P. 1
Contoh Laporan PTK Aqidah Akhlak MTS Kelas VII

Contoh Laporan PTK Aqidah Akhlak MTS Kelas VII

5.0

|Views: 4,666|Likes:
Published by Fatwa Suhada

More info:

Published by: Fatwa Suhada on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

Contoh Laporan PTK Aqidah Akhlak MTS Kelas VII: PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN

MOTIVASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SlSWA KELAS VII SEMESTER I MADRASAH TSANAWIYAH
Posted by noer al khosim on 08:25 in PTKsmp | 0 komentar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fakta dilapangan menunjukkan bahwa banyak siswa kelas VII M.Ts Negeri 3 Pondok Pinang bersikap pasip ketika berlangsung pembelajaran dikelas. Selama pembelajaran berlangsung siswa menjadi pendengar yang baik. Ketika guru mejelaskan materi pelajaran kebanyakan mereka diam. Demikianpun ketika guru memberikan pertanyaan, sebagian besar siswa diam tanpa komentar. Apalagi ketika guru meminta agar siswa bertanya, merekapun diam. Fakta ini dilatar belakangi karena siswa kurang diberikan strategi pembelajaran yang memadai. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran di sekolah dibutuhkan kreativitas dan keaktifan seorang pengajar dalam membuat strategi belajar mengajar semenarik mungkin sehingga menimbulkan motivasi belajar siswa khususnya materi aqidah akhlak. Sehagaimana dijelaskan diatas bahwa proses belajar yang menarik dan aktif adalah keinginan setiap praktisi pendidikan. Seorang guru dalam sebuah proses belajar mengajar dituntut untuk menggunakan berbagai metode yang menarik untuk menciptakan proses belajar yang kondusif. Salah satu metode yang menarik dalam proses belajar mengajar adalah metode pendekatan aktivitas, dimana dalam prosesnya lebih mengedepankan atau berpusat pada keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar (Student Center). Dengan pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa (Student Activity) diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya juga diikuti dengan hasil atau prestasi belajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Fenomena di atas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menekankan pada aktivitas siswa perlu dilaksanakan secara terus menerus. Hal ini dapat dilakukan apabila pola interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik. Namun hal lain yang juga sangat penting dalam melaksanakan kegiatan tersebut demi meningkatkan motivasi belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalam

merencanakan suatu proses kegitan belajar mengajar sehingga tercapai tujuan pembelajaran. dan pada MTs umumnya. Tingkat Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan : 1. penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat menghasilkan temuantemuan mengenai strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran aqidah akhlak khususnya pada pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. peneliti termotivasi untuk melakukan sebuah penelitian tindakan kelas dengan berfokus pada peningkatan motivasi belajar siswa dalam bidang aqidah akhlak melalui kegiatan pembelajaran berbasis aktivitas. B. 2. b. Tingkat dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas dalam pembelajaran bidang aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat bagi : a. D. Berdasarkan uraian diatas. Bagaimana dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII. Apakah pendekatan berbasis aktivitas dapat menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 ? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang tersebut diatas. maka dalam penelitian ini penetiti dapat merumuskan beberapa focus penelitian sebagai berikut : 1. Lembaga Madrasah Tsanawiyah .A pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 ? C. Siswa Madrasah Tsanawiyah Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas khususnya materi Aqidah Akhlak c. Manfaat Penelitian Dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khazanah keilmuan : 1) Secara teoritis. 2) Secara praktis. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut. Guru Madrasah Tsanawiyah Menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bidang aqidah akhlak pada siswa kelas V1I semester I Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang melalui implementasi strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas.

sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan harapan akan diperoleh hasil prestasi yang optimal demi kemajuan lembaga sekolah. Kedua. 1970) motivasi suatu proses tingkah laku manusia yang dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan tertentu seperti harga diri diantaranya (Slameto. intensitas. Wordworth (Petri. persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang (Kosasih.Menurut Eysenk dan kazvankatuan motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yang menentukan suatu tingkatan kegiatan. konsep diri. ditirnbulkan karena suatu kebutuhan yang harus terpenuhi dan tergantung pula pada keadaan lingkungan. 2001). memperhatikan. Menurut Maslow (1943. Dilihat dari komponennya motivasi memiliki dua komponen. Komponen dalam ialah perubahan di dalam diri seseorang. Menurut Chauhan (14?8) motivasi adalah suatu proses yang menimbulkan aktivitas pada organisme sehingga terjadi suatu prilaku. Motivasi Belajar Aqidah akhlak 1. Sedangkan menurut McDonald motivasi ialah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afek-tif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Pengertian Motivasi Istilah motivasi berasal dari kata latin "movere" yang artinya bergerak (Stresser. bahwa motivasi adalah suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap. 2004). keadaan tidak puas. Artinya motfvasi dengan intensitas yang e. ketegangan atau kecemasan psikologis (Anxiety Of Psychology). Agama Kota Jakarta Selatan Sebagai masukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar mengikuti. bakat. 144t). David McClelland. 1481.Sebagai satu masukan atau solusi untuk mengetahui hambatan dan kelemahan penyelenggaraan pembelajaran serta sebagai upaya untuk memperbaiki dan mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di kelas. Objectives motives dan interest (L3akir. Abraham Maslow. konsistensi. d. kebutuhan. Franken. sehingga kelemahan pelaksaan dalam proses belajar mengajar di lapangan pendidikan dapat diperbaiki sesuai dengan rekomendasi dari hasil . merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep seperti minat. 2003). minum. Emergency motives. 1993). yaitu : komponen dalam (Inner Component) dan komponen luar(Outer Component). serta arah umum dari tingkah laku manusia. Adapun pengertian mengenai motivasi menurut para ahli. Menurutnya motivasi digelongkan menjadi tiga hagian. antara lain : menurut Teaven dan Smith (146) konstruksi yang mengaktifkcan dan mengarahkan prilaku dengan memberi dorongan atau daya pada organisme untuk melakukan suatu aktivitas. 1982) r-nengggunakan istiiah Drive rtau mativasi adalah suatu kanstruksi dengan tiga karakteristik yaitu intensitas. Ketiga. dan lainlain).hasil penelitian tindakan kelas. dan menerapkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini.ukup akan memberikan arah kepada individu untuk melakukan sesuatu secara tekun dan secara terus menerus (Djalali. Wan dan Brown seperti dikutip oleh Wahjosumidjo (1983). Mapenda Dep. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. pertama. Orgcrraik needs (kebutuhan vital. arah dan persisten. sikap dan sebagainya. seperti : makan. Komponen luar .

dipuji. yaitu : motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivsi ekstrinsik diperlukan agar anak didik mau belajar. diberi hadiah. bahwa anak didik yang memiliki motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik. dalam diri ir. atau suatu keadaan yang sangat kompleks (A Complex State) dan kesiapsedian (Preparatory Set). Motive) kearah tujuan tertentu. Jenis . Dalam aktivitas belajar. serta daya (Energy). Guru yang berhasil adalah guru yang bisa membangkitkan minat siswa. memiliki keahlian tertentu dan gemar belajar. . Perlu ditegaskan. Bila seseorang telah memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya. misalnya diakui. Motivsi ekstrinsik adalah dorongan yang aktif yang muncul karena adanya faktor perangsang dari luar. Motivasi Instrinsik (Instrinsic Motivation) Motivasi Instrinsik adalah motif . nilai yang tinggi. karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. hadiah.dividu untuk bergerak (To A-love.Jenis Motivasi Salah satu fungsi pengajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa agar mereka bisa melaksanakan tugas . tujuan yang menjadi arah perbuatannya (Hamalik.tugasnya dengan sebaik mungkin secara efektif dan produktif. dicela. dan sebagainya semuanya berpengaruh terhadap sikap dan prilaku siswa dalam proses belajar mengajar. dan sebagainya semuanya berpengaruh terhadap sikap dan prilaku siswa dalam proses belajar mengajar. baik disadari atau tidak disadari dan dalam hal ini mengenai semua aspek dalam bidang aqidah akhlak. bukan karena keinginan lain seperti mendapat pujian. berpengetahuan. dipuji. b. keinginan untuk beramal. Motivasi Ekstrinsik (Ekstrinsic Motivation) Motivasi ekstrinsik meraapakan kebalikan dari motivasi instrinsik. Adapun mengenai motivasi terbagai menjadi dua macam. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar anak didik termotivasi untuk belajar. Motivasi Ekstrinsik (Ekstrinsic Motivation) Motivasi ekstrinsik merupakan kebalikan dari motivsi instrinsik. Motivasi tersebut timbul dan tumbuh dari dalam diri individu(Instrinsik) dan dari luar diri individu (Ekstrin. Alotion. tenaga(Forces).adalah apa yag di inginkan seseorang. dan lain sebagainya. diberi hadiah. Dengan kata lain motivasi intrinsik adalah motivasi atau dorongan yang timbul dari dalam diri siswa sendiri.sik) 2. 2002). b. misalnya diakui. misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu. a. maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivsi dari luar dirinya.motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.nilai yang terkandung dalam pelajaran yang diajarkan. Motivasi ekstrinsik bukan berarti motivsi yang tidak diperlukan dan tidak baik dalam pendidikan. Seseorang yang tidak memiliki motivasi instrinsik sulit sekali melakukan ak-tivits belajar secara terus menerus. Motivsi ekstrinsik adalah dorongan yang aktif yang muncul karena adanya faktor perangsang dari luar. keinginan untuk menguasai nilai . dicela. Serdasarkan beberapa pendapat dari para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa motivasi belajar aqidah akhlak adalah suatu kekuatan (Power). motivasi instrinsik sangat dibutuhkan.

dan lain-lain. amanat. antara lain : a. Prinsip ganjaran dan hukuman Ganjaran yang diterima seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan ganjaran itu. Sedangkan kompetisi antar pribadi adalah persaingan antara individu yang satu dengan yang lain. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan suatu tujuan dari tindakan yang diharapkan. nasehat atau amanat dalam upacara. Kompetisi inter pribadi (Self Competition) adalah kompetisi dalam diri pribadi masingmasing dari tindakan atau unjuk kerja dalam dimensi tempat dan waktu. Salah satu bentuk misainya perlombaan karya tulis. para pengajar seyogyanya selalu memberikan balikan . dapat ditimbulkan motivasi untuk bertindak secara lebih baik. percontohan. d. Pemacu ini dapat berupa informasi. maka seyogyanya setiap siswa memahami tujuan belajarnya secara jelas. lomba menjadi sisura teladan. Setiap unjuk kerja yang baik apabila diherikan sebuah reward yang memadai cenderung akan menimbulkan motivasi. maka makin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Cara lain adalah dengan membuat tujuan-tujuan yang masih umum dan jauh menjadi tujuan yang khusus dan lebih dekat. Sehubungan dengan hal tersebut.Karena itu. nasehat. 3. baik inter maupun antar pribadi. Misalnya pemberian hadiah kepada siswa yang berprestasi. lomba keterampilan dan lain sebagainya. e. Sehubungan dengan prinsip ini. dan lain sebagainya. b. Prinsip Kompetisi prinsip kompetisi adalah persaingan secara sehat. Hal yang harus diterapkan secara proporsional dan benar-benar dapat memberikan motivasi.Prinsip Motivasi Beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar. Pengetahuan tentang balikan. pembinaan. teiah dikemukakan bahwa hasil yang dicapai seseorang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukannya. Dengan adanya persaingan yang sehat. ceramah keagamaan. Selain prinsip ganjaran. prinsip hukuman juga dapat menimbulkan motivasi siswa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menyebabkan hukuman itu. Dalam hal ini motif teratur untuk mendorong agar selalu melakukan berbagai tindakan dan unjuk kerja melalui konsultasi pribadi. bimbingan. Prinsip Pemacu Dorongan untuk melakukan berbagai tindakan akan terjadi apabila ada pemacu tertentu. Prinsip. 2QQ2). dan itu semua dapat memberikan motivasi untuk melakukan tindakan selanjutnya. c. Prinsip Kejelasan Dan Kedekatan Tujuan Makin jelas dan makin dekat suatu tujuan. guru harus bisa dan pandai menggunakan motivasi ekstrinsik ini dengan akurat dan benar dalam menunjang proses interaksi edukatif di kelas (Djamarah. memiliki kaitan erat dengan kepuasan yang dicapai. Pemahaman Hasil Dalam uraian diatas. Kompetisi juga dapat dilakukan antar sekolah untuk mendorong siswa melakukan berbagai upaya unjuk kerja belajar yang baik. Perasaan sukses yang ada pada diri seseorang akan mendorongnya untuk selalu memelihara dan meningkatkan kerja agar terus menjadi lebih baik lagi.

sosial.Suatu bidang studi akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru herusaha menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya (masa lampau). Dalam hubungan ini motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengemhangkan minat siswa dalam melakukan kegiatan belajar. dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa berperan serta memilih. Lingkungan Yang Kondusif Lingkungan kerja yang kondusif. bukan hanya dengan mencerahkan atau menceritakan secara lisan. fasilitas. baik lingkungan fisik. Sehubungan dengan itu. promosi. Misalnya mengembalikan tugas-tugas yang telah dibuat siswa dengan nilai dan komentarnya. Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. misalnya kebersihan ruangan. bimbingan. para siswa dapat lebih meningkatkan produktivitas belajar mereka. Prinsip tersebut dapat digunakan oleh pendidik dalam peningkatan motivasi peserta didik dalam mengikuti belajar mengajar. Para siswa hendaknya selalu dipupuk untuk memiliki rasa sukses dan terhindar dari berkembangnya rasa gagal. Dengan contoh-contoh yang dapat diteladani. Prilaku guru dapat meningkatkan motivasi belajar. Prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. ada beberapa prinsip belajar dan motivasi yang disampaikan oleh Hamalik (2002). Untuk itu dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin. diantaranya: 1) Kebermaknaan. Keteladanan Prilaku guru secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap prilaku murid yang sifatnya positif maupun negatif. Dengan model tingkah laku itu. Pada akhimya dapat menumbuhkan motivasi belajar secara efektif dan produktif. kesempatan untuk maju. sehingga didapatkan prestasi belajar yang optimal. Sesuatu yang menarik minat dan bernilai tinggi bagi siswa berarti bermakna baginya. g. kepimimpinan. maka sangat diharapkan agar prilaku guru dapat menjadi sumber keteladanan bagi para siswanya.kepada setiap unjuk kerja yang telah dihasilkan oleh setiap siswa. kekeluargaan dan sebagainya. f. Demikian pula lingkungan sosialpsikalagis seperti hubugan antar pribadi. dan sebagainya. kehidupan kelompok. h. dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. Dengan demikian siswa akan memperoleh kepuasan dan unjuk kerja yang baik. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengupayakan mengajarkan dalam bentuk tingkah laku model. Umpan balik (Feedback) seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengukur derajat hasil belajar yang telah dihasilkan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan selanjutnya. maupun psikologis. Sehubungan dengan hal diatas. Pengernbangan Minat Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. tata letak. agar mendapatkan perhatian dari pihak perencana pengajaran khususnya dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu guru hendaknya berusaha menyesuaikan pelajaran dengan minat para siswanya. siswa dapat mengamati dan . 2) Modelling.

Sedangkan kompetisi antar pribadi adalah persaingan antara individu yang satu dengan yang lain. dan lain sebagainya. . dan lain-lain. 7) Latihan Terbagi. Misalnya pemberian hadiah kepada siswa yang berprestasi. Selain prinsip ganjaran. baik inter maupun antar pribadi. c. Prinsip ganjaran dan hukuman Ganjaran yang diterima seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan ganjaran itu. Dengan adanya persaingan yang sehat. bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis. Prinsip Kompetisi Prinsip kompetisi adalah persaingan secara sehat. 3. 3) Komunikasi Terbuka. Karena itu hendaknya guru berusaha mengetahui atau mengenali prasyarat. pembinaan. Prinsip.Prinsip Motivasi Beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini motif teratur untuk mendorong agar selalu melakukan berbagai tindakan dan unjuk kerja melalui konsultasi pribadi. prinsip hukuman juga dapat menimbulkan motivasi siswa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menyebabkan hukuman itu. Siswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya menyenangkan.5) Novelty. Siswa yang berada dalam kelompok yang bersyarat akan mudah mengamati hubungan antara pengetahuan yang sederhana yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang kompleks yang akan dipelajari. dapat ditimbulkan motivasi untuk bertindak secara lebih baik. jika latihan di bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. Siswa akan lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (Novelty) atau masih asing. Siswa lebih senang belajar. ceramah keagamaan. Kompetisi inter pribadi (Self Competition) adalah kompetisi dalam diri pribadi masingmasing dari tindakan atau unjuk kerja dalam dimensi tempat dan waktu. Pemacu ini dapat berupa informasi. 9) Kondisi yang menyenangkan.menirukan apa yang diinginkan oleh guru. Siswa lebih suka belajar apabila penyajian terstruktur supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pengawasan siswa. antara lain : a. Akan tetapi bagi siswa yang sudah mulai menguasai pelajaran. nasehat. 6) Latihan atau Praktik yang Aktif dan Bermanfaat. percontohan. Setiap unjuk kerja yang baik apabila diberikan sebuah reward yang memadai cenderung akan menimbulkan motivasi. 8) Kurangi secara sistematis Paksaan belajar. Praktik secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri. 4) Prasyarat. Latihan yang demikian akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakukan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. amanat. bimbingan. b. Prinsip Pemacu Dorongan untuk melakukan berbagai tindakan akan terjadi apabila ada pemacu tertentu.Apa yang telah dipelajari oleh siswa sebelumnya mungkin merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. nasehat atau amanat dalam upacara. maka secara sistematis pemompaan itu dikurangi dan akhirnya siswa dapat belajar sendiri.prasyarat yang telah mereka miliki.

Dengan contoh-contoh yang dapat diteladani. e. Umpan balik (Feedback) seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengukur derajat hasil belajar yang telah dihasilkan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan selanjutnya. dan sebagainya. dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. maka makin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. misalnya kebersihan ruangan. telah dikemukakan bahwa hasil yang dicapai seseorang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukannya. Demikian pula lingkungan sosialpsikalagis seperti hubugan antar pribadi. Dengan demikian siswa akan memperoleh kepuasan dan unjuk kerja yang baik. para siswa dapat lebih meningkatkan produktivitas belajar mereka. kekeluargaan dan sebagainya. Sehubungan dengan prinsip ini. kehidupan kelompok. maka seyogyanya setiap siswa memahami tujuan belajarnya secara jelas. Sehubungan dengan itu. h. g. bimbingan. maka sangat diharapkan agar diharapkan agar prilaku guru dapat menjadi sumber keteladanan bagi para siswanya. Dalam hubungan ini motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengemhangkan minat siswa dalam melakukan kegiatan belajar. para pengajar seyogyanya selalu memberikan balikan kepada setiap unjuk kerja yang telah dihasilkan oleh setiap siswa. Prinsip Kejelasan Dan Kedekatan Tujuan Makin jelas dan makin dekat suatu tujuan. Prilaku guru dapat meningkatkan motivasi belajar. fasilitas. Keteladanan Prilaku guru secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap prilaku murid yang sifatnya positif maupun negatif. Sehubungan dengan hal diatas. dan itu semua dapat memberikan motivasi untuk melakukan tindakan selanjutnya. Lingkungan Yang Kondusif Lingkungan kerja yang kondusif. Pemahaman Hasil Dalam uraian diatas. . Prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. ada beberapa prinsip belajar dan motivasi yang disampaikan oleh Hamalik (2002). Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan suatu tujuan dari tindakan yang diharapkan. Sehubungan dengan hal tersebut. baik lingkungan fisik. tata letak. f. Misalnya mengembalikan tugas-tugas yang telah dibuat siswa dengan nilai dan komentarnya. Pengetahuan tentang balikan. Perasaan sukses yang ada pada diri seseorang akan mendorongnya untuk selalu memelihara dan meningkatkan kerja agar terus menjadi lebih baik lagi. maupun psikologis. Untuk itu dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin. Pengernbangan Minat Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. memiliki kaitan erat dengan kepuasan yang dicapai. Pada akhimya dapat menumbuhkan motivasi belajar secara efektif dan produktif. kesempatan untuk maju. agar mendapatkan perhatian dari pihak perencana pengajaran khususnya dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. kepimimpinan. sosial. promosi.d.

orang shiddiq. Maka pada hakikafiya akhlak ada dua.Jenis Akhlak Pada dasarnya perbuatan manusia ada yang baik dan ada buruk. 8) Kurangi secara sistematis Paksaan belajar. diantaranya: 1) Kebermaknaan.khulku yang mempunyai makna "budi pekerti". AlKhalik bermakna "Tuhan Pencipta Alam" (Masy'ari.Prinsip tersebut dapat digunakan oleh pendidik dalam peningkatan motivasi peserta didik dalam mengikuti belajar mengajar. Karena itu hendaknya guru berusaha mengetahui atau mengenali prasyarat. Kedua kata tersebut berasal dari kata "Khalaka" yang mempunyai arti "menjadikan". Apa yang telah dipelajari oleh siswa sebelumnya mungkin merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Siswa lebih senang belajar. Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. 5) Novelty.prasyarat yang telah mereka miiiki. 7) Latihan Terbagi. Sesuatu yang menarik minat dan bernilai tinggi bagi siswa berarti bermakna baginya. Jenis . Siswa lebih suka belajar apabila penyajian terstruktur supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pengawasan siswa. 1980). 6) Latihan atau Praktik yang Aktif dan Bermanfaat. Pengertian Akhlak Kata akhlak berasal dari kata jamak "Alkhuluku" atau "Al-khalku" yang bermakna "kejadian". Oleh sebab itu guru hendaknya berusaha menyesuaikan pelajaran dengan minat para siswanya. siswa dapat mengamati dan menirukan apa yang diinginkan oleh guru. maka secara sistematis pemompaan itu dikurangi dan akhirnya siswa dapat belajar sendiri. jika latihan di bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. sedangkan perbuatan yang buruk disebut dengan akhlak tereela atau buruk. 2) Modelling. 2. B. 9) Kondisi yang merryenangkan. Suatu bidang studi akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru herusaha menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya (masa lampau). Aqidah akhlak 1. yaitu akhlak yang baik atau terpuji (Al -Akhlaaqul Mahmuudah) dan akhlak yang buruk atau tercela (Al -Akhlaaqul Madzmuumah). Praktik secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengupayakan mengajarkan dalam bentuk tingkah laku model. Latihan yang demikian akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakukan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. Dari kata "Khalaka" inilah timbul bermacammacam kata seperti : Al. Pembelajaran Aqidah akhlak . Siswa akan lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (Novelty) atau masih asing. 4) Prasyarat. sehingga didapatkan prestasi belajar yang optimal. Perbuatan yang baik disebut dengan akhlak yang baik dan identik dengan sifat para Nabi dan orang . bukan hanya dengan mencerahkan atau menceritakan secara lisan. 3. dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa berperan serta memilih. 3) Komunikasi Terbuka. bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis. Akan tetapi bagi siswa yang sudah mulai menguasai pelajaran. Siswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya menyenangkan. Dengan model tingkah laku itu.

2. Kegiatan mengemukakan suatu fakta atau prinsip. Menciptakan manusia dari setetes air mani dengan kekuasaannya kita menjadi manusia yang sempurna. guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan proses belajar secara efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaikbaiknya. Dalam kemajuan metodologi proses belajar mengajar saat ini asas aktivitas (Student activity) lebih di tonjolkan melalui suatu program unit activity. S. dan instrupsi adalah implementasi dari kegiatan lisan. laporan. Secara umum sifat-sifat Allah dapat dibagi kedalam tiga macam. Dalam proses belajar mendengarkan adalah salah satu hal yang dilakukan. mengajukan pertanyaan. c. 6. diagram. ('7) Mental. Pendekatan Berbasis Aktivitas Dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa. memberi saran. (2) Kegiatan-kegiatan lisan. Kegiatan dalam bidang metrik antara lain melakukan percobaan. merupakan sifat yang pasti tidak dimiliki Allah SWT. mengarang. 4. yaitu: a. (6) Metrik. dan lain sebagainya. wawancara. aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. Sifat Mustahil Allah. demonstrasi. karena melalui aktivitas ini seorang siswa dapat memahami bahan pelajaran yang diajarkan. merupakan sifat yang pasti dimiliki Allah Mw. antara lain : (1) Kegiatankegiatan visual. 3. meiihat gambar-gambar. Manusia diberi akal untuk berfkir atas semua yang ada dimuka bumi. dilaut dan diluar angkasa. (3) Mendengarkan. melaksanakan pameran. dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. membuat rangkuman. misalnya: menulis cerita.Allah S WT sang pencipta dan pengatur alam semesta dengan kemahakuasaannya. menari dan berkebun. Kegiatan Metrik. dimana semua itu ada yang mengatur dan menciptakannya tiada lain adalah Allah S WT dengan segala sifat-sifat-Nya. Dari beberapa macam aktivitas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan Visual. pameran. . merupakan sifat kewenangan Allah. chart. (10) Mengingat Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. b. Kegiatan-kegiatan Lisan. Kegiatan Mendengarkan. membuat model. Yang termasuk kegiatan ini adalah membaea. memilih alat-alat. mengemukakan pendapat. diskusi. Kegiatan Menulis. mengamati eksperimen. banyak sekali kenikmatan yang di berikan Allah SWT kepada manusia tetapi manusia kurang begitu mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya. seperti membuat grafik. Sifat Wajib Allah. menyelenggarakan permainan. Sifat Jaiz Allah. Kegiatan Menggambar. (4) Menulis. menghubungkan suatu kejadian. yaitu Allah SWT bebas untuk melakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu. C. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran. sehingga kegiatan belajar siswa menjadi dasar untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang lebih memadai. (8) Emosional. mengerjakan tes dan mengisi angket. (5) Menggambar. (9) Berpikir. Menurut Hamalik (2001) Ada beberapa jenis aktivitas yang disampaikan oleh para ahli.

mengingat. Kegiatan mental. diganti dengan strategi pembelajaran berbasis aktivitas. Berpikir. B. Mengingat. Setting Penelitian Lokasi penelitian tindakan ini adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan. D. Dengan berpikir orang memperoleh penemuan baru. dengan fentilasi pencahayaan ruangan cukup standard. 9. Dari beberapa macam aktivitas diatas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. menganalisis. Dari kegiatan ini diharapkan bisa menimbulkan minat. 1991).kegiatan daiam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan dan overlap satu sama lain. 8. 10. dan lain.hubungan dan membuat keputusan. kelas VII smester I terdiri dari 20 siswa dan 16 siswi. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran. Mengingat yang didasari atas kebutuhan serta kesadaran untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar. Kondisi kelas ukuran ruangan 7mX8m. Penelitian ini dilakukan dua siklus. dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. meliputi memecahkan masalah.7. Kegiatan Emosional. dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut : Jika strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru Madrasah Tsanawiyah dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas VII semester I MTs Negeri 3 Pondok Pinang. melihat hubungan . tcnang. Hipotesis Tindakan Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Pokok Bahasan Sifat-Sifat Allah Siswa Kelas VII Semester I Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang" yang dilakukan oleh peneliti. Kegiatan. aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa. berani. masing-masing siklus terdiri dari tiga tatap muka (pertemuan). maka dimungkinkan akan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar dan diikuti dengan prestasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah.lain. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang ingin mengungkap seberapa tinggi Tingkat efektifitas Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan sifat-sifat Allah pada siswa kelas VII. BAB III METODE PENELITIAN A.Ts Negeri 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan pada tahun pelajaran 2009/2010. . Prosedur Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII M. setidak-tidaknya orang menjadi tahu tentang hubungan antar sesuatu. aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. Lama penelitian kurang lebih tiga bulan dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2009. sedangkan subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan faktor perbedaan kemampuan belajar antar siswa. Berpikir termasuk aktivitas belajar. apalagi mengingat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas balajar lainnya (Ahamadi dan Supriyono.

Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan guru/siswa lain 4). adalah pengamatan yang dilakukan dimana observer berada bersama dengan objek yang selidiki. Observasi (pengamatan) Pada tahap ini peneliti akan mengadakan pengamatan hasil belajar siswa dari keaktifan siswa yaitu : 1). Refleksi Pada kegiatan akhir tiap siklus perlu adanya pembahasan antara siklus-siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil penelitian. Banyaknya siswa yang bertanya 3). 2. C. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Siklus II (sama dengan siklus I) 3.Proses Penelitian Tindakan Refleksi awal. adalah observasi yang dilakukan dimana observer tidak berada bersama dengan objek yang selidiki. kelas VII smester I materi Aqidah Akhlak sangat pasip. Keaktifan siswa dalam diskusi 2). siswa hanya mendengar dan menyimak. kemudian dilanjutkan dengan perencanaan. . observasi dan refleksi akhir. 2003). Memberikan pendapat 4. latihan dengan mengerjakan beberapa soal. (2) Obsevasi tidak langsung. diantaranya : (I) Obsevasi langsung. Perencanaan Meliputi penyampaian materi Aqidah Akhlak khususnya sifat-sifat Allah. tindakan. antara lain: 1. Tetapi. Tindakan (action) kegiatan mencakup a. bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi belajar agar siswa aktip? 1. keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan motivasi siswa. b. Ada dua observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian tindakan ini. peneliti menggunakan daftar cek(Check List) dalam menggali atau mengumpulkan data ketika menggunakan terknik ini. Artinya peneliti ikut berpartisipasi secara langsung saat peristiwa terjadi. Siklus I dimulai dari refleksi awal. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian tindakan ini peneliti menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data agar memperoleh data yang objektif. pembahasan latihan soal. Observasi Obsevasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Zuriah.

Malang .M. qualitative research in education.J. . Untuk kriteria keaktifan siswa mendapat nilai baik. L. E. Peranan Motivasi terhadap Hasil Belajarnya Siswa. 1998. Jakarta Hamalik. Jakarta Guba.ologi Belajar. D. S. Yogyakarta Djalali. Psikologi _Motivasi Minat Jabatan. Wineka Media.G. Dokumentasi Zuriah (2003). 1995. Malang Djamarah. & Lincoln. 3 Miles. 2002. 1982. & Huherman.Tabularasa. 2004. Jossey-Bass Publishers.S. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: a. Wawancara Wawancara merupakan salah satu prosedur terpenting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif. Terjemahan oleh Tjejep Rohendi Rohidi. 1993. Wawancara dilakukan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. Bandung Nasution. & Biklen. M.1. 2000. Universitas Negeri Malang. PT. As'ad. Rineka Cipta. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.guru kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang. 2003. N. Ketuntasan belajar tercapai jika 85% siswa mendapat nilai > 65 c.. R. Andreas. Bandung Moeleng.. Psik. Bandung Nurhadi. Vol. Oemar. Sanfransisco Zuriah. Penerbit Tarsito. M.. Dasar-Dasar Psikologi. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Allyn & Bacon. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1. A. 1984. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VII dan guru . PT. Malang Hamalik. S. DAFTAR PUSTAKA Bogdan. Penelitian Tindakan Bidang Pendidikan Dan Sosial. sebab banyak informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara. B. terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat. 2001. menjelaskan bahwa dokumentasi merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis. 1981.J.Naturalistic Kualitatif. dalil. O. Pendekatan Kontekstual. Universitas Indonesia. 2002. Y. Remaja Rosdakarya.Analisis Data Kualitatif. Jakarta Moeleng. edisi pertama. Pustaka Pelajar. teori. atau hukum hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Bumi Aksara. 13ayu Media Publishing. Bandung Kosasih. Sebanyak > 75% siswa dapat memahami materi sifat-sifat Allah b. Penerbit Sinar Baru Algensindo. Intelegensi.B. Metode Penelitian . S. 2002. Remaja Rosdakarya. No. PT. Boston Dakir. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. L. Effective Evaluation. Bakat dan Motivasi Kerja. 2. dilihat dari hasil penilaian instrument.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->