P. 1
1-Panduan Pemetaan Sbi - Sd Smp Sma Smk

1-Panduan Pemetaan Sbi - Sd Smp Sma Smk

|Views: 142|Likes:
Published by OkKie DOopie

More info:

Published by: OkKie DOopie on Jun 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

PANDUAN PEMETAAN RSBI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

PUSAT PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
JAKARTA, JULI 2011

dan 5) memberikan rekomendasi kepada direktorat teknis untuk melakukan pembinaan sekolah penyelenggara RSBI. Diharapkan. salah satunya adalah pengembangan instrumen pemetaan mutu sekolah diantaranya adalah penyelenggara rintisan sekolah bertaraf internasional. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan pemetaan mutu yang memotret pengembangan sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. dan sekaligus sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan . (2) mengetahui kinerja masing-masing standar .Kata Pengantar Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional sejak awal tahun 2011 telah mengembangkan berbagai perangkat penjaminan mutu. maka dapat dilihat dalam Panduan pemetaan mutu RSBI tahun 2011. dan indicator pendidikan sebagai sekolah penyelenggara RSBI. dan c) profil sekolah terbaru. Untuk memahami perangkat semua instrumen dan pelaksanaannya. b) instrumen pemetaan mutu (kualitatif). maka dalam kegiatan pemetaan mutu ini dilengkapi dengan beberapa perangkat instrumen yaitu: a) instrument pemetaan mutu RSBI (kualitatif). Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 yang diperbaharui. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan telah melakukan berbagai upaya dan usaha dalam rangka peningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Tujuan utama pemetaan mutu adalah : (1) mengetahui kinerja sekolah ditinjau dari pemenuhan dimeni keinternasionalan-nya. khususnya dimensi-dimensi internasional yang telah dilaksanakan oleh sekolah. pengontrolan.kompoenen. Hal ini dilaksanakan atas dasar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Dalam kerangka pengembangan system penjaminan mutu. informasi dan semua perangkat instrumen pemetaan mutu RSBI ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam melakukan pembinaan. PP No 17/2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. (4) mengetahui berbagai kendala dalam penyelenggaraan RSBI. dan peraturan perundangan lainnya. (3) mengetahui perkembangan profil sekolah penyelenggara RSBI.

penjaminan mutu dalam penyelenggaraan RSBI. Juli 2011 Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan . Atas segala kritikan dan masukan terhadap instrumen ini diucapkan terima kasih. Jakarta.

Pusat penjaminan Mutu Pendidikan telah mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan penjaminan mutu pendidikan. Dalam pengembangan instrumen RSBI. c) kualitas.A. instrument SMP. Dalam pengembangan RSBI tersebut masing-masing Direktorat Teknis telah mengembangkan konsep SBI. hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain definisi RSBI yang merupakan sekolah yang grade-nya di atas standar Nasional pendidikan (SNP)dan sebagai rintisan yang akan dikembangkan dalam menjadi RSI pada pereode tertentu (PP No. Berbagai bentuk pembinaan dilakukan oleh Kemendiknas dalam rangka mengimpelmentasikan perintah Sistem perundang-undangan. Untuk mengoptimalkan pengembangan dan terobosan. salah satunya adalah melakukan pemetaan sekolah baik yang berkategori sekolah potensial. berakibat pada terjadinya proses distribusi kewenangan ke daerah. melakukan sosialisasi pengembangan RSBI. dan instrumen pemetaan RSBI untuk semua jenjang. RSBI juga merupakan sekolah yang dikembangkan dari SSN yang memiliki skore kinerja sekolah berada di level atas dari SSN (rintisan). 17 tahun 2010). Rasional Perubahan kebijakan nasional dari sentralisasi menuju desentralisasi yang direalisasi dengan pelaksanaan otonomi daerah dalam semua aspek kehidupan. SMA dan SMK) perlu dikembangkan konsep. dan e) kesetaraan. Meskipun demikian masih ada kewenangan-kewenangan tertentu yang langsung masih ditangani oleh pusat. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan telah menetapkan menetapkan lima pilar utama yakni : a) Ketersediaan. sekolah standar nasional (SSN). dan salah satu diantaranya adalah melakukan pemetaan 1 . Inovasi-inovasi tersebut dikembangkan oleh pusat. Instrumen-instrumen tersebut dikembangkan berdasarkan indikator esensial Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berkaitan dengan Indikator Kenerja Kunci Tambahan atau demensi-dimensi internasional yang merupakan ciri khusus keberadaan RSBI. diujicobakan oleh pusat dan di implementasikan di tingkat daerah (sekolah). khususnya inovasi manajemen pendidikan. SMP. d) kepastian. khususnya dalam pelaksanaan dan pengelolaan sumber daya manusia. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan telah mengembangkan seperangkat instrumen pemetaan mutu RSBI yang terdiri dari kelompok instrumen SD. dan mengembangkan alat evaluasi dan monitoring untuk mengetahui keberhasilan konsep tersebut di tingkat sekolah. mengembangkan instrumen dalam rangka menyeleksi RSBI. Dalam proses pemetaan sekolah tersebut Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan mengembangkan berbagai instrument pemetaan. termasuk aspek pendidikan berakibat langsung pada beberapa kewenangan dan tanggung jawab. yang salah satunya adalah instrumen pemetaan SBI/RSBI. b) keterjangkauan. Namun demikian dalam rangka membuat pemetaan mutu RSBI secara menyeluruh untuk semua jenjang (SD. khususnya dalam pengembangan dan inovasi pendidikan. Khusus program peningkatan kualitas. instrumen SMA. khususnya dalam bidang pendidikan melalui Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan. kerangka. dan sekolah bertaraf internasional (termasuk RSBI). Konsekuensi logis dari perubahan kebijakan tersebut. Penetapan SBI juga didasarkan pada support dana (dukungan) dana dari pihak ekternal (pemda) baik propinsi maupun kabupaten/kota terhadap Rencana Anggaran pendapatan belanja Sekolah (RAPBS). implementasikan konsep. dan instrumen SMK.

pengawasan. dan komprehensif. C. B. standar pembiayaan. dan tindak lanjut. Sedangkan tujuan umum dari pemetaan mutu RSBI adalah untuk menegtahui sejauhmana kinerja sekolah baik dalam kerangka pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP) maupun pemenuhan dimensi keinternasionalan. standar kompetensi lulusan. Penekanan pendalaman dan analisis dalam pemetaan ini berkaitan erat dengan bidang-bidang manajemen pendidikan. pihak sekolah dan pihak lain yang terkait dapat melakukan perbaikan atau penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Agar langkahlangkah dalam pemetaan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang optimal. 2. yaitu standar isi. Dengan demikian.mutu yang menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Pusat Penjaminan Mutu pendidikan. Direktorat SMP. yaitu perencanaan. pelaksanaan. Unsur Perguruan Tinggi dan lainnya yang ditunjuk dengan memiliki kemampuan. dan indicator pendidikan sebagai sekolah RSBI 3. mengetahui kinerja masing-masing standar. dan SMK yang telah ditetapkan oleh Direktorat teknis (Direktorat SD. dan mengatasi segala problem dan hambatan yang terjadi di sekolah dalam penyelenggaraan RSBI. Secara rinci (khusus) tujuan pemetaan RSBI adalah untuk: 1. standar sarana dan prasarana. Tujuan Tujuan dilaksanakannya pemetaan mutu RSBI adalah untuk memberikan masukan. khususnya ditinjau dari jenis-jenis SNP. 2 . melakukan rekomendasi kepada direktorat teknis untuk melakukan pembinaan sekolah RSBI. standar pengelolaan. Petugas Petugas pemetaan mutu RSBI adalah tim yang ditetapkan oleh Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan. mengetahui kinerja sekolah ditinjau dari pemenuhan dimensi-dimensi keinternasionalan. komponen. Dinas Pendidikan Daerah. maka perlu panduan yang sistimatis. standar proses. Direktorat SMA. 5. 4. jalan keluar. dan standar penilaian yang bernuansa internasional. SMA. mengetahui perkembangan profil sekolah RSBI. dan Direktorat SMK) sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau disebut sekolah yang dikembangkan menjadi SBI. Sararan Sasaran pemetaan mutu adalah semua sekolah jenjang SD. D. mengetahui berbagai kendala dalam penyelenggaraan RSBI. Tim ini terdiri dari staf di Pusat PMP. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan lingkungan sekolah terhadap penyelenggaraan RSBI beserta hasil-hasilnya. Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. SMP.

Daftar Perangkat Pemetaan Mutu RSBI Tahun 2011 No. tim ini diberi pembekalan secukupnya. khususnya sekolah bertaraf internasional (SBI). 1 2 3 4 5 6 Dokumen/kelengkapan administrasi SPPD Surat Tugas Panduan Pemetaan Mutu RSBI Instrumen Pemetaan Mutu RSBI Biaya Transport lokal pendamping petugas Pemetaan Mutu RSBI CD berisi: file profil sekolah E. Pentahapan Kegiatan Pemetaaan Mutu RSBI Tahun 2011 No. Selanjutnya sebelum menjalankan tugasnya. Petugas memberikan file kepada sekolah. Pentahapan Kegiatan Waktu 3 . Secara administratif daftar dokumen dan kelengkapan administrasi yang perlu dibawa oleh setiap petugas ke lapangan adalah sebagai berikut : Tabel 1. 4. yaitu: Instrumen pemetaan mutu RSBI dan profil sekolah. Dukungan data untuk kelengkapan profil sekolah harus disertakan halhal yang esensial TENTANG INDIKATOR KEINTERNASIONALAN. 3. dan menarik kesimpulan serta membuat laporan singkat hasil pemetaan RSBI dengan rambu-rambu dan kelengkapan sebagai berikut: 1. yaitu: file PROFIL SEKOLAH. serta pengetahuan yang memadai tentang pengembangan sekolah. Semua isian yang ada di instrumen harus diisi dengan lengkap dan rapi.com. keseriusan dan pemikiran inovatif. File tersebut setelah diisi diharuskan diserahkan ke petugas dan atau DIKIRIM Pusat penjaminan Mutu Pendidikan melalui alamat email: paudni_ppmp@yahoo.kesanggupan. 2. dengan memfotocopy dokumen-dokumen perdukung tersebut (khususnya dokumen tambahan yang berkaitan dengan instrumen pendukung ciri-ciri sekolah bertaraf internasional). menganalisis data. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Coaching Pemetaan Mutu Pemetaan Mutu akan dilaksanakan pada bulan September Tahun 2011 dengan skedule sbb: Tabel 2. Petugas mengembalikan semua instrumen pemetaan mutu RSBI. Setiap petugas memiliki tanggung jawab mengumpulkan data.

melalui pemetaan dan atau pengumpulan data. (3) Penetapan petugas sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pensekoran dan Penilaian. Konsep dasar RSBI. dan SMK). Pengumpulan data dilakukan dengan cara petugas mengisi kuesioner/inventory berdasarkan informasi yang diperoleh dari responden. 2) Guru Wawancara dengan guru dilakukan untuk memverifikasi data-data yang berkaitan langsung dengan tugas-tugas guru baik sebagai tenaga pengajar maupun sebagai sub-sistem dari sekolah. Pemetaan Mutu RSBI ke Sekolah dan Dinas Pendidikan Daerah Pemetaan Mutu RSBI dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang komprehensif tentang kondisi sekolah dan hal-hal yang lain. khususnya dalam pengembangan sekolah bertaraf internasional dan pembelajaran. SMP. khususnya yang berkaitan dengan dimensi-dimensi internasional. dan lainnya. Mekanisme Pemetaan Mutu RSBI 1. pengamatan lapangan. Pedoman Pemetaan Mutu. Urutan pengumpulan data melalui sebagai berikut: 1) Kepala Sekolah Selain mengumpulkan data untuk mengetahui profil sekolah dan untuk mendapatkan data-data tentang sekolah beserta dokumen pendukungnya sesuai instrumen. 2. Pelaksanaan a. dan telaah dokumentasi. serta Pelaporan Pemetaan Mutu RSBI. SMA. Selanjutnya dalam tahap persiapan juga dilakukan “coaching” bagi petugas yang akan ke lapangan (sekolah). Tahap persiapan Tahap persiapan pada dasarnya adalah pemersiapan berbagai perangkat berkaitan dengan pelaksanaan Pemetaan Mutu RSBI antara lain : (1) pengembangan instrumen Pemetaan Mutu RSBI untu ksemua jenjang yang telah disesuaikan dengan konsep RSBI dan peraturan perundang-undangan terbaru. Instrumen Pemetaan Mutu RSBI. 3) Komite Sekolah Wawancara dengan komite sekolah dilakukan untuk memverifikasi datadata yang berkaitan langsung dengan peran komite sekolah sebagai supporter pengembangan sekolah bertaraf internasional. Materi coaching meliputi : Kebijakan PMP.A Pembekalan petugas : B Pelaksanaan Pemetaan Mutu RSBI ke lapangan C Pelaporan petugas D Pelaporan keseluruhan F. 4 . melalui data base yang ada di Direktorat teknis (SD. (2) Identifikasi sekolah.

sarana dan prasarana serta pengawasan RSBI. sarana dan prasarana serta pengawasan RSBI. Pelaporan Petugas wajib melaporkan hasilnya dari lapangan untuk selanjutnya akan dianalisis sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. diantaranya tentang: kebijakan. pembinaan. perluasan dari SNP sesuai dengan standar internasional. Adapun yang perlu diserahkan/dilaporkan oleh petugas antara lain: semua instrument supervise dan ME RSBI yang telah diisi.4) Siswa Wawancara dengan siswa dilakukan untuk memverifikasi data-data yang berkaitan langsung dengan peran guru. yaitu apa saja yang terkait dengan penyelenggaraan. b.Instrumen Dalam kerangka pengembangan instrumen. dan untuk lebih mudah penghitungannya menggunakan skor komulatif komponen. dan profil sekolah (dalam bentuk file dan cetakan) serta dokumen (file dan cetakan) dari instrumen II. Indikator-indikator penilaian kinerja sekolah RSBI merupakan acuan untuk mengembangkan butir-butir penilaian kinerja sekolah. dan kewenangan RSBI/SBI. pendidik dan tenaga kependidikan. dan kewenangan RSBI/SBI. kurikulum. dan indikator. pendalaman. PENSKORAN. DAN PENILAIAN KINERJA SEKOLAH A. PEMBOBOTAN. Indikator ini dijabarkan dari komponen-komponen yang dijabarkan dari SNP 5 . INSTRUMEN. kurikulum. 5) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Wawancara dengan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang terkait dengan penyelenggaraan. Penilaian kinerja keseluruhan merupakan jumlah setiap indikator atau komponen. 6) Dinas Pendidikan Provinsi Wawancara dengan pejabat Dinas Pendidikan Provinsi pada dasarnya adalah sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. pendanaan. demikian juga untuk pengembangan instrumen kinerja sekolah. untuk membangun konstruk variabel yang akan diukur pada umumnya dijabarkan dalam komponen. Dalam konteks kinerja sekolah yang tolok ukur pencapaiannya adalah pengayaan. khususnya dalam pelaksanaan proses pembelajaran. pendidik dan tenaga kependidikan. pembinaan. pendanaan. diantaranya tentang: kebijakan.

Relevan. kriteria ini menunjukan bahwa dari setiap indikator harus dapat diturunkan butir-butir penilaian yang akan digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja sekolah. maka dalam penyusunan instrumen ini di samping didasarkan semua regulasi di atas. untuk mengetahui potret sekolah (dilihat secara kuantitatif) sebagai data pendukung penilaian kinerja sekolah. Di samping itu. e. Profil sekolah. sebagai suatu ukuran kinerja sekolah. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang dikembangkan harus mewakili aspek-aspek tertentu dari komponen kualitas sekolah. Teramati. c. Kebijakan Mandikdasmen tentang Penjaminan Mutu Penyelenggaraan SBI. InInstrumen yang sifatnya tertutup (dengan butir-butir pernyataan yang diberikan alternatip jawaban). Instrumen yang bersifat terbuka dan dipergunakan untuk mengungkap fakta secara kualitatif. Dalam merumuskan indikator-indikator ini digunakan kriteria: a. Representatif. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator dapat diukur dan ditujukkan. Permendiknas No 78/2009 Tentang Penyelenggaraan SBI yang diperbaharui. Dalam upaya menggali data dan informasi yang komprehensif dalam kerangka pengambilan kebijakan pemerintah untuk melakukan pembinaan sekolah secara tepat. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang dikembangkan harus relevan dengan harapan pihak yang berkepentingan di sekolah. Praktis. b. PP No 48/2008. yang selanjutnya dikembangkan menjadi butir-butir pernyataan. kebijakan-kebijakan lain yang relevan dari kementerian Pendidikan Nasional. yaitu untuk mengetahui kinerja sekolah. Terukur. d. Pengembangan instrumen pemetaan dalam rangka penilaian kinerja perlu memperhatikan kepentingan penilaian kinerja sekolah. 6 . kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang digunakan sebagai acuan pengembangan butir-butir penilaian harus dapat diamati substansi dan keberadaanya. Beberapa instrumen pemetaan mutu tersebut adalah sebagai berikut: 1. f. Instrumen dimensi keinternasionalan juga memuat indikator-indikator keinternasionalan yang dikembangkan dari setiap komponen masing-masing standar dalam standar nasional pendidikan. PP No 38/2007.merupakan fokus penilaian. juga didasarkan atas PP No 17/2010. maka dalam kegiatan pemetaan mutu ini dipergunakan beberapa instrumen untuk sasaran/responden yang berbeda-beda. 3. Instrumen pemetaan ini disusun berdasarkan indikator-indikator standar keinternasionalan sekolah. yaitu pemenuhan dimensi keinternasionalan (Indikator Kinerja Kunci Tambahan/IKKT). 2. juga dikembangkan atas dasar pemahaman konsep manajemen pendidikan dan mempertimbangkan kondisi lapangan dalam praktik persekolahan. di samping itu juga untuk melengkapi instrumen kinerja sekolah.

Konversi pilihan opsi menjadi skor 5. 3. Hitung jumlah opsi yang dipilih (misal M) 3. Bobot Standar. 3. dan 1 dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. dan 1 hanya boleh memilih (x) salah satu opsi. 1. Komponen. Untuk pernyataan yang jawabannya skala/kontinum diberikan lima (5) opsi jawaban. Konversi persentase jumlah opsi yang dipilih menggunakan tabel konversi sbb: No. Penskoran Butir Pernyataan Instrumen Kinerja Sekolah Instrumen kinerja sekolah ini terdiri dari sejumlah butir sebagaimana disebutkan sebelumnya. dan b) model pernyataan yang opsinya ceklist/diskrit. Selanjutnya butir-butir pernyataan terdiri dari dua model: a) model pernyataan yang opsinya skala/kontinum. sedangkan pernyataan yang jawabannya menggunakan ceklist/diskrit (boleh memilih (x) lebih dari satu opsi. Hitung jumlah opsi yang tersedia pada pernyataan (misal N) 2.99 Skor 5 4 7 . dengan skor 5. 4. butir-butir yang berupa pernyataan yang sifatnya tertutup. 2. 2. 2. Pembobotan unsur-unsur No 1 2 3 4 5 6 7 8 Standar Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Penilaian Pendidikan Standar Proses Standar Isi Standar Pendidik dan Tendik Standar Pengelolaan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Jumlah Bobot 130 110 150 130 150 110 120 100 1000 C.B. Persenta se 100 ≥ 72 . dan Indikator Keinternasionalan Adapun besarnya bobot tiap standar pendidikan adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hitung persentase jumlah opsi yang dipilih dengan rumus: Persen (%) = M/N x 100 4. 4.

6 .00 12. 7 4.71 71.00 88.89 77.22 11.50 100.00 62. 4. 1. Skor 5 4 4 3 3 2 2 1 1 5 4 4 3 3 2 2 1 5 4 3 3 2 2 1 5 8 2.57 14.00 85.44 33. 8 3.50 75.43 57.78 66.50 50.< 3 72 ≥ 24 .3.50 25.00 87. 5.29 100.67 55.86 28.00 37.14 42.56 44. ≥ 48 .< 2 48 <24 1 Model pernyataan yang opsinya ceklist/diskrit dalam instrumen pemetaan RSBI ini mempunyai jumlah opsi maksimum 9 dan minimum 3.33 22.00 No. Dengan menggunakan rumus dan tabel konversi tersebut maka berbagai kemungkinan konversi persentase jumlah opsi yang dipilih menjadi skor ditunjukkan tabel seperti berikut: Jumlah Opsi (N) 9 Opsi yang Dipilih (M) 9 8 7 6 5 4 3 2 1 8 7 6 5 4 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1 6 Persenta se (%) 100.11 100.

00 40.00 80.00 66.00 20. 3 Contoh-contoh pengisian instrumen 1.5 4 3 2 1 5. memiliki skor 4. pengisian skala/kontinum: instrumen kinerja sekolah dengan opsi Prosentase lulusan yang melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs bertaraf internasional atau SSN yang unggul X 100 % (76-99) % (50-75) % (24-49) % < 23 % Skor 4 Keterangan : Pada butir pernyataan di atas ditanyakan prosentase lulusan yang melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs bertaraf international atau SSN unggul.00 33.00 75.67 33.33 4 3/4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 5 3 2 6.00 50. 4 7.33 16. 5 5 4 3 2 1 4 3 2 1 3 2 1 83. Contoh pengisian ceklist/diskrit: instrumen kinerja sekolah dengan opsi 9 .67 100. 2.00 25.00 100. artinya menurut responden/sekolah yang bersangkutan.00 60.33 66. Contoh 1.67 50. responden menjawab (x) 76-99 % …pada opsi ke 4.00 100.

dengan rumus: Nk 1. Berdasarkan tabel konversi. Data kualitatif tidak dikuantifikasikan (di-sekor-kan). Menghitung Nk tiap komponen. Dari informasi 10 . Perhitungan Nilai Kinerja Keinternasionalan (NKK) Nilai NKK dapat diperoleh dengan rumus: NKK 3 + NSK 4 + NSK 5 + NSK 6 + NSK7 + NSK 8 = NSK 1 + NSK 2 + NSK G. Perhitungan Nilai Indikator ME Nilai komponen (Nk) diperoleh dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. namun data kualitatif digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk men-justifikasi skor kuantitatif yang diperoleh oleh sekolah yang bersangkutan. drama dan sebagainya satu tahun terakhir: tingkat internasional X tingkat nasional X tingkat provinsi X tingkat kabupaten/kota tidak ada Skor 3 Keterangan : Pada butir pernyataan di atas persentase kejuaraan tertinggi dalam mengekspresikan/unjuk kerja/apresiasi/refleksi diri melalui kegiatan seni dan budaya yang dicapai sekolah adalah 3/5 x 100 = 60%.1. Menjumlahkan tiap penskoran dari tiap pernyataan dari tiap komponen (diperoleh jumlah skor/komponen) 3. dengan rumus: NSK1. pagelaran tari. Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi dalam mengekspresikan/unjuk kerja/apresiasi/refleksi diri melalui kegiatan seni dan budaya seperti pameran lukisan. maka skor jawaban tersebut adalah 4.… = Jumlah skor X Bobot tiap komponen D. Perhitungan Nilai per Standar Keinternasionalan Nilai per Standar Keinternasionalan dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai tiap komponen. konser musik. Perhitungan skor Kualitatif 1. Tiap pernyataan diberikan skor sesuai fakta di lapangan 2.2.… = Jumlah Nk F. Penjelasan: D.2.

11 . Deskripsi data kualitatif juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan “pembinaan” selanjutnya terkait dengan perolehan skor kinerja sekolah secara keseluruhan.data kualitatif dapat digunakan sebagai “penguatan dan atau catatan” skor kuantitatif. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->