PENGGUNAAN TANGGA NADA (disusun oleh SingkongBalado) PERTAMA-TAMA SAYA INGIN MENEGASKAN BAHWA DI ARTIKEL INI SAYA

TIDAK BERMAKSUD SOK MENGGURUI SIAPAPUN, ARTIKEL INI SAYA MAKSUDKAN UNTUK BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN TEMAN-TEMAN SEMUA. JADI JIKA TEMAN-TEMAN MERASA BAHWA ADA KESALAHAN PADA ARTIKEL INI, MOHON DIMAKLUMI DAN DI REVISI. JANGAN JADIKAN ARTIKEL INI SEBAGAI PATOKAN, JADIKANLAH SEBAGAI REFERENSI SEMATA. KARENA METODE-METODE DISINI MERUPAKAN HAL YANG PENULIS SEBUT ‘ALA GUE’. DAN MASIH BANYAK TEORI DILUAR SANA YANG JAUH JAUH JAUH JAUH LEBIH SEMPURNA DARI TEORI ASAL INI. Tangga nada merupakan susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya, misalnya do, re, mi, fa, so, la, si, do. – Wikipedia Yup, itulah tangga nada. Sebuah komponen penting dalam suatu karya musik, menurut saya, tangga nada membuat musik lebih berwarna, dapat menentukan karakter musik dll. Tangga nada yang berbeda akan memberikan kesan yang berbeda pada suatu karya musik, misalnya, mayor akan menimbulkan perasaan ceria, dan minor sebaliknya. Sebelum melanjutkan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang masing – masing tangga nada yang nanti kita coba gunakan. (NB : gak semua tangga nada ya, disini saya hanya akan membahas sebagian nya saja.) 1. Mayor : Skala mayor atau tangga nada mayor adalah salah satu dari tangga nada diatonik yang tersusun oleh delapan not. Interval/jarak antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah : 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½. Contoh penggunaan tangga nada mayor pada C mayor adalah : C – D –E – F – G – A –B–C a. Ciri tangga nada mayor i. Bersifat ceria ii. Bersemangat iii. Pola interval/jarak nya adalah 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½

2. Minor : Skala minor atau tangga nada minor adalah salah satu dari tangga nada diatonik. Tangga nada ini tersusun oleh delapan not. Interval/jarak antara not yang berurutan dalam tangga nada minor (asli) adalah: 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1. Contoh penggunaan tangga nada minor pada A minor adalah : A – B – C – D – E – F – G – A a. Ciri tangga nada minor

a. skala pentatonik atau tangga nada pentatonik adalah suatu skala dengan lima not per oktaf. Pola interval/jarak nya adalah 1. kita bisa menggunakan nya sebagai berikut. E. dan begitu juga untuk root D. ½. Saya sendiri menerapkan tangga nada Minor pada suatu progresi sebagai berikut. Contohnya pada C minor adalah C. ½. 1. 1 ½. Pola interval/jarak yang berbeda-beda tiap jenisnya Nah sekarang kan udah tau tuh tangga nada itu apa :D sekarang kita bahas yuk cara singkat penggunaan nya ala gue. Banyak sekali jenis-jenis tangga nada pentatonik diseluruh dunia. kita bisa menggunakan C# sebagai penghubung. misalkan root adalah C. Pentatonik (This Is My Favourite ) : Dalam musik. Sebagai contoh saya menggunakan Root C pada sebuah komposisi lagu. ½. Jika root (nada dasar) dari sebuah progresi kord adalah C. Ciri tangga nada pentatonik i. 1. ½. Tangga nada atau skala Kromatik biasanya digunakan sebagai penghubung. A# a. Skala pentatonik ditemukan di seluruh dunia: dalam tuning krar di Ethiopia dan gamelan di Indonesia. Pola interval pentatonik minor adalah : 1 ½. ½. Contohnya adalah jika kita ingin memainkan nada dari C ke D. 1. 1 3. Kromatik : Skala kromatik atau tangga nada kromatik adalah tangga nada yang memiliki pola interval/jarak berurutan : ½. maka cara penghitungan nya seperti ini . juga pada melodi dari lagu spiritual AfrikaAmerika dan komponis Claude-Achille Debussy. untuk penggunaan tangga nada yang Minor. Ada diseluruh dunia ii.i. Pola interval/jarak nya masing-masing setengah nada tiap not 4. Jika root (nada dasar) dari sebuah progresi kord adalah C. G. ½. 1. Kurang bersemangat iii. F dst. Nah. maka kita bisa menggunakan tangga nada C Mayor. kita bisa menggunakan nya sebagai berikut. namun kali ini kita hanya akan membahas mengenai pentatonik minor. Ciri tangga nada kromatik i. 1. maka kita bisa menggunakan tangga nada A Minor. F. Biasa digunakan sebagai penghubung ii. Hahaha Untuk penggunaan tangga nada yang Major. maka saya akan menggunakan tangga nada minor pada nada ke 6 di scale mayor. D#. Bersifat sedih ii.

½. Got it? Sebenarnya ada banyak cara lain yang lebih benar tentang penggunaan skala pada karya musik yang jauh lebih hebat dari cara saya ini (cara asal-asalan xD).maka kita akan menggunakan pola minor di nada ke 6. Maka nada ke 6 lah yang dapat dipasangkan dengan minor. 1. Caranya adalah bentangkan pola mayor dari root lalu hitung nada dari 1 hingga 6. 1. maka bentangkan dari D dengan skala mayor. Misalnya root dari D. 1. lalu hitung. Jadi jangan pernah anda jadikan sebagai patokan harga mati. 1 ½) pada suat karya musik.C–D–E–F–G–A–B–C 1–2–3–4–5–6–7–8 Jarak : 1. Ingat ini hanyalah referensi. Berikut contoh penggunaan skala Pentatonik minor (1 ½. Silahkan salin nada-nada yang saya tuliskan pada 2 channel (masing-masing 4 phrase berurutan) dibawah ini PULSE 1 PULSE 2 Tekan tombol play . 1. ½ Bisa dilihat bahwa nada ke enam dari Root C adalah A. 1. 1.

Maklum newbie. ada beberapa yang copas dari wikipedia xD haha. Artikel ini tidak sepenuhnya saya tulis sendiri.Tidak fals bukan? Metode saya diatas bisa juga diterapkan pada scale minor lain nya. Mohon maaf bila ada kesalahan dan tolong di koreksi . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful