P. 1
Pengembangan Profesi Guru

Pengembangan Profesi Guru

|Views: 1,228|Likes:
Published by Misterheri Piwan
Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad 21.
Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad 21.

More info:

Published by: Misterheri Piwan on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

PENGEMBANGAN PROFESI GURU

A. Pendahuluan

S

esuai

dengan

amanat

Peraturan

Menteri

Negara

Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB diakui sebagai salah satu unsur utama selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas

tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Harapannya melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad 21.

2

B. Mengapa Guru Malas Menulis? Bagi kebanyakan guru menulis karya ilmiah merupakan hal yang patut dihindari, begitulah opini yang berkembang dewasa ini. Apabila kita telusuri ada beberapa kategori permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam menulis sebuah karya tulis ilmiah, yaitu masalah motivasi (motivation), masalah kemampuan (ability), dan masalah kesempatan (opportunity). Masalah motivasi berkaitan dengan kemauan guru untuk menulis muncul karena guru kurang percaya diri terhadap potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Masalah kemampuan biasanya terjadi karena guru tidak pernah mengikuti pelatihan atau mencoba menulis karya tulis ilmiah. Masalah kesempatan guru untuk menulis terkait dengan budaya organisasi sekolah, karena kepala sekolah dan guru tidak terbiasa menulis baik bagi kepentingan karya ilmiah atau kepentingan pengembangan profesi keguruannya. Menurut faktor yang Darwis dapat menjadi

Sembiring ada empat diidentifikasi karena: 1. Kurang membaca 2. 3. 4. Kurang berlatih menulis Kerancuan dalam berfikir Kerancuan dalam berbahasa.

penyebab guru sulit menulis, yaitu

3

Berikut pemetaan masalah-masalah yang menyebabkan guru tidak menulis karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
Guru tidak mengetahui manfaat menulis Guru tidak atau kurang termotivasi

Guru tidak memiliki pengalaman menulis yang baik ketika di perguruan tinggi/LPTK Guru tidak dibiasakan menulis oleh Kepsek/Pengawa s

Guru tidak memiliki kemampuan menulis

Guru Tidak Menuli s

Guru tidak memiliki kesempatan menulis

Dalam konteks pembinaan guru menuju guru profesional, berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengembangan kemampuan menulis guru diantaranya adalah inovasi pembelajaran, penulisan best practices bagi guru, pelatihan guru, dan pemilihan guru berprestasi/guru teladan. C. Profil Guru Berprestasi

M
harus

engacu pada pengertian bahwa seorang guru memegang peranan dan tanggung jawab yang besar di

bagi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran kelas. Guru sebagai tenaga professional menyadari sepenuhnya bahwa

4

profesinya sebagai guru bukanlah pekerjaan yang dilakukan sambil lalu, tetapi pekerjaan yang menuntut adanya totalitas dalam mengerahkan segala kemampuannya bagi kegiatan pembelajaran dan harus didukung oleh kompetensi-kompetensi yang dipersyaratkan oleh tugas dan tanggung jawabnya di sekolah. Berikut ini adalah profil guru berprestasi dari Banten yang mudah-mudahan dapat menginspirasi peserta untuk menjadi seorang guru yang lebih baik dan lebih mencintai profesinya. Emmah Suhainah adalah seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 18 Tangerang. Lahir dari seorang ayah yang berprofesi guru dan ibu yang mencintai pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga, pada tanggal 17 Juni 1974 di kota Tangerang. Pada tahun 1996 Emmah Suhaemah memulai karir sebagai guru di SMEA, selain itu sejak 1996 hingga 1999 menjadi coordinator of instructors di lembaga kursus BBC International. Awal tahun 2001, Emmah menerima SK PNS 100%. Menurut Emmah suasana bekerja sangat menyenangkan, karena ditempatkan di sekolah yang baru berdiri, teman-teman sejawat yang sebaya dan memiliki idealisme tinggi terhadap profesinya. Emmah sangat menikmati profesinya sebagai guru. Pada saat itu terdapat 24 kelas di sekolah tempat Emmah mengajar, dengan masing-masing 8 kelas untuk tiap jenjang. Dengan 4 orang guru Bahasa Inggris termasuk Emmah, masing-masing guru mengajar 24 jam seminggu. Tapi kini dengan jumlah 33 kelas, dan 11 untuk masing-masing jenjang kelas sekolah dimana tempat Emmah mengajar menambah satu orang guru bahasa Inggris lagi. Untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan Emmah aktif dalam MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Tangerang. Jabatannya pada saat itu adalah Wakil Ketua. Melalui MGMP guru bisa bertukar informasi tentang

5

informasi terbaru dalam dunia kependidikan, berbagi teknik dan metode pengajaran yang menyenangkan. Sebagai seorang guru bahasa Ingris Emmah selalu berusaha menyampaikan pelajaran dengan cara menyenangkan. Emmah selalu berusaha mengikuti perkembangan dunia anak didik , mempelajari musik ataupun film yang mereka sukai agar lebih mudah dalam kegiatan mentransfer ilmu kepada mereka. Bahasa Ingris akan lebih menyenangkan dipelajari bila disampaikan melalui media yang disukai anak. Misalnya melalui musik dan film. Dan tentu saja memlalui pembiasaan-pembiasaan yang memungkinkan anak menggunakan Bahasa Inggris setiap saat. Emmah mewajibkan semua murid memiliki buku harian yang berisi catatan tentang keseharian mereka, yang ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris. Setiap seminggu sekali, buku harian tersebut diperiksa diperbaiku penggunaan kata, ejaan dan tata bahasanya. Dengan adanya pembiasaan tersebut kemampuan menulis murid-murid meningkat ditandai dengan meningkatnya nilai menulis mereka dibandingkan dengan nilai mereka di awal tahun pelajaran. Kegiatan dan pengalaman tersebut Emmah tuangkan kedalam bentuk karya tulis sederhana. Karya tulis tersebut diikutsertakan dalam Lomba Guru Berprestasi yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional, dan Emmah berhasil meraihh juara III untuk tingkat SMP. Hal ini membuat Emmah lebih termotivasi lagi untuk mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran, agar tercipta Joyful Learning yang pada akhirnya dapat memacu prestasi anak dalam belajar. Berikut ini prestasi yang pernah dicapai : a. Juara 2 Guru Berprestasi tingkat kota Tangerang 2002 b. Juara 1 Guru Berprestasi tingkat kota Tangerang 2003 c. Juara 1 Guru Berprestasi tingkat provinsi Banten2003

6

d. Juara 3 Guru Berprestasi tingkat nasional 2003 e. Juara 1 Simposium Guru tingkat provinsi Banten 2005 f. Finalis Simposium Guru tingkat nasional 2005

D. Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah 1. Penelitian Tindakan Kelas Salah satu jenis karya tulis ilmiah guru dapat dipublikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian (misalnya laporan Penelitian Tindakan Kelas) yang ditulis berdasar pada pengalaman dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsi guru.

Laporan hasil penelitian adalah karya tulis ilmiah berisi laporan hasil penelitian yang dilakukan guru pada bidang pendidikan yang telah dilaksanakan guru di sekolah/madrasahnya dan sesuai dengan tupoksinya, antara lain dapat berupa laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Laporan hasil penelitian tersebut, dibedakan berdasarkan pada jenis publikasinya sebagai berikut. 1) Laporan hasil penelitian yang diterbitkan/ dipublikasikan dalam bentuk buku ber-ISBN dan telah mendapat pengakuan BSNP.

7

2) Laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah diedarkan secara nasional dan terakreditasi. 3) Laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat provinsi 4) Laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota. 5) Laporan hasil penelitian yang diseminarkan di sekolah/madrasahnya dan disimpan di perpustakaan. Proses penyusunan laporan ini tidak akan dirasakan sulit apabila sejak awal guru sudah disiplin mencatat apa saja yang sudah dilakukan. Untuk menyusun laporan penelitian diperlukan pedoman penulisan yang dapat dipakai sebagai acuan para peneliti pelaksana, sehingga tidak ditemukan adanya variasi bentuk. Di samping itu, juga perlu disesuaikan dengan pedoman yang sudah ditetapkan Diknas dalam rangka memenuhi persyaratan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dalam upaya meningkatkan jabatan/ golongan melalui pengembangan profesi. Berikut ini disampaikan bentuk laporan PTK dalam rangka mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilakukan dengan menglompokannya menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut.

1. Bagian Awal Bagian awal terdiri dari: a. Halaman Judul

8

b. Halaman Pengesahan c. Abstrak d. Kata Pengantar e. Daftar Isi f. Daftar tabel/ lampiran 2. Bagian Isi Bagian isi memuat hal-hal sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Bab I, dimulai dengan mendikripsikan masalah penelitian secara jelas dengan dukungan data faktual yang menunjukkan adanya masalah pada setting tertentu, pentingnya masalah untuk dipecahkan. Uraikan bahwa masalah yang diteliti benar-benar nyata, berada dalam kewenangan guru dan akibat yang ditimbulkan kalau masalah tidak dipecahkan. B. Rumusan masalah Selanjutnya masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, sehingga akan terjawab setelah tindakan selesai dilakukan. Diupayakan rumusan masalah ini dapat dirinci dalam proses, situasi, hasil yang diperoleh. C. Tujuan Penelitian Dalam tujuan penelitian hendaknya dikemukakan secara rinci tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan pada bagian sebelumnya.

9

D.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian agar dikemukakan secara wajar, tidak perlu ambisius, rumuskan yang terkait dengan siswa, dan dapat juga diperluas ke guru.

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PUSTAKA Kemukakan teori dan hasil kajian/temuan/penelitian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Serta memberi arah serta petunjuk pada pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian. Diperlukan untuk dapat membangun mutu proses argumentasi teoritis yang menunjukan bahwa tindakan yang diberikan dimung-kinkan dapat meningkatkan pembelajaran di kelas. Pada akhir bab ini dapat dikemukakan hipotesis tindakan. BAB III PROSEDUR/METODE PENELITIAN Deskripsikan setting penelitian secara jelas, tahapan di setiap siklus yang memuat: rencana, pelaksanaan/ tindakan, pemantuan dan evaluasi beserta jenis instrumen yang digunakan, refleksi (perlu dibedakan antara metode penelitian pada usulan penelitian dengan metode yang ada pada laporan penelitian). Tindakan yang dilakukan berisfat rational, feasible, collaborative. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV, dideskripsikan setting penelitian secara lengkap

kemudian uraian masing-masing siklus dengan disertai data lengkap berserta aspek-aspek yang direkam/diamati tiap siklus. Rekaman itu

10

menunjukkan terjadinya perubahan akibat tindakan yang diberikan. Ditunjukkan adanya perbedaan dengan pelajaran yang biasa dilakukan. Pada refleksi diakhir setiap siklus berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang tenjadi dalam bentuk grafik. Kemukakan adanya perubahan/kemajuan/perbaikan yang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, minat, motivasi belajar, dan hasil belajar. Untuk bahan dasar analisis dan pembahasan kemukakan hasil keseluruhan siklus ke dalam suatu ringkasan tabel/ grafik. Tabel/grafik rangkuman itu akan dapat memperjelas perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara rinci dan jelas. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Terakhir dalam Bab V sajikan simpulan dan hasil penelitian sesuai dengan hasil analisis dan tujuan penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. Berikan saran sebagai tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya. 3. Bagian Penunjang Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang dirujuk dalam kajian teori yang digunakan dalam semua bagian laporan, dengan sistem penulisan yang konsisten menurut ketentuan yang berlaku. Lampiran-Lampiran Berisi lampiran berupa instrumen yang digunakan dalam penelitian, lembar jawaban dari siswa, izin penelitian dan bukti lain yang dipandang penting.

11

2. Makalah

M
dilakukan.

akalah adalah karya tulis ilmiah ihwal topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu pembelajaran (UPI, 2008). Zulmasri (2008) mengatakan bahwa makalah adalah tulisan semi ilmiah

yang bentuk dan struktur serta substansinya sederhana dan tidak lengkap. Makalah yang diterbitkan di media cetak biasanya disebut artikel. Makalah juga dapat berfungsi sebagai syarat penentu untuk menyelesaikan suatu perkuliahan bagi mahasiswa. Berdasar definsi pada Kepmendidbud No. 025/0/1995 (Suhardjono, 2009), makalah hasil penelitian adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok orang yang membahas suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian. Dengan demikian, KTI ini merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan penelitian yang telah

Secara umum makalah memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Merupakan hasil kajian pustaka dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu pembelajaran. 2. Mengilustrasikan pemahaman penulis (guru) tentang permasalahan teoretis yang dikaji atau kemampuan guru dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan pembelajaran.

12

3. Menunjukkan kemampuan pemahaman guru terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan. 4. Mendemonstrasikan kemampuan guru meramu berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh. Ada dua jenis makalah yang biasa berlaku di lingkungan pendidikan, yaitu makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper). Makalah biasanya dibuat untuk menunjukkan pemahaman penulis terhadap permasalahan yang dibahas. Dalam makalah ini secara deskriptif, penulis (guru) mengemukakan berbagai aliran atau pandangan tentang masalah yang dikaji. Makalah juga memberikan pendapat baik berupa kritik maupun saran mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan. Dalam makalah ini guru tidak perlu memihak satu aliran atau pendapat tertentu dan berargumen untuk mempertahankan pendapat tersebut. Dalam makalah posisi, guru menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Guru dituntut tidak hanya menunjukkan penguasaan terhadap suatu teori atau pandangan tertentu saja tetapi juga harus menunjukkan di posisi mana dia berdiri disertai dengan alasan yang didukung oleh teori dan atau harus memepelajari berbagai sumber tentang aliran dan pendapat tertentu, dari sudut pandangan yang berbeda-beda dan bahkan penulis dapat memihak pada salah satu aliran atau pendapat yang ada. Dengan demikian, untuk membuat makalah posisi, penulis dituntut memiliki kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi yang baik. Adapun dari sistematika penulisan makalah biasanya terdiri dari pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Berikut ini diuraikan sistematika umum penulisan makalah.

1. Pendahuluan.

13

Pendahuluan berisi pengantar ke permasalahan pokok yang memberikan gambaran tentang batasan dan tujuan penulisan. Isi pendahuluan 15% dari keseluruhan isi Makalah. Bagian ini menguraikan masalah yang akan dibahas yang meliputi: latar belakang masalah, Ruang lingkup masalah, Maksud dan Tujuan Penulisan.

(1) Latar Belakang Memberikan penjelasan tentang manfaat/ pentingnya timbulnya Judul/ Topik untuk dibahas. (2) Ruang Lingkup Memberikan penjelasan tentang ruang lingkup permasalahan yang menjadi batasan pembahasan. (3) Maksud dan Tujuan Penulisan Memberikan penjelasan tentang maksud penulisan makalah dan tujuan berisi tentang hal yang diinginkan pada penulisan makalah, sesuai dengan konteks permasalahan yang akan dibahas. 2. Isi. Bagian ini memuat uraian tentang hasil kajian penulis dalam mengeksplorasi jawaban terhadap masalah yang diajukan, yang dilengkapi oleh data pendukung serta argumen-argumen yang berlandaskan pandangan pakar dan teori yang relevan. Bila memungkinkan pembahasan dapat memuat faktor-faktor penentu (faktor pendukung dan faktor penghambat). Isi pembahasan kurang lebih 75% dari keseluruhan isi makalah

14

3. Penutup Bagian ini boleh saja terdiri atas lebih dari satu bagian yaitu kesimpulan dan saran. (1) Kesimpulan. Bagian ini merupakan kesimpulan dan bukan ringkasan isi. Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dibuatnya pada bagian isi atau dengan kata lain kesimpulan merupakan jawaban dari permasalahan. Dalam mengambil kesimpulan tersebut penulis makalah harus mengacu kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan. (2) Ringkasan Saran yang dimaksud di sini, merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan. Hendaknya dikemukakan secara jelas dan kemungkinan dapat dilaksanakan. 4. Daftar Pustaka Merupakan acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertulis lainnya. Contoh penulisan daftar pustaka : Sunarto, Perpajakan, BPFE Universitas Taman Siswa Yogyakarta dan Air printing, Yogyakarta: 2OO2.
5. Lampiran-lampiran

3.

Modul

15

Modul diartikan sebagai unit terkecil dari sebuah mata pelajaran, yang

dapat berdiri sendiri dan dipergunakan secara mandiri dalam proses pembelajaran. Modul dimaksudkan untuk:
a. b. c.

Mengatasi keterbatasan waktu, dan ruang kelas; Memudahkan siswa belajar mandiri sesuai kemampuan; Memungkinkan siswa untuk mengukur atau mengevaluasi

sendiri hasil belajarnya. Modul yang baik disusun sesuai dengan kebutuhan belajar dalam sebuah proses pembelajaran, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.

Dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri, tanpa bantuan atau seminimum mungkin bantuan dari guru (self instructional).

b.

Mencakup tujuan pembelajaran, batasanbatasan, standar kompetensi yang harus dicapai, kompetensi dasar, indikator keberhasilan siswa, metode, rangkuman, latihan-latihan, yang secara keseluruhan ditulis dan dikemas dalam satu kesatuan yang utuh (self contained).

c.

Dapat dengan media lain (independent).

dipelajari

secara

tuntas,

tidak

tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama

d.

Memuat alat evaluasi pembelajaran untuk mengukur tingkat kecakapan siswa terhadap modul (self assessed).

e.

Memiliki

sistematika

penyusunan

yang

mudah dipahami dengan bahasa yang mudah dan lugas, sehingga dapat dipergunakan sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa (user friendly).

16

Dalam menyusun suatu modul terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya: a. b.
c.

Memenuhi 5 (lima) kriteria modul yang baik; Modul yang disusun harus mengacu pada kurikulum Disusun secara rasional atas dasar analisis, sesuai

dengan tingkat kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah menguasai modul;
d.

Memuat

indikator

keberhasilan

agar

siswa

dapat

mengetahui secara jelas hasil belajar yang menjadi tujuan pembelajaran;
e.

Isi modul harus merupakan bahan yang terkini (up-to-

date), sesuai dengan tuntutan perkembangan;
f.

Memuat contoh-contoh dan latihan-latihan yang relevan

sehingga siswa dapat menerapkan di lingkungan kerjanya; g. Sumber pustaka yang dipergunakan minimal 5 (lima)

referensi, baik dalam bentuk buku atau karya tulis ilmiah, yang tahun penerbitannya tidak lebih 10 tahun sebelum modul ditulis; h. Acuan dalam bentuk peraturan dan perundangan harus

merujuk pada peraturan dan perundangan yang berlaku; i. Ditulis oleh perorangan atau tim, dengan anggota tidak

lebih dari 2 (dua) orang yang kompeten dalam bidang yang ditulis; j. karya tulis. Format penulisan dalam pedoman ini merupakan format standar penulisan sebuah modul. Format modul dapat dikembangkan sesuai dengan Penulisan modul harus mengacu pada kaidah penulisan

17

kompetensi yang akan dicapai, alokasi waktu, dan media pembelajaran. Format modul adalah sebagai berikut: A. HALAMAN SAMPUL memuat: 1. Judul Modul 2. Mata Pelajaran 3. Namasekolah, kota dan tahun penyusunan modul. B. KATA PENGANTAR (dapat berfungsi sebagai lembar pengesahan) Kata Pengantar berisi antara lain tentang nama penulis modul, ruang lingkup modul serta kaitan antar kompetensi yang ingin dicapai. Kata pengantar dibuat dan ditandatangani oleh kepala sekolah atau ketua MGMP. C. DAFTAR ISI Memuat isi modul disertai dengan nomor halaman D. DAFTAR INFORMASI VISUAL Meliputi judul tabel, gambar, grafik, diagram yang terdapat pada modul . E. DAFTAR LAMPIRAN Memuat lampiran-lampiran yang berfungsi untuk memperjelas konsep dalam modul. F. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Memuat langkah-langkah penggunaan modul yang disajikan secara sistematis.

18

G. PENDAHULUAN Pendahuluan dalam modul harus dapat membantu siswa dengan menyajikan informasi mengenai materi yang akan diikuti dalam modul. Hal-hal yang termuat dalam pendahuluan meliputi 1. Latar Belakang, berisi antara lain tentang hal-hal sebagai berikut : a. Alasan penulisan modul; b. Kaitan modul yang ditulis dengan pengalaman siswa; c. Kegunaan modul tersebut dengan lingkup siswa; d. Keterkaitan dengan modul-modul lain dalam satu rumpun mata pelajaran, apabila dalam mata pelajaran tersebut terdapat modul lebih dari satu. 2. Tujuan Pembelajaran Kompetensi dasar dan indikator keberhasilan yang diharapkan setelah peserta selesai mempelajari modul. 3. Materi Ajar Berisi tentang materi yang dibahas di dalam modul serta penjabaran ke dalam sub materinya. H. MATERI POKOK 1 1. Judul 2. Indikator Keberhasilan 3. Uraian dan Contoh (termasuk Sub Materi Pokok) 4. Latihan 5. Rangkuman 6. Evaluasi Materi Pokok 1

19

7. Umpan Balik dan Tindak Lanjut I. MATERI POKOK 2 1. Judul 2. Indikator Keberhasilan 3. Uraian dan Contoh (termasuk Sub Materi Pokok) 4. Latihan 5. Rangkuman 6. Evaluasi Materi Pokok 1
7. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

J. MATERI POKOK 3 dan seterusnya K. PENUTUP Bab penutup berisi tentang evaluasi kegiatan belajar, umpan balik, dan tindak lanjut serta kunci jawaban. L. KUNCI JAWABAN Berisi jawaban atau kata kunci dari jawaban setiap butir pertanyaan yang terdapat di dalam modul. M. DAFTAR PUSTAKA Memuat referensi yang digunakan dalam menulis modul. N. GLOSARIUM Merupakan daftar istilah dalam suatu ranah pengetahuan tertentu, yang disusun secara abjad. Istilah-istilah tersebut terdapat dalam buku dan

20

baru diperkenalkan atau tidak umum diketemukan. Glosarium dalam dua bahasa atau dwi bahasa adalah daftar istilah dalam satu bahasa yang didefinisikan dalam bahasa lain atau diberi sinonim dalam bahasa lain.

E. Teknik Penomoran dan Teknik Kutipan

Teknik yang digunakan dalam penomoran bab dan bagian -bagiannya adalah sebagai berikut: I _______________________ (Bab) A _______________________ (Judul) 1. _______________________ (Sub Judul ) a. _______________________ (Sub SubJudul) 1) _______________________ (dst) a) _______________________ (dst) Teknik Kutipan Kutipan berfungsi sebagai pendukung penulisan makalah. 1) Kutipan Tidak Langsung adalah kutipan dengan mengambil pendapat/ uraian dari buku/ sumber lain yang penyajiann ya dengan bahasan sendiri. Contoh :

21

Sehingga ada 3 kategori bebas. 2) Kutipan Langsung

pembagian barang dan jasa menurut

hubungannya yaitu barang komplementer, barang subtitusi, dan barang

Yang dimaksud kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susunan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik ber spasi 1 (satu) dengan mengosongkan lima ketik dari garis batas / margin sebelah kiri dengan tidak diberi tanda kutip. Contoh : Menurut Sunarto, dalam bukunya berjudul Perpajakan (2002:46), yang dimaksud dengan Objek pajak adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kelkayaan wajib pajak yang bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apapun.

22

DAFTAR PUSTAKA

Cepi Triatna, 2008. Bagaimana Menjadi Guru Penulis,Bandung. CV. Citra Praya. Keputusan Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993, nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 025/0/1995. Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader. Victoria, Deakin University Press. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 5 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penulisan Modul Pendidikan Dan Pelatihan.Jakarta: LAN RI. Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widya-iswara. Jakarta: Depdikbud, Dikdasmen. Suhardjono. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah pada “Diklat Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru”, Direktorat Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, Makalah pada “Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di Makasar”, Jakarta, 2005 Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Peneilitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara. Supardi. (2005). Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan

23

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->