Contoh Laporan PTK Aqidah Akhlak MTS Kelas VII: PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN

MOTIVASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SlSWA KELAS VII SEMESTER I MADRASAH TSANAWIYAH
Posted by noer al khosim on 08:25 in PTKsmp | 0 komentar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fakta dilapangan menunjukkan bahwa banyak siswa kelas VII M.Ts Negeri 3 Pondok Pinang bersikap pasip ketika berlangsung pembelajaran dikelas. Selama pembelajaran berlangsung siswa menjadi pendengar yang baik. Ketika guru mejelaskan materi pelajaran kebanyakan mereka diam. Demikianpun ketika guru memberikan pertanyaan, sebagian besar siswa diam tanpa komentar. Apalagi ketika guru meminta agar siswa bertanya, merekapun diam. Fakta ini dilatar belakangi karena siswa kurang diberikan strategi pembelajaran yang memadai. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran di sekolah dibutuhkan kreativitas dan keaktifan seorang pengajar dalam membuat strategi belajar mengajar semenarik mungkin sehingga menimbulkan motivasi belajar siswa khususnya materi aqidah akhlak. Sehagaimana dijelaskan diatas bahwa proses belajar yang menarik dan aktif adalah keinginan setiap praktisi pendidikan. Seorang guru dalam sebuah proses belajar mengajar dituntut untuk menggunakan berbagai metode yang menarik untuk menciptakan proses belajar yang kondusif. Salah satu metode yang menarik dalam proses belajar mengajar adalah metode pendekatan aktivitas, dimana dalam prosesnya lebih mengedepankan atau berpusat pada keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar (Student Center). Dengan pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa (Student Activity) diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya juga diikuti dengan hasil atau prestasi belajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Fenomena di atas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menekankan pada aktivitas siswa perlu dilaksanakan secara terus menerus. Hal ini dapat dilakukan apabila pola interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik. Namun hal lain yang juga sangat penting dalam melaksanakan kegiatan tersebut demi meningkatkan motivasi belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalam

maka dalam penelitian ini penetiti dapat merumuskan beberapa focus penelitian sebagai berikut : 1. peneliti termotivasi untuk melakukan sebuah penelitian tindakan kelas dengan berfokus pada peningkatan motivasi belajar siswa dalam bidang aqidah akhlak melalui kegiatan pembelajaran berbasis aktivitas. penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat menghasilkan temuantemuan mengenai strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran aqidah akhlak khususnya pada pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. 2. b. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang tersebut diatas. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut. Manfaat Penelitian Dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khazanah keilmuan : 1) Secara teoritis. penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat bagi : a. D. 2) Secara praktis. Berdasarkan uraian diatas. B. Siswa Madrasah Tsanawiyah Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas khususnya materi Aqidah Akhlak c. dan pada MTs umumnya.A pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 ? C.merencanakan suatu proses kegitan belajar mengajar sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Bagaimana dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII. Apakah pendekatan berbasis aktivitas dapat menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 ? 2. Tingkat Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. Lembaga Madrasah Tsanawiyah . Guru Madrasah Tsanawiyah Menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bidang aqidah akhlak pada siswa kelas V1I semester I Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang melalui implementasi strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas. maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan : 1. Tingkat dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas dalam pembelajaran bidang aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah pada siswa MTs Negeri 3 Pondok Pinang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2009/2010.

2004). Agama Kota Jakarta Selatan Sebagai masukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar mengikuti. 1993). yaitu : komponen dalam (Inner Component) dan komponen luar(Outer Component). pertama. Pengertian Motivasi Istilah motivasi berasal dari kata latin "movere" yang artinya bergerak (Stresser. keadaan tidak puas. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan harapan akan diperoleh hasil prestasi yang optimal demi kemajuan lembaga sekolah. sikap dan sebagainya. seperti : makan. 1970) motivasi suatu proses tingkah laku manusia yang dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan tertentu seperti harga diri diantaranya (Slameto. Sedangkan menurut McDonald motivasi ialah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afek-tif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Adapun pengertian mengenai motivasi menurut para ahli. antara lain : menurut Teaven dan Smith (146) konstruksi yang mengaktifkcan dan mengarahkan prilaku dengan memberi dorongan atau daya pada organisme untuk melakukan suatu aktivitas. konsistensi. Mapenda Dep. persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang (Kosasih. ketegangan atau kecemasan psikologis (Anxiety Of Psychology).Sebagai satu masukan atau solusi untuk mengetahui hambatan dan kelemahan penyelenggaraan pembelajaran serta sebagai upaya untuk memperbaiki dan mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di kelas. serta arah umum dari tingkah laku manusia. Wordworth (Petri. 2001). sehingga kelemahan pelaksaan dalam proses belajar mengajar di lapangan pendidikan dapat diperbaiki sesuai dengan rekomendasi dari hasil . Abraham Maslow. Ketiga. Orgcrraik needs (kebutuhan vital. Kedua. d. Wan dan Brown seperti dikutip oleh Wahjosumidjo (1983).hasil penelitian tindakan kelas. 2003). Objectives motives dan interest (L3akir. Motivasi Belajar Aqidah akhlak 1. intensitas. minum. David McClelland. kebutuhan.Menurut Eysenk dan kazvankatuan motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yang menentukan suatu tingkatan kegiatan. Komponen luar . Dilihat dari komponennya motivasi memiliki dua komponen. Menurut Chauhan (14?8) motivasi adalah suatu proses yang menimbulkan aktivitas pada organisme sehingga terjadi suatu prilaku. 1982) r-nengggunakan istiiah Drive rtau mativasi adalah suatu kanstruksi dengan tiga karakteristik yaitu intensitas. Franken. merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep seperti minat. Menurut Maslow (1943. Artinya motfvasi dengan intensitas yang e.ukup akan memberikan arah kepada individu untuk melakukan sesuatu secara tekun dan secara terus menerus (Djalali. ditirnbulkan karena suatu kebutuhan yang harus terpenuhi dan tergantung pula pada keadaan lingkungan. memperhatikan. 1481. konsep diri. bahwa motivasi adalah suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap. arah dan persisten. bakat. Komponen dalam ialah perubahan di dalam diri seseorang. Emergency motives. 144t). Menurutnya motivasi digelongkan menjadi tiga hagian. dan menerapkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. dan lainlain).

dicela. Seseorang yang tidak memiliki motivasi instrinsik sulit sekali melakukan ak-tivits belajar secara terus menerus.nilai yang terkandung dalam pelajaran yang diajarkan. dalam diri ir. Serdasarkan beberapa pendapat dari para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa motivasi belajar aqidah akhlak adalah suatu kekuatan (Power). a. misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu. dicela. Motivsi ekstrinsik adalah dorongan yang aktif yang muncul karena adanya faktor perangsang dari luar. misalnya diakui. Guru yang berhasil adalah guru yang bisa membangkitkan minat siswa. Bila seseorang telah memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya. Motivasi Ekstrinsik (Ekstrinsic Motivation) Motivasi ekstrinsik merupakan kebalikan dari motivsi instrinsik. dan lain sebagainya. Perlu ditegaskan.dividu untuk bergerak (To A-love. . Motivasi tersebut timbul dan tumbuh dari dalam diri individu(Instrinsik) dan dari luar diri individu (Ekstrin. baik disadari atau tidak disadari dan dalam hal ini mengenai semua aspek dalam bidang aqidah akhlak. Motivasi ekstrinsik bukan berarti motivsi yang tidak diperlukan dan tidak baik dalam pendidikan. b. yaitu : motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.Jenis Motivasi Salah satu fungsi pengajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa agar mereka bisa melaksanakan tugas . keinginan untuk beramal.adalah apa yag di inginkan seseorang. Jenis . motivasi instrinsik sangat dibutuhkan. memiliki keahlian tertentu dan gemar belajar. misalnya diakui. keinginan untuk menguasai nilai . tenaga(Forces). Motivsi ekstrinsik diperlukan agar anak didik mau belajar. Motive) kearah tujuan tertentu. atau suatu keadaan yang sangat kompleks (A Complex State) dan kesiapsedian (Preparatory Set). serta daya (Energy). Berbagai macam cara bisa dilakukan agar anak didik termotivasi untuk belajar. Alotion. Dengan kata lain motivasi intrinsik adalah motivasi atau dorongan yang timbul dari dalam diri siswa sendiri. dan sebagainya semuanya berpengaruh terhadap sikap dan prilaku siswa dalam proses belajar mengajar. Motivasi Ekstrinsik (Ekstrinsic Motivation) Motivasi ekstrinsik meraapakan kebalikan dari motivasi instrinsik. b. Motivsi ekstrinsik adalah dorongan yang aktif yang muncul karena adanya faktor perangsang dari luar. diberi hadiah. diberi hadiah. Dalam aktivitas belajar. bahwa anak didik yang memiliki motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik. Motivasi Instrinsik (Instrinsic Motivation) Motivasi Instrinsik adalah motif . Adapun mengenai motivasi terbagai menjadi dua macam. dan sebagainya semuanya berpengaruh terhadap sikap dan prilaku siswa dalam proses belajar mengajar. maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivsi dari luar dirinya. berpengetahuan. karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. dipuji. 2002). tujuan yang menjadi arah perbuatannya (Hamalik.tugasnya dengan sebaik mungkin secara efektif dan produktif. hadiah.sik) 2. dipuji. bukan karena keinginan lain seperti mendapat pujian.motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. nilai yang tinggi.

bimbingan. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan suatu tujuan dari tindakan yang diharapkan. Misalnya pemberian hadiah kepada siswa yang berprestasi. para pengajar seyogyanya selalu memberikan balikan . lomba menjadi sisura teladan. dan lain sebagainya. Salah satu bentuk misainya perlombaan karya tulis.Karena itu. Prinsip Kejelasan Dan Kedekatan Tujuan Makin jelas dan makin dekat suatu tujuan. Pemahaman Hasil Dalam uraian diatas. maka seyogyanya setiap siswa memahami tujuan belajarnya secara jelas. ceramah keagamaan. baik inter maupun antar pribadi. Cara lain adalah dengan membuat tujuan-tujuan yang masih umum dan jauh menjadi tujuan yang khusus dan lebih dekat. e. Sehubungan dengan hal tersebut. antara lain : a. pembinaan. Selain prinsip ganjaran. Prinsip. Kompetisi inter pribadi (Self Competition) adalah kompetisi dalam diri pribadi masingmasing dari tindakan atau unjuk kerja dalam dimensi tempat dan waktu. c. Hal yang harus diterapkan secara proporsional dan benar-benar dapat memberikan motivasi. Pemacu ini dapat berupa informasi. prinsip hukuman juga dapat menimbulkan motivasi siswa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menyebabkan hukuman itu. Dalam hal ini motif teratur untuk mendorong agar selalu melakukan berbagai tindakan dan unjuk kerja melalui konsultasi pribadi. Sehubungan dengan prinsip ini. nasehat atau amanat dalam upacara. 2QQ2). lomba keterampilan dan lain sebagainya. memiliki kaitan erat dengan kepuasan yang dicapai. amanat. percontohan. guru harus bisa dan pandai menggunakan motivasi ekstrinsik ini dengan akurat dan benar dalam menunjang proses interaksi edukatif di kelas (Djamarah. Setiap unjuk kerja yang baik apabila diherikan sebuah reward yang memadai cenderung akan menimbulkan motivasi. b. Prinsip ganjaran dan hukuman Ganjaran yang diterima seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan ganjaran itu. maka makin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Prinsip Kompetisi prinsip kompetisi adalah persaingan secara sehat. Sedangkan kompetisi antar pribadi adalah persaingan antara individu yang satu dengan yang lain. nasehat. Perasaan sukses yang ada pada diri seseorang akan mendorongnya untuk selalu memelihara dan meningkatkan kerja agar terus menjadi lebih baik lagi.Prinsip Motivasi Beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar. dan itu semua dapat memberikan motivasi untuk melakukan tindakan selanjutnya. dapat ditimbulkan motivasi untuk bertindak secara lebih baik. d. Dengan adanya persaingan yang sehat. 3. teiah dikemukakan bahwa hasil yang dicapai seseorang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukannya. Kompetisi juga dapat dilakukan antar sekolah untuk mendorong siswa melakukan berbagai upaya unjuk kerja belajar yang baik. Pengetahuan tentang balikan. Prinsip Pemacu Dorongan untuk melakukan berbagai tindakan akan terjadi apabila ada pemacu tertentu. dan lain-lain.

Misalnya mengembalikan tugas-tugas yang telah dibuat siswa dengan nilai dan komentarnya. bimbingan. Dengan model tingkah laku itu. diantaranya: 1) Kebermaknaan. g. tata letak. maupun psikologis. 2) Modelling.Suatu bidang studi akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru herusaha menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya (masa lampau). Pada akhimya dapat menumbuhkan motivasi belajar secara efektif dan produktif. kepimimpinan. Dengan contoh-contoh yang dapat diteladani. kehidupan kelompok. Sehubungan dengan itu. f. Keteladanan Prilaku guru secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap prilaku murid yang sifatnya positif maupun negatif. maka sangat diharapkan agar prilaku guru dapat menjadi sumber keteladanan bagi para siswanya. sehingga didapatkan prestasi belajar yang optimal. Umpan balik (Feedback) seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengukur derajat hasil belajar yang telah dihasilkan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan selanjutnya. dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. bukan hanya dengan mencerahkan atau menceritakan secara lisan. ada beberapa prinsip belajar dan motivasi yang disampaikan oleh Hamalik (2002). Para siswa hendaknya selalu dipupuk untuk memiliki rasa sukses dan terhindar dari berkembangnya rasa gagal. h. Demikian pula lingkungan sosialpsikalagis seperti hubugan antar pribadi. siswa dapat mengamati dan . Pengernbangan Minat Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. misalnya kebersihan ruangan. kesempatan untuk maju. kekeluargaan dan sebagainya. dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa berperan serta memilih. Sehubungan dengan hal diatas. Prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. baik lingkungan fisik. sosial. fasilitas. Prilaku guru dapat meningkatkan motivasi belajar. agar mendapatkan perhatian dari pihak perencana pengajaran khususnya dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. promosi. Dalam hubungan ini motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengemhangkan minat siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Oleh sebab itu guru hendaknya berusaha menyesuaikan pelajaran dengan minat para siswanya. para siswa dapat lebih meningkatkan produktivitas belajar mereka.kepada setiap unjuk kerja yang telah dihasilkan oleh setiap siswa. Sesuatu yang menarik minat dan bernilai tinggi bagi siswa berarti bermakna baginya. Prinsip tersebut dapat digunakan oleh pendidik dalam peningkatan motivasi peserta didik dalam mengikuti belajar mengajar. Untuk itu dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin. dan sebagainya. Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengupayakan mengajarkan dalam bentuk tingkah laku model. Lingkungan Yang Kondusif Lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian siswa akan memperoleh kepuasan dan unjuk kerja yang baik.

dapat ditimbulkan motivasi untuk bertindak secara lebih baik.Apa yang telah dipelajari oleh siswa sebelumnya mungkin merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar.5) Novelty. Siswa yang berada dalam kelompok yang bersyarat akan mudah mengamati hubungan antara pengetahuan yang sederhana yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang kompleks yang akan dipelajari. baik inter maupun antar pribadi. nasehat atau amanat dalam upacara. 4) Prasyarat. Akan tetapi bagi siswa yang sudah mulai menguasai pelajaran. . 3) Komunikasi Terbuka. Karena itu hendaknya guru berusaha mengetahui atau mengenali prasyarat. Dengan adanya persaingan yang sehat. bimbingan. amanat. nasehat. jika latihan di bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. Pemacu ini dapat berupa informasi. b. Prinsip Pemacu Dorongan untuk melakukan berbagai tindakan akan terjadi apabila ada pemacu tertentu. maka secara sistematis pemompaan itu dikurangi dan akhirnya siswa dapat belajar sendiri. Kompetisi inter pribadi (Self Competition) adalah kompetisi dalam diri pribadi masingmasing dari tindakan atau unjuk kerja dalam dimensi tempat dan waktu. Siswa lebih suka belajar apabila penyajian terstruktur supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pengawasan siswa. percontohan. 8) Kurangi secara sistematis Paksaan belajar. Siswa lebih senang belajar. 9) Kondisi yang menyenangkan. Prinsip. Praktik secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri. Latihan yang demikian akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakukan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. Selain prinsip ganjaran. Sedangkan kompetisi antar pribadi adalah persaingan antara individu yang satu dengan yang lain. bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis. 6) Latihan atau Praktik yang Aktif dan Bermanfaat. Prinsip ganjaran dan hukuman Ganjaran yang diterima seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan ganjaran itu. prinsip hukuman juga dapat menimbulkan motivasi siswa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menyebabkan hukuman itu.menirukan apa yang diinginkan oleh guru. 3. antara lain : a. Dalam hal ini motif teratur untuk mendorong agar selalu melakukan berbagai tindakan dan unjuk kerja melalui konsultasi pribadi. 7) Latihan Terbagi. Setiap unjuk kerja yang baik apabila diberikan sebuah reward yang memadai cenderung akan menimbulkan motivasi. dan lain sebagainya. Siswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya menyenangkan. c.prasyarat yang telah mereka miliki. Siswa akan lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (Novelty) atau masih asing. ceramah keagamaan. Misalnya pemberian hadiah kepada siswa yang berprestasi. Prinsip Kompetisi Prinsip kompetisi adalah persaingan secara sehat. pembinaan.Prinsip Motivasi Beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar. dan lain-lain.

Lingkungan Yang Kondusif Lingkungan kerja yang kondusif. kepimimpinan. g. kehidupan kelompok. Prilaku guru dapat meningkatkan motivasi belajar. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan suatu tujuan dari tindakan yang diharapkan. Sehubungan dengan itu. Pengernbangan Minat Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Pemahaman Hasil Dalam uraian diatas.d. para siswa dapat lebih meningkatkan produktivitas belajar mereka. fasilitas. misalnya kebersihan ruangan. agar mendapatkan perhatian dari pihak perencana pengajaran khususnya dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin. Demikian pula lingkungan sosialpsikalagis seperti hubugan antar pribadi. f. promosi. h. ada beberapa prinsip belajar dan motivasi yang disampaikan oleh Hamalik (2002). kesempatan untuk maju. memiliki kaitan erat dengan kepuasan yang dicapai. Dalam hubungan ini motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengemhangkan minat siswa dalam melakukan kegiatan belajar. telah dikemukakan bahwa hasil yang dicapai seseorang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukannya. Umpan balik (Feedback) seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengukur derajat hasil belajar yang telah dihasilkan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan selanjutnya. dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. maka makin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Keteladanan Prilaku guru secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap prilaku murid yang sifatnya positif maupun negatif. para pengajar seyogyanya selalu memberikan balikan kepada setiap unjuk kerja yang telah dihasilkan oleh setiap siswa. maupun psikologis. Sehubungan dengan hal tersebut. Pengetahuan tentang balikan. Sehubungan dengan hal diatas. Prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. Pada akhimya dapat menumbuhkan motivasi belajar secara efektif dan produktif. dan itu semua dapat memberikan motivasi untuk melakukan tindakan selanjutnya. baik lingkungan fisik. . bimbingan. Perasaan sukses yang ada pada diri seseorang akan mendorongnya untuk selalu memelihara dan meningkatkan kerja agar terus menjadi lebih baik lagi. maka sangat diharapkan agar diharapkan agar prilaku guru dapat menjadi sumber keteladanan bagi para siswanya. Dengan demikian siswa akan memperoleh kepuasan dan unjuk kerja yang baik. maka seyogyanya setiap siswa memahami tujuan belajarnya secara jelas. kekeluargaan dan sebagainya. Misalnya mengembalikan tugas-tugas yang telah dibuat siswa dengan nilai dan komentarnya. Sehubungan dengan prinsip ini. sosial. Prinsip Kejelasan Dan Kedekatan Tujuan Makin jelas dan makin dekat suatu tujuan. Dengan contoh-contoh yang dapat diteladani. e. tata letak. dan sebagainya.

diantaranya: 1) Kebermaknaan. Siswa lebih senang belajar. Perbuatan yang baik disebut dengan akhlak yang baik dan identik dengan sifat para Nabi dan orang . 8) Kurangi secara sistematis Paksaan belajar. Maka pada hakikafiya akhlak ada dua. 4) Prasyarat. Kedua kata tersebut berasal dari kata "Khalaka" yang mempunyai arti "menjadikan". Pengertian Akhlak Kata akhlak berasal dari kata jamak "Alkhuluku" atau "Al-khalku" yang bermakna "kejadian". Siswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya menyenangkan. Dengan model tingkah laku itu. Latihan yang demikian akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakukan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. 6) Latihan atau Praktik yang Aktif dan Bermanfaat. Dari kata "Khalaka" inilah timbul bermacammacam kata seperti : Al. Siswa akan lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (Novelty) atau masih asing. Jenis . 3. Aqidah akhlak 1. 3) Komunikasi Terbuka. jika latihan di bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa berperan serta memilih. Siswa lebih suka belajar apabila penyajian terstruktur supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pengawasan siswa.khulku yang mempunyai makna "budi pekerti". B. Pembelajaran Aqidah akhlak . AlKhalik bermakna "Tuhan Pencipta Alam" (Masy'ari. Karena itu hendaknya guru berusaha mengetahui atau mengenali prasyarat. siswa dapat mengamati dan menirukan apa yang diinginkan oleh guru. 5) Novelty. Sesuatu yang menarik minat dan bernilai tinggi bagi siswa berarti bermakna baginya. sehingga didapatkan prestasi belajar yang optimal. 2. Praktik secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri.Jenis Akhlak Pada dasarnya perbuatan manusia ada yang baik dan ada buruk. Oleh sebab itu guru hendaknya berusaha menyesuaikan pelajaran dengan minat para siswanya. Apa yang telah dipelajari oleh siswa sebelumnya mungkin merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Akan tetapi bagi siswa yang sudah mulai menguasai pelajaran. 1980). bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis. 9) Kondisi yang merryenangkan. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengupayakan mengajarkan dalam bentuk tingkah laku model. maka secara sistematis pemompaan itu dikurangi dan akhirnya siswa dapat belajar sendiri. sedangkan perbuatan yang buruk disebut dengan akhlak tereela atau buruk. 2) Modelling.prasyarat yang telah mereka miiiki. bukan hanya dengan mencerahkan atau menceritakan secara lisan.Prinsip tersebut dapat digunakan oleh pendidik dalam peningkatan motivasi peserta didik dalam mengikuti belajar mengajar. Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. yaitu akhlak yang baik atau terpuji (Al -Akhlaaqul Mahmuudah) dan akhlak yang buruk atau tercela (Al -Akhlaaqul Madzmuumah). 7) Latihan Terbagi. Suatu bidang studi akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru herusaha menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya (masa lampau).orang shiddiq.

('7) Mental. Kegiatan-kegiatan Lisan. Kegiatan mengemukakan suatu fakta atau prinsip. Kegiatan Menggambar. chart. dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. Kegiatan Menulis. diskusi. merupakan sifat yang pasti dimiliki Allah Mw. 2. memberi saran. aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa. memilih alat-alat. Secara umum sifat-sifat Allah dapat dibagi kedalam tiga macam. C. Manusia diberi akal untuk berfkir atas semua yang ada dimuka bumi. Dalam proses belajar mendengarkan adalah salah satu hal yang dilakukan. c. dan lain sebagainya. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran. Kegiatan dalam bidang metrik antara lain melakukan percobaan. Kegiatan Visual. Pendekatan Berbasis Aktivitas Dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. banyak sekali kenikmatan yang di berikan Allah SWT kepada manusia tetapi manusia kurang begitu mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya. pameran. Dari beberapa macam aktivitas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan proses belajar secara efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaikbaiknya. antara lain : (1) Kegiatankegiatan visual. membuat rangkuman. Menciptakan manusia dari setetes air mani dengan kekuasaannya kita menjadi manusia yang sempurna. Sifat Wajib Allah. (6) Metrik. dilaut dan diluar angkasa. Dalam kemajuan metodologi proses belajar mengajar saat ini asas aktivitas (Student activity) lebih di tonjolkan melalui suatu program unit activity. diagram. yaitu: a. (8) Emosional. seperti membuat grafik. karena melalui aktivitas ini seorang siswa dapat memahami bahan pelajaran yang diajarkan. aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. Menurut Hamalik (2001) Ada beberapa jenis aktivitas yang disampaikan oleh para ahli. 6. (4) Menulis. Sifat Jaiz Allah. (10) Mengingat Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. menyelenggarakan permainan. 4. mengajukan pertanyaan. wawancara.Allah S WT sang pencipta dan pengatur alam semesta dengan kemahakuasaannya. Kegiatan Metrik. demonstrasi. membuat model. meiihat gambar-gambar. laporan. dan instrupsi adalah implementasi dari kegiatan lisan. yaitu Allah SWT bebas untuk melakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu. (2) Kegiatan-kegiatan lisan. b. dimana semua itu ada yang mengatur dan menciptakannya tiada lain adalah Allah S WT dengan segala sifat-sifat-Nya. 3. misalnya: menulis cerita. mengerjakan tes dan mengisi angket. Kegiatan Mendengarkan. sehingga kegiatan belajar siswa menjadi dasar untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang lebih memadai. mengemukakan pendapat. menari dan berkebun. merupakan sifat kewenangan Allah. . Yang termasuk kegiatan ini adalah membaea. mengarang. menghubungkan suatu kejadian. Sifat Mustahil Allah. melaksanakan pameran. (5) Menggambar. (9) Berpikir. S. mengamati eksperimen. merupakan sifat yang pasti tidak dimiliki Allah SWT. (3) Mendengarkan.

setidak-tidaknya orang menjadi tahu tentang hubungan antar sesuatu.7. Hipotesis Tindakan Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Pokok Bahasan Sifat-Sifat Allah Siswa Kelas VII Semester I Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang" yang dilakukan oleh peneliti. masing-masing siklus terdiri dari tiga tatap muka (pertemuan). berani. sedangkan subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan faktor perbedaan kemampuan belajar antar siswa. BAB III METODE PENELITIAN A. Kondisi kelas ukuran ruangan 7mX8m.Ts Negeri 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan pada tahun pelajaran 2009/2010. dan lain. diganti dengan strategi pembelajaran berbasis aktivitas. Kegiatan. B.hubungan dan membuat keputusan. Berpikir termasuk aktivitas belajar. maka dimungkinkan akan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar dan diikuti dengan prestasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah. Prosedur Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII M. Mengingat.kegiatan daiam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan dan overlap satu sama lain. apalagi mengingat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas balajar lainnya (Ahamadi dan Supriyono. Mengingat yang didasari atas kebutuhan serta kesadaran untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar. mengingat. melihat hubungan . Dari beberapa macam aktivitas diatas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. D. Berpikir. 1991). aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. 10. 8. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran. Penelitian ini dilakukan dua siklus. dengan fentilasi pencahayaan ruangan cukup standard. meliputi memecahkan masalah. 9. dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut : Jika strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru Madrasah Tsanawiyah dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas VII semester I MTs Negeri 3 Pondok Pinang. Kegiatan Emosional. . dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. Lama penelitian kurang lebih tiga bulan dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2009. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang ingin mengungkap seberapa tinggi Tingkat efektifitas Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan sifat-sifat Allah pada siswa kelas VII. aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa. menganalisis. Dengan berpikir orang memperoleh penemuan baru. Dari kegiatan ini diharapkan bisa menimbulkan minat. kelas VII smester I terdiri dari 20 siswa dan 16 siswi. Setting Penelitian Lokasi penelitian tindakan ini adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan.lain. Kegiatan mental. tcnang.

Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. observasi dan refleksi akhir. . keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan motivasi siswa. Refleksi Pada kegiatan akhir tiap siklus perlu adanya pembahasan antara siklus-siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil penelitian. C. tindakan. 2003). Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan guru/siswa lain 4). bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi belajar agar siswa aktip? 1. kemudian dilanjutkan dengan perencanaan. Tetapi. pembahasan latihan soal. b. Siklus I dimulai dari refleksi awal. Ada dua observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian tindakan ini. adalah observasi yang dilakukan dimana observer tidak berada bersama dengan objek yang selidiki. Artinya peneliti ikut berpartisipasi secara langsung saat peristiwa terjadi. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Perencanaan Meliputi penyampaian materi Aqidah Akhlak khususnya sifat-sifat Allah. siswa hanya mendengar dan menyimak. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian tindakan ini peneliti menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data agar memperoleh data yang objektif. Observasi (pengamatan) Pada tahap ini peneliti akan mengadakan pengamatan hasil belajar siswa dari keaktifan siswa yaitu : 1). (2) Obsevasi tidak langsung.Proses Penelitian Tindakan Refleksi awal. Tindakan (action) kegiatan mencakup a. diantaranya : (I) Obsevasi langsung. adalah pengamatan yang dilakukan dimana observer berada bersama dengan objek yang selidiki. Siklus II (sama dengan siklus I) 3. Keaktifan siswa dalam diskusi 2). kelas VII smester I materi Aqidah Akhlak sangat pasip. Observasi Obsevasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Zuriah. Memberikan pendapat 4. Banyaknya siswa yang bertanya 3). peneliti menggunakan daftar cek(Check List) dalam menggali atau mengumpulkan data ketika menggunakan terknik ini. antara lain: 1. latihan dengan mengerjakan beberapa soal. 2.

sebab banyak informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara.guru kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang. Bakat dan Motivasi Kerja. Jossey-Bass Publishers. Boston Dakir. Penerbit Tarsito. 13ayu Media Publishing. Jakarta Hamalik. Ketuntasan belajar tercapai jika 85% siswa mendapat nilai > 65 c. R. Sanfransisco Zuriah. . DAFTAR PUSTAKA Bogdan. & Biklen. No. 1995. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Peranan Motivasi terhadap Hasil Belajarnya Siswa.B. Sebanyak > 75% siswa dapat memahami materi sifat-sifat Allah b. Vol. Psikologi _Motivasi Minat Jabatan.M. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: a. Effective Evaluation. Yogyakarta Djalali. Remaja Rosdakarya.1.. 2001. Psik. Bandung Nasution. Dasar-Dasar Psikologi. 2003. Malang . atau hukum hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. PT. Penelitian Tindakan Bidang Pendidikan Dan Sosial. Universitas Negeri Malang. 2002. A. edisi pertama. Remaja Rosdakarya. terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat. & Lincoln. L. 3 Miles. S.. 1982. Bandung Nurhadi. O.S. Wawancara dilakukan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. 2. Bandung Moeleng. B. PT. Andreas.Tabularasa. Malang Hamalik. Universitas Indonesia. 1998. Pendekatan Kontekstual. teori. D. M. Malang Djamarah. Psikologi Belajar dan Mengajar. S. & Huherman. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2002. 1. 2000. Y. Intelegensi. E. Pustaka Pelajar. Bandung Kosasih. 2002. menjelaskan bahwa dokumentasi merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis.J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta. M. 1981.ologi Belajar.Naturalistic Kualitatif. Jakarta Moeleng. Oemar. Untuk kriteria keaktifan siswa mendapat nilai baik.J. Wawancara Wawancara merupakan salah satu prosedur terpenting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif. Allyn & Bacon. dalil. S. As'ad. PT.. Metode Penelitian . Dokumentasi Zuriah (2003). dilihat dari hasil penilaian instrument.G. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VII dan guru . 1984. Penerbit Sinar Baru Algensindo. Jakarta Guba. Wineka Media. Bumi Aksara.Analisis Data Kualitatif. 2004. L. 1993. PT. N. 2002. qualitative research in education. Terjemahan oleh Tjejep Rohendi Rohidi.