P. 1
EFI (Electronic Fuel Injektion)

EFI (Electronic Fuel Injektion)

|Views: 23|Likes:
Published by Albeth Yuan Wijaya

More info:

Published by: Albeth Yuan Wijaya on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

1.

3.

Mesin Thermal, Kelompok 4 1.Albeth yuan wijaya KE2B/04 2. 2. Alif aprilianto KE2B/05 3.Mohargirofa xenod KE2B/17

 Masuknya

bahan bakar ke dalam ruang bakar karena tekanan  Bisa konvensional, PENGHISAPAN (kevacuman)  Pengaturan model lama, mekanik  Pengaturan model baru, E.F.I.

D

EFI (manifold pressure control type)

Sistem D EFI mengukur tekanan udara dalam intake manifold, kemudian melakukan penghitungan jumlah udara yang masuk Druck (bahasa Jerman) yang berarti tekanan, sedang Jetronic berarti penginjeksian (injection).

air flow meter langsung mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold. bahasa Jerman yaitu “Luft” yang berarti udara.L EFI (air flow control type) Pada sistem L EFI. .

 Sistem bahan bakar (fuel system) Dari tangki – ruang bakar .

 Pompa bahan bakar a. . In tank type dipasang di dalam tangki bahan bakar. menggunakan turbine pump klebihan getaran yang terjadi di dalam pompa kecil impeller mengisap bahan bakar dari inlet port dan keluar melalui outlet port.

b. In line type dipasang di bagian luar tangki bahan bakar roller – roller akan terlempar ke luar karena adanya gaya sentrifugal .

 Pulsation damper Getaran pada bahan bakar yang disebabkan adanya penginjeksian diredam oleh pulsation damper .

 Pressure regulator (pengatur tekanan) mengatur tekanan bahan bakar yang mengalir ke injektor Pressure regulator tidak berfungsi dikarenakan ada benda asing yang menempel di valve akan mengakibatkan menurunnya tekanan .

 injektor Injektor adalah nosel elektromagnet yang akan menginjeksi bahan bakar sesuai dengan signal dari ECU. Istilah: intake manifold atau kepala silinder .

 Cold star injektor Cold start injector dipasang di bagian tengah air intake chamber. berfungsi untuk memperbaiki kemampuan mesin pada waktu masih dingin .

. Cold start injector time switch  Kerja saat mesin keadaan dingin Berfungsi untuk mengatur lamanya injeksi maksimum dari cold start injector.

Dengan demikian tidak ada arus yang mengalir ke cold start injektor. . sehingga injeksi bahan bakar berhenti. Cold start injector time switch  panas arus mengalir melalui heat coil (1) dan (2) elemen bimetal menjadi panas dan kontak akan terbuka.

 Sistem induksi udara Sistem udara utk pembakaran .

putaran mesin akan naik . c. Sebaliknya apabila idle adjusting screw diputar ke kiri. throttle valve kembali secara bertahap bila throttle valve tertutup d. Throttle valve. mengatur volume udara masuk Throttle position sensor. Air valve type wax atau dashpot. Idel adjusting screw Idel speed control (ISC) coolant Dengan memutar idel adjusting screw searah putaran jarum jam akan mengurangi volume udara yang masuk melalui saluran bypass dan putaran mesin akan turun. e. untuk mendeteksi sudut pembukaan katup throttle. Throttle body a.a. b. f.

b. Katup udara (air valve) berfungsi untuk mengatur putaran idel pada saat mesin dingin tipe bi-metal .

saat mesin dingin tipe wax Thermo valve diisi dengan thermo wax yang akan mengembang dan mengkerut sesuai dengan perubahan temperatur air pendingin. saat mesin panas .

c. air intake chamber dan intake manifold intake chamber yang mempunyai kapasitas yang besar untuk meredam getaran udara .

beban mesin. temperatur udara dan air pendingin. akselerasi dan deselerasi . Sistem kontrol elektronik (ECU) Sensor yang mengatur lamanya kerja injektor Sensor – sensor tersebut mendeteksi volume udara masuk.

Akibatnya measuring plate dan potensiometer bergerak pada sumbu yang sama sehingga sudut membukanya measuring plate dirubah menjadi perbandingan tegangan oleh potensiometer . Air flow meter air flow meter membuka measuring plate yang ditahan oleh return spring.

 Manifold pressure sensor bekerja berdasarkan tekanan dalam intake manifold .

 Sensor posisi throttle Signal IDL digunakan untuk menghentikan aliran bahan bakar Signal PSW untuk menambah injeksi bahan bakar. .

Apabila temperatur mesin masih rendah penguapan bensin juga rendah sehingga diperlukan campuran yang gemuk. . Sensor temperatur air Pada sensor temperatur air terdapat thermistor yang berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin.

. Sensor tersebut dilengkapi dengan thermister dan diletakkan di dalam air flow meter. Sensor temperatur udara masuk Sensor temperatur udara masuk mendeteksi suhu udara yang masuk.

 Sinyal pengapian mesin Dalam menentukan saat pengapian dan putaran mesin. ECU akan mendeteksi signal tersebut . Signal tersebut untuk mengkalkulasi penentuan awal volume bahan bakar yang diinjeksikan dan penghentian bahan bakar. Apabila tegangan pada terminal negatif ignition coil mencapai atau melebihi 150 volt. ECU memerlukan masukan dari signal pengapian mesin.

 Sinyal stater Untuk meningkatkan kemampuan start mesin diperlukan campuran yang kaya. Signal starter berfungsi untuk menambah volume injeksi selama mesin distarter .

Relay tersebut berfungsi untuk mencegah penurunan tegangan dalam sirkuit ECU. . Relay utama EFI Relay utama digunakan sebagai sumber tegangan untuk ECU dan circuit opening relay.

. Sensor oksigen Sensor oksigen mensensor apakah campuran udara dan bahan bakar gemuk atau kurus terhadap campuran udara dan bahan bakar teoritis.

IGNITION. untuk keamanan dan keselamatan . jika motor terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan menghentikan kerja FUEL PUMP. INJECTOR. Vehicle-down Sensor Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor.

. Crankshaft Sensor Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin. putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.

hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR . Camshaft Sensor Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin.

Sekian dan terima kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->