P. 1
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru-paru Pada Anak

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru-paru Pada Anak

|Views: 993|Likes:
Published by Arry Caisar Nugraha

More info:

Published by: Arry Caisar Nugraha on Jun 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU PADA ANAK DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

Click to edit Master subtitle style

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (STMIK Denpasar) 2012 6/12/12

 Oleh : I Made Panji Utama Ginarsa Muhammad Syaifudin Arry Caisar Nugraha I Putu Gede Jayamiartha 6/12/12 .

PENDAHULUAN Angka kematian para penderita penyakit paru-paru yang semakin meningkat. Salah satunya adalah digunakan untuk mendiagnosa penyakit paruparu. 6/12/12   . Aplikasi sistem pakar untuk diagnosa penyakit paru-paru ini adalah suatu sistem yang terkomputerisasi untuk membantu dokter dan masyarakat dalam mendiagnosa penyakit paru-paru. Sehingga dalam bidang kesehatan juga membutuhkan teknologi komputer.  1. dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang gejala awal penyakit paru-paru dan fasilitas kesehatan khususnya paru-paru di Indonesia masih sangat terbatas. Makalah ini membahas bagaimana membangun suatu aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit paru-paru tanpa membutuhkan biaya yang banyak dalam mendiagnosa penyakit paru-paru.

pengalihan keahlian.2. Keahlian merupakan salah satu penguasaaan pengetahuan di bidang tertentu yang didapatkan baik secara formal maupun non formal. Pengalihan keahlian adalah mengalihkan keahlian dari seorang pakar dan kemudian dialihkan lagi ke orang yang bukan ahli atau orang awam yang membutuhkan. Sedangkan inferensi. merupakan suatu rangkaian proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. fakta dan tehnik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. inferensi. Ahli adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan tertentu dan mampu menjelaskan suatu tanggapan dan mempunyai keinginan untuk belajar memperbaharui pengetahuan dalam bidangnya. 6/12/12 . Konsep dasar suatu sistem pakar mengandung beberapa unsur. aturan dan kemampuan menjelaskan. diantaranya adalah keahlian. Sistem pakar memberikan nilai tambah pada teknologi untuk membantu dalam menangani era informasi yang semakin canggih. LANDASAN TEORI Sistem Pakar Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan. ahli.

Proposisi­-proposisi tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika AND atau OR. Bagian premis dalam aturan produksi dapat memiliki lebih dari satu proposisi. Untuk membangun sistem yang seperti itu maka komponen-komponen dasar yang minimal harus dimiliki adalah sebagai berikut: 1. namun untuk mengimplementasikan pengetahuan para pakar ke dalam bentuk perangkat lunak. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan IF-THEN (Jika-Maka). Apabila bagian premis dipenuhi maka bagian konklusi akan bernilai benar. yaitu premis dan bagian konklusi. Pernyataan ini menghubungkan bagian premis (IF) dan bagian kesimpulan (THEN) yang dituliskan dalam bentuk : IF [premis] THEN [konklusi] Kaidah ini dapat dikatakan sebagai suatu implikasi yang terdiri dari dua bagian. Mesin inferensi (Inference Engine). Kaidah produksi menjadi acuan yang sangat sering digunakan oleh sistem inferensi. Antar muka (user interface). Basis pengetahuan (knowledge base). merupakan salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar setelah tersedia program di dalam komputer.   Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya tidak untuk menggantikan peran para pakar. sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dan tanpa biaya yang besar. 2.Kemampuan menjelaskan. Kaidah produksi merupakan salah satu model untuk merepresentasikan pengetahuan. 3. Untuk membangun sistem yang difungsikan untuk menirukan seorang pakar manusia harus bisa melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh para pakar. Sebagai contoh : IF Darah di dalam air kencing 6/12/12 (hematuria) .

Pada teori Dempster-Shafer dikenal adanya frame of discrement yang dinotasikan dengan θ. Tujuannya adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen θ. Secara umum teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval. maka nilai : 6/12/12 . Frame ini merupakan semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis. Ketidakkonsistenan yang tersebut adalah akibat adanya penambahan fakta baru. Untuk itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas (m). Nilai m tidak hanya mendefinisikan elemen-elemen θ saja. dan Pl(⌐s)=0. yaitu : Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi. Jika bernilai 0 maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence.2] Plausibility juga bernilai 0 sampai 1. Jumlah semua m dalam subset θ sama dengan 1. Tidak semua evidence secara langsung mendukung tiap-tiap elemen..2 Teori Dempster-Shafer Ada berbagai macam penalaran dengan model yang lengkap dan sangat konsisten. namun juga semua subset­nya. Untuk mengatasi ketidakkonsistenan tersebut maka dapat menggunakan penalaran dengan teori Dempster-Shafer. dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Penalaran yang seperti itu disebut dengan penalaran non monotonis. Sehingga jika θ berisi n elemen. maka subset θ adalah 2n . Apabila tidak ada informasi apapun untuk memilih hipotesis. [2. Plausibility (Pl) dinotasikan sebagai : Pl(s) = 1 – Bel (⌐s)….  2. maka dapat dikatakan bahwa Bel(⌐s)=1. tetapi pada kenyataannya banyak permasalahan yang tidak dapat terselesaikan secara lengkap dan konsisten.…………………. Jika yakin akan ⌐s.

sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. tidak menghirup 6/12/12 oksigen selama beberapa menit dapat .3 Penyakit Paru-Paru Paru-paru merupakan organ tubuh manusia yang sangat vital. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh. Udara sangat penting bagi manusia. Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia.2. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia.

diantaranya : Studi Pustaka Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data literature tambahan dari internet sebagai acuan mengenai sistem pakar dan informasi tentang penyakit paru.1.3. 3.1 Kebutuhan Perangkat Lunak 3.1 Analisis Kebutuhan Masukan Para pakar memberikan masukan berupa : Data gejala baru yang belum terdapat dalam 6/12/12 . PEMBAHASAN Adapun teknik pengumpulan data.

1. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis adalah gejala dan konklusi adalah jenis penyakit paru-paru.2 Analisis Kebutuhan Proses Proses inti dari sistem ini adalah proses penalaran. sehingga bentuk pernyataannya adalah JIKA [gejala] MAKA [jenis penyakit paru-paru]. Hasil diagnosa tersebut berdasarkan gejala yang user berikan pada saat melakukan diagnosa. Dalam perancangan ini kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan JIKA [premis] MAKA [konklusi]. 3. keterangan tentang jenis penyakit paru-paru yang diderita.2 Perancangan perangkat Lunak 3. Pada sistem telah disediakan aturan basis pengetahuan untuk penelusuran jenis penyakit. Dan gejala-­gejala tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika DAN.2.3 Analisis Kebutuhan Keluaran Data keluaran dari sistem ini adalah hasil diagnosa dari gejala yang dirasakan yang berupa kemungkinan penyakit paru-paru. Basis pengetahuan digunakan untuk penarikan kesimpulan yang merupakan hasil dari proses pelacakan.1 Perancangan Basis Pengetahuan Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman dalam penyelesaian masalah yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan.  3.1. Sistem akan melakukan penalaran untuk menentukan jenis penyakit paru-paru yang diderita berdasarkan gejala yang dimasukkan oleh user. Pada sistem pakar ini dalam satu kaidah dapat memiliki lebih dari satu gejala. Adapun bentuk pernyataannya adalah : JIKA [gejala 1] DAN [gejala 2] 6/12/12 . 3. pengobatannya dan nilai kepercayaan berdasarkan metode dempster-shafer.

2. mengutamakan pada proses pengolahan data dan diagnosa penyakit paru6/12/12 paru.3 Implementasi Pada aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit paru-paru ini. kemudian dilakukan pelacakan yaitu perhitungan sampai tujuan akhir berupa diagnosis kemungkinan penyakit paru-paru yang diderita dan nilai kepercayaannya.3 Perancangan Mesin Inferensi Dalam perancangan sistem pakar ini menggunakan metode penalaran pelacakan maju (Forward Chaining) yaitu dimulai dari sekumpulan fakta-fakta tentang suatu gejala yang diberikan oleh user sebagai masukan sistem.3. 3. Pada implementasi ini menjelaskan .

ANALISIS KINERJA 4. 6/12/12 . maka sistem akan menampilkan hasil diagnosa berupa kemungkinan penyakit yang diderita disertai dengan persentase besarnya kepercayaan terhadap kemungkinan penyakit tersebut.1 ANALISIS SISTEM Untuk mengetahui hasil diagnosa penyakit ginjal ini.  4. Dan setelah proses diagnosa berhasil dilakukan. Proses pengujian sistem berupa masukan data gejala yang dirasakan pengguna. maka dilakukan pengujian proses diagnosa.

dapat disimpulkan bahwa : Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit ginjal adalah suatu aplikasi untuk mendiagnosa penyakit ginjal berdasarkan pengetahuan dari para pakar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan.5. Dengan adanya akses online berbasis web maka masyarakat dapat mendiagnosa kemungkinan penyakit ginjal yang dideritanya sebelum mengambil tindakan lebih lanjut seperti konsultasi ke dokter atau tes 6/12/12 laboratorium di rumah sakit. .

Turban. http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48artikel-kesehatan/222-kenali-penyakit-paruparu-pernafasan.htm . Sistem Pakar Teori dan Aplikasi.html 6/12/12 http://rssm. Inc.  PUSTAKA Kusrini.com/paru.iwarp. Prentice-Hall International. Efraim. Yogyakarta: Andi. 2006. 1995. Decision support and expert systems Management support systems (fourth edition).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->