MANAJEMEN KAS 1.

Pengertian Kas
Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut misalnya untuk pembayaran gaji atau upah pekerja, membeli aktiva tetap, membayar hutang, membayar dividen dan transaksi lain yang diperlukan perusahaan. Kas merupakan aktiva yang tidak dapat langsung menghasilkan ‘laba’, dalam arti tidak bisa untuk mendapatkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Kas perlu dikelola secara efektif dan efisien supaya pemanfaatan kas dapat optimal. Kas dibutuhkan untuk operasional sehari-hari (sebagai modal kerja) maupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat kontinyu dan tidak kontinyu. Kebutuhan kas kontinu atau yang terus menerus misalnya bagian produksi untuk membeli bahan baku, bahan penolong, membayar upah tenaga kerja harian dan gaji karyawan tetap, membayar biaya pemeliharaan, membeli suplies kantor habis pakai atau perlengkapan pabrik dan pengeluaran tunai lainnya. Tanpa ada kas yang cukup kegiatan produksi akan terganggu dan akibatnya mengganggu bagian lain yang terkait. Bagian pemasaran membutuhkan kas untuk membayar biaya iklan, promosi, membayar biaya angkut dsb. Tanpa ada kas yang cukup kegiatan pemasaran terganggu dalam menjual produk yang dihasilkan. Kebutuhan kas untuk berbagai pembayaran tersebut merupakan aliran kas keluar (cash outflow) atau termasuk dalam pembelanjaan aktif. Sedangkan kebutuhan kas yang tidak kontinyu atau tidak rutin untuk pembelian aktiva tetap, pembayaran angsuran hutang, pembayaran dividen, pembayaran pajak, dsb. Aliran kas masuk (cash inflow) atau termasuk dalam pembelanjaan pasif merupakan aliran sumber-sumber dari mana kas diperoleh. Aliran kas masuk juga ada yang sifatnya terus menerus (rutin) dan tidak terus menerus (tidak rutin). Aliran kas masuk yang kontinyu (rutin) sebagian besar berasal dari penjualan produk utama perusahaan yang dijual secara tunai, dan juga dari penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. Penerimaan kas yang tidak rutin antara lain penerimaan dari uang sewa gedung, penjualan aktiva yang tidak terpakai, penerimaan modal saham dari para investor, penerimaan hutang atau kredit dari bank, dan penerimaan bunga. Dengan adanya aliran kas masuk dan aliran kas keluar yang kontinyu dan tidak kontinyu, maka sangat penting usaha pengelolaan kas ini. Perimbangan pengeluaran dan penerimaan kas harus disesuaikan dengan kepentingan perusahaan. Perusahaan harus menentukan berapa besarnya kas minimal yang harus ada, dan menentukan berapa kas yang ideal boleh disimpan sehingga operasi perusahaan tidak terganggu dan kas yang ada tidak menganggur terlalu lama. 2. Persediaan Kas Minimal Jumlah uang kas minimal yang harus ada di perusahaan berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya dan kemampuan perusahaan. Di samping itu kas minimal juga tergantung pada prediksi atau estimasi besarnya aliran kas masuk dan kas keluar beserta penyimpangannya. Estimasi aliran kas keluar perlu mempertimbangkan adanya biaya yang keluar secara tunai dan biaya yang tidak tunai. Dalam perencanaan kas, biaya yang tidak tunai seperti penyusutan tidak diperhitungkan dalam menentukan jumlah kas minimal perusahaan. Hubungan baik dengan pihak perbankan, suplier dan perantara juga mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal yang harus dijaga oleh perusahaan. Perusahaan harus memiliki persediaan kas minimal yang harus ada setiap saat, atau sering disebut persediaan besi (safety cash). Persediaan minimal kas pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan persediaan minimal pada persediaan barang. Persediaan kas minimal ini bertujuan untuk menjaga agar kelangsungan operasi perusahaan tetap terjamin dan dapat memenuhi kewajiban finansial perusahaan apabila sewaktu-waktu harus dibayar. Kewajiban finansial ini dapat berupa hutang lancar maupun biaya-biaya baik biaya tetap maupun biaya variabel yang harus segera harus dibayar untuk kelangsungan operasi perusahaan. Ketersediaan kas dalam perusahaan merupakan hal yang mutlak.

biaya kantor dan pembayaran tunai lainnya. karena menurut prediksi bahan mentah tersebut harganya akan naik secara signifikan di masa yang akan datang. Rasio kas yang tinggi menunjukkan kemampuan membayar hutang lancar juga tinggi. Ketiga. Kewajiban perusahaan kepada pihak kreditur jangka pendek maupun kewajiban dalam pembiayaan operasi perusahaan sehari-hari demi kelangsungan produksi. maka kebutuhan kas yang bersifat mendadak bisa ditentukan sekecil mungkin berarti saldo kas minimum kecil. Contoh lain. Aktiva lancar sebagai modal kerja akan dibandingkan dengan jumlah hutang lancar sebagai kewajiban finansial yang harus segera dipenuhi perusahaan. Kebutuhan kas untuk berjaga-jaga dimaksudkan untuk mengantisipasi aliran kas masuk dan keluar yang tidak kontinyu dan sulit diperkirakan. pembelian bahan penolong. . Perusahaan berspekulasi dalam pembelian bahan mentah yang jumlahnya melebihi kebutuhan. oleh karena itu perusahaan perlu memiliki kas yang cukup untuk berjaga-jaga. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek. Bagi perusahaan jasa perbankan. Pertama. maka perusahaan membeli saham dengan harapan harga saham meningkat setelah kondisi ekonomi membaik. jumlah kas biasanya akan lebih besar lagi. maka membutuhkan saldo kas minimum yang cukup besar. Memiliki kas yang cukup untuk transaksi sangat diperlukan dalam operasional sehari-hari seperti pembayaran upah.M. Pembelian aktiva tetap dan kegiatan lain merupakan kegiatan transaksi perusahaan yang pengeluaran kasnya direncanakan untuk jangka panjang. Jika penerimaan dan pengeluaran dapat diprediksi dengan tepat. Penerimaan dan pengeluaran perusahaan diprediksi melalui anggaran kas atau cash budget. Untuk mengurangi risiko kenaikan harga tersebut. sebab kas yang terlalu besar berakibat pemanfaatan kas tersebut kurang efisien karena kas tersebut menganggur dan tidak menghasilkan keuntungan. Keynes yaitu menguasai atau memiliki uang berbentuk tunai ada tiga motif atau tiga tujuan. Pengeluaran yang mendadak atau tiba-tiba muncul dan harus dibayar akan menyulitkan perusahaan apabila tidak memiliki cadangan kas yang cukup. maka makin tinggi pula likuiditasnya. biaya administrasi. Kebutuhan kas untuk spekulasi dimaksudkan agar perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan apabila ada barang yang dapat dibeli secara lebih murah. Likuiditas. Semakin besar jumlah kas yang tersedia di perusahaan. Guthmann adalah antara 5% s/d 10% dari aktiva lancar yang ada. tetapi jika penerimaan dan pengeluaran tidak dapat diprediksi dengan tepat. Besarnya kas yang cukup baik dan aman menurut HG. Perbandingan antara kas dengan hutang lancar disebut rasio kas (cash ratio). pembelian bahan baku. motif spekulasi (speculatif motive) atau kebutuhan kas untuk berspekulasi. khususnya dilihat dari kas yang tersedia dapat juga dibandingkan dengan hutang lancar yang ada. motif berjaga-jaga (precautionary motive) atau kebutuhan kas untuk berjaga-jaga artinya perusahaan memiliki kas untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan yang mendadak. Standar jumlah kas 5% sampai dengan 10% ini biasanya layak untuk perusahaan manufaktur. motif transaksi (transaction motive) atau kebutuhan kas untuk transaksi artinya perusahaan memiliki kas untuk keperluan realisasi berbagai transaksi bisnisnya. Persediaan kas yang terlalu besar yang berarti likuiditasnya tinggi bukan berarti perusahaan tersebut baik. Dalam kondisi ekonomi yang lesu dan harga saham turun drastis. dengan sendirinya harus dipertimbangkan biaya-biaya yang muncul akibat penyimpanan barang tersebut dan risiko kerusakannya.Kas merupakan salah satu aktiva yang memiliki likuiditas paling tinggi. baik transaksi yang bersifat rutin maupun yang tidak rutin. maka perusahaan dapat membelinya saat ini. 3 Motif Memiliki Kas Perusahaan memiliki kas pada dasarnya sesuai dengan teori “ Liquidity preference” dari J. Kedua. Pada motif berjaga-jaga perusahaan menetapkan saldo kas minimum yang besarnya tergantung pada indikator dari penyimpangan aliran kas yang dianggarkan. perusahaan memiliki kas untuk memperoleh keuntungan yang besar dari kesempatan investasi yang bersifat likuid. Pengeluaran kas untuk keperluan yang mendadak biasanya tidak diperkirakan sebelumnya. Jumlah kas yang kurang dari 5% dari aktiva lancar akan menyulitkan operasi perusahaan.

1.000. Model Baumol Model manajemen kas yang dikemukakan oleh William Baumol sering disebut dengan Model Persediaan. Apabila jumlah kas maksimum dinaikkan menjadi sebesar Rp. perusahaan harus mengisi kasnya kembali dengan jumlah yang tetap yaitu sebesar Rp. Model Economic Order Quantity (EOQ) yang digunakan untuk menghitung pesanan barang yang paling ekonomis.000.000 = Rp. 3. Saldo Kas Menurut Model Baumol Gambar tersebut menunjukkan bahwa apabila perusahaan mulai bekerja (awal waktu) dengan saldo kas sebesar C = Rp. aliran kas masuk maupun aliran kas keluarnya. 3.000. agar pemanfaatan kas tersebut dapat efektif dan efisien. A.000.000.000.000 per minggu. Kebutuhan kas untuk melaksanakan promosi berupa iklan akan menghasilkan kenaikan kas masuk dari kenaikan penjualan dalam jangka waktu yang panjang di masa yang akan datang.000 Kas Rata-rata Sebesar C/2 = 1.Rp.000 Kas Akhir 0 3 6 9 Minggu Gambar 1. maka jangka waktu pemakaiannya akan lebih lama yaitu selama 6 minggu. 1. 4 Model Manajemen Kas Model manajemen kas. 1. investasi penambahan mesin.500.-.500. Model Baumol ini mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan kas dengan pola yang konstan baik kebutuhan kas.000. Rata-rata saldo kas yang ada sebesar C / 2 = Rp. 5. Jika kas keluar bersih per minggu sebesar Rp. 4. 4.000. namun sulit menentukan berapa besarnya kas yang harus disediakan dan kapan waktu yang tepat. jika ditinjau dari aspek keuangan. Miller dan Daniel Orr. Aliran kas masuk diperkirakan sebesar Rp. 1.000 per minggu.000.000 . Kas Maksimum Sebesar C = 3.000 demikian seterusnya. oleh karena itu kebutuhan kas bersih atau kas keluar bersih sebesar Rp. merupakan kebutuhan kas untuk masa waktu yang lama dan hasil yang diharapkan juga dalam waktu yang panjang. maka saldo kasnya akan menjadi nol pada akhir minggu ketiga. Dengan demikian saldo kas .000.000.000. Konsep EOQ ini juga berlaku dalam perhitungan persediaan kas yang paling ekonomis atau saldo kas yang ditargetkan. 5. Baumol menyatakan bahwa saldo kas yang ada dalam perusahaan diperlakukan sama dengan persediaan barang.000.000 dan kebutuhan kas keluar bersih tetap sebesar Rp. 3. Baumol mengakui ada kesamaan antara manajemen kas dengan manajemen persediaan. Misalnya rencana penggunaan kas suatu perusahaan selama seminggu sebesar Rp.000. Contoh. jangka menengah dan jangka panjang.000. ada dua macam yaitu pertama model yang dikembangkan oleh William J.Pentingnya kas bagi operasi perusahaan telah diketahui.000.000 : 2 = Rp. Keadaan posisi kas tersebut akan terlihat sebagai berikut: Saldo Kas Rp. Pada awal minggu ketiga. Baumol dan kedua model yang dikembangkan oleh Merton H. 6. Kebutuhan kas untuk jangka panjang juga akan menghasilkan kas masuk dalam jangka panjang.000 (saldo kas maksimum). Ditinjau dari waktu kapan terjadinya kas masuk dan kas keluar. kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kas jangka pendek. Kebutuhan kas keluar jangka pendek biasanya akan menghasilkan kas masuk dalam jangka pendek.

039 : 2 = Rp. oleh karena itu tidak cocok untuk kondisi ketidakpastian pemakaian kas. Hal ini karena kas yang menganggur tidak dapat menghasilkan pendapatan. Sedangkan rata-rata saldo kas = Rp. 10. 10.rata-ratanya akan naik menjadi Rp. dapat dilakukan dengan model Miller dan Orr. Jumlah kebutuhan kas untuk kegiatan perusahaan per minggu sebesar Rp.000. Sebaliknya.15 Jadi kas optimal perusahaan tersebut adalah sebesar Rp.000. sehingga setahun = 52 x Rp.099. yaitu: C= 2 (F) (T) k di mana: C F T k jumlah kas yang optimal biaya tetap untuk memperoleh pinjaman atau menjual sekuritas jumlah kas untuk transaksi selama periode tertentu biaya kesempatan dari kas yang dimiliki. Apabila saldo kas telah mencapai batas atas.000. Pada model Baumol ada asumsi yang sulit untuk dipenuhi yaitu pemakaian kas setiap waktunya sama atau konstan.0.039. 10. 52. model Baumol terlalu sederhana.099. maka frekuensi peminjamannya kecil sehingga biaya administrasinya juga kecil. 1.000.000 = Rp.00 0) = Rp. Sehingga jumlah kas optimal yang diperlukan perusahaan adalah: C= = = = = 2 (F) (T) k C= 2 (150. Model Miller and Orr Model Miller dan Orr merupakan model penentuan persediaan apabila aliran kas masuk dan keluar tidak konstan.019. 6. terutama dengan asumsi mengenai aliran kas masuk dan keluar yang dianggap konstan dan diperkirakan dengan tepat tanpa mengindahkan adanya situasi musiman atau fluktuasi ekonomi. 1.-. dengan saldo kas yang semakin besar maka pendapatan yang diperoleh akan semakin kecil karena banyak kas yang menganggur.5 atau sebesar Rp.09 kali atau sebanyak 5 kali. B.-. Baumol memberikan formula untuk menentukan jumlah kas yang optimal dengan konsep EOQ tersebut di atas. 3.-.000.198.000 : 2 = Rp. Artinya apabila jumlah uang kas yang dipinjam besar dalam sekali pinjam. 52. Dari contoh tersebut.198. apabila jumlah saldo kas telah mencapai batas minimal (batas .000. 10. Di lain pihak terjadi sebaliknya. Biaya kesempatan merupakan penghasilan yang seharusnya dapat diperoleh dari kas yang menganggur. 150. Konsep Miller dan Orr menyatakan bahwa perusahaan harus menetapkan jumlah saldo kas yang paling tinggi sebagai batas atas dan saldo kas terendah sebagai batas bawah.198.000.000. 5. Jumlah frekuensi transaksi yang harus dilakukan sebanyak = Rp.020. maka biaya transaksi peminjaman akan lebih kecil apabila frekuensi peminjamannya lebih kecil atau jumlah saldo kas yang dimiliki diperbesar. Apabila kas tersebut diperoleh dari pinjaman. Oleh karena itu perlu ditentukan berapa besarnya jumlah kas yang optimal bagi perusahaan.-.039. Untuk mengatasi perubahan aliran kas masuk dan kas keluar yang tidak konstan. Besarnya penghasilan investasi yang diharapkan sebesar 15% per tahun.000 / Rp. kecuali kas menganggur tersebut diinvestasikan dalam surat berharga atau deposito bank.000. 5.000) (52.000. maka perusahaan hendaknya merubah sebagian kas tersebut ke dalam bentuk surat berharga agar saldo kas kembali pada jumlah yang ideal.039 = 5.000. Berikut ini diberikan contoh sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas: Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap berupa bunga per tahun sebesar Rp.198.

448. Jumlah saldo kas sebagai batas minimal besarnya adalah nol.745. 482.745) = Rp.475 agar saldo kas kembali ke jumlah Rp.448.448. Nilai batas atas adalah 3 z yaitu = 3 (Rp. Ketika kas mencapai batas atas tersebut (Rp.000 setiap kali transaksi. 482.475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Deviasi standar (σ) aliran kas masuk sebesar Rp. maka perusahaan dapat merubah sekuritas yang ada menjadi kas sehingga mencapai jumlah saldo kas yang ideal.745. 482. 1. maka perusahaan harus menjual surat berharganya sebesar Rp. dalam hal ini nol rupiah. 482.235.235 – Rp. Sedangkan ketika kas perusahaan sampai batas minimal. Gambar 2. 5. 1.000)   4 (0.-.745) menjadi surat berharga agar saldo kas kembali sebesar Rp.12/360)   1 1 Jadi jumlah kas yang diinginkan perusahaan sebesar Rp. maka pada batas atas uang kas harus diubah menjadi sekuritas. Batas minimal kas yang tersedia sebagai batas bawah sebesar nol rupiah. Tingkat bunga per tahun sebesar 12%.490 (dari Rp. Maka jumlah persed iaan kas yang diinginkan perusahaan adalah: 2 3   Z = 3T σ    4i  2 3   = Rp. Sedangkan rata-rata saldo kas kurang lebih sebesar (z + h) / 3. 482.bawah).475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Batas atas jumlah kas tersebut menunjukkan batas maksimal kas yang optimal tersedia di perusahaan. maka perusahaan harus merubah sebagian kas tersebut sebesar Rp. Rumus model Miller dan Orr untuk menentukan jumlah saldo kas yang optimal sebagai berikut: Z= 3 T σ     4i  2 1 3 di mana: T σ2 i = biaya tetap untuk melakukan transaksi = varian dari aliran kas masuk bersih sebagai penyebaran arus kas = tingkat bunga harian untuk investasi pada surat berharga (sekuritas) Nilai maksimal sebagai batas atas (diberi notasi h) adalah sebesar 3 z. 482.Z = 3 (5. Satu tahun dihitung 360 hari.000) (100. 100. Untuk menentukan besarnya kas yang harus disediakan dan kapan waktu yang tepat. 482. Apabila saldo kas semakin membesar. maka perusahaan harus segera mengubah sekuritasnya menjadi kas senilai saldo kas optimal.000. Batas-batas Pengawasan Kas Model Miller dan Orr Contoh Suatu perusahaan mengeluarkan biaya transaksi sebesar Rp.-. Apabila saldo kas mengalami penurunan hingga mencapai nol. 1. 965.235). agar pemanfaatan kas dapat efektif dan efisien perlu mengetahui anggaran kas . Untuk lebih jelasnya kita lihat gambar berikut ini.

2. Perencanaan aliran uang kas masuk dan keluar akan menunjukkan: 1. Pada periode yang mengalami defisit kas. Anggaran kas. Fokus anggaran kas meliputi dua bagian yaitu: 1. langkah selanjutnya membandingkan hasil estimasi penerimaan dengan estimasi pengeluaran kas. . penerimaan bunga. 1. atau 2. pembayaran upah dan gaji. sebab dengan menyusun anggaran kas dapat diprediksi waktu atau kapan perusahaan mengalami defisit dan kapan mengalami surplus kas. penerimaan piutang. pengeluaran kas yang direncanakan.atau Cash budget. Kebutuhan terhadap perencanaan investasi atas kelebihan uang pada penggunaan yang mendatangkan keuntungan. oleh karena itu. Anggaran Kas atau Cash budget Anggaran kas atau cash budget merupakan skedul yang menyajikan perkiraan aliran kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan selama periode tertentu pada waktu yang akan datang. 2. sehingga ada sejumlah kas yang menganggur yang tidak mendatangkan pendapatan serta tidak efisien. Mengetahui waktu kapan suatu pinjaman atau kewajiban lainnya harus dibayar. Merencanakan besarnya kas untuk menutup kekurangan (defisit) yang terjadi. 5. Hal ini dilakukan agar jangan sampai terjadi kelebihan kas terlalu besar. biaya administrasi. 6 bulan sampai 12 bulan. Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin terjadi. anggaran biaya-biaya. mingguan atau bahkan harian. Setelah mengadakan estimasi pada masing-masing periode. Membuat taksiran posisi kas pada setiap akhir periode dari kegiatan operasi perusahaan baik periode bulanan ataupun tahunan. Merencanakan aliran uang kas masuk dan kas keluar memberikan saldo posisi awal dan saldo akhir kas yang direncanakan untuk jangka waktu tertentu. Mengetahui adanya kelebihan atau kekurangan kas yang terjadi pada periode tertentu. sebagai proyeksi posisi kas yang berupa penerimaan dan pengeluaran kas pada saat tertentu di masa yang akan datang. Menentukan besarnya kas untuk pembayaran-pembayaran dan kelebihan kas yang dapat digunakan untuk melakukan investasi. 5. Keberadaan kas sebagai bagian dari aktiva lancar akan berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan. seperti anggaran penjualan. pengeluaran tunai biaya pemasaran. tujuan anggaran kas yaitu: 1. namun anggaran tersebut tidak secara otomatis langsung berpengaruh terhadap anggaran kas. Penerimaan kas yang direncanakan atau estimasi penerimaan kas yaitu proyeksi penerimaan pada waktu tertentu baik yang berasal dari penerimaan penjualan tunai. 4. dan anggaran pengeluaran modal. anggaran piutang. pembayaran pajak dan pembayaran lainnya yang bersifat tunai. triwulanan. Anggaran kas menekankan arus kas masuk dan keluar pada saat tertentu. seperti pembelian bahan baku. sedangkan anggaran dalam jangka waktu yang lebih pendek biasanya untuk pengendalian kas yang lebih riil dan spesifik. Apabila mengalami surplus kas bisa direncanakan untuk investasi pada instrumen investasi yang sesuai likuiditasnya atau merencanakan pemanfaatan kas untuk kegiatan yang lebih menguntungkan. pembayaran hutang. 3. bisa segera disiapkan sumber dana menutupnya. Anggaran kas untuk jangka waktu yang lebih panjang digunakan untuk perencanaan yang bersifat umum dan menyeluruh. Defisit dapat ditutup dari pinjaman pihak bank atau dengan mencari modal sendiri. Perusahaan pada umumnya menggunakan anggaran kas bulanan yang disusun untuk jangka waktu 3 bulan. Pengeluaran kas yang direncanakan atau estimasi pengeluaran kas yaitu proyeksi pengeluaran yang dilakukan perusahaan. Anggaran kas secara langsung berhubungan dengan rencana lainnya. bulanan. Anggaran kas sangat penting untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan usaha. penerimaan kas yang direncanakan dan 2. hasil penjualan aktiva tetap maupun penerimaan lainnya. Periode penyusunan anggaran kas ini dapat disusun untuk waktu tahunan.

........000.000 b..000 Maret . 500.000 e.. 1.000 Juni ..... Menyusun estimasi atau rencana transaksi finansial.500... Rp..000 d....... 350. Penerimaan lain-lain yaitu: Januari ... 4.. 300.... yaitu meliputi transaksi operasi dan transaksi fmansial... Rencana penerimaan berasal dari penjualan tunai. 2.600. Rp....... Rp.... Contoh penyusunan anggaran kas.000........ Rp..... 400......000 .. 1.000 April ........... 200.... Rp.... 200.... Rp... 2... Penyusunan anggaran kas ini dilakukan melalui beberapa tahap: 1.... Total penerimaan piutang bulan Januari dan Pebruari masing-masing Rp......... Rp.... Estimasi atau Rencana Pengeluaran: a. penerimaan piutang.....500.000 Mei ..600.... Dari penjualan kredit....000 dan Rp.......200.. dan saat pembayaran pinjaman dan bunga pinjaman........ Besarnya penjualan yaitu: Januari ...000 Pebruari ....000 Juni ... pembayaran hutang.. 400.. Biaya transport dan komisi penjualan: Januari .... Dengan estimasi penerimaan dan pengeluaran ini dapat diketahui pula adanya defisit atau surplus yang terjadi.. 500. Pada Tahun 2010 perusahaan “PT A” menyusun anggaran kas........ 2.....000 Maret ..000..... pendapatan bunga.000 Pebruari ... 500. Pembayaran gaji dan upah: Januari ..... Rp.. Pembelian bahan penolong: Januari ........ pembayaran bunga dan pembayaran biaya-biaya lainnya..900.... Estimasi atau rencana penerimaannya adalah: a.... 550.. Rp..000 Pebruari .. 1.. pospos pengeluaran kas.. Biaya administrasi dan lainnya: Januari ... dan pendapatan lain yang diperoleh perusahaan..... Estimasi atau Rencana Penerimaan: Penerimaan setiap bulan dari penjualan yang dilakukan secara tunai sebanyak 25 % dan secara kredit 75 % dari penjualan.500.... Rp.... 1. Rp... Rp. Estimasi penerimaan kas dan pengeluaran kas selama enam bulan pertama (bulan Januari s/d Juni) sebagai berikut: 1.. Rp. yaitu transaksi yang berhubungan dengan estimasi kebutuhan dana yang diperoleh dari pinjaman untuk menutup defisit yang terjadi beserta estimasi pembayaran pinjaman tersebut beserta bunganya..200...000.Rp.000 Pebruari .. Pembelian bahan mentah: Januari ..... Rp. 5...6...400.... Rp.. 1.. Penyusunan Anggaran Kas Penyusunan anggaran kas memberikan gambaran tentang sumber penerimaan kas..000 Mei . Rp. pendapatan sewa... Rp...... Rp. Di sini terlihat anggaran kas secara keseluruhan dari estimasi penerimaan dan pengeluaran kas....000 Pebruari ... Rp. 500...000 Mei ... saat terjadinya kelebihan atau kekurangan kas..000 Juni .. 600...600.. 6..........000 Maret ..000 Mei ....000 Mei ................. 2.....500....000 Mei .. 3... Rp....... 60 % diterima pada satu bulan setelah bulan penjualan dan sisanya diterima 2 bulan setelah bulan penjualan. 900. 2........... Rp.......000 Maret .800....400.............000... 400..000 Juni .... Rp. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dari operasi perusahaan (transaksi operasi).. 1.000 Maret ....000 April . Rp... 5..........000 April ..000 b.000 Maret ................... Menyusun anggaran kas final...000 Pebruari ...... 3.....000 c.500.......500...600.000 April ............000 Juni ....000 2....... 500.. Rp.. Rp.. 2...000.......1. 2... pembayaran gaji.............. Rp. Rp.. Rp.000 April ..... 3......200.. Rp. 2... 2.....000 April .......... Rp........ Rp. Rp. 5.... supaya dapat memberikan gambaran yang jelas.....000 April ... Rp. Rp... 5...200. Sedangkan estimasi pengeluaran meliputi pembelian tunai.100.. 1.. 300.000 Juni .... Rp. Rp... Rp..........

000 akan dibayar pada Bulan Juni 2001 d. 1.500. Rp.975 2.. PT ”A” Anggaran Transaksi Operasi Bulan Januari ..680 4.. 450..000 Juni .200. 300. 600.000 dan sisanya sebesar Rp...000 B. 5.. Penyelesaiannya: 1. Rp.000 = Rp..200 3. 1. Apabila terjadi defisit.000 = Rp...500 5. 200. Kedua penerimaan tersebut dapat dihitung sebagai berikut: A.000 1.375..000. PT ”A” Penerimaan Kas dari Hasil Penjualan Tunai dan Pengumpulan Piutang dari Penjualan Kredit Bulan Januari s/d Juni 2010 (dalam ribuan rupiah) No Keterangan 1 2 3 4 5 6 Total Penjualan Penjualan tunai (25%) Penjualan kredit (75%) Penerimaan piutang: 60% dari penj.000 5.......000 3..020 5.Pebruari .400 1. Saldo kas akhir pada Bulan Desember tahun sebelumnya Rp.470 Mei 6.. 550. kredit 40% dari penj. 5.700 1. 1. Penerimaan hasil penjualan tunai dan penagihan piutang dari penjualan kredit setiap bulannya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1.900 2.000.Juni Tahun 2010 (Penerimaan dan Pengeluaran Kas) (dalam ribuan rupiah) .600 5. 1. Rp.. 1.000 4.900 1.900 1.000 = Rp. perusahaan akan melakukan pinjaman ke bank pada permulaan bulan dan pengembaliannya juga pada permulaan bulan dengan bunga sebesar 2% per bulan c.400.. berikut ini... 300...170 5.900 1.600 3.260 5. Estimasi atau Rencana lain: Mei .000.600. Tabel 2.000 April = 25% x Rp.. 6..625 4. 450. Pinjaman ke bank pada Bulan Januari sebesar Rp.. 500. kredit Total dari piutang Total kas masuk (2 +5) Bulan Januari Pebruari Maret April 4.875 2...000.500.000 Maret = 25% x Rp. 1.375 1.300... 5. maka dapat disusun anggaran kas untuk transaksi operasi (transaksi penerimaan dan pengeluaran) PT “A” yang dapat dilihat pada Tabel 2..075 2.000 Juni = 25% x Rp.520 1.. Persediaan minimum kas atau persediaan besi kas sebesar Rp..125 4.-.200 3.000 Maret .000 1.000 = Rp. Pembayaran angsuran pinjaman tersebut akan dilakukan pada Bulan April sebesar Rp.800 800 2.. Penerimaan dari hasil penjualan tunai setiap bulannya adalah: Januari = 25% x Rp.475 1...000. 6.000 = Rp..000 dan Bulan Pebruari sebesar Rp.200 1.650 4.... 4. Bulan Mei sebesar Rp.000 b... Menyusun Anggaran Kas untuk Transaksi Operasi (transaksi usaha) Anggaran kas untuk transaksi operasi menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas dari usaha operasi perusahaan...000 Pebruari = 25% x Rp.. 600.000 a.000 = Rp.....520 Juni 6. transaksi finansial dan transaksi secara keseluruhan.300 3.000 Dari informasi data tersebut dapat disusun anggaran kas untuk Bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2010 secara bertahap yaitu anggaran kas untuk transaksi operasi (transaksi usaha). 1. 550.. Penerimaan yang berasal dari penjualan dibedakan menjadi penjualan tunai dan penerimaan dari penagihan piutang..625.500 4.000.340 1.500 2.. Rp..675 5.500 1.885 Dari anggaran penerimaan penjualan (tunai dan piutang) tersebut pada Tabel 1.500.560 4.000 Mei = 25% x Rp.

200 500 550 6.500 7. Saldo kas akhir = Kas yang tersedia .260 1. 200.600 900 4. 300.300 4. Pinjaman ke bank.670 2. 950. 600.000.000. 969. pembayaran angsuran dan pembayaran bunganya dapat dilihat pada tabel transaksi finansial berikut ini.Keterangan Rencana Penerimaan: Penjualan tunai Penerimaan piutang Penerimaan lain Jumlah Penerimaan Rencana Pengeluaran Pembelian Bahan Mentah Pemb. 200. 500.500 Bulan Maret April 225 1.500 300 350 4.200 6.000. Pembayaran bunga sama dengan besarnya bunga (2%) dikalikan dengan sisa pinjaman.000 200 2.000 + Rp.020 422 1.pembayaran bunga Pinjaman kumulatif merupakan sisa pinjaman yang masih ada di perusahaan.020 600 225 420 825 20 (30) (18) 1.surplus (defisit) .000 400 3.000 500 450 6.850 535 Jika terjadi defisit.02 X 0.100 500 3.350 570 Juni 1.500 500 550 5.250 825 1.000 dan Bulan Juni Rp.600 200 2.300 730 (1.875 1. Surplus (defisit) berasal dari data tabel transaksi sebelumnya.Bunga X = Rp. Dalam contoh ini.388.375 2. 600.300 1. Jumlah pinjaman minimal (misalnya X) dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah pinjaman = Persediaan besi + Besarnya deflsit .400 3.400 6.500 900 Mei 422 300 122 570 (12) 680 600 Juni 680 600 80 535 615 0 Penjelasan tabel: 1) Saldo kas awal bulan merupakan saldo kas akhir bulan sebelumnya.000 1.075 1.Saldo awal 4 . maka perusahaan dapat menutupnya dengan meminjam uang ke bank. transport/komisi Pemb.98 X = Rp.170 1.200 500 2.000 500 1.000 dan Pebruari = Rp. Bahan Penolong Pembayaran Gaji/upah Pemb.050) Pebruari 1. bulan Mei Rp.000 + 0.050.385 2.350 (475) Bulan Maret April 1. 300.600 400 450 5.000 – Rp.800 600 550 6.050) (475) (20) (30) 230 225 1. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Pembayaran angsuran pinjaman dilakukan apabila perusahaan memiliki saldo kas yang cukup (persediaan besi kas sebesar Rp.388 Jadi besarnya pinjaman Bulan Januari minimal adalah Rp.Juni Tahun 2010 (Penerimaan Pinjaman dan Pengembaliannya) (dalam ribuan rupiah) Keterangan Saldo kas awal bulan Penerimaan pinjaman2) Pembayaran angsuran3) Kas yang tersedia4) Surplus (defisit)5) Pembayaran bunga6) Saldo kas akhir bulan7) Sisa pinjaman kumulatif8) 1) Januari Pebruari 300 230 1. Tabel 3.-.500 300 2. Kas yang tersedia merupakan penjumlahan dari saldo kas awal ditambah penerimaan pinjaman dikurangi angsuran pinjaman.000 6.020 1.500 4.675 1.625 4.350 (1. . PT ”A” Anggaran Transaksi Finansial Bulan Januari . 1000. 1 .920 2.000 1. pembayaran sudah ditentukan yaitu Bulan April sebesar Rp.900 400 3.000).650 20 Mei 1.000 X = Rp.adm dan lainnya Jumlah Pengeluaran Surplus (Defisit) Januari 1. 2) Penerimaan pinjaman Bulan Januari sebesar Rp. 969.

kemudian langkah terakhir adalah membuat anggaran kas secara menyeluruh (anggaran final) di mana dalam tabel tersebut tertera transaksi operasi dan transaksi finansialnya.300 4.000 400 3.268 422 Mei 422 1.200 500 550 600 7.600 200 2.280 1.375 5.300 4.000 400 4.800 600 550 18 600 7.675 1.Setelah tabel transaksi operasi dan tabel transaksi finansial dibuat.400 3.900 1.600 400 450 30 5.920 7. Saldo kas akhir bulan merupakan saldo kas awal bulan berikutnya.000 1.600 500 900 5.000 6.385 8.260 1. .400 6.625 4.Juni Tahun 2010 (dalam ribuan rupiah) Keterangan Saldo Kas awal bulan Rencana Penerimaan: Penjualan tunai Penerimaan piutang Penerimaan pinjaman Penerimaan lain Jumlah Penerimaan Jumlah Kas tersedia Rencana Pengeluaran Pembelian Bahan Mentah Pemb.380 225 1.200 6.000 200 2.170 1.020 1. Bahan Penolong Pembayaran Gaji/upah Pemb. transport/komisi Pemb.adm dan lainnya Pembayaran bunga Pembayaran angsuran Jumlah Pengeluaran Saldo Kas akhir bulan Bulan Januari Pebruari Maret April 300 230 225 1.100 500 3. dicocokkan apakah saldo kas akhir bulan sama dengan saldo kas awal bulan berikutnya.600 1.500 7.662 680 Juni 680 1.300 1.000 500 450 12 300 6.375 2.370 230 1.500 500 550 30 5.020 1.500 4.450 615 Untuk mengevaluasi hasil perhitungan pada Tabel anggaran kas di atas.500 300 350 20 4. Tabel 4.020 1.075 6.065 2.500 300 2. PT ”A” Anggaran Kas Final (Transaksi Operasi dan Transaksi Finansial) Bulan Januari .342 2.690 2.605 1.200 500 2.670 7.

risiko likuiditas (liquidity risk). Dividen akan diperoleh oleh perusahaan apabila sekuritas tersebut berupa saham dan dimiliki sampai waktu pembayaran dividen (biasanya dividen dibayarkan sekali dalam setahun). Marketable securities merupakan surat-surat berharga yang dapat diuangkan dengan mudah dan diperjualbelikan di pasar uang (bursa modal jangka pendek). risiko inflasi dan tingkat keuntungan yang diharapkan.MANAJEMEN SEKURITAS 1. motif spekulasi (speculatif motive) yaitu investasi dalam marketable securities karena tidak adanya investasi lain dari uang kas yang sementara waktu belum digunakan. motif berjaga-jaga (precautionary motive) yaitu penanaman modal dalam marketable securities untuk mendapatkan sejumlah aktiva lancar yang dapat diuangkan dengan segera. Dalam hal ini berarti pemilikan sekuritas berfungsi sebagai pengganti saldo kas. Apabila suatu sekuritas telah diperjual-belikan di pasar sekunder (bursa efek). Karena pemilikan sekuritas ini hanya sementara saja (kurang dari 1 tahun). maka investasi tersebut dimasukkan sebagai investasi jangka panjang yang tertera pada pos investasi (investment) pada neraca. Kriteria Pemilihan Sekuritas Kriteria pemilihan sekuritas dapat dilihat dari berbagai macam pertimbangan. Sekuritas tersebut dimiliki hanya dalam jangka pendek saja dengan maksud agar dapat segera diuangkan (dijual) jika sewaktu-waktu perusahaan memerlukan dana dalam operasinya. Berbagai pertimbangan tersebut akan menentukan besarnya dana yang akan ditanamkan dalam sekuritas (surat berharga) jangka pendek. Sebenarnya. Alasan lain perusahaan memiliki sekuritas ini adalah untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memperoleh pendapatan dari investasi tersebut. untuk memenuhi berbagai pengeluaran yang tidak diperkirakan sebelumnya. risiko suku bunga (interest rate risk). bunga atau capital gain. investasi pada sekuritas ada yang berjangka panjang (dimiliki lebih dari 1 tahun). pemilikan sekuritas dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan berupa keuntungan. maka jual-beli sekuritas tersebut dilakukan oleh pialang (makelar). Ketidakpastian pengembalian dana yang telah diinvestasikan (beserta bunganya jika berupa obligasi) pada sekuritas sering sulit diprediksikan. Adakalanya peminjam menunggak dalam jangka . motif transaksi (transaction motive) yaitu pembelian marketable securities yang akan dijual kembali untuk menutup pembayaran yang sudah diketahui sebelumnya. Pengertian Sekuritas Sekuritas (marketable security) merupakan surat-surat berharga yang segera dapat dijual untuk memperoleh uang kas. maka investasi pada surat berharga dimasukkan dalam investasi jangka pendek. Jika investasi pada sekuritas tersebut untuk jangka panjang. yaitu meliputi risiko keuangan (financial risk). Sekuritas memiliki sifat yang likuid (mudah diuangkan atau dijual). Perusahaan akan berusaha memperkecil risiko yang mungkin dihadapi dengan harapan memperoleh keuntungan (return) yang maksimal. Motif penanaman modal dalam marketable securities ada tiga yaitu: Pertama. Sebelum saat pembayaran kewajiban perusahaan dapat menginvestasikan uang kas tersebut dalam marketable securities yang jatuh temponya sebelum pembayaran berbagai kewajiban. Ada beberapa alasan perusahaan memiliki surat berharga yaitu: untuk menggunakan dana sementara yang lebih guna diinvestasikan dalam surat berharga yang dijual oleh emiten (perusahaan yang mengeluarkan saham). Keuntungan tersebut dapat berupa dividen. Sedangkan pendapatan bunga akan diperoleh jika perusahaan menginvestasikan dananya dengan membeli sekuritas berupa obligasi atau sertifikat deposito. Sedangkan capital gain akan diperoleh apabila hasil penjualan suatu sekuritas lebih tinggi daripada harga perolehannya. sehingga apabila perusahaan kekurangan uang kas maka sekuritas ini dapat segera dijual. Keadaan tersebut bukan suatu hal yang biasa terjadi. Ketiga. Kedua. Investasi dalam marketable securities baru akan diuangkan jika perusahaan sudah menemukan investasi yang lebih tepat dari dana tersebut. Risiko keuangan merupakan risiko tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada sekuritas sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Di samping itu. 2.

perusahaan akan lebih untung bila melakukan investasi pada saham. Semakin tinggi risiko semakin tinggi pula hasil yang diharapkan. maka perusahaan atau pihak yang memiliki sekuritas tersebut akan menurunkan harganya agar laku dijual. secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut. Perusahaan perlu mengikuti pepatah investasi “jangan tempatkan telor-telor yang anda miliki dalam satu keranjang saja” (don't put your eggs in one basket). Dari kriteria pemilihan sekuritas dalam kaitannya dengan hasil yang diharapkan dan portofolio investasi tersebut di atas. Penurunan harga ini mengakibatkan keuntungan yang diperoleh akan berkurang atau bahkan akan menderita kerugian jika penurunan harganya sampai melebihi harga perolehannya. risiko likuiditas. maka perusahaan akan mengalami kesulitan likuiditas. saham biasa yang diperjual belikan di bursa efek memiliki stabilitas yang lebih aman dibandingkan obligasi yang memberikan pendapatan tetap. Risiko likuiditas sekuritas merupakan cepat lambatnya sekuritas yang bersangkutan dapat diperjual belikan. Hasil yang diharapkan (yield) oleh perusahaan dalam hubungannya dengan risikorisiko yang mungkin terjadi mengharuskan perusahaan melakukan portofolio atau diversifikasi (penganekaragaman) investasi pada sekuritas. Portofolio yang optimal adalah portofolio yang menghasilkan risiko terkecil (minimal) dengan hasil tertentu atau memperoleh hasil yang maksimal dengan risiko tertentu. Tingginya inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat. Sedangkan risiko tingkat bunga dan risiko inflasi lebih banyak berhubungan dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan. dan risiko inflasi atau risiko daya beli. Risiko keuangan dan risiko likuiditas lebih dapat dikontrol daripada risiko tingkat bunga dan risiko inflasi. Perusahaan melakukan portofolio investasi berarti bahwa dana yang dimiliki oleh perusahaan ditanamkan pada sekuritas yang bermacam-macam. Kita tahu bahwa dalam situasi ekonomi yang normal (stabil) maka antara risiko dan hasil memiliki hubungan yang linier. Dan sebaliknya jika suku bunga bank turun. Tujuan portofolio ini adalah untuk memperkecil risiko yang mungkin dihadapi. Besarnya yield atau sering pula disebut return ini akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain tersebut di atas yaitu adanya risiko keuangan. Apabila suatu sekuritas tidak likuid. para investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen perbankan. maka makin kecil risiko likuiditasnya karena sekuritas tersebut dapat diperjual belikan setiap saat. Jika peminjam tidak dapat mengembalikan dananya. Risikorisiko tersebut akan mempengaruhi besarnya hasil yang akan diperoleh baik langsung maupun tidak langung. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan portofolio investasi. Perusahaan jangan sampai menanamkan dananya hanya pada satu jenis sekuritas saja. Inflasi merupakan kecenderungan naiknya harga barang-barang. dengan portofolio ini perusahaan berusaha untuk melakukan investasi dengan portofolio yang optimal. maka investor akan beramai-ramai menginvestasikan dananya pada obligasi sehingga harga obligasi akan meningkat. Kita tahu bahwa antara tingkat bunga dan inflasi memiliki hubungan yang erat. Pihak yang lebih merasakan dampak dari risiko inflasi ini adalah mereka yang memiliki surat berharga dengan pendapatan tetap seperti obligasi bila dibandingkan dengan surat berharga yang memiliki penghasilan meningkat (seperti saham). dan sebaliknya. Risiko inflasi ini mengakibatkan pada risiko penurunan daya beli. Obligasi berjangka pendek relatif lebih stabil dibanding obligasi berjangka panjang dalam hubungannya dengan suku bunga ini. . Risiko inflasi pada prinsipnya hampir sama dengan risiko tingkat bunga. Oleh karena itu. karena apabila sekuritas tersebut harganya “anjlok” maka perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini karena risiko keuangan dan risiko likuiditas lebih banyak berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangannya. apalagi jika tidak memiliki cadangan kas yang cukup untuk biaya operasi perusahaannya. Sekuritas yang likuid berarti sekuritas tersebut cepat laku terjual. sehingga harga obligasi akan turun. Semakin likuid suatu saham. Tingkat suku bunga yang tinggi mengakibatkan tingkat inflasi yang tinggi.waktu yang tidak ditentukan. Harga sekuritas yang berupa obligasi sangat terpengaruh dengan naik-turunnya suku bunga. Apabila suku bunga naik. Pada situasi inflasi yang cenderung meningkat. Oleh karena itu. risiko tingkat bunga. Kriteria terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan investasi pada sekuritas adalah memperhitungkan hasil yang diharapkan (yield) berupa keuntungan.

dan Commercial Paper. Sekuritas-sekuritas tersebut antara lain seperti US. 3. Adanya kebijakan moneter Tahun 1983. Sedangkan di Indonesia. Ada 5 agen besar yang memperjual-belikan sekuritas ini. risiko likuiditas dan risiko inflasi akan mempengaruhi besarnya hasil (return) yang akan diperoleh. T-Bills ini merupakan sekuritas jangka pendek sehingga memiliki jangka waktu jatuh tempo satu tahun atau kurang. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) memiliki prinsip seperti T-Bills di Amerika. Obligasi. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang dapat dijualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Commercial Paper. Sekuritas ini juga merupakan surat hutang dari perusahaan-perusahaan dan agen-agen untuk mendukung program pemerintah negara bagian di Amerika. risiko investasi pada T-Bills sangat rendah atau bahkan hampir tanpa risiko karena diterbitkan oleh pemerintah. Sekuritas ini biasanya merupakan sekuritas atas unjuk dan menyatakan sejumlah deposito tertentu dengan tingkat bunga dan jangka waktu tertentu pula. tujuan utama portofolio investasi adalah mengurangi atau memperkecil risiko investasi. Surat Berharga Pasar Uang. Federal Agency Securities. Sertifikat deposito ini memiliki perbedaan dengan deposito berjangka biasa. Alternatif Investasi Pada Sekuritas Jangka Pendek Beberapa alternatif sekuritas yang sering diperjualbelikan di Amerika atau di Indonesia. risiko tingkat bunga. SBI ini merupakan surat berharga atas unjuk yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun). Negotiable Certificates of Deposit (CD). Oleh karena diterbitkan oleh pemerintah atau Bank sentral. Sertifikat Bank Indonesia diciptakan pertama kali pada Tahun 1970. Sertifikat Bank Indonesia (SBI). merupakan instrumen hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegangnya pada tanggal yang telah ditetapkan. The Federal Home Loan Banks. The Federal Land Banks. Sertifikat Deposito. Treasury Bills. beberapa surat berharga yang telah diperjualbelikan antara lain adalah Saham. Sertifikat deposito atau negotiable certificate of deposit (disingkat CD) merupakan instrumen keuangan yang diterbitkan oleh bank yang berupa deposito berjangka. yaitu Federal National Mortgage Association. Perbedaan tersebut antara lain adalah bahwa CD ini dapat dipindah tangankan atau diperjual belikan sebelum jatuh tempo karena sertifikat deposito ini atas unjuk. dan Money Market Mutual Fund. Sekuritas Treasury Bills (disingkat T-Bills) yang diterbitkan di Amerika. The Federal Intermediate Credit Banks dan The Banks for Cooperatives. Namun peran SBI tersebut tahun 1971 digantikan oleh sertifikat deposito yang boleh diterbitkan oleh bank. maka T-Bills merupakan sekuritas yang aman dan sangat likuid. Sedangkan deposito biasa yang merupakan deposito atas nama tidak dapat diperjual belikan melalui bank.Risiko Keuangan Risiko Tingkat Bunga Risiko Likuiditas Risiko Inflasi Hasil atau Yield atau Return Risiko vs Return Portofolio Sekuritas Gambar 1. Surat Berharga Pasar Uang ini diperkenalkan pertama kali Tahun . Pemerintah Amerika juga menerbitkan sekuritas yang disebut Federal Agency Securities. Perusahaan harus mengelola risiko dan hasil tersebut dengan berusaha untuk memperkecil risiko guna mencapai hasil yang diharapkan melalui diversifikasi (portofolio) sekuritas. Di samping itu. Skema Desain Pertimbangan Melakukan Protofolio Sekuritas Dari Gambar 1. yaitu menanamkan dananya pada berbagai sekuritas agar risiko dapat diperkecil. SBI terbit kembali sebagai instrumen yang digunakan untuk mengendalikan kebijakan moneter dalam operasi pasar seperti memperketat uang beredar dengan jalan menjual SBI tersebut. Dengan demikian. dapat dijelaskan bahwa risiko-risiko yang mungkin muncul dalam investasi sekuritas seperti risiko keuangan.

Budget kas sangat berguna dalam merencanakan dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebutuhan kas. Bank tidak mempunyai tanggung jawab apabila penerbit CP tersebut tidak mampu membayar kesanggupannya pada saat CP tersebut jatuh tempo. namun besarnya kebutuhan juga tergantung pada jumlah pengeluaran kas yang sudah dapat diketahui maupun yang tidak diduga sebelumnya. sedangkan surat-surat berharga jangka pendek atau marketable securities merupakan urutan berikutnya. Kemudian perusahaan menerbitkan CP sejumlah dana yang dibutuhkan. . mekanisme penerbitan CP adalah bahwa perusahaan yang membutuhkan dana akan menghubungi bank yang biasa bertindak sebagai pengatur (arranger). Bank-bank akan menerbitkan SBPU ini jika ada suatu badan usaha atau masyarakat yang mengeluarkan surat aksep atau wesel untuk memperoleh pinjaman kepada bank tersebut. Dengan dibelinya surat berharga tersebut. Apabila BI akan melakukan ekspansi. Uang kas yang untuk sementara waktu belum digunakan dapat diinvestasikan dalam marketable securities agar dapat memperoleh penghasilan. Surat berharga yang banyak digunakan oleh pengusaha adalah Commercial Paper (disingkat CP). Motif dari investasi tersebut meliputi: motif transaksi. Risiko tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab para investor. Manajemen kas yang efisien didasarkan atas tiga strategi utama yaitu: a) membayar utang dagang pada akhir tanggal jatuh tempo. Ada beberapa cara mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks dalam menentukan kebutuhan minimum operating kas. maka BI akan membeli SBPU yang diterbitkan oleh bank-bank dengan tingkat diskonto tertentu. motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. Perusahaan tersebut menyebutkan jumlah dana yang diperlukan. Bank ini bertindak sebagai perantara antara investor dan penerbit CP tersebut. maka uang yang beredar akan bertambah. Ringkasan Kas merupakan komponen aktiva lancar paling likuid. kemudian dijual kepada investor yang melakukan investasi dalam instrumen pasar uang. Perusahaan menanamkan uang kas yang untuk sementara waktu belum digunakan dalam marketable securities agar dapat memperoleh penghasilan. Penerbitan SBPU ini bertujuan untuk mengendalikan situasi moneter seperti halnya SBI. Tugas utama bank tersebut adalah menawarkan CP kepada investor atau para nasabahnya. pada prakteknya CP ini disertai dengan jaminan seperti kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan dan jaminan bank garansi. Surat aksep tersebut merupakan surat berharga yang dapat dijualbelikan oleh bank melalui lembaga diskonto yang ditunjuk (securities house). Dalam prakteknya. Namun demikian. CP ini dapat diperjualbelikan dengan diskon tertentu. Jangka waktu CP ini kurang dari 1 tahun.1985. sebaliknya SBPU ini digunakan untuk melakukan ekspansi moneter. Surat ini diterbitkan oleh suatu perusahaan atau bank yang digunakan untuk memperoleh dana pinjaman jangka pendek. c) mengelola persediaan secara efisien atau meningkatkan inventory turnover. atau penghasilan yang diperoleh (yields) harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dalam pembelian dan penjualan marketable securities. Apabila SB1 digunakan untuk melakukan kontraksi pasar (pengetatan uang). yang lebih praktis dengan cara menghubungkan kas minimum dengan tingkat perputaran kas atau cash turnover. Commercial Paper merupakan surat kesanggupan membayar (promes) sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo yang tidak ada jaminannya. Akhirnya. Sebelum jangka waktu habis. Realisasi penjualan marketable securities jangan sampai lebih kecil dari modal yang diinvestasikan. b) mengumpulkan piutang secepat mungkin namun jangan sampai menyebabkan menurunnya volume penjualan. lembaga diskonto dapat menjual surat berharga tersebut ke Bank Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful