P. 1
pengertian-keterampilan-siswa

pengertian-keterampilan-siswa

|Views: 1,172|Likes:
Published by M. Riza Rifani

More info:

Published by: M. Riza Rifani on Jun 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2013

pdf

text

original

Pengertian Keterampilan Siswa

Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar yang sering disebut dengan istilah "scholastic achievement" atau "academic achievement" adalah seluruh efisiensi dan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil Belajar (Briggs, 1979:147) . Menurut Gagne dan Driscoll (1988:36) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui penampilan siswa (learner 's performance). Gagne dan Briggs (1979:52) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan internal (capability) yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan orang itu melakukan sesuatu. Dick dan Reiser (1989:11)mengemukakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran, yang terdiri dari empat jenis, yaitu: pengetahuan, keterampilan intelektual, keterampilan motor dan sikap. Sedangkan Bloom, et.al (1966:7) membedakan hasil belajar menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan motor). Setiap ranah diklasifikasikan lagi dalam beberapa tingkat atau tingkat kemampuan yang harus dicapai (level of competence). Untuk ranah "pengetahuan" mulai dari tingkat yang paling ringan yaitu; mengingat penilaian (evaluation). Ranah sikap mulai dari menangkap / merespon pasif, bereaksi dengan sukarela / merespon aktif, mengapresiasi, menghayati / internalisasi, sampai akhirnya menjadi karakter atau jiwa di alam dirinya (life style). Sedangkan ... Read More Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Pembelajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar, tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres, bahan bakunya standar, tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar, seperti yang dimaui dalam rancangannya). Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak), proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya, dan kecakapan memproses diri dalam belajarnya (adanya rencana kerja, disiplin waktu, pilihan metodologis yang tepat, dan pendayagunaan fasilitas secara efisien) juga merupakan hasil belajar siswa yang penting dan mendasar. Perhatian yang berlebihan terhadap hasil belajar dan cenderung kurang meneliti proses pencapaiannya, lebih-lebih jika terjebak dalam pandangan yang sempit (lihat A, 2) akan mengecewakan banyak pihak. Kasus siswa SMA kelas I, dengan nilai NEM serta STTB yang baik tetapi tersendat mengikuti beban belajar di SMA; kasus keraguan sistem PMDK (yang akhirnya ditiadakan oleh Depdikbud), dan sejenisnya membuktikan bahwa antara hasil serta proses belajarnya tidak konsisten atau hasil tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak tepat (sebagaimana dituntut oleh hakikat belajar kemanusiaan yang sebenarnya). Sehubungan dengan pentingnya penerapan PKP dalam pembelajaran siswa, (Conny Semiawan, dkk., 1985:14 s.d. 16) mengajukan dasar pertimbangan sebagai berikut : PKP selaras dengan hasrat belajar sepanjang hayat dan selaras dengan ... Read More Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Dan Bentuk-Bentuk Kegiatannya Apakah PKP itu? Apa macam keterampilan belajar yang perlu dikuasai siswa sebagai bukti keberhasilan penerapan PKP? Keterampilan proses hanya diperoleh lewat melatih kemampuan fisik, mental, dan sosialitas para siswa secara mendasar. (Soedjono, 1988:23). Menurut Syamsuar Mochtar (1987 : 20), pendekatan keterampilan proses adalah cara memandang siswa serta kegiatan sebagai manusia seutuhnya, yang diterjemahkan dalam kegiatan belajar-mengajar yang memperhatikan perkembangan pengetahuan, (baik sebagai tujuan maupun sekaligus bentuk pelatihannya), yang akhirnya semua kegiatan belajar dan hasilnya tersebut tampak dalam bentuk kreativitas. Kiranya perlu ditegaskan bahwa PKP menunjuk ciri-ciri tertentu, yaitu : merupakan pendekatan pembelajaran yang strategis, mendayagunakan semua daya (fungsi) diri siswa, bersifat generis (mendukung nilai tambah dan meningkatkan kreativitas), bersasaran utuh serta kemanusiaan dan

1/2

sekaligus meningkatkan sosialisasi diri siswa (pelayanan sesama). Jenis-jenis keterampilan belajar siswa yang selaras dengan tuntutan penerapan PKP telah banyak dianalisis oleh para ahli, antara lain: Conny Semiawan, dkk. (1985:17, 18); Sjamsuar Mochtar, ed., (1987:21, 22); Misbah Partika, (1987:36 s.d. 39); Marvin Pasch, dkk., (1991:91 s.d. 154). Jenis-jenis keterampilan belajar siswa tersebut adalah : Keterampilan mengamati, menghitung, mengukur, dan mencatat data (mengamati mencakup pendayagunaan berbagai alat ukur baik yang standar maupun yang tidak standar; mencatat data hendaknya menggunakan sistem tertentu); Ketrampilan menggolong-golongkan data dengan dasar pertimbangan tertentu atau sistem tertentu (mempertimbangkan ciri esensi ... Read More Praktik Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Praktik PKP juga membutuhkan kerja tepat asas, dengan mengingat analisis asas didaktis yang telah disajikan pada artikel sebelumnya, dalam kesempatan ini akan diketengahkan pendapat dua ahli lagi yang dapat dijadikan pembanding atau pelengkap uraian yang terdahulu. Banyak ahli didaktis-metodis yang telah membahas asas-asas pembelajaran, misalnya S. Nasution (1977) dalam bukunya yang berjudul Didaktik: Asas-Asas Mengajar dan J.M. Mursell (1954) dalam bukunya yang berjudul Succesful Teaching. Dalam analisis dibawah ini sekedar akan ditunjukkan jenis asas mengajar yang diajukan para ahli tersebut. Macam asas mengajar yang diajukan oleh S. Nasution (1977). adalah sebagai berikut : Asas motivasi belajar (berdasarkan kebutuhan siswa, guru membangun motivasi belajar siswa); Asas aktivitas (siswa dibimbing aktif belajar untuk dirinya); Asas peragaan (selaras dengan tingkat berpikir siswa dan usaha untuk memberantas vernalisme); Asas individualitas (menyesuaikan beban pelajaran dengan kemampuan perorangan siswa dan minat-minatnya); Asas belajar dari lingkuang (lingkungan sebagai sumber belajar dan kancah penerapan hasil belajar siswa perlu didayagunakan secara efektif dan efisien); Asas kerjasama (kooperasi), yang dimaksud adalah kecakapan siswa dalam kerja kelompok, diskusi dan terbinanya hubungan sosial kelas yang kompak dan sehat; Asas persepsi (pengetahuan atau kekayaan kognitif, afektif dan psiko-motoris yang telah dikuasai siswa hendaknya dijadikan titik tolak pengembangan lebih lanjut); Asas menilai semua siswa (penilaian adalah balikan untuk pembenahan serta pengembangan belajar siswa lebih ... Read More Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Profesional Guru Terhadap Prestasi Belajar ABSTRAK Kristian, Hendrik. 2010. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Profesional Guru Terhadap Prestasi Belajar yang Dimediasi oleh Motivasi Belajar Siswa (Studi pada siswa Kelas X mata pelajaran ekonomi di SMA Islam Malang Tahun Ajaran 2009/2010). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) : Drs. Sapir.S.Sos, M.Si. Pembimbing (II) : Dwi Wulandari, SE., M.M. Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. Guru adalah pihak yang paling dekat berhubungan dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari, dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan terhadap guru merupakan hal mendasar dalam proses pendidikan. Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain, sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi―. Dari kompetensi tersebut guru dapat menciptakan suasana dalam belajar menjadi nyaman dan optimal sehingga menumbuhkan persepsi siswa yang positif. Dengan persepsi yang potif tersebut akan menumbuhkan motivasi siswa dalam belajarnya sehinga dapat mempengaruhi tidakan siswa dalam mencapai tujuannya, yaitu prestasi belajar yang ... Read More

2/2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->