MANAJEMEN KAS 1.

Pengertian Kas
Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut misalnya untuk pembayaran gaji atau upah pekerja, membeli aktiva tetap, membayar hutang, membayar dividen dan transaksi lain yang diperlukan perusahaan. Kas merupakan aktiva yang tidak dapat langsung menghasilkan ‘laba’, dalam arti tidak bisa untuk mendapatkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Kas perlu dikelola secara efektif dan efisien supaya pemanfaatan kas dapat optimal. Kas dibutuhkan untuk operasional sehari-hari (sebagai modal kerja) maupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat kontinyu dan tidak kontinyu. Kebutuhan kas kontinu atau yang terus menerus misalnya bagian produksi untuk membeli bahan baku, bahan penolong, membayar upah tenaga kerja harian dan gaji karyawan tetap, membayar biaya pemeliharaan, membeli suplies kantor habis pakai atau perlengkapan pabrik dan pengeluaran tunai lainnya. Tanpa ada kas yang cukup kegiatan produksi akan terganggu dan akibatnya mengganggu bagian lain yang terkait. Bagian pemasaran membutuhkan kas untuk membayar biaya iklan, promosi, membayar biaya angkut dsb. Tanpa ada kas yang cukup kegiatan pemasaran terganggu dalam menjual produk yang dihasilkan. Kebutuhan kas untuk berbagai pembayaran tersebut merupakan aliran kas keluar (cash outflow) atau termasuk dalam pembelanjaan aktif. Sedangkan kebutuhan kas yang tidak kontinyu atau tidak rutin untuk pembelian aktiva tetap, pembayaran angsuran hutang, pembayaran dividen, pembayaran pajak, dsb. Aliran kas masuk (cash inflow) atau termasuk dalam pembelanjaan pasif merupakan aliran sumber-sumber dari mana kas diperoleh. Aliran kas masuk juga ada yang sifatnya terus menerus (rutin) dan tidak terus menerus (tidak rutin). Aliran kas masuk yang kontinyu (rutin) sebagian besar berasal dari penjualan produk utama perusahaan yang dijual secara tunai, dan juga dari penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. Penerimaan kas yang tidak rutin antara lain penerimaan dari uang sewa gedung, penjualan aktiva yang tidak terpakai, penerimaan modal saham dari para investor, penerimaan hutang atau kredit dari bank, dan penerimaan bunga. Dengan adanya aliran kas masuk dan aliran kas keluar yang kontinyu dan tidak kontinyu, maka sangat penting usaha pengelolaan kas ini. Perimbangan pengeluaran dan penerimaan kas harus disesuaikan dengan kepentingan perusahaan. Perusahaan harus menentukan berapa besarnya kas minimal yang harus ada, dan menentukan berapa kas yang ideal boleh disimpan sehingga operasi perusahaan tidak terganggu dan kas yang ada tidak menganggur terlalu lama. 2. Persediaan Kas Minimal Jumlah uang kas minimal yang harus ada di perusahaan berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya dan kemampuan perusahaan. Di samping itu kas minimal juga tergantung pada prediksi atau estimasi besarnya aliran kas masuk dan kas keluar beserta penyimpangannya. Estimasi aliran kas keluar perlu mempertimbangkan adanya biaya yang keluar secara tunai dan biaya yang tidak tunai. Dalam perencanaan kas, biaya yang tidak tunai seperti penyusutan tidak diperhitungkan dalam menentukan jumlah kas minimal perusahaan. Hubungan baik dengan pihak perbankan, suplier dan perantara juga mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal yang harus dijaga oleh perusahaan. Perusahaan harus memiliki persediaan kas minimal yang harus ada setiap saat, atau sering disebut persediaan besi (safety cash). Persediaan minimal kas pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan persediaan minimal pada persediaan barang. Persediaan kas minimal ini bertujuan untuk menjaga agar kelangsungan operasi perusahaan tetap terjamin dan dapat memenuhi kewajiban finansial perusahaan apabila sewaktu-waktu harus dibayar. Kewajiban finansial ini dapat berupa hutang lancar maupun biaya-biaya baik biaya tetap maupun biaya variabel yang harus segera harus dibayar untuk kelangsungan operasi perusahaan. Ketersediaan kas dalam perusahaan merupakan hal yang mutlak.

Semakin besar jumlah kas yang tersedia di perusahaan.Kas merupakan salah satu aktiva yang memiliki likuiditas paling tinggi. jumlah kas biasanya akan lebih besar lagi. Rasio kas yang tinggi menunjukkan kemampuan membayar hutang lancar juga tinggi. motif spekulasi (speculatif motive) atau kebutuhan kas untuk berspekulasi. Contoh lain. motif berjaga-jaga (precautionary motive) atau kebutuhan kas untuk berjaga-jaga artinya perusahaan memiliki kas untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan yang mendadak. Pembelian aktiva tetap dan kegiatan lain merupakan kegiatan transaksi perusahaan yang pengeluaran kasnya direncanakan untuk jangka panjang. Kewajiban perusahaan kepada pihak kreditur jangka pendek maupun kewajiban dalam pembiayaan operasi perusahaan sehari-hari demi kelangsungan produksi. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek. Likuiditas. Jumlah kas yang kurang dari 5% dari aktiva lancar akan menyulitkan operasi perusahaan. Dalam kondisi ekonomi yang lesu dan harga saham turun drastis. Persediaan kas yang terlalu besar yang berarti likuiditasnya tinggi bukan berarti perusahaan tersebut baik. tetapi jika penerimaan dan pengeluaran tidak dapat diprediksi dengan tepat. maka makin tinggi pula likuiditasnya. khususnya dilihat dari kas yang tersedia dapat juga dibandingkan dengan hutang lancar yang ada. pembelian bahan baku. baik transaksi yang bersifat rutin maupun yang tidak rutin. motif transaksi (transaction motive) atau kebutuhan kas untuk transaksi artinya perusahaan memiliki kas untuk keperluan realisasi berbagai transaksi bisnisnya. Perbandingan antara kas dengan hutang lancar disebut rasio kas (cash ratio). Keynes yaitu menguasai atau memiliki uang berbentuk tunai ada tiga motif atau tiga tujuan. Pertama. Besarnya kas yang cukup baik dan aman menurut HG. pembelian bahan penolong. Pada motif berjaga-jaga perusahaan menetapkan saldo kas minimum yang besarnya tergantung pada indikator dari penyimpangan aliran kas yang dianggarkan. Aktiva lancar sebagai modal kerja akan dibandingkan dengan jumlah hutang lancar sebagai kewajiban finansial yang harus segera dipenuhi perusahaan. maka membutuhkan saldo kas minimum yang cukup besar. oleh karena itu perusahaan perlu memiliki kas yang cukup untuk berjaga-jaga. biaya administrasi. Ketiga. biaya kantor dan pembayaran tunai lainnya. Memiliki kas yang cukup untuk transaksi sangat diperlukan dalam operasional sehari-hari seperti pembayaran upah. karena menurut prediksi bahan mentah tersebut harganya akan naik secara signifikan di masa yang akan datang. Standar jumlah kas 5% sampai dengan 10% ini biasanya layak untuk perusahaan manufaktur. sebab kas yang terlalu besar berakibat pemanfaatan kas tersebut kurang efisien karena kas tersebut menganggur dan tidak menghasilkan keuntungan.M. perusahaan memiliki kas untuk memperoleh keuntungan yang besar dari kesempatan investasi yang bersifat likuid. Bagi perusahaan jasa perbankan. Kebutuhan kas untuk spekulasi dimaksudkan agar perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan apabila ada barang yang dapat dibeli secara lebih murah. Kebutuhan kas untuk berjaga-jaga dimaksudkan untuk mengantisipasi aliran kas masuk dan keluar yang tidak kontinyu dan sulit diperkirakan. maka perusahaan dapat membelinya saat ini. 3 Motif Memiliki Kas Perusahaan memiliki kas pada dasarnya sesuai dengan teori “ Liquidity preference” dari J. Pengeluaran yang mendadak atau tiba-tiba muncul dan harus dibayar akan menyulitkan perusahaan apabila tidak memiliki cadangan kas yang cukup. dengan sendirinya harus dipertimbangkan biaya-biaya yang muncul akibat penyimpanan barang tersebut dan risiko kerusakannya. . Penerimaan dan pengeluaran perusahaan diprediksi melalui anggaran kas atau cash budget. Kedua. Pengeluaran kas untuk keperluan yang mendadak biasanya tidak diperkirakan sebelumnya. Jika penerimaan dan pengeluaran dapat diprediksi dengan tepat. Guthmann adalah antara 5% s/d 10% dari aktiva lancar yang ada. maka kebutuhan kas yang bersifat mendadak bisa ditentukan sekecil mungkin berarti saldo kas minimum kecil. Perusahaan berspekulasi dalam pembelian bahan mentah yang jumlahnya melebihi kebutuhan. maka perusahaan membeli saham dengan harapan harga saham meningkat setelah kondisi ekonomi membaik. Untuk mengurangi risiko kenaikan harga tersebut.

000. 4 Model Manajemen Kas Model manajemen kas.Rp. Konsep EOQ ini juga berlaku dalam perhitungan persediaan kas yang paling ekonomis atau saldo kas yang ditargetkan.000. 1. A. Kebutuhan kas untuk jangka panjang juga akan menghasilkan kas masuk dalam jangka panjang.000.000.000.000.000. kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kas jangka pendek.000. Baumol menyatakan bahwa saldo kas yang ada dalam perusahaan diperlakukan sama dengan persediaan barang.000. Aliran kas masuk diperkirakan sebesar Rp. Apabila jumlah kas maksimum dinaikkan menjadi sebesar Rp. 3.000. 3. 3. Jika kas keluar bersih per minggu sebesar Rp. agar pemanfaatan kas tersebut dapat efektif dan efisien. 4. merupakan kebutuhan kas untuk masa waktu yang lama dan hasil yang diharapkan juga dalam waktu yang panjang. oleh karena itu kebutuhan kas bersih atau kas keluar bersih sebesar Rp.000 per minggu. 1.000 . Baumol mengakui ada kesamaan antara manajemen kas dengan manajemen persediaan. Kebutuhan kas untuk melaksanakan promosi berupa iklan akan menghasilkan kenaikan kas masuk dari kenaikan penjualan dalam jangka waktu yang panjang di masa yang akan datang. namun sulit menentukan berapa besarnya kas yang harus disediakan dan kapan waktu yang tepat.000 = Rp. 1. Miller dan Daniel Orr.000 : 2 = Rp. 5. Pada awal minggu ketiga. Saldo Kas Menurut Model Baumol Gambar tersebut menunjukkan bahwa apabila perusahaan mulai bekerja (awal waktu) dengan saldo kas sebesar C = Rp. perusahaan harus mengisi kasnya kembali dengan jumlah yang tetap yaitu sebesar Rp. Kebutuhan kas keluar jangka pendek biasanya akan menghasilkan kas masuk dalam jangka pendek.000 Kas Rata-rata Sebesar C/2 = 1. jika ditinjau dari aspek keuangan.000.000. Dengan demikian saldo kas . aliran kas masuk maupun aliran kas keluarnya. Kas Maksimum Sebesar C = 3. 1. maka jangka waktu pemakaiannya akan lebih lama yaitu selama 6 minggu.000.000. Keadaan posisi kas tersebut akan terlihat sebagai berikut: Saldo Kas Rp.000 (saldo kas maksimum). Baumol dan kedua model yang dikembangkan oleh Merton H. maka saldo kasnya akan menjadi nol pada akhir minggu ketiga. Model Baumol ini mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan kas dengan pola yang konstan baik kebutuhan kas. 6. Ditinjau dari waktu kapan terjadinya kas masuk dan kas keluar. Model Economic Order Quantity (EOQ) yang digunakan untuk menghitung pesanan barang yang paling ekonomis. investasi penambahan mesin.-.000.000 Kas Akhir 0 3 6 9 Minggu Gambar 1.000 per minggu.500. Rata-rata saldo kas yang ada sebesar C / 2 = Rp. ada dua macam yaitu pertama model yang dikembangkan oleh William J. Model Baumol Model manajemen kas yang dikemukakan oleh William Baumol sering disebut dengan Model Persediaan.Pentingnya kas bagi operasi perusahaan telah diketahui.000 dan kebutuhan kas keluar bersih tetap sebesar Rp. jangka menengah dan jangka panjang.500. 5. Contoh.000. 4.000 demikian seterusnya. Misalnya rencana penggunaan kas suatu perusahaan selama seminggu sebesar Rp.

Apabila kas tersebut diperoleh dari pinjaman. maka biaya transaksi peminjaman akan lebih kecil apabila frekuensi peminjamannya lebih kecil atau jumlah saldo kas yang dimiliki diperbesar. Sedangkan rata-rata saldo kas = Rp. Artinya apabila jumlah uang kas yang dipinjam besar dalam sekali pinjam. model Baumol terlalu sederhana. 10.000. Konsep Miller dan Orr menyatakan bahwa perusahaan harus menetapkan jumlah saldo kas yang paling tinggi sebagai batas atas dan saldo kas terendah sebagai batas bawah.000) (52.-.198.039.000. Biaya kesempatan merupakan penghasilan yang seharusnya dapat diperoleh dari kas yang menganggur. oleh karena itu tidak cocok untuk kondisi ketidakpastian pemakaian kas. Sebaliknya.0.000.rata-ratanya akan naik menjadi Rp.-.-. B. sehingga setahun = 52 x Rp. Dari contoh tersebut. Sehingga jumlah kas optimal yang diperlukan perusahaan adalah: C= = = = = 2 (F) (T) k C= 2 (150.00 0) = Rp.000 / Rp.020. Model Miller and Orr Model Miller dan Orr merupakan model penentuan persediaan apabila aliran kas masuk dan keluar tidak konstan. Oleh karena itu perlu ditentukan berapa besarnya jumlah kas yang optimal bagi perusahaan.15 Jadi kas optimal perusahaan tersebut adalah sebesar Rp. 10. 5. terutama dengan asumsi mengenai aliran kas masuk dan keluar yang dianggap konstan dan diperkirakan dengan tepat tanpa mengindahkan adanya situasi musiman atau fluktuasi ekonomi.198.000. 10.000.-.09 kali atau sebanyak 5 kali. 150.5 atau sebesar Rp.000. Baumol memberikan formula untuk menentukan jumlah kas yang optimal dengan konsep EOQ tersebut di atas. 3. Jumlah kebutuhan kas untuk kegiatan perusahaan per minggu sebesar Rp. 1.000 : 2 = Rp.000. 52. Apabila saldo kas telah mencapai batas atas.000. Besarnya penghasilan investasi yang diharapkan sebesar 15% per tahun.039.099. yaitu: C= 2 (F) (T) k di mana: C F T k jumlah kas yang optimal biaya tetap untuk memperoleh pinjaman atau menjual sekuritas jumlah kas untuk transaksi selama periode tertentu biaya kesempatan dari kas yang dimiliki.198. maka frekuensi peminjamannya kecil sehingga biaya administrasinya juga kecil. Untuk mengatasi perubahan aliran kas masuk dan kas keluar yang tidak konstan. Pada model Baumol ada asumsi yang sulit untuk dipenuhi yaitu pemakaian kas setiap waktunya sama atau konstan. dengan saldo kas yang semakin besar maka pendapatan yang diperoleh akan semakin kecil karena banyak kas yang menganggur.000.039 : 2 = Rp. Hal ini karena kas yang menganggur tidak dapat menghasilkan pendapatan. 6.039 = 5. 10. maka perusahaan hendaknya merubah sebagian kas tersebut ke dalam bentuk surat berharga agar saldo kas kembali pada jumlah yang ideal. apabila jumlah saldo kas telah mencapai batas minimal (batas . Di lain pihak terjadi sebaliknya. Jumlah frekuensi transaksi yang harus dilakukan sebanyak = Rp.019. 52. 1.000.000 = Rp. dapat dilakukan dengan model Miller dan Orr. kecuali kas menganggur tersebut diinvestasikan dalam surat berharga atau deposito bank. Berikut ini diberikan contoh sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas: Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap berupa bunga per tahun sebesar Rp.000.099. 5.198.

-. 1. Deviasi standar (σ) aliran kas masuk sebesar Rp. 482. 482. Untuk lebih jelasnya kita lihat gambar berikut ini.000. Maka jumlah persed iaan kas yang diinginkan perusahaan adalah: 2 3   Z = 3T σ    4i  2 3   = Rp. 100. Sedangkan ketika kas perusahaan sampai batas minimal.bawah).000) (100. Apabila saldo kas semakin membesar.745) menjadi surat berharga agar saldo kas kembali sebesar Rp. agar pemanfaatan kas dapat efektif dan efisien perlu mengetahui anggaran kas . 482.-.448. Untuk menentukan besarnya kas yang harus disediakan dan kapan waktu yang tepat. maka pada batas atas uang kas harus diubah menjadi sekuritas. Ketika kas mencapai batas atas tersebut (Rp. Batas minimal kas yang tersedia sebagai batas bawah sebesar nol rupiah. Sedangkan rata-rata saldo kas kurang lebih sebesar (z + h) / 3.448. 482. 1.000 setiap kali transaksi. dalam hal ini nol rupiah.745.12/360)   1 1 Jadi jumlah kas yang diinginkan perusahaan sebesar Rp.745. Gambar 2. Tingkat bunga per tahun sebesar 12%. 482.235 – Rp. Apabila saldo kas mengalami penurunan hingga mencapai nol.448.475 agar saldo kas kembali ke jumlah Rp. Rumus model Miller dan Orr untuk menentukan jumlah saldo kas yang optimal sebagai berikut: Z= 3 T σ     4i  2 1 3 di mana: T σ2 i = biaya tetap untuk melakukan transaksi = varian dari aliran kas masuk bersih sebagai penyebaran arus kas = tingkat bunga harian untuk investasi pada surat berharga (sekuritas) Nilai maksimal sebagai batas atas (diberi notasi h) adalah sebesar 3 z.475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. maka perusahaan harus segera mengubah sekuritasnya menjadi kas senilai saldo kas optimal. Batas-batas Pengawasan Kas Model Miller dan Orr Contoh Suatu perusahaan mengeluarkan biaya transaksi sebesar Rp. Batas atas jumlah kas tersebut menunjukkan batas maksimal kas yang optimal tersedia di perusahaan. Jumlah saldo kas sebagai batas minimal besarnya adalah nol.000)   4 (0. Satu tahun dihitung 360 hari.745) = Rp. 5. 482. maka perusahaan dapat merubah sekuritas yang ada menjadi kas sehingga mencapai jumlah saldo kas yang ideal. 482.235. maka perusahaan harus merubah sebagian kas tersebut sebesar Rp. 965.235). maka perusahaan harus menjual surat berharganya sebesar Rp.490 (dari Rp. 1.475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.Z = 3 (5. Nilai batas atas adalah 3 z yaitu = 3 (Rp.

Perusahaan pada umumnya menggunakan anggaran kas bulanan yang disusun untuk jangka waktu 3 bulan. langkah selanjutnya membandingkan hasil estimasi penerimaan dengan estimasi pengeluaran kas.atau Cash budget. penerimaan piutang. . sebab dengan menyusun anggaran kas dapat diprediksi waktu atau kapan perusahaan mengalami defisit dan kapan mengalami surplus kas. oleh karena itu. 2. tujuan anggaran kas yaitu: 1. Anggaran kas untuk jangka waktu yang lebih panjang digunakan untuk perencanaan yang bersifat umum dan menyeluruh. atau 2. Penerimaan kas yang direncanakan atau estimasi penerimaan kas yaitu proyeksi penerimaan pada waktu tertentu baik yang berasal dari penerimaan penjualan tunai. Mengetahui waktu kapan suatu pinjaman atau kewajiban lainnya harus dibayar. 3. anggaran piutang. 1. Merencanakan aliran uang kas masuk dan kas keluar memberikan saldo posisi awal dan saldo akhir kas yang direncanakan untuk jangka waktu tertentu. sebagai proyeksi posisi kas yang berupa penerimaan dan pengeluaran kas pada saat tertentu di masa yang akan datang. bisa segera disiapkan sumber dana menutupnya. pengeluaran tunai biaya pemasaran. 4. Anggaran kas sangat penting untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan usaha. Perencanaan aliran uang kas masuk dan keluar akan menunjukkan: 1. seperti anggaran penjualan. Pengeluaran kas yang direncanakan atau estimasi pengeluaran kas yaitu proyeksi pengeluaran yang dilakukan perusahaan. Hal ini dilakukan agar jangan sampai terjadi kelebihan kas terlalu besar. penerimaan bunga. penerimaan kas yang direncanakan dan 2. Anggaran kas menekankan arus kas masuk dan keluar pada saat tertentu. Anggaran Kas atau Cash budget Anggaran kas atau cash budget merupakan skedul yang menyajikan perkiraan aliran kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan selama periode tertentu pada waktu yang akan datang. Kebutuhan terhadap perencanaan investasi atas kelebihan uang pada penggunaan yang mendatangkan keuntungan. Pada periode yang mengalami defisit kas. mingguan atau bahkan harian. anggaran biaya-biaya. triwulanan. namun anggaran tersebut tidak secara otomatis langsung berpengaruh terhadap anggaran kas. Keberadaan kas sebagai bagian dari aktiva lancar akan berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan. Anggaran kas secara langsung berhubungan dengan rencana lainnya. sehingga ada sejumlah kas yang menganggur yang tidak mendatangkan pendapatan serta tidak efisien. 5. seperti pembelian bahan baku. dan anggaran pengeluaran modal. Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin terjadi. hasil penjualan aktiva tetap maupun penerimaan lainnya. pengeluaran kas yang direncanakan. Periode penyusunan anggaran kas ini dapat disusun untuk waktu tahunan. Defisit dapat ditutup dari pinjaman pihak bank atau dengan mencari modal sendiri. pembayaran upah dan gaji. Mengetahui adanya kelebihan atau kekurangan kas yang terjadi pada periode tertentu. Membuat taksiran posisi kas pada setiap akhir periode dari kegiatan operasi perusahaan baik periode bulanan ataupun tahunan. Setelah mengadakan estimasi pada masing-masing periode. pembayaran hutang. Anggaran kas. Merencanakan besarnya kas untuk menutup kekurangan (defisit) yang terjadi. 2. Menentukan besarnya kas untuk pembayaran-pembayaran dan kelebihan kas yang dapat digunakan untuk melakukan investasi. bulanan. sedangkan anggaran dalam jangka waktu yang lebih pendek biasanya untuk pengendalian kas yang lebih riil dan spesifik. 6 bulan sampai 12 bulan. pembayaran pajak dan pembayaran lainnya yang bersifat tunai. Fokus anggaran kas meliputi dua bagian yaitu: 1. 5. Apabila mengalami surplus kas bisa direncanakan untuk investasi pada instrumen investasi yang sesuai likuiditasnya atau merencanakan pemanfaatan kas untuk kegiatan yang lebih menguntungkan. biaya administrasi.

000.. Pembayaran gaji dan upah: Januari ........ Total penerimaan piutang bulan Januari dan Pebruari masing-masing Rp. 200..000 Pebruari .000 Maret ..... 900. yaitu transaksi yang berhubungan dengan estimasi kebutuhan dana yang diperoleh dari pinjaman untuk menutup defisit yang terjadi beserta estimasi pembayaran pinjaman tersebut beserta bunganya.400........000 Mei ............ Rp..000 Maret ... Rp.. Rencana penerimaan berasal dari penjualan tunai.........500..... Pembelian bahan mentah: Januari ......... Rp.. penerimaan piutang....... Rp......600..... Sedangkan estimasi pengeluaran meliputi pembelian tunai..600... 1...... Rp.... pembayaran gaji.. 5......500..000 April .000 Mei .200. Estimasi atau rencana penerimaannya adalah: a.. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dari operasi perusahaan (transaksi operasi).. Rp.. Pada Tahun 2010 perusahaan “PT A” menyusun anggaran kas......000 Pebruari . 2.000 Juni .. 500...000 April .900.000 Pebruari . Rp.000.... Penyusunan Anggaran Kas Penyusunan anggaran kas memberikan gambaran tentang sumber penerimaan kas..000 d..... pembayaran bunga dan pembayaran biaya-biaya lainnya. Rp... Rp.....000 Mei ..... 5.000 Mei ....000 Mei .. Rp.. 1.100....000 dan Rp. Rp..000 Mei ...... 4. pendapatan bunga... 1...... 2.........500..........000 Juni ..200...... pospos pengeluaran kas............. Rp.. Rp.............000 Maret . 300...000 b....000 c................000 April ..... 2... 300. Rp. 200....... Rp..... Rp.. 1..000 April . Penerimaan lain-lain yaitu: Januari .000.. Rp.000 Pebruari .000.000 Maret ... 2.....000 April ...... yaitu meliputi transaksi operasi dan transaksi fmansial...... Di sini terlihat anggaran kas secara keseluruhan dari estimasi penerimaan dan pengeluaran kas. Biaya administrasi dan lainnya: Januari . Rp....... 400. supaya dapat memberikan gambaran yang jelas.. Rp........ 1......... Estimasi atau Rencana Penerimaan: Penerimaan setiap bulan dari penjualan yang dilakukan secara tunai sebanyak 25 % dan secara kredit 75 % dari penjualan... Rp...... 6.....000 Maret .......000..600.. Rp... 3.... Besarnya penjualan yaitu: Januari .. 600....... Rp... Estimasi penerimaan kas dan pengeluaran kas selama enam bulan pertama (bulan Januari s/d Juni) sebagai berikut: 1. pendapatan sewa.. Estimasi atau Rencana Pengeluaran: a..... 60 % diterima pada satu bulan setelah bulan penjualan dan sisanya diterima 2 bulan setelah bulan penjualan...600.... 1........ 550....000 April .....000 Juni ..000 Maret . Rp..... Rp.. 5.........200. pembayaran hutang.. 3... dan pendapatan lain yang diperoleh perusahaan............200.. 2.....Rp............. Menyusun anggaran kas final..500. Rp.. Rp. saat terjadinya kelebihan atau kekurangan kas.. Biaya transport dan komisi penjualan: Januari . Rp...000 2.. Rp.6. Pembelian bahan penolong: Januari ....000 b.800.......... 2......500..000 Juni . 1...000 e...... 500. Penyusunan anggaran kas ini dilakukan melalui beberapa tahap: 1...000 Pebruari ............500.. Rp....000 April ....... Dari penjualan kredit.......400. Rp..000 Juni ... Rp. 500.. 350. Contoh penyusunan anggaran kas.... 2. Rp... Rp. Rp...000.000 Pebruari .1...... 2.... 500... 500. 2. 3.000 ... 400....000 Juni .. Menyusun estimasi atau rencana transaksi finansial...... dan saat pembayaran pinjaman dan bunga pinjaman.. 400.. Rp.. Rp. 5.. Rp......... Dengan estimasi penerimaan dan pengeluaran ini dapat diketahui pula adanya defisit atau surplus yang terjadi..

-.000 1...000 4. 1. Tabel 2.400 1.900 1.475 1.000 Maret = 25% x Rp.000 3. PT ”A” Anggaran Transaksi Operasi Bulan Januari ..200 3. 600.. PT ”A” Penerimaan Kas dari Hasil Penjualan Tunai dan Pengumpulan Piutang dari Penjualan Kredit Bulan Januari s/d Juni 2010 (dalam ribuan rupiah) No Keterangan 1 2 3 4 5 6 Total Penjualan Penjualan tunai (25%) Penjualan kredit (75%) Penerimaan piutang: 60% dari penj.075 2.680 4..400. Rp..900 2... Penyelesaiannya: 1.... 6..470 Mei 6.. Estimasi atau Rencana lain: Mei . 600.000 5. 450.000. 1.000 dan sisanya sebesar Rp.500 1.875 2. Rp.000 = Rp. Saldo kas akhir pada Bulan Desember tahun sebelumnya Rp.. Kedua penerimaan tersebut dapat dihitung sebagai berikut: A.560 4...375.. Penerimaan dari hasil penjualan tunai setiap bulannya adalah: Januari = 25% x Rp.000 Juni = 25% x Rp.200. 200. Rp. kredit Total dari piutang Total kas masuk (2 +5) Bulan Januari Pebruari Maret April 4.885 Dari anggaran penerimaan penjualan (tunai dan piutang) tersebut pada Tabel 1.000 b. 1.650 4..000 B. Pinjaman ke bank pada Bulan Januari sebesar Rp.000 dan Bulan Pebruari sebesar Rp... 300..500....375 1.000.975 2.500..000 akan dibayar pada Bulan Juni 2001 d.900 1..000 = Rp.000. transaksi finansial dan transaksi secara keseluruhan. berikut ini.300 3.000 = Rp.000 Maret .000 April = 25% x Rp.....000 = Rp.000 Pebruari = 25% x Rp.520 1.000. 1.. 1.600 5. 5. 1.000 a.340 1. 550. Pembayaran angsuran pinjaman tersebut akan dilakukan pada Bulan April sebesar Rp.500.200 1.. Penerimaan yang berasal dari penjualan dibedakan menjadi penjualan tunai dan penerimaan dari penagihan piutang.700 1...500 5. Menyusun Anggaran Kas untuk Transaksi Operasi (transaksi usaha) Anggaran kas untuk transaksi operasi menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas dari usaha operasi perusahaan..000.000 = Rp.. Bulan Mei sebesar Rp.900 1.200 3...000 Juni . 550. 500.675 5..020 5.500 2.. 5.Pebruari .. 5... Rp. Persediaan minimum kas atau persediaan besi kas sebesar Rp.000. perusahaan akan melakukan pinjaman ke bank pada permulaan bulan dan pengembaliannya juga pada permulaan bulan dengan bunga sebesar 2% per bulan c.600 3.260 5. maka dapat disusun anggaran kas untuk transaksi operasi (transaksi penerimaan dan pengeluaran) PT “A” yang dapat dilihat pada Tabel 2....625.. 1.300.125 4.520 Juni 6. Apabila terjadi defisit. 450.000 Dari informasi data tersebut dapat disusun anggaran kas untuk Bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2010 secara bertahap yaitu anggaran kas untuk transaksi operasi (transaksi usaha).000 1.625 4...000 Mei = 25% x Rp.Juni Tahun 2010 (Penerimaan dan Pengeluaran Kas) (dalam ribuan rupiah) .000 = Rp. 6...500 4. Penerimaan hasil penjualan tunai dan penagihan piutang dari penjualan kredit setiap bulannya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1.600. kredit 40% dari penj...170 5... 300.800 800 2. 4.

Jumlah pinjaman minimal (misalnya X) dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah pinjaman = Persediaan besi + Besarnya deflsit .050) (475) (20) (30) 230 225 1.800 600 550 6. 2) Penerimaan pinjaman Bulan Januari sebesar Rp.650 20 Mei 1. Kas yang tersedia merupakan penjumlahan dari saldo kas awal ditambah penerimaan pinjaman dikurangi angsuran pinjaman.400 3.400 6. 1 .375 2.020 422 1.875 1.000.000. 969.Juni Tahun 2010 (Penerimaan Pinjaman dan Pengembaliannya) (dalam ribuan rupiah) Keterangan Saldo kas awal bulan Penerimaan pinjaman2) Pembayaran angsuran3) Kas yang tersedia4) Surplus (defisit)5) Pembayaran bunga6) Saldo kas akhir bulan7) Sisa pinjaman kumulatif8) 1) Januari Pebruari 300 230 1. Tabel 3.500 4.388 Jadi besarnya pinjaman Bulan Januari minimal adalah Rp.600 900 4.500 Bulan Maret April 225 1.670 2.300 4.-.500 7.500 300 2.625 4. Bahan Penolong Pembayaran Gaji/upah Pemb.200 6.300 1.300 730 (1. 600.000). 600.200 500 550 6.500 300 350 4.000 + 0.000 500 1.600 400 450 5.000 + Rp. 969. pembayaran sudah ditentukan yaitu Bulan April sebesar Rp.075 1.350 (475) Bulan Maret April 1.000.020 600 225 420 825 20 (30) (18) 1. transport/komisi Pemb.675 1.000 6.388.000 1.900 400 3.000 X = Rp. 1000.200 500 2.600 200 2. .385 2.000 – Rp. PT ”A” Anggaran Transaksi Finansial Bulan Januari .260 1. Dalam contoh ini.050) Pebruari 1.920 2.Bunga X = Rp.250 825 1. 300. maka perusahaan dapat menutupnya dengan meminjam uang ke bank.000 400 3.000 dan Pebruari = Rp.350 (1.adm dan lainnya Jumlah Pengeluaran Surplus (Defisit) Januari 1.850 535 Jika terjadi defisit.98 X = Rp.050.170 1. 200.02 X 0.pembayaran bunga Pinjaman kumulatif merupakan sisa pinjaman yang masih ada di perusahaan.500 500 550 5. 300.Keterangan Rencana Penerimaan: Penjualan tunai Penerimaan piutang Penerimaan lain Jumlah Penerimaan Rencana Pengeluaran Pembelian Bahan Mentah Pemb. 200.000 dan Bulan Juni Rp. Pinjaman ke bank.350 570 Juni 1.020 1.000 500 450 6. Saldo kas akhir = Kas yang tersedia .surplus (defisit) . bulan Mei Rp.100 500 3.000 200 2. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Pembayaran angsuran pinjaman dilakukan apabila perusahaan memiliki saldo kas yang cukup (persediaan besi kas sebesar Rp.Saldo awal 4 . 950. 500. Surplus (defisit) berasal dari data tabel transaksi sebelumnya.500 900 Mei 422 300 122 570 (12) 680 600 Juni 680 600 80 535 615 0 Penjelasan tabel: 1) Saldo kas awal bulan merupakan saldo kas akhir bulan sebelumnya. pembayaran angsuran dan pembayaran bunganya dapat dilihat pada tabel transaksi finansial berikut ini.000 1. Pembayaran bunga sama dengan besarnya bunga (2%) dikalikan dengan sisa pinjaman.

000 6.020 1.600 500 900 5.690 2.260 1. PT ”A” Anggaran Kas Final (Transaksi Operasi dan Transaksi Finansial) Bulan Januari .375 5.900 1.268 422 Mei 422 1.375 2.000 400 3.670 7.075 6. Bahan Penolong Pembayaran Gaji/upah Pemb.500 500 550 30 5.Juni Tahun 2010 (dalam ribuan rupiah) Keterangan Saldo Kas awal bulan Rencana Penerimaan: Penjualan tunai Penerimaan piutang Penerimaan pinjaman Penerimaan lain Jumlah Penerimaan Jumlah Kas tersedia Rencana Pengeluaran Pembelian Bahan Mentah Pemb.500 300 2.000 200 2.020 1.400 3.385 8.200 6.200 500 550 600 7.500 7.500 300 350 20 4.600 400 450 30 5.380 225 1. .500 4.300 4.000 1.300 4.662 680 Juni 680 1.Setelah tabel transaksi operasi dan tabel transaksi finansial dibuat.065 2.000 400 4.400 6.605 1.200 500 2.800 600 550 18 600 7.920 7. kemudian langkah terakhir adalah membuat anggaran kas secara menyeluruh (anggaran final) di mana dalam tabel tersebut tertera transaksi operasi dan transaksi finansialnya.675 1. Tabel 4.625 4.300 1. transport/komisi Pemb.370 230 1.000 500 450 12 300 6.600 200 2.280 1.020 1.600 1. Saldo kas akhir bulan merupakan saldo kas awal bulan berikutnya.100 500 3.adm dan lainnya Pembayaran bunga Pembayaran angsuran Jumlah Pengeluaran Saldo Kas akhir bulan Bulan Januari Pebruari Maret April 300 230 225 1. dicocokkan apakah saldo kas akhir bulan sama dengan saldo kas awal bulan berikutnya.450 615 Untuk mengevaluasi hasil perhitungan pada Tabel anggaran kas di atas.342 2.170 1.

motif berjaga-jaga (precautionary motive) yaitu penanaman modal dalam marketable securities untuk mendapatkan sejumlah aktiva lancar yang dapat diuangkan dengan segera. Marketable securities merupakan surat-surat berharga yang dapat diuangkan dengan mudah dan diperjualbelikan di pasar uang (bursa modal jangka pendek). Ketiga. Dalam hal ini berarti pemilikan sekuritas berfungsi sebagai pengganti saldo kas. Sekuritas tersebut dimiliki hanya dalam jangka pendek saja dengan maksud agar dapat segera diuangkan (dijual) jika sewaktu-waktu perusahaan memerlukan dana dalam operasinya. risiko inflasi dan tingkat keuntungan yang diharapkan. Sedangkan capital gain akan diperoleh apabila hasil penjualan suatu sekuritas lebih tinggi daripada harga perolehannya. Ada beberapa alasan perusahaan memiliki surat berharga yaitu: untuk menggunakan dana sementara yang lebih guna diinvestasikan dalam surat berharga yang dijual oleh emiten (perusahaan yang mengeluarkan saham).MANAJEMEN SEKURITAS 1. Sedangkan pendapatan bunga akan diperoleh jika perusahaan menginvestasikan dananya dengan membeli sekuritas berupa obligasi atau sertifikat deposito. Adakalanya peminjam menunggak dalam jangka . maka jual-beli sekuritas tersebut dilakukan oleh pialang (makelar). Keuntungan tersebut dapat berupa dividen. risiko suku bunga (interest rate risk). Alasan lain perusahaan memiliki sekuritas ini adalah untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memperoleh pendapatan dari investasi tersebut. Apabila suatu sekuritas telah diperjual-belikan di pasar sekunder (bursa efek). Sebelum saat pembayaran kewajiban perusahaan dapat menginvestasikan uang kas tersebut dalam marketable securities yang jatuh temponya sebelum pembayaran berbagai kewajiban. Ketidakpastian pengembalian dana yang telah diinvestasikan (beserta bunganya jika berupa obligasi) pada sekuritas sering sulit diprediksikan. Perusahaan akan berusaha memperkecil risiko yang mungkin dihadapi dengan harapan memperoleh keuntungan (return) yang maksimal. Jika investasi pada sekuritas tersebut untuk jangka panjang. maka investasi pada surat berharga dimasukkan dalam investasi jangka pendek. Kriteria Pemilihan Sekuritas Kriteria pemilihan sekuritas dapat dilihat dari berbagai macam pertimbangan. investasi pada sekuritas ada yang berjangka panjang (dimiliki lebih dari 1 tahun). Kedua. maka investasi tersebut dimasukkan sebagai investasi jangka panjang yang tertera pada pos investasi (investment) pada neraca. Investasi dalam marketable securities baru akan diuangkan jika perusahaan sudah menemukan investasi yang lebih tepat dari dana tersebut. Berbagai pertimbangan tersebut akan menentukan besarnya dana yang akan ditanamkan dalam sekuritas (surat berharga) jangka pendek. 2. Keadaan tersebut bukan suatu hal yang biasa terjadi. Motif penanaman modal dalam marketable securities ada tiga yaitu: Pertama. pemilikan sekuritas dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan berupa keuntungan. Sekuritas memiliki sifat yang likuid (mudah diuangkan atau dijual). Pengertian Sekuritas Sekuritas (marketable security) merupakan surat-surat berharga yang segera dapat dijual untuk memperoleh uang kas. Risiko keuangan merupakan risiko tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada sekuritas sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. bunga atau capital gain. Sebenarnya. motif spekulasi (speculatif motive) yaitu investasi dalam marketable securities karena tidak adanya investasi lain dari uang kas yang sementara waktu belum digunakan. Dividen akan diperoleh oleh perusahaan apabila sekuritas tersebut berupa saham dan dimiliki sampai waktu pembayaran dividen (biasanya dividen dibayarkan sekali dalam setahun). Di samping itu. untuk memenuhi berbagai pengeluaran yang tidak diperkirakan sebelumnya. motif transaksi (transaction motive) yaitu pembelian marketable securities yang akan dijual kembali untuk menutup pembayaran yang sudah diketahui sebelumnya. risiko likuiditas (liquidity risk). sehingga apabila perusahaan kekurangan uang kas maka sekuritas ini dapat segera dijual. yaitu meliputi risiko keuangan (financial risk). Karena pemilikan sekuritas ini hanya sementara saja (kurang dari 1 tahun).

secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut. perusahaan akan lebih untung bila melakukan investasi pada saham. Risiko keuangan dan risiko likuiditas lebih dapat dikontrol daripada risiko tingkat bunga dan risiko inflasi. Semakin likuid suatu saham. Tujuan portofolio ini adalah untuk memperkecil risiko yang mungkin dihadapi. dan risiko inflasi atau risiko daya beli. dan sebaliknya. Perusahaan jangan sampai menanamkan dananya hanya pada satu jenis sekuritas saja. Jika peminjam tidak dapat mengembalikan dananya. Apabila suatu sekuritas tidak likuid.waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan risiko tingkat bunga dan risiko inflasi lebih banyak berhubungan dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Tingginya inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat. Perusahaan perlu mengikuti pepatah investasi “jangan tempatkan telor-telor yang anda miliki dalam satu keranjang saja” (don't put your eggs in one basket). maka perusahaan akan mengalami kesulitan likuiditas. Oleh karena itu. Risiko likuiditas sekuritas merupakan cepat lambatnya sekuritas yang bersangkutan dapat diperjual belikan. Oleh karena itu. Pada situasi inflasi yang cenderung meningkat. Inflasi merupakan kecenderungan naiknya harga barang-barang. maka investor akan beramai-ramai menginvestasikan dananya pada obligasi sehingga harga obligasi akan meningkat. karena apabila sekuritas tersebut harganya “anjlok” maka perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Semakin tinggi risiko semakin tinggi pula hasil yang diharapkan. . maka makin kecil risiko likuiditasnya karena sekuritas tersebut dapat diperjual belikan setiap saat. Perusahaan melakukan portofolio investasi berarti bahwa dana yang dimiliki oleh perusahaan ditanamkan pada sekuritas yang bermacam-macam. para investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen perbankan. Kita tahu bahwa dalam situasi ekonomi yang normal (stabil) maka antara risiko dan hasil memiliki hubungan yang linier. maka perusahaan atau pihak yang memiliki sekuritas tersebut akan menurunkan harganya agar laku dijual. risiko tingkat bunga. apalagi jika tidak memiliki cadangan kas yang cukup untuk biaya operasi perusahaannya. Dari kriteria pemilihan sekuritas dalam kaitannya dengan hasil yang diharapkan dan portofolio investasi tersebut di atas. Hal ini karena risiko keuangan dan risiko likuiditas lebih banyak berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangannya. Besarnya yield atau sering pula disebut return ini akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain tersebut di atas yaitu adanya risiko keuangan. Dan sebaliknya jika suku bunga bank turun. Hasil yang diharapkan (yield) oleh perusahaan dalam hubungannya dengan risikorisiko yang mungkin terjadi mengharuskan perusahaan melakukan portofolio atau diversifikasi (penganekaragaman) investasi pada sekuritas. Kriteria terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan investasi pada sekuritas adalah memperhitungkan hasil yang diharapkan (yield) berupa keuntungan. dengan portofolio ini perusahaan berusaha untuk melakukan investasi dengan portofolio yang optimal. Kita tahu bahwa antara tingkat bunga dan inflasi memiliki hubungan yang erat. Portofolio yang optimal adalah portofolio yang menghasilkan risiko terkecil (minimal) dengan hasil tertentu atau memperoleh hasil yang maksimal dengan risiko tertentu. Sekuritas yang likuid berarti sekuritas tersebut cepat laku terjual. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan portofolio investasi. Risiko inflasi ini mengakibatkan pada risiko penurunan daya beli. Penurunan harga ini mengakibatkan keuntungan yang diperoleh akan berkurang atau bahkan akan menderita kerugian jika penurunan harganya sampai melebihi harga perolehannya. saham biasa yang diperjual belikan di bursa efek memiliki stabilitas yang lebih aman dibandingkan obligasi yang memberikan pendapatan tetap. risiko likuiditas. Harga sekuritas yang berupa obligasi sangat terpengaruh dengan naik-turunnya suku bunga. Tingkat suku bunga yang tinggi mengakibatkan tingkat inflasi yang tinggi. Risikorisiko tersebut akan mempengaruhi besarnya hasil yang akan diperoleh baik langsung maupun tidak langung. Obligasi berjangka pendek relatif lebih stabil dibanding obligasi berjangka panjang dalam hubungannya dengan suku bunga ini. Apabila suku bunga naik. Pihak yang lebih merasakan dampak dari risiko inflasi ini adalah mereka yang memiliki surat berharga dengan pendapatan tetap seperti obligasi bila dibandingkan dengan surat berharga yang memiliki penghasilan meningkat (seperti saham). Risiko inflasi pada prinsipnya hampir sama dengan risiko tingkat bunga. sehingga harga obligasi akan turun.

Skema Desain Pertimbangan Melakukan Protofolio Sekuritas Dari Gambar 1. The Federal Intermediate Credit Banks dan The Banks for Cooperatives. Negotiable Certificates of Deposit (CD). dapat dijelaskan bahwa risiko-risiko yang mungkin muncul dalam investasi sekuritas seperti risiko keuangan. dan Money Market Mutual Fund. Adanya kebijakan moneter Tahun 1983. Dengan demikian.Risiko Keuangan Risiko Tingkat Bunga Risiko Likuiditas Risiko Inflasi Hasil atau Yield atau Return Risiko vs Return Portofolio Sekuritas Gambar 1. yaitu Federal National Mortgage Association. The Federal Land Banks. 3. SBI terbit kembali sebagai instrumen yang digunakan untuk mengendalikan kebijakan moneter dalam operasi pasar seperti memperketat uang beredar dengan jalan menjual SBI tersebut. Sedangkan deposito biasa yang merupakan deposito atas nama tidak dapat diperjual belikan melalui bank. Obligasi. merupakan instrumen hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegangnya pada tanggal yang telah ditetapkan. maka T-Bills merupakan sekuritas yang aman dan sangat likuid. T-Bills ini merupakan sekuritas jangka pendek sehingga memiliki jangka waktu jatuh tempo satu tahun atau kurang. Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Treasury Bills. Surat Berharga Pasar Uang. Ada 5 agen besar yang memperjual-belikan sekuritas ini. Federal Agency Securities. The Federal Home Loan Banks. SBI ini merupakan surat berharga atas unjuk yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun). dan Commercial Paper. risiko investasi pada T-Bills sangat rendah atau bahkan hampir tanpa risiko karena diterbitkan oleh pemerintah. Sertifikat deposito ini memiliki perbedaan dengan deposito berjangka biasa. beberapa surat berharga yang telah diperjualbelikan antara lain adalah Saham. Sekuritas ini biasanya merupakan sekuritas atas unjuk dan menyatakan sejumlah deposito tertentu dengan tingkat bunga dan jangka waktu tertentu pula. Namun peran SBI tersebut tahun 1971 digantikan oleh sertifikat deposito yang boleh diterbitkan oleh bank. risiko likuiditas dan risiko inflasi akan mempengaruhi besarnya hasil (return) yang akan diperoleh. Surat Berharga Pasar Uang ini diperkenalkan pertama kali Tahun . Alternatif Investasi Pada Sekuritas Jangka Pendek Beberapa alternatif sekuritas yang sering diperjualbelikan di Amerika atau di Indonesia. Commercial Paper. Pemerintah Amerika juga menerbitkan sekuritas yang disebut Federal Agency Securities. Sekuritas ini juga merupakan surat hutang dari perusahaan-perusahaan dan agen-agen untuk mendukung program pemerintah negara bagian di Amerika. Sekuritas Treasury Bills (disingkat T-Bills) yang diterbitkan di Amerika. Oleh karena diterbitkan oleh pemerintah atau Bank sentral. Sekuritas-sekuritas tersebut antara lain seperti US. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) memiliki prinsip seperti T-Bills di Amerika. Perbedaan tersebut antara lain adalah bahwa CD ini dapat dipindah tangankan atau diperjual belikan sebelum jatuh tempo karena sertifikat deposito ini atas unjuk. yaitu menanamkan dananya pada berbagai sekuritas agar risiko dapat diperkecil. Sertifikat deposito atau negotiable certificate of deposit (disingkat CD) merupakan instrumen keuangan yang diterbitkan oleh bank yang berupa deposito berjangka. risiko tingkat bunga. Sertifikat Bank Indonesia diciptakan pertama kali pada Tahun 1970. Sertifikat Deposito. Sedangkan di Indonesia. Di samping itu. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang dapat dijualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. tujuan utama portofolio investasi adalah mengurangi atau memperkecil risiko investasi. Perusahaan harus mengelola risiko dan hasil tersebut dengan berusaha untuk memperkecil risiko guna mencapai hasil yang diharapkan melalui diversifikasi (portofolio) sekuritas.

Ada beberapa cara mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks dalam menentukan kebutuhan minimum operating kas. Dengan dibelinya surat berharga tersebut. pada prakteknya CP ini disertai dengan jaminan seperti kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan dan jaminan bank garansi. Sebelum jangka waktu habis. Risiko tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab para investor. Bank ini bertindak sebagai perantara antara investor dan penerbit CP tersebut. Bank tidak mempunyai tanggung jawab apabila penerbit CP tersebut tidak mampu membayar kesanggupannya pada saat CP tersebut jatuh tempo. Manajemen kas yang efisien didasarkan atas tiga strategi utama yaitu: a) membayar utang dagang pada akhir tanggal jatuh tempo. Dalam prakteknya. Namun demikian. maka uang yang beredar akan bertambah. Perusahaan menanamkan uang kas yang untuk sementara waktu belum digunakan dalam marketable securities agar dapat memperoleh penghasilan. Jangka waktu CP ini kurang dari 1 tahun. lembaga diskonto dapat menjual surat berharga tersebut ke Bank Indonesia. Motif dari investasi tersebut meliputi: motif transaksi. namun besarnya kebutuhan juga tergantung pada jumlah pengeluaran kas yang sudah dapat diketahui maupun yang tidak diduga sebelumnya. Ringkasan Kas merupakan komponen aktiva lancar paling likuid. Apabila BI akan melakukan ekspansi. Budget kas sangat berguna dalam merencanakan dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebutuhan kas. yang lebih praktis dengan cara menghubungkan kas minimum dengan tingkat perputaran kas atau cash turnover. Penerbitan SBPU ini bertujuan untuk mengendalikan situasi moneter seperti halnya SBI. Akhirnya.1985. Surat aksep tersebut merupakan surat berharga yang dapat dijualbelikan oleh bank melalui lembaga diskonto yang ditunjuk (securities house). Kemudian perusahaan menerbitkan CP sejumlah dana yang dibutuhkan. Realisasi penjualan marketable securities jangan sampai lebih kecil dari modal yang diinvestasikan. c) mengelola persediaan secara efisien atau meningkatkan inventory turnover. mekanisme penerbitan CP adalah bahwa perusahaan yang membutuhkan dana akan menghubungi bank yang biasa bertindak sebagai pengatur (arranger). Surat berharga yang banyak digunakan oleh pengusaha adalah Commercial Paper (disingkat CP). atau penghasilan yang diperoleh (yields) harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dalam pembelian dan penjualan marketable securities. Bank-bank akan menerbitkan SBPU ini jika ada suatu badan usaha atau masyarakat yang mengeluarkan surat aksep atau wesel untuk memperoleh pinjaman kepada bank tersebut. Perusahaan tersebut menyebutkan jumlah dana yang diperlukan. Apabila SB1 digunakan untuk melakukan kontraksi pasar (pengetatan uang). sebaliknya SBPU ini digunakan untuk melakukan ekspansi moneter. Commercial Paper merupakan surat kesanggupan membayar (promes) sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo yang tidak ada jaminannya. sedangkan surat-surat berharga jangka pendek atau marketable securities merupakan urutan berikutnya. b) mengumpulkan piutang secepat mungkin namun jangan sampai menyebabkan menurunnya volume penjualan. motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. maka BI akan membeli SBPU yang diterbitkan oleh bank-bank dengan tingkat diskonto tertentu. Surat ini diterbitkan oleh suatu perusahaan atau bank yang digunakan untuk memperoleh dana pinjaman jangka pendek. CP ini dapat diperjualbelikan dengan diskon tertentu. kemudian dijual kepada investor yang melakukan investasi dalam instrumen pasar uang. . Tugas utama bank tersebut adalah menawarkan CP kepada investor atau para nasabahnya. Uang kas yang untuk sementara waktu belum digunakan dapat diinvestasikan dalam marketable securities agar dapat memperoleh penghasilan.