P. 1
Penggunaan Pendekatan Stirling Untuk Menentukan Peluang Thermodinamika

Penggunaan Pendekatan Stirling Untuk Menentukan Peluang Thermodinamika

|Views: 131|Likes:
Published by Yurika Prastiwi

More info:

Published by: Yurika Prastiwi on Jun 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2012

pdf

text

original

2.

1 Penggunaan Pendekatan Stirling Untuk Menentukan Peluang Thermodinamika Jumlah mikrostate yang berkaitan dengan makrostate tertentu, atau peluang thermodinamika dari makrostate (W), untuk kasus gas dimana jumlah N dan semua Ni adalah sangat besar. Faktorial untuk jumlah bilangan yang besar dapat dilakukan dengan pendekatan Stirling yang akan kita turunkan berikut ini. Logaritma asli (alamiah) dari x faktorial adalah : ln (x!) = x ln x - x + 1 = x ln x - x Harga logaritma ini secara exact sama dengan luas daerah di bawah kurva tangga yang ditunjukkan dengan garis putus-putus pada gambar 3, antara x = 1 dan x = x, karena masingmasing segiempat lebarnya satu satuan dan tinggi yang pertama ln 2, tinggi yang kedua ln 3, dst. y

y = ln x

ln 5 ln 4 ln 3 ln 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 x

Gambar 3. Luas daerah di bawah kurva pada gambar 3 secara aproksimasi sama dengan luas kurva di bawah fungsi y = ln (x) dengan batas-batas yang sama dengan kurva tangga. Secara pendekatan untuk x yang besar, diperoleh : ln (x!) = ∫ ln(x)dx
0 x

= x ln x - x + 1 Untuk x besar faktor 1 dapat diabaikan, dengan demikian: ln(x!) = x ln x - x Persamaan ini dikenal dengan Pendekatan Stirling. Untuk kasus jumalah partikel yang mendekati orde 1023 digunakan pendekatan Stirling, yaitu dengan formulasi sebagai berikut. (2)

diperoleh : ln a = ln a − ln b b ln W = ln N !− ln ∏ N i ! ln W = ln N !−∑ ln N i ! (2) menjadi: ln W = ln N !−∑ ln N i ! ln W = ( N ln N − N ) − ∑ ( N i ln N i − N i ) ln W = ( N ln N − ∑ N i ln N i ) − ( N + ∑ N i ) ln W = ( N ln N − ∑ ( N i ln N i )) − 0 ln W = ( N ln N − ∑ ( N i ln N i )) dengan ∑Ni = N. Sekarang seiring dengan perubahan waktu dan titik fase di dalam cell dari ruang fase berubah. dengan demikian untuk peluang maksimum adalah: (5) (4) Bentuk persamaan (2) dan (3) dalam persamaan (4). Kita akan menggunakan simbul δ untuk menyatakan perubahan kecil yang muncul dari gerak kontinu titik fase di dalam ruang fase. Jika peluang thermodinamika Wo adalah maksimum. dengan persamaan Starling persamaan δ ln (W o ) = 0 ln W = (W ln N − ∑ ( N i ln N i )) δ ln W = δ (W ln N − ∑ ( N i ln N i )) δ ln W = δN ln N − ( ∑ ( ln N iδN i + N iδ ln N i ) ) Karena N konstan maka:   1 δ ln W = − ∑ ( ln N iδN i + N i δN i )    Ni   . Dalam hal variasi Ni adalah nol.W = N! ∏ Ni (3) Dengan mengambil logaritma dari persamaan (3). Jika sistem dalam keadaan peluang thermodinamika maksimum (Wo) variasi pertama Wo muncul dari variasi Ni. maka logaritmanya juga maksimum. jumlah Ni akan berubah.

(6) Persamaan (6) merupakan peluang termodinamika maksimum dengan menggunakan .δ ln W = −( ∑ ( ln N iδN i ) + ∑ δN i ) Dengan ∑N i = N konstan. maka persamaan di atas menjadi: δ ln W = ∑ (ln N iδN i ) pendekatan Stirling.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->