Fungsi hukum dalam praktek keperawatan : * Beri kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana yang sesuai dengan

hukum * Bedakan tanggungjawab perawat dengan profesi lain * Bantu menentukan batasan kewenagan tindakan keperawatan mandiri * Bantu dalam mempertahankan standar praktek keperawatan Undang-undang tentang praktek keperawatan : * UU No. 9 tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan * UU No. 6 tentang tenaga kesehatan yang merupakan penjabaran daru UU No. 9 tahun 1960. Perawat masih ditempatkan pada posisi yang secara hukum tidak mempunyai tanggungjawab mandiri karena masih tergantung pada tenaga kesehtan lain. * UU kesehatan No. 18 tahun 1964 mengatur tentang wajib kerja para medis. Perawat masih dinyatakan sebagai tenaga kerja membantu tenaga kesehatan akademis termasuk dokter sehingga perawat ditinjau dari keprofesian jauh dari kewenangan tanggungjawab terhadap pelayanan sendiri * UU No. 23 tahun 1992 merupakan UU yang banyak memberi kesempatan bagi perkembangan keperawatan termasuk praktek keperawatan profesional karena dalam UU ini dinyatakan tentang staandar praktek, hak-hak pasien, kewenagan maupun perlindungan hukum bagi profesi kesehatan termasuk perawat http://ridha-zulfajri.blogspot.com/2010/01/hukum-dalam-keperawatan.html

kredensial praktik keperawatan CREDENTIALING Menurut Kozier Erb (2004), credentialing merupakan salah satu cara profesi keperawatan mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas persiapan pendidikan anggotanya. Definisi lain menurut (Guido, 2006) adalah suatu bukti pengakuan yang biasanya dalam bentuk tertulis yang menyatakan bahwa individu atau organisasi mempunyai standar praktek yang spesifik. Pendapat lain menyatakan (dalam http://www.ehow.com), Credentialing merupakan review dari kualifikasi individu atau organisasi. Jadi, kredensial dapat diartikan sebagai bukti tertulis dari organisadi profesi dalam upaya mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas anggotanya. Credentialing merupakan suatu bentuk keberhasilan seseorang untuk memperoleh nilai dari suatu badan kredensial. Fungsinya adalah sertifikat kredensial sebagai ujian akhir prose profesi. Itu merupakan jamiaan yang menyatkan bahwa ia adalah seorang professional dan mempunyai pengalaman yang cukup. Credentialing merupakan keseragaman proses yang telah disetujui oleh semua anggota. Hal ini berarti badan tersebut dapat menerapkan standar yang sama pada setiap aplikasi kredensial. Keseragaman bukanlah berarti tanpa pengecualian, tetapi aplikasi tersebut dimulai untuk mengukur standar. Tentu saja, kredensial ini dibuat agar dapat dilakukan evaluasi oleh pihak luar. Sebagai gambaran, di lingkungan Oxford dan United Health Care, kredensial diberikan dengan beberapa kriteria,

Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum. Mempunyi pengalaman Dari hal diatas. kadangkala ia perlu mempertimbangkan baik buruknya tindakan secara ilmiah. Secara umum mempunyai DEA atau sejenisnya. · Pekerjaan secara jelas merupakan area kerja yang tersendiri dan terpisah. Proses pertimbangan tersebut tergantung pada situasi dan kondisi yang ada (Wright. Mempunyai persetujuan kolaboratif dengan tenaga spesialis lainnya. Izin praktik maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu atau dua tahun. Perawat juga memiliki . http://www. bahkan cenderung menjadi objek hukum. Mempunyi protokoler praktik h. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta.com/2010/10/18/kredensial-keperawatan/ liabilitas dalam keperawatan liabilitas adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang perawat baik aktual maupun potensial. Sertifikasi diindikasikan setelah mencapai standar kriteria minimum dari perawat dalam melakukan tindakan keperawatan. Pertama. dapat disimpulkan bahwa kredensial itu diperlukan untuk menjamin kualitas standar pelayanan praktik seseorang sehingga baik praktisi atau komsumen mempunyi jaminan yang secara legal dapat dipertanggung jawabkan oleh instansi atau organisasi. http://ahyarwahyudi. 2004).kreasimahasiswa. Perawat adalah subyek profesional yang dituntut untuk melaksanakan berbagai tugas dan kewajiban yang diembannya. Secara umum mempunyai izin sah dari pemerintah.htm Ada beberapa alasan mengapa Undang-Undang Praktik Keperawatan dibutuhkan. Untuk dapat terdaftar. Mempunyai izin dari instansi rumah sakit. d. Sertifikasi menunjukkan kualifikasi perawat dalam berbagai area praktik klinik. dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. Namun. Bagi masyarakat izin praktik keperawatan merupakan perangkat perlindungan bagi mereka untuk mendapat pelayanan dari perawat professional yang benar-benar mampu dan mendapat pelayanan keperawatan dengan mutu tinggi. g. perawat tidak serta merta melaksanakan kewajibannya secara otomatis atau kaku. biasanya harus memenuhi tiga kriteria : · Ada kebutuhan untuk melindungi keamanan atau kesejahteraan masyarakat. Mempunyai asuransi malpraktik f. Sertifikasi adalah surat tanda keabsahan seorang perawat yang sah dan professional dalam berpraktek.tl/ETIK-DAN-HUKUM-KEPERAWATAN. · Ada suatu organisasi yang melaksanakan tanggung jawab proses pemberian izin.wordpress. IJIN PRAKTEK Lisensi merupakan pencantuman nama seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik milik pemerintah maupun non pemerintah. perawat harus telah menyelesaikan pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai yang diterima. e.page. Bagi setiap profesi atau pekerjaan untuk mendapatkan hak izin praktik bagi anggotanya. c. b. alasan filosofi. Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan derajat kesehatan. Ketika ia melaksanakan tugasnya. Sertifikasi dikeluarkan oleh organisasi profesi Lisensi atau Izin praktik keperawatan diperlukan oleh profesi dalam upaya meningkatkan dan menjamin professional anggotanya. Lulus Pendidikan Keperawatan dan mempunyi sertifikat keperawatan.antara lain: a.

Sebelum membahas lebih dalam tentang undang. UU Kesehatan No. pemerintah membuat suatu peryataan yang jelas perbedaan antara tenaga keperawatan dan bidan. Dari aspek hukum. 23 tahun 1992 merupakan UU yang banyak memberi kesempatan bagi perkembangan keperawatan termasuk praktik keperawatan profesional.undang praktik keperawatan mari kita mengulas secara singkat beberapa undang. Dalam UU ini. apoteker. hak.kompetensi keilmuan. keterwakilan yang seimbang.lagi posisi perawat dinyatakan sebagai tenaga kerja pembantu bagi tenaga kesehatan akademis termasuk dokter. lagi. pemerintah dan pihak terkait lainnya). 1987. 23 tahun 1992 yang dapat dipakai sebagai acuan pembuatan UU Praktik Keperawatan .hak pasien. dan dokter gigi.undang yang ada di indonesia yang berkaitan peraktik keperawatan. berdisiplin.undang ini membedakan tenaga kesehatan sarjana dan bukan sarjana. UU Kesehatan No. ayat (3) dijelaskan bahwa tenaga kesehatan sarjana muda. dan rendah wajib menjalankan wajib kerja pada pemerintah selama 3 tahun. kreatif. optimalisasi profesi. serta kesetaraan dan kesesuaian interprofesional (WHO. 1991). lingkup profesi yang jelas. Undang-Undang ini memiliki tujuan. Tenaga sarjana meliputi dokter. 2002). Sistem ini menguntungan perawat. semangat pengabdian yang tinggi. 262/Per/Vll/1979 tahun 1979 yan membedakan paramedis menjadi dua golongan yaitu golongan medis keperawatan (termasuk bidan) dan paramdis non keperawatan. kemutlakan profesi. Dalam Permenkes No. profesi. karena dapat naik pangkatnya dan tidak tergantung kepada pangkat/golongan atasannya. maupun perlindungan hokum bagi profesi kesehatan termasuk keperawatan. 6 tahun 1963 tentan Tenaga Kesehatan. etis dan profesional. Undang. Tenaga perawat termasuk tenaga yang bukan sarjana atau tenaga kesehatan dengan pendidikan rendah. UU No. fleksibilitas. 18 tahun 1964 mengatur tentang Wajib Kerja Paramedis. karena dalam UU ini juga tercantum berbagai jenis tenaga sarjan keperawatan seperti sekarang ini. tangal 4 nopenber 1986 menjelaskan jabatan fungsional tenaga keperawatan dan system kredit poin. Sciortino. UU ini merupakan penjabaran dari UU No. kerena dalam UU ini dinyatakan tentang standar praktik. Beberapa peryataan UU Kesehatan No. kewenagan. berbudi luhur dan dapat memegang teguh etika profesi. kepentingan bersama berbagai pihak (masyarakat. terampil. universal. UU ini boleh dikatan sudah usang. menengah. sikap rasional. Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 94/Menpan/1986. Dalam SK Menkes No. efisiensi dan keselarasan. Pada pasal 2. 363/Menkes/Per/XX/1980 tahun 1980. 9 tahun 1960. suatu hal yang perlu dicatat di sini bahwa tenaga bidan tidak terpisah tetapi juga termasuk katagori keperawatan (Soekanto & Herkutanto. Disamping itu. keadilan.

Walapun klien tampak bisa tidur namun ia sering meminta diberikan obat analgesik.adalah: 1) Pasal 53 ayat 4 menyebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi dan hak. 1993). Wanita tersebut mengalami nyeri tulang yang hebat dimana sudah tidak dapat lagi diatasi dengan pemberian dosis morphin intravena. perawat harus telah menyelesaikan pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai yang diterima.hak pasien ditetepkan dengan peraturan pemerintah. Pasal 53 ayat 4 menyatakan tentang hak untuk mendapat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan (Jahmono. 2) Pasal 50 ayat 1 menyatakan bahwa tenaga kesehatan bertugas menyelengarakan atau melaksakan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian dan kewenagannya. Saat dilakukan diskusi perawat disimpulkan bahwa penambahan obat analgesik dapat mempercepat kematian klien. Perawat yang telah terdaftar diizinkan memakai sebutan registered nurse. Untuk dapat terdaftar. dan keluarganya pun meminta untuk dilakukan penambahan dosis pemberian obat analgesik. Beberapa regulator yang berhubungan dengan perawat dan keperawatan Indonesia.blogspoto contoh kasus keperawatan Seorang wanita berumur 50 tahun menderita penyakit kanker payudara terminal dengan metastase yang telah resisten terhadap tindakan kemoterapi dan radiasi. . http://hukumperawat. Izin praktik maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu atau dua tahun. Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik milik pemerintah maupun non pemerintah. Regulasi Regulasi keperawatan (regristrasi & praktik keperawatan) adalah kebijakan atau ketentuan yang mengatur profesi keperawatan dalam melaksanakan tugas profesinya dan terkait dengan kewajiban dan hak. Hal itu ditunjukkan dengan adanya rintihan ketika istirahat dan nyeri bertambah hebat saat wanita itu mengubah posisinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful