P. 1
Fungsi Manajemen - Pengawasan

Fungsi Manajemen - Pengawasan

|Views: 746|Likes:

More info:

Published by: Wisnu Aditya Nugraha on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

A. Fungsi Manajemen Secara Umum Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.

Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengawasan/pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal. Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. Fungsi Pengawasan itu sendiri adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilakukan, menilai dan mengoreksi agar pelaksanaan pekerjaan itu sesuai dengan rencana semula. B. Pentingnya Fungsi Pengawasan Menurut Robert J. Mockler pengawasan yaitu usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasai dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien. Pengendalian / Pengawasan adalah proses mengarahkan seperangkat variable / unsure ( manusia, peralatan, mesin, organisasi ) kearah tercapainya suatu tujuan atau sasaran manajemen. Pengendalian dan pengawasan diperlukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu kegiatan dalam organisasi sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah digariskan atau ditetapkan. Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”. Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. C. Tahapan dalam Proses Pengawasan Apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan, maka manajemen pengawasan akan mencari dimana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan (b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan; (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata; (d) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpanganpenyimpangan (e) pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan. 1. Tahap Penetapan Standar

Bentuk standar yang umum. D. dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan. 3) Laporan lisan dan tertulis. dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan. past-action controls) Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan. dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk-bentuk Pengawasan 1. Pengawasan Concurrent (concurrent control) Yaitu pengawasan “Ya-Tidak”. metode. 5) Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan. Inspeksi teratur dilakukan secara periodic dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi. 5. 4) Evaluasi pelaksanaan. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian.Tujuannya adalah sebagai sasaran. pengawasan nonkuantitatif dan pengawasan kuantitatif a. yaitu : a. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan. Pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan. Pengawasan Umpan Balik (feedback control. 3. Teknik-teknik yang sering digunakan adalah: 1) Pengamatan (pengendalian dengan observasi). standar waktu 2. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue. pengujian. standar moneter c. Pengawasan Pendahulu (feeforward control. standar fisik b. Pengamatan ditujukan untuk mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat diobservasi. E. 4. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat 3. kuota. steering controls) Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. Pengawasan Non-kuantitatif Pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. laporan. Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama. Metode-metode Pengawasan Metode-metode pengawasan bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian. yang berupa atas. pengamatan. 2. dan sampel. . guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feed-back dari bawahan dengan relatif lebih cepat. juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagi manajer. 2) Inspeksi teratur dan langsung.

3.Ekternal Audit Tujuan : menetukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil perusahaan. Membandingkan rasia-rasia suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis 5) Bagian dari Teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan. .Internal Audit Tujuan : membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dengan cara mengajukan analisis. Bagan Ganti Bagan yang mempunyai keluaran disatu sumbu dan satuan waktu disumbu yang lain serta menunjukan kegiatan yang direncanakan dan kegiatan yang telah diselesaikan dalam hubungan antar setiap kegiatan dan dalam hubunganya dengan waktu. 5. Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah: 1) Anggaran . b. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi. sementara manajer hanya mengerjakan kegiatan tidak rutin. Syarat-syarat untuk menjalankan pengawasan yang baik. Membandingkan rasia saat ini dengan rasia-rasia dimasa lalu 2. seperti : 1. 3) Analisis break-even Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk menentukan pada volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi. Program Evaluation and Reviw Technique (PERT) Dirancang untuk melakukan scheduling dan pengawasan proyek – proyek yang bersifat kompleks dan yang memerlukan kegiatan – kegiatan tertentu yang harus dijalankan dalam urutan tertentu dan dibatasi oleh waktu. yakni : 1. rekomendasi dan komentar mengenai kegiatan mereka. 4.anggaran khusus. 2. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan. Pengawasan harus obyektif. penilaian. anggaran kas . pemeriksaan dilakasanakan oleh pihak yang bebas dari pengaruh manajemen. bud getting system (PBS). seperti planning programming.6) Management by Exception (MBE). zero-base budgeting ( ZBB ).dan sesuai dengan standard yang digunakan. Prinsip tersebut mengatakan bahwa bawahan mengerjakan semua kegiatan rutin. Dilakukan dengan memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera. 6.anggaran operasi. Pengawasan harus ekonomis. Teknik tersebut didasarkan pada prinsip pengecualian. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan. . 2. 4) Analisis rasio Menyangkut dua jenis perbandingan 1. dan human resource accounting ( HRA ) 2) Audit . Pengawasan Kuantitatif Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.teliti. anggaran penjualan. anggaran pembelanjaan modal. 7.

Untuk membuat perubahan – perubahan maupun perbaikan – perbaikan. Laporan khusus . b. Laporan Bulanan d. Agar pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk mengetahui kelemahan – kelemahan pelaksaannya F. b. sedangkan pengawasan secara repensif alat budget dan laporan. maka pengawasan harus: Ekonomis Mudah dimengerti Adanya tindakan koreksi Melaporkan penyimpangan yang mungkin terjadi Tujuan dilaksanakan pengawasan adalah : a. Laporan mingguan c. pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan. Pengawasan Intern Pengawasan intern dalam perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian pengawasan perusahaan (internal auditor). Ada juga yang mengatakan karyawan daru segi obyek merupakan pengawasan secara administratif dan pengawasa operatif. Alat yang dipakai dalam pengawasan ialah perencanaan budget. c. b. Pihak manajemen pada masing – masing fungsi organisasi. Pihak luar manajemen ( Auditor ) Jenis-Jenis Pengawasan Jenis-jenis pengawasan dapat ditinjau dari 3 segi a.8. Untuk mengurangui resiko kegagalan suatu rencana d. Waktu b. e. 9. Subyek a. Untuk memecahkan masalah c. Pengawasan dari segi subyek Pengawasan dari segi subyek terdiri dari pengawasan intern dan pengawasan ekstern. Pelaksana/pelaku Pengawasan/Pengendalian: Pengawasan atau Pengendalian dilakukan oleh : a. Laporan harian b. Pengawasan dari segi waktu Pengawasan dari segi waktu dapat dilakukan secara preventif dan secara reprensif. Pengawasan harus mudah dimengerti. Obyek c. Laporan tertulis dari bawahan kepada atasan pada umumnya terdiri dari : a. inspeksi. untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan. Pengawasan dilihat dari segi obyektif Pengawasan dari segi obyektif ialah pengawasan terhadap produksi dan sebagainya. Contoh pengawasan administratif ialah pengawasan anggaran. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.

dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan.go. 2. pengukuran input b. publikasi laporan neraca dan rugi laba yang menyebabkan jalannya perusahaan wajibdi periksa oleh akuntan publik. hasil pada tahap awal c. c. kondisi perubahan yang diasumsikan 3. d. and controlling atau POAC sangat diperlukan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemeriksaan khusus Pemeriksaan khusus atau spesical anfestigation adalah suatu pemeriksaan khusus yang ditugaskan kepada akuntan publik. Mardiasmo dalam seminar dengan tema “Membangun Sinergitas Arsitektur Pengawasan Nasional yang Efektif Dalam Rangka Indonesian Good .id. Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik. Menetapkan standar petunjuk dan hasil. 5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi. bersumber dari bpkp. b. G. dimana dikemukakan lima jenis pendekatan. penataan fungsi pengawasan dapat dilakukan melalui reformasi atas sistem pengawasan nasional yang sedang berjalan saat ini. sinergi antar Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sangat diperlukan. Pemeriksaan Neraca Pemeriksaan neraca dikenal juga drngan balance sheet audit artinya suatu pemeriksaan khusus terhadap neraca perusahaan. Guna mendukung reformasi tersebut. Adapun pemeriksaan yang umum dilakukan oleh akuntan publik dapat dibagi jadi 4 golongan a. yaitu dengan : a. Newman menetapkan prosedur sistem pengawasan. 4. Fungsi pengawasan yang merupakan salah satu bagian dari POAC perlu diperkuat dan ditata dengan baik guna mendukung berjalannya fungsi-fungsi yang lain. Merumuskan hasil diinginkan. yaitu : 1. organizing. dimana komunikasi pengawasan didasarkan pada prinsip manajemen by exception yaitu atasan diberi informasi bila terjadi penyimpangan dari standar. Pemeriksaan umum Pemeriksaan umum atau general audit adalah pemeriksaan rutin tentang kebenaran data administrasi perusahaan. yang dihubungkan dengan individu yang melaksanakan. Perancangan Proses Pengawasan William H. dihubungkan dengan kondisi yang dihadapi. Laporan harian Pengawasan Ekstern Pengawasan ekstren dilakukan oleh akuntan publict (certified public accountant). Pemeriksaan sempurna Suatu pemeriksaan semputna (detail audit) berhubungan erat dengan pemeriksaan khusus. gejala yang dihadapi d. bila perlu suatu tindakan diganti H. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPKP. Menetapkan petunjuk. Penerapan fungsi-fungsi manajememen yang terdiri dari planning.e. Pengawasan Nasional dalam Manajemen Pemerintahan Berikut adalah berita yang membahas masalah pengawasan nasional. Dalam arsitektur pengawasan nasional. actuating.

Terkait peran APIP. tambah Kuswono. proses pengawasan dalam manajemen harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan memahami bentuk-bentuk pengawasan.Governance” di Jakarta. dan Inspektur di Provinsi/Kabupaten/Kota. Untuk menjalankan peran tersebut. Mardiasmo menyatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun arsitektur pengawasan nasional yakni pertama. Menurutnya. masih terdapat beberapa masalah menyangkut manajemen pembangunan nasional saat ini. Kuswono Soeseno. dan berdampak luas bagi masyarakat. Bagus Rumbogo yang juga berbicara sebagai nara sumber seminar menegaskan peran APIP perlu diperkuat dalam mengawal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL) guna tercapainya RPJMN. ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membangun manajemen pengawasan yang efektif. Hal lain disampaikan oleh Peni Lukito dari Kedeputian Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas. sinkronisasi dan sinergitas program pusat dan daerah. di antaranya koordinasi dan sinkronisasi antar instansi pemerintah berikut program-program pembangunan belum berjalan efektif dan masih adanya birokrasi yang belum mendukung efektivitas manajemen pemerintahan serta pembangunan. Dalam hal ini. Inspektur Bappenas. yakni meletakkan lembaga pemerintahan pemegang fungsi POAC dalam tataran yang sama di kabinet. perlu dibangun keselarasan dalam arsitektur POAC dan sinergi antar APIP. dilakukan penataan kelembagaan APIP agar memiliki mandat yang kuat dan jelas dalam melaksanakan perannya. Sementara itu. dan peningkatan kesejahteraan pegawai Melengkapi pernyataan nara sumber lain. jelas terlihat bahwa fungsi pengawasan dalam manajemen merupakan faktor yang sangat penting dalam organisasi. Ketiga. Maka dari itu. Tina Talisa. Menurut Sutono. peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawasan. Sekretaris Utama BPKP. APIP harus terus meningkatkan kualitas hasil auditnya dengan mengembangkan langkah-langkah kegiatan pengawasan sejak tahap perencanaan dan penilaian risiko terutama terkait dengan pos-pos program dan kegiatan anggaran yang strategis. bahwa sistem monitoring dan evaluasi sangat diperlukan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional. berskala besar. hari Selasa (21/9). Di samping itu. menekankan pentingnya pengendalian manajemen pembangunan dalam mewujudkan good governance. bahkan untuk pemerintahan. serta meletakkan PP 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sebagai pondasi pelaksanaan reformasi birokrasi. presenter salah satu stasiun televisi swasta nasional. Dari berita tersebut. Kedua. ada beberapa solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi hal tersebut yakni penyusunan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan. Sutono dari Setwapres menyoroti kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam sistem pengawasan nasional yang kini sedang berjalan. Inspektur Utama Lembaga Non Kementerian. Acara seminar dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian. Sebagaimana yang telah dibahas dalam pembahasan sebelumnya. di antaranya kedudukan lembaga pengawasan yang belum didukung oleh landasan hukum yang kuat dan masih adanya tumpang tindih pengawasan yang dilakukan APIP. Namun. . APIP tidak hanya menjalankan audit keuangan namun juga audit perencanaan dan audit risiko. Tampil sebagai moderator seminar tersebut. sinkronisasi tugas antar APIP. Lebih lanjut. reformasi sistem pengawasan nasional merupakan bagian dari reformasi administrasi pengelolaan keuangan negara dan harus didukung dengan semangat reformasi birokrasi. informasi dari hasil monitoring dan evaluasi juga memberi manfaat sebagai bahan pengambilan keputusan dalam kebijakan pembangunan dan menunjukkan akuntabilitas dan transparansi jalannya proses pembangunan.

perancangan. .memperhatikan tahapan-tahapan. pelaksanaan dan pelaku dalam manajemen pengawasan itu sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->