Alat musik tradisional Korea Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum

Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Alat musik tradisional Korea adalah kumpulan alat musik dari Korea yang jumlahnya lebih dari 60 jenis. Alat-alat musik ini sebagian besar masih dimainkan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi hingga kini. Alat musik yang paling banyak dimainkan antara lain gayageum, daegeum, haegeum dan geomungo.

Alat musik asli Korea diciptakan sejak periode sebelum Tiga Kerajaan Korea sampai periode Silla Bersatu (668-935). Pada masa Tiga Kerajaan (57 SM – 668), banyak alat musik baru diperkenalkan dari Asia Tengah. Alat musik Cina dari periode Dinasti Tang diperkenalkan di akhir periode Silla Bersatu dan dari Dinasti Song pada masa Dinasti Goryeo (918-1392). Masuknya alat-alat musik asing menambah banyak jumlah alat musik Korea. Para musisi pada masa itu melakukan eksperimen dengan alat-alat musik tersebut untuk menyelaraskannya dengan cita rasa musik lokal. Alat musik Korea dapat dibedakan menjadi alat musik asli (hyang, 鄕) dan alat musik Cina (tang, 唐).

Jenis Alat musik petik Gayageum Hyang

Gayageum adalah kecapi yang memiliki 12 senar. Kecapi ini diciptakan pada abad ke-6 di Kerajaan Gaya. Jenisnya terdiri dari 2 menurut musik yang dihasilkannya, yakni sanjo dan jeongak. Sanjo gayageum digunakan untuk pementasan musik solo dan jeongak gayageum untuk pementasan musik orkestra. Geomungo adalah kecapi bersenar 6 yang diciptakan di kerajaan Goguryeo. Jenis geomungo dibagi 2, yakni sanjo geomungo untuk permainan solo dan jeongak geomungo untuk orkestra. Selain itu, adapula jenis alat musik yang dimainkan dalam pementasan di istana dan tempat ibadah.

Seul adalah kecapi 25 senar yang saat ini tak lagi dimainkan. Terdapat 3 jenis ajaeng yakni jeongak ajaeng. dan daejaeng.Tang Haegeum adalah rebab bersenar dua yang berasal dari Cina. Tang . Barat Yanggeum adalah jenis kecapi asal Asia Tengah yang masuk dari Cina pada abad ke-18. Chojeok adalah suling kecil. Sogeum adalah suling bambu kecil.[1] Daegeum terdiri atas sanjo dan jeongak. Alat musik istana Geum adalah kecapi bersenar 7 yang dimainkan dalam pementasan musik istana. sanjo ajaeng. Alat musk tiup Taepyeongso Hyang Daegeum adalah suling besar yang berasal dari zaman Silla Bersatu bersama Sogeum dan Junggeum. Hyangpiri adalah suling yang memiliki 7 lobang dan biasa dimainkan pada pementasan musik orkestra dan solo. Ajaeng kecapi gesek bersenar 7.

Hun hanya dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo. Alat musik istana Saenghwang atau saeng adalah organ mulut yang memiliki 17 pipa. Taepyeongso adalah jenis suling bernada tinggi yang dilengkapi kerucut. Hun adalah jenis suling bulat dari tanah liat dan memiliki 7 buah lobang. Tangpiri dimainkan dalam permainan musik Cina (Dang-ak).Tangpiri adalah suling asal Cina yang serupa dengan hyangpiri namun berukuran lebih pendek. namun lebih ramping dan volume suaranya lebih kecil. Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik istana. Alat musik ini memiliki 3 buah lobang dan dimainkan secara vertikal. Tungso adalah suling Korea yang terpanjang. Hwa adalah jenis organ mulut kecil yang memiliki 13 buah pipa. Yak adalah jenis suling yang dimainkan di pementasan musik istana. So adalah jenis pipa (panpipe) yang jenisnya terbagi atas so yang berpipa 12. Tungso terdiri dari jeongak tungso dan sanjo tungso. . Ji adalah suling yang memiliki 5 lobang yang berjumlah 4 buah di depan dan 1 lobang di belakang. Alat musik lainnya Danso adalah jenis suling vertikal yang memiliki 5 buah lobang dan bisa dimainkan secara solo (sanjo) atau dalam pementasan orkestra (jeongak). terutama pada pementasan musik istana. Hanya so berpipa 16 yang masih dimainkan saat ini. Alat musik ini diperkenalkan dari Asia Tengah lewat Cina di akhir abad ke-14. U adalah jenis organ mulut besar yang memiliki 36 buah pipa. Taepyeongso adalah alat musik penting dalam permainan pungmul. 16 dan 24. Jeok adalah jenis suling dengan 6 buah lobang.[2] Sepiri adalah suling yang serupa dengan hyangpiri.

Pungmul Janggo adalah jenis genderang berbentuk jam pasir.[4] Kkwaenggwari memiliki suara yang tinggi dan banyak digunakan dalam permainan musik petani dan musik ritual Shamanisme.[3] Saat ini dimainkan secara luas dalam pementasan musik petani (pungmul).[6] Alat musik istana Pyeon-gyeong Pyeonjong adalah lonceng perunggu yang terdiri dari 16 buah yang digantung menjadi 2 baris.[7] Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik ritual dan musik istana. Kkwaenggwari adalah gong kecil yang disebut juga gong tangan.Alat musik perkusi Janggu Hyang Jing adalah gong besar yang terbuat dari kuningan dan awalnya dimainkan dalam musik militer. . Alat musik ini banyak digunakan dalam pementasan musik petani dan sebagai pengiring nyanyian tradisional.[5] Soribuk adalah genderang yang dimainkan sebagai pengiring nyanyian. Tang Bak adalah alat musik yang terdiri dari rangkaian 6 potongan kayu tipis.[6] Badan pungmul janggo terbuat dari kayu dan dilapisi kulit binatang pada kedua ujungnya. Soribuk adalah versi modifikasi dari pungmulbuk.[8] Alat musik ini diperkenalkan dari Song. Pungmulbuk adalah genderang yang dimainkan dalam permainan musik petani. Janggu atau janggo adalah genderang yang berbentuk jam pasir yang serupa dengan pungmul janggo. musik Shamanisme (musok) dan musik agama Buddha.

Geomungo atau hyeon-geum ("kecapi hitam") adalah sebuah kecapi tradisional dari Korea. A#/Bb. A#/Bb. 22. Gayageum kemudian disebarkan ke kerajaan Silla dan masih dimainkan hingga kini. Suara nada yang dihasilkan Geomungo dianggap lebih "maskulin" dibanding alat musik petik gayageum yang dianggap lebih feminin. dan A#/Bb satu oktav lebih rendah daripada nada tengah. Cheong Jang. Di Korea Utara gayageum bersenar 21 lebih banyak dimainkan. guqin (di Korea disebut chilhyeon-geum. Son Myeongdeuk. 17. yang ditulis tahun 1145. 21. Chuk adalah kotak kayu persegi yang dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo dan Jongmyo. Geomungo memiliki ukuran panjang 162 cm dan lebar 23 cm. Senarnya dipetik menggunakan tongkat bambu kecil suldae dengan tangan kanan.[10] Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo dan Jongmyo. Gayageum adalah alat musik petik tradisional Korea yang berupa kecapi dengan 12 senar.Teukjeong adalah lonceng yang serupa dengan pyeonjong namun hanya terdiri dari satu lonceng saja. yakni pada Makam Muyongchong dan Makam Anak Nomor 3. namun keduanya dimainkan baik oleh pria maupun wanita. sementara tangan kiri menekan senar untuk menghasilkan nada. Pyeongyeong adalah potongan batu yang berbentuk L. yakni Raja Gasil. yang dimainkan dengan cara dipukulkan. C. 1. harfiah "kecapi tujuh senar"). Gwi Geum. An Jang. Gayageum moderen adalah hasil modifikasi dari akhir zaman Dinasti Joseon pada abad ke-19 dan seringkali dinamakan sanjo gayageum. . Batu musik ini diperkenalkan dari Cina dan dimainkan dalam pementasan musik istana. Geomungo dimainkan pada saat pementasan solo (sanjo) atau dengan alat musik lain. alat musik ini diwariskan ke Ok Bogo. Alat musik serupa dengan Geomungo terlukis di dalam kuburan Goguryeo. Berdasarkan babad Samguk Sagi (Sejarah Tiga Kerajaan). Tipe nada yang dimainkan untuk musik tradisional Korea adalah D#/Eb. lalu disebarluaskan ke seluruh negeri.[9] Eo adalah alat musik yang berbentuk replika macan yang dimainkan dengan cara digesekkan. Sejarah Awal mula alat musik ini berasal dari zaman Goguryeo. 18. Gayageum telah mengalami banyak modifikasi sejak dahulu. Teukgyeong adalah batu yang serupa dengan pyeongyeong. karena jika dilihat namanya merujuk pada Goguryeo dan kadang diartikan sebagai "kecapi Goguryeo". Geomungo dimainkan sambil duduk. atau 25 buah senar yang terbuat dari nilon. Setelah kematiannya. dan Geuk Jong. geomungo ditemukan oleh perdana menteri Wang San-ak dari Goguryeo yang dimodelkan dari alat musik tradisional Cina. namun hanya terdiri dari satu batu saja. Berdasarkan babad Samguk sagi (1145) alat musik ini diciptakan oleh Raja ke-6 dari Kerajaan Gaya. G#/Ab. 2. Gayageum yang dimoderenkan mempunyai jumlah senar yang lebih banyak yakni 13.

三竹. Tiga suling ini dikenal juga sebagai samjuk (삼죽.dan memiliki kaki-kaki "Anjok" dengan badan yang terbuat dari kayu paulownia dan memiliki 6 buah senar sutera tebal.小琴). Samjuk bermula dari zaman kerajaan Silla. Daegeum dimainkan dalam permainan musik istana dan musik rakyat. . 中琴) dan sogeum (소금. Daegeum memiliki membran yang menghasilkan suara berat atau melankolis. Jenis suling yang sama namun lebih kecil adalah junggeum (중금. 3. atau "tiga bambu").[1] Permainan solo daegeum yang disebut daegeum sanjo adalah Warisan Budaya Nonbendawi Korea Selatan pada tahun 1971. secara solo maupun orkestra. Daegeum adalah suling bambu besar dari Korea.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful