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. gangguan aliran pembuluh darah jantung. serta arteriosklerosis (perkapuran pembuluh darah). kelenjar gondok. Kelopak bunga rosella dapat dikeringkan dan disimpan kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat.2 mg niacin. 9 g karbohidrat. Menurut aspek agronomis. dengan total energi sebesar 180 kJ. 4. Selain itu. darah tinggi. diantaranya diabetes melitus (DM). 1. kolesterol tinggi. asma (bengek). penyakit hati (sirosis)dan juga ambeien. hipertensi. Makanan dan pola makan berhubungan erat dengan kesehatan. Usaha tani bunga rosella memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki permintaan pasar. Menurut hasil penelitian di daerah penghasil rosella yaitu Cimalaka. sehingga dapat menumbuhkan perekonomian. 4. dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi. Akan tetapi. 213 mg Ca. hal yang pertama perlu diperhatikan adalah memperbaiki pola makan. Vitamin C juga dimanfaatkan untuk mengatasi serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung. Hal ini terbukti dari adanya permintaan pasar luar negeri terhadap rosella kering pada tahun 2007. 54 mg vitamin C. Sumedang menunjukkan adanya penurunan hasil berat basah kelopak rosella dari tahun 2007 sampai 2010. Dalam 100 g daun rosela terkandung 85 g air.17 g Vitamin B1. Penurunan produksi mencapai 16 % karena luas lahan tanam yang kian menyusut. Menormalisasi gangguan jantung. 3. Penyakit yang diobati dengan vitamin C. 0. 1. kendala yang dihadapi dalam pengembangan budidaya rosella adalah keterbatasan lahan tanam. Dan untuk memenuhi permintaan tersebut Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 5 ton sampai 8 ton per tahun.3 g protein. 0. Rosella dimanfaatkan sebagai obat karena berkhasiat mengatasi kanker dan hipertensi.6 g serat. Hal lainnya yang berpengaruh adalah bertanam rosella masih merupakan tanaman sampingan . 0. Budidaya tanaman rosella yang mudah menjadikan petani dapat menerapkannya dan memberikan hasil yang dapat meningkatkan keuntungan. Kandungan asam askorbat (vitamin C) dan betakarotin yang tinggi merupakan sumber antioksidan alami yang sangat efektif dalam menangkal berbagai radikal bebas penyebab kanker dan berbagai penyakit lainnya.3 g lemak.1 mg b-carotene.

Permasalahan budidaya rosella mengenai keterbatasan lahan dapat diatasi dengan pemanfaatan pekarangan. Peningkatan produksi rosella juga dapat dilakukan dengan perakitan varietas tanaman rosella yang unggul baik kuantitas maupun kualitas. kontribusi hasil budidaya terhadap pendapatan masyarakat. kapulaga.bagi para petani di daerah tersebut. serta meningkatkan produksi rosella adalah untuk menambah pendapatan petani. sehingga belum ada fokus khusus dalam pengembangan budiidaya rosella. diperlukan analisis yang lebih serius mengenai pola pengembangan budidaya rosella yang meliputi potensi dan pola pemasaran rosella. Selain itu. kunyit. Dengan adanya penelitian mengenai pengembangan rosella dapat diterapkan oleh petani dan dapat meningkatkan produksi rosella di Indonesia.Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Universitas Gadjah Mada telah melakukan penelitian mengenai varietas rosella yaitu Gamma Rosella Tea. Peminat petani akan rosella masih sedikit sehingga pendapatan petani masih rendah. Masyarakat berperan dalam mendukung budidaya tanaman rosella dan mengembangkan industri pengolahan rosella agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dari rosella. Pada pengembangan budidaya rosella ini perlu adanya integrasi antara petani. KP4 (Kebun Pendidikan. namun petani daerah masih memilih komoditas tanaman local seperti jahe. Petani belum membudidayakan tanaman rosella secara skala besar karena walaupun nilai jual rosella termasuk tinggi. pemerintah. hal ini disebabkan pasar di Indonesia besar. Keterbatasan Sumber Daya Manusia dari petani dapat ditingkatkan melalui peran pemerintah dan masyarakat. dan masyarakat agar mampu membangun sektor pertanian yang maju. Selain pemanfaatan rosella di pekarangan juga dapat dilakukan penanaman rosella di lahan pantai. peminat pembudidayaan rosella masih ditangani olh kalangan tertentu. . Fungsi pekarangan yang sebelumnya belum optimal maka dengan digunakan sebagai tempat budidaya rosella harapannya dapat meningkatkan produksi rosella. Pemerintah berperan dalam memberikan fasilitas kepada petani seperti kemudahan dalam mendapatkan pupuk maupun bibit rosella.

pemerintah dalam pengolahan budidaya rosella.IV. KESIMPULAN 1. . serta peran pemerintah agar pasar di Indonesi memadai untuk pemasaran hasil dari rosella. Tanaman Rosella termasuk tanaman semusim yang mudah untuk dibudidayakan. Potensi pembudidayaan tanaman rosella akan meningkat dari segi sosial dan ekonomi bila ada kerjasama antara petani. 2. Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah termasuk tanaman obat yang memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan manusia. 3.

http://nnuke. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Maryani. 2005.kreatif.blogspot.com/2008/03/20/rosella/. . P.red-tea. 2009. Budidaya dan Pengolahan Rosella Si Merah Segudang Manfaat.com/kesehatan/manfaat-roselladan-semua-tentang-rosella. Diakses pada tanggal 20 November 2011. Ullych. http://www.wordpress. Jakarta. 2004.com/2007/08/budidayarosela. Semarang. Pengelolaan Pasca Panen Tanaman Obat. http://rosellakita. Nnuke.2010. Diakses pada tanggal 20 November 2011. . Katno. Khasiat Bunga Rosella Merah. Khasiat dan Manfaat Rosella. Penelitian Herbal Rosella Merah. 2007. Diakses pada tanggal 20 November 2011.id/goto/http://mbahgendeng. 2009. Mardiah dan Reki. http://sukatanibanguntani. Agromedia Pustaka. Agromedia Pustaka.html. http://direktori.html.web. Surakarta. Temu Kencono. 2009.net/researchpenelitian/. Budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.blogspot. Tawangmangu.) dan pemanfaatan senyawa metabolis sekundernya di PT.com/2009/11/khasiat-bunga-rosella-yang-luarbiasa. 2008. Sehat Dengan Tanaman Obat Indonesia. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. 2010. Diakses pada tanggal 20 November 2011.html. Diakses pada tanggal 20 November 2011. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Budidaya Rosela. Wijayanti. . R. Manfaat Rosella dan Semua Tentang Rosella.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->