P. 1
Pemeriksaan Hemoglobin

Pemeriksaan Hemoglobin

|Views: 53|Likes:
Published by Etell Soares

More info:

Published by: Etell Soares on Jun 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN ( Hb

)

Dasar Teori Hemoglobin merupakan protein sel darah merah ( SDM ) yang funsinya antara lain : 1. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dan jaringan ke paru-paru 2. Memberi warna merah pada darah 3. Mempertahan kan keseimbangan asam basa dalam tubuh

Hemoglobin mengandung protein globin yang berkaitan dengan hem ( senyawa besi protein ), mempunyai berat molekul 64450 dalton. Di dalam darah mengandung Hb antara 7,8 – 12,2 mM/l atau 12,6 – 18,4 gr/dl, tergantung pada jenis kelamin dan umur individu. Pada setiap tetramer Hb mampu mengikat 4 atom oksigen yang terikat pada atom ferro ( Fe 2+ ) dalam hem. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen disebut oksihemoglobin ( HbO2 ) sedang yang telah melepaskan oksigen disebut deoksihemoglobin ( HbCO ) jika Hb mengikat gas CO hasil pembakaran yang tidak sempurna. Ikatan Hb dengan CO, 200 kali lebih kuat disbanding ikatan Hb dengan oksigen. Dalam keadaan tertentu, Hb juga dapat berikatan sehingga besi teroksidasi ( Fe3+ ) membentuk methemoglobin ( Met Hb atau Hb ( Fe3+ ). Hb dalam bentuk MetHb akan menyebabkan kemampuan mengikat oksigennya menjadi hilang. Beberapa derivate hemoglobin satu sama lain dapat dibedakan dengan cara pengenceran. HbO2 pada pengenceran terlihat berwarna merah kekuningan, HbCO berwarna merah terang ( carmine tint ) sedang deoksihemoglobin ( Hb ) berwarna kecoklatan.

Metode Hemoglobin Sianida ( Sianomethemoglobin )

Prinsip Hemoglobin dengan larutan K2Fe ( CN )6 berubah menjadi methemoglobin kemudian menjadi hemoglobin sianida ( HiCN ) oleh KCN dengan absorbansi maksimum pada 540 nm. Pengaturan pH dilakukan dengan menambah KH2FO4, untuk mempercepat lisis eritrosit dan mengurangi kekeruhan HiCN ditambah non ionic detergent. Absorbansi warna berbanding lurus dengan konsentrasi Hb.

Persiapan Reagen Larutan isi satu botol reagen dengan 500 nm akuabides, simpan dalam botol warna gelap. Reagen stabil bila disimpan dalam gelap pada suhu 15 – 25 oC selama 4 bulan.

spektrofotometer. Tabung RPL diberi 20 µl sample darah dan ditambah dengan 5000 µl Reagen Hn Cyanida didiamkan selama 3 menit pada suhu kamar 5. masing-masing diberi label reagen blanko ( RB ).Bahan dan Alat Bahan : darah kapilerm darah vena-EDTA. Reagen standarr ( RTD ) dan Reagen Sampel ( RPL ) 2. tabung reaksi. Disiapkan 3 tabung reaksi seukuran 5 ml.com: PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN ( Hb ) dapatkan kti skripsi kesehatan KLIK DISINI . Diukur absorbansi RTD dan abs ( RPL ) terhadap reagen blanko pada panjang gelombang 578 nm Perhitungan Hb = Abs RPL X 15 G/DL Abs RTD Nilai normal : Wanita : 12-16 g/dl Pria : 14-18 g/dl Bayi : 10-15 g/dl Balita : 11-14 g/dl Anak-anak : 12-16 g/dl Bayi baru lahir : 16-25 g/dl Bayi belum lahir : masih mengandung Hb fetal dari plasenta Selanjutnya klik disini: 4skripsi. Cara Kerja 1. akuabides dan reagen sianmethemoglobin Alat : Erlenmeyer. Tabung RTD diberi 20 µl sample darah standard an ditambah dengan 5000µl Reagen Hb Cyanida dicampur hingga homogen 4. Tabubg RB diberi 5000 µl ( 5 cc ) Reagen Hb Cyanida 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->