KONSEP KEINDAHAN MENURUT ALQURAN OLEH M.

FATAH YASIN INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2011 M/1432 H KONSEP KEINDAHAN MENURUT ALQURAN
Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuludin Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai
Gelar Serjana Tafsir Hadis Oleh M. FATAH YASIN NIM. O6O1427763 INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI ANTASARI FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN TAFSIR HADIS BANJARMASIN 2011 M/1432
H PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : M. Fatah
Yasin Nim : 0601427763 Jurusan/Program : Tafsir Hadits ( TH )/SI (Strata Satu ) Fakultas :
Ushuluddin Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang
lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti ia
merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain secara keseluruhan atau sebagian
besar, maka skripsi ini dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum. Banjarmasin, 17
Januari 2011 Yang Membuat Pernyataan, M. Fatah Yasin PERSETUJUAN Skripsi yang berjudul :
KONSEP KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Ditulis Oleh : M. Fatah Yasin NIM : 0601427763
Jurusan/Program : Tafsir Hadis (TH)/SI (Strata Satu ) Fakultas : Ushuluddin Setelah diteliti dan
diadakan perbaikan seperlunya, kami dapat menyetujuinya untuk dipertahankan didepan sidang
Tim Penguji Skripsi Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin. Banjarmasin, 17 Januari 2011
M 13 Safr 1432 H Pembimbing I Pembimbing II Drs. Mulyani, M.Ag H. Ahmad Mujahid, M.A
NIP:19681010 199403 2004 NIP:19780121 200604 1004 Mengetahui: Ketua Jurusan/Program
Studi Tafsir Hadis/SI Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin, Drs. Basrian, M.Fil.I
NIP:19610720 199110 2100 PENGESAHAN Skripsi ini yang berjudul: Konsep Keindahan menurut
Alquran, ditulis oleh M. Fatah Yasin telah diujikan dalam sidang Tim penguji Skripsi Fakultas
Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin, pada: Hari : Selasa Tanggal : 25 januari 2011 M/ 20 Safr
1432 H Dan dinyatakan LULUS dengan predikat: A. 8,15 (Amat baik) Dekan Fakultas Ushuluddin
IAIN Antasari Banjarmasin Prof.Dr. H. ASMARAN . MA NIP:19550305 198303 1 005 TIM PENGUJI
Nama Tanda Tanggan 1. Drs. H. Ahmad. Zamani, M.Ag. (Ketua) 1. 2. M. Adriani Yulidzar, MA.
(Anggota) 2. 3. Dra. Mulyani, M.Ag. (Anggota) 3. 4. H. Ahmad Mujahid, MA. (Anggota) 4. ABSTRAK
Muhammad Fatah yasin, 2011 Konsep Keindahan Menurut Alquran Skripsi, Jurusan Tafsir Hadis,
Fakultas Ushuluddin. Pembimbing (1) Dra. Mulyani, M.Ag. ( II ) H. Ahmad Mujahid, M.A. Penelitian
ini bertolak dari pemikiran bahwa untuk mencari keindahan yang mutlak diperlukan pemahaman
yang mendalam dari Alquran maupun Hadis, yang memiliki konsep dasar sebagai acuannya.
Permasalahan dalam skrepsi ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana Konsep Keindahan
menurut Alquran? Yang akan dibagi dalam beberapa sub permasalahan berikut: apa makna
keindahan menurut Alquran, bagaimana gambaran keindahan menurut Alquran, dan manfaat
keindahan menurut Alquran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna keindahan
menurut Alquran, gambaran keindahan menurut Alquran, manfaat keindahan menurut Alquran.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menjadikan bahan
pustaka sebagai pokok bahasan. Dalam penelitian ini penulis mengunakan metode mawdhū’I (
tematik ) Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menetapkan keindahan sebagai topik bahasan,
menghimpun ayat-ayat tersebut berdasarkan urutan turunnya surah, menyusun kerangka
pembahasan ( out line ) yang sempurna, melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang
relevan dan selanjutnya ditarik kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Setelah dilakukan
penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Kata Keindahan berasal dari bahasa Arab yaitu zayyana
ٌز ن )), jamāl ( ل امج), ahsan ( نسحا), bahij (جٌهب) yang semuanya bermakna indah, baik, cantik, elok.
Makna keindahan diantaranya adalah kecintaan terhadap keimanan, cinta syahwat, kecintaan
terhadap berbagai perhiasan. Gambaran keindahan diantaranya adalah Alquran memberi
gambaran tentang keindahan surga, Alquran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang
cahaya Allah yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal, Allah juga memberikan gambaran
keindahan yang gemerlapan didalam kehidupan didunia menceritakan nikmat Allah dan
mengunakannya untuk ketaatan. Alquran memberikan gambaran keindahan yang terdapat pada
langit. Manfaat keindahan diantaranya adalah menjadikan pelajaran, keagungan Allah, kegunaan
binatang ternak yang bermacam-macam, penutup Aurat dan berpakaian yang bagus serta berhias.
MOTTO |9(=--o( #Z|9,= ÷çe0¢¸ “ Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik ”
KATA PENGANTAR اندٌس نٌلسرملاو ءاٌبنلا فرشأ ىلع ملسلاو ةلصلا .نٌملاعلا بر ل دمحلا مٌحرلا نمحرلا ا مسب
.نٌعمجا هبحصو هلا ىلعو دمحم دعبامأ Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena
atas taufiq dan hidayah, serta kehendak dari-Nya lah, sehingga penulisan skripsi ini dapat
terseleksikan dengan baik. Shalawat serta salam selalu tercurah keharibaan junjungan Nabi
Muhammad Saw, beserta sahabat-sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Terlaksananya
penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak yang telah bersedia
membantu dalam pelaksanaan penelitian ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H.
Asmaran. M.A. Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin 2. Bapak Drs. Basrian. M.Fil.
Ketua Jurusan Tafsir Hadits IAIN Antasari Banjarmasin, yang memberikan arahan dalam penulisan
skripsi ini, sesuai dengan kepentingan pengembangan jurusan Tafsir Hadits di Fakultas Ushuluddin
IAIN Antasari Banjarmasin. 3. Ibu Dra. Mulyani, M.Ag. Dosen pembimbing I yang banyak
memberikan bantuan berupa bimbingan, arahan dan koreksi dalam pembuatan skripsi ini. 4.
Bapak H. Ahmad Mujahid, M.A, Dosen Pembimbing II Yang juga banyak memberikan bantuan
berupa bimbingan, arahan dan koreksi dalam pembuatan skripsi ini. 5. Para dosen dan asisten
dosen serta karyawan dan karyawati Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin yang telah
banyak memberikan ilmu dan layanan yang baik kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. 6.
Kepala Perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin, kepada perpustakaan Fakultas Ushuluddin
beserta stafnya yang telah banyak memberikan layanan dan bantuan tehadap penulis dalam
rangka mendapatkan literature yang diperlukan. 7. Kepada yang terhormat Ayahnda dan Ibunda
yang selalu memberikan semangat dan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. 8. Teman-teman mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ushuluddin khususnya Jurusan
Tafsir Hadis 9. Angkatan 2006, serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu
yang telah berjasa kepada penulis sehingga penulisan ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis
hanya dapat mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas dukungan dan jasa-jasa
mereka, semoga Allah swt.akan membalas jasa-jasa mereka dengan kebahagiaan didunia dan
akhirat. Banjarmasin, 17 Januari 2011 M 13 Safr 1432 H Penulis DAFTAR ISI Halaman HALAMAN
COVER………………………………………………………………….i HALAMAN
JUDUL………………………………………………………………….ii PERNYATAAN KEASLIAN
TULISAN……………………………………………iii TANDA
PERSETUJUAN……………………………………………………………iv TANDA
PENGESAHAN……………………………………………………………..v
ABSTRAK……………………………………………………………………………vi
MOTTO……………………………………………………………………………...vii KATA
PENGANTAR………………………………………………………………viii DAFTAR
ISI……………………………………………………………….x PEDOMAN TRANSLITERASI DAN SINGKATAN
……………………………xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Masalah…………………………………………...1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………5 C.
Definisi Operasional………………………………………………6 D. Tujuan
Penelitian…………………………………………………6 E. Singnifikasi
Penelitian…………………………………………….7 F. Tinjauan Pustaka……………………………………………..……7 G.
Metode Penelitian ………………………………………………...8 H. Sistematika
Penulisan…………………………………………....11 BAB II ANALISIS TERMINOLOGI A. Pengertian Keindahan
Menurut Bahasa …………………………13 B. Pengertian Keindahan Menurut Istilah…………………………..27
BAB III KONSEP KEINDAHAN MENURUT AL-QURAN A. Makna Keindahan Menurut Alquran
……………………………28 B. Gambaran Keindahan Menurut Alquran…………………………40 C. Manfaat
Keindahan Menurut Alquran…………………………...59 BAB IV PENUTUP A.
Kesimpulan………………………………………………………88 B. Saran-
saran……………………………………………………….89 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR
TERJEMAH DAFTAR RIWAYAT HIDUP PEDOMAN TRANSILITERASI ARAB-LATIN DAN SINGKATAN A.
Transiliterasi Arab-Latin Huruf Arab Huruf Latin Huruf Arab Huruf Latin ا A ع ‘ ب B غ gh ت T ف f ث ts
ق q ج j ك k ح h ل I خ kha م m د d ن n د dz و w ر r ه h ز z ء a س s ي y ش sy ص sh ض dh ظ th Mad dan
Diftong 1. Fathah Panjang : ā 2. Kasrah Panjang : ī 3. Dhammah Panjang : ū 4. وأ: aw 5. يأ: ay Alif
Lam al-Qamariyah ditulis, seperti al-hadits (ثٌدحلا) sedangkan alif lam asy-syamsiyah disesuaikan
dengan huruf sebelumnya seperti as-sunna (ةنسلا ) tha marbuthah (ة) di tengah kata yang
dihubungkan dengan kata yang ditulis alif lam ditulis ta seperti hujjat al-islam (ملسلا ةجح),
sedangkan jika di hubungkan dengan kata yang tidak di hubungkan dengan kata yang tidak di
bubuhi alif lam atau diakhir kalimat ditulis dengan h, seperti tsiqah (ةقث) Tasdid di tulis dengan
huruf ganda, seperti Furu’iyyah ( ةٌعورف) B. Singkatan-singkatan as = alaihi as-salam cet = cetakan
Vol = volume h. = halaman H = Tahun Hijriyah M = Tahun Masehi ra = radiya Allah’anhu Saw =
shalla Allah’alayhi wa sallam SWT = Subhhanahu Wata’ala t.p = tanpa penerbit t.t = tanpa tempat
penerbit t.th = tanpa tahun Q.s = Alquran Surah
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Alquran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada umat manusia melalui Nabi
Muhammad saw, untuk dijadikan pedoman hidup, petunjuk-petunjuk yang dibawanya pun dapat
menyinari seluruh isi alam ini, baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan-tumbuhan Dengan
adanya Alquran menjadi sangat jelas yang harus ditempuh, kitab suci itu merupakan pemisah
antara yang halal dan haram, antara yang sah dan batil kandungannya penuh dengan penawar,
menyembuhkan hati dan jiwa yang sakit. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa. Alquran yang
diyakini sebagai firman-firman Allah, merupakan petunjuk mengenai apa yang dikehendaki-Nya.
Jadi manusia yang ingin menyesuaikan sikap dan perbuatannya dengan apa yang dikehendaki-Nya
itu, demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, harus memenuhi maksud petunjuk-petunjuk
tersebut. Kebahagiaan yang paling sempurna bagi manusia adalah menjadi tertanamnya dan
bertujuaan termanifestasikannya sifat-sifat ketuhanan. Jiwa manusia yang benar-benar bahagia
dibagun dengan pengetahuan dan cinta tuhan. Ketika hal ini terjadi, tidak ada yang memancar
darinya kecuali keindahan, karena keindahan hanya berasal dari sesuatu yang indah. Memang
apabila seseorang mengikuti tuntunan ilahi, hatinya akan tenang, jiwanya tentram, dan dari
wajahnya akan nampak cahaya kecerahan yang melahirkan simpati siapa yang melihatnya, bahkan
sebelum melihat tingkah laku dan aktifitas positifnya.
Keindahan merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan
keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang
indah, apapun jenis keindahan itu, dorongan tersebut merupakan naluri manusia, atau fitrah yang
dianugerahkan Allah kepada hamban-hamba-nya. Selanjutnya, merasakan keindahan merupakan
sesuatu yang instinktif dan murni dalam penciptaan manusia. Dia senantiasa mengagumi
keindahan, karena cinta keindahan telah menjadi kodrat dalam jiwanya. jika menemukan dia
segera menghampirinya dan jika hilang dia akan merindukannya. keindahan adalah unsur yang
sengaja di ciptakan di alam ini, ciptaan sang pencipta di alam ini tersusun bagus dengan
keteraturan yang indah. Di dalam keindahan terdapat ciptaan yang sangat mendalam dan bukan
sekedar penampilan, sekali memandang telah cukup menjadi pengetahuan tentang hakekat
keindahan. Manusia tertarik secara total pada keindahan, baik keindahan akhlak maupun
keindahan dalam bentuk. Tidak ada seorang manusia pun yang kosong dari rasa suka kepada
keindahan. Seseorang akan berusaha semaksimal mungkin, bahkan hingga soal berpakaian sekali
pun, agar penampilanya menjadi indah. Keindahan, pada kenyataannya, memang dibutuhkan
dengan sendirinya anda mengenakan pakian agar terlindung dari panas dan dingin. Kendati
demikiaan, dalam berpakian anda pasti memperhatikan keindahan dan estetika.
Masalah keindahan sering diperbincangkan, seseorang mungkin suka kepada beberapa benda
tertentu, sedangkan orang lain tidak memperdulikan kepada benda-benda itu. Akan tetapi kalau
orang mengatakan bahwa barang ini baik, ia menganggap bahwa orang lain juga mempunyai
perasaan yang semacam itu. Ia mengatakan sesuatu hukum bukan saja untuk dirinya, tetapi untuk
tiap-tiap orang dan menganggap bahwa keindahan itu adalah sifat dari barang itu. Ia mengatakan
bahwa itu indah dan ia tidak memerlukan persetujuan dari orang lain, sebab ia sudah menemukan
persetujuan itu beberapa kali sebelum ia mencela mereka, kalau ia mempunyai pendapat yang
berlainan. Oleh sebab itu kita tak mengatakan bahwa tiap-tiap orang mempunyai perasaannya
sendiri oleh karena itu seakan–akan kita berkata bahwa tidak ada perasaan keindahan yang sama .
Fenomena yang terjadi sekarang ini, orang berlainan dalam perasaan tentang keindahan.
seseorang menganggap sesuatu itu indah padahal pada kenyatannya tidak indah bahkan
membawa suatu kemudhoratan, misalnya: narkoba, minuman keras, membuka aurat dan trend
pakaian yang mengumbar aurat alain-lain. Hal itu dianggap suatu keindahan, sehinga hal itu
berlawanan dengan apa yang ada di dalam tuntutan Alquran, kemudian yang dipertanyakan
mengapa hal-hal yang dilarang agama malah di sebut sebagai keindahan dan dari segi mana
seseorang memandang sesuatu itu indah padahal orang lain memandang tidak indah. Sehinga
menjadi permasalahan pada saat sekarang ini. Begitu juga orang-orang kafir yang memandang
sesuatu itu indah meskipun pada hakekatnya sesuatu itu tidak indah, karena hati mereka buta
tidak dapat melihat dan menikmati kebenaran sehinga mereka senantiasa terombang ambing
dalam kesesatan. Sebagai mana firman Allah dalam surah An-Naml ayat: 4. ¨bÎ) tûïÏ%©!$# Ÿw
tbqãZÏB÷sムÍot•ÅzFy$$Î/ $¨Zƒy— öNçlm; öNßgn=»yJôãr& ôMßgsù tbqßgyJ÷ètƒ ÇÍÈ
Keindahan dalam perspektif manusia bersifat relatif, artinya antara seseorang dengan yang
lainnya menilai keindahan itu tidak selalu sama, sedangkan keindahan dalam pandangan Alquran
merupakan informasi wahyu dari Allah yang bersifat sakral. Mengingat masalah keindahan ini
merupakan suatu topik yang tiada henti-hentinya dipercakapkan orang, di samping banyak ayat
dalam Alquran yang berbicara masalah keindahan, maka penulis menganggap perlu untuk
mengkaji lebih dalam lagi mengenai masalah keindahan ini. Permasalahan tersebut membutuhkan
jawaban dari Alquran yang menjadi sumber pokok atau sumber utama agama Islam. Berdasarkan
uraian di atas penulis tertarik untuk membahas masalah keindahan, untuk itu, perlu dilakukan
penelitian yang hasilnya akan dihimpun dalam sebuah skripsi yang berjudul :” KONSEP
KEINDAHAN MENURUT AL-QURAN ” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah
yang dikemukakan, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana
konsep keindahan menurut Alquran, dengan sub masalah sebagai berikut 1. Apa makna keindahan
menurut Alquran? 2. Bagaimana gambaran keindahan menurut Alquran? 3. Bagaimana manfaat
keindahan menurut Alquran?
C. Definisi Operasional Untuk memperjelas dan menghindari kesalah pahaman dalam penelitian
ini, maka penulis kemukakan batasan istilah sebagai berikut : Konsep artinya Pengertian, pendapat
( paham) Keindahan adalah sifat-sifat keadaan yang indah seperti kecantikan, keelokan, Kebaikan,
sedangkan kata indah adalah kabar dari rupa. Memperindah yang artinya, menjadi lebih indah,
memperoleh keindahan. Pengindahan yang artinya, yang membuat atau menjadi indah, yang
menimbulkan keindahan. Mengindahkan yang artinya memperdulikan, memperhatikan,
meresapkan ke dalam hati Jadi konsep keindahan yang dimaksud adalah pengertian keindahan,
gambaran keindahan menurut Alquran, dan manfaat keindahan menurut Alquran. D. Tujuan
Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui : 1. Makna keindahan menurut Alquran 2. Gambaran keindahan menurut Alquran 3.
Manfaat keindahan menurut Alquran E. Signifikasi Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat
berguna: 1. Menambah khazanah keilmuan bagi pengembangan pemikiran tafsir Alquran,
khususnya mengenai penafsiran ayat-ayat yang berkenaan dengan konsep keindahan. 2. Dengan
mempelajari keindahan menurut Alquran kita dapat mengambil hikmahnya yakni menambah
ketaatan dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
F. Tinjauan Pustaka Dalam melakukan penelitian ini, penulis telah melakukan penelusuran
terhadap buku-buku yang memiliki tema yang pembahasanya sama dengan penulis angkat. Ada
beberapa buku yang membahas tema yang sama dengan apa yang penulis lakukan yakni: Al- jamal
wa fadhluhu wa Haqiqatuhu wa aqsamuhu yang disusun oleh Ibnu Tamiyah dan Ibnu Qayyum,
kemudian diterjemahkan oleh Hadi Mulyo, disusun oleh Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi dengan
judul Pesona Keindahan yang berisi mengenai rasa keindahan dan keutamaannya serta
kecenderungan jiwa kepadanya. Penulis ingin meneliti lebih mendalam lagi mengenai keindahan,
dilihat dari, makna keindahan, gambaran keindahan dan manfaat keindahan menurut Alquran,
kekhususan dalam skripsi ini, disamping dijadikannya konsep keindahan menurut Alquran sebagai
pokok bahasan juga menggunakan metode mawdhu’i. G. Metode Penelitian 1. Bentuk penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) dengan menjadikan bahan pustaka
sebagai data penelitian. Konsep keindahan menurut Alquran ditelusuri melalui ayat-ayat yang
berkenaan dengan hal itu. Karena berangkat dari satu tema bahasan, maka kajian ini akan
memakai metode tematik (maudhui) dengan ungkapan penelitian yang bersifat Deskriptif, dengan
langkah-langkah sebagai berikut : a. Menetapkan konsep keindahan menurut Alquran sebagai
topik bahasan b. Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. Untuk
menghimpun ayat-ayat tersebut digunakan kitab al-mu’jām li Alfāz Alquran al-kārim. c. Menyusun
runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya, untuk itu diperlukan daftar konversi kronologi surah
menurut urutan turunnya surah. d. Mempelajari penafsiran ayat-ayat yang telah dihimpun itu
dengan penafsiran yang memadai dan mengacu pada kitab-kitab Tafsir yang ada dengan
memperindah ilmu munasabah dan hadis. e. Menghimpun hasil penafsiran di atas sedemikian
rupa untuk kemudian Mengistimbathkan unsur-unsur asasi darinya. f. Menarik kesimpulan berupa
rumusan dari pemahaman penulis terhadap ayat-ayat yang di teliti sebagai jawaban permasalahan
yang diajukan. 2. Data dan Sumber Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber
primer, yaitu ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan makna keindahan, dan kreteria keindahan,
gambaran keindahan, dan manfaat keindahan menurut Alquran, dengan mengunakan beberapa
kitab tafsir, ayat-ayat tersebut ditafsirkan sebagai data utama, dapat ditemukan dalam beberapa
ayat, diantaranya; a. Ayat tentang Makna Keindahan - Al-Hujarāt ( 49: 7 ) - Al-Baqarah ( 2: 212 ) -
Ali-Imran ( 3 : 14 ) b. Ayat tentang gambaran Keindahan - Al-Ghāsyiyah ( 88: 8-16) - An-Nūr (24:
35) - Al-Hijr (15): 16) c. Ayat tentang Manfaat Keindahan - Qāf ( 50: 6-11) - An-Naml ( 27: 60,) - An-
Nahl ( 16: 5-6 ,8, 14) - Al-Kahfi ( 18: 7, 30-31 ) - At-Tin ( 95: 4 ) - Al-A’rāf ( 7: 31 ) Kata kunci
keindahan yang penulis gunakan dalam Alquran di antaranya, zayyana نٌز)), jamaal ( ل امج), ahsan
( نسحا), bahij (جٌهب ) dan Tafsir yang digunakan yakni Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Fi
zhilalil Quran, Tafsir Al-Azhar, dan sumber sekundernya digali dari sumber-sumber yang memiliki
keterkaitan dengan persoalan yang dibahas. 3. Tehnik Pengolahan data Sesuai dengan jenis
penelitian, maka tehnik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah merujuk terlebih dahulu
pada kitab Al-Mu’jām Al- Mufahras li Alfaz Alquran Al-Karim karya Muhammad Abdul Baqi. Setelah
ayat-ayat yang diperoleh, penulis akan mencermati terjemah tafsirnya kemudian menyusun
berdasarkan urutannya surah dalam bantuan konversi turunnya surah yang akan dilampirkan.
Selanjutnya dengan menganalisa ayat-ayat al-quran sesuai dengan informasi yang didapat pada
kitab al-Mu’jām al-Mufahras li Alfaz Alquran al-Karm tersebut. Kemudian diteruskan dengan
menganalisa terhadap beberapa literatur yang berkait dengan pembahasan. 4. Analisis Data Untuk
menganalisis data dilakukan dengan metode deskriftif analisis yaitu, menggambarkan masalah
yang dianggap apa adanya melalui penafsiran ayat-ayat dan dilengkapi dengan Hadis, kemudian
menganalisisnya dengan bahan yang relevan dengan masalah yang dibahas, untuk menyesuaikan
konsep yang dikehendaki oleh Alquran terhadap masalah keindahan, sehingga pada akhirnya
diambil keseluruhan tentang konsep keindahan menurut Alquran. H. Sistematika penulisan
Pembahasan dalam skripsi ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I berisi
tentang latar belakang masalah kemudian dibuat rumusan masalah, definisi operasional, tinjauan
pustaka, tujuan penelitian, singnifikasi penelitian dan untuk menyelesaikan penelitian
diketegahkan metode penelitian serta diakhiri dengan sistematika penulisan. Bab II Analisis
termonologis memuat konsep keindahan meliputi pengertian keindahan menurut bahasa,
pengertian menurut istilah, Bab III Konsep keindahan menurut Alquran, meliputi makna keindahan
menurut Alquran, Gambaran keindahan menurut Alquran, dan Manfaat keindahan menurut
Alquran. Bab IV penutup, bagian ini berisikan kesimpulan dan saran-saran BAB II ANALISIS
TERMINOLOGI A. Pengertian Keindahan Menurut Bahasa Keindahan adalah sifat-sifat keadaan
yang indah seperti kecantikan, keelokan, sedangkan kata indah adalah kabar dari rupa, biasanya
kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya, atau indah bisa diartikan: peduli akan menaruh
perhatian. kemudian kata indah diimbuhi awalan (me-) menjadi memperindah yang artinya,
menjadi lebih indah, memperoleh keindahan. Di tambahi awalan (peng-) menjadi pengindahan
yang artinya, yang membuat atau menjadi indah, yang menimbulkan keindahan. Ditambahi
awalan (meng-) menjadi mengindahkan yang artinya memperdulikan, memperhatikan,
meresapkan ke dalam hati. Indah adalah peduli, menaruh perhatian kepada seseorang Kata “
Indah” dalam Alquran diungkapkan dengan beberapa istilah yaitu: zayyana نٌز)), jamāl ( ل امج),
ahsan ( نسحا), bahij (جٌهب). Kata “ Indah” yang merujuk pada kata, zayyana ( نٌز), terulang dalam
Alquran sebanyak 5 kali, yang terdapat dalam Q.S, Al-an’am ayat : 43,137, Q.S, Al-Anfal ayat: 48,
Q.S, An-Nahl ayat; 63, Q.S, An-Naml ayat: 24, Al-Ankabut ayat; 38. Kata zuyyina ( نٌز ), terulang
dalam Alquran sebanyak 10 kali, yang terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat: 212, Q.S, Ali-Imran
ayat: 14, Q.S, Al-an’am ayat: 122, Q.S, At-Taubah ayat: 37, Q.S, Yunus ayat: 12, Q.S, Ar-Rad ayat:
33, Q.S, Fāthir ayat: 8, Q.S, Al-Muminuun ayat 37, Q.S, Muhammad ayat: 14, Q.S, Al-Fath ayat:12.
Kata zayyannā ( انٌز ) terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali, yang terdapat dalam, Q.S, Al-An’am
ayat: 108, Q.S, An-Naml 4, Q.S, Fushilat ayat: 12, Q.S, Ash-Shāffat Ayat: 6, Q.S, Al-Mulk Ayat: 5.
Kata zinatan ( ةنٌز ) terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali, yang terdapat dalam Q.S, Yunus ayat:
88, Q.S, An-Nahl ayat:8, Al-Khafi Ayat: 7,4 6, Q.S, Thaahaata Ayat: 87, Q.S, An-Nuur Ayat 60, Q.S,
Al-Hadid Ayat:20, Al-Hujarāt Ayat: 7. Kata fazainuu (اونٌزف) terulang dalam Alquran sebanyak 1 kali,
yang terdapat dalam Q.S, Fushilat Ayat: 25. Kata lauazzinanna ( ننٌز ءل ), terulang dalam Alquran
sebanyak 1 kali yang terdapat dalam Q.S, Al-Hujarāt Ayat: 39, kata zinatihi ( هتنٌز), terulang dalam
Alquran 1 kali yang tedapat dalam,Q.S, Al-Qashash Ayat: 76, Kata zinatahunna ( نهتننٌز) terulang
dalam Alquran sebanyak 5 kali, yang terdapat dalam Q.S, An-Nuur Ayat: 31, Q.S, Al-Qashash Ayat:
60, Q.S, Al-Ahjab Ayat: 28, Al-Hijir Ayat: 16, Q.S, Al-Qaf Ayat: 6. Kata zinatahaa ( اهتنٌز) terulang
dalam Alquran sebanyak 4 kali, yang terdapat dalam Q.S, Al-Qashash Ayat: 60, Q.S, Al-Ahjab Ayat:
28, Al-Hijir Ayat: 16, Q.S, Al-Qaf Ayat: 6. Dalam bahasa arab kata (- ناز هنازاو هنٌزو - انٌز ) yang
artinya: menghiasi, mempercantik,( نٌزت - ئلحت : ناداو نٌزاو ), yang artinya: berhias, ( (نٌزلاmasdar
dari ناز) ) yang artinya: bagus, baik, ( لٌمجلا :ناٌزلاو) Yang artinya: indah, cantik, elok, ( نٌزملا ) isim
fail dari ( نٌزل ) yang artinya: yang menghiasi, ( ًلحلا :نادزملاو نٌزملا ) yang artinya: yang dihias. ) ن از -
نٌزٌ - نٌز ) yang berarti: mengelokkan, menghiasi, atau ( نٌز- انٌزت - نازا - ةنازا ) yang berarti:
mengelokkan, menghiasi ( نٌزت - انٌزت - قلح), yang artinya, berhias, bercukur, kata zayyina ( نٌز) jamak
dari azyān ( ناٌزا ) yang artinya: perhiasan, kemudian Kata zinat ( ةنٌز ) jama dari ziyān ( ناٌز), yang
artinya: Perhiasan. M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menjelaskan Kata zayyanā ( انٌز)
kami perindah terambil dari kata zain ( نٌز ) Yaitu indah, sesuatu yang indah adalah yang dianggap
baik oleh seseorang, walaupun sesuatu itu pada hakekatnya buruk. Sebahagiaan orang dizaman
purbakala memandang bahwa keindahan itu terletak pada warna atau roman muka yang
misalnya, merah atau putih, keseimbangan yang bagus pada anggota badan, tetapi mereka itu
sebenarnya buta karena tidak dapat melihat keindahan batin. Sedangkan menurut, Ahmad
Mustafa Al- Maraghi dalam Tafsir Al-Maragi, menjelaskan kata zinah (ةنٌزلا) adalah senjata,
perhiasan, perkakas rumah tangga, pakaian yang indah-indah, dan alat dapur. Sedangkan menurut
Ragib al-Ashfahani menjelaskan kata zain (نٌز) yang artinya perhiasan yang hakekatnya adalah apa
yang buka dari kejelekan manusia pada sesuatu dari ikhwalnya yang tidak ada pada dunia dan
tidak pada akhirat, maka adapun apa yang menjadikan perhiasan pada keadaan selain keadaan itu
yaitu wajah yang jelek, dan perhiasan itu dikatakan atas 3 bagian yaitu: perhiasan diri, seperti ilmu
dan itikad yang baik, perhiasan badan seperti kuat dan panjang pada waktu iqamat dan perhiasan
yang dikeluarkan pada harta yang berharga, sebagaimana firman Allah SWT. ( مكب ولق ًف هنٌزو نامٌلا
م ٌ ٌٌ كٌلإ َ بّ ب َ ح), yaitu perhiasan diri, dan firman Allah SWT. ( ا ةنٌز مرح نم), maka sungguh yang
membawa perhiasan itu dikeluarkan dan pada yang demikian itu bahwasanya telah diriwayatkan
pada suatu kaum yang pada saat itu melakukan Tawaf di Baitullah dengan membuka aurat dan
berteriak-teriak dari yang demikian itu sebagian ayat, tetapi perhiasan itu orang menyebutnya
pada ayat ini yang kemulyaan disebutkan, firman Allah SWT. (مك اقتأ ا دنع مكمركأ نإ) sebagaimana
perkataan syair, “Perhiasan seorang wanita ada pada kebaikan adab” dan firman Allah ( ىلع جرخف
هتنٌز ًف هموق). Telah berkata dan menyangka seperti perhiasan apa bila telah Nampak kebaikan,
berupa perkataan dan perbuatan dan sesungguhnya Allah swt. membandingkan perhiasan yang
tempatnya berada pada diri manusia dengan tempat perhiasan syaitan dan pada tempat yang
disebutkan sama sekali bukan perbuatan, maka perhitungan pada dirinya disebut iman ( ولق ًف هنٌزو
مكب) dan pada orang kafir, firman Allah (مهلمع ةمأ لكل انٌز *مهل امعأ مهل انٌز ) dan adapun perhitungan
syaitan, firman Allah (مهلمعأ ناطٌشلا مهل نٌز ذإو ) firman Allah (ضرلا ًف مهل ننٌزل) dan tidaklah yang
disebutkan tadi adalah Maf’ul tetapi maknanya adalah Mafhum dan bukanlah yang disebutkan
tadi adalah perbuatanya, firman Allah (مهلمعأ ؤس مهل نٌز* ةوهشلا بح سانلل نٌز) firman Allah ( نٌذلل نٌز
اٌندلا ةاٌحلا اورفك) dan firman Allah (مهؤاكرش مهدلوأ لتق نٌكرشلا نم رٌشكل نٌز) perhiasan itu ditakdirkan
untuk menghinakan semua dari mereka, dan firman Allah (حٌب اصمب اٌندلا ءامسلا انٌز) dan firmannya ( انإ
نٌرظانلل اهانٌزو* بكاوكلا ةنٌزب اٌندلا ءامسلا انٌز) maka hal itu mengisyaratka kepada perhiasan yang
diperoleh dengan penglihatan yang telah diketahui, baik secara umum dan khusus dan semua
perhiasan diterima oleh akal yang dikhususkan dengan diketahui dari khususannya pada hukum.
Kata ‘Indah’’ yang merujuk pada kata jamal, (لمج) bentuk tunggal disebutkan 1 kali didalam
Alquran, yaitu didalam Q.S, Al-A’rāf, (7): 40, kata lain yang seasal dengan jamal adalah Jamālun
(لامج) yang disebutkan 1 kali, yaitu terdapat dalam Q.S, An-Nahl (16): 6, Kata Jamil (لٌمج) yang
disebutkan 4 kali, yaitu terdapat dalam Q.S, yusuf (12): 18 dan 83, Q.S, Al-Ahzab (33): 28 dan 49,
Q.S, Al-Ma’rij (70): 5, serta Q.S, Al-Mujamil ( 73): 10 Kata jimalat (تلامج ) disebutkan 1 kali, yaitu
terdapat didalam Q.S, Al-Mursalat (77): 33, dan kata Jumlah (ةلمج) disebutkan satu kali, yaitu
terdapa dalan Q.S, Al-Furqan (25): 32. Dalam bahasa arab kata ( ك :لمج لٌمج نا ) , yang artinya:
Bagus, cantik, elok, (لٌمج ,هرٌص هنٌز :هلمج) yang artinya: menghias, mempercantik, (نسحت :لمجت) yang
artinya: menjadi bagus, cantik, elok, ( ئشلا لمجتسا ) yang artinya: menganggap bagus, cantik, elok (
لٌمجلا : ل امجلاو ل امجلا) yang artinya: yang bagus, cantik, elok, ( نسحلا :ل امجلا ( Kebagusan,
keindahan, kecantikan, keelokan, (ل امج) yang artinya: kecantikan, kebagusan, keelokan, ( امج ,ل امج
لٌمج ,ل ) yang artinya: yang cantik, elok, bagus. ( لمج - لمجٌ - ل امج ) yang artinya: indah, cantik,
molek, ( ل امج ) yang artinya: keindahan, kecantikan, ( لٌمج ) yang artinya: yang indah, cantik,
bagus, ( لمج ) yang artinya: elok rupa dan perangainya ia ( ةلٌمج ) yang artinya: yang cantik,
Sedangkan menurut Ragib al- Ashfahani, menjelaskan kata jamal, ( لمج) yang artinya keindahan,
banyaknya kebaikan, dan kata jamal, (لمج) terbagi dua, yang pertama keindahan yang dikhususkan
pada dirinya atau badan atau perbuatan, dan yang kedua apa yang telah datang selain dari
padanya dan atas keindahan wajah, sebagaimana hadis nabi yang telah diriwayatkan, beliau
bersabda (لامجلا بحٌ لٌمج ا نإ ) hal itu sifatnya adalah mengingatkan, sesungguhnya keindahan itu
memecahkan banyak kebaikan, maka mencintai orang yang dikhususkan, dengan demikian itu
Allah swt berfirman: (نوحٌرت نٌح لامج ًف مكلو)dan kata jamal, (لمج) Jamak Taksirnya, لٌمج - لامجو -
لامجو Allah Swt berfirman: لٌمج اربصربصاف*لٌمج ربصفKata ‘Indah’ yang merujuk kata ahsan (نسح ا)
terulang dalam Alquran sebanyak 10 kali, yang terdapat dalam, Q.S, Anisa ayat: 59, 125, Q.S, Al-
maidah ayat: 50, Q.S Al-an’am ayat: 152, Q.S, At-taubah ayat: 121, Q.S, Huud ayat: 7, Q.S, yusuf
ayat: 2, Q.S, An-Nahl ayat: 96,97,125. Q.S, Al-Isrā ayat: 34,35, 53, Q.S, Al-Khafi ayat: 7, Q.S, Al-
Muminūn ayat: 14, Q.S, An-Nūr ayat: 38. Dalam bahasa arab kata ( نسح - لٌمج ن اك :نسح ) yang
artinya: bagus, cantik, baik, ( ةنسحو نسحا ) yang artinya: menjadikan baik, memperbaiki,
mempercantik, ( هنسح) yang artinya: memperbaiki, menghias, mempercantik, membuat lebih baik (
dari semula), ( نسح ر اص :نسحت ) yang artinya; menjadi bagus, cantik, baik/ lebih baik dari semula. (
نسحل ا ) jamak dari ( نسح ) muannasnya ( ءانسح و ةنسح ) yang artinya: yang bagus, baik. ( نسح - نسحٌ -
انسح ) yang artinya: baik, bagus, ( نسح - نسحأ ) yang artinya: membaguskan, نسحت)) yang artinya:
menjadi baik, (نسح) jamak dari (نس احم) yang artinya: kebagusan, kebaikan, (نسح) jamak dari ( اسح
ن) yang artinya: yang baik, yang cantik, ( ةنسح ) Jamak dari ( ت انسح ) yang artinya: perbuatan yang
baik, baik, ( نسحأ ) Jamak dari ( نس احأ) yang artinya: yang lebih bagus. Menurut Raghib Al-
Ashfahami didalam Mu’jamnya, kata hasan (نسح) diartikan suatu kebaikan yang diibaratkan dari
setiap orang yang cantik yang berkehendak pada kebaikan dan pada yang demikian itu ada tiga
bagian yaitu orang yang berbuat baik berdasarkan akal, orang yang berbuat baik berdasarkan
hawa nafsunya, dan orang yang berbuat baik berdasarkan panca indra dan kebaikan telah
diartikan padanya dari tiap apa yang membuat bahagia dari nik’mat yang diberikan pada manusia
yang berupa dirinya dan badannya dan ikhwalnya Kata “ Indah” yang merujuk pada kata bahij (
جٌهب) terulang dalam Alquran sebanyak 3 kali, yang terdapat pada Q.S, Az-zumar ayat: 21, Q.S, Al-
Hadid ayat: 20, Q.S, Qaf ayat: 7. Dalam bahasa arab kata bahij (جٌهب) berasal dari kata bahaza ( جهب
جهبٌ - اجهب - هجهبأ ) yang artinya: menyenangkan, menggairahkan, ( جهبٌ - جهب ةجاهب -) yang artinya: baik,
bagus, cantik, sedangkan kata bahzat (ةجهب ) yang artinya: kebagusan, kecantikan. Sedangkan
menurut Ragib al- Ashfahani, menjelaskan kata bahuj ( جهب) yang artinya kebagusan yang
melahirkan kebaikan dan telah nampak kegembiraannya, sebagaimana firman Allah swt: ( قع ادح
ةجهب تاذ) dan kata bahuj (جهب) berasal dari kata bahij (جٌهب), sebagaimana firman Allah swt. ( ( انتبنأو
جٌهب جوز لك نماهٌفdan kata bahuj (جهب) sebagaimana perkataan syair “ciptaan yang mempunyai zat
indah, dan tidaklah orang itu hidup tanpa adanya keindahan dan sesunguhnya keindahan dengan
demikian yaitu bahagia dengan kebahagiaan dan sesungguhnya banyak wajah-wajah yang
gembira dengan hal yang demikian”. M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menjelaskan Kata
bahij (جٌهب) berasal dari kata bahaja ( جهب) yakni sesuatu yang indah warnanya dan menyenangkan
Jadi kata Indah yang merujuk pada Kata (نٌز) terdapat 32 surah , kemudian kata Indah yang
merujuk kata (لٌمج) terdapat 8 surah, kemudian kata indah yang merujuk kata (نسح) terdapat 10
surah, dan kata Indah yang merujuk pada kata (جٌهب) terdapat 3 surah. Keindahan Terbagi menjadi
dua bagian yaitu keindahan fisik, dan keindahan non Fisik. Keindahan fisik adalah keindahan yang
biasa kita rasakan dan kita nikmati di dunia atau kita rasakan di alam nyata, keindahan fisik banyak
terdapat pada ayat-ayat Alquran diantaranya: Q.S. An-Naml ayat: 4, Ali-Imran (3): 14, Al-Baqarah (
2 ): 212, An-Naml (27): 44, Al-Hijr: ( 15 ): 16, Qaf ( 50): 6-11, An- Naml ( 27) : 60, An-Nahl ( 16 ): 5-
6, Al-Khafi (18): 7-8, Al-A’rāf (7) : 31. Sedangkan keindahan non Fisik adalah keindahan yang kita
rasakan didalam hati manusia masing-masing yang semua itu tidak sama atau keindahan yang
sifatnya tidak bisa dilihat tapi nanti kita bisa merasakan di akhirat kelak. Keindahan non fisik
banyak terdapat dalam ayat-ayat Alquran diantaranya: Q.S. Al-Hujurāt (49): 7, Al-Gāsyiyah (88): 8-
16, An-Nuur (24): 35. Perbandingan antara kata zain (نٌز), jamal, (لمج), bahuj (جهب) dan ahsan ( ا
نسح). Kata zain (نٌز) yang artinya indah, digunakan untuk memperindah dengan cara dihiasi atau
benda yang menambah indah bagi seorang yang mempergunakannya akan kelihatan indah. Kata
jamal, (لمج), yang artinya indah, yang ditujukkan pada benda yang indah baik muka, perangai dan
bentuk. Kata bahuj (جهب) yang juga artinya indah, indah disini ketika keindahan tersebut sudah
meresap sehingga timbul efek dari keindahan tersebut rasa senang, sejuk, gembira. Kata ahsan ( ا
نسح) yang artinya kebaikan, dari keindahan yang dirasakan akan timbul kebaikan, karena indah itu
dinilai baik. Perbedaan antara kebaikan dan keindahan adalah kebaikan aslinya digunakan untuk
rupa, kemudian digunakan untuk perbuatan dan akhlak. Sedangkan keindahan aslinya digunakan
untuk perbuatan akhlak dan keadaan lahiriah, kemudian digunakan untuk rupa. Keindahan ialah
perbuatan, akhlak, uang, dan harta yang banyak yang membuat manusia menjadi terkenal dan
meningkat. Di sini kebaikan tidak ada kaitannya sama sekali. Anda mengerti jika dikatakan, “ Di
dalam masalah ini terdapat keindahan” dan, tidak di katakana, “ Di dalam persoalan ini dan juga
didalam Alquran terdapat kebaikan. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S. Nahl: (16) 6
|N'3o9uµ -¢¸e( ¹A-uHoo (¹eµ t|utc\? t¸¹evuµ t|u©µu(sv~ ·e Alquran
menggunakan kata “Keindahan” dalam Sekup yang sempit, tidak lebih dari delapan kali. Sekali
dalam bentuk kata benda abstrak dan lainnya dalam bentuk kata sifat. Semuanya di gunakan
dalam hal akhlak selain ayat yang sudah kami sebutkan diatas, yakni keindahan kuda dan unta.
Sedangkan kata “Kebaikan” banyak di sebutkan di dalam Alquran dalam berbagai bentuk.
Kebaikan di gunakan untuk rupa dan makna. B. Pengertian Keindahan Menurut Istilah Ibnu
Taimiyah, mengutip pendapat Ibnu sayyidihi dan Ibnu Al-Atsir, beliau Kemudian Ibnu Al-Atsir
mengatakan keindahan adalah keindahan pada rupa dan makna A. Khudori Soleh, mengutip
pendapat Iqbal, bahwa keindahan adalah bentuk dari ekspresi kehendak, hasrat dan cinta ego
dalam mencapai ego mutlak, karena tenaga hidup ego itu sendirilah yang mengekspresikan diri
dalam perwujudan keindahan Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang bagi
yang melihatnya. (Leon Tolstoy, punjangga rusia), Keindahan adalah suatu yang mendatangkan
rasa senang ( Humon, pujangga inggris) dan keindahan adalah sesuatu yang paling banyak
mendatangkan rasa senang ( Hemsterhuis, pujangga Belanda ) Keindahan adalah susunan yang
teratur dari bagian yang erat antara satu dengan yang lainnya ( Baumgarten, Pujangga Jerman ),
Keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis ( Shaftesbury, punjangga jerman
). Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya ( Emmanue Kant ). Keindahan identik
dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan
tempat, mode, kedaerahan, lokal. Menurut The Liang Gie, keindahan itu dari bahasa Inggris (
beautiful ), bahasa Prancisnya ( beau ), Italia dan Spanyol yaitu (bello ). Kata-kata itu berasal dari
bahasa Latin ( bellum ). Akhir katanya adalah ( bonum ) yang berarti kebaikan, kemudian
mempunyai bentuk pengecilan menjadi ( bonellum ) dan terakhir dipendekkan sehingga menjadi (
bellum ). Menurut cakupannya, orang membedakan antara keindahan sebagai kulitas abstrak dan
sebagai sebuah bentuk tertentu yang indah. Untuk membedakan ini dalam bahasa Inggris sering
digunakan istilah keindahan ( beauty ) dan benda atau hal yang indah ( the beautiful ). Dalam
pembahasan filsafat kadang-kadang dicampuradukan saja. Selain itu dibedakan pengertian :
keindahan dalam arti luas, keindahan dalam arti estetis murni, keindahan dalam arti terbatas
dalam hubungannya dengan penglihatan. a. Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian
ide kebaikan. Misalnya Plato menyebutkan watak yang indah, dan hukum yang indah. Sedangkan
Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik juga menyenangkan. b. Keindahan
dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dengan hubungannya dengan
sesuatu yang diserapnya. c. Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih
disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan,
yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Dapat disimpulkan, bahwa keindahan tersusun dari
berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata, ada pula yang
berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam
suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat. BAB III KONSEP KEINDAHAN MENURUT
ALQURAN A. MAKNA KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Sebagaimana telah diketahui banyak ayat
Alquran telah membicarakan tentang konsep keindahan, yang dalam hal ini ayat-ayat Alquran
yang membahas tentang makna keindahan diantaranya adalah, Q.S, Al-Hujurāt (49): 7, Q.S, Ali-
Imran (3): 14, Q.S, Al-Baqarah (2): 212, 1. Kecintaan pada keimanan Q.S, Al-Hujurāt (49): 7
(#)u¹0v=||-#uµ •|µ& |N'3e( tAu¹u ÷!-# 4 |uo9 |/'3©\e:© e¸ 9eOç. ,eiB
_|Au{-# |Ae+¢\o9 s©3~o9uµ v!-# ,=÷7¢µ ©N'3.o9e) ,~¢0M}-#
.µuZ|¢uµ e¸ |/'3e/u\=\° ov+ç.uµ ©N'3.o9e) t.'3.9-# o÷ulT^.9-#uµ
t|-u(·e\.9-#uµ 4 ¢7_×+~o9÷µ& ©N\o _µ¹ev÷+9-# ·Z Ayat tersebut termasuk
golongan ayat surah-surah Madaniyyah. Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah berfirman, Tetapi Allah
menjadikan kamu hai orang-orang mukmin, cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu
didalam hatimu dan menjadikan kamu membenci kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan.
Mereka yang sifatnya demikian itulah berada di jalan yang lurus dan benar, berkat karunia dan
nikmatnya. Dalam Tafsir Al- Misbah Allah berfirman, Allah telah menjadikan cinta kepada kamu
yakni menjadikan kamu wahai para sahabatnya yang setia, cinta kepada keimanan dan
menjadikannya yakni iman itu indah dalam hati kamu sehingga kamu terjaga dari kejatuhan dalam
kedurhakaan, serta menjadikan benci kepada kamu yakni menjadikan kamu benci kepada
kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan, sehingga dengan demikian kamu mengikuti tuntunan Allah
dan rasulnya. Mereka itulah yang sungguh tinggi keluhuran perangainya, yang merupakan orang-
orang yang mengikuti secara mantap jalan yang lurus. Kata ħabbaba (ببح) menjadikan cinta,
menggambarkan kesenangan seseorang kepada sesuatu, terlepas apakah yang disenangi itu dinilai
baik atau buruk. Yang dijadikan cinta kepada orang-orang yang beriman hanya satu yaitu
keimanan, sedang yang dijadikan benci kepadanya ada tiga yaitu kekafiran, kedurhakaan dan
kefasikan. Ini karena iman terdiri dari tiga unsur yang menyatu, yaitu pembenaran dengan hati,
ucapan dengan lidah dan pengamalan dengan anggota tubuh. Ini hendaknya menyatu tanpa
dipisah-pisah. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan memperingati bahwa kamu itu adalah sedang
berkumpul dengan rasul Allah, dengan pesuruh Tuhan. Sebab itu tidaklah layak kamu samakan
saja Rasul Allah itu dengan orang lain. Sedangkan kepada sesama kamu sendiri tidaklah kamu
berdusta, apalagi dengan utusan Allah. “Yang jikalau beliau ikuti saja kepada kamu pada
kebanyakan dari pada urusan, niscaya akan sulitlah kamu” artinya kalau kiranya kalau kiranya tiap-
tiap laporan saja diikuti oleh Rasullulah dan diterimanya saja apa yang kamu katakana, kemudian
ternyata bahwa berita yang kamu sampaikan itu adalah berita bohong, siapakah yang akan
mendapatkan kesulitan? Padahal beliau dituntut oleh wahyu Ilahi dan oleh kecerdasan fikiran
beliau sendiri. “Tetapi Allah telah menimbulkan cinta kamu kepada iman.” Ini pun akan membuka
topeng orang-orang pembohong pembuat laporan palsu, sebab disamping mereka pasti terdapat
pula orang yang lebih mencintai iman dan meencintai kejujuran, mengatakan yang sebenarnya,
berfikir lebih dahulu dengan seksama barulah mereka bertindak. Mereka lebih mencintai iman
dari pada membuat berita bohong. “Dan dia hiaskan akan dia dalam hati kamu.” Maka orang-
orang yang dihiaskan Allah iman dalam hatinya itu lebih suka jika berita yang mereka sampaikan
kepada Rasulullah itu adalah khabar yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan, “Dan
ditimbulkannya rasa benci kamu kepada kufur” fasik, dan kedurhakaan. Dihiaskan Allah dalam hati
mereka yang baik itu iman dan ditimbulkan pada hati mereka kebencian kepada sifat-sifat buruk
yang dapat mengacaukan masyarakat, yaitu kufur, fasik dan kedurhakaan kepada Allah.
Sedangkan menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, mengaris bawahi peran Allah swt.
dalam menjadikan cinta kepada keimanan dan menghiaskannya ke dalam hati orang-orang
mukmin, serta menjadikan benci kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Itu semua
berdasarkan ilmu dan hikmah ilahi. Penegasan tentang hal ini menurutnya merupakan bisikan
kepada kaum beriman agar berserah diri kepada Allah dan pengaturannya serta merasa tenang
dengan hasil yang akan dicapai. Ia juga mengarahkan manusia agar tidak mengajukan usul atau
bergegas melangkah menyangkut apa yang diduganya baik sebelum memohon batuan Allah untuk
memilihkan yang terbaik. Allah juga memilihkan sekelompok orang di antara hamba-hambanya
agar kalbunya terbuka untuk menerima keimanan, menerangkan hatinya kepada keimanan
tersebut, dan menjadikan indah dalam pandangan indah lalu ruhnya berterbangan menyambut
keimanan serta meraih keindahan dan kebaikannya, pemeliharaan ini merupakan karunia dan
nikmat dari Allah. Tidak ada karunia dan nikmat yang lebih besar dari pada itu, bahkan jika
dibandingkan dengan nikmat keberadaan dan kehidupan sekalipun kenikmatan ini lebih sedikit
dan lebih rendah dari pada nikmat iman. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Al-
Hujurāt (49): 7, menjelaskan bahwa, Allah menjadikan cinta kepada keimanan dan
menghiaskannya ke dalam hati orang-orang mukmin, serta menjadikan benci kepada kekufuran,
kefasikan, dan kedurhakaan, jadi makna keindahan adalah cinta, kecintaan kepada keimanan dan
menjadikan cinta, atau menggambarkan kesenangan seseorang kepada sesuatu. 2. Cinta Syahwat
Q.S, Ali-Imran (3): 14 ,,ei© ©•-•Z=e9 =©µ eN÷uu¢¸±9-# CeB e'!-,Tei+9-#
t¸¹eZt6.9-#uµ ee:~o+o).9-#uµ _oto:Zo)¹0.9-# CeB =¢ov°!-#
et®e.9-#uµ ~.¢.9-#uµ ettB+u,T¹0.9-# O~¢\|Pu{-#uµ e±|¢o.9-#uµ 3
e9÷o ¹¦~tutB _o4uu¢o.9-# -u|P9-# ( +!-#uµ .v¢+e© vC(T©µ
>-t÷¢0.9-# ·__ Ayat tersebut termasuk golongan ayat surah-surah Madaniyyah Dalam
Tafsir Ibnu Katsier Allah berfirman. Memberi tahu tentang apa yang disukai dan dicintai manusia
dalam kehidupan dunia ini berupa bermacam-macam kesenangan dan kelezatan seperti wanita-
wanita dan anak-anak. Adapun jika tujuan dari mencintai dan menyukai wanita semata-mata
untuk memperoleh keturunan, maka hal itu merupakan tujuan yang baik, terpuji dan dianjurkan
sebagai mana hadis Rasulullah yang menghimbau umatnya untuk kawin dan memperbanyak
keturunan dan bahwa sebaik-baiknya umat, ialah yang banyak wanitanya. Dalam Tafsir Al- Misbah
Allah berfirman, yang diperindah adalah kecintaan kepada aneka syahwat. Syahwat adalah
kecenderungan hati yang sulit terbendung kepada sesuatu yang bersifat inderawi, material. Hal
hal yang dicintai adalah keinginan terhadap wanita-wanita, anak anak lelaki, harta yang banyak
dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Bahwa yang memperinda
adalah Allah. Adalah merupakan fitrah, yakni bawaan manusia sejak kelahirannya, bahwa dia
mencintai lawan jenisnya, serta harta benda yang beraneka ragam. Sekali lagi syahwat digunakan
sebagaimana digariskan kepada Allah, serta sesuai dengan tujuannya memperindah, maka
semuanya yang disebut itu adalah baik. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Diperhiaskan bagi
manusia kesukaan kepada barang yang diingini.” Disini telah terdapat tiga kata. Pertama zuyyina,
artinya diperhiaskan. Maksudnya, segala barang yang diingini itu ada baiknya dan ada buruknya,
tetapi apabila keinginan telah timbul, yang kelihatan hanya eloknya saja dan lupa akan buruk atau
susahnya. Kata kedua ialah Hubb, artinya kesukaan atau cinta. Kata ketiga ialah syahwat, yaitu
keinginan-keinginan yang menimbulkan selera yang menarik nafsu buat mempunyainya. Maka
disebutlah disini enam macam hal yang manusia sangat menyukainya karena ingin hendak
mempunyai dan menguasainya, sehingga yang nampak oleh manusia hanyalah keuntungannya
saja, sehingga yang Nampak oleh manusia hanyalah keuntungannya saja, sehingga manusia tidak
memperdulikan kepayahan buat mencintainya. “ yaitu dari hal perempuan dan anak laki-laki dan
berpikul-pikul emas dan perak, dan kuda kendaraan yang diasuh, dan binatang-binatang ternak,
dan sawah ladang.” Itulah enam macam yang sangat disukai, diinginkan dan dengan berbagai
macam usaha manusia ingin mempunyainya. Sedangkan menurut Sayyid Quthub dalam Tafsirnya
Fi Zhilalil Quran menjelaskan kata ( سانلل نٌز ) “dijadikan indah dalam pandangan manusia”
digunakannya dalam bentuk kata kerja pasif disini mengisyaratkan bahwa susunan insting mereka
mengandung kecenderungan-kecenderungan ini. Maka ia merasa senang dan memandangnya
indah. Ini merupakan pengakuan terhadap kenyataan dalam salah satu sisinya, maka pada diri
manusia terdapat kecenderungan-kecendrungan ini dan itu merupakan bagian dari kejadian
asalnya yang tidak dapat diingkari dan dianggap munkar. Ini merupakan kebutuhan yang vital bagi
kehidupan manusia supaya kokoh, berkembang dan berjalan normal. Akan tetapi, fakta juga
membuktikan bahwa didalam fitrah manusia ada sisi lain yang menimbangi kecendrungan-
kecenderungan itu dan menjaga manusia agar tidak tenggelam dalam sisi ini saja serta kehilangan
tiupan keluhuran atau petunjuk dan pengarahannya. Sisi lain ini adalah sisi persiapannya untuk
meningkatkan derajatnya dan persiapan untuk mengendalikan jiwa serta menghentikannya pada
batas-batas yang sehat dalam mengatualisasikan keinginan-keinginan ini. Suatu batas untuk
membangun jiwa dan kehidupan, disamping terus mengusahakan peningkatan mutu kehidupan
dan meninggikannya keufuk yang diserahkan keufuk yang diserahkan oleh embusan keluhuran itu,
serta menghembuskan hati manusia dengan alam yang tinggi, kampong akhirat, dan keridhaan
Allah. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan “ yah,
apa apa yang diinginkan, disukai, dan lezat, tetapi tidak kotor dan tidak dibenci, ungkapan kalimat
ini tidak memiliki konotasi untuk menganggapnya kotor dan tidak disukai, tetapi ia hanya semata-
mata menunjukkan tabiat dan dorongan-dorongannya, menempatkannya pada tempatnya tanpa
melewati batas, serta tidak mengalahkan apa yang lebih mulia dan lebih tinggi dalam kehidupan,
serta mengajaknya untuk memandang ke ufuk lain setelah merujuk vitalnya apa-apa yang diingini
itu, dengan tanpa tenggelam dan semata-mata bergelimang didalamnya. Berdasarkan uraian di
atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Ali-Imran (3): 14 menjelaskan tentang aneka syahwat yang hal itu
memang diciptakan untuk manusia yang tujuannya untuk memperindah, dan semuanya itu baik
selama tidak bergelimang didalam syahwat itu tanpa memperhatikan suatu kewajiban, jadi makna
keindahan adalah cinta dan syahwat atau keinginan manusia yang sifatnya baik dan indah. 3.
Kecintaan kepada berbagai perhiasan Q.S, Al-Baqarah ( 2 ): 212, tt¸i¦© t¸¦e°v#e9
(#µ©çç. 'o4uu¢o.9-# -u|P9-# t|µ©¢(Touµ ,eB ,e°v!-# (#u©ZtB#u' '
,v9-#uµ (#|uo)•?-# (O¹¸o°|uo( tH|ut et¢0~u).9-# 3 +!-#uµ '÷©|t tB
©'!-t±o e|t(e/ 5>-,Teµ ·._. Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah
Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier menjelaskan, Allah swt memberitahukan perbuatannya
dalam menjadikan kehidupan dunia itu indah bagi kaum kafir yang menyukainya dan
menganderuginya. Mereka mengumpulkan harta benda dan menolak untuk membelanjakannya
dalam perkara yang diridhai Allah. Mereka pun memandang hina terhadap orang-orang yang
beriman, yaitu orang yang berpaling dari dunia, menginfakkan harta yang diperolehnya dalam
lapangan ketaatan kepada Allah, serta memberikannya karena Allah semata. Oleh karena itu
mereka beruntung di hari kemudian. Kedudukan mereka di mahsyar, tempat berkumpul, dalam
perjalanan, dan tempat menetap adalah diatas diatas kaum kafir. Dalam Tafsir Al- Misbah
menjelaskan, yang menghiasi dalam diri mereka bahkan dalam diri setiap insan adalah Allah. Itu
dimaksudkan agar manusia mengingat penghias bukan hiasannya, menjadikan keindahan yang
sangat mengagumkan itu bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Hiasan itu telah tertanam dalam
diri manusia seluruhnya, ia merupakan naluri. Hiasan itu dimaksudkan agar mendorong manusia
memakmurkan bumi ini. Dengan adanya naluri itu, manusia bersedia untuk letih dan berkorban
demi membangun dunia sesuai dengan tuntunan Allah. Hiasan yang melekat dalam diri orang-
orang kafir itu, baik dihiaskan oleh Allah tetapi tidak mereka gunakan sesuai yang dikehendakinya,
maupun dihiaskan dan diperindah oleh setan, menjadikan mereka terus menerus dan berulang
ulang merendahkan menghina orang-orang yang benar-benar beriman. Dalam Tafsir Al-Azhar
menjelaskan “Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang-
orang yang beriman.” Maksud kafir disini tentu saja perangai dan dasar tempat tegak yang tidak
benar. Terutama tidak mau menerima ajakan kepada persatuan, kepada islam. Mengapa orang
tidak mau diajak? Ia karena mereka telah dirayu oleh kemegahan duniawi. Hawanafsu dan
syaitan-syaitan, itulah yang senantiasa menghabiskan keduniaan itu sehingga orang tetap didalam
kekafirannya. Segala kemegahan dunia, baik pangkat dan kedudukan yang tinggi, atau kekuasaan,
atau kekayaan, ataupun pengaruh, mengikatnya sehingga tidak kuat dia melepaskan diri, untuk
masuk kedalam persatuan akidah. Kaum munafik dibawah pimpinan Abdullah bin Ubai tidak mau
masuk, serba benci, mengapa sejak Muhammad datang, kepemimpinannya terhadap orang
Madinah kelindungan oleh cahaya kenabian Muhammad. Maka semuanya itu merasa diri jatuh,
kalau sekarang menjadi orang yang beriman kepada Muhammad saw. “Padahal orang-orang yang
bertaqwa itu akan lebih tinggi dari mereka dihari kiamat.” Maka oleh sebab yang mereka fikirkan
hanya kemegahan dunia, tidak memikirkan hari depan, hari bahagia karena iman, mereka tidak
mau turut dalam rombongan orang yang bertaqwa itu. Dan Allah mengaruniakan rezeki kepada
siapa yang dikehendakinya dengan tiada dihitung. Sedangkan menurut Sayyid Quthb dalam
Tafsirnya Fi Zhilalil Quran menjelaskan orang-orang kafir memandang indah kehidupan dunia
karena dia tidak biasa melihat hal yang penting dari keindahan dunia, dia terpaku oleh keindahan
dunia sehingga dia tidak biasa berpikir luas, sedangkan orang yang beriman diangapnya hina,
karena orang yang beriman tidak terpengaruh dengan keindahan dunia sehingga dia tahu apa
yang lebih penting dari semua itu, dan dia masih tetap menjalankan tugas sebagai khalifahannya,
berusaha memakmurkannya, dan memajukannya, dan memperhatikan perkembangannya serta
memproduktifkannya, lalu ia mempergunakan hidupnya untuk sesuatu yang lebih besar dan lebih
mahal dari pada kekayaan dunia ini. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Al-
Baqarah ( 2 ): 212, menjelaskan bahwa orang kafir bergelimang keindahan dunia tetapi orang yang
beriman tidak terlalu menghiraukan dan tidak terpaku dengan keindahannya, jadi yang menghiasi
dihati orang beriman adalah Allah sehinga orang beriman selalu ingat dengan kebesaran Allah,
bahwa semua keindahan berasal dari Allah dan makna keindahan disini adalah perhiasan yang
menyebabkan timbulnya keindahan.
B. GAMBARAN KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Sebagaimana telah diketahui banyak ayat
Alquran yang telah membicarakan tentang konsep keindahan, yang dalam hal ini ayat-ayat
Alquran yang membahas tentang hakekat keindahan diantaranya adalah, Q.S. Al- Gāsyiyah (88): 8-
16. Q.S, An-Nūr (24): 35-36. Q.S, An-Naml (27): 44. Q.S, Al-Hijr:( 15 ): 16 1. Alquran memberi
gambaran tentang keindahan surga Q.S, Al-Gāsyiyah (88): 8-16, ·vu©¸©µ 7_×tB|ut
·tuH.¿-+P ·V -tk|\,Te¢9 ·tu©_#u ·® e¸ >t•Z¢¸ 7tue9°t| ·_ e
¹¦¢0(Tv~ -tke( Ztu(~o9 ·__ -tke( ·¸|¹t© ·tt_°¢ ·_. -tke( \¹
·tt©u\(|•B ·_c ®>#uu..µ&uµ ·tt©u^_|u•B ·__ '÷_-ooçuµ ·to(u^(·tB
·_e e1#u¢uµ ¹tµOu\ç|7tB ·_e Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah
Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier, bahwa Allah menjelaskan wajah-wajah mahluk yang berseri-
seri, yang penuh tanda kesenangan dan kepuasan nikmat, karena puas terhadap amal perbuatan
yang telah dilakukannya menurut tuntutan Allah dan Rasulnya patuh dan taat pada segala
perintah dan larangan sehingga selamatlah ia dari kesesatan dan kebinasaan dunia akhirat, dan
kini menghadapi akhirat dengan berbagai nikmat yang telah diturunkan Allah. Dalam Tafsir Al-
Misbah menjelaskan, setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keadaan penghuni neraka, ayat-
ayat diatas menguraikan keadaan penghuni surga agar manusia memperoleh informasi dan
membandingkannya lalu memilih tempat yang diinginkannya. Ayat diatas menyatakan, banyak
juga muka-muka pada hari itu yang sangat ceria lagi berseri-seri, terhadap usahanya sewaktu
hidup didunia ia ridho, yakni merasa puas dan senang, setelah melihat ganjaran dan anugerah
Allah, mereka berada didalam surga pada tempat dan kedudukan yang tinggi, siapapun engkau
masuk kesurga tidak mendengar didalamnya perkataan yang tidak berguna. Didalamnya ada
aneka jenis mata air yang mengalir dengan deras tanpa putus-putusnya. Untuk memberi
kenyamanan yang lebih sempurna, didalamnya yakni disurga itu ada juga tahta-tahta yang
diinginkan sehingga mereka dapat menikmati padangan kearah manapun dan sambil duduk santai
mereka pun dapat minuman aneka minuman karena disana ada gelas-gelas tanpa pegangan yang
terhidang didekatnya dengan mudah mereka raih dan juga ada bantal-bantal sandaran yang
tersusun rapi dan permadani-permadani tebal lagi halus yang terhampar diberbagai tempat.
Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Beberapa wajah dihari itu akan merasakan nikmat.” Wajah
kata mufradnya, wujuuh kata jamaknya: artinya ialah muka. Dan muka yang dimaksud disini tentu
jiwa atau hati kita. Karena raut muka menunjukkan takut, atau pun menunjukkan gembira
bahagia, adalah gambaran dari perasaan jiwa sendiri. Datanglah ayat yang selanjutnya
menyatakan sebab timbulnya kegembiraan itu; “ yang lantaran usahanya sendiri, dia merasa
sentosa.” Dengan pernyataan Tuhan demikian, nyatalah bahwa nikmat berganda yang dirasai
kelak diakhirat itu tidak lain dari karena melihat bekas usaha, bekal amal perbuat semasa hidup
didunia dulu. Selanjutnya Allah mencurai memaparkan apa-apa saja jenis nikmat yang akan
dirasakan itu. “Didalam surga yang amat tinggi.” Baik disebut tinggi karena tempatnya, ataupun
tinggi karena yang duduk disana hanyalah orang-orang yang ditinggikan Allah kedudukannya
karena amalnya. “Tidak akan mereka dengar didalamnya hal-hal yang sia-sia.” Kalu tiap hari yang
kita dengar hanya kata-kata yang tak berhujung pangkal, jiwa kita rasa tersiksa. Maka dalam surga
itu kelak kata-kata demikian tidak akan dengar lagi. Yang akan kita dengar hanyalah ucapan tasbih
dan tahmid, sanjugan dan pujian kepada Tuhan.“ Didalamnya ada mata air yang selalu
mengalir.”Mata air yang selalu mengalir, atau sungai-sungai yang selalu mengalir, dapatlah
menjelaskan dalam ingatan kita betapa subur, betapa damai, betapa sejuk tempat disana.
“Didalamnya ada tempat-tempat peranduan yang ditinggikan.” Diatas tempat-tempat peranduan
itulah mereka duduk berbaring berlepas lelah dari kepayaan hidup diwaktu didunia. “Dan piala-
piala yang sedia terletak.” Sehingga tinggal minum saja. Kadang-kadang dating pelayan-pelayan
remaja mengisi piala itu bila telah habis isinya. “Dan bantal-bantal sandaran yang teratur
berbaris.” Ini punsatu penggembaraan yang indah disurga, diiringi lagi dengan ayat selanjutnya.
“Dan permadani hamparan yang selalu terbentang.” Bantal tersusun, permadani terbentang, piala
beredar, peraduan tertinggi, alangkah nikmatnya. Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, Allah
mengemukakan sebagian dari sifat surga dalam makna yang tinggi, mulia dan cermerlang, setelah
itu disebutkan kenikmatan-kenikmatan yang menyenangkan perasaan indra disebutkan dalam
gambaran yang dapat dibayangkan oleh manusia. Gambaran yang disurga nanti akan dibentuk
sesuai dengan tingkat kejiwaan ahli surga, yang tidak diketahui kecuali orang-orang yang
merasakan “didalamnya ada mata air yang mengalir’’ “Mata air yang mengalir” sumber yang
memancar pemandangan yang indah, keindahan gerakan dan pancaran serta mengalirnya air itu.
Air yang mengalir itu bagaikan menyambut perasaan yang bersangkutan terhadap kehidupan dan
terhadap ruh yang memancar dan mengalir, pemandangan ini menyebabkan kalau dipandang, dan
pada sisi lain menyenangkan jiwa yang meresapinya dengan mendalam. “Didalamnya ada tahta-
tahta yang ditinggikan’’ ketinggian ini mengesankan adanya kebersihan dan kesucian. “Gelas-gelas
yang terletak didekatnya” tersusun dan tersedia siap digunakan untuk minum tanpa mencarinya
dan tanpa mengambilkanya lagi. “Bantal-bantal yang tersusun” dan tempat-tempat sandaran yang
empuk untuk bersandar dan bersantai ria. Dan permadani-permadani yang terhampar dengan
beludrunya seperti sejadah, yang terhampar disana sini untuk hiasan dan untuk istirahat.
Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Al-Gasyiyah (88): 8-16, menjelaskan bahwa,
gambaran keindahan surga terlihat pada mata air yang mengalir sumber yang memancar
pemandangan yang indah dan tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak
disebelahnya, serta bantal-bantal yang tersusun dan permadani-permadani dan lain-lainnya. 2.
Alquran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang cahaya Allah yang ditunjukan kepada
orang-orang yang berakal. Q.S, An-Nuur (24): 35 - +!-# ©uP ©ç÷uu~¢0TT9-# ·v|u{-#uµ
4 ©~oOtB ÷_v_uP ;o4uo3(±e0ç. -tke( ¹¢-t6(·eB ( ¹¢-t6(·e0.9-# e¸
>t¢¸°¢© ( \t¢¸°¢9-# -tk•±µ(ç. ®=ç.|uç. A_q¹ ¹o°u© eB ;ot¢|çv
7t2t~t6B 7ttPuI|¢ e 7t+e°|° euµ 7t•e/(ç¹ ¹°o3t -tk0|¢
©'¸©©©© |uo9uµ (Oo9 µ(T,T(0o? \-tP 4 ¹uP 4v?t© 9uP 3 e|ku +!-#
÷_v_u©Ze9 tB ©'!-t±o 4 ·Ye(÷ouµ +!-# ~~oO.Bu{-# ©•-•+=e9 3 +!-#uµ
c~'3e/ >'(©ç÷ ®Oe=t| ·ce Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah
Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier, bahwa Allah swt adalah pemberi cahaya langit dan bumi,
perumpamaan cahaya seorang mukmin yang didadanya penuh iman dan taqwa adalah seperti
sebuah lubang yang tak tembus yang berada di dinding rumah, yang biasanya digunakan tempat
lampu. Di lubang tidak tembus itu ditempatkannya pelita besar berada didalam kaca. Kaca itu
seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara yang dicahayakan dengan minyak dari pohon
yang banyak berkahnya, ialah pohon zaitun yang tumbuh di puncak bukit dan dapat sinar
matahari, baik diwaktu matahari terbit atau pun diwaktu matahari akan terbenam, sehingga
pohonnya tetap subur dapat menghasilkan minyak zaitun yang baik. Minyak pohon itu hampir-
hampir member penerangan walaupun tidak tersentuh api. Cahaya diatas cahaya berlapis-lapis
seperti cahaya iman dan Alquran yang berpadu di dada seorang mukmin. Dan Allah membimbing
kepada cahayanya siapa yang dikehendakinya dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan
kepada bagi manusia dan dialah yang mengetahui segala sesuatau. Dalam Tafsir Al- Misbah
menjelaskan, ayat ini dapat dihubungkan dengan akhir ayat yang lalu yang menjelaskan bahwa
Allah menurunkan ayat-ayat demikian jelas serta menjelaskan segala tuntunan yang berkaitan
dengan kebutuhan hidup duniawi dan ukhrawi manusia. Ayat ini bagaikan berkata: Diturunkannya
oleh Allah ayat-ayat yang berfungsi seperti dikemukakan itu disebabkan karena Allah adalah
memberi cahaya kepada lagit dan bumi baik cahaya yang bersifat material yang dapat dilihat
dengan mata kepala, maupun immaterial berupa cahaya kebenaran, keimanan, pengetahuan yan
lain-lain yang dirasakan dengan mata hati. Perumpamaan kejelasan cahayanya adalah seperti
sebuah cela dinding yang tak tembus sehingga tidak diterpa angin yang dapat memadam cahaya,
dan membantu pula menghimpun cahaya dan memantulkannya kearah tertentu yang didalamnya
ada yakni diletakan pelita besar. Pelita itu didalam kaca yang sangat bening dan kaca itu
sedemikian bersih dan bening sehingga ia bagaikan binatang yang bercahaya, serta mengkilap
seperti mutiara. Pelita itu diyalakan dengan bahan bakar berupa minyak dari pohon yang ditanam
dilokasi yang diberkahi sehingga tanah dan tempat tumbuhnya baik yaitu pohon zaitun yang
tumbuh di tenggah, tidak di sebelah timur,dan tidak pula disebelah barat, sehingga dia selalu
ditempa oleh cahaya matahari sepanjang hari. Karena jernihnya hampir-hampir saja minyaknya
meneragi sekelilingnya, walaupun ia yakni pelita tidak disentuh api. Cahaya diatas berlapis cahaya.
Demikian perumpamaan petunjuk Allah yang terbentang di alam raya ini dan yang diturunkannya
melalui para nabi. Allah membimbing kepada cahayanya siapa yang dia kehendaki dan Allah
membuat perumpamaan-perumpamaan yang bersifat indrawi dan kongkret dan memaparkannya
bagi manusia untuk memudahkan mreka untuk memahi hal-hal yang abstrak dan Allah
mengetahui segala sesuatu termasuk mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima petunjuk-
petunjuknya. Kata (رون) Nur digunakan oleh bahasa dalam arti sesuatu yang menjelaskan/
penghilangan kegelapan sesuatu sifatnya gelap atau tidak jelas. Ia digunakan dalam pengertiaan
hakiki untuk menunjukkan sesuatu yang memungkinkan mata menangkap bayangan-bayangan
benda disekitarnya. Disini nur merupakan sesuatu yang dapat ditangkap oleh mata, dan dalam
saat yang sama, mata pun dapat menangkap apa yang disinari olehnya. Dengan demikian dia
adalah terang dan menerangi. Kata tersebut kemudian digunakan dalam arti majazi untuk
menunjukan sesuatu yang menjelaskan hal-hal yang bersifat abstrak. Ini bermula dari hal-hal yang
bersifat kongkret dan indrawi, sehingga panca indra pun secara majazi dinamai nur. Dengan
terjangkau hal-hal yang bersifat indrawi, seperti pendengaran dan rasa. Penggunaan ini kemudian
berkembang lagi sehingga akal yand dapat menganalisisi dan menangkap hal-hal yang bersifat
abstrak dinamai juga nur. Dengan demikian ilmu yang berfunsi menghilangkan kekaburan dan
kegelapan yang menyelubungi benak seseorang. Kata nur yang digunakan Alquran, paling tidak
mempunyai sebelas makna, yaitu: 1) Agama Islam, 2) Iman, 3) Pemberi petunjuk, 4) Nabi
Muhammad saw, 5) Cahaya siang, 6) Cahaya bulan, 7) Cahaya yang menyertai kaum mukminin
ketika menyerbang Shirat/Titian, 8) Penjelaskan tentang halal dan haram yang terdapat pada
taurat, 9) Injil, dan 10) Alquran, serta 11) Keadilan. Dalam Tafsir Al-Ahzar menjelaskan bukanlah
semua langit bersama bumi menghasilkan suatu cahaya yang bernama Allah. Tetapi wujudnya
Allahlah. Adanya tuhan, mencahayai dan menyinari seluruh langit, bumi, cakrawala dan seluruh
yang maujud ini. Matahari dan Bulan berjalan menurut kadar yang tertentu dan bukan
mengelilingi bumi, dan Bumi mengelilingi Matahari. Semuanya dengan takdir dan jangka yang
sangat teratur. Bintang-bintang berjuta-juta dan berjuta diatas Al-Koon, tidak pernah terjadi
kekacauan, karena ada kekuasaan tertinggi yang menyinarinya, yang menimbulkan cahaya dan
semangat padanya. Maka dalam alam segalanya kelihatan, Allahlah yang menjadi cahayanya.
Sampai tumbuhnya padi disawah, tumbuhnya jagung di ladang. Apa pun dan kemana pun wajah
memandang kelihatanlah “Allah.” Bukan dengan mata yang tidak ada artinya ini, karena dia hanya
alat saja untuk melihat lagi dengan mata batin untuk mengenal cahaya itu. Musa bermunajat
diatas bukit Thursina. Dia ingin benar melihat wajah Allah. Perlihtakan mukamu kepadaku, ya
Rabbi! “Tidak” kata Tuhan. “ Engkau sekali-kali tidak akan dapat menatap wajahku.” Lalu Musa
disuruh menghadapkan penglihatan mata dan penglihatan hatinya kepada gunung, dan kesana
tuhan pancarkan sinarnya. Hancur luluh gunung itu, laksana es ditimpa panas terik mengalir
menjadi pasir kebawah “Ampuni aku. Tuhanku!Ampuni aku!” Musa Tersungkur Pingsan. Cahaya
langit dan bumi dan seluruh alam ini tegak diatas Nur, dan diatur diatas Nur, Nurlah yang
memberikan jauhar hidupnya dan wujudnya. Revolusi besar dalam perkembangan ilmu
pengetahuan telah terjadi dengan dahsyat dan hebatnya dalam abat 20 ini, Sekelumit dari pada
ilmu tentang cahaya itu, Nur itu telah didapat oleh manusia. Suatu yang dinamai Materi (Maddah),
sesudah atom dapat dipecahkan telah menimbulkan sinar, dan sumber sinar adalah Nur! Bahkan
materi itu sendiri tidak lain dari pada Nur. Atomnya materi adalah gabungan dari pada Elektron
dan Neutron. Inti Neutron dari semua ini adalah Nur, adalah cahaya Allah. Sedangkan dalam Tafsir
Fi Zhilalil Quran, menjelaskan bahwa texs ayat yang sangat menakjubkan ini, timbul bersama
dengan cahaya yang tenang dan mencerahkan, sehingga tersebar keseluruh alam, ia juga tersebar
keseluruh perasaan dan anggota-anggota badan ia mengalir keseluruh sisi dan aspek kehidupan
sehingga, seluruh alam semesta bertasbih dalam lautan cahaya yang sangat terang, cahaya itu itu
berasal dari langit dan bumi, cahaya itulah yang memberikan inti keberadaanya pada akhirnya
manusia dapat menngeahui sedikit dari hakikat besar itu dengan ilmu mereka, sehinga dengan
ilmu itu manusia bias membelah melekul-melekul yang tidak bertopang kecuali cahaya. Setelah
pemaparan tentang langit dan bumi, kembali kepada penjelasan tentang lubang angin kecil yang
terdapat di dinding selain jendela biasanya disitu diletakan lampu sehingga cahaya terhimpun dan
mengarah dengan sasaran, perumpamaan cahaya bagaikan lampu yang ada didalam pelita, dan
jaga itu menjaga pelita dan tipuan angin dan kaca itu juga membuat cahayanya makin terang dan
germelap, cahaya minyak zaitun merupakan cahaya paling bening, bersih dan bercahaya.
Sesunguhnya itu merupakan cahaya Allah yang menyinari segala kegelapan langit dan di bumi,
cahaya itu tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan jangkauanya. Orang-orang yang
dikehendaki Allah adalah orang-orang yang dibukakan hatinya bagi cahayanya sehingga dapat
melihatnya, cahaya itu tersebar selamanya dilangit dan dibumi dan tidak pernah putus, tidak
terhalang dan tidak tertutup. Sesungguhnya perumpamaan yang digambarkan oleh Allah
merupakan cara pendekatan kepada pengetahuan manusia karena dia maha mengetahui tentang
kemampuan akal manusia. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, An-Nūr (24): 35-
36 menjelaskan tentang cahaya langit yang menerangi bumi yang terang, cahayanya bagaikan
cahaya iman didalam hati, yang cahayanya diatas berlapis cahaya dengan demikian maka
gambaran keindahan ada pada tingginya cahaya Allah berupa cahaya langit. 3. Allah juga
memberikan gambaran keindahan yang gemerlapan didalam kehidupan kita didunia,
menceritakan nikmat Allah dan mengunakannya untuk ketaatan. Seperti tentang istana Nabi
Sulaiman yang dimasuki Ratu Saba. Q.S, An-Naml (27): 44, ~e° -oìµ; _?',|-#
¢¢|'·9-# ( -s0v=o( µ.?µ&u µ|It6©T¢µ Zt|'9 (Mçt±ç.uµ t© -¢¸.o°-¢ 4
tA-o° .µ+Pe) ©¢|, ·+¢0B eiB t_#uuo° 3 (Mo9-o° ©¸Yu× eoTe)
^M(0v=o¹ ©©.tP ^M(0v=(µ&uµ ¢¦tB ,~¢0.v=¹ ÷! |>u t¸¹e0v=~¢\.9-#
·__ Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier,
menjelaskan setelah singgasana Balqis berada dihadapan Sulaiman, maka diperintahkan oleh
beliau agar singgasan itu dirubah sedikit bentuknya atau warnanya yang hijau dijadikan dan yang
asalnya kuning menjadi merah. Tujuan Nabi Sulaiman dari perintah itu ialah beliau handak
mencoba apakah Bilkis masih dapat mengenal singgasan sesudah diadakan perubahan itu atau
tidak mengenalnya. Maka tatkala Balqis sudah tiba ditunjukkannya kepadanya singasan itu
ditannya: “Adakah serupa ini singgasanku?” Balkis memberikan jawaban yang menandakan
kecerdasan otaknya, ketajaman ingatanya dan kepadanya berdiplomasi. Ia menjawab: “ seakan-
akan dialah singgasanku.” Kemudian ia dipersilahkan masuk dalam istana, yang lantainya terbikin
dari kaca diatas kolam air, sehingga ketika ia masuk disingkapnyalah kedua batisnya. Berkata
Sulaiman kepadanya: “sesungguhnya bukan air yang engkau injak, lantai ini sangat licin karena
terbuat dari kaca.” Balqis yang menyembah matahari beserta kaumnya, setelah dating bertemu
dengan nabi Sulaiman dan menerima da’wahnya serta menyadarinya sebagai nabi Allah yang
telah diberikannya Mukjizat berupa kerajaan yang kekuasaannya meliputi jenis manusia, jin, dan
binatang, maka pada akhirnya berserahlah kepada nabi Sulaiman dengan mengucapkan
pernyataannya dan taubatnya dari sikap dzalim terhadap diriku sendiri dan pada hari ini aku
berserah diri bersama nabi Sulaiman kepada Allah semesta alam. Dalam Tafsir Al- Misbah
menjelaskan setelah selesai “ ujian pertama’’ yang telah dilalu sang Ratu dengan sukses, kini
dilanjutkan dengan ujian kedua, daalam bentuk praktek. Ayat ini menjelaskan bahwa: dikatakan
oleh petugas istana kepadanya yakni kepada Ratu Bilkis itu “silahkan masuklah kedalam ruangan
terbuka istana.” Maka tatkala dia melihatnya yakni melihat lantainya, dikiranya lantai itu kolam air
yang besar padahal sebenarnya lantainya dibuat dari kaca yang sangat bening dan dibawah lantai
itu mengalir air bahkan konon ikan-ikan, maka dia melanjutkan perjalanannya dengan berhati-hati
disikapkannya air, konon dibukakannya juga alas kakinya, atau boleh jadi ketika itu dia tidak
memakai alas kaki, melihat hal itu dia yakni Nabi Sulaiman berkata kepada kepada sang Ratu:
“sesungguhnya yang ia kira air adalah istana lain yang terbuat dari kaca yang amat bening”
melihat dan menyadari betapa agung Nabi Sulaiman, dengan ilmu serta kekayaannya, dia yakni
sang ratu berkata: tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku yakni dengan
membanggakan kekuasaanku dan durhaka kepada tuhan dan aku berserah diri bersama Nabimu
Sulaiman kepada Allah yang maha esa, tuhan pemelihara dan pengendali semesta alam. Ucapan
ratu Sa’ba itu dinilai oleh sementara ulama mengandung dua sisi. Pertama adalah pensucian diri
dari segala keyakinan yang salah serta aneka kedurhakaan dan ini tercermin dalam kalimat
sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dan yang kedua menghiasi diri dengan keyakinan yang
benar serta pengalaman yang baik dan ini tercermin oleh ucapannya dan aku berserah diri
bersama sulaiman kepada Allah, tuhan semesta alam. Penyebutan nama Sulaiman menisyaratkan
bahwa ia mengikuti beliau dalam ajaran yang dibawanya. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lalu
disambungkan kedatangannya dengan serba kebesaran: “Dikatakan kepadanya: Masuklah
kedalam Mahligai.” Artinya bahwa buat menyambut kedatangannya, Raja Sulaiman telah
membuat sebuah mahligai yang sangat indah, yang dalam mahligai itu akan akan diletakan
singgasannya dan dia akan duduk bersanding dengan Nabi Sulaiman. Dia dipersilahkan masuk
kemahligai itu: “Maka tatkala dia melihat lantai mahligai itu disangkanya bahwa itu kolam air.
“Karena mahligai itu telah diperbuat dari pada cermin atau crystal. “Maka disimbahkannyalah
kedua belah pahanya.” Tetapi ternyata kedua kakinya tidak basah. “Lalu dia berkata:
“sesungguhnya itu adalah mahligai berlantai licin dari cermin.” Karena indah pembuatannya dan
sangat teratur susunannya, sepintas lalu keadaannya laksana berombak. Pada waktu itu “
Kalahlah” Ratu Bilkis, dan “jatuhlah” dia kedalam “tawanan” Nabi Sulaiman. Dan dia pun mulai
menyerah: “Dia berkata: Tuhanku!” Mulailah dia memanggil Allah sebagai Tuhannya.
“sesungguhnya aku telah menganiaya diri sendiri.” Karena aku menyembah kepada selain Allah:
“Dan aku telah menyerahkan diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan sekalian alam.
Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, menjelaskan kejutan itu berupa istana dari Kristal yang
fondasinya diatas air dan tampak diatas air dan tampak seperti kolam air yang besar. Maka ketika
dikatakan padanya “ masuk ke dalam istana” dia menyangka bahwa dia akan memasuki kolam air
yang besar itu, “maka disikapkanya kedua batisnya” setelah kejutan itu sempurna, barulah nabi
Sulaiman membuka rahasianya,” berkata Sulaiman “ sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat
dari Kaca.” Ratu itu berhenti dengan kejutan yang luar biasa dihadapan keajaiban-keajaiban yang
tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa. Hal itu menunjukan bahwa telah ditundukkan bagi
Sulaiman kekuatan yang terbesar dari kekuatan manusia. Maka diapun kembali kepada Allah dan
bermunajat kepadanya dengan mengakui kezaliman dirinya sebelumnya yang telah menyembah
selain Allah. Hati ratu itu telah diberi hidayah dan telah bersinar-sinar yang terang benderang. Dia
mmenyadari bahwa kepasrahan itu hanya milik Allah dan tidak boleh tunduk kepada seorang pun
selain dirinya, walaupun orang itu seorang nabi seperti Sulaiman yang telah dianugerahkan
berbagai macam Mukzijat. Sesungguhnya Islam itu hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam; dan
bersahabat dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan orang-orang yang berdakwah
dijalannya, dalam kedudukan yang sama rata dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada
Allah tuhan sekalian alam. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, An-Naml (27):
44, menjelaskan tentang gambaran keindahan yang diceritakan tentang nabi Sulaiman dan Ratu
Balkis, yang memberikan kejutan kapada ratu bulkis tentang istana yang lantainya terbuat dari
kaca sehingga ratu Balkis kagum dengan kekuasaan Allah Lalu ratu Balkis mengakui mukzijat nabi
Sulaiman dan beriman kepada Allah. 4. Alquran memberikan gambaran keindahan yang terdapat
pada langit Q.S, Al-Hijr:( 15 ): 16 (o)o9uµ -uZ(=¢\¢¸ e¸ e'!-¢0TT9-# °|µ©/
-¢¸~•+|¢uµ (¦ce^~•+=e9 ·_e Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah
Madaniyy Dalam Tafsir Ibnu katsier, menjelaskan Allah Swt menyebutkan penciptaan langitnya
yang tinggi dengan bintang-bintang yang germelapan yang menghiasinya serta planet-planet yang
bergerak maupun yang tidak semuanya itu merupakan tanda-tanda yang nyata akan wujudnya
bagi orang yang sangup merenungkan dan memikirkan. Dalam Tafsir Al- Misbah menjelaskan ayat
ini menyatakan, dan sesungguhnya kami telah menciptakan di langgit gugusan bintang-bintang
yang jika mereka sadari, maka tidak perlu lagi mereka menutut aneka bukti dan kami telah
menghiasinya yakni langit itu bagi para pemandang sehingga langit dan hiasannya itu dapat
memuaskan nalar dan rasa manusia dan mengantarnya percaya kepada keesaan Allah Swt. Dalam
Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Dan sesungguhnya telak kami jadikan dilangit bintang-bintang dan
kami perhiasi dia bagi orang-orang yang sudi melihatnya.” Pada kesan yang pertama dari ayat ini,
semua orang dapat memandang kelangit merenungkan bintang-bintang. Memang sangat
indahnya bintang-bintang menghiasi langit, tetapi bagi orang yang sudi melihat dan
memperhatikannya. Tetapi apabila diperdalam lagi dalam langkah kedua, terasalah hubungan
bintang dilangit dengan kehidupan kita. Ditanah Arab, tanah tempat ayat diturunkan karena
kurangnya awan yang mendiding mata menghambat bintang-bintang itu, maka seakan akan
bintang-bintang itu dekat benar rasanya, seakan akan dapat dijemba dengan tangan. Orang-orang
Badwi di padang pasir itu, demikian bertautnya kehidupan mereka dengan alam, sampai zaman
kita ini, menghafal nama bintang-bintang yang kelihatan, diluar kepala. Apabila diperdalam lagi
kepada tingkat yang ketiga sampailah kita kepada ilmu pengetahuan alam yang berdalam-dalam,
pengetahuan Ruang Angkasa, Teleskop yang besar-besar didunia, yang telah sampai penyelidikan
ahli-ahli ilmu pengetahuan bahwa bintang dilangit itu mempunyai kelompok-kelompok yang
dinamai “Galaxy” atau kepulauan-kepulauan yang masing-masing kepulauan itu melingkungi tidak
kurang dari pada 100 milyard. “Dan kami perhiasan dia bagi orang-orang yang sudi melihat.”
Memang asyiklah ahli-ahli ilmu bintang itu memperhatikan kuasa Allah diluar bumi kita ini, yang
sangat ajaib dan indah, padahal bumi kita hanya laksana satu butir pasir saja diantara 100 milyar
bintang dalam kelompok atau Galaxy yang melingkungi dia Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil
Qur’an, menjelaskan ayat ini mengisyaratkan bahwa keindahan adalah salah satu tujuan dari
penciptaan langit. Ia tidak hanya diciptakan dengan ukuran besar, tidak sekedar apik, tetapi semua
keindahan tampil dalam setiap unsur dan tampilan dari koordinasi setiap unsur Orang yang
memandang wajahnya ke langit dimalam gelap gulita disaat bintang-bintang menyebar dengan
cahayanya, lalu cahayanya meredup, mata secara perlahan mengalihkan pandangan serupa juga
terjadi dimalam purnama disaat bulan tampil sempurna dan alam sekitarnya terkantuk-kantuk
seolah-olah ia menahan nafasnya dan tidak membangunkan malam yang sedang menikmati
kebahagian. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Al-Hijr:( 15 ): 16 menjelaskan
tentang gambaran keindahan langit berupa planet dan bintang-bintang, yang bergermilapan
sehingan itu menjadi gambaran yang nyata. C. MANFAAT KEINDAHAN MENURUT ALQURAN
Sebagaimana telah diketahui banyak ayat-ayat Alquran yang telah membicarakan tentang konsep
keindahan, yang dalam hal ini ayat-ayat Alquran yang membahas tentang manfaat keindahan
diantaranya adalah, Q,S, Qaf ayat: 6-11. Q.S, An- Naml ayat: 60. Q,S, An-Nahl Ayat: 5-6. Q,S, An-
Nahl ayat: 8. Q,S An- Nahl ayat: 14. Q,S, Al-Khafi ayat: 7, Q,S, Al-A’rāf ayat: 31. 1. Menjadikan
pelajaran dan peringatan Q.S, Qaf ( 50): 6-11 (Ov=o(µ& (#µ©l^Zt v<e) e'!-¢0TT9-#
(M¹¸o°|uo( ¢#.ç. -¢¸~o+.t±t/ -¢¸~•+|¢uµ -tBuµ -oìµ; eB 8쵩\( ·e
uv|u{-#uµ -¢¸~tP|-uZ.o).9µ&uµ-¢¸~tP|¢tB -tke( ,©©÷uµu -uZ|uu;/Pµ&uµ
-tke( eB c~'. sì|µ¢ 8ke¸t/ ·Z Zou©·|7o? 3t..euµ 3 c~'3e9 7|6t©
5=e+B ·V -uZ.9•tPuµ ,eB e'!-¢0TT9-# |'!-tB °Z.t~t6B -uZ|Iu;/Pµ÷o(
÷eµe/ ;M~•Z¢¸ T=¢µuµ e©·tt.:-# ·®~|•Z9-#uµ ;M~o)©-t/ -oì°; ©¦(=o·
©©®+P ·_ -|°._q e-t6e\(=e¢9 ( -uZ|u(µµ&uµ ÷eµe/ Zot-(#t/ -I.•B
4 ¢7e9÷çç. ¹ìµ©\.:-# ·__ Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah
Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah SWT. berfirman, Tidakkah mereka melihat langgit yang telah kami
ciptakan yang berhiaskan berbagai bintang dan planet serta bumi yang telah kami hamparkan dan
kami luaskan kemudian kami letakkan gunung-gunung yang kukuh untuk mencegah
keguncangannya dan kami tumbuhkan diatas permukaannya segala macam pasangan tanaman
yang sangat indah dipandang mata. Allah menciptakan semua itu untuk menjadikan pelajaran dan
peringatan bagi hamba-hamba Allah yang selalu mengingat kepadanya dan menyadari kekuasaan
serta kebesaranya. Selanjutnya Allah berfirman. Dan kami menurunkan air dari langit yang
membawa berkah dan bermanfaat, dengan air itu kami tumbuhkan pohon-pohon yang
membentuk taman-taman dan kebun-kebun serta biji-bijian yang dapat diketam. Juga pohon-
pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang bersusun-susun telah tumbuh dengan
suburnya berkat air hujan yang diturunkan oleh Allah dari lagit, semuanya itu sebagai pemberian
rezeki Allah kepada hamba-hambanya. Dan sebagaimana Allah dapat menghidupkan tanah yang
sudah mati ( gersang ) dengan air hujan. Dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa, aneka jenis
tumbuhan dengan keistimewaannya masing-masing tumbuh dari air dan tercurah dari lagit, itu
saja sudah menunjukkan betapa kuasanya Allah SWT. Ditambah lagi bahwa aneka tumbuhan itu
disamping bermanfaat juga indah dipandang mata. Dengan demikian, ini semua seharusnya lebih
mengundang manusia untuk bersyukur sekaligus kagum kepada sang pencipta. Dalam Tafsir Al-
Azhar menjelaskan “Apakah tidak mereka lihat kepada langit yang ada diatas mereka. Dia berupa
pertanyaan, tetapi mengandung ajakan dan seruan. Menegadahlah keatas dan lihatlah langit yang
tinggi itu, dengan warnanya yang biru jernih disiang hari dan bintang berkelap kelip dimalam hari,
cobalah renungankan “Betapa kami membangunkannya dan kami perhiasi dia,” alangkah
indahnya bangunan itu. Apabila mansia berperasaan halus, tidaklah dia akan pernah merasakan
bosan melihat kehebatan bangunan langit. “Dan tidak ada padanya keretakan.” Tidak ada padanya
kebocoran, sehingga walaupun bagaimana lebatnya hujan, bukanlah langit yang tiris. Keretakan
itu dapat diartikan kebesaran Ilahi yang manusia tidak dapat mencapainya karena terlalu tinggi.
“Dan bumi pun kami hamparkan dia dan kami letakan padanya gunung-gunung.” Dapat kita
rasakan ketika kita berdiri diatas lereng gunung yang agak tinggi maka berhamparlah bumi
dibawah kita. “Dan kami tumbuhkan padanya tanaman-tanaman yang indah.” Ini pun dapat kita
rasakan bila kita perhatikan perbedaan padang pasir yang kering gersang dengan bumi yang subur
dengan tumbuh-tumbuhan. Bagaimana Allah mengatur keindahan alam dengan adanya tanaman-
tanaman, tumbuh-tumbuhan, dan pohon-pohon, serta rumpu-rumput, yang semuanya itu
memberikan kedamaian pada jiwa kita. “Untuk menjadikan pelajaran dan peringatan bagi tiap-
tiap hamba yang ingin kembali.” Dalam ayat ini dijelaskan apa gunaya Allah menganjurkan kita
untuk melihat alam dan ciptaan Allah yang lainnya, agar kita menjadikannya peringatan,
bahwasanya itu berdiri adalah atas kehendak maha kuasa Allah. “Dan kami turunkan air dari langit
yang banyak mengandung berkat.” Diturunkan air dari langit; air itu ialah air hujan dan langit itu
ialah tampak yang tinggi. Air itu membawa berkat ke atas bumi ini. Didalam ayat yang lain, yaitu
dalam Surat 21, Al-Anbiya’ ayat 30: (Oo9uµµ& tt t¸¦e°v!-# (#µ©çç. •|µ&
eN÷uu~¢0TT9-# uv|u{-#uµ -tutP°2 -Z).?u -¢0¹¸~o+.)tuço( ( -o+(=¢\¢¸uµ
,eB e'!-¢0.9-# •~'. >'(©ç÷ ~_©¢µ ( ço(µ& t|u©ZeB|o© ·c Berdasarkan
kepada ayat ini, maka dalam zaman modern abad kedua puluh ini dibeberapa padang pasir yang
kering di Libya, di Saudi Arabia dan lain-lain. Orang mempergunakan alat-alat berat buat mengali
tanah mengeluarkan air dari bumi yang kering, sehingga timbullah air dan padang pasir yang
beribu tahun lamanya kering gersang sudah mulai dapat ditanami, sebab air adalah jadi
bergantung hidup. “Banyak mengandung berkat.” Sehingga karena air tanaman hidup, dan karena
tanaman hidup manusia pun dapat pula melanjutkan hidup ditempat itu; “Maka kami tumbuhkan
dengan dia kebun-kebun dan biji tanaman yang diketam.” Ayat ini pun memperluas fikiran kita
manusia untuk betani, yang memberikan hasil berlipat ganda bagi penghidupan. Didalam ayat
dikelaskan bahwa turun air hujan dari langit itu penuhlah dengan berkat, membawa kesuburan
dan kekayaan bagi hidup manusia. “Dan pohon korma yang menjulang tinggi, baginya ada mayang
yang bersusun-susun.” Ayat ini pun membayangkan keindahan yang akan dapat kita lihat
bilamana kita mengembara dinegara-negara yang subur padanya pertumbuhan korma. Ataupun
didaerah-daerah lain di Aljazair menuju Morokko, tinggi-tinggi menjulang, dan kelihatan
mayangnya bersusun-susun, dalam tiap-tiap susunan itu kelihatan buahnya. Pada musim panas
buah kurma kering dan masak sehingga korma menjadi makanan yang mengenyangkan dan sama
kenyangnya ketika kita memakan nasi. “Rezeki bagi hamba-hamba.” Yaitu hamba Allah. “Dan kami
hidupkan dengan dia negeri yang telah mati.” Artinya ialah bahwa dengan datangnya hujan, maka
negeri-negeri yang telah mati dapat hidup kembali, yang lesu dapat menjadi segar; “seperti itu
jualah kebangkitan.” Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Quran, menjelaskan bahwa bumi yang
membentang, gunung-gunung yang kukuh, dan tanaman yang elok mengilustrasikan kestabilan,
kekukuhan dan keindahan bagi mata melihat kelanggit didepan pemandangan bangunan langit
yang tinggi nan elok dan bumi yang membentang kukuh dan indah, Allah menyentuh kalbu kaum
musyrikin mengarahkan kesalah satu sisi hikmah penciptaan dan kepermukaan lembaran
Makrokosmos itulah pelajaran yang dapat menyingkapkan hijab, menyinari pandangan membuka
kalbu, dan menautkan ruh dengn mikrokosmos yang menekjubkan ini keindahan ciptaa, hikmah,
dan keteraturan yang ada dibalik semua itu merupakan pelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh
setiap hamba yang kembali, yaitu hamba yang pulang kepada tuhan dengan segera. Itulah
komunikasi antara kalbu manusia antara dengan aneka pengaruh alam semesta yang indah dan
mempesona. Air yang turun dari langit merupakan tanda yang menghidupkan kalbu mati, sebelum
ia menghidupkan kalbu yang mati, sebelum ia menghidupkan bumi yang mati, pemandangan itu
tentu saja memiliki dampak yang khas terhadap kalbu hujan juga menyenangkan anak-anak dan
membuat hatinya berbunga-bunga. Tetapi hati orang dewasa pun yang peka merasa senang
dengan pemandangan itu dan hatinya bertepuk tanggan seperti halnya kalbu anak-anak yang
masih fitrah. Disini Allah menyipati air dengan keberkahan sebagai sarana untuk aneka biji, buah,
benih dan pohon kurma, dia menyifati pohon kurma dengan ketinggian dan keindahan
Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, Qaf (50): 6-1, menjelaskan bermacam-
macam aneka tumbuhan yang terlihat indah yang diciptakan Allah seperti air hujan, yang
semuanya itu banyak manfaatnya bagi manusia maupun bagi mahluk dan tumbuhan yang
lainnnya. Dan menjadi pelajaran dan peringatan terhadap umat manusia. 2. Pembuktian dan
kebesaran Allah Q,S. An- Naml ( 27) : 60 (•Bµ& t,v=¢{ eN÷uu~¢0TT9-# uv|u{-#uµ
tAtPµ&uµ N^6o9 CeiB e'!-¢0TT9-# |'!-tB -uZ|uu;/Pµ÷o( ÷eµe/ t,_÷!#¢tv
ç#o 7t¢|(¸t/ -•B _°2 (O'3o9 |µ& (#uIe6.±\? !-¢ot¢|çv 3 ·µ~o9e'µ& ¢¦•B
÷!-# 4 |~t/ |N\o ·H|uo° t|u'9e|\t ·e Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah
Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier Allah SWT. berfirmannya, bertanya dalam nada ingkar kepada
orang-orang musyrikin yang menyekutukan tuhan-tuhan lain kepada Allah di dalam persembahan
mereka: “Allah-kah yang lebih baik ataukah tuhan-tuhan yang mereka persekutukannya kepada
Allah, atau siapakah yang telah menciptakan lagit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya,
berupa bintang-bintang planet-planet, bukit-bukit, lautan yang luas dan pohon-pohon serta
tanaman yang beraneka ragam, binatang-binatang yang melata maupun yang berkaki yang empat,
dua dan sebagainya. Dan siapakah yang telah menurunkan air untukmu dari langit, kemudian
dengan air itu tumbuh berbagai macam tanaman dan pohon-pohon serta beraneka bunga yang
membentuk kebun-kebun yang memberi pemandangan yang indah yang kesemuanya itu adalah
diluar kekuasaan manusia untuk menumbuhkannya. Dalam Tafsir Al- Misbah menjelaskan bahwa,
ayat di atas masih melanjutkan perbandingan antara Allah dengan sembahan-sembahan kaum
musyrikin, setelah ayat yang lalu menekankan pembicaraan tentang tindakan Allah terhadap para
pembangkang serta penyelamatan serta kedamaian yang dianugerahkannya kepada hamba-
hambanya yang taat, kini ditonjolkan ciptaan Allah swt. agar dibandingkan dengan apa yang dapat
dilakukan oleh siapapun selainnya. Ayat diatas mempertanyakan tentang penciptaan guna
membuktikan keesannya sekaligus mengigatkan manusia tentang nikmatnya. Ia menyatakan,
apakah berhala-berhala yang kamu sembah itu lebih atau apakah siapa yakni atau apakah dia
yaitu Allah yang telah menciptakan tanpa contoh sebelumnya lagit dan bumi dan yang
menurunkan air hujan untuk manfaat kamu bukan untuk Allah, itu dia turunkan dari langit melalui
hukum-hukum alam yang ditetapkannya, lalu kami maha kuasa untuk menumbuhkannya yakni
dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sukai walaupun kamu
merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat bergerak dan merasa tidak mampu menumbuhkan
pohon-pohonya apalagi berhala-berhala yang kamu sembah tapi tidak hidup? Tentu tidak! Jika
demikian apakah disamping Allah ada tuhan yang lain. Ada pengalihan redaksi dari persona ketiga
pada firmannya: siapa yang telah menciptakan lagit dan bumi dan seterusnya, ke persona pertama
lalu kami menumbuhkan dengannya kebun-kebun. Peralihan ini bertujuan menekankan
kemahakuasaan Allah untuk menumbuhkan dengan air yang sama beragam tumbuhan dan
beragam rasa juga untuk mengisyaratkan adanya keterlibatan manusia dalam penumbuhanya
berbeda dengan penciptaan lagit dan bumi serta karena tidak satu pun yang mengaku
menciptakan lagit dan bumi serta turunya hujan. Dalam penciptaan dan bumi tidak ada yang
terlibat hanya Allah sendiri, ada pun penumbuhan tumbuhan maka tidak jarang manusia memiliki
keterlibatan dalam penumbuhan melalui penanaman benih dan pengairan serta pemeliharaan
tumbuhan. Karena pengalihan redaksi sebagaimana terbaca diatas dan karena itu pula digunakan
kata kami untuk mengisyratkan keterlibatan itu. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan sebagai
sambutan dari pertanyaan yang sebelumnya, dating lagi pertanyaan Tuhan: “Atau, siapakah yang
menciptakan semua langit dan bumi?” Siapa yang menciptakan langit yang berlapis tujuh itu?
Langit yang indah tempat kita bernaung, dihiasi dengan bintang-bintang yang mengagumkan itu?
Bumi, yang dijadikan hamparan tempat manusia berdiam, yang segala sesuatunya penuh dengan
warna dan keindahan. Dan segala sesuatunyamenyimpan kekayaan yang tidak kunjung habis. “
Dan telah menurunkan kepada kamu air dari langit,” maka dari air itulah pangkal hidup, baik
binatang atau tumbuh-tumbuhan dan suburlah alam. “Lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-
kebun yang indah permai.” Termasuklah didalamnya sawah ladang. Termasuklah didalamnya
berbagai kebun besar ditanah-tanah yang luas, yang ditanami oleh manusia dengan secara teratur
menurut ilmu pengetahuan tentang bumi. Lalu ditegaskan supaya manusia jagan lupa. “ Tidaklah
ada upaya kamu buat menumbuhkan pohonnya.” Manusia hanya menanamkan. Adapun yang
menumbuhkan hanya semata-mata. Suburnya padi bergantung kepada penanaman dimusim
hujan. Ini semua di insafi oleh manusia. Sebab itu datanglah ini pertanyaan: “ Adakah Tuhan lain
selain Allah.” Setelah manusia merenungkan kejadian langit dan bumi itu, dan setelah manusia
melihat bagaimana turunnya hujan membawa air untuk menyiramdan menyuburkan bumi sampai
timbul kebun-kebun, sawah ladang dan tanaman-tanaman yang indah, pastilah sampai fikiran
manusia kepada maha pencipta. Dari bekas yang diciptakan timbullah kesan tentang kebesaran
yang menciptakan. Disinilah timbul dengan sendirinya pertanyaan sebagai terlukis dalam ayat-
ayat ini. “ Adakah tuhan lain bersama Allah.” Pasti jawabannya dalam hasil fikiran yang murni, “
tidak ada!” Maka orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, yang mengakui bahwa ada pula
tuhan selain Allah, adalah orang yang tidak jujur. Orang yang mendustai fikirannya yang murni.
Diakhir ayat dikatakan: “Bahkan mereka adalah kaum yang berpaling.” Yang berpaling dari
kebenaran, berpaling dari garis lurus logika fikiran. Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, air
hujan yang diturunkan juga merupakan hakikat yang dapat disaksikan dan tidak mungkin dapat
diingkari, seseorang tidak memiliki alasan untuk mengingkarinya selain harus berikrar bahwa ia
memiliki penciptaan yang mengatur. Dia telah menciptakan langit-lagit dan bumi dengan aturan
yang sesuai dimana yang itu memungkinkan turunya hujan dengan kadar tertentu yang membuat
adanya kehidupan seperti ini, maka tidak mungkin hal itu terjadi dengan kebetulan kemudian
kebetulan-kebetulan itu bersepakat datang dengan tertib dan teratur rapi dengan ukuran yang
rapi. Pertimbangan turunya hujan itu erat sekali dengan hajat mahluk hidup khususnya manusia
pengkhususan itu tampak dalam Alquran dalam firman Allah: “Dan yang menurunkan air untukmu
dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah.”
Alquran mengarahkan hati-hati dan pandangan pada jejak-jejak dan unsur-unsur penghidupan
yang ada dalam air yang turun untuk manusia sama dengan kebutuhan hidup mereka, jejak-jejak
dan pengaruh itu sering mereka lalaikan, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang
berpemandangan indah. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, An-Naml (27): 60
menjelaskan tentang pembuktian Allah terhadap kekuasaan dan kebesarannya kepada orang yang
menyembah selain Allah, dan bukti-bukti tersebut berupa tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon, dan
binatang yang bermacam-macam selain indah dipandang juga banyak sekali manfaatnya bagi
manusia. 3. Kegunaan binatang ternak yang bermacam-macam Q.S, An-Nahl ( 16 ): 5-6
,O~¢\|Pu{-#uµ -¢¸o)v=¢, 3 |N^6o9 -¢¸e( \'(-e ¹¦e~o+tBuµ -¢¸|+eBuµ
t|u\=^2(÷o? ·e |N'3o9uµ -¢¸e( ¹A-uHoo (¹eµ t|utc\? t¸¹evuµ t|u©µu(sv~
·e Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier Allah
SWT. berfirman, menyebut-nyebut beberapa diantara nikmat-nikmatnya. Bahwa dia telah
menciptakan binatang-binatang ternak, seperti unta, sapi, dan kambing yang dapat diambil
manfaatnya oleh manusia; kulit dan bulunya untuk dijadikan pakian yang member kehangatan
badan, susunya dapat diminum dan dagingnya dapat dimakan, selain itu binatang-binatang ternak
itu juga dapat memberikan keindahan Dalam Tafsir Al- Misbah menjelaskan bahwa, Allah telah
menciptakan binatang ternak, dia telah menciptakannya memiliki keistimewaan antara lain
memiliki bulu yang dapat menhangatkan kamu dan terdapat nikmat makan yang menyangkut
nikmat Allah SWT dan pada gilirannya menuntut kesinambungan mensyukurinya. Ayat ini
mengaris bawahi, nikmat keindahan. Ia melepas kendali kepada manusia untuk memandang
keindahan, menikmati dan melukiskannya sesuai dengan subjektivitas perasaannya. Demikian
kesan yang muncul ketika membaca ayat yang redaksinya berbicara tentang keindahan secara
lafaz ini. Ini mengantarkan kita berkata bahwa Alquran mengakui subjektivitas seniman dan seni
dapat diekspresikan oleh siapa pun , perorangan atau kelompok masyarakat budaya dan
kecenderungan masing-masing. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “ Dan bintang-bintang ternak
itu, Dia jadikan itu buat kamu.” Ada kerbau, sapi, kambing, dan lain-lain, semuanya dijadikan atau
dijinakan buat kamu: “Padanya ada kehangatan dan banyak manfaat dan dari padanya kamu
makan. Kehangatan kamu dapat dari bulunya, yang dapat kamu tenun menjadi pakaian kamu, dan
berbagai manfaat yang lain, misalnya kulitnya untuk sepatu dan lain-lain, dan dari padanya yaitu
dari dagingnya kamu makan, Daging menjadi sangat penting sebagai gizi penguat badan. “Dan
untuk kamu padanya ada keindahan, seketika kamu kembalikan dan seketika kamu keluar.”
Amatlah indahnya seketika kamu mengembala mengiringi binatang-binatang itu dipetang hari dari
padang kembali kedalam kandangnya, betapa di beriring-iring dengan perut kenyang ; anak-
anaknya mengiringi induknya. Dan amat indahnya lagi seketika dia keluar pagi-pagi dibuka lagi
pintu kandangnya lalu dihalaukan lagi ke padang rumput yang subur itu. Dengan secara pendek
ayat ini telah menanamkan rasa seni dalam jiwa manusia. Misalnya dilereng bukit rumputnya
subur, matahari telah condong ke barat, gembala menghalaukan dengan tongkat ditanggan.
Apabila itu dilihat, timbullah rasa keindahan dalam jiwa, dan ingatlah kita akan sumber aslinya
segala keindahan. Al-Jamal, yang mendapat sebutan terang pada ayat ini. Sedangkan menurut
Tafsir Fi Zhilalil Quran, menjelaskan bahwa dalam lingkungan diturunkan pertama kali, dan
tentunya lingkungan seperti itu banyak, di setiap lingkungan sawah ladang dan lingkungan-
lingkungan perkebunan tetap mendominasi dunia sampai hari ini. Dalam lingkungan yang
demikianlah tampak nikmat binatang ternak yang tampaknya anak keturunan adam tidak akan
bias hidup. Binatang ternak yang dulu pernah hidup dan dikenal di jajirah arab adalah unta, sapi,
domba, dan kambing, Adapun kuda bighal dan keledai hanya digunakan sebagai kendaraan dan
perhiasan serta tidak dimakan dagingnya. Oleh karenanya, ketika dikemukakan nikmat ini disini,
Alquran mengingatkan bahwa semua itu adalah sarana yang sangat dibutuhkan manusia, lantaran
kecintaan mereka kepadanya pada binatang ternak terdapat yang menghangatkan (bulu) dari jenis
kulit, wol, kapas, dan rambut semua ini banyak manfaatnya bagi manusia, begitu pula yang
terdapat pada susu, daging, dan lain sebagainya. Dari situlah kita makan dagingnya, susu dan
minyaknya selain itu, pada binatang ternak yang memikul beban kesuatu negeri yang jauh ada
hikmahnya bahwa kita tidak akan sanggup sampai kenegeri tersebut melainkan dengan bersusah
payah. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat Q.S, An-Nahl (16): 5-6 menjelaskan
tentang binatang-binatang ternak yang yang banyak sekali manfaatnya, binatang tersebut selain
diambil dagingnya biasa juga dimanfatkan sebagai binatang tunggangan dan kulit binatang juga
digunakan sebagai baju untuk melindungi panas dan dingin. Q.S, An-Nahl ( 16 ): 8 ~.o.:-#uµ
tA-t(e7.9-#uµ ue0¢o.9-#uµ -¢ou62|tIe9 ZtuZeuµ 4 ¹,\=.ouµ -tB e
t|u¹0v=|\o? ·V Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu
Katsier Allah SWT. berfirman, ini adalah jenis lain dari binatang-binatang yang diciptakan Allah
untuk hamba-hambanya umat manusia, yaitu kuda, baghal, (peranakan kuda dan keledai) dan
keledai diciptakan Allah menjadi binatang tunggangan dan juga binatang perhiasan yang member
keindahan pandangan. Dalam Tafsir Al- Misbah menjelaskan bahwa, siapa yang memandang kuda-
kuda yang tangguh dan kuat, atau binatang lain, maka hatinya akan berdecak kagum karena
keindahannya, dan bukan hanya itu sebagai alat transportasi dan hiasan, tetapi dia, yakni Allah
Swt, secara terus menerus menciptakan aneka ciptaan baik alat transportasi maupun perhiasan
apa yang tidak mengetahuinya sekarang tetapi kelak akan kamu ketahui dan gunakan jika kamu
mau berpikir dan mengarahkan segala potensi yang ada, dan Allah menciptakan juga apa yang
kamu tidak akan mengetahuinya sama sekali hingga ciptaan itu kamu lihat dan ketahui Dalam
Tafsir Al-Ahzar menjelaskan “Dan kuda, baghal dan keledai untuk kamu tungagi dia dan jadi
perhiasan.” Sehingga belum lama berlalu masanya, bahwa kuda tunggangan adalah merangkap
menjadi kendaraan dan perhiasan. “Dan dia jadikan pula apa yang tidak kamu ketahui.” Tuhan
hanya memberikan syarat bahwa disamping binatang-binatang ternak untuk kendaraan, yaitu
kuda, baghal, ( peranakan diantara keledai betina dengan kuda jantan, sehingga baghal itu
badannya sebesar badan kuda, tetapi berbentuk keledai dengan telinga besar), dan keledai, dan
ada pula dijadikan Tuhan kendaraan lain yang kita tidak tahu. Niscaya menjalarlah fikiran kita
didalam menafsikannya. Apa yang diketahui Tuhan iala yang tidak diketahui manusia dizaman
Alquran turun? Yang diabad kita ini telah diajarkan Tuhan kepada manusia yaitu kendaraan
bermotor, mobil, dan lain-lain. Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, menjelaskan ayat ini
mengandeng ayat yang menerangkan penciptaan binatang ternak untuk dimakan, ditunggangi dan
dijadikan sebagai perhiasan, kuda binghal dan keledai diciptakan tidak lain untuk diunggangi dan
sebagai perhiasan agar kesempatan senantiasa terbuka lebat kepada hal-hal yang baru dan
fasilitas-fasilitas kendaraan angkutan, tunggangan dan perhiasan yang jelas, tashawwur mereka
tidak akan tertutup diluar batasan-batasan lingkungan ini, diluar batasan-batasan zaman yang
menaungi mereka, untuk itu maka Allah menginginkan agar manusia memahami lebih lanjut,
hikmat dibalik apa yang berada dialam wujud ini disetiap tempat dan masanya, dimana disana
tersimpan fenomena-fenomena lain, sehingga tashawwur dan jangkauan mereka menjadi lebih
luas dan jauh kedepan. Selain itu Allah juga menginginkan agar mereka segera merespon ketika
ada dan tersingkap fenomena-fenomena lain tersebut, bukan hanya sekedar lewat dan
menyaksikannya begitu tanpa mengunakan dan mengambil manfaat yang baik dari padanya
begitu pula sebagainya, agar mereka jangan berucap. “ Bapak-bapak kami hanya menggunakan
binatang-binatang ternak tersebut.( kuda binghal dan keledai ). Maka kami pun demikian tidak
mengunakan selain yang mereka, pernah gunakan itu bukan Alquran hanya menyebutkan jenis
binatang-binatang ternak ini saja lalu bagaimana mungkin kami mengunakan selainnya.
Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa ayat Q.S, An-Nahl (16): 8, menjelaskan bahwa Allah
menciptakan binatang berupa keledai untuk tunggangan dan juga binatang perhiasan yang
memberi keindahan pandangan. Jadi selain binatang tersebut indah dipandang tapi binatang
tersebut bermanfaat bagi manusia untuk ditunggangi. 4. Sebagai Cobaan atau Ujian Q,S. Al-Khafi
(18): 7-8 -+Pe) -o+(=¢\¢¸ -tB v?t© ·v|u{-# Zto+e -oì°; (O\ouu\=|7o+e9
|N¿kµ& ¹,T(µµ& Oç¢0t© -+Pe)uµ t|u\=e\~¢|o9 -tB -tk|v=t| #+e\,=
#•©©¸ Ayat tersebut termasuk golongan ayat surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah
SWT. berfirman, dalam ayat yang telah lalu, Allah menghibur Rasulnya, Muhammad Saw. Yang
bersedih hati, karena kaumnya yang berkepala batu dan engan beriman kepadanya,’’ Janganlah
engkau bersedih hati dan membinasakan dirimu, menyesalkan tindakan mereka yang enggan
beriman, sampaikanlah risalahku kepada mereka, barang siapa diberi hidayah ( mengikuti
petunjuk ) maka itu untuk kepentingan dirinya sendiri dan barang siapa yang tersesat, maka itu
adalah untuk kerugian dirinya sendiri. Kami jadikan dunia ini tempat tinggal tidak kekal, tempat
berikhtiar dan berusaha bukannya tempat tinggal yang kekal dan abadi. Kemudian ayat yang
selanjutnya Alla SWT, berfirman dan kami jadikan apa yang ada diatas bumi ini sebagai perhiasan,
untuk menguji siapa diantara mereka yang paling baik amalnya. Dalam Tafsir Al- Misbah
menjelaskan bahwa, setelah ayat yang lalu melarang Nabi Muhammad saw. Terlalu bersedih atas
penolakan kaum musyrikin, ayat ini menjelaskan bahwa menjadikan mereka beriman adalah di
luar kemampuan Nabi Muhammad saw. Karena Allah menciptakan setiap orang dengan potensi
untuk berbuat baik atau jahat, dan menyediakan pula sarana ujian, sehingga masing-masing
dipersilahkan untuk memanfaatkan potensi dan petunjuk Allah tanpa pemaksaan dari
siapapun,ayat ini melukiskan hal tersebut dengan firmannya: Sesungguhnya kami telah
menjadikan segala apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya yakni bagi bumi dan padangan
indah pula oleh penghuni-penghuninya, agar kami menguji mereka melalui mereka melalui apa
yang terdapat apa yang terdapat di bumi dan yang menjadi hiasan itu, sehingga kami dapat
mengetahui dalam kenyataan, seperti apa yang telah kami ketahui dalam ilmu kami yang azali,
siapa diantara mereka yang terbaik amalnya yakni yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan
tuntunan kitab suci. Dan sesungguhnya kami pada akhir perjalanan hidup manusia di dunia ini,
demikian juga menjelang kiamat nanti, benar-benar akan menjadikan pula apa yang diatasnya
termasuk aneka hiasannya menjadi tanah rata lagi tandus walau sebelum itu, bumi hijau dan
subur, penuh dengan berbagai bentuk keindahan hidup. Ayat ini menjelaskan hakikat kehidupan
duniawi yaitu bahwa jiwa manusia pada mulanya adalah jiwa yang suci, luhur dan tinggi, tidak
cenderung kepada kehidupan duniawi yang rendah, tetapi Allah swt. telah menetapkan bahwa
jiwa itu tidak dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagiaannya yang abadi kecuali dengan
akidah yang benar serta amal-amal shaleh. Untuk itu Allah swt. mengantarnya menuju akidah
yang benar dan amal shaleh serta menempatkannya di arena dan saranan penyucian jiwa yakni
menempatkannya di dunia untuk waktu tertentu dengan jalan menjadikan jiwanya memiliki
hubungan dan kecenderungan ke bumi melalui kenyamanan hidup seperti, harta anak dan
kedudukan. Dengan demikian, apa yang ada di bumi terlihat indah dalam pandangan manusia,
hiasan-hiasan duniawi disukainya, dan atas dasar itu pula jiwanya cenderung kebumi merasa
tenang kepadanya. Nah, apabila waktu yang ditentukan Allah untuk keberadaannya di bumi telah
berakhir, yakni setelah rampung masa ujian dan masa penyucian jiwa, Allah swt. mencabut
hubungan dan kecenderungan masing-masing manusia kepada bumi serta menghapus keindahan
dan hiasan dunia dalam pandangannya, Ketika itulah dunia dilihatnya bagaikan tanah yang
gersang tanpa tumbuhan dan keindahan dan ia pun dipanggil kembali menghadap Allah dalam
keadaan sendiri sebagaimana ia datang ke bumi sendirian. Perlu digaris bawahi bahwa menjadikan
bumi indah bukan saja untuk kepentingan pemuasan rasa manusia, tetapi juga sebagai pendorong
aktivitasnya serta merupakan salah satu yang dapat mengantar nalar manusia meyakini wujud dan
keesaan Allah. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lalu Allah melanjutkan sabdanya:“
sesungguhnya telah kami jadikan apa yang ada dibumi ini sebagai perhiasan baginya.” Artinya,
bahwasanya segala yang ada dimuka bumi ini adalah perhiasan bagi bumi ini sendiri. Ada gunung-
gunung, danau dan laut, sawah dan ladang. Demikian juga binatang-binatang dengan berbagai
warna dan perangi, ada yang liar dan jinak. Demikian juga tumbuh-tumbuhan, dari kayu dihutan
sampai rumput yang sehelai. Semuanya itu adalah perhiasan bagi bumi ini. Bahkan ada perhiasan
yang tersembunyi, digali baru keluar, sebagai emas dan perak, intan dan berbagai permata. Guna
apa semaunya itu dijadikan perhiasan bagi bumi. “Karena kami hendak menguji mereka, siapa
diantara mereka yang baik amalnya.” Ditakdirkan Allah hiduplah memenuhi bumi ini. Maka
berlombalah manusia mengambil atau menggali atau mencari yang tersembunyi dari perhiasan-
perhiasan yang ada dimuka bumi itu untuk kepentingan hidupnya. Manusia berlomba
menghasilkannya, tetapi manusia diuji dalam perlombaan itu; mana yang bekerja baik dan mana
yang bekerja buruk, mana yang jujur dan mana yang curang. “ dan sesungguhnya kelak akan kami
jadikan apa yang ada diatasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” Artinya: Tidaklah ada yang kelak
diatas pemukaan bumi ini. Mulanya nampak bumi berhias dengan berbagai warna, namun
kelaknya perhiasan itu akan hilang. Bumi akan rata dan tanahnya akan tandus. Satu bangsa
bermegah naik, kemudian jatuh, satu pemerintah mulanya kuat menjadi roboh. Manusia penghuni
dunia yang berlomba itu pun sehabis berpayah-payah berlomba-lomba hilanglah dari permukaan
bumi dan tidak kembali lagi. Sedangkan menurut Said Quttub dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an
menjelaskan Allah maha tahu. Akan tetapi, Allah pasti mebalas perbuatan yang berasal dari
hamba-hambanya dan apa yang berhak mereka terima atas amal-amal mereka dalam kehidupan
dunia ini. Sedangkan, tentang orang –orang yang tidak berbuat baik, Allah tidak menyebutkan
karena dapat dipahami dengan jelas dari pernyataan tersebut. Akhir dari perhiasan itu pasti
terjadi, karena bumi pasti kembali bebas darinya dan orang-orang yang berada diatasnya pasti
berubah menjadi rata, kering, keras, dan tandus. Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa ayat
Q.S, Al-Khafi (18): 7-8 menjelaskan bahwa Allah memberikan anugerah berupa potensi akal yang
banyak sekali manfaatnya karena dengan adanya akal manusia bisa membedakan mana yang baik
dan yang buruk sehinga potensi akal itu dijadikan indah bagi orang yang berfikir dan semuanya itu
adalah ujian dan cobaan. 5. Penutup Aurat dan berpakaian yang bagus serta berhias. Q,S. Al-A’rāf
(7) : 31 ¸©_¸t6~t tH¢#u' (#µ'\{ |/'3tIt±e ¢Ze© c~'. 7|(TtB (#u\=^2uµ
(#u/u]°-#uµ euµ (#)u\(e(s\~ 4.µ+Pe) e =et' t¸¹e(e(s¹0.9-# Ayat tersebut
termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier berpendapat bahwa, ayat
ini sebagai penolakan atas pendapat kaum musyrikin yang tawaf di Ka’bah dengan telanjang.
Karena itu Allah dalam ayat yang menyeru berpakaian terutama yang menutupi aurat. Juga
dianjurkan supaya memakai pakaian yang bagus pada tiap ibadah di mesjid untuk shalat atau
tawaf. Maka karena inilah Nabi Saw, menganjurkan supaya berpakaian yang bagus indah ke shalat
jum’at, hari raya dan juga berharum-haruman dan mengosok gigi. Ibnu Abbas ra. Berkata, bahwa
Rasulullah saw. Bersabda: نع رٌبج نب دٌعس نع مٌشخ نبا نع ىكملا ءاجر نب ا دبع انأبنا حابصلا نب دمحم انثدح
لاق سابع نبا; نإو مكاتوم اهٌفونفكو مكب اٌث رٌخ نم اهنإف ضاٌبلا مكباٌث نم اوسبلإ :م ص ا لوسر لاق هنإف دمثلا مكلاحكارٌخ
رعشلا تبنٌورصبلاولجٌDalam Tafsir Al- Misbah, menjelaskan hai anak-anak Adam, pakailah pakaian
kamu yang indah minimal dalam bentuk menutup aurat, karena membukanya pasti buruk.
Lakukan itu disetiap memasuki dan berada di mesjid, baik mesjid dalam arti bangunan khusus,
maupun dalam pengertian luas, yakni persada bumi ini, dan makanlah makanan yang halal, enak,
dan bermanfaat lagi bergizi, berdampak baik serta minumlah apa saja, yang kamu sukai selama
tidak memabukkan tidak juga mengganggu kesehatan kamu dan jaganlah berlebih-lebihan dalam
segala hal, baik dalam beribadah dengan menambah cara atau kadarnya demikian juga dalam
makan dan minum atau apa saja, karena sesunguhnya Allah tidak menyukai, yakni tidak
melimpahkan rahmat dan ganjaran bagi orang yang berlebih-lebihan dalam hal apa pun. Dalam
Tafsi Al-Azhar menjelaskan sekarang datanglah tuntunan Allah, bagaimana adab sopan-santun bila
mana hendak menghadapkan wajah kepada Allah itu. “Wahai anak-anak Adam! Pakailah
perhiasan kamu pada tiap-tiap mesjid.” Dengan menyampaikan seruan kepada seluruh anak
Adam, dapatlah kiata fahamkan bahwa Agama Islam ini bukanlah khusus untuk suatu bangsa saja,
melainkan benarlah bahwa Muhammad saw, itu rahmat bagi seluruh alam. Laki-laki dan
perempuan disini diperintahkanlah kepada mereka, tegasnya kepada kita semuanya bahwa kaluar
kita masuk ke suatu mesjid, artinya kalu kita hendak bersujud sembahyang, karena arti asal dari
mesjid ialah tempat sujud, hendaklah kita memakai perhiasan. Artinya hendaklah memakai
pakaian yang pantas dan yang terasa oleh hati kita sendiri bahwa begitulah yang pantas. Selain
dari itu dapat pula kita fahamkan, kalau anak Adam hendak masuk ke Mesjid, hendaklah merka
mengambil perhiasan terlebih dahulu. Jaganlah masuk-masuk saja kedalam mesjid dengan
senberono, tidak teratur. Kita telah maklum menurut susunan ayat, bahwa sebab turun ayat ini
ialah karena orang jahiliyah masuk ke Mesjidil Haram dan Tawaf dengan bertelajang. Dalam ayat
ini sudah dijelaskan bahwasanya bukan saja masuk ke dalam Masjidil Haram, bahkan masuk ke
dalam segala Mesjid hendaklah berhias baik-baik, hendaklah pelihara suasana Mesjid itu, karena
dia tempat menyembah Allah dan tempat berkumpul berjamaah. Dan kalau kita kita perdalam lagi
pengertian Mesjid yaitu tempat bersujud sembahyang kepada Allah, walaupun dalam rumah
sendiri, sebaiknya sediakan tempat khusus untuk sembahyang, sehingga tempat yang dikhususkan
itu terpelihara kebersihan dan kehormatannya. Dan ketika akan sembahyang, hendaklah
berpakian yang teratur sehingga Nampak bahwa ketika akan menghadap Allah, kita benar-benar
menghiasi diri kita انثدح ردنغ انثدح )هل ظفللاو( عفان نب ركب وبأ ًنثدحو حرفعج نب دمحم انثدح راشب نب دمحم انثدح
ناك لاق سابع نبا نع رٌبج نب دٌعس نع نٌطبلا ملسم نع لٌهك نب ةملس نع ةبعش لوقتف ةناٌرع ًهو تٌبلاب فوطت ةأرملا ت
لك دنع مكتنٌز اودخ ةٌلا هده ةلزنف .هلحأ لف هنم ادب امف . هلكوأ هضعب ودبٌ موٌلا. لوقتو اهجرف ئلع هلعجت افاوطت ًنرٌعٌ نم
دجسمHadits diatas, sekaligus menjadi Asbabu Nuzul yang menegaskan tentang bantahan terhadap
orang-orang jahiliyah yang pada saat melakukan Thawaf di Ka’bah dengan telanjang bulat dan
teriak-teriak dan anjuran kepada anak Adam untuk memakai pakaian yang indah ketika masuk ke
Mesjid. Dari Hadits diatas maka turunlah dua ayat yaitu surah Al-A’rāf (7): 31 dan 32 Dalam Tafsir
Fi Zhilalil Qur’an, menjelaskan bahwa Allah menyeru mereka supaya mengenakan perhiasan yang
berupa pakian yang telah diturunkan kepada mereka, yaitu pakian yang bagus pada setiap kali
melakukan ibadah, diantaranya ketika melakukan thawaf yang biasa mereka lakukan dengan
telanjang, mereka haramkan pakaian yang tidak diharamkan oleh Allah, bahkan Allah
memberikannya sebagian nikmat atas hamba-hambanya maka Allah lah yang lebih layak mereka
ibadahi dengan melakukan ketaatan kepadanya degan menjalankan syariat yang telah
diturunkannya, bukan malah meninggalkannya juga bukan dengan melakukan perbuatan keji
sebagaimana yang biasa mereka lakukan Rasulullah Saw, sendiri memakai pakaian yang indah,
bahkan suatu ketika beliau memperoleh hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas, lalu
beliau naik ke mimbar, namun beliau tidak berkhutbah dan kemudian turun. Sahabat-sahabatnya
sedemikian dengan baju itu, sampai mereka memegang dan merabanya. Nabi saw, bersabda, انث دح
م نب لضفلا انث دح رامع وبأ ؟تنأ نم : لاقف هتٌتأف كلام نب سنأ مدق ذاعم نب دعس نب ورمع ًنث دح و رمع نب دمحم نع ىسو
لاق ،ورمع نب دقاو انأ : تلقف : ىلص ىبنلا ىلإ ثعب هنإو ، لوطأو سانلا مظعأ نم ناك ادعس نإو ،دعسب هٌبشل كنإ :لاقو ىكبف
سر اهسبلف،بهذلا اهٌف جوسنم جابٌد نم ةبج ملسو هٌلع ا سانلا لعجف دعق وأ ماقف ربنملا دعصف ملسو هٌلع ا ىلص ا لو
نورت امم رٌخ ةنجلا ًف دعس لدانمل ؟اذه نم نوبجعت أ : لاقف ،طق ابوثموٌلاك انٌأر ام :اولاقف ،اهنوسملٌ. Demikian beliau
memakai baju yang indah, tetapi beliau tetap menyadari sepenuhnya tentang keindahan surgawi.
Berdasarkan uraian di atas, diketahuupai bahwa ayat, Q.S, Al-A’rāf (7) : 31. menjelaskan tentang
berpakaian yang indah dan kita dianjurkan untuk berhias supaya kelihatan indah dan menutup
aurat selain indah pakain yang diturunkan oleh Allah juga banyak manfaatnya. BAB IV PENUTUP
Pada bagian akhir penelitian ini akan ditutup dengan menarik kesimpulan berdasarkan
permasalahan yang telah diajukan dan pembahasannya telah diuraikan terdahulu. Disamping itu
pula, akan dilengkapi saran-saran kepada pihak yang terkait yang berkepentingan. A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan
mengenai Konsep Keindahan Menurut Alquran itu sebagai berikut: Keindahan secara Etimologi
adalah sifat-sifat keadaan yang indah seperti kecantikan, keelokan, sedangkan kata indah adalah
kabar dari rupa, biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya, atau indah bisa diartikan:
peduli akan menaruh perhatian. Sedangkan secara terminologis keindahan adalah sesuatu yang
mendatangkan rasa senang bagi yang melihatnya. Makna keindahan diantaranya adalah:
Kecintaan kepada pada keimanan, Kecintaan kepada Syahwat, Kecintaan kepada berbagai
perhiasan. Gambaran keindahan diataranya adalah: Alquran memberikan gambaran keindahan
surge, AlQuran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang cahaya Allah yang ditunjukan
kepada orang-orang yang berakal, Allah juga memberikan gambaran keindahan yang gemerlapan
didalam kehidupan kita didunia, menceritakan nikmat Allah dan mengunakannya untuk ketaatan.
Seperti tentang istana Nabi Sulaiman yang dimasuki Ratu Saba, Al-Quran memberikan gambaran
keindah yang terdapat pada langit. Manfaat keindahan diantaranya adalah: Menjadikan pelajaran
dan peringatan, pembuktian dan kebesaran Allah, kegunaan binatang ternak yang bermacam-
macam, Allah menciptakan binatang tunggangan ( Transportasi didarat ) sekaligus hiasan,
ditundukannya lautan dan hasil yang ada didalamnya, sebagai cobaan dan ujian, penutup Aurat
dan berpakaian yang bagus serta berhias. B. Saran- Saran Setelah mengetahui tentang keindahan
menurut Alquran yang sudah dijelaskan pada bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik beberapa
saran yang berhubungan dengan masalah keindahan sebagai berikut: 1. Cintailah keindahan
karena Allah mencitai keindaha 2. iman itu adalah keindahan yang hakiki. 3. Keindahan yang
diinformasikan Alquran adalah iman di dalam hati yang bersinar terang sehingan dengan iman
itulah menimbulkan cahaya yang sangat indah. DAFTAR PUSTAKA Alquran dan Terjemahnya,
Jakarta, Departemen Agama, 1993. Abdul Baqi, Muhammad Fuad, Mu’jām al-Mufāhras li Alfazh
Alquran, Baerut, Dar al Fikr, 1996. Abdur Rauf, Muhammad Idris, Kamus Idris Al-Marbawy Arab-
Melayu Indonesia, Darul Haya’I al- Kutubul Arabiyah, t.th. af Munawwir, Adib Bisri, Kamus
Indonesia Arab-Arab Indonesia Al-Bisri, ditelaah dan ditashih oleh Ahmad Warso Munawwir dan
Mustafa Bisri, Surabaya, Pustaka Progresif, 1999. al-Asfahany Ragib, Mu’jām al-Mufradat li Alfazh
Alquran, Beirut: Dar al-Fiqr, 1998. al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Terjemah Tafsir Al-Marghi,
Semarang, Toha Putra, 1984. At-Turmuji Al-Imam Al-Hafiz Abi Abbas Muhammad Ibn Surat, sunan
Turmiji Jami’ shoheh, Bairut: Dar al- Fikr, 1990/ 1415 H. Al-Qasimy Jamaludin M, Mau’izah al-
Mu’min, diterjemahkan oleh M. Abai Rohani dengan judul: Bimbingan Untuk Mencapai Tingkat
Mukmin, Bandung: CV Diponegoro, 1975. al-Hafiz Abi Abdullah Muhammmad Ibn Yazid Al-Qazwini
Ibn Majjah, Sunan Ibnu Majah, Bairut: Darul Fikir, 1990/ 1415 H. Abu Hamid bin Muhammad Al-
Ghazali: Mutiara Ihya Ulumuddin, Diterjemahkan oleh Rus’an, Jakarta: C.V. Mulja 1963. Abu Hasan
Muslim bin al-Hajjaj bin Kausyaz al-Qusyairy an-Naisaburiy Muslim, Shahi Muslim, Bairut: Dar al
Fikr, 1990/ 1415 H. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta,
Balai Pustaka, 2001. David Trueblood David, Philosophy Of Religion, Diterjemehkan oleh Rasidin
M, Filsafat Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 1965. Hamka Buya, Tafsir Al-Azhar : Jakarta, PT Pustaka
Panjimas, 1982. http:// Warta Warga, guna darma. Ac.id/2010/03/ pengertian Keindahan. Izzani,
Ahmad Metode Ilmu Tafsir, Bandung: Tafakur, 2007. Mahdi Muhammad bin al-Naraqi, Dzar Abi,
penghimpun kebahagiaan: dilengkapi dengan presentasi visual ,Jakarta: Lentera , 2003.
Muthahhari Murtadha Fitrah, Diterjemahkan dari beberapa buku Bahasa Arab dan Inggris. Oleh
Haidar Baqir, Jakarta: lentera, 1999. Muhdlor, Zuhdi A. Ali Atabik, Kamus Kontemporer Arab
Indonesia, Yongyakarta: Multi Karya Graka, 1999. Mawardi, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar,
Ilmu Budaya Dasar, Bandung: Pustaka Setia, 2002. Nasir, Sahilun A, Ilmu Tafsir Alquran, Surabaya;
al-Ikhlas, 1987. Notowidagdo Rohimah, Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Alquran dan Hadis,
Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996. Abu Hasan Muslim bin al-Hajjaj bin Kausyaz al-Qusyairy an-
Naisaburiy Muslim, Shahi Muslim, Bairut: Dar al Fikr, 1990/ 1415 H. Partanto, A. Pius , Yuswono
Trisno , Kamus Kecil Bahasa Indonesia, Surabaya: Arkola 1994. Quthb, Sayyid, Tafsir Fi Zhilalil
Qur’an: di Bawah Naungan alquran, Jakarta, Gema Insani, 2004. Said, Bahreisy, Salim Bahreisy,
Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir, Surabaya, Bina Ilmu, 1992. Soleh, Khudori A , Wacana Baru
filsafat Islam, Yonyakarta: Pustaka Belajar, 2004. Shihab, Umar, Kontekstualitas Alquran, Kajian
Tematik atas ayat-ayat hukum dalam Alquran, Jakarta: Penamadani, 2005. Syaikhul Islam Abu Al-
Abbas Ahmad bin Ab-dul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al-Khudhr bin
Ali bin Abdullah bin Tamiyah, dan Ibnu Qayyim Al Jauzi, al-Jamal wa fadhluhu wa Haqiqatuhu wa
Aqsamuhu, diterjemahkan oleh; Hadi Mulyo: Pesona keindahan, Indonesia : Pustaka Azzam, 1999.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-quran: Fungsi dan peranan wahyu dalam kehidupan
masyarakat, Bandung: Mizan , 1994. ____Wawasan Alquran ,Tafsir Maudhu’I atas Berbagai
Persoalan Umat , Bandung: Mizan, 1998. ____Tafsir al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian
alqur’an, Jakarta, Lentera Hati, 2002. Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesia, Jakarta, Hidakarya
Agung, t.th. Lampiran I DAFTAR KONVERSI KRONOLOGIS SURAH ALQURAN No. Urut Nama Surah
Nama Konversi 1 Al-Fātihah 005 2 Al-Baqarah 087 3 Ali ‘Imran 089 4 An-Nisā 092 5 Al-Maidah 112
6 Al-An’ām 055 7 Al-‘Arāf 039 8 Al- Anfāl 088 9 At-Taubah 113 10 Yunus 051 11 Hūd 052 12 Yusuf
053 13 Ar-Ra’ad 095 14 Ibrahim 072 15 Al-Hijr 054 16 An-Nahl 070 17 Al-Isrā 050 18 Al-Khafi 069
19 Maryam 044 20 Thaha 045 21 Al-Anbiyā 073 22 Al-Hajj 103 23 Al-Mu’minūn 074 24 An-Nūr 102
25 Al-Furqān 042 26 Asy-Syu’arā 047 27 An-Naml 048 28 Al-Qashash 049 29 Al-Ankabūt 085 30 Ar-
Rūm 084 31 Luqman 057 No. Urut Nama Surah Nama Konversi 32 As-Sajadah 075 33 Al-Ahzab 090
34 Saba’ 058 35 Fāthir 043 36 Yāsin 041 37 Ash-Shāffat 056 38 Shād 038 39 Az-Zumar 059 40 Al-
Mu’min 060 41 Fushshilat 061 42 Asy-Syūra 062 43 Az-Zukhruf 063 44 Ad-Dukhān 064 45 Al-
jātsiyah 065 46 Al-Ahqāf 066 47 Muhammad 095 48 Al-Fath 111 49 Al-Hujarāt 106 50 Qāf 034 51
Adz-Dzāriyāt 067 52 Ath-Thūr 076 53 An-Najm 023 54 Al-Qamar 037 55 Ar-Rahmān 097 56 Al-
Wāqi’ah 046 57 Al-Hadīd 094 58 Al-Mujādilah 105 59 Al-Hasyr 101 60 Al-Mumtahanah 091 61 Ash-
Shaff 109 62 Al-Jumu’ah 110 63 Al-Munāfiqūn 104 64 At-Taghabūn 108 65 Ath-Thalāq 099 66 At-
Tahrim 107 No. Urut Nama Surah Nama Konversi 67 Al-Mulk 077 68 Al-Qalam 002 69 Al-Haqqah
078 70 Al-Ma’ārij 079 71 Nuh 071 72 Al-Jin 040 73 Al-Muzzammil 003 74 Al-Mudatstsir 004 75 Al-
Qiyāmah 031 76 Al-Insān 098 77 Al-Mursalāt 033 78 An-Naba’ 080 79 An-Nāziāt 081 80 ‘Abasa 024
81 At-Takwĭr 007 82 Al-Infithār 082 83 Al-Muthaffifin 086 84 Al-Insyiqāq 083 85 Al-Buruj 027 86
Ath-Thariq 036 87 Al-A’la 088 88 Al-Ghasyiyah 068 89 Al-Fajr 010 90 Al-Balad 035 91 Asy-Syam 026
92 Al-Lail 009 93 Adh-Dhuha 011 94 Al-Insyirah 012 95 At-Tin 017 96 Al-Alaq 001 97 Al-Qadar 025
98 Al-Bayyinah 100 99 Az-Zalzalah 093 100 Al-Ădiyāt 014 101 Al-Qāri’ah 030 No. Urut Nama Surah
Nama Konversi 102 At-Takātsur 016 103 Al-‘Ashr 013 104 Al-Humazah 032 105 Al-Fil 019 106
Quraisy 029 107 Al-Mā’ūn 017 108 Al-Kautsar 015 109 Al-Kafirūn 018 110 An-Nashr 114 111 Al-
Lahab 006 112 Al-Ikhlas 022 113 Al-Falaq 020 114 An-Nās 021 Keterangan: Disusun berdasarkan
data mushhaf yang diedarkan oleh Rabithah al-Alam al-Islami, Alquran al-Karim, (Kairo: t.p, 1398
H) dan dikomformasikan dengan Abu Abdillah al-Zarjani, Tarikh Alquran, (Beirut: Mu’assasah al-
Alami,1388 H). DAFTAR TERJEMAH AYAT ALQURAN DAN HADIS No Hal Bab Terjemahan 1 4 I
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka
memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, Maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
(An-Naml: 4). 2 24 II dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu
membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.
(An-Nahl; 6) 3 28 III Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia
menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi
Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam
hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka
Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, (Q.S, Al-Hujurat, (49): 7) 3 32 III Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita,
anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
(surga). ( Q.S, Ali-Imran (3): 14 ). 4 36 III Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-
orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang
bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. dan Allah memberi rezki kepada orang-
orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ( Q.S, Al-Baqarah, (2): 212 ) 5 40 III Banyak muka pada
hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, dalam syurga yang tinggi, tidak kamu dengar
di dalamnya Perkataan yang tidak berguna di dalamnya ada mata air yang mengalir. di dalamnya
ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal
sandaran yang tersusun,dan permadani-permadani yang terhampar. ( Q.S, Al-Gasyiyah, (88): 8-16
) 6 45 III Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah
seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam
kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan
dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah
timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya- (saja) Hampir-hampir
menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing
kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-
perumpamaan bagi manusia, dan Maha mengetahui segala sesuatu. ( Q.S, An-Nuur ( 24 ): 35 ) 7 51
III Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala Dia melihat lantai istana itu,
dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. berkatalah Sulaiman:
"Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". berkatalah Balqis:"Ya Tuhanku,
Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman
kepada Allah, Tuhan semesta alam". ( Q.S, An-Naml ( 27 ): 44 ) 8 56 III Dan Sesungguhnya Kami
telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi
orang-orang yang memandang (Nya), ( Q.S, Al-Hijr (15 ): 16 ) 9 59 III Maka Apakah mereka tidak
melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya
dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami
letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam
tanaman yang indah dipandang mata,untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap
hamba yang kembali (mengingat Allah). dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya
lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,dan pohon
kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi
hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). seperti Itulah
terjadinya kebangkitan. ( Q.S, Qaaf (50); 6-11 ) 10 62 III Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak
mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian
Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
Mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Q.S, Al-Anbiya (21): 30 11 66 III Atau siapakah yang
telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami
tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak
mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan
(sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). ( Q.S, An-Naml (27):
60 12 71 III Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang
menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. dan kamu
memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan
ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. ( Q.S, An-Nahl (16): 5-6) 13 74 III Dan (dia
telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya)
perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. ( Q.S, An-Nahl (16): 8 ) 15
77 III Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar
Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. dan Sesungguhnya
Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. (
Q.S, Al-Khafi 188 ) 17 82 III Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki)
mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. ( Q.S, Al-A’raaf (7): 31 ) 18 83 III Telah meriwayatkan
Muhammad bin Basher, meriwayatkan Muhammad ibn Ja’far, meriwayatkan Abu Bakar ibn Nafi’
meriwayatkan Syu’ba dari Salamah ibn Khail dari Muslim Al-Batin, dari Said ibn jabir dari Ibn Abbas
Pakailah pakaianmu yang serba putih maka itu sebaik pakaianmu dan gunakanlah untuk kafan
orang mati, dan sebaik-baik celak matamu ialah yang dibuat dari batu itsmid (batu celak) sebab itu
menerangkan mata dan menumbuhkan rambut. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Atturmidzi, ibn Majah)
19 85 III Telah meriwayatkan Muhammad bin Basher, meriwayatkan Muhammad ibn Ja’far,
meriwayatkan Abu Bakar ibn Nafi’ meriwayatkan Syu’ba dari Salamah ibn Khail dari Muslim Al-
Batin, dari Said ibn jabir dari Ibn Abbas berkata: “Pada Zaman Jahiliyah dahulu orang-orang
perempuan Tawaf di Bait ( Ka’bah ) dengan telanjang bulat hanya kemaluannya saja yang sekedar
ditutup secarik kain. Mereka berteriak- teriak: “ Pada hari ini kuhalalkan sebagian atau seluruhnya,
dan apa yang tertutup ini tidak kuhalalkan” Maka turunlah ayat ini “ KHUDZUU ZIINATAKUM
INDAKULLI MASJIDIN” dan turunlah pula ayat berikutnya “ QULMAH HARRAMA ZIINATALLAAHI..”
yaitu dua ayat sampai akhir. 20 87 III Meriwayatkan Abu Amar, meriwayatkan Fadlu Ibnu Musa
dan Muhammad Ibnu Amrin, telah meriwayatkan Waqid Ibnu Amrin Ibnu Said Ibnu Mua’aj
berkata; “ datanglah Anas Ibnu Malik memangilnya, maka dia berkata: siapa engkau ? maka dia
jawab : saya Waqid Ibn Amrin dia berkata sungguh dia pemuda yang bahagia, dan sesungguhnya
kebahagiaan adalah kemulyaan/ kebesaran manusia dan berpanjangan. Dan sesunguhnya
Rasulullah saw, dikirimkan baju jubah dari hadiah yang bersulam benang emas, baju Rasulullah
ketika naik kelihatan cahaya, baik dalam keadaan berdiri, atau duduk, maka manusia menjadi
menyentuh dan meraba-raba. Mereka berkata apa yang kami lihata setiap hari baju yang bergarit.
“Telah berkata apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata , “ Kami sama sekali belum
pernah melihat pakaian lebih indah dari ini” Nabi bersabda: “ sesugguhnya saputangan Sa’ad bin
Mu’adz di surga jauh lebih indah dari yang kalian lihat” RIWAYAT HIDUP PENULIS 1. Nama Lengkap
: Muhammad Fatah Yasin 2. Tempat dan Tanggal Lahir : Tamban, 10 Januari 1988 3. Agama : Islam
4. Kebangsaan : Indonesia 5. Status Perkawinan : Belum Kawin 6. Alamat : Jalan, Purwosari I.2, Rt.
08 Kec. Tamban Kab. Batola, Kalimantan Selatan 7. Pendidikan a. SDN Purwosari I 2 ( 2000) b.
MTSN Tamban ( 2003) c. MA, Dakwah Islamiah ( 2006 ) d. Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari
Banjarmasin Jurusan Tafsir Hadits (TH) Angkatan 2006 8. Organisasi : 9. Orang Tua : a. Ayah Nama
: H. M. Ladi Nawidi Pekerjaan : Guru Swasta Alamat : Purwosari 1.2, RT 08 Kec. Tamban Kab. Barito
Kuala, Kalimantan Selatan b. Ibu : Nama : Sri Wahyuni. SPdI Pekerjaan : Guru Swasta Alamat :
Purwosari 1.2 RT 08, Km 06 Tamban Kab. Barito Kuala Kalimantan Selata 10. Saudara ( Jumlah
Saudara) : Enam (6) Orang 11. Suami/ Isteri : 12. Anak ( Jumlah Anak ) : Banjarmasin, 17 Januari
2011 Penulis Muhammad Fatah Yasin, S.ThI

penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Kata Keindahan berasal dari bahasa Arab yaitu zayyana ‫ ,))زٌن‬jamāl ( ‫ ,)جما ل‬ahsan ( ‫ ,)احسن‬bahij (‫ )بهٌج‬yang semuanya bermakna indah, baik, cantik, elok. Makna keindahan diantaranya adalah kecintaan terhadap keimanan, cinta syahwat, kecintaan terhadap berbagai perhiasan. Gambaran keindahan diantaranya adalah Alquran memberi gambaran tentang keindahan surga, Alquran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang cahaya Allah yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal, Allah juga memberikan gambaran keindahan yang gemerlapan didalam kehidupan didunia menceritakan nikmat Allah dan mengunakannya untuk ketaatan. Alquran memberikan gambaran keindahan yang terdapat pada langit. Manfaat keindahan diantaranya adalah menjadikan pelajaran, keagungan Allah, kegunaan binatang ternak yang bermacam-macam, penutup Aurat dan berpakaian yang bagus serta berhias. MOTTO    “ Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik ” KATA PENGANTAR ‫بسم هللا الرحمن الرحٌم الحمد هلل رب العالمٌن. الصالة والسالم على أشرف األنبٌاء والمرسلٌن سٌدنا‬ ‫محمد وعلى اله وصحبه اجمعٌن. أمابعد‬Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas taufiq dan hidayah, serta kehendak dari-Nya lah, sehingga penulisan skripsi ini dapat terseleksikan dengan baik. Shalawat serta salam selalu tercurah keharibaan junjungan Nabi Muhammad Saw, beserta sahabat-sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Terlaksananya penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak yang telah bersedia membantu dalam pelaksanaan penelitian ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H. Asmaran. M.A. Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin 2. Bapak Drs. Basrian. M.Fil. Ketua Jurusan Tafsir Hadits IAIN Antasari Banjarmasin, yang memberikan arahan dalam penulisan skripsi ini, sesuai dengan kepentingan pengembangan jurusan Tafsir Hadits di Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin. 3. Ibu Dra. Mulyani, M.Ag. Dosen pembimbing I yang banyak memberikan bantuan berupa bimbingan, arahan dan koreksi dalam pembuatan skripsi ini. 4. Bapak H. Ahmad Mujahid, M.A, Dosen Pembimbing II Yang juga banyak memberikan bantuan berupa bimbingan, arahan dan koreksi dalam pembuatan skripsi ini. 5. Para dosen dan asisten dosen serta karyawan dan karyawati Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin yang telah banyak memberikan ilmu dan layanan yang baik kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. 6. Kepala Perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin, kepada perpustakaan Fakultas Ushuluddin beserta stafnya yang telah banyak memberikan layanan dan bantuan tehadap penulis dalam rangka mendapatkan literature yang diperlukan. 7. Kepada yang terhormat Ayahnda dan Ibunda yang selalu memberikan semangat dan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 8. Teman-teman mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ushuluddin khususnya Jurusan Tafsir Hadis 9. Angkatan 2006, serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah berjasa kepada penulis sehingga penulisan ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis hanya dapat mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas dukungan dan jasa-jasa mereka, semoga Allah swt.akan membalas jasa-jasa mereka dengan kebahagiaan didunia dan akhirat. Banjarmasin, 17 Januari 2011 M 13 Safr 1432 H Penulis DAFTAR ISI Halaman HALAMAN COVER………………………………………………………………….i HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….ii PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN……………………………………………iii TANDA PERSETUJUAN……………………………………………………………iv TANDA

PENGESAHAN……………………………………………………………..v ABSTRAK……………………………………………………………………………vi MOTTO……………………………………………………………………………...vii KATA PENGANTAR………………………………………………………………viii DAFTAR ISI……………………………………………………………….x PEDOMAN TRANSLITERASI DAN SINGKATAN ……………………………xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah…………………………………………...1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………5 C. Definisi Operasional………………………………………………6 D. Tujuan Penelitian…………………………………………………6 E. Singnifikasi Penelitian…………………………………………….7 F. Tinjauan Pustaka……………………………………………..……7 G. Metode Penelitian ………………………………………………...8 H. Sistematika Penulisan…………………………………………....11 BAB II ANALISIS TERMINOLOGI A. Pengertian Keindahan Menurut Bahasa …………………………13 B. Pengertian Keindahan Menurut Istilah…………………………..27 BAB III KONSEP KEINDAHAN MENURUT AL-QURAN A. Makna Keindahan Menurut Alquran ……………………………28 B. Gambaran Keindahan Menurut Alquran…………………………40 C. Manfaat Keindahan Menurut Alquran…………………………...59 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan………………………………………………………88 B. Saransaran……………………………………………………….89 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR TERJEMAH DAFTAR RIWAYAT HIDUP PEDOMAN TRANSILITERASI ARAB-LATIN DAN SINGKATAN A. Transiliterasi Arab-Latin Huruf Arab Huruf Latin Huruf Arab Huruf Latin ‫ ا‬A ‫ ب ‘ ع‬B ‫ غ‬gh ‫ ت‬T ‫ ف‬f ‫ ث‬ts ‫ ق‬q ‫ ج‬j ‫ ك‬k ‫ ح‬h ‫ ل‬I ‫ خ‬kha ‫ م‬m ‫ د‬d ‫ ن‬n ‫ د‬dz ‫ و‬w ‫ ر‬r ‫ ه‬h ‫ ز‬z ‫ ء‬a ‫ س‬s ‫ ي‬y ‫ ش‬sy ‫ ص‬sh ‫ ض‬dh ‫ ظ‬th Mad dan Diftong 1. Fathah Panjang : ā 2. Kasrah Panjang : ī 3. Dhammah Panjang : ū 4. ‫ :أو‬aw 5. ‫ :أي‬ay Alif Lam al-Qamariyah ditulis, seperti al-hadits (‫ )الحدٌث‬sedangkan alif lam asy-syamsiyah disesuaikan dengan huruf sebelumnya seperti as-sunna (‫ ) السنة‬tha marbuthah (‫ )ة‬di tengah kata yang dihubungkan dengan kata yang ditulis alif lam ditulis ta seperti hujjat al-islam (‫,)حجة اإلسالم‬ sedangkan jika di hubungkan dengan kata yang tidak di hubungkan dengan kata yang tidak di bubuhi alif lam atau diakhir kalimat ditulis dengan h, seperti tsiqah (‫ )ثقة‬Tasdid di tulis dengan huruf ganda, seperti Furu’iyyah ( ‫ )فروعٌة‬B. Singkatan-singkatan as = alaihi as-salam cet = cetakan Vol = volume h. = halaman H = Tahun Hijriyah M = Tahun Masehi ra = radiya Allah’anhu Saw = shalla Allah’alayhi wa sallam SWT = Subhhanahu Wata’ala t.p = tanpa penerbit t.t = tanpa tempat penerbit t.th = tanpa tahun Q.s = Alquran Surah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alquran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad saw, untuk dijadikan pedoman hidup, petunjuk-petunjuk yang dibawanya pun dapat menyinari seluruh isi alam ini, baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan-tumbuhan Dengan adanya Alquran menjadi sangat jelas yang harus ditempuh, kitab suci itu merupakan pemisah antara yang halal dan haram, antara yang sah dan batil kandungannya penuh dengan penawar, menyembuhkan hati dan jiwa yang sakit. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa. Alquran yang diyakini sebagai firman-firman Allah, merupakan petunjuk mengenai apa yang dikehendaki-Nya. Jadi manusia yang ingin menyesuaikan sikap dan perbuatannya dengan apa yang dikehendaki-Nya itu, demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, harus memenuhi maksud petunjuk-petunjuk

Ia mengatakan bahwa itu indah dan ia tidak memerlukan persetujuan dari orang lain. Di dalam keindahan terdapat ciptaan yang sangat mendalam dan bukan sekedar penampilan. Ketika hal ini terjadi. apapun jenis keindahan itu. ia menganggap bahwa orang lain juga mempunyai perasaan yang semacam itu. Tidak ada seorang manusia pun yang kosong dari rasa suka kepada keindahan. karena cinta keindahan telah menjadi kodrat dalam jiwanya. agar penampilanya menjadi indah. atau fitrah yang dianugerahkan Allah kepada hamban-hamba-nya. pada kenyataannya. Ia mengatakan sesuatu hukum bukan saja untuk dirinya. hatinya akan tenang. karena keindahan hanya berasal dari sesuatu yang indah. seseorang mungkin suka kepada beberapa benda tertentu. Oleh sebab itu kita tak mengatakan bahwa tiap-tiap orang mempunyai perasaannya sendiri oleh karena itu seakan–akan kita berkata bahwa tidak ada perasaan keindahan yang sama . Seseorang akan berusaha semaksimal mungkin. keindahan adalah unsur yang sengaja di ciptakan di alam ini. Selanjutnya. jika menemukan dia segera menghampirinya dan jika hilang dia akan merindukannya. sehinga hal itu berlawanan dengan apa yang ada di dalam tuntutan Alquran. Sehinga menjadi permasalahan pada saat sekarang ini. Dia senantiasa mengagumi keindahan. Jiwa manusia yang benar-benar bahagia dibagun dengan pengetahuan dan cinta tuhan. karena hati mereka buta tidak dapat melihat dan menikmati kebenaran sehinga mereka senantiasa terombang ambing . Manusia tertarik secara total pada keindahan. sedangkan orang lain tidak memperdulikan kepada benda-benda itu. sebab ia sudah menemukan persetujuan itu beberapa kali sebelum ia mencela mereka. seseorang menganggap sesuatu itu indah padahal pada kenyatannya tidak indah bahkan membawa suatu kemudhoratan. jiwanya tentram. sekali memandang telah cukup menjadi pengetahuan tentang hakekat keindahan. memang dibutuhkan dengan sendirinya anda mengenakan pakian agar terlindung dari panas dan dingin. kemudian yang dipertanyakan mengapa hal-hal yang dilarang agama malah di sebut sebagai keindahan dan dari segi mana seseorang memandang sesuatu itu indah padahal orang lain memandang tidak indah. Keindahan. bahkan hingga soal berpakaian sekali pun. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah. Memang apabila seseorang mengikuti tuntunan ilahi. Hal itu dianggap suatu keindahan. Fenomena yang terjadi sekarang ini. dalam berpakian anda pasti memperhatikan keindahan dan estetika. dorongan tersebut merupakan naluri manusia. Kebahagiaan yang paling sempurna bagi manusia adalah menjadi tertanamnya dan bertujuaan termanifestasikannya sifat-sifat ketuhanan. Masalah keindahan sering diperbincangkan. minuman keras. bahkan sebelum melihat tingkah laku dan aktifitas positifnya. ciptaan sang pencipta di alam ini tersusun bagus dengan keteraturan yang indah. Akan tetapi kalau orang mengatakan bahwa barang ini baik. tidak ada yang memancar darinya kecuali keindahan. baik keindahan akhlak maupun keindahan dalam bentuk.tersebut. orang berlainan dalam perasaan tentang keindahan. tetapi untuk tiap-tiap orang dan menganggap bahwa keindahan itu adalah sifat dari barang itu. misalnya: narkoba. Begitu juga orang-orang kafir yang memandang sesuatu itu indah meskipun pada hakekatnya sesuatu itu tidak indah. merasakan keindahan merupakan sesuatu yang instinktif dan murni dalam penciptaan manusia. dan dari wajahnya akan nampak cahaya kecerahan yang melahirkan simpati siapa yang melihatnya. membuka aurat dan trend pakaian yang mengumbar aurat alain-lain. kalau ia mempunyai pendapat yang berlainan. Kendati demikiaan. Keindahan merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan.

Manfaat keindahan menurut Alquran E. maka penulis menganggap perlu untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai masalah keindahan ini. Signifikasi Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna: 1. menjadi lebih indah. perlu dilakukan penelitian yang hasilnya akan dihimpun dalam sebuah skripsi yang berjudul :” KONSEP KEINDAHAN MENURUT AL-QURAN ” B. kemudian diterjemahkan oleh Hadi Mulyo. artinya antara seseorang dengan yang lainnya menilai keindahan itu tidak selalu sama. Ada beberapa buku yang membahas tema yang sama dengan apa yang penulis lakukan yakni: Al. yang membuat atau menjadi indah. Memperindah yang artinya. sedangkan keindahan dalam pandangan Alquran merupakan informasi wahyu dari Allah yang bersifat sakral. memperhatikan. Mengindahkan yang artinya memperdulikan. Bagaimana gambaran keindahan menurut Alquran? 3. maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep keindahan menurut Alquran. disusun oleh Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi dengan judul Pesona Keindahan yang berisi mengenai rasa keindahan dan keutamaannya serta kecenderungan jiwa kepadanya. khususnya mengenai penafsiran ayat-ayat yang berkenaan dengan konsep keindahan. Makna keindahan menurut Alquran 2. yang menimbulkan keindahan. Penulis ingin meneliti lebih mendalam lagi mengenai keindahan. 2. kekhususan dalam skripsi ini. ¨bÎ) tûïÏ%©!$# Ÿw tbqãZÏB÷sムÍot•ÅzFy$$Î/ $¨Zƒ y—öNçlm. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. keelokan. öNßgn=»yJôãr& ôMßgsù tbqßgyJ÷ètƒ ÇÍÈ Keindahan dalam perspektif manusia bersifat relatif. sedangkan kata indah adalah kabar dari rupa. Mengingat masalah keindahan ini merupakan suatu topik yang tiada henti-hentinya dipercakapkan orang. maka penulis kemukakan batasan istilah sebagai berikut : Konsep artinya Pengertian. F. Kebaikan. pendapat ( paham) Keindahan adalah sifat-sifat keadaan yang indah seperti kecantikan. Permasalahan tersebut membutuhkan jawaban dari Alquran yang menjadi sumber pokok atau sumber utama agama Islam. Bagaimana manfaat keindahan menurut Alquran? C. makna keindahan. Definisi Operasional Untuk memperjelas dan menghindari kesalah pahaman dalam penelitian ini.jamal wa fadhluhu wa Haqiqatuhu wa aqsamuhu yang disusun oleh Ibnu Tamiyah dan Ibnu Qayyum. memperoleh keindahan. untuk itu. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk membahas masalah keindahan. Gambaran keindahan menurut Alquran 3. dilihat dari. G. disamping dijadikannya konsep keindahan menurut Alquran sebagai pokok bahasan juga menggunakan metode mawdhu’i. Tinjauan Pustaka Dalam melakukan penelitian ini. Dengan mempelajari keindahan menurut Alquran kita dapat mengambil hikmahnya yakni menambah ketaatan dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Metode Penelitian 1. gambaran keindahan dan manfaat keindahan menurut Alquran. Apa makna keindahan menurut Alquran? 2. maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. di samping banyak ayat dalam Alquran yang berbicara masalah keindahan. D.dalam kesesatan. Menambah khazanah keilmuan bagi pengembangan pemikiran tafsir Alquran. gambaran keindahan menurut Alquran. Bentuk penelitian Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) dengan menjadikan bahan pustaka . dengan sub masalah sebagai berikut 1. meresapkan ke dalam hati Jadi konsep keindahan yang dimaksud adalah pengertian keindahan. penulis telah melakukan penelusuran terhadap buku-buku yang memiliki tema yang pembahasanya sama dengan penulis angkat. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan. Sebagai mana firman Allah dalam surah An-Naml ayat: 4. dan manfaat keindahan menurut Alquran. Pengindahan yang artinya.

yaitu ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan makna keindahan. menggambarkan masalah yang dianggap apa adanya melalui penafsiran ayat-ayat dan dilengkapi dengan Hadis. Sistematika penulisan Pembahasan dalam skripsi ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I berisi tentang latar belakang masalah kemudian dibuat rumusan masalah. 4. zayyana ‫ . Setelah ayat-ayat yang diperoleh. Mempelajari penafsiran ayat-ayat yang telah dihimpun itu dengan penafsiran yang memadai dan mengacu pada kitab-kitab Tafsir yang ada dengan memperindah ilmu munasabah dan hadis.) . 2. f. dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Selanjutnya dengan menganalisa ayat-ayat al-quran sesuai dengan informasi yang didapat pada kitab al-Mu’jām al-Mufahras li Alfaz Alquran al-Karm tersebut. singnifikasi penelitian dan untuk menyelesaikan penelitian diketegahkan metode penelitian serta diakhiri dengan sistematika penulisan. Menetapkan konsep keindahan menurut Alquran sebagai topik bahasan b. Tafsir Al-Misbah.Al-Kahfi ( 18: 7. Untuk menghimpun ayat-ayat tersebut digunakan kitab al-mu’jām li Alfāz Alquran al-kārim. dan kreteria keindahan. 14) . Tafsir Al-Azhar. gambaran keindahan. Kemudian diteruskan dengan menganalisa terhadap beberapa literatur yang berkait dengan pembahasan. kemudian menganalisisnya dengan bahan yang relevan dengan masalah yang dibahas.At-Tin ( 95: 4 ) . dan manfaat keindahan menurut Alquran. maka kajian ini akan memakai metode tematik (maudhui) dengan ungkapan penelitian yang bersifat Deskriptif. Menghimpun hasil penafsiran di atas sedemikian rupa untuk kemudian Mengistimbathkan unsur-unsur asasi darinya. Analisis Data Untuk menganalisis data dilakukan dengan metode deskriftif analisis yaitu. dapat ditemukan dalam beberapa ayat. untuk menyesuaikan konsep yang dikehendaki oleh Alquran terhadap masalah keindahan. Ayat tentang gambaran Keindahan .8. dengan mengunakan beberapa kitab tafsir. c. a. diantaranya. Bab II Analisis termonologis memuat konsep keindahan meliputi pengertian keindahan menurut bahasa. Karena berangkat dari satu tema bahasan.)جما ل‬ahsan ( ‫ . ayat-ayat tersebut ditafsirkan sebagai data utama. untuk itu diperlukan daftar konversi kronologi surah menurut urutan turunnya surah. pengertian menurut istilah. Menarik kesimpulan berupa rumusan dari pemahaman penulis terhadap ayat-ayat yang di teliti sebagai jawaban permasalahan yang diajukan. 3. Menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Bab III Konsep keindahan menurut Alquran.)احسن‬bahij (‫ ) بهٌج‬dan Tafsir yang digunakan yakni Tafsir Ibnu Katsir.))زٌن‬jamaal ( ‫ .An-Naml ( 27: 60.Al-Baqarah ( 2: 212 ) Ali-Imran ( 3 : 14 ) b. Tehnik Pengolahan data Sesuai dengan jenis penelitian.Al-Ghāsyiyah ( 88: 8-16) . 30-31 ) . dan sumber sekundernya digali dari sumber-sumber yang memiliki keterkaitan dengan persoalan yang dibahas. maka tehnik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah merujuk terlebih dahulu pada kitab Al-Mu’jām Al. d.Al-A’rāf ( 7: 31 ) Kata kunci keindahan yang penulis gunakan dalam Alquran di antaranya.Al-Hijr (15): 16) c. sehingga pada akhirnya diambil keseluruhan tentang konsep keindahan menurut Alquran. Data dan Sumber Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber primer. H. meliputi makna keindahan .Qāf ( 50: 6-11) . Konsep keindahan menurut Alquran ditelusuri melalui ayat-ayat yang berkenaan dengan hal itu. definisi operasional. Ayat tentang Makna Keindahan . Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. Tafsir Fi zhilalil Quran.An-Nūr (24: 35) .sebagai data penelitian. penulis akan mencermati terjemah tafsirnya kemudian menyusun berdasarkan urutannya surah dalam bantuan konversi turunnya surah yang akan dilampirkan. e. tinjauan pustaka.Al-Hujarāt ( 49: 7 ) . Ayat tentang Manfaat Keindahan .AnNahl ( 16: 5-6 . tujuan penelitian.Mufahras li Alfaz Alquran Al-Karim karya Muhammad Abdul Baqi.

sedangkan kata indah adalah kabar dari rupa.S. yang terdapat dalam. Ahmad Mustafa Al.)احسن‬bahij (‫ . Di tambahi awalan (peng-) menjadi pengindahan yang artinya.S. Bab IV penutup. Sebahagiaan orang dizaman purbakala memandang bahwa keindahan itu terletak pada warna atau roman muka yang misalnya. Q. bercukur.S. Al-Muminuun ayat 37. yang terdapat dalam Q. atau ( ‫ ) تزٌنا. cantik. Ar-Rad ayat: 33. Q. Indah adalah peduli.Maraghi dalam Tafsir Al-Maragi.4 6. Al-Qashash Ayat: 60. menghiasi. mempercantik. Al-Ankabut ayat. Al-an’am ayat: 122. An-Naml 4. An-Nahl ayat. menjelaskan kata zinah (‫ )الزٌنة‬adalah senjata. ) -‫زا ن‬ ‫ ) ٌزٌن. baik.))زٌن‬jamāl ( ‫. Thaahaata Ayat: 87.)بهٌج‬Kata “ Indah” yang merujuk pada kata. Al-Khafi Ayat: 7. berhias. An-Nuur Ayat 60. Al-Ahjab Ayat: 28.‫ )وزٌنه وازانه زان. ( ‫ )والزٌان: الجمٌل‬Yang artinya: indah. menjadi lebih indah. sesuatu yang indah adalah yang dianggap baik oleh seseorang.ازان. keelokan. menaruh perhatian kepada seseorang Kata “ Indah” dalam Alquran diungkapkan dengan beberapa istilah yaitu: zayyana ‫ . Yunus ayat: 88.)حلق -تزٌن. Al-Qashash Ayat: 76. kata zinatihi ( ‫ .Q.S.S.S.menurut Alquran. Al-Hadid Ayat:20.S. Al-Fath ayat:12. Q. Dalam bahasa arab kata (. Q. Al-An’am ayat: 108.S. Kata zayyannā ( ‫ ) زٌنا‬terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali. Ali-Imran ayat: 14. dan Manfaat keindahan menurut Alquran. meresapkan ke dalam hati. Q. ( ً‫ ) المزٌن والمزدان: الحل‬yang artinya: yang dihias. Al-Hujarāt Ayat: 7.S.وازٌن وادان : تحلئ‬yang artinya: berhias. Al-Hujarāt Ayat: 39. kemudian Kata zinat ( ‫ ) زٌنة‬jama dari ziyān ( ‫ .137. Q. Al-Hijir Ayat: 16. Q. zayyana ( ‫ . Q.S. Q.S.)جما ل‬ ahsan ( ‫ . Muhammad ayat: 14.S. Fushilat ayat: 12.S. Q. Q. biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya.S. keseimbangan yang bagus pada anggota badan. tetapi mereka itu sebenarnya buta karena tidak dapat melihat keindahan batin. Q. Al-Qashash Ayat: 60. Kata zinatahaa ( ‫ )زٌنتها‬terulang dalam Alquran sebanyak 4 kali. Q.S.S. An-Nuur Ayat: 31. At-Taubah ayat: 37. Al-Mulk Ayat: 5. An-Nahl ayat:8. merah atau putih.) آلء زٌنن‬terulang dalam Alquran sebanyak 1 kali yang terdapat dalam Q. Q.S.S. Q.S. Q. bagian ini berisikan kesimpulan dan saran-saran BAB II ANALISIS TERMINOLOGI A. memperhatikan. Fāthir ayat: 8. atau indah bisa diartikan: peduli akan menaruh perhatian.تزٌنا‬yang artinya. yang terdapat dalam Q. menghiasi (‫ .S.ازانة -زٌن‬yang berarti: mengelokkan. Q. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menjelaskan Kata zayyanā ( ‫)زٌنا‬ kami perindah terambil dari kata zain ( ‫ ) زٌن‬Yaitu indah. Al-Baqarah ayat: 212.S.S. Al-Hijir Ayat: 16. Fushilat Ayat: 25.زٌن‬yang berarti: mengelokkan.) تزٌن. Kata lauazzinanna ( ‫ . Q. Kata zuyyina ( ‫ .S.( ‫ . memperoleh keindahan. ( ‫ ) المزٌن‬isim fail dari ( ‫ ) لزٌن‬yang artinya: yang menghiasi. Al-Qaf Ayat: 6.S. Al-Qaf Ayat: 6.S. yang terdapat dalam Q. Al-an’am ayat : 43. Ash-Shāffat Ayat: 6. ( (‫الزٌن‬masdar dari ‫ ) )زان‬yang artinya: bagus. Q.)زٌنته‬terulang dalam Alquran 1 kali yang tedapat dalam. Q. Q. Sedangkan menurut.) زٌن‬terulang dalam Alquran sebanyak 10 kali. Ditambahi awalan (meng-) menjadi mengindahkan yang artinya memperdulikan. Kata zinatan ( ‫ ) زٌنة‬terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali.S.زٌنا‬yang artinya: menghiasi.S. yang terdapat dalam Q. Gambaran keindahan menurut Alquran. An-Naml ayat: 24.S. yang terdapat dalam Q. Q. Q. Q. 38.)زٌن‬terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali. Q. elok.)زٌان‬yang artinya: Perhiasan.S.S. Kata zinatahunna ( ‫ )زٌننتهن‬terulang dalam Alquran sebanyak 5 kali. Yunus ayat: 12. yang terdapat dalam Q. 63.S. yang membuat atau menjadi indah. kata zayyina ( ‫ )زٌن‬jamak dari azyān ( ‫ ) ازٌان‬yang artinya: perhiasan. . Kata fazainuu (‫ )فزٌنوا‬terulang dalam Alquran sebanyak 1 kali. Q. Al-Anfal ayat: 48.S. yang menimbulkan keindahan. kemudian kata indah diimbuhi awalan (me-) menjadi memperindah yang artinya. M. Pengertian Keindahan Menurut Bahasa Keindahan adalah sifat-sifat keadaan yang indah seperti kecantikan. walaupun sesuatu itu pada hakekatnya buruk.S.S. Al-Ahjab Ayat: 28.

S. mempercantik. ( ‫جما ل. banyaknya kebaikan. maka adapun apa yang menjadikan perhiasan pada keadaan selain keadaan itu yaitu wajah yang jelek. (‫ )جمل‬bentuk tunggal disebutkan 1 kali didalam Alquran. dan kata Jumlah (‫ )جملة‬disebutkan satu kali. menjelaskan kata jamal. Kata ‘Indah’’ yang merujuk pada kata jamal. ( ‫ ( الجما ل: الحسن‬Kebagusan. Al-Furqan (25): 32. ( ‫ . yang pertama keindahan yang dikhususkan . (‫ )جما ل‬yang artinya: kecantikan. pakaian yang indah-indah. dan firman Allah (‫ )زٌنا السماء الدنٌا بمصا بٌح‬dan firmannya ( ‫إنا‬ ‫ )زٌنا السماء الدنٌا بزٌنة الكواكب *وزٌناها للناظرٌن‬maka hal itu mengisyaratka kepada perhiasan yang diperoleh dengan penglihatan yang telah diketahui. molek. ( ‫ )جمل‬yang artinya keindahan. Al-Ma’rij (70): 5. cantik. maka perhitungan pada dirinya disebut iman ( ‫وزٌنه فً قلو‬ ‫ )بكم‬dan pada orang kafir. keindahan. جمٌال‬yang artinya: menghias. (‫ )إن أكرمكم عند هللا أتقا كم‬sebagaimana perkataan syair. Al-Mursalat (77): 33. ( ‫ ) جمل‬yang artinya: elok rupa dan perangainya ia ( ‫ ) جمٌلة‬yang artinya: yang cantik. yusuf (12): 18 dan 83. جما‬ ‫ ) ل. firman Allah SWT. bagus. baik secara umum dan khusus dan semua perhiasan diterima oleh akal yang dikhususkan dengan diketahui dari khususannya pada hukum. جمٌل‬yang artinya: yang cantik.S. Dalam bahasa arab kata ( ‫ . ( ‫االٌمان وزٌنه فً قلو بكم‬ ‫ .perhiasan.S. (‫ )تجمل: تحسن‬yang artinya: menjadi bagus. kecantikan. keelokan. (7): 40. cantik. Q. yaitu terdapat dalam Q. tetapi perhiasan itu orang menyebutnya pada ayat ini yang kemulyaan disebutkan. elok. Al-A’rāf. bagus. dan firman Allah SWT. firman Allah (‫ )زٌن للناس حب الشهوة *زٌن لهم سؤ أعملهم‬firman Allah ( ‫زٌن للذٌن‬ ‫ )كفروا الحٌاة الدنٌا‬dan firman Allah (‫ )زٌن لكشٌر من الشركٌن قتل أوالدهم شركاؤهم‬perhiasan itu ditakdirkan untuk menghinakan semua dari mereka. dan perhiasan itu dikatakan atas 3 bagian yaitu: perhiasan diri. Q. serta Q. ( ‫ ) جمٌل‬yang artinya: yang indah. membandingkan perhiasan yang tempatnya berada pada diri manusia dengan tempat perhiasan syaitan dan pada tempat yang disebutkan sama sekali bukan perbuatan. Kata Jamil (‫ )جمٌل‬yang disebutkan 4 kali. elok.)حَ بّبَ إلٌكٌٌٌ م‬yaitu perhiasan diri. keelokan. ( ‫ ) جمل.S. cantik.ٌجمل. kata lain yang seasal dengan jamal adalah Jamālun (‫ )جمال‬yang disebutkan 1 kali. “Perhiasan seorang wanita ada pada kebaikan adab” dan firman Allah ( ‫فخرج على‬ ‫ . yaitu terdapa dalan Q. elok. berupa perkataan dan perbuatan dan sesungguhnya Allah swt.Ashfahani. Al-Mujamil ( 73): 10 Kata jimalat (‫ ) جمالت‬disebutkan 1 kali. cantik. ( ‫ ) استجمل الشئ‬yang artinya: menganggap bagus. firman Allah (‫ ) زٌنا لهم أعما لهم* زٌنا لكل أمة عملهم‬dan adapun perhitungan syaitan.S.جما ال‬yang artinya: indah.)قومه فً زٌنته‬Telah berkata dan menyangka seperti perhiasan apa bila telah Nampak kebaikan. Al-Ahzab (33): 28 dan 49. cantik. firman Allah (‫ ) وإذ زٌن لهم الشٌطان أعملهم‬firman Allah (‫ )ألزٌنن لهم فً األرض‬dan tidaklah yang disebutkan tadi adalah Maf’ul tetapi maknanya adalah Mafhum dan bukanlah yang disebutkan tadi adalah perbuatanya. Sedangkan menurut Ragib al. dan alat dapur. perkakas rumah tangga. (‫ )جمله: زٌنه صٌره. ( ‫ ) جما ل‬yang artinya: keindahan. perhiasan badan seperti kuat dan panjang pada waktu iqamat dan perhiasan yang dikeluarkan pada harta yang berharga. cantik. elok.)من حرم زٌنة هللا‬maka sungguh yang membawa perhiasan itu dikeluarkan dan pada yang demikian itu bahwasanya telah diriwayatkan pada suatu kaum yang pada saat itu melakukan Tawaf di Baitullah dengan membuka aurat dan berteriak-teriak dari yang demikian itu sebagian ayat. sebagaimana firman Allah SWT. yaitu didalam Q. kecantikan. kebagusan.S. (‫ )جمل‬terbagi dua. Sedangkan menurut Ragib al-Ashfahani menjelaskan kata zain (‫ )زٌن‬yang artinya perhiasan yang hakekatnya adalah apa yang buka dari kejelekan manusia pada sesuatu dari ikhwalnya yang tidak ada pada dunia dan tidak pada akhirat. An-Nahl (16): 6. yaitu terdapat dalam Q. dan kata jamal.S.S. seperti ilmu dan itikad yang baik. yaitu terdapat didalam Q. )جمل: كان جمٌال‬yang artinya: Bagus. elok ( ‫ )الجما ل والجما ل : الجمٌل‬yang artinya: yang bagus.

Q. dan orang yang berbuat baik berdasarkan panca indra dan kebaikan telah diartikan padanya dari tiap apa yang membuat bahagia dari nik’mat yang diberikan pada manusia yang berupa dirinya dan badannya dan ikhwalnya Kata “ Indah” yang merujuk pada kata bahij ( ‫ )بهٌج‬terulang dalam Alquran sebanyak 3 kali. M. dengan demikian itu Allah swt berfirman: (‫)ولكم فً جمال حٌن ترٌحون‬dan kata jamal. yusuf ayat: 2. kata hasan (‫ )حسن‬diartikan suatu kebaikan yang diibaratkan dari setiap orang yang cantik yang berkehendak pada kebaikan dan pada yang demikian itu ada tiga bagian yaitu orang yang berbuat baik berdasarkan akal. Keindahan Terbagi menjadi dua bagian yaitu keindahan fisik. Q. Huud ayat: 7. Q. kecantikan.S.S. Al-Khafi ayat: 7.S.S. Az-zumar ayat: 21. Q. ( ‫ )-ٌبهج. Q.S. Anisa ayat: 59. sebagaimana firman Allah swt: ( ‫حدا عق‬ ‫ )ذات بهجة‬dan kata bahuj (‫ )بهج‬berasal dari kata bahij (‫ . cantik. ( ‫ ) حسنة‬Jamak dari ( ‫ ) حسنا ت‬yang artinya: perbuatan yang baik. Sedangkan menurut Ragib al. sebagaimana hadis nabi yang telah diriwayatkan. (‫ )جمل‬Jamak Taksirnya.S.ٌحسن‬ ‫ ) حسنا‬yang artinya: baik. ( ‫ ) احسن وحسنة‬yang artinya: menjadikan baik.S. kemudian kata indah yang merujuk kata (‫ )حسن‬terdapat 10 surah.حسن: كا ن جمٌال‬yang artinya: bagus. Q. dan tidaklah orang itu hidup tanpa adanya keindahan dan sesunguhnya keindahan dengan demikian yaitu bahagia dengan kebahagiaan dan sesungguhnya banyak wajah-wajah yang gembira dengan hal yang demikian”.S.pada dirinya atau badan atau perbuatan. ( ‫ ) أحسن‬Jamak dari ( ‫ )أحا سن‬yang artinya: yang lebih bagus. Q. 53. mempercantik. At-taubah ayat: 121. Q.بهاجة بهج‬yang artinya: baik.Ashfahani. cantik. menghias. bagus. baik/ lebih baik dari semula.125. Al-Baqarah ( .S. An-Nahl ayat: 96. bagus. orang yang berbuat baik berdasarkan hawa nafsunya. menggairahkan. memperbaiki. yang terdapat pada Q. Q.)بهٌج‬sebagaimana firman Allah swt. ( -‫حسن. sedangkan kata bahzat (‫ ) بهجة‬yang artinya: kebagusan. dan keindahan non Fisik. Q. baik.35. Q. menjadi bagus. (‫ )حسن‬jamak dari ( ‫حسا‬ ‫ )ن‬yang artinya: yang baik. cantik. keindahan fisik banyak terdapat pada ayat-ayat Alquran diantaranya: Q. membuat lebih baik ( dari semula). dan kata Indah yang merujuk pada kata (‫ )بهٌج‬terdapat 3 surah. Ali-Imran (3): 14. ( ( ‫وأنبتنا‬ ‫فٌهامن كل زوج بهٌج‬dan kata bahuj (‫ )بهج‬sebagaimana perkataan syair “ciptaan yang mempunyai zat indah. -‫جمٌل-وجمال‬ ‫ وجمال‬Allah Swt berfirman: ‫فصبر جمٌل*فاصبرصبرا جمٌال‬Kata ‘Indah’ yang merujuk kata ahsan (‫)ا حسن‬ terulang dalam Alquran sebanyak 10 kali. (‫ )حسن‬jamak dari (‫ )محا سن‬yang artinya: kebagusan. (‫ )حسن-أحسن‬yang artinya: membaguskan.S. Menurut Raghib AlAshfahami didalam Mu’jamnya.أبهجه‬yang artinya: menyenangkan. Q. dan yang kedua apa yang telah datang selain dari padanya dan atas keindahan wajah.S. Dalam bahasa arab kata ( ‫ ) حسن.S Al-an’am ayat: 152. baik.S. Al-Isrā ayat: 34. ( ‫ )حسنه‬yang artinya: memperbaiki. mempercantik.بهجا. An-Naml ayat: 4. ( ‫ ) تحسن: صا ر حسن‬yang artinya. Dalam bahasa arab kata bahij (‫ )بهٌج‬berasal dari kata bahaza ( ‫بهج‬ ‫ )ٌبهج. ( ‫ ) ا لحسن‬jamak dari ( ‫ ) حسن‬muannasnya ( ‫ ) حسنة و حسناء‬yang artinya: yang bagus.97. yang cantik. yang terdapat dalam. baik. sesungguhnya keindahan itu memecahkan banyak kebaikan. Keindahan fisik adalah keindahan yang biasa kita rasakan dan kita nikmati di dunia atau kita rasakan di alam nyata. maka mencintai orang yang dikhususkan. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menjelaskan Kata bahij (‫ )بهٌج‬berasal dari kata bahaja ( ‫ )بهج‬yakni sesuatu yang indah warnanya dan menyenangkan Jadi kata Indah yang merujuk pada Kata (‫ )زٌن‬terdapat 32 surah . An-Nūr ayat: 38. 125. AlHadid ayat: 20. kebaikan. Q. kemudian kata Indah yang merujuk kata (‫ )جمٌل‬terdapat 8 surah.S. menjelaskan kata bahuj ( ‫ )بهج‬yang artinya kebagusan yang melahirkan kebaikan dan telah nampak kegembiraannya. beliau bersabda (‫ ) إن هللا جمٌل ٌحب الجمال‬hal itu sifatnya adalah mengingatkan. Qaf ayat: 7.S. ‫ ))تحسن‬yang artinya: menjadi baik. Almaidah ayat: 50. AlMuminūn ayat: 14.

Keindahan adalah suatu yang mendatangkan rasa senang ( Humon. Al-Hijr: ( 15 ): 16. Italia dan Spanyol yaitu (bello ). pujangga Belanda ) Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan yang lainnya ( Baumgarten. bahasa Prancisnya ( beau ). Al-A’rāf (7) : 31. “ Di dalam masalah ini terdapat keindahan” dan. Akhir katanya adalah ( bonum ) yang berarti kebaikan. Kata bahuj (‫ )بهج‬yang juga artinya indah.)زٌن‬jamal. keindahan itu dari bahasa Inggris ( beautiful ). Kata ahsan ( ‫ا‬ ‫ )حسن‬yang artinya kebaikan. karena indah itu dinilai baik.)جمل‬yang artinya indah. Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya ( Emmanue Kant ). Pujangga Jerman ).)حسن‬Kata zain (‫ )زٌن‬yang artinya indah. Sedangkan kata “Kebaikan” banyak di sebutkan di dalam Alquran dalam berbagai bentuk. perangai dan bentuk. Al-Khafi (18): 7-8. sejuk. kemudian digunakan untuk perbuatan dan akhlak. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Sedangkan keindahan non Fisik adalah keindahan yang kita rasakan didalam hati manusia masing-masing yang semua itu tidak sama atau keindahan yang sifatnya tidak bisa dilihat tapi nanti kita bisa merasakan di akhirat kelak. uang. Di sini kebaikan tidak ada kaitannya sama sekali. Keindahan juga bersifat universal. lokal. Pengertian Keindahan Menurut Istilah Ibnu Taimiyah. Keindahan identik dengan kebenaran. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q. kemudian digunakan untuk rupa. An. karena tenaga hidup ego itu sendirilah yang mengekspresikan diri dalam perwujudan keindahan Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang bagi yang melihatnya. B. waktu dan tempat. tidak di katakana. bahwa keindahan adalah bentuk dari ekspresi kehendak. Menurut The Liang Gie. mode. Al-Gāsyiyah (88): 816. beliau Kemudian Ibnu Al-Atsir mengatakan keindahan adalah keindahan pada rupa dan makna A. tidak lebih dari delapan kali. “ Di dalam persoalan ini dan juga didalam Alquran terdapat kebaikan. Kata jamal.Naml ( 27) : 60. yang ditujukkan pada benda yang indah baik muka. mengutip pendapat Iqbal. akhlak. Keindahan ialah perbuatan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. punjangga rusia). mengutip pendapat Ibnu sayyidihi dan Ibnu Al-Atsir. hasrat dan cinta ego dalam mencapai ego mutlak. Al-Hujurāt (49): 7. An-Naml (27): 44. An-Nahl ( 16 ): 56.S. indah disini ketika keindahan tersebut sudah meresap sehingga timbul efek dari keindahan tersebut rasa senang. Kebaikan di gunakan untuk rupa dan makna. Kata-kata itu berasal dari bahasa Latin ( bellum ). Keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis ( Shaftesbury. Sekali dalam bentuk kata benda abstrak dan lainnya dalam bentuk kata sifat. (‫ . Nahl: (16) 6         Alquran menggunakan kata “Keindahan” dalam Sekup yang sempit. dari keindahan yang dirasakan akan timbul kebaikan. punjangga jerman ). kedaerahan. artinya tidak terikat oleh selera perseorangan.)جمل‬bahuj (‫ )بهج‬dan ahsan ( ‫ا‬ ‫ .S. Perbedaan antara kebaikan dan keindahan adalah kebaikan aslinya digunakan untuk rupa. gembira. (Leon Tolstoy. Semuanya di gunakan dalam hal akhlak selain ayat yang sudah kami sebutkan diatas. Perbandingan antara kata zain (‫ .2 ): 212. Khudori Soleh. digunakan untuk memperindah dengan cara dihiasi atau benda yang menambah indah bagi seorang yang mempergunakannya akan kelihatan indah. yakni keindahan kuda dan unta. (‫ . pujangga inggris) dan keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang ( Hemsterhuis. Qaf ( 50): 6-11. Anda mengerti jika dikatakan. kemudian . Keindahan non fisik banyak terdapat dalam ayat-ayat Alquran diantaranya: Q. An-Nuur (24): 35. Sedangkan keindahan aslinya digunakan untuk perbuatan akhlak dan keadaan lahiriah. dan harta yang banyak yang membuat manusia menjadi terkenal dan meningkat.

Al-Hujurāt (49): 7  •                              Ayat tersebut termasuk golongan ayat surah-surah Madaniyyah. Tetapi Allah menjadikan kamu hai orang-orang mukmin. Al-Hujurāt (49): 7. nada. Q. Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan. bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis. Sebab itu tidaklah layak kamu samakan . serta menjadikan benci kepada kamu yakni menjadikan kamu benci kepada kekafiran. Mereka yang sifatnya demikian itulah berada di jalan yang lurus dan benar. bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat. Allah telah menjadikan cinta kepada kamu yakni menjadikan kamu wahai para sahabatnya yang setia. Untuk membedakan ini dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah keindahan ( beauty ) dan benda atau hal yang indah ( the beautiful ). keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. c. sehingga dengan demikian kamu mengikuti tuntunan Allah dan rasulnya. Sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik juga menyenangkan. Al-Baqarah (2): 212. Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah berfirman. AliImran (3): 14. Kata ħabbaba (‫ )حبب‬menjadikan cinta. Kecintaan pada keimanan Q. cinta kepada keimanan dan menjadikannya yakni iman itu indah dalam hati kamu sehingga kamu terjaga dari kejatuhan dalam kedurhakaan.S.S. cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu didalam hatimu dan menjadikan kamu membenci kepada kekafiran. dan kata-kata. bentuk. 1. kefasikan dan kemaksiatan.S. Misalnya Plato menyebutkan watak yang indah. Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Mereka itulah yang sungguh tinggi keluhuran perangainya. Menurut cakupannya. yakni berupa keindahan bentuk dan warna. dengan pesuruh Tuhan. kefasikan.Misbah Allah berfirman. BAB III KONSEP KEINDAHAN MENURUT ALQURAN A. keindahan dalam arti estetis murni. b. sedang yang dijadikan benci kepadanya ada tiga yaitu kekafiran. Ini hendaknya menyatu tanpa dipisah-pisah. Selain itu dibedakan pengertian : keindahan dalam arti luas. Yang dijadikan cinta kepada orang-orang yang beriman hanya satu yaitu keimanan.mempunyai bentuk pengecilan menjadi ( bonellum ) dan terakhir dipendekkan sehingga menjadi ( bellum ). Dapat disimpulkan. Dalam Tafsir Al. Q. Ini karena iman terdiri dari tiga unsur yang menyatu. berkat karunia dan nikmatnya. dan kedurhakaan. menggambarkan kesenangan seseorang kepada sesuatu. Dalam pembahasan filsafat kadang-kadang dicampuradukan saja. terlepas apakah yang disenangi itu dinilai baik atau buruk. Q. yang dalam hal ini ayat-ayat Alquran yang membahas tentang makna keindahan diantaranya adalah. MAKNA KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Sebagaimana telah diketahui banyak ayat Alquran telah membicarakan tentang konsep keindahan. Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dengan hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya. orang membedakan antara keindahan sebagai kulitas abstrak dan sebagai sebuah bentuk tertentu yang indah. warna. a. kedurhakaan dan kefasikan. yaitu pembenaran dengan hati. ada pula yang berpendapat. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan memperingati bahwa kamu itu adalah sedang berkumpul dengan rasul Allah.S. ucapan dengan lidah dan pengamalan dengan anggota tubuh. dan hukum yang indah. yang merupakan orangorang yang mengikuti secara mantap jalan yang lurus.

Allah juga memilihkan sekelompok orang di antara hamba-hambanya agar kalbunya terbuka untuk menerima keimanan.” Ini pun akan membuka topeng orang-orang pembohong pembuat laporan palsu. kefasikan. menerangkan hatinya kepada keimanan tersebut. “Yang jikalau beliau ikuti saja kepada kamu pada kebanyakan dari pada urusan.S. Ia juga mengarahkan manusia agar tidak mengajukan usul atau bergegas melangkah menyangkut apa yang diduganya baik sebelum memohon batuan Allah untuk memilihkan yang terbaik. AlHujurāt (49): 7.S. “Dan ditimbulkannya rasa benci kamu kepada kufur” fasik. Itu semua berdasarkan ilmu dan hikmah ilahi. fasik dan kedurhakaan kepada Allah. Allah menjadikan cinta kepada keimanan dan menghiaskannya ke dalam hati orang-orang mukmin. 2. Memberi tahu tentang apa yang disukai dan dicintai manusia dalam kehidupan dunia ini berupa bermacam-macam kesenangan dan kelezatan seperti wanitawanita dan anak-anak.saja Rasul Allah itu dengan orang lain. “Dan dia hiaskan akan dia dalam hati kamu. Mereka lebih mencintai iman dari pada membuat berita bohong. Dihiaskan Allah dalam hati mereka yang baik itu iman dan ditimbulkan pada hati mereka kebencian kepada sifat-sifat buruk yang dapat mengacaukan masyarakat. dan kedurhakaan. kemudian ternyata bahwa berita yang kamu sampaikan itu adalah berita bohong. Ali-Imran (3): 14  ••                          Ayat tersebut termasuk golongan ayat surah-surah Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah berfirman. atau menggambarkan kesenangan seseorang kepada sesuatu. Sedangkan kepada sesama kamu sendiri tidaklah kamu berdusta. pemeliharaan ini merupakan karunia dan nikmat dari Allah. apalagi dengan utusan Allah.” Maka orangorang yang dihiaskan Allah iman dalam hatinya itu lebih suka jika berita yang mereka sampaikan kepada Rasulullah itu adalah khabar yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. berfikir lebih dahulu dengan seksama barulah mereka bertindak. sebab disamping mereka pasti terdapat pula orang yang lebih mencintai iman dan meencintai kejujuran. mengatakan yang sebenarnya. jadi makna keindahan adalah cinta. Cinta Syahwat Q. bahkan jika dibandingkan dengan nikmat keberadaan dan kehidupan sekalipun kenikmatan ini lebih sedikit dan lebih rendah dari pada nikmat iman. Adapun jika tujuan dari mencintai dan menyukai wanita semata-mata . mengaris bawahi peran Allah swt. dan kedurhakaan. serta menjadikan benci kepada kekufuran. diketahui bahwa ayat Q. Sedangkan menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran. dan kedurhakaan. yaitu kufur. kefasikan. menjelaskan bahwa. kecintaan kepada keimanan dan menjadikan cinta. Penegasan tentang hal ini menurutnya merupakan bisikan kepada kaum beriman agar berserah diri kepada Allah dan pengaturannya serta merasa tenang dengan hasil yang akan dicapai. “Tetapi Allah telah menimbulkan cinta kamu kepada iman. Tidak ada karunia dan nikmat yang lebih besar dari pada itu. siapakah yang akan mendapatkan kesulitan? Padahal beliau dituntut oleh wahyu Ilahi dan oleh kecerdasan fikiran beliau sendiri. Berdasarkan uraian di atas. serta menjadikan benci kepada kekufuran. dan menjadikan indah dalam pandangan indah lalu ruhnya berterbangan menyambut keimanan serta meraih keindahan dan kebaikannya. niscaya akan sulitlah kamu” artinya kalau kiranya kalau kiranya tiaptiap laporan saja diikuti oleh Rasullulah dan diterimanya saja apa yang kamu katakana. dalam menjadikan cinta kepada keimanan dan menghiaskannya ke dalam hati orang-orang mukmin.

serta harta benda yang beraneka ragam. perak. Sisi lain ini adalah sisi persiapannya untuk meningkatkan derajatnya dan persiapan untuk mengendalikan jiwa serta menghentikannya pada batas-batas yang sehat dalam mengatualisasikan keinginan-keinginan ini.” Disini telah terdapat tiga kata. diinginkan dan dengan berbagai macam usaha manusia ingin mempunyainya. Ini merupakan pengakuan terhadap kenyataan dalam salah satu sisinya. Syahwat adalah kecenderungan hati yang sulit terbendung kepada sesuatu yang bersifat inderawi. Maka disebutlah disini enam macam hal yang manusia sangat menyukainya karena ingin hendak mempunyai dan menguasainya. apa apa yang diinginkan. Sedangkan menurut Sayyid Quthub dalam Tafsirnya Fi Zhilalil Quran menjelaskan kata ( ‫“ ) زٌن للناس‬dijadikan indah dalam pandangan manusia” digunakannya dalam bentuk kata kerja pasif disini mengisyaratkan bahwa susunan insting mereka mengandung kecenderungan-kecenderungan ini. bahwa dia mencintai lawan jenisnya. maka hal itu merupakan tujuan yang baik. dan kuda kendaraan yang diasuh. disamping terus mengusahakan peningkatan mutu kehidupan dan meninggikannya keufuk yang diserahkan keufuk yang diserahkan oleh embusan keluhuran itu. serta sesuai dengan tujuannya memperindah. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Diperhiaskan bagi manusia kesukaan kepada barang yang diingini. Sekali lagi syahwat digunakan sebagaimana digariskan kepada Allah. maka pada diri manusia terdapat kecenderungan-kecendrungan ini dan itu merupakan bagian dari kejadian asalnya yang tidak dapat diingkari dan dianggap munkar. terpuji dan dianjurkan sebagai mana hadis Rasulullah yang menghimbau umatnya untuk kawin dan memperbanyak keturunan dan bahwa sebaik-baiknya umat. Akan tetapi. tetapi apabila keinginan telah timbul. disukai. artinya kesukaan atau cinta. yaitu keinginan-keinginan yang menimbulkan selera yang menarik nafsu buat mempunyainya. sehingga yang Nampak oleh manusia hanyalah keuntungannya saja. dan sawah ladang. dan sawah ladang. yang diperindah adalah kecintaan kepada aneka syahwat. dan lezat. ungkapan kalimat ini tidak memiliki konotasi untuk menganggapnya kotor dan tidak disukai.Misbah Allah berfirman. sehingga yang nampak oleh manusia hanyalah keuntungannya saja. Bahwa yang memperinda adalah Allah. dan binatang-binatang ternak. Suatu batas untuk membangun jiwa dan kehidupan. kuda pilihan. serta menghembuskan hati manusia dengan alam yang tinggi. Dalam Tafsir Al. Kata kedua ialah Hubb. segala barang yang diingini itu ada baiknya dan ada buruknya. binatang ternak. tetapi ia hanya sematamata menunjukkan tabiat dan dorongan-dorongannya. ialah yang banyak wanitanya. kampong akhirat. berkembang dan berjalan normal. maka semuanya yang disebut itu adalah baik. material. yakni bawaan manusia sejak kelahirannya. Adalah merupakan fitrah. tetapi tidak kotor dan tidak dibenci. Hal hal yang dicintai adalah keinginan terhadap wanita-wanita. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan “ yah. Maka ia merasa senang dan memandangnya indah. anak anak lelaki. harta yang banyak dari jenis emas. Pertama zuyyina. dan keridhaan Allah.untuk memperoleh keturunan. yang kelihatan hanya eloknya saja dan lupa akan buruk atau susahnya. Maksudnya. artinya diperhiaskan. sehingga manusia tidak memperdulikan kepayahan buat mencintainya.” Itulah enam macam yang sangat disukai. menempatkannya pada tempatnya tanpa . Kata ketiga ialah syahwat. Ini merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia supaya kokoh. “ yaitu dari hal perempuan dan anak laki-laki dan berpikul-pikul emas dan perak. fakta juga membuktikan bahwa didalam fitrah manusia ada sisi lain yang menimbangi kecendrungankecenderungan itu dan menjaga manusia agar tidak tenggelam dalam sisi ini saja serta kehilangan tiupan keluhuran atau petunjuk dan pengarahannya.

dan tempat menetap adalah diatas diatas kaum kafir. ia merupakan naluri. baik pangkat dan kedudukan yang tinggi. diketahui bahwa ayat Q. Oleh karena itu mereka beruntung di hari kemudian. Hawanafsu dan syaitan-syaitan. menjadikan keindahan yang sangat mengagumkan itu bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. serta mengajaknya untuk memandang ke ufuk lain setelah merujuk vitalnya apa-apa yang diingini itu. untuk masuk kedalam persatuan akidah. mereka tidak . kalau sekarang menjadi orang yang beriman kepada Muhammad saw. atau kekuasaan. atau kekayaan. Itu dimaksudkan agar manusia mengingat penghias bukan hiasannya. “Padahal orang-orang yang bertaqwa itu akan lebih tinggi dari mereka dihari kiamat. menginfakkan harta yang diperolehnya dalam lapangan ketaatan kepada Allah. dengan tanpa tenggelam dan semata-mata bergelimang didalamnya. Mengapa orang tidak mau diajak? Ia karena mereka telah dirayu oleh kemegahan duniawi.S. jadi makna keindahan adalah cinta dan syahwat atau keinginan manusia yang sifatnya baik dan indah. yaitu orang yang berpaling dari dunia. Terutama tidak mau menerima ajakan kepada persatuan. mengapa sejak Muhammad datang.S. kepemimpinannya terhadap orang Madinah kelindungan oleh cahaya kenabian Muhammad.” Maka oleh sebab yang mereka fikirkan hanya kemegahan dunia. tempat berkumpul. Al-Baqarah ( 2 ): 212. Kecintaan kepada berbagai perhiasan Q. kepada islam. maupun dihiaskan dan diperindah oleh setan. ataupun pengaruh. Mereka mengumpulkan harta benda dan menolak untuk membelanjakannya dalam perkara yang diridhai Allah. Hiasan yang melekat dalam diri orangorang kafir itu. Dengan adanya naluri itu. Dalam Tafsir Al. dalam perjalanan. mengikatnya sehingga tidak kuat dia melepaskan diri. Berdasarkan uraian di atas. Hiasan itu telah tertanam dalam diri manusia seluruhnya.” Maksud kafir disini tentu saja perangai dan dasar tempat tegak yang tidak benar. serba benci. Ali-Imran (3): 14 menjelaskan tentang aneka syahwat yang hal itu memang diciptakan untuk manusia yang tujuannya untuk memperindah. Mereka pun memandang hina terhadap orang-orang yang beriman.Misbah menjelaskan. manusia bersedia untuk letih dan berkorban demi membangun dunia sesuai dengan tuntunan Allah. itulah yang senantiasa menghabiskan keduniaan itu sehingga orang tetap didalam kekafirannya. 3.            •            Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier menjelaskan. menjadikan mereka terus menerus dan berulang ulang merendahkan menghina orang-orang yang benar-benar beriman. serta tidak mengalahkan apa yang lebih mulia dan lebih tinggi dalam kehidupan. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orangorang yang beriman. Maka semuanya itu merasa diri jatuh. Kedudukan mereka di mahsyar. serta memberikannya karena Allah semata. yang menghiasi dalam diri mereka bahkan dalam diri setiap insan adalah Allah. hari bahagia karena iman. Kaum munafik dibawah pimpinan Abdullah bin Ubai tidak mau masuk. Segala kemegahan dunia.melewati batas. Hiasan itu dimaksudkan agar mendorong manusia memakmurkan bumi ini. baik dihiaskan oleh Allah tetapi tidak mereka gunakan sesuai yang dikehendakinya. dan semuanya itu baik selama tidak bergelimang didalam syahwat itu tanpa memperhatikan suatu kewajiban. Allah swt memberitahukan perbuatannya dalam menjadikan kehidupan dunia itu indah bagi kaum kafir yang menyukainya dan menganderuginya. tidak memikirkan hari depan.

karena puas terhadap amal perbuatan yang telah dilakukannya menurut tuntutan Allah dan Rasulnya patuh dan taat pada segala perintah dan larangan sehingga selamatlah ia dari kesesatan dan kebinasaan dunia akhirat. dan kini menghadapi akhirat dengan berbagai nikmat yang telah diturunkan Allah. Untuk memberi kenyamanan yang lebih sempurna. bahwa Allah menjelaskan wajah-wajah mahluk yang berseriseri. Q. dia terpaku oleh keindahan dunia sehingga dia tidak biasa berpikir luas. bahwa semua keindahan berasal dari Allah dan makna keindahan disini adalah perhiasan yang menyebabkan timbulnya keindahan. setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keadaan penghuni neraka. Dalam Tafsir AlMisbah menjelaskan. berusaha memakmurkannya.S.S. ayatayat diatas menguraikan keadaan penghuni surga agar manusia memperoleh informasi dan membandingkannya lalu memilih tempat yang diinginkannya. Alquran memberi gambaran tentang keindahan surga Q. siapapun engkau masuk kesurga tidak mendengar didalamnya perkataan yang tidak berguna. dan memajukannya. yang penuh tanda kesenangan dan kepuasan nikmat.S.         •              •   •        Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier. dan memperhatikan perkembangannya serta memproduktifkannya. Berdasarkan uraian di atas. Q. menjelaskan bahwa orang kafir bergelimang keindahan dunia tetapi orang yang beriman tidak terlalu menghiraukan dan tidak terpaku dengan keindahannya. didalamnya yakni disurga itu ada juga tahta-tahta yang diinginkan sehingga mereka dapat menikmati padangan kearah manapun dan sambil duduk santai mereka pun dapat minuman aneka minuman karena disana ada gelas-gelas tanpa pegangan yang terhidang didekatnya dengan mudah mereka raih dan juga ada bantal-bantal sandaran yang . yakni merasa puas dan senang.Gāsyiyah (88): 816. karena orang yang beriman tidak terpengaruh dengan keindahan dunia sehingga dia tahu apa yang lebih penting dari semua itu. Al. mereka berada didalam surga pada tempat dan kedudukan yang tinggi. Sedangkan menurut Sayyid Quthb dalam Tafsirnya Fi Zhilalil Quran menjelaskan orang-orang kafir memandang indah kehidupan dunia karena dia tidak biasa melihat hal yang penting dari keindahan dunia. terhadap usahanya sewaktu hidup didunia ia ridho. An-Nūr (24): 35-36. sedangkan orang yang beriman diangapnya hina. jadi yang menghiasi dihati orang beriman adalah Allah sehinga orang beriman selalu ingat dengan kebesaran Allah. GAMBARAN KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Sebagaimana telah diketahui banyak ayat Alquran yang telah membicarakan tentang konsep keindahan. Al-Gāsyiyah (88): 8-16.S. dan dia masih tetap menjalankan tugas sebagai khalifahannya.S. yang dalam hal ini ayat-ayat Alquran yang membahas tentang hakekat keindahan diantaranya adalah. lalu ia mempergunakan hidupnya untuk sesuatu yang lebih besar dan lebih mahal dari pada kekayaan dunia ini. Q. setelah melihat ganjaran dan anugerah Allah. AlBaqarah ( 2 ): 212. An-Naml (27): 44. Dan Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya dengan tiada dihitung. diketahui bahwa ayat Q. B. banyak juga muka-muka pada hari itu yang sangat ceria lagi berseri-seri.mau turut dalam rombongan orang yang bertaqwa itu. Ayat diatas menyatakan. Al-Hijr:( 15 ): 16 1. Didalamnya ada aneka jenis mata air yang mengalir dengan deras tanpa putus-putusnya. Q.S.

atau pun menunjukkan gembira bahagia. adalah gambaran dari perasaan jiwa sendiri. permadani terbentang. alangkah nikmatnya. “Dan pialapiala yang sedia terletak. dapatlah menjelaskan dalam ingatan kita betapa subur. mulia dan cermerlang. “Didalamnya ada tempat-tempat peranduan yang ditinggikan. Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran. “ yang lantaran usahanya sendiri. diiringi lagi dengan ayat selanjutnya. 2.”Mata air yang selalu mengalir. sanjugan dan pujian kepada Tuhan. Gambaran yang disurga nanti akan dibentuk sesuai dengan tingkat kejiwaan ahli surga. ataupun tinggi karena yang duduk disana hanyalah orang-orang yang ditinggikan Allah kedudukannya karena amalnya. dan pada sisi lain menyenangkan jiwa yang meresapinya dengan mendalam. Air yang mengalir itu bagaikan menyambut perasaan yang bersangkutan terhadap kehidupan dan terhadap ruh yang memancar dan mengalir. . diketahui bahwa ayat Q. keindahan gerakan dan pancaran serta mengalirnya air itu. pemandangan ini menyebabkan kalau dipandang. Berdasarkan uraian di atas. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Beberapa wajah dihari itu akan merasakan nikmat. Dan permadani-permadani yang terhampar dengan beludrunya seperti sejadah.tersusun rapi dan permadani-permadani tebal lagi halus yang terhampar diberbagai tempat. “Didalamnya ada tahtatahta yang ditinggikan’’ ketinggian ini mengesankan adanya kebersihan dan kesucian. Selanjutnya Allah mencurai memaparkan apa-apa saja jenis nikmat yang akan dirasakan itu. dia merasa sentosa. “Gelas-gelas yang terletak didekatnya” tersusun dan tersedia siap digunakan untuk minum tanpa mencarinya dan tanpa mengambilkanya lagi. “Didalam surga yang amat tinggi. Datanglah ayat yang selanjutnya menyatakan sebab timbulnya kegembiraan itu. Al-Gasyiyah (88): 8-16. “Dan bantal-bantal sandaran yang teratur berbaris. dan gelas-gelas yang terletak disebelahnya.” Kalu tiap hari yang kita dengar hanya kata-kata yang tak berhujung pangkal. betapa damai. wujuuh kata jamaknya: artinya ialah muka. jiwa kita rasa tersiksa. peraduan tertinggi. Dan muka yang dimaksud disini tentu jiwa atau hati kita.” Dengan pernyataan Tuhan demikian. Yang akan kita dengar hanyalah ucapan tasbih dan tahmid.” Wajah kata mufradnya.“ Didalamnya ada mata air yang selalu mengalir.S.” Ini punsatu penggembaraan yang indah disurga.” Diatas tempat-tempat peranduan itulah mereka duduk berbaring berlepas lelah dari kepayaan hidup diwaktu didunia. setelah itu disebutkan kenikmatan-kenikmatan yang menyenangkan perasaan indra disebutkan dalam gambaran yang dapat dibayangkan oleh manusia. yang terhampar disana sini untuk hiasan dan untuk istirahat. Allah mengemukakan sebagian dari sifat surga dalam makna yang tinggi. betapa sejuk tempat disana.” Bantal tersusun. Karena raut muka menunjukkan takut. “Tidak akan mereka dengar didalamnya hal-hal yang sia-sia. “Bantal-bantal yang tersusun” dan tempat-tempat sandaran yang empuk untuk bersandar dan bersantai ria.” Baik disebut tinggi karena tempatnya. piala beredar. Maka dalam surga itu kelak kata-kata demikian tidak akan dengar lagi.” Sehingga tinggal minum saja. atau sungai-sungai yang selalu mengalir. “Dan permadani hamparan yang selalu terbentang. nyatalah bahwa nikmat berganda yang dirasai kelak diakhirat itu tidak lain dari karena melihat bekas usaha. gambaran keindahan surga terlihat pada mata air yang mengalir sumber yang memancar pemandangan yang indah dan tahta-tahta yang ditinggikan. bekal amal perbuat semasa hidup didunia dulu. serta bantal-bantal yang tersusun dan permadani-permadani dan lain-lainnya. yang tidak diketahui kecuali orang-orang yang merasakan “didalamnya ada mata air yang mengalir’’ “Mata air yang mengalir” sumber yang memancar pemandangan yang indah. menjelaskan bahwa. Kadang-kadang dating pelayan-pelayan remaja mengisi piala itu bila telah habis isinya.

ialah pohon zaitun yang tumbuh di puncak bukit dan dapat sinar matahari. Perumpamaan kejelasan cahayanya adalah seperti sebuah cela dinding yang tak tembus sehingga tidak diterpa angin yang dapat memadam cahaya.Misbah menjelaskan. baik diwaktu matahari terbit atau pun diwaktu matahari akan terbenam. Karena jernihnya hampir-hampir saja minyaknya meneragi sekelilingnya. Ayat ini bagaikan berkata: Diturunkannya oleh Allah ayat-ayat yang berfungsi seperti dikemukakan itu disebabkan karena Allah adalah memberi cahaya kepada lagit dan bumi baik cahaya yang bersifat material yang dapat dilihat dengan mata kepala. Cahaya diatas cahaya berlapis-lapis seperti cahaya iman dan Alquran yang berpadu di dada seorang mukmin. sehingga pohonnya tetap subur dapat menghasilkan minyak zaitun yang baik. Allah membimbing kepada cahayanya siapa yang dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan yang bersifat indrawi dan kongkret dan memaparkannya bagi manusia untuk memudahkan mreka untuk memahi hal-hal yang abstrak dan Allah mengetahui segala sesuatu termasuk mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima petunjuk- . sehingga dia selalu ditempa oleh cahaya matahari sepanjang hari. bahwa Allah swt adalah pemberi cahaya langit dan bumi. Dan Allah membimbing kepada cahayanya siapa yang dikehendakinya dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan kepada bagi manusia dan dialah yang mengetahui segala sesuatau. maupun immaterial berupa cahaya kebenaran.Alquran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang cahaya Allah yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal. Minyak pohon itu hampirhampir member penerangan walaupun tidak tersentuh api. An-Nuur (24): 35                  •           •                      ••       Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier. Di lubang tidak tembus itu ditempatkannya pelita besar berada didalam kaca. Dalam Tafsir Al. tidak di sebelah timur. Cahaya diatas berlapis cahaya. dan membantu pula menghimpun cahaya dan memantulkannya kearah tertentu yang didalamnya ada yakni diletakan pelita besar. walaupun ia yakni pelita tidak disentuh api. perumpamaan cahaya seorang mukmin yang didadanya penuh iman dan taqwa adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang berada di dinding rumah. pengetahuan yan lain-lain yang dirasakan dengan mata hati. Q. Kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara yang dicahayakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya.S. ayat ini dapat dihubungkan dengan akhir ayat yang lalu yang menjelaskan bahwa Allah menurunkan ayat-ayat demikian jelas serta menjelaskan segala tuntunan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup duniawi dan ukhrawi manusia. yang biasanya digunakan tempat lampu. Pelita itu didalam kaca yang sangat bening dan kaca itu sedemikian bersih dan bening sehingga ia bagaikan binatang yang bercahaya. Pelita itu diyalakan dengan bahan bakar berupa minyak dari pohon yang ditanam dilokasi yang diberkahi sehingga tanah dan tempat tumbuhnya baik yaitu pohon zaitun yang tumbuh di tenggah. Demikian perumpamaan petunjuk Allah yang terbentang di alam raya ini dan yang diturunkannya melalui para nabi. serta mengkilap seperti mutiara.dan tidak pula disebelah barat. keimanan.

dan diatur diatas Nur. Musa bermunajat diatas bukit Thursina. Kata (‫ )نور‬Nur digunakan oleh bahasa dalam arti sesuatu yang menjelaskan/ penghilangan kegelapan sesuatu sifatnya gelap atau tidak jelas. 6) Cahaya bulan. karena ada kekuasaan tertinggi yang menyinarinya. Sekelumit dari pada ilmu tentang cahaya itu. tidak pernah terjadi kekacauan. sehingga tersebar keseluruh alam. 7) Cahaya yang menyertai kaum mukminin ketika menyerbang Shirat/Titian. Cahaya langit dan bumi dan seluruh alam ini tegak diatas Nur. dan kesana tuhan pancarkan sinarnya. 2) Iman. Allahlah yang menjadi cahayanya. Matahari dan Bulan berjalan menurut kadar yang tertentu dan bukan mengelilingi bumi. Penggunaan ini kemudian berkembang lagi sehingga akal yand dapat menganalisisi dan menangkap hal-hal yang bersifat abstrak dinamai juga nur. dan sumber sinar adalah Nur! Bahkan materi itu sendiri tidak lain dari pada Nur. menjelaskan bahwa texs ayat yang sangat menakjubkan ini. mata pun dapat menangkap apa yang disinari olehnya. 4) Nabi Muhammad saw. Dengan terjangkau hal-hal yang bersifat indrawi. Suatu yang dinamai Materi (Maddah). timbul bersama dengan cahaya yang tenang dan mencerahkan. seluruh alam semesta bertasbih dalam lautan cahaya yang sangat terang. Atomnya materi adalah gabungan dari pada Elektron dan Neutron. ya Rabbi! “Tidak” kata Tuhan. bumi. Inti Neutron dari semua ini adalah Nur. Maka dalam alam segalanya kelihatan. Sampai tumbuhnya padi disawah. dan dalam saat yang sama. Dengan demikian dia adalah terang dan menerangi. Ia digunakan dalam pengertiaan hakiki untuk menunjukkan sesuatu yang memungkinkan mata menangkap bayangan-bayangan benda disekitarnya. yaitu: 1) Agama Islam. paling tidak mempunyai sebelas makna. Adanya tuhan. Ini bermula dari hal-hal yang bersifat kongkret dan indrawi. Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran. mencahayai dan menyinari seluruh langit. Dalam Tafsir Al-Ahzar menjelaskan bukanlah semua langit bersama bumi menghasilkan suatu cahaya yang bernama Allah. adalah cahaya Allah. Bintang-bintang berjuta-juta dan berjuta diatas Al-Koon. 9) Injil.” Bukan dengan mata yang tidak ada artinya ini.petunjuknya. Tetapi wujudnya Allahlah. ia juga tersebar keseluruh perasaan dan anggota-anggota badan ia mengalir keseluruh sisi dan aspek kehidupan sehingga. 5) Cahaya siang. Nur itu telah didapat oleh manusia. cahaya itu itu . Disini nur merupakan sesuatu yang dapat ditangkap oleh mata. Dia ingin benar melihat wajah Allah. dan 10) Alquran. laksana es ditimpa panas terik mengalir menjadi pasir kebawah “Ampuni aku. Revolusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan telah terjadi dengan dahsyat dan hebatnya dalam abat 20 ini. Dengan demikian ilmu yang berfunsi menghilangkan kekaburan dan kegelapan yang menyelubungi benak seseorang. Semuanya dengan takdir dan jangka yang sangat teratur. Nurlah yang memberikan jauhar hidupnya dan wujudnya. serta 11) Keadilan. Tuhanku!Ampuni aku!” Musa Tersungkur Pingsan. yang menimbulkan cahaya dan semangat padanya. cakrawala dan seluruh yang maujud ini. Kata tersebut kemudian digunakan dalam arti majazi untuk menunjukan sesuatu yang menjelaskan hal-hal yang bersifat abstrak. 8) Penjelaskan tentang halal dan haram yang terdapat pada taurat. Apa pun dan kemana pun wajah memandang kelihatanlah “Allah. tumbuhnya jagung di ladang.” Lalu Musa disuruh menghadapkan penglihatan mata dan penglihatan hatinya kepada gunung. Hancur luluh gunung itu. karena dia hanya alat saja untuk melihat lagi dengan mata batin untuk mengenal cahaya itu. seperti pendengaran dan rasa. “ Engkau sekali-kali tidak akan dapat menatap wajahku. 3) Pemberi petunjuk. sehingga panca indra pun secara majazi dinamai nur. Kata nur yang digunakan Alquran. Perlihtakan mukamu kepadaku. sesudah atom dapat dipecahkan telah menimbulkan sinar. dan Bumi mengelilingi Matahari.

Berdasarkan uraian di atas. Allah juga memberikan gambaran keindahan yang gemerlapan didalam kehidupan kita didunia. diketahui bahwa ayat Q. Sesungguhnya perumpamaan yang digambarkan oleh Allah merupakan cara pendekatan kepada pengetahuan manusia karena dia maha mengetahui tentang kemampuan akal manusia. Setelah pemaparan tentang langit dan bumi. lantai ini sangat licin karena terbuat dari kaca. jin. cahayanya bagaikan cahaya iman didalam hati. An-Naml (27): 44. yang cahayanya diatas berlapis cahaya dengan demikian maka gambaran keindahan ada pada tingginya cahaya Allah berupa cahaya langit. Q.S.S. cahaya itu tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan jangkauanya. sehinga dengan ilmu itu manusia bias membelah melekul-melekul yang tidak bertopang kecuali cahaya. An-Nūr (24): 3536 menjelaskan tentang cahaya langit yang menerangi bumi yang terang. kini . Berkata Sulaiman kepadanya: “sesungguhnya bukan air yang engkau injak. sehingga ketika ia masuk disingkapnyalah kedua batisnya. Orang-orang yang dikehendaki Allah adalah orang-orang yang dibukakan hatinya bagi cahayanya sehingga dapat melihatnya. setelah dating bertemu dengan nabi Sulaiman dan menerima da’wahnya serta menyadarinya sebagai nabi Allah yang telah diberikannya Mukjizat berupa kerajaan yang kekuasaannya meliputi jenis manusia. dan jaga itu menjaga pelita dan tipuan angin dan kaca itu juga membuat cahayanya makin terang dan germelap. maka pada akhirnya berserahlah kepada nabi Sulaiman dengan mengucapkan pernyataannya dan taubatnya dari sikap dzalim terhadap diriku sendiri dan pada hari ini aku berserah diri bersama nabi Sulaiman kepada Allah semesta alam. 3. Dalam Tafsir Al. dan binatang. Sesunguhnya itu merupakan cahaya Allah yang menyinari segala kegelapan langit dan di bumi.                                 Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Madaniyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier.” Kemudian ia dipersilahkan masuk dalam istana.Misbah menjelaskan setelah selesai “ ujian pertama’’ yang telah dilalu sang Ratu dengan sukses. tidak terhalang dan tidak tertutup. menceritakan nikmat Allah dan mengunakannya untuk ketaatan. Ia menjawab: “ seakanakan dialah singgasanku. menjelaskan setelah singgasana Balqis berada dihadapan Sulaiman. kembali kepada penjelasan tentang lubang angin kecil yang terdapat di dinding selain jendela biasanya disitu diletakan lampu sehingga cahaya terhimpun dan mengarah dengan sasaran. cahaya itulah yang memberikan inti keberadaanya pada akhirnya manusia dapat menngeahui sedikit dari hakikat besar itu dengan ilmu mereka. cahaya minyak zaitun merupakan cahaya paling bening. bersih dan bercahaya. cahaya itu tersebar selamanya dilangit dan dibumi dan tidak pernah putus.berasal dari langit dan bumi. Seperti tentang istana Nabi Sulaiman yang dimasuki Ratu Saba. maka diperintahkan oleh beliau agar singgasan itu dirubah sedikit bentuknya atau warnanya yang hijau dijadikan dan yang asalnya kuning menjadi merah. perumpamaan cahaya bagaikan lampu yang ada didalam pelita.” Balqis yang menyembah matahari beserta kaumnya. yang lantainya terbikin dari kaca diatas kolam air. Tujuan Nabi Sulaiman dari perintah itu ialah beliau handak mencoba apakah Bilkis masih dapat mengenal singgasan sesudah diadakan perubahan itu atau tidak mengenalnya. ketajaman ingatanya dan kepadanya berdiplomasi. Maka tatkala Balqis sudah tiba ditunjukkannya kepadanya singasan itu ditannya: “Adakah serupa ini singgasanku?” Balkis memberikan jawaban yang menandakan kecerdasan otaknya.

Sedangkan dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran.” Maka tatkala dia melihatnya yakni melihat lantainya. menjelaskan kejutan itu berupa istana dari Kristal yang fondasinya diatas air dan tampak diatas air dan tampak seperti kolam air yang besar. Maka ketika dikatakan padanya “ masuk ke dalam istana” dia menyangka bahwa dia akan memasuki kolam air yang besar itu. Raja Sulaiman telah membuat sebuah mahligai yang sangat indah. Penyebutan nama Sulaiman menisyaratkan bahwa ia mengikuti beliau dalam ajaran yang dibawanya. barulah nabi Sulaiman membuka rahasianya. konon dibukakannya juga alas kakinya. Dia dipersilahkan masuk kemahligai itu: “Maka tatkala dia melihat lantai mahligai itu disangkanya bahwa itu kolam air.” Artinya bahwa buat menyambut kedatangannya.” Tetapi ternyata kedua kakinya tidak basah. daalam bentuk praktek. “sesungguhnya aku telah menganiaya diri sendiri.” Karena aku menyembah kepada selain Allah: “Dan aku telah menyerahkan diri bersama Sulaiman kepada Allah. Hati ratu itu telah diberi hidayah dan telah bersinar-sinar yang terang benderang. dengan ilmu serta kekayaannya. “Lalu dia berkata: “sesungguhnya itu adalah mahligai berlantai licin dari cermin.dilanjutkan dengan ujian kedua. Dia mmenyadari bahwa kepasrahan itu hanya milik Allah dan tidak boleh tunduk kepada seorang pun . dikiranya lantai itu kolam air yang besar padahal sebenarnya lantainya dibuat dari kaca yang sangat bening dan dibawah lantai itu mengalir air bahkan konon ikan-ikan. tuhan semesta alam. atau boleh jadi ketika itu dia tidak memakai alas kaki. “Maka disimbahkannyalah kedua belah pahanya.” Karena indah pembuatannya dan sangat teratur susunannya. “Karena mahligai itu telah diperbuat dari pada cermin atau crystal. Dan dia pun mulai menyerah: “Dia berkata: Tuhanku!” Mulailah dia memanggil Allah sebagai Tuhannya. Ayat ini menjelaskan bahwa: dikatakan oleh petugas istana kepadanya yakni kepada Ratu Bilkis itu “silahkan masuklah kedalam ruangan terbuka istana. dan “jatuhlah” dia kedalam “tawanan” Nabi Sulaiman. sepintas lalu keadaannya laksana berombak. Pada waktu itu “ Kalahlah” Ratu Bilkis. “maka disikapkanya kedua batisnya” setelah kejutan itu sempurna. tuhan pemelihara dan pengendali semesta alam.” Ratu itu berhenti dengan kejutan yang luar biasa dihadapan keajaiban-keajaiban yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa. Tuhan sekalian alam.” berkata Sulaiman “ sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari Kaca. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lalu disambungkan kedatangannya dengan serba kebesaran: “Dikatakan kepadanya: Masuklah kedalam Mahligai. dia yakni sang ratu berkata: tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku yakni dengan membanggakan kekuasaanku dan durhaka kepada tuhan dan aku berserah diri bersama Nabimu Sulaiman kepada Allah yang maha esa. Ucapan ratu Sa’ba itu dinilai oleh sementara ulama mengandung dua sisi. maka dia melanjutkan perjalanannya dengan berhati-hati disikapkannya air. Hal itu menunjukan bahwa telah ditundukkan bagi Sulaiman kekuatan yang terbesar dari kekuatan manusia. yang dalam mahligai itu akan akan diletakan singgasannya dan dia akan duduk bersanding dengan Nabi Sulaiman. melihat hal itu dia yakni Nabi Sulaiman berkata kepada kepada sang Ratu: “sesungguhnya yang ia kira air adalah istana lain yang terbuat dari kaca yang amat bening” melihat dan menyadari betapa agung Nabi Sulaiman. Pertama adalah pensucian diri dari segala keyakinan yang salah serta aneka kedurhakaan dan ini tercermin dalam kalimat sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dan yang kedua menghiasi diri dengan keyakinan yang benar serta pengalaman yang baik dan ini tercermin oleh ucapannya dan aku berserah diri bersama sulaiman kepada Allah. Maka diapun kembali kepada Allah dan bermunajat kepadanya dengan mengakui kezaliman dirinya sebelumnya yang telah menyembah selain Allah.

maka tidak perlu lagi mereka menutut aneka bukti dan kami telah menghiasinya yakni langit itu bagi para pemandang sehingga langit dan hiasannya itu dapat memuaskan nalar dan rasa manusia dan mengantarnya percaya kepada keesaan Allah Swt. Teleskop yang besar-besar didunia. tetapi bagi orang yang sudi melihat dan memperhatikannya. Apabila diperdalam lagi kepada tingkat yang ketiga sampailah kita kepada ilmu pengetahuan alam yang berdalam-dalam. Berdasarkan uraian di atas. Dalam Tafsir Al. terasalah hubungan bintang dilangit dengan kehidupan kita. Tetapi apabila diperdalam lagi dalam langkah kedua. dan sesungguhnya kami telah menciptakan di langgit gugusan bintang-bintang yang jika mereka sadari. seakan akan dapat dijemba dengan tangan. diluar kepala. demikian bertautnya kehidupan mereka dengan alam. Sesungguhnya Islam itu hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam. tidak sekedar apik. diketahui bahwa ayat Q. dan bersahabat dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan orang-orang yang berdakwah dijalannya.S.” Memang asyiklah ahli-ahli ilmu bintang itu memperhatikan kuasa Allah diluar bumi kita ini. Al-Hijr:( 15 ): 16      • •  Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Madaniyy Dalam Tafsir Ibnu katsier. An-Naml (27): 44. semua orang dapat memandang kelangit merenungkan bintang-bintang. 4. menghafal nama bintang-bintang yang kelihatan.S. walaupun orang itu seorang nabi seperti Sulaiman yang telah dianugerahkan berbagai macam Mukzijat. menjelaskan tentang gambaran keindahan yang diceritakan tentang nabi Sulaiman dan Ratu Balkis. Ia tidak hanya diciptakan dengan ukuran besar.selain dirinya. menjelaskan ayat ini mengisyaratkan bahwa keindahan adalah salah satu tujuan dari penciptaan langit. sampai zaman kita ini. Memang sangat indahnya bintang-bintang menghiasi langit. pengetahuan Ruang Angkasa. dalam kedudukan yang sama rata dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah tuhan sekalian alam.” Pada kesan yang pertama dari ayat ini. tanah tempat ayat diturunkan karena kurangnya awan yang mendiding mata menghambat bintang-bintang itu. Ditanah Arab. lalu cahayanya meredup.Misbah menjelaskan ayat ini menyatakan. yang sangat ajaib dan indah. yang telah sampai penyelidikan ahli-ahli ilmu pengetahuan bahwa bintang dilangit itu mempunyai kelompok-kelompok yang dinamai “Galaxy” atau kepulauan-kepulauan yang masing-masing kepulauan itu melingkungi tidak kurang dari pada 100 milyard. “Dan kami perhiasan dia bagi orang-orang yang sudi melihat. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “Dan sesungguhnya telak kami jadikan dilangit bintang-bintang dan kami perhiasi dia bagi orang-orang yang sudi melihatnya. Alquran memberikan gambaran keindahan yang terdapat pada langit Q. menjelaskan Allah Swt menyebutkan penciptaan langitnya yang tinggi dengan bintang-bintang yang germelapan yang menghiasinya serta planet-planet yang bergerak maupun yang tidak semuanya itu merupakan tanda-tanda yang nyata akan wujudnya bagi orang yang sangup merenungkan dan memikirkan. yang memberikan kejutan kapada ratu bulkis tentang istana yang lantainya terbuat dari kaca sehingga ratu Balkis kagum dengan kekuasaan Allah Lalu ratu Balkis mengakui mukzijat nabi Sulaiman dan beriman kepada Allah. Orang-orang Badwi di padang pasir itu. mata secara perlahan mengalihkan pandangan serupa juga . maka seakan akan bintang-bintang itu dekat benar rasanya. padahal bumi kita hanya laksana satu butir pasir saja diantara 100 milyar bintang dalam kelompok atau Galaxy yang melingkungi dia Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. tetapi semua keindahan tampil dalam setiap unsur dan tampilan dari koordinasi setiap unsur Orang yang memandang wajahnya ke langit dimalam gelap gulita disaat bintang-bintang menyebar dengan cahayanya.

An. berfirman.” Tidak ada padanya kebocoran. Qaf ( 50): 6-11        •                        •       •   •            •     Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah SWT.S. Dalam Tafsir AlAzhar menjelaskan “Apakah tidak mereka lihat kepada langit yang ada diatas mereka. itu saja sudah menunjukkan betapa kuasanya Allah SWT. semuanya itu sebagai pemberian rezeki Allah kepada hamba-hambanya.S An. Selanjutnya Allah berfirman.S. Q. 1. Allah menciptakan semua itu untuk menjadikan pelajaran dan peringatan bagi hamba-hamba Allah yang selalu mengingat kepadanya dan menyadari kekuasaan serta kebesaranya. Ditambah lagi bahwa aneka tumbuhan itu disamping bermanfaat juga indah dipandang mata. Apabila mansia berperasaan halus. Q.terjadi dimalam purnama disaat bulan tampil sempurna dan alam sekitarnya terkantuk-kantuk seolah-olah ia menahan nafasnya dan tidak membangunkan malam yang sedang menikmati kebahagian. diketahui bahwa ayat Q. sehingga walaupun bagaimana lebatnya hujan.S. Q. tetapi mengandung ajakan dan seruan.S. Qaf ayat: 6-11.Nahl ayat: 14. Q. dengan air itu kami tumbuhkan pohon-pohon yang membentuk taman-taman dan kebun-kebun serta biji-bijian yang dapat diketam. cobalah renungankan “Betapa kami membangunkannya dan kami perhiasi dia. dengan warnanya yang biru jernih disiang hari dan bintang berkelap kelip dimalam hari. Dan sebagaimana Allah dapat menghidupkan tanah yang sudah mati ( gersang ) dengan air hujan. Al-A’rāf ayat: 31.S. An-Nahl Ayat: 5-6. Juga pohonpohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang bersusun-susun telah tumbuh dengan suburnya berkat air hujan yang diturunkan oleh Allah dari lagit. Q.Naml ayat: 60.S. Al-Khafi ayat: 7. C. Tidakkah mereka melihat langgit yang telah kami ciptakan yang berhiaskan berbagai bintang dan planet serta bumi yang telah kami hamparkan dan kami luaskan kemudian kami letakkan gunung-gunung yang kukuh untuk mencegah keguncangannya dan kami tumbuhkan diatas permukaannya segala macam pasangan tanaman yang sangat indah dipandang mata. aneka jenis tumbuhan dengan keistimewaannya masing-masing tumbuh dari air dan tercurah dari lagit. yang bergermilapan sehingan itu menjadi gambaran yang nyata. Dia berupa pertanyaan. yang dalam hal ini ayat-ayat Alquran yang membahas tentang manfaat keindahan diantaranya adalah. Keretakan .S. Q. tidaklah dia akan pernah merasakan bosan melihat kehebatan bangunan langit. AnNahl ayat: 8. Q. ini semua seharusnya lebih mengundang manusia untuk bersyukur sekaligus kagum kepada sang pencipta. Menegadahlah keatas dan lihatlah langit yang tinggi itu. bukanlah langit yang tiris. Dan kami menurunkan air dari langit yang membawa berkah dan bermanfaat.S.” alangkah indahnya bangunan itu. Dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa. Dengan demikian. Menjadikan pelajaran dan peringatan Q. “Dan tidak ada padanya keretakan. Berdasarkan uraian di atas. MANFAAT KEINDAHAN MENURUT ALQURAN Sebagaimana telah diketahui banyak ayat-ayat Alquran yang telah membicarakan tentang konsep keindahan. Al-Hijr:( 15 ): 16 menjelaskan tentang gambaran keindahan langit berupa planet dan bintang-bintang.

baginya ada mayang yang bersusun-susun.” Dalam ayat ini dijelaskan apa gunaya Allah menganjurkan kita untuk melihat alam dan ciptaan Allah yang lainnya. dalam tiap-tiap susunan itu kelihatan buahnya. tinggi-tinggi menjulang.” Ayat ini pun membayangkan keindahan yang akan dapat kita lihat bilamana kita mengembara dinegara-negara yang subur padanya pertumbuhan korma. dan keteraturan yang ada dibalik semua itu merupakan pelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh . maka negeri-negeri yang telah mati dapat hidup kembali.” Ayat ini pun memperluas fikiran kita manusia untuk betani. “Untuk menjadikan pelajaran dan peringatan bagi tiaptiap hamba yang ingin kembali. dan karena tanaman hidup manusia pun dapat pula melanjutkan hidup ditempat itu.” Ini pun dapat kita rasakan bila kita perhatikan perbedaan padang pasir yang kering gersang dengan bumi yang subur dengan tumbuh-tumbuhan. yang semuanya itu memberikan kedamaian pada jiwa kita. Didalam ayat yang lain. bahwasanya itu berdiri adalah atas kehendak maha kuasa Allah. maka dalam zaman modern abad kedua puluh ini dibeberapa padang pasir yang kering di Libya. membawa kesuburan dan kekayaan bagi hidup manusia. menjelaskan bahwa bumi yang membentang. menyinari pandangan membuka kalbu. dan tanaman yang elok mengilustrasikan kestabilan. di Saudi Arabia dan lain-lain. “seperti itu jualah kebangkitan. sehingga timbullah air dan padang pasir yang beribu tahun lamanya kering gersang sudah mulai dapat ditanami. Al-Anbiya’ ayat 30:     •          •       Berdasarkan kepada ayat ini. “Maka kami tumbuhkan dengan dia kebun-kebun dan biji tanaman yang diketam.” Dapat kita rasakan ketika kita berdiri diatas lereng gunung yang agak tinggi maka berhamparlah bumi dibawah kita. Allah menyentuh kalbu kaum musyrikin mengarahkan kesalah satu sisi hikmah penciptaan dan kepermukaan lembaran Makrokosmos itulah pelajaran yang dapat menyingkapkan hijab. dan kelihatan mayangnya bersusun-susun. “Rezeki bagi hamba-hamba. “Dan kami hidupkan dengan dia negeri yang telah mati. Pada musim panas buah kurma kering dan masak sehingga korma menjadi makanan yang mengenyangkan dan sama kenyangnya ketika kita memakan nasi. hikmah. “Dan bumi pun kami hamparkan dia dan kami letakan padanya gunung-gunung. agar kita menjadikannya peringatan.” Diturunkan air dari langit. “Banyak mengandung berkat. tumbuh-tumbuhan. air itu ialah air hujan dan langit itu ialah tampak yang tinggi. kekukuhan dan keindahan bagi mata melihat kelanggit didepan pemandangan bangunan langit yang tinggi nan elok dan bumi yang membentang kukuh dan indah.itu dapat diartikan kebesaran Ilahi yang manusia tidak dapat mencapainya karena terlalu tinggi.” Sehingga karena air tanaman hidup.” Artinya ialah bahwa dengan datangnya hujan. dan pohon-pohon. serta rumpu-rumput. sebab air adalah jadi bergantung hidup. yaitu dalam Surat 21. dan menautkan ruh dengn mikrokosmos yang menekjubkan ini keindahan ciptaa. Bagaimana Allah mengatur keindahan alam dengan adanya tanamantanaman. “Dan kami tumbuhkan padanya tanaman-tanaman yang indah. Ataupun didaerah-daerah lain di Aljazair menuju Morokko.” Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Quran. “Dan kami turunkan air dari langit yang banyak mengandung berkat. Air itu membawa berkat ke atas bumi ini. Orang mempergunakan alat-alat berat buat mengali tanah mengeluarkan air dari bumi yang kering. Didalam ayat dikelaskan bahwa turun air hujan dari langit itu penuhlah dengan berkat. gunung-gunung yang kukuh. “Dan pohon korma yang menjulang tinggi. yang memberikan hasil berlipat ganda bagi penghidupan. yang lesu dapat menjadi segar.” Yaitu hamba Allah.

Pembuktian dan kebesaran Allah Q. Ia menyatakan. diketahui bahwa ayat Q.S. pemandangan itu tentu saja memiliki dampak yang khas terhadap kalbu hujan juga menyenangkan anak-anak dan membuat hatinya berbunga-bunga. benih dan pohon kurma. berfirmannya. An. menjelaskan bermacammacam aneka tumbuhan yang terlihat indah yang diciptakan Allah seperti air hujan. Dan menjadi pelajaran dan peringatan terhadap umat manusia. itu dia turunkan dari langit melalui hukum-hukum alam yang ditetapkannya. binatang-binatang yang melata maupun yang berkaki yang empat. setelah ayat yang lalu menekankan pembicaraan tentang tindakan Allah terhadap para pembangkang serta penyelamatan serta kedamaian yang dianugerahkannya kepada hambahambanya yang taat. yang semuanya itu banyak manfaatnya bagi manusia maupun bagi mahluk dan tumbuhan yang lainnnya. bukit-bukit. Disini Allah menyipati air dengan keberkahan sebagai sarana untuk aneka biji. 2. kemudian dengan air itu tumbuh berbagai macam tanaman dan pohon-pohon serta beraneka bunga yang membentuk kebun-kebun yang memberi pemandangan yang indah yang kesemuanya itu adalah diluar kekuasaan manusia untuk menumbuhkannya. apakah berhala-berhala yang kamu sembah itu lebih atau apakah siapa yakni atau apakah dia yaitu Allah yang telah menciptakan tanpa contoh sebelumnya lagit dan bumi dan yang menurunkan air hujan untuk manfaat kamu bukan untuk Allah. kini ditonjolkan ciptaan Allah swt. Dalam Tafsir Al. dua dan sebagainya.Misbah menjelaskan bahwa. Dan siapakah yang telah menurunkan air untukmu dari langit. yang kamu sukai walaupun kamu merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat bergerak dan merasa tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonya apalagi berhala-berhala yang kamu sembah tapi tidak hidup? Tentu tidak! Jika demikian apakah disamping Allah ada tuhan yang lain. Qaf (50): 6-1. sebelum ia menghidupkan kalbu yang mati. Ada pengalihan redaksi dari persona ketiga . buah. Air yang turun dari langit merupakan tanda yang menghidupkan kalbu mati.setiap hamba yang kembali. dia menyifati pohon kurma dengan ketinggian dan keindahan Berdasarkan uraian di atas. Tetapi hati orang dewasa pun yang peka merasa senang dengan pemandangan itu dan hatinya bertepuk tanggan seperti halnya kalbu anak-anak yang masih fitrah. lautan yang luas dan pohon-pohon serta tanaman yang beraneka ragam. Itulah komunikasi antara kalbu manusia antara dengan aneka pengaruh alam semesta yang indah dan mempesona. agar dibandingkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh siapapun selainnya. lalu kami maha kuasa untuk menumbuhkannya yakni dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah. Ayat diatas mempertanyakan tentang penciptaan guna membuktikan keesannya sekaligus mengigatkan manusia tentang nikmatnya. atau siapakah yang telah menciptakan lagit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. berupa bintang-bintang planet-planet. bertanya dalam nada ingkar kepada orang-orang musyrikin yang menyekutukan tuhan-tuhan lain kepada Allah di dalam persembahan mereka: “Allah-kah yang lebih baik ataukah tuhan-tuhan yang mereka persekutukannya kepada Allah.Naml ( 27) : 60 •              •        •        Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier Allah SWT.S. yaitu hamba yang pulang kepada tuhan dengan segera. sebelum ia menghidupkan bumi yang mati. ayat di atas masih melanjutkan perbandingan antara Allah dengan sembahan-sembahan kaum musyrikin.

” . adalah orang yang tidak jujur. yang segala sesuatunya penuh dengan warna dan keindahan. ke persona pertama lalu kami menumbuhkan dengannya kebun-kebun.” Setelah manusia merenungkan kejadian langit dan bumi itu. Suburnya padi bergantung kepada penanaman dimusim hujan.” maka dari air itulah pangkal hidup. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan sebagai sambutan dari pertanyaan yang sebelumnya. yang mengakui bahwa ada pula tuhan selain Allah. Lalu ditegaskan supaya manusia jagan lupa. Pertimbangan turunya hujan itu erat sekali dengan hajat mahluk hidup khususnya manusia pengkhususan itu tampak dalam Alquran dalam firman Allah: “Dan yang menurunkan air untukmu dari langit. seseorang tidak memiliki alasan untuk mengingkarinya selain harus berikrar bahwa ia memiliki penciptaan yang mengatur. Dia telah menciptakan langit-lagit dan bumi dengan aturan yang sesuai dimana yang itu memungkinkan turunya hujan dengan kadar tertentu yang membuat adanya kehidupan seperti ini. Termasuklah didalamnya berbagai kebun besar ditanah-tanah yang luas. yang dijadikan hamparan tempat manusia berdiam. dihiasi dengan bintang-bintang yang mengagumkan itu? Bumi. “ tidak ada!” Maka orang-orang yang mengingkari keesaan Allah. sawah ladang dan tanaman-tanaman yang indah. Diakhir ayat dikatakan: “Bahkan mereka adalah kaum yang berpaling. dan setelah manusia melihat bagaimana turunnya hujan membawa air untuk menyiramdan menyuburkan bumi sampai timbul kebun-kebun. yang ditanami oleh manusia dengan secara teratur menurut ilmu pengetahuan tentang bumi.” Termasuklah didalamnya sawah ladang. Peralihan ini bertujuan menekankan kemahakuasaan Allah untuk menumbuhkan dengan air yang sama beragam tumbuhan dan beragam rasa juga untuk mengisyaratkan adanya keterlibatan manusia dalam penumbuhanya berbeda dengan penciptaan lagit dan bumi serta karena tidak satu pun yang mengaku menciptakan lagit dan bumi serta turunya hujan. lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah. Dalam penciptaan dan bumi tidak ada yang terlibat hanya Allah sendiri. Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an.pada firmannya: siapa yang telah menciptakan lagit dan bumi dan seterusnya. Karena pengalihan redaksi sebagaimana terbaca diatas dan karena itu pula digunakan kata kami untuk mengisyratkan keterlibatan itu. baik binatang atau tumbuh-tumbuhan dan suburlah alam. air hujan yang diturunkan juga merupakan hakikat yang dapat disaksikan dan tidak mungkin dapat diingkari. “ Tidaklah ada upaya kamu buat menumbuhkan pohonnya. Adapun yang menumbuhkan hanya semata-mata. ada pun penumbuhan tumbuhan maka tidak jarang manusia memiliki keterlibatan dalam penumbuhan melalui penanaman benih dan pengairan serta pemeliharaan tumbuhan. Orang yang mendustai fikirannya yang murni. siapakah yang menciptakan semua langit dan bumi?” Siapa yang menciptakan langit yang berlapis tujuh itu? Langit yang indah tempat kita bernaung. Ini semua di insafi oleh manusia. dating lagi pertanyaan Tuhan: “Atau. “ Dan telah menurunkan kepada kamu air dari langit. berpaling dari garis lurus logika fikiran.” Pasti jawabannya dalam hasil fikiran yang murni. Disinilah timbul dengan sendirinya pertanyaan sebagai terlukis dalam ayatayat ini. Dari bekas yang diciptakan timbullah kesan tentang kebesaran yang menciptakan. maka tidak mungkin hal itu terjadi dengan kebetulan kemudian kebetulan-kebetulan itu bersepakat datang dengan tertib dan teratur rapi dengan ukuran yang rapi. Sebab itu datanglah ini pertanyaan: “ Adakah Tuhan lain selain Allah. “Lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebunkebun yang indah permai. Dan segala sesuatunyamenyimpan kekayaan yang tidak kunjung habis.” Yang berpaling dari kebenaran.” Manusia hanya menanamkan. pastilah sampai fikiran manusia kepada maha pencipta. “ Adakah tuhan lain bersama Allah.

Allah telah menciptakan binatang ternak.S. jejak-jejak dan pengaruh itu sering mereka lalaikan. Apabila itu dilihat. sapi. diketahui bahwa ayat Q. semuanya dijadikan atau dijinakan buat kamu: “Padanya ada kehangatan dan banyak manfaat dan dari padanya kamu makan. menjelaskan bahwa dalam lingkungan diturunkan pertama kali. matahari telah condong ke barat. Berdasarkan uraian di atas. An-Nahl ( 16 ): 5-6                   Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier Allah SWT. dan ingatlah kita akan sumber aslinya segala keindahan.” Ada kerbau. Ayat ini mengaris bawahi. Dalam lingkungan yang . selain itu binatang-binatang ternak itu juga dapat memberikan keindahan Dalam Tafsir Al. Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Quran. di setiap lingkungan sawah ladang dan lingkunganlingkungan perkebunan tetap mendominasi dunia sampai hari ini. misalnya kulitnya untuk sepatu dan lain-lain.Alquran mengarahkan hati-hati dan pandangan pada jejak-jejak dan unsur-unsur penghidupan yang ada dalam air yang turun untuk manusia sama dengan kebutuhan hidup mereka. yang mendapat sebutan terang pada ayat ini. gembala menghalaukan dengan tongkat ditanggan. Demikian kesan yang muncul ketika membaca ayat yang redaksinya berbicara tentang keindahan secara lafaz ini. susunya dapat diminum dan dagingnya dapat dimakan. Kegunaan binatang ternak yang bermacam-macam Q. Daging menjadi sangat penting sebagai gizi penguat badan. Misalnya dilereng bukit rumputnya subur. Ia melepas kendali kepada manusia untuk memandang keindahan. Al-Jamal. pohon-pohon. Dan amat indahnya lagi seketika dia keluar pagi-pagi dibuka lagi pintu kandangnya lalu dihalaukan lagi ke padang rumput yang subur itu. berfirman. Bahwa dia telah menciptakan binatang-binatang ternak. “Dan untuk kamu padanya ada keindahan. 3. Dengan secara pendek ayat ini telah menanamkan rasa seni dalam jiwa manusia. dan dari padanya yaitu dari dagingnya kamu makan. seketika kamu kembalikan dan seketika kamu keluar. lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah. seperti unta. kulit dan bulunya untuk dijadikan pakian yang member kehangatan badan. Ini mengantarkan kita berkata bahwa Alquran mengakui subjektivitas seniman dan seni dapat diekspresikan oleh siapa pun .Misbah menjelaskan bahwa. An-Naml (27): 60 menjelaskan tentang pembuktian Allah terhadap kekuasaan dan kebesarannya kepada orang yang menyembah selain Allah. dia telah menciptakannya memiliki keistimewaan antara lain memiliki bulu yang dapat menhangatkan kamu dan terdapat nikmat makan yang menyangkut nikmat Allah SWT dan pada gilirannya menuntut kesinambungan mensyukurinya. dan bukti-bukti tersebut berupa tumbuh-tumbuhan. dan binatang yang bermacam-macam selain indah dipandang juga banyak sekali manfaatnya bagi manusia. dan tentunya lingkungan seperti itu banyak. menyebut-nyebut beberapa diantara nikmat-nikmatnya. dan kambing yang dapat diambil manfaatnya oleh manusia. sapi. perorangan atau kelompok masyarakat budaya dan kecenderungan masing-masing. Kehangatan kamu dapat dari bulunya. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan “ Dan bintang-bintang ternak itu.” Amatlah indahnya seketika kamu mengembala mengiringi binatang-binatang itu dipetang hari dari padang kembali kedalam kandangnya.S. yang dapat kamu tenun menjadi pakaian kamu. betapa di beriring-iring dengan perut kenyang . menikmati dan melukiskannya sesuai dengan subjektivitas perasaannya. nikmat keindahan. timbullah rasa keindahan dalam jiwa. dan lain-lain. Dia jadikan itu buat kamu. kambing. anakanaknya mengiringi induknya. dan berbagai manfaat yang lain.

diluar batasan-batasan zaman yang menaungi mereka. maka hatinya akan berdecak kagum karena keindahannya. untuk itu maka Allah menginginkan agar manusia memahami lebih lanjut. Oleh karenanya. tunggangan dan perhiasan yang jelas. diketahui bahwa ayat Q. sapi. ditunggangi dan dijadikan sebagai perhiasan. yaitu kuda. berfirman. baghal. ketika dikemukakan nikmat ini disini. Adapun kuda bighal dan keledai hanya digunakan sebagai kendaraan dan perhiasan serta tidak dimakan dagingnya. Dalam Tafsir Al. tetapi berbentuk keledai dengan telinga besar). binatang tersebut selain diambil dagingnya biasa juga dimanfatkan sebagai binatang tunggangan dan kulit binatang juga digunakan sebagai baju untuk melindungi panas dan dingin. menjelaskan ayat ini mengandeng ayat yang menerangkan penciptaan binatang ternak untuk dimakan. yakni Allah Swt. Berdasarkan uraian di atas. secara terus menerus menciptakan aneka ciptaan baik alat transportasi maupun perhiasan apa yang tidak mengetahuinya sekarang tetapi kelak akan kamu ketahui dan gunakan jika kamu mau berpikir dan mengarahkan segala potensi yang ada. tashawwur mereka tidak akan tertutup diluar batasan-batasan lingkungan ini. dan lain sebagainya. . sehingga baghal itu badannya sebesar badan kuda. Apa yang diketahui Tuhan iala yang tidak diketahui manusia dizaman Alquran turun? Yang diabad kita ini telah diajarkan Tuhan kepada manusia yaitu kendaraan bermotor.demikianlah tampak nikmat binatang ternak yang tampaknya anak keturunan adam tidak akan bias hidup. mobil. dan kambing. pada binatang ternak yang memikul beban kesuatu negeri yang jauh ada hikmahnya bahwa kita tidak akan sanggup sampai kenegeri tersebut melainkan dengan bersusah payah. wol. atau binatang lain. An-Nahl ( 16 ): 8            Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah SWT. yaitu kuda. siapa yang memandang kudakuda yang tangguh dan kuat. bahwa kuda tunggangan adalah merangkap menjadi kendaraan dan perhiasan. Binatang ternak yang dulu pernah hidup dan dikenal di jajirah arab adalah unta. dan bukan hanya itu sebagai alat transportasi dan hiasan. dan lain-lain. begitu pula yang terdapat pada susu. ini adalah jenis lain dari binatang-binatang yang diciptakan Allah untuk hamba-hambanya umat manusia. dan Allah menciptakan juga apa yang kamu tidak akan mengetahuinya sama sekali hingga ciptaan itu kamu lihat dan ketahui Dalam Tafsir Al-Ahzar menjelaskan “Dan kuda.” Sehingga belum lama berlalu masanya. dan keledai. baghal. dan ada pula dijadikan Tuhan kendaraan lain yang kita tidak tahu. An-Nahl (16): 5-6 menjelaskan tentang binatang-binatang ternak yang yang banyak sekali manfaatnya. ( peranakan diantara keledai betina dengan kuda jantan. kapas. baghal dan keledai untuk kamu tungagi dia dan jadi perhiasan.” Tuhan hanya memberikan syarat bahwa disamping binatang-binatang ternak untuk kendaraan. Q. domba.Misbah menjelaskan bahwa. (peranakan kuda dan keledai) dan keledai diciptakan Allah menjadi binatang tunggangan dan juga binatang perhiasan yang member keindahan pandangan. tetapi dia. susu dan minyaknya selain itu. “Dan dia jadikan pula apa yang tidak kamu ketahui. Dari situlah kita makan dagingnya.S. Sedangkan menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Alquran mengingatkan bahwa semua itu adalah sarana yang sangat dibutuhkan manusia. daging. dan rambut semua ini banyak manfaatnya bagi manusia. kuda binghal dan keledai diciptakan tidak lain untuk diunggangi dan sebagai perhiasan agar kesempatan senantiasa terbuka lebat kepada hal-hal yang baru dan fasilitas-fasilitas kendaraan angkutan. lantaran kecintaan mereka kepadanya pada binatang ternak terdapat yang menghangatkan (bulu) dari jenis kulit.S. Niscaya menjalarlah fikiran kita didalam menafsikannya.

4. agar kami menguji mereka melalui mereka melalui apa yang terdapat apa yang terdapat di bumi dan yang menjadi hiasan itu. Maka kami pun demikian tidak mengunakan selain yang mereka. agar mereka jangan berucap. luhur dan tinggi. Dalam Tafsir Al.’’ Janganlah engkau bersedih hati dan membinasakan dirimu. Selain itu Allah juga menginginkan agar mereka segera merespon ketika ada dan tersingkap fenomena-fenomena lain tersebut. dalam ayat yang telah lalu. Muhammad Saw. Jadi selain binatang tersebut indah dipandang tapi binatang tersebut bermanfaat bagi manusia untuk ditunggangi. “ Bapak-bapak kami hanya menggunakan binatang-binatang ternak tersebut. Terlalu bersedih atas penolakan kaum musyrikin.hikmat dibalik apa yang berada dialam wujud ini disetiap tempat dan masanya. sampaikanlah risalahku kepada mereka. tempat berikhtiar dan berusaha bukannya tempat tinggal yang kekal dan abadi. siapa diantara mereka yang terbaik amalnya yakni yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan tuntunan kitab suci. demikian juga menjelang kiamat nanti. Berdasarkan uraian diatas. setelah ayat yang lalu melarang Nabi Muhammad saw. Al-Khafi (18): 7-8                 • Ayat tersebut termasuk golongan ayat surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu Katsier Allah SWT.ayat ini melukiskan hal tersebut dengan firmannya: Sesungguhnya kami telah menjadikan segala apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya yakni bagi bumi dan padangan indah pula oleh penghuni-penghuninya. barang siapa diberi hidayah ( mengikuti petunjuk ) maka itu untuk kepentingan dirinya sendiri dan barang siapa yang tersesat. Karena Allah menciptakan setiap orang dengan potensi untuk berbuat baik atau jahat. Yang bersedih hati. sehingga kami dapat mengetahui dalam kenyataan. berfirman dan kami jadikan apa yang ada diatas bumi ini sebagai perhiasan. sehingga tashawwur dan jangkauan mereka menjadi lebih luas dan jauh kedepan. dan menyediakan pula sarana ujian. Allah menghibur Rasulnya.S. Kami jadikan dunia ini tempat tinggal tidak kekal. bukan hanya sekedar lewat dan menyaksikannya begitu tanpa mengunakan dan mengambil manfaat yang baik dari padanya begitu pula sebagainya. untuk menguji siapa diantara mereka yang paling baik amalnya. diketahui bahwa ayat Q. An-Nahl (16): 8. bumi hijau dan subur. Sebagai Cobaan atau Ujian Q. berfirman.S. seperti apa yang telah kami ketahui dalam ilmu kami yang azali. maka itu adalah untuk kerugian dirinya sendiri. karena kaumnya yang berkepala batu dan engan beriman kepadanya. menyesalkan tindakan mereka yang enggan beriman. Ayat ini menjelaskan hakikat kehidupan duniawi yaitu bahwa jiwa manusia pada mulanya adalah jiwa yang suci. telah menetapkan bahwa . penuh dengan berbagai bentuk keindahan hidup. tidak cenderung kepada kehidupan duniawi yang rendah. sehingga masing-masing dipersilahkan untuk memanfaatkan potensi dan petunjuk Allah tanpa pemaksaan dari siapapun. dimana disana tersimpan fenomena-fenomena lain. tetapi Allah swt. menjelaskan bahwa Allah menciptakan binatang berupa keledai untuk tunggangan dan juga binatang perhiasan yang memberi keindahan pandangan. Dan sesungguhnya kami pada akhir perjalanan hidup manusia di dunia ini. benar-benar akan menjadikan pula apa yang diatasnya termasuk aneka hiasannya menjadi tanah rata lagi tandus walau sebelum itu. pernah gunakan itu bukan Alquran hanya menyebutkan jenis binatang-binatang ternak ini saja lalu bagaimana mungkin kami mengunakan selainnya.( kuda binghal dan keledai ). Kemudian ayat yang selanjutnya Alla SWT.Misbah menjelaskan bahwa. ayat ini menjelaskan bahwa menjadikan mereka beriman adalah di luar kemampuan Nabi Muhammad saw.

Demikian juga tumbuh-tumbuhan. keras. “Karena kami hendak menguji mereka. dan tandus. hiasan-hiasan duniawi disukainya. Guna apa semaunya itu dijadikan perhiasan bagi bumi. mencabut hubungan dan kecenderungan masing-masing manusia kepada bumi serta menghapus keindahan dan hiasan dunia dalam pandangannya. mana yang jujur dan mana yang curang. Allah pasti mebalas perbuatan yang berasal dari hamba-hambanya dan apa yang berhak mereka terima atas amal-amal mereka dalam kehidupan dunia ini. digali baru keluar. Manusia berlomba menghasilkannya.” Artinya: Tidaklah ada yang kelak diatas pemukaan bumi ini. Akan tetapi. Maka berlombalah manusia mengambil atau menggali atau mencari yang tersembunyi dari perhiasanperhiasan yang ada dimuka bumi itu untuk kepentingan hidupnya. ada yang liar dan jinak. kemudian jatuh. sawah dan ladang. Nah. danau dan laut. mengantarnya menuju akidah yang benar dan amal shaleh serta menempatkannya di arena dan saranan penyucian jiwa yakni menempatkannya di dunia untuk waktu tertentu dengan jalan menjadikan jiwanya memiliki hubungan dan kecenderungan ke bumi melalui kenyamanan hidup seperti. Bahkan ada perhiasan yang tersembunyi.” Ditakdirkan Allah hiduplah memenuhi bumi ini. Dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lalu Allah melanjutkan sabdanya:“ sesungguhnya telah kami jadikan apa yang ada dibumi ini sebagai perhiasan baginya. apa yang ada di bumi terlihat indah dalam pandangan manusia. Untuk itu Allah swt. namun kelaknya perhiasan itu akan hilang. Perlu digaris bawahi bahwa menjadikan bumi indah bukan saja untuk kepentingan pemuasan rasa manusia. Akhir dari perhiasan itu pasti terjadi.” Artinya. apabila waktu yang ditentukan Allah untuk keberadaannya di bumi telah berakhir. Ada gununggunung. tetapi manusia diuji dalam perlombaan itu. Sedangkan. Demikian juga binatang-binatang dengan berbagai warna dan perangi. tetapi juga sebagai pendorong aktivitasnya serta merupakan salah satu yang dapat mengantar nalar manusia meyakini wujud dan keesaan Allah. intan dan berbagai permata. mana yang bekerja baik dan mana yang bekerja buruk. sebagai emas dan perak. “ dan sesungguhnya kelak akan kami jadikan apa yang ada diatasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Al-Khafi (18): 7-8 menjelaskan bahwa Allah memberikan anugerah berupa potensi akal yang banyak sekali manfaatnya karena dengan adanya akal manusia bisa membedakan mana yang baik . Semuanya itu adalah perhiasan bagi bumi ini. satu pemerintah mulanya kuat menjadi roboh. Satu bangsa bermegah naik. harta anak dan kedudukan. karena bumi pasti kembali bebas darinya dan orang-orang yang berada diatasnya pasti berubah menjadi rata. siapa diantara mereka yang baik amalnya.S. tentang orang –orang yang tidak berbuat baik.jiwa itu tidak dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagiaannya yang abadi kecuali dengan akidah yang benar serta amal-amal shaleh. kering. Manusia penghuni dunia yang berlomba itu pun sehabis berpayah-payah berlomba-lomba hilanglah dari permukaan bumi dan tidak kembali lagi. Allah swt. Sedangkan menurut Said Quttub dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan Allah maha tahu. Dengan demikian. dan atas dasar itu pula jiwanya cenderung kebumi merasa tenang kepadanya. Mulanya nampak bumi berhias dengan berbagai warna. bahwasanya segala yang ada dimuka bumi ini adalah perhiasan bagi bumi ini sendiri. yakni setelah rampung masa ujian dan masa penyucian jiwa. diketahui bahwa ayat Q. Allah tidak menyebutkan karena dapat dipahami dengan jelas dari pernyataan tersebut. Ketika itulah dunia dilihatnya bagaikan tanah yang gersang tanpa tumbuhan dan keindahan dan ia pun dipanggil kembali menghadap Allah dalam keadaan sendiri sebagaimana ia datang ke bumi sendirian. dari kayu dihutan sampai rumput yang sehelai. Bumi akan rata dan tanahnya akan tandus. Berdasarkan uraian di atas.

Maka karena inilah Nabi Saw. kalau anak Adam hendak masuk ke Mesjid. baik dalam beribadah dengan menambah cara atau kadarnya demikian juga dalam makan dan minum atau apa saja. menganjurkan supaya berpakaian yang bagus indah ke shalat jum’at. Laki-laki dan perempuan disini diperintahkanlah kepada mereka. dan makanlah makanan yang halal. “Wahai anak-anak Adam! Pakailah perhiasan kamu pada tiap-tiap mesjid. menjelaskan hai anak-anak Adam. tidak teratur. sebaiknya sediakan tempat khusus untuk sembahyang.S. Kita telah maklum menurut susunan ayat. hari raya dan juga berharum-haruman dan mengosok gigi. artinya kalu kita hendak bersujud sembahyang. dan bermanfaat lagi bergizi. Jaganlah masuk-masuk saja kedalam mesjid dengan senberono. bahwa Rasulullah saw. karena arti asal dari mesjid ialah tempat sujud. 5. ayat ini sebagai penolakan atas pendapat kaum musyrikin yang tawaf di Ka’bah dengan telanjang. baik mesjid dalam arti bangunan khusus. bahwa sebab turun ayat ini ialah karena orang jahiliyah masuk ke Mesjidil Haram dan Tawaf dengan bertelajang. hendaklah berpakian yang teratur sehingga Nampak bahwa ketika akan menghadap Allah. itu rahmat bagi seluruh alam. Selain dari itu dapat pula kita fahamkan. berdampak baik serta minumlah apa saja. Dan kalau kita kita perdalam lagi pengertian Mesjid yaitu tempat bersujud sembahyang kepada Allah. Lakukan itu disetiap memasuki dan berada di mesjid. yakni persada bumi ini. tegasnya kepada kita semuanya bahwa kaluar kita masuk ke suatu mesjid. hendaklah pelihara suasana Mesjid itu. enak.dan yang buruk sehinga potensi akal itu dijadikan indah bagi orang yang berfikir dan semuanya itu adalah ujian dan cobaan. Karena itu Allah dalam ayat yang menyeru berpakaian terutama yang menutupi aurat. pakailah pakaian kamu yang indah minimal dalam bentuk menutup aurat. Ibnu Abbas ra. Bersabda: ‫حدثنا محمد بن الصباح انبأنا عبد هللا بن رجاء المكى عن ابن خشٌم عن سعٌد بن جبٌر عن‬ ‫قال رسول هللا ص م: إلبسوا من ثٌابكم البٌاض فإنها من خٌر ثٌا بكم وكفنوفٌها موتاكم وإن خٌراكحالكم اإلثمد فإنه . bagaimana adab sopan-santun bila mana hendak menghadapkan wajah kepada Allah itu. yakni tidak melimpahkan rahmat dan ganjaran bagi orang yang berlebih-lebihan dalam hal apa pun. Al-A’rāf (7) : 31                Ayat tersebut termasuk golong ayat surah-surah Makkiyyah Dalam Tafsir Ibnu katsier berpendapat bahwa. karena membukanya pasti buruk. bahkan masuk ke dalam segala Mesjid hendaklah berhias baik-baik. melainkan benarlah bahwa Muhammad saw. hendaklah kita memakai perhiasan. Berkata. hendaklah merka mengambil perhiasan terlebih dahulu. maupun dalam pengertian luas. Dalam Tafsi Al-Azhar menjelaskan sekarang datanglah tuntunan Allah. karena sesunguhnya Allah tidak menyukai. Dan ketika akan sembahyang. walaupun dalam rumah sendiri.Misbah. Dalam ayat ini sudah dijelaskan bahwasanya bukan saja masuk ke dalam Masjidil Haram. Q. kita benar-benar menghiasi diri kita ‫حدثنا محمد بن بشار حدثنا محمد بن جعفرح وحدثنً أبو بكر بن نافع (واللفظ له) حدثنا غندر حدثنا‬ . Penutup Aurat dan berpakaian yang bagus serta berhias.ابن عباس قال‬ ‫ٌجلوالبصروٌنبت الشعر‬Dalam Tafsir Al. dapatlah kiata fahamkan bahwa Agama Islam ini bukanlah khusus untuk suatu bangsa saja. Artinya hendaklah memakai pakaian yang pantas dan yang terasa oleh hati kita sendiri bahwa begitulah yang pantas. karena dia tempat menyembah Allah dan tempat berkumpul berjamaah.” Dengan menyampaikan seruan kepada seluruh anak Adam. yang kamu sukai selama tidak memabukkan tidak juga mengganggu kesehatan kamu dan jaganlah berlebih-lebihan dalam segala hal. sehingga tempat yang dikhususkan itu terpelihara kebersihan dan kehormatannya. Juga dianjurkan supaya memakai pakaian yang bagus pada tiap ibadah di mesjid untuk shalat atau tawaf.

BAB IV PENUTUP Pada bagian akhir penelitian ini akan ditutup dengan menarik kesimpulan berdasarkan permasalahan yang telah diajukan dan pembahasannya telah diuraikan terdahulu.‫شعبة عن سلمة بن كهٌل عن مسلم البطٌن عن سعٌد بن جبٌر عن ابن عباس قال كانت المرأة تطوف بالبٌت وهً عرٌانة فتقول‬ ‫من ٌعٌرنً تطوافا تجعله علئ فرجها وتقول . Manfaat keindahan diantaranya adalah: Menjadikan pelajaran dan peringatan. atau indah bisa diartikan: peduli akan menaruh perhatian. lalu beliau naik ke mimbar. فما بدا منه فال أحله. kegunaan binatang ternak yang bermacam- . Sahabat-sahabatnya sedemikian dengan baju itu. Kecintaan kepada Syahwat. mereka haramkan pakaian yang tidak diharamkan oleh Allah. Gambaran keindahan diataranya adalah: Alquran memberikan gambaran keindahan surge. menceritakan nikmat Allah dan mengunakannya untuk ketaatan. Kecintaan kepada berbagai perhiasan. Sedangkan secara terminologis keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang bagi yang melihatnya. menjelaskan bahwa Allah menyeru mereka supaya mengenakan perhiasan yang berupa pakian yang telah diturunkan kepada mereka. sampai mereka memegang dan merabanya. Disamping itu pula. diantaranya ketika melakukan thawaf yang biasa mereka lakukan dengan telanjang. keelokan. Berdasarkan uraian di atas. Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan mengenai Konsep Keindahan Menurut Alquran itu sebagai berikut: Keindahan secara Etimologi adalah sifat-sifat keadaan yang indah seperti kecantikan. bukan malah meninggalkannya juga bukan dengan melakukan perbuatan keji sebagaimana yang biasa mereka lakukan Rasulullah Saw. ‫حد ثنا‬ ‫أبو عمار حد ثنا الفضل بن م وسى عن محمد بن عمر و حد ثنً عمرو بن سعد بن معاذ قدم أنس بن مالك فأتٌته فقال : من أنت؟‬ ‫فبكى وقال: إنك لشبٌه بسعد، وإن سعدا كان من أعظم الناس وأطول ، وإنه بعث إلى النبى صلى : فقلت : أنا واقد بن عمرو، قال‬ ‫هللا علٌه وسلم جبة من دٌباج منسوج فٌها الذهب،فلبسها رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم فصعد المنبر فقام أو قعد فجعل الناس‬ ‫ . yaitu pakian yang bagus pada setiap kali melakukan ibadah. diketahuupai bahwa ayat. sekaligus menjadi Asbabu Nuzul yang menegaskan tentang bantahan terhadap orang-orang jahiliyah yang pada saat melakukan Thawaf di Ka’bah dengan telanjang bulat dan teriak-teriak dan anjuran kepada anak Adam untuk memakai pakaian yang indah ketika masuk ke Mesjid. akan dilengkapi saran-saran kepada pihak yang terkait yang berkepentingan. Dari Hadits diatas maka turunlah dua ayat yaitu surah Al-A’rāf (7): 31 dan 32 Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Nabi saw. menjelaskan tentang berpakaian yang indah dan kita dianjurkan untuk berhias supaya kelihatan indah dan menutup aurat selain indah pakain yang diturunkan oleh Allah juga banyak manfaatnya. Allah juga memberikan gambaran keindahan yang gemerlapan didalam kehidupan kita didunia.الٌوم ٌبدو بعضه أوكله . فنزلة هده االٌة خدوا زٌنتكم عند كل‬ ‫مسجد‬Hadits diatas. sendiri memakai pakaian yang indah. sedangkan kata indah adalah kabar dari rupa.ٌلمسونها، فقالوا: ما رأٌنا كالٌومثوبا قط، فقال : أ تعجبون من هذا؟ لمنادل سعد فً الجنة خٌر مما ترون‬Demikian beliau memakai baju yang indah. tetapi beliau tetap menyadari sepenuhnya tentang keindahan surgawi. pembuktian dan kebesaran Allah. Makna keindahan diantaranya adalah: Kecintaan kepada pada keimanan. AlQuran memberikan gambaran indah dan tinggi tentang cahaya Allah yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal. Seperti tentang istana Nabi Sulaiman yang dimasuki Ratu Saba. biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya.S. namun beliau tidak berkhutbah dan kemudian turun. bahkan suatu ketika beliau memperoleh hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. bahkan Allah memberikannya sebagian nikmat atas hamba-hambanya maka Allah lah yang lebih layak mereka ibadahi dengan melakukan ketaatan kepadanya degan menjalankan syariat yang telah diturunkannya. Al-A’rāf (7) : 31. Al-Quran memberikan gambaran keindah yang terdapat pada langit. Q. A. bersabda.

Abdul Baqi. al-Maraghi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. ditelaah dan ditashih oleh Ahmad Warso Munawwir dan Mustafa Bisri. 1990/ 1415 H. Toha Putra. Kajian Tematik atas ayat-ayat hukum dalam Alquran. Kamus Idris Al-Marbawy ArabMelayu Indonesia. A. Pius . Bairut: Dar al Fikr. sunan Turmiji Jami’ shoheh. 2003. af Munawwir. Partanto. 2004.Kutubul Arabiyah. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Jakarta. Bandung: Pustaka Setia. Kamus Kecil Bahasa Indonesia. Indonesia : Pustaka Azzam. Al-Qasimy Jamaludin M. t. Jakarta. Muhammad Fuad. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Alquran dan Hadis. Jakarta: Bulan Bintang.Saran Setelah mengetahui tentang keindahan menurut Alquran yang sudah dijelaskan pada bab-bab terdahulu.id/2010/03/ pengertian Keindahan. David Trueblood David. DAFTAR PUSTAKA Alquran dan Terjemahnya. Zuhdi A. Surabaya. Abu Hasan Muslim bin al-Hajjaj bin Kausyaz al-Qusyairy anNaisaburiy Muslim. 1982. Semarang. 2002. 1996. Dar al Fikr. Departemen Pendidikan Nasional. Sayyid. Jakarta: Penamadani. dan Ibnu Qayyim Al Jauzi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sunan Ibnu Majah. At-Turmuji Al-Imam Al-Hafiz Abi Abbas Muhammad Ibn Surat. 1990/ 1415 H. Shahi Muslim. Bandung: CV Diponegoro. Darul Haya’I al. Bairut: Dar al. Khudori A . Ahmad Metode Ilmu Tafsir. Terjemah Tafsir Al-Marghi. al-Hafiz Abi Abdullah Muhammmad Ibn Yazid Al-Qazwini Ibn Majjah. Ac. al-Jamal wa fadhluhu wa Haqiqatuhu wa Aqsamuhu. Mahdi Muhammad bin al-Naraqi. Muhdlor. ditundukannya lautan dan hasil yang ada didalamnya. Philosophy Of Religion. Jakarta. Ali Atabik. Filsafat Agama. Diterjemahkan oleh Rus’an. 1993. Shihab. PT Pustaka Panjimas. 2004. Kontekstualitas Alquran. Syaikhul Islam Abu AlAbbas Ahmad bin Ab-dul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al-Khudhr bin Ali bin Abdullah bin Tamiyah. Gema Insani. Bairut: Dar al Fikr. Soleh. Mu’jām al-Mufāhras li Alfazh Alquran. guna darma. 1998. 1999. Ahmad Mustafa. Hadi Mulyo: Pesona keindahan. Balai Pustaka. Quthb.th. Allah menciptakan binatang tunggangan ( Transportasi didarat ) sekaligus hiasan. penutup Aurat dan berpakaian yang bagus serta berhias. Bandung: Tafakur. Keindahan yang diinformasikan Alquran adalah iman di dalam hati yang bersinar terang sehingan dengan iman itulah menimbulkan cahaya yang sangat indah. .Fikr. Sahilun A. Ilmu Alamiah Dasar.V. iman itu adalah keindahan yang hakiki. Yonyakarta: Pustaka Belajar. Jakarta: lentera. Tafsir Al-Azhar : Jakarta. Pustaka Progresif. Nasir. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an: di Bawah Naungan alquran. Kamus Indonesia Arab-Arab Indonesia Al-Bisri. Dzar Abi. 2007. penghimpun kebahagiaan: dilengkapi dengan presentasi visual . Yongyakarta: Multi Karya Graka. sebagai cobaan dan ujian. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir. diterjemahkan oleh. 2001. Abai Rohani dengan judul: Bimbingan Untuk Mencapai Tingkat Mukmin. 1987. Mau’izah alMu’min.Jakarta: Lentera . Surabaya: Arkola 1994. B. Oleh Haidar Baqir. 1990/ 1415 H. 1965. Wacana Baru filsafat Islam. Abu Hasan Muslim bin al-Hajjaj bin Kausyaz al-Qusyairy an-Naisaburiy Muslim. Hamka Buya. Izzani. Saran. maka dapat ditarik beberapa saran yang berhubungan dengan masalah keindahan sebagai berikut: 1. 1999.macam. 1999. Ilmu Budaya Dasar. 1975. Baerut. Diterjemahkan dari beberapa buku Bahasa Arab dan Inggris. Diterjemehkan oleh Rasidin M. Beirut: Dar al-Fiqr. Shahi Muslim. Departemen Agama. Muthahhari Murtadha Fitrah. 3. Bahreisy. al-Asfahany Ragib. Abdur Rauf. Cintailah keindahan karena Allah mencitai keindaha 2. 1992. Bairut: Darul Fikir. http:// Warta Warga. 1990/ 1415 H. Muhammad Idris. Jakarta: C. Said. Surabaya. Mulja 1963. Ilmu Tafsir Alquran. 2005. Mu’jām al-Mufradat li Alfazh Alquran. Abu Hamid bin Muhammad AlGhazali: Mutiara Ihya Ulumuddin. Salim Bahreisy. 1996. Surabaya. Adib Bisri. diterjemahkan oleh M. al-Ikhlas. 1999. Umar. Yuswono Trisno . Bina Ilmu. 1984. Ilmu Sosial Dasar. Mawardi. Notowidagdo Rohimah.

Al-Hujurat. M. (An-Nahl.Tafsir Maudhu’I atas Berbagai Persoalan Umat . 1994. Jakarta. Urut Nama Surah Nama Konversi 32 As-Sajadah 075 33 Al-Ahzab 090 34 Saba’ 058 35 Fāthir 043 36 Yāsin 041 37 Ash-Shāffat 056 38 Shād 038 39 Az-Zumar 059 40 AlMu’min 060 41 Fushshilat 061 42 Asy-Syūra 062 43 Az-Zukhruf 063 44 Ad-Dukhān 064 45 Aljātsiyah 065 46 Al-Ahqāf 066 47 Muhammad 095 48 Al-Fath 111 49 Al-Hujarāt 106 50 Qāf 034 51 Adz-Dzāriyāt 067 52 Ath-Thūr 076 53 An-Najm 023 54 Al-Qamar 037 55 Ar-Rahmān 097 56 AlWāqi’ah 046 57 Al-Hadīd 094 58 Al-Mujādilah 105 59 Al-Hasyr 101 60 Al-Mumtahanah 091 61 AshShaff 109 62 Al-Jumu’ah 110 63 Al-Munāfiqūn 104 64 At-Taghabūn 108 65 Ath-Thalāq 099 66 AtTahrim 107 No. Pesan. harta yang banyak dari jenis emas. 6) 3 28 III Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. DAFTAR TERJEMAH AYAT ALQURAN DAN HADIS No Hal Bab Terjemahan 1 4 I Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat.1388 H). Lampiran I DAFTAR KONVERSI KRONOLOGIS SURAH ALQURAN No. Maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). Tarikh Alquran. Urut Nama Surah Nama Konversi 67 Al-Mulk 077 68 Al-Qalam 002 69 Al-Haqqah 078 70 Al-Ma’ārij 079 71 Nuh 071 72 Al-Jin 040 73 Al-Muzzammil 003 74 Al-Mudatstsir 004 75 AlQiyāmah 031 76 Al-Insān 098 77 Al-Mursalāt 033 78 An-Naba’ 080 79 An-Nāziāt 081 80 ‘Abasa 024 81 At-Takwĭr 007 82 Al-Infithār 082 83 Al-Muthaffifin 086 84 Al-Insyiqāq 083 85 Al-Buruj 027 86 Ath-Thariq 036 87 Al-A’la 088 88 Al-Ghasyiyah 068 89 Al-Fajr 010 90 Al-Balad 035 91 Asy-Syam 026 92 Al-Lail 009 93 Adh-Dhuha 011 94 Al-Insyirah 012 95 At-Tin 017 96 Al-Alaq 001 97 Al-Qadar 025 98 Al-Bayyinah 100 99 Az-Zalzalah 093 100 Al-Ădiyāt 014 101 Al-Qāri’ah 030 No. Lentera Hati. kefasikan. (Q. Yaitu: wanita-wanita. Kesan dan Keserasian alqur’an. Urut Nama Surah Nama Konversi 1 Al-Fātihah 005 2 Al-Baqarah 087 3 Ali ‘Imran 089 4 An-Nisā 092 5 Al-Maidah 112 6 Al-An’ām 055 7 Al-‘Arāf 039 8 Al.Shihab. binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia.p. 2 24 II dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya. tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran. Yunus. dan kedurhakaan. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan. Jakarta. 1998. perak. kuda pilihan. Membumikan Al-quran: Fungsi dan peranan wahyu dalam kehidupan masyarakat. Quraish. (Beirut: Mu’assasah alAlami. ____Tafsir al-Mishbah. Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka. Bandung: Mizan . t. Bandung: Mizan. 2002. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . (Kairo: t. ____Wawasan Alquran .Anfāl 088 9 At-Taubah 113 10 Yunus 051 11 Hūd 052 12 Yusuf 053 13 Ar-Ra’ad 095 14 Ibrahim 072 15 Al-Hijr 054 16 An-Nahl 070 17 Al-Isrā 050 18 Al-Khafi 069 19 Maryam 044 20 Thaha 045 21 Al-Anbiyā 073 22 Al-Hajj 103 23 Al-Mu’minūn 074 24 An-Nūr 102 25 Al-Furqān 042 26 Asy-Syu’arā 047 27 An-Naml 048 28 Al-Qashash 049 29 Al-Ankabūt 085 30 ArRūm 084 31 Luqman 057 No. Alquran al-Karim. anak-anak. ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. 1398 H) dan dikomformasikan dengan Abu Abdillah al-Zarjani. Mahmud. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. (An-Naml: 4).th. (49): 7) 3 32 III Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. Hidakarya Agung.S. Kamus Arab Indonesia. Urut Nama Surah Nama Konversi 102 At-Takātsur 016 103 Al-‘Ashr 013 104 Al-Humazah 032 105 Al-Fil 019 106 Quraisy 029 107 Al-Mā’ūn 017 108 Al-Kautsar 015 109 Al-Kafirūn 018 110 An-Nashr 114 111 AlLahab 006 112 Al-Ikhlas 022 113 Al-Falaq 020 114 An-Nās 021 Keterangan: Disusun berdasarkan data mushhaf yang diedarkan oleh Rabithah al-Alam al-Islami.

dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun. 6-11 ) 10 62 III Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.S. (2): 212 ) 5 40 III Banyak muka pada hari itu berseri-seri. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). merasa senang karena usahanya. Al-Gasyiyah. dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya).S. (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya). berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Q. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun. walaupun tidak disentuh api. dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. berkatalah Balqis:"Ya Tuhanku.S. Al-Baqarah. An-Naml ( 27 ): 44 ) 8 56 III Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (Nya). dan Allah memberi rezki kepada orangorang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara. dan Maha mengetahui segala sesuatu. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman.S.dan permadani-permadani yang terhampar.S. Maka tatkala Dia melihat lantai istana itu. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus. dalam syurga yang tinggi. dan Allah memperbuat perumpamaanperumpamaan bagi manusia. seperti Itulah terjadinya kebangkitan. ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan . dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.S. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. yang di dalamnya ada pelita besar. ( Q. yang minyaknya. An-Naml (27): 60 12 71 III Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu. Ali-Imran (3): 14 ).susun. ( Q.(saja) Hampir-hampir menerangi. An-Nuur ( 24 ): 35 ) 7 51 III Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat. dikiranya kolam air yang besar. lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah.S. (88): 8-16 ) 6 45 III Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. tidak kamu dengar di dalamnya Perkataan yang tidak berguna di dalamnya ada mata air yang mengalir. dan sebahagiannya kamu makan. Al-Hijr (15 ): 16 ) 9 59 III Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. 4 36 III Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orangorang kafir.untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya. ( Q. Tuhan semesta alam". untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami).(surga). ( Q. dan disingkapkannya kedua betisnya. Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah. ( Q. ( Q. di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan.S. yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). Qaaf (50). ( Q. Al-Anbiya (21): 30 11 66 III Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. ( Q. perumpamaan cahaya Allah.S.

2 RT 08. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. Makan dan minumlah. dan janganlah berlebih-lebihan. Agama : Islam 4. atau duduk. dari Said ibn jabir dari Ibn Abbas berkata: “Pada Zaman Jahiliyah dahulu orang-orang perempuan Tawaf di Bait ( Ka’bah ) dengan telanjang bulat hanya kemaluannya saja yang sekedar ditutup secarik kain. (HR.S. meriwayatkan Abu Bakar ibn Nafi’ meriwayatkan Syu’ba dari Salamah ibn Khail dari Muslim AlBatin. meriwayatkan Muhammad ibn Ja’far. meriwayatkan Fadlu Ibnu Musa dan Muhammad Ibnu Amrin. Tempat dan Tanggal Lahir : Tamban. Kalimantan Selatan 7. agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. maka manusia menjadi menyentuh dan meraba-raba. Nama Lengkap : Muhammad Fatah Yasin 2. telah meriwayatkan Waqid Ibnu Amrin Ibnu Said Ibnu Mua’aj berkata. S. Tamban Kab. meriwayatkan Muhammad ibn Ja’far.. Al-A’raaf (7): 31 ) 18 83 III Telah meriwayatkan Muhammad bin Basher.” yaitu dua ayat sampai akhir. Barito Kuala Kalimantan Selata 10. ( Q. SDN Purwosari I 2 ( 2000) b. Km 06 Tamban Kab. Al-Khafi 188 ) 17 82 III Hai anak Adam. ibn Majah) 19 85 III Telah meriwayatkan Muhammad bin Basher. baju Rasulullah ketika naik kelihatan cahaya. SPdI Pekerjaan : Guru Swasta Alamat : Purwosari 1. agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan.2. Rt. Anak ( Jumlah Anak ) : Banjarmasin. MTSN Tamban ( 2003) c. Ibu : Nama : Sri Wahyuni. Pendidikan a. Atturmidzi. dari Said ibn jabir dari Ibn Abbas Pakailah pakaianmu yang serba putih maka itu sebaik pakaianmu dan gunakanlah untuk kafan orang mati.S. Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin Jurusan Tafsir Hadits (TH) Angkatan 2006 8. Alamat : Jalan. Ayah Nama : H. Dan sesunguhnya Rasulullah saw. An-Nahl (16): 5-6) 13 74 III Dan (dia telah menciptakan) kuda. “ datanglah Anas Ibnu Malik memangilnya. dan apa yang tertutup ini tidak kuhalalkan” Maka turunlah ayat ini “ KHUDZUU ZIINATAKUM INDAKULLI MASJIDIN” dan turunlah pula ayat berikutnya “ QULMAH HARRAMA ZIINATALLAAHI. Ahmad. Dakwah Islamiah ( 2006 ) d. Status Perkawinan : Belum Kawin 6. RT 08 Kec. 08 Kec. Ladi Nawidi Pekerjaan : Guru Swasta Alamat : Purwosari 1. baik dalam keadaan berdiri. ( Q. Barito Kuala. meriwayatkan Abu Bakar ibn Nafi’ meriwayatkan Syu’ba dari Salamah ibn Khail dari Muslim Al-Batin. MA. Kebangsaan : Indonesia 5. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. ( Q.S.ThI . Purwosari I. 17 Januari 2011 Penulis Muhammad Fatah Yasin. 10 Januari 1988 3.ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Orang Tua : a. “Telah berkata apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata .teriak: “ Pada hari ini kuhalalkan sebagian atau seluruhnya. Saudara ( Jumlah Saudara) : Enam (6) Orang 11. Suami/ Isteri : 12. Mereka berkata apa yang kami lihata setiap hari baju yang bergarit. pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid. dan sebaik-baik celak matamu ialah yang dibuat dari batu itsmid (batu celak) sebab itu menerangkan mata dan menumbuhkan rambut. Mereka berteriak.S. 20 87 III Meriwayatkan Abu Amar. bagal dan keledai. Batola. M. An-Nahl (16): 8 ) 15 77 III Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya. Tamban Kab.2. ( Q. Kalimantan Selatan b. dan sesungguhnya kebahagiaan adalah kemulyaan/ kebesaran manusia dan berpanjangan. “ Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian lebih indah dari ini” Nabi bersabda: “ sesugguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah dari yang kalian lihat” RIWAYAT HIDUP PENULIS 1. Organisasi : 9. dikirimkan baju jubah dari hadiah yang bersulam benang emas. maka dia berkata: siapa engkau ? maka dia jawab : saya Waqid Ibn Amrin dia berkata sungguh dia pemuda yang bahagia. Abu Dawud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful