P. 1
TOR Revisi Masterplan Ibukota

TOR Revisi Masterplan Ibukota

2.0

|Views: 1,326|Likes:
Published by Hendi Narwandi

More info:

Published by: Hendi Narwandi on Jun 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

PENYUSUNAN REVISI MASTER PLAN IBUKOTA KABUPATEN BANGKA TENGAH

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, STATISTIK DAN PENANAMAN MODAL
Tahun Anggaran 2012

sosial dan ekonomi. semakin disadari bahwa pembangunan yang terarah lokasinya. Kota harus direncanakan dan dilengkapi dengan prasarana dan sarana perkotaan yang lebih lengkap. Fungsi Kota Koba sebagai ibukota kabupaten Bangka Tengah telah membawa implikasi terjadinya peningkatan kebutuhan ruang untuk mewadahi peningkatan aktivitas serta untuk kebutuhan hunian penduduk dan perubahan pada sifat-sifat hubungan antar kegiatan yang semakin kompleks. Permasalahan yang dihadapi dalam perkembangan perkotaan berkaitan erat dengan masalah perkembangan penduduk beserta kegiatannya yang menyangkut aspek fisik. akan memberikan hasil yang lebih besar secara keseluruhan. Berdasarkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memandang penyusunan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah sangat penting untuk dilakukan sebagai pedoman penataan dan pembangunan serta mewujudkan suasana yang nyaman dan berkarakter di Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. Selain itu. sehingga menuntut adanya penyelesaian dari segi tata ruang. . Latar Belakang Perkotaan sebagai pusat permukiman dan sekaligus pusat pelayanan (jasa) terhadap penduduk kota maupun penduduk dari wilayah yang menjadi wilayah pengaruhnya (hinterlandnya) mempunyai struktur tata ruang tertentu dalam rangka penyesuaian terhadap fungsinya untuk mencapai tingkat efisiensi pelayanan dan sekaligus kenyamanan lingkungan perkotaan.KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN REVISI MASTER PLAN IBUKOTA KABUPATEN BANGKA TENGAH I. Kedua implikasi tersebut berpotensi menimbulkan masalah-masalah keruangan. Pada era otonomi daerah setiap Pemerintah Daerah dituntut untuk secara cermat menyiapkan dan “memasarkan” kotanya untuk menarik minat investasi yang sangat dibutuhkan bagi peningkatan perekonomian daerah. sehingga diperlukan suatu penyiapan ruang bagi kegiatan atau aktivitas secara terencana dan terpadu.

15. 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. 16. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Landasan Hukum Peraturan dan perundangan yang melandasi penyusunan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah diantaranya adalah sebagai berikut : A. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi Sebagai Daerah Otonom. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Hayati. 10. UNDANG – UNDANG 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan . 2. 7. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. 9.Ketentuan Pokok Pertambangan. 6. PERATURAN PEMERINTAH 1. 11. 12. 14. 3. . 13. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Jalan. 5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.II. 8. B. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan. III. Keputusan Presiden Nomor 55 tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. 5. 2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah dimaksudkan untuk memberikan pedoman bagi pembangunan dan penataan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. kritria teknis bangunan-bangunan perumahan. Keputusan Presiden No. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta Bentuk Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air. 4. 6. Disamping itu. 3. jasa. Keputusan Presiden Nomor 33 tahun 1991 tentang Penggunaan Tanah Bagi Kawasan Industri. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1985 tentang Jalan. Peraturan Daerah Nomor 48 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2011-2031. 8. KEPUTUSAN PRESIDEN DAN PERATURAN DAERAH 1. perdagangan dan bangunan lainnya. 7. 57 Tahun 1989 tentang Kawasan Budidaya. Kriteria ini akan dilengkapi dengan suatu deskripsi yang antara lain terdiri dari :  Dasar-dasar perencanaan. yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Revisi Masterplan ini adalah dipenuhinya berbagai kriteria perencanaan kawasan seperti kriteria kesesuaian kondisi lahan dan fisik dasar. . Keputusan Presiden Nomor 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. C.3. Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana Lalu-Lintas Jalan. Peraturan Pemerintah No. serta kriteria sirkulasi dan aksesibilitas. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 1991 tentang Sungai.

Aspek-aspek implementasi rencana grading plan (petunjuk pelaksanaan.    Perhitungan volume pekerjaan tanah untuk cut dan fill. SUMBER PENDANAAN Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp. Kelurahan Berok. kriteria pemotongan dan penimbunan tanah termasuk elevasi setiap kapling. termasuk PPN dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012. kriteria. Keluarahan Arung Dalam. Penggunaan standar. Tujuan yang ingin dicapai dari Penyusunan Masterplan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah adalah dihasilkan-nya suatu rencana konsep perencanaan ibukota kabupaten terpadu sebagai dasar bagi pembangunan berbagai sarana dan prasarana fisik kawasan sesuai dengan tahapan yang ditentukan dalam studi ini. VI. Kelurahan Padang Mulia. Ruang Lingkup 6. Slamet Riyadi : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. H. parameter perencanaan. Kelurahan Simpang Perlang dan Desa Nibung. penyiapan lahan) dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk kelengkapan pekerjaan ini. IV. Tahap-tahap pengembangan.000. Tahap-tahap pematangan lahan. Perhitungan kebutuhan ruang bagi fasilitas utama dan fasilitas penunjang.     Perhitungan/Penggunaan standar. 141.1 Lingkup Wilayah Perencanaan Lingkup wilayah perencanaan adalah kawasan perkotaan Kota Koba meliputi Kelurahan Koba.(seratus empat puluh satu juta tiga ratus lima belas ribu rupiah).315. . Penjelasan rencana. Statistik dan Penanaman Modal (Bappeda). NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Nama Nama Organisasi : Ir. V.

Identifikasi Permasalahan pembangunan dan perwujudan ruang. Survey Sekunder Survey sekunder dilakukan terutama dalam rangka mendapatkan data-data time series. data hidrologi sebagai Data sosial ekonomi. Data infrastruktur. Data utilitas. b. Survey Primer Survey • • primer dilakukan dalam rangka mendapatkan data/informasi secara langsung meliputi: kondisi eksisting. Data fasilitas umum dan fasilitas sosial. Proses Analisis Proses Analisis meliputi: a. Survey dalam rangka mendapatkan informasi dari masyarakat (wawancara) maupun aparat Pemerintah Daerah. kuesioner dan peta dasar sebagai acuan dalam melaksanakan survey. • • • • • • 3. kegiatan penyusunan Master Plan yang kemudian dikonsultasikan kepada pihak Pemberi Kerja dan Tim Teknis. .2 1. c. Lingkup Kegiatan Persiapan Penyusunan Laporan Pendahuluan sebagai dasar arahan/pedoman dalam melakukan Kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan persiapan antara lain : a. Persiapan administrasi berkaitan dengan ijin survey. Data penggunaan lahan. b. 2. Data tentang sistem pertanahan. seperti: • • Data fisik yang meliputi data curah hujan. Data sarana dan prasarana. data geologi.6. Penyiapan inventarisasi data. dasar analisis ekologi. Survey Kegiatan survey dilakukan antara lain : a.

Meliputi : a. 4. Konsep dan Strategi Pengembangan Kota Perumusan konsep pengembangan merupakan gagasan struktur tata ruang yang dirumuskan berdasarkan hasil-hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana Kota. VII. Perumusan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah Perumusan Master Plan meliputi : a. Output/Keluaran 1. b. Strategi Pengembangan Transportasi. Pedoman pelaksanaan pembangunan. Jaringan penghubung (connection) atau aksesibilitas. Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang. c. Tujuan pengembangan fungsional kota. Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Konsep struktur ruang ini meliputi :    Struktur pusat-pusat pelayanan dan indikasi unit pelayanan kota. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi :      Strategi Pengembangan Tata Ruang. Strategi Pemanfaatan Lahan. Formulasi tujuan pengembangan kota Analisis perkiraan kebutuhan dan pelaksanaan pembangunan. d. b. c.b. Tujuan Pemanfaatan Ruang Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang 1) Rencana Struktur Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan . Struktur komponen-komponen utama kegiatan. Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah 2. Setelah itu dirumuskan mengenai strategi pengembangan dari konsep struktur tata ruang tersebut. Strategi Kependudukan.

dan lingkungan buatan perkotaan yang secara hirarkis dan struktural berhubungan satu sama lain membentuk tata ruang Kawasan Perkotaan yang meliputi distribusi penduduk per unit permukiman perkotaan.  Pengelompokan materi yang diatur Distribusi penduduk tiap unit lingkungan dan kepadatan penduduk pada setiap kawasan permukiman. • Distribusi jumlah penduduk wilayah kota/kawasan perkotaan pada akhir tahun perencanaan dirinci dalam unit-unit lingkungan atau setingkat kelurahan.  Materi yang diatur Distribusi penduduk sampai dengan akhir tahun perencanaan. b) Rencana Sistem Pusat Pelayanan Perkotaan Rencana ini merupakan susunan yang diharapkan dari unsur-unsur pembentuk rona lingkungan alam perkotaan.  Kedalaman materi yang diatur • Distribusi pusat-pusat pelayanan perkotaan dirinci sampai pusat pelayanan lingkungan permukiman perkotaan. lingkungan sosial perkotaan.  Kedalaman materi yang diatur Jumlah penduduk kota pada akhir tahun perencanaan yang dirinci dalam unit-unit lingkungan atau yang mempunyai wilayah setingkat kelurahan.  Materi yang diatur Distribusi pusat-pusat pelayanan perkotaan (fungsi primer dan sekunder termasuk pusat-pusat permukiman perkotaan). sesuai dengan daya dukungnya.a) Arahan Pengembangan dan Distribusi Penduduk Arahan distribusi penduduk merupakan perkiraan jumlah penduduk hingga akhir tahun perencanaan yang selanjutnya dirinci dalam distribusi pada setiap kawasan.  Pengelompokan materi yang diatur • Perdagangan yang terdiri dari: . dan sebaran pusat-pusat pelayanan perkotaan (fungsi primer dan sekunder). distribusi penduduk per unit-unit pelayanan sampai dengan akhir tahun perencanaan.

sistem primer. • Pelayanan rekreasi dan atau olah raga yang terdiri dari:  pelayanan skala kota. • Trayek angkutan umum penumpang dan mikro bus penumpang.  rumah sakit umum kelas D. c) Rencana Sistem Jaringan Transportasi  Materi yang diatur Sistem jaringan pergerakan dan prasarana penunjang bagi angkutan. • Pelayanan kesehatan yang terdiri dari:  rumah sakit umum kelas A. jaringan arteri sekunder dan kolektor sekunder.  perdagangan skala kota. jaringan kolektor sekunder. • Terminal angkutan barang. • Pergerakan lainnya meliputi seluruh sistem pergerakan.  sekolah dasar.  Pengelompokan materi yang diatur • Jaringan arteri sekunder. lintasan angkutan barang dan ternak.  sekolah lanjutan tingkat pertama.  Kedalaman materi yang diatur • Jalan raya meliputi seluruh sistem primer. terminal angkutan penumpang skala regional. • Pendidikan yang terdiri dari:  perguruan tinggi (jika ada). .  pelayanan skala lokal atau sebagian kota.  perdagangan skala sebagian kota atau lokal. terminal angkutan penumpang kota sampai dengan terminal madya. perdagangan skala regional (jika ada).  rumah sakit umum kelas B.  rumah sakit umum kelas C.  sekolah lanjutan tingkat atas.  pusat kesehatan masyarakat pembantu.

• jaringan listrik. sampai dengan jaringan sistem sekunder. .  Saluran sekunder.  Saluran primer. • jaringan air limbah.  Jaringan transmisi menengah.  Saluran atau pipa transmisi air baku. sampai dengan saluran sekunder. • jaringan air hujan.  Kedalaman materi yang diatur • jaringan telepon. • jaringan air bersih.  Pipa transmisi air bersih utama.  Saluran udara tegangan ekstra tinggi. terdiri dari:  Bangunan pembangkit.  Gardu induk ekstra tinggi. terdiri dari:  Stasiun telepon otomat. • jaringan pembuangan sampah kota. • Sistem penyediaan air bersih terdiri dari:  Bangunan pengambil air baku.d) Rencana Sistem Jaringan Utilitas  Materi yang diatur Sistem jaringan utilitas dalam Kawasan Perkotaan sampai dengan akhir tahun perencanaan.  Saluran udara tegangan tinggi.  Instalasi produksi. sampai tempat pembuangan sekunder.  Pengelompokan materi yang diatur: • Sistem saluran telepon. • Sistem jaringan listrik.  Gardu induk. sampai dengan jaringan transmisi tegangan menengah. sampai dengan saluran sekunder.  Pipa transmisi air bersih sekunder.  Rumah kabel. sampai dengan saluran distribusi sekunder.

c) Pengelompokan materi yang diatur  Kawasan Budidaya Perkotaan. terdiri dari:  Tempat pembuangan akhir. b) Kedalaman materi yang diatur Pemanfaatan ruang yang dirinci dalam kawasan-kawasan.  Bangunan pengolahan sampah. • Sistem pembuangan air limbah.  Bangunan pengolahan. a) Materi yang diatur Lokasi dan luas lahan untuk kegiatan primer (mempunyai jangkauan regional) maupun sekunder (mempunyai jangkauan pelayanan lokal/kota) sampai dengan akhir tahun perencanaan.  Pipa distribusi sekunder. • Perdagangan regional atau grosir. 2) Rencana Pola Pemanfaatan Ruang Rencana pola pemanfaatan ruang merupakan bentuk pemanfaatan ruang Kawasan Perkotaan yang menggambarkan ukuran. jasa penginapan atau perhotelan. • Sistem persampahan.  Saluran sekunder.  Waduk penampungan. .  Penampungan sementara.  Waduk penampungan. kota atau eceran. terdiri dari:  Saluran primer. • Sistem pembuangan air hujan. meliputi: • Perumahan dan permukiman. fungsi serta karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam. Bak penampung.  Pipa distribusi utama.  Saluran sekunder. terdiri dari:  Saluran primer.

 Kawasan Lindung. c. sekitar danau dan waduk. • Pertanian tanaman pangan. pelabuhan laut. • Sempadan pantai. rawan gelombang pasang dan rawan banjir. • Tempat pembuangan sampah akhir. stasiun kereta api. pelabuhan danau. • Perkantoran pemerintah dan niaga. dan fasilitas sosial lainnya. • Taman hutan raya. kesehatan. peternakan. perkebunan. peribadatan. Budidaya Perkotaan. • Taman pemakaman umum. sungai. dan kawasan terbuka hijau kota termasuk jalur hijau. rekreasi dan atau olahraga. • Kawasan cagar budaya. arahan kepadatan bangunan. perikanan. dan Kawasan 1) Rencana Pengelolaan Kawasan Perkotaan Tertentu Rencana ini mencakup rencana penanganan lingkungan perkotaan. • Terminal angkutan jalan raya baik untuk penumpang atau barang. dan sarana transportasi lainnya. • Cagar alam/pelestarian alam. rawan tanah longsor. meliputi: • Kawasan resapan air dan kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahan lainnya. • Pendidikan. dan taman wisata alam lainnya. dan yang potensial mencemari udara dan atau air dan atau suara. dan suaka margasatwa. Rencana Pengelolaan Kawasan Lindung. . rawan gempa.• Industri tanpa pencemaran. taman pemakaman pahlawan. pelabuhan sungai. dan arahan ketinggian bangunan. a) Rencana Penanganan Lingkungan Kota  Materi yang diatur . pelabuhan penyeberangan. • Kawasan rawan letusan gunung berapi. sekitar mata air. bandar udara.

kawasan yang diremajakan. guided land development.Jenis penanganan lingkungan dan jaringan pergerakan serta utilitas untuk tiap unit lingkungan dan atau kawasan yang akan dilaksanakan dalam kota.  Kedalaman materi yang diatur .  Materi yang diatur Perbandingan luas lahan yang tertutup (bangunan dan prasarana serta lainnya seperti : jalan. • Rencana kawasan yang dikembangkan dengan metoda konsolidasi tanah perkotaan.  Kedalaman materi yang diatur Kepadatan bangunan yang dirinci berdasarkan tiap kawasan-kawasan peruntukan. dll.  Pengelompokan materi yang diatur • Unit lingkungan dan atau kawasan dengan kepadatan sangat tinggi (lebih besar dari 75%). kawasan yang dikonversi. b) Arahan Kepadatan Bangunan Arahan kepadatan yang akan dikembangkan terkait dengan aktifitas Kawasan Perkotaan terutama ketentuan tutupan lahan. • Unit lingkungan dan atau kawasan dengan kepadatan menengah (45 % . rendah/ringan)  Pengelompokan materi yang diatur . sedang. Ketentuan umum intensitas penanganan (tinggi. dll) dalam tiap unit lingkungan dan atau kawasan dengan luas kawasan (land coverage).60%). • Rencana jaringan pergerakan dan atau utilitas kawasan yang akan diperbaharui. • Rencana pengembangan lingkungan/kawasan baru. • Unit lingkungan dan atau kawasan dengan kepadatan tinggi (60% 75%). dsb. dll. kawasan resettlement. perparkiran. • Rencana jaringan pergerakan dan atau utilitas kawasan yang akan diperbaiki. .

. dan sumber daya alam lainnya yang berwujud konsolidasi pemanfaatan tanah. air. pemanfaatan air dan penggunaannya)  Pengelolaan Tata Guna Tanah • Materi yang diatur Pengelolaan tata guna tanah mencakup penguasaan. • Kedalaman materi yang diatur Pengaturan penguasaan. udara. udara. air. Air. dan sumber daya alam lainnya yang memperhatikan keterpaduan sumber daya manusia dan sumber daya buatan. penggunaan. penggunaan dan pemanfaatan tanah. penggunaan. dan pemanfaatan tanah perkotaan untuk kawasan-kawasan fungsional yang ditetapkan bentuk penanganannya dan (kawasan kawasan yang yang dipercepat dibatasi perkembangannya. dan sumber daya alam lainnya (termasuk arahan baku mutu udara. mencakup penguasaan.  Kedalaman materi yang diatur Arahan ketinggian bangunan yang dirinci untuk setiap unit lingkungan dan atau kawasan. sesuai dengan daya dukung kawasan. pemanfaatan udara bagi jalur penebangan dan komunikasi. • Unit lingkungan dan atau kawasan dengan kepadatan sangat rendah (30%). Rencana penatagunaan tanah. dan Sumber Daya lainnya dengan memperhatikan keterpaduan sumber daya alam dengan sumber daya buatan. air. d) Rencana Penatagunaan Tanah. udara. perkembangannya). c) Arahan Ketinggian Bangunan  Materi yang diatur Arahan ketinggian bangunan untuk setiap kawasan kota. air.• Unit lingkungan dan atau kawasan dengan kepadatan rendah (30% . dan pemanfaatan tanah perkotaan yang berwujud konsolidasi pemanfaatan tanah.45 %).

situ. dan pemanfaatan air bagi pemenuhan kebutuhan kegiatan kawasan-kawasan fungsional di Kawasan Perkotaan. 2) Rencana pengelolaan kawasan tertentu di perkotaan Penanganan lingkungan dan pengaturan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan kawasan tertentu dengan tetap menjamin keserasiannya dengan pengelolaan kawasan perkotaan lainnya. pemberian kompensasi. d. . sampai dengan penetapan zonasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air perkotaan (air permukaan dan air tanah). pemanfaatan dan penggunaan sumber daya air.• Pengelompokan materi yang diatur Dikelompokkan menurut metoda pengelolaannya (misalnya konsolidasi tanah perkotaan. penggunaan. dll).  Pengelolaan Tata Guna Air • Materi yang diatur Pengelolaan tata guna air mencakup penguasaan.  Pengelolaan Tata Guna Sumber Daya Alam lainnya Pengelolaan sumber daya alam lainnya yang meliputi sumber daya hayati dan non hayati dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan pemanfaatan air di Kawasan Perkotaan yang berwujud konsolidasi pemanfaatan air. termasuk penentuan baku mutu air. mata air). • Pengelompokan materi yang diatur Pengaturan penguasaan. Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang Kawasan Perkotaan diselenggarakan melalui kegiatan pengawasan dan penertiban terhadap pemanfaatan ruang berdasarkan mekanisme perijinan. air tanah dalam. danau. dikelompokkan berdasarkan kondisi sumber daya air perkotaan (sungai. pemberian insentif dan disinsentif. waduk. guided land development. air tanah dangkal. • Kedalaman materi yang diatur Pengaturan penguasaan. penggunaan.

Mekanisme pemberian kompensasi berupa mekanisme penggantian yang diberikan kepada masyarakat pemegang hak atas tanah. tambang. pidana dan perdata. • Mekanisme pemantauan yang mencakup pengamatan. dan penertiban di Wilayah Kota/Kawasan Perkotaan. . • Mekanisme evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang dalam mencapai tujuan rencana tata ruang yang dilakukan oleh masyarakat dan instansi yang berwenang. pengawasan. pemeriksaan dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dan dilakukan oleh instansi yang berwenang. 2) Kedalaman materi yang diatur Kedalaman materi yang diatur meliputi pengaturan tentang mekanisme perijinan. 3) • • • Pengelompokan materi yang diatur Mekanisme perijinan sampai dengan pemberian ijin lokasi bagi kegiatan perkotaan. Materi yang diatur Ketentuan-ketentuan yang mencakup perijinan. mekanisme evaluasi dan mekanisme pengenaan sanksi. • Mekanisme pengenaan sanksi mencakup sanksi administratif.mekanisme 1) pelaporan. • Mekanisme pelaporan mencakup mekanisme pemberian informasi secara obyektif mengenai pemanfaatan ruang yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan instansi yang berwenang. bahan galian. pengawasan. serta kawasan yang dibatasi pengembangannya. hak pengelolaan sumber daya alam seperti hutan. dan penertiban. Mekanisme pemberian insentif dan disinsentif bagi kawasan yang didorong pengembangannya. kawasan lindung yang mengalami kerugian akibat perubahan nilai ruang dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana tata ruang. mekanisme pemantauan.

5. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan Pembuatan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah ini adalah 180 hari Kalender sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 4. 3. KEBUTUHAN TENAGA AHLI Tenaga ahli untuk melaksanakan penyusunan Revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah adalah sebagai berikut : 1. Ahli Perancangan Kota/Urban Design (Team Leader) Ahli Perancangan Kota (Urban Design) sekaligus sebagai team Leader yaitu seorang ahli arsitektur minimal S2 dan berpengalaman 7 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. Ahli Perencanaan Kota/Urban Planning Ahli Perencanaan Kota (Urban Planning) yaitu seorang ahli Planologi minimal S2 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. XI. Ahli Transportasi Ahli Transportasi yaitu seorang ahli manajemen transportasi minimal S2 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya.VIII. 2. . Ahli Arsitektur Ahli Arsitektur yaitu seorang ahli Teknik Arsitektur minimal S1 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. Ahli Ekonomi Perkotaan Ahli Ekonomi Perkotaan yaitu seorang Ahli Ekonomi dan Studi Pembangunan minimal S1 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis.

dan aspek kelembagaan. Dalam pelaksanaannya tenaga ahli tersebut akan dibantu oleh 3 orang asisten tenaga ahli yaitu asisten tenaga ahli arsitektur. Laporan Pendahuluan Laporan ini dibuat dalam ukuran A4 sebanyak 3 (tiga) eksemplar yang berisi gambaran umum wilayah studi. Laporan Antara Laporan ini dibuat dalam ukuran A4 sebanyak 3 (tiga) eksemplar yang berisi laporan hasil survey. pendekatan dan metodologi. Animator 3-D dan surveyor. . sosial kependudukan. Laporan ini harus diselesaikan paling lambat pada bulan ke-2 (dua) sejak SPK ditandatangani. Ahli Teknik Sipil Ahli Teknik Sipil yaitu seorang ahli Teknik Sipil minimal S1 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. Laporan ini akan menjadi materi bahan diskusi yang akan dibahas Tim Teknis untuk memperoleh masukan-masukan teknis. X. SISTEM PELAPORAN Laporan yang harus diserahkan oleh pihak konsultan adalah sebagai berikut: 1. rencana kerja dan organisasi pelaksanaan pekerjaan. Selain asisten ahli. prasarana dan sarana perkotaan. teknik planologi.6. dalam pelaksanaan pekerjaan ini juga akan dibantu oleh tenaga pendukung meliputi administrasi. 8. 2. Ahli Geodesi Ahli Geodesi yaitu seorang ahli Teknik Geodesi minimal S1 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. drafter CAD. transportasi. dan teknik sipil. operator komputer. Laporan ini harus diselesaikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak SPK ditandatangani. 7. Ahli Teknik Lingkungan Ahli Teknik Lingkungan yaitu seorang ahli Teknik Lingkungan minimal S1 dan berpengalaman 5 tahun menangani pekerjaan sejenis serta memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya. ekonomi. kompilasi data dan kajian baik aspek fisik.

3. Diskusi/pembahasan dilaksanakan di Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. 19800618 200501 1 006 .I NIP. Disetujui oleh. Draft Laporan Akhir Laporan ini dibuat dalam ukuran A4 sebanyak 5 (lima) eksemplar yang berisi data dan analisis komprehensif. 19560110 198903 1 001 Andarta Ferryadi. Pejabat Pembuat Komitmen. Laporan ini dilengkapi dengan Album Peta ukuran A1/A0 dan A3 sebanyak 4 (empat) eksemplar dan Pembuatan Artis Impression per spot di tempatkan di awal masuknya kota. rumusan konsep dan strategi. XI. 4. Laporan Akhir Laporan ini dibuat dalam ukuran A4 sebanyak 20 (sepuluh) eksemplar yang merupakan hasil penyempurnaan dari masukan seminar dan merupakan dokumen final revisi Master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. Ir. dalam kota dan ujung kota. Laporan ini harus diselesaikan paling lambat pada akhir bulan ke-4 (empat) sejak SPK ditandatangani. Pengguna Anggaran. Slamet Riyadi Pembina Utama Muda NIP. Dibuat oleh. dan diskusi/pembahasan Draft Laporan Akhir. dan rancangan revisi master Plan Ibukota Kabupaten Bangka Tengah. ST Penata Muda TK. DISKUSI/PEMBAHASAN Diskusi/pembahasan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu diskusi Laporan Pendahuluan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->