SISTEM POLITIK INDONESIA

A. Pengertian sistem Politik
1. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. 2. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. 3. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. 4. Pengertian Sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden,

B. Proses Politik Di Indonesia
Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari masa-masa berikut ini: - Masa prakolonial - Masa kolonial (penjajahan) - Masa Demokrasi Liberal - Masa Demokrasi terpimpin - Masa Demokrasi Pancasila - Masa Reformasi Masing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek : - Penyaluran tuntutan - Pemeliharaan nilai

Kapabilitas .Integrasi horizontal.Keterlibatan militer – sangat kuat karena berkaitan dengan perang .Integrasi horizontal – harmonis dengan sesama penjajah atau elit pribumi . Masa prakolonial (Kerajaan .Pemeliharaan nilai – disesuikan dengan penguasa .Aparat negara – loyal kepada penjajah .Pemeliharaan nilai – sering terjadi pelanggaran ham . kebanyakan masih potensial .Integrasi vertikal – atas bawah .Aparat negara – loyal kepada kerajaan dan raja yang memerintah .Stabilitas Bila diuraikan kembali maka diperoleh analisis sebagai berikut : 1. politik belah bambu (memecah belah) .Integrasi vertikal .Kapabilitas – melimpah tapi dikeruk bagi kepentingan penjajah .Integrasi vertikal – dua arah.Kepemimpinan .Gaya politik .Gaya politik – kerajaan .Integrasi horizontal – nampak hanya sesama penguasa kerajaan .Integrasi vertikal – atas bawah tidak harmonis .Gaya politik – ideologis .Keterlibatan militer . muncul solidarity makers dan administrator .Pemeliharaan nilai – penghargaan HAM tinggi .Kapabilitas – SDA melimpah .Penyaluran tuntutan – tinggi tapi sistem belum memadani .Keterlibatan militer – sangat besar .Kepemimpinan – raja.Stabilitas – stabil tapi dalam kondisi mudah pecah 3.Partisipasi massa .Kapabilitas – baru sebagian yang dipergunakan..Kepemimpinan – dari penjajah dan elit pribumi yang diperalat . pangeran dan keluarga kerajaan .Aparat negara . Masa Demokrasi Liberal . atas bawah dan bawah atas .Penyaluran tuntutan – rendah dan terpenuhi . Masa kolonial (penjajahan) .Penyaluran tuntutan – rendah dan tidak terpenuhi .disintegrasi.Partisipasi massa – sangat rendah bahkan tidak ada .Gaya politik – penjajahan.Partisipasi massa – sangat rendah .Stabilitas – stabil dimasa aman dan instabil dimasa perang 2.Integrasi horizontal .

Masa Reformasi .Partisipasi massa – tinggi .Partisipasi massa – awalnya bebas terbatas.Partisipasi massa – sangat tinggi. . purnawiranan.Aparat negara – loyal kepada pemerintah (Golkar) .Kapabilitas –disesuaikan dengan Otonomi daerah . distributif dan simbolik.Keterlibatan militer – dibatasi .Gaya politik – pragmatik .Integrasi horizontal – berperan solidarity makers.Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas .Aparat negara – loyak kepada kepentingan kelompok atau partai .Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan paternalistik .Stabilitas . Masa Demokrasi terpimpin .Pemeliharaan nilai – terjadi Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM .Keterlibatan militer – militer masuk ke pemerintahan . politisi .Partisipasi massa – dibatasi .Integrasi vertikal – atas bawah .Keterlibatan militer – militer dikuasai oleh sipil .Kepemimpinan – angkatan sumpah pemuda tahun 1928 .Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM rendah .Penyaluran tuntutan – tinggi dan terpenuh -Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM tinggi .Integrasi horizontal – nampak .stabil 5.Aparat negara – loyal kepada negara .Stabilitas stabil 6.Integrasi vertikal – dua arah.Keterlibatan militer – merajalela dengan konsep dwifungsi ABRI . nasakom .Integrasi horizontal – nampak.Aparat negara – harus loyal kepada negara bukan pemerintah .Kepemimpinan – sipil. konsep pembangunan .Gaya politik – intelek.Kapabilitas – sistem terbuka ..Kapabilitas – abstrak. atas bawah dan bawah atas .Integrasi vertikal – atas bawah . ekonomi tidak maju .Stabilitas – instabil .instabilitas 4. Masa Demokrasi Pancasila .Stabilitas . pragmatik. muncul kebebasan (euforia) . kemudian lebih banyak dibatasi .Kepemimpinan – teknokrat dan ABRI .Penyaluran tuntutan – awalnya seimbang kemudian tidak terpenuhi karena fusi . bahkan muncul kudeta .Gaya politik – ideolog.

Sejarah Sistem Politik di Indonesia Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Pengaruh ini akan memunculkan perubahan politik. lingkungan luar masyarakat dan lingkungan internasional. hal ini mengakibatkan keterlibatan masyarakat terkekang. SDA yang dimiliki oleh masyarakat dan negara diolah sedemikian rupa untuk dapat didistribusikan secara merata. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Seperti pengelolaan minyak tanah. atau dari kelompok infrastruktur politik dan dari lingkungan internasional. pertambangan yang ketika datang para penanam modal domestik itu akan memberikan pemasukan bagi pemerintah berupa pajak. Kapabilitas Distributif. yaitu kemampuan Sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kapabilitas simbolik. artinya kemampuan pemerintah dalam berkreasi dan secara selektif membuat kebijakan yang akan diterima oleh rakyat. Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik : 1. Kapabilitas Regulatif (pengaturan). karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan. Adapun pelaku perubahan politik bisa dari elit politik. Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikuti oleh teoritisi liberal abad ke-18 dan 19 melihat prestasi politik diukur dari sudut moral. 3. misalkan seperti sembako yang diharuskan dapat merata distribusinya keseluruh masyarakat. Dalam menyelenggaran pengawasan tingkah laku individu dan kelompok maka dibutuhkan adanya pengaturan. . Regulasi individu sering memunculkan benturan pendapat. pelaku-saranan-tujuan dan pengambilan keputusan Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan. Perubahan ini besaran maupun isi aliran berupa input dan output. Semakin diterima kebijakan yang dibuat pemerintah maka semakin baik kapabilitas simbolik sistem. Sedangkan pada masa modern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat prestasi (performance level) yaitu seberapa besar pengaruh lingkungan dalam masyarakat. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka. Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja seperti dari sistem kepartaian. Pajak inilah yang kemudian menghidupkan negara. 4. Kemampuan SDA biasanya masih bersifat potensial sampai kemudian digunakan secara maksimal oleh pemerintah. 2. Proes mengkonversi input menjadi output dilakukan oleh penjaga gawang (gatekeeper). tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatan tradisional dengan melakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretan sekilas. Seperti ketika pemerintah membutuhkan maka kemudian regulasi diperketat. Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar politik. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Kapabilitas Ekstraktif.C. Demikian pula dengan pajak sebagai pemasukan negara itu harus kembali didistribusikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Pendekatan yang harus dilakukan dengan pendekatan integratif yaitu pendekatan sistem.

suprastruktur dibagi menjadi 3 kelompok seiring adanya perubahan sosial dan politik pada masa revolusi perancis 1789-1799 kala itu. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia Sistem politik yang didasarkan pada nilai. Sistem Pemilihan langsung 7. khususnya dari pemerintah dan agama. Minimal dalam kapabilitas internasional ini negara kaya atau berkuasa (superpower) memberikan hibah (grants) dan pinjaman (loan) kepada negara-negara berkembang. Negara berdasarkan atas hukum 3. output berupa kebijakan pemerintah sejauh mana dipengaruhi oleh masukan atau adanya partisipasi masyarakat sebagai inputnya akan menjadi ukuran kapabilitas responsif. sehingga pada dasarnya negara tidak boleh dikuasai oleh satu tangan saja. prosedur.5. Ide kedaulatan rakyat 2. peniadaan hak milk pribadi. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. kapabilitas dalam negeri dan internasional. Sistem Politik Di Negara Komunis Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. 3. . pembatasan kekuasaan. tidak adanya oposisi. prinsip. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas. bahkan sekarang banyak negara yang memiliki kapabilitas ekstraktif berupa perdagangan internasional. Sistem pemerintahan presidensiil SUPRA STRUKTUR POLITIK INDONESIA LEMBAGA EKSEKUTIF. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. dan kelembagaan yang demokratis. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat 2. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. pertukaran gagasan yang bebas. penegakan hukum. LEGISLATIF DAN YUDIKATIF Suprastruktur politik merupakan suatu lembaga formal yang menjadi suatu keharusan untuk kelengkapan sistem bernegara. Bentuk Republik 4. Sebuah negara tidak bisa sendirian hidup dalam dunia yang mengglobal saat ini. D. dalam proses politik terdapat hubungan antara input dan output. hal itulah yang mengidikasikan dalam menjalankan suatu pemerintahan perlu adanya pembagian tugas. Kapabilitas responsif. Sistem Politik Di Negara Liberal Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. peniadaan hak-haak sipil dan politik.

1. Suprastruktur politik Prof.tumbuh berkembang pada masyarakat. Menetapkan peraturan pemerintah c. Fungsi : a. contohnya LSM. Hak mengajukan pertanyaan e. Montesquieu. Mengawas atas pelaksanaan UU tertentu b. Mengubah menetapkan UUD b. dll 2. Fungsi legislasi b. Pengajuan usul . Eksekutif Kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden. yaitu DPR dan DPD. membagi lembaga dalam 3 kelompok : 1. dll. Media massa. sistem politik adalah kelembagaan dari hubungan antara supra struktur dan infra struktur politik. Presiden di bantu oleh wakil presiden dan mentri-mentri. kewajiban. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD b. Dengan merujuk asas trias politika. Di tandai dengan adanya lembaga perwakilan. Legislatif Indonesia menganut sistem bikameral. presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan negara. Membentuk UU b. supra struktur sering disebut juga bangunan. dan hak presiden antara lain : a. DPR Tugas : a. tokoh masyarakat. Melantik presiden dan wakil presiden dll 2. Hak angket c. Fungsi pengawasan Hak-hak DPR a. Wewenang. yaitu suatu lembaga yang lahir . Membahas RAPBN bersama presiden. Mengangkat memberhentikan menteri-menteri. Fungsi anggaran c. Hak interpelasi b. MPR Kewenangan : a.selain suprastruktur politik ada juga yang dinamakan dengan infrastruktur politik. Hak menyampaikan pendapat d. Hak mengajukan usul RUU 3. Hak Imunitas f. 1. untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Kekuasaan legislatif terletak pada MPR dan DPD. parpol. Sri Sumantri. DPD Fungsi : a.

Mahkamah Konstitusi (MK) 3. Eksekutif juga mempunyai tugas untuk melaksanakan: 1Kekuasaan diplomatik. atau yang lebih dikenal dengan Revolusi Perancis. Lembaga penyelenggara kekuasaan negara berikutnya adalah lembaga eksekutif yang berfungsi menjalankan undang-undang. Eksekutif yakni Badan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan undang undang yang dibuat oleh Legeslatif dan aturan-aturan turunannya. maka rakyatlah yang berdaulat. Lembaga ini mempunyai kekuasaan membentuk undang-undang sebagai cerminan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan umum tadi. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh : 1.Selain melaksanakan undang-undang. Jumlah anggota eksekutif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah anggota legislatif. Dalam arti luas. (ii) eksekutif. Insfektif Pengertian lain Cikal Bakal lahirnya istilah ini adalah Perubahan Sosial dan Politik di Perancis pada tahun 17891799. Pada intinya. Komisi Yudisial (KY) 4.Lembaga eksekutif dijalankan oleh Presiden dan dibantu oleh para menteri. hal ini bisa dimaknai karena eksekutif berfungsi hanya menjalankan undang-undang yang dibuat oleh legislatif. secara sempit lembaga eksekutif diartikan sebagai kekuasaan yang dipegang oleh raja atau presiden. Badan yang mengawasi pelaksanaan undang-undang termasuk memberikan hukuman kepada warga masyarakat yang telah terbukti melanggar peraturan perundangundangan. (i) legislatif. 2. beserta menteri-menterinya (kabinetnya). Rakyat yang berdaulat ini mempunyai kemauan (Rousseau menyebutnya dengan Volonte Generale atau Generale Will). Mahkamah Agung (MA) 2. Legislatif berfungsi membuat undang-undang (legislate). Oleh karenanya sebutan mudah bagi lembaga eksekutif adalah pemerintah. Lembaga ini sering disebut sebagai dewan perwakilan rakyat atau parlemen. Pengertian lain Secara sederhana dapat diketahui bahwa penyelenggaraan kekuasaan negara dijalankan oleh 3 (tiga) lembaga yakni. Legeslatif yakni Badan yang bertanggung jawab dalam pembuatan undang undang (Pembuat Undang-Undang) 2. Yudikatif. Pelaksanaan undang-undang ini tetap masih diawasi oleh legislatif. 3. Yudikatif Pasal 24 UUD 1945 menyebutkan tentang kekuasaan kehakiman dan memiliki tugas masingmasing. dan (iii) yudikatif. melainkan harus dibagi menjadi 1. termasuk memperjelas/menjabarkan agar undang undang tsb bisa dilaksanakan dan dimengerti oleh masyarakat. Rakyat memilih beberapa orang untuk duduk di lembaga legislatif sebagai wakil rakyat guna merumuskan dan menyuarakan kemauan rakyat dalam bentuk kebijaksanaan umum (public policy). yaitu berkaitan dengan pelaksanaan hubungan luar negeri. bahwa sistem kekuasaan negara itu tidak boleh dipegang oleh satu tangan. Di negara-negara demokratis. yaitu berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang dan administrasi .Kekuasaan administratif. lembaga eksekutif juga mencakup para pegawai negeri sipil dan militer. Menurut teori kedaulatan rakyat.3.

Perjalanan sejarah kehidupan partai poliik di Indonesia secara garis besarnya dapat dijelaskan sebagai berikut :  Masa pra kemerdekaan . sistem pemerintahan presidensiil dan sistem pemerintahan parlementer. tokoh politik (political figure). kelompok penekan (pressure group). yaitu menyangkut pemberian pengampunan. a. Sistem pemerintahan presidensiil (fixed executive) atau (non-parlementary executive) adalah apabila ekesekutif bertanggung jawab secara langsung dengan periode waktu tertentu kepada suatu badan yang lebih luas dan tidak terikat pada pembubaran oleh tindakan parlemen (legislatif). Berdasakan teori politik. yaitu berkaitan dengan penyusunan rancangan undang-undang dan mengatur pengesahannya menjadi undang-undang. Infrastrukur politik Didalam suatu kehidupan politik rakyat (the sosial political sphere). Partai politik (political party ). d.Kekuasaan yudikatif (kehakiman). akan selalu ada keterkaitan atau keterhubungan dengan kelompok-kelompok lain ke dalam berbagai macam golongan yang biasanya disebut “kekuatan sosial politik masyarakat”. Kalau kelahiran partai politik dilihat sebagai pengewajantahan dari kedaulatan rakyat dalam poltik formal. Partai politik ( political party ) di Indonesia Partai politik sebagai institusi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat dalam mengendalikan kekuasaan. 5. yaitu berkaitan dengan organisasi angkatan bersenjata dan pelaksanaan perang. penangguhan hukum dan sebagainya terhadap pelaku kriminal atau narapidana. Hubungan ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat yang melahirkannya. maka semangat kebebasan selalu dikaitkan orang ketika berbicara tentang partai politik sebagai pengendali kekuasaan.negara. c.Kekuasaan militer. 2.Kekuasaan legislatif. 3. media komunikasi politik (political communication media) dan e. Sistem pelaksanaan kerja dan pertanggungjawaban ekesekutif (pemerintah) didasarkan atas dua model sistem pemerintahan. disebut “infrastruktur politik”. 4. Lembaga penyelenggara kekuasaan negara ketiga adalah lembaga yudikatif (kehakiman) yang berfungsi mengadili undang-undang. infrastruktur politik mencakup 5 (lima) unsur atau komponen sebagai berikut : a. b. Kelompok masyarakat tersebut yang merupakan kekuatan politik riil didalam masyarakat. kelompok kepentingan (interst group).

Hatta yang antara lain memuat keinginan pemerintah akan kehadiran partai politik agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasi (aliran pahamnya) secara teratur. PNI. Partai Islam. Sejak dikeluarkannya Maklumat Pemerintah tersebut. Selanjutnya dengan diberlakukannya UU RI no. (Golkar. Partai Kebangsaan Indonesia (Parki). Parkindo. organisasi ini berkembang di kalangan pelajar dalam bentuk studieclub dan organisasi pendidikan. Dan pemilu yang direncanakan dilaksanakan dalam waktu dekat. . Golkar dengan ciri kekayaan dan keadilan sosial. 4).  Masa pasca kemerdekaan (tahun 1945-1965) Tumbuh suburnya partai-partai politik pasca kemerdekaan. Namun dalam perkembangan berikutnya. Murba. PPP dengan ciri ke-islaman dan ideologi islam. Usaha pertama disamping memulihkan partai-partai yang tidak secara resmi dilarang. dapat diklasifikasi sejumlah partai politik yang ada sebagai berikut : 1). Partai Indonesia Nasional(PIN). Dasar Marxisme : Partai Komunis Indonesia (PKI). Partai Sosialis Indonesia. Partai Rakyat Indonesia (PRI). Awal kebangkitan orde baru (1966) dalam melakukan pembelahan institusi politik. Ikatan Nasional Indonesia (INI). ternyata baru terlaksana tahun 1971 dengan peserta sebanyak 10 partai politik. tetap berpandang bahwa jumlah partai politik yang terlalu banyak tidak menjamin stabilitas politik. adalah menyusun undang-undang tentang pemiluyang dianggap sesuai dengan perkembangan masyarakat saat itu. Partai Tani Indonesia (PTI). Partai Murba. Partai Rakyat Nasional (PRN). Masa Orde baru (tahun 1966-1998). b) Partai Sjarikat Indonesia. c) Pergerakan Tarbiyan Islamiah (Perti). Dasar Kebangsaan : Partai Nasional Indonesia (PNI). Dasar Nasionalisme: Partai Demokrat Tionghoa (PTDI). Pada awalnya. Partai Wanita Rakyat (PWR). 2). Partai Buruh.Organisasi modern pertama di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah (tidak secara fisik) adalah Budi Utomo yang didirikan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Partai Rakyat Jelata (PRJ). Wanita Demokrasi Indonesia (PTI). Partai Katolik. Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). Partai Demokrasi Rakyat (Banteng). e) Nahdlatul Ulama (NU). 3). NU dan PNI. dan IPKI). didasarkan pada Maklumat Pemerintah tertanggal 3 November 1945 yang ditandantangani Wakil Presden Moh. Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI). PSII. 2). Partai Indonesia Raya (Parindra Persatuan Indonesia Raya (PIR). d) Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Parmusi. ia menjadi partai politik yang didukung kaum terpelajar dan massa buruh tani. dan f) Partai Katolik. Dasar Ketuhanan : a) Partai Masjumi. Hasil Pemilu 1971 menunjukkan kemenangan Golkar yang diikuti oleh Parmusi. NU. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai). Pemilu tahun 1977 dan 1982 hanya diikuti oleh 3 ( tiga) peserta : 1). 03 tahun 1957. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

kolusi. nepotisme (KKN) yang melibatkan pejabat birokrasi dan pengusaha.2%). Kelompok kepentingan pada negara totaliter (partai tunggal) pada umumnya dianut oleh negara komunis (Rusia. Almond.1%).3).3%). (seorang . Partai-partai politik diberikan kesempatan untuk hidup kembali dan mengikuti pemilu dengan multipartai yang terselenggarakan pada tahun 1999 berdasarkan undang-undang No. RRC. Menurut Gabriel A. Kelompok non-asosiasional: Kelompok yang berasal dari unsur keluarga dan keturunan atau etnik. agama. dan lain-lain). Kelompok kepentingan (interest group) Kelompok kepentingan (interest group). tahun 1997 (62. David Lane. partai politik dan Golkar ditetapkan hanya mempergunakan satu-satunya asas. fakta memperlihatkan bahwa selama pemilu orde baru.  Masa/Era Repormasi (tahun 1999 s. 3 tahun 1999. kelompok kepentingan dapat diidentifikasikan ke dalam jenis-jenis kelompok sebagai berikut :     Kelompok Anomik : kelompok yang terbentuk dari unsur–unsur masyarakat secara spontan dan seketika akibat isu kebijakan pemerintah. yaitu Pancasila dengan tujuan agar setiap kontestan pemilu lebih berorientasi pada program kerja masing-masing. dalam gerak langkahnya akan sangat tergantung pada sistem kepartaian yang diterapkan dalam suatu negara. sangat mengejutkan bagi semua manusia elemen masyarakat Indonesia ternyata paska-orde baru pemilu diikuti sebanyak 48 partai politik. politik.8%). Era orde baru mengalami antiklimaks kekuasaan setelah pada akhir tahun 1997 negara Indonesia mengalami krisis moneter yang selanjutnya berkembang menjadi krisis multidimensi karena terperangkap hutang luar negeri yang besar dan banyaknya praktik korupsi. b. dalam pemilu 1971 golkar meraih (62.sekarang) Era reformasi benar-benar merupakan arus angin perubahan menuju demokratisasi dan asas keadilan. Vietnam. kebangsaan (nasionalisme).2%) tahun 1992 (68.1%) dan pada tahun 1997 (70. status dan kelas yang menyatakan kepentingannya berdasarkan situasi. 3 tahun 1985. regional. tahun 1987 (73. Korea Utara. tahun 1982 (64.d. dan kedilan Pada pemilu tahun 1987 dan 1992 dengan diberlakukannya UU NO. dsb. Kelompok asosiasional: Kelompok yang menyatakan kepentinganya secara khusus. penerapan atas tersebut langsung sampai dengan pelaksanaan pemilu 1997. Aktivitas kelompok kepentingan umumnya menyangkut tujuan-tujuan yang lebih terbatas. Kelompok insitusional : kelompok yang bersifat formal dan memiliki fungsi–fungsi politik atau sosial. PDI dengan ciri demokrasi. Kuba. dengan sasaran-sasaran yang monolitis dan intensitas usaha yang tidak berlebihan. memakai tenaga professional dan memiliki prosedur yang teratur untuk merumuskan kepentingan dan tuntutan. golkar selalu dominan.

disiplin partai baik dalam parlemen maupun kabinetrelatif lebih ketat dan hal ini merupakan kendala tersendiri terutama untuk mendukung sepenuhnya program-program kelompok-kelompok tertentu. Kelompok-kelompok institusional.analisis politik) mengidentifikasi 5 (lima) kategori kelompok kepentingan di Uni Soviet (Rusia). Kelompok Penekan (pressure group) Kelompok penekan merupakan salah satu institusi politik yang dapat dipergunakan oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhannya dengan sasaran akhir adalah untuk mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijakan pemerintah. Di negara berkembang pada umumnya. seperti petani dan tukang. pengusaha. Pada negara yang menerapkan sistem dua partai. dan sebagainya. yaitu: a. atau yang mempunyai jarak dengan rezim penguasa. sepsrti serikat-serikat datang. Dengan asumsi demi stabilitas politik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) b. seperti kelompok intelektual yang menentang rezim atau anggota sekte-sekte keagamaan tertentu. Namun pasca Orde Baru (tahun 1998) yang disebut dengan era reformasi. Kelompok-kelompok yang tidak terorganisir dalam satu kesatuan. c. Tampak bahwa pada masa itu pemegang kekuasaan negara/pemerintah cukup tangguh mengendalikan kehidupan politik supaya terdapat keleluasaanbagi proses pembangunan bidang kehidupan lainnya. c. Kelompok penekan dapat terhimpun dalambeberapa asosiasi yang mempunyai kepentingan sama. Masyarakat masih dibatasi realita politiknya (terutama masa orde baru) oleh para pemegang kekuasaan negara/pemerintah. Elite politik. dan khususnya di Indonesia masyarakat yang tergabung dalam kelompok kepentingan biasanya sensitive terhadap isu politik dalam lingkup kelompok politik yang sempit. lembaga swadaya masyarakat. Berkembangnya sistem politik di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari peran kelompok kepentingan yang selama Orde Baru berkuasa berseberangan. yang bukan merupakan bagian dariaparat Soviet (Rusia). seperti para dokter dan guru d. seperti anggota-anggota politburo b. terutama dari kalangan akademisi. antara lain : a. e. Kelompok-kelompok pembangkang setia. Organisasi-organisasi sosial keagamaan . masyarakat berperan aktif dalam menumbuhkan sangkar partisipasi politik “demokratisasi” setelah selama 32 tahun dikekang dengan berbagai instrument politik dan peraturan perundangan. Pengelompokan-pengelompokan sosial yang tidak terorganisir dalam satu kesetian. politikus.

Tujuan dan target mereka biasanya bagaimana agar keputusan politik berupa undang-undang atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih menguntungkan kelompoknya (sekurang-kurangnya tidak merugikan). yang kemudian memperkenalkan mereka pada peran-peran khusus dalam sistem politik. Yayasan atau Badan hukum lainnya. film. pengangkatan diri mereka selalu melalui proses. Media komunikasi seperti surat kabar. dan sebagainya dapat memainkan peran penting terhadap penyampaian informasi serta pembentukan/mengubah pendapat umum dan sikap politik publik. dan atas dasar isme-isme kesukuan dan kualifikasi tertentu. yaitu :   Transformasi dari peranan-peranan non-politis kepada suatu situasi di mana mereka menjadi cukup berbobot memainkan peranan-peranan politik yang bersifat khusus. Tokoh Politik (political/figure) Pengangkatan tokoh-tokoh merupakan proses transformasi seleksi terhadap anggota-anggota masyarakat dari berbagai sub-kluktur. Di dalam benak masyarakat sering timbul pertanyaan apakah pengangkatan tokoh-tokoh politik akan pengaruh besar terhadap pembangunan dan perubahan? Pada umumnya pengangkatan . manakala partai politik peranannya tidak bisa lagi diharapkan untuk mengangkat isu sentral yang mereka perjuangkan. kelas. kita mengenal berbagai kelompok penekan baik yang sifatnya sektoral maupun regional. Bagi actor-aktor politik itu sendiri. Organisasi pembela Hukum dan HAM f. e. Organisasikepemudaan d. keagamaan. Proses pengangkatan itu melibatkan baik persyaratan status maupun penyerahan posisi khusus pada mereka. Media komunikasi politik (political communication media) Media komunikasi politik merupakan salah satu instrument politik yang dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi dan persuasi mengenai politik baik dari pemerintah kepada masyarakat maupun sebaliknya. Kondisi inilah yang mendorong kelompok penekan tampil ke depan sebagai alternative terkemuka. fax. walaupun mereka telah cukup mampu untuk mengemban tugas seperti itu. Kelompok penekan. televise. Mereka pada umumnya dapat menjadi kelompok penekan dengan cara mengatur orientasi tujuan-tujuannya yang secara operasional (melakukan negosiasi) sehingga dapat mempengaruhi kebijaksanaan umum. Dalam realitas kehidupan politik. radio. internet. Organisasi Lingkungan Kehidupan e. d. status sosial. kadang-kadang muncul lebih dominan dibanding dengan partai politik. Pengangkatan dan penugasan untuk menjalankan tugas-tugas politik yang selama ini belum pernah mereka kerjakan.c. telepon.

Di negara-negara demokrasi pada umunya. Seligman . organisasi. Masalah kekuasaan c. Leditimasi elit politik b.tokoh-tokoh politik akan memberikan angin segar dalam memaparkan beberapa komponen perubahan dalam segala untuk dan menifestasinya. diktator atau otoriter. Representativitasi elit politik d. pengangkatan tokoh-tokoh politik dilakukan melalui pemilihan umum. Pengangkatan tokoh-tokoh politik akan berakibat terjadinya pergeseran di sector infrastruktur politik. proses pengangkatan tokoh-tokoh politik akan berkaitan dengan beberapa aspek . Hubungan antara pengangkatan tokoh-tokoh politik dengan perubahan politik. Menurut Lester G. kelompok-kelompok kepentingan serta derajat politisasi dan partisipasi masyarakat. asosiasi-asosiasi. Hal ini akan berbeda jika dilaksanakan di negara-negara totaliter. yakni : a. .