P. 1
Proposal Dialog Nasional

Proposal Dialog Nasional

|Views: 68|Likes:
Published by Wahid Abdulrahman

More info:

Published by: Wahid Abdulrahman on Jun 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2012

pdf

text

original

Seminar Nasional :"PANCASILA SEBAGAI MODUS VIVENDI DALAM BERAGAMA DAN BERKEPERCAYAAN DI INDONESIA

"
(Saturday, 26 August 2006) -

Untitled Document

Senin, 28 Agustus 2006 Seminar Nasional Sehari : PANCASILA SEBAGAI MODUS VIVENDI DALAM BERAGAMA DAN BERKEPERCAYAAN DI INDONESIA

Untitled Document

PANCASILA SEBAGAI MODUS VIVENDI DALAM BERAGAMA DAN BERKEPERCAYAAN DI INDONESIA

A. Dasar Pemikiran Pancasila telah dirumuskan dan disepakati oleh para pendiri republik ini sebagai modus vivendi (pedoman hidup) bagi bangsa Indonesia yang pluralistik. Setiap sila dalam Panca Sila merupakan obyektifikasi dalam istilah Kuntowijoyo dari nilai-nilai universal dalam setiap agama dan kepercayaan. Walaupun berbeda-beda dari segi syariat dan aqidah, ada nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai nilai-nilai luhur. Nilai-nilai bersama itu dalam Al-Quran disebut dengan kalimatin sawa. Pancasila adalah kalimatin sawa common ground. Dalam perjalanan sejarah, Pancasila telah menjadi pemersatu bangsa dalam perjuangannya untuk menentang penjajahan dan memakmurkan rakyat. Pernah Panca Sila dipertentangkan dengan Islam, sehingga konstituante (pada tahun 1950-an) telah dijadikan ajang konflik. Konflik ini kemudian melimpah dari gedung parlemen ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak korban berjatuhan karena konflik ini. Akhir-akhir ini, konflik antar umat beragama, intra umat beragama dan di eantara kelompok agama dan kelompok sekular mulai berkembang ke arah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mengacam kesatuan dan persatuan bangsa serta NKRI. Kalimatin sawa telah terlupakan.
http://icas-indonesia.org - ICAS Powered by Mambo Generated: 1 June, 2008, 06:05

Lemhanas dan Wantanas dengan risau menyebutkan memudarnya kesadaran Panca Sila pada kelompok elit. Indikasinya adalah lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah (Pusat maupun Daerah), MUI dan lembaga-lembaga public lainnya yang menyuburkan sikap-sikap intoleransi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Maka dipandang sudah sangat urgent adanya upaya untuk dan merekonstruksi kembali pemahaman dan penghayatan terhadap Panca Sila dan agama-agama, mensosialisasikan kembali Panca Sila, dari kelompok elite sampai rakyat alit. Seminar ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan terhadap ideology Panca Sila dan upaya-upaya pensosialisasian Panca Sila secara demokratis. B.Tujuan 1. Mengumpulkan pandangan para tokoh agama dan kepercayaan tentang Panca Sila sebagai modus vivendi bernegara dan beragama. 2. Memulai upaya penyadaran bangsa akan pentingnya Panca Sila sebagai rujukan nilai bagi semua kelompok agama dan kepercayan untuk membela dan mempertahankan keutuhan NKRI. 3. Mengumpulkan gagasan-gagasan teoritis tentang pemaknaan Panca Sila sebagai modus vivendi beserta implikasi praktisnya

C.Bentuk Kegiatan SEMINAR NASIONAL SEHARI: D.Tema PANCASILA SEBAGAI MODUS VIVENDI DALAM BERAGAMA DAN BERKEPERCAYAAN DI INDONESIA E.Nara Sumber 1. Bp. Prof. Dr. Muladi (Gubernur Lemhanas) 2. Bp. Mayjen Muhammad Yassin (Sekjen Wantanas) 3. Bp. Fauzi Bowo (Wagub DKI) 4. Bp. Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc. (Islam) 5. Romo Prof. Franz Magnis Suseno (Katolik) 6. Pdt. Weinata Sairin (Kristen) 7. Romo Alvin S. Purnama (Budha) 8. Pandita Dr. Gede M.N Natih (Hindu) 9. Bp. Dr. Wahyono Raharjo (Penghayat Kepercayaan) 10. Bp. Onga Widjaya (Khonghucu)

F.Penyelengara Seminar ini diselenggarakan bersama oleh: Ikatan Jamaah AhlulBait Indonesia (IJABI) bekerja sama dengan dan Islamic College for Advanced Studies (ICAS)
http://icas-indonesia.org - ICAS Powered by Mambo Generated: 1 June, 2008, 06:05

Universitas Paramadina Jakarta dan Badan Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB), serta didukung oleh Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS).

F.Partisipan Seminar ini direncanakan akan dihadiri undangan, sejumlah 100 orang, dari unsur: 1. Perwakilan Organisasi Keagamaan 2. Perwakilan Organisasi Kepercayaan 3 Organisasi Massa berbasiskan Agama 4. Organisasi Kepemudaan (OKP) 5. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 6. Perwakilan Perguruan Tinggi 7. Organisasi Kemahasiswaan

E.Agenda Acara Acara ini dirangkai dalam bentuk Seminar Nasional Sehari guna menyediakan ruang publik kepada segenap komponen bangsa untuk memberikan masukan (input) atau penafsiran terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara. Ada pun acara tersebut akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Senin, 28 Agustus 2006 W a k t u : 09:00 17.00 BBWI T e m p a t : Auditorium Adhiyana, Wisma ANTARA Lt.2 Jl. Merdeka Selatan 17 Jakarta F. Penutup Demikianlah proposal ini kami sampaikan. Semoga Seminar ini bermanfaat bagi perjalanan kebangsaan dan kenegaraan kita. Atas kontribusi dan atensinya kami hatur terima kasih.

http://icas-indonesia.org - ICAS

Powered by Mambo

Generated: 1 June, 2008, 06:05

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->