Biografi Ratu Elizabeth I

Elizabeth lahir tahun 1533 di Greenwich, Inggris. Ayahnya, Raja Henry VIII, perintis babak pembaharuan Inggris. Ibunya, Anne Boleyn, adalah istri kedua Henry. Anne dipenggal kepalanya hingga menggelinding bagai sebutir nyiur tahun 1536 dan beberapa bulan kemudian parlemen keluarkan pengumuman bahwa Elizabeth yang waktu itu berumur tiga tahun sebagai "anak sundal." (Ini merupakan sikap umumnya kaum Katolik Inggris yang tidak menganggap sah perceraian Henry dengan istri pertamanya). Meski ada kutukan parlemen, Elizabeth dibesarkan dalam rumah tangga kerajaan dan peroleh pendidikan baik.

Henry VIII tutup usia tahun 1547 tatkala umur Elizabeth tiga belas tahun. Sebelas tahun sesudah itu tidak ada penguasa Inggris yang bisa dianggap berhasil. Edward VI, saudara tiri Elizabeth naik tahta antara tahun 1547 sampai 1553. Di bawah pemerintahannya, kentara sekali politik pro Protestannya. Ratu Mary I memerintah lima tahun sesudah itu mendukung supremasi kepausan dan pengokohan kembali Katolik Romawi. Selama pemerintahannya kaum Protestan Inggris diuber-uber dan ditindas, bahkan sekitar tiga ratus pemeluknya dihukum mati. (Ini menyebabkan ratu dapat julukan tak sedap: "Mary yang berdarah." Elizabeth sendiri ditahan dan disekap di Menara London. Kendati akhirnya dibebaskan, hidupnya dalam beberapa waktu berada dalam ancaman bahaya. Tatkala Mary tutup usia (tahun 1558) Elizabeth yang sudah berumur dua puluh lima tahun naik tahta. Kenaikan ini memberi kecerahan buat penduduk Inggris. Banyak masalah yang menghalang ratu muda belia ini: peperangan melawan Perancis; hubungan tegang dengan Skotlandia dan Spanyol; kondisi moneter pemerintah; dan di atas segala-galanya itu adalah awan gelap perpecahan agama yang bergantung di atas kepala Inggris. Kemelut terakhir ini ditangani lebih dulu. Tak lama sesudah Elizabeth naik tahta, undangundang tentang "Supremasi dan Persamaan" disahkan tahun 1559, menetapkan Anglican sebagai agama resmi Inggris. Ini memuaskan pihak kaum Protestan moderat, tetapi kaum Puritan menghendaki perubahan yang lebih drastis. Meskipun menghadapi oposisi kaum Puritan di satu pihak dan kaum Katolik di lain pihak, selama masa pemerintahannya tetap

keadaan juga yang menguntungkan Elizabeth. Elizabeth membantu Negeri Belanda. dan di tahun 1580 Paus Gregory XIII mengeluarkan pengumuman bahwa tidaklah berdosa membunuh Elizabeth. luwes. Elizabeth menandatangani vonis hukuman itu dengan agak ogah-ogahan. Sepanjang masa pemerintahannya. tetapi. kendati kerajaan miskin. tetapi kelasinya lebih sedikit. kaum Protestan tercekam rasa takut terhadap kebangunan kembali Agama Katolik di Inggris. Langkah Elizabeth ini bukanlah atas dasar kekerasan dan semau-maunya: Mary penganut Katolik Romawi dan juga punya tuntutan yang layak menggantikan tahta Elizabeth. Elizabeth peroleh dukungan kuat rakyat Inggris. . Di tahun 1570 Paus Pius V mengucilkan dan memerintahkannya turun tahta. Selama penahanan Mary yang sembilan belas tahun itu memang ada beberapa kali komplotan menghadapi Elizabeth dan ada cukup bukti keterlibatan Mary. Tetapi. angsur-berangsur keadaan memaksa Inggris terlibat pertentangan dengan Spanyol. Umumnya rakyat Inggris seperti juga para menteri dan parlemen lebih bernafsu angkat senjata daripada Elizabeth. Para menterinya dan umumnya anggota parlemen menginginkan supaya Mary dibunuh lebih cepat lebih baik. Elizabeth menangani politik luar negeri dengan cermat. perang antara Spanyol dengan Protestan Inggris sulit terelakkan. dan berpandangan jauh. andaikata ada pemberontakan atau pembunuhan yang berhasil. meskipun sebenarnya Elizabeth pribadi tak punya gairah berperang. Tetapi. Elizabeth berusaha menghindari perang.untuk melabrak Inggris. Tetapi. Dan ini merupakan sumber penyebab pokok kepopulerannya di kalangan massa Protestan Inggris yang besar itu. Mary dipaksa meninggalkan Skotlandia dan melarikan diri ke Inggris. Pertentangan agama betul-betul membahayakan Elizabeth. Sebagai akibat kemenangan ini. Di awal-awal pemerintahannya kondisi keuangan kerajaan Inggris sungguh sehat. Akhirnya di tahun 1587 Mary dihukum mati. Pertarungan pun pecah tahun 1588. posisi yang tetap dipegangnya hingga abad ke 20 ini. Armada Spanyol punya kapal-kapal yang hampir seimbang banyaknya dengan kepunyaan Inggris. Karena itu. lebih dari itu. Pemberontakan di Negeri Belanda melawan penguasa Spanyol merupakan faktor pembantu: pemberontak Belanda umumnya penganut Protestan dan tatkala Spanyol menggenjot pemberontak. dan pertempuran laut yang seru itu berakhir dengan kekalahan mutlak pihak Spanyol. Raja Philip II dari Spanyol juga bergegas membangun armada besar --Armada Spanyol-. Situasi keagamaan menjadi ruwet dengan keadaan yang berkaitan dengan Ratu Mary dari Skotlandia. Di awal-awal tahun 1560 dia merampungkan "Perjanjian Edinburgh" yang menjamin penyelesaian damai dengan Skotlandia. Tetapi-tentu saja cekcok dengan Spanyol meminta biaya mahal dan di akhir pemerintahannya keadaan keuangannya amat miskin. keadaan negara secara keseluruhan berkondisi lebih makmur ketimbang pada waktu Elizabeth melekatkan mahkota di ubun-ubunnya. Elizabeth senantiasa cermat dalam soal keuangan. Perang dengan Perancis berakhir dan hubungan kedua negara membaik. Inggris menjadi mantap selaku kekuatan Angkatan Laut paling jempol di dunia. ketika perang dengan Spanyol akhirnya meletus juga di tahun 1580an. Ini berarti. tetapi buat Katolik militan Spanyol abad ke-16. Inggris akan punya lagi ratu beragama Katolik. Bertahun-tahun Elizabeth secara tekun membangun Angkatan Laut Inggris.bertahan memantapkan kompromi yang tertera dalam undang-undang tahun 1559. Elizabeth menampakkan dirinya bagai perisai menghadapi kebangunan itu. Sesampai di Inggris dia menjadi tahanan Ratu Elizabeth. pelaut Inggris lebih terlatih baik dan kualitas kapal serta persenjataan meriamnya lebih bagus.

Malah sebaliknya. yang menjadi penasihat utamanya sejak tahun 1558 hingga matinya di tahun 1598. Nasib baik buat Inggris. jika dia tunjuk seseorang jadi penggantinya akan segera jadi rivalnya). Sebagian dari hasil-hasil yang dicapainya antara lain berkat Williarn Cecil (Lord Burghley). ini merupakan pilihan yang membingungkan. adalah juga di masa pemerintahannya Inggris muncul selaku kekuatan pokok. Pada . Pokok-pokok keberhasilan Elizabeth bisa diringkas sebagai berikut Pertama. hidup di jaman itu. empat puluh lima tahun pemerintahannya --Era Elizabeth-. (Berbeda dengan Jerman di mana tiga puluh tahun perang (1618-1648) membunuh lebih dari dua puluh lima persen penduduk. Baik James maupun puteranya Charles I terlampau otoriter buat selera Inggris. tegas. Berbarengan dengan itu dia punya kehati-hatian dan konservatif. dia sebut Raja James II dari Skotlandia (putera Mary dari Skotlandia) menjadi penggantinya. tak ada perkembangan musik atau lukisan yang bisa menandingi perkembangan kesusastraan. Tetapi. Inggris mungkin sudah kecemplung dalam kancah perang saudara sesudah penggantian. dia jelas menyukai pria dan gemar bergaul dengannya. Sir Francis Drake berlayar keliling dunia (dari tahun 1577 hingga 1580). Kedua. tetapi dia selalu menghindari menetapkan penggantinya.umumnya dianggap jaman keemasan suatu bangsa besar di dunia. Juga ada percobaan yang gagal (oleh Sir Walter Raleigh dan lain-lainnya) mendirikan pemukiman di Amerika Utara. Ada berulang kali perjalanan ke Rusia dan percobaan-percobaan oleh Martin Frobisher dan oleh John Davis mencari jalan arah barat laut menuju Timur Jauh. Bukan saja dia tak pernah kawin. posisi yang bisa dipertahankannya berabad berikutnya. Meskipun ini berarti persatuan antara Inggris dan Skotlandia di bawah satu mahkota. (Mungkin karena dia takut. Era Elizabeth juga menyaksikan bangkitnya Inggris selaku penjelajah. Dia mengidap ketidaksukaan berperang dan pertumpahan darah meskipun jika diperlukan dia bisa bersiteguh. kalau saja dia mati muda (atau kapan saja sebelum matinya Mary dari Skotlandia). Dia beri semangat teater Shakespeare menghadapi oposisi pemerintahan lokal kota London.Pemerintahan Elizabeth selama empat puluh lima tahun (dari tahun 1558 sampai 1603) sering dianggap "Jaman keemasan Inggris. punya pandangan luas. Karena dia tidak kawin. Elizabeth hidup sampai umur tujuh puluh tahun. Tetapi. Di atas tempat tidur menjelang rohnya melayang. Selain dia. meredakan rasa benci keagamaan antara Katolik Inggris dan Protestan Inggris. tidaklah pula terlalu benar jika dianggap dia itu termasuk jenis perempuan pembenci lelaki." Beberapa penulis termasyhur Inggris. Apa pun alasan Elizabeth tidak mau menyebut penggantinya. menjejakkan kaki di California dalam perjalanan itu. sungguh menyolok). Kekurangan Elizabeth terbesar mungkin ogah-ogahan menyediakan peluang buat pergantian tahtanya. dia menjalankan pemerintahan dengan kerjasama parlemen dan bukan melawannya. Kedudukan Elizabeth di dalam daftar urutan buku ini punya keluar biasaan yang jelas. dia memimpin Inggris selama tahap kedua jaman pembaharuan tanpa pertumpahan darah yang berarti. Ketiga. Jelas-jelas Elizabeth punya saham dalam perkembangan kultural ini. Elizabeth punya kemampuan memilih menteri-menterinya yang becus. Seperti halnya ayahnya. dan di abad tengah perang saudara pun meledaklah. termasuk William Shakespeare. Elizabeth punya kecerdasan yang melebihi orang biasa dan seorang politikus yang cakap. dia berhasil pula menjaga persatuan bangsa. maka tampaknya dia masih perawan seperti dikemukakannya di muka umum.

tidaklah tampak Spanyol itu pernah merupakan ancaman serius terhadap kemerdekaan Inggris. Jika Spanyol tidak mampu menumpas pemberontakan di negeri Belanda. Kendati begitu.pokoknya. peranan Elizabeth mempertahankan Inggris dan ancaman Spanyol mudah dilebihlebihkan. (Tak satu pun Inggris kehilangan kapalnya!). dengan cara hanya menjauhi diri menjadi seorang despot. Seratus Tokoh yang Michael H. paling tidak sebagian terbesamya. Menjelang abad ke-16. Inggris tidaklah punya tanda-tanda sebuah empirium). Dunia Jln. buku ini merupakan daftar para inovator besar. bahkan andaikata Spanyol berhasil mendaratkan pasukan di Inggris. Mahbub Djunaidi. Dalam banyak hal. No. Tetapi. Elizabeth tidak mencoba berhubungan langsung dengan persoalan gawat yang merupakan urusan wewenang parlemen dan kerajaan. Dan lebih jauh dari itu. Jika dikaji. di bawah Elizabeth. Spanyol dan bahkan Portugis) juga membangun empirium besar. Kendati begitu. (Memang. bukan seorang inovator. Ditilik dari sudut fakta jelas Peter jauh lebih inovatif ketimbang Elizabeth. Haruslah diingat. Sejarah 1978 1982 Jaya 31A Pusat . dia mewariskan Inggris Angkatan Laut terkuat di dunia dan meletakkan dasar-dasar empirium Inggris yang menyusul kemudian. sukarlah dibayangkan mereka dapat menaklukkannya. Saya akan peroleh kesulitan meyakinkan orang Rusia yang punya pikiran jernih bahwa Elizabeth ditempatkan lebih tinggi dalam urutan dari Peter. PT. Haruslah pula dicatat bahwa banyak negara Eropa lain yang berpantaikan Samudera Atlantik (Perancis. Pustaka II. Jika dibandingkan dengan Peter yang Agung dari Rusia tampaknya tak setara. Angkatan bersenjata Spanyol tidak pernah mencapai kemenangan yang mengesankan di mana pun di Eropa. Lantas di mana Elizabeth mesti ditempatkan di daftar buku ini? Dasarnya dia tokoh lokal. pertarungan antara armada Inggris lawan armada Spanyol sama sekali tidak terlalu berlangsung secara jarak dekat. Kramat Jakarta Paling Berpengaruh dalam Hart. Lagi pula. jelaslah tak ada potongan dia bisa menaklukkan Inggris. Terjemahan H. nasionalisme Inggris jauh lebih kuat dari kemungkinan Spanyol bisa menaklukkannya. Elizabeth tidak mencari kehebatan bidang militer dan pula tidak berminat membangun suatu empirium besar. tampaknya jelas hanya sedikit raja-raja dalam sejarah punya keberhasilan sebanyak Elizabeth. Kebesaran empirium seberang lautan Inggris diperoleh sesudah matinya Elizabeth. dan garis kebijaksanaan politiknya umumnya berhati-hati dan konservatif. banyak kemajuan terjadi di masa pemerintahannya dibanding umumnya penguasaa yang dengan sadar menghendaki kemajuan. Banyak orang yang memainkan peranan penting pembentukan empirium Inggris yang dalam beberapa hal bisa dianggap sebagai hasil wajar ekspansi Eropa secara umum dan kedudukan geografis Inggris. Sebaliknya. diukur dari pentingnya peranan yang dimainkan Inggris dan orang Inggris di abad-abad sesudah Elizabeth adalah suatu kesalahan menempatkannya terlampau jauh di belakang Peter. orang-orang yang mengedepankan gagasan-gagasan baru atau membawa perubahan sesuatu keadaan. dia mungkin jadi pendorong utama hidupnya demokrasi di Inggris daripada dia mengumumkan sebuah konstitusi demokratis. Elizabeth bukanlah seorang pembaharu.

org/iptek/100/Elizabeth1.Ref :http://media.html http://kolom-biografi.html .blogspot.com/2009/03/biografi-ratu-elizabeth-i.isnet.

ratu Elizabeth I mengesahkan UU tentang supremasi dan persamaan tahun 1559 dengan menetapkan Aglican sebagai agama resmi Inggris. Golongan Protestan kemudian ditindas dan banyak pengikutnya dihukum mati. Inggris. Raja Henry VIII dan Ibunya Anne Boleyn. Dalam masa pemerintahannya. Pada 1558 saudara tirinya Mary yang beragama Katolik Roma memenjarakan dirinya selama hampir 1 tahun karena diduga membela pemberontakan Protestan. Anne Boleyn di hukum mati saat Elizabeth I berusia 3 tahun karena tuduhan pengkianatan terhadap raja. Saat itu terjadi konflik antara kelompok protestan dan katholik Roma. dan kekuatan militer. 7 September 1533 dan meninggal 24 Maret 1603 pada umur 69 tahun di Richmond. Inggris memiliki armada laut paling kuat di dunia. Edward VI ternyata lebih mendukung golongan protestan. Elizabeth I adalah penguasa monarki keenam dan terakhir dari dinasti Tudor. Namun setelah Ratu Mary naik tahta. Di bawah kepemimpinannya Inggris mengalami masa pencerahan kejayaan dan kemakmuran. bekas koloni Inggris di Amerika Utara yang saat ini menjadi salah satu dari 13 negara bagian pertama Amerika Serikat. Inggris. krisis hubungan bilateral dengan Skotlandia dan Spanyol. Ia di anggap ratu paling terkemuka.1553. naik tahta dan berkuasa antara tahun 1547 . kemajuan bidang kesusastraan. dinamakan sesuai dengan julukan Elizabeth I. "the Virgin Queen". kerajaan Inggris kembali mendukung katholik roma dan mendukung kepausan. Ayahnya. Saudara tiri Elizabeth Edward VI. Lahir di Greenwich. Selama hidupnya ia tidak pernah menikah hingga dijuluki Virgin Queen. Bahkan Persemakmuran Virginia.Biografi Ratu Elizabeth I Ratu Elizabeth I adalah ratu Inggris yang memerintah selama 45 tahun (1558 – 1603). . Elizabeth I juga di tahan di menara London oleh Ratu Mary yang terkenal ratu diktaktor. Pada usia 13 tahun tepatnya tahun 1547. Ratu Elizabeth I mengalami berbagai masalah antara lain. Di bawah pemerintahannya Inggris mencapai masa kemakmuran ekonomi. UU ini berhasil meredam perpecahan antar agama. Untuk mengatasi perpecahan agama. Ratu Mary tutup usia tahun 1558 dan digantikan Elizabeth yang berumur 25 tahun. ayahnya Henry VIII tutup usia. Kondisi perekonomian dan keuangan pemerintah yang mengalami krisis dan perpecahan agama di masyarakat Inggris.

meskipun sebenarnya Elizabeth pribadi tak punya gairah berperang. music. Berbagai penjelajahan dunia dilakukan untuk memperluas ruang hidup (Lebensraum). Dia tidak suka perang dan pertumpahan darah meskipun jika diperlukan dia bisa melakukannya. ketika perang dengan Spanyol akhirnya meletus juga di tahun 1580an. Inggris juga tumbuh menjadi imperium dunia. Namun Inggris terlibat pertentangan dengan Spanyol. Elizabeth peroleh dukungan kuat rakyat Inggris. Elizabeth membantu Negeri Belanda. Di masa pemerintahan Elizabeth I. dan berpandangan jauh. luwes.Dalam bidang politik luar negeri. Karena itu. seni lukis dan seni pertunjukkan berkembang pesat selama pemerintahannya. Elizabeth berusaha menghindari perang. Kesusasteraan. Elizabeth adalah seorang politikus yang cakap." Beberapa penulis termasyhur Inggris. Konflik dengan Spanyol menelan biaya mahal sehingga di akhir pemerintahannya keuangan Negara mengalami kesulitan. Inggris kemudian memantapkan posisinya sebagai Negara dengan armada laut paling kuat di dunia yang tetap dipegangnya hingga abad ke 20 ini. Dia juga bersikap sangat hati-hati dankonservatif. Elizabeth punya andil besar dalam perkembangan social budaya di Inggris. Keadaan ini membuat Raja Philip II dari Spanyol mengimbangi kekuatan Inggris dengan membangun kekuatan militer. Namun keadaan ini dapat diatasinya dengan cepat. Sir Francis Drake Menjelajahi Samudera Atlantik (dari tahun 1577 hingga 1580) dan mencapai California. yang menjadi penasihat utamanya sejak tahun 1558 hingga beliau meninggal tahun 1598. Elizabeth sangat cermat mengatur keuangan negara. . Spanyol memiliki kekuatan hampir seimbang dengan Inggris. Awal tahun 1560 dia mengadakan "Perjanjian Edinburgh" yang menjamin penyelesaian damai konflik dengan Skotlandia. Dalam Pemerintahan. Martin Frobisher dan John Davis menjelajahi samudera arah barat laut menuju Timur Jauh. hidup di jaman itu. Juga Sir Walter Raleigh mendirikan pemukiman di Amerika Utara. Elizabeth punya kemampuan memilih pembantu-pembantu yang profesional. tegas. termasuk William Shakespeare. perang antara Spanyol dengan Protestan Inggris sulit terelakkan. Umumnya rakyat Inggris seperti juga para menteri dan parlemen lebih bernafsu angkat senjata daripada Elizabeth. punya pandangan luas. Elizabeth secara bertahap membangun Angkatan Laut Inggris hingga memiliki armada yang kuat. Perlombaan kekuatan militer ini akhirnya pecah menjadi perang terbuka. Salah satu pembantu setianya adalah Williarn Cecil (Lord Burghley). Pemberontakan di Negeri Belanda melawan penguasa Spanyol merupakan faktor pembantu: pemberontak Belanda umumnya penganut Protestan dan tatkala Spanyol menggenjot pemberontak. dia sangat kooperatif dengan parlemen. ia terkenal tokoh yang cermat. Pertarungan pun pecah tahun 1588. dan pertempuran laut yang seru itu berakhir dengan kekalahan mutlak pihak Inggris. Di bidang ekonomi. Pemerintahan Elizabeth selama 45 tahun di anggap "Jaman keemasan Inggris. Pertentangan dengan Prancis juga berakhir dengan hubungan kedua Negara semakin membaik. tetapi buat Katolik militan Spanyol abad ke-16.

2. Empat puluh lima tahun pemerintahannya di anggap jaman keemasan Inggris. Elizabeth I mampu meredakan pertentangan antara Katolik Inggris dan Protestan Inggris.ugm.staff. Namun di akhir hayatnya dia menunjuk Raja James II dari Skotlandia (putera Mary dari Skotlandia) menjadi penggantinya. Di masa pemerintahannya Inggris muncul sebagai kekuatan dunia di bidang militer yang bisa dipertahankan pada abad berikutnya. Referensi: http://luk.ac. sungguh menyolok). 3. Keberhasilan Elizabeth dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.html . Elizabeth I memimpin Inggris tanpa pertumpahan darah yang berarti.biografitokohdunia. dia berhasil pula menjaga persatuan bangsa.id http://www. Hal ini menjadi masalah besar bagi regenerasi kepemimpinan di Inggris setelah beliau wafat. (Berbeda dengan Jerman di mana tiga puluh tahun perang (1618-1648) membunuh lebih dari dua puluh lima persen penduduk.Hal yang disayangkan dari seorang ratu Elizabeth adalah tidak memiliki keturunan karena memang ia tidak pernah menikah.com/2011/05/biografi-ratu-elizabeth-i. Meskipun James dan puteranya Charles I dianggap pemimpin otoriter buat rakyat Inggris. Inggris tampil menjadi bangsa besar di dunia.

Mary Stuart merasa dirinya lebih berhak atas tahta tersebut karena dirinya didukung separuh rakyat Inggris yang beragama Katolik Roma dan juga mendapat angin dari Raja Philip dari Spanyol yang juga Katolik fanatik. Tidak boleh ada pengampunan karena apa yang dilakukan Mary adalah tindakan kudeta dan penghianatan terhadap ratu sebagai simbol negara. Kalau saya jadi Elizabeth mungkin sudah saya pites tuh William Raleigh. Beliau lahir dari keluarga kerajaan yang hancur sehancur-hancurnya.Tapi dari pengalaman pahit tersebut tidak muncul seorang wanita cengeng yang terpuruk dalam kepahitan. Lha bagaimana tidak ancur. Seberapa banyak pemimpin seperti Elizabeth sekarang ini.Di Indonesia saja beberapa tahun lalu saat ada calon presiden wanita banyak pihak yang berkotek tentang Haramnya seoarng wanita menjadi pemimpin. Elizabeth lebih mengedepankan kepentingan bangsanya yang membutuhkan keahlian Raleigh untuk menghadapi serangan Spanyol. Sang pria lebih memilih wanita lain yang lebih muda dan segar ketimbang sang ratu.Semantara Elizabeth sendiri seorang Protestan yang masih merupakan agama minoritas di Eropa.Belajar dari Elizabeth I OPINI | 26 August 2010 | 12:42 Dibaca: 156 Komentar: 1 Nihil Salah satu tokoh sejarah yang saya kagumi adalah Ratu Elizabeth I dari Inggris. Beliau adalah seorang ratu yang membawa Inggris pada kejayaan. Pukulan kedua datang dari pria yang dicintainya yaitu Sir William Raleigh. Justru muncul seorang pemimpin luar biasa yang mencintai rakyatnya dan mengesampingkan kepentingan dan perasaan pribadinya. Yang sadar ada kepentingan yang lebih tinggi dari kepentingan dan perasaan pribadinya? Yang menjalankan hukum dengan tegas walau hatinya mungkin menolak? Yang mau mengampuni jika itu baik untuk bangsanya? Tidak ada istilah pengurangan hukuman atau remisi untuk Mar Stuart dengan alasan kesalahan administrasi misalnya (Lho kok jadi nyindir seseorang ya? hehehe) Yang tidak membiarkan perasaan pribadinya mempengaruhi keputusan politisnya demi kepentingan bangsanya? Dan itu semua dilakukan oleh seorang jomblowati sejati seumur hidup dari keluarga broken home kelas berat. Tapi dia sadar hukum adalah hukum dan harus dijalankan siapapun pelanggarnya. Lebih mengagumkan lagi wanita itu dari abad pertengahan. Betapa kita tertinggal terlalu jauh…. Elizabeth merasa keberatan karena ia merasa hukuman itu tidak pantas bagi seorang keturunan raja dan bagaimanapun juga Mary adalah sepupunya. lha kok berani-beraninya bikin ratu patah hati. Surabaya . Saat penadilan Inggris memutuskan hukuman mati untuk Mary Stuart.Tapi Elizabeth mengampuninya dan mendapat bantuan dari Raleigh saat Inggris diserang Raja Philip dari Spanyol yang ngamuk karena sekutunya Mary dihukum mati. Elizabeth I pernah mengalami pukulan hebat saat sepupunya Mary Stuart kedapatan bersekongkol merencanakan pembunuhan kepadanya dengan tujuan merebut tahta Elizabet. 26 Agustus . wong bapaknya sendiri yang menghukum mati sang ibunda.

http://sejarah.com/2010/08/26/belajar-dari-elizabeth-i/ . Elizabeth I yang wafat tanpa keturunan digantikan oleh James VI dari Skotlandia yang tidak lain adalah putra satu-satunya dari Mary I. Ironinya. Wafatnya Elizabeth I dan naiknya Raja Skotlandia James VI menjadi Raja Inggris pada tahun 1603 merupakan awal dari bergabungnya Inggris dan Skotlandia.kompasiana.Komentar 16 January 2011 21:25:05 0 Mary Stuart atau Mary Stewart atau Mary I dari Skotlandia dihukum mati oleh Elizabeth I dengan tuduhan bersekongkol untuk mengkudeta Elizabeth I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful