1

PERAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KEC. CAMBA KAB. MAROS

A. Latar Belakang Penelitian

Krisis ekonomi dan kepercayaan yang melanda Indonesia memberikan dampak positif dan dampak negatife bagi upaya

meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di satu sisi, krisis tersebut telah membawa dampak yang luar biasa pada tingkat kemiskinan, namun di sisi lain, krisis tersebut dapat juga memberi berkah tersembunyi bagi upanya peningkatan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan karena krisis ekonomi dan kepercayaan yanga dialami telah membuka jalan bagi munculnya reformasi total di seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia. Tema sentral reformasi total tersebut adalah mewujudkan masyarakat madani, terciptanya good governance, dan mengembangkan model pembanguan yang berkeadilan. Di samping itu, sejak dikeluarkannya Undang-Undang RI No.32 tahun 2004 yang telah direvisi untuk kedua kalinya kedalam Undang-Undang yang isinya untuk No.12 tahun 2008 tentang

Pemerintahan wewenang

Daerah

mengatur

tentang

pemberian dan

kepada

daerah

mengembangkan

potensi

mengelolah potensi yang dimiliki oleh daerahnya sendiri. Di samping itu reformasi ini telah juga memunculkan sikap keterbukaan dan fleksibilitas

2

sistem politik dan kelembagaan sosial, sehingga mempermudah proses pembanguan dan modernisasi lingkungan legal dan regulasi untuk pembaruan paradigma di berbagai bidang kehidupan.

Ekonomi sabagai aspek penting yang dapat menunjang kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menumbuhkan dan memajukan sektor ekonomi baik sektor formal maupun informal, untuk memperhatikan pemerataan pendapatan bagi warga negaranya. Kemajuan di bidang ekonomi juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan perpindahan zaman yang terasa cepat. Apabila menengok sejarah peradaban manusia, pada awalnya kegiatan ekonomi berupa transaksi antara pedagang dan pembeli yang dilakukan secara barang tukar barang (barter) yaitu kegiatan ekonomi dengan melakukan transaksi barang dengan barang guna untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Barang tukar barang sendiri mulai ditinggalkan sejak munculnya mata uang yang digunakan sebagai alat ukur pembayaran baik barang maupun jasa. Perkembangan ekonomi sangat erat kaitannya dengan perkembangan zaman dengan ditandai munculnya era globalisasi yang merambah pada dunia bisnis dan perdagangan, dibangunlah tata kota lengkap dengan sarana dan fasilitas penunjang guna untuk memudah akses dalam kehidupan sehari-hari. Pasar salah satu sarana ekonomi yang menjadi tolak ukur dalam peningkatan pendapatan ekonomi di daerah. Dan apabila dikhususkan ke daerah Kecamatan, pasar satusatunya tempat dimana transaksi ekonomi berlangsung.

3 Pasar tradisional merupakan tempat dimana kita dapat menilai perekonomian masyarakat di desa kecamatan. Rumusan Masalah Berdasarkan atas apa yang telah di uraikan diatas. dan seyogyanya kesejahteraan masyarakat merupakan tingkat tertinggi keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparatur yang bekerja untuk rakyat. secara umum.bagaimana peran pasar tradisional sebagai sarana yang penting dalam memberdayakan masayarakat pada tingkat pedesaan. Dalam pembangunan dan pengembangan pasar tradisional di daerah-daerah kecamatan adapun faktor yang menjadi penimbang. MAROS” B. agar pembangunan sarana pasar tidak setengan-setengah ataupun mubasir nantinya. penulis kemudian terdorong untuk meneliti dan menulis judul skripsi dengan judul : “PERAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KEC. CAMBA KAB. yaitu pengukuran jumlah penduduk untuk mengetahui substansi kebutuhan masyarakat setempat. Berangkat dari ini. maka berawal dari situlah penulis mengangkat masalah dalam penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: .

D. Tujuan Penelitian 1. .4 1. 3. Manfaat Penelitian a. 2. Secara teoritis: dan Penelitian bahan ini diharapkan memberikan konsep sumbangan pemikiran ekonomi tentang pengembangan sarana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana peran pemerintah dalam mengakomodasi pengembangan pasar tradisonal di Kecamatan Camba Kabupaten Maros? 2. Sejauh mana fungsi pasar tradisional dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat? 3. Untuk mengetahui peran pemerintah dalam mengakomodasi pengembangan pasar tradisonal di Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengembangan pasar tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apa faktor yang mempengaruhi dalam pengembangan pasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat? C. Untuk mengetahui fungsi pasar tradisional dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

1991:1818-119) “Konsep peran mengandaikan seperangkat harapan. kedua. memenuhinya secara arstifisal (suhardono. Secara praktis: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan kepada pemerintah kota Maros agar memperhatikanpengembangan pasar melihat kiranya lebih dari tingkat kebutuhan masyarakat di daerah-daerah kecamatan. 1994:62). 1982:99) . Konsep Peran Teori peran setiap orang yang bertindak sebagai pelaku. Kita diharapkan untuk bertindak dengan cara-cara tertentu dan mengharapkan orang lain untuk bertindak dengan cara-cara tertentu pula. Kerangka Konsep 1. pelaku akan memenuhinya secara lugas. “Berry mengatakan “bila individu-individu menempati kedudukan tertentu maka mereka merasa bahwa setiap kedudukan yang mereka tempati itu menimbulkan harapan-harapan (expectations) tertentu dari orang-orang disekitarnya” (Berry. Peran memiliki kesadaran akan posisinya dalam masyarakat. Horton & Hunt dan David Berry memiliki penjelasan yang hampir sama mengenai konsep peran. Pertama. makan akan muncul dua kemungkinan. E. Hal ini menduduki posisi atau kedudukan membaea konsekuensi berupa tekanan-tekanan yang dating dari system social dan belum tentu dapat dipenuhi. Mereka menjelaskan bahwa peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai suatu status (Horton & Hunt.5 b.

6 Menutut Broomdan Seiznick. 2003:104-105) - Perspektif Prescribed Role Perspektif P re scrib e d ro le atau paran yang didasarkan pada harapan-harapan masyarakat atau peranan yang ideal. peran dapat ditinjau dari tiga aspek. istr. dan perspektif actual role. (Raho. perspektif perceived role. - Prespektif Preceived Role Perspektif P re cie ved ro le a t a u p e ran ya n g d id a sa rka n p a da pertimbangan pribadi. Perspektif actual role Perpektif actual role atau peran yang didasarkan pada bagaimana peran itu diwujidkan atau diaktualisasikan. seperti suami. Harapan itu tentu berbeda-beda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Setipa masyarakat pada umumnya selalu memiliki harapan tertentu dari individu yang menempati status atau posisi sosial tertentu. Pelaksanaan suatu peranan seringkali tidak cukup didasarkan atas harapan-harapan masyarakat (prescribed role) atau pertimbangan-pertimbangan pribadi (precieved role) tetapi juga berdasarkan tekanan-tekanan . orang tua dan anak. Peranan ini mungkin saja tidak sejalande n ga n h a ra p an d a ri m a syara ka t t e ta p i h a rus d ila ku ka nn ya karena menurut pertimbangan hal itu adalah baik. yaitu: perspektif prescribed role.

Dua orang mungkin melakukan perdagangan. pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan. jangkauan. . jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar. hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir. sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Persaingan sangat penting dalam pasar. institusi. dan memisahkan pasar dari perdagangan.7 yang dialami atau peluang-peluang yang ada atau situasi-situasi khusus. prosedur. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Pasar bervariasi dalam ukuran. serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Konsep Pasar Tradisional  Konsep Pasar Pasar adalah berbagai sistem. lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. skala geografis. 2.

Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. pembeli dan penjual. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Hal-hal yang membedakan pasar tradisional dan pasar modern adalah: 1. Harga . konsep dari kedua pasar ini hampir sama yang membedakan hanyalah kelebihan dan keuntungan dari kedua jenis pasar ini. konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang. jasa dan informasi. yaitu Pasar Tradisional dan Pasar Modern. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Harga Barang. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Pasar terbagi atas 2 jenis. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Ada dua peran di pasar.8 Dalam ilmu ekonomi mainstream.

Jika cukup pintar menawar. Diskon. perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. orang menjadi lapar mata ketika . Sedangkan di pasar modern. Tak jarang. Tawar menawar. Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. 3. lengkuas. merica. 2. Untuk urusan diskon. Akan tetapi. cabai merah. pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas. bawang putih. Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang.9 suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket. jahe. terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbubumbu dapur seperti bawang merah. cabai rawit. sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. dan lain sebagainya.

sayur-mayur. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas. 4. rapi. yang pasar tradisional segar biasanya ketimbang menyajikan produk jauh lebih supermarket. telur. Kesegaran produk. karena belum ditambahkan zat pengawet.10 berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan .2009). dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. ikan. dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap 5. Untuk produk-produk segar seperti daging. kepentingan rakyat kecil hingga kalangan menengah ke atas diwadahi (Listiani. Di dalamnya.  Konsep Pasar Tradisional Pasar tradisional merupakan salah satu sektor penting yang mendukung perekonomian rakyat. Kenyamanan berbelanja. sumpek. Untuk urusan kenyamanan. bersih. berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. sesak. dan lain sebagainya.

Pemerintah Daerah. pasar sore. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah . harga yang ditetapkan merupakan harga yang disepakati melalui sutau proses tawar menawar. Pada umumnya pasar tradisional merupakan tempat penjualan bahan-bahan kebutuhan pokok (sembako). toko-toko. fasilitas yang tersedia biasanya merupakan bangsalbangsal. gudang. pasar pekan dan lain sebagainya.Biasanya pasar tradisional beraktifitas dalam batas-batas waktu tertentu. seperti pasar pagi. loods-loods. toilet umum pada sekitar pasar tradisional. Swasta.11 pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung. Pada pasar tradisional proses jual beli terjadi secara manusiawi dankomunikasi dengan nilai-nilai kekeluargaan yang tinggi Menurut peraturan Presiden tentang pembangunan. Pasar tradisonal adalah tempat berjualan yang tradisional (turun temurun). pusat perbelanjaan dan toko modern memutuskan bahwa :Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana barang-barang yang diperjual belikan tergantung kepada permintaan pembeli (konsumen). Pasar tradisional biasanya dikelolaoleh pemerintah maupun swasta. pedagang selaku produsen menawarkan hargasedikit diatas harga standart. stand-stand/kios-kios. penataan dan pembinaan pasar tradisional.

 Barang yang diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. loods dan tendayang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. . kios. Pengertian pasar menurut image masyarakat pada umumnya adalah :  Pada dasarnya pasar adalah suatu tempat dimana masyarakat dapat memperoleh/memenuhi kebutuhan (dalam hal ini disebut dengan konsumen adalah petani).  Barang yang diperdagangkan adalah bahan makanan (hasil Pertanian) dan hasil industri kerajinan rakyat.  Pengertian pasar menurut Image masyarakat.12 termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil.  Struktur bangunan yang dipergunakan didominasi oleh lodslods terbuka di atas suatu pelataran yang jelas dapat dibedakan dari kelompok pertokoan yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah perseorangan (sering digunakan sebagai tempat tinggal). menengah.

pasar yang merupakan pusat pengumpulan. Laporan Survey Pasar DKI Jakarta. (sumber: LPEM – FEUI. penyimpanan bahan – bahan pangan untuk disalurkan kepada grosir dan pusat pembelian.54. dalam Josua Moreno Sinaga.1976 hal. Pasar menurut kegiatannya yang dapat digolongkan dalam :  Pasar eceran yaitu pasar dimana terdapat permintaan dan penawaran barangatau pemberian jasa secara eceran atau retail.13  Jarak kepasar biasanya dapat ditempuh dengan jalan kaki lebih kurang limakilometer ( yang dapat di tempuh dengan jalan kaki sehari pulang pergi )  Umumnya dikenal hari-hari pasar tertentu. Antara lain: A.  Pasar grosir. B. dimana terdapat permintaan dan penawaran barang dalam jumlah besar. pelelangan. 2009)  Penggolongan jenis pasar Pasar dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal. Pasar menurut lokasi dan kemampuan pelayanan    Pasar lingkungan Pasar wilayah Pasar kota .  Pasar induk.

mencakup berbagai jenis barang dagangan. yaitu pasar yang menjual lebih dari satu jenis barangdagangan. Pasar menurut jenis barang dagangan digolongkan atas :  Pasar umum.14 C. 1999. Unsur-unsur pasar ini meliputi : . mencakup satu jenis barang dagangan tertentu. yaitu pasar yang menjual hanya satu jenis barang dagangansaja. b) Pasar Heterogen.)  Pembagian pasar secara umum Terbagi atas 2 bagian yaitu : a) .  Unsur-unsur penunjang pasar Un su r -u n su r p en un ja n g p a sa r ya it u p ih a k -p iha k ya n g b e rwe n a n g d a n be rp e ra n dalam berjalannya aktifitas dan kegiatan perdagangan pada suatu pasar.Pasar Homogen. misalnya pasar buah dan pasar ikan.  Pasar khusus. seperti hasil pertanian dan kebutuhan sehari – hari. Pasar menurut waktu kegiatan digolongkan kedalam :    Pasar siang hari Pasar malam hari Pasar siang malamd D. (Sumber : Wijaya Rosli.

P e mb an gu n a n b ent u k f isik pa sa r b ia sa n ya d ila ku kan d e n ga n me n ggu n aka n Anggaran Daerah atau Inpres. BRI dan lain – lain. .15 1) Pemerintah Dalam hal ini pemerintah wajib menjaga dan mengatur kestabilan perekonomian sertakelanjutan ekonomi pembangunan. 3) Swasta Dalam hal ini swasta merupakan para pedagang itu sendiri atau pelaksana (kontraktor) yang membiayai pembangunan pasar. membuat pajak pasar pada lingkup wilayah pengawasannya. contohnya palaksanaan pembangunan pasar inpres. dengan prinsip pembangunan pasilitas pasar dibiayai oleh dana dari masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat kedalam bentuk lain. salah satunya adalah dengan menguasai sektor perpasaran dengan mengelola. menentukan klasifikasi pasar.yang dibiayai melalui bank pemerintah. 2) Bank Dalam hal ini bank berperan untuk membantu dalam pembiayaan bangunan dan memberikan modal untuk para pedagang. memberikan pinjaman kredit bagi para pedagangkecil yang disalurkan melalui bank pemerintah seperti BNI.

Sebagai atribut agregat. Kesejahteraan adalah kondisi kepuasan individu. perlindungan hari tua. pendidikan.individu. dan seringkali diperluas kepada perlindungan sosial lainnya seperti kesempatan kerja. keterbebasan dari kemiskinan. Konsep Kesejahteraan Kesejahteraan adalah tingkat kepuasan dan kesejahteraan adalah dua pengertian yang saling berkaitan. mempunyai keterkaitan antardimensi dan ada dimensi yang sulit . Tingkat kepuasan merujuk kepada keadaan individu atau kelompok. sedangkan tingkat kesejahteraan mengacu kepada keadaan komunitas atau masyarakat luas. Dengan kata lain lingkup substansi kesejahteraan seringkali dihubungkan dengan lingkup kebijakan sosial. kesehatan. Pengertian dasar itu mengantarkan kepada pemahaman kompleks yang terbagi dalam dua arena perdebatan. kesejahteraan merupakan representasi yang bersifat kompleks atas suatu lingkup substansi kesejahteraan tersebut. Kesejahteraan bersifat kompleks karena multidimensi. Kedua adalah bagaimana intensitas substansi tersebut bisa direpresentasikan secara agregat. dan sebagainya. namun tingkat kesejahteraan agregat dari mencakup pangan. Pertama adalah apa lingkup dari substansi kesejahteraan. Meskipun tidak ada suatu batasan substansi yang tegas tentang kesejahteraan.16 3.

Meskipun penentuan lingkup substansi kesejahteraan tidak mudah. Penentuan representasi batasan substansi menjadi kesejahteraan yang dan luas. membutuhkan representasi distribusional dari keadaan itu. Nilai tambah itu tidak dengan sendirinya dinikmati seluruhnya oleh masyarakat wilayah itu. . Output ekonomi perkapita dipandang kurang mencerminkan kesejahteraan masyarakat karena output ekonomi lebih mencerminkan nilai tambah produksi yang terjadi pada unit observasi. output ekonomi perkapita digantikan dengan pendapatan perkapita. Pada perkembangan selanjutnya.17 direpresentasikan. bahkan mungkin sebagian besar ditransfer ke wilayah pemilik modal yang berbeda dengan wilayah tempat berlangsungnya proses produksi. namun berbagai penelitian awal mengenai kesejahteraan secara sederhana menggunakan indikator output ekonomi per kapita sebagai proksi tingkat kesejahteraan. kesejahteraan perdebatan Perumusan tentang batasan tersebut seringkali ditentukan oleh perkembangan praktek kebijakan yang dipengaruhi oleh ideologi dan kinerja negara yang tidak lepas dari pengaruh dinamika pada tingkat global. Kesejahteraan tidak cukup dinyatakan sebagai suatu intensitas tetapi tunggal juga yang merepresentasikan suatu keadaan masyarakat. yaitu negara atau wilayah.

Namun.18 Menanggapi kritik terhadap penggunaan output ekonomi perkapita. data pendapatan rumah tangga seringkali sulit diperoleh sehingga digunakan informasi tentang konsumsi rumah tangga. . dan pendidikan masyarakat digunakan secara luas untuk mengukur perkembangan kesejahteraan masyarakat. Atas promosi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. kesehatan. Salah satu kelemahan dari konsumsi rumah tangga adalah taksiran yang cenderung berada di bawah angka pendapatan rumah tangga yang sesungguhnya. maka pendapatan rumahtangga digunakan sebagai proksi kesejahteraan karena dipandang lebih mencerminkan apa yang dinikmati oleh masyarakat wilayah. saat ini Indeks Pembangunan Manusia sebagai penilaian yang bersifat komposit atas perkembangan konsumsi. Hal ini mendorong penggunaan indikator lain yang lebih komprehensif. Penggunaan output ekonomi perkapita atau pendapatan rumah tangga dipandang kurang relevan dalam mengukur kesejahteraan masyarakat karena hanya memperhatikan factor ekonomi saja.

maka penulis menggambarkan skema kerangka konseptual kajian ini adalah sebagai berikut : Peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 112 Thun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional. pusat perbelanjaan dan toko modern. PEMERINTAH DAERAH FAKTOR-FAKTOR - PENGHAMBAT PENDUKUNG PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL KESEJAHTERAAN MASYARAKAT .19 Berdasarkan uraian di atas.

data akan diperoleh dari dua sumber yaitu:  Data Primer Data yang akan diperoleh langsung dari informan pengumpulan data ini berupa interview (wawancara). .523 jiwa (Badan Pusat statistik Kab. Tipe dan Dasar Penelitian  Dasar Penelitian yaitu penulis melakukan observasi langsung ke lapangan dengan melihat masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Maros) . 2. yang terdiri dari los Impres dan Los Darurat. Sumber Data Dalam penelitian ini. 3. yang memiliki jumlah penduduk sekitar 12.  Tipe penelitian yang akan digunakan adalah tipe penelitian deskriptif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis. faktual dan akurat mengenai data yang ada di lapangan.20 F.serta melakukan observation (pengamatan langsung terhadap penelitian). Lokasi tepatnya di Pasar Sentral Camba Kelurahan Cempaniga dengan jumlah Rumah Toko (RUKO) 317 los. Lokasi Penelitian Penelitian yang akan dilakukan berlokasi di Kecamatan Camba. Metode Penelitian 1. penulis akan mengumpulkan data yang dimana ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan.

dengan melakukan pengamatan langsung yang ada di lapangan yang erat kaitannya dengan objek penelitian. Observasi Adalah pengamatan langsung terhadap objek kajian yang sedang berlangsung untuk memperoleh keterangan dan informasi sebagai data yang akurat tentang hal-hal yang diteliti serta untuk mengetahui relevansi antara jawaban informan dengan kenyataan yang ada. b.21  Data Sekunder Data yang diperoleh dari dokumen-dokumen. Wawancara Adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab atau dialog langsung antara peneliti dengan para informan bertatap muka mendengarkan secara langsung informasiinformasi atau keterangan-keterangan lisan pada saat penelitian berlangsung. G. . arsip-arsip resmi. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini. yaitu : a. serta literature lainnya yang relevan dalam melengkapi data. catatan-catatan.

22 c. d. maka diperlukan subjek penelitian. dapat membantu untuk memahami lebih jauh lagi tentang penelitian yang akan dilakukan. Dinas Pendapatan Daerah . Pemilihan subjek penelitian dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling. subyeknya adalah: i. Kepala Dinas Perindustrian dan Pardagangan ii. yang mana menganggap bahwa subjek penelitian yang diambil tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian yang akan dilakukan ini. Selain itu pemilihan subjek penelitian dalam penelitian yang akan dilakukan ini disesuaikan dengan tujuan. Studi kepustakaan Studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dalam metode ilmiah untuk mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian. Subjek Penelitian Untuk memperoleh data guna kepentingan penelitian ini. dan permasalahan penelitian tentang Peran Pasar Tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Sesuai dengan namanya purposive sampling diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan.

Ketua Komisi B. Kepala-kepala Desa vii.23 iii. Bagian Perekonomian Kab. Camat vi. Tokoh-tokoh Masyarakat viii. Ketua komisi C. Meninjau sejauh mana peran pemerintah dalam mengakomodasi fasilitas untuk masyarakat . Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. I.Maros iv. Analisis data adalah proses penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Definisi Operasional Setelah berbagai konsep di uraikan dalam hal yang berhubungan dengan kegiatan ini. Bagian Pembangunan v. dalam hal ini pemerintah sebagai pelaksana pengembangan pembangunan. antara lain: Peran pasar tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Definisi peran adalah sesuatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Masyarakat (Pedagang dan pembeli) H. maka untuk mempermudah dalam mencapai tujuan penelitian perlu disusun defenisi operasional yang dapat dijadikan sebagai acuan penelitian. Kepala Pasar ix.

3. Faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan pasar tradisional di Kecamatan Camba Kabupaten Maros. 2. Hal-hal yang dilakukan pemerintah dalam mengakomodasi sarana Pasar Tradisional untuk mensejahterakan rakyat.24 berupa pengembangan pasar tradisional dilihat dari kebutuhan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Camba Kabupaten Maros Adapun indikataor yang digunakan dalam menilai peran pemerintah dalam pengembangan pasar tradisional yaitu: 1. Peningkatan kesejahteraan pedagang dilihat dari kondisi pasar baik sebelum pengembangan maupun setelah pengembangan .

P.Robinson. I Nyoman.2006. . Yogyakarta.25 DAFTAR PUSTAKA Buku Panduan Penulisan USULAN PENELITIAN DAN SKRIPSI Http:// Indra KH.maroskab.Jonathan.html http://www. Yogyakarta.R.scribd. M.Ed.id/statis-37-perdagangan.// 19/12/2011/ Google Terjemahan makna terjemahan.htm http://www.htm/2007/09/03/ Pasar Tradisional ditengah Kepungan Pasar Modern Http. Jakarta. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.com/doc/25250322/5/Teori-peran Sarwono. M.go. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Graha Ilmu Salam. 2009 Perencanaan Pembangunan Wilayah. 2010 Sosiologi Pemerintahan. perubahan kedua dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. 2007 Manajemen Pemerintahan. Bogor: Ghalia Indonesia Tarigan. Djambatan Sumaryadi. Dharma Setiawan. Bumi Aksara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.