PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : 01/PO/KNPI/XII/2008 Tentang DISIPLIN ORGANISASI KOMITE NASIONAL

PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam suatu organisasi yang sehat para pengurus dan anggota diharapkan dapat bersama-sama berusaha mempertahankan serta meningkatkan kinerja organisasi sehingga bermanfaat bagi kemajuan organisasi dalam perannya di tengah-tengah masyarakat; 2. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut di atas sangat ditentukan oleh suasana kondusif di dalam organisasi agar dapat melaksanakan program kerjanya; 3. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan Organisasi yang mengatur tentang Disiplin Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia. Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI; 2. Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO) KNPI; Memperhatikan : 1. Keputusan DPP KNPI Nomor : KEP.08/DPP KNPI/XII/2008 tentang Tata Kerja DPP KNPI Periode 2008-2011; 2. Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI I tanggal Nopember 2008 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG DISIPLIN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA. BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 1. Bahwa sesungguhnya dalam suatu organisasi yang sehat para pengurus dan anggota samasama berusaha untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja organisasi sehingga bermanfaat bagi kiprah dan kemajuan organisasi di tengah-tengah masyarakat pada umumnya dan dikalangan anggota pada khususnya.

2. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut diatas sangat ditentukan kepada suasana kondusif di dalam organisasi agar organisasi beserta perangkat-perangkat yang dimiliki dapat melaksanakan program kerja sebagaimana yang diamanahkan oleh Kongres / Musyawarah Propinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. 3. Oleh karena itu perlu diatur sebuah Peraturan Organisasi yang mengatur Disiplin Organisasi KNPI. Peraturan Organisasi ini bertujuan memberikan panduan kepada pengurus dan anggota di setiap tingkatan untuk mengetahui secara jelas hal-hal yang menyangkut pelanggaran dan menyebabkan jatuhnya sanksi organisasi. BAB II PENGERTIAN DISIPLIN ORGANISASI Pasal 2 1. Disiplin adalah setiap perilaku positif yang berdasarkan kepada ketaatan kepatuhan serta tunduk kepada peraturan, norma dan prinsip-prinsip tertentu. Disiplin berarti juga kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tenang dan tetap taat walaupun dalam situasi yang sangatmenekan sekalipun. 2. Dalam kaitan dengan Disiplin Organisasi KNPI peraturan yang dimaksud adalah konstitusi organisasi yang meliputi AD/ART, Peraturan Organisasi dan seterusnya, perundang-undangan dan Peraturan Pemerintah yang berlaku serta etika dan norma-norma kesusilaan yang umum. Pasal 3 Tindakan Disiplin Tindakan Disiplin adalah setiap upaya yang dilakukan organisasi terhadap anggotanya dalam rangka menjaga dan mempertahankan semangat, kinerja dan nama balk organisasi. Pada dasarnya setiap tindakan disiplin dengan memperhatikan sifat dan kadar pelanggaran yang dilakukan. BAB III PELANGGARAN DAN SANKSI Pasal 4 1. Pelanggaran adalah setiap perbuatan yang dilakukan baik secara perorangan maupun bersamasama dengan sengaja melanggar AD/ART, Peraturan Organisasi, ketentuan organisasi lainnya; perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku serta etika, norma-norma susila umum lainnya yang berakibat menghambat kinerja organisasi KNPI dan atau mencemarkan nama balk organisasi KNPI.

2. Sanksi adalah setiap tindakan positif yang diambil oleh organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja anggota dan organisasi dan hal-hal yang berhubungan dengan kemajuan dan nama balk organisasi KNPI. 3. Sanksi didasarkan kepada : a. Jenis pelanggaran b. Frekuensi (seringnya/pengulangan) pelanggaran. c. Besar kecilnya pelanggaran d. Adanya unsur kesengajaan. Pasal 5 Jenis Pelanggaran 1. Pelanggaran terhadap Konstitusi Organisasi. Meliputi antara lain : a. AD/ART KNPI b. Peraturan Organisasi c. Ketentuan-ketentuan Organisasi lainnya. 2. Pelanggaran terhadap perundang-undangan serta peraturan pemerintah yang berlaku, melakukan tindakan-tindakan hukum di bidang kriminal yang berakibat jatuhnya vonis pidana oleh pengadilan dan sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap. 3. Pelanggaran terhadap Etika Organisasi. a. Melanggar azas kepatutan b. Mengatasnamakan organisasi untuk kepentingan pribadi tanpa persetujuan terlebih dahulu dan Etau mengikuti mekanisme organisasi c. Merusak citra serta nama baik organisasi. 4. Pelanggaran Moral. a. Melakukan perbuatan tercela b. Melakukan perbuatan yang melanggar nilai-nilai kesusilaan yang berakibat merugikan nama balk organisasi yang terbukti secara hukum.

Penonaktifan (skorsing) 3. Teguran atau peringatan tersebut di atas dilakukan secara lisan maupun tertulis. 5. Kepada anggota dilakukan oleh Dewan Pengurus sesuai dengan tingkatan kepengurusan organisasi. setelah diberikan kesempatan untuk membela diri selanjutnya segera diambil keputusan dalam bentuk: a. c. b. BAB IV TATA CARA PEMBERIAN SANKSI Pasal 8 Tata cara pemberian sanksi diatur dengan memberikan klasifikasi tingkat pelanggaran sebagai berikut : 1. Membatalkan penonaktifan. Memecat Pasal 7 Rehabilitasi Rehabilitasi dalam rangka pemulihan nama balk organisasi/institusi dan perorangan dapat dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat berdasarkan usul dan pertimbangan Dewan Pengurus Propinsi/Kabupaten/Kota. Teguran atau peringatan dilakukan : a. b. Menetapkan penonaktifan untuk jangka waktu tertentu. Sanksi pada ayat (2) dan ayat (3) di atas dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat dengan memperhatikan usul Dewan Pengurus Propinsi.Pasal 6 Jenis-Jenis Sanksi Jenis-Jenis Sanksi : 1. Pelanggaran Ringan . Pemecatan 4. Teguran atau peringatan 2.

Sistem Nilai serta norma etika yang berlaku secara umum. Tertulis 2 : 2 (dua) minggu setelah tertulis 1 4. Pelanggaran Sedang 3. Pasal 11 Hak Jawab Hak jawab untuk pembelaan diberikan kepada organisasi / institusi maupun perorangan sesuai dengan penetapan sanksi. Tertulis 3 : 2 (dua) minggu setelah tertulis 2 Pasal 10 Wewenang Penetapan Sanksi Wewenang penetapan sanksi : Rapat Bidang Organisasi : Pelanggaran Ringan berupa teguran lisan Rapat Harian : Pelanggaran Sedang berupa teguran tertulis Rapat Pleno : Pelanggaran Berat berupa sanksi pemecatan. c. Pelanggaran berat Pasal 9 Jangka waktu penetapan sanksi Jangka waktu penetapan sanksi : 1. BAB V PENUTUP Pasal 12 1.2. Perundang-undangan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan Disiplin Organisasi ini dibuat dengan mengacu kepada : a. AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi serta Ketentuan Organisasi lainnya. . b. Tertulis 1 : 1 (satu) bulan setelah teguran lisan 3. Lisan : 1 (satu) minggu 2.

Bahwa untuk itu perlu dihindari ketidak lancaran mekanisme kerja organisasi yang disebabkan oleh jabatan lowong atau ketidak aktifan pengurus dalam kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia disemua tingkatan. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : 02/PO/KNPI/X11/2008 Tentang PENGGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG DEWAN PENGURUS KNPI DEWAN FENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Menimbang : 1. Mengingat : 1. Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya. Bahwa dalam ranpka menjamin kelancaran mekanisme Kerja Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia dipandang perlu untuk senantiasa memelihara keutuhan organisasi serta ber-fungsinya masing-masing pengurus pada semua tingkatan organisasi. 3. 2. Sekretaris Jenderal. Peraturan Organisasi tentang Disiplin Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.2. DR. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI. 3. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan Organisasi yang mengatur tentang penggantian antar waktu atau penetapan jabatan lowong Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia. . Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum.

Keputusan DPP KNPI Nomor : KEP. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Tidak menghadiri Rapat Pleno Dewan Pengurus KNPI pada tingkatannya sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dan tidak ada pemberitahuan langsung oleh yang bersangkutan baik lisan maupun tertulis. Pengurus yang oleh karena satu dan lain hal dipandang mencemarkan nama baik organisasi sehingga diberhentikan dari jabatan kepengurusan. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 02/PO/KNPI/XI/2008 tentang Penggantian Antar Waktu dan Pengisian Jabatan Lowong Dewan Pengurus KNPI. Meninggal dunia. 4.. Suatu jabatan dinyatakan lowong apabila salah satu atau beberapa Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia yang oleh karena sebab-sebab tertentu dinyatakan tidak aktif/berhalangan tetap. Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke II tanggal . atau ditarik oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang merekomendasi secara resmi dengan ditanda tangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. c.2.. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 01/PO/KNPI/IV/2008 tentang Disiplin Organisasi KNPI. Melakukan tindakan pidana kriminal dan sudah mendapat ketetapan tetap sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Yang dimaksud dengan sebab-sebab Pengurus yang dinyatakan tidak dapat aktif/berhalangan tetap adalah : a. b. 2.07/DPP KNPI/IV/2008 tentang Pedoman Tata Kerja DPP KNPI Periode 2008 – 2011. 3. November 2008. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PENGGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG. Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO) KNPI. Pengurus yang bersangkutan mengundurkan diri dari kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia dengan menyatakan secara lisan dan atau tertulis. . Memperhatikan : 1. e. d. 2.

4. pengisian jabatan lowong dan penggantian antar waktu perlu ditetapkan melalui keputusan organisasi menurut tingkatannya. Untuk Daerah Tingkat Kabupaten/Kota melalui Keputusan Dewan Pengurus Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Jabatan lowong. Pasal 3 Penetapan Jabatan Lowong dan Penggantian Antar Waktu ditetapkan : 1. 4. Untuk Pengurus Kecamatan melalui Keputusan Pengurus Kecamatan. jika fungsionaris terkena ketentuan pada pasal 1. Yang dimaksud penggantian antar waktu adalah penggantian seorang atau beberapa orang Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia dalam suatu periode kepengurusan yang sedang berjalan.3 Yang dimaksud dengan penetapan jabatan lowong yaitu penetapan seseorang atau beberapa orang dalam jabatan tertentu pada kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia yang dinyatakan lowong. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten / Kota dan Pengurus KNPI Kecamatan. 2 Untuk Daerah Tingkat Propinsi melalui Keputusan Dewan Pengurus Daerah Tingkat Propinsi. Pasal 4 . Jabatan dinyatakan lowong setelah Dewan Pengurus KNPI di semua tingkatan. BAB II PROSEDUR DAN MEKANISME PENGGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG Pasal 2 1. 4. 5. Jabatan lowong. pengisian jabatan lowong dan penggantian antar waktu personalia penggantinya diupayakan sebisanya memperhatikan rekomendasi awal dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang merekomendasi personalia tersebut. Khusus jabatan lowong yang disebabkan oleh sanksi pemberhentian dari jabatan kepengurusan harus dibicarakan dan diputuskan melalui Rapat Pleno Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatan. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Proponsi. ayat 2 Peraturan Organisasi ini. Untuk Tingkat Pusat melalui Dewan Pengurus Pusat. 3. Yang dimaksud Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia pada semua tingkatan adalah Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia. 3. 2.

3. Majelis Pemuda Indonesia. Pasal 6 1. Setiap Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu yang sudah disahkan. 2. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu tersebut harus segera dilaporkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Propinsi untuk selanjutnya menciapatkan pengesahan. agar diberitahukan kepada Pengurus Kecamatan. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu harus segera diumumkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia seluruh Indonesia dan Majelis Pemuda Indonesia oleh Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu tersebut harus segera dilaporkan kepada Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan pengesahan. 2. dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda diwilayahnya dan Majelis Pemuda Daerah Tingkat Kabupaten/ Kota oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/ Kota. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat sesuai dengan mekanisme kerja yang berlaku dengan mempertimbangkan saran Majelis Pemuda Indonesia KNPI.1. 3. Pasal 5 1. 4. Daerah Tingkat Kabupaten / Kota dan seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di wilayahnya oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota. Pasal 7 . Setiap pengisian jabatan lowong atau penggantian antar waktu yang sudah disahkan agar diberitahukan kepada Dewan Pengurus Daerah Tingkat Kabupaten / Kota. Pengesahan Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Propinsi dan tembusannya disampaikan kepada Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu untuk Dewan Pengurus Daerah Tingkat Propinsi setelah berkonsultasi dengan Majelis Pemuda Daerah Tingkat Propinsi yang bersangkutan. 2. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota setelah berkonsultasi dengan Majelis Pemuda Daerah Tingkat Kabupaten/Kota.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. Sekretaris Jenderal. 2. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 8 Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya. agar diberitahukan kepada seluruh organisasi pemuda di wilayahnya. 3. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Pengurus Kecamatan tersebut harus segera dilaporkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota untuk selanjutnya mendapatkan pengesahan. Setiap Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu yang sudah disahkan. DR. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAIVIIVIAD MULiADY. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu untuk Pengurus KNPI Kecamatan ditetapkan melalui Keputusan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia setelah berkonsultasi dengan tokoh-tokoh Pemuda di Tingkat Kecamatan setempat. Pasal 9 Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. 4.1. Pengesahan Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota dan tembusannya disampaikan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Propinsi. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA ------------------------------------------------------- .

Nomor : 03/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG MUSYAWARAH PROVINSI / KABUPATEN I KOTA / KECAMATAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Menimbang : 1. 4. 14. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PELAKSANAAN MUSYAWARAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA. 13 . sebagai keputusan organisasi yang memberi arah dan pedoman penyelenggaraan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan KNPI di seluruh Indonesia. Bahwa kesinambungan dan pengembangan peran organisasi secara effektif dan effisien. Mengingat : . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah pemegang kedaulatan tertinggi Komite Nasional Pemuda Indonesia di tingkat Provinsi. 21 dan Anggaran Rumah Tangga KNPI Bab III Pasal 12. 2. 20. Bahwa untuk itu diperlukan Peraturan Organisasi KNPI tentang pelaksanaan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. sangat ditentukan oleh penataan segenap perangkat organisasi di setiap tingkatan. Bahwa penataan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan sebagai bagian dari penataan organisasi harus dilakukan secara nasional dengan memperhatikan kepentingan perwujudan sifat dan fungsi KNP1. Bahwa Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan merupakan perangkat institusi tertinggi organisasi yang menentukan kadar perkembangan organisasi pada tingkatan tersebut. tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat . 3.Anggaran Dasar KNPI Bab IX Pasal 17. 18. oleh karena itu pelaksanaan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan perlu penyesuaian dalam rangka menunjang dan mewujudkan hasil-hasil Kongres XI Pemuda/KNPI Tahun 2005. 19. Memperhatikan : .Keputusan Rapat Pleno ke II DPP KNPI tanggal November 2008.

Atas berlangsungnya Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dalam suasana kebersamaan. Menyusun Program Daerah / Kecamatan dalam rangka Pelaksanaan Program Umum KNPI 2. Menetapkan Anggota Majelis Pemuda Indonesia 3. dengan hikmah kebijaksanaan. BAB III PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN Pasal 3 1. Musyawarah Kecamatan diselenggarakan oleh Pengurus Kecamatan. demi permusyawaratan dan permufakatan. yang diadakan setiap 3 (tiga) tahun sekali. 2.Kecamatan yang selanjutnya di dalam Peraturan Organisasi ini disebut Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan MUSCAM. Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI. Memilih dan mengangkat anggota Dewan Pengurus Daerah / Pengurus Kecamatan. Menetapkan Anggota Penasehat apabila dipandang perlu 4. Menilai dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban DPD Tingkat Provinsi atau Tingkat Kabupaten / Kota/ Kecamatan 5. BAB IV PESERTA DAN PENINJAU . Pasal 4 Penyelenggara Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamataa bertanggung jawab 1. BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Tugas dan wewenang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan adalah : 1. Atas ketertiban dan kelancaran penyelenggaraan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan 2.

DPD Tingkat Provinsi 4. 4. . MPI Tingkat Kabupaten/Kota 3. Jumlah Peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota ditentukan oleh DPD KNPI dan Pengurus Kecamatan serta dikoordinasikan dengan tingkatan organisasinya. Musyawarah Kabupaten/Kota dihadiri oleh : 1. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Institusi Kepemudaan lainnya di Tingkat Kabupaten / Kota. DPD Tingkat Kabupaten/Kota 4. DPP KNPI 2. c. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Institusi Kepemudaan lainnya Tingkat Kecamatan 3. Peninjau Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan ditetapkan oleh DPD KNPI / Pengurus Kecamatan. MPI Tingkat Provinsi 3. DPD Tingkat Provinsi 2.Pasal 5 Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dihadiri oleh peserta dan peninjau. 1. DPD Tingkat Kabupaten/Kota 2. DPD Tingkat Kabupaten/Kota 5. Pengurus Kecamatan KNPI 5. Peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan terdiri dari : a. Musyswarah Provinsi dihadiri oleh : 1. Musyawarah Kecamatan dihadiri oleh : 1. Pengurus Kecamatan 3. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Institusi Kepemudaan lainnya di Tingkat Provinsi b.

balk lisan maupun tertulis atas seizin pimpinan sidang. 3. 2.HAK SUARA DAN BICARA Pasal 6 Peserta berhak : 1. maka DPD tingkat Provinsi harus sesegera mungkin menuntaskan Musyawarah Kabupaten/Kota tersebut terlebih dahulu. untuk DPD Tingkat Kota/Kabupaten pelaksanaan Musyawarah Kabupaten / Kota dijadwalkan oleh DPD Tingkat Provinsi dan untuk Pengurus Kecamatan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan dijadwalkan oleh DPD Tingkat Kabupaten/Kota. kesempatan dan kebebasan yang sama untuk mengeluarkan pendapat / kritik dan saran yang bersifat membangun. usul dan/atau pendapat. 3. Mengajukan pertanyaan. usul dan/atau pendapat balk lisan maupun tertulis. Pasal 7 Peninjau berhak : 1. sedangkan pada tingkat Musyawarah Kecamatan diserahkan kepada DPD tingkat Kabupaten/Kota. maka Majelis Pemuda Indonesia dapat mengambil alih setelah mendapat persetujuan DPP KNPI. Kabupaten / Kota dan Musyawarah Kecamatan sesuai periodesasi kepengurusan. Setiap peninjau mempunyai hak. Untuk DPD tingkat Provinsi yang selama periode kepengurusannya masih terdapat DPD tingkat Kabupaten/Kota yang telah habis masa kepengurusannya. Setiap utusan mempunyai hak kesempatan dan kebebasan yang sama untuk mengeluarkan pendapat/kritik dan saran yang bersifat membangun. 4. BAB V WAKTU DAN TEMPAT Pasal 8 1. 2. Untuk DPD Tingkat Provinsi pelaksanaan Musyawarah Provinsi dijadwalkan oleh DPP. atas seizin Pimpinan Sidang. namun sampai scat ini belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten/Kota. 2. Apabila pada ayat (1) dan (2) tidak juga terlaksana. Atas satu hak suara yang dapat dipergunakan dalam pengambilan keputusan. . Mengajukan pertanyaan. Pelaksanaan Musyawarah Provinsi.

Sidang Komisi 3. 2. d. Mendengar Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/Pengurus Kecamatan. Pasal 11 1. c. Mendengarkan Laporan Komisi untuk mendapatkan penilaian dan pengesahan Sidang Pleno. . Sidang Komisi Khusus dan/atau Sub Komisi bila dianggap perlu. Tugas dan Wewenang Sidang Pleno : a. Menetapkan Program Umum KNPI Daerah / Kecamatan yang berpedoman kepada Pokokpokok Program Kerja Nasional Organisasi KNPI basil Kongres Pemuda/KNPI dan Program Kerja Haeil RAKERNAS. Sidang Plano. BAB VI MUSYAWARAH Pasal 10 Sidang-Sidang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan terdiri : 1. Membentuk Komisi-komisi menurut kebutuhan. e. Memberikan penilaian atas Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/Pengurus Kecamatan yang disampaikan melalui Pandangan Umum. sangkutan. f. g. Mendengarkan pengarahan dan ceramah sesuai dengan ketentuan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.Pasal 9 Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dilaksanakan di Ibukota Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dan atau disesuaikan dengan kemampuan daerah/kecamatan yang be. h. Memilih formatur. b. Mengesahkan Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/ Pengurus Kecamatan. Memilih Ketua DPD / Ketua Pengurus Kecamatan i.

4. Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi. masing-masing 1(satu) orang dari DPP. 5. Pasal 12 1. DPD tingkat Provinsi. Memusyawarahkan dan mengambil Keputusan mengenai hal-hal yang menjadi lingkup tugasnya. Pasal 13 Pimpinan Sidang : 1. Pimpinan Sidang Pleno terdiri dari Seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua. Pimpinan Sidang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dipilih dari dan oleh Peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. seorang Sekretaris dan 2 orang anggota. Setiap Sidang dipimpin oleh Pimpinan Sidang berjumlah 5 orang. Setiap Peninjau berhak menjadi salah satu anggota Komisi Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. 2. dan 2 (dua) orang dari unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)/Institusi Kepemudaan lainnya. Melaporkan hasil-hasil Sidang Komisi kepada Sidang Pleno Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan setelah ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris Sidang Komisi yang bersangkutan. Mengesahkan Majelis Pemuda Indonesia tingkat Provinsi. DPD tingkat Kabupaten/Kota. Jumlah anggota masing-masing Komisi disusun secara proporsional. 3. meluruskan pembicaraan serta berusaha mempertemukan pendapat sesuai acara persidangan. Pimpinan Sidang merangkum seluruh pembicaraan. Tugas dan wewenang Sidang Komisi : a. mendudukkan persoalan. BAB VII QUORUM DAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN . b.j. tingkat Kabupaten/Kota dan Dewan Pengurus Daerah KNPI untuk masa bhakti berikutnya. 2. 2. 3. Setiap Peserta harus menjadi anggota salah satu Komisi Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.

2. 3. 2. Penyampaian suara dilakukan oleh utusan untuk menyatakan sikap setuju. Pengambilan Keputusan berdasarkan suara terbanyak dilakukan dengan mengadakan perhitungan secara langsung.Pasal 14 1. Sidang Pleno Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah Peserta. PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 16 Pengambilan Keputusan pada azasnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk mencapai mufakat. atau mengacungkan tangan. atau abstain secara lisan. menolak. maka Sidang dianggap memenuhi quorum dan dapat mengambil keputusan. maka pemungutan suara diulang. Apabila setelah 2 (dua) kali penundaan masih juga ( ayat 1 dan ayat 2 pasal ini) belum tercapai. tertulis. apabila adanya pendirian-pendirian argumentatif yang bertentangan yang tidak dapat didekatkan lagi. Apabila hal ini tidak mungkin maka Keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dalam suasana dan semangat kebersamaan untuk menunjang kebersamaan Pemuda Indonesia. sesuai pengaturan dalam Pasal 5 ayat 3 Peraturan Organisasi ini dan ART KNPI Pasal 25. atau karena desakan waktu dalam pengambilan keputusan. 2. sesuai dengan ART KNPI Pasal 26 Pasal 17 Keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Apabila diambil Keputusan berdasarkan suara terbanyak hasilnya lama. Sidang Pleno Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan sekurang-kurangnya dihadiri oleh lebih dari 1/2 tambah 1 (satu) jumlah utusan. Pasal 15 1. Apabila hal dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak tercapai maka Sidang ditunda paling lama 2 (dua) kali dalam 30 menit. 3. . Pasal 18 1. Dalam hal pemilihan formatur. Setiap Sidang Pleno memerlukan quorum seperti tersebut dalam Pasal 14 ayat 1 Peraturan Organisasi ini.

BAB VIII DEWAN PENGURUS DAERAH KNPI Pasal 19 Dewan Pengurus Daerah Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan terdiri dari : a. Sekretaris d. Ketua-Ketua Komisi h. Anggota Komisi Jumlah anggota pengurus disesuaikan dengan struktur DPP KNPI. Bidang / Komisi Luar Negeri dan Diplomasi Pemuda . Hubungan Antar Lembaga dan Kebijakan Publik 6. Pasal 20 Komisi dipilih dan ditetapkan melalui Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan yang terdiri sebagai berikut : 1. Bidang / Komisi Inventarisasi Pembinaan Kelembagaan Pemuda 3. Wakil-Wakil Ketua Komisi i. Ketua b. VVakil-VVakil Sekretaris e. Bendahara f. Bidang / Komisi Politik. apabila tidak dapat menyesuaikan disebabkan oleh situasi dan kondisi daerah. Bendahara g. Wakil-Wakil Ketua c. Bidang / Komisi Keorganisasian 2. Bidang / Komisi Pendidikan dan Pengembangan SDM Pemuda 5. maka dapat disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan daerah Provinsi / Kabupaten / Kecamatan. Bidang / Komisi Pengkajian dan Pemberdayaan Potensi Pemuda 4.

Bidang / Komisi Agama dan Multikultural 12. Bidang / Komisi Infrastruktur 29. Bidang / Komisi Perhubungan / Transportasi 27. Bidang / Komisi Pertanian 26. Bidang / Komisi Soso' dan Pemberdayaan Masyarakat 13. Bidang / Komisi Kesehatan dan Lingkungan Hidup 21. Bidang / Komisi Kehutanan 15.7. Bidang / Komisi Energi dan Sumber Daya Mineral 22. Bidang / Komisi Pertahanan dan Keamanan 8. Bidang / Komisi Perdagangan 18. Bidang / Komisi Industri 17. Bidang / Komisi Pemberdayaan Perempuan 10. Bidang / Komisi Hukum dan HAM 9. Bidang / Komisi Pariwisata 28. Bidang / Komisi Seni dan Budaya . Bidang / Komisi Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Kawasan Tertinggal 24. Bidang / Komisi Koperasi UKM 20. Bidang / Komisi Kelautan dan Perikanan 23. Bidang / Komisi Komunikasi dan Informatika 14. Bidang / Komisi Kaderisasi dan Pelatihan Pemuda 11. Bidang / Komisi Ekonomi 19. Bidang / Komisi Riset dan Pengembangan Tehnologi 25. Bidang / Komisi Tenaga Kerja dan Transmigrasi 16.

Sebelum pemilihan Ketua dilaksanakan. Ketua DPD Tingkat Provinsi demisioner 1 (satu) orang. Formatur Musyawarah Provinsi sebanyak 7 (tujuh) orang yang dipilih dari Peserta dalam Musyawarah Provinsi yang terdiri dari a. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi/Institusi Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang. Unsur DPP KNPI 1 (satu) orang. b. e. 3. . Ketua DPD Tingkat Provinsi tei pilih 1 (satu) orang d. maka para calon Ketua diberikan kesempatan untuk menyampaikan konsep kepernimpinalnya dengan mengacu kepada Program Kerja KNPI hasil Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. Bakal calon Ketua dipilih dan ditetapkan oleh Peserta di dalam sidang pleno. Pasal 22 1. Syarat-syarat calon Ketua sesuai dengan ART Bab II Pasal 5. Ketua dipilih dari calon-calon ketua yang telah memenuhi persyaratan dan disahkan oleh peserta didalam sidang pleno. Mekanisme pemilihan calon-calon Ketua ditetapkan dalam sidang pleno. 6. 2. Formatur Musyawarah Kabupaten/Kota sebanyak 7 (tujuh) orang yang dipilih dari Peserta dalam Musyawarah Kabupaten/Kota yang terdiri dari a. Ketua MPI Tingkat Provinsi 1 (satu) orang c. Unsur DPD Tingkat Provinsi 1 (satu) Orang. Formatur dipilih dari dan oleh Peserta di dalam Sidang Plano. b.30. c. 7 dan 8. e. Bidang / Komisi Bidang Olahraga BAB IX TATA CARA PEMILIHAN KETUA DAN FORMATUR Pasal 21 Pemilihan Ketua dan Formatur dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. d. Unsur DPD Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang. f.

b. Nama-nama calon pengurus yang direkomendasikan wajib melampirkan daftar riwayat hidup (ART Bab II Pasal 6. Unsur KNPI Kecamatan 1 (satu) orang. Seorang Sekretaris merangkap Anggota dan Anggota-Anggota. Rekomendasi calon pengurus selambat-lambatnya disampaikan pada saat pendaftaran peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan. Unsur OKP/ Institusi Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang. Sedang / pernah aktif menjadi Pengurus KNPI . 7. Ketua Demisioner Pengurus Kecamatan c. Komposisi formatur terdiri dari Seorang Ketua merangkap Anggota. Ketua DPD Tingkat Kabupaten/Kota demisioner 1 (satu) orang d. e. f. Unsur DPD Tingkat Kabupaten/Kota d. 9. Pasal 23 Yang dapat menjadi CaIon Ketua adalah : 1. Ketua MPI Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang c. Formatur Musyawarah Kecamatan sebanyak 5 (lima) orang yang dipilih dari Peserta dalam Musyawarah Kecamatan terdiri dari : a. Ketua Tim Formatur untuk Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan adalah Ketua Terpilih. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kabupaten / Kota / Institusi Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang. 8. 4. Formatur mempunyai mandat penuh untuk menyusun kepengurusan dengan memperhatikan usulan nama-nama resmi yang direkomendasikan oleh OKP institusi kepemudaan yang telah ditetapkan sebagai Peserta maupun Peninjau Musda. 5. Ketua terpilih DPD Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang. 7 dan 8). Ketua Terpilih b. 6.

Berprestasi. loyal terhadap Organisasi/Negara. Pasal 24 Yang dapat menjadi Dewan Pengurus KNPI : 1. BAB X PELANTIKAN PENGURUS Pasal 25 Hal-hal yang berkaitan dengan pelantikan Pengurus tingkat Provinsi atau tingkat Kabupaten/Kota akan diatur tersendiri dalam Petunjuk Pelaksanaan. Peraturan Organisasi lainnya serta mempunyai waktu dan bersedia untuk berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN). tak tercela dan bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat organisasi hingga akhir masa jabatan. 2. Permufakatan Pemuda Indonesia. Pasal 27 . bermoral. Berusia tidak lebih 41 tahun. Sedang / pernah menjadi Pengurus Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat Provinsi atau tingkat Kabupaten/Kota/Kecamatan. 3. Berprestasi. 4. Menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. berdedikasi. bermoral. berdedikasi. AD/ART. loyal terhadap organisasi / negara. 3. Diusulkan secara resmi oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan/atau Dewan Pengurus KNPI.2. BAB XI ORIENTASI PENGURUS Pasal 26 Setelah pengurus tingkat Provinsi atau tingkat Kota/Kabupaten terpilih langsung dilanjutkan dengan orientasi penyamaan Visi dan persepsi fungsionaris/pengurus baru KNPI Tingkat Provinsi/ Kabupaten/Kota. tak tercela dan bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat organisasi hingga akhir masa jabatan.

Pasal 29 Peraturan Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. BAB XII PERATURAN PERALIHAN KETENTUAN PENUTUP Pasal 28 Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Ditetapkan : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. Sekretaris Jenderal. DR.Hal-hal yang menyangkut pelaksanaan orientasi Penyamaan visi dan persepsi fungsionaris/ pengurus baru KNPI tingkat Provinsi atau tingkat Kota/Kabupaten akan diatur tersendiri dalam Petunjuk Pelaksanaan. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA -------------------------------------------------------Nomor : 04/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA .

3. efisien dan efektif maka diselenggarakan aturan-aturan. Bahwa administrasi kesekretariatan merupakan kegiatan penting dalam penyelenggaraan kegiatan operasional suatu organisasi untuk kelancaran pelaksanaan program kerja organisasi yang bersangkutan.Menimbang : 1. agar supaya diselenggarakan secara tertib. tanggal November 2008. Administrasi Kesekretariatan KNPI merupakan segenap proses penyelenggaraan aktivitas yang berfungsi sebagai tempat dan pusat aktivitas organisasi serta mekanisme kerja-kerja kepengurusan organisasi. petunjuk maupun ketentuan yang berkenaan dan berkaitan dengan segala perilaku keadministrasian dan kesekretariatan. Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO) KNPI Memperhatikan : . Untuk mencapai tujuan tersebut. perlu dikeluarkan Peraturan Organisasi KNPI yang mengatur pedoman administrasi kesekretariatan. petunjuk maupun ketentuan yang berkenaan dan berkaitan dengan segala perilaku keadministrasian dan kesekretariatan. Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia memandang perlu untuk membuat suatu Pedoman Administrasi Kesekretariatan untuk memudahkan gerak langkah organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Oleh karena itu. Mengingat : 1. 2. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA. BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Administrasi kesekretariatan merupakan segenap proses penyelenggaraan setiap usaha kerjasama antar manusia yang dilakukan secara tertulis untuk mencapai tujuan tertentu. teratur. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI 2. Pedoman Administrasi dan Kesekretariatan KNPI disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN . Bahwa untuk itu dipandang perlu disusun aturan-aturan. bertanggung jawab.Keputusan Rapat Pleno II DPP KNPI. Bahwa oleh karena itu.

Mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Ruang Tamu 3.BAB II LETAK BANGUNAN SEKRETARIAT BAB III PENGELOLA KANTOR/ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN KETATAUSAHAAN BAB IV KETATA ARSIPAN BAB V INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI BAB VI PERPUSTAKAAN ORGANISASI BAB VII KEPROTOKOLERAN BAB VIII PENUTUP BAB II LETAK / BANGUNAN SEKRETARIAT Pasal 2 Letak atau Sekretariat atau Kantor KNPI sebagai tempat untuk menyelenggarakan segala aktivitas dan pengelolaan administrasi organisasi hendaknya dipilih dengan pertimbangan ideal dan strategis sebagai berikut : 1. Ruang Tata Usaha 2. Terletak di Pusat Kota. Ruang Perpustakaan 4. 2. Pasal 3 Sedangkan Fasilitas Bangunan/Gedung Sekretariat KNPI hendaknya dilengkapi fasilitas sebagai berikut : 1. Di pinggir jalan 4. Di lingkungan yang bersih. Ruang Persidangan . 3. aman dan nyaman.

BAB III PENGELOLA KANTOR / ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN. Sedangkan fasilitas penunjang administrasi kesekretariatan yaitu : kertas dan alat-alat tulis.5. keindahan dan keserasian sehingga bagi pemakai dan pengunjung kantor tersebut merasa nyaman. Pasal 6 BENTUK DAN ISI SURAT 1. Surat Ketetapan/Surat Keputusan. a. dan dapat meningkatkan semangat dan kemauan bagi yang berada di dalamnya. betah. Warna Putih bersih . atau segala fasilitas yang sifatnya consumable menjadi tugas dan tanggung jawab team kebendaharaan. 2. dapur beserta isinya. Ruang Dapur 7. Kertas Surat. 2. Pengelola Kantor dan Administrasi Kesekretariatan KNPI sepenuhnya menjadi kewajiban dan kewenangan pada tim kesekretariatan. BAB IV KETATAUSAHAAN Pasal 5 JENIS-JENIS SURAT 1. Ruang Kamar Mandi/WC Dalam mengatur ruangan hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor kenyamanan. Surat Mandat/Surat tugas/Surat Kuasa/Surat Keterangan 3. kesehatan. Pasal 4 1. Yaitu Sekretaris Jenderal/Sekretaris Umum/Sekretaris sebagai koordinator dan penanggungjawab dibantu dengan Wakil-wakil Sekretaris Jenderal/Wakil-wakil Sekretaris Umum/Wakilwakil Sekretaris. Musholla 6. Surat Resmi/Biasa/Rutin.

2 di atas dimula( dengan nomor 001 sampai dengan tak terbatas dan diperbaharui kembali dengan nomor 001 setiap periode pergantian kepengurusan. Nomor surat baik untuk a. yaitu : Nomor Urut/Kode Jenis Surat/Pembuat/Bulan/Tahun. 1. 2. Terdiri dari 5 (lima) bagian. KGR = Untuk Forum Kongres 3.b. b. Nomor Surat. 4. Keterangan : a. Rak = Untuk Forum Rapat-Rapat Kerja d. Terdiri dari 4 (empat) bagian. Nomor surat untuk surat-surat resmi/biasa/ mandat/ tugas/kuasa/keterangan. KPTS = Untuk Jenis Surat Keputusan. yaitu : 1. Kode Jenis Surat. Pembuat / Pengirim 1. MUS = Untuk Forum Musyawarah Daerah 4. Bulan I = Januari . Ukuran folio (F4) 2. Sek = Untuk Sekretaris Jenderal/Sekretaris 2. Nomor surat untuk surat-surat keputusan dan surat-surat ketetapan. Nomor Urut. B = Untuk jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/Keterangan Eksternal Organisasi 3. TAP = Untuk Jenis Surat Ketetapan.1 maupun untuk a. c. A = Untuk Jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/Keterangan Internal Organisasi 2.

. hendaknya dilengkapi dengan "up" yang berarti "untuk perhatian".. 6. Dst..II = Februari III = Maret IV = April V = Mei VI = Juni VII = Juli VIII = Agustus IX = September X = Oktober XI = Nopember XII = Desember e. Jika alamat surat ditujukan kepada Lembaga atau instansi maka penyebutannaya bukan pada lembaga/instansi bersangkutan tetapi kepada Pengurus atau Pimpinan Lembaga/Instans. Jika surat tersebut ditujukan pada salah situ unit/bagian yang ada pada lembaga/Instansi tersebut maka setelah penyebutan Pimpinan/ Pengurus Lembaga/Instansi yang bersangkutan. . Pokok Surat (Perihal/Hal) Ringkas tapi jelas. lapiran dan perihal dengan jarak satu setengah Spasi. 5.. 3. pendek tapi padat dan diterka maksud atau isi surat Contoh : Hal : PERMOHONAN PENCERAMAH. 4. tersebut.. 2007 . Alamat Surat Alamat Surat terletak dibavtah perihal.. Kata Permulaan Surat. Lampiran Surat. 2006. Tahun Masehi : 2005. segaris lurus dioawah isi nomor surat.

atau antara Ketua dengan Sekretaris Jenderal. 8. jelas. Dalam pembuatan surat-surat resmi/rutin/biasa yang dibuka dengan " Dengan Hormat " Maka dalam menutup surat digunakan kalimat " Hormat Kami ".Wb. Penutup Pendahuluan dan penutup sebaiknya tidak lebih dari dua alinea. Tanggal Surat.Kata permulaan ini berfungsi sebagai pembuka surat. Tanggal surat diawali dengan lokasi dikeluarkannya surat. dalam keadaan tertentu (Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal tidak berada di tempat). BAB V KETATA ARSIPAN Pasal 7 BUKU AGENDA . sopan. Isi dan Penutup diberi jarak 2 soasi. Uraian persoalan/isi/pokok surat 3. Tanggal surat terletak di kanan bawah surat sebelah kalimat penutup dengan jarak 2 spasi." 7. Dipakai kalimat "Dengan hormat" atau "Assalamu'alaikum Wr. dengan sepengetahuan Ketua Umum atau antara Ketua Umum dengan Wakil Sekretaris Jenderal. Sedangkan untuk Internal Organisasi dapat ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang yang bersangkutan. Antara Pendahuluan. Sistematika isi surat adalah sebagai berikut : 1. dengan alinea baru dan berjarak 2 spasi. Penutup Surat. wajar dan tidak bertele-tele. Sedangkan isi/uraian persoalan dibuat ringkas. padat. maka Ketua dan atau Wakil Sekjen yang dimandatkan dapat menanda tangani surat dimaksud. kemudian disambung tanggal/ bulan/tahun. 9. Untuk surat-surat resmi yang ditujukan pada eksternal organisasi harus ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Isi Surat. Pendahuluan 2. Penanda Tanoanan Surat. 10.

b.h. 2.a. maka sistem pengagendaan surat menyurat perlu diatur tersendiri. Konsep surat harus terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pimpinan yang bersangkutan agar tidak terjadi kekeliruan atau perbedaan-perbedaan antara muatan.1. Surat Keluar. Keterangan 2. Tanggal diterima 1. Surat Masuk. Isi Surat 1.b.2.1.2. Unsur-unsur yang terpenting untuk dicatat dalam surat masuk adalah sebagai berikut : 1. yaitu pengelolaan surat menyurat. Surat Keluar harus melalui sirkulasi sebagai berikut : 2. pengarsipan dan dokumentasi agar teratur dan sistematis. 2. Nomor Surat 1.a. Nomor Surat 1.f. surat masuk maupun keluar. 1. Nomor surat 2.e.2.Untuk memudahkan pengelolaan sistem administrasi dan kesekretariatan. Tanggal Surat 1. Tanggal Surat . Nomor kode arsip 2.2.b.a.c. 2. isi dan redaksi surat tersebut. baru kemudian diberi nomor verbal. Asal Surat 1.2. Buku verbal untuk surat keluar memuat antara lain : 2. Nomor kode arsip 1.1.g.d. Konsep surat yang telah mendapat konfirmasi dan persetujuan. Nomor urut surat 2.d.c.

Arsip adalah kumpulan warkat/surat-surat yang disimpan secara sistimatis karena mempunyai suatu kemanfaatan apabila dibutuhkan dapat secara tepat ditemukan kembali. Isi Surat 2.2. Buku Agenda Surat Keputusan/Ketetapan memuat antara lain : 3. Keterangan Pasal 8 ADMINISTRASI KEARSIPAN 1. Jadi intinya arsip berarti pengumpulan dan penyimpanan warkat/surat-surat.f. Nomor Urut 3.2. Tanggal Pengiriman 4. Lampiran 4.c. Keterangan 4.c. Isi Surat 3.d.b. terutama membantu kelancaran dan ketertiban organisasi serta dapat digunakan sebagai pengembangan pengetahuan umumnya.b. Surat-surat organisasi harus disimpan di sekretariat/kantor dan dilarang keras .a. Pengarsipan yang baik dan sangat berguna. Nomor Kode Arsip 3.e. Nomor Surat 3. Tujuan Surat 3.2. Tanggal/Nomor Surat 4. Tujuan Surat 4. Surat Keputusan/Ketetapan.e. Tata kearsipan yang sempurna apabila semua surat dan dokumen-dokumen lainnya tersimpan pada suatu tempat tertentu dan teratur rapi sehingga apabila diperlukan kembali mudah ditemui.e.a. walaupun surat-surat tersebut telah tersimpan lama. 2. Buku Ekspidisi Buku Ekspidisi memuat antara lain 4.d.f. Tanggal Surat 3.

Surat Masuk Eksternal = MB 2. Sebagai alat kontrol dari inventaris (mengetahui kerusakan. Surat Keputusan = KPTS 4. Pasal 9 KODE MAP / ARSIP KNPI 1. Kode Arsip Surat Masuk a. Surat Masuk Interns! = MA b. Surat Keluar Eksternal = KB 3. Menghindari adanya pemborosan 3. Kode Arsip Surat Keluar a. perubahan. Surat Ketetapan = TAP b. Surat Keluar Internal = KA b. Kebijakan Org/Statemen = DKO b.disimpan di luar kantor. penggantian dan menambah jika terjadi kekurangan) Pasal 11 . Kode Arsip Surat Ketetapan/Keputusan. a. Makalah/Tulisan = DMT BAB VI INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI Pasal 10 INVENTARISASI ORGANISASI Tujuan dibuatnya daftar inventarisasi organisasi adalah : 1. Kode Map Dokumentasi a. Menunjukkan kekayaan organisasi 2.

komputer. Tulisan-tulisan dan surat-surat penting c. 3. Dokumentasi organisasi tersebut merupakan suatu tanda bukti yang sah menurut hukum dari peristiwaperistiwa atau suatu kejadian dan kemudian disimpan. Foto copy atau salinan surat e. oleh karena itu pemeliharaan dan penyimpanan dokumen seperti hal lainnya barang-barang inventaris dan arsip hendaknya disusun dengan rapih dan teratur dalam map-map/rak-rak dan tempat-tempat tertentu dengan pengelompokan sesuai dengan kebutuhan. alat-alat kantor. Penyimpanan harus dilaksanakan serta ditempatkan di sekretariat. meja. BAB VII PERPUSTAKAAN ORGANISASI Pasal 13 . Benda-benda berharga dan bernilai d. Dokumentasi yang dipakai untuk menyusuo laporan tahunan/akhir organisasi dan sebagai bukti yang sah serta sangat penting untuk menyusun sejarah perjuangan organisasi. Dokumentasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menyangkut kegiatan pencarian. penyimpanan dan pengawetan dokumen-dokumen organisasi. Pasal 12 DOKUMENTASI ORGANISASI 1. Penyimpanan inventaris organisasi harus dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang berkompeten dan bertanggung jawab sesuai dengan job discription kesekretariatan. tidak diperkenankan dibawa atau disimpan di rumah fungsionaris.Inventarisasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menjadi milik organisasi berupa kekayaan organisasi yang pada pokoknya dapat kita bagi menjadi dua bagian. Majalah dan lain sebagainya. pengumpulan. Pada hakekatnya semua arsip organisasi adalah dokumen. 2. yaitu : Inventarisasi yang permanen (tahan lama) Contohnya : Gedung/Sekretariat kantor. Surat Kabar. ala dapur dan sebagainya. Bentuk-bentuk dokumen organisasi antara lain : a. Gambar-gambar dan foto-foto b.

2. Dalam upaya menertibkan dan mengembangkan perpustakaan organisasi. BAB VIII KEPROTOKOLERAN Pasal 14 1. . KNPI sebagai Organisasi yang merupakan wadah berhimpun organisasi kepemudaan yang bergabung di dalamnya senantiasa berkecimpung dalam penibangunan nasional dan berpartisipasi aktif melalui pendidikan. Wawasan Pembangunan Nasional c. 2. Wawasan Ideologi b. Wawasan Sosial Budaya g. Wawasan Nusantara & Ketahanan Nasional d. Bisnis dan Kewira Usahaan f. Wawasan Kepemimpinan dan Manajemen e. tetapi juga meliputi penatan suatu acara dan pelaksanaannya. administrasi dan kearsipan dan penyelenggaraan dokumentasi serta perpustakaan organisasi. Dan sebagainya. maka perlu diatur dalam administrasi perpustakaan dan diserahkan pengelolaannya kepada pengurus yang bertanggung jawab dan memahami seluk beluk perpustakaan. yang disebut sebagai protokoler. Oleh karena itu minimal yang harus dimiliki mencakup buku-buku yang diperlukan dalam kelengkapan kurikulum pelatihan KNPI. pengembangan generasi muda dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan. Dalam jangka panjang herpustakaan ini merupakan cikal Bakal pembentukan Pusat Data & Informasi Pemuda Indonesia dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemuda. Perpustakaan yang ideal bagi KNPI adalah meliputi buku-buku yang diperlukan bagi anggotanya. Keprotokoleran KNPI merupakan segala aktivitas yang berhubungan segala aktivitas yang berhubungan dengan penyelenggaraan suatu prosedur kelancaran (acara/upacara) dan memegang peranan penting bagi sukses dan sempurnanya suatu acara/upacara. maka perpustakaan organisasi rnenjadi sangat penting dan strategis. 3. Wawasan Ekonomi.1. Tugas suatu kesekretariatan tidak saja terbatas pada pengelolaan atau pengaturan suratmenyurat organisasi. yang meliputi antara lain : a.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan suatu acara/upacara adalah sebagai berikut : o Tempat/Gedung (lay out. karena dengan adanya pedoman tersebut segala hal yang berkaitan dengan kesekretariatan menjadi seragam dan teratur secara rapi sehingga segala sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan organisasi akan efisien dan efektif serta bermutu. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desemberl 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT . o Susunan acara. BAB IX PENUTUP Pasal 15 1. maka akan dilakukan perbaikan seperlunya. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila penyelenggaraan suatu aktifitas tanpa adanya Panitia Penyelenggara. Dengan adanya Pedoman Administrasi Kesekretariatan ini menjadi sangat penting dan strategis dalam menunjang dan menjadikan organisasi KNPI menjadi organisasi yang modern. Agar sasaran suatu Kegiatan upacara dapat tercapai secara optimal. sedangkan dalam sapaan sambutan berlaku sebaliknya. Pasal 16 1. yaitu team Sekretaris Jenderal/Sekretaris dengan dukungan dan pengertian semua fungsionaris. secara struktural pejabat/pengurus terbawah mendahului pejabat/pengurus diatasnya. 2. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan. Untuk melaksanakan administrasi yang balk dan profesiona' sangat bergantung pada profesionalitas para pelaksannya. diperlukan penanggungjawab dan pembagian tugas dalam penyelenggara-annya. 2. maka pengelolaan penataan dan penyelenggaraannya langsung berada di bawah team Sekretariat Jenderal/Sakretariat. dekorasi dan pengaturan kursi) o Posisi tamu/undangan dan pengurus. 4. o Janis dan pengantar acara. terutama mengenai urutan pemberi sambutan.3.

SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA ---------------------------------------------------------Nomor : C5/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI & MANAJEMEN KEUANGAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA Menimbang : 1. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Memperhatikan : Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke II tanggal 11 April 2006 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGAN. Mengingat : 1. Garis Besar Program Kerja Olganisasi (GBPKO) KNPI. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI 2. DR. dipandang perlu dikeluarkan Peraturan Organisasi KNPI yang mengatur pedoman administrasi dan manajemen kebendaharaan. pemakaian.KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. pelaporan maupun pencatatan menjadi sangat penting agar dana-dana yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan efisien. Bahwa masalah utama dalam pengelolaan organisasi KNPI adalah memberdayakan sumber-sumber pemasukan dana sehingga diharapkan dapat menjaga kelangsungan hidup organisasi: 2. Sekretaris Jenderal. Bahwa pengorganisasian dana balk pencarian. Bahwa oleh karena itu. BAB I PENDAHULUAN . 3.

Pasal 1 Masalah utama dalam pengelolaan organisasi-organisasi non profit adalah sumber-sumber pemasukan dana. Oleh karena itu, pengorganisasian dana baik pencarian, pemakaian, pelaporan maupun pencatatan menjadi sangat penting agar dana-dana yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan efisien. Bagi KNPI, merupakan keharusan untuk merumuskan pedoman administrasi dan manajemen Kebendaharaan, karena persoalan keuangan sungguh sangat sensitif dan tidak mudah. Pedoman tersebut disusun dengan sasaran sebagai berikut : 1. Agar lebih mandiri, tidak tergantung pada sumbangan yang bersifat konvensional. 2. Tertib administrasi, sebagai sarana menjadi organisasi yang modern. 3. Bahan untuk memudahkan membuat laporan dan pertanggung jawaban. 4. Mendapatkan dana dengan cara yang efektif. BAB II SUMBER DANA Pasal 2 Sumbangan. Merupakan sumbangan dari dalam dan luar Organisasi yang halal dan tidak mengikat, antara lain : a. Pengurus/Anggota b. Alumni c. Pemerintah d. Perusahaan Swasta / Pengusaha e. Simpatisan. Pasal 3 Usaha – Usaha Organisasi. 1. KNPI berpendapat bahwa dalam rangka menunjang program kerja organisasi diperlukan pembiayaan, bahwa untuk itu diperlukan pembentukan Yayasan yang mempunyai bidang-bidang dan unit-unit usaha tertentu yang berorientasi kepada profit. 2. Melalui pembentukan Yayasan tersebut KNPI bertekad menjadikan bidang Ekonomi khususnya Wirausaha sebagai salah satu sasaran program dan pengembangan organisasi, oleh

karena itu pembentukan dan pengelolaan unit-unit usaha dan atau pembentukan dan pengelolaan Lembaga, seperti Lembaga Perekonomian diarahkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan juga dapat menunjang biaya organisasi. 3. Ketentuan tentang Usaha-usaha organisasi baik melalui unit-unit usaha maupun lembaga diatur tersendiri berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan masingmasing pengelola dengan Pimpinan Organisasi pembentukan unit-unit usaha atau lembaga Kekaryaan tersebut. 4. Hendaknya ketentuan tersebut paling tidak, mengatur antara lain : a. Ketentuan Umum yang menyangkut perjanjian kerja atau memorandum of understanding (MOU) atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. b. Mekanisme kerja dan pengambilan keputusan. c. Dan sebagainya. BAB III SISTEM PENGANGGARAN Pasal 4 Pengertian. Sistem penganggaran merupakan perencanaan keuangan untuk pelaksanaan program organisasi dalam bentuk angka-angka uang yang terdiri dari anggaran penerimaan dan pengeluaran dana dalam satu periode kepengurusan, yang menggambarkan sumber dan penggunaan dana (cash flow). Pasal 5 Maksud dan Tujuan. Dengan adanya sistem Penganggaran diharapkan dapat menentukan skala prioritas, dengan tujuan tercapainya efektifitas, efisien, kontrol dan sinkronisasi antara pelaksana setiap aktivitas organisasi. Pasal 6 Fungsi. Fungsi Penganggaran KNPI tidak terlepas dari prinsip-prinsip fungsi manajemen secara umum, yaitu : a. Perencanaan b. Pengorganisasian

c. Pelaksanaan d. Pencatatan e. Pelaporan f. Pengawasan/Pengontrolar Pasal 7 Syarat-syarat a. Kronologis pengeluaran dan pemasukan b. Sistematis c. Mudah dimengerti. d. Jelas angka-angka dalam pos-pos e. Jumlah total seluruh pengeluaran dan pemasukan. Pasal 8 Tahap-Tahap Penyusunan Anggaran. a. Pengajuan kegiatan masing-masing bidang melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidangnya masing-masing. b. Identifikasi Kegiatan/aktifitas masing-masing bidang c. Penjadwalan d. Perhitungan perkiraan biaya setiap kegiatan e. Penjumlahan biaya kegiatan. Pasal 9 Mekanisme Persetujuan a. Pengajuan Anggaran Bidang Masing-masing Bidang mengajukan Anggaran berdasarkan program kerja yang telah disetujui melalui RAKERNAS atau setarafnya di masing-masing bidang melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidangnya masing-masing ur.tuk rekomendasi tim kebendaharaan dan dibahas serta disetujui pada Rapat Pimpinan.

e. Perencanaan keuangan yang diaktualisasikan berupa Anggaran pendapatan dan anggaran pengeluaran untuk satu jangka waktu tertentu yang menggambarkan sumber penggunaan. Apabila terjadi penyimpangan dari anggaran yang telah ditetapkan. maka laporan kegiatan selambat-lambatnya diterima 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan kegiatan. Pasal 10 Tahap Pelaksanaan a. f. Pengorganisasian (Pengelolaan). BAB IV SISTEM ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KELJANGAN Pasal 11 Tujuan. maka harus dibawa ke forum Rapat Pimpinan. Penyusunan Laporan akhir sebagai pertanggung jawaban pelaksanan program. d. Setiap pengeluaran harus sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan disertai bukti pembayaran. .b. Pengajuan Anggaran setiap aktivitas harus mendapat persetujuan Bendahara Umum sebagai policy maker dan Ketua Umum sebagai decision maker. c. Agar pendayagunaan dana dapat dilakukan secara efisien ciFn efektif. Apabila melibatkan pihak ke tiga. b. baik yang dilaksanakan oleh bidang maupun kepanitiaan. Pasal 12 Pengelolaan. Perencanaan. Laporan akhir pertanggung jawaban kegiatan selambat-lambatnya 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Pengajuan Anggaran aktivitas : Disusun oleh Team Khusus kepanitiaan bersama-sama dengan ketua bidang yang bersangkutan melalui Wakil-Wakil Bendahara untuk di check oleh Bendahara Umum dan dibahas I disetujui pada Rapat Pimpinan. Prinsip-prinsip yang berlaku dalam hal pengelolaan keuangan meliputi : a. b.

Pengeluaran dana untuk bidang harus sesuai dengan Anggaran Beianja yang telah ditetapkan sebelumnya. Tugas yang mencari dan mengumpulkan dana dari sumber-sumber yang telah ditentukan diserahkan kepada Wakil-Wakil Bendahara dibawah tanggung jawab Tim Kebendaharaan. maka pengorganisasiannya sebagai berikut : 1. Menarik sumbangan sesuai dengan ketentuan organisasi. a. 2. Menyerahkan hasil pengumpulan dana kepada Wakil Bendahara (yang khusus membidangi penyimpanan) setelah disetujui Ketua Umum dan Bendahara Umum. Dana yang sudah diperoleh dilaporkan kepada Bendahara Umum dan Ketua Umum. c. 4. Pengeluaran dana harus disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum. Wewenang untuk mengusahakan dana dipegang oleh Tim Kebendaharaan. Menarik dan mengumpulkan dana dari donatur. d. c. c.Agar lebih memudahkan kontrol pengelolaan keuangan. b. Yang berkewajiban dan bertanggung jawab mengumpulkan dana adalah Tim Kebendaharaan dengan tugas meliputi : a. e. Pelaksanaan. Wakil Bendahara bagian pembukuan memberikan bukti penerimaan dana kepada si penerima dana. Yang dimaksud dengan pelaksanaan disini adalah pelaksanaan pengaturan keuangan meliputi : 1. Pengumpulan dana. Pengeluaran harus diajukan berdasarkan bukti-bukti yang telah disetujui sebelumnya. Tugas untuk mencatat keluar masuk dana dan penyusunan laporan diserahkan kepada Wakil Bendahara bidang pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. 3. . 2. Penyimpangan dan pengeluaran dana yang dikumpulkan harus terlebih dahulu disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum. b. Pada saat penyerahan dana kepada Wakil Bendahara bagianpembukuan harus disertai bukti kwitansi yang ditanda tangani oleh penyumbang. Pengeluaran Dana. penerima dan Bendahara Umum.

Permohonan untuk pengeluaran. Pengontrolan / Pengawasan. Bendahara Umum mencetak dalam bukti-bukti pengeluaran uang. c. Wakil Bendahara Umum mengeluarkannya dan menyerahkannya kepada pemohon d. Pengontrolan yang bersifat refresif adalah pengontrolan berupa pemeriksaan kewajaran laporan keuangan setelah dicocokkan dalam buku mutasi dan bukti pendukung lainnya. Atas dasar surat permohonan yang telah disetujui. Yang bertanggung jawab atas penyimpanan dana adalah Wakil Bendahara Bidang Pembukuan. b. Bendahara Umum bersama Tim Kebendaharaan menilai permohonan tersebut untuk disetuji. 5.d. b. Permintaan untuk pengeluaran dana diajukan kepada Ketua Umum dan Bendahara Umum oleh bagian atau bidang yang memeriukan dana melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidang masingmasing. kemudian tanda bukti pengeluaran tersebut diserahkan kepada Wakil Bendahara. adalah pengontrolan yang berjalan atau dilakukan bersamaan dengan tahap-tahap proses penerimaan dan pengeluaran yang dimulai dari : a. 4. BAB V PENYUSUNAN LAPORAN . i/ditolak atau minta dirobah. a. Prosedur Pengeluaran Dana. Penyimpanan. c. Jumlah yang telah dianggarkan. Penandatanganan cek oleh Bendahara Umum bersama Ketua Umum dan/atau Sekretaris Jenderal. Untuk keperluan rutin dapat diadakan kas kecil yang dipegang oleh Wakil bendahara (bidang penyimpanan dan pengeluaran). 3. Dana harus disampaikan di BANK yang telah ditentukan. b. Pengontrolan / pengawasan keuangan organisasi meliputi : Pengontrolan yang bersifat preventif. a.

Sedangkan daftar perhitungan hasil usaha menggambarkan hasil ekgiatan dan pengeluaran-pengeluaran dana organisasi untuk jangka waktu tertentu yang berakhir pada tanggal neraca. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pedoman Kebendaharaan ini disusun agar dapat berguna sebagai pegangan atau petunjuk pelaksanaan bagi organisasi dalam upaya pendayagunaan sumber dana yang ada. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Sekretaris Jenderal. Neraca menggambarkan posisi harga kewajiban dan kekayaan pada saat tertentu.Pasal 5 Laporan keuangan pada umumnya adalah neraca dan daftar perhitungan hasil usaha (R/L). Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. secara efisien dan efektif serta dapat dipertanggung jawabkan. maka akan dilakukan perbaikan seperlunya. 3. BAB VI PENUTUP Pasal 6 1. DR. 2. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA ---------------------------------------------------------Nomor : 06/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PROVINSI / KABUPATEN / KOTA .

2008.. Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu wilayah/ daerah yang dimekarkan. . Keputusan Rapat Pleno ke II DPP KNPI. Saran dan Pendapat dalam Rapat — Rapat Bidang Koordinasi Organisasi DPP KNPI. Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu wilayah/daerah yang dimekarkan. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI. Bahwa untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota pemekaran daerah/ wilayah dipandang perlu diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI. 2.PEMEKARAN DAERAH / WILAYAH DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Menimbang : 1. tanggal .. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan Organisasi yang mengatur tentang Pembentukan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi / Kabupaten / Kota Pemekaran DaerahNVilayah. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : /PO/KNPI/III/2008 tentang Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota KNPI. 2. 2. Pasal 1 DASAR PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran daerah / wilayah dibentuk dengan pertimbangan antara lain sebagai berikut : 1). maka perlu dipersiapkan pembentukao kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi/I:abupaten/ Kota yang mengalami pemekaran tersebut. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / PENGURUS KECAMATAN PEMEKARAN DAERAH / WILAYAH. Memperhatikan : 1. 3. Garis Besar Program Kerja Organisasai (GBPKO) KNPI.. Mengingat : 1.. 3.

b. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPP KNPI untuk mendapatkan pengesahan. Pasal 2 MEKANISME PEMBENTUKAN DPD KNPI PROVINSI I KABUPATEN / KOTA / PENGURUS KNPI KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH I DAERAH 1. d. Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh DPD KNPI Provinsi induk bersama DPD KNPI Kabupaten / Kota yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/ daerah yang bersangkutan serta DPP KNPI. Potensi aktivitas generasi muda secara kuantitatif maupun kualitatif di suatu wilayah/ daerah yang dimekarkan. Mekanisme Pembentukan DPD KNP: Provinsi hasil pemekaran : a. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Kabupaten/ Kota hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. b. c. . Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Kabupaten / Kota hasil pemekaran selambatlambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker. 2. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. d. 3). Kegiatan pembinaan dan pengembangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Potensi Generasi Muda pada Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan yang bersangkutan. Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota atau Pengurus Kecamatan yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD KNPI Provinsi. Mekanisme Pembentukan DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran : a. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Provinsi hasil pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker.2). Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/ daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI4 Provinsi untuk mendapatkan pengesahan c.

3. serta wewenang dan kewajibannya adalah sesuai dengan yang diatur dalam AD/ART tentang Kepengurusan DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota maupun yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI. Pelantikan Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah dilaksanakan dalam acara penutupan Musyawarah Kabupaten / Kota / Musyawarah KNPI Kecamatan hasil pemekaran oleh DPD KNPI Provinsi. Pelantikan Pengurus DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah dilaksanakan dalam acara penutupan Musprov I KNPI Provinsi hasil pemekaran oleh DPP KNPI. Kepengurusan caretaker Pengurds KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan hasil pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker. Pasal 5 . Mekanisme Pembentukan Pengurus Kecamatan hasil pemekaran : a. b. c. Pasal 4 SUSUNAN DAN WEWENANG PENGURUS 1). Kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pengesahan. d. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah KNPI Kecamatan hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. 2. Membentuk kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota Induk atau Pengurus Kecamatan yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD KNPI Kabupaten/Koia. 2). Pasal 3 PELANTIKAN PENGURUS DPD KNPI PROVINSI / KABUPATEN / KOTA/ PENGURUS KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH / DAERAH 1. Proses penetapan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi/ Kabupaten/Kota pemekaran wilayah / daerah. Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota pemekaran wilayah / daerah adalah sama dengan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota sebagaimana diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI.

Pasal 9 Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT Jenis dan fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran wilayah/daerah adalah sama dengan jenis dan fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus KNPI Kecamatan sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI. DR. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : 07/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KHUSUS . AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Pasal 6 ATRIBUT Atribut DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan pemekaran wilayah/daerah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI. Pasal 7 Hal-hal lain yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan ditetapkan kemudian oleh DPP KNPI Pasal 8 Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. Sekretaris Jenderal.

Keputusan Rapat Plano DPP KNPI ke II tanggal November 2008. 2. Bahwa diperlukan peningkatan kesatuan dan keterpaduan gerak langkah seluruh jajaran organisasi KNP1 dalam rangka pelaksanaan program KNPI menuju perwujudan cita-citanya. Bahwa dalam rangka pelaksanaan hasil-hasil keputusan Kongres XII Pemuda/KNPI maka perlu ditetapkan Peraturan Organisasi tentang Pembentukan Badan Khusus Komite Nasional Pemuda Indonesia. Text Box: Mengingat Memperhatikan : MenetapkanAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI 2. Bahwa keberadaan Badan Khusus merupakan alat kelengkapan organisasi yang menjalankan kegiatan dalam bidang tertentu sesuai dengan kebijaksanaan dasar yang ditetapkan. Bahwa Kongres XII Pemuda/KNPI Tahun 2008 sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi telah menetapkan kebijaksanaan organisasi yang terarah pada peningkatan peran dan fungsi organisasi KNPI dalam pembinaan dan pengernbangan pemuda. Mudah dijangkau oleh kendaraan umum. 6. Di lingkungan yang bersih. aman dan nyaman. 4. 7.KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Text Box: Menimbang1. Di pinggir jalan 8. MEMUTUSKAN PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KHUSUS KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA BAB II LEIAK / BANGUNAN SEKRETARIAT Pasal 2 Letak atau Sekretariat atau Kantor KNPI sebagai tempat untuk menyelenggarakan segala aktivitas dan pengelolaan administrasi organisasi hendaknya dipilih dengan pertimbangan ideal dan strategis sebagai berikut : 5. 3. Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO) KNPI. . 1. Terletak di Pusat Kota.

dapur beserta isinya. Ruang Dapur 7. 2. keindahan dan keserasian sehingga bagi pemakai dan pengunjung kantor tersebut merasa nyaman. Ruang Perpustakaan 10.Pasal 3 Sedangkan Fasilitas Bangunan/Gedung Sekretariat KNPI hendaknya dilengkapi fasilitas sebagai berikut 7. Pasal 4 Pengelola Kantor dan Administrasi Kesekretariatan KNPI sepenuhnya menjadi kewajiban dan kewenangan pada tim kesekretariatan. Ruang Persidangan 11. kesehatan. Sedangkan fasilitas penunjang administrasi kesekretariatan yaitu : kertas dan alat-alat tulis. Ruang Tamu 9. Surat Mandat/Surat tugas/Surat Kuasa/Surat Keterangan . Surat Resmi/Biasa/Rutin. BAB IV KETATAUSAHAAN Pasal 5 JENIS-JENIS SURAT 1. BAB III PENGELOLA KANTOR / ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN. betah. atau segala fasilitas yang sifatnya consumable menjadi tugas dan tanggung jawab team kebendaharaan. Ruang Kamar Mandi/WC Dalam mengatur ruangan hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor kenyamanan. 2. Ruang Tata Usaha 8. Musholla 12. dan dapat meningkatkan semangat dan kemauan bagi yang berada di dalamnya. Yaitu Sekretaris Jenderal/Sekretaris Umum/Sekretaris sebagai koordinator dan penanggungjawab dibantu dengan Wakil-wakil Sekretaris Jenderal/Wakil-wakil Sekretaris Umum/Wakilwakil Sekretaris.

Terdiri dari 4 (empat) bagian. . 1.3. Keterangan : a.1 maupun untuk a. Nomor surat untuk surat-surat keputusan dan surat-surat ketetapan. a. Ukuran folio (F4) 2. 2. Nomor Urut. 4. Nomor surat untuk surat-surat resmi/biasa/ mandat/ tugas/kuasa/keterangan. B = Untuk jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/Keterangan Eksternal Organisasi 3. Warna Putih bersih b. Nomor Surat. Nomor surat baik untuk a. b. TAP Untuk Jenis Surat Ketetapan. yaitu : Nomor Urut/Kode Jenis Surat/Pembuat/Bulan/Tahun. Pembuat / Pengirim 1. yaitu : 1. Pasal 6 BENTUK DAN ISI SURAT 1. Kode Jenis Surat. A = Untuk Jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/Keterangan Internal Organisasi 2. Kertas Surat. c. Surat Ketetapan/Surat Keputusan. Terdiri dari 5 (lima) bagian. KPTS = Untuk Jenis Surat Keputusan.2 di atas dimula( dengan nomor 001 sampai dengan tak terbatas dan diperbaharui kembali dengan nomor 001 setiap periode pergantian kepengurusan.

Sek = Untuk Sekretaris Jenderal/Sekretaris 2. Mus Untuk Forum Musyawarah Daerah 4. Rak = Untuk Forum Rapat-Rapat Kerja. d. Bulan I = Januari VII . KGR = Untuk Forum Kongres 3.

= Juli II = Februari VIII = Agustus III Maret IX = September IV = April X = Oktober V = Mei XI = Nopember .

Jika surat tersebut ditujukan pada salah situ unit/bagian yang ada pada lembaga/Instansi tersebut maka setelah penyebutan Pimpinan/ Pengurus Lembaga/Instansi yang bersangkutan. Isi Surat. Dipakai kalimat "Dengan hormat" atau "Assalamu'alaikum Wr. Tahun Masehi : 2005..Wb." 7. tersebut. Uraian persoalan/isi/pokok surat . Alamat Surat Alamat Surat terletak dibavtah perihal. Jika alamat surat ditujukan kepada Lembaga atau instansi maka penyebutannaya bukan pada lembaga/instansi bersangkutan tetapi kepada Pengurus atau Pimpinan Lembaga/Instans. 6. 2006. Contoh : Hal PERMOHONAN PENCERAMAH. 5.. Kata Permulaan Surat. Dst.. lapiran dan perihal dengan jarak satu setengah Spasi. pendek tapi padat dan diterka maksud atau isi surat. 4. Lampiran Surat. Pendahuluan 2. 2007 . dengan alinea baru dan berjarak 2 spasi. 3. Sistematika isi surat adalah sebagai berikut : 1. Pokok Surat (Perihal/Hal) Ringkas tapi jelas. Kata permulaan ini berfungsi sebagai pembuka surat. hendaknya dilengkapi dengan "up" yang berarti "untuk perhatian". segaris lurus dioawah isi nomor surat.VI = Juni XII = Desember e.

Penanda Tanoanan Surat. Sedangkan untuk Internal Organisasi dapat ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang yang bersangkutan. Sedangkan isi/uraian persoalan dibuat ringkas. 9. Penutup Pendahuluan dan penutup sebaiknya tidak lebih dari dua alinea. Untuk surat-surat resmi yang ditujukan pada eksternal organisasi harus ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. 8. atau antara Ketua dengan Sekretaris Jenderal. kemudian disambung tanggal/ bulan/tahun. Isi dan Penutup diberi jarak 2 soasi.3. jelas. Dalam pembuatan surat-surat resmi/rutin/biasa yang dibuka dengan " Dengan Hormat " Maka dalam menutup surat digunakan kalimat " Hormat Kami ". dengan sepengetahuan Ketua Umum atau antara Ketua Umum dengan Wakil Sekretaris Jenderal. 1. surat masuk maupun keluar. wajar dan tidak bertele-tele. Nomor Surat . maka sistem pengagendaan surat menyurat perlu diatur tersendiri. Surat Masuk. dalam keadaan tertentu (Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal tidak berada di tempat). Tanggal Surat. Penutup Surat. pengarsipan dan dokumentasi agar teratur dan sistematis. padat. yaitu pengelolaan surat menyurat. Tanggal surat diawali dengan lokasi dikeluarkannya surat. Unsur-unsur yang terpenting untuk dicatat dalam surat masuk adalah sebagai berikut : 1. Tanggal surat terletak di kanan bawah surat sebelah kalimat penutup dengan jarak 2 spasi. BAB V KETATA ARSIPAN Pasal 7 BUKU AGENDA Untuk memudahkan pengelolaan sistem administrasi dan kesekretariatan. Antara Pendahuluan. sopan. maka Ketua dan atau Wakil Sekjen yang dimandatkan dapat menanda tangani surat dimaksud. 10.

Tanggal diterima 8. Nomor kode arsip e. Konsep surat harus terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pimpinan yang bersangkutan agar tidak terjadi kekeliruan atau perbedaan-perbedaan antara muatan. lsi surat c.5 Tanggal Surat 2. Asal Surat 4. Nomor surat f. (2) Buku verbal untuk surat keluar memuat antara lain : a. Tanggal surat b. Nomor Surat 7. (1) Surat Keluar harus melalui sirkulasi sebagai berikut a. baru kemudian diberi nomor verbal. Nomor kode asrip 6. b. Nomor urut surat d. Surat Keluar. isi dan redaksi surat tersebut. Keterangan 2. Tujuan surat . Konsep surat yang telah mendapat konfirmasi dan persetujuan. lsi Surat 3.

terutama membantu kelancaran dan ketertiban organisasi serta dapat digunakan sebagai pengembangan pengetahuan umumnya. Surat Masuk Eksternal = MB 2. Tanggal Pengiriman d. Jadi intinya arsip berarti pengumpulan dan penyimpanan warkat/surat-surat. Surat Keputusan/Ketetapan. Arsip adalah kumpulan warkat/surat-surat yang disimpan secara sistimatis karena mempunyai suatu kemanfaatan apabila dibutuhkan dapat secara tepat ditemukan kembali.3. Nomor Surat f. Nomor Kode Arsip e. Tanggal/Nomor Surat d. Lampiran b. Isi Surat c. Kode Arsip Surat Masuk a. Pengarsipan yang baik dan sangat berguna. Buku Ekspidisi Buku Ekspidisi memuat antara lain a. Pasal 8 ADMINISTRASI KEARSIPAN 1. Pasal 9 KODE MAP / ARSIP KNPI 1. Keterangan 4. Buku Agenda Surat Keputusan/Ketetapan memuat antara lain : a. Surat-surat organisasi harus disimpan di sekretariat/kantor dan dilarang keras disimpan di luar kantor. Tujuan Surat e. walaupun surat-surat tersebut telah tersimpan lama. 2. Nomor Urut d Tanggal Surat b. Tata kearsipan yang sempurna apabila semua surat dan dokumen-dokumen lainnya tersimpan pada suatu tempat tertentu dan teratur rapi sehingga apabila diperlukan kembali mudah ditemui. Kode Arsip Surat Keluar . Surat Masuk Interns! = MA b. Keterangan c.

Menghindari adanya pemborosan 3. penggantian dan menambah jika terjadi kekurangan) Pasal 11 Inventarisasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menjadi milik organisasi berupa kekayaan organisasi yang pada pokoknya dapat kita bagi menjadi dua bagIan. perubahan. meja. Kebijakan Org/Statemen = DKO b. Penyimpanan harus dilaksanakan serta ditempatkan di sekretariat. tidak diperkenankan dibawa atau disimpan di rumah fungsionaris. Menunjukkan kekayaan organisasi 2. Surat Keluar Internal = KA b. Makalah/Tulisan = DMT BAB VI INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI Pasal 10 INVENTARISASI ORGANISASI Tujuan dibuatnya daftar inventarisasi organisasi adalah : 1. Penyimpanan inventaris organisasi harus dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang berkompeten dan bertanggung jawab sesuai dengan job discription kesekretariatan. alat-alat kantor. yaitu : Inventarisasi yang permanen (tahan lama) Contohnya : Gedung/Sekretariat kantor. Surat Keluar Eksternal = KB 3. Kode Arsip Surat Ketetapan/Keputusan.a. Kode Map Dokumentasi a. Sebagai alat kontrol dari inventaris (mengetahui kerusakan. Surat Ketetapan = TAP b. Surat Keputusan = KPTS 4. komputer. . a. ala dapur dan sebagainya.

Pasal 12 DOKUMENTASI ORGANISASI Dokumentasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menyangkut kegiatan pencarian. oleh karena itu pemeliharaan dan penyimpanan dokumen seperti hal lainnya barang-barang inventaris dan arsip hendaknya disusun dengan rapih dan teratur dalam map-map/rak-rak dan tempat-tempat tertentu dengan pengelompokan sesuai dengan kebutuhan. Surat Kabar. pengembangan generasi muda dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan. penyimpanan dan pengawetan dokumen-dokumen organisasi. Bentuk-bentuk dokumen organisasi antara lain : a. 3. BAB VII PERPUSTAKAAN ORGANISASI Pasal 13 KNPI sebagai Organisasi yang merupakan wadah berhimpun organisasi kepemudaan yang bergabung di dalamnya senantiasa berkecimpung dalam penibangunan nasional dan berpartisipasi aktif melalui pendidikan. 2. Foto copy atau salinan surat e. Benda-benda berharga dan bernilai d. Majalah dan lain sebagainya. yang meliputi antara lain : a. Dokumentasi organisasi tersebut merupakan suatu tanda bukti yang sah menurut hukum dari peristiwaperistiwa atau suatu kejadian dan kemudian disimpan. Pada hakekatnya semua arsip organisasi adalah dokumen. Wawasan Pembangunan Nasional . Oleh karena itu minimal yang harus dimiliki mencakup buku-buku yang diperlukan dalam kelengkapan kurikulum pelatihan KNPI. Gambar-gambar dan foto-foto b. maka perpustakaan organisasi rnenjadi sangat penting dan strategis. Wawasan Ideologi b. Perpustakaan yang ideal bagi KNPI adalah meliputi buku-buku yang diperlukan bagi anggotanya. Dokumentasi yang dipakai untuk menyusuo laporan tahunan/akhir organisasi dan sebagai bukti yang sah serta sangat penting untuk menyusun sejarah perjuangan organisasi. Tulisan-tulisan dan surat-surat penting c. pengumpulan.

Apabila penyelenggaraan suatu aktifitas tanpa adanya Panitia Penyelenggara. BAB VIII KEPROTOKOLERAN Pasal 14 1. Bisnis dan Kewira Usahaan f. yang disebut sebagai protokoler. Wawasan Sosial Budaya g Dan sebagainya. Wawasan Ekonomi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan suatu acara/upacara adalah sebagai berikut : o Tempat/Gedung (lay out. maka pengelolaan penataan dan penyelenggaraannya langsung berada di bawah team Sekretariat Jenderal/Sakretariat. Keprotokoleran KNPI merupakan segala aktivitas yang berhubungan segala aktivitas yang berhubungan dengan penyelenggaraan suatu prosedur kelancaran (acara/upacara) dan memegang peranan penting bagi sukses dan sempurnanya suatu acara/upacara. 3. Wawasan Kepemimpinan dan Manajemen e. Dalam upaya menertibkan dan mengembangkan perpustakaan organisasi. administrasi dan kearsipan dan penyelenggaraan dokumentasi serta perpustakaan organisasi. 4. Agar sasaran suatu Kegiatan upacara dapat tercapai secara optimal. Wawasan Nusantara & Ketahanan Nasional d. Tugas suatu kesekretariatan tidak saja terbatas pada pengelolaan atau pengaturan suratmenyurat organisasi. maka perlu diatur dalam administrasi perpustakaan dan diserahkan pengelolaannya kepada pengurus yang bertanggung jawab dan memahami seluk beluk perpustakaan.c. o Janis dan pengantar acara. tetapi juga meliputi penatan suatu acara dan pelaksanaannya. . dekorasi dan pengaturan kursi) o Posisi tamu/undangan dan pengurus. diperlukan penanggungjawab dan pembagian tugas dalam penyelenggara-annya. Dalam jangka panjang herpustakaan ini merupakan cikal Bakal pembentukan Pusat Data & Informasi Pemuda Indonesia dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemuda. 2.

Sekretaris Jenderal. BAB IX PENUTUP Pasal 15 1. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desemberl 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. 2. DR. SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : C5/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI & MANAJEMEN KEUANGAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA . karena dengan adanya pedoman tersebut segala hal yang berkaitan dengan kesekretariatan menjadi seragam dan teratur secara rapi sehingga segala sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan organisasi akan efisien dan efektif serta bermutu. sedangkan dalam sapaan sambutan berlaku sebaliknya. Dengan adanya Pedoman Administrasi Kesekretariatan ini menjadi sangat penting dan strategis dalam menunjang dan menjadikan organisasi KNPI menjadi organisasi yang modern. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. maka akan dilakukan perbaikan seperlunya. 2. Untuk melaksanakan administrasi yang balk dan profesiona' sangat bergantung pada profesionalitas para pelaksannya. Pasal 16 1. yaitu team Sekretaris Jenderal/Sekretaris dengan dukungan dan pengertian semua fungsionaris. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. secara struktural pejabat/pengurus terbawah mendahului pejabat/pengurus diatasnya. terutama mengenai urutan pemberi sambutan. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan.o Susunan acara.

Bahwa masalah utama dalam pengelolaan organisasi KNPI adalah memberdayakan sumber-sumber pemasukan dana sehingga diharapkan dapat menjaga kelangsungan hidup organisasi: Bahwa pengorganisasian dana balk pencarian. Pedoman tersebut disusun dengan sasaran sebagai berikut : 1. BAB II SUMBER DANA . merupakan keharusan untuk merumuskan pedoman administrasi dan manajemen Kebendaharaan. BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Masalah utama dalam pengelolaan organisasi-organisasi non profit adalah sumbersumber pemasukan dana. Bahan untuk memudahkan membuat laporan dan pertanggung jawaban. 4. Memperhatikan : . pengorganisasian dana balk pencarian. Mengingat 1. pemakaian. Mendapatkan dana dengan cara yang efektif. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI 2. karena persoalan keuangan sungguh sangat sensitif dan tidak mudah. Oleh karena itu.Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke II tanggal 11 April 2006 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGAN.DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA Menimbang : 1. Garis Besar Program Kerja Olganisasi (GBPKO) KNPI. Agar lebih mandiri. Bagi KNPI. dipandang perlu dikeluarkan Peraturan Organisasi KNPI yang mengatur pedoman administrasi dan manajemen kebendaharaan. pelaporan maupun pencatatan menjadi sangat penting agar dana-dana yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan efisien. pemakaian. 2. Tertib administrasi. sebagai sarana menjadi organisasi yang modern. pelaporan naupun pencatatan menjadi sangat penting agar dana-dana yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan efisien. tidak tergantung pada sumbangan yang bersifat konvensional. 3. Bahwa oleh karena itu. 3.

Pengurus/Anggota g. oleh karena itu pembentukan dan pengelolaan unit-unit usaha dan atau pembentukan dan pengelolaan Lembaga. b.Pasal 2 Sumbangan. KNPI berpendapat bahwa dalam rangka menunjang program kerja organisasi diperlukan pembiayaan. seperti Lembaga Perekonomian diarahkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan juga dapat menunjang biaya organisasi. Alumni h. Perusahaan Swasta / Pengusaha e. Melalui pembentukan Yayasan tersebut KNPI bertekad menjadikan bidang Ekonomi khususnya Wirausaha sebagai salah satu sasaran program dan pengembangan organisasi. bahwa untuk itu diperlukan pembentukan Yayasan yang mempunyai bidang-bidang dan unit-unit usaha tertentu yang berorientasi kepada profit. Merupakan sumbangan dari dalam dan luar Organisasi yang halal dan tidak mengikat. Pasal 3 Usaha – Usaha Organisasi. Pemerintah i. Mekanisme kerja dan pengambilan keputusan. . Simpatisan. antara lain : f. Dan sebagainya. Ketentuan Umum yang menyangkut perjanjian kerja atau memorandum of understanding (MOU) atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. BAB III SISTEM PENGANGGARAN Pasal 4 Pengertian. 3. mengatur antara lain : a. Ketentuan tentang Usaha-usaha organisasi baik melalui unit-unit usaha maupun lembaga diatur tersendiri berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan masingmasing pengelola dengan Pimpinan Organisasi pembentukan unit-unit usaha atau lembaga Kekaryaan tersebut. c. 4. Hendaknya ketentuan tersebut paling tidak.

Pasal 6 Fungsi.Sistem penganggaran merupakan perencanaan keuangan untuk pelaksanaan program organisasi dalam bentuk angka-angka uang yang terdiri dari anggaran penerimaan dan pengeluaran dana dalam satu periode kepengurusan. kontrol dan sinkronisasi antara pelaksana setiap aktivitas organisasi. Dengan adanya sistem Penganggaran diharapkan dapat menentukan skala prioritas. Mudah dimengerti. dengan tujuan tercapainya efektifitas. yang menggambarkan sumber dan penggunaan dana (cash flow). . Pelaporan f. Pasal 8 Tahap-Tahap Penyusunan Anggaran. efisien. Kronologis pengeluaran dan pemasukan b. Fungsi Penganggaran KNPI tidak terlepas d3ri prinsip-prinsip fungsi manajernen secara umum. Jelas angka-angka dalam pos-pos e. yaitu : a. Sistematis c. Pasal 5 Maksud dan Tujuan. Pengawasan/Pengontrolar Pasal 7 Syarat-syarat a. Pengorganisasian c. Pencatatan e. d. Pelaksanaan d. Perencanaan b. Jumlah total seluruh pengeluaran dan pemasukan.

Setiap pengeluaran harus sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan disertai bukti pembayaran. Identifikasi Kegiatan/aktifitas masing-masing bidang c. Penjumlahan biaya kegiatan.a. Pengajuan Anggaran setiap aktivitas harus mendapat persetujuan Bendahara Umum sebagai policy maker dan Ketua Umum sebagai decision maker. Apabila terjadi penyimpangan dari anggaran yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan akhir sebagai pertanggung jawaban pelaksanan program. Laporan akhir pertanggung jawaban kegiatan selambat-lambatnya 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Pengajuan Anggaran Bidang Masing-masing Bidang mengajukan Anggaran berdasarkan program kerja yang telah disetujui melalui RAKERNAS atau setarafnya di masing-masing bidang melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidangnya masing-masing ur. Perhitungan perkiraan biaya setiap kegiatan e. j. b. b. . Penjadwalan d. baik yang dilaksanakan oleh bidang maupun kepanitiaan. maka harus dibawa ke forum Rapat Pimpinan. Pengajuan Anggaran aktivitas : Disusun oleh Team Khusus kepanitiaan bersama-sama dengan ketua bidang yang bersangkutan melalui Wakil-Wakil Bendahara untuk di check oleh Bendahara Umum dan dibahas I disetujui pada Rapat Pimpinan. h.tuk rekomendasi tim kebendaharaan dan dibahas serta disetujui pada Rapat Pimpinan. i. Pasal 9 Mekanisme Persetujuan a. Pasal 10 Tahap Pelaksanaan g. Pengajuan kegiatan masing-masing bidang melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidangnya masing-masing. k.

Perencanaan keuangan yang diaktualisasikan berupa Anggaran pendapatan dan anggaran pengeluaran untuk satu jangka waktu tertentu yang menggambarkan sumber penggunaan. (3) Wewenang untuk mengusahakan dana dipegang oleh Tim Kebendaharaan. maka laporan kegiatan selambat-lambatnya diterima 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan kegiatan. (2) Penyimpangan dan pengeluaran dana yang dikumpulkan harus terlebih dahulu disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum. Dana yang sudah diperoleh dilaporkan kepada Bendahara Umum dan Ketua Umum.l. Pengorganisasian (Pengelolaan). Prinsip-prinsip yang berlaku dalam hal pengelolaan keuangan meliputi : a) Perencanaan. Pelaksanaan. Pasal 12 Pengelolaan. Agar pendayagunaan dana dapat dilakukan secara efisien ciFn efektif. b). Yang berkewajiban dan bertanggung jawab mengumpulkan dana adalah Tim Kebendaharaan dengan tugas meliputi : . Apabila melibatkan pihak ke tiga. maka pengorganisasiannya sebagai berikut : (1) Tugas yang mencari dan mengumpulkan dana dari sumber-sumber yang telah ditentukan diserahkan kepada Wakil-Wakil Bendahara dibawah tanggung jawab Tim Kebendaharaan. (4) Tugas untuk mencatat keluar masuk dana dan penyusunan laporan diserahkan kepada Wakil Bendahara bidang pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Yang dimaksud dengan pelaksanaan disini adalah pelaksanaan pengaturan keuangan meliputi : (1) Pengumpulan dana. BAB IV SISTEM ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KELJANGAN Pasal 11 Tujuan. c). Agar lebih memudahkan kontrol pengelolaan keuangan.

Menarik sumbangan sesuai dengan ketentuan organisasi. i/ditolak atau minta dirobah. (3) Penyimpanan. Bendahara Umum bersama Tim Kebendaharaan menilai permohonan tersebut untuk disetuji. Yang bertanggung jawab atas penyimpanan dana adalah Wakil Bendahara Bidang Pembukuan. g. d. Penandatanganan cek oleh Bendahara Umum bersama Ketua Umum dan/atau Sekretaris Jenderal. Permintaan untuk pengeluaran dana diajukan kepada Ketua Umum dan Bendahara Umum oleh bagian atau bidang yang memeriukan dana melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidang masingmasing. Pengeluaran dana untuk bidang harus sesuai dengan Anggaran Beianja yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengeluaran harus diajukan berdasarkan bukti-bukti yang telah disetujui sebelumnya. Wakil Bendahara Umum mengeluarkannya dan menyerahkannya kepada pemohon . g. e. Untuk keperluan rutin dapat diadakan kas kecil yang dipegang oleh Wakil bendahara (bidang penyimpanan dan pengeluaran). c. c. Wakil Bendahara bagian pembukuan memberikan bukti penerimaan dana kepada si penerima dana. Pengeluaran dana harus disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum. c. (4) Prosedur Pengeluaran Dana. h. Atas dasar surat permohonan yang telah disetujui. Dana harus disampaikan di BANK yang telah ditentukan. Menarik dan mengumpulkan dana dari donatur. d. f. Menyerahkan hasil pengumpulan dana kepada Wakil Bendahara (yang khusus membidangi penyimpanan) setelah disetujui Ketua Umum dan Bendahara Umum. h. c. f. Pada saat penyerahan dana kepada Wakil Bendahara bagianpembukuan harus disertai bukti kwitansi yang ditanda tangani oleh penyumbang. (2) Pengeluaran Dana. penerima dan Bendahara Umum. e.e.

Pengontrolan / pengawasan keuangan organisasi meliputi : Pengontrolan yang bersifat preventif. Jumlah yang telah dianggarkan.san. 4.d. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. maka akan dilakukan perbaikan seperlunya. Pengontrolan yang bersifat refresif adalah pengontrolan berupa pemeriksaan kewajaran laporan keuangan setelah dicocokkan dalam buku mutasi dan bukti pendukung lainnya. (5) Pengontrolan / Pengawa. secara efisien dan efektif serta dapat dipertanggung jawabkan. BAB VI PENUTUP Pasal 6 3. Permohonan untuk pengeluaran. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA . Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan. Sedangkan daftar perhitungan hasil usaha menggambarkan hasil ekgiatan dan pengeluaran-pengeluaran dana organisasi untuk jangka waktu tertentu yang berakhir pada tanggal neraca. 3. Bendahara Umum mencetak dalam bukti-bukti pengeluaran uang. adalah pengontrolan yang berjalan atau dilakukan bersamaan dengan tahap-tahap proses penerimaan dan pengeluaran yang dimulai dari : c. kemudian tanda bukti pengeluaran tersebut diserahkan kepada Wakil Bendahara. d. Pedoman Kebendaharaan ini disusun agar dapat berguna sebagai pegangan atau petunjuk pelaksanaan bagi organisasi dalam upaya pendayagunaan sumber dana yang ada. BAB V PENYUSUNAN LAPORAN Pasal 5 Laporan keuangan pada umumnya adalah neraca dan daftar perhitungan hasil usaha (R/L). Neraca menggambarkan posisi harga kewajiban dan kekayaan pada saat tertentu.

' Kota KNPI. DR. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan Organisasi yang mengatur tentang Pembentukan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi / Kabupaten / Kota Pemekaran DaerahNVilayah. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : /PO/KNPI/111/2008 tentang Musyawarah Provinsi / Kabupaten . 2008.. Bahwa untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota pemekaran daerah/ wilayah dipandang perlu diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI.Ketua Umum. MEMUTUSKAN . SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : 06/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PROVINSI / KABUPATEN / KOTA PEMEKARAN DAERAH / WILAYAH DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu wilayah/ daerah yang dimekarkan. 5. Garis Besar Program Kerja Organisasai (GBPKO) KNPI. Memperhatikan: 1. 3. Saran dan Pendapat dalam Rapat — Rapat Bidang Koordinasi Organisasi DPP KNPI.. Keputusan Rapat Pleno ke II DPP KNPI. tanggal .. 2. 4. maka perlu dipersiapkan pembentukao kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi/I:abupaten/ Kota yang mengalami pemekaran tersebut. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI.. Sekretaris Jenderal. Mengingat 1.

Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. Mekanisme Pembentukan DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran c. Potensi aktivitas generasi muda secara kuantitatif maupun kualitatif di suatu wilayah/ daerah yang dimekarkan. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Provinsi hasil pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPP KNPI untuk mendapatkan pengesahan. Kegiatan pembinaan dan pengembangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Potensi Generasi Muda pada Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan yang bersangkutan.Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / PENGURUS KECAMATAN PEMEKARAN DAERLH / WILAYAH. Pasal 1 DASAR PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran daerah / wilayah dibentuk dengan pertimbangan antara lain sebagai berikut : 3). f. Pasal 2 MEKANISME PEMBENTUKAN DPD KNPI PROVINSI I KABUPATEN / KOTA / PENGURUS KNPI KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH I DAERAH 1) Mekanisme Pembentukan DPD KNP: Provinsi hasil pemekaran : e. Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu wilayah/daerah yang dimekarkan. Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh DPD KNPI Provinsi induk bersama DPD KNPI Kabupaten / Kota yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/ daerah yang bersangkutan serta DPP KNPI. 4). 3). Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota atau Pengurus Kecamatan . 2). g. h.

f. Membentuk kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota Induk atau Pengurus Kecamatan yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD KNPI Kabupaten/Koia. h. Mekanisme Pembentukan Pengurus Kecamatan hasil pemekaran : e. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Kabupaten/ Kota hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. Kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pengesahan. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Kabupaten / Kota hasil pemekaran selambatlambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker. d. g. 2). Pasal 3 PELANTIKAN PENGURUS DPD KNPI PROVINSI / KABUPATEN / KOTA/ PENGURUS KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH / DAERAH 1) Pelantikan Pengurus DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah dilaksanakan dalam acara penutupan Musprov I KNPI Provinsi hasil pemekaran oleh DPP KNPI. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah KNPI Kecamatan hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. . d.yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD KNPI Provinsi. Kepengurusan caretaker Pengurds KNPI Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan hasil pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan kepengurusan caretaker. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/ daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI4 Provinsi untuk mendapatkan pengesahan c.

Pasal 4 SUSUNAN DAN WEWENANG PENGURUS 3). Pasal 5 MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT Jenis dan fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran wilayah/daerah adalah sama dengan jenis dan fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus KNPI Kecamatan sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI. Pasal 7 Hal-hal lain yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan ditetapkan kemudian oleh DPP KNPI Pasal 8 Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya.2). . Proses penetapan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi/ Kabupaten/Kota pemekaran wilayah / daerah. Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota pemekaran wilayah / daerah adalah sama dengan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota sebagaimana diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI. Pelantikan Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan hasil pemekaran wilayah/daerah dilaksanakan dalam acara penutupan Musyawarah Kabupaten / Kota / Musyawarah KNPI Kecamatan hasil pemekaran oleh DPD KNPI Provinsi. serta wewenang dan kewajibannya adalah sesuai dengan yang diatur dalam AD/ART tentang Kepengurusan DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota maupun yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI. Pasal 6 ATRIBUT Atribut DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan pemekaran wilayah/daerah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI. Pasal 9 Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. 4).

Sekretaris Jenderal. Bahwa dalam rangka pelaksanaan hasil-hasil keputusan Kongres XII Pemuda/KNPI maka perlu ditetapkan Peraturan Organisasi tentang Pembentukan Badan Khusus Komite Nasional Pemuda Indonesia. 4. Bahwa Kongres XII Pemuda/KNPI Tahun 2008 sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi telah menetapkan kebijaksanaan organisasi yang terarah pada peningkatan peran dan fungsi organisasi KNPI dalam pembinaan dan pengernbangan pemuda.Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Ketua Umum. 4. Text Box: Mengingat Memperhatikan : MenetapkanAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI 4. Bahwa keberadaan Badan Khusus merupakan alat kelengkapan organisasi yang menjalankan kegiatan dalam bidang tertentu sesuai dengan kebijaksanaan dasar yang ditetapkan. DR. 5. Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO) KNPI. 3. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY. Keputusan Rapat Plano DPP KNPI ke II tanggal November 2008. MEMUTUSKAN . SH PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Nomor : 07/PO/KNPI/X11/2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KHUSUS KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA Text Box: Menimbang1. Bahwa diperlukan peningkatan kesatuan dan keterpaduan gerak langkah seluruh jajaran organisasi KNP1 dalam rangka pelaksanaan program KNPI menuju perwujudan cita-citanya.

(2) Badan Khusus berada di Pusat dan apabila diperlukan dapat dibentuk di tingkat Provinsi dan atau Kabupaten/Kota.PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KHUSUS KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. yang langsurg bertanggung jawab kepada Ketua Umum DPP KNPI sesuai tingkatannya. Pasal 5 Fungsi Badan Khusus adalah menyelenggarakan kegiatan dalam bidang-bidang Profesi. minat dan kebutuhan dalam rangka memperluas jangkauan partisipasi dan komunikasi Pemuda. Yayasan. Lembaga/Badan Khusus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan suatu Badan dari Organisasi KNPI sebagai'nana dimaksud dalam Anggaran Dasar Bab XI Pasal 32 dan Anggaran Rumah Tangga Bab VII Pasal 31 dan basal 32. Untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam bidang khusus dalam rangka mencapai tujuan organisasi. BAB II STATUS DAN FUNGSI Pasal 4 Status Badan Khusus adalah semi otonom yang secara organisatoris merupakan bagian dad KNPI dan bersifat fungsional. Pasal 3 Masa Kerja Badan Khusus mengikuti Periodesasi Kepengurusan KNPI di semua tingkatan. Badan Usaha Milik Organisasi dan Badan-Badan lainnya yang tidak bertentangan dengan tujuan dan usaha-usaha organisasi. Dewan Pengurus dalam semua tingkatan dapat membentuk LembagaLembaga. Pusat-Pusat Studi. BAB III TUJUAN BADAN KHUSUS Pasal 6 Badan Khusus KNPI bertujuan : . (Bab XI Pasal 32) Pasal 2 (1) Badan Khusus KNPI dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan Organisasi.

Pasal 9 (1) Personalia Pengurus Badan Khusus adalah Pengurus KNPI atau Pengurus OKP yang berhimpun dalam KNPI atau perorangan yang mengakui eksistensi Jan keberadaan KNPI. Memotivasi pemuda Indonesia pada khususnya dan generasi muda Indonesia pada umumnya dalam rangka mengembangkan inisiatif dan kreativitasnya sesuai minat. BAB IV ORGANISASI DAN PENGELOLAAN Pasal 7 Pembentukan Badan Khusus di sahkan dengan Surat Keputusan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya.Mengkoordinasikan bidang kegiatan Organisasi dengan melibatkan seluruh potensi yang dimiliki KNPI untuk dapat didharma baktikan dan bermanfaat bagi seluruh Pemuda khususnya. 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan penambahan pengurus dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 30 orang. negara dan masynrakat pada umumnya. Mengembangkan dan meningkatkan potensi dan kwalitas pemuda dalam kegiatan badan khusus secara professional sebagai bagian dari upaya pelaksanaan pembangunan. 1 (satu) prang Wakil Ketua. maupun untuk kepentingan bangsa. (2) Badan Khusus ditingkat Pusat. bakat dan keahlian yang dimilikinya. Pasal 8 (1) Hubungan Badan Khusus dengan kepengurusan KNPI merupakan hubungan lini yang secara berkala menyampaikan Iaporannya berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan oleh badan khusus tersebut. dengan ketentuan sebagai berikut : a. (2) Kelengkapan struktur dan personalia pengurus badan khusus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Pusat. Daerah sesuai dengan tingkatannya. Mengembangkan poly berpikir dan orientasi perjuangan pemuda kearah tanggung jawab dan pengabdian terhadap pelaksanaan pembangunan bangsa dan Negara. Propinsi dan Kabupaten/ Kota mempunyai hubungan konsultatif dan koordinatif. 4. Di Tingkat Pusat. (3) Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas Badan Khusus senantiasa harus berpedoman pada AD/ART KNPI serta tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang beriaku. 3. sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang Ketua. .

manakala berdasarkan pertimbangan organisasi sudah tidak diperlukan lagi meskipun masa kerjanya belum berakhir. 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan penambahan pengurus dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 10 orang. sekurang-kurangnya terrdiri dari 1 (satu) orang Ketua. 1 (satu) orang Wakil Ketua. c. (4) Badan khusus bertarggung jawab kepada Ketua Umum DPP KNPI sesuai dengan tingkatannya. (2) Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : Desember 2008 DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA . 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan penambahan pengurus dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 15 orang. BAB V PENUTUP Pasal 11 (1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan diatur kemudian dalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan. Pasal 10 (1) Pengurus KNPI sesuai dengan tingkatannya sew aktu-waktu dapat membubarkan badan khusus. (3) Ketua-Ketua Badan Khusus dapat menghadiri rapat pleno DPP KNPI. (2) Ketua Umum DPP KNPI sesuai dengan tingkatannya sewaktu-waktu dapat mengangkat dan memberhentikan personalia pengelola badan khusus. (3) Ketua-ketua Badan khusus dapat menghadiri rapat pleno DPP KNPI.Di Tingkat Provinsi. maka akan dilakukan perbaikan seperlunya. (3) Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Di Tingkat Kabupaten/Kota. sekurang-kurangnya terrdiri dari 1 (satu) orang Ketua. 1 (satu) orang Wakil Ketua.

DR. .Ketua Umum. Sekretaris Jenderal. AZIZ SYAMSUDDIN SAYED MUHAMMAD MULIADY.