Trilogi Sukses menjadi Mahasiswa (Berhentilah Lalu Gantikan)…

REP | 21 January 2012 | 03:10 Dibaca: 295 Komentar: 1 Nihil

Banyak mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan konsistensi terhadap segala hal yang di jalaninya, mulai dari waktu perkuliahan, mendalami organisasi (beretorika,berdiskusi dan menjalankan program kerja) sampai pada mengasah kemampuannya dalam meihat peluang demi meraih masa depan cemerlang. Jika di telisik ke belakang, apa yang tidak di dapat mahasiswa di bandingkan orang awam dan tidak mengenyam pendidikan..??. Rasanya mahasiswa telah mendapat semua ilmu yang di cari oleh semua orang, dari mulai ilmu agama,pemikiran,kepimpinan,teori-teori dasar membangun sebuah paradigma yang mampu mengarahkan orang lain,ilmu filsafat sampai ilmu menjadi seorang enterpreneurship (kewirausahaan). Mahasiswa mendapatkan hal ini karena mereka lah orang-orang yang di persiapkan untuk terjun langsung ke masyarakat menerjemahkan Tri dharma perguruan tinggi (pendidikan,pengabdian,penelitian). Inilah uyang membuat mahasiswa disebut “kaum intelektual” (kaum yang memiliki cara pikir dan penerapan implementasi dari sebuah ilmu yang berbeda dan lebih mahir dalam sebuah multy sains dibandingkan orang awam ). Namun pada kenyataannya, banyak yang mahasiswa menemui jalan buntu ketika lulus dari sebuah perguruan tinggi secara akademik, ada yang berhenti kuliah, memilih menjadi aktivis secara prakmatis, pebisnis dadakan tanpa ilmu yang mumpuni sampai bimbang dengan perasaannya sendiri. Dan pada akhirnya dari itu semua memiliki imbas negatif cukup besar secara psikis bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara individu dan lebih luas lagi dalam perkembangan mobilitas dalam bernegara secara fundamental. Sebenarnya apa yang membuat keberadaan mahasiswa itu sangat di perhitungkan dan menjadi pusat perhatian dalam menelaah perkembangan dunia ini..??? Jawabannya adalah, sebab mahasiswalah yang mampu mengelola sebuah ilmu yang jauh lebih rumit dan penuh dengan teka-teki kehidupan secara individu dan sosial, mampu merubah maindsheet seseorang untuk dapat dipahami dan di mengerti bahkan di ikuti orang lain, serta menjadi

. yaitu berkecimpung dan terjun langsung ke dalam masyarakat.penglihatan sampai informasi yang berkembang melalui kehebatan tekhnologi.??? atau meraih penghasilan Rp. Lalu apa sebenarnya yang menjadi hal yang paling penting dalam meraih sebuah kesuksesan ketika kita masih menjadi mahasiswa sebelum terjun ke dalam dunia sesungguhnya.di bentuk sampai di buahi dalam sisi pembiasan dalam pemikiran dan berkomunikasi. dan menjadi perlindungan dalam sisi spiritual.Profesor atau Guru besar. kita definisikan dahulu arti “KESUKSESAN” itu sendiri sebelum kita melangkah jauh meraihnya dengan segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki. memiliki rumah dan jabatan yang mumpuni serta memiliki berbagai gelar dan penghargaan di segala bidang.. Apakah arti sukses itu berarti telah meraih jenjang tertinggi di dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan meraih gelar Doktor. Sedangkan di lain sisi mahasiswa juga menjadi ladang yang sangat potensial untuk di kelola. mahasiswa juga telah mampu membuktikan menjadi tauladan secara emosional.pemicu perubahaan dalam membuat sebuah system dalam berorganisasi (organisasi dalam diri sendiri.??? Definisi ini tidak salah dan dapat di benarkan sesuai paradigma kita masing-masing jika kita ingin mempercayai keabsahannya.eksternal dan internal sampai bernegara). Dari sisi spiritual pun sebenarnya secara sederhana kita dapat mendefinisikan arti kesuksesan yang dapat kita jadikan sebuah pijakan dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya. 25-100 juta/bulan. Kemudian bagaimana landasan yang sesungguhnya agar kita mengenal lebih jauh “Trilogi kesuksesan” yang dimaksud tersebut agar kita bisa menerapkannya..” (HR Thabrani). mulai dari pengalaman.??? Sebelumnya. maka binasalah segala amalan lainnya. Dan jika shalatnya baik. Tapi ada definisi yang lebih bijak dari sisi spiritual. Selain kemampuan secara akademisi. dan pada akhirnya . ayo kita simak definisi sukses menurut Rasulullah SAW: “Yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Namun lagi-lagi kembali dalam pengembangannya dari sebuah arti kesuksesan yang nantinya kita yakini sesuai dengan keadaan kita sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Jika shalatnya rusak. maka baiklah segala amalan yang lain.keluarga.

Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. urut-urutan. analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. mengganti sel yang rusak dan melawan unsur-unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. logika. angka-angka. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui. matematika. Otak kiri bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal. 2.berhasil menemukan sebuah jawaban yang obyektif dari sebuah pertanyaan yang beranakpinak dalam benak kita selama ini. Ada 4 ciri kecerdasan secara umum yang dimiliki manusia dapat kita lakukan pengklasifikasian dalam pembahasan kali ini : 1. bahasa. emosi. Di zaman dulu IQ dijadikan ukuran utama kecerdasan seseorang. kreativitas. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ) IQ adalah kemampuan nalar. Tubuh kita terus menerus memantau lingkungannya. warna. Coba renungkan : Tanpa adanya perintah dari kita tubuh kita menjalankan sistem pernafasan. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient – PQ) Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (IQ). Kita sering tidak memperhitungkannya. menentukan sebab akibat. berpikir abstrak. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient – EQ) . kata-kata. sistem syaraf dan sistem-sistem vital lainnya. menghancurkan sel pembawa penyakit. dan intuitif. Baru kemudian disadari bahwa konsep dan batasan-batasan di atas seperti itu terlalu mempersempit kecerdasan tersebut. memvisualkan sesuatu. imajinasi. memahami. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita. berbahasa. 3. seni/artistik. menganalisis. sistem peredaran darah. Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar. atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. musik.

EQ adalah pengetahuan mengenai diri sendiri. relasi dan dalam kepemimpinan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (nalar). 1. Kecerdasan spiritual merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya. dan bersifat holistik atau menyeluruh Penggabungan pemikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) akan menciptakan keseimbangan. karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. EQ digambarkan sebagai kemampuan otak kanan dan dianggap lebih kreatif. empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. kesadaran diri. yang dapat dilambangkan sebagai kompas. Kecerdasan Spiritual juga membantu kita untuk mencerna dan memahami prinsip-prinsip sejati yang merupakan bagian dari nurani kita. menyatakan dan menghormati perbedaan. Kecerdasan Emosi adalah kepekaan mengenai waktu yang tepat. Dalam jangka panjang. kepekaan sosial. dan keberanian untuk mengakui kelemahan. kecerdasan emosional akan merupakan penentu keberhasilan dalam berkomunkasi. Berhentilah banyak bicara. penilaian dan kebijaksanaan yang lebih baik. Dari keempat dasar kecerdasaan manusia secara umum inilah kita bisa membuat “Trilogi Kesuksesa” saat menjadi mahasiswa yang sebenarnya amat di butuhkan dalam menjalani rutinitas mencari jati diri dan jalan hidup yang ingin di capai. Orang itu mungkin akan menutupi kekurangannya itu dengan bersandar pada kemampuan intelektualnya dan akan mengandalkan posisi formalnya. Seseorang yang memiliki IQ tinggi tetapi memiliki kecerdasan emosionalnya (EQ) rendah. tempat intuisi. kepatutan secara sosial. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas. 4. gantikan dengan perbuatan nyata : dari apa yang telah kita miliki sebagai manusia yang di ciptakan begitu sempurna oleh Tuhan terlebih . dia tidak tahu bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Kompas merupakan gambaran fisik yang bagus sekali bagi prinsip. maka SQ juga merupakan arus utama dalam kajian dan diskusi folosofis dan psikologis. pengindraan. karena dia selalu menunjuk ke arah utara. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient – SQ) Sebagaimana EQ.

3.sukses atau gagal.hidup atau mati.tidak terlalu berlebihan. Padahal ” TERNYATA” pilihan itu hanya ada 2 yang telah Tuhan ajarkan selama kita dalam proses menjejaki kehidupan. dan terbiasa bersantai ria namun semuanya tidak di imbangi dengan kemampuan memanage secara personality dan pengembangan spiritual yang secara konsisten. hanya ada kiri atau kanan. Pada akhirnya mahasiswa seperti ini terjerat dengan penghimpitan ilmu yang mentah dan mudah terbantahkan oleh orang lain. Padahal “TERNYATA” jika kita lebih bisa bersabar dan mau merendahkan hati untuk dapat belajar dari siapa pun bahkan orang awam atau kaum marginal sekali pun kita akan mendapatkan ilmu yang jauh lebih banyak. bukan hanya pintar berbicara dan beretorika saja. .tidak melebihi kapasitas diri dan cobalah untuk selalu bersyukr dengan apa pun yang kita alami selama hidup. pada akhirnya karena gelar itu lah terkadang mahasiswa telah merasa mampu menyerap semua ilmu yang dibutuhkannya atau sekedar percaya diri bisa bersaing dalam kompetensi persaingan pekerjaan. gantikan dengan haus akan ilmu dan berbagilah : banyak mahasiswa yang telah merasa puas dengan gelar yang mereka raih. waktu itu masih lama.menyandang status Mahasiswa “TERNYATA” kita di persiapkan untuk melakukan sebuah tindakan yang nyata berdasarkan pemikiran dan di ilhami dari sebuah perasaan yang terdapat dalam proses menjadi manusia dan menyandang status mahasiswa. Kita juga lebih menghargai ilmu itu buat diri kita dan orang lain dengan cara berbagi ilmu itu sendiri dalam penerapannya secara spesifik.entah karena sudah penat dengan proses pembelajaran atau karena tidak adanya materi untuk meneruskan ke jenjang yang lebih jauh lagi. masih ada kesempatan kedua. Berhentilah merasa puas dan egois. Kuncinya dari berbagai hal dalam menjalankan kehidupan dalam meraih sebuah kesuksesan adalah artikan dan wujudkan kesuksesan itu secara “SEDERHANA”.depan atau belakang.bahkan bisa jadi oleh orang awam sekalipun.laki-laki atau perempuan. Terjunlah langsung kelapangan sebagai bahan uji coba penerapan ilmu yang kita dapatkan dari berbagai sumber ilmu. dan banyak yang lain lagi. 2. gantikan dengan 2 pilihan yang nyata : kebiasaan mahasiswa yang memiliki pemikiran bahwa pilihan itu banyak.surga atau neraka. sebab “orang-orang yang terbaik adalah orang-orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain”. Berhentilah berpikir banyak pilihan.

persepsikan hidup anda sesuai kemampuan anda.Bukankah hidup itu cuma satu kali. (Muhammad Yunus). Jadi. sukses dunia dan akhirat.cerdas. dan cermat” yang di tulis oleh seorang Tutor di klinik menulis Universitas Azzahra.com/2012/01/21/trilogi-sukses-menjadi-mahasiswa-berhentilah-lalugantikan/ . *Tulisan ini adalah pengembangan dari “Trilogi sukses mahasiswa. Selamat mencoba dan saling berkompetisi dalam meraih kesuksesan yang hakiki.waktunya singkat dan kesempatannya sedikit.kompasiana. http://regional. sedangkan semua hal yang berasal dari ucapan orang lain jadikan sebagai motivasi dan pencerminan diri agar kita tidak lupa diri darimana kita berasal dan sejauh apa kita berkembang. cara cepat.