Dasar-Dasar Ilmu Tanah (1 dari 25) Posted by Dr. Ir. Abdul Madjid, MS I.

PENDAHULUAN Pengertian tanah sangatlah beragam dan tergantung bidang ilmu yang menilainya. Pengertian tanah berdasarkan ahli hukum akan berbeda dengan pengertian tanah menurut ahli ekonomi, lembaga keuangan / perbankan, dan ibu rumah tangga. Tanah menurut ahli hukum dinilai berdasarkan status tanah atau hak kepemilikan terhadap tanah, seperti tanah berstatus hak milik berbeda dengan tanah berstatus hak guna usaha (HGU) dan hak pakai serta sangat berbeda sekali dengan tanah garapan. Tanah menurut ahli ekonomi dan lembaga keuangan perbankan dipahami berdasarkan kedekatan lokasi tanah dengan akses dan kelancaran akses serta kedekatan dengan pusat pengembangan. Tanah yang dekat jalan atau dekat pusat pengembangan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada tanah yang berlokasi jauh dari akses jalan atau jauh dari pusat pengembangan. Berbeda dengan pengertian tanah menurut ibu rumah tangga yang selelu mengingatkan anakanaknya agar jangan bermain tanah dan selalu mengingatkan anak-anaknya tidak lupa mencuci tangan dan kaki apabila kena tanah. Pengertian tanah yang dipelajari dalam mata kuliah Dasar Dasar Ilmu Tanah berdasarkan ilmu pertanian. Definisi tanah menurut ilmu pertanian juga mengalami pengembangan dari waktu ke waktu. Perubahan definisi tersebut disajikan sebagai berikut:

II. PENGERTIAN TANAH Definisi tanah dari waktu ke waktu mengalami pengembangan pengertian. Saat ini terdapat 4 pengertian tentang tanah yang diuraikan lebih rinci sebagai berikut.

2.1 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ahli Geologi Ahli geologi akhir abad XIX mendefinisikan tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit yaitu lapisan partikel halus.

2.2 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Pedologi Pada tahun 1870 seorang ahli pedologi yaitu Dokuchaev mendefinisikan tanah sebagai bahan padat (bahan mineral atau bahan organik) yang terletak dipermukaan, yang telah dan sedang serta terus menerus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: (1) bahan induk, (2) iklim, (3) organisme, (4) topografi, dan (5) waktu.

2.3 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Edaphologi Seorang ahli edaphologi dari Inggris bernama Dr. H. L. Jones mendefiniskan tanah sebagai media tumbuh tanaman.

2.4 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ilmu Tanah Terkini Pada tahun 2005 seorang doktor ilmu tanah dari Indonesia bernama Hanafiah mendefiniskan tanah secara lebih komperhensif bahwa tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, dan Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.

III. FUNGSI TANAH Lima fungsi utama tanah adalah: (1) tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman, (2) penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara), (3) penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh, hormon, vitamin, asam-asam organik, antibiotik, toksin anti hama, dan enzim yang dapat meningkatkan ketersediaan hara) dan siklus hara, dan (4) sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung

dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman, (5) lokasi pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor, supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara. Integrasi kelima fungsi utama tanah disajikan dalam Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Lima fungsi utama tanah yang terintegrasi secara utuh.

Dua Pemahaman Penting Tentang Tanah Dua pemahaman utama yang sangat mendasari pengertian tentang tanah berdasarkan ilmu pertanian adalah: (1) Tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. (2) Tanah berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama dan penyakit serta dampak negatif pestisida dan limbah industri yang berbahaya comments (0) Labels: Ilmu Tanah 06:58 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (2 dari 25)

Posted by Dr. Ir. Abdul Madjid, MS IV. PERBEDAAN PENGERTIAN TANAH Perbedaan pemahaman pengertian tanah antara pendekatan pedologi dan edaphologi adalah sebagai berikut:

4.1 Kajian Pedologi Kajian pedologi mendefinisikan tanah berdasarkan dinamika dan evolusi tanah secara alamiah atau berdasarkan pengetahuan alam murni. Beberapa contoh kajian lebih lanjut tentang tanah dengan landasan pendekatan pedologi adalah: fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah, morfologi tanah, klasifikasi tanah, survei tanah, pemetaan tanah, analisis bentang lahan, dan ilmu ukur tanah.

4.2 Kajian Edaphologi Kajian edaphologi mendefinisikan tanah berdasarkan peranan tanah tersebut sebagai media tumbuh tanaman. Beberapa contoh kajian tanah tingkat lanjut yang dilandasi pendekatan edaphologi adalah: kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, agrohidrologi, pupuk dan pemupukan, ekologi tanah, dan bioteknologi tanah.

4.3 Paduan antara Pedologi dan Edaphologi Kajian ilmu tanah tingkat lanjut yang dilandasi kedua pendekatan yaitu pedologi dan edaphologi adalah: pengelolaan tanah dan air, evaluasi kesesuaian lahan, tata guna lahan, pengelolaan tanah rawa, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 06:13 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (3 dari 25) Posted by Dr. Ir. Abdul Madjid, MS

sebagai penciri tingkat perkembangan sistem tanah. .V. (4) Horison B adalah horison illuvial atau horison pengendapan sehingga terjadi akumulasi dari bahan-bahan yang tercuci dari horison diatasnya. (2) horison A. (3) Lapisan Eluviasi atau Horison Eluviasi adalah horison yang telah mengalami proses eluviasi (pencucian) sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah. Pemodelan dari profil tanah dengan deferensiasi horison yang lengkap. yaitu terdiri dari: (1) horison O. (2) Horison A adalah horison yang tersusun dari bahan mineral berkandungan bahan organik tinggi sehingga berwarna agak gelap. Tanah yang telah mengalami perkembangan lanjut akan memiliki horisonisasi yang lengkap. liat silikat. dan (6) bahan induk tanah (R). Pengertian dari beberapa istilah penamaan horison dalam profil tanah adalah sebagai berikut: (1) Horison O adalah horison tanah yang tersusun dari serasah atau sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa). (5) lapisan C. Harisonisasi dalam profil tanah secara pemodelan disajikan dalam Gambar 2. Gambar 2. sehingga berwarna agak terang. (4) horison B. Fe dan Al rendah tetapi kada pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya tinggi. PROFIL TANAH Pengertian profil tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah. (3) horison Eluviasi.

Lapisan tanah bawah (sub soil) terdiri dari: (1) horison E. dan (4) terputus. (3) tidak teratur. Solum tanah meliputi: (1) lapisan tanah atas. (6) Batuan induk tanah (R) merupakan bagian terdalam dari tanah dan masih berupa batuan.1 Batas Peralihan Horison Batas peralihan horison pada profil tanah terlihat secara visual dalam beberapa kategori. dan (2) horison B.5 cm.5 cm. 5.5 cm. Contoh gambaran dari batas horison dan bentuk topografi dari batas tersebut disajikan dalam Gambar 3 dan Gambar 4 berikut.5 cm. yaitu: (1) batas horison dikategorikan nyata apabila peralihan kurang dari 2. .5 cm sampai 12. Lapisan tanah atas (top soil) terdiri dari: (1) horison O.2 Bentuk Topografi Batas Horison Bentuk topografi dari batas harison dalam profil tanah yang terlihat secara visual dibagi dalam 4 kategori. dan (4) batas horison dikategorikan baur apabila peralihan terjadi dengan jarak lebih dari 12.(5) Horison C adalah lapisan tanah yang bahan penyusunnya masih serupa dengan batuan induk (R) atau belum terjadi perubahan. (3) batas horison dikategorikan berangsur apabila peralihan terjadi dengan jarak berkisar antara 6. 5. (2) berombak. dan (2) horison A. yaitu: (1) bentuk topografi datar. (2) batas horison dikategorikan jelas apabila peralihan terjadi dengan jarak berkisar antara 2.5 cm sampai 6. dan (2) lapisan tanah bawah.

Gambar 3. Bentuk topografi bergelombang dari batas horison yang terjadi antara horison B dengan horison C dalam sistem tanah. Batas horison yang nyata terjadi pada peralihan dari horison A ke horison B. dan batas horison yang jelas terjadi pada peralihan antara horison B ke horison C. Kedua batas terswebut bertopografi datar. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 20:21 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (4 dari 25) . Gambar 4.

Tanah dengan kedalaman lapisan olah berkisar 20 cm sesuai untuk ditanaman tanaman padi. Gambaran dari tiga dimensi tanah yang tersusun dari tiga polypedon yang berbeda disajikan dalam Gambar 5 berikut. (2) kelengkapan atau differensiasi horison-horison pada profil yang mencirikan tingkat perkembangan tanah dan umur tanah.deselectBloggerImageGracefully().com/_dpPjAcpKgtE/TP8L9zGEc5I/AAAAAAAABPA/ HCCu5dkqz30/s1600/DDIT%2BTGS%2BAA%2BG005. sehingga membantu dalam menetapkan jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam pada tanah tersebut. Ir. Begitu juga sebaliknya. . Kumpulan pedon-pedon yang sama sifatnya yang membentu suatu hamparan disebut polipedon. kedelai. tetapi tidak sesuai untuk ditanaman dengan tanaman perkebunan yang berakar dalam. lapisan dalam tanah (sub soil) dan solum tanah. a onblur="try {parent.} catch(e) {}" href="http://1. Abdul Madjid.jpg"> Gambar 5. MS 5. kacang tanah dan jagung. Sistem tanah yang tersusun dari tiga polypedon yang berbeda. 5.Posted by Dr.4 Kegunaan Profil Tanah Pemahaman yang mendalam mengenai profil tanah akan membantu dalam pemanfaatan berikut: (1) mengetahui kedalaman lapisan olah tanah (top soil).bp.3 Pedon dan Polipedon Sistem tanah tersusun dari unit-unit terkiecil yang disebut pedon.blogspot.

yaitu: (1) bahan padatan berupa bahan mineral. (3) air. MS . comments (0) Labels: Ilmu Tanah 19:10 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (7 dari 25) Posted by Dr. dan (4) udara. seperti yang disajikan dalam Gambar 6 berikut. KOMPONEN PENYUSUN TANAH Suatu tanah tersusun dari 4 komponen utama. VI. 25 % air dan 25% udara. Komposisi keempat komponen tanah (bahan mineral. (2) bahan padatan berupa bahan organik. bahan organik. Tanah mineral yang subur tersusun dari 45% bahan tanah mineral.(3) warna tanah yang menunjukkan kondisi aerob (warna terang) atau anaerob (berwarna kelabu) dan tngginya kadar kadungan bahan organik tanah (berwarna hitam/gelap). Gambar 6. Ir. Abdul Madjid. sehingga diketahui tingkat kesuburan tanah. 5% bahan organik tanah. air dan udara) yang menempati volume dari sistem tanah.

Tanah yang berada pada lahan berlereng curam lebih peka terhadap terjadinya erosi. karena terkikis secara terus menerus saat terjadi hujan. Sedangkan tanah yang berada pada lahan yang berlereng landai sampai datar terbentuk lebih dalam. (2) kedalaman air tanah. dan (2) bentuk lereng. sedangkan pada tanah cekungan dan datar membentuk solum dalam) . Faktor kecuraman lereng ini mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan 4 cara.5 Topografi atau Relief atau Kelerengan Lahan Faktor topografi atau relief yang mempengaruhi proses pembentukan tanah adalah: (1) kecuraman lereng. Tanah yang terbentuk pada lereng yang lebih curam akan lebih dangkal. (2) berbentuk lereng yang curam yang terdapat pada punggung bukit dan gunung. (7) kejenuhan basa tanah. dan (8) kandungan garam mudah larut.7. (2) ketebalan dan kandungan bahan organik horison A. Relief atau bentuk permukaan tanah dapat dikelompokkan menjadi: (1) berbentuk cembung yang terdapat pada puncak bukit atau gunung. yaitu: (1) jumlah air hujan yang dapat meresap atau disimpan massa tanah. dan (4) arah pergerakan air yang membawa bahan-bahan terlarut dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. (3) kandungan air tanah. (3) besarnya erosi yang dapat terjadi. (6) reaksi tanah atau pH (pada tanah dengan air tanah dangkal mengalami salinisasi sehingga pH tanah netral sampai basa. Interaksi keempat mekanisme ini mempengaruhi proses pembentukan tanah antara lain: (1) ketebalan solum tanah. karena infiltrasi yang terjadi lebih rendah dan aliran permukaan (run off) lebih besar. sehingga membentuk profil tanah yang lebih dalam. (5) tingkat perkembangan horison (pada tanah tergenang dan tanah berlereng terjal membentuk solum dangkal. (4) warna tanah. sedangkan pada tanah dengan air tanah dalam mengalami proses pencucian intensif sehingga pH tanah rendah atau bereaksi asam). karena memiliki laju infiltrasi dan laju perkolasi yang lebih besar serta proses pembentukan horison berkembang lebih lanjut. . sehingga daya rusak air hujan dan aliran permukaan lebih tinggi.

bagian punggung yang curam. Gambar 10. Gambar 9. Sketsa bentuk permukaan lahan disajikan dalam Gambar 9 dan gambaran visual dari permukaan lahan disajikan dalam Gambar 10 berikut.(3) berbentuk cekungan dan datar pada kaki dan dasar bukit. . Sketsa bentuk permukaan tanah atau relief yang mempengaruhi proses pembentukan tanah. Perbedaan relief atau bentuk permukaan tanah mempengaruhi proses pembentukan tanah. Kenampakan visual dari bentuk permukaan tanah atau relief yang terdiri dari bagian puncak yang berbentuk cembung.

dan (5) fase akhir. Vertisol. yaitu mulai dari fase: (1) awal. dan horison C. horison A2. dan (3) proses pelapukan biologi. Fase senil atau disebut tanah tua. dan Mollisol. Contoh dari tanah tua adalah Ultisol atau Podsolik Merah Kuning. Fase awal ditandai baru terbentuk horison C. Contoh dari tanah dewasa adalah Inceptisol. dan horison C. horison B. (3) viril.dan bagian kaki dan dasar bukit yang cekung dan datar. PROSES PELAPUKAN Proses pelapukan batuan terjadi akibat tiga mekanisme. yaitu: (1) proses pelapukan fisik. dan (3) tanah tua dengan lamanya waktu pembentukan lebih dari jutaan tahun. dan Oxisol atau Laterit. dicirikan dengan sudah terbentuknya horison A. Fase viril atau disebut tanah dewasa. (2) tanah dewasa dengan lamanya waktu pembentukan berkisar antara 1. . Contoh tanah muda adalah Entisol atau Aluvial atau Regosol. pada fase ini sering disebut tanah muda. Fase juvenil ditandai dengan sudah terbentuk horison A diatas horison C. meliputi: horison A1.000 tahun sampai dengan 10. (4) senil. horison B1. dicirikan proses pembentukan horison yang lengkap. 7. horison B2. VIII. maka tanah dikelom-pokkan menjadi: (1) tanah muda dengan lamanya waktu pembentukan berkisar 100 tahun. (2) juvenil.6 Waktu Faktor waktu juga mempengaruhi tingkat perkembangan tanah dan umur tanah.000 tahun. Waktu juga mempengaruhi tingkat perkembangan tanah. Fase akhir atau disebut tanah sangat tua dicirikan dengan mulai berkurangnya proses pelapukan dari system tanah tersebut. Berdasarkan lamanya waktu dalam proses pembentukan tanah. (2) proses pelapukan kimia.

(2) tingkat kekasaran permukaan bebatuan. makin kasar permukaan bebatuan akan mengalami proses pelapukan yang lebih cepat. sehingga mudah mengalami proses pelapukan. Perbedaan kecepatan proses pelapukan fisik dipengaruhi: (1) tingkat kontraksi dan ekspansi dari komponen penyusun batuan. (3) penetrasi akar. dan pengasaman akibat asam sulfat hasil dekomposisi protein. (2) hantaman air hujan. Proses pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diikuti terjadinya perubahan sifat kimia. (2) hidrasi atau proses pengikatan molekul air. dan (5) reduksi atau peristiwa penurunan muatan positif. Beberapa proses kimia dari pelapukan adalah: (1) pelarutan atau solubilitas. Proses pelapukan biologi dapat diakibatkan oleh aktivitas kehidupan: . seoperti perubahan besi dalam batuan dari bentuk ferro menjadi bentuk ferri dan ukurannya bertambah. dan (3) warna gelap dan terangnya bebatuan. kedua asam ini mempercepat proses pelapukan. dan (7) asidifikasi atau proses pengasaman bebatuan.Ketiga proses ini saling terintegrasi satu sama lain sehingga mempercepat proses pelapukan batuan. (6) karbonatasi atau proses yang menyebabkan bereaksinya asam karbonat dengan basa-basa membentuk basa karbonat. (4) oksidasi atau terjadinya penambahan muatan positif. makin gelap warna bebatuan akan memiliki daya menyerap cahaya yang lebih banyak dan mempercepat proses pemuaian atau kontraksi dan ekspansi. Proses pelapukan fisik merupakan proses mekanik yang menyebabkan bebatuan masif pecah dan hancur serta terfragmentasi menjadi partikel-partikel kecil tanpa ada perubahan sifat kimia. sehingga memicu proses pecah dan hancurnya bebatuan. sehingga mudah mengalami proses pelapukan. Proses ini terjadi akibat dari: (1) perubahan suhu yang drastis seperti sangat dingin atau sangat panas. sehingga volume meningkat dan kekuatan melemah serta menjadi mudah mengalami proses pelapukan. seperti: pengasaman akibat asam nitrat yang terkandung dalam air hujan. sehingga mempercepat proses pelapukan. (3) hidrolisis atau proses pergantian kation-kation dengan ion hidrogen dan saat terjadi ionisasi menyebabkan kondisi melemah. dan (4) aktivitas makhluk hidup lainnya. sehingga mempercepat proses pelapukan.

yaitu dari vegetasi yang berakar dangkal sampai ke vegetasi berakar dalam.(1) mikroorganisme tanah. dan (3) hewan. Proses pelapukan biologi senantiasa mengiringi dari kedua proses sebelumnya. (2) akar tumbuhan. Sebagai contoh: bebatuan yang mengalami proses suhu ektrim (sangat panas atau sangat dingin) sehingga mulai terjadi retakan-retakan. Tiga proses pelapukan tersebut satu sama lain saling terintegrasi secara utuh dan saling berintekasi dalam mempercepat proses pelapukan bebatuan menjadi tanah. oksida besi. Sketsa proses pelapukan bahan induk tanah sampai menjadi mineral liat. Gambar proses pelapukan fisik batuan disajikan dalam Gambar 11. dan ion hara disajikan dalam Gambar 12. Gambar 11. Selanjutnya saat terjadi hujan maka air hujan akan masuk ke dalam retakan-retakan tersebut dan makin mempercepat proses pelapukan. . Makin hari tanah yang terbentuk makin dalam dan selalu diikuti dengan perubahan vegetrasi yang tumbuh diatasnya yang dikenal dengan istilah suksesi vegetasi. oksida aluminium. Proses pelapukan fisik batuan induk yang mengalami retakan-retakan akibat pengaruh suhu dingin yang ekstrim dan suhu panas yang ekstrim. selain itu biasanya diiringi juga dengan mulai tumbuhnya tanaman tingkat rendah dan mulai berkembangnya mikroorganisme tanah sehingga lebih mempercepat proses pelapukan.

Ir. Keenam bentuk tersebut adalah: (1) Granular. (2) Gumpal (blocky). Struktur tanah dikelompokkan dalam 6 bentuk seperti yang disajikan dalam Gambar 15. ukuran. oksida-oksida besi.Gambar 12. dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik. Gumpalan struktur tanah ini terjadi karena butir-butir pasir. Gumpalan-gumpalan kecil (struktur tanah) ini mempunyai bentuk. yaitu struktur tanah yang berbentuk granul. struktur ini terdapat pada horison A. bulat dan porous. dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda. Sketsa proses pelapukan bahan induk tanah menjadi tanah. MS 2. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 10:29 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (10 dari 25) Posted by Dr. dan lain-lain. debu. yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan . Abdul Madjid. Struktur Tanah Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah.

yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat porous. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata. (4) Tiang (columnar). Beberapa bentuk struktur tanah. Gambar 15. yaitu: (1) granular. (6) Remah (single grain). struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan padas liat. (5) lempeng (platy). struktur ini terdapat pada horizon A. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil daripada sumbu horizontal. (5) Lempeng (platy). dan (6) remah (single grain). (3) Prisma (prismatic). struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim basah. (3) prisma (prismatic) . (2) gumpal (blocky). (4) tiang (colum-nar). bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut.gumpal bersudut. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membuloat. dengan sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. Tanah yang terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi umumnya ditemukan .

0 gram cm-3 sampai dengan 1.3 gram cm-3 sampai dengan 1. Akan tetapi. Contoh perhitungan dalam menentukan bobot tanah dengan menggunakan bobot isi adalah sebagai berikut: 1 hekar tanah yang diasumsikan mempunyai bobot isi (BI) = 1. makin kasar akan makin berat. dan (2) Kerapatan massa (bobot isi = BI) adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikering-ovenkan per satuan volume.0 gram cm-3 )} . Abdul Madjid.struktur remah atau granular di tanah lapisan atas (top soil) yaitu di horison A dan struktur gumpal di horison B atau tanah lapisan bawah (sub soil).8 gram cm-3. Nilai kerapatan massa tanah berbanding lurus dengan tingkat kekasaran partikel-partikel tanah.0 gram cm-3 dengan kedalaman 20 cm. biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2.6 gram cm-3. Sebagai contoh pembanding adalah bobot isi air = 1 gram cm-3 = 1 ton gram cm-3 . Ir. MS 3. sedangkan yang bertekstur kasar memiliki bobot isi antara 1.2 m) x (1. Bobot Isi Tanah Menurut Hanafiah (2005) bahwa bobot tanah merupakan kerapatan tanah per satuan volume yang dinyatakan dalam dua batasan berikut ini: (1) Kerapatan partikel (bobot partikel = BP) adalah bobot massa partikel padat per satuan volume tanah. akan mempunyai bobot tanah sebesar: = {(volume 1 hektar tanah dengan kedalaman 20 cm) x (BI)} = {(100 m x 100 m x 0. Tanah lapisan atas yang bertekstur liat dan berstruktur granuler mempunyai bobot isi (BI) antara 1.3 gram cm-3. pada tanah yang terbentuk di daerah comments (0) Labels: Ilmu Tanah 10:18 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (11 dari 25) Posted by Dr.

sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. Karatan- .000 ton Apabila tanah tersebut mengandung 1% bahan organik.. putih. Warna humus. bahkan merah. Ir. terutama besi dan mangan. ini berarti terdapat 20 ton bahan organik per hektar. dan ada kala berwarna olive-hijau. Feldspar berwarna merah. Makin luas permukaan spesifik menyebabkan makin dominan menentukan warna tanah. sehingga sangat mempengaruhi warna tanah.= {(2. Abdul Madjid. Kuarsa umumnya berwarna putih. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Besi oksida berwarna merah. Selain warna tanah juga ditemukan adanya warna karatan (mottling) dalam bentuk spot-spot. Batu kapur berwarna putih. Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah. Besi tereduksi berwarna biru hijau. ini tergantung proporsi tipe mantel besinya.000 m3) x (1 ton m-3)} = 2. sehingga warna butir koloid tanah (koloid anorganik dan koloid organik) yang memiliki luas permukaan spesifik yang sangat luas. MS 4. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya: (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. agak kecoklatan atau kuning yang tergantung derajat hidrasinya. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah yang rendah kadar besi dan mangannya. yang terjadi selama musim hujan. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran warna yang dipantulkan permukaan tanah. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 10:05 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (12 dari 25) Posted by Dr. kelabu. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. Warna Tanah Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya presipitasi. besi oksida dan besi hidroksida menentukan warna tanah. Liat berwarna kelabu.

yaitu di tempat-tempat dimana udara dapat masuk. kuarsa dapat menyebabkan warna putih pada tanah. yaitu di daerah yang selalu tergenang air. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. dimana kandungan bahan organik umumnya rendah. 3 H2O (limonit) yang berwarna kuning cokelat. warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe dalam tanah. maka selain berwarna abuabu (daerah yang tereduksi) didapat pula becak-becak karatan merah atau kuning. Sedangkan dilapisan bawah. dan (3) indikator kesuburan tanah atau kapasitas produktivitas lahan. Selain itu. karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Makin tinggi kandungan bahan organik. Jenis mineral feldspar menyebabkan beragam warna dari putih sampai merah. warna tanah makin gelap. dan (3) kadar air tanah dan tingkat hidratasi. Secara umum dikatakan bahwa: makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. selain . (2) kandungan bahan organik tanah. Tanah dengan kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap (kelam). sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan kedudukan terhadap permukaan air tanah. (2) indikator kondisi iklim untuk tanah yang sudah berkembang lanjut. Hematit dapat menyebabkan warna tanah menjadi merah sampai merah tua. yang ternyata mengarah ke warna reduksi (gleisasi) yaitu warna kelabu biru hingga kelabu hijau. Hanafiah (2005) mengungkapkan bahwa warna tanah merupakan: (1) sebagai indikator dari bahan induk untuk tanah yang beru berkembang. kapur. kaolin. Menurut Wirjodihardjo dalam Sutedjo dan Kartasapoetra (2002) bahwa intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: (1) jenis mineral dan jumlahnya. atau Fe2O3. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa warna tanah berfungsi sebagai penunjuk dari sifat tanah. Keberadaan jenis mineral kwarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. Sedangkan pada tanah yang kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering. Makin tinggi kandungan bahan organik maka warna tanah makin gelap (kelam) dan sebaliknya makin sedikit kandungan bahan organik tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang.karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. Di daerah berdrainase buruk. seluruh tanah berwarna abu-abu karena senyawa Fe terdapat dalam kondisi reduksi (Fe2+). yaitu tanah yang tidak pernah terendam air. Pada tanah yang berdrainase baik. Fe terdapat dalam keadaan oksidasi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3 (hematit) yang berwarna merah. Tanah yang mengandung mineral feldspar.

dimana makin tinggi chroma menunjukkan kemurnian spektrum atau kekuatan warna spektrum makin . Berdasarkan buku Munsell Saoil Color Chart nilai Hue dibedakan menjadi: (1) 5 R. Hue dibedakan menjadi 10 warna. makin intensif proses pelindihan menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. 3. yaitu mujlai dari spektrum dominan paling merah (5 R) sampai spektrum dominan paling kuning (5 Y). yaitu makin tinggi value menunjukkan warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan).5 R.5 YR.5 Y. yaitu: (1) Y (yellow = kuning). (5) 5 YR. coklat-kemerahan. makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah maka tanah tersebut akan berwarna makin gelap.5. Diagram warna baku ini disusun tiga variabel. (8) 2.0. Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan organik yang berwarna gelap. dan (10) GY (gray-yellow).5 YR. (2) intensitas pelindihan (pencucian dari horison bagian atas ke horison bagian bawah dalam tanah) dari ion-ion hara pada tanah tersebut. seperti pada horison eluviasi.5 – 5. 5.0 . 5. (2) hue = 2. dan 10. yaitu: (1) hue. (4) RP (red-purple).0 – 7. (9) G (gray = kelabu). namun secara berurutan sebagai berikut: putih. Hue adalah warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. kuning.5 . (7) 10 YR. (8) BG (grown-gray). dan hitam. dan (3) chroma. merah. (4) 2. dan (13) N (netral). Value menunjukkan gelap terangnya warna. (11) 5 GY. Value dibedakan dari 0 sampai 8. dan (9) 5 Y. sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. dan 8. 7.5. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya (19). selain itu juga sering ditambah untuk warna-warna tanah tereduksi (gley) yaitu: (10) 5 G. (12) 5 BG. (6) PB (purple-brown).5 – 10. (3) 10 R. kelabu.ada berbagai pengecualian. Nilai hue ini dalam buku hanya ditulis: 2. dan (3) kandungan kuarsa yang tinggi menyebabkan tanah berwarna lebih terang. Chroma juga dibagi dari 0 sampai 8. Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut dengan warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. (4) hue = 7. (3) hue = 5. (3) R (red = merah). (6) 7. Nilai Value pada lembar buku Munsell Soil Color Chart terbentang secara vertikal dari bawah ke atas dengan urutan nilai 2. coklat-kekelabuan. Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. 4. (2) value. Selanjutnya setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue sebagai berikut: (1) hue = 0 – 2. 7. Angka 2 paling gelap dan angka 8 paling terang.5 . coklat. (2) YR (yellowred). (5) P (purple = ungu). (2) 7. (7) B (brown = coklat). 6.

(2) Tanah berwarna 10 R 4/6 (merah). value =4 dan chroma = 6. Nilai chroma pada lembar buku Munsell Soil Color Chart dengan rentang horisontal dari kiri ke kanan dengan urutan nilai chroma: 1. lembab. 2. yang secara keseluruhan disebut berwarna coklat. atau kering. Gambar 16.meningkat. yang berarti bahwa warna tanah mempunyai nilai hue = 7. Pencatatan warna tanah dapat menggunakan buku Munsell Soil Color Chart. sebagai contoh: (1) Tanah berwarna 7. maka semua warna harus disebutkan dengan menyebutkan juga warna tanah yang dominannya. 3. atau kering. . lembab. 4. value = 5. yang berarti bahwa warna tanah tersebut mempunyai nilai hue =10 R.5 YR 5/4 (coklat). Angka 1 warna tidak murni dan angka 8 warna spektrum paling murni. chroma = 4. Warna tanah akan berbeda bila tanah basah. 6. Buku Munsell Soil Color Chart yang digunakan sebagai standar warna untuk penetapan warna tanah. Selanjutnya. yang secara keseluruhan disebut berwarna merah. jika ditemukan tanah dengan beberapa warna. Nama warna tersebut dapat dilihat dari Buku Munsell Soil Color Chart yang disajikan dalam Gambar 16 dan foto detil halaman buku tersebut disajikan dalam Gambar 17.5 YR. sehingga dalam menentukan warna tanah perlu dicatat apakah tanah tersebut dalam keadaan basah. 8.

4. 6. dan penggaruan. value. . dan 8 dari kiri ke kanan. 2. 7. Lembaran warna standar dari buku Munsell Soil Color Chart yang terdiri dari tiga variable. 3. Keadaan tersebut ditunjukkan dari daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. 4. dan chroma. yaitu: hue. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 09:56 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (13 dari 25) Posted by Dr. Nilai value tertera secara vertical disebelah kiri dengan nilai: 2.Gambar 17. 6. Ir. Nilai hue tertera sebelah kanan paling atas (10 YR). Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi. 3. 5. yaitu: basah. dan 8 dari bawah ke atas. Gaya yang akan mengubah bentuk tersebut misalnya pencangkulan. MS 5. pembajakan. Konsistensi Tanah Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. Abdul Madjid. Nilai chroma tertera secara horisontal paling bawah dengan nilai: 1. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah.

lunak. agak plastis. dan tidak plastis (kaku). dan ekstrim teguh. gembur. konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat plastisitas dan tingkat kelekatan. agak lekat. Dalam keadaan basah ditentukan mudah tidaknya melekat pada jari. dan sangat lekat. dan kemampuannya mempertahankan bentuk tersebut (plastis atau tidak plastis). konsistensi tanah dibedakan ke dalam tingkat kegemburan sampai dengan tingkat keteguhannya.1 Tingkat Kelekatan. Apabila gumpalan tersebut mudah hancur. lekat. yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara . dan kering. Konsistensi tanah gembur berarti tanah tersebut mudah diolah. Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. sangat gembur. Pada kondisi basah. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity). keras. Tingkatan kelekatan ditetapkan dari tidak lekat. yaitu meliputi: lepas. Pada kondisi lembab. sangat keras. sangat teguh. Pada kondisi kering. yaitu: mudah membentuk bulatan atau sukar membentuk bulatan. yaitu kategori: melekat atau tidak melakat. Konsistensi kering dinilai dalam rentang lunak sampai keras. Cara penetapan konsistensi untuk kondisi lembab dan kering ditentukan dengan meremas segumpal tanah. Secara lebih terinci cara penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan sebagai berikut: (1) Konsistensi Basah 1. plastis. teguh. agak keras. Konsistensi lembab dinilai mulai dari: lepas. Selain itu. Apabila gumpalan tanah sukar hancur dengan cara remasan tersebut maka tanah dinyatakan berkonsistensi teguh untuk kondisi lembab atau keras untuk kondisi kering.lembab. konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan tanah. sedangkan konsistensi tanah teguh berarti tanah tersebut agak sulit dicangkul. dapat pula berdasarkan mudah tidaknya membentuk bulatan. dan ekstrim keras. maka tanah dinyatakan berkonsistensi gembur untuk kondisi lembab atau lunak untuk kondisi kering. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. Tingkatan plastisitas ditetapkan dari tingkatan sangat plastis.

2 Tingkat Plastisitas. (2) Konsistensi Lembab Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. (3) Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain. (3) Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut. ini dibagi 4 kategori berikut: (1) Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah. (2) Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas. (2) Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain. (4) Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain. 1.butir-butir tanah dengan benda lain. . konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir). yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan. ini dibagi 4 kategori: (1) Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain. (4) Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut. (2) Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm.

(5) Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk hancur. (5) Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. (3) Konsistensi Kering Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur. (4) Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah. (6) Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. (2) Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh. (3) Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah. ini dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir). (4) Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah. .(3) Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghancurkan gumpalan tanah.

comments (0) Labels: Ilmu Tanah 09:42 Dasar_Dasar Ilmu Tanah (14 dari 25) Posted by Dr. Ir. MS 6. . Beberapa peranan yang menguntungkan dari air dalam tanah adalah: (1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman. (5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah.(6) Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul). (3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah adalah: (1) tekstur tanah. (2) sifat dan jumlah koloid organik dan anorganik tanah. (3) sruktur tanah. dan differensi horison. (2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk. dan (4) kadar air tanah. (4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman. Abdul Madjid. yaitu dari hara tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman. perkembangan tanah. Air Tanah dan Kadar Air Tanah Menurut Hanafiah (2005) bahwa air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan.

Hubungan tekstur tanah dan kadar air Tekstur tanah yang berbeda mempunyai kemampuan menahan air yang berbeda pula. contohnya: tanah bertekstur liat. Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas. sehingga kemampuan manahan air lebih sedikit pula. (3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga menghambat aliran udara ke dalam tanah. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman. contohnya: tanah bertekstur pasir. (7) mempermudah dalam pengolahan tanah. Tanah bertekstur halus. air tanah juga menyebabkan beberapa hal yang merugikan. serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob. Sketsa yang menggambarkan hubungan antara tekstur tanah dengan kemampuan tanah dalam menahan air disajikan dalam Gambar 18 berikut. memiliki ruang pori halus yang lebih banyak. Sedangkan tanah bertekstur kasar.(6) sebagai stabilisator temperatur tanah. (2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah. memiliki ruang pori halus lebih sedikit. yaitu: (1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian (perlin-dian/leaching) yang terjadi secara intensif. . sehingga berkemampuan menahan air lebih banyak.

Air hidroskopik merupakan selimut air pada permukaan butir-butir tanah. atau karena keadaan drainase yang kurang baik. dan sebaliknya tanah bertekstur pasir atau sandy soil (C) memiliki daya menahan air yang jauh lebih rendah daripada tanah bertekstur optimum (A). Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi. yaitu: (1) Kapasitas Lapang: adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang . adalah air dalam tanah dimana daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir-butir air) dan daya adhesi (antara air dan tanah) lebih kuat dari gravitasi. kohesi.Gambar 18. adalah air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman. Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi: (1) Air hidroskopik. kondisi ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara tanah dengan air. tertahan oleh lapisan kedap air. Tanah bertekstur liat atau clay soil (B) memiliki daya menahan air lebih banyak dibandingkan dengan tanah dengan kondisi optimum atau optimum soil (A). (2) Air kapiler. Dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah dibawah ini perlu dipahami. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah. Sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman. Kapasitas menahan air yang berbeda dari tanah dengan kelas tekstur berbeda. Air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau vertikal (ke atas) karena gaya-gaya kapiler. dan gravitasi.

Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari. sehingga tanaman menjadi layu. . Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering. sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar. (2) Titik Layu Permanen: adalah kandungan air tanah dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah. Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF. yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen. (3) Air Tersedia: adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman. Pada suatu saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen). tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Oleh karena itu.menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. Tanahtanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1.0127 bar. Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah: (1) sebagai unsur hara tanaman: Tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis.

dan kandungan hara tanah. Ketiga komponen tersebut dibedakan berdasarkan ukurannya yang berbeda. (6) senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam.(2) sebagai pelarut unsur hara: Unsur-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman dari larutan tersebut. Partikel pasir . (2) kemampuan tanah menahan air. (4) tingginya muka air tanah. KIMIA TANAH Sifat kimia tanah sangat penting karena mempengaruhi dan menentukan kondisi kesuburan suatu tanah. reaksi tanah (pH). Abdul Madjid. (5) kadar bahan organik tanah. (3) sebagai bagian dari sel-sel tanaman: Air merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman. Ir. Mempelajari kimia tanah perlu dilandasi dengan pemahaman terhadap bagian fraksi yang reaktif dalam tanah yang disebut dengan koloid tanah. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: (1) banyaknya curah hujan atau air irigasi. MS XI.1 Komponen Aktif Tanah Tekstur tanah tersusun dari tiga komponen. serta status ketersediaan hara bagi tanaman. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 09:35 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (15 dari 25) Posted by Dr. 11. debu dan liat. dan (7) kedalaman solum tanah atau lapisan tanah. (3) besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi). yaitu: pasir.

comments (0) Labels: Ilmu Tanah 09:30 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (16 dari 25) Posted by Dr. partikel liat adalah komponen tanah yang paling aktif terhadap reaksi kimia. terdiri dari: P-tersedia dan P-total tanah. Partikel liat persatuan bobot memiliki luas permukaan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua partikel penyusun tekstur tanah lain (seperti: debu dan pasir). Makin halus ukuran partikel penyusun tanah tersebut akan memiliki luas permukaan partikel per satuan bobot makin luas. KTK muatan permanen dan KTK muatan tergantung pH tanah.berukuran antara 200 mikrometer sampai dengan 2000 mikrometer. (8) kejenuhan basa (KB). (5) kandungan fosfor tanah. 11. Partikel tanah yang memiliki permukaan yang lebih luas memberi kesempatan yang lebih banyak terhadap terjadinya reaksi kimia. (7) kandungan kation asam. Partikel liat berukuran kurang dari 2 mikrometer. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada permukaan patikel liat lebih banyak daripada yang terjadi pada permukaan partikel debu dan pasir persatuan bobot yang sama. dan (9) kapasitas tukar kation (KTK). (3) kandungan nitrogen. sehingga sangat menentukan sifat kimia tanah dan mempengaruhi kesuburan tanah. (4) rasio karbon dan nitrogen (C/N). MS . Partikel debu berukuran antara 2 mikrometer sampai dengan kurang dari 200 mikrometer. serta (10) kejenuhan aluminium. Dengan demikian. KTK efektif. mencakup: KTK liat. KTK tanah. (6) kandungan kation basa dapat dipertukarkan.2 Beberapa Sifat Kimia Tanah Beberapa sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui dan dipahami serta tergolong analisis sifat kimia tanah secara rutin yaitu: (1) pH tanah. Ir. Abdul Madjid. (2) kandungan karbon organik.

Liat Montmorillonit. dan 3. 11. KTK total atau KTK tanah. memiliki nilai KTK = 100 s/d 150 me/100 g. 2. KTK Organik. KTK koloid anorganik atau dikenal sebagai KTK liat tanah. memiliki nilai KTK = 10 s/d 40 me/100 g. baik kation-kation pada permukaan koloid . Satuan hasil pengukuran KTK adalah milliequivalen kation dalam 100 gram tanah atau me kation per 100 g tanah. 2.1 KTK Liat.3. Nilai KTK koloid organik lebih tinggi dibandingkan dengan nilai KTK koloid anorganik. Nilai KTK koloid organik berkisar antara 200 me/100 g sampai dengan 300 me/100 g. Liat Kaolinit memiliki nilai KTK = 3 s/d 5 me/100 g.3.3.1. memiliki nilai KTK = 80 s/d 150 me/100 g.11. 11. dan KTK Tanah Berdasarkan pada jenis koloid yang bermuatan negatif. yaitu: 1.3 Pengertian Kapasitas Tukar Kation Salah satu sifat kimia tanah yang terkait erat dengan ketersediaan hara bagi tanaman dan menjadi indikator kesuburan tanah adalah Kapasitas Tukar Kation (KTK) atau Cation Exchangable Cappacity (CEC).1. KTK koloid organik atau dikenal sebagai KTK organik tanah. 3. KTK merupakan jumlah total kation yang dapat dipertukarkan (cation exchangable) pada permukaan koloid yang bermuatan negatif. 4. KTK dapat dikelompokkan menjadi tiga.3.1.3 KTK Total atau KTK Tanah KTK total merupakan nilai KTK dari suatu tanah adalah jumlah total kation yang dapat dipertukarkan dari suatu tanah. sebagai contoh: 1. 11. Nilai KTK liat tergantung dari jenis liat. 11. Liat Illit dan Liat Klorit.2 KTK Koloid Organik KTK koloid organik sering disebut juga KTK bahan organik tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid organik yang bermuatan negatif.1 KTK Koloid Anorganik (KTK Liat) KTK liat adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid anorganik (koloid liat) yang bermuatan negatif. Liat Vermikullit.

.2 Perbedaan KTK Tanah Berdasarkan Sumber Muatan Negatif Berdasarkan sumber muatan negatif tanah.organik (humus) maupun kation-kation pada permukaan koloid anorganik(liat). nilai KTK tanah dibedakan menjadi 2. baik lempeng liat Si-tetrahedron maupun Al-oktahedron.3. Substitusi isomorf adalah mekanisme pergantian posisi antar kation dengan ukuran atau diameter kation hampir sama tetapi muatan berbeda. KTK tanah yang terukur adalah KTK muatan permanen. KTK muatan tidak permanen. 11. (b).dari larutan tanah.1 KTK Muatan Permanen KTK muatan permanen adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif berasal dari mekanisme substitusi isomorf.3. sehingga terjadi kelebihan muatan negatif satu. dan (c). Contoh peristiwa terjadinya muatan negatif diatas adalah: (a).2.3. 11. sehingga tergantung pada kadar H+ dan OH. digantikan oleh Mg yang bermuatan 2+. KTK muatan permanen. 11. juga terjadi muatan negatif satu.2. terjadinya substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ pada struktur liat Al-oktahedron oleh Mg yang bermuatan 2+. Substitusi isomorf ini terjadi dari kation bervalensi tinggi dengan kation bervalensi rendah di dalam struktur lempeng liat. sehingga terbentuk muatan negatif dua pada lempeng liat Sitetrahedron tersebut. terjadi substitusi isomorf dari posisi Si dengan muatan 4+ pada struktur lempeng liat Si-tetrahedron oleh Al yang bermuatan 3+.2 KTK Muatan Tidak Permanen KTK muatan tidak permanen atau KTK tergantung pH tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif liat bukan berasal dari mekanisme substitusi isomorf tetapi berasal dari mekanisme patahan atau sembulan di permukaan koloid liat. terjadi substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ dari hasil substitusi isomorf terdahulu pada lempeng liat Si-tetrahedron yang telah bermuatan neatif satu. yaitu: 1. dan 2. maka terjadi lagi penambahan muatan negatif satu. Muatan negatif yang terbentuk ini tidak dipengaruhi oleh terjadinya perubahan pH tanah.

yaitu: 1. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 09:01 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (18 dari 25) Posted by Dr. dan Ca-dd. (2) rendah untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.2 Natrium Dapat Dipertukarkan .6 s/d 1. Keempat kation basa ini dikelompokkan dalam lima kategori.3 Hasil Pengukuran KTK Tanah Berdasarkan teknik pengukuran dan perhitungan KTK tanah di laboratorium.1 Kalium Dapat Dipertukarkan Nilai Kalium dapat ditukar atau dikelompokkan dalam lima kategori berikut: K-dd (me/100g) dalam tanah (1) sangat rendah untuk nilai K-dd (mg/100 g) < 0.1 s/d 0.5. 11.3. (4) tinggi untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. dan (5) sangat tinggi untuk nilai K-dd (mg/100g) > 1.1.4. Ir.9.0. Mg-dd. Na-dd. (3) sedang untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.4. MS 11. KTK Efektif. KTK Total. 11.9.0. Uraian setiap kation basa dengan kelima kategorinya disajikan sebagai berikut.11. Abdul Madjid.3 s/d 0. maka nilai KTK dikelompokkan menjadi 2.2.9 Kation-Kation Basa Tanah Kation basa tanah yang dapat dipertukarkan secara rutin dianalisis meliputi: K-dd. dan 2.4.

4.0 dan (5) sangat tinggi untuk nilai Mg-dd (mg/100g) > 8.7.4.3.0.4.0. (4) tinggi untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 2. (2) rendah untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. (3) sedang untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 6 s/d 10.4 s/d 0. dan (5) sangat tinggi untuk nilai Na-dd (mg/100g) > 1. (3) sedang untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.8 s/d 1.10 Kejenuhan Basa .4 s/d 0.1 s/d 8. (2) rendah untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 2 s/d 5. 11.1 s/d 2.9.4 Kalsium Dapat Dipertukarkan Nilai Kalsium dapat ditukar atau Ca-dd (me/100g) dalam tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) < 2.3 Magnesium Dapat Dipertukarkan Nilai Magnesium dapat ditukar atau Mg-dd (me/100g) dalam tanah dikelompok-kan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) < 0. (4) tinggi untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 11 s/d 20 dan (5) sangat tinggi untuk nilai Ca-dd (mg/100g) > 20. (3) sedang untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 1.1 s/d 0.1. 11.Nilai Natrium dapat ditukar atau Na-dd (me/100g) dalam tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Na-dd (mg/100 g) < 0.4. (2) rendah untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.1. 11. (4) tinggi untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.0.9.0.

Abdul Madjid. Al (%) berkisar antara 21 s/d 30.11 Kejenuhan Aluminium Nilai prosentase kejenuhan aluminium tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk Kej. (4) tinggi untuk Kej. Al (%) berkisar antara 31 s/d 60 dan (5) sangat tinggi untuk Kej. Al (%) lebih dari 60. karena untuk kemasaman tanah (pH) dikelompokkan dalam enam kategori berikut: . (2) rendah untuk Kej. Basa (%) berkisar antara 36 s/d 50. (4) tinggi untuk Kej. (2) rendah untuk Kej. Basa (%) berkisar antara 51 s/d 70 dan (5) sangat tinggi untuk Kej.12 Kemasaman Tanah (pH) Pengelompokan kemasaman tanah berbeda dengan pengelompokkan terhadap sifat kimia tanah lain. Basa (%) berkisar antara 20 s/d 35. 11. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 08:54 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (19 dari 25) Posted by Dr.4. (3) sedang untuk Kej. MS 11. (3) sedang untuk Kej. Al (%) berkisar antara 10 s/d 20. Basa (%) < 20. Al (%) < 10.Nilai prosentase kejenuhan basa tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk Kej.4. Ir. Basa (%) lebih dari 70.

6 s/d 8. sebagai berikut: .6 s/d 7. Abdul Madjid.2 Pengelompokan Organisme Tanah Organisme yang hidup dalam tanah dikelompokan berdasarkan berbagai kategori.5 (5) agak alkalis untuk pH tanah berkisar antara 7. 12. 12.5 (6) alkalis untuk pH tanah > 8.5 s/d 5.5 (3) agak masam untuk pH tanah berkisar antara 5.6 s/d 6.5.(1) sangat masam untuk pH tanah < 4.5 (2) masam untuk pH tanah berkisar antara 4. Ir. MS XII. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 08:47 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (20 dari 25) Posted by Dr.5 (4) netral untuk pH tanah berkisar antara 6. (3) populasi organisme dan (4) aktivitas metabolisme organisme tanah.1 Pengertian Organisme tanah Organisme tanah atau disebut juga biota tanah merupakan semua makhluk hidup baik hewan (fauna) maupun tumbuhan (flora) yang seluruh atau sebagian dari fase hidupnya berada dalam sistem tanah. SIFAT BIOLOGI TANAH Beberapa sifat biologi tanah utama yang perlu dipelajari adalah: (1) keragaman jenis organisme yang hidup dalam tanah. (2) keberadaan jenis organisme tanah yang bermanfaat.

Azotobacter. organisme tanah yang dapat melarutkan fosfat.12. yaitu: (a) organisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Beberapa contoh organisme tanah yang menguntungkan bagi pertumbuhan dan hasil tanaman adalah: 1. yaitu: (1) Makro : > 10 mm (2) Meso : antara 200 mm  10. yaitu: cacing tanah. Azosphirillum.1 Berdasarkan peranannya bagi tanaman Berdasarkan peranan organisme tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. organisme tanah dibagi menjadi 3 kelompok.000 mm atau 0. 2.2. 3. organisme tanah yang dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. dll). yaitu: bakteri pemfiksasi nitrogen (Rhizobium. organisme tanah yang dapat menyumbangkan nitrogen ke tanah dan tanaman.2 mm  10 mm (3) Mikro : <> .2.2 Berdasarkan Ukuran Verstrade tahun 1980 mengelompokkan organisme yang hidup dalam tanah berdasarkan ukuran menjadi tiga kelompok. yaitu: mikoriza. 12. (b) organisme yang merugikan tanaman. 4. dan (c) organisme yang tidak menguntungkan dan tidak merugikan. organisme tanah yang dapat meningkatkan jangkauan akar terhadap hara tanah dan meningkatkan transfortasi hara P dari tanah ke akar tanaman. yaitu: bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas) dan fungi pelarut fosfat.

Organisme tanah yang memperoleh karbon bersumber dari dekomposisi bahan bahan organik dalam tanah dengan sumber energi dari energi hasil reaksi kimia dalam tanah disebut sebagai organisme chemoheterotrop. yaitu: (1) Organisme Autotrophik. Organisme tanah yang memperoleh karbon dari udara melalui proses fotosintesis dengan sumber energi dari cahaya matahari disebut sebagai organisme fotoautotrop. dan (4) Organisme Fhototrophik. yaitu: (1) organisme aerob. yaitu organisme yang memperoleh karbon bersumber dari perombakan bahan organik. 12. yaitu organisme tanah yang memperoleh energi bersumber dari energi cahaya matahari.12.2.3 Berdasarkan Sumber Karbon dan Sumber Energi Dawes dan Sutherland tahun 1976 mengelompokkan organisme tanah berdasar-kan sumber karbon dan sumber energi yang digunakan oleh organisme tersebut dan dibagi menjadi empat kelompok. (2) Organisme Heterotrophik. yaitu organisme tanah yang semasa hidupnya membutuhkan oksigen atau organisme yang dapat hidup dalam kondisi aerob (ada oksigen).4 Berdasarkan Kebutuhan Oksigen Alexander tahun 1978 mengelompokkan organisme tanah berdasarkan kebutuhan oksigen (O2) menjadi tiga kelompok. (3) Organisme Chemotrophik.2. yaitu organisme tanah yang memperoleh karbon bersumber dari udara melalui proses fotosintesis. Organisme tanah yang memperoleh karbon dari perobakana bahan organik yang ada dalam tanah dengan sumber energi dari cahaya matahari disebut sebagai organisme fotoheterotrop. yaitu organisme tanah yang memperoleh energi bersum-ber dari energi yang dibebaskan dalam reaksi kimia dalam tanah. .

yaitu organisme tanah yang semasa hidupnya tidak membu-tuhkan oksigen bebas atau organisme yang dapat hidup dalam kondisi tergenang tanpa oksigen dan tidak dapat hidup (mati) apabila ada oksigen. 12.5. MS 12.2. (3) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH netral berkisar 6.(2) organisme anaerob. comments (2) Labels: Ilmu Tanah 08:42 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (21 dari 25) Posted by Dr. yaitu menjadi tiga kelompok sebagai berikut: (1) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH rendah (< style=""> fungi.3 Klasifikasi Organisme Tanah Secara umum organisme tanah diklasifikasikan menjadi dua kelompok sebagai berikut: (1) Fauna (hewan) tanah. . dan (2) Flora (tumbuhan) tanah. Abdul Madjid.5 s/d 7.5 Berdasarkan pH Optimum Pertumbuhan Organisme Alexander tahun 1978 mengelompokkan organisme tanah berdasarkan pH optimum bagi pertumbuhan dan perkembangan organisme tersebut. contohnya pada tanah dengan pH alkali didominasi bakteri dan aktinomicetes. (3) organisme mikroaerofilik. Ir. (2) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH tinggi (> 7. yaitu organisme yang dapat hidup dalam kondisi oksigen yang sangat sedikit.5).

Diplopoda (kaki seribu). Penjelasan lebih rinci disajikan sebagai berikut.2 mm s/d 10 mm. dan kalajengking) dan Insekta (belalang.3. Chilopoda (kelabang). Diplura.3. dan (b) Nematoda. 12.1.1 Fauna Tanah Hewan atau fauna tanah diklasifikasikan menjadi tiga. Makro fauna tanah terdiri dari: (a) hewan-hewan besar pelubang tanah seperti: tikus dan kelinci.3.2 Meso Fauna Meso fauna adalah semua hewan tanah yang berukuran lebih kecil berkisar antara 0. dll. dan ciliata. Arachnida (lebah. (d) Moluska. . (c) Arthropoda.3. Paraupoda. sehingga dapat dilihat jelas dengan bantuan kaca pembesar. Makro fauna tanah terdiri dari: Collembola. Enchytraeida.2 mm. Protura. jangkrik. meliputi: Crustacea (kepiting tanah dan udang tanah).1. dan rayap). 12.1. yaitu: (1) makro fauna. kutu. dan (3) mikro fauna. seperti: omnivorous dan Predaceus. (2) meso fauna. Acari. 12. seperti: amoeba. (b) cacing tanah.3 Mikro Fauna Mikro fauna adalah hewan tanah yang berukuran sangat kecil yaitu kurang dari 0.1 Makro Fauna Makro fauna adalah semua hewan tanah yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa bantuan mikroskop dan berukuran lebih dari 10 mm. Mikro fauna terdiri dari: (a) Protozoa. semut. flagelata.12.

Rhizobium. bobot berkisar 500 kg/hektar sampai dengan 600 kg/hektar. beberapa contoh bakteri tanah adalah: Bacillus. Aspergillus dan Mikoriza. yaitu: (1) Makro Flora. Ir. Mucor. Trichoderma.2 Flora Tanah Tumbuhan atau flora tanah diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Beberapa karakteristik utama dari masing-masing mikroflora disajikan sebagai berikut: (1) Fungi: tidak berklorofil.000/gram tanah. Azotobacter.comments (0) Labels: Ilmu Tanah 08:36 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (22 dari 25) Posted by Dr. (2) bakteri: populasinya berkisar antara 3 milyar/gram sampai dengan 4 milyar/gram tanah. dll.3. salah satu contoh aktinomicetes tanah adalah Streptomices. terdiri dari: (a) fungi. hidup dekat permukaan tanah. yaitu flora tanah yang dapat dilihat lebih jelas dan rinci dengan bantuan mikroskop. bobot sekitar 400 kg/hektar sampai dengan 500 kg/hektar. Bejerinkia.2 ton/hektar. dan (d) algae. mampu merombak lignin atau berperan dalam merombak bahan organik. populasi berkisar antara 15 juta/gram tanah sampai dengan 20 juta/gram tanah. MS 12. tetapi bermiselia (hyfa). populasi: 1. Pseudomonas. . beberapa contoh fungi tanah adalah: Penecillium. dan beberapa contoh algae tanah adalah: Algae Hijau (Green Algae) dan Alga Hijau Biru (Blue Green Algae).000/gram tanah. (b) bakteri. bakteri bentuk batang > coccus > spiral. (2) Mikro Flora.000. (c) actinomycetes. populasi: 800. yaitu: akar dari tumbuhan tingkat tinggi yang berada dalam tanah. (3) Aktinomicetes: mimiliki miselia tetapi lebih kecil. Abdul Madjid. (4) Algae: berklorofil. bobot: 1 s/d 1.

(3) Simbiotik.12. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya menyerupai kedua kelompok Mikoriza diatas. dan (3) Ektendomycorhiza. mycorhiza dikelompokkan menjadi tiga. (2) Ektomycorhiza. yaitu: (1) Parasit. seperti: penyakit bercak akar kapas. (2) Glomus. yaitu: fungi tanah yang sebagian atau seluruh hidupnya dapat menyebabkan penyakit pada akar tanaman. seperti: mikoriza atau jamur akar.1 Fungi Tanah Secara umum berdasarkan sifat hubungan antara fungi dengan akar tanaman. Mikoriza Mikoriza (Mycorhiza) adalah fungi yang hidup pada permukaan akar tanaman dan bersifat saling menguntungkan antara Mikoriza dengan akar tanaman. maka fungi tanah dikelompokkan menjadi tiga.2. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya tidak memasuki sel-sel akar tanaman tetapi hanya menyebar pada permukaan akan dan memasuki ruang antar sel-sel akar tanaman. Beberapa genus dari Endomycorhiza yang telah banyak diteliti oleh para ahli ilmu tanah dan agronomi adalah: (1) Gigaspora. (2) Saprofit. yaitu: fungi tanah yang semasa hidupnya berada pada akar-akar tanaman dan hubungannya dengan akar tanaman membentuk hubungan yang saling mengun-tungkan. yaitu: (1) Endomycorhiza.3. Berdasarkan perkembangan hifanya pada akar tanaman. . yaitu: fungi tanah yang semasa hidupnya mendapatkan makanan (energi) dari dekomposisi bahan organik tanah. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya dapat memasuki sel-sel akar tanaman. Fungi kelompok ini tidak menyebabkan penyakit pada akar tanaman.

(4) dll Gambar 19 (A) merupakan gambar akar tanaman yang bersimbiosis dengan fungi dan sebaran hifa fungi tersebut menjalar ke volume tanah yang lebih luas sehingga memperluas dan memperpanjang jangkauan akar oleh hifa fungi dalam penyerapan hara.2.2 Bakteri Tanah Bakteri yang hidup dalam tanah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria sebagai berikut: .3. Gambar preparat irisan melintang dari sel akar tanaman yang terinfeksi mikoriza disajikan dalam Gambar 19 (B).(3) Acaulospora. Sebaran hifa fungi yang bersimbiosis dengan akar tanaman berfungsi mem-perluas dan memperpanjang jangkauan akar untuk memperoleh hara tanah (A). MS 12. Gambar 19. Abdul Madjid. comments (0) Labels: Ilmu Tanah 08:32 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (23 dari 25) Posted by Dr.Gambar preparat irisan melintang akar tanaman yang terinfeksi mikoriza yang terlihat adanya vesikel dan arbuskul (B). Ir.

contohnya: bakteri nitrifikasi. dan (3) Bakteri Mikroaerofilik. dan (b) Bakteri Khemoheterotroph atau Bakteri Khemoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik. yaitu bakteri yang selama hidupnya tidak membutuhkan oksigen. bakteri pengoksidasi belerang. II. yaitu bakteri yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. menjadi dua kelompok. dan baik yang makro maupun yang mikro. dan (b) Bakteri Khemoautotroph atau Bakteri Khemolithotropik: adalah bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik. Bakteri autotroph ini dikelompokkan lagi berdasarkan sumber energi yang diperlukan. bahkan bila terdapat oksigen bakteri ini mati. dan (2) Bakteri Heterotroph atau Bakteri Organotropik. yaitu bakteri yang selama hidupnya membutuhkan oksigen (O2). . dll. bakteri denitrifikasi. Berdasarkan Sumber Makanan Bakteri tanah berdasarkan sumber karbon yang digunakan dikelompokkan menjadi dua. yaitu: (a) Bakteri Photoheterotroph atau Bakteri Fotoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari.I. (2) Bakteri Anaerob. yaitu: (a) Bakteri Photoautotroph atau Bakteri Foto Lithotropik: adalah bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari. bakteri pereduksi sulfat. Bakteri heterotroph ini pun dikelompokkan lagi berdasarkan sumber makanan. yaitu: (1) Bakteri Autotroph atau Bakteri Lithotropik . yaitu: bakteri yang dapat menghasilkan makanan sendiri. yaitu: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa dari makhluk hidup lain. baik fauna maupun flora. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen Bakteri yang hidup dalam tanah berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen (O2) dikelompokkan menjadi tiga. yaitu: (1) Bakteri Aerob.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful