Resonansi terjadi bila reaktansi induktif sama dengan reaktansi kapasitif, X = Xc.

Arus pada rangkaian dapat dibagi dua bagian yaitu arus transien dan arus dalam keadaan tunak. Arus transien bergantung pada keadaan awal, seperti fase awal generator dan muatan awal pada kapasitor. Arus keadaan tunak tidak bergantung pada keadaan awal. Arus transien turun secara

exponensial terhadap waktu dan akhirnya bergantung pada keadaan tunak. Jika kapasitor diisi melalui indikator, muatan dan tegangan pada kapsitor yang berosilasi dengan frekuensi sudut.

ω₀ = Arus dalam indikator berosilasi dengan frekuensi yang sama, tetapi berbeda fase dengan muatansebesar 90⁰. Energi berosilasi antara energi listrik dalam kapasitor dan energi magnetik dalam induktor. Jika rangkaian ini juga memiliki tahanan, osilasi diredam karena energi didisipasikan dalam tahanan tersebut. Jika tahanan kecil, muatan dan arus berosilasi dengan frekuensi yang sangat kecil dengan hampir mendekati 1/ tetapi osilasinya teredam ;

dengan kata lain, nilai maksimum muatan dan arus berkurang pada setiap osilasi.

IL =

+I

+ I²R = 0

Suku pertama dalam persamaan ini merupakan arus kali tegangan pada induktor. Ini merupakan laju energi dialirkan kedalam induktor atau dikeluarkan darinya; dengan kata lain, ini merupakan laju perubahan mangnetik.

3.1. Pengertian Rangkaian Seri

1

Kelebihan dari metoda laplace diantaranya adalah kesederhanaan dalam penghitungannya. Ketika metoda Laplace digunakan untuk menganalisis rangkaian listrik. Kapasitor mulai mengosongkan muatannya segera setelah rangkaian itu dilengkapkan. membentuk sebuah rangkaian RLC seri.2 Pembagian RLC berdasarkan resonansi 2 . Sebetulnya metoda ini adalah kelanjutan dari metoda persamaan differensial.Sebuah induktor dengan induktansi L dan sebuah resistor dengan hambatan R disambungkan seri ke terminal-terminal sebuah kapasitor bermuatan. maka energi magnetik yang di dapat oleh induktor itu ketika kapasitor telah dikosongkan seluruhnya adalah kurang dari energi medan listrik awal dari kapasitor tersebut. Tetapi karena kehilangan i2R dalam resistor. Rangkaian listrik secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar. Dengan cara yang sama energi kapasitor ketika medan magnetik telah berkurang ke nol adalah masih lebih kecil. Hambatan dalam sebuah rangkaian listrik adalah analog dengan gesekan dalam sebuah sistem mekanik. dan juga ada hambatan dalam kawat-kawat penyambungnya. maka langkah sederhana yang dilakukan adalah dengan mengubah (mentransformasi) variabel domain waktu ke domain s. 3. yaitu rangkaian DC serta rangkaian AC. Karena hambatan ini. maka energi elektromagnetik dalam rangkaian itu didipasikan dan dikonversikan ke dalam bentuk lain seperti interval dari material rangkaian tersebut. Tiap-tiap induktor yang riil selalu mempunyai hambatan dan lilitannya. dan demikian seterusnya. Metoda yang paling mudah untuk menganalisis rangkaian listrik (untuk melihat tanggapan waktu dari rangkaian listrik) adalah metoda transformasi laplace. Metoda laplace dapat digunakan untuk kedua jenis rangkaian listrik.

Tegangan sesaat V sama untuk semua elemen ini. arus Ir dalam tahanan. Resonansi dibagi menjadi 2 bagian yaitu: 1. X = Xc. maka rangkaian resonansi dapat dimanfaatkan untuk operasi transisi penyakelaran pada saat piranti penyakelar bertegangan rendah atau berarus rendah atau malah keduaduanya. 3 . Resonansi pada rangkaian seri(resonansi seri) Resonansi terjadi bila reaktansi induktif sama dengan reaktansi kapasitif. Maka dari itu. Apabila dirancang dengan benar.Resonansi adalah suatu gejala yang terjadi pada arus bolak balik yang mengan dung elemen induktor L dan kapasitor C. seperti fase awal generator dan muatan awal pada kapasitor. Arus keadaan tunak tidak bergantung pada keadaan awal. Rangkaian resonansi inilah yang kemudian digunakan untuk mengatasi fenomena merugikan tersebut. Arus total I dari generator terbagi menjadi tiga arus. aksi penyakelaran dengan metoda resonansi ini sering disebut dibanyak tulisan sebagai metoda penyakelaran lembut (Soft Switching). 2. Karena beda tegangan pada induktor mendahului arus dalam induktor sebesar 90 dan memiliki amplitudo V/Xl. Arus transien turun secara exponensial terhadap waktu dan akhirnya bergantung pada keadaan tunak. Il dam induktor. Arus pada rangkaian dapat dibagi dua bagian yaitu arus transien dan arus dalam keadaan tunak. arus Ic dalam ka[asitor. Resonansi pada rangkaian paralel(antiresonansi) Resonansi paralel terjadi bila suseptansi induktansi pada suatu cabang sama dengan suseptansi kapasitif pada cabang lainnya. Arus transien bergantung pada keadaan awal. RLC yang dihubungkan paralel pada generator ac. B = Bc. Arus dalam tahan sefase dengan tegangan dan memiliki amplitudo VIR.

frekuensi generator w sama dengan frekuensi alami w = 1/ LC dan reaktansi induktif dan kapasitif sama. Dari teorema simpal dan dari definisi resistans maka dapat ditulis : VR = єm sin ωt (teorema simpal) VR = iR R iR = sin ωt Ketika arus searah mengalir didalam sebuah resistor. Rangkaian ini hanya memperlihatkan sebuah rangkaian yang hanya mengandung sebuah penghambat yang bekerja dengan tegangan gerak elektrik bolak-balik. Besarnya reaktansi dalam resistor adalah : XR = =R 2. respons yang timbul berupa reaktansi yang sama dengan responsnya terhadap arus searah.Pada saat resonansi. Rangkaian Penghambat.3 Aplikasi Pada Rangkaian RLC 1. Arus menyeluruh persis sama dengan arus dalam keadaan tunak untuk resonansi parallel. Rangkain Kapasitif 4 . 3.

XC)2 3. Ketika resistor. Dari teorema sipal dan dari definisi kapasitans maka dapat ditulis : Vc = єmsin ωt (teorema simpal) VC = q/C (definisi C) Dari hubungan-hubungan ini. maka dapat diperoleh : q = єmC sin ωt atau iC = ( = ωCє m cos ωt sebuah kapasitor akan memberikan reaktansi kapasitif ketika dialiri dengan arus bolak-balik berupa : XC = Dimana C adalah kapasitansi dari kapasitor. dalam rangkaian timbul impedansi yang dapat dituliskan sebagai : Z2 = R2 + R + ( XL . Rangkain Induksi Rangkaian ini memperlihatkan sebuah rangkaian yang hanya mengandung sebuah elemen induktif yang bekerja dengan sebuah tegangan gerak elektrik bolak-balik. induktor dan kapasitor disambung seri.Rangkain ini memperlihatkan rangkaian yang hanya mengandung sebuah elemen kapasitif yang bekerja dengan sebuah tegangan gerak elektrik. Dari teorema simpal dan definisi induktans maka dapat ditulis : VL = єm sin ωt (teorema simpal) VL = L(di/dt) (definisi L) 5 .

X = Xc. 4. Frekuensi Resonansi. faktor daya sama dengan I.(єm/ωL) cos ωt Sebuah induktor akan memberikan respons terhadap arus listrik bolakbalik berupa reaktansi induksi yang dapat ditulis sebagai : XL = ωL Dengan besar ω = 1. reaktansi induktif dan kapasitif sama. Arus transien turun secara exponensial terhadap waktu dan akhirnya bergantung tunak. sudut fase sama dengan nol. Resonansi terjadi bila reaktansi induktif sama dengan reaktansi kapasitif. 2. Arus transien bergantung pada keadaan awal.Dari hubungan-hubungan ini maka kita melihat bahwa di = (єm/L) sin ωt dt iL = = . dan impedansi Z sama dengan R. Resonansi dibagi menjadi dua bagian yaitu Resonansi pada rangkaian seri(resonansi seri) dan Resonansi pada rangkaian paralel(antiresonansi) 3. pada keadaan 6 . sedangkan arus keadaan tunak tidak bergantung pada keadaan awal.

7 .