17

BAB II
FUNGSI PEMBANGKIT

A. Deret Kuasa
Deret tak hingga yang berbentuk
¿
·
=0 n
n
n
x a disebut deret kuasa. Bila terdapat bilangan
positif R sedemikian sehingga deret kuasa ini konvergenuntuk setiap x dengan R x < | | , maka
R disebut radius kekonvergenan. Ada kalanya suatu deret kuasa tidak konvergen untuk
semua nilai x ) 0 ( = x dan dikatakan deret tersebut divergen. Dalam tulisan ini, pembahasan
tidak difokuskan pada kekonvergenan deret kuasa tersebut, melainkan lebih pada koefisien-
koefisien dari
n
x . Dalam hal ini, bentuk
¿
·
=0 n
n
n
x a dipandang sebagai ekspresi formal saja.
Deret kuasa yang demikian disebut sebagai deret kuasa formal.
Dalam Kalkulus, telah dikenalbahwa deret Taylor fungsi ) (x f di sekitar x = 0
mempunyai bentuk sebagai berikut.
) (x f =
n n
n
x f
n
) 0 (
!
1
) (
0
¿
·
=

= .... ) 0 ( ' ' '
! 3
1
) 0 ( "
! 2
1
) 0 ( ' ) 0 (
3 2
+ + + + x f x f x f f
Dengan formula tersebut, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut.
1.
x
e =
n
n
x
n
¿
·
=0
!
1
=
2
! 2
1
1 x x + + +
3
! 3
1
x + ………...untuk |x| < 1
2.
x ÷ 1
1
=
¿
·
=0 n
n
x = .... 1
3 2
+ + + + x x x …………..untuk |x| < 1
3.
2
) 1 (
1
x ÷
=
¿
·
=
÷
1
1
n
n
nx = .... 4 3 2 1
3 2
+ + + + x x x … untuk |x| < 1
4. .... 1
1
1
8 6 4 2
2
+ + + + + =
÷
x x x x
x

5. Teorema Binomial
Untuk setiap bilangan real u, bilangan bulat nonnegatif k, dan |x| < 1, berlaku:
u
x) 1 ( +
=
¿
·
=
|
|
.
|

\
|
0 k
k
x
k
u
, dengan
|
|
.
|

\
|
k
u
=
¦
¹
¦
´
¦
=
>
+ ÷ ÷ ÷
0 , 1
0 ,
!
) 1 )...( 2 )( 1 (
k jika
k jika
k
k u u u u


18
B. Definisi Fungsi Pembangkit
Misal ( ) ( ) ,.... , ,
2 1 0
a a a a
n
= adalah suatu barisan (fungsi numerik diskret). Fungsi
Pembangkit Biasa (FPB) dari barisan ( )
n
a didefinisikan sebagai berikut.

¿
·
=0 n
n
n
x a = ....
3
3
2
2 1 0
+ + + + x a x a x a a ..….……………………………...….....(2.1)
Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari
n
a didefinisikan sebagai berikut.

¿
·
=0
!
n
n
n
n
x
a = ...
! 3 ! 2
3 3
2
2 1 0
+ + + +
x
a
x
a x a a …………………………………….…(2.2)
Perhatikan bahwa
x
e = x + 1 +
! 2
2
x
+
! 3
3
x
+ …. adalah Fungsi Pembangkit Biasa (FPB)
dari barisan (1, 1,
! 2
1
,
! 3
1
, ….) atau Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari barisan (1, 1,
1, 1, ….)
Jika diketahui suatu barisan, maka dapat ditentukan fungsi pembangkit dari barisan
tersebut dalam bentuk sesederhana mungkin.Perhatikan contoh berikut.
Contoh 2.1
Tentukan bentuk sederhana fungsi pembangkit biasa (FPB) dari barisan-barisan berikut.
a. (0, 0,
! 2
1
,
! 3
1
, ….)
b. (0, 2, 4, 6, …., 2n, ….)
Jawab
a. Fungsi pembangkit biasa (FPB) dari barisan yang dimaksud adalah
A(x) =
2
! 2
1
x +
3
! 3
1
x + ….
= (1 + x +
2
! 2
1
x +
3
! 3
1
x + ….) – x – 1
= 1 ÷ ÷ x e
x

b. Fungsi pembangkit biasa (FPB) yang dimaksud adalah
A(x) = .... 2 ... 6 4 2
3 2
+ + + + +
n
nx x x x
= ( ) .... ... 3 2 1 2
1 2
+ + + + +
÷ n
nx x x x
=
2
) 1 (
2
x
x
÷


19
C. Operasi Fungsi Pembangkit
Penjumlahan, pengurangan, maupun perkalian dua fungsi pembangkit atau lebih, dapat
dilakukan dengan cara yang sama seperti halnya menjumlah, mengurangkan, ataupun
mengalikan dua polinomial atau lebih.
Misal diketahui A(x) =
¿
·
=0 n
n
n
x a dan B(x) =
¿
·
=0 n
n
n
x b .
A(x) ± B(x) =
¿
·
=
±
0
) (
n
n
n n
x b a dan
A(x) B(x) =
¿ ¿
·
= =
÷
0 0
) (
n
n
n
k
k n n
x b a
Apabila ) (
n
a , ) (
n
b ,dan ) (
n
c adalah barisan yangmemenuhi
n
c =
¿
·
=
÷
0 k
k n k
b a , maka ) (
n
c
disebut konvolusi dari ) (
n
a dan ) (
n
b , yang ditulis ) (
n
c = ) (
n
a * ) (
n
b
Contoh 2.2
Tentukan barisan(fungsi numerik) yang bersesuaian dengan fungsi pembangkit biasaberikut.
x
x x
x P
÷
+
=
1
) (
6 5

Jawab
Misal
x
x x
x P
÷
+
=
1
) (
6 5
= ( )( ) ... 1
3 2 6 5
+ + + + + x x x x x
= .... 2 . 2
8 7 6 5
+ + + + x x x x
Jadi, barisan yang bersesuaian adalah (0, 0, 0, 0, 0, 1, 1, 0, 0, ….).
Dapat juga diselesaikan dengan cara sebagai berikut.
x
x x
x P
÷
+
=
1
) (
6 5
=
1 6 5
) 1 )( (
÷
÷ + x x x
=
¿
·
=0 n
n
n
x c .
Perhatikan bahwa
6 5
x x + adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan ) (
n
a = (0, 0, 0, 0,
0, 1, 1, 0, 0, ….). Sedangkan
1
) 1 (
÷
÷ x adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan ) (
n
b = (1,
1, 1, …, 1, …). Karena
i
b =1,untuk setiap i, maka
n
c =
¿
=
÷
n
k
k n k
b a
0
=
¿
·
=0 k
k
a . Jadi, barisan yang
bersesuaian adalah (
n
c ) = (0, 0, 0, 0, 0, 1, 2, 2, …, 2, ….).

20
D. Fungsi Pembangkit untuk Kombinasi
Misal terdapat tiga macam objek: a, b, dan c. Diperbolehkan memilih
sebanyak 0, 1, atau 2 objek a
sebanyak 0 atau 1 objek b, dan
sebanyak 0 atau 1 objek c.
Berapakahbanyaknya cara memilih k objek?Untuk menjawab pertanyaan ini akan
diterapkan fungsi pembangkit. Misal
k
a adalah banyaknya cara memilih k objek. Akan
dicoba menghitung fungsi pembangkit biasa A(x) =
¿
·
=0 k
k
k
x a . Karena objek a dapat dipilih 0,
1, atau 2 kali; dan objek b dapat dipilih 0 atau 1 kali; dan objek c dapat dipilih 0 atau 1 kali,
maka ekspresi yang digunakan adalah:
] ) ( ) ][( ) ( ) ][( ) ( ) ( ) [(
1 0 1 0 2 1 0
cx cx bx bx ax ax ax + + + + ……….……..…………... (2.3)
Perhatikan bahwa
1
) (ax mengindikasikan objek a terpilih satu kali;
2
) (ax
mengindikasikan objek a terpilih dua kali; demikian pula
0
) (bx mengindikasikan objek b
tidak terpilih, dan seterusnya. Selanjutnya, ekspresi (2.3) dapat disederhanakan menjadi
sebagai berikut.
) 1 )( 1 )( 1 (
2 2
cx bx x a ax + + + + atau
4 2 3 2 2 2 2
) ( ) ( ) ( 1 bcx a x c a b a abc x a ac bc ab x c b a + + + + + + + + + + + ……...…. (2.4)
Perhatikan bahwa koefisien
3
x dalam (2.4) memberikan semua kemungkinan memilih
3 objek (dengan syarat yang diperbolehkan), yaitu: a, b, dan c; atau a, a, dan b; atau a, a,
dan c. Demikian pula koefisien dari
2
x memberikan semua kemungkinan memilih dua objek
yaitu: a dan b; atau b dan c; atau a dan c; atau a dan a. Hal yang sama berlaku untuk
koefisien-koefisien lainnya. Jika a, b, dan c (dalam (2.4) masing-masing disubtitusi dengan 1,
diperoleh ekspresi
4 3 2
3 4 3 1 x x x x + + + + . Jelaslah bahwa koefisien
k
x dalam ekspresi ini
menyatakan banyaknya cara memilih k objek dengan syarat yang diperbolehkan.
Misalnya terdapat 4 cara memilih 2 objek; terdapat 3 cara memilih 1 objek; dan hanya satu
cara memilih 4 objek. Perhatikan bahwa = 0, untuk k > 4. Selanjutnya ekspresi
A(x) =
4 3 2
3 4 3 1 x x x x + + + + = ) 1 )( 1 )( 1 (
2
x x x x + + + +
disebut fungsi pembangkit dari permasalahan menentukan banyaknya cara memilih k objek
dari 3 macam objek, dengan syarat objek pertama (objek a) paling banyak dapat dipilih 2
kali; objek kedua (objek b) paling banyak dapat dipilih 1 kali; dan objek ketiga (objek c)
paling banyak dapat dipilih 1 kali.
) (
k
a
k
a

21
Secara umum diperoleh teorema sebagai berikut.








Contoh2.3
Tentukan fungsi pembangkit untuk banyaknya cara memilih r objek dari n objek jika tidak
diperbolehkan terdapat pengulangan.
Jawab
Terdapat n objek. Karena tidak boleh terdapat pengulangan, maka tiap objek hanya dapat
dipilih 0 atau 1 kali. Sehingga fungsi pembangkit yang dimaksud adalah sebagai berikut.
A(x) = (1 + x)(1 + x) (1 + x) ..... (1 + x) …….(sebanyak n faktor)
=
n
x) 1 ( + =
r
x
r
n
n
r
¿
=
|
|
.
|

\
|
0
…………………....(Teorema binomial)
Perhatikan bahwa koefisien
r
x dalam A(x), yaitu
|
|
.
|

\
|
r
n
, menyatakan banyaknya cara
memilih r objek dari n objek yang ada jika tidak diperbolehkan terdapat pengulangan.
Contoh2.4
Tentukan banyaknya cara memilih r objek dari n objek yang diketahui jikaboleh terdapat
pengulangan
Jawab
Misal
r
t menyatakan banyak cara memilih r objek. Karena ada n macam objek dan tiap objek
dapat dipilih berulang (tanpa batas), maka fungsi pembangkit untuk
r
t adalah:
A(x) = ...) 1 ....)( 1 ....)( 1 (
2 2 2
+ + + + + + + + + x x x x x x ……………… (n faktor)
=
n
x x ...) 1 (
2
+ + +

Misal terdapat p tipe objek; dan terdapat
1
n objek tipe 1,
2
n objek tipe 2, …,
p
n
objek tipe p. Misal
k
a menyatakan banyaknya cara mengambil k objek dengan
syarat diperbolehkan mengambil sembarang banyak objek tiap tipe. Fungsi
pembangkit untuk
k
a adalah A(x) =
¿
·
=0 k
k
k
x a ,dengan
A(x) = ) ... 1 )...( ... 1 )( ... 1 (
2
2
2
1
2 p
n n n
x x x x x x x x x + + + + + + + + + + + +
Bilangan
k
a diberikan oleh koefisien
k
x dalam A(x).


22
Karena untuk 1 | | < x ,
x ÷ 1
1
= .... 1
2
+ + + x x , maka
A(x) =
n
x
|
.
|

\
|
÷ 1
1

=
n
x
÷
÷ ) 1 (
=
r r
r
x
r
n
) 1 (
0
÷
|
|
.
|

\

¿
·
=

Untuk r > 0, koefisien
r
x dalam A(x) adalah
r
r
n
) 1 (÷
|
|
.
|

\

=
r
r
r n n n
) 1 (
!
) 1 )...( 1 )( (
÷
+ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷

=
| |
r
r
r
r n n n n
) 1 (
!
) 1 )...( 2 )( 1 ( ) 1 (
÷
÷ + + + ÷

=
!
) 1 )...( 1 (
r
r n n n ÷ + +

=
!
) 1 )...( 2 )( 1 (
r
n n r n r n + ÷ + ÷ +

=
)! 1 ( !
)! 1 ( ) 1 )...( 2 )( 1 (
÷
÷ + ÷ + ÷ +
n r
n n n r n r n

=
)! 1 ( !
)! 1 (
÷
÷ +
n r
r n

=
|
|
.
|

\
| ÷ +
r
r n 1

Untuk r = 0, koefisien dari
r
x dalam A(x) adalah
|
|
.
|

\

0
n
( )
0
1 ÷ =
|
|
.
|

\
| ÷ +
0
1 0 n
. Sehingga, untuk r
≥ 0, berlaku
|
|
.
|

\

r
n
r
) 1 (÷ =
|
|
.
|

\
| ÷ +
r
r n 1
. Dengan demikian, jelaslah bahwa



Jadi, banyaknya cara memilih r objek dari n objek jika pengulangan diperbolehkan
samadengan koefisien
r
x dalam A(x), yaitu
|
|
.
|

\
| ÷ +
r
r n 1
.
Sebelum membicarakan contoh selanjutnya, perlu diingat bahwa untuk x = 1 dan n
bilangan cacah berlaku identitas sebagai berikut.


n
x
÷
÷ ) 1 ( =
r
r
x
r
r n
¿
·
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
0
1


x
x
n
÷
÷
+
1
1
1
=
n
x x x x + + + + .... 1
3 2



23
Contoh 2.5
Tentukan banyaknya caramemilih k huruf dari huruf-huruf pembentuk kata SURABAYA
sedemikian sehingga setiap konsonan terpilih paling sedikit satu dan setiap vokal terpilih
paling banyak 10.
Jawab
Perhatikan bahwa kata SURABAYA terdapat 6 huruf yang berbeda: yaitu:
Konsonan: S, R, B, Y
Vokal : U dan A.
Karena setiap konsonan terpilih paling sedikit satu, maka setiap konsonan tersebut
berasosiasi dengan faktor ...) (
5 4 3 2
+ + + + + x x x x x dalam fungsi pembangkit. Selanjutnya,
karena setiap vokal dapat dipilih sebanyak-banyaknya 10, maka setiap vokal tersebut
berasosiasi dengan sebuah faktor ) ... 1 (
10 2
x x x + + + + . Dengan demikian, fungsi pembangkit
dari permasalahan di atas adalah:
A(x) =
2 10 2 4 5 4 3 2
) ... 1 ( ...) ( x x x x x x x x + + + + + + + + +
=
4
1
1
1
|
.
|

\
|
÷
÷ x
2
11
1
1
|
|
.
|

\
|
÷
÷
x
x

=
6 2 11 4
) 1 ( ) 1 (
÷
÷ ÷ x x x
=
6 26 15 4
) 1 )( 2 (
÷
÷ + ÷ x x x x
= ) 2 (
26 15 4
x x x + ÷
r
r
x
r
r
¿
·
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
0
1 6

=
26
0
15
0
4
0
1 6 1 6
2
1 6
+
·
=
+
·
=
+
·
=
¿ ¿ ¿
|
|
.
|

\
| ÷ +
+
|
|
.
|

\
| ÷ +
÷
|
|
.
|

\
| ÷ +
r
r
r
r
r
r
x
r
r
x
r
r
x
r
r

Banyaknya cara yang dimaksud samadengan koefisien
k
x dalam A(x) , yaitu
=
¦
¦
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
¦
´
¦
>
|
|
.
|

\
|
÷
÷
+
|
|
.
|

\
|
÷
+
÷
|
|
.
|

\
|
÷
+
s s
|
|
.
|

\
|
÷
÷
÷
|
|
.
|

\
|
÷
+
s s
|
|
.
|

\
|
÷
+
<
26 ;
26
21
15
10
2
4
1
25 15 ;
15
10
2
4
1
14 4 ;
4
1
4 ; 0
k jika
k
k
k
k
k
k
k jika
k
k
k
k
k jika
k
k
k jika

Dari contoh-contoh di atas, kita lihat bahwa fungsi pembangkit tidak tergantung dari
banyaknya objek yang diambil. Fungsi pembangkit biasa dapat digunakan untuk
memecahkan masalah pendistribusian (penempatan) objek-objek yang identik ke dalam sel-
sel (kotak-kotak) yang berbeda.

24
Contoh2.6
Tentukan banyaknya cara menempatkan 60 objek yang identik ke dalam 4 sel (kotak) yang
berbeda sedemikian sehingga setiap kotak mendapat paling sedikit 1 objek.
Jawab
Karena terdapat 4 kotak dan tiap kotak terdapat paling sedikit satu objek, maka fungsi
pembangkit untuk permasalahan ini adalah:
A(x)=
4 3 2
...) ( + + + x x x
=
4 2 4
...) 1 ( + + + x x x
=
4
x
4
1
1
|
.
|

\
|
÷ x

=
4
x
r
r
x
r
r
¿
·
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
0
1 4
=
4
0
3
+
·
=
¿
|
|
.
|

\
| +
r
r
x
r
r
=
¿
·
=
|
|
.
|

\
|
÷
÷
4
4
1
r
r
r

Jadi, banyaknya cara menempatkan 60 objek yang identik ke dalam 4 kotak yang
berbeda sedemikian hingga tiap kotak mendapat paling sedikit satu objek samadengan
koefisien
60
x dalam A(x), yaitu
|
|
.
|

\
| +
56
3 56
=
|
|
.
|

\
|
56
59
= 32.509.
Fungsi Pembangkit Biasa (FPB) juga dapat digunakan untuk menentukan banyaknya
penyelesaian (solusi) bulat dari suatu persamaan linier dengan beberapa peubah.
Contoh2.7
Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan berikut.
100
5 4 3 2 1
= + + + + x x x x x , 0 >
i
x , i e {1, 2, 3, 4, 5}
Jawab
Perhatikan bahwa (0, 0, 0, 25, 75), (0, 5, 20, 5, 70), dan (2, 3, 7, 28, 60) masing-masing
adalah solusi bulat dari persamaan tersebut.Karena dalam persamaan itu terdapat 5 peubah,
maka fungsi pembangkit dari permasalahan itu memuat 5 faktor. Selanjutnya, karena setiap
peubah
i
x > 0, maka setiap faktor dari kelima faktor dalam fungsi pembangkit tersebut adalah
....) 1 (
3 2
+ + + + x x x . Sehingga fungsi pembangkit dari permasalahan di atas adalah
A(x) =
5 3 2
....) 1 ( + + + + x x x
=
5
1
1
|
.
|

\
|
÷ x
=
r
r
x
r
r
¿
·
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
0
1 5

Banyaknya solusi bulat yang dimaksud samadengan koefisien
100
x dalam A(x), yaitu
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
100
104
100
1 100 5


25
E. Fungsi Pembangkit untuk Permutasi
Fungsi pembangkit biasa memberikan pendekatan yang mudah dan sistematis untuk
memecahkan masalah-masalah umum yang melibatkan “pengambilan” atau pendistribusian
objek-objek yang identik ke dalam sel-sel (tempat-tempat) yang berbeda. Pada bagian ini
akan diterapkan teknik serupa untuk memecahkan masalah-masalah umum yang melibatkan
“penjajaran” (arrangement) atau pendistribusian objek-objek berbeda ke dalam sel-sel
(tempat-tempat) yang berbeda. Untuk maksud tersebut, diperlukan teoremaberikut ini.
Teorema 1
Jika terdapat
1
k objek tipe satu,
2
k objek tipe dua, … dan
n
k objek tipe n, maka banyaknya
cara “menjajar” objek-objek ini adalah

! !... !
!
2 1
1
n
n
i
i
k k k
k |
.
|

\
|
¿
=

Bukti
Jika semua objek berbeda, maka akan terdapat !
1
|
.
|

\
|
¿
=
n
i
i
k jajaran. Tetapi objek-objek ini tidak
semuanya berbeda, sehingga bilangan ini terlalu besar. Pikirkan sebuah jajaran dari
¿
=
n
i
i
k
1
objek yang berbeda. Jika diganti
i
k objek tipe i yang berbeda dengan
i
k objek yang identik,
maka
i
k ! jajaran akan sama. Karena n i s s 1 , bilangan total penjajaran harus dibagi dengan
! ... ! !
2 1 n
k k k .Misalnya, banyaknya cara “menjajar” (banyaknya permutasi) dari unsur-unsur
{a, a, a, b, b} adalah
! 2 ! 3
! 5
= 10; yaitu: aaabb, aabab, abaab, baaab, babaa, bbaaa, aabba,
abbaa, ababa, baaba.
Selanjutnya akan ditinjau permasalahan berikut.Sebuah kata sandi dibentuk dari tiga
huruf yang berbeda, yaitu a, b, dan c. Barisan yang terdiri dari lima atau kurang huruf-huruf
membentuk sebuah “kata sandi”. Kata sandi yang dibentuk terdiri dari paling banyak satu b,
paling banyak satu c, dan sampai tiga a. Ada berapa kata sandi dengan panjang k yang dapat
dibentuk?
Dalam hal ini yang dimaksud dengan panjang suatu kata sandi adalah banyaknya huruf
dalam kata sandi tersebut. Perhatikan bahwa “urutan” huruf-huruf dalam kata sandi

26
diperhatikan.Sehingga kita lebih tertarik dengan perhitungan permutasi daripada kombinasi,
banyaknya cara untuk mendapatkan k huruf bila diperkenankan mengambil paling banyak
satu b, paling banyak satu c, dan paling banyak tiga a. Untuk itu, fungsi pembangkit dari
permasalahan menentukan banyak cara memilih k huruf (dengan syarat yang ditentukan)
adalah:
) 1 )( 1 )( 1 (
3 3 2 2
cx bx x a x a ax + + + + + atau
3 2 2 3 2 2
) ( ) ( ) ( 1 x c a b a abc a x bc ac ab a x c b a + + + + + + + + + + + +
5 3 4 3 3 2
) ( bcx a x c a b a bc a + + + ……………………………………....….. (2.5)
Koefisien
k
x dalam persamaan (2.5) menginformasikan semua cara yang mungkin untuk
mendapatkan k huruf. Misalnya 4 huruf dapat diperoleh sebagai berikut.
a, a, b, dan c
a, a, a, dan b;
atau
a, a, a, dan c.
Menurut Teorema 1, bila dipilih a, a, b, dan c, maka akan terdapat
! 1 ! 1 ! 2
! 4
= 12 permutasi
yang bersesuaian, yaitu:
aabc, aacb, abac, abca, acba, bcaa, baac, baca, cbaa, caab, caba. …….
Bila dipilih a, a, a, dan b; maka terdapat
! 1 ! 3
! 4
= 4 permutasi yang bersesuaian, yaitu
aaab, aaba, abaa, dan baaa
Perhatikan bahwa untuk a, a, a, dan c; terdapat
! 1 ! 3
! 4
= 4 permutasi yang bersesuaian, yaitu:
aaac, aaca, acaa, dan caaa
Dengan demikian banyak cara untuk mendapatkan kata sandi dengan panjang 4 diberikan
oleh:

! 1 ! 1 ! 2
! 4
a
2
bc +
! 1 ! 3
! 4
a
3
b +
! 1 ! 3
! 4
a
3
c ……………….………………….(2.6)
Untuk a = b = c = 1, akan memberikan perhitungan yang tepat untuk menentukan
banyak kata sandi dengan panjang 4.
Sebenarnya untuk mendapatkan (2.6) dan koefisien-koefisien yang lain,
dapatdigunakan
( )
! k
a
k
k
sebagai ganti dari
k
k
a ) ( untuk memperoleh fungsi pembangkit dari
permasalahan menentukan banyaknya kata sandi dengan panjang k yang dapat dibentuk.


27
Dengan demikian fungsi pembangkitnya menjadi

(
¸
(

¸

+
(
¸
(

¸

+
(
¸
(

¸

+ + +
! 1
1
! 1
1
! 3 ! 2 ! 1
1
3 3 2 2
ax bx x a x a ax
,yang sama dengan
1 + x
c b a
|
.
|

\
|
+ +
! 1 ! 1 ! 1
+
2
2
! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 2
x
bc ac ab a
|
|
.
|

\
|
+ + + +
3
2 2 3
! 1 ! 2 ! 1 ! 2 ! 1 ! 1 ! 1 ! 3
x
c a b a abc a
|
|
.
|

\
|
+ + + +
4
3 3 2
! 1 ! 3 ! 1 ! 3 ! 1 ! 1 ! 2
x
c a b a bc a
|
|
.
|

\
|
+ + +
5
3
! 1 ! 1 ! 3
x
bc a
…………………………………….….... (2.7)
Ternyata skema ini belum merupakan skema yang memuaskan, karena koefisien
4
x
dalam (2.7) belum identik dengan koefisien
4
x dalam (2.6). Akan tetapi skema ini sesuai,
bila hal ini dipikirkan sebagai Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dengan
memperhatikan koefisien dari
! k
x
k
. Perhatikan bahwa ekspresi (2.7) sama dengan
1+
! 1 ! 1 ! 1 ! 1
! 1
x c b a
|
.
|

\
|
+ + +
! 2 ! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 1 ! 2
! 2
2 2
x bc ac ab a
|
|
.
|

\
|
+ + + +3!
! 3 ! 1 ! 2 ! 1 ! 2 ! 1 ! 1 ! 1 ! 3
3 2 2 3
x c a b a abc a
|
|
.
|

\
|
+ + + +4!
! 4 ! 1 ! 3 ! 1 ! 3 ! 1 ! 1 ! 2
4 3 3 2
x c a b a bc a
|
|
.
|

\
|
+ + +
! 5 ! 1 ! 1 ! 3
! 5
5 3
x bc a
|
|
.
|

\
|
………..………………………...… (2.8)
Terlihat bahwa koefisien
4
x dalam (2.6) samadengan koefisien
! 4
4
x
dalam (2.8). Jika a,
b, dan c dalam (2.8) masing-masing disubtitusikan dengan 1 diperoleh fungsi pembangkit
dari permasalahan di atas, sebagai berikut.
1+
! 1 ! 1
1
! 1
1
! 1
1
! 1
x
|
.
|

\
|
+ + +
! 2 ! 1 ! 1
! 2
! 1 ! 1
! 2
! 1 ! 1
! 2
! 2
! 2
2
x
|
|
.
|

\
|
+ + + +
! 3 ! 1 ! 2
! 3
! 1 ! 2
! 3
! 1 ! 1 ! 1
! 3
! 3
! 3
3
x
|
|
.
|

\
|
+ + + +
! 4 ! 1 ! 3
! 4
! 1 ! 3
! 4
! 1 ! 1 ! 2
! 4
4
x
|
|
.
|

\
|
+ + +
! 5 ! 1 ! 1 ! 3
! 5
5
x
|
|
.
|

\
|
………..………..…………………...… (2.9)
= (1 + )
! 1
1 )(
! 1
1 )(
! 3 ! 2 ! 1
3 2
x x x x x
+ + + +
Koefisien
! k
x
k
dalam fungsi pembangkit ini menyatakan banyaknya kata sandi dengan
panjang k yang dapat dibentuk dengan aturan yang telah ditetapkan. Misalnya, terdapat
|
|
.
|

\
|
+ +
! 1 ! 3
! 4
! 1 ! 3
! 4
! 1 ! 1 ! 2
! 4
= 20 kata sandi dengan panjang 4, terdapat
|
|
.
|

\
|
+ + +
! 1 ! 2
! 3
! 1 ! 2
! 3
! 1 ! 1 ! 1
! 3
! 3
! 3
=
13 kata sandi dengan panjang 3, dan seterusnya.
Sebagai perluasan dari uraian di atas, diperoleh teorema berikut ini.

28
Teorema 2
Misal terdapat p macam (tipe) objek dengan
i
n objek tipe i untuk 1 s i s p. Banyaknya
permutasi dengan panjang k dengan paling banyak
i
n objek tipe i samadengan koefisien
! k
x
k

dalam fungsi pembangkit eksponensial berikut.
P(x) =
|
|
.
|

\
|
+ + + +
!
...
! 2
1
1
2
n
x x
x
n
|
|
.
|

\
|
+ + + +
!
...
! 2
1
2
2
n
x x
x
n

|
|
.
|

\
|
+ + + +
!
...
! 2
1
2
p
n
n
x x
x
Proporsi berikut, penting dalam pemecahan permasalahan yang melibatkan fungsi
pembangkit eksponensial
Teorema3
1.
n
x x
x
|
|
.
|

\
|
+ + + + ....
! 3 ! 2
1
3 2
= 1 + nx +
! 2
2 2
x n
+
! 3
3
3
x n
+ ….
2.
2
x x
e e
÷
+
= 1 +
! 2
2
x
+
! 4
4
x
+
! 6
6
x
+….
3.
2
x x
e e
÷
÷
= x +
! 3
3
x
+
! 5
5
x
+
! 7
7
x
+….
Definisi
Barisan kuartener adalah barisan yang suku-sukunya hanya menggunakan angka-angka 0, 1,
2, 3. Barisan kuartener r-angka adalah barisan kuartener dengan panjang r. Misalnya 1200323
atau 3101121 adalah barisan kuartener 7-angka. Barisan binair adalah barisan yang suku-
sukunya hanya menggunakan angka 0 atau 1. Barisan binair r-angka adalah barisan binair
dengan panjang r. Misalnya, 101001 atau 100111 adalah barisan binair 6-angka.
Contoh2.8
a. Berapakah banyaknya barisan kuartener r-angka yang memuat paling sedikit: satu 1, satu
2, dan satu 3?
b. Berapakah banyaknya barisan binair r-angka yang memuat 0 sebanyak banyak bilangan
genap dan 1 sebanyak genap.
Jawab
a. Terdapat 4 angka yang berbeda, yaitu 0, 1, 2, dan 3. Angka 0 bisa muncul 0 kali, 1 kali, 2
kali, dan seterusnya; sedangkan untuk setiap angka 1, 2, atau 3 dapat muncul paling
sedikit sekali dan urutan angka dalam suatu barisan diperhatikan, maka untuk menjawab
permasalahan di atas kita gunakan fungsi pembangkit eksponensial (FPE) sebagai
berikut.

29
P(x) =
3
3 2 3 2
....
! 3 2
....
! 3 ! 2
1
|
|
.
|

\
|
+ + +
|
|
.
|

\
|
+ + + +
x x
x
x x
x
= ( )
3
1 ÷
x x
e e = ( ) 1 3 3
2 3
÷ + ÷
x x x x
e e e e
=
x x x x
e e e e ÷ + ÷
2 3 4
3 3
=
¿ ¿ ¿ ¿
·
=
·
=
·
=
·
=
÷ + ÷
0 0 0 0
!
) 2 ( 3
!
) 3 (
3
!
) 4 (
r
r
r
r
r
r
r
r
r
x
x
r
x
r
x

Banyaknya barisan yang dimaksud samadengan koefisien dari
! r
x
r
dalam P(x), yaitu
1 2 . 3 3 . 3 4 ÷ + ÷
r r r
atau 1 2 . 3 3 4
1
÷ + ÷
+ r r r
.
b. Dalam hal ini ada dua angka yang berbeda yaitu 0 dan 1. Karena 0 dan 1 muncul
sebanyak bilangan genap untuk setiap barisan, maka fungsi pembangkit dari persoalan
tersebut adalah;
P(x) =
2
6 4 2
....
! 6 ! 4 2
1
|
|
.
|

\
|
+ + + +
x x x

=
2
2
|
|
.
|

\
| +
÷x x
e e

=
4
2
2 2
+ +
÷ x x
e e

=
2
1
2 2
1
2 2
+
|
|
.
|

\
| +
÷ x x
e e

=
2
1
(1 +
! 2
) 2 (
2
x
+
! 4
) 2 (
4
x
+
! 6
) 2 (
6
x
+….)+
2
1

= ....
! 6
2
! 4
2
! 2
2 1
6
5
4
3
2
+ + + +
x x x

Banyaknya barisan yang dimaksud samadengan koefisien
! r
x
r
dalam P(x), yaitu
¦
¹
¦
´
¦
>
=
÷
0 , 2
0 , 1
, 0
1
r dan genap r bila
r bila
ganjil r bila
r

Fungsi Pembangkit Eksponensial ((FPE) dapat digunakan untuk memecahkan masalah
pendistribusian objek-objek yang berbeda ke dalam sel-sel (tempat-tempat) yang berbeda.

30
Contoh2.9
Tentukan banyaknya cara menempatkan n orang ke dalam 100 kamar sedemikian sehingga
setiap kamar berisi paling sedikit satu dan paling banyak dua orang .
Jawab
Masalah ini akan diselesaikan dengan menggunakan Fungsi Pembangkit Eksponensial.
Fungsi pembangkit yang bersesuaian dengan masalah di atas adalah sebagai berikut.
Misal P(x) =
100
2
! 2
|
|
.
|

\
|
+
x
x
=
100
100
2
1 |
.
|

\
|
+
x
x
=
100
x
t
t
x
t
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
¿
=
2
100
100
0

=
100
100
0
2
100
+ ÷
=
¿
|
|
.
|

\
|
t t
t
x
t

= ( )
( )! 100
! 100
2
1
100
100 100
0
+
+
|
|
.
|

\
|
+
=
¿
t
x
t
t
t
t
t

=
!
!
2
1
100
100
100
200
100
n
x
n
n
n
n
n
÷
=
¿
|
|
.
|

\
|
÷

Banyaknya cara yang dimaksud adalah koefisien
! n
x
n
, yaitu !
2
1
100
100
100
n
n
n÷ |
|
.
|

\
|
÷
atau
! 2
100
100
100
n
n
n ÷
|
|
.
|

\
|
÷











31
Latihan Soal
1. TentukanFungsi Pembangkit Biasa (FPB) dalam bentuk paling sederhana dari masing-
masing fungsi numerik berikut ini.
a. ( ) .... , 6 , 5 , 4 , 3 , 2 , 1 ÷ ÷ ÷ e. ( ) .... , 5 ..., , 5 2 , 5 1 , 5 0
2 1 0 r
rx x x x
b.
( )
|
.
|

\
| +
.... ,
3
1
..., ,
27
4
,
9
3
,
3
2
, 1
r
r
f. |
.
|

\
|
.... , 3 ,
2
5
, 2 ,
2
3
, 1 ,
2
1
, 0 , 0 , 0 , 0
c. (1, 1, 2, 2, 3, 3, 4, 4, ….) g. (0, 1, 0, 1, 0, 1, ….)
d. ,....) 4 3 , 3 2 , 2 1 , 1 0 ( x x x x h. (0, 1, 0, 2, 0, 3, 0, 4, ….)
2. Tentukan Fungsi Pembangkit Biasa dari fungsi numerik ( )
r
a dengan
r
a didefinisikan
sebagai berikut.
a.
¦
¹
¦
´
¦
÷
=
ganjil r jika
genap r jika
a
r
r
r
; 2
; 2
b. 4 3 ÷ = r a
r

3. Tentukan Fungsi Pembangkit Eksponensial dari fungsi numerik berikut ini.
a. (3, 3, 3, 3, ….)
d.
n
n
a 3 =
b. (0, 1, 0, 1, 0, 1, ….)
e.
!
1
n
n
a
n
+
=
4. Tentukan barisan (fungsi numerik) yang bersesuaian dengan Fungsi Pembangkit
Eksponensial berikut.
a. .... 5 5 5 5 ) (
3 2
+ + + + = x x x x A
b.
x
x A
4 1
1
) (
÷
=
c.
x x
e e x A
4
) ( + =
5. Tentukan barisan (fungsi numerik) yang bersesuaian dengan fungsi-fungsi pembangkit
biasa berikut ini.
a. A(x) =
3
1
1
x ÷
e. A(x) = 1 +
x ÷ 1
1

b. A(x) =
5 6
1
2
+ ÷ x x
f. A(x) = 1 6 3
1
2
2
+ + +
÷
x x
x

c. A(x) =
) 3 1 )( 2 1 (
7
2
x x
x
+ ÷
g. A(x) =
x
x
x ÷
+
÷ 1
4
3 1
1
3

d. A(x) =
2
2
4 4
1
x x
x
÷ ÷
+
h. P(x) =
x
x x x
÷
÷ + +
1
1
3 2


32
6. Tentukan banyaknya cara mengambil 100 huruf dari huruf-huruf pembentuk kata
KOMBINATORIK sedemikian hingga setiap konsonan terpilih paling banyak 20.
7. Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan berikut.
} 4 , 3 , 2 , 1 { , 30 1 , 80
4 3 2 1
e ¬ s s = + + + i x x x x x
i

8. Tentukan banyaknya barisan ternair n-angka yang memuat angka “0” sebanyak ganjil dan
angka “1” sebanyak genap.
9. Tentukan banyaknya barisan biner n-angka yang memuat angka “1” paling sedikit dua.
10. Tentukan banyaknya barisan ternair n-angka yang memuat angka “0”, “1”, dan “2”
masing-masing sebanyak ganjil

0.) atau Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari barisan (1.) 1 1 .) 2! 3! b. a2 .. 6.. (0. 4. a1 .2) = a 0  a1 x  a 2 n! 2! 3! x2 x3 + + …. Fungsi Pembangkit Biasa (FPB) dari barisan a n  didefinisikan sebagai berikut. …. a.  adalah suatu barisan (fungsi numerik diskret). 2! 3! = (1 + x + 1 2 1 x + x 3 + …. Fungsi pembangkit biasa (FPB) yang dimaksud adalah A(x) = 2 x  4 x 2  6 x 3  .. . . 1. ….Perhatikan contoh berikut. a n 0  n x n = a 0  a1 x  a 2 x 2  a3 x 3  . 1 1 . 2.. …………………………………….. a n 0  n x xn x2  a 3 3  . Contoh 2. Fungsi pembangkit biasa (FPB) dari barisan yang dimaksud adalah A(x) = 1 2 1 x + x 3 + ….) Jawab a.  2nx n  .. 1..  nx n 1  ...B... (0..1) Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari a n didefinisikan sebagai berikut. 2n. ….) – x – 1 2! 3! = ex  x 1 b. 1.. 1. maka dapat ditentukan fungsi pembangkit dari barisan tersebut dalam bentuk sesederhana mungkin...…....  = 2x (1  x) 2 18 ..(2... .…(2.……………………………..…. …..1 Tentukan bentuk sederhana fungsi pembangkit biasa (FPB) dari barisan-barisan berikut.. 2! 3! Jika diketahui suatu barisan. adalah Fungsi Pembangkit Biasa (FPB) 2! 3! Perhatikan bahwa e x = 1  x + dari barisan (1... …. = 2 x1  2 x  3x 2  . Definisi Fungsi Pembangkit Misal an   a0 ..

0. 19 . 1. 0. P( x)  x5  x6 = ( x 5  x 6 )(1  x) 1 1 x = c n 0  n xn . 1.  (a n 0 n k 0  n  bn ) x n dan )x n A(x) B(x) =  ( a b n 0 n nk Apabila (a n ) . 2. 1. 0. 1. maka c n = a b k 0 k n nk =  a k .dan (c n ) adalah barisan yangmemenuhi c n = disebut konvolusi dari (a n ) dan (bn ) .). maka (c n ) Contoh 2. mengurangkan. 2. 0. barisan yang bersesuaian adalah (0. 0. 2. …. 1. ….).. 0.2 Tentukan barisan(fungsi numerik) yang bersesuaian dengan fungsi pembangkit biasaberikut. Sedangkan (1  x) 1 adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan (bn ) = (1. 0. 0. 0.  1 x = x 5  x 6  2 x 7  . pengurangan. 0. (bn ) . ataupun mengalikan dua polinomial atau lebih. barisan yang k 0  bersesuaian adalah ( c n ) = (0. 0. dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti halnya menjumlah. 0..untuk setiap i. maupun perkalian dua fungsi pembangkit atau lebih.C. Operasi Fungsi Pembangkit Penjumlahan. 0.. Misal diketahui A(x) = A(x)  B(x) =    an x n dan B(x) = n 0 b x n 0 n  n .. Dapat juga diselesaikan dengan cara sebagai berikut. Jadi. …. …. 1. 0. x5  x6 P( x)  1 x Jawab Misal P( x)  x5  x6 = x 5  x 6 1  x  x 2  x 3  .). …). 0. yang ditulis (c n ) = (a n ) * (bn ) a b k 0 k  nk . 1.. 0.2 x 8  . Perhatikan bahwa x 5  x 6 adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan (a n ) = (0. Karena b i =1. …. Jadi. 1.

dan c (dalam (2. Jelaslah bahwa koefisien x k dalam ekspresi ini menyatakan banyaknya cara memilih k objek (a k ) dengan syarat yang diperbolehkan. maka ekspresi yang digunakan adalah: [( ax) 0  (ax)1  (ax) 2 ][( bx) 0  (bx)1 ][( cx) 0  (cx)1 ] ………. Hal yang sama berlaku untuk koefisien-koefisien lainnya.. (ax ) 2 mengindikasikan objek a terpilih dua kali. ekspresi (2.………….3) dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut... dan seterusnya.……. (1  ax  a 2 x 2 )(1  bx)(1  cx) atau 1  (a  b  c) x  (ab  bc  ac  a 2 ) x 2  (abc  a 2 b  a 2 c) x 3  a 2 bcx 4 ……. dan c.. Selanjutnya. atau a dan a. demikian pula (bx ) 0 mengindikasikan objek b tidak terpilih. b. dan c.3) Perhatikan bahwa (ax)1 mengindikasikan objek a terpilih satu kali. atau b dan c. (2. atau a dan c. untuk k > 4. dan objek c dapat dipilih 0 atau 1 kali. dan objek b dapat dipilih 0 atau 1 kali. atau a. atau 2 kali. dan hanya satu cara memilih 4 objek. atau 2 objek a sebanyak 0 atau 1 objek b. diperoleh ekspresi 1  3x  4 x 2  3x 3  x 4 . b. dan b. terdapat 3 cara memilih 1 objek. Jika a. Misalnya terdapat 4 cara memilih 2 objek. Demikian pula koefisien dari x 2 memberikan semua kemungkinan memilih dua objek yaitu: a dan b. dan sebanyak 0 atau 1 objek c. dengan syarat objek pertama (objek a) paling banyak dapat dipilih 2 kali. 20 . (2. Akan dicoba menghitung fungsi pembangkit biasa A(x) =  a k 0 k x k .4) Perhatikan bahwa koefisien x 3 dalam (2. dan c. a. Selanjutnya ekspresi A(x) = 1  3x  4 x 2  3x 3  x 4 = (1  x  x 2 )(1  x)(1  x) disebut fungsi pembangkit dari permasalahan menentukan banyaknya cara memilih k objek dari 3 macam objek.. dan objek ketiga (objek c) paling banyak dapat dipilih 1 kali. 1. Diperbolehkan memilih sebanyak 0. yaitu: a. Fungsi Pembangkit untuk Kombinasi Misal terdapat tiga macam objek: a. objek kedua (objek b) paling banyak dapat dipilih 1 kali.D.…. Karena objek a dapat dipilih 0.4) masing-masing disubtitusi dengan 1. Misal a k adalah banyaknya cara memilih k objek.4) memberikan semua kemungkinan memilih 3 objek (dengan syarat yang diperbolehkan). b. Perhatikan bahwa a k = 0. a. 1. Berapakahbanyaknya cara memilih k objek?Untuk menjawab pertanyaan ini akan diterapkan fungsi pembangkit. atau a.

Fungsi pembangkit untuk a k adalah A(x) = n a k 0  k x k . maka tiap objek hanya dapat dipilih 0 atau 1 kali. yaitu   . menyatakan banyaknya cara r    memilih r objek dari n objek yang ada jika tidak diperbolehkan terdapat pengulangan.) n 21 ... n 2 objek tipe 2. maka fungsi pembangkit untuk t r adalah: A(x) = (1  x  x 2  ...3 Tentukan fungsi pembangkit untuk banyaknya cara memilih r objek dari n objek jika tidak diperbolehkan terdapat pengulangan.. (1 + x) …….. x p ) 1 Bilangan a k diberikan oleh koefisien x k dalam A(x)..) ……………… (n faktor) = (1  x  x 2  ..Secara umum diperoleh teorema sebagai berikut.  x 1 )(1  x  x 2  .)( 1  x  x 2  .4 Tentukan banyaknya cara memilih r objek dari n objek yang diketahui jikaboleh terdapat pengulangan Jawab Misal t r menyatakan banyak cara memilih r objek.(  x  x 2  . Jawab Terdapat n objek.(Teorema binomial) n Perhatikan bahwa koefisien x r dalam A(x)... Karena ada n macam objek dan tiap objek dapat dipilih berulang (tanpa batas)..)( 1  x  x 2  . dan terdapat n1 objek tipe 1.. Misal terdapat p tipe objek...(sebanyak n faktor) = (1  x) n =   r x   r 0 n n   r …………………. …. Contoh2... A(x) = (1 + x)(1 + x) (1 + x) .....dengan n n A(x) = (1  x  x 2  . Sehingga fungsi pembangkit yang dimaksud adalah sebagai berikut. Contoh2. n p objek tipe p.... Misal a k menyatakan banyaknya cara mengambil k objek dengan syarat diperbolehkan mengambil sembarang banyak objek tiap tipe. x 2 ). Karena tidak boleh terdapat pengulangan...

(n  1)n = r! (n  r  1)( n  r  2).. yaitu   r    Sebelum membicarakan contoh selanjutnya. maka 1 x n  1  A(x) =   1 x  = (1  x)  n    n =   (1) r x r   r 0  r  Untuk r > 0. perlu diingat bahwa untuk x  1 dan n bilangan cacah berlaku identitas sebagai berikut.Karena untuk | x | 1 ..(n  r  1)  (1) r = (1) r  r  r!   r (1) n(n  1)( n  2)... banyaknya cara memilih r objek dari n objek jika pengulangan diperbolehkan  n  r  1 .. 1  x n 1 = 1  x  x 2  x 3 .. untuk r Untuk r = 0. jelaslah bahwa  r    (1  x)  n =    n  r  1 r x  r r 0    Jadi..( n  r  1) (1) r = r! n(n  1). koefisien dari x r dalam A(x) adalah    1 =   0   0       n ≥ 0.( n  1)n(n  1)! = r!(n  1)! (n  r  1)! = r!(n  1)!  n  r  1  =  r     n  n  0  1 0  . Dengan demikian..(n  r  1) = r! (n  r  1)(n  r  2). x n 1 x 22 ..... berlaku   (1) r =  r     n  r  1   .. koefisien x r dalam A(x) adalah   n (n)(n  1)... 1 = 1  x  x 2  .. samadengan koefisien x r dalam A(x).. Sehingga.

R. maka setiap konsonan tersebut berasosiasi dengan faktor ( x  x 2  x 3  x 4  x 5  .. 23 . Karena setiap konsonan terpilih paling sedikit satu. yaitu 0   k   k   =  k   k   k   k  .Contoh 2.... maka setiap vokal tersebut berasosiasi dengan sebuah faktor (1  x  x 2  ...  x10 ) 2 11 =  1  1  1  x        1 x   1  x  4 2 = x 4 (1  x11 ) 2 (1  x) 6 = ( x 4  2 x15  x 26 )(1  x) 6 = ( x 4  2 x15  x 26 ) =  6  r  1 r x  r r 0          6  r  1 r  4  6  r  1 r 15   6  r  1 r  26 x  2  x x     r   r  r r 0  r 0  r 0      Banyaknya cara yang dimaksud samadengan koefisien x k dalam A(x) . jika 4  k  14 .5 Tentukan banyaknya caramemilih k huruf dari huruf-huruf pembentuk kata SURABAYA sedemikian sehingga setiap konsonan terpilih paling sedikit satu dan setiap vokal terpilih paling banyak 10. Selanjutnya. Fungsi pembangkit biasa dapat digunakan untuk memecahkan masalah pendistribusian (penempatan) objek-objek yang identik ke dalam selsel (kotak-kotak) yang berbeda. fungsi pembangkit dari permasalahan di atas adalah: A(x) = ( x  x 2  x 3  x 4  x 5  . B. jika k  26  4   k  15   k  26       Dari contoh-contoh di atas. Dengan demikian.) dalam fungsi pembangkit. karena setiap vokal dapat dipilih sebanyak-banyaknya 10. kita lihat bahwa fungsi pembangkit tidak tergantung dari banyaknya objek yang diambil.) 4 (1  x  x 2  . jika 15  k  25  1   k  10   k  21    2   . Jawab Perhatikan bahwa kata SURABAYA terdapat 6 huruf yang berbeda: yaitu: Konsonan: S. Y Vokal : U dan A..  x10 ) . jika k  4 1   4   1   k  10    2   4   k  15     ..

Selanjutnya.Contoh2.) 4 4  1  = x4   1 x    4  r  1 r x = = x 4   r  r 0   3  r    r x r 4 =   r 0     r  4   r 4   r 1    Jadi.. 0. 4.. maka setiap faktor dari kelima faktor dalam fungsi pembangkit tersebut adalah (1  x  x 2  x 3  .) 4 = x 4 (1  x  x 2  . 7. 60) masing-masing adalah solusi bulat dari persamaan tersebut..509. 5. 2. 3. Jawab Karena terdapat 4 kotak dan tiap kotak terdapat paling sedikit satu objek..7 Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan berikut.6 Tentukan banyaknya cara menempatkan 60 objek yang identik ke dalam 4 sel (kotak) yang berbeda sedemikian sehingga setiap kotak mendapat paling sedikit 1 objek. x1  x 2  x3  x 4  x5  100 . yaitu  5  100  1 104    100  100      24 .) ... 20.. maka fungsi pembangkit dari permasalahan itu memuat 5 faktor. xi  0 . yaitu   56  =  56  = 32. i  {1. Contoh2. 28. 70). 0. dan (2.) 5 = 1    1 x  5 =    5  r  1 r x r  r 0    Banyaknya solusi bulat yang dimaksud samadengan koefisien x 100 dalam A(x). Sehingga fungsi pembangkit dari permasalahan di atas adalah A(x) = (1  x  x 2  x 3  . (0. 5. banyaknya cara menempatkan 60 objek yang identik ke dalam 4 kotak yang berbeda sedemikian hingga tiap kotak mendapat paling sedikit satu objek samadengan  56  3  59  koefisien x 60 dalam A(x). karena setiap peubah x i  0.. 75). 25.        Fungsi Pembangkit Biasa (FPB) juga dapat digunakan untuk menentukan banyaknya penyelesaian (solusi) bulat dari suatu persamaan linier dengan beberapa peubah.Karena dalam persamaan itu terdapat 5 peubah. maka fungsi pembangkit untuk permasalahan ini adalah: A(x)= ( x  x 2  x 3  .. 3.. 5} Jawab Perhatikan bahwa (0.

a. bbaaa. yaitu: aaabb. Kata sandi yang dibentuk terdiri dari paling banyak satu b. sehingga bilangan ini terlalu besar. Pikirkan sebuah jajaran dari k i 1 n i objek yang berbeda.. b.Misalnya. Karena 1  i  n .. baaba. baaab.. babaa. Perhatikan bahwa “urutan” huruf-huruf dalam kata sandi 25 . aabba. dan c. bilangan total penjajaran harus dibagi dengan k1! k 2 ! .. … dan k n objek tipe n. a. k 2 objek tipe dua. abaab. yaitu a. paling banyak satu c. b} adalah abbaa. maka k i ! jajaran akan sama. Barisan yang terdiri dari lima atau kurang huruf-huruf membentuk sebuah “kata sandi”.k n ! Bukti  n  Jika semua objek berbeda. maka banyaknya cara “menjajar” objek-objek ini adalah  n    k i !  i 1  k1!k 2 !. Tetapi objek-objek ini tidak  i 1  semuanya berbeda. aabab. Fungsi Pembangkit untuk Permutasi Fungsi pembangkit biasa memberikan pendekatan yang mudah dan sistematis untuk memecahkan masalah-masalah umum yang melibatkan “pengambilan” atau pendistribusian objek-objek yang identik ke dalam sel-sel (tempat-tempat) yang berbeda. Jika diganti k i objek tipe i yang berbeda dengan k i objek yang identik. Ada berapa kata sandi dengan panjang k yang dapat dibentuk? Dalam hal ini yang dimaksud dengan panjang suatu kata sandi adalah banyaknya huruf dalam kata sandi tersebut. diperlukan teoremaberikut ini. Untuk maksud tersebut. 3! 2! Selanjutnya akan ditinjau permasalahan berikut. maka akan terdapat   k i ! jajaran. banyaknya cara “menjajar” (banyaknya permutasi) dari unsur-unsur {a. Teorema 1 Jika terdapat k 1 objek tipe satu.Sebuah kata sandi dibentuk dari tiga huruf yang berbeda. Pada bagian ini akan diterapkan teknik serupa untuk memecahkan masalah-masalah umum yang melibatkan “penjajaran” (arrangement) atau pendistribusian objek-objek berbeda ke dalam sel-sel (tempat-tempat) yang berbeda. k n ! . 5! = 10.E. b. dan sampai tiga a. ababa.

caab. aacb. maka terdapat 4! = 4 permutasi yang bersesuaian. bila dipilih a. abac.………………….…. maka akan terdapat 4! = 12 permutasi 2! 1! 1! yang bersesuaian. acaa.. aaba. dapatdigunakan a k k k! sebagai ganti dari ( a k ) k untuk memperoleh fungsi pembangkit dari permasalahan menentukan banyaknya kata sandi dengan panjang k yang dapat dibentuk. a. atau a.5) menginformasikan semua cara yang mungkin untuk mendapatkan k huruf. caba. banyaknya cara untuk mendapatkan k huruf bila diperkenankan mengambil paling banyak satu b. a. yaitu: 3! 1! aaac. cbaa. a.. dan paling banyak tiga a. baac. dan c. dan caaa Dengan demikian banyak cara untuk mendapatkan kata sandi dengan panjang 4 diberikan oleh: 4! 2 4! 3 4! 3 a bc + a b+ ac 2! 1! 1! 3! 1! 3! 1! ………………. terdapat 4! = 4 permutasi yang bersesuaian. fungsi pembangkit dari permasalahan menentukan banyak cara memilih k huruf (dengan syarat yang ditentukan) adalah: (1  ax  a 2 x 2  a 3 x 3 )(1  bx)(1  cx) atau 1  (a  b  c) x  (a 2  ab  ac  bc) x 2  (a 3  abc  a 2 b  a 2 c) x 3 + (a 2 bc  a 3b  a 3 c) x 4  a 3bcx 5 …………………………………….. akan memberikan perhitungan yang tepat untuk menentukan banyak kata sandi dengan panjang 4. abaa. a.(2. dan c. 26 . (2. a.6) dan koefisien-koefisien yang lain. abca.. b. a.6) Untuk a = b = c = 1. bcaa. yaitu 3! 1! aaab.5) Koefisien x k dalam persamaan (2. Menurut Teorema 1. acba. dan c a. aaca. dan b. paling banyak satu c. Misalnya 4 huruf dapat diperoleh sebagai berikut. ……. Untuk itu. baca. a. dan baaa Perhatikan bahwa untuk a. b. a.Sehingga kita lebih tertarik dengan perhitungan permutasi daripada kombinasi. a. Bila dipilih a.diperhatikan. Sebenarnya untuk mendapatkan (2. a. dan c. a. dan b. yaitu: aabc.

6)..7)  2! 1! 1! 3! 1! 3! 1!  3! 1! 1!   Ternyata skema ini belum merupakan skema yang memuaskan.Dengan demikian fungsi pembangkitnya menjadi  ax a 2 x 2 a 3 x 3   bx   ax  .……….… (2.6) samadengan koefisien x4 dalam (2.…..8)      Terlihat bahwa koefisien x 4 dalam (2. terdapat        2! 1! 1! 3! 1! 3! 1!   3! 1! 1! 1! 2! 1! 2! 1!  =      13 kata sandi dengan panjang 3.8).. Perhatikan bahwa ekspresi (2. 2! 2!  x 2  3! 3! 3! 3!  x 3  1 1 1  x  2! 2!  +  +      1+ 1!    +        1! 1! 1!  1!  2! 1!1! 1! 1! 1! 1!  2!  3! 1! 1! 1! 2! 1! 2! 1!  3!  4!  5!  x 5 4! 4!  x 4   2! 1! 1!  3! 1!  3! 1!  4! +  3! 1! 1!  5! ………... sebagai berikut.………………….8) masing-masing disubtitusikan dengan 1 diperoleh fungsi pembangkit dari permasalahan di atas. Misalnya. dan seterusnya. bila hal ini dipikirkan sebagai Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dengan memperhatikan koefisien dari xk ..9)        2 3 x x x x x  )(1  )(1  ) = (1 +  1! 2! 3! 1! 1! k x Koefisien dalam fungsi pembangkit ini menyatakan banyaknya kata sandi dengan k! panjang k yang dapat dibentuk dengan aturan yang telah ditetapkan. terdapat  4!  3! 4! 4!  3! 3! 3!    = 20 kata sandi dengan panjang 4. karena koefisien x 4 dalam (2.… (2. 4! b. diperoleh teorema berikut ini. Jika a. Sebagai perluasan dari uraian di atas.yang sama dengan  1 1    1 2! 3!   1!   1!      1! a b c 1 +    x  1! 1! 1!   a 2 ab ac bc  2 +   2!  1!1!  1! 1!  1! 1!  x    +  a 3 abc a 2 b a 2 c  3    3! 1! 1! 1!  2! 1!  2! 1!  x +     a 2 bc a 3b a 3 c  4 a 3bc 5  x +   x …………………………………….. Akan tetapi skema ini sesuai.………………………. (2.7) sama dengan k!  a 2 ab ac bc  x 2  a 3 abc a 2 b a 2 c  x 3 a b c x 1+ 1!    + 2!   2! 1!1!  1! 1!  1! 1!  2! +3!  3!  1! 1! 1!  2! 1!  2! 1!  3! +4!     1! 1! 1!  1!      a 2 bc a 3b a 3 c  x 4  a 3bc  x 5     + 5!  2! 1! 1! 3! 1! 3! 1!  4!  3! 1! 1!  5! ……….... 27 . dan c dalam (2.7) belum identik dengan koefisien x 4 dalam (2.

. 2. 2 kali. yaitu 0.  P(x) = 1  x   2! n1!   2! n2 !     pembangkit eksponensial Teorema3   x2 x3 1. Contoh2. Angka 0 bisa muncul 0 kali. 2. Misalnya.. Berapakah banyaknya barisan kuartener r-angka yang memuat paling sedikit: satu 1. 1..   1  x   . 1.. Banyaknya permutasi dengan panjang k dengan paling banyak n i objek tipe i samadengan koefisien dalam fungsi pembangkit eksponensial berikut.. 28 . dan satu 3? b. dan 3. 3. maka untuk menjawab permasalahan di atas kita gunakan fungsi pembangkit eksponensial (FPE) sebagai berikut.8 a. sedangkan untuk setiap angka 1. 101001 atau 100111 adalah barisan binair 6-angka. satu 2. Jawab a. dan seterusnya. atau 3 dapat muncul paling sedikit sekali dan urutan angka dalam suatu barisan diperhatikan. 1 kali.. 2! 3! x4 x6 + +…. Barisan kuartener r-angka adalah barisan kuartener dengan panjang r. =1+ + 2! 2 e x  ex x3 3. 1  x    . Berapakah banyaknya barisan binair r-angka yang memuat 0 sebanyak banyak bilangan genap dan 1 sebanyak genap. penting dalam pemecahan permasalahan yang melibatkan fungsi xk k!  x2 xn   x2 xn  …  . Misalnya 1200323 atau 3101121 adalah barisan kuartener 7-angka. Barisan binair r-angka adalah barisan binair dengan panjang r. 5! 7! Definisi Barisan kuartener adalah barisan yang suku-sukunya hanya menggunakan angka-angka 0. 2 n   1  x  x  . Terdapat 4 angka yang berbeda..   2! 3!   2 x x x e e 2.. 2.. =x+ + 2 3! n = 1 + nx + n2 x2 n 3 x3 + + ….Teorema 2 Misal terdapat p macam (tipe) objek dengan n i objek tipe i untuk 1  i  p.  x   2! n p !   Proporsi berikut. 4! 6! x5 x7 + +…. Barisan binair adalah barisan yang sukusukunya hanya menggunakan angka 0 atau 1.

  x2 x4 x6    . bila r genap dan r  0 xr r! dalam P(x). yaitu r! b..)+ 2! 4! 6! 2 2 4 6 x2 3 x 5 x 2  .. P(x) = 1    2 4! 6!    e x  e x =  2      2 2 = e 2 x  e 2 x  2 4 1  e 2 x  e 2 x =  2 2  =  1   2  (2 x) 2 (2 x) 4 (2 x) 6 1 1 (1 + + + +….   x2 x3 x2 x3   .. bila r ganjil .. Karena 0 dan 1 muncul sebanyak bilangan genap untuk setiap barisan. maka fungsi pembangkit dari persoalan tersebut adalah.. Dalam hal ini ada dua angka yang berbeda yaitu 0 dan 1.. x    . bila r  0 . 29 . xr dalam P(x)..2 r  1... yaitu Fungsi Pembangkit Eksponensial ((FPE) dapat digunakan untuk memecahkan masalah pendistribusian objek-objek yang berbeda ke dalam sel-sel (tempat-tempat) yang berbeda. = 1 2  2 2! 4! 6! Banyaknya barisan yang dimaksud samadengan koefisien 0  1 2 r 1  ... P(x) = 1  x     2! 3! 2 3!    3 = e x e x  1 = e x e 3 x  3e 2 x  3e x  1 3   = e 4 x  3e 3 x  3e 2 x  e x =    (4 x) r (3 x) r xr  3  3 (2 x) r    r! r! r 0 r 0 r 0 r  0 r!  Banyaknya barisan yang dimaksud samadengan koefisien dari 4 r  3.2 r  1 atau 4 r  3r 1  3.3r  3..

9 Tentukan banyaknya cara menempatkan n orang ke dalam 100 kamar sedemikian sehingga setiap kamar berisi paling sedikit satu dan paling banyak dua orang .Contoh2. Jawab Masalah ini akan diselesaikan dengan menggunakan Fungsi Pembangkit Eksponensial. Fungsi pembangkit yang bersesuaian dengan masalah di atas adalah sebagai berikut.  x2  Misal P(x) =  x    2!    100 = x 100  1   100 x  2 100 = x 100 100  x    t  2    t 0    t =  t  100 100 100  t t 100 2 x  t 0   = 100  1 x t 100   t t  100!  t  2 t  100! t 0    100  1 xn   n100 n!   n! n 100  n  100  2 200 = xn Banyaknya cara yang dimaksud adalah koefisien . yaitu n!  100  1   n  100 2 n100 n! atau     100  100n  n!  n  100 2    30 .

 0 1 2 r r  1 . TentukanFungsi Pembangkit Biasa (FPB) dalam bentuk paling sederhana dari masingmasing fungsi numerik berikut ini... 2. 3. a. . rx5 . 2. 0. A( x)  5  5 x  5 x 2  5 x 3  . 0. 2. . 2 r . 1. 2.) 2. …. . (0.  3 9 27 e..) h. 1. 4... 1. 3. Tentukan Fungsi Pembangkit Biasa dari fungsi numerik a r  dengan a r didefinisikan sebagai berikut. 1. 1. 3. (0. 0. 0. (1.. 1.) g... 3. 0. 3 r f. 3.. a r  3r  4 3. …. A(x) = A(x) = 1 + A(x) = 1 1 x 2  3x 2  6 x  1 1 x 1 4x3  A(x) = 1  3x 1  x d.  2. x  6x  5 7x2 g. 3.) d.   0 x5 . Tentukan Fungsi Pembangkit Eksponensial dari fungsi numerik berikut ini. (0 x1..  2 2 2   c. jika r genap  a. jika r ganjil  b.  4. c... a n  3 n e.  . (3.. 3x4. A(x) = 2 f. . 0. . 1x5 . a. . 2 x3. b. …. a r   r  2 . 2 x5 . ..  6. . Tentukan barisan (fungsi numerik) yang bersesuaian dengan fungsi-fungsi pembangkit biasa berikut ini. 0. . 3..) d. 0.. 1. 0. 1 e. 1. A( x)  1 1  4x A( x)  e x  e 4 x 5. . . A(x) = (1  2 x )(1  3 x ) a. 5.) b.. 4.Latihan Soal 1. 3.. 1x2. 1.   2 3 4 b.. c. Tentukan barisan (fungsi numerik) yang bersesuaian dengan Fungsi Pembangkit Eksponensial berikut.. (0.. 4. a n  n 1 n! 4. 1. 1  x3 1 b. A(x) = 1 x2 4  4x  x 2 h. ….. 0. P(x) = 1  x  x2  x3 1 x 31 . …. a. 1.... 1 3 5    0.

Tentukan banyaknya cara mengambil 100 huruf dari huruf-huruf pembentuk kata KOMBINATORIK sedemikian hingga setiap konsonan terpilih paling banyak 20.2.3. i  {1. 7. Tentukan banyaknya barisan biner n-angka yang memuat angka “1” paling sedikit dua. 9. 10. x1  x 2  x3  x 4  80 . Tentukan banyaknya barisan ternair n-angka yang memuat angka “0” sebanyak ganjil dan angka “1” sebanyak genap. Tentukan banyaknya barisan ternair n-angka yang memuat angka “0”. dan “2” masing-masing sebanyak ganjil 32 . 1  xi  30 .4} 8. Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan berikut.6. “1”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful