PENDAHULUAN Pencemaran udara itu sendiri ialah peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan, atau energi

ke dalam lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia sehingga temperatur dan karakteristik udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik atau dengan singkat dapat dikatakan bahwa nilai lingkungan udara tersebut telah menurun. Sebagian jenis gas dapat dipandang sebagai pencemar udara terutama apabila konsentrasi gas tersebut melebihi tingkat konsentrasi normal dan dapat berasal dari sumber alami (seperti gunung api) serta juga gas yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). Senyawa pencemar udara itu sendiri digolongkan menjadi (a)senyawa pencemar primer, dan (b)senyawa pencemar sekunder. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar yang langsung dibebaskan dari sumber sedangkan senyawa pencemar sekunder ialah senyawa pencemar yang baru terbentuk akibat antar-aksi dua atau lebih senyawa primer selama berada di atmosfer. Berdasarkan beberapa jenis senyawa pencemar yang ada, lima senyawa yang paling sering dikaitkan dengan pencemaran udara ialah: karbonmonoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SOx), hidrokarbon (HC), dan partikulat (debu). Pengendalian pencemaran akan membawa dampak positif bagi lingkungan karena hal tersebut akan menyebabkan kesehatan masyarakat yang lebih baik, kenyamanan hidup lingkungan sekitar yang lebih tinggi, resiko yang lebih rendah, kerusakan materi yang rendah, dan yang paling penting ialah kerusakan lingkungan yang rendah. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengendalian pencemaran ialah karakteristik dari pencemar dan hal tersebut bergantung pada jenis dan konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan, kondisi geografik sumber pencemar, dan kondisi meteorologis lingkungan. Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Pada sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar. Cottrel adalah salah satu aplikasi untuk penanggulangan emisi debu dan senyawa pencemar tersebut (Hutagalung 2009).

asap pembakaran 2. intan hitam b. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. seperti mayones. Koloid berbeda dengan larutan. tapi akan memisah setelah waktu tertentu). mentega. mayones.Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). ada 2 zat sebagai berikut : . Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. melainkan dengan penyaring ultra @tidak memisahkan jika didiamkan contohnya air dan minyak. yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. tepung dalam air. masih terdapat banyak sistem koloid yang lain. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta. lebar.2 Jenis – jenis koloid Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil. Selain tinta. atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. yaitu asap dan debu. gelas warna. yaitu: 1. tanah liat c. tinta. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter. larutan bersifat stabil. Emulsi (fase terdispersi cair) a. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. CIRI2 : Koloid (Dispersi Koloid) @2 fase @keruh @antara homogen dengan heterogen @diameter partikel: 1 nm<d<100 nm @tidak dapat disaring dengan penyaring biasa. panjang. hairspray. Sol (fase terdispersi padat) a.Zat pendispersi.Zat terdispersi. keju. maupun tebal dari suatu partikel. misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara. 2. sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid. yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya. jelly. Di dalam larutan koloid secara umum. kemudian pasir dan semen. krim tangan . dll. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. nasi b. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid . Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. Udara mengandung juga sistem koloid.

Alat ini digunakan untuk memisahkan partikel-partikel koloid seperti asap dan debu yang terkandung dalam gas buangan pabrik. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung. karet busa. PRINSIP KERJA ALAT COTTRELL Pengambilan partikel koloid asap dan debu dari gas buangan pabrik Gerak partikel bermuatan oleh pengaruh medan listrik disebut elektroforesis. di samping dapat digunakan untuk memperoleh kembali debu berharga seperti debu arsenik oksida. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. Mekanisme kerja alat ini adalah sebagai berikut. Alat cotrrel berprinsip pada sifat koagulasi (pengendapan) dari koloid. busa sabun Untuk pengelompokan buih. pergerakan partikel – partikel koloid dalam medan listrik ke masing – masing elektrode. marshmallow. Aplikasi tegangan tinggi searah (DC) . Contoh alat yang menggunakan prinsip elektroforesis adalah pengendap cottrell. Ujung-ujung logam ini akan melepas elektron-elektron dengan kecepatan tinggi yang akan mengionisasi molekul-molekul di udara. jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Buih (fase terdispersi gas) a. Yaitu. Styrofoam b. Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik. Alat cotrrel merupakan alat yang digunakan untuk menggumpalkan asap atau debu dari pabrik. Pengendap Cottrell digunakan untuk mengurangi polusi udara dari pabrik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi zat-zat polusi udara.c. Partikel-partikel koloid selanjutnya akan tertarik ke elektrode dengan muatan berlawanan dan menggumpal. Gas buangan dialirkan melalui ujungujung logam yang tajam yang telah diberi tegangan tinggi. Elektroforesis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid. Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu industri dengan alat Cottrell. Partikel koloid berupa aerosol asap dan debu akan terendapkan karena adanya gaya elektrostatik dengan menggunakan arus DC. Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell. campurannya tergolong larutan. Partikel-partikel koloid dalam gas buangan akan mengadsorbsi ion-ion ini sehinggan menjadi bermuatan positif. Alat ini akan mengendapkan partikel koloid yang terdapat dalam gas yang akan dikeluarkan melalui cerobong asap. Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid bermuatan positif.

dan dikenal dengan metode Cottrell. Partikel bermuataan tersebut akan tertarik dan diikat pada elektroda yang lain. dan debu dapat diendapkan menggunakan alat yang disebut pengendap Cottrell. Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap. dilewatkan ke dalam pengendap Cottrell dengan cara dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20. Metode ini dikembangkan oleh Frederich Cottrell (1877-1948) dari Amerika Serikat.000-75. Bagian dalam Cottrell terdapat kisi-kisi elektrode bertegangan tinggi yang dialiri arus listrik searah.Prinsip koagulasi partikel koloid dengan cara penetralan dipakai untuk menyaring asap yang dibuang melalui cerobong pabrik. Ion-ion tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. oksida logam. Asap industri dan debu jalanan yang terdiri atas partikel karbon. Pengendap Cottrell. Partikel-partikel debu yang bermuatan akan dinetralkan hingga membentuk agregat sangat besar. dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara dari pabrik dan sekaligus untuk memperoleh kembali debu yang berharga (debu logam). . Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. seperti ditunjukkan pada gambar 5.000 volt). Asap atau debu dari pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari cotrrel. yang akhirnya mengendap di bagian dasar pengendap Cottrell.