BAB IV STUDI KASUS ANALISA PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DI PT. SUKANDA DJAYA YOGYAKARTA A.

endahuluan Persaingan antar perusahaan yang semakin ketat dewasa ini, menuntut agar masing – masing perusahaan bersaing dalam memperebutkan konsumen. Konsumen sekarang semakin jeli dalam membeli suatu produk tertentu. Dalam usaha untuk memenangkan persaingan, maka setiap perusahaan haruslah mempunyai sumberdaya manusia yang handal dan kreatif. PT Sukanda Djaya Yogyakarta merupakan perusahaan distribusi makanan dan minuman yang beroperasi di wilayah Yogyakarta dan sekitar. Dalam menghadapi persaingan di bidang distribusi produk makanan nasional dimana perusahaan distribusi makanan berperan cukup penting, mengingat fungsinya yang bersifat penyalur dari produsen makanan sampai kepada kosumen end user, diperlukan manajemen sumberdaya manusia yang terorganisasi sehingga mampu meningkatkan kinerja para karyawannya. Di tengah tuntutan perkembangan yang semakin pesat tersebut, maka peran pihak manajemen perusahaan sangat penting untuk mengendalikan kinerja perusahaan. Bisa dikatakan, maju mundurnya perusahaan merupakan cermin dari keberhasilan manajemen perusahaan melakukan pengelolaan. Perusahaan distributor dapat dikategorikan sebagai sebuah organisasi. Organisasi yang didalamnya terdapat kumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dengan adanya struktur yang menegaskan masing-masing peran dalam perusahaan tersebut menjadikan setiap anggota perusahaan mengerti bagaimana ia berperan dalam mewujudkan tujuan itu. Salah satu faktor penting dari pendukung kinerja perusahaan adalah karyawan. Kemudian beranjak ke level lebih atas lagi hingga akhirnya mencapai P

22

23 . Karyawan yang berprestasi akan memperoleh penghargaan yang sesuai dengan hasil kerjanya. 2. Penelitian terbatas pada Semua karyawan yang berada di PT Sukanda Djaya Yogyakarta sesuai dengan staff bidang struktur organisasinya. Menambah wawasan tentang orientasi pengembangan teknologi di masa sekarang dan mendatang sehingga diharapkan dapat menyadari realitas antara teori yang diberikan di bangku kuliah dengan tugas yang didapat di lapangan. Rumusan Masalah 1. Sukanda Djaya Sleman Yogyakarta. pihak pimpinan perusahaan di PT Sukanda Djaya Yogyakarta mendelegasikan kepada pihak pusat personalia perusahaan. A. Batasan Masalah 1.kepemimpinan tertinggi pada suatu perusahaan. Kapan evaluasi penilaian kinerja karyawan dilakukan oleh PT Sukanda Djaya Yogyakarta? B. C. Tugas manajemen perusahaan adalah secara berkelanjutan meningkatkan efektivitas perusahaan. Penelitian penilaian kinerja karyawan dilakukan pada tahun 2010. Metode apa yang digunakan oleh PT Sukanda Dijaya Yogyakarta untuk penilaian kinerja karyawannya ? 2. Dalam melakukan penilaian ini. Secara lengkap tujuan kerja praktek ini adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Dalam kerja praktek kali ini peneliti bermaksud untuk melakukan analisis mengenai Analisa Penilaian Kinerja di PT. Tujuan Umum a. Efektivitas ini dapat diraih salah satunya dengan melakukan penilaian terhadap karyawan.

2. Menambah informasi dan pengetahuan mengenai prinsip- prinsip yang diajarkan selama masa kuliah dengan aplikasinya di dunia industri. Menginformasikan karyawan kepada untuk perusahaan lebih tentang perlunya juga mengadakan penilaian kinerja untuk karyawan. b. c. dapat meningkatkan nilai produktifitas kerja karyawan kepada perusahaan. Manfaat 1. 24 . Mengetahui cara penilaian kinerja karyawan di PT. d. SUKANDA DJAYA Yogyakarta. usaha untuk berpikir secara kritis dan melatih keterampilan sikap.b. D. SUKANDA DJAYA Yogyakarta. 2. Mengukur kemampuan analisis secara teoritis dengan Sebagai media untuk memperoleh pengalaman awal dalam kondisi nyata yang ada di lapangan. Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan proses promosi atau mutasi bagi pihak manajemen terhadap pekerja yang berada di PT. Perusahaan memiliki informasi tentang analisa proses penilaian tenaga kerja sebagai bahan pertimbangan untuk mengetahui kinerja pekerja yang bersangkutan. Tujuan Khusus a. serta pola tindak dalam masyarakat industri yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari. selain dapat memotivasi kedisiplinan berprestasi.

Penilaian Kinerja Karyawan L Menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. pertanggungjawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya (Mulyadi. Kinerja merupakan istilah umum yang digunakan untuk menunjukkan sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode seiring dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang diproyeksikan suatu dasar efisiensi. maka pengukuran kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi (Mulyadi. Menurut Handoko (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses mengevaluasi dan menilai prestasi kerja karyawan. 2001).B. Penilaian kinerja dapat digunakan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya dan untuk merangsang serta menegakkan perilaku yang semestinya diinginkan. berdasarkan sasaran. melalui umpan balik 25 . Oleh karena organisasi pada dasarnya dioperasikan oleh sumber daya manusia. standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. ANDASAN TEORI A. bagian organisasi dan personelnya. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka. Sedangkan penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasi suatu organisasi. 2001).

Dalam menentukan metode penilaian yang tepat diperlukan analisa terhadap kerja dari karyawan. Metode Penilaian Berorientasi Masa Lalu Metode ini mempunyai suatu kelebihan dalam hal prestasi kerja yang telah dilakukan dan telah terjadi dan sampai batas tertentu. Ada beberapa metode penilaian prestasi kinerja. Semua ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan rangsangan pada masingmasing bagian untuk bekerja lebih efektif dan efisien. yaitu : rating scales (skala rating). work standar (standar kerja). Sesi umpan balik. 3. Dengan adanya penilaian kinerja. 1997): 1. yaitu membandingkan antara kinerja aktual dengan standar-standar yang telah ditetapkan. behaviorally anchored scales. Mendefinisikan jabatan. baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. dapat diukur. Kelemahannya adalah bahwa prestasi kerja dimasa lalu tidak dapat diubah.hasil kinerja pada waktunya memberikan penghargaan. yaitu memastikan bahwa penilai dan yang dinilai sepakat tentang tugas-tugasnya dan standar jabatan. Menilai kinerja. metode pendekatan management by objective. ranking. Adapun macam dari metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kerja adalah (Syahrul. tetapi dengan mengevaluasi prestasi kerja dimasa lalu. forced-choice and weighted checklist performance report (pemilihan yang dipaksakan dan laporan pemeriksaan kinerja tertimbang). 2004): A. Penilaian kinerja terdiri dari 3 langkah (Dessler. forced distribution (distribusi yang dipaksakan). yaitu saat membahas kinerja dan kemajuan bawahan serta membuat rencana pengembangan. manajemen puncak dapat memperoleh dasar yang obyektif untuk memberikan kompensasi sesuai dengan prestasi yang disumbangkan masing-masing pusat pertanggungjawaban kepada perusahaan secara keseluruhan. menjadikan para karyawan mendapatkan bahan masukan mengenai upaya-upaya mereka 26 . 2. critical incidents (insiden-insiden kritis).

dan apabila kalau formulir akan digunakan untuk semua pekerja. Adakalanya suatu kriteria adalah penting bagi pekerja tertentu. Kelebihan metode ini : Dalam penyusunan dan administrasinya tidak mahal. Hasil yang diperoleh dari formulir dan prosedur yang di standarisasikan tidak selalu berhubungan dengan pelaksanaan kerja. d. tidak memakan waktu. Teknik-teknik penilaian tersebut mencakup antara lain: 1. Teknik penilaian ini merupakan suatu alat penilaian dengan rang subyektif. Kelemahannya : a. dan evaluasi hanya di dasarkan pada pendapat penilai. dimana penilai membandingkan hasil pekerjaan karyawan dengan faktor-faktor (kriteria) yang dianggap penting terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. latihan yang diperlukan penilai hanya sedikit. Checklist 27 . Rating Scale Pada metode ini. b. 2. evaluasi subyektif dilakukan oleh penilai terhadap prestasi kerja karyawan dengan skala waktu tertentu dari rendah sampai tinggi. dan dapat digunakan terhadap jumlah karyawan yang besar. Kesulitan dalam menentukan kriteria yang relevan terhadap pelaksanaan kerja. Biasanya formulir penilaian diisi oleh atasan langsung dengan menandai tanggapan yang paling sesuai untuk setiap dimensi pelaksanaan kerja. c. tetapi mungkin tidak tercakup dalam formulir penilaian. kemudian diperbandingkan diantara para karyawan. Apabila kriteria prestasi kerja tertentu sulit untuk didefinisikan. juga dapat mengurangi arti penilaian.untuk memperbaiki prestasi kerja mereka. maka formulir isian bisa jadi berisi variabel-variabel kepribadian-kepribadian yang tidak relevan. e. Tanggapan-tanggapan penilai bisa diberikan dengan nilai-nilai numerik agar memungkinkan skor rata-rata dihitung.

pengawasan sisa bahan atau pengembangan karyawan. Pada checklist ini. sehingga penilai tinggal memilihnya. Evaluasi dikirim kepada si atasan langsung untuk review. Berbagai peristiwa tersebut dicatat selama peristiwa evaluasi terhadap setiap karyawan. sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. dan bersifat subyektif. sehingga hal ini dapat mengurangai keterkaitannya dengan pekerjaan. terdapat item-item yang masing-masing diberi bobot. perubahan. Metode checklist dapat memberikan suatu gambaran prestasi kerja secara akurat. dan pemberian bobot ini memungkinkan penilai dapat dikuantifikasikan sehingga skor total dapat ditentukan. Tenaga ahli dari personalia mendapatkan informasi khusus dari atasan langsung tentang prestasi kerja karyawan. tetapi di dalam penggunaan kalimat-kalimat yang umum. 4. bahwa para atasan sering tidak berminat mencatat peristiwa-peristiwa atau cenderung mangada-ada. persetujuan dan pembahasan dengan karyawan yang dinilai. 3. Metode ini sangat berguna untuk bahan masukan kepada karyawan. seperti : pengendalian bahaya keamanan. Kemudian tenaga ahli ini mempersiapkan evaluasi atas dasar informasi tersebut. dimana tenaga ahli yang diwakilkan dari personalia turun ke lapangan dan membantu para atasan langsung dalam penilaian mereka.Metode penilaian checklist biasanya penilai adalah atasan langsung. Metode Peristiwa Kritis (Critical Incident Method) Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada catatan-catatan penilaian yang memperhatikan perilaku karyawan yang sangat baik atau sangat jelek di dalam hal pada saat pelaksanaan kerja . Metode Peninjauan Lapangan (Field Review Method) Pada metode ini. Kelemahannya. Tenaga ahli personalia dapat 28 . dan pada metode ini menggunakan kalimat-kalimat atau kata-kata yang menggambarkan prestasi kerja dan karakter-karakter karyawan. Kemudian peristiwa ini dibagi menjadi beberapa katagori. walaupun metode ini praktis dan terstandardisasi.

2. diskusi dengan atasan langsung. motivasi karyawan dan lainnya. Metode Penilaian Berorientasi Masa Depan Penilaian yang berorientasi masa depan dilakukan melalui penilaian potensi karyawn untuk menentukan prestasi kerja diwaktu yang akan datang atau penetapan sasaran-sasaran prestasi kerja dimasa mendatang. diharapkan dapat untuk menentukan prestasi kerja di masa yang akan datang. maka perilaku defensif cenderung tidak akan terjadi. 6. dan penilaian mengenal intelektual. Tes yang dilakukan dapat berupa tes tertulis atau peragaan keterampilan. Penilaian mengenai psikologi biasanya dilakukan oleh para psikolog. emosi. dan penilaian-penilaian langsung lainnya.mencatat penilaian pada tipe formulir penilaian apapun yang digunakan perusahaan. Dan kegunaan dari pada penilaian kelompok ini untuk pengambilan keputusan kenaikan upah. Apabila karyawan menilai dirinya sendiri. dengan membandingkan karyawan yang satu dengan yang lainnya. Penilaian Psikologis (Psychological Appraisal) Penilaian psikologis terdiri dari wawancara. Penilaian Diri (Self-Appraisal) Metode penilaian ini digunakan untuk pengembangan diri. tes-tes psikologi. Metode Evaluasi Kelompok Pada metode penilaian ini biasanya dilakukan oleh atasan langsung. Penilaian ini terutama sekali digunakan untuk penempatan dan 29 . Tes dan Observasi Prestasi Kerja Metode ini. sehingga upaya untuk perbaikan cenderung untuk dapat dilakukan. promosi dan berbagai bentuk penghargaan organisasional karena dapat menghasilkan rangking karyawan dari yang terbaik sampai terburuk. didasarkan pada tes pengetahuan dan keterampilan. 5. Metode yang digunakan terdiri dri : 1. B.

investasi untuk membangun sistern penilaian ini akan memberikan return on investment yang sangat tinggi. Dengan membangun. manajemen menetapkan sasaran yang akan dicapai beserta langkahlangkah pencapaiannya dalam sebuah perencanaan. pengembangan. pelatihan. Kemudian dengan menggunakan sasaran-sasaran tersebut penilaian prestasi kerja dilakukan secara bersama pula. 2006) B. Dalam pelaksanaan perencanaan. Hasil akhir dari penilaian ini sepenuhnya tergantung pada keterampilan para psikolog. organisasi yang inovatif membangun fondasi manajemen human capital yang solid. penghargaan. talent management dan manajemen suksesi. C. Organisasi yang memiliki sistem penilaian yang baik memproteksi diri dari tuntutan atau litigasi. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian personel secara maksimum. (Anonim. manajemen menetapkan pengendalian yang efektif. Pelaksanaan rencana dapat ditempuh dengan tangan besi yang dapat menjamin pencapaian sasaran organisasi secara efektif dan efisien namun pencapaian ini akan disertai dengan rendahnya moral karyawan. Manfaat Penilaian Kinerja Penilaian kinerja dimanfaatkan manajemen untuk berbagai tujuan antara lain (Mulyadi & Setyawan. Pendekatan Management by Objective (MBO) Inti dari metode pendekatan MBO adalah bahwa setiap karyawan dan penilai secara bersama untuk menetapkan tujuan-tujuan atau sasaransasaran pelaksanaan kerja diwaktu yang akan datang. mendokumentasikan sistem penilaian yang baik. 2000) yaitu : 1. Maka. rekrutmen.pengembangan karyawan. Kondisi moral karyawan yang demikian tidak akan terjadi apabila pengelolaan perusahaan didasarkan atas maksimalisasi motivasi 30 . kompensasi. Sistem ini sekaligus dapat mengintegrasikan proses human capital lainnya seperti. Dalam mengelola perusahaan. pemilihan karyawan.

2. Sulit bagi perusahaan untuk mengadakan program pelatihan dan pengembangan bila perusahaan tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan karyawan yang dimilikinya. Hasil penilaian kinerja dapat menyediakan kriteria untuk memilih program pelatihan karyawan yang sesuai dan untuk mengevaluasi kesesuaian program pelatihan karyawan dengan kebutuhan karyawan. 4. mutasi atau pemutusan hubungan kerja permanen. Penggunaan wewenang dan konsumsi sumber daya dalam pelaksanaan wewenang itu dipertanggungjawabkan dalam bentuk kinerja. Penghargaan digolongkan dalam 2 kelompok yaitu : 31 . Organisasi memiliki suatu keinginan untuk mengembangkan karyawan selama masa kerjanya agar karyawan selalu dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang terus mengalami perubahan dan perkembangan. 3.karyawan. Data hasil evaluasi kinerja yang diselenggarakan secara periodik akan sangat membantu memberikan informasi penting dalam mempertimbangkan keputusan tersebut. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai mereka. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. Motivasi akan membangkitkan dorongan dalam diri karyawan untuk menggerakkan usahanya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi. biasanya manajemen atas mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada manajemen dibawah mereka disertai dengan alokasi sumber daya yang diperlukan dalam pelaksanaan wewenang tersebut. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan. 5. Dalam organisasi perusahaan. Penilaian kinerja akan menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan yang berkaitan dengan karyawan seperti promosi. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.

Sukanda Djaya Cabang Yogyakarta. 2. tidak langsung. maupun yang berupa kompensasi non keuangan dimana ketiganya memerlukan data kinerja karyawan agar penghargaan tersebut dirasakan adil oleh karyawan yang menerima maupun yang tidak menerima penghargaan tersebut. C. METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Pengumpulan Data Studi Pustaka Studi pustaka dalam hal ini dilakukan untuk mempelajari tema kerja praktek dengan literatur yang terkait analisa penilaian kinerja karyawan. Obyek Penelitian Penelitian dilakukan di PT. Waktu Penelitian Kerja praktek ini dilakukan selama kurang lebih 1 bulan yakni pada bulan (24 Januari – 28 Februari 2011). 2. SUKANDA DJAYA Yogyakarta serta melakukan pengambilan data yang dibutuhkan. 2. Wawancara Melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten dan terkait secara langsung untuk melakukan pengambilan data sesuai dengan penelitian. terdiri dari kompensasi yang diberikan kepada karyawan. Observasi Melakukan pengamatan secara langsung di PT. 3. Yogyakarta. berupa puas diri yang telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan telah mencapai sasaran tersebut. berlokasi di Jl.2 Sleman. 32 . 3. Ring Road Utara Km.a) Penghargaan intrinsik. b) Penghargaan ekstrinsik. baik berupa kompensasi langsung. Metodologi Penelitian a) 1.

internet. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diambil dengan tujuan utama bukan untuk penelitian. 33 . buku dan literatur lainnya.b) 1. Data primer ini dapat diperoleh dari hasil observasi dan wawancara sehingga diperoleh informasi sesuai dengan kondisi fakta yang ada di perusahaan yang berhubungan dengan permasalahan di lapangan serta dapat di identifikasi gejala-gejalanya secara langsung dan sistematis. akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk penelitiian. Data sekunder ini dapat diperoleh dari referensi yang berasal dari berbagai macam sumber seperti perpustakaan. Data Data Primer Data primer merupakan data yang khusus diambil untuk tujuan penelitian. 2.

Flow Chart Tahapan Penelitian: Mulai Studi Pustaka -Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan -Review Kinerja Karyawan Perumusan masalah -Metode Penilaian Karyawan -Penilaian Kinerja Karyawan -Rapat Review Kinerja. Penetapan Tujuan .Mengetahui penilaian kinerja .Evaluasi dan perbaikan penilaian kinerja Pengumpulan Data: -Wawancara -Observasi Pengolahan Data Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Analisa Data 34 .

Kesimpulan 1. Review kinerja pada Kepala unit sebaiknya dilakukan pada jangka waktu tertentu secara berkala untuk lebih menguatkan koordinasi. Penilaian yang dihasilkan berupa angka numerik yang mana hasilnya akan digunakan sebagai referensi dalam menentukan bonus. Dalam melakukan Penilaian Kinerja Karyawan diperlukan metode yang paling tepat yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan perusahaan. Pada Factory Mushroom. Karyawan kontrak/borongan pada Factory Mushoom di PT Suryajaya Abadiperkasa perlu dinilai secara lebih obyektif. Penilaian metode cheeklist dapat direkomendasikan untuk membantu Kabag Produksi dalam melakukan penilaian. intensif atau promosi jabatan. 2. Penilaian Kinerja Karyawan di PT Sukanda Djaya Yogyakarta dilakukan setiap tahun pada akhir tahun terhadap semua karyawan oleh atasannya masing-masing menggunakan metode rating scale. B. 35 .Kesimpulan Selesai BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN A. karyawan borongan dinilai berdasarkan pemantauan kabag produksi dan produktivitas secara umum terhadap hasil akhir produksi (Field Review Method). Saran 1. 2. Selain itu juga dilakukan review kinerja dan monitoring internal sebagai bentuk penilaian kinerja karyawan lainnya.

36 .

Alih Bahasa Jilid 1 & Jilid 2. Handoko. Mei. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Notoatmodjo. Medan: USU Digitally Library. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. V dan Ahmad. 1996. Majalah Human Capital No. 2003. Syahrul. Jakarta: Simon & Schuster (Asia Pte. Jilid 1 & Jilid 2. Manajemen Sumber Daya Manusia.F. G. BPFE. FS. Gary. F. Alih bahasa. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. 37 . Cet.). 2004. Freeman E and Daniel. ke-2. Jakarta : Rineka Cipta. James A. S. Jakarta: Prenhallindo. Ltd. Teknologi dan Mutu Makanan Kaleng. D. Hani. 26 Mei 2006 Muchtadi. Edisi ke-7. Rivai. 1997. Penilaian Prestasi Kerja. 1995.P a g e | 37 DAFTAR PUSTAKA Dessler. Stoner. 2005. Manajemen. 1996. Jakarta: PT Rajagrafindo. Performance Appraisal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful