i

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM
MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I
NGUNUT TULUNGAGUNG

SKRIPSI

Oleh:
SITI NURHIDAYAH
06110202







JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
JULI 2010
ii

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM
MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I
NGUNUT TULUNGAGUNG

SKRIPSI
Diajukan Kepada
Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maliki Malang Untuk
Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana
Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh:
SITI NURHIDAYAH
06110202



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
JULI 2010
iii

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK
KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I NGUNUT TULUNGAGUNG


Oleh:
SITI NURHIDAYAH
06110202


Disetujui Pada Tanggal, 21 Juli 2010
Dosen Pembimbing



Muhammad Walid, MA
NIP.197308232000031002


Mengetahui,
Ketua Jurusan PAI



Drs. H. Moh. Padil, M. Pd.I
NIP.196512051994031003
iv

HALAMAN PENGESAHAN
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK
KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I NGUNUT TULUNGAGUNG
SKRIPSI

Dipersiapkan dan disusun oleh:
Siti Nurhidayah (06110202)

telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 30 Juli 2010
dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Pada tanggal: 30 Juli 2010.

Panitia Ujian Tanda Tangan

Ketua Sidang
Dr. H. Muhammad Mujab, MA
NIP: 19661121 2002121 001 :

Sekretaris Sidang
Muhammad Walid, M.A
NIP: 19730823 2000031 002 :

Pembimbing
Muhammad Walid, M.A :
NIP. 19730823 2000031 002
Penguji Utama
Dr. H. Nur Ali, M.Pd :
NIP. 19650341 1998031 002

Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Dr. H. M. Zainuddin, MA
NIP. 19620507 1995031 001
v

SURAT PERNYATAAN
Dengan ini saya mengatakan, bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya
yang pernah di ajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan
tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya, juga tidak terdapat karya/pendapat yang
pernah ditulis/diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis di acu dalam
naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.



Malang, 21 Juli 2010
Penulis


Siti Nurhidayah
NIM.06110202





vi

Muhammad Walid, MA
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang
NOTA DINAS PEMBIMBING
Malang, 21 Juli 2010
Hal : Skripsi Siti Nurhidayah
Lamp : 4 (Empat) Eksempler
Kepada Yth.
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang
Di
Malang
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sesudah beberapa kali melakukan bimbingan, baik dari segi isi, bahasa
maupun tehnik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di
bawah ini:
Nama : Siti Nurhidayah
NIM : 06110202
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Judul Skripsi : Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk
Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Maka setelah pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak di
ajukan untuk di ujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Pembimbing,

Muhammad Walid, MA
NIP. 197308232000031002
vii

PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN

Dengan untaian syukur Alhamdulillah besarta do’a karya ini
kupersembahkan kepada:

Suamiku tercinta Mas Aan Marianto
yang sudah memotivasi saya guna terselesainya skripsi ini

Ayahanda Tercinta H. Ali Mansur dan Ibunda Tercinta
Hj. Siti Fatimah yang selalu memberikan kasih saying dan do’a
Semoga Allah selalu Membalas amal baiknya dan meridhoi do’a-
do’anya

Keluarga Besar Bapak Sukardi
Semoga Allah selalu meridhoi dan membalas amal baiknya

Sahabat-sahabatku Yang Tiada Hentinya Memberikan
Dorongan dan semangat, yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu

Terimakasih untuk semuanya
Semoga kebersamaan dan kekeluargaan tetap selalu menjadi
semangat dalam berkarya dan berdakwah dan semoga Allah selalu
meridhoi

Amin Ya Rabbal Alamin………
viii

MOTTO

 ﻦ ﻴ ﻠﹺ ﻬﳉﹾ ﺍ ﹺ ﻦ ﻋ  ﺽﹺ ﺮ ﻋﹶ ﺃ ﻭ  ﻑ ﺮ ﻌﹾ ﻟﺎﹺ ﺑ  ﺮ ﻣﹾ ﺃ ﻭ  ﻮﹾ ﻔ ﻌﻟﹾ ﺍ  ﺬ ﺧ
Artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,
serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. (QS. Al-A’raf:
199)
(Diambil dari : Al Quran Dan Terjemahannya, Depag RI, 1974)















ix

KATA PENGANTAR
É Οó¡Î0 «!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ÉΟŠÏm§9$#
Puji syukur alhamdulillah penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala
kenikmatan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
dengan judul Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk
Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Sholawat serta salam
semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, para
sahabat, beserta para pengikut ajarannya.
Proses penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-
tingginya kepada pihak-pihak sebagai berikut:
1. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor UIN Maliki Malang, yang telah
banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga.
2. Dr. H. M. Zainuddin, MA selaku dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang
yang telah memberikan perizinan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini.
3. Drs. Moh. Padil M.Pd selaku ketua jurusan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki
Malang yang telah memberikan persetujuan sehingga penulis dapat
menyelasaikan skripsi ini.
x

4. Muhammad Walid, MA selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan
bimbingan dan arahan dengan penuh kesabaran dan senantiasa mengajarkan arti
sebuah kesempurnaan dalam berkarya.
5. Dra. Hj. SM. Wiwik Sulistiya, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung yang telah menerima dan memberi kesempatan kepada kami untuk
melaksanakan penelitian.
6. Bapak Muhaimin selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP
Negeri I Ngunut Tulungagung yang telah bersedia membantu penulis dalam
melaksanakan penelitian.
7. Mas Aan Marianto yang dengan tulus memberikan motivasi, pengorbanan,
pengalaman, dan sebagai suami yang baik sehingga penulis lebih bersemangat
dalam menyelesaikan skripsi ini.
8. Ayahanda, Ibunda serta kakak dan adik ku yang tercinta, beserta seluruh keluarga
tercinta yang dengan setulus hati memberikan kasih sayang, nasihat, motivasi,
doa, dan dukungan baik materiil maupun nonmateriil.
9. Teman-teman mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Maliki Malang
yang telah memberikan dorongan dan semangat kepada kami.
10. Semoga Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmat dan balasan yang tiada tara
kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya penyusunan
skripsi.
xi

Penulis telah berusaha menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga skripsi ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak.



Malang, 21 Juli 2010

Penulis













xii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................................ i
HALAMAN JUDUL ............................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................. iii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iv
HALAMAN PERNYATAAN .................................................................................. v
HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ....................................................... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. vii
HALAMAN MOTTO ……. .................................................................................... viii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix
DAFTAR ISI ............................................................................................................ xi
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xv
HALAMAN ABSTRAK…………………………………………………………. xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian ......................................................................... 1
B. Fokus Penelitian ............................................................................. 6
C. Tujuan Penelitian .......................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ........................................................................ 7
E. Definisi Operasional ...................................................................... 8
F. Sistematika Penulisan Penelitian ................................................... 9

xiii

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan tentang Pendidikan Agama Islam dalam Menunjang
Tujuan Pendidikan Nasional……. ............................................. 11
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ........................................ 11
2. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam ...................................... 14
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ........................... 16
4. Fungsi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ........................... 18
5. Eksistensi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ...................... 18
B. Kepribadian Siswa…. .................................................................. 20
1. Pengertian Kepribadian Siswa .................................................. 20
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Siswa ............ 23
3. Proses Pembentukan Kepribadian Siswa .................................. 26
4. Tipe-tipe Kepribadian Siswa …………………………………29
5. Urgensi Pendidikan dalam Membentuk Kepribadian Siswa ..... 30
C. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Kepribadian Siswa ....................................................................... 34
1. Internalisasi Nilai-nilai Moral ................................................... 34
2. Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan .......................................... 37
3. Internalisasi Nilai-nilai Keimanan ............................................ 42
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian....................................................... 43
xiv

B. Kehadiran Peneliti ............................................................................ 44
C. Sumber Data .................................................................................... 45
D. Lokasi Penelitian ............................................................................ 46
E. Tehnik Pengumpulan Data ............................................................. 46
F. Analisis Data .................................................................................. 48
G. Pengecekan Keabsahan Data.......................................................... 49
H. Tahap-tahap Penelitian ................................................................... 49
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ............................................ 52
1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ............ 52
2. Visi, dan Misi SMP Negeri I Ngunut Tulungagung .................... 52
B. Penyajian Data ............................................................................... 53
1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ........ 53
2. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ........ 56
3. Faktor-faktor yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ............................. 57
BABV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ................................. 59
xv

B. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ............. 60
C. Faktor-faktor yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ................................. 62
BABVI PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................... 65
B. Saran ................................................................................................. 66
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN













xvi

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I. : Struktur Organisasi SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN II. : Keadaan Guru SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN III. : Keadaan Siswa SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN IV. : Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN V. : Tata Tertib Guru SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN VI. : Pedoman Wawancara SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN VII : Dokumentasi Foto SMP Negeri I Ngunut
LAMPIRAN VIII. : Surat Bukti Konsultasi Skripsi
LAMPIRAN IX. : Surat Bukti Selesai Penelitian
LAMPIRAN X. : Surat Penelitian









xvii

ABSTRAK

Nurhidayah, Siti (06110202). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam
Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, PAI
UIN Maliki Malang Semester VIII Tahun Akademik 2009/2010. Skripsi Fakultas
Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim Malang. Pembimbing: Muhammad Walid, MA.
Kata kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kepribadian Siswa.
Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian
yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Masyarakat menilai peran dan fungsi pendidikan agama Islam di sekolah
dipandang kurang memberikan kontribusi kearah tersebut, bahkan yang lebih
memojokkan lagi bahwa pendidikan agama Islam dipandang belum berhasil
mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diharapkan, terbukti dengan
banyaknya kasus kenakalan anak dengan berbagai bentuk. Akibatnya peran serta
efektifitas pendidikan agama Islam di sekolah dipertnyakan, dengan pemahaman
pendidikan agama Islam di sekolah dilaksanakan dengan baik, maka kehidupan
masyarakat pun akan lebih baik. Artinya bahwa ada beberapa asumsi yang dapat
dianalisa mengenai beberapa hal yang berhubungan dalam upaya membentuk
kepribadian siswa yang bermoral dan berahklak sesuai dengan tujuan pendidikan
agama Islam.
Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Peran guru Pendidikan
Agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung, (2) Usaha-usaha guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, (3) Faktor-faktor yang
terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.
Metode yang digunakan dalam teknik pengumpulan data adalah observasi, interview,
dan dokumentasi. Dengan metode ini diharapkan memperoleh data-data yang
kongkrit dan sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian yang dilaksanakan di SMP
Negeri I Ngunut Tulungagung.
xviii

Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa peran guru pendidikan agama
Islam dalam membentuk kepribadian siswa yaitu sebagai seorang guru harus bisa
memposisikan sebagai seorang guru, bertindak sebagai orang tua, dan kapan kita
harus menempatkan diri sebagai teman. Selain dari pada itu menjadi informan,
fasilator dan pembimbing. Sedangkan usaha-usaha guru pendidikan agama Islam
dalam membentuk kepribadian siswa adalah memberikan contoh yang baik dengan
perilaku yang nyata, mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau
berperilaku menyimpang dari agama, memulai pelajaran dalam kelas dengan cerita
yang bernafaskan Islami, melalui kesenian yang bernafaskan Islami. Adapun faktor-
faktor yang tekandung dalam membentuk kepribadian siswa ialah guru mendidik
siswa, teman sebaya, keluarga, masyarakat.





1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari
diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari
lingkungan, misalnya, keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseoarang
sejak lahir. Di samping itu, kepribadian juga sering diartikan atau dihubungkan
dengan ciri tertentu yang menonjol pada diri individu. Oleh karena itu, definisi
kepribadian menurut pengertian sehari-hari menunjuk pada bagaimana individu
tampil atau menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.
1

Di dalam kamus umum Bahasa Indonesia karangan Poerwadarminta
pengertian kepribadian yaitu manusia sebagai perseorangan (diri manusia atau diri
orang sendiri). Ini berarti bahwa pengertian kepribadian mengarah pada
perseorangan (person) diri orang tersebut.
Kepribadian merupakan kecenderungan untuk memberi respons kepada
berbagai tipe stimuli dalam cara yang sama. Namun demikian, kepribadian bukan
sesuatu yang statis karena kepribadian memiliki sifat kedinamisan yang disebut
dinamika pribadi (personality dynamics). Dinamiki pribadi ini berkembang pesat
pada diri anak-anak (masa kanak-kanak) karena mereka pada dasarnya belum
memiliki kepribadian yang matang, yaitu masa pembentukan kepribadian.


1
Sjarkawi, Pembentukan Kepribadian Anak (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), hlm. 11-17
2

Dinamika pribadi adalah berupa: 1) interaksi di antara karakteristik-
karakteristik pribadi, khususnya motif-motifnya; 2) ekspresi tingkah laku dari
karakteristik-karakteristik pribadi dalam proses penyesuaian diri terhadap
lingkungan; 3) dalam psikologi analisis, merupakan manajemen terhadap sistem
energi pribadi melalui interaksi dari id, ego, dan superego. Selanjutnya, sebagai
sesuatu yang bersifat dinamis, kepribadian yang ada pada diri seseorang sering
memiliki masalah (personality problem). Masalah kepribadian dapat berupa
gangguan dalam pencapaian hubungan harmonis dengan orang lain atau
lingkungan, misalnya sifat pemalu, dengki, angkuh, sombong, dan sifat-sifat lain
yang tidak berperasaan (tidak menimbang rasa).
Berdasarkan sifat kepribadian yang dapat tumbuh dan berkembang
tersebut, maka kepribadian merupakan sesuatu yang dapat dibentuk atau
dipengaruhi oleh faktor eksternalnya. Artinya, kepribadian seseorang belum
mencapai tingkat kematangan tertentu, dapat diusahakan lahir sesuai dengan
bentuk kepribadian yang diinginkan.
Sekolah memegang peranan yang penting dalam proses sosialisasi anak,
walaupun sekolah merupakan hanya salah satu lembaga yang bertanggungjawab
atas pendidikan anak. Anak mengalami perubahan dalam kelakuan social setelah
ia masuk sekolah. Di rumah ia hanya bergaul dengan orang yang terbatas
jumlahnya, terutama dengan anggota keluarga dan anak-anak tetangga. Suasana di
rumah bercorak informal dan banyak kelakuan yang diizinkan menurut suasana di
rumah. Lain halnya dengan di sekolah, ia bukan lagi anak istimewa yang diberi
3

perhatian khusus oleh ibu guru, melainkan hanya salah seorang diantara puluhan
murid lainnya didalam kelas. Untuk itu anak harus mengikuti peraturan yang
bersifat formal yang tidak dialami anak dirumah, yang dengan sendirinya ia
membatasi kebebasannya.
Sekolah merupakan lembaga tempat anak terutama diberi pendidikan
intelektual, yakni mempersiapkan anak untuk sekolah yang lebih lanjut. Oleh
sebab itu cukup penting dan berat, maka perhatian sekolah sebagian besar ditujuka
kepada aspek intelektual si anak didik.
2
Hal ini sesuai dengan bunyi Undang-
Undang Repoblik Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Bab I pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara”. Kesimpulannya disini adalah bahwa pendidikan adalah suatu yang sangat
esensial bagi kehidupan manusia, karena mahluk yang mendapat dan dapat didik,
guna mengembangkan potensial yang ada pada dirinya sehingga menjadi manusia
yang berkuwalitas dan berdaya guna bagi kehidupan.
Sesuai dengan jiwa dan nilai ajaran Islam mengenai pengetahuan dan
kecerdasan manusia, maka setiap usaha ilmu pengetahuan haruslan dikembangkan
dengan tujuan untuk mencerdaskan manusia sehingga mempunyai peluang lebih

2
Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 130
4

besar untuk memahami dan menyadari dirinya di tengah-tengah keserba ada-an
alam dan jagat raya ini.
Disamping itu pendidikan merupakan kebutuhan yang penting bagi
pertumbuhan manusia. Karena dengan pendidikan memungkinkan sekali
tumbuhnya kreatifitas dan potensi anak didik, yang pada akhirnya mengarahkan
anak didik untuk mencapai satu tujuan yang sebenarnya. Dalam hal ini sesuai
dengan fungsi pendidikan nasional pasal 3: “Pendidikan nasional bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”.
3

Jadi pendidikan berupaya membentuk manusia yang mempunyai ilmu
pengetahuan dan ketrampilan, dan juga disertai iman dan taqwa kepada Tuhan,
sehingga ia akan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan itu untuk
kebaikan masyarakat.
Masyarakat menilai peran dan fungsi pendidikan agama Islam di SMP
Negeri I Ngunut dipandang kurang memberikan kontribusi kearah tersebut, bahkan
yang lebih memojokkan lagi bahwa pendidikan agama Islam dipandang belum
berhasil mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diharapkan, terbukti
dengan banyaknya kasus kenakalan anak dengan berbagai bentuk. Akibatnya

3
UUD RI tentang SISDIKNAS, Sistem Pendidikan Nasional, (Surabaya: Karina, 2003), hlm.
5
5

peran serta efektifitas pendidikan agama Islam di SMP Negeri I Ngunut
dipertnyakan, dengan pemahaman pendidikan agama Islam di SMP Negeri I
Ngunut dilaksanakan dengan baik, maka kehidupan masyarakat pun akan lebih
baik. Artinya bahwa ada beberapa asumsi yang dapat dianalisa mengenai beberapa
hal yang berhubungan dalam upaya membentuk kepribadian siswa yang bermoral
dan berahklak sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam.
Atas dasar inilah penulis membuktikan research di lapangan untuk
mengungkap Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk kepribadian
siswa di SMP Negeri 1 Ngunut, memberikan motivasi terhadap proses belajar
mengajar agama Islam, khususnya di SMP Negeri 1 Ngunut serta dalam upaya
menunjang tercapainya pendidikan nasional.
Penulis ingin mengambil lokasi penelitian di sekolah ini dengan beberapa
pertimbangan, antaraa lain: SMP Negeri 1 Ngunut merupakan lembaga pendidikan
tingkat menengah, dan mengalami perkembangan yang cukup pesat dan mampu
bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan favorit yang sederajat di kota
Tulungagung. SMP Negeri 1 Ngunut merupakan lembaga pendidikan favorit
sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan
agama Islam sebagai sarana dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Dari teori di atas kami akan melakukan kegiatan penelitian yang nantinya
akan di susun menjadi skripsi dengan judul Peran Guru Pendidikan Agama
Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung.
6

B. Fokus Penelitian
Berpijak dari latar belakang diatas dapat penulis rumuskan permasalahan
yang akan dikaji dalam skripsi ini, rumusan masalah tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian
siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung?
2. Bagaimana usaha-usaha peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung?
3. Faktor apa yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP
Negeri I Ngunut Tulungagung?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini mempunyai
fungsi dan tujuan yang sesuai dengan rumusan masalah tersebut. Adapun
tujuannya adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendiskripsikan peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung?
2. Untuk mendiskripsikan usaha-usaha peran guru PAI dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung?
3. Untuk mendiskripsikan faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung?


7

D. Manfaat Penelitian
Ada beberapa hal yang penulis harapkan kemanfaatannya dalam
penulisan skripsi ini yaitu:
1. Guru
• Membantu dalam pencapaian tujuan pembentukan kepribadin siswa.
• Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman dalam ruang
lingkup yang lebih luas guna menunjang profesinya sebagai guru.
2. Siswa
Yang perlu diperhatikan adalah pendekatan, metode dan strategi yang
digunakan untuk mencapai tujuan karena menentukan efektivitas dan efisiensi
membentuk kepribadian siswa.
3. Lembaga
Sebagai bidang pendidikan agar dapat mengambil langkah-langkah dalam
membentuk kepribadian siswa untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya
Pendidikan Agama Islam. Sehingga dapat mencapai tujuan Pendidikan Agama
Islam di sekolah dan diharapkan bisa lebih memperkaya khasanah kegiatan
pendidikan.
4. Ilmu Pengetahuan
Membentuk kepribadian melalui peningkatan pertimbangan secara mendasar
dan mengarahkan seluruh ajaran untuk mewujudkan nilai-niai positif yang di
ajarkan pendidikan budi pekerti dan sebaliknya. Budi pekerti pun erat
8

hubungannya dengan kepribadian. Dengan kepribadian yang baik, seseorang
dapat mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung pada budi pekerti dalam
kehidupan sehari-hari atau sebaliknya.
E. Definisi Operasional
Disini saya mengambil judul tentang ”Peran Guru Pendidikan Agama
Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut”, dari sini
dapat disimpulkan bahwa:
1. Peran adalah merupakan hal yang penting dalam membentuk suatu pribadi
anak muslim dan ini tidak mudah dilakukan perlu yang namanya kesabaran,
ketelatenan dan ini semua harus ditempuh secara bertahap tidak bisa dilakukan
secara langsung yang mencapai hasil secara maksimal.
2. Guru pendidikan agama Islam adalah merupakan seorang pendidik
profesional yang melakukan usaha berupa bimbingan, baik jasmani maupun
rohani kepada anak didik menurut ajaran islam
4

3. Kepribadian siswa adalah tingkah laku siswa yang mengapresiasikan
kepribadian yang muncul dalam diri dan dimanifestasikan dalam perbuatan.
Dapat dikatakan juga kepribadian siswa dalam menerapkan hasil pengajaran
dalam kehidupan sehari-hari.
5



4
Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arloka, 2001),
hlm. 576
5
Alex Sobur, Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah, (Bandung: Pustaka Setia, 2003), hlm.
304
9

F. Sistematika Pembahasan
Untuk menggambarkan mengenai isi penelitian ini, maka disusun
sistematika pembahasan yang memuat kerangka pemikiran yang akan digunakan
dalam pelaporan hasil penelitian yang dilakukan. Adapun bentuk sistematika
tersebut adalah sebagai berikut:
Bab I berisi pendahuluan, yang terdiri dari beberapa sub-sub yaitu;
Konteks Penelitian, Fokus Penelitian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan
Sistematika Pembahasan.
Bab II merupakan pembahasan teori yang mendasari pemikiran-
pemikiran dalam penulisan skripsi. Teori ini diperoleh melalui tinjauan umum
tentang PAI, meliputi; Tinjauan tentang pendidikan agama Islam, dilanjutkan
tentang tinjauan tentang kepribadian siswa. Kemudian membahas tentang peran
guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa
Bab III berisi metode penelitian yang meliputi; Pendekatan dan Jenis
Penelitian, Lokasi Penelitian, Kehadiran Peneliti, Sumber Data, Tehnik
Pengumpulan Data, Analisis Data, Pengecekan Keabsahan Data, dan Tahap-tahap
Penelitian.
Bab IV memuat hasil penelitian yang menguraikan tentang deskripsi
obyek penelitian; gambaran umum sekolah, sejarah, tujuan, struktur organisasi,
dan pemaparan data tentang; peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa,
10

usaha-usaha guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa, serta faktor-faktor
yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa.
Bab V membahas analisis hasil pembahasan dari hasil temuan hasil
penelitian yakni; peran guru PAI, usaha-usaha guru PAI, serta faktor-faktor yang
terkandung dalam membentuk kepribadian siswa.
Bab VI merupakan bab penutup skripsi, yaitu berisi kesimpulan dan
diakhiri dengan saran. Kesimpulan yang dimaksud adalah dari hasil penelitian
yang didapat dari lapangan. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak yang terlibat
dalam penelitian.













11

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan tentang PAI Dalam Nenunjang Tujuan Pendidikan Nasional
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan adalah sebuah media bagi terjadinya transformasi nilai dan
ilmu yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban
manusia. Pendidikan bersinggungan dengan upaya pengembangan dan
pembinaan seluruh potensi manusia (ruhaniah dan jasadiyah) tanpa terkecuali
dan tanpa prioritas dari sejumlah potensi yang ada. Dengan pengembangan
dan pembinaan seluruh potensi tersebut, pendidikan diharapkan dapat
mengantarkan manusia pada suatu pencapaian tingkat kebudayaan yang yang
menjunjung hakikat kemanusiaan manusia.
Dalam hal ini menurut Zuhairini, yang dikutip oleh Muhaimin menjelaskan
bahwa dalam Islam pada mulanya pendidikan disebut dangan kata “ta’lim”
dan “ta’dib” mengacu pada pengertian yang lebih tinggi, dan mencakup
unsur-unsur pemgetahuan (‘ilm), pengajaran (ta’lim) dan pembimbingan
yang baik (tarbiyah). Sedangkan menurut Langgulung (1997), pendidikan
Islam itu setidak-tidaknya tercakup dalam delapan pengertian, yaitu Al-
tarbiyah al-diniyah (pendidikan keagamaan), ta’lim al-din(pengajaran
agama), al-ta’lim al-diny (pengajaran keagamaan), al-ta’lim al-Islamy
(pengajaran keislaman), tarbiyah al-muslimin (pendidikan orang-orang
12

Islam), al-tarbiyah fi al-Islam (pendidikan dalam Islam), al-tarbiyah ‘inda al-
muslimin (pendidikan di kalangan orang-orang Islam), dan al-tarbiyah al-
Islamiyah (pendidikan Islam).
6

Para ahli pendidikan biasanya lebih menyoroti istilah tersebut dari
aspek perbedaan anatara tarbiyah dan ta’lim, atau antara pendidikan dan
pengajaran, sebagaimana sering diperbincangkan dalam karya-karya
mereka.Di kalangan para penulis Indonesia, istilah pendidikan biasanya lebih
diarahkan pada pembimbingan watak, moral sikap atau kepribadian, atau lebih
mengarah pada afektif, sementara pengajaran lebih diarahkan pada
penguasaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan
psikomotor.
Sedangkan menurut Zakiah Daradjat, pengertian Pendidikan Agama
Islam dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan
terhadap anak didik, agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat
memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya
sebagai pandangan hidup (way of life).
b. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang dilaksanakan
berdasarkan ajaran Islam.

6
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2002), hlm.
36

13

c. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-
ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak
didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikannya, ia dapat
memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam yang
telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikannya sebagai suatu
pandangan hidupnya, demi keselamatan dan kesejahteraan hidup didunia
maupun di akhirat kelak.
7

Jadi, Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilkukan
pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini,
memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
8

Pengertian pendidikan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas
dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya secara sadar yang
dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam
mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik
yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sosial. Sedangkan
pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang
atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup,
sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak.

7
Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), 86
8
Abdul Majid, Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Bandung :
Remaja Rosdakarya, 2004), 132
14

Oleh karena itu pendidikan Islam, berarti pandangan hidup, sikap hidup, dan
keterampilan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai
Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah/Al-Hadits. Di dalam
GBPP PAI 1994 sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam
adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami,
menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalaui kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk
menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama
dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional.
2. Dasar Pendidikan Agama Islam
Dasar pendidikan adalah suatu landasan yang dijadikan pegangan
dalam menyelenggarakan pendidikan. Dasar pendidikan negara kita secara
Yuridis Formal telah dirumuskan dalam:
a. Undang-Undang RI No. 2, 1989, tentang sistem pendidikan Nasional Bab
II pasal 2 yaitu,”pendidikan Nasional berdasarkan pancasila dan UUD
1945.
b. Undang-Undang RI tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20
tahun 2003 memuat Tujuan Pendidikan Nasional sebagai berikut:
“Pendidikan Nasional bertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berpendidikan agama Islam mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
15

mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”.
Dengan demikian jelaslah bahwa dasar pendidikan di Indonesia adalah
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konsep dasar pendidikan agama
Islam adalah konsep atau gambaran umum tentang pendidikan. Sumber
pendidikan agama Islam adalah ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan As-
Sunnah.
9
Sebagai sumber dasar ajaran Islam, Al-Qur’an memang diturunkan
oleh Allah kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad Saw. Untuk
memberikan petunjuk dan penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan
dengan permasalahan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia ini.
Di antara permasalahan hidup manusia itu adalah masalah yang
berkaitan dengan proses pendidikan. Sedangkan As-Sunnah, berfungsi untuk
memberikan penjelasan secara oprasional dan terperinci tentang berbagai
permasalahan yang ada dalam Al-Qur’an tersebut sesuai dengan kebutuhan
dan tuntutan situasi dan kondisi kehidupan nyata.
Dengan demikian dasar pendidikan agama Islam sudah jelas dan tegas
yaitu firman Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, maka isi Al-Qur’an dan
Hadits-lah yang menjadi pedoman pendidikan agama Islam. Al-Qur’an adalah
sumber kebenaran dalam agama Islam, sedangkan Sunnah Rasulullah yang
dijadikan landasan pendidikan agama Islam adalah berupa perkataan,

9
Tadjab, Dasar-dasar Kependidikan Islam, (Malang: Karya Abditama Tim Dosen IKIP),
hlm. 40
16

perbuatan, atau pengakuan Rasulullah SAW dalam bentuk isyarat.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
;~رو =ا ¿=- Q-و ;--;-ذ ;--,-·-و ;----أ ;-- _-~- '--=- از;- ز'- --- ª- ) با,=7ا : ٧١ (
Artinya: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rosul-Nya, maka
sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar “(Q.s.
Al-Ahzab: 71)
Dari ayat tersebut dapat dipahami, bahwa apabila manusia telah
mengatur seluruh aspek kehidupannya (termasuk pendidikannya) dengan
berpedoman pada Al-qur’an dan Sunnah Rosulullah, maka akan bahagia
hidupnya dengan sebenar-benarnya bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan pendidikan agama Islam secara umum ialah, ”meningkatkan
keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang
agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa
kepada Allah SWT serta berpendidikan agama Islam mulia dalam kehidupan
kepribadian, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” (GBPP PAI, 1994).
Sedangkan dalam GBPP mata pelajaran pendidikan agama Islam kurikulum
1999, tujuan PAI tersebut lebih dipersingkat lagi, yaitu, ”agar siswa
memahami, menghayati, menyakini, dan mengamalkan ajaran Islam sehingga
menjadi manusia muslim yang beriman, bertakwa kepada Allah Swt dan
berpendidikan agama Islam mulia.
10


10
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Pelajar, 2003),
hlm. 78
17

Tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa para ahli adalah:
a. Menurut Al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah: pertama
kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah dekat dengan Allah, kedua
kesempatan manusia yang puncaknya kebahagiaan didunia dan akhirat,
karena itu berusaha mengajar manusia agar mampu mencapai tujuan-
tujuan yang dirumuskan tadi.
b. Menurut Athiya al-Abrasi, tujuan pendidikan Islam secara umum adalah:
1). Untuk membantu pembentukan pendidikan agama Islam yamg mulia
2). Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat
3). Persiapan mencari rezki dan pemeliharaan segi-segi pemanfaatan.
4). Menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan
memuaskan keinginan untuk mengetahui dan memungkinkan ia
mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri.
Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat ditarik suatu pengertian
bahwa tujuan pendidikan agama Islam yaitu untuk mencapai keseimbangan
pertumbuhan diri kepribadian manusia muslim secara menyeluruh melalui
latihan kejiwaan, akal, pikiran, kecerdasan, perasaan dan panca indera,
sehingga memiliki kepribadian yang utama untuk mencapai kebahagiaan
hidup di dunia dan akhirat.
11



11
Zainuddin, dkk, Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghozali, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991),
hlm. 59
18

4. Fungsi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah
Menurut Zakiah Daradjat mengatakan bahwa Pendidikan Agama Islam
mempunyai fungsi yang sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan
kepribadian dan mental anak, karena Pendidikan Agama Islam mempunyai
dua aspek terpenting, yaitu:
a. Ditujukan pada jiwa atau pembentukan kepribadian. Artinya bahwa
melalui pendidikan agama Islam ini anak didik diberikan keyakinan
tentang adanya Allah SWT.
b. Ditujukan kepada aspek pikiran (intelektualitas), yaitu pengajaran Agama
Islam itu sendiri. Artinya, bahwa kepercayaan kepada Allah SWT, beserta
seluruh ciptaan-Nya tidak akan sempurna manakala isi, makna yang
dikandung oleh setiap firman-Nya (ajaran-ajaran-Nya) tidak dimengerti
dan dipahami secara benar.
5. Eksistensi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah
Upaya meningkatkan mutu pendidikan sudah sejak lama dilakukan
pemerintah. Beberapa aspek yang menjadi sasaran dalam upaya tersebut
adalah meningkatkan kemampuan guru sehubungan dengan mutu Proses
Belajar Mengajar (PBM). Meningkatkan kemampuan Kepala Sekolah
sehubungan dengan pengelolaan dan manajemen sekolah. Kemampuan para
Supervisor/pengawas sehubungan dengan proses pengawasan dan penilaian
pelaksanaan pendidikan di sekolah.
19

Ada beberapa pendapat yang mengkritisi Pendidikan Agama Islam di
sekolah, di antaranya:
a. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah belum sesuai
dengan tujuan-tujuan Pendidikan Agama Islam, (Mimbar Pendidikan, No.
1 tahun XIX, 2000).
b. Soedijarto: Pendidikan Nasional belum sepenuhnya mampu
mengembangkan manusia Indonesia yang religius, berpendidikan agama
Islam, berwatak kesatria dan patriotik.
c. Nurcholis Madjid: Kegagalan pendidikan agama disebabkan Pendidikan
Agama Islam lebih menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat formal dan
hafalan, bukan pada pemaknaannya, (Pikiran Rakyat, 30 juni 2003).
d. Materi Agama (Said Agil al-Munawar) bahwa Pendidikan Agama Islam di
sekolah mengalami masalah metodologi, (Pikiran Rakyat, 2003:9)
Dari penerapan di atas dapat difahami bahwa masih banyak persoalan-
persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia yang berkaitan dengan
keberhasilan pendidikan agama. Sebab pendidikan dalam pelaksanaannya
terkait dengan berbagai komponen yang melingkupinya, masalah tujuan,
kompetensi guru, kepala sekolah, sarana dan prasarana, kurikulum, kebijakan,
keadaan murid dan lain sebagainya.



20

B. Tinjauan tentang Kepribadian Siswa
1. Pengertian Kepribadian Siswa
Kata kepribadian (Personality) sesungguhnya berasal dari bahasa
Latin: persona.
12
Pada mulanya, kata persona ini menunjuk pada topeng yang
biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman Romawi dalam memainkan
peranan-peranannya. Pada saat itu, setiap pemain sandiwara memainkan
perannya masing-masing sesuai dengan topeng yang dikenakannya. Lambat
laun, kata persona atau personality berubah menjadi istilah yang mengacu
pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau
masyarakatnya, kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku
berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya.
13

Sedangkan kata siswa disamakan dengan anak didik merupakan sekelompok
individu yang melakukan kegiatan untuk mencari suatu hal yang belum
dimengerti. Dalam pelaksanaan proses ini disebut juga sebagai proses belajar
mengajar.
14

Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dan
sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya

12
Akyas Azhari, Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta Selatan: Mizan Publika,
2004), hlm. 161
13
Baharuddin, Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap fenomena, (Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media, 2007), hlm. 206-207
14
Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm.
38
21

yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
15

Sedangkan menurut Kuncoroningrat, kepribadian adalah sebagai susunan
unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau
tindakan dari tiap-tiap individu manusia.
16

Selain itu ada beberapa definisi kepribadian lain yang dikembangkan
para ahli kepribadian. Di antaranya
17
:
a. Menurut Hilgard dan Marquis, Kepribadian adalah nilai sebagai stimulus
sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan.
b. Menurut Stern, Kepribadian adalah kehidupan seseorang secara
keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya
bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman.
c. Menurut Allport, Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem
psikofisiogik seseorang yang menentukan model penyesuaian yang unik
dengan lingkungannya.
d. Menurut Guilford, Kepribadian adalah pola trait-trait yang unik dari
seseorang.
e. Menurut Pervin, Kepribadian adalah seluruh karakteristik seseorang yang
mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi.

15
Alex Sobur, Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah, (Bandung: Pustaka Setia,2003),
hlm. 300
16
Ibid, hlm. 301
17
Al Wisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2005), hlm. 9-10
22

f. Menurut Maddy atau Burd, Kepribadian adalah seperangkat karakteristik
dan kecenderungan yang stabil yang menentukan keumuman dan
perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa dan bergerak) dari
seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami sederhana
sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologis saat itu.
g. Menurut Murray, Kepribadian adalah suatu lembaga yang mengatur
organ tubuh, yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat
dalam pengubahan kegiatan fungsional.
h. Menurut Phares, Kepribadian adalah pola khas dari pikiran, perasaan dan
tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain dan tidak
berubah lintas waktu dan situasi.
Dari berbagai perbedaan teori di atas, menurut Alex Sobur ada
beberapa persamaan ciri dalam teori tersebut yaitu:
1) Kepribadian sebagai suatu yang unik atau khas pada diri setiap orang;
2) Kepribadian dipandang sebagai organisasi yang menjadi penentu atau
pengarah tingkah laku; dan
3) Corak dan keunikan kepribadian individu ditentukan atau dipengaruhi
oleh faktor bawaan dan lingkungan.
18

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian siswa
adalah tingkah laku siswa yang mengapresiasikan kepribadian yang muncul

18
Alex Sobur, Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah, (Bandung: Pustaka Setia, 2003),
hlm. 304
23

dalam diri dan dimanifestasikan dalam perbuatan. Dapat dikatakan juga
kepribadian siswa sebagai bentuk prilaku siswa dalam menerpakan hasil
pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Siswa
Pada dasarnya kepribadian manusia itu selalu mengalami perubahan,
bahwa manusia itu mudah atau dapat dipengaruhi atau sesuatu yang ada di
sekitar atau yang mempengaruhinya. Maka, pribadi siswa sangat perlu dengan
tujuan membentuk watak atau perilaku yang baik, sehingga dapat dibimbing
menjadi siswa yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam. Misalnya, siswa
yang semula bermalas-malasan, dapat dibimbing menjadi siswa yang rajin.
Tentunya dengan ketelatenan dan perhatian dari pembimbing atau orang
disekitarnya (keluarga).
Namun, yang perlu kita sadari bahwa terdapat banyak faktor yang dapat
mempengaruhi pembentukan pribadi siswa, ada dua faktor yang berperan
terhadap pembentukan pribadi siswa. Faktor-faktor yang dimaksud adalah:
a. Faktor intern atau faktor dalam diri siswa
Faktor ini disebut juga sebagai faktor pembawaan. Sebagai yang
dijelaskan oleh Agus Sujanto bahwa yang dimaksud dengan pembawaan
adalah segala sesuatu yang dibawa oleh anak sejak lahir, baik yang
bersifat kejiwaan maupun yang bersifat kebutuhan. Kejiwaan yang
berwujud fikiran, perasaan, kemauan, fanbtasi, ingatan, dan sebagainya.
24

Jadi jelas bahwa faktor dari dalam yang dibawa anak sejak lahir
akan turut mempengaruhi terhadap kepribadiannya. Namun bagi siswa
yang menyimpang dari naluri pembawaan dalam artian mental pribadinya
banyak ditimbulkan oleh akibat pengaruh dari lingkungan mereka.
b. Faktor ekstern atau faktor dari luar lingkungan
Faktor ekstern ini biasanya merupakan yang berasal dari
lingkungan seseorang mulai dari lingkungan terkecilnya, yakni keluarga,
teman, tetangga, sampai dengan pengaruh dari berbagai media audiovisual
seperti TV dan VCD, atau media cetak seperti koran, majalah, dan
sebagainya. Adapun faktor-faktor yang berasal dari luar dari siswa dapat
digolongkan menjadi tiga golongan yaitu:
1) Lingkungan keluarga
Keluarga yang merupakan unsur masyarakat terkecil ini telah
diakui oleh semua pakar keilmuan pendidikan, bahwa keluarga
merupakan unsur utama serta suatu masyarakat besar atau negara.
Oleh karena itu, para pakar keilmuan pendidikan memberikan istilah
bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan orang tua
khususnya ibu sebagai pendidik pertama dan utama.
Sebagai lembaga pendidikan yang pertama, lingkungan adalah
pusat dimana diletakkan dasar-dasar pandangan hidup dan
pembentukan pribadi siswa. Di dalam kelurgalah siswa menerima
pengalaman pertama dalam menghadapi sesamanya atau bergaul
25

sesama manusia dan dalam menghadapi manusia pada umumnya serta
lingkungan keluarga terhadap perkembangan mental pribadi siswa.
2) Lingkungan sekolah
Sekolah sebagai bagian dari pendidikan keluarga sekaligus
sebagai kelanjutan di dalam pendidikan formal, juga berfungsi untuk
menanamkan dasar-dasar yang penting penguasaan pengetahuan-
pengetahuan dan sikap yang telah dibina dalam keluarga selama
permulaan masa kanak-kanak juga mendidik siswa beragama.
Dalam hal ini mereka mengharapkan agar siswa didiknya kelak
memiliki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam atau dengan
kata lain kepribadian muslim.
3) Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat di mana siswa bertempat tinggal turut
pula mewarnai atau mempengaruhi pembentukan pribadi siswa, karena
perkembangan jiwa siswa sangat dipengaruhi oleh keadaan
lingkungannya, pengaruh tersebut datang dari teman-temannya dalam
masyarakat sekitarnya.
Melihat realita yang ada nampaknya pengaruh tidak hanya
bersifat positif, melainkan banyak pula yang bersifat negatif. Pengaruh
yang positif dari masyarakat ini banyak kita jumpai dalam
perkumpulan-perkumpulan pemuda, organisasi-organisasi pelajar atau
mahasiswa. Sedangkan pengaruh yang negatif dalam masyarakat tidak
26

terhitung banyaknya. Dan anehnya pengaruhnya ini mudah diterima
oleh siswa dan sangat kuat meresap di hati siswa.
3. Proses Pembentukan Kepribadian Siswa
Manusia dilahirkan sudah diberikan potensi-potensi kepribadian
menurut sifat-sifat individualitas yang unik baik secara psikologis seperti
mudah marah, ramah, sabar dan lain sebagainya, maupun fisik seperti ada
yang bertubuh gemuk, kurus, bermata sipit, besar, cantik, jelek dan lain
sebagainya. Dan sejalan dengan perkembangannya manusia mengalami suatu
proses di mana proses ini akan mempengaruhi pembentukan kepribadiannya,
apabila dengan adanya faktor-faktor ”Individual Differences” yaitu faktor-
faktor yang menyebabkan adanya perbedaan antara individu satu dengan yang
lainnya.
Menurut Thomas dan Chess bahwa kepribadian individu sudah tampak
ketika individu baru dilahirkan dan pada bayi yang baru lahir perbedaan
karakteristik seperti tingkat keaktifan, rentang perhatian, kemampuan untuk
meyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan suasana hati dapat
diamati segera setelah kelahiran.
Aktinson berpendapat bahwa pembentukan kepribadian individu
dipengaruhi faktor biologis, faktor pengalaman umum, dan faktor pengalaman
unik. Pada faktor biologis, pembentukan kepribadian individu dapat diamati
setelah kelahiran dimana individu sudah diperhatikan perbedaan suasana hati
27

dan tingkat keaktifanya yang menunjukan bahwa adanya pengaruh faktor
genetik.
a. Pengalaman umum, semua keluarga dalam suatu budaya mempunyai
keyakinan, kebiasaan, dan nilai umum. Dari keyakinan dan kebiasaan
yang terdapat didalam keluarga selama fase perkembangannya, siswa
mulai belajar untuk melakukan perilaku dengan cara yang diharapkan oleh
lingkungan sekitarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
lingkungan dapat menentukan kepribadian individu. Menurut John Locke
tokoh aliran empirisme bahwa faktor lingkungan yang banyak
mempengaruhi dalam pembentukan kepribadian seseorang, baru akan
berisi bila ia menerima sesuatu dari luar lewat inderanya pendapat tersebut
lebih dikenal dengan teori tabu larasa.
b. Pengalaman unik, sejalan dengan proses perkembangan dan dengan
semakin bertambahnya usia, individu semakin banyak belajar dari
lingkungan, dari pengalaman yang diperolehnya melalui proses belajar
tersebut akan berpengaruh terhadap pola pikir dan tingkah laku individu
nantinya. Oleh karena itu dalam menghadapi tekanan sosial individu
mempunyai cara tersendiri dalam mengatasinya di mana perbedaan
perilaku mungkin disebabkan oleh perbedaan biologis (herediter) atau
sesuai dengan pengalaman yang diperolehnya dari lingkungan. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa adanya interaksi antara pengalaman
umum dan pengalaman unik individu dengan potensi bawaan yang
28

membentuk kepribadian. Tokoh yang berpendapat bahwa herediter dan
lingkungan saling mempengaruhi satu dengan lainnya yaitu W.Stern
dengan teori convergensinya menyatakan bahwa faktor lingkungan dan
faktor herediter keduanya saling berpadu menjadi satu dan keduanya
saling memberi pengaruh.
Menurut Cattle bahwa proses perkembangan kepribadian adalah
sebagai berikut:
a. Prinsip-prinsip belajar. Perubahan dan perkembangan kepribadian
individu di peroleh melalui prinsip-prinsip belajar dari serangkaian
peristiwa yang dilalui sebagai akibat dari bentuk penyesuaian antara
herediter (sebagai faktor endogen) dengan lingkungan (sebagai faktor
eksogen)
b. Peranan faktor-faktor sosio-kultural. Menurut Cattle kehidupan sosial
manusia berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian individu,
seperti keluarga, sekolah kelompok teman sebaya, Agama, partai polotik
dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan
kepribadian dipengaruhi oleh faktor herediter dan faktor lingkungan. Dimana
faktor herediter akan berkembang apabila ada rangsangan dari faktor
lingkungan, dengan proses belajar dari lingkungan tersebut individu
menjadikannya sebagai pedoman dalam berperilaku dan dengan pengalaman
29

yang di perolehnya individu mampu menyelesaikan persoalan yang akan
dihadapi apabila akan dihadapkan pada situasi yang sama, begitu juga
sebaliknya.
4. Tipe-tipe Kepribadian Siswa
Hipocrates dan Galenus mengemukakan bahwa tipologi kepribadian
dibagi 4 golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya. Yaitu:
Melankolis, sanguinisi, flegmatisi dan kolerisi.
19

Jadi dalam hal ini siswa memiliki tipologi kepribadian berbeda antara
yang satu dengan siswa yang lain yaitu:
a. Melankolis; yaitu siswa yang banyak empedu hitamnya. Tipe ini siswa
selalu bersikap murung atau muram, pesimistis dan selalu menaruh curiga;
b. Sanguinisi; yaitu siswa yang banyak darahnya, yaitu selalu menunjukkan
wajah periang, berseri-seri dan bersikap optimis;
c. Flegmatisi; yaitu siswa yang banyak lendirnya. Tipe ini siswa cenderung
lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaan tenang,
pendiriannya tidak pernah berubah; dan
d. Kolerisi; yakni banyak mengandung kuningnya. Tipe ini siswa berubah
besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, dan
sifatnya agresif.



19
Alex Sobur, op. cit, hlm 314
30

5. Urgensi Pendidikan Dalam Membentuk Kepribadian Siswa
Siswa adalah aset bagi orang tua dan tangan orang tualah anak-anak
tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Namun mungkin banyak dari kita
para orang tua yang belum menyadari bahwa sesungguhnya terjadi
perkembangan potensi yang kelak akan berharga sebagai sumber daya
manusia. Dalam lima tahun pertama yang disebut The Golden Years (tahun-
tahun keemasan), seorang anak mempunyai potensi yang sangat besar untuk
berkembang. Karena saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua kali,
sebagai orang tua yang proaktif kita harus memperhatikan benar hal-hal yang
berkenaan dengan perkembangan siswa, amanah Allah. Urgensi mendidik
siswa juga disebutkan dalam Al-qur’an:
$κš‰'‾≈ƒ ¸%!# #θ`ΖΒ#´ #θ% ¯/3 ¡Ρ& ¯/3‹¸=δ&´ρ #´‘$Ρ $δŠθ%´ρ '¨$Ζ9# ο´‘$f¸t:#´ρ $κ¯Ž=æ π3¸×‾≈=Β
âŸξ¸î Š#‰¸© āω βθ´Áèƒ ´!# $Β ¯ΝδΒ& βθ=胴ρ $Β βρ'÷∆σ`ƒ ∩∉∪
Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan”.
20


Memelihara, menurut Sayyidina Ali: didik dan ajarilah, sedangkan
menurut Sayyidina Umar: melarang mereka dari apa yang dilarang Allah dan
memerintahkan mereka apa yang diperintahkan Allah.

20
Nashih Abdullah, Ulwan. Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. (Bandung: PT Remaja
Rosda Karya, 1992), hlm:
31

Tiga hal yang dapat kita tunjukkan kepada siswa untuk dapat
membentuk kepribadian siswa yang kokoh:
a. Memberikan rasa aman yang pertama kali dengan meyakinkan anak-anak
kita bahwa orang tua mereka hanya bertuhan kepada Allah. Hal ini dapat
kita lakukan dengan senantiasa menyertakan Allah dalam segenap
aktivitasnya sehari-hari, mulai sejak bangunya di pagi hari, saat-saat dia
bermain, makan, minum, gembira, bahkan sedihnya sekalipun, sampai ia
tidur kembali. Dengan membiasakannya bangun pagi untuk belajar sholat
subuh, sholat berjamaah, berdoa saat melakukan semua aktivitas, atau
mengajarkan dia untuk berserah diri kepada Allah, misalnya ketika dia
jatuh kita bisa menghiburnya dengan berucap ”Innalilahi, anak
sholeh/sholehah jatuh ya? Sini bunda lihat, bismillah. Insya Allah
sembuh”. Rasa aman ini juga harus kita sertai dengann mengenalkan siapa
nabi kita, manusia pilihan Allah. Mungkin tidak akan efektif dengan
memberi hafalan. Pengenalan ini akan lebih melekat dibenaknya dengan
membacakan siroh kepadanya. Bagaimana kehidupan perjuangan
Rasulullah dalam menegakkan Islam. Hal ini juga penting untuk
menanamkan kecintaan kepada Al-Islam dan memperkenalkan juga
sejarah Islam, disamping menumbuhkan kecintaannya untuk membaca.
b. Menciptakan kondisi agar sejak kecil anak-anak kita tahu bahwa mereka
bahagia. Hal ini bisa kita lakukan dengan selalu menampakkan keceriaan
ketika bersama mereka, menikmati saat-saat besama mereka, mengajak
32

mereka bermain, menunjukkan perhatian kita atas apa yang mereka
lakukan atau hasil pekerjaan mereka. Saat sebelum tidur adalah waktu
yang sangat berbagi dengan si kecil jika di siang hari kita menghabiskan
sebagian besar (bahkan hampir seluruh) waktu kita di luar.
c. Merubah orientasi kita sebagai orang tua, dari orientasi duniawi kepada
orientasi ukhrawi. Orang tua sering berpikir dapat berbuat lebih banyak.
Perlu kita ketahui bahwa setiap anak terlahir dengan membawa
keunikannya sendiri-sendiri.
Adapun pendidikan yang perlu diterapkan dalam membentuk
kepribadian siswa adalah:
1) Segi keimanan
a) Menanamkan prinsip ketauhidan, mengokohkan pondasi iman
b) Mencari teman yang baik
c) Memperhatikan kegiatan anak.
2) Segi moral
a) Kejujuran, tidak munafik
b) Menjaga lisan dan berakhlak mulia.
3) Segi mental dan intelektual
a) Mempelajari fardhu ’ain dan fardhu kifayah
b) Mempelajari sejarah Islam
33

c) Menyenangi bacaan bermutu yang dapat meningkatkan kualitas
diri
d) Menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal.
4) Segi jasmani
a) Diberi nafkah wajib, kebutuhan dasar anak seperti makanan,
tempat tinggal, kesehatan, pakaian, dan pendidikan
b) Latihan jasmani, beroleh raga
c) Menghindarkan diri kebiasaan yang merusak jasmani.
5) Segi psikologis
a) Gejala malu, takut, minder
b) Gejala manja, egois dan pemarah.
6) Segi sosial
a) Menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhak dalam
kehidupan
b) Etika sosial anak.
7) Segi spiritual
a) Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraan, melihat
setiap gerak geriknya dan mengetahui apa yang dirasakan
b) Memperhatikan khusuk, takwa dan ibadah.
C. Peran Guru PAI Dalam Membentuk Kepribadian Siswa.
1. Internalisasi Nilai-nilai Moral
34

Pendidikan moral ialah serangkaian sendi moral, keutamaan tingkah
laku dan naluri yang wajib dilakukan siswa, diusahakan dan dibiasakan sejak
ia mumayiz dan mampu berfikir menjadi mukalaf, berangsur memasuki usia
pemuda dan siap menyongsong kehidupan.
Suatu hal yang tidak diragukan bahwa keutamaan akhlak, keutamaan
tingkah laku dan naluri merupakan salah satu buah iman yang meresap dalam
pertumbuhan keberagamaan yang sehat.
Pada saat pendidikan anak itu, jauh dari akidah Islam, hampa dari
bimbingan agama, serta tidak ada hubungan dengan Allah SWT. Maka tidak
diragukan lagi anak tersebut akan cenderung fisik, menyeleweng, dan akan
tumbuh dalam kesesatan. Malah ia akan mengumbar hawa nafsunya
mengikuti nasfu jahatnya dan bisikan setan yang sesuai dengan hawa nafsu
dan tuntutannya yang rendah.
Begitulah dia akan berbuat sejalan dengan hawa nafsu jahatnya. Dia
akan selalu terdorong ke lembah perbuatan yang menyimpang, tunduk kepada
hawa nafsu yang membuatnya buta dan tuli. Nafsunyalah yang menjadi
sesembahanya. Allah berfirman:
Β´ρ ‘≅Ê& ¸´ϑ¸Β ì7?# µ1´θδ ¸Ž¯ó¸/ “‰δ š∅¸Β ¸!#
"dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa
nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. “

35

Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa pendidikan imanlah
yang akan dapat mengendalikan perilaku menyimpang, yang akan meluruskan
kepincangan yang rusak, dan akan memperbaiki jiwa manusia. Tanpa iman,
perbaikan tidak mungkin terwujud, begitu juga ketenangan, dan moralpun
tidak akan tegak.
Karena hubungan erat antara iman dan akhlak serta keterkaitan antara
akidah dan amal perbuatan yang kokoh, maka perlu adanya penanaman nilai-
nilai moral sejak dini. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdur-Razaq, dari
Ibnu Abbas r.a., dari Sa’ad bin Mansyur, dari selain mereka berdua, dari Ali
r.a. dengan hadist:
.· ª-= - ا _- ر ¸'= ¸= '-ه ¸,=و ر ,--- ¸- -·-و س '-= ¸- ا ¸= : ُ »ُ ´ْ ,ِ 'ْ هَ أَ و ْ»ُ آَ د'َ ' ْوَ ا اْ,ُ -ِ 'َ =
ْ»ُ هْ,ُ -ِ دَ اَ و َ ¸ْ ,َ =ْ 'ا ) قاز¸'ا --= -اور (
Dari ibnu Abbas dan sa’ad bin mansyur berkata: Rasulullah saw
berkata: “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian dan keluarga kalian
kebaikan, dan didiklah mereka”. (H.R Abdur Razaq)
Dari sebagian hadist yang berhubungan dengan pendidikan dapatlah
dipahami bahwa para pendidik, terutama para ibu dan bapaknya, mempunyai
tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak-anak untuk kebaikan dan
membekali mereka dengan sendi-sendi moral.
Tanggung jawab mereka dalam bidang ini merupakan tanggung jawab
yang mencakup setiap yang berkaitan dengan perbaikan jiwa anak pinak,
meluruskan kepincangan, mengangkatnya dari kehinaan dan memperbaiki
pergaulannya dengan orang lain. Mereka bertanggung jawab dalam
36

membebaskan lidah mereka dari sifat mencela, mengejek, mengatakan yang
jelek-jelek, dan membebaskannya dari segala yang lahir akibat moral yang
jahat dan pendidikan yang rusak. Maka layaklah para bapak, ibu, dan setiap
orang yang berkepentingan terhadap masalah pendidikan dan moral untuk
menghindarkan anak-anak dari empat gejala berikut dan harus menjaga
mereka dari perbuatan-perbuatan terburuk, moral yang rusak, dan sifat-sifat
yang hina.
Adapun gejala-gejala yang empat tersebut adalah sebagai berikut:
a. Gejala suka berdusta.
b. Gejala suka mencuri.
c. Gejala suka mencerca dan suka mengumpat.
d. Gejala kenakalan dan penyelewengan.
21

Adapun dusta merupakan gejala yang paling buruk dalam pandangan
Islam. Oleh karena itu, para pendidik harus meningkatkan perhatian dan
pengawasan terhadap mereka, dan berupaya sungguh-sungguh untuk
menyelamatkan anak-anak dan menghindarkan mereka jauh-jauh dari segala
bentuk kegelinciran dusta dan buruknya kemunafikan.
2. Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan
Anak merupakan anugerah yang besar dari Allah sekaligus merupakan
amanat Allah yang harus dibana, dipelihara dan dijaga serta dididik agar


21
Abdullah Nashih, Ulwan, Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1992), hlm. 169-175
37

menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat, mempunyai
sikap yang sehat serta berakhlak mulia. Orang tua sebagai pendidik utama dan
prtama bertanggung jawab atas penanaman rasa keagamaan anak sejak dalam
kandungan hingga dewasanya, karena pendidikan agama merupakan landasan
mental bagi anak agar dapat berpikir dan bersikap yang sesuai dengan konsep
Islam yang merupakan cerminan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajaran agama akan lebih tertanam dalam diri anak yang mempunyai
orang tua yang hidup dalam suasana keagamaan. Anak yang jauh dari suasana
agama akan mempunyai perasaan yang kebal terhadap kesulitan.
Latihan-latihan keagamaan hendaklah dilakukan sedemikian rupa
hingga menumbuhkan nilai-nilai dan rasa anam, Karena mempunyai nilai
tersebut sangat diperluaskan dalam pertumbuhan kepribadian siswa. Apabila
latihan-latihan agama dilakukan pada waktu kecil atau diberikan dengan cara
yang kaku, salah atau tidak cocok, dengan anak, maka waktu ia dewasa nanti
akan cenderung kepada orang yang tidak peduli dengan agama atau kurang
merasakan pentingnya agama bagi dirinya.
Menurut Ulwan, bahwa cara yang dilakukan untuk membina rasa
keagamaan pada diri siswa dengan melalui beberapa faktor, antara lain:
a. Pendidikan dengan keteladenan
Keteladenan merupakan bagian dari sejumlah metode yang
paling efektif dalam mempersiapkan dan membentuk siswa secara moral,
spiritual dan sosial. Sebab, seorang pendidik merupakan contoh ideal
38

dalam pendangan siswa, yang tingkah lakunya dan sopan santunya akan
ditiru siswa, baik disadari maupun tidak, karena itu keteladenan
merupakan faktor penentu baik buruknya siswa. Sebagaimana firman
Allah SWT. Dalam Surat Al-Ahzab ayat 21, yaitu:
‰)9 β%. ¯Ν39 ’¸û ¸Αθ™´‘ ¸!# ο´θ`™& π´Ζ¡m ϑ¸9 β%. #θ`_¯ƒ ´!# Π¯θ´‹9#´ρ ¸zψ# .Œ´ρ ´!#
#Ž¸V. ∩⊄⊇∪
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
Dia banyak menyebut Allah.”
22


Pendidikan dengan keteladenan dimulai dari orang tua, teman
sepergaulan yang baik, guru dan seluruh anggota keluarga merupakan
salah satu faktor yang efektif dalam upaya memperbaiki, membimbing
dan mempersiapkan siswa menjadi insan yang berakhlak mulia.
b. Pendidikan dengan adat kebiasaan
Pada dasarnya telah diakui dan ditetapkan dalam syari’at Islam
bahwa pada awal penciptaannya seorang anak itu dalam keadaan suci dan
bertauhid murni, beragama yang lurus dan beriman kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah, dalam surat Ar-Ruum ayat: 30, yang berbunyi:
`Ο¸%'ù 7 γ_´ ρ ¸¸$#¸9 $‹¸Ζm NÜ¸ù ¸!# ¸L9# Üù ´¨$Ζ9# $κ¯Ž=æ Ÿω Ÿ≅ƒ¸‰¯7? ¸,=⇐¸9 ¸!#
š¸9≡Œ ¸$!# `Ο¸¯Š)9# ∅¸3≈9´ρ ´ŽY2& ¸¨$Ζ9# Ÿω βθϑ=èƒ ∩⊂⊃∪

22
Ibid, hlm. 670
39

Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada
agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan
pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui”.
23


Dari ayat tersebut di atas bahwa setiap manusia yang diciptakan
Allah mempunyai naluri keagamaan. Dan dari hal tersebut diterangkan
pembiasaan dan pengajaran serta pendidikan dalam menumbuhkan dan
membimbing siswa kedalam tauhid murni, akhlak mulia, keutamaan jiwa
dan untuk melaksanakan syari’at yang hanif (lurus).
Pendidikan dengan pembiasaan adalah salah satu penunjang
pokok kependidikan dalam upaya menumbuhkan keimanan siswa yang
beriman dan berguna bagi nusa dan bangsa. Maka tidak diragukan lagi,
mendidik dan melatih anak sejak dini merupakan sesuatu yang
memberikan hasil paling utama dalam pembinaan siswa.
c. Pendidikan dengan nasihat
Nasihat merupakan cara yang efektif dalam menanamkan rasa
keagamaan nasihat juga sangat berperan di dalam upaya membentuk
keimanan siswa, mempersiapkannya secara moral, psikis, dan social serta
dalam menjelaskan kepada siswa segala hakikat, nilai-nilai agama, dan
mengajarkannya prinsip-prinsip Islam. Mengingat sangat pentingnya
nasihat ini Allah berfirman dalam surat Adz-Dzariyaat ayat: 55, yaitu:

23
Ibid, hlm. 645
40

¯¸.Œ´ρ β¸*ù “.¸%!# ìΖ? š¸Ζ¸Βσϑ9# ∩∈∈∪
Artinya: “Dan tetaplah memberi peringatan, karena
Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang
beriman”.
24


d. Pendidikan dengan pengawasan
Maksudnya pendidikan ini adalah mendampingi siswa dalam
upaya membentuk aqidah dan moral serta mengawasinya dalam
mempersiapkannya baik secara psikis ataupun social. Hal ini merupakan
dasar yang kuat dalam mewujudkan manusia yang seimbang, yang dapat
menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan baik dalam kehidupannya
serta menciptakan seorang muslim yang hakiki. Sebagaimana firman
Allah surat Thaahaa ayat 132 yang berhubungan dengan pengawasan,
yaitu:
¯`Β&´ρ 7=δ& ¸οθ=¯Á9$¸/ Ž¸9ܹ#´ρ $κ¯Ž=æ Ÿω 7=↔`¡Σ $%—¸‘ tΥ 7%`—¯Ρ π6¸)≈è9#´ρ “´θ)−G=¸9
Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan
shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami
tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki
kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang
bertakwa”.
25

e. Pendidikan dengan hukuman (sanksi)
Menurut Nur Aini hukuman merupakan alat pendidikan yang
berbentuk penarikan suatu positif yang sengaja dilaksanakan agar pihak
lain menarik kembali atau menghentikan tingkah lakunya yang tidak

24
Ibid, hlm. 862
25
Ibid, hlm. 132
41

diharapkan. Pada dasarnya hokum-hukum dalam syari’at Islam yang lurus
dan prinsip-prinsip yang universal bertujuan memelihara kebutuhan-
kebutuhan asasi yang dipenuhi dan dipertahankan.
Adapun hukuman-hukuman yang dapat dilaksanakan oleh para
pendidik maupun orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan pada
sisewa, yaitu:
1) Memperlakukan siswa dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
2) Member sanksi kepada siswa yang salah
3) Mengatasi dengan bertahap dari yang paling ringan samapi kepada
yang paling berat.

Tahap-tahap pemberian sanksi, yaitu:
1) Memberitahu kesalahan di iringi dengan bimbingan
2) Menyalahkan dengan lembut
3) Menyalahkan dengan isyarat
4) Menyalahkan dengan taubih (menjelekkan)
5) Memperbaiki kesalahan dengan meninggalkan pergi (tidak mengajak
bicara kepada yang berbuat salah)
6) Memperbaiki kesalahan dengan memukul
7) Menyadarkan kesalahan dengan sanksi yang keras.
3. Internalisasi Nilai-nilai Keimanan
42

Yang dimaksud dengan pendidikan iman ialah mengikat anak dengan
dasar-dasar iman, membiasakannya sejak mulai paham melaksanakan rukun-
rukun Islam, dan mengajarinya sejak mumayyiz dasar-dasar syariat Islam yang
agung. Dasar syariat ialah setiap yang berhubungan dengan system Rabbani
dan ajaran-ajaran Islam seperti akidah, ibadah, akhlak, perundang-undangan,
peraturan-peraturan, dan hukum-hukum.
Dengan demikian, tugas dan kewajiban pendidikan ialah menumbuh
besarkan seorang anak, sejak pertumbuhannya atas dasar konsep pendidikan
iman dan atas dasar-dasar ajaran-ajaran Islam sehingga ia terikat oleh akidah
dan ibadah Islam dan berkomunikasi dengan-Nya lewat sistem dan peraturan
Islam. Setalah pengarahan dan bimbingan ini, ia tidak mengenal selain Islam
sebagai agama, Al-Qur’an sebagai iman, dan Rasul SAW sebagai pemimpin
dan panutan.














43









BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang
diperlukan bersifat data yang diambil langsung dari obyek penelitian tanpa
memberikan perlakuan sedikitpun dari data yang terkumpul.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, Penelitian deskriptif adalah
penelitian yang berusaha untuk memutarkan pemecahan masalah yang ada
semarang berdasarkan data-data yang kemudian disajikan, dianalisis dan
diinterpretasikan. Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan
sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu.
26

Terkait dengan jenis penelitian tersebut, maka pendekatan penelitian
bertumpu pada pendekatan fenomenologis, yakni usaha untuk memahami arti
peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi
tertentu. Dengan pendekatan ini bahwa Peran Guru Pendidikan Agama Islam

26
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm. 8


44

dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung, dapat dideskripsikan secara lebih teliti dan mendalam.


B. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini kehadiran peneliti sangat dipentingkan, selain itu
peneliti sendiri yang bertindak sebagai instrumen penelitian. Di mana peneliti
bertugas untuk merencanakan, melaksanakan pengumpulan data, menganalisis,
menafsir data dan pada akhirnya peneliti juga yang menjadi pelopor hasil
penelitiannya. Hal ini dikarenakan agar dapat lebih dalam memahami latar
penelitian dan konteks penelitian.
Dalam penelitian ini para peneliti adalah sebagai pengamat penuh,
yaitu sebagai pengamat yang terlibat secara langsung dengan subyek penelitian
dalam menjalankan proses pendidikan, hal ini dilakukan karena sebagai upaya
untuk menjaga obyektifitas hasil penelitian.
Untuk melaksanakan penelitian ini terlebih dahulu peneliti
mengajukan surat izin penelitian sebagai salah satu persyaratan. Dalam
mengajukan surat perizinan penelitian dilakukan secara formal dengan
menyerahkan surat izin penelitian dari pihak kampus kepada pihak sekolah,
dalam hal ini kepala sekolah yang berwenang dalam mengambil keputusan atas
proses perizinan penelitian tersbut. Yang kemudian dilanjutkan dengan
hubungan secara emosional dengan para perangkat sekolah dan juga siswa yang
45

nantinya akan menjadi obyek penelitian. Hal tersebut diharapkan agar
terwujudnya suasana harmonis antara peneliti dan obyek penelitian.


B. Sumber Data
Sumber data merupakan asal informasi yang diperoleh dalam kegiatan
penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya
dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan.
27
Berarti data primer
merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petuagas-
petugasnya) dari sumber pertamanya.
Adapun dalam penelitian ini, data primer yang diperoleh oleh peneliti
adalah hasil wawancara dengan kepala Sekolah, Wak. Kurikulum, guru
pengajar pendidikan agama Islam dan siswa SMP Negeri I Ngunut
Tulungagung.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh oleh suatu organisasi dalam
bentuk yang sudah jadi berupa publikasi. Adapun yang akan menjadi data
sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang latar belakang obyek

27
J. Supranto, Metode Ramalan Kuantitatif (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hlm. 8

46

penelitian, keadaan fasilitas kelas, tata tertib kelas, keadaan siswa dan guru,
foto-foto kegiatan pembelajaran, struktur organisasi, nama-nama guru dan
pegawai, nama-nama siswa dan kondisi sarana prasarana SMP Negeri I
Ngunut Tulungagung.
C. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti ini dilakukan. Dalam
hal ini, SMP Negeri I merupakan lembaga pendidkan yang berada di bawah yang
ideal dan memilki visi: Unggulan dalam kelembagaan dan prestasi di landasi
Iman dan Taqwa. SMP Negeri I berlokasi di Jl. Recobarong Ngunut
Tulungagung.
D. Tehnik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang valid pada suatu penelitian, maka dalam
penelitian ini penulis menggunakan metode:
1. Metode Pengamatan (Observasi)
Metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara
sistemik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.
28
Dengan
metode ini, peneliti akan dapat mengetahui secara jelas bagaimana penerapan
peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung.
Adapun metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data riil
tentang:


28
S. Margono, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 158
47

a. Suasana pengajaran serta tingkah laku (kepribadian) siswa SMP Negeri I
Ngunut Tulungagung.
b. Suasana kegiatan istighosah siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung.

2. Metode Interview
Interview merupakan metode pengumpulan data yang digunakan
untuk mendapatkan keterangan atau informasi melalui percakapan secara
langsung atau tatap muka.
Dalam penelitian ini, metode interview digunakan untuk memperoleh
data tentang:
a. Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa
di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
b. Usaha-usaha kegiatan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP
Negeri I Ngunut Tulungagung
c. Faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
3. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui
peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang
48

pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan nilai-nilai yang berhubungan
dengan masalah penelitian.
29

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi
adalah suatu cara yang digunakan untuk mencatat informasi yang riil berupa
dokumen, catatan dan laporan yang tertulis serta relevan dengan tujuan
penelitian. Metode ini dipergunkan sebagai pelengkap dari metode lainnya
dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung
jawabkan kebenarannya. Dalam metode ini penulis ingin memperoleh data
tentang: sejarah berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, visi dan misi
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung.
E. Analisis Data
Dalam menganalisis data yang peneliti peroleh dari observasi,
interview, dan dokumentasi, penulis menggunakan metode deskriptif. Metode ini
peneliti gunakan untuk menentukan dan menafsirkan serta menguraikan data yang
bersifat kualitatif yang peneliti peroleh dari metode tersebut.
Karena peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, maka analisa
datanya dilakukan pada saat kegiatan penelitian berlangsung dan dilakukan
setelah pengumpulan data selesai. Di mana data tersebut dianalisa secara cermat
dan teliti sebelum disajikan dalam bentuk laporan yang utuh dan sempurna.
Proses analisis data dilakukan oleh peneliti adalah dengan langkah-
langkah sebagai berikut:


29
S. Margono, Op. cit., hlm. 181
49

1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan analisis data yang menajamkan, menggolongkan data
dengan cara sedemikian rupa kesimpulan dapat ditarik kesimpulan atau data
diverikasi. Data yang diperoleh dari lapangan langsung ditulis dengan rinci
dan sistematis setiap selesai mengumpulkan data.


2. Display data atau penyajian data
Yaitu mengumpulkan data atau informasi secara tersusun yang memberi
kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Data
yang sudah ada disusun dengan menggunakan teks yang bersifat naratif,
selain itu juga bersifat matrik, grafik, network dan chart.
3. Menarik kesimpulan atau verifikasi
yaitu merupakan rangkaian analisis puncak. Meskipun begitu kesimpulan juga
membutuhkan verifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi
dimaksudkan untuk menghasilkan kesimpulan yang valid.
F. Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data dilakukan agar memperoleh hasil yang
valid dan dapat dipertanggungjawabkan serta dipercaya oleh semua pihak. Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data dengan
triangulasi sumber.
50

Triangulasi sumber adalah membandingkan dan mengecek baik derajat
kepercayaan status informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda
dalam metode kualitatif.
30

G. Tahap-tahap Penelitian
Tahap-tahap yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan
penelitian dilapangan atau obyek penelitian adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Menyusun Instrumen
Penyusunan instrumen penelitian ini disusun berdasarkan tujuan penelitian
dan jenis data yang disajikan sumber penelitian, instrumen yang
digunakan dalam mengumpulkan jenis data adalah observasi, interview,
dan dokumentasi.
b. Mendatangi Responden
Hal ini perlu dilakukan dengan maksud supaya dalam melakukan
penelitian tidak terjadi kesalah pahaman bagi responden. Maka peneliti
perlu mandatangi responden untuk memberi informasi seperlunya pada
responden (kepala sekolah, guru-guru khususnya guru pendidikan agama
Islam dan sebagian siswa).
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian


30
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,
2005), 330.
51

a. Melakukan pengamatan. Tahap pelaksanaan penelitian adalah untuk
mengetahui kondisi sekolah, keadaan seperti cara berpakain, etika
berbicara kepada orang lain.
b. Melakukan wawancara dengan para informan.
c. Mengumpulkan semua data yang dianggap perlu, seperti data tentang
profil sekolah dan pelaksanaan-pelaksanaan pengajaran.



3. Tahap Penyelesaian
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menyusun data-data yang telah
diperoleh dan dianalisis kedalam bentuk laporan hasil penelitian yang
didapatkan pada bab IV dan bab V.

















52


BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Profil sekolah SMP Negeri I Ngunut Tulungagung telah diberi
nama UPTD SMP NEGERI 1 NGUNUT. No. Statistik sekolah adalah
201051605005 dengan tipe B yang beralamat Jl. Recobarong, kecamata
Ngunut, kabupaten/kota Tulungagung, propinsi Jawa Timur. SMP Negeri I
Ngunut bersetatus Negeri, dan sekolah ini mempunyai Nilai Akreditasi A,
Skor = 92,10. Sekolah SMP Negeri I Ngunut ini dengan luas lahan 9.795 m
2

dan jumlah rombel 26, Nilai Akreditasi Sekolah: 92,10.
2. Visi dan Misi SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Visi SMP Negeri I Ngunut adalah Unggulan dalam kelembagaan
dan prestasi di landasi Iman dan Taqwa. Sedangkan misinya adalah 1)
Mewujudkan peringatan fasilitas pembelajaran bagi semua siswa, 2)
Mewujudkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai SNP, 3)
Mewujudkan pembelajaran dan bimbingan yang efektif, 4) Mewujudkan
tenaga pendidikan yang professional, 5) Mewujudkan standar penilaian
sesuai dengan SNP, 6) Mewujudkan peningkatan pengalaman ajaran sesuai
53

keyakinannya, 7) Mewujudkan program pembentukan budi pekerti yang
luhur, 8) Mewujudkan media komunikasi dan informasi bagi masyarakat.
B. Penyajian Data
Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah mengungkapkan data
yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang
ada di dalam pembahasan skripsi ini. Sesuai dengan data yang diperoleh peneliti
maka dapat disajikan sebagai berikut:
1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa
di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Di dalam sebuah lembaga sekolah segala program kegiatan harus
sepengetahuan kepala sekolah, karena kepala sekolah adalah sebagai
pemimpin pada lembaga tersebut. Dalam hal ini peneliti melakukan
wawancara dengan kepala sekolah, dan hasilnya adalah sebagai berikut:
”Bawasanya kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut ini akan semakin
berkualitas dimata masyarakat luas sehingga keberadaanya itu akan lebih
dipercaya ditengah masyarakat luas sebagian lembaga pendidikan Islam yang
ideal, dengan meningkatkan keprofisionalan seorang pendidik dalam
membentuk kepribadian siswa. Karena itu saya menghimbau guru untuk lebih
Inten dalam mengajar dan dalam membina anak-anak di sini sehingga saya
berharap guru bisa lebih menjadi suri tauladan anak-anak”.
31

Artinya guru di sini diharapkan bisa lebih memberikan perhatian lebih
kepada anak-anak. Agar bisa menghasilkan siswa yang berkualitas. Ada
beberapa kebijakan kepala sekolah di sini untuk memudahkan guru dalam

31
Wawancara, Wiwik (Kepala Sekolah), Jum’at, 30 April 2010, Jam: 09.00

54

membentuk kepribadian siswa. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara
dengan kepala sekolah, dan hasilnya adalah sebagai berikut:
“Saya sebagai kepala sekolah mempunyai keinginan agar siswa-siswa lulusan
sini itu bisa terlihat hasilnya. Oleh karena itu membuat beberapa kebijakan
dalam membentuk kepribadian siswa, di antara diadakannya Istigosah dan
lain-lain”
32

Guru adalah sebagai pelaksana pembinaan kepribadian dan untuk
mengetahui sejauh mana peran guru pendidikan agama Islam dalam
membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut, dalam hal ini peneliti
juga melakukan wawancara dengan 3 (tiga) guru PAI SMP Negeri I Ngunut,
dan hasilnya adalah sebagai berikut:
“ Sebagai seorang guru saya berusaha menggunakan pendekatan-pendekatan
klasikal pada anak. Kita harus bisa memposisikan sebagai hakim, artinya kita
harus bisa bertindak sebagai seorang guru, bertindak seorang tua, dan kapan
kita harus menempatkan diri sebagai teman, karena terkadang anak itu
memiliki kepribadian yang menyimpang atau nakal karena mintak perhatian
lebih, dan harus menjadi vasilator yang baik bagi anak didik”
33

“Dalam membentuk kepribadian siswa saya menghubungkan dengan
pelajaran-pelajaran yang ada dan memberikan pendekatan-pendekatan pada
anak guna lebih mendalam memahami karakter anak-anak yang berbeda-beda,
dan saya sebagai guru agama saya lebih menggunakan praktek langsung
kepada anak, karena dengan praktek langsung lebih melekat di anak-anak, dan
berusaha menjadi Informan yang baik pula kerena Informasi yang salah racun
bagi anak didik”
34

“Membentuk kepribadian siswa memeng tidak mudah melihat latar belakang
siswa yang notabennya memiliki latar belakang keluarga yang berbeda seperti
anak yang kurang perhatian dari orang tua, belum lagi anak pindahan dari
sekolah suasta. Jadi pendekatan Individu anak menurut saya sangat diperlukan
karena itu ketika melihat anak yang memiliki kepribadian yang menyimpang
saya berusaha mendekati anak itu agar lebih baik dengan mengidentifikasi

32
Wawancara, Wiwik (Kepala Sekolah), Jum’at, 30 April 2010, Jam: 09.15
33
Wawancara, Mujiono (Guru PAI), Senin, 3 Mei 2010, Jam: 09.30
34
Wawancara, Rifa’I (Guru PAI), Kamis, 6 Mei 2010, Jam: 09.30
55

permasalahan-permasalahan yang di alami dan berusaha menjadi pembimbing
yang baik bagi anak. Memang tidak mudah tapi itulah tugas guru”
35

Melihat dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa Rata-rata
guru PAI ketika melakukan pembentukan kepribadian tidak terlepas dari
kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sekolah. Selain itu guru juga
melakukan pendekatan seperti pendekatan klasik, dimana seorang guru harus
bisa memposisikan sebagai seorang guru, bertindak sebagai orang tua, dan
kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman, dan ada juga yang
menggunakan metode yang lain misalnya dengan praktek langsung karena
dengan ini lebih melekat dan merasa lebih efektif. Selain dari pada itu menjadi
Informan, fasilator dan pembimbing yang baik. Yang nantinya diharapkan
dapat membentuk pribadi siswa yang diharapkan dan kelak nantinya apabila
sudah keluar dari sekolah ini menjadi siswa yang bisa membawa nama baik
sekolah.
Kemudian unutk melihat sejauh mana keberhasilan peran guru
pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa. Peneliti
mewawancarai beberapa siswa dan hasilnya adalah sebagai berikut:
“Kami sangat antusiasi sekali karena dengan adanya pembentukan pribadi
siswa membuat kami sadar akan pentingnya berkepribadian yang baik,
memberi wawasan kepada kami tentang bagaimana berhubungan dengan
orang lain dengan baik dan juga membuat kami lebih baik yang semula kami
lebih suka membangkang atau melanggar”
36

Dari sini bisa kita lihat bawasanya siswa antusias sekali dengan
pembentukan pribadi siswa yang dilakukan guru SMP Negeri I Ngunut.

35
Wawancara, Muhaimin (Guru PAI), Sabtu, 8 Mei 2010,Jam: 08.00
36
Wawancara, Nida (Siswa), Rabu, 5 Mei 2010, Jam: 09.30
56

Karena baginya juga bisa menambah pengetahuannya tentang kedudukannya
sebagai manusia dan bagaimana berhubungan dengan orang lain. Karena kita
selain menjaga hubungan dengan Allah kita juga harus menjaga hubungan
dengan manusia. Juga dengan adanya pembentukan pribadi siswa, siswa
merasa dirinya jauh lebih baik bagaimana cara bertingkah laku dan cara
bergaul yang baik.
2. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Hal tersebut di atas dipertegas pula oleh 3 (tiga) guru PAI bahwa yang
paling penting dalam pelaksanaan pembentukan kepribadian siswa ada
beberapa hal yaitu:
”1) Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata, 2)
mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku
menyimpang dari agama, lewat upacara, waktu mengajar maupun di luar itu,
3) melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami, 4)
melalui kesenian yang bernafaskan Islam,contoh: hadrah”.
37

”1) Mengenalkan anak didik dengan agama melalui pengajaran Al-Qur’an
dengan membiasakannya membaca setiap hari, 2) mengenalkan perintah
shalat dan memberikan pelajaran shalat serta menerapkannya setiap hari
dengan cara shalat berjama’ah tiap shalat dhuhur, 3) mengajarkan sopan
santun atau akhlakul karimah kepada orang yang lebih tua terutama kepada
orang tua, guru, serta temen-temennya, 4) membiasakan hidup sehat”.
38

”Dalam pembentukan kepribadian siswa terutama pembentukan agama pada
siswa banyak hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan supaya
pendidikan tersebut dapat diterima oleh siswa dengan senang bukan sesuatu
paksaan yaitu dengan cara memberikan pelajaran Al-Qur’an dengan metode
yang sesuai untuk siswa, memeberikan contoh, melatih dan membiasakan
siswa untuk melakukan kebaikan, serta mengawasi apa yang dilakukan siswa

37
Wawancara, Pak Rifa’I (Guru PAI), Kamis, 6 Mei 2010, Jam: 09.00
38
Wawancara, Pak Muhaimin (Guru PAI), Jum’at, 7 Mei 2010, Jam: 09.30
57

dan menasehati dengan kasih sayang. Dengan demikian siswa mempunyai
gambaran yang baik untuk dirinya dan mereka juga merasa diperhatikan”.
39


3. Faktor-faktor Yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian Siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Seperti dipertegas oleh pak Muhaimin bahwa faktor yang terkandung
dalam pembentukan kepribadian siswa adalah:
”1) Faktor sekolah, 2) faktor guru agama, 3) faktor orang tua, 4) faktor
lingkungan dimana siswa berada termasuk teman bergaul”.
40


Kemudian dipertegas pula oleh pak Mujiono bahwa dalam membentuk
kepribadian siswa ada beberapa faktor di antaranya adalah:
”1) Menanamkan keimanan (aqidah) siswa, 2) menanamkan ibadah siswa, 3)
menanamkan nilai-nilai mulia, 4) mendidik akhlak”.
41



















39
Wawancara, Pak Mujiono (Guru PAI), Sabtu, 8 Mei 2010, Jam: 10.00
40
Wawancara, Muhaimin (Guru PAI), Sabtu, 8 Mei 2010, Jam: 10.00
41
Wawancara, Mujiono (Guru PAI), Sabtu,8 Mei 2010, Jam: 08.30
58

BAB V
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian
adalah suatu proses dimana guru memiliki peran aktif dalam membentuk
kepribadian siswa. Secara definisi guru adalah seorang administrator, informator,
konduktor dan berkelakuan menurut masyarakat. Dari seorang guru, sebagai
pendidik bisa membangun generasi baru yang memiliki tingkah laku yang
bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan negara.
Begitu halnya apa yang ada di SMP Negeri I Ngunut, siswa yang ada
sangat beragam sekali, tapi yang paling menarik untuk dijadikan bahan kajian
adalah ”Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian
Siswa”.
Sebagaimana data yang diperoleh dilapangan, ada beberapa pembentukan yang
dilakukan tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang ada di SMP Negeri I
Ngunut. Jadi dalam membentuk kepribadian siswa, disana menggunakan
beberapa program yang telah disepakati bersama. Yang manna dengan program
ini diharapkan dapat membantu memudahkan dalam membentuk kepribadian
siswa serta diharapkan juga nantinya dapat mencetak siswa yang berkualitas baik
59

intelektualnya maupun dalam tingkah lakunya (akhlaknya) atau memilki pribadi
yang baik.
Dari data lapangan, peran guru pendidikan agama islam dalam
membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut dapat diketahui apa yang
dilakukan oleh guru. Guru melakukan sebagai metode atau cara agar dapat
membentuk kepribadian siswa yang nantinya diharapkan bisa menumbuhkan
pribadi-pribadi yang baik secara jasmaniah dan rohaniah baik dalam bergaul di
dalam keluarga atau lingkungan masyarakat dan tentunya bisa membawa nama
baik sekolah.
Pembentukan kepribadian siswa yang dilakukan guru tentunya
mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Artinya dalam hal ini, guru sebagai
seorang pelaksana pembentukan yang memiliki peran dalam membentuk
kepribadian siswa yang lebih baik, baik dari tingkah laku dan perbuatannya.
B. Usaha-usaha Guru PAI dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP
Negeri I Ngunut Tulungagung
Untuk mencapai suatu tujuan banyak usaha yang di lakukan oleh pihak
SMP Negeri I Ngunut sendiri dalam upaya pembentukan kepribadian siswa
sebagai berikut:
1. Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata
2. Mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku
menyimpang dari agama, lewat upacara, waktu mengajar maupun di luar itu
60

3. Melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami
4. Melalui kesenian yang bernafaskan Islam,contoh: hadrah.
Dalam pembentukan siswa terutama pembentukan agama pada anak
pra sekolah banyak hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan supaya
pendidikan tersebut dapat diterima oleh siswa dengan senang bukan suatu
paksaan yaitu dengan cara memberikan pelajaran Al-qur’an dengan metode yang
sesuai untuk anak, memberikan contoh, melatih dan membiasakan anak untuk
melakukan kebaikin, serta mengawasi apa yang dilakukan anak dan menasehati
dengan kasih sayang. Dengan demikian siswa mempunyai gambaran yang baik
untuk dirinya dan mereka juga merasa diperhatikan.
Pemberian hadiah boleh dilakukan tetapi pemberian hadiah yang
selalu sering juga mengakibatkan hadiah tidak berharga, hadiah harus berupa
barang, gerakan dan perkataan juga termasuk hadiah. Hukuman bisa diberikan
pada saat benar-benar dibutuhkan dan tidak memberatkan serta melukai mental
dan fisik anak.
C. Faktor-faktor yang terkandunng dalam Membentuk Kepribadian Siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara dengan guru-
guru dilembaga SMP Negeri I Ngunut Tulungagung maka dapat digambarkan
61

bahwa berhasilnya suatu tujuan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian siswa antara lain:
1. Guru dalam mendidik siswa
Dalam mendidik siswa, guru tidak boleh merasa kesal dengan
kenakalan dan bandelnya siswa, contoh: suka menbuat gaduh dikelas,
mengganggu temannya dan terkadang berkelahi. Guru harus tetap berusaha
untuk mengajarkannya dengan kesabaran dan ketelatenan dengan cara terus
menasehati dan memperingati sampai mereka tidak lagi berbuat begitu. Bagi
siswa yang susah disuruh berbaris rapi, bergantian cuci tangan, shalat
berjamaah maka dengan kesabaran guru pula ikut membnatu apa yang
diperintahnya karena mereka masih kecil dan perlu dibantu kepribadiannya
dengan baik dan penuh kesabaran.
Dengan demikian, maka penulis dapat menggambarkan bahwa siswa
lebih senang jika diajar dengan kesabaran, penuh perhatian, dan lemah lembut
oleh gurunya dari pada sering kena marah dan menerima hukuman, dan malah
akan berkesan dalam diri siswa khususnya bagi mereka yang masih usia dini.
2. Teman sebaya
Teman sebaya pun ikut berpengaruh dalam pembentukan suatu
kepribadian karena teman adalah tempat dimana si siswa berkumpul, bermain
bersama dan menjalankan aktivitas bersama-sama, maka perlu adanya suatu
pengawasan dari pendidik agar teman sebaya pun dapat saling membiri
62

contoh yang baik dan tidak mengajak perbuatan yang buruk. Hal ini di
ungkapkan oleh pak mujiono.
3. Keluarga
Keluarga juga sangat dominan sekali dalam membentuk kepribadian
siswa, keluarga adalah tempat keluh kesah siswa dan perlu adanya suatu kerja
sama antara keluarga dengan lembaga dimana lembaga adalah tempat siswa
beraktivitas selama 8 jam/hari sisanya yang 16 jam merupakan tanggung
jawab orang tua di rumah yaitu memberikan pendidikan yang baik,
menumbuhkan rasa kasih sayangnya dengan nilai-nilai yang positif.
4. Masyarakat
Dari wawancara ini menunjukkan bahwa lingkungan membawa
pengaruh yang tidak sedikit, dan lingkungan ini merupakan kekhawatiran
utama yang dialami oleh kebanyakan orang tua, sehingga mereka ekstra hati-
hati mengawasi siswa dalam bergaul.
Dari hasil wawancara dengan guru lain pak Imam Mahmudi
mengungkapkan bahwa problem lingkungan dan pengaruh zaman modern
pada saat ini yang sangat bebas merupakan salah satu yang menjadi kendala
dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam. Kalimat sengaja juga diberikan
oleh informan lain beliau mengungkapkan: ”Karena pergaulan dan
lingkungan yang semakin modern kadang-kadang siswa mudah terpengaruh
pada hal-hal yang kurang baik akibatnya sulit diberitahu”.
63

Selain faktor diatas ada lagi faktor yang tak kalah penting dan sangat
perlu untuk diperhatikan yakni berupa teknologi yang semakin maju dalam
era globalisasi ini, dan akan membawa dampak negatif terhadap
perkembangan siswa, hal ini sangatlah memperhatikan bila dibiarkan begitu
saja tanpa ada pengawasan ketat dari orang tua.































64

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab enam (Laporan
Hasil Penelitian), maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian
Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, dalam hal ini dinyatakan
bahwa dalam membentuk kepribadian siswa guru juga melakukan
pendekatan seperti pendekatan klasik, dimana seorang guru harus bisa
memposisikan sebagai seorang guru, bertindak sebagai orang tua, dan
kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman. Selain dari pada itu
menjadi Informan, fasilator dan pembimbing yang baik. Yang nantinya
diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang diharapkan dan kelak
nantinya apabila sudah keluar dari sekolah ini menjadi siswa yang bisa
membawa nama baik sekolah.
2. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung,
a. Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata
65

b. Mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku
menyimpang dari agama, lewat upacara, waktu mengajar maupun di
luar itu
c. Melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami
d. Melalui kesenian yang bernafaskan Islam,contoh: hadrah.
3. Faktor-faktor yang terkandunng dalam Membentuk Kepribadian Siswa di
SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, dalam pelaksanaan pembentukan
kepribadian siswa dalam rangka pembentukan yang bersifat agamis. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian siswa antara lain:
a. Guru mendidk siswa
b. Teman sebaya
c. Keluarga
d. Masyarakat
B. Saran
Sebagai kata penutup dari penulis, mempunyai harapan agar
pelaksanaaan dalam Membentuk Kepribadian Siswa yang ada di SMP Negeri
I Ngunut Tulungagung di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik dari
masa sekarang.
66

1. Bagi Kepala Sekolah
Diharapkan bagi Kepala Sekolah harus lebih sering memantau dan
memonitor tentang kedisiplinan guru dan siswa agar Proses Belajar
Mengajar berjalan lancar. Disamping itu, hendaknya selalu membimbing
guru dalam mengelola kelas sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Hal
tersebut tentunya berpengaruh pada cara/metode mengajar yang digunakan
harus tepat dan sesuai.
2. Bagi Bapak/ Ibu Guru
Diharapkan guru selalu menanamkan sifat disiplin dalam dirinya, karena
guru sebagai suri tauladan bagi siswa. Dengan penerapan disiplin oleh
guru akan mendukung siswa lebih berdisiplin dalam kesehariannya.
3. Bagi Siswa
Diharapkan agar lebih meningkatkan kesadaran pada dirinya masing-
masing untuk dapat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh sesuai
dengan cara/metode yang diberikan guru melalui bimbingan atau
pengarahan.









67

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1985. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Bandung: PT Amrico.
Atkinson. 1999. Pengantar Psikologi Edisi Delapan Jilid 2. Jakarta: PT Erlangga.
Al Wisol. 2005. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Alim Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Alex Sobur. 2003. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.
Azhari Akyas. 2004. Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta Selatan: Mizan
Publika.
Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena.
Yogyakarta: Arruz Media.
Daradjat, Zakiah. 1975. Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. Jakarta: Bulan
Bintang.
Deperteman Agama RI. 1993. Al-Qur’an Dan Terjemah, Surabaya: Surya Cipta
Aksara.
Hall & Lindzey. 1993. Teori-teori Holistic (Organismik Fenomologis). Jakarta:
Kanisius.
Latif, Abdul. 1996. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam.
Bandung: Pustaka Bumi Quraisy
Majid, Abdul. 2004. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Margono, S. 2000. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosda Karya.
Muhaimin. 2003. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Pelajar.

Muhaimin. 2002. Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Nasution. 1999. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sujanto, Agus, dkk. 1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Aksara Baru.
Undang-Ungang Repoblik Indonesia No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Surabaya: Karina.
Ulwan, Nashih Abdullah. 1992. Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
------------------. 1992. Pendidikan Anak Menurut Islam, Kaidah-kaidah Dasar.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Zuriah, Nurul, Dra. 2006. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Jakarta: PT
Bumi Aksara.




LAMPIRAN I
Struktur Organisasi SMP Negeri I Ngunut Tulungagun












Dokumentasi: SMP Negeri I Ngunut Tulungagung

STAF
TATA USAHA
WAKASEK
1. Drs. Mutomo
2. Drs. Slamet Rihadi
UR. KURIKULUM
1. Imam Mahmudi, S.Pd
2. Sahir, S.Pd
UR. KESISWAAN
1. Drs. Muhaimin
2. Budi Setyanto, S.Pd
UR.
SARPRAS
Drs. Purwanto
UR. HUMAS
Sunarto
GURU MATA PELAJARAN
SISWA
KEPALA SEKOLAH
Dra. Hj. SM. Wiwik Sulistya, M.Pd
KOMITE SEKOLAH
Drs. H. Mardjuni, M.Pd
LAMPIRAN II
Keadaan Guru SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
NO NAMA NIP
GO
L /R
JABATAN BID.STUDI
1 Dra. SM. Wiwik S, M.Pd 195712311980032018 IV/b Pembina TK.I Bhs. Indonesia
2 Drs. Slamet Rihadi 196703081990031007 IV/b Pembina TK.I Penjaskes
3 Drs. Mutomo 196209071984031011 IV/b Pembina TK.I Matematika
4 Drs. Purwanto 196504041990031014 IV/b Pembina TK.I IPA (Biologi)
5 Drs. Achmad Rifa’I 195409111982121001 IV/b Pembina TK.I P. Agama Islam
6 Dra. Sri Wahyuni 196309101990032008 IV/b Pembina TK.I Bahasa Jawa
7 Sunarto 195305171977031003 IV/b Pembina TK.I IPA (Fisika)
8 Dra. Diyah Anggraini 196307181990032002 IV/b Pembina TK.I BP/ BK
9 Sukartini. BA 195312261980032003 IV/a Pembina Bahasa Jawa
10 Drs. Sucipto 196404141990031017 IV/a Pembina IPS Terpadu
11 Gatot Bekti N, S. Pd 196003111981111002 IV/a Pembina PKn
12 Purwahyuniati, S. Pd 196001011986032015 IV/a Pembina BP/ BK
13 Arif Sundoko. BA 195707131987011002 IV/a Pembina BP/ BK
14 Kusbiyah 196612181989032007 IV/a Pembina PKn
15 Rini Utami, S. Pd 196004061983012003 IV/a Pembina IPA (Biologi)
16 Sahir, S. Pd 196101181984121002 IV/a Pembina IPS Terpadu
17 Astutik, S. Pd 196308151985122003 IV/a Pembina Tata Boga
18 Ambarwati 196703211989032010 IV/a Pembina IPA (Biologi)
19 Istiyowati 196706181990032006 IV/a Pembina IPA (Fisika)
20 Sipur, S. Pd 196312111984031003 IV/a Pembina
Kesenian
(Seni Rupa)
21 Pri Afandi 196608271991031006 IV/a Pembina Bhs. Inggris
22 Hari Purwanto 196203171984031006 IV/a Pembina Sains Fisika
23 Suyitno 196510151987021003 IV/a Pembina TINKOM
24 Mustofa Bisri, BA 195910101988031012 IV/a Pembina Bhs. Indonesia
25 Dra. Siti Fatmawati 195604131995122001 IV/a Pembina Bahasa Jawa
26 Drs. Muhaimin 196305101991031012 IV/a Pembina P. Agama Islam
27 Nurkhamim 195905071983011001 IV/a Pembina Mulok Elektro
28 Mahsusoh, S.Pd 196701081989032009 III/d Penata TK.I Bhs. Indonesia
29 Imam Mahmudi, S.Pd 197109171998031004 III/d Penata TK.I Matematika
30 Dra. Kris Widiantini 196810241995122003 III/d Penata TK.I Pkn
31 Zamroji, S.Pd 196503251989031010 III/d Penata TK.I
Kesenian (Seni
Musik)
32 Sugeng Wasono, S.Pd 132185749 III/d Penata TK.I TINKOM
33 Wahid Iskandar, S.Pd 196904181998031015 III/d Penata TK.I Matematika
34 Kun Handayani, S.Pd 132220628 III/d Penata TK.I Bhs. Inggris
35 Alis Mulyowati, S.Pd 132203893 III/d Penata TK.I IPS Terpadu
36 Slamet Pitoyo, S.Pd 196712131999031002 III/d Penata TK.I Bhs. Indonesia
37 Marganingsih, S.Pd 196809291999032006 III/d Penata TK.I Matematika
38 Budi Setyanto, S.Pd 197002091999031004 III/d Penata TK.I Penjaskes
39 Siti Anis Zulaikhah, S.Pd 197007061999032005 III/d Penata TK.I Bhs. Inggris
40 Haryuni, S.Pd 196607311994122002 III/d Penata TK.I Bhs. Indonesia
41 Hari Purwanto, S.Pd 197401052005011014 III/b
Penata Muda
TK.I
IPS Terpadu
42 Dyah Indarti, S.Pd 197105072006042019 III/a Penata Muda Matematika
43 Hari Sudarmanto, S.Pd 196601272007011011 III/a Penata Muda Penjaskes
44 Dra. Patoyah 196703112007012019 III/a Penata Muda IPS Terpadu
45 Juli Budianto 197007192007011013 II/c Pengatur Penjaskes
46 Muji Astutik, S.Pd 197603191999032003 II/c Pengatur
Bhs. Indonesia
Bend. BOS
47 Agung Dwi H, S.Pd 196505012008011006 III/a Penata Muda Bhs. Inggris
48 Rini Retnoningtyas, S.Pd 196604262008012004 III/a Penata Muda IPS Ekonomi
49 Tri Astutik, S.Pd 196812012008012027 III/a Penata Muda Seni Budaya
50 Tutut Saropah, S.Pd 197412112008012013 III/a Penata Muda Matematika
51 Dian Utamiati, S.Pd 196507292008012013 III/a Penata Muda Bhs. Inggris
52 Dra. Ganik lestari 196504042008012004 III/a Penata Muda Bhs. Inggris
53 Mujiono, S.Ag 197209192008011007 III/a Penata Muda P. Agama Islam
54 Yedik Hermawan, S.Pd 197512052008011013 III/a Penata Muda Tek. Info Kom
55 Nunung W, S.Pd 198001052006042023 III/a Penata Muda Bahasa Jawa
56 Sunarti 197004131998022004 III/d Penata TK.I Bhs. Indonesia
57 Andriana, S.Pd Kinerja Guru
Bhs. Daerah

58 Agustina Retno P GTT Kristen Katolik
59 Sutiono GTT Budha
60 Fitri Handayani, S.Pd GTT Bhs. Inggris
61 Rike Selviasari, S.E GTT Ekonomi
62 Vida Susana Injulawati GTT Kristen Protestan
63 Yeni Farida GTT Bhs. Inggris

LAMPIRAN III
Keadaan Siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
Th.
Pelajaran
Jml
Pendaftar
(Cln Siswa
Baru)
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Jumlah
(Kls. VII + VIII
+IX)
Jml
Siswa
Jumlah
Rombel
Jml
Siswa
Jumlah
Rombel
Jml
Siswa
Jumlah
Rombel
Siswa Rombel
2006/2007 553 336 8 389 9 348 8 1.073 25
2007/2008 611 352 8 336 8 387 9 1.075 25
2008/2009 598 353 8 351 8 332 8 1.036 24
2009/2010 450 366 9 357 9 344 9 1.057 26












LAMPIRAN IV
Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri I Ngunut Tulungagung
a) Data Ruang Belajar (Kelas)
Kondisi
Jumlah dan ukuran
Jml. ruang lainnya
yg digunakan
untuk R. Kelas
(e)
Jumlah ruang yg
digunakan u. R.
Kelas
(f)=(d+e)
Ukuran
7x9 m
2

(a)
Ukuran
> 63m
2

(b)
Ukuran
< 63 m
2

(c)
Jumlah
(d)
=(a+b+c)
Baik 8 14 - 22 ………..ruang,
yaitu: ……


26

Rsk
ringan
- 4 - 4
Rsk
sedang
- - - -
Rsk Berat - - - -
Rsk Total - - - -

Keterangan kondisi:
Baik Kerusakan < 15%
Rusak ringan 15% - < 30%
Rusak sedang 30% - < 45%
Rusak berat 45% - 65%
Rusak total >65%



b) Data Ruang Belajar Lainnya
Jenis Ruangan
Jumla
h
(buah)
Ukuran
(pxl)
Kondisi*) Jenis Ruangan
Jumlah
(buah)
Ukuran
(pxl)
Kondisi
1.
Perpustakaan
1 09 x 12
Rusak
Sedang
6. Lab. Bahasa 3 7 x 8
Rusak
Ringan
2. Lab. IPA 2 13 x 16
Rusak
Ringan
7.
Lab.Komputer
2 2 x 8
Rusak
Ringan
3.
Ketrampilan
- - - 8. PTD - - -
4.
Multimedia
- - -
9.
Serbaguna/aula
1 13 x 34
Rusak
sedang
5. Kesenian - - - 10.

c) Data Ruang Kantor
Jenis Ruangan
Jumlah (buah)
Ukuran (pxl) Kondisi*)
1. Kepala Sekolah 1 6 x 4 Rusak Ringan
2. Wakil Kepala Sekolah 1 7 x 4 Rusak Sedang
3. Guru 1 7 x 16 Baik
4. Tata Usaha 1 4 x 11 Rusak Ringan
5. Tamu - - -
Lainnya: Computer TU 1 4 x 3 Rusak Ringan

d) Data Ruang Penunjang
Jenis Ruangan
Jumlah
(buah)
Ukuran
(pxl)
Kondisi*) Jenis Ruangan
Jumlah
(buah)
Ukuran
(pxl)
Kondisi
1. Gudang 2 3 x 4
Rusak
Sedang
10. Ibadah 1 15 x 17
2. Dapur - -
Rusak
Sedang
11. Ganti - -
3. Reproduksi 1 3 x 4
Rusak
Sedang
12. Koperasi - -
4. KM/WC
Guru
2 2 x 3
Rusak
Sedang
13. Hall/lobi - - -
5. KM/WC
Siswa
20 2 x 2
Rusak
Sedang
14. Kantin 1 6 x 8
Rusak
Sedang
6. BK 1 3 x 4
Rusak
Sedang
15. Rumah
Pompa/Me
nara Air
2
2 x 2 x
4
Rusak
Ringan
7. UKS 2 3 x 4
Rusak
Sedang
16. Bangsal
Kendaraan
- - -
8.
PMR/Pramuka
1 3 x 3
Rusak
Sedang
17. Rumah
Penjaga
- - -
9. OSIS 1 3 x 5
Rusak
Sedang
18. Pos Jaga 1 3 x 3 Baik

LAMPIRAN V
TATA TERTIB GURU
I. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN:
1. Hal Masuk Sekolah
1.1 Hadir sepuluh (10) menit sebelum melaksanakan tugas
1.2 Menyampiakan izin dan surat tugas, bila berhalangan hadir
1.3 Mengisi buku penghubung, bila meninggalkan tugas
1.4 Setiap hari mengisi presensi
1.5 Meninggalkan sekolah paling cepat 5 menit setelah
mengajar/administrasi pendidikan
2. Hal Mengajar
2.1 Membawa dan menggunakan perlengkapan belajar
mengajar/administrasi pendidikan
2.2 Berada ditempat tugas sesuai dengan jadwal yang ditentukan
2.3 Mengetahui kehadiran murid
3. Hal Pakaian
3.1 Berpakaian sesuai dengan ketentuan:
Senin s/d Selasa : Abu-abu lengkap dengan atribut
Rabu : Keki lengkap dengan atribut
Kamis s/d Jumat : Batik
Sabtu : Menyesuaikan
3.2 Setiap tanggal 17 memakai seragam KORPRI
3.3 Setiap hadir di sekolah berpakaian rapi dan bersepatu
4. Berperan Nyata Dalam Pelaksanaan 7K Di Sekolah
5. Mewujudkan Sekolah Seabagai Wawasan Wiyata Mandala
6. Melaksanakan Tata Karma Dalam Bergaulan
7. Mengikuti Upacara Bendera
8. Mengikuti Rapat Dinas
9. Melaksanakan Tugas-tugas Lain Yang Berhubungan Dengan Tugas dinas
II. LARANGAN-LARANGAN:
a. Merokok pada waktu mengajar
b. Memasukkan ideology yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD
1945
c. Melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar
III. SANKSI:
a. Teguran secara lisan
b. Peringatan tertulis
c. Pernyataan tidak puas secara tertulis
d. Penindakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.




LAMPIRAN VI
PEDOMAN WAWANCARA
A. Peran Guru PAI
a) Wawancara Kepala Sekolah
1. Menurut kepala sekolah bagaimana peran guru PAI dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
2. Upaya apa yang harus dilakukan guru PAI dalam membentuk kepribadian
siswa di SMP Negeri I Ngunut?
3. Bagaimana kebijakan kepala sekolah terhadap peran guru PAI dalam
membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
4. Apakah ada konflik antara guru PAI dan siswa dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
5. Apakah ada inovasi dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I
Ngunut?
b) Wawancara Wk. Kurikulum
1. Bagaimana peran Bapak/Ibu guru dalam rangka pembentukan kepribadian
siswa di SMP Negeri I Ngunut?
2. Apa bentuk kebijakan bapak/ibu kabit tentang upaya pembentukan
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
3. Bagaimana pengelolaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I
Ngunut?
4. Dalam proses belajar mengajar, media apa yang Bapak/Ibu gunakan dalam
membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
5. Kegiatan kreatif apa yang dilakukan sebagai pembentukan kepribadian
siswa di SMP Negeri I Ngunut?

c) Wawancara Guru PAI
1. Bagaimana peran Bapak dalam membentuk kepribadian siswa di SMP
Negeri I Ngunut?
2. Apa strategi yang digunakan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP
Negeri I Ngunut?
3. Sejauh mana keberhasilan yang telah Bapak capai dalam membina dan
meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP
Negeri I Ngunut?
4. Apa indikator keberhasilan Bapak dalam membina dan meningkatkan
kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I
Ngunut?
5. Dalam proses belajar mengajar, media apa yang Bapak gunakan dalam
membentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
6. Program apa yang dilakukan Bapak dalam membentuk kepribadian siswa
di SMP Negeri I Ngunut?
7. Bagaimana pelaksanaan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada
siswa di SMP Negeri I Ngunut?
d) Wawancara Siswa/ Murid
1. Apakah kegiatan yang dilakukan sekolah atau guru sudah dapat membantu
dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
2. Bagaimana keadaan siswa setelah melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam
membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
3. Dalam upaya pembentukan kepribadian siswa apakah guru PAI telah
mencontohkan dalam bentuk prilaku dalam mengajar?
4. Dalam setiap kali pertemuan apakah guru PAI selalu membaca do’a
sebelum pelajaran dimulai?
5. Menurut anda apakah anda memiliki solusi lain atau program lain sebagai
pembentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
B. Usaha-usaha Guru PAI
a) Wawancara Guru PAI
1. Apa saja usaha-usaha Bapak dalam membentuk kepribadian siswa di SMP
Negeri I Ngunut?
2. Apa usaha khusus yang telah Bapak lakukan dalam membina dan
meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP
Negeri I Ngunut?
3. Usaha-usaha apa yang Bapak tempuh dalam meningkatkan profesionalitas
guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut?
4. Metode apa saja yang Bapak pakai dalam memberikan pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I Ngunut?
5. Kegiatan-kegiatan apa saja yang digunakan dalam membentuk
kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut?
C. Faktor-faktor
a) Wawancara Guru PAI
1. Faktor apa yang mendukung dan menghambat usaha Bapak dalam
membina dan meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar
mengajar di SMP Negeri I Ngunut?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan pengajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I Ngunut?
3. Bagimana tindakan Bapak/Ibu guru jika ada siswa yang melanggar norma
agama di SMP Negeri I Ngunut?
b) Wawancara Wk. Kurikulum
1. Bagaimana pengelolaan pendidikan agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1
Ngunut?
















LAMPIRAN VII

Depan SMP Negeri I Ngunut Tulungagung

Wawancara dengan guru PAI SMP Negeri I Ngunut


Ruang Belajar Kelas VIIIa SMP Negeri I Ngunut


Wawancara dengan Wk. Kurikulum SMP Negeri I Ngunut

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I NGUNUT TULUNGAGUNG

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maliki Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh: SITI NURHIDAYAH 06110202

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
JULI 2010

ii

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I NGUNUT TULUNGAGUNG

Oleh: SITI NURHIDAYAH 06110202

Disetujui Pada Tanggal, 21 Juli 2010 Dosen Pembimbing

Muhammad Walid, MA NIP.197308232000031002

Mengetahui, Ketua Jurusan PAI

Drs. H. Moh. Padil, M. Pd.I NIP.196512051994031003

iii

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Nur Ali. Muhammad Mujab. MA NIP: 19661121 2002121 001 Sekretaris Sidang Muhammad Walid. 19730823 2000031 002 : : Penguji Utama Dr.Pd.HALAMAN PENGESAHAN PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI I NGUNUT TULUNGAGUNG SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Siti Nurhidayah (06110202) telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 30 Juli 2010 dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S.I) Pada tanggal: 30 Juli 2010. MA NIP. Zainuddin.A Tanda Tangan : NIP: 19730823 2000031 002 Pembimbing Muhammad Walid. M.A NIP. Panitia Ujian Ketua Sidang Dr. H. M. 19620507 1995031 001 iv . 19650341 1998031 002 Mengesahkan. H.Pd : NIP. H. M. M.

bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah di ajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. juga tidak terdapat karya/pendapat yang pernah ditulis/diterbitkan oleh orang lain. dan sepanjang sepengetahuan saya.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. kecuali yang secara tertulis di acu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. 21 Juli 2010 Penulis Siti Nurhidayah NIM.06110202 v . Malang.

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang Di Malang Assalamualaikum Wr. Sesudah beberapa kali melakukan bimbingan. baik dari segi isi. MA Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Malang. Wb. 197308232000031002 vi . Demikian. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Siti Nurhidayah : 06110202 : Pendidikan Agama Islam : Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Maka setelah pembimbing. MA NIP. Muhammad Walid. Pembimbing.Muhammad Walid. Wb. Wassalamualaikum Wr. mohon dimaklumi adanya. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak di ajukan untuk di ujikan. 21 Juli 2010 Hal : Skripsi Siti Nurhidayah Lamp : 4 (Empat) Eksempler Kepada Yth. bahasa maupun tehnik penulisan.

Siti Fatimah yang selalu memberikan kasih saying dan do’a Semoga Allah selalu Membalas amal baiknya dan meridhoi do’ado’anya Keluarga Besar Bapak Sukardi Semoga Allah selalu meridhoi dan membalas amal baiknya Sahabat-sahabatku Yang Tiada Hentinya Memberikan Dorongan dan semangat. Ali Mansur dan Ibunda Tercinta Hj.PERSEMBAHAN Dengan untaian syukur Alhamdulillah besarta do’a karya ini kupersembahkan kepada: Suamiku tercinta Mas Aan Marianto yang sudah memotivasi saya guna terselesainya skripsi ini Ayahanda Tercinta H. yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu Terimakasih untuk semuanya Semoga kebersamaan dan kekeluargaan tetap selalu menjadi semangat dalam berkarya dan berdakwah dan semoga Allah selalu meridhoi Amin Ya Rabbal Alamin……… vii .

MOTTO ‫ﺧﺬ ﺍﹾﻟﻌﻔﻮ ﻭ ﹾﺃﻣﺮ ﺑﹺﺎﹾﻟﻌﺮﻑ ﻭﹶﺃﻋﺮﺽ ﻋﻦ ﺍﹾﳉﻬﻠﻴﻦ‬  ‫ ﹺ ﹺ‬  ‫ ﹺ‬         ‫ ﹾ‬   Artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf. (QS. Depag RI. Al-A’raf: 199) (Diambil dari : Al Quran Dan Terjemahannya. 1974) viii . serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”.

para sahabat. Padil M. Proses penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang telah banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Dr. H. Moh. 3. penulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggitingginya kepada pihak-pihak sebagai berikut: 1. selaku Rektor UIN Maliki Malang. 2.Pd selaku ketua jurusan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang yang telah memberikan persetujuan sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi ini. MA selaku dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang yang telah memberikan perizinan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. ix . Dr. Zainuddin. beserta para pengikut ajarannya. Imam Suprayogo. keluarga. Prof.KATA PENGANTAR ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# Οó¡Î0 É Puji syukur alhamdulillah penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala kenikmatan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. H. M. Drs.

dan sebagai suami yang baik sehingga penulis lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. beserta seluruh keluarga tercinta yang dengan setulus hati memberikan kasih sayang. pengalaman. dan dukungan baik materiil maupun nonmateriil. Teman-teman mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Maliki Malang yang telah memberikan dorongan dan semangat kepada kami. Bapak Muhaimin selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Negeri I Ngunut Tulungagung yang telah bersedia membantu penulis dalam melaksanakan penelitian. 7. motivasi. Ayahanda. nasihat. Wiwik Sulistiya. 10. M. Ibunda serta kakak dan adik ku yang tercinta. 6.4. selaku Kepala SMP Negeri I Ngunut Tulungagung yang telah menerima dan memberi kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian. 9. Mas Aan Marianto yang dengan tulus memberikan motivasi. Semoga Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmat dan balasan yang tiada tara kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya penyusunan skripsi. Dra. pengorbanan. Muhammad Walid. x . 8.. SM. MA selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh kesabaran dan senantiasa mengajarkan arti sebuah kesempurnaan dalam berkarya. Hj. doa.Pd. 5.

Penulis telah berusaha menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Malang. 21 Juli 2010 Penulis xi . Akhirnya.

.. F................................................................8 Sistematika Penulisan Penelitian ...................................... B..................................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .........................................................................................7 Definisi Operasional ........................................................................................................................................................................................................................................ii HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ .iii HALAMAN PENGESAHAN ............v HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ....6 Manfaat Penelitian ... xvi BAB I PENDAHULUAN A.......................................... E.............................................................................1 Fokus Penelitian........................................................................xi DAFTAR LAMPIRAN .............................6 Tujuan Penelitian .......................................................................vi HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................................iv HALAMAN PERNYATAAN..................................xv HALAMAN ABSTRAK………………………………………………………….......9 xii .......................................ix DAFTAR ISI .......................viii KATA PENGANTAR ......................vii HALAMAN MOTTO ……............................................................................................................ D...........i HALAMAN JUDUL .............. C..................................... Konteks Penelitian .

.... Tipe-tipe Kepribadian Siswa …………………………………29 5..20 2................................................20 1....................................................... ....30 C...............11 2................ Proses Pembentukan Kepribadian Siswa ...... Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam .... Urgensi Pendidikan dalam Membentuk Kepribadian Siswa.......... Pengertian Pendidikan Agama Islam .....BAB II KAJIAN PUSTAKA A..23 3..........................................18 B.....16 4......................... Tinjauan tentang Pendidikan Agama Islam dalam Menunjang Tujuan Pendidikan Nasional……...... Internalisasi Nilai-nilai Moral .......... Pendekatan dan Jenis Penelitian.......... ..................34 1....................37 3........... Fungsi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ........................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Siswa .... Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa ...34 2............................................................26 4.................43 xiii ......................42 BAB III METODE PENELITIAN A.......... Kepribadian Siswa…. Eksistensi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ....14 3......... Tujuan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah ...18 5...... Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan ....11 1............ Pengertian Kepribadian Siswa ................................................................................. Internalisasi Nilai-nilai Keimanan ....................................................................

..........59 xiv ......................... Tahap-tahap Penelitian ....................................... Penyajian Data .......................... 46 E.. Sumber Data .......................... Tehnik Pengumpulan Data ............44 C....................................... Analisis Data . Visi...................52 1........... Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ................... 49 H. Kehadiran Peneliti ......53 2.............................................................52 2........ Faktor-faktor yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ................................. Pengecekan Keabsahan Data.................... 49 BAB IV HASIL PENELITIAN A.................... Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ..................................................... Sejarah Berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ............. dan Misi SMP Negeri I Ngunut Tulungagung ..............53 1...................... Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung .............B........................45 D........ 46 F.................... Lokasi Penelitian .... Gambaran Umum Obyek Penelitian ............................................ 56 3................................................................... 48 G........57 BABV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A...............52 B.......................................................................

B. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung .............60 C. Faktor-faktor yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung .................................62 BABVI PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................65 B. Saran.................................................................................................66 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

xv

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I. LAMPIRAN II. LAMPIRAN III. LAMPIRAN IV. LAMPIRAN V. LAMPIRAN VI. LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII. LAMPIRAN IX. LAMPIRAN X.

: Struktur Organisasi SMP Negeri I Ngunut : Keadaan Guru SMP Negeri I Ngunut : Keadaan Siswa SMP Negeri I Ngunut : Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri I Ngunut : Tata Tertib Guru SMP Negeri I Ngunut : Pedoman Wawancara SMP Negeri I Ngunut : Dokumentasi Foto SMP Negeri I Ngunut : Surat Bukti Konsultasi Skripsi : Surat Bukti Selesai Penelitian : Surat Penelitian

xvi

ABSTRAK

Nurhidayah, Siti (06110202). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, PAI UIN Maliki Malang Semester VIII Tahun Akademik 2009/2010. Skripsi Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing: Muhammad Walid, MA. Kata kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kepribadian Siswa. Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Masyarakat menilai peran dan fungsi pendidikan agama Islam di sekolah dipandang kurang memberikan kontribusi kearah tersebut, bahkan yang lebih memojokkan lagi bahwa pendidikan agama Islam dipandang belum berhasil mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diharapkan, terbukti dengan banyaknya kasus kenakalan anak dengan berbagai bentuk. Akibatnya peran serta efektifitas pendidikan agama Islam di sekolah dipertnyakan, dengan pemahaman pendidikan agama Islam di sekolah dilaksanakan dengan baik, maka kehidupan masyarakat pun akan lebih baik. Artinya bahwa ada beberapa asumsi yang dapat dianalisa mengenai beberapa hal yang berhubungan dalam upaya membentuk kepribadian siswa yang bermoral dan berahklak sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam. Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, (2) Usaha-usaha guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung, (3) Faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam teknik pengumpulan data adalah observasi, interview, dan dokumentasi. Dengan metode ini diharapkan memperoleh data-data yang kongkrit dan sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung.

xvii

masyarakat. fasilator dan pembimbing. melalui kesenian yang bernafaskan Islami. Adapun faktorfaktor yang tekandung dalam membentuk kepribadian siswa ialah guru mendidik siswa. memulai pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami. keluarga. Sedangkan usaha-usaha guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa adalah memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata.Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa yaitu sebagai seorang guru harus bisa memposisikan sebagai seorang guru. xviii . dan kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman. bertindak sebagai orang tua. teman sebaya. Selain dari pada itu menjadi informan. mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku menyimpang dari agama.

Dinamiki pribadi ini berkembang pesat pada diri anak-anak (masa kanak-kanak) karena mereka pada dasarnya belum memiliki kepribadian yang matang. Kepribadian merupakan kecenderungan untuk memberi respons kepada berbagai tipe stimuli dalam cara yang sama. Pembentukan Kepribadian Anak (Jakarta: PT Bumi Aksara. 11-17 1 . Konteks Penelitian Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. hlm. keluarga pada masa kecil. Ini berarti bahwa pengertian kepribadian mengarah pada perseorangan (person) diri orang tersebut. kepribadian juga sering diartikan atau dihubungkan dengan ciri tertentu yang menonjol pada diri individu. kepribadian bukan sesuatu yang statis karena kepribadian memiliki sifat kedinamisan yang disebut dinamika pribadi (personality dynamics). Namun demikian. misalnya. definisi kepribadian menurut pengertian sehari-hari menunjuk pada bagaimana individu tampil atau menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. 2006). Oleh karena itu. Di samping itu.1 Di dalam kamus umum Bahasa Indonesia karangan Poerwadarminta pengertian kepribadian yaitu manusia sebagai perseorangan (diri manusia atau diri orang sendiri). yaitu masa pembentukan kepribadian. 1 Sjarkawi. dan juga bawaan seseoarang sejak lahir.BAB I PENDAHULUAN A.

Masalah kepribadian dapat berupa gangguan dalam pencapaian hubungan harmonis dengan orang lain atau lingkungan. merupakan manajemen terhadap sistem energi pribadi melalui interaksi dari id. kepribadian seseorang belum mencapai tingkat kematangan tertentu. Lain halnya dengan di sekolah. kepribadian yang ada pada diri seseorang sering memiliki masalah (personality problem). Suasana di rumah bercorak informal dan banyak kelakuan yang diizinkan menurut suasana di rumah. Sekolah memegang peranan yang penting dalam proses sosialisasi anak. angkuh. walaupun sekolah merupakan hanya salah satu lembaga yang bertanggungjawab atas pendidikan anak.2 Dinamika pribadi adalah berupa: 1) interaksi di antara karakteristikkarakteristik pribadi. ego. Artinya. ia bukan lagi anak istimewa yang diberi . maka kepribadian merupakan sesuatu yang dapat dibentuk atau dipengaruhi oleh faktor eksternalnya. 3) dalam psikologi analisis. Di rumah ia hanya bergaul dengan orang yang terbatas jumlahnya. sebagai sesuatu yang bersifat dinamis. dan superego. 2) ekspresi tingkah laku dari karakteristik-karakteristik pribadi dalam proses penyesuaian diri terhadap lingkungan. terutama dengan anggota keluarga dan anak-anak tetangga. Anak mengalami perubahan dalam kelakuan social setelah ia masuk sekolah. Berdasarkan sifat kepribadian yang dapat tumbuh dan berkembang tersebut. khususnya motif-motifnya. dan sifat-sifat lain yang tidak berperasaan (tidak menimbang rasa). dengki. misalnya sifat pemalu. dapat diusahakan lahir sesuai dengan bentuk kepribadian yang diinginkan. Selanjutnya. sombong.

1999). hlm. Sekolah merupakan lembaga tempat anak terutama diberi pendidikan intelektual. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab I pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Sosiologi Pendidikan. bangsa dan negara”. melainkan hanya salah seorang diantara puluhan murid lainnya didalam kelas. pengendalian diri. yang dengan sendirinya ia membatasi kebebasannya. yakni mempersiapkan anak untuk sekolah yang lebih lanjut. akhlak mulia. karena mahluk yang mendapat dan dapat didik. 130 . guna mengembangkan potensial yang ada pada dirinya sehingga menjadi manusia yang berkuwalitas dan berdaya guna bagi kehidupan. Sesuai dengan jiwa dan nilai ajaran Islam mengenai pengetahuan dan kecerdasan manusia. Oleh sebab itu cukup penting dan berat. kecerdasan. maka setiap usaha ilmu pengetahuan haruslan dikembangkan dengan tujuan untuk mencerdaskan manusia sehingga mempunyai peluang lebih 2 Nasution. Untuk itu anak harus mengikuti peraturan yang bersifat formal yang tidak dialami anak dirumah.3 perhatian khusus oleh ibu guru. (Jakarta: Bumi Aksara. masyarakat. 2 Hal ini sesuai dengan bunyi Undang- Undang Repoblik Indonesia no. serta ketrampilan yang di perlukan dirinya. kepribadian. Kesimpulannya disini adalah bahwa pendidikan adalah suatu yang sangat esensial bagi kehidupan manusia. maka perhatian sekolah sebagian besar ditujuka kepada aspek intelektual si anak didik.

2003). berahlak mulia. yang pada akhirnya mengarahkan anak didik untuk mencapai satu tujuan yang sebenarnya. berilmu. Karena dengan pendidikan memungkinkan sekali tumbuhnya kreatifitas dan potensi anak didik. cakap. dan juga disertai iman dan taqwa kepada Tuhan. (Surabaya: Karina. hlm. sehingga ia akan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan itu untuk kebaikan masyarakat. terbukti dengan banyaknya kasus kenakalan anak dengan berbagai bentuk. Akibatnya 3 UUD RI tentang SISDIKNAS.3 Jadi pendidikan berupaya membentuk manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan ketrampilan. 5 . Sistem Pendidikan Nasional. Disamping itu pendidikan merupakan kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan manusia. kreatif. sehat. Dalam hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan nasional pasal 3: “Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat menilai peran dan fungsi pendidikan agama Islam di SMP Negeri I Ngunut dipandang kurang memberikan kontribusi kearah tersebut. bahkan yang lebih memojokkan lagi bahwa pendidikan agama Islam dipandang belum berhasil mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diharapkan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.4 besar untuk memahami dan menyadari dirinya di tengah-tengah keserba ada-an alam dan jagat raya ini.

maka kehidupan masyarakat pun akan lebih baik. SMP Negeri 1 Ngunut merupakan lembaga pendidikan favorit sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan agama Islam sebagai sarana dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Atas dasar inilah penulis membuktikan research di lapangan untuk mengungkap Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri 1 Ngunut. . Penulis ingin mengambil lokasi penelitian di sekolah ini dengan beberapa pertimbangan. dan mengalami perkembangan yang cukup pesat dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan favorit yang sederajat di kota Tulungagung. Dari teori di atas kami akan melakukan kegiatan penelitian yang nantinya akan di susun menjadi skripsi dengan judul Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. dengan pemahaman pendidikan agama Islam di SMP Negeri I Ngunut dilaksanakan dengan baik. Artinya bahwa ada beberapa asumsi yang dapat dianalisa mengenai beberapa hal yang berhubungan dalam upaya membentuk kepribadian siswa yang bermoral dan berahklak sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam. antaraa lain: SMP Negeri 1 Ngunut merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah.5 peran serta efektifitas pendidikan agama Islam di SMP Negeri I Ngunut dipertnyakan. memberikan motivasi terhadap proses belajar mengajar agama Islam. khususnya di SMP Negeri 1 Ngunut serta dalam upaya menunjang tercapainya pendidikan nasional.

Untuk mendiskripsikan faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? . Adapun tujuannya adalah sebagai berikut: 1.6 B. rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? 2. Faktor apa yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? C. maka penelitian ini mempunyai fungsi dan tujuan yang sesuai dengan rumusan masalah tersebut. Fokus Penelitian Berpijak dari latar belakang diatas dapat penulis rumuskan permasalahan yang akan dikaji dalam skripsi ini. Bagaimana usaha-usaha peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? 3. Untuk mendiskripsikan usaha-usaha peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? 3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. Untuk mendiskripsikan peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung? 2.

Sehingga dapat mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah dan diharapkan bisa lebih memperkaya khasanah kegiatan pendidikan. Siswa Yang perlu diperhatikan adalah pendekatan. Manfaat Penelitian Ada beberapa hal yang penulis harapkan kemanfaatannya dalam penulisan skripsi ini yaitu: 1. pemahaman dan pengalaman dalam ruang lingkup yang lebih luas guna menunjang profesinya sebagai guru. Guru • Membantu dalam pencapaian tujuan pembentukan kepribadin siswa. metode dan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan karena menentukan efektivitas dan efisiensi membentuk kepribadian siswa. Lembaga Sebagai bidang pendidikan agar dapat mengambil langkah-langkah dalam membentuk kepribadian siswa untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya Pendidikan Agama Islam. Budi pekerti pun erat . 4.7 D. • Meningkatkan pengetahuan. Ilmu Pengetahuan Membentuk kepribadian melalui peningkatan pertimbangan secara mendasar dan mengarahkan seluruh ajaran untuk mewujudkan nilai-niai positif yang di ajarkan pendidikan budi pekerti dan sebaliknya. 2. 3.

dari sini dapat disimpulkan bahwa: 1. 2001). Peran adalah merupakan hal yang penting dalam membentuk suatu pribadi anak muslim dan ini tidak mudah dilakukan perlu yang namanya kesabaran.8 hubungannya dengan kepribadian. Kepribadian siswa adalah tingkah laku siswa yang mengapresiasikan kepribadian yang muncul dalam diri dan dimanifestasikan dalam perbuatan. E. 576 5 304 . Alex Sobur.5 4 Pius A Partanto dan M. (Surabaya: Arloka. 2003). Kamus Ilmiah Populer. ketelatenan dan ini semua harus ditempuh secara bertahap tidak bisa dilakukan secara langsung yang mencapai hasil secara maksimal. Guru pendidikan agama Islam adalah merupakan seorang pendidik profesional yang melakukan usaha berupa bimbingan. hlm. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Definisi Operasional Disini saya mengambil judul tentang ”Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut”. Dapat dikatakan juga kepribadian siswa dalam menerapkan hasil pengajaran dalam kehidupan sehari-hari. Dahlan Al Barry. 2. seseorang dapat mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung pada budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari atau sebaliknya. hlm. Dengan kepribadian yang baik. (Bandung: Pustaka Setia. baik jasmani maupun rohani kepada anak didik menurut ajaran islam4 3.

Teori ini diperoleh melalui tinjauan umum tentang PAI. dan Tahap-tahap Penelitian. dilanjutkan tentang tinjauan tentang kepribadian siswa. Bab II merupakan pembahasan teori yang mendasari pemikiranpemikiran dalam penulisan skripsi. Bab IV memuat hasil penelitian yang menguraikan tentang deskripsi obyek penelitian. dan pemaparan data tentang. Sumber Data. Sistematika Pembahasan Untuk menggambarkan mengenai isi penelitian ini. Pengecekan Keabsahan Data. meliputi. Fokus Penelitian. struktur organisasi. Tinjauan tentang pendidikan agama Islam. Adapun bentuk sistematika tersebut adalah sebagai berikut: Bab I berisi pendahuluan. Manfaat Penelitian.9 F. Tujuan Penelitian. Kehadiran Peneliti. Konteks Penelitian. Pendekatan dan Jenis Penelitian. . maka disusun sistematika pembahasan yang memuat kerangka pemikiran yang akan digunakan dalam pelaporan hasil penelitian yang dilakukan. Analisis Data. Tehnik Pengumpulan Data. Kemudian membahas tentang peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa Bab III berisi metode penelitian yang meliputi. peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa. tujuan. gambaran umum sekolah. sejarah. yang terdiri dari beberapa sub-sub yaitu. dan Sistematika Pembahasan. Lokasi Penelitian.

usaha-usaha guru PAI. peran guru PAI. serta faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa. yaitu berisi kesimpulan dan diakhiri dengan saran. . serta faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa. Bab VI merupakan bab penutup skripsi.10 usaha-usaha guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa. Bab V membahas analisis hasil pembahasan dari hasil temuan hasil penelitian yakni. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak yang terlibat dalam penelitian. Kesimpulan yang dimaksud adalah dari hasil penelitian yang didapat dari lapangan.

Tinjauan tentang PAI Dalam Nenunjang Tujuan Pendidikan Nasional 1. Dengan pengembangan dan pembinaan seluruh potensi tersebut. Dalam hal ini menurut Zuhairini. yaitu tarbiyah al-diniyah (pendidikan keagamaan). al-ta’lim al-Islamy (pengajaran keislaman). pendidikan diharapkan dapat mengantarkan manusia pada suatu pencapaian tingkat kebudayaan yang yang menjunjung hakikat kemanusiaan manusia. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan adalah sebuah media bagi terjadinya transformasi nilai dan ilmu yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban manusia. tarbiyah al-muslimin (pendidikan orang-orang .11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. pengajaran (ta’lim) dan pembimbingan yang baik (tarbiyah). Sedangkan menurut Langgulung (1997). Pendidikan bersinggungan dengan upaya pengembangan dan pembinaan seluruh potensi manusia (ruhaniah dan jasadiyah) tanpa terkecuali dan tanpa prioritas dari sejumlah potensi yang ada. yang dikutip oleh Muhaimin menjelaskan bahwa dalam Islam pada mulanya pendidikan disebut dangan kata “ta’lim” dan “ta’dib” mengacu pada pengertian yang lebih tinggi. al-ta’lim al-diny (pengajaran keagamaan). Al- ta’lim al-din(pengajaran agama). dan mencakup unsur-unsur pemgetahuan (‘ilm). pendidikan Islam itu setidak-tidaknya tercakup dalam delapan pengertian.

Di kalangan para penulis Indonesia. Paradigma Pendidikan Islam. hlm.12 Islam). istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembimbingan watak. atau antara pendidikan dan pengajaran. 2002). 6 Muhaimin. Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik. agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life). pengertian Pendidikan Agama Islam dapat disimpulkan sebagai berikut : a. al-tarbiyah fi al-Islam (pendidikan dalam Islam). sementara pengajaran lebih diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotor. Sedangkan menurut Zakiah Daradjat. atau lebih mengarah pada afektif. moral sikap atau kepribadian. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. b.6 Para ahli pendidikan biasanya lebih menyoroti istilah tersebut dari aspek perbedaan anatara tarbiyah dan ta’lim. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan ajaran Islam. sebagaimana sering diperbincangkan dalam karya-karya mereka. dan al-tarbiyah alIslamiyah (pendidikan Islam). al-tarbiyah ‘inda almuslimin (pendidikan di kalangan orang-orang Islam). 36 .

7 Jadi. 132 8 7 .13 c. sikap hidup. Sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup. 86 Abdul Majid. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya secara sadar yang dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup. serta menjadikannya sebagai suatu pandangan hidupnya. Zakiah Daradjat. 2004). pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaranajaran agama Islam. dan keterampilan hidup. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Bandung : Remaja Rosdakarya. atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak. Dian Andayani. dkk. 1996). 8 Pengertian pendidikan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilkukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini. yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikannya. sikap hidup. baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sosial. demi keselamatan dan kesejahteraan hidup didunia maupun di akhirat kelak. menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh. memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan. ia dapat memahami.

b. . dan keterampilan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah/Al-Hadits. Undang-Undang RI No. Dasar pendidikan negara kita secara Yuridis Formal telah dirumuskan dalam: a.14 Oleh karena itu pendidikan Islam. memahami. 2. berarti pandangan hidup. dan mengamalkan agama Islam melalaui kegiatan bimbingan. sikap hidup. tentang sistem pendidikan Nasional Bab II pasal 2 yaitu. berpendidikan agama Islam mulia. kreatif. menghayati. Di dalam GBPP PAI 1994 sekolah umum. sehat. Dasar Pendidikan Agama Islam Dasar pendidikan adalah suatu landasan yang dijadikan pegangan dalam menyelenggarakan pendidikan. dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional. pengajaran.”pendidikan Nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. cakap. 20 tahun 2003 memuat Tujuan Pendidikan Nasional sebagai berikut: “Pendidikan Nasional bertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Undang-Undang RI tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. berilmu. 2. 1989.

berfungsi untuk memberikan penjelasan secara oprasional dan terperinci tentang berbagai permasalahan yang ada dalam Al-Qur’an tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan situasi dan kondisi kehidupan nyata. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Untuk memberikan petunjuk dan penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan permasalahan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia ini. (Malang: Karya Abditama Tim Dosen IKIP).15 mandiri. Al-Qur’an adalah sumber kebenaran dalam agama Islam. maka isi Al-Qur’an dan Hadits-lah yang menjadi pedoman pendidikan agama Islam.9 Sebagai sumber dasar ajaran Islam. yaitu Al-Qur’an dan AsSunnah. Sumber pendidikan agama Islam adalah ajaran Islam. Di antara permasalahan hidup manusia itu adalah masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan. 9 Tadjab. Dengan demikian dasar pendidikan agama Islam sudah jelas dan tegas yaitu firman Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. 40 . Sedangkan As-Sunnah. Al-Qur’an memang diturunkan oleh Allah kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad Saw. hlm. sedangkan Sunnah Rasulullah yang dijadikan landasan pendidikan agama Islam adalah berupa perkataan. Dasar-dasar Kependidikan Islam. Konsep dasar pendidikan agama Islam adalah konsep atau gambaran umum tentang pendidikan. Dengan demikian jelaslah bahwa dasar pendidikan di Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: ( ٧١:‫اب‬ ‫)ا‬ ‫زا‬ ‫ز‬ ‫ا ور‬ ‫و‬ ‫ذ‬ ‫و‬ ‫أ‬ Artinya: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rosul-Nya. 3. ”meningkatkan keimanan. maka akan bahagia hidupnya dengan sebenar-benarnya bahagia baik di dunia maupun di akhirat. yaitu. atau pengakuan Rasulullah SAW dalam bentuk isyarat. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. berbangsa dan bernegara” (GBPP PAI. maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar “(Q.10 10 Muhaimin. bertakwa kepada Allah Swt dan berpendidikan agama Islam mulia. pemahaman. Sedangkan dalam GBPP mata pelajaran pendidikan agama Islam kurikulum 1999. bahwa apabila manusia telah mengatur seluruh aspek kehidupannya (termasuk pendidikannya) dengan berpedoman pada Al-qur’an dan Sunnah Rosulullah. sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berpendidikan agama Islam mulia dalam kehidupan kepribadian.s. 2003). bermasyarakat. dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam. penghayatan. 1994). menghayati. dan mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman. hlm. tujuan PAI tersebut lebih dipersingkat lagi. menyakini. Tujuan Pendidikan Agama Islam Tujuan pendidikan agama Islam secara umum ialah. (Jakarta: Pustaka Pelajar. 78 .16 perbuatan. ”agar siswa memahami. Al-Ahzab: 71) Dari ayat tersebut dapat dipahami.

11 11 Zainuddin. kedua kesempatan manusia yang puncaknya kebahagiaan didunia dan akhirat. hlm. b. kecerdasan. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat 3). pikiran. karena itu berusaha mengajar manusia agar mampu mencapai tujuantujuan yang dirumuskan tadi. 59 . Persiapan mencari rezki dan pemeliharaan segi-segi pemanfaatan. sehingga memiliki kepribadian yang utama untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. perasaan dan panca indera. dkk. Menurut Al-Ghazali. Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan agama Islam yaitu untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan diri kepribadian manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. tujuan pendidikan Islam adalah: pertama kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Menurut Athiya al-Abrasi. 1991). Menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri.17 Tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa para ahli adalah: a. Untuk membantu pembentukan pendidikan agama Islam yamg mulia 2). (Jakarta: Bumi Aksara. Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghozali. tujuan pendidikan Islam secara umum adalah: 1). 4). akal.

18 4. Kemampuan para Supervisor/pengawas sehubungan dengan proses pengawasan dan penilaian pelaksanaan pendidikan di sekolah. . Ditujukan kepada aspek pikiran (intelektualitas). b. Ditujukan pada jiwa atau pembentukan kepribadian. Fungsi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menurut Zakiah Daradjat mengatakan bahwa Pendidikan Agama Islam mempunyai fungsi yang sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan kepribadian dan mental anak. Meningkatkan kemampuan Kepala Sekolah sehubungan dengan pengelolaan dan manajemen sekolah. beserta seluruh ciptaan-Nya tidak akan sempurna manakala isi. karena Pendidikan Agama Islam mempunyai dua aspek terpenting. 5. Artinya bahwa melalui pendidikan agama Islam ini anak didik diberikan keyakinan tentang adanya Allah SWT. Eksistensi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Upaya meningkatkan mutu pendidikan sudah sejak lama dilakukan pemerintah. yaitu: a. Artinya. yaitu pengajaran Agama Islam itu sendiri. bahwa kepercayaan kepada Allah SWT. Beberapa aspek yang menjadi sasaran dalam upaya tersebut adalah meningkatkan kemampuan guru sehubungan dengan mutu Proses Belajar Mengajar (PBM). makna yang dikandung oleh setiap firman-Nya (ajaran-ajaran-Nya) tidak dimengerti dan dipahami secara benar.

b. Nurcholis Madjid: Kegagalan pendidikan agama disebabkan Pendidikan Agama Islam lebih menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat formal dan hafalan. (Pikiran Rakyat. (Mimbar Pendidikan. sarana dan prasarana. kompetensi guru. berpendidikan agama Islam. berwatak kesatria dan patriotik. . 2000). No.19 Ada beberapa pendapat yang mengkritisi Pendidikan Agama Islam di sekolah. 1 tahun XIX. masalah tujuan. (Pikiran Rakyat. Materi Agama (Said Agil al-Munawar) bahwa Pendidikan Agama Islam di sekolah mengalami masalah metodologi. bukan pada pemaknaannya. di antaranya: a. 2003:9) Dari penerapan di atas dapat difahami bahwa masih banyak persoalanpersoalan yang dihadapi bangsa Indonesia yang berkaitan dengan keberhasilan pendidikan agama. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah belum sesuai dengan tujuan-tujuan Pendidikan Agama Islam. kebijakan. kurikulum. 30 juni 2003). c. d. Sebab pendidikan dalam pelaksanaannya terkait dengan berbagai komponen yang melingkupinya. Soedijarto: Pendidikan Nasional belum sepenuhnya mampu mengembangkan manusia Indonesia yang religius. keadaan murid dan lain sebagainya. kepala sekolah.

12 Pada mulanya. (Jakarta Selatan: Mizan Publika. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap fenomena. setiap pemain sandiwara memainkan perannya masing-masing sesuai dengan topeng yang dikenakannya. kata persona atau personality berubah menjadi istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya. Pada saat itu. kata persona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman Romawi dalam memainkan peranan-peranannya. Psikologi Umum dan Perkembangan. Lambat laun.14 Menurut Allport. (Bandung: Remaja Rosdakarya. (Yogyakarta: ArRuzz Media. 2006). hlm.13 Sedangkan kata siswa disamakan dengan anak didik merupakan sekelompok individu yang melakukan kegiatan untuk mencari suatu hal yang belum dimengerti. hlm. 38 12 . kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial (peran) yang diterimanya. hlm. Tinjauan tentang Kepribadian Siswa 1. Pengertian Kepribadian Siswa Kata kepribadian (Personality) sesungguhnya berasal dari bahasa Latin: persona. 2004). 206-207 14 Muhammad Alim.20 B. Pendidikan Agama Islam. 2007). kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dan sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya Akyas Azhari. 161 13 Baharuddin. Dalam pelaksanaan proses ini disebut juga sebagai proses belajar mengajar.

kemampuan memperoleh pengalaman. Kepribadian adalah nilai sebagai stimulus sosial. Di antaranya17: a. individual. Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisiogik seseorang yang menentukan model penyesuaian yang unik dengan lingkungannya. Menurut Stern. Menurut Hilgard dan Marquis. 301 Al Wisol. 9-10 hlm. usaha mencapai tujuan. b. kepribadian adalah sebagai susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. hlm. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. c. Kepribadian adalah pola trait-trait yang unik dari seseorang. 15 Alex Sobur. Menurut Allport. (Bandung: Pustaka Setia. kemampuannya bertahan dan membuka diri. d.2003). Kepribadian adalah seluruh karakteristik seseorang yang mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi. unik. e. Ibid.16 Selain itu ada beberapa definisi kepribadian lain yang dikembangkan para ahli kepribadian. (Malang: UMM Press.15 Sedangkan menurut Kuncoroningrat. Menurut Guilford. 300 16 17 . Menurut Pervin. 2005). hlm. kemampuan menampilkan diri secara mengesankan. Kepribadian adalah kehidupan seseorang secara keseluruhan. Psikologi Kepribadian.21 yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Dari berbagai perbedaan teori di atas. h.22 f. g. perasaan dan tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain dan tidak berubah lintas waktu dan situasi. hlm. 2003). Kepribadian adalah suatu lembaga yang mengatur organ tubuh. Kepribadian adalah pola khas dari pikiran. merasa dan bergerak) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologis saat itu. 304 . Menurut Phares. dan 3) Corak dan keunikan kepribadian individu ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Menurut Murray. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Menurut Maddy atau Burd. (Bandung: Pustaka Setia. Kepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir. 2) Kepribadian dipandang sebagai organisasi yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku. yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat dalam pengubahan kegiatan fungsional. menurut Alex Sobur ada beberapa persamaan ciri dalam teori tersebut yaitu: 1) Kepribadian sebagai suatu yang unik atau khas pada diri setiap orang.18 Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian siswa adalah tingkah laku siswa yang mengapresiasikan kepribadian yang muncul 18 Alex Sobur.

siswa yang semula bermalas-malasan. dapat dibimbing menjadi siswa yang rajin. . fanbtasi. baik yang bersifat kejiwaan maupun yang bersifat kebutuhan. Maka. ada dua faktor yang berperan terhadap pembentukan pribadi siswa. dan sebagainya. Misalnya. kemauan.23 dalam diri dan dimanifestasikan dalam perbuatan. Faktor intern atau faktor dalam diri siswa Faktor ini disebut juga sebagai faktor pembawaan. ingatan. sehingga dapat dibimbing menjadi siswa yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam. pribadi siswa sangat perlu dengan tujuan membentuk watak atau perilaku yang baik. Kejiwaan yang berwujud fikiran. 2. perasaan. Dapat dikatakan juga kepribadian siswa sebagai bentuk prilaku siswa dalam menerpakan hasil pengajaran dalam kehidupan sehari-hari. bahwa manusia itu mudah atau dapat dipengaruhi atau sesuatu yang ada di sekitar atau yang mempengaruhinya. Namun. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Siswa Pada dasarnya kepribadian manusia itu selalu mengalami perubahan. Faktor-faktor yang dimaksud adalah: a. Tentunya dengan ketelatenan dan perhatian dari pembimbing atau orang disekitarnya (keluarga). yang perlu kita sadari bahwa terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan pribadi siswa. Sebagai yang dijelaskan oleh Agus Sujanto bahwa yang dimaksud dengan pembawaan adalah segala sesuatu yang dibawa oleh anak sejak lahir.

Faktor ekstern atau faktor dari luar lingkungan Faktor ekstern ini biasanya merupakan yang berasal dari lingkungan seseorang mulai dari lingkungan terkecilnya. Namun bagi siswa yang menyimpang dari naluri pembawaan dalam artian mental pribadinya banyak ditimbulkan oleh akibat pengaruh dari lingkungan mereka. majalah. lingkungan adalah pusat dimana diletakkan dasar-dasar pandangan hidup dan pembentukan pribadi siswa. dan sebagainya. para pakar keilmuan pendidikan memberikan istilah bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan orang tua khususnya ibu sebagai pendidik pertama dan utama. b. Sebagai lembaga pendidikan yang pertama. atau media cetak seperti koran. Oleh karena itu. bahwa keluarga merupakan unsur utama serta suatu masyarakat besar atau negara. teman. Adapun faktor-faktor yang berasal dari luar dari siswa dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu: 1) Lingkungan keluarga Keluarga yang merupakan unsur masyarakat terkecil ini telah diakui oleh semua pakar keilmuan pendidikan. Di dalam kelurgalah siswa menerima pengalaman pertama dalam menghadapi sesamanya atau bergaul . tetangga.24 Jadi jelas bahwa faktor dari dalam yang dibawa anak sejak lahir akan turut mempengaruhi terhadap kepribadiannya. sampai dengan pengaruh dari berbagai media audiovisual seperti TV dan VCD. yakni keluarga.

pengaruh tersebut datang dari teman-temannya dalam masyarakat sekitarnya. Pengaruh yang positif dari masyarakat ini banyak kita jumpai dalam perkumpulan-perkumpulan pemuda. Dalam hal ini mereka mengharapkan agar siswa didiknya kelak memiliki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam atau dengan kata lain kepribadian muslim. Melihat realita yang ada nampaknya pengaruh tidak hanya bersifat positif. melainkan banyak pula yang bersifat negatif. Sedangkan pengaruh yang negatif dalam masyarakat tidak .25 sesama manusia dan dalam menghadapi manusia pada umumnya serta lingkungan keluarga terhadap perkembangan mental pribadi siswa. karena perkembangan jiwa siswa sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. 3) Lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat di mana siswa bertempat tinggal turut pula mewarnai atau mempengaruhi pembentukan pribadi siswa. 2) Lingkungan sekolah Sekolah sebagai bagian dari pendidikan keluarga sekaligus sebagai kelanjutan di dalam pendidikan formal. organisasi-organisasi pelajar atau mahasiswa. juga berfungsi untuk menanamkan dasar-dasar yang penting penguasaan pengetahuanpengetahuan dan sikap yang telah dibina dalam keluarga selama permulaan masa kanak-kanak juga mendidik siswa beragama.

Aktinson berpendapat bahwa pembentukan kepribadian individu dipengaruhi faktor biologis. besar. Menurut Thomas dan Chess bahwa kepribadian individu sudah tampak ketika individu baru dilahirkan dan pada bayi yang baru lahir perbedaan karakteristik seperti tingkat keaktifan. pembentukan kepribadian individu dapat diamati setelah kelahiran dimana individu sudah diperhatikan perbedaan suasana hati . Pada faktor biologis. cantik. ramah. sabar dan lain sebagainya. maupun fisik seperti ada yang bertubuh gemuk. faktor pengalaman umum. Dan sejalan dengan perkembangannya manusia mengalami suatu proses di mana proses ini akan mempengaruhi pembentukan kepribadiannya. dan faktor pengalaman unik. Proses Pembentukan Kepribadian Siswa Manusia dilahirkan sudah diberikan potensi-potensi kepribadian menurut sifat-sifat individualitas yang unik baik secara psikologis seperti mudah marah. kemampuan untuk meyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan suasana hati dapat diamati segera setelah kelahiran. 3. Dan anehnya pengaruhnya ini mudah diterima oleh siswa dan sangat kuat meresap di hati siswa. bermata sipit. jelek dan lain sebagainya.26 terhitung banyaknya. kurus. rentang perhatian. apabila dengan adanya faktor-faktor ”Individual Differences” yaitu faktorfaktor yang menyebabkan adanya perbedaan antara individu satu dengan yang lainnya.

dan nilai umum. semua keluarga dalam suatu budaya mempunyai keyakinan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa adanya interaksi antara pengalaman umum dan pengalaman unik individu dengan potensi bawaan yang .27 dan tingkat keaktifanya yang menunjukan bahwa adanya pengaruh faktor genetik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lingkungan dapat menentukan kepribadian individu. Pengalaman unik. Pengalaman umum. Oleh karena itu dalam menghadapi tekanan sosial individu mempunyai cara tersendiri dalam mengatasinya di mana perbedaan perilaku mungkin disebabkan oleh perbedaan biologis (herediter) atau sesuai dengan pengalaman yang diperolehnya dari lingkungan. individu semakin banyak belajar dari lingkungan. Dari keyakinan dan kebiasaan yang terdapat didalam keluarga selama fase perkembangannya. a. b. siswa mulai belajar untuk melakukan perilaku dengan cara yang diharapkan oleh lingkungan sekitarnya. baru akan berisi bila ia menerima sesuatu dari luar lewat inderanya pendapat tersebut lebih dikenal dengan teori tabu larasa. dari pengalaman yang diperolehnya melalui proses belajar tersebut akan berpengaruh terhadap pola pikir dan tingkah laku individu nantinya. Menurut John Locke tokoh aliran empirisme bahwa faktor lingkungan yang banyak mempengaruhi dalam pembentukan kepribadian seseorang. kebiasaan. sejalan dengan proses perkembangan dan dengan semakin bertambahnya usia.

seperti keluarga. Tokoh yang berpendapat bahwa herediter dan lingkungan saling mempengaruhi satu dengan lainnya yaitu W. Agama. Prinsip-prinsip belajar. Perubahan dan perkembangan kepribadian individu di peroleh melalui prinsip-prinsip belajar dari serangkaian peristiwa yang dilalui sebagai akibat dari bentuk penyesuaian antara herediter (sebagai faktor endogen) dengan lingkungan (sebagai faktor eksogen) b. Dimana faktor herediter akan berkembang apabila ada rangsangan dari faktor lingkungan. sekolah kelompok teman sebaya. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh faktor herediter dan faktor lingkungan.28 membentuk kepribadian.Stern dengan teori convergensinya menyatakan bahwa faktor lingkungan dan faktor herediter keduanya saling berpadu menjadi satu dan keduanya saling memberi pengaruh. partai polotik dan sebagainya. Menurut Cattle bahwa proses perkembangan kepribadian adalah sebagai berikut: a. dengan proses belajar dari lingkungan tersebut individu menjadikannya sebagai pedoman dalam berperilaku dan dengan pengalaman . Peranan faktor-faktor sosio-kultural. Menurut Cattle kehidupan sosial manusia berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian individu.

flegmatisi dan kolerisi. wajahnya selalu pucat. begitu juga sebaliknya. yaitu siswa yang banyak empedu hitamnya. Sanguinisi. pembawaan tenang. Yaitu: Melankolis. 19 Alex Sobur. Tipe-tipe Kepribadian Siswa Hipocrates dan Galenus mengemukakan bahwa tipologi kepribadian dibagi 4 golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya. Tipe ini siswa cenderung lamban dan pemalas.29 yang di perolehnya individu mampu menyelesaikan persoalan yang akan dihadapi apabila akan dihadapkan pada situasi yang sama. Melankolis. pesimistis dan selalu menaruh curiga. dan sifatnya agresif. Kolerisi. pesimis. hlm 314 . namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri.19 Jadi dalam hal ini siswa memiliki tipologi kepribadian berbeda antara yang satu dengan siswa yang lain yaitu: a. op. Tipe ini siswa berubah besar dan kuat. b. yakni banyak mengandung kuningnya. c. dan d. yaitu siswa yang banyak lendirnya. 4. sanguinisi. berseri-seri dan bersikap optimis. Tipe ini siswa selalu bersikap murung atau muram. yaitu selalu menunjukkan wajah periang. Flegmatisi. pendiriannya tidak pernah berubah. yaitu siswa yang banyak darahnya. cit.

dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Urgensi mendidik siswa juga disebutkan dalam Al-qur’an: îπs3Í×‾≈n=tΒ $pκöŽn=tæ äοu‘$yfÏtø:$#uρ â¨$¨Ζ9$# $yδߊθè%uρ #Y‘$tΡ ö/ä3‹Î=÷δr&uρ ö/ä3|¡à Ρr& (#þθè% (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ ∩∉∪ tβρâ÷s∆÷σム$tΒ tβθè=yèø tƒuρ öΝèδttΒr& !$tΒ ©!$# tβθÝÁ÷ètƒ āω ׊#y‰Ï© ÔâŸξÏî Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman. sedangkan menurut Sayyidina Umar: melarang mereka dari apa yang dilarang Allah dan memerintahkan mereka apa yang diperintahkan Allah. seorang anak mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. keras. amanah Allah.20 Memelihara. Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. Ulwan. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. sebagai orang tua yang proaktif kita harus memperhatikan benar hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan siswa. menurut Sayyidina Ali: didik dan ajarilah. hlm: 20 . peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.30 5. Urgensi Pendidikan Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Siswa adalah aset bagi orang tua dan tangan orang tualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Namun mungkin banyak dari kita para orang tua yang belum menyadari bahwa sesungguhnya terjadi perkembangan potensi yang kelak akan berharga sebagai sumber daya manusia. Karena saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua kali. 1992). Dalam lima tahun pertama yang disebut The Golden Years (tahuntahun keemasan). Nashih Abdullah.

mengajak . Memberikan rasa aman yang pertama kali dengan meyakinkan anak-anak kita bahwa orang tua mereka hanya bertuhan kepada Allah. anak sholeh/sholehah jatuh ya? Sini bunda lihat. disamping menumbuhkan kecintaannya untuk membaca. bahkan sedihnya sekalipun. Mungkin tidak akan efektif dengan memberi hafalan. Bagaimana kehidupan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan Islam. makan. b. Insya Allah sembuh”.31 Tiga hal yang dapat kita tunjukkan kepada siswa untuk dapat membentuk kepribadian siswa yang kokoh: a. atau mengajarkan dia untuk berserah diri kepada Allah. Pengenalan ini akan lebih melekat dibenaknya dengan membacakan siroh kepadanya. Hal ini juga penting untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Islam dan memperkenalkan juga sejarah Islam. misalnya ketika dia jatuh kita bisa menghiburnya dengan berucap ”Innalilahi. gembira. menikmati saat-saat besama mereka. saat-saat dia bermain. Hal ini dapat kita lakukan dengan senantiasa menyertakan Allah dalam segenap aktivitasnya sehari-hari. mulai sejak bangunya di pagi hari. sholat berjamaah. sampai ia tidur kembali. Dengan membiasakannya bangun pagi untuk belajar sholat subuh. berdoa saat melakukan semua aktivitas. Hal ini bisa kita lakukan dengan selalu menampakkan keceriaan ketika bersama mereka. bismillah. minum. manusia pilihan Allah. Rasa aman ini juga harus kita sertai dengann mengenalkan siapa nabi kita. Menciptakan kondisi agar sejak kecil anak-anak kita tahu bahwa mereka bahagia.

2) Segi moral a) b) Kejujuran. dari orientasi duniawi kepada orientasi ukhrawi. Orang tua sering berpikir dapat berbuat lebih banyak. Adapun pendidikan yang perlu diterapkan dalam membentuk kepribadian siswa adalah: 1) Segi keimanan a) b) c) Menanamkan prinsip ketauhidan.32 mereka bermain. Merubah orientasi kita sebagai orang tua. tidak munafik Menjaga lisan dan berakhlak mulia. mengokohkan pondasi iman Mencari teman yang baik Memperhatikan kegiatan anak. Saat sebelum tidur adalah waktu yang sangat berbagi dengan si kecil jika di siang hari kita menghabiskan sebagian besar (bahkan hampir seluruh) waktu kita di luar. 3) Segi mental dan intelektual a) b) Mempelajari fardhu ’ain dan fardhu kifayah Mempelajari sejarah Islam . c. Perlu kita ketahui bahwa setiap anak terlahir dengan membawa keunikannya sendiri-sendiri. menunjukkan perhatian kita atas apa yang mereka lakukan atau hasil pekerjaan mereka.

7) Segi spiritual a) Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraan. dan pendidikan b) c) Latihan jasmani. tempat tinggal. egois dan pemarah. kebutuhan dasar anak seperti makanan. kesehatan. Internalisasi Nilai-nilai Moral . 4) Segi jasmani a) Diberi nafkah wajib. takwa dan ibadah.33 c) diri d) Menyenangi bacaan bermutu yang dapat meningkatkan kualitas Menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal. pakaian. 5) Segi psikologis a) b) Gejala malu. 6) Segi sosial a) Menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhak dalam kehidupan b) Etika sosial anak. beroleh raga Menghindarkan diri kebiasaan yang merusak jasmani. takut. melihat setiap gerak geriknya dan mengetahui apa yang dirasakan b) Memperhatikan khusuk. 1. minder Gejala manja. Peran Guru PAI Dalam Membentuk Kepribadian Siswa. C.

Maka tidak diragukan lagi anak tersebut akan cenderung fisik. jauh dari akidah Islam. tunduk kepada hawa nafsu yang membuatnya buta dan tuli. dan akan tumbuh dalam kesesatan. menyeleweng. Allah berfirman: «!$# š∅ÏiΒ “W‰èδ ΎötóÎ/ çµ1uθyδ yìt7©?$# Ç£ϑÏΒ ‘≅|Êr& ôtΒuρ "dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Begitulah dia akan berbuat sejalan dengan hawa nafsu jahatnya. Pada saat pendidikan anak itu. Dia akan selalu terdorong ke lembah perbuatan yang menyimpang. berangsur memasuki usia pemuda dan siap menyongsong kehidupan. diusahakan dan dibiasakan sejak ia mumayiz dan mampu berfikir menjadi mukalaf. hampa dari bimbingan agama. “ . Suatu hal yang tidak diragukan bahwa keutamaan akhlak. keutamaan tingkah laku dan naluri yang wajib dilakukan siswa. Malah ia akan mengumbar hawa nafsunya mengikuti nasfu jahatnya dan bisikan setan yang sesuai dengan hawa nafsu dan tuntutannya yang rendah.34 Pendidikan moral ialah serangkaian sendi moral. serta tidak ada hubungan dengan Allah SWT. Nafsunyalah yang menjadi sesembahanya. keutamaan tingkah laku dan naluri merupakan salah satu buah iman yang meresap dalam pertumbuhan keberagamaan yang sehat.

. maka perlu adanya penanaman nilainilai moral sejak dini. mengangkatnya dari kehinaan dan memperbaiki pergaulannya dengan orang lain.a. yang akan meluruskan kepincangan yang rusak. dari Sa’ad bin Mansyur. dan didiklah mereka”. Tanpa iman. mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak-anak untuk kebaikan dan membekali mereka dengan sendi-sendi moral.35 Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa pendidikan imanlah yang akan dapat mengendalikan perilaku menyimpang. meluruskan kepincangan. dari Ali r. dari Ibnu Abbas r. dengan hadist: ُ ُ ْ ِ‫: َِ ُ ْا اوْ َ دآ ْ وأه‬ ْ ََ ُ َ َ ‫ا‬ ‫ر‬ ‫ه‬ ‫رو‬ (‫ا زاق‬ ‫سو‬ ‫ا‬ ‫ا ْ َ ْ َ واد ُ ْه ْ )روا‬ ُ ِ ََ Dari ibnu Abbas dan sa’ad bin mansyur berkata: Rasulullah saw berkata: “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian dan keluarga kalian kebaikan. Tanggung jawab mereka dalam bidang ini merupakan tanggung jawab yang mencakup setiap yang berkaitan dengan perbaikan jiwa anak pinak. Karena hubungan erat antara iman dan akhlak serta keterkaitan antara akidah dan amal perbuatan yang kokoh.a. (H.R Abdur Razaq) Dari sebagian hadist yang berhubungan dengan pendidikan dapatlah dipahami bahwa para pendidik. terutama para ibu dan bapaknya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdur-Razaq. dan moralpun tidak akan tegak. dari selain mereka berdua. begitu juga ketenangan. perbaikan tidak mungkin terwujud. dan akan memperbaiki jiwa manusia. Mereka bertanggung jawab dalam .

para pendidik harus meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap mereka. Gejala suka mencerca dan suka mengumpat. Gejala kenakalan dan penyelewengan. mengatakan yang jelek-jelek. 2. dan membebaskannya dari segala yang lahir akibat moral yang jahat dan pendidikan yang rusak. dipelihara dan dijaga serta dididik agar Abdullah Nashih. c. hlm.21 Adapun dusta merupakan gejala yang paling buruk dalam pandangan Islam. Oleh karena itu. dan setiap orang yang berkepentingan terhadap masalah pendidikan dan moral untuk menghindarkan anak-anak dari empat gejala berikut dan harus menjaga mereka dari perbuatan-perbuatan terburuk. Gejala suka mencuri. Adapun gejala-gejala yang empat tersebut adalah sebagai berikut: a. ibu. 1992). Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. dan sifat-sifat yang hina. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Maka layaklah para bapak.36 membebaskan lidah mereka dari sifat mencela. Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan Anak merupakan anugerah yang besar dari Allah sekaligus merupakan amanat Allah yang harus dibana. mengejek. 169-175 21 . moral yang rusak. dan berupaya sungguh-sungguh untuk menyelamatkan anak-anak dan menghindarkan mereka jauh-jauh dari segala bentuk kegelinciran dusta dan buruknya kemunafikan. b. d. Gejala suka berdusta. Ulwan.

maka waktu ia dewasa nanti akan cenderung kepada orang yang tidak peduli dengan agama atau kurang merasakan pentingnya agama bagi dirinya.37 menjadi orang yang baik. Apabila latihan-latihan agama dilakukan pada waktu kecil atau diberikan dengan cara yang kaku. dengan anak. Menurut Ulwan. mempunyai kepribadian yang kuat. bahwa cara yang dilakukan untuk membina rasa keagamaan pada diri siswa dengan melalui beberapa faktor. seorang pendidik merupakan contoh ideal . Orang tua sebagai pendidik utama dan prtama bertanggung jawab atas penanaman rasa keagamaan anak sejak dalam kandungan hingga dewasanya. Anak yang jauh dari suasana agama akan mempunyai perasaan yang kebal terhadap kesulitan. karena pendidikan agama merupakan landasan mental bagi anak agar dapat berpikir dan bersikap yang sesuai dengan konsep Islam yang merupakan cerminan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab. Ajaran agama akan lebih tertanam dalam diri anak yang mempunyai orang tua yang hidup dalam suasana keagamaan. Karena mempunyai nilai tersebut sangat diperluaskan dalam pertumbuhan kepribadian siswa. spiritual dan sosial. salah atau tidak cocok. antara lain: a. Pendidikan dengan keteladenan Keteladenan merupakan bagian dari sejumlah metode yang paling efektif dalam mempersiapkan dan membentuk siswa secara moral. Latihan-latihan keagamaan hendaklah dilakukan sedemikian rupa hingga menumbuhkan nilai-nilai dan rasa anam. mempunyai sikap yang sehat serta berakhlak mulia.

guru dan seluruh anggota keluarga merupakan salah satu faktor yang efektif dalam upaya memperbaiki. membimbing dan mempersiapkan siswa menjadi insan yang berakhlak mulia. Sebagaimana firman Allah SWT. yang tingkah lakunya dan sopan santunya akan ditiru siswa.sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. Dalam Surat Al-Ahzab ayat 21. ô‰s)©9 ∩⊄⊇∪ #ZŽÏVx. baik disadari maupun tidak. Pendidikan dengan adat kebiasaan Pada dasarnya telah diakui dan ditetapkan dalam syari’at Islam bahwa pada awal penciptaannya seorang anak itu dalam keadaan suci dan bertauhid murni. teman sepergaulan yang baik. beragama yang lurus dan beriman kepada Allah SWT. karena itu keteladenan merupakan faktor penentu baik buruknya siswa. 670 . yaitu: ©!$# tx. dalam surat Ar-Ruum ayat: 30.38 dalam pendangan siswa. b. yang berbunyi: 4 «!$# È. Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. Sebagaimana firman Allah.”22 Pendidikan dengan keteladenan dimulai dari orang tua.ù=y⇐Ï9 Ÿ≅ƒÏ‰ö7s? Ÿω 4 $pκöŽn=tæ }¨$¨Ζ9$# tsÜsù ÉL©9$# «!$# |NtôÜÏù 4 $Z ‹ÏΖym ÈÏe$#Ï9 y7yγô_uρ óΟÏ%r'sù ∩⊂⊃∪ tβθßϑn=ôètƒ Ÿω Ĩ$¨Ζ9$# uŽsYò2r& €∅Å3≈s9uρ ÞΟÍhŠs)ø9$# ÚÏe$!$# šÏ9≡sŒ 22 Ibid. hlm.

hlm. akhlak mulia. 23 Dari ayat tersebut di atas bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah mempunyai naluri keagamaan. dan social serta dalam menjelaskan kepada siswa segala hakikat. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Pendidikan dengan nasihat Nasihat merupakan cara yang efektif dalam menanamkan rasa keagamaan nasihat juga sangat berperan di dalam upaya membentuk keimanan siswa. mempersiapkannya secara moral. Maka tidak diragukan lagi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.39 Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah. dan mengajarkannya prinsip-prinsip Islam. c. psikis. nilai-nilai agama. 645 . yaitu: 23 Ibid. (Itulah) agama yang lurus. Dan dari hal tersebut diterangkan pembiasaan dan pengajaran serta pendidikan dalam menumbuhkan dan membimbing siswa kedalam tauhid murni. mendidik dan melatih anak sejak dini merupakan sesuatu yang memberikan hasil paling utama dalam pembinaan siswa. Pendidikan dengan pembiasaan adalah salah satu penunjang pokok kependidikan dalam upaya menumbuhkan keimanan siswa yang beriman dan berguna bagi nusa dan bangsa. keutamaan jiwa dan untuk melaksanakan syari’at yang hanif (lurus). Mengingat sangat pentingnya nasihat ini Allah berfirman dalam surat Adz-Dzariyaat ayat: 55.

132 .sŒuρ Artinya: “Dan tetaplah memberi peringatan. hlm. yang dapat menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan baik dalam kehidupannya serta menciptakan seorang muslim yang hakiki. Pendidikan dengan hukuman (sanksi) Menurut Nur Aini hukuman merupakan alat pendidikan yang berbentuk penarikan suatu positif yang sengaja dilaksanakan agar pihak lain menarik kembali atau menghentikan tingkah lakunya yang tidak 24 25 Ibid. hlm. Hal ini merupakan dasar yang kuat dalam mewujudkan manusia yang seimbang. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. yaitu: 3“uθø)−G=Ï9 èπt6É)≈yèø9$#uρ 3 y7è%ã—ötΡ ßøtªΥ ( $]%ø—Í‘ y7è=t↔ó¡nΣ Ÿω ( $pκöŽn=tæ ÷ŽÉ9sÜô¹$#uρ Íο4θn=¢Á9$$Î/ y7n=÷δr& öãΒù&uρ Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu. karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. Pendidikan dengan pengawasan Maksudnya pendidikan ini adalah mendampingi siswa dalam upaya membentuk aqidah dan moral serta mengawasinya dalam mempersiapkannya baik secara psikis ataupun social.40 ∩∈∈∪ šÏΖÏΒ÷σßϑø9$# ßìx Ζs? 3“tø.25 e.Ïe%!$# ¨βÎ*sù öÏj. kamilah yang memberi rezki kepadamu. 862 Ibid.24 d. Sebagaimana firman Allah surat Thaahaa ayat 132 yang berhubungan dengan pengawasan.

yaitu: 1) Memberitahu kesalahan di iringi dengan bimbingan 2) Menyalahkan dengan lembut 3) Menyalahkan dengan isyarat 4) Menyalahkan dengan taubih (menjelekkan) 5) Memperbaiki kesalahan dengan meninggalkan pergi (tidak mengajak bicara kepada yang berbuat salah) 6) Memperbaiki kesalahan dengan memukul 7) Menyadarkan kesalahan dengan sanksi yang keras. 3. Internalisasi Nilai-nilai Keimanan . yaitu: 1) Memperlakukan siswa dengan penuh kelembutan dan kasih sayang 2) Member sanksi kepada siswa yang salah 3) Mengatasi dengan bertahap dari yang paling ringan samapi kepada yang paling berat.41 diharapkan. Adapun hukuman-hukuman yang dapat dilaksanakan oleh para pendidik maupun orang tua dalam menanamkan rasa keagamaan pada sisewa. Tahap-tahap pemberian sanksi. Pada dasarnya hokum-hukum dalam syari’at Islam yang lurus dan prinsip-prinsip yang universal bertujuan memelihara kebutuhankebutuhan asasi yang dipenuhi dan dipertahankan.

. dan hukum-hukum. perundang-undangan. dan mengajarinya sejak mumayyiz dasar-dasar syariat Islam yang agung. akhlak. Al-Qur’an sebagai iman. ibadah. peraturan-peraturan. Dengan demikian. Setalah pengarahan dan bimbingan ini.42 Yang dimaksud dengan pendidikan iman ialah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. sejak pertumbuhannya atas dasar konsep pendidikan iman dan atas dasar-dasar ajaran-ajaran Islam sehingga ia terikat oleh akidah dan ibadah Islam dan berkomunikasi dengan-Nya lewat sistem dan peraturan Islam. dan Rasul SAW sebagai pemimpin dan panutan. tugas dan kewajiban pendidikan ialah menumbuh besarkan seorang anak. ia tidak mengenal selain Islam sebagai agama. Dasar syariat ialah setiap yang berhubungan dengan system Rabbani dan ajaran-ajaran Islam seperti akidah. membiasakannya sejak mulai paham melaksanakan rukunrukun Islam.

Margono. 8 . Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang diperlukan bersifat data yang diambil langsung dari obyek penelitian tanpa memberikan perlakuan sedikitpun dari data yang terkumpul. Dengan pendekatan ini bahwa Peran Guru Pendidikan Agama Islam 26 S.26 Terkait dengan jenis penelitian tersebut. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. dianalisis dan diinterpretasikan. yakni usaha untuk memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu.43 BAB III METODE PENELITIAN A. 2000). hlm. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha untuk memutarkan pemecahan masalah yang ada semarang berdasarkan data-data yang kemudian disajikan. maka pendekatan penelitian bertumpu pada pendekatan fenomenologis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu.

hal ini dilakukan karena sebagai upaya untuk menjaga obyektifitas hasil penelitian. menafsir data dan pada akhirnya peneliti juga yang menjadi pelopor hasil penelitiannya. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian ini kehadiran peneliti sangat dipentingkan. Dalam penelitian ini para peneliti adalah sebagai pengamat penuh. Yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan secara emosional dengan para perangkat sekolah dan juga siswa yang .44 dalam Membentuk Kepribadian Siswa Di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. menganalisis. dapat dideskripsikan secara lebih teliti dan mendalam. yaitu sebagai pengamat yang terlibat secara langsung dengan subyek penelitian dalam menjalankan proses pendidikan. Hal ini dikarenakan agar dapat lebih dalam memahami latar penelitian dan konteks penelitian. B. Untuk melaksanakan penelitian ini terlebih dahulu peneliti mengajukan surat izin penelitian sebagai salah satu persyaratan. selain itu peneliti sendiri yang bertindak sebagai instrumen penelitian. Dalam mengajukan surat perizinan penelitian dilakukan secara formal dengan menyerahkan surat izin penelitian dari pihak kampus kepada pihak sekolah. dalam hal ini kepala sekolah yang berwenang dalam mengambil keputusan atas proses perizinan penelitian tersbut. melaksanakan pengumpulan data. Di mana peneliti bertugas untuk merencanakan.

27 Berarti data primer merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petuagaspetugasnya) dari sumber pertamanya. B. Kurikulum. data primer yang diperoleh oleh peneliti adalah hasil wawancara dengan kepala Sekolah. 2. Data primer Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan. Adapun yang akan menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang latar belakang obyek 27 J. Metode Ramalan Kuantitatif (Jakarta: Rineka Cipta. 8 . 1993). Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Adapun dalam penelitian ini. Sumber Data Sumber data merupakan asal informasi yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. guru pengajar pendidikan agama Islam dan siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Supranto. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh oleh suatu organisasi dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi. Wak.45 nantinya akan menjadi obyek penelitian. hlm. Hal tersebut diharapkan agar terwujudnya suasana harmonis antara peneliti dan obyek penelitian.

Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti ini dilakukan. peneliti akan dapat mengetahui secara jelas bagaimana penerapan peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. keadaan fasilitas kelas. struktur organisasi. maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode: 1. foto-foto kegiatan pembelajaran. nama-nama siswa dan kondisi sarana prasarana SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Dalam hal ini. 158 . D. 2000). Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. SMP Negeri I merupakan lembaga pendidkan yang berada di bawah yang ideal dan memilki visi: Unggulan dalam kelembagaan dan prestasi di landasi Iman dan Taqwa. nama-nama guru dan pegawai.46 penelitian. Tehnik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang valid pada suatu penelitian. Recobarong Ngunut Tulungagung.28 Dengan metode ini. tata tertib kelas. Margono. C. keadaan siswa dan guru. Metode Pengamatan (Observasi) Metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistemik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Adapun metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data riil tentang: 28 S. SMP Negeri I berlokasi di Jl.

Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui peninggalan tertulis. Suasana kegiatan istighosah siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. b. Faktor-faktor yang terkandung dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung 3. Suasana pengajaran serta tingkah laku (kepribadian) siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Metode Interview Interview merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan atau informasi melalui percakapan secara langsung atau tatap muka.47 a. Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung b. 2. Usaha-usaha kegiatan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung c. Dalam penelitian ini. seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang . metode interview digunakan untuk memperoleh data tentang: a.

dalil atau hukum-hukum dan nilai-nilai yang berhubungan dengan masalah penelitian. cit. hlm. Karena peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Op. Di mana data tersebut dianalisa secara cermat dan teliti sebelum disajikan dalam bentuk laporan yang utuh dan sempurna. Metode ini dipergunkan sebagai pelengkap dari metode lainnya dan diharapkan akan lebih luas dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. E. penulis menggunakan metode deskriptif. Analisis Data Dalam menganalisis data yang peneliti peroleh dari observasi. dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mencatat informasi yang riil berupa dokumen. 181 . teori. interview.29 Dari pendapat di atas. Margono.. maka analisa datanya dilakukan pada saat kegiatan penelitian berlangsung dan dilakukan setelah pengumpulan data selesai.48 pendapat. catatan dan laporan yang tertulis serta relevan dengan tujuan penelitian. dan dokumentasi. Dalam metode ini penulis ingin memperoleh data tentang: sejarah berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. visi dan misi SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Metode ini peneliti gunakan untuk menentukan dan menafsirkan serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang peneliti peroleh dari metode tersebut. Proses analisis data dilakukan oleh peneliti adalah dengan langkahlangkah sebagai berikut: 29 S.

peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber. 3. F. Reduksi Data Reduksi data merupakan analisis data yang menajamkan. Dalam penelitian ini. selain itu juga bersifat matrik. grafik. Data yang sudah ada disusun dengan menggunakan teks yang bersifat naratif. Menarik kesimpulan atau verifikasi yaitu merupakan rangkaian analisis puncak.49 1. Verifikasi dimaksudkan untuk menghasilkan kesimpulan yang valid. network dan chart. Data yang diperoleh dari lapangan langsung ditulis dengan rinci dan sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Meskipun begitu kesimpulan juga membutuhkan verifikasi selama penelitian berlangsung. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data dilakukan agar memperoleh hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan serta dipercaya oleh semua pihak. menggolongkan data dengan cara sedemikian rupa kesimpulan dapat ditarik kesimpulan atau data diverikasi. . 2. Display data atau penyajian data Yaitu mengumpulkan data atau informasi secara tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

2005). interview. b. Tahap Pelaksanaan Penelitian 30 Lexy J. 2. 330.30 G. dan dokumentasi. Tahap Persiapan a. Mendatangi Responden Hal ini perlu dilakukan dengan maksud supaya dalam melakukan penelitian tidak terjadi kesalah pahaman bagi responden. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan penelitian dilapangan atau obyek penelitian adalah sebagai berikut: 1. Menyusun Instrumen Penyusunan instrumen penelitian ini disusun berdasarkan tujuan penelitian dan jenis data yang disajikan sumber penelitian. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda Karya.50 Triangulasi sumber adalah membandingkan dan mengecek baik derajat kepercayaan status informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Maka peneliti perlu mandatangi responden untuk memberi informasi seperlunya pada responden (kepala sekolah. guru-guru khususnya guru pendidikan agama Islam dan sebagian siswa). . instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan jenis data adalah observasi. Moleong.

c. Melakukan wawancara dengan para informan. etika berbicara kepada orang lain. b. Tahap pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sekolah. . keadaan seperti cara berpakain.51 a. Melakukan pengamatan. seperti data tentang profil sekolah dan pelaksanaan-pelaksanaan pengajaran. Tahap Penyelesaian Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menyusun data-data yang telah diperoleh dan dianalisis kedalam bentuk laporan hasil penelitian yang didapatkan pada bab IV dan bab V. 3. Mengumpulkan semua data yang dianggap perlu.

52 BAB IV HASIL PENELITIAN A. 5) Mewujudkan standar penilaian sesuai dengan SNP. Recobarong. dan sekolah ini mempunyai Nilai Akreditasi A. Sekolah SMP Negeri I Ngunut ini dengan luas lahan 9. Sedangkan misinya adalah 1) Mewujudkan peringatan fasilitas pembelajaran bagi semua siswa. 6) Mewujudkan peningkatan pengalaman ajaran sesuai . 2.10. Nilai Akreditasi Sekolah: 92. Skor = 92. 3) Mewujudkan pembelajaran dan bimbingan yang efektif. No. kabupaten/kota Tulungagung. propinsi Jawa Timur. Sejarah Berdirinya SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Profil sekolah SMP Negeri I Ngunut Tulungagung telah diberi nama UPTD SMP NEGERI 1 NGUNUT. Visi dan Misi SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Visi SMP Negeri I Ngunut adalah Unggulan dalam kelembagaan dan prestasi di landasi Iman dan Taqwa. 2) Mewujudkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai SNP. kecamata Ngunut. 4) Mewujudkan tenaga pendidikan yang professional. SMP Negeri I Ngunut bersetatus Negeri.10. Statistik sekolah adalah 201051605005 dengan tipe B yang beralamat Jl.795 m2 dan jumlah rombel 26. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1.

Jum’at.00 . Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah. 30 April 2010. 8) Mewujudkan media komunikasi dan informasi bagi masyarakat. Karena itu saya menghimbau guru untuk lebih Inten dalam mengajar dan dalam membina anak-anak di sini sehingga saya berharap guru bisa lebih menjadi suri tauladan anak-anak”. B.31 Artinya guru di sini diharapkan bisa lebih memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. dengan meningkatkan keprofisionalan seorang pendidik dalam membentuk kepribadian siswa. Ada beberapa kebijakan kepala sekolah di sini untuk memudahkan guru dalam 31 Wawancara. karena kepala sekolah adalah sebagai pemimpin pada lembaga tersebut. Wiwik (Kepala Sekolah). 7) Mewujudkan program pembentukan budi pekerti yang luhur. Jam: 09. Penyajian Data Penyajian data yang dimaksudkan disini adalah mengungkapkan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang sesuai dengan masalah yang ada di dalam pembahasan skripsi ini.53 keyakinannya. dan hasilnya adalah sebagai berikut: ”Bawasanya kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut ini akan semakin berkualitas dimata masyarakat luas sehingga keberadaanya itu akan lebih dipercaya ditengah masyarakat luas sebagian lembaga pendidikan Islam yang ideal. Sesuai dengan data yang diperoleh peneliti maka dapat disajikan sebagai berikut: 1. Agar bisa menghasilkan siswa yang berkualitas. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Di dalam sebuah lembaga sekolah segala program kegiatan harus sepengetahuan kepala sekolah.

30 34 Wawancara. dalam hal ini peneliti juga melakukan wawancara dengan 3 (tiga) guru PAI SMP Negeri I Ngunut. dan saya sebagai guru agama saya lebih menggunakan praktek langsung kepada anak.15 Wawancara. 6 Mei 2010. Kita harus bisa memposisikan sebagai hakim. artinya kita harus bisa bertindak sebagai seorang guru.54 membentuk kepribadian siswa. dan hasilnya adalah sebagai berikut: “Saya sebagai kepala sekolah mempunyai keinginan agar siswa-siswa lulusan sini itu bisa terlihat hasilnya. dan harus menjadi vasilator yang baik bagi anak didik”33 “Dalam membentuk kepribadian siswa saya menghubungkan dengan pelajaran-pelajaran yang ada dan memberikan pendekatan-pendekatan pada anak guna lebih mendalam memahami karakter anak-anak yang berbeda-beda. 3 Mei 2010. belum lagi anak pindahan dari sekolah suasta. Jam: 09. di antara diadakannya Istigosah dan lain-lain”32 Guru adalah sebagai pelaksana pembinaan kepribadian dan untuk mengetahui sejauh mana peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut.30 . Jam: 09. Oleh karena itu membuat beberapa kebijakan dalam membentuk kepribadian siswa. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah. karena dengan praktek langsung lebih melekat di anak-anak. Mujiono (Guru PAI). Senin. Rifa’I (Guru PAI). Wiwik (Kepala Sekolah). Jadi pendekatan Individu anak menurut saya sangat diperlukan karena itu ketika melihat anak yang memiliki kepribadian yang menyimpang saya berusaha mendekati anak itu agar lebih baik dengan mengidentifikasi 32 33 Wawancara. Jam: 09. dan kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman. dan hasilnya adalah sebagai berikut: “ Sebagai seorang guru saya berusaha menggunakan pendekatan-pendekatan klasikal pada anak. Jum’at. dan berusaha menjadi Informan yang baik pula kerena Informasi yang salah racun bagi anak didik”34 “Membentuk kepribadian siswa memeng tidak mudah melihat latar belakang siswa yang notabennya memiliki latar belakang keluarga yang berbeda seperti anak yang kurang perhatian dari orang tua. karena terkadang anak itu memiliki kepribadian yang menyimpang atau nakal karena mintak perhatian lebih. Kamis. 30 April 2010. bertindak seorang tua.

dimana seorang guru harus bisa memposisikan sebagai seorang guru. Muhaimin (Guru PAI). 35 36 Wawancara. fasilator dan pembimbing yang baik. Sabtu. memberi wawasan kepada kami tentang bagaimana berhubungan dengan orang lain dengan baik dan juga membuat kami lebih baik yang semula kami lebih suka membangkang atau melanggar”36 Dari sini bisa kita lihat bawasanya siswa antusias sekali dengan pembentukan pribadi siswa yang dilakukan guru SMP Negeri I Ngunut. Nida (Siswa). dan kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman.Jam: 08. Selain itu guru juga melakukan pendekatan seperti pendekatan klasik.55 permasalahan-permasalahan yang di alami dan berusaha menjadi pembimbing yang baik bagi anak. Selain dari pada itu menjadi Informan. bertindak sebagai orang tua. 8 Mei 2010. 5 Mei 2010. Kemudian unutk melihat sejauh mana keberhasilan peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa. Jam: 09. Yang nantinya diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang diharapkan dan kelak nantinya apabila sudah keluar dari sekolah ini menjadi siswa yang bisa membawa nama baik sekolah.30 . Memang tidak mudah tapi itulah tugas guru”35 Melihat dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa Rata-rata guru PAI ketika melakukan pembentukan kepribadian tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sekolah. Rabu. dan ada juga yang menggunakan metode yang lain misalnya dengan praktek langsung karena dengan ini lebih melekat dan merasa lebih efektif.00 Wawancara. Peneliti mewawancarai beberapa siswa dan hasilnya adalah sebagai berikut: “Kami sangat antusiasi sekali karena dengan adanya pembentukan pribadi siswa membuat kami sadar akan pentingnya berkepribadian yang baik.

3) melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami. lewat upacara. 2. Jam: 09. Kamis.37 ”1) Mengenalkan anak didik dengan agama melalui pengajaran Al-Qur’an dengan membiasakannya membaca setiap hari. 2) mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku menyimpang dari agama. memeberikan contoh. Pak Rifa’I (Guru PAI). Jam: 09. 7 Mei 2010. 3) mengajarkan sopan santun atau akhlakul karimah kepada orang yang lebih tua terutama kepada orang tua. guru. 2) mengenalkan perintah shalat dan memberikan pelajaran shalat serta menerapkannya setiap hari dengan cara shalat berjama’ah tiap shalat dhuhur.00 Wawancara. siswa merasa dirinya jauh lebih baik bagaimana cara bertingkah laku dan cara bergaul yang baik. melatih dan membiasakan siswa untuk melakukan kebaikan. serta mengawasi apa yang dilakukan siswa 37 38 Wawancara. Karena kita selain menjaga hubungan dengan Allah kita juga harus menjaga hubungan dengan manusia. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Hal tersebut di atas dipertegas pula oleh 3 (tiga) guru PAI bahwa yang paling penting dalam pelaksanaan pembentukan kepribadian siswa ada beberapa hal yaitu: ”1) Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata. Juga dengan adanya pembentukan pribadi siswa. Jum’at.contoh: hadrah”.30 . 4) melalui kesenian yang bernafaskan Islam.38 ”Dalam pembentukan kepribadian siswa terutama pembentukan agama pada siswa banyak hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan supaya pendidikan tersebut dapat diterima oleh siswa dengan senang bukan sesuatu paksaan yaitu dengan cara memberikan pelajaran Al-Qur’an dengan metode yang sesuai untuk siswa. waktu mengajar maupun di luar itu. 4) membiasakan hidup sehat”. 6 Mei 2010. serta temen-temennya. Pak Muhaimin (Guru PAI).56 Karena baginya juga bisa menambah pengetahuannya tentang kedudukannya sebagai manusia dan bagaimana berhubungan dengan orang lain.

Jam: 10. Dengan demikian siswa mempunyai gambaran yang baik untuk dirinya dan mereka juga merasa diperhatikan”.40 Kemudian dipertegas pula oleh pak Mujiono bahwa dalam membentuk kepribadian siswa ada beberapa faktor di antaranya adalah: ”1) Menanamkan keimanan (aqidah) siswa. Jam: 08. 8 Mei 2010. Faktor-faktor Yang Terkandung dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Seperti dipertegas oleh pak Muhaimin bahwa faktor yang terkandung dalam pembentukan kepribadian siswa adalah: ”1) Faktor sekolah. 3) menanamkan nilai-nilai mulia.41 39 40 Wawancara. 2) faktor guru agama. Sabtu. Jam: 10. Muhaimin (Guru PAI).00 Wawancara.00 41 Wawancara.8 Mei 2010. Pak Mujiono (Guru PAI).39 3. 8 Mei 2010. Mujiono (Guru PAI).57 dan menasehati dengan kasih sayang. 4) faktor lingkungan dimana siswa berada termasuk teman bergaul”. 4) mendidik akhlak”. Sabtu.30 . 2) menanamkan ibadah siswa. Sabtu. 3) faktor orang tua.

Sebagaimana data yang diperoleh dilapangan. sebagai pendidik bisa membangun generasi baru yang memiliki tingkah laku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan negara. Secara definisi guru adalah seorang administrator. Begitu halnya apa yang ada di SMP Negeri I Ngunut. Jadi dalam membentuk kepribadian siswa. tapi yang paling menarik untuk dijadikan bahan kajian adalah ”Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa”. disana menggunakan beberapa program yang telah disepakati bersama. informator.58 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. siswa yang ada sangat beragam sekali. Dari seorang guru. Yang manna dengan program ini diharapkan dapat membantu memudahkan dalam membentuk kepribadian siswa serta diharapkan juga nantinya dapat mencetak siswa yang berkualitas baik . Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian adalah suatu proses dimana guru memiliki peran aktif dalam membentuk kepribadian siswa. konduktor dan berkelakuan menurut masyarakat. ada beberapa pembentukan yang dilakukan tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang ada di SMP Negeri I Ngunut.

Guru melakukan sebagai metode atau cara agar dapat membentuk kepribadian siswa yang nantinya diharapkan bisa menumbuhkan pribadi-pribadi yang baik secara jasmaniah dan rohaniah baik dalam bergaul di dalam keluarga atau lingkungan masyarakat dan tentunya bisa membawa nama baik sekolah. Usaha-usaha Guru PAI dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Untuk mencapai suatu tujuan banyak usaha yang di lakukan oleh pihak SMP Negeri I Ngunut sendiri dalam upaya pembentukan kepribadian siswa sebagai berikut: 1. Artinya dalam hal ini. B.59 intelektualnya maupun dalam tingkah lakunya (akhlaknya) atau memilki pribadi yang baik. baik dari tingkah laku dan perbuatannya. Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata 2. waktu mengajar maupun di luar itu . peran guru pendidikan agama islam dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut dapat diketahui apa yang dilakukan oleh guru. lewat upacara. Dari data lapangan. Pembentukan kepribadian siswa yang dilakukan guru tentunya mempunyai arah dan tujuan yang jelas. guru sebagai seorang pelaksana pembentukan yang memiliki peran dalam membentuk kepribadian siswa yang lebih baik. Mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku menyimpang dari agama.

Hukuman bisa diberikan pada saat benar-benar dibutuhkan dan tidak memberatkan serta melukai mental dan fisik anak. gerakan dan perkataan juga termasuk hadiah. Dalam pembentukan siswa terutama pembentukan agama pada anak pra sekolah banyak hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan supaya pendidikan tersebut dapat diterima oleh siswa dengan senang bukan suatu paksaan yaitu dengan cara memberikan pelajaran Al-qur’an dengan metode yang sesuai untuk anak. Pemberian hadiah boleh dilakukan tetapi pemberian hadiah yang selalu sering juga mengakibatkan hadiah tidak berharga. melatih dan membiasakan anak untuk melakukan kebaikin. Dengan demikian siswa mempunyai gambaran yang baik untuk dirinya dan mereka juga merasa diperhatikan. C. serta mengawasi apa yang dilakukan anak dan menasehati dengan kasih sayang. Melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami 4.contoh: hadrah. memberikan contoh. Faktor-faktor yang terkandunng dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara dengan guruguru dilembaga SMP Negeri I Ngunut Tulungagung maka dapat digambarkan . Melalui kesenian yang bernafaskan Islam.60 3. hadiah harus berupa barang.

dan lemah lembut oleh gurunya dari pada sering kena marah dan menerima hukuman. contoh: suka menbuat gaduh dikelas. Guru dalam mendidik siswa Dalam mendidik siswa. Bagi siswa yang susah disuruh berbaris rapi. penuh perhatian. maka perlu adanya suatu pengawasan dari pendidik agar teman sebaya pun dapat saling membiri . mengganggu temannya dan terkadang berkelahi. maka penulis dapat menggambarkan bahwa siswa lebih senang jika diajar dengan kesabaran. Teman sebaya Teman sebaya pun ikut berpengaruh dalam pembentukan suatu kepribadian karena teman adalah tempat dimana si siswa berkumpul. shalat berjamaah maka dengan kesabaran guru pula ikut membnatu apa yang diperintahnya karena mereka masih kecil dan perlu dibantu kepribadiannya dengan baik dan penuh kesabaran. Guru harus tetap berusaha untuk mengajarkannya dengan kesabaran dan ketelatenan dengan cara terus menasehati dan memperingati sampai mereka tidak lagi berbuat begitu. 2. bermain bersama dan menjalankan aktivitas bersama-sama. bergantian cuci tangan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian siswa antara lain: 1.61 bahwa berhasilnya suatu tujuan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan demikian. dan malah akan berkesan dalam diri siswa khususnya bagi mereka yang masih usia dini. guru tidak boleh merasa kesal dengan kenakalan dan bandelnya siswa.

sehingga mereka ekstra hatihati mengawasi siswa dalam bergaul. 4. Kalimat sengaja juga diberikan oleh informan lain beliau mengungkapkan: ”Karena pergaulan dan lingkungan yang semakin modern kadang-kadang siswa mudah terpengaruh pada hal-hal yang kurang baik akibatnya sulit diberitahu”. Masyarakat Dari wawancara ini menunjukkan bahwa lingkungan membawa pengaruh yang tidak sedikit. menumbuhkan rasa kasih sayangnya dengan nilai-nilai yang positif. Hal ini di ungkapkan oleh pak mujiono. . Keluarga Keluarga juga sangat dominan sekali dalam membentuk kepribadian siswa. keluarga adalah tempat keluh kesah siswa dan perlu adanya suatu kerja sama antara keluarga dengan lembaga dimana lembaga adalah tempat siswa beraktivitas selama 8 jam/hari sisanya yang 16 jam merupakan tanggung jawab orang tua di rumah yaitu memberikan pendidikan yang baik. dan lingkungan ini merupakan kekhawatiran utama yang dialami oleh kebanyakan orang tua. 3.62 contoh yang baik dan tidak mengajak perbuatan yang buruk. Dari hasil wawancara dengan guru lain pak Imam Mahmudi mengungkapkan bahwa problem lingkungan dan pengaruh zaman modern pada saat ini yang sangat bebas merupakan salah satu yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam.

dan akan membawa dampak negatif terhadap perkembangan siswa. hal ini sangatlah memperhatikan bila dibiarkan begitu saja tanpa ada pengawasan ketat dari orang tua.63 Selain faktor diatas ada lagi faktor yang tak kalah penting dan sangat perlu untuk diperhatikan yakni berupa teknologi yang semakin maju dalam era globalisasi ini. .

Yang nantinya diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang diharapkan dan kelak nantinya apabila sudah keluar dari sekolah ini menjadi siswa yang bisa membawa nama baik sekolah. dimana seorang guru harus bisa memposisikan sebagai seorang guru. maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: 1.64 BAB VI PENUTUP A. Selain dari pada itu menjadi Informan. Memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang nyata . bertindak sebagai orang tua. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab enam (Laporan Hasil Penelitian). fasilator dan pembimbing yang baik. 2. a. Usaha-usaha Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. dan kapan kita harus menempatkan diri sebagai teman. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. dalam hal ini dinyatakan bahwa dalam membentuk kepribadian siswa guru juga melakukan pendekatan seperti pendekatan klasik.

Saran Sebagai kata penutup dari penulis. Melalui pelajaran dalam kelas dengan cerita yang bernafaskan Islami d. .contoh: hadrah. Faktor-faktor yang terkandunng dalam Membentuk Kepribadian Siswa di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian siswa antara lain: a. Mengingatkan kepada anak-anak yang berbuat salah atau berperilaku menyimpang dari agama.65 b. Melalui kesenian yang bernafaskan Islam. Guru mendidk siswa b. waktu mengajar maupun di luar itu c. mempunyai harapan agar pelaksanaaan dalam Membentuk Kepribadian Siswa yang ada di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik dari masa sekarang. lewat upacara. Teman sebaya c. dalam pelaksanaan pembentukan kepribadian siswa dalam rangka pembentukan yang bersifat agamis. Masyarakat B. Keluarga d. 3.

Dengan penerapan disiplin oleh guru akan mendukung siswa lebih berdisiplin dalam kesehariannya.66 1. hendaknya selalu membimbing guru dalam mengelola kelas sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Disamping itu. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada cara/metode mengajar yang digunakan harus tepat dan sesuai. karena guru sebagai suri tauladan bagi siswa. 3. Bagi Siswa Diharapkan agar lebih meningkatkan kesadaran pada dirinya masingmasing untuk dapat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh sesuai dengan cara/metode yang diberikan guru melalui bimbingan atau pengarahan. Bagi Bapak/ Ibu Guru Diharapkan guru selalu menanamkan sifat disiplin dalam dirinya. . Bagi Kepala Sekolah Diharapkan bagi Kepala Sekolah harus lebih sering memantau dan memonitor tentang kedisiplinan guru dan siswa agar Proses Belajar Mengajar berjalan lancar. 2.

67

DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu. 1985. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Bandung: PT Amrico. Atkinson. 1999. Pengantar Psikologi Edisi Delapan Jilid 2. Jakarta: PT Erlangga. Al Wisol. 2005. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press. Alim Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. Alex Sobur. 2003. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia. Azhari Akyas. 2004. Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta Selatan: Mizan Publika. Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena. Yogyakarta: Arruz Media. Daradjat, Zakiah. 1975. Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. Jakarta: Bulan Bintang. Deperteman Agama RI. 1993. Al-Qur’an Dan Terjemah, Surabaya: Surya Cipta Aksara. Hall & Lindzey. 1993. Teori-teori Holistic (Organismik Fenomologis). Jakarta: Kanisius. Latif, Abdul. 1996. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Pustaka Bumi Quraisy Majid, Abdul. 2004. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Margono, S. 2000. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Muhaimin. 2003. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Pelajar. Muhaimin. 2002. Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Nasution. 1999. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sujanto, Agus, dkk. 1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Aksara Baru. Undang-Ungang Repoblik Indonesia No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Surabaya: Karina. Ulwan, Nashih Abdullah. 1992. Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ------------------. 1992. Pendidikan Anak Menurut Islam, Kaidah-kaidah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Zuriah, Nurul, Dra. 2006. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

LAMPIRAN I Struktur Organisasi SMP Negeri I Ngunut Tulungagun

KEPALA SEKOLAH Dra. Hj. SM. Wiwik Sulistya, M.Pd

KOMITE SEKOLAH Drs. H. Mardjuni, M.Pd

STAF TATA USAHA 1. 2.

WAKASEK Drs. Mutomo Drs. Slamet Rihadi

UR. KURIKULUM 1. 2. Imam Mahmudi, S.Pd Sahir, S.Pd 1. 2.

UR. KESISWAAN Drs. Muhaimin

UR. SARPRAS Drs. Purwanto

UR. HUMAS Sunarto

Budi Setyanto, S.Pd

GURU MATA PELAJARAN

SISWA Dokumentasi: SMP Negeri I Ngunut Tulungagung

LAMPIRAN II Keadaan Guru SMP Negeri I Ngunut Tulungagung

NO

NAMA

NIP

GO L /R IV/b IV/b IV/b IV/b IV/b IV/b IV/b IV/b IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a

JABATAN

BID.STUDI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Dra. SM. Wiwik S, M.Pd Drs. Slamet Rihadi Drs. Mutomo Drs. Purwanto Drs. Achmad Rifa’I Dra. Sri Wahyuni Sunarto Dra. Diyah Anggraini Sukartini. BA Drs. Sucipto Gatot Bekti N, S. Pd Purwahyuniati, S. Pd Arif Sundoko. BA Kusbiyah Rini Utami, S. Pd Sahir, S. Pd Astutik, S. Pd Ambarwati Istiyowati

195712311980032018 196703081990031007 196209071984031011 196504041990031014 195409111982121001 196309101990032008 195305171977031003 196307181990032002 195312261980032003 196404141990031017 196003111981111002 196001011986032015 195707131987011002 196612181989032007 196004061983012003 196101181984121002 196308151985122003 196703211989032010 196706181990032006

Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina TK.I Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina

Bhs. Indonesia Penjaskes Matematika IPA (Biologi) P. Agama Islam Bahasa Jawa IPA (Fisika) BP/ BK Bahasa Jawa IPS Terpadu PKn BP/ BK BP/ BK PKn IPA (Biologi) IPS Terpadu Tata Boga IPA (Biologi) IPA (Fisika)

Siti Fatmawati Drs.I Penata TK. Inggris Sains Fisika TINKOM Bhs.Kesenian 20 Sipur.I Bhs. S.I Penata TK.I Penata TK. S. Indonesia Matematika Pkn Kesenian Musik) TINKOM Matematika Bhs. S.I Penata TK. S.I Penata TK. Pd 196312111984031003 IV/a Pembina (Seni Rupa) 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Pri Afandi Hari Purwanto Suyitno Mustofa Bisri.I Penata TK.Pd Alis Mulyowati. S. S. Indonesia Matematika Penjaskes Bhs. S. Inggris Bhs.I Penata TK.I Penata TK.I Penata Muda TK.I Penata TK. S.Pd Dra.Pd Budi Setyanto. S. BA Dra. S.Pd Wahid Iskandar.Pd Imam Mahmudi. S.Pd Slamet Pitoyo. Kris Widiantini Zamroji.Pd Sugeng Wasono. S.I Penata TK. S.Pd Hari Purwanto. S. Indonesia Bahasa Jawa P.I Penata TK.Pd 196608271991031006 196203171984031006 196510151987021003 195910101988031012 195604131995122001 196305101991031012 195905071983011001 196701081989032009 197109171998031004 196810241995122003 196503251989031010 132185749 196904181998031015 132220628 132203893 196712131999031002 196809291999032006 197002091999031004 197007061999032005 196607311994122002 197401052005011014 IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/d III/b Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Penata TK.I Penata TK.Pd Marganingsih. Agama Islam Mulok Elektro Bhs.Pd Kun Handayani.Pd Haryuni.Pd Siti Anis Zulaikhah. Indonesia IPS Terpadu (Seni . Inggris IPS Terpadu Bhs. Muhaimin Nurkhamim Mahsusoh.

Patoyah Juli Budianto Muji Astutik.Pd Tri Astutik.Pd Kinerja Guru 58 59 60 61 62 63 Agustina Retno P Sutiono Fitri Handayani. S.Pd Agung Dwi H. Inggris Bhs. Info Kom Bahasa Jawa Bhs. S. S. Inggris P. BOS Bhs.Ag Yedik Hermawan. Inggris Ekonomi Kristen Protestan Bhs. S. S.E Vida Susana Injulawati Yeni Farida GTT GTT GTT GTT GTT GTT Kristen Katolik Budha Bhs. Agama Islam Tek.Pd Dra. S. S. Daerah 57 Andriana.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 Dyah Indarti.Pd Dra. S. S.Pd Rini Retnoningtyas.I Matematika Penjaskes IPS Terpadu Penjaskes Bhs. S. Ganik lestari Mujiono. Indonesia Bend.Pd Tutut Saropah. S.Pd Hari Sudarmanto. S. Indonesia Bhs. S.Pd Dian Utamiati.Pd Nunung W. Inggris . S. Inggris IPS Ekonomi Seni Budaya Matematika Bhs.Pd Rike Selviasari.Pd Sunarti 197105072006042019 196601272007011011 196703112007012019 197007192007011013 197603191999032003 196505012008011006 196604262008012004 196812012008012027 197412112008012013 196507292008012013 196504042008012004 197209192008011007 197512052008011013 198001052006042023 197004131998022004 III/a III/a III/a II/c II/c III/a III/a III/a III/a III/a III/a III/a III/a III/a III/d Penata Muda Penata Muda Penata Muda Pengatur Pengatur Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata Muda Penata TK.

LAMPIRAN III Keadaan Siswa SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Jumlah Kelas VII Kelas VIII Kelas IX (Kls.075 1.036 1.057 25 25 24 26 Jml Pendaftar .073 1. VII + VIII Th. +IX) Pelajaran (Cln Siswa Jml Jumlah Jml Jumlah Jml Jumlah Baru) Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 553 611 598 450 336 352 353 366 8 8 8 9 389 336 351 357 9 8 8 9 348 387 332 344 8 9 8 9 1.

ruang.. Kelas (d) 7x9 m > 63m < 63 m =(a+b+c) (a) (b) (c) (e) (f)=(d+e) 8 14 4 22 4 26 ……….< 30% 30% . R.65% >65% . yaitu: …… Baik Rsk ringan Rsk sedang Rsk Berat Rsk Total Keterangan kondisi: Baik Rusak ringan Rusak sedang Rusak berat Rusak total Kerusakan < 15% 15% .< 45% 45% .LAMPIRAN IV Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri I Ngunut Tulungagung a) Data Ruang Belajar (Kelas) Jumlah dan ukuran Kondisi Jml. ruang lainnya Jumlah ruang yg digunakan u. yg digunakan Ukuran Ukuran Ukuran Jumlah Kelas 2 2 2 untuk R.

Lab. Perpustakaan Kondisi*) Jumlah Ukuran Jenis Ruangan (buah) (pxl) Kondisi 1 09 x 12 Rusak Sedang Rusak Rusak 6. Tata Usaha 5. Kepala Sekolah 2. Multimedia 5. PTD 9. Ketrampilan 4. Bahasa 3 7x8 Ringan 7.b) Data Ruang Belajar Lainnya Jumla h Ukuran Jenis Ruangan (pxl) (buah) 1. Lab. Kesenian - - - 8. Guru 4.Komputer Rusak 2 2x8 Ringan Rusak sedang 2. Lab. IPA 2 13 x 16 Ringan 3. - - - 1 13 x 34 c) Data Ruang Kantor Jenis Ruangan 1. Serbaguna/aula 10. Tamu Jumlah (buah) Ukuran (pxl) 1 1 1 1 6x4 7x4 7 x 16 4 x 11 Kondisi*) Rusak Ringan Rusak Sedang Baik Rusak Ringan - . Wakil Kepala Sekolah 3.

KM/WC Guru 5. Pos Jaga 1 6x8 6. Gudang 2 2. PMR/Pramuka 9. Reproduksi 4. Hall/lobi - - Rusak Sedang 20 2x2 14. Dapur - - 11. UKS 8. Rumah Pompa/Me nara Air 16. Bangsal Kendaraan 17. KM/WC Siswa 1 3x4 12. BK 1 3x4 2 2 x 2 x Rusak 4 Ringan 7. Kantin 15.Lainnya: Computer TU 1 4x3 Rusak Ringan d) Data Ruang Penunjang Jumlah (buah) Ukuran (pxl) 3x4 Jumlah Ukuran Jenis Ruangan (buah) Kondisi (pxl) 10. OSIS 2 3x4 - - - 1 3x3 - - - 1 3x5 1 3x3 Baik . Ibadah 1 15 x 17 Jenis Ruangan Kondisi*) Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang Rusak Sedang 1. Rumah Penjaga 18. Koperasi - - 2 2x3 13. Ganti - - 3.

4 Setiap hari mengisi presensi 1. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN: 1.5 Meninggalkan sekolah paling cepat 5 menit setelah mengajar/administrasi pendidikan 2. bila berhalangan hadir 1. Hal Mengajar 2. bila meninggalkan tugas 1.2 Berada ditempat tugas sesuai dengan jadwal yang ditentukan 2.2 Menyampiakan izin dan surat tugas.LAMPIRAN V TATA TERTIB GURU I.1 Berpakaian sesuai dengan ketentuan: Senin s/d Selasa : Abu-abu lengkap dengan atribut Rabu : Keki lengkap dengan atribut Kamis s/d Jumat : Batik Sabtu : Menyesuaikan .3 Mengisi buku penghubung.1 Membawa dan menggunakan perlengkapan belajar mengajar/administrasi pendidikan 2.1 Hadir sepuluh (10) menit sebelum melaksanakan tugas 1. Hal Masuk Sekolah 1.3 Mengetahui kehadiran murid 3. Hal Pakaian 3.

Teguran secara lisan b.2 Setiap tanggal 17 memakai seragam KORPRI 3. Melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar III. LARANGAN-LARANGAN: a. Melaksanakan Tata Karma Dalam Bergaulan 7.3 Setiap hadir di sekolah berpakaian rapi dan bersepatu 4. SANKSI: a. Pernyataan tidak puas secara tertulis d. Mewujudkan Sekolah Seabagai Wawasan Wiyata Mandala 6. Penindakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Memasukkan ideology yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 c. Berperan Nyata Dalam Pelaksanaan 7K Di Sekolah 5. Melaksanakan Tugas-tugas Lain Yang Berhubungan Dengan Tugas dinas II. . Mengikuti Rapat Dinas 9. Mengikuti Upacara Bendera 8.3. Peringatan tertulis c. Merokok pada waktu mengajar b.

Bagaimana peran Bapak/Ibu guru dalam rangka pembentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 2. Apa bentuk kebijakan bapak/ibu kabit tentang upaya pembentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 3. Dalam proses belajar mengajar. Apakah ada inovasi dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? b) Wawancara Wk. Menurut kepala sekolah bagaimana peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 2. Upaya apa yang harus dilakukan guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 3. media apa yang Bapak/Ibu gunakan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? . Bagaimana pengelolaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I Ngunut? 4. Peran Guru PAI a) Wawancara Kepala Sekolah 1.LAMPIRAN VI PEDOMAN WAWANCARA A. Kurikulum 1. Apakah ada konflik antara guru PAI dan siswa dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 5. Bagaimana kebijakan kepala sekolah terhadap peran guru PAI dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 4.

Kegiatan kreatif apa yang dilakukan sebagai pembentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? c) Wawancara Guru PAI 1. Apakah kegiatan yang dilakukan sekolah atau guru sudah dapat membantu dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 2.5. Program apa yang dilakukan Bapak dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 7. Apa indikator keberhasilan Bapak dalam membina dan meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut? 5. Bagaimana peran Bapak dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 2. media apa yang Bapak gunakan dalam membentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 6. Bagaimana keadaan siswa setelah melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? . Sejauh mana keberhasilan yang telah Bapak capai dalam membina dan meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut? 4. Dalam proses belajar mengajar. Apa strategi yang digunakan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 3. Bagaimana pelaksanaan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa di SMP Negeri I Ngunut? d) Wawancara Siswa/ Murid 1.

Apa usaha khusus yang telah Bapak lakukan dalam membina dan meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut? 3. Apa saja usaha-usaha Bapak dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? 2. Dalam upaya pembentukan kepribadian siswa apakah guru PAI telah mencontohkan dalam bentuk prilaku dalam mengajar? 4. Usaha-usaha apa yang Bapak tempuh dalam meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut? 4. Dalam setiap kali pertemuan apakah guru PAI selalu membaca do’a sebelum pelajaran dimulai? 5. Faktor apa yang mendukung dan menghambat usaha Bapak dalam membina dan meningkatkan kepribadian siswa dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Ngunut? . Kegiatan-kegiatan apa saja yang digunakan dalam membentuk kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? C. Menurut anda apakah anda memiliki solusi lain atau program lain sebagai pembentukan kepribadian siswa di SMP Negeri I Ngunut? B. Faktor-faktor a) Wawancara Guru PAI 1. Metode apa saja yang Bapak pakai dalam memberikan pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I Ngunut? 5. Usaha-usaha Guru PAI a) Wawancara Guru PAI 1.3.

Kurikulum 1. Bagaimana pengelolaan pendidikan agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Ngunut? . Bagimana tindakan Bapak/Ibu guru jika ada siswa yang melanggar norma agama di SMP Negeri I Ngunut? b) Wawancara Wk.2. Faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri I Ngunut? 3.

LAMPIRAN VII Depan SMP Negeri I Ngunut Tulungagung Wawancara dengan guru PAI SMP Negeri I Ngunut .

Ruang Belajar Kelas VIIIa SMP Negeri I Ngunut Wawancara dengan Wk. Kurikulum SMP Negeri I Ngunut .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful