Psikodiagnostik 2 (Observasi) Event Recording

Dosen Pengampu: Ilhamnudin, S.Psi, M.A

Oleh : Abhsarina Imamah Yuliana Mukti Bayu Abdiansyah Melda Ratnasari Artarika Vista W Giovanni Noel Andhira Artha P. Yahya Wijaya (105120300111010) (105120300111031) (105120304111006) (105120305111004) (105120305111006) (105120307111001) (105120307111002) (105120307111025) KELAS C.PSI.4

JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL dan ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

............................ 11 LAMPIRAN ..... Analisis .................................................................................................................................................... Target Behavior ................................................ Data Subyek Observasi ....................................... Tujuan Observasi ............. 10 B...................................................................................................... B.......................... Kesimpulan .......................................................................................................................................................... C......................................................................................................................................................................................... F................................................................................................................................................................. Penjelasan Observasi ................................................................................. 1 1 1 2 2 i BAB II : METODOLOGI OBSERVASI A........ D........................... Judul Observasi .. E.. 10 BAB IV : KESIMPULAN A................................................................................... Latar Belakang ........................................................ Hasil Pencatatan Observasi .. Indikator Perilaku .......... BAB I : PENDAHULUAN A.. 12 .................... Data Observer .............................................. B.............................................................................................. Tempat dan Waktu Observasi ......... C...............................................................................................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI ................ E.......... D........................................ Manfaat Observasi ............................... Landasan Teori ............ 3 4 6 7 7 8 BAB III : PEMBAHASAN A...............................................................

kami akan menggunakan metode pencatatan kejadian (event recording) dalam melakukan observasi kali ini dan akan menjelaskannya lebih dalam mengenai event recording. yang di catat dan itu benar0benar terjadi di dalam observasi. 2004). Untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman lebih dalam mengenai metode pencatatan menggunakan event recording. B. Event recording memiliki unit pengukuran. Selain itu. Menurut Pauline Young. dan pencatatan skala (rating recording). Dengan kata lain.BAB I PENDAHULUAN A. pencatatan naratif (narrative recording). untuk dapat mengetahui respon apa saja yang terjadi ketika seseorang melakukan keterlambatan dalam memasuki ruangan kelas untuk melakukan perkuliahan yang telah berlangsung. Latar Belakang Observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti melihat dan memperhatikan (Rahayu & Ardani. di mana pengukuran tersebut adalah suatu perilaku. Tujuan Observasi Tujuan dari observasi kali ini. di dalam observasi terdapat beberapa metode pencatatan. sehingga observer mengambil sample tingkah laku dari kejadian atau perilaku yang spesifik. pencatatan interval (interval recording). Namun kali ini. di antaranya. C. observer menunggu perilaku atau kejadian yang ingin di ukur itu muncul kemudian mencatatnya. . yang di maksud dengan event recording itu sendiri adalah metode yang dilakukan dengan cara merekam setiap hal dari perilaku spesifik (spesific behavior) atau kejaidankejadian yang ingin diukur selama periode observasi. Dapat mengukur atau melihat frekuensi yang rendah atau yang jarang dan oleh orang yang sehari-hari berada dalam setting observasi. Manfaat Observasi 1. Event recording terutama digunakan untuk observasi terkontrol dan studi laboratorium. observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja dan secara sistematis melalui proses pengamatan atas gelaja-gejala spontan yang terjadi pada saat itu. 2. pencatatan kejadian (event recording).

D. E. Judul Observasi Judul dari observasi yang kami lakukan adalah “Pengamatan Perilaku yang Muncul pada Mahasiswa Ketika Terlambat Menggunakan Event Recording”. . namun kita memilih orang-orang yang telat masuk saja ke dalam kelas tersebut. orang-orang yang mengikuti kelas mata kuliah Psikologi Perkembangan II. Target Behavior Pengamatan perilaku subyek yaitu.

. Landasan Teori Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kami menggunakan metode event recording dalam observasi kali ini. Lebih efisien. kami tidak memilih siapa saja yang akan kami amati. dimana pengukuran tersebut adalah suatu perilaku. sampling tingkah laku di ambil pada jam di mana perkuliahan akan dimulai yaitu pukul 15.BAB II METODOLOGI OBSERVASI A.00-17. 2. Dalam observasi ini. observer menunggu perilaku atau kejadian yang ingin di ukur itu muncul kemudian mencatatnya. Memberikan informasi mengenai perubahan perilaku dari waktu ke waktu dan total jumlah perilaku. Dapat menggunakan bermacam-macam cara pencatatan data yang berbeda. sehingga kami mengambil subjek secara acak untuk penelitian menggunakan metode event recording. sehingga observer mengambil sampel tingkah laku dari kejadian atau perilaku yang spesifik. 3.2. Dalam observasi ini. Dengan kata lain. kami menggunakan kelas untuk tempat observasi tersebut. Dalam pencatatan event ini. Memudahkan dalam mempelajari banyak perilaku atau peristiwa yang berbeda. 4. dan event recording itu sendiri adalah metode yang dilakukan dengan cara merekam setiap hal dari perilaku spesifik (spesific behavior) atau kejadian-kejadian yang ingin diukur selama periode observasi. Event recording terutama digunakan untuk observasi terkontrol dan studi laboratorium. namun lebih kepada siapa yang terlambat pada saat itu. Namun kali ini. Kelebihan dari metode ini adalah: 1. Event recording memiliki unit pengukuran. maka itulah yang kami jadikan subyek untuk diobservasi. kami memilih menggunakan pencatatan untuk melihat bagaimana reaksi dari mahasiswa yang terlambat untuk memasuki kelas. yaitu dalam kelas mata kuliah Psikologi Perkembangan II di F.1 gedung FISIP UB. dan kami mengamati tingkah laku yang mereka tunjukan saat keterlambatan itu terjadi pada siapa saja dalam kelas perkembangan siang itu. yang dicatat dan itu benar-benar terjadi di dalam observasi.00 (hingga selesai) dan dosen sudah berada di kelas untuk memulai perkuliahan.

105120300111010 .Kekurangan dari metode ini adalah: 1. 2. B. Membuat perbandingan antar event dengan event yang lain akan sulit ketika periode waktunya tidak sama. 4. 5. 3. Tidak memberikan pola perilaku yang sifatnya sementara. Observer harus dapat mempertahankan konsentrasi dalam waktu yang lebih lama. Dalam metode event recording ini kami menggunakan tanda (√) untuk menandai perilaku yang muncul dan menggunakan tanda (-) untuk perilaku yang tidak muncul dalam perilaku subjek yang terlambat tersebut. Tidak cocok untuk melihat perilaku yang tidak diskrit. Data Observer Nama NIM Jenis kelamin Pekerjaan Umur Melda Ratnasari 105120305111004 Perempuan Mahasiswa 20 tahun Nama NIM Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Artarika Vista W. 105120305111006 Perempuan Mahasiswa 20 tahun Nama NIM Absharina Imamah F. Sulit untuk dapat mencapai reabilitas antar observer.

105120307111002 Perempuan Mahasiswa 20 tahun .Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Perempuan Mahasiswa 20 tahun Nama NIM Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Yuliana Mukti 105120300111031 Perempuan Mahasiswa 20 tahun Nama NIM Jenis kelamin Pekerjaan Umur Giovanni Noel 105120307111001 Laki-laki Mahasiswa 21 tahun Nama NIM Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Andhira Artha P.

Nama NIM Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Bayu Abdiansyah 105120304111006 Laki-laki Mahasiswa 20 tahun Nama NIM Jenis Kelamin Pekerjaan Umur Yahya Wijaya 105120307111025 Laki-laki Mahasiswa 20 tahun C. Data Subyek Observasi Inisial Nama Umur Jenis Kelamin Keterlambatan IW ± 20 tahun Perempuan 20 menit Inisial Nama Umur Jenis Kelamin Keterlambatan DK ± 20 tahun Perempuan 35 menit .

D. 2. Tempat dan Waktu Observasi 1. ruangan F.00-selesai. Waktu: pada pukul 15. E. kami memperhatikan tiap-tiap tingkah laku orang-orang yang mengalami keterlambatan tersebut untuk kami jadikan bahan penelitian kami. Di dalam kelas tersebut kami meneliti siapa-siapa saja yang mengalami keterlambatan dari jam yang telah ditentukan untuk masuk ke dalam kelas. dan untuk tetap menjaga nama baik dari subjek yang kami teliti. Observasi kami mulai dengan menunggu dosen pengampu mata kuliah tersebut masuk ke dalam kelas. setelah dosen masuk ke dalam kelas tersebut kami mulai mengamati siapa- . Kami memilih kelas mata kuliah Psikologi Perkembangan II yaitu pada pukul 15. Tempat observasi: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.Nama Umur Jenis Kelamin Keterlambatan DP ± 20 tahun Perempuan 35 menit Nama Umur Jenis Kelamin Keterlambatan IK ± 20 tahun Perempuan 25 menit  Kami menggunakan inisial nama subyek dikarenakan alasan dari privasi yang mereka miliki.00selesai dan pada mata kuliah Psikologi Perkembangan II.2.1 pada saat mata kulih Psikologi Perkembangan II. dimana kami mengambil mata kuliah Psikologi Perkembangan sebagai event yang kami amati. Penjelasan Observasi Pada observasi kali ini kami menggunakan setting berupa kelas.

siapa sajakah mahasiswa yang terlambat dalam mengikuti perkuliahan yang kami ikuti. absen mereka akan kosong atau mereka akan tertinggal materi kuliah. apabila mereka masuk. mereka kurang percaya diri dan bingung atas pilihan yang akan di ambilnya. terutama di dalam lingkungan kampus saat dimana perkuliahan berlangsung. bimbang atas suatu pilihan yang ada di hadapannya dan yang akan di pilihnya dengan resiko masing-masing atas pilihannya tersebut. membuat keputusan. karena hal tersebut kami tertarik untuk melakukan observasi mengenai respon atau tingkah laku yang ditimbulkan ketika orang-orang yang terlambat memasuki ruangan kelas. rata-rata mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kelas. Orang yang mengalami hal ini biasanya. Mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kelas Mahasiswa yang terlambat masuk kelas. Kemudian. . F. Dari hasil pengamatan tersebut. selanjutnya kami mulai mengamati mengenai hal apa saja yang dia lakukan ketika akan masuk ke dalam kelas tersebut. dan kegamangan melangkah. dll. mahasiswa yang raguragu untuk masuk kelas ketika mereka terlambat. hal tersebut mudah kami jangkau karena hal itu masuk ke dalam hal sehari-hari yang dapat kita jumpai dengan mudah. Ragu-ragu Ragu-ragu adalah sebuah sikap yang mencerminkan kebingungan untuk melakukan pilihan. Beberapa klasifikasi tersebut yaitu mengetuk pintu dan langsung masuk. namun jangan terlalu detail dan hati-hati menyikapi dan memberi makna terhadap resiko tersebut. kami membuat beberapa klasifikasi perilaku yang dilakukan oleh subyek yang kami amati. ragu-ragu. Kami memilih meneliti mengenai tingkah laku atau respon yang ditimbulkan ketika orang-orang telat masuk ke dalam kelas karena hal tersebut terlihat seperti suatu hal yang umum di kalangan mahasiswa. 2. mereka akan jadi pusat perhatian teman sekelas dan dosen atau tidak enak dengan dosen yang sedang menjelaskan materi atau malu karena datang terlambat. Indikator Perilaku 1. serta bingung memilih tempat duduk. di mana dengan perasaan tidak enak hati kepada dosen yang sedang mengajar dan malu karena terlambat. dll. dan apabila mereka tidak masuk. Selain itu. mereka memilih untuk masuk dengan cara yang sopan. kami menemukan beberapa orang yang terlambat masuk ke dalam kelas yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Dalam hal ini.

serta ada yang dengan terpaksa memilih tempat duduk di barisan paling depan. Hal ini terjadi di karenakan. dia akan cenderung untuk memilih temapat duduk barisan paling belakang. 3. tetap memilih untuk duduk di barisan paling depan.yaitu dengan cara mengetuk pintu terlebih dahulu. . lalu masuk dengan sedikit menundukkan kepala mereka. sehingga ketika dia terlambat. Bingung memilih tempat duduk Pada moment ini. namun ada juga yang tanpa pikir panjang. begitupun yang ketika terlambat memilih untuk duduk di barisan depan dikarenakan memang sudah terbiasa untuk duduk di barisan depan. mahasiswa yang datang terlambat rata-rata bingung untuk memilih tempat duduk dan pilihannya selalu di barisan belakang. mereka yang terlambat masuk kelas rata-rata memang sudah terbiasa untuk duduk di barisan paling belakang.

B. Tidak banyak perilaku yang di tampakkan oleh subyek kedua kami. 2. maka dia mengetuk pintu. Bingung memilih tempat duduk √ √ √ √ SUBYEK IK √ √ DK √ √ DP √ √ . PERILAKU IW 1. kami menangkap atau melihat beberapa perilaku yang mereka lakukan ketika mereka terlambat masuk kelas. dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kelas kemudian dia masuk ke kelas ketika dosen sedang menjelaskan materi. IW tidak langsung menempati tempat duduk melainkan dia sempat bingung sebentar untuk memilih tempat duduk. mereka tampak ragu-ragu di depan pintu kelas. Pada awalnya. mereka berdua bingung untuk memilih tempat duduk karena semua bangku sudah terisi dan mereka enggan untuk duduk di barisan paling depan. Dengan menunjukkan rasa tidak enak karena terlambat kemudian mengetuk pintu. permisi pada dosen dan langsung menempati bangku kosong di barisan paling depan. akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kelas. Analisis Dari pengamatan yang kami lakukan terhadap tiga mahasiswa yang terlambat masuk dalam kelas Psikologi Perkembangan II. Pada saat mereka terlambat memasuki kelas. Hasil Pencatatan Observasi NO. Tetapi setelah mengetahui ada bangku cadangan di pojokan kelas. Subyek yang ketiga dan keempat berinisial DK dan DP. dengan waktu keterlambatan 35 menit. karena mengetahui dia terlambat masuk.BAB III PEMBAHASAN A. Setelah permisi kepada dosen. subyek kami yang berinisial IK datang dengan keterlambatan 25 menit. dia ingin duduk di barisan paling belakang tetapi karena tidak ada kursi kosong yang tersisa. Setelah masuk kelas. Pada subyek yang berinisial IW dengan waktu keterlambatan 20 menit. Ragu-ragu Mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kelas 3. mereka berdua mengambil kursi yang masih terlipat tersebut dan membukanya untuk mereka duduki. Subyek ketiga dan keempat ini kami satukan pembahsannya karena mereka berdua datang bersamaan. akhirnya dia memutuskan untuk duduk di barisan paling depan. Tidak lama berselang setelah subyek pertama datang.

BAB IV KESIMPULAN A. sedangkan pada pelaku yang tidak atau kurang siap akan menimbulkan keragu-raguan dalam melakukan tindakan selanjutnya. Perilaku itu sendiri bisa berbeda karena tiap individu merupakan suatu organisme yang unik. . Untuk pelaku yang siap menunjukkan sikap yang tenang. Kesimpulan Dari data observasi yang didapat di atas maka kelompok kami menyimpulkan bahwa fenomena terlambat dalam mengikuti perkuliahan menimbulkan perilaku yang berbeda-beda pada setiap individu. Perilaku itu bisa terjadi seperti itu karena adanya suatu keadaan kesiapan atau ketidakpastian dari si pekaku sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda untuk menyikapi hal yang sama tersebut.

Andhira Artha Subyek: orang-orang yang mengikuti perkuliahan Psikologi Perkembangan II di F. Pada kelas F..1.Melda Ratnasari .35 Pukul 15..20 Pukul 15. IW IK DK DP Pukul 15.Lampiran: Observer: Absharina Imamah Artarika Vista W.2.Yuliana Mukti ..1 : dimulai pada pukul 15.35 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bingung memilih tempat duduk . 2.Yahya . 3. NAMA INISIAL WAKTU Ragu-ragu INDIKATOR Mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kelas 1. 4. NO.00-selesai... Bayu Abdiansyah Giovanni Noel .25 Pukul 15.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful