BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam suatu pengendalian proses dikenal berbagai jenis cara salah satunya adalah proses pengendalian on-off. Pada proses pengendalian jenis ini hanya akan terdapat 2 jenis outputan yaitu bersifat low dan high. Proses penendalian ini apabila digunakan untuk mengendalikan buka tutup control valve maka bukaan control valve hanya akan bisa 0% atau 100%..Syarat utama untuk memakainya adalah bukan untuk menghemat biaya pembelian unit controller melainkan karena proses memang tidak dapat mentolelir fluktuasi process variable pada batas-batas kerja pengendali on-off. 1.2 Permasalahan Dalam praktikum tentang pengendalian on-off ini terdapat beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut : 1. Peralatan yang harus dikalibrasi ulang 2. Indikator yang kurang akurat 3. Tingkat sensitivitas dan resolusi peralatan yang masih kurang 1.3 Tujuan Praktikum Dalam praktikum tentang pengendalian on-off ini terdapat beberapa tujuan yaitu sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Mengetahui metode pengendalian on-off Kapan digunakan metode on-off Mengetahui hasil outputan metode on-off Keuntugan dan kerugian mode kontrol on-off Mengetahui karakteristik mede kontrol on-off

1.4 Sistematika Laporan Laporan ini disusun dengan format sebagai berikut BAB I Pendahuluan berisi tentang Latar belakang, Permasalahan, Tujuan praktikum, dan Sistematika laporan. BAB II Dasar teori berisi landasan teori, BAB III Peralatan dan Prosedur Percobaan berisi tentang peralatan, komponen, dan prosedur dalam melakukan percobaan. BAB IV Analisa data dan Pembahasan, BAB V Tugas khusus, BAB VI Kesimpulan, kemudian Daftar pustaka dan terakhir lampiran.

BAB II

Karena karakteristik kerjanya yang hanya on dan offf. seringkali didapatkan dengan memanfaatka deab band suatu prosses switch. Besar kecinya fluktuasi proses variable ditentukan oleh titik dimana controller “on” dan titik dimana “off”. Sebuah controller on-off kemidian juga lazim disebut snap controller. Kerja pengendalian on-off . Pada system pengendalian on-off control valve tidak akan pernah bekerja didaerah antara 0 sampai 100%. Namun . apakah lebih besar atau lebih kecil dari set poin. yaitu posisi “on” dan posisi “off”. tidak pernah konstan. Contoh pengendalaian on-off yang paling mudah ditemui pengendalian suhu pada seterika listrik atau pompa air listrik otomatis. controller jenis on-off juga sering disebut sebagai two posision controller . pengendalian on /off hanya bekerja pada dua posisi.gap controller atau snap controller . Karena kerjanya yang on-off . kerja valve hanya terbuka penuh atau tertutup penuh. Jadi. Aksi pengendalian dari controller ini hanya mempunyai dua kedudukan. syarat utama untuk memakai pengendali on-off bukan untuk menghemat biaya unit controller melainkan karena proses memang tidak dapat mentolerir fluktuasi proses variable pada batasbatas kerja pengendalian on-off. Perubahan proses variable akan seirama dengan perubahan posisi final control element. Persamaanya adalah: m = N1 jika e < 0 m = N2 Jika e> 0 dimana : m = manipulated variable N1 = harga maksimum dari m (ON) N2 = harga minimum dari m (OFF) .DASAR TEORI Seperti tecerminkan dari namanya . Kalau final kontrol element berupa control valve . tergantung dari variable terkontrolnya. hasil pengendalian pengendali on-off akan menyebabkan proses variable yang bergelombang. Kerja penendalian on-off banyak dipakai di system pengendalian yang sederhana karena harganya yang relatif murah. maksimum atau minimum. Ungkapan kata snap action kelak akan juga dipakai untuk kerja controller jenis lain yang karena besarnya gain menjadi bekerja secara on-off. Kedua alat ini bekerja secara on-off dengan memanfaatkan adjustable dead band yang ada pada temperatur switch dan pressure switch. tidak semua proses dapat dikendalikan secara on-off karena banyak operasi proses yang tidak dapat mentolerir fluktuasi proses variable. Kata snap secara harfiah berarti menampar .

tetapi lebih mengutamakan pada kepentingan penggunaan manusia (user) sebagai kontrol manual. sehingga perlu sebuah controller untuk mengendalikan suatu proses agar dapat kembali ke posisi stabil. tetapi atas perintah controller yang operasinya dikendalikan oleh user. Instrumentasi merupakan device atau peralatan yang digunakan untuk menunjang sebuah sistem dalam menjalankan proses tertentu untuk tujuan tertentu pula. aliran (flow) didalam pipa. Diantaranya yang paling umum. contohnya pengendalian di suatu proses pengilangan minyak. serta kuantitas yang dihasilkan dibandingkan dengan menggunakan kontrol manual. Untuk keperluan pengendalian otomatis. Namun pada kenyatannya perubahan load. hal ini dalam prakteknya tidak diseukai. kualitas. lain sebagainya. maka fariabel termanipulasi (m) akan sering sekali berubah dari maksimum ke minimum atau sebaliknya. Error yang sama dengan nol ini dapat mengakibatkan tidak adanya manipulated variabel untuk membuka atau menutup valve yang menjadikan sebuah proses yang berjalan secara kontinyu tanpa gangguan. Semua peralatan pengendalian inilah (controller dan control valve) yang disebut sebagai instrumentasi pengendali proses. Velocity. berat. Hampir semua proses industri dalam menjalankan proses produksinya membutuhkan bantuan sistem pengendali. atau permukaan zat cair (level) disebuah tangki. Sedangkan semua peralatan yang membentuk sistem pengendali disebut Instrumentasi pengendali proses (process control instrumentation). dalam hal ini manusia sebagai pengendali dan pelaku keputusan. kecepatan. jika error sering naik turun dengan cepat. Proses di suatu pengilangan minyak tidak mungkin dapat dijalankan tanpa bantuan fungsi sistem pengendalian. Hal ini lazim terjadi pada suatu sistem pengendalian. Dan sekarang tidak lagi memakai pe-ngendalian manual kontrol tetapi masih tetap dipakai pada beberapa aplikasi tertentu. Ada beberapa parameter lain diluar keempat elemen diatas yang cukup penting juga dan juga perlu dikendalikan karena kebutuhan spesifik proses.Pada gambar terlihat. Setiap kegiatan proses dalam sebuah system di industri senantiasa membutuhkan peralatan–peralatan otomatis untuk mengendalikan parameter–parameter prosesnya. suhu (temperature) di unit proses seperti heat exchanger. valve harus dilengkapi dengan alat yang disebut actuator. Proses yang stabil merupakan sebuah proses dimana besarnya setpoint sama dengan besarnya meassurment variabel. kinerja mekanik instrument. adalah tekanan (pressure) didalam sebuah vessel atau pipa. sehingga error sama dengan nol. keamanan. maupun mutu produk. Pengendalian pada umumnya menghendaki proses berjalan dengan stabil. ekonomi. diantaranya : pH. untuk itu pada pengendalian diberi gap. sehingga unit valve sekarang menjadi unit yang disebut control valve. perubahan setpoint dan faktor – faktor lain yang dapat mengakibatkan suatu proses tidak stabil. Sistem dibuat otomatis peran operator didalam sistem pengen-dalian manual digantikan oleh sebuah alat yang disebut controller. . Ada banyak pengendalian yang harus dikendalikan di dalam suatu proses. Otomatisasi tidak saja diperlukan demi kelancaran operasi. Tugas pelaksana keputusan (aksi control valve) tidak lagi dilakukan oleh operator (manusia). Gabungan serta kerja alat–alat pengendali otomatis itulah yang dinamai dengan sistem pengendalian proses (proses control system).

dan mengubah menjadi sinyal yang dapat dimengerti oleh controller. Control unit memiliki transfer function yang tergantung pada jenis controller. Measurement variable atau measured variable adalah sinyal yang keluar dari transmitter. selain manipulated variable. yaitu membandingkan set point dengan measurement variable. Final control element adalah bagian akhir dari instrumentasi sistem pengendalian. Sebuah controller akan selalu berusaha menyamakan controlled variable dengan set point. sehingga final control element cenderung diartikan control valve. Control unit adalah bagian dari controller yang menghitung besarnya koreksi yang diperlukan. Transmitter adalah alat yang berfungsi untuk membaca sinyal sensing element. Output control unit adalah hasil penyesuaian matematik transfer function dengan memasukkan nilai error sebagai input. Besaran ini merupakan cerminan besaranya sinyal sistem pengukuran. sebuah control valve bekerja tidak hanya menutup secara penuh atau membuka secara penuh. Controller sepenuhnya mengantikan peran manusia dalam mengendalikan sebuah proses. Error adalah selisih antara set point dikurangi measured variable. Pada bagian ini juga bisa disebut sensor atau primary element. tetapi . Bagian ini berfungsi untuk mengubah measurument variable dengan cara memanipulasi besarnya manipulated variable. Set point adalah besar process variable yang dikehendaki.Gambar 2. Distrubance adalah besaran lain. Sebaliknya jika set point lebih kecil dari measured variable maka error menjadi negatif. Input proses dapat bermacam – macam. berdasarkan perintah controller. Besaran ini lazim disebut load. dan outputnya adalah sinyal yang keluar dari controller. Input control unit adalah error. Bila set point lebih besar dari measured variable maka error akan menjadi positif. Contoh sensing element yang banyak dipakai misalnya thermocouple atau oriface plate. yang pasti ia merupakan besaran yang di manipulasi oleh final control element atau control valve agar measurement variable sama dengan set point. Controller adalah elemen yang mengerjakan tiga dari empat tahap langkah pengendalian. yang dapat menyebabkan berubahnya controlled variable. Manipulated variable adalah input dari suatu proses yang dapat dimanipulasi atau diubah–ubah besarnya agar process variable atau controlled variable besarnya sama dengan set point. Besaran ini adalah diagram kotak disebut juga output proses atau proses variable. Controlled variable adalah besaran atau variabel yang dikendalikan. menghitung berapa banyak koreksi yang perlu dilakukan. Error bisa negatif dan juga bisa positif. Sensing element adalah bagian suatu ujung suatu sistem penguluran (measuring system). Control valve adalah suatu jenis final control element yang paling umum dipakai untuk sistem pengendalian proses. dan mengeluarkan sinyal koreksi yang sesuai dengan hasil perhitungan.2 Diagram blok aliran proses Didalam pengendalian otomatis sesuatu yang perlu diketahui definisi dari istilah – istilahnya yaitu :             Proses (Process) adalah tatanan peralatan yang mempunyai suatu fungsi tertentu.

dll. Bonnet terdiri dari stud bolt/nut. stem.pula dengan positioner yang fungsinya digunakan untuk menanggulangi hysterisis pada aksi control valve. yaitu terdiri dari plug. sedangkan sinyal urnumnya control 3-15 Psig untuk pneumetik dan 4 – 20 mA untuk elektrik. Elongated Slot berfungsi sebagai engsel untuk menjaga agar baffle naik turun seirama dengan gerak stem Rellay Manfaat yang lain dari positioner adalah untuk mempercepat reaksi control valve sehingga lag time dapat diperkecil. Kedua kondisi ini diciptakan demi kepentingan proses. bila sebuah control valve suplay dan sinyal controlnya pneumatik maka sinyal elekrik harus 4-20 mA harus dirubah ke 3-15 psig sinyal pneumetik oleh suatu konverter I/P. upper diapragma case. Untuk sebuah actuator pada urnumnya dikalibrasi untuk bergerak saat sinyal pneumetik lebih besar dari 3 psi dan kondisi gerak penuh pada saat sinyal 15 Psig. Suatu aktuator bisa bekerja apabila ada suplay tekanan dan sinyal control peneumatik ataupun elektrik. yaitu dengan meng-gunakan karakteristik aliran pada katup. Nozzel dan Baffle berfungsi untuk membocorkan sebagian tekanan suplay yang bekerja pada diapragma. pegas. Karakteristik aliran yang dgunakan adalah : Linear . seat. sedangkan fail close disebut juga air to open.pengendalian secara continuous yaitu control valve harus mengendalikan secara kontinu manipulated variable (mengatur besar bukaanvalve) agar proses variable selalu sama dengan set point.dll.Suatu kombinasi actuator dan valve dibuat untuk menghasilkan control valve fail to close dan control valve fail to open. dll. artinya 3-15 Psig setara dengan 0-100% pergerakan stem valve (strok) . Bellow dan spring berfungsi sebagai penterjemah tekanan pneumetik ke besaran gerak. Spesifikasi katup penting sekali untuk menyesuaikan karakteristik katup pengatur dengan karakteristik proses. Actuator adalah bagian yang mengerjakan gerak buka tutup valve yang terdiri dari diapragma. Dengan menggunakan penyesuaian itu seti-daknya akan mengurangi kesulitan – kesulitan yang dihadapi. Actuator control valve dilengkapi . Kontruksinya control valve fail open juga disebut air to close. valve positioner dapat diartikan juga sebagai controller karena didalamnya terdapat proses umpan balik (Proporsional Control) dari aksi actuator ke positioner. model. besarnya suplay tekanan pneumatik tergantung dari system. valve stem. Bonnet dan valve body. dan ukuran control valve itu sendiri (biasanya 20 psig). yoke. Sebuah control valve terdiri dari tiga dua bagian dasar yaitu actuator. gasket . positioner terdiri dari empat bagian yaitu :      Resricted Orifice yang berfungsi menghambat tekanan sumber (suplay). valve body. Sedangkan valve yang berhubungan langsung/menentukan besarnya flow yang berhubungan dengan fluida yang masuk ke proses.

dengan model matematisnya : f(x)=ax-1 Quick Opening Karakteristik ini menyatakan perubahan maksimum yang terjadi pada bukaan yang relatip kecil. Akan tetapi perubahan tekanan proses sering merubah karakteristik itu sendiri. Katup dengan karakteristik aliran seperti ini banyak digunakan untuk pengaturan on-off.Karakteristik ini menyatakan perubahan besarnya aliran yang proporsional dengan bukaan katup. BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PERCOBAAN Peralatan Percobaan 1. Kebanyakan control valve dioperasikan pada beban yang berubah – ubah dan dalam tekanan yang bervariasi serta respon valve yang cepat.2 Prosedur Percobaan pengendalian ON/OFF dengan . sehingga dalam membuat asumsi harus dengan tingkat perubahan karakteristik yang tergantung pada penurunan tekanan proses. Kontrol valve jenis ini banyak digunakan untuk pengendalian level per-mukaan dengan gain yang tetap.1 set simulasi variabel control temperatur. Sepuluh persen bukaan katup berarti sepuluh persen aliran. Multimeter digital 4. Untuk perubahan tekanan (Dp) yang melewati katup diasumsikan tetap. Quick opening dapat dipakai untuk kontrol on-off . 2. Equal percentage dapat dipakai untuk keperluan proses yang cepat dan dinamika sistem belum diketahui dengan baik. Untuk kasus normal diasumsikan bahwa penu-runan tekanan proses sama dengan penurunan tekanan katup dan perubahan yang dihasilkan kecil dan karakteristik dengan pengaruh perubahan tekanan dapat dia-tur. Termometer digital 3. Efektifitas respon dipengaruhi oleh karakteristik valve. Air dan tempatnya 3. Persamaan matematis dari jenis ini adalah : f(x)=x Equal Percentage Kontrol valve jenis ini menyatakan perubahan bukaan katup akan mengakibatkan perubahan aliran semakin lambat untuk harga a yang semakin besar.

3. Aturlah peralatan sesuai dengan gambar.com/2010/03/31/jurnal-praktikum-pengendalian-on-off/ . Amati dan catat perubahan suhu pada termometer digital Amati dan catat perubahan meassurment variabel pada controller Amati dan catat perubahan error pada controoler Amati dan catat kondisi kontroller ON atau OFF. 2.Gambar 3. Aturan tambahan dari asisten. 6. http://thathit. 7.wordpress.1 Rangkaian Peralatan Percobaan 1. 8. 4. 5. Aktifkan controller dan beri nilai pada set poin Start controller dan amati loop proses yang terjadi.